Sejarah Dunia (2000 SM–1 SM) Sebelum Masehi
Catatan: format 2000 SM, 1995 SM, 1990 SM, ... dibaca sebagai tahun Sebelum Masehi (mis. 2000 SM = 2000 Before Christ). Untuk era kuno, banyak poin ditulis sebagai konteks periode/sekitar tahun tersebut agar tetap aman secara historis.
Tahun 2000 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Berakhirnya Dinasti Ur III (keruntuhan sekitar 2004 SM akibat serangan gabungan Amori dan Elam); Ibbi-Sin (raja terakhir Ur III, sekitar 2028–2004 SM) ditawan oleh Elam—akhir kekuasaan Sumeria terpusat; Periode Isin-Larsa / Babilonia Kuno awal dimulai (sekitar 2004–1595 SM)—era fragmentasi politik dengan banyak kerajaan kota independen; Ishbi-Erra (mantan pejabat Ur III, sekitar 2017–1985 SM) mendirikan Dinasti Isin (sekitar 2017 SM) dan menguasai Ur, Uruk, Nippur—mengklaim legitimasi sebagai penerus Ur III; Gungunum dari Larsa (sekitar 1932–1906 SM) merebut Ur dari Isin (sekitar 2004 SM)—peristiwa politik besar yang menandai pergeseran kekuasaan ke Larsa; Naplanum mendirikan Dinasti Larsa (sekitar 2025 SM); kota-kota Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa), Larsa, Isin menjadi pusat perdagangan dan keagamaan; Ziggurat Ur-Nammu (dibangun era Ur III, sekitar 2100 SM) masih berdiri di Ur—struktur tiga tingkat setinggi ~21 meter; Code of Ur-Nammu (salah satu hukum tertulis tertua, sekitar 2100 SM) menjadi rujukan hukum—mencakup kompensasi, hukuman, dan hak perempuan; sistem tulisan cuneiform mencapai puncak—digunakan untuk administrasi, sastra, dan perdagangan; perdagangan dengan Lembah Indus melalui Teluk Persia (bukti segel Harappan di Ur, Lagash); perdagangan tembaga dari Oman (Magan), kayu cedar dari Lebanon, batu permata (lapis lazuli) dari Afghanistan; sistem irigasi canggih—kanal besar mengairi ribuan hektar lahan pertanian; populasi kota besar puluhan ribu jiwa; keagamaan politeistik (Enlil—dewa udara, Enki—dewa air dan kebijaksanaan, Inanna—dewi cinta dan perang, Utu—dewa matahari); kuil sebagai pusat ekonomi dan politik—mengontrol tanah, ternak, dan perdagangan; Asyur (kota di Tigris hulu) masih kerajaan kota kecil; Ilushuma dari Asyur (sekitar 1945–1906 SM) akan memperluas perdagangan; koloni dagang Asyur di Anatolia (karum) akan berkembang pesat sekitar abad ke-20 SM—sistem perdagangan jarak jauh pertama yang terdokumentasi.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Akhir Dinasti ke-11; Firaun Mentuhotep IV (sekitar 1998–1991 SM) memerintah—raja terakhir dinasti, pemerintahan singkat dan tidak stabil; Transisi ke Dinasti ke-12: Amenemhat I (sekitar 1991–1962 SM, bukan keturunan raja, mungkin mantan wazir atau jenderal Mentuhotep IV) akan mendirikan Dinasti ke-12 (sekitar 1991 SM)—mengakhiri ~150 tahun Dinasti ke-11; ibukota masih di Thebes (Waset) di Mesir Hulu; ekspedisi ke Punt (kemungkinan di Tanduk Afrika atau Sudan selatan) untuk emas, gading, rempah-rempah (myrrh, frankincense), kayu hitam (ebony), dan kulit macan tutul; perdagangan aktif dengan Nubia untuk emas, gading, dan budak; seni dan arsitektur gaya naturalistik—berbeda dari gaya formal Kerajaan Lama; piramida lebih kecil dari Kerajaan Lama—menggunakan bata lumpur dengan casing batu kapur; makam bangsawan (nomarch) dengan relief dan lukisan dinding yang detail—menggambarkan kehidupan sehari-hari; sastra Mesir berkembang—Tale of Sinuhe (kisah pelarian dan pengembalian), Instructions of Amenemhat I (nasihat politik, ditulis kemudian tetapi merekam konteks era ini), Story of the Eloquent Peasant; sistem irigasi dikembangkan—menggunakan shaduf untuk mengangkat air; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; perdagangan dengan Levant (kayu cedar dari Lebanon, minyak zaitun, anggur); hubungan diplomatik dengan Byblos dan kota-kota Kanaan lainnya.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Peradaban Lembah Indus (Mature Harappan, sekitar 2600–1900 SM)—salah satu peradaban urban pertama di dunia; kota besar: Harappa (~23.500 jiwa, Punjab), Mohenjo-daro (~40.000 jiwa, Sindh)—“Mound of the Dead”, Dholavira (~15.000 jiwa, Gujarat), Ganeriwala (~15.000 jiwa, Punjab), Rakhigarhi (~20.000 jiwa, Haryana); drainase dan sanitasi canggih—toilet dengan sistem pembuangan, bak mandi di setiap rumah, sistem saluran air bawah tanah; perdagangan dengan Mesopotamia (bukti segel Harappan di Ur, Lagash, sekitar 2300–2000 SM) dan Oman (Magan)—barang-barang Harappan ditemukan di Teluk Persia; sistem tulisan (~400 simbol, belum terpecahkan)—digunakan pada segel, tablet, dan tembikar; metrologi standar—sistem bobot seragam di seluruh wilayah (rasio 1:2:4:8:16); pertanian gandum (wheat), barley, kacang-kacangan (lentil, chickpea), kapas—kapas pertama kali didomestikasi di sini; domestikasi sapi, kerbau air, domba, kambing; kerajinan tembikar dengan pola geometris, manik-manik dari carnelian dan steatite, segel batu dengan gambar hewan; arsitektur bata bakar seragam—ukuran standar 7×14×28 cm; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat—struktur sosial egaliter dengan elite penguasa; Great Bath di Mohenjo-daro—struktur ritual terbesar; sistem perencanaan kota grid—jalan-jalan lurus dengan orientasi utara-selatan/timur-barat.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi: sekitar 2070–1600 SM)—dinasti pertama dalam historiografi Tiongkok; Yu Agung (Yu yang Agung, sekitar 2123–2025 SM) sebagai pendiri legendaris, tokoh pengendali banjir dan pendiri dinasti—legenda “Yu mengendalikan banjir” menjadi fondasi legitimasi politik; transisi ke peradaban perunggu—teknologi perunggu diperkenalkan dari stepa Asia Tengah; teknologi perunggu di Lembah Sungai Kuning—casting perunggu untuk ritual dan senjata; pertanian padi (Oryza sativa) di Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; elite penguasa—sistem hierarki sosial dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu untuk upacara—bejana ritual (ding, jue) untuk persembahan leluhur; kontak dengan stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; budaya Longshan (sekitar 3000–1900 SM) di Tiongkok utara—masyarakat kompleks dengan tembikar hitam halus; tulisan awal (oracle bone script nanti di Shang, sekitar 1600 SM); permukiman bertembok—kota-kota bertembok di Erlitou dan Zhengzhou; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antara berbagai kelompok budaya; Erlitou (sekitar 1900–1500 SM) akan menjadi pusat utama—sering dikaitkan dengan Dinasti Xia atau Shang awal.