Iseng buka Grok Bot, pulang bawa delapan spesialisasi
Kemarin saya iseng.
Ada kolom usage baru di Cursor. Plus email dari mereka soal Grok Bot. Saya klik. Gampang. Belajar sebentar langsung ngerti — nggak ada ritual setup yang bikin males.
Yang bikin saya berhenti sejenak: waktu bikin bot baru, dia kayak sudah tahu buat apa dia ada — cuma dari nama yang saya kasih. Interaksi antar-bot juga lumayan smooth. Karena baru kemarin, saya coba hampir semuanya. Dalam sehari sudah delapan bot spesialisasi. Agak kaget sendiri.
Grok Bot — sumber: x.ai
Dari “staff” ke orchestrator
Bot pertama tadinya Chief of Staff.
Botnya makin banyak. Naming “staff” terasa terlalu umum — kayak jabatan yang bagus di CV tapi nggak jelasin kerja hariannya. Saya ubah jadi Chief of Everything: semacam CEO, tapi O-nya Orchestrator. Lebih jelas perannya di tengah yang lain. Sisanya tetap penting; masing-masing punya jalur sendiri. Yang berubah cuma siapa yang jaga koordinasi.
Chief of Everything — orchestrator di settings
Review PR: cepat, tapi jangan overjudge
Yang paling kerasa di hari pertama: orkestrasi cloud agent Cursor buat review beberapa PR sekaligus.
Di editor Cursor, review satu-satu masih bisa, tapi ritmenya beda. Kalau rule dan style review sudah diset, bot bisa ngejalanin beberapa review paralel. Alur yang saya pakai kurang lebih: bot software engineer mereview dulu, lalu bot reviewer/QA mereview lagi.
Tujuannya sederhana. Verdict AI kadang overkill — false positive, nada terlalu keras, temuan yang “benar di teori” tapi nggak worth di konteks PR. Lapisan kedua yang bikin hasilnya lebih bersih.
Catatan penting: di repo kerjaan tetap hati-hati. Peer review saya lebih chat-first dulu, jangan auto-post ke GitHub. Kecepatan bagus; salah tempat komentar lebih mahal.
Room review: orchestrator → SE kritis → QA filter, belum ke GitHub
PoC alur mirip SDLC (masih partial)
Saya juga nyoba alur mirip SDLC di projek coba-coba — bukan nama repo, benar-benar sandbox.
Kurang lebih: plan → implement → review → fix.
Di tahap plan, PRD, ERD, dan Figma design masing-masing punya bot (ERD tetap lewat software engineer). Lalu implementasi, review, perbaikan.
Ini masih PoC, belum full SDLC. Potongannya belum lengkap. Ada yang belum nyambung, ada yang masih manual. Tapi ritmenya sudah beda: pekerjaan yang biasanya nunggu giliran di satu kepala, bisa dibagi ke spesialisasi — asal ada yang orkestrasi.
Kalau dibaca sebagai “sudah production-ready multi-agent SDLC”, itu overclaim. Yang saya punya hari pertama: kerangka yang jalan sebagian, dan rasa bahwa arahnya masuk akal buat dicoba lagi.
Sebagian members di sidebar — tiap bot satu spesialisasi
Privacy: cloud, tapi rem di tangan
Soal privacy: hati-hati dari awal.
Ini fully cloud. Saya nggak kasih akses akun penuh. Akses lewat PAT dengan scope minimal — ragu tinggal revoke. Belum ada frustrasi besar; yang ada justru kewaspadaan. Fitur baru enak dicoba; data tetap saya yang jaga pintunya.
Masih hari pertama
Dari iseng karena email, sekarang di sidebar ada orkestra kecil.
Dan satu kebiasaan baru: nggak semua review harus saya kerjakan sendirian di editor. Belum sempurna. Belum “selesai”. Tapi cukup buat saya tulis catatan ini — biar pengalaman kemarin nggak hilang jadi sekadar usage bar yang naik.
Komentar & Diskusi