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah awal (sekitar 2000–1550 SM); kota-kota Kanaan dan Syria: Byblos (Gubla)—pusat perdagangan kayu cedar dengan Mesir, Ugarit (Ras Shamra)—pelabuhan penting di pantai Syria, Ebla (Tell Mardikh)—kerajaan besar yang hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada permukiman; perdagangan aktif dengan Mesir (kayu cedar, minyak zaitun, anggur) dan Mesopotamia (logam, tekstil); pengaruh Amori di wilayah Syria–Mesopotamia meningkat pascakeruntuhan Ur III—kelompok Amori mendirikan dinasti di berbagai kota; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM); sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat).
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM); Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²); sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut dan upacara; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) mulai atau akan berkembang di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak); perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa; perdagangan tembaga (dari Alpen) dan timah (dari Cornwall, Inggris)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-11 mencapai akhir; Firaun Mentuhotep IV memerintah; Transisi ke Dinasti ke-12 akan terjadi; Ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas—kampanye militer ke Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Perdagangan dengan Punt (kemungkinan di Tanduk Afrika atau Sudan selatan) untuk emas, gading, rempah-rempah (myrrh, frankincense), dan kayu hitam (ebony); Seni dan arsitektur berkembang dengan gaya naturalistik—relief dan patung menunjukkan detail kehidupan sehari-hari; Sistem irigasi dikembangkan untuk pertanian di Lembah Nil—shaduf untuk mengangkat air ke lahan tinggi; Makam-makam bangsawan (nomarch) dihiasi dengan relief dan lukisan—menggambarkan pertanian, berburu, dan upacara; Sastra Mesir berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; Perdagangan dengan Levant untuk kayu cedar dan minyak zaitun—hubungan diplomatik dengan Byblos; Faiyum (depresi besar di Mesir) dikembangkan untuk pertanian—sistem irigasi canggih.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500-1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik dimulai (sekitar 2050-1750 SM); Perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; Budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris, arsitektur berbeda dari Mesir; Kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; Pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan; Arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal; Sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik; Perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite; Permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000 jiwa dengan struktur kompleks; Sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah; Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif; Perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam; Perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas; Teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi; Diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; Pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; Domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba; Sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; Perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500-400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500-1200 SM); San Lorenzo sebagai pusat utama (sekitar 1200-900 SM)—populasi ~5.000 jiwa; Patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa; Sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks; Pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan lainnya; Arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; Sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; Perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala, obsidian dari berbagai sumber; Pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; Sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900-400 SM); Sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000-1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa; Arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter; Pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; Sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; Perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; Sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik; Tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; Sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida; Permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”; Sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000-1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; Teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung untuk stabilitas; Permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu; Pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama; Sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra; Budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500-500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola; Perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah; Sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; Teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar; Kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra; Sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur; Pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan; Sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga.
Tahun 1995 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa / Babilonia Kuno berlanjut; Dinasti Isin menguasai Nippur (pusat keagamaan utama), Uruk, dan sebagian Ur; Shu-ilishu dari Isin memerintah (sekitar 1984–1975 SM); Dinasti Larsa (Amori) bersaing untuk dominasi selatan Mesopotamia; Gungunum dari Larsa (sekitar 1932–1906 SM) masih berkuasa atau penggantinya—raja yang memperluas kekuasaan Larsa; Lipit-Ishtar dari Isin akan memerintah (sekitar 1934–1924 SM) dan mengeluarkan Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM)—salah satu hukum tertulis tertua setelah Ur-Nammu, mencakup hukum keluarga, properti, dan kompensasi; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat di berbagai kota—struktur keagamaan dengan tinggi hingga 30 meter; irigasi intensif—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; perdagangan dengan Lembah Indus (segel Harappan ditemukan di Ur), Oman (Magan—tembaga), Levant (kayu cedar dari Lebanon); populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan dengan dewa-dewa utama (Enlil di Nippur, Inanna di Uruk, Nanna di Ur); kuil sebagai pusat ekonomi dan politik—mengontrol tanah, ternak, dan perdagangan; Asyur—koloni dagang (karum) di Kanesh (Kültepe) di Anatolia mencapai puncak sekitar 1950–1840 SM (lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas)—sistem perdagangan jarak jauh pertama yang terdokumentasi lengkap; Erishum I dari Asyur (sekitar 1974–1935 SM) akan memperluas perdagangan; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dimulainya Dinasti ke-12 (sekitar 1991–1802 SM)—salah satu dinasti paling stabil dan makmur Kerajaan Pertengahan, 8 firaun selama ~190 tahun; Firaun Amenemhat I (sekitar 1991–1962 SM) memerintah—pendiri dinasti, bukan keturunan raja (mungkin mantan wazir atau jenderal Mentuhotep IV); pemindahan ibukota dari Thebes ke Itjtawy (“Seizer of the Two Lands”, dekat Faiyum)—strategi mengontrol Mesir Hulu-Hilir dan Nubia, lokasi sentral untuk administrasi; konsolidasi kekuasaan pasca-Dinasti 11—menghadapi perlawanan dari nomarch (gubernur regional); ekspansi ke Nubia untuk tambang emas—kampanye militer ke Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); perdagangan dengan Punt (kemungkinan di Tanduk Afrika) untuk emas, gading, rempah-rempah (myrrh, frankincense), kayu hitam (ebony), dan kulit macan tutul; perdagangan dengan Levant (kayu cedar dari Lebanon, minyak zaitun, anggur); seni naturalistik—relief dan patung menunjukkan detail kehidupan sehari-hari; istana dan kuil baru dibangun di Itjtawy—arsitektur monumental; irigasi dikembangkan—sistem kanal untuk Faiyum dan Lembah Nil; sastra—Instructions of Amenemhat I (nasihat politik untuk putra mahkota Sesostris I, ditulis kemudian tetapi merekam konteks era ini); birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; coregency (pemerintahan bersama) diperkenalkan—Sesostris I akan menjadi rekan-raja sekitar tahun ke-21; piramida di el-Lisht akan dibangun—makam Amenemhat I dengan kompleks kuil; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan untuk melindungi dari serangan Nubia.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan berlanjut; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi canggih; perdagangan dengan Mesopotamia (bukti arkeologis) dan Oman; sistem tulisan (~400 simbol, belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi ke peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi di Sungai Kuning dan Yangtze; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori di wilayah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa di Kreta mencapai puncaknya; Periode Minoa Pertengahan (MM I-II); Istana Knossos berkembang sebagai pusat administratif; Istana-istana besar di Phaistos, Malia, dan Zakros; Sistem tulisan Linear A digunakan; Perdagangan maritim Mediterania aktif; Perdagangan dengan Mesir, Levant, dan Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan Yunani berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang dengan fresko dan tembikar; Sistem keagamaan berkembang; Teknologi perahu canggih.
- Anatolia (Het): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah; Periode Kerajaan Het Kuno; Hattusa sebagai ibukota; Perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak); Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum berkembang; Teknologi besi awal berkembang; Perdagangan dengan Asyur; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng berkembang; Sistem keagamaan berkembang.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang di Eropa Tengah; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah berkembang; Jaringan perdagangan menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania; Mound building berkembang; Budaya Beaker berkembang di Eropa Barat; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir berkembang; Sistem sosial hierarkis muncul.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Firaun Amenemhat I memerintah; Ibukota di Itjtawy; Ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; Perdagangan dengan Punt aktif; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem irigasi dikembangkan; Konsolidasi birokrasi; Perdagangan dengan Levant; Hubungan diplomatik berkembang.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir aktif; Budaya independen berkembang; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar berkembang; Sistem sosial hierarkis.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional berkembang; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur dengan platform dan plaza; Sistem keagamaan berkembang; Perdagangan obsidian dan jade; Pertanian berkembang; Sistem sosial hierarkis.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang; Sistem irigasi canggih; Perdagangan jarak jauh; Sistem sosial kompleks; Tekstil berkembang; Sistem keagamaan berkembang; Permukiman besar berkembang.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem navigasi bintang berkembang; Budaya Lapita berkembang; Perdagangan jarak jauh antar pulau; Sistem sosial kompleks; Teknologi tembikar berkembang; Kontak dengan Asia Tenggara.
Tahun 1990 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Lipit-Ishtar dari Isin memerintah (sekitar 1934–1924 SM) dan mengeluarkan Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM)—hukum tertulis penting setelah Code of Ur-Nammu, mencakup 43 pasal tentang hukum keluarga, properti, budak, dan kompensasi; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Lembah Indus (segel Harappan di Ur), Oman (Magan—tembaga), Levant (kayu cedar dari Lebanon); kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa); ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan dan kuil sebagai pusat ekonomi—kontrol tanah dan perdagangan; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas Anatolia; Erishum I dari Asyur (sekitar 1974–1935 SM) memperluas perdagangan—hubungan dagang dengan Anatolia berkembang pesat.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Amenemhat I masih memerintah (sekitar 1991–1962 SM)—mendekati tahun ke-21 pemerintahannya; Sesostris I (Senusret I) akan menjadi rekan-raja (coregency) sekitar tahun ke-21 Amenemhat I (sekitar 1971 SM), lalu raja tunggal (sekitar 1971–1926 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, memerintah selama ~45 tahun; ekspansi ke Nubia untuk tambang emas dan kampanye militer mengamankan rute—ekspedisi ke Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun); seni naturalistik—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari; monumen besar (kuil, istana)—arsitektur monumental di Itjtawy dan Thebes; irigasi dikembangkan—sistem kanal untuk Faiyum; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat; sastra—Instructions of Amenemhat I (nasihat politik), Tale of Sinuhe (kisah pelarian dan pengembalian, konteks era ini); hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; White Chapel di Karnak akan dibangun oleh Sesostris I—struktur upacara dengan relief detail.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi canggih; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan dengan ritual perunggu.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa di Kreta mencapai puncaknya; Periode Minoa Pertengahan (MM I-II); Istana Knossos berkembang sebagai pusat administratif; Istana-istana besar di Phaistos, Malia, dan Zakros; Sistem tulisan Linear A digunakan; Perdagangan maritim Mediterania aktif; Perdagangan dengan Mesir, Levant, dan Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan Yunani berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang dengan fresko dan tembikar; Sistem keagamaan berkembang; Teknologi perahu canggih; Perdagangan minyak zaitun, anggur, dan tembikar.
- Anatolia (Het): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah; Periode Kerajaan Het Kuno; Hattusa sebagai ibukota; Perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak); Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum berkembang; Teknologi besi awal berkembang; Perdagangan dengan Asyur; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng berkembang; Sistem keagamaan berkembang; Konsolidasi kekuasaan di Anatolia tengah.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang di Eropa Tengah; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah berkembang; Jaringan perdagangan menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania; Mound building berkembang; Budaya Beaker berkembang di Eropa Barat; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir berkembang; Sistem sosial hierarkis muncul; Perdagangan jarak jauh berkembang.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; Kampanye militer ke Nubia; Perdagangan dengan Punt aktif; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem irigasi dikembangkan; Konsolidasi birokrasi; Perdagangan dengan Levant; Hubungan diplomatik berkembang; Monumen besar dibangun.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir aktif; Budaya independen berkembang; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar berkembang; Sistem sosial hierarkis; Perlawanan terhadap ekspansi Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional berkembang; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Perdagangan jarak jauh terbatas.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur dengan platform dan plaza; Sistem keagamaan berkembang; Perdagangan obsidian dan jade berkembang; Pertanian berkembang dengan jagung, kacang, dan labu; Sistem sosial hierarkis berkembang; Permukiman besar berkembang.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental dengan piramida dan plaza; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun; Perdagangan jarak jauh berkembang; Sistem sosial kompleks dengan elite penguasa; Tekstil berkembang dengan teknik canggih; Sistem keagamaan berkembang; Permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik; Permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem navigasi bintang berkembang; Budaya Lapita berkembang; Perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Teknologi tembikar berkembang; Kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya.
Tahun 1985 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM) menjadi rujukan hukum—sistem hukum tertulis yang mempengaruhi hukum Babilonia selanjutnya; persaingan Isin vs Larsa—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci dan rute perdagangan; perdagangan dengan Lembah Indus (segel Harappan di Ur), Oman (Magan—tembaga), Levant (kayu cedar dari Lebanon); kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan—Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif—dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas Anatolia; Erishum I dari Asyur (sekitar 1974–1935 SM) memperluas perdagangan—hubungan dagang dengan Anatolia mencapai puncak.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Firaun Sesostris I (Senusret I) memerintah (sekitar 1971–1926 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, memerintah selama ~45 tahun; coregency dengan Amenemhat I hingga kematian ayahnya (Amenemhat I dibunuh sekitar tahun ke-30, sekitar 1962 SM)—pembunuhan yang direkam dalam Instructions of Amenemhat I; ekspansi ke Nubia—kampanye militer tahun ke-10 dan ke-18—ekspedisi ke Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); perbatasan selatan Mesir ditegakkan di sekitar Katarak Kedua (Semna)—benteng dan stela kemenangan untuk mengamankan rute perdagangan emas; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun); seni naturalistik—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari; monumen besar (kuil, istana, piramida di el-Lisht)—kompleks makam dengan tinggi ~61 meter; irigasi dikembangkan—sistem kanal untuk Faiyum dan Lembah Nil; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat; sastra—Instructions of Amenemhat I (nasihat politik), Tale of Sinuhe (kisah pelarian dan pengembalian); ekspedisi ke Sinai untuk tembaga dan turquoise—tambang di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan dan Libya—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; White Chapel di Karnak dibangun—struktur upacara dengan relief detail; obelisk di Heliopolis dibangun—monumen keagamaan setinggi ~20 meter.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa mengkonsolidasikan kekuasaan.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa di Kreta mencapai puncaknya; Periode Minoa Pertengahan (MM I-II); Istana Knossos berkembang sebagai pusat administratif; Istana-istana besar di Phaistos, Malia, dan Zakros; Sistem tulisan Linear A digunakan; Perdagangan maritim Mediterania aktif; Perdagangan dengan Mesir, Levant, dan Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan Yunani berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang dengan fresko dan tembikar; Sistem keagamaan berkembang; Teknologi perahu canggih; Perdagangan minyak zaitun, anggur, dan tembikar; Jaringan perdagangan Mediterania berkembang.
- Anatolia (Het): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah; Periode Kerajaan Het Kuno; Hattusa sebagai ibukota; Perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak); Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum berkembang; Teknologi besi awal berkembang; Perdagangan dengan Asyur; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng berkembang; Sistem keagamaan berkembang; Konsolidasi kekuasaan di Anatolia tengah; Perdagangan jarak jauh berkembang.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang di Eropa Tengah; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah berkembang; Jaringan perdagangan menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania; Mound building berkembang; Budaya Beaker berkembang di Eropa Barat; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir berkembang; Sistem sosial hierarkis muncul; Perdagangan jarak jauh berkembang; Konsolidasi kelompok-kelompok regional.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Firaun Sesostris I memerintah; Ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; Kampanye militer ke Nubia mencapai Semna; Perdagangan dengan Punt aktif; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem irigasi dikembangkan; Konsolidasi birokrasi; Perdagangan dengan Levant; Hubungan diplomatik berkembang; Monumen besar dibangun; Ekspedisi ke Sinai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir aktif; Budaya independen berkembang; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar berkembang; Sistem sosial hierarkis; Perlawanan terhadap ekspansi Mesir; Konsolidasi kekuasaan regional.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional berkembang; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Perdagangan jarak jauh terbatas; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur dengan platform dan plaza; Sistem keagamaan berkembang; Perdagangan obsidian dan jade berkembang; Pertanian berkembang dengan jagung, kacang, dan labu; Sistem sosial hierarkis berkembang; Permukiman besar berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental dengan piramida dan plaza; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun; Perdagangan jarak jauh berkembang; Sistem sosial kompleks dengan elite penguasa; Tekstil berkembang dengan teknik canggih; Sistem keagamaan berkembang; Permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa; Konsolidasi kekuasaan regional.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik; Permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem navigasi bintang berkembang; Budaya Lapita berkembang; Perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Teknologi tembikar berkembang; Kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional.
Tahun 1980 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM) sebagai rujukan hukum; persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant (tembaga, kayu Lebanon); kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; perdagangan jarak jauh; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif—dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas Anatolia.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12; ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna (Katarak Kedua); perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun); seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; sastra—Instructions of Amenemhat I, Tale of Sinuhe; ekspedisi ke Sinai (tembaga, turquoise); hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan berlanjut; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa di Kreta mencapai puncaknya; Periode Minoa Pertengahan (MM I-II); Istana Knossos berkembang sebagai pusat administratif; Istana-istana besar di Phaistos, Malia, dan Zakros; Sistem tulisan Linear A digunakan; Perdagangan maritim Mediterania aktif; Perdagangan dengan Mesir, Levant, dan Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan Yunani berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang dengan fresko dan tembikar; Sistem keagamaan berkembang; Teknologi perahu canggih; Perdagangan minyak zaitun, anggur, dan tembikar; Jaringan perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional.
- Anatolia (Het): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah; Periode Kerajaan Het Kuno; Hattusa sebagai ibukota; Perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak); Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum berkembang; Teknologi besi awal berkembang; Perdagangan dengan Asyur; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng berkembang; Sistem keagamaan berkembang; Konsolidasi kekuasaan di Anatolia tengah; Perdagangan jarak jauh berkembang; Ekspansi regional terbatas.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang di Eropa Tengah; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah berkembang; Jaringan perdagangan menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania; Mound building berkembang; Budaya Beaker berkembang di Eropa Barat; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir berkembang; Sistem sosial hierarkis muncul; Perdagangan jarak jauh berkembang; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Adaptasi teknologi perunggu.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Firaun Sesostris I masih memerintah; Ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; Kampanye militer ke Nubia mencapai Semna; Perdagangan dengan Punt aktif; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem irigasi dikembangkan; Konsolidasi birokrasi; Perdagangan dengan Levant; Hubungan diplomatik berkembang; Monumen besar dibangun; Ekspedisi ke Sinai; Konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir aktif; Budaya independen berkembang; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar berkembang; Sistem sosial hierarkis; Perlawanan terhadap ekspansi Mesir; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional berkembang; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Perdagangan jarak jauh terbatas; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur dengan platform dan plaza; Sistem keagamaan berkembang; Perdagangan obsidian dan jade berkembang; Pertanian berkembang dengan jagung, kacang, dan labu; Sistem sosial hierarkis berkembang; Permukiman besar berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental dengan piramida dan plaza; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun; Perdagangan jarak jauh berkembang; Sistem sosial kompleks dengan elite penguasa; Tekstil berkembang dengan teknik canggih; Sistem keagamaan berkembang; Permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik; Permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem navigasi bintang berkembang; Budaya Lapita berkembang; Perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Teknologi tembikar berkembang; Kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Ekspansi permukiman berlanjut.
Tahun 1975 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Lipit-Ishtar dari Isin (sekitar 1934–1924 SM) dan Code of Lipit-Ishtar; persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; perdagangan jarak jauh; koloni dagang Asyur di Kanesh aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM).
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM); ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna; perdagangan dengan Punt dan Levant; seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; sastra—Instructions of Amenemhat I, Tale of Sinuhe; ekspedisi ke Sinai; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa di Kreta mencapai puncaknya; Periode Minoa Pertengahan (MM I-II); Istana Knossos berkembang sebagai pusat administratif; Istana-istana besar di Phaistos, Malia, dan Zakros; Sistem tulisan Linear A digunakan; Perdagangan maritim Mediterania aktif; Perdagangan dengan Mesir, Levant, dan Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan Yunani berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang dengan fresko dan tembikar; Sistem keagamaan berkembang; Teknologi perahu canggih; Perdagangan minyak zaitun, anggur, dan tembikar; Jaringan perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional.
- Anatolia (Het): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah; Periode Kerajaan Het Kuno; Hattusa sebagai ibukota; Perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak); Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum berkembang; Teknologi besi awal berkembang; Perdagangan dengan Asyur; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng berkembang; Sistem keagamaan berkembang; Konsolidasi kekuasaan di Anatolia tengah; Perdagangan jarak jauh berkembang; Ekspansi regional terbatas.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang di Eropa Tengah; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah berkembang; Jaringan perdagangan menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania; Mound building berkembang; Budaya Beaker berkembang di Eropa Barat; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir berkembang; Sistem sosial hierarkis muncul; Perdagangan jarak jauh berkembang; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Adaptasi teknologi perunggu.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Firaun Sesostris I masih memerintah; Ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; Kampanye militer ke Nubia mencapai Semna; Perdagangan dengan Punt aktif; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem irigasi dikembangkan; Konsolidasi birokrasi; Perdagangan dengan Levant; Hubungan diplomatik berkembang; Monumen besar dibangun; Ekspedisi ke Sinai; Konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir aktif; Budaya independen berkembang; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar berkembang; Sistem sosial hierarkis; Perlawanan terhadap ekspansi Mesir; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional berkembang; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Perdagangan jarak jauh terbatas; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur dengan platform dan plaza; Sistem keagamaan berkembang; Perdagangan obsidian dan jade berkembang; Pertanian berkembang dengan jagung, kacang, dan labu; Sistem sosial hierarkis berkembang; Permukiman besar berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental dengan piramida dan plaza; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun; Perdagangan jarak jauh berkembang; Sistem sosial kompleks dengan elite penguasa; Tekstil berkembang dengan teknik canggih; Sistem keagamaan berkembang; Permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik; Permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem navigasi bintang berkembang; Budaya Lapita berkembang; Perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Teknologi tembikar berkembang; Kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Ekspansi permukiman berlanjut.
Tahun 1970 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM); persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; perdagangan jarak jauh; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif—dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas Anatolia.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12; ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna (Katarak Kedua); perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun); seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; sastra—Instructions of Amenemhat I, Tale of Sinuhe; ekspedisi ke Sinai (tembaga, turquoise); hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa di Kreta mencapai puncaknya; Periode Minoa Pertengahan (MM I-II); Istana Knossos berkembang sebagai pusat administratif; Istana-istana besar di Phaistos, Malia, dan Zakros; Sistem tulisan Linear A digunakan; Perdagangan maritim Mediterania aktif; Perdagangan dengan Mesir, Levant, dan Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan Yunani berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang dengan fresko dan tembikar; Sistem keagamaan berkembang; Teknologi perahu canggih; Perdagangan minyak zaitun, anggur, dan tembikar; Jaringan perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional.
- Anatolia (Het): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah; Periode Kerajaan Het Kuno; Hattusa sebagai ibukota; Perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak); Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum berkembang; Teknologi besi awal berkembang; Perdagangan dengan Asyur; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng berkembang; Sistem keagamaan berkembang; Konsolidasi kekuasaan di Anatolia tengah; Perdagangan jarak jauh berkembang; Ekspansi regional terbatas.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang di Eropa Tengah; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah berkembang; Jaringan perdagangan menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania; Mound building berkembang; Budaya Beaker berkembang di Eropa Barat; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir berkembang; Sistem sosial hierarkis muncul; Perdagangan jarak jauh berkembang; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Adaptasi teknologi perunggu.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Firaun Sesostris I masih memerintah; Ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; Kampanye militer ke Nubia mencapai Semna; Perdagangan dengan Punt aktif; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem irigasi dikembangkan; Konsolidasi birokrasi; Perdagangan dengan Levant; Hubungan diplomatik berkembang; Monumen besar dibangun; Ekspedisi ke Sinai; Konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir aktif; Budaya independen berkembang; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar berkembang; Sistem sosial hierarkis; Perlawanan terhadap ekspansi Mesir; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional berkembang; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Perdagangan jarak jauh terbatas; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur dengan platform dan plaza; Sistem keagamaan berkembang; Perdagangan obsidian dan jade berkembang; Pertanian berkembang dengan jagung, kacang, dan labu; Sistem sosial hierarkis berkembang; Permukiman besar berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental dengan piramida dan plaza; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun; Perdagangan jarak jauh berkembang; Sistem sosial kompleks dengan elite penguasa; Tekstil berkembang dengan teknik canggih; Sistem keagamaan berkembang; Permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik; Permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem navigasi bintang berkembang; Budaya Lapita berkembang; Perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Teknologi tembikar berkembang; Kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Ekspansi permukiman berlanjut.
Tahun 1965 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM); persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; perdagangan jarak jauh; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM).
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM); Amenemhat I dibunuh sekitar tahun ke-30 pemerintahannya (sekitar 1962 SM)—Instructions of Amenemhat I dan Tale of Sinuhe merekam konteks pembunuhan dan pelarian Sinuhe; Sesostris I melanjutkan sebagai raja tunggal; ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna; perdagangan dengan Punt dan Levant; seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; ekspedisi ke Sinai; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa di Kreta mencapai puncaknya; Periode Minoa Pertengahan (MM I-II); Istana Knossos berkembang sebagai pusat administratif; Istana-istana besar di Phaistos, Malia, dan Zakros; Sistem tulisan Linear A digunakan; Perdagangan maritim Mediterania aktif; Perdagangan dengan Mesir, Levant, dan Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan Yunani berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang dengan fresko dan tembikar; Sistem keagamaan berkembang; Teknologi perahu canggih; Perdagangan minyak zaitun, anggur, dan tembikar; Jaringan perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional.
- Anatolia (Het): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah; Periode Kerajaan Het Kuno; Hattusa sebagai ibukota; Perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak); Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum berkembang; Teknologi besi awal berkembang; Perdagangan dengan Asyur; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng berkembang; Sistem keagamaan berkembang; Konsolidasi kekuasaan di Anatolia tengah; Perdagangan jarak jauh berkembang; Ekspansi regional terbatas.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang di Eropa Tengah; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah berkembang; Jaringan perdagangan menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania; Mound building berkembang; Budaya Beaker berkembang di Eropa Barat; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir berkembang; Sistem sosial hierarkis muncul; Perdagangan jarak jauh berkembang; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Adaptasi teknologi perunggu.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Firaun Sesostris I masih memerintah; Ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; Kampanye militer ke Nubia mencapai Semna; Perdagangan dengan Punt aktif; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem irigasi dikembangkan; Konsolidasi birokrasi; Perdagangan dengan Levant; Hubungan diplomatik berkembang; Monumen besar dibangun; Ekspedisi ke Sinai; Konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir aktif; Budaya independen berkembang; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar berkembang; Sistem sosial hierarkis; Perlawanan terhadap ekspansi Mesir; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional berkembang; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Perdagangan jarak jauh terbatas; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur dengan platform dan plaza; Sistem keagamaan berkembang; Perdagangan obsidian dan jade berkembang; Pertanian berkembang dengan jagung, kacang, dan labu; Sistem sosial hierarkis berkembang; Permukiman besar berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental dengan piramida dan plaza; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun; Perdagangan jarak jauh berkembang; Sistem sosial kompleks dengan elite penguasa; Tekstil berkembang dengan teknik canggih; Sistem keagamaan berkembang; Permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik; Permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem navigasi bintang berkembang; Budaya Lapita berkembang; Perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Teknologi tembikar berkembang; Kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Ekspansi permukiman berlanjut.
Tahun 1960 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM); persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; perdagangan jarak jauh; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif—dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas Anatolia.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12; pasca-pembunuhan Amenemhat I (sekitar 1962 SM), Sesostris I memerintah tunggal; ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun); seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; sastra—Instructions of Amenemhat I, Tale of Sinuhe; ekspedisi ke Sinai (tembaga, turquoise); hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa di Kreta mencapai puncaknya; Periode Minoa Pertengahan (MM I-II); Istana Knossos berkembang sebagai pusat administratif; Istana-istana besar di Phaistos, Malia, dan Zakros; Sistem tulisan Linear A digunakan; Perdagangan maritim Mediterania aktif; Perdagangan dengan Mesir, Levant, dan Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan Yunani berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang dengan fresko dan tembikar; Sistem keagamaan berkembang; Teknologi perahu canggih; Perdagangan minyak zaitun, anggur, dan tembikar; Jaringan perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional.
- Anatolia (Het): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah; Periode Kerajaan Het Kuno; Hattusa sebagai ibukota; Perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak); Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum berkembang; Teknologi besi awal berkembang; Perdagangan dengan Asyur; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng berkembang; Sistem keagamaan berkembang; Konsolidasi kekuasaan di Anatolia tengah; Perdagangan jarak jauh berkembang; Ekspansi regional terbatas.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang di Eropa Tengah; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah berkembang; Jaringan perdagangan menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania; Mound building berkembang; Budaya Beaker berkembang di Eropa Barat; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir berkembang; Sistem sosial hierarkis muncul; Perdagangan jarak jauh berkembang; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Adaptasi teknologi perunggu.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Firaun Sesostris I masih memerintah; Ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; Kampanye militer ke Nubia mencapai Semna; Perdagangan dengan Punt aktif; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem irigasi dikembangkan; Konsolidasi birokrasi; Perdagangan dengan Levant; Hubungan diplomatik berkembang; Monumen besar dibangun; Ekspedisi ke Sinai; Konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir aktif; Budaya independen berkembang; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar berkembang; Sistem sosial hierarkis; Perlawanan terhadap ekspansi Mesir; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional berkembang; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Perdagangan jarak jauh terbatas; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur dengan platform dan plaza; Sistem keagamaan berkembang; Perdagangan obsidian dan jade berkembang; Pertanian berkembang dengan jagung, kacang, dan labu; Sistem sosial hierarkis berkembang; Permukiman besar berkembang; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental dengan piramida dan plaza; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun; Perdagangan jarak jauh berkembang; Sistem sosial kompleks dengan elite penguasa; Tekstil berkembang dengan teknik canggih; Sistem keagamaan berkembang; Permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa; Konsolidasi kekuasaan regional; Stabilitas budaya berlanjut.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik; Permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem navigasi bintang berkembang; Budaya Lapita berkembang; Perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang; Sistem sosial kompleks berkembang; Teknologi tembikar berkembang; Kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan; Adaptasi lingkungan membentuk keragaman budaya; Konsolidasi kelompok-kelompok regional; Ekspansi permukiman berlanjut.
Tahun 1955 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM); persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM)—dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas Anatolia.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM); ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna; perdagangan dengan Punt dan Levant; seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; sastra—Instructions of Amenemhat I, Tale of Sinuhe; ekspedisi ke Sinai; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika — 4. Amerika — 5. Oseania: (konteks sama dengan tahun 1960 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan koloni Asyur di Kanesh; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1950 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM); persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe)—Level II (sekitar 1950–1840 SM) dimulai—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak/emas Anatolia; jaringan karum menghubungkan Asyur dengan beberapa kerajaan Anatolia.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM); ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna; perdagangan dengan Punt dan Levant; seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; ekspedisi ke Sinai; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM); Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²); sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut dan upacara; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) aktif di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak); perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa; perdagangan tembaga (dari Alpen) dan timah (dari Cornwall, Inggris)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; kampanye militer ke Nubia; perdagangan dengan Punt aktif; perdagangan dengan Levant; seni dan arsitektur berkembang; sistem irigasi dikembangkan; konsolidasi birokrasi; hubungan diplomatik berkembang; monumen besar dibangun; ekspedisi ke Sinai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500-1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050-1750 SM); perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000 jiwa dengan struktur kompleks; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah; Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500-400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500-1200 SM); San Lorenzo sebagai pusat utama (sekitar 1200-900 SM)—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan lainnya; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala, obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900-400 SM); sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000-1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000-1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung untuk stabilitas; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500-500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga.
Tahun 1945 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Lipit-Ishtar dari Isin (sekitar 1934–1924 SM) dan Code of Lipit-Ishtar; persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif—dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas Anatolia.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM); ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna; perdagangan dengan Punt dan Levant; seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; ekspedisi ke Sinai; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM); Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²); sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut dan upacara; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) aktif di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak); perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa; perdagangan tembaga (dari Alpen) dan timah (dari Cornwall, Inggris)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; kampanye militer ke Nubia; perdagangan dengan Punt aktif; perdagangan dengan Levant; seni dan arsitektur berkembang; sistem irigasi dikembangkan; konsolidasi birokrasi; hubungan diplomatik berkembang; monumen besar dibangun; ekspedisi ke Sinai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500-1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050-1750 SM); perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000 jiwa dengan struktur kompleks; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah; Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500-400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500-1200 SM); San Lorenzo sebagai pusat utama (sekitar 1200-900 SM)—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan lainnya; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala, obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900-400 SM); sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000-1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000-1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung untuk stabilitas; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500-500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga.
Tahun 1940 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM); persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM).
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM); ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna; perdagangan dengan Punt dan Levant; seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; ekspedisi ke Sinai; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM); Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²); sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut dan upacara; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) aktif di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak); perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa; perdagangan tembaga (dari Alpen) dan timah (dari Cornwall, Inggris)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; kampanye militer ke Nubia; perdagangan dengan Punt aktif; perdagangan dengan Levant; seni dan arsitektur berkembang; sistem irigasi dikembangkan; konsolidasi birokrasi; hubungan diplomatik berkembang; monumen besar dibangun; ekspedisi ke Sinai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500-1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050-1750 SM); perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000 jiwa dengan struktur kompleks; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah; Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500-400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500-1200 SM); San Lorenzo sebagai pusat utama (sekitar 1200-900 SM)—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan lainnya; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala, obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900-400 SM); sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000-1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000-1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung untuk stabilitas; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500-500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga.
Tahun 1935 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Lipit-Ishtar dari Isin memerintah (sekitar 1934–1924 SM) dan Code of Lipit-Ishtar (sekitar 1930 SM); persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM).
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM)—mendekati akhir pemerintahan; ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna; perdagangan dengan Punt dan Levant; seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; ekspedisi ke Sinai; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM); Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²); sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut dan upacara; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) aktif di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak); perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa; perdagangan tembaga (dari Alpen) dan timah (dari Cornwall, Inggris)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; kampanye militer ke Nubia; perdagangan dengan Punt aktif; perdagangan dengan Levant; seni dan arsitektur berkembang; sistem irigasi dikembangkan; konsolidasi birokrasi; hubungan diplomatik berkembang; monumen besar dibangun; ekspedisi ke Sinai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500-1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050-1750 SM); perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000 jiwa dengan struktur kompleks; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah; Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500-400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500-1200 SM); San Lorenzo sebagai pusat utama (sekitar 1200-900 SM)—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan lainnya; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala, obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900-400 SM); sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000-1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000-1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung untuk stabilitas; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500-500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga.
Tahun 1930 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Code of Lipit-Ishtar dikeluarkan (sekitar 1930 SM)—hukum tertulis penting setelah Code of Ur-Nammu; Lipit-Ishtar dari Isin (sekitar 1934–1924 SM); persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif—dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas Anatolia.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris I (Senusret I) masih memerintah (sekitar 1971–1926 SM); ekspansi ke Nubia dan kampanye ke Semna; perdagangan dengan Punt dan Levant; seni naturalistik; monumen besar (kuil, istana, piramida el-Lisht); irigasi; birokrasi dan administrasi; ekspedisi ke Sinai; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM); Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²); sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut dan upacara; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) aktif di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak); perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa; perdagangan tembaga (dari Alpen) dan timah (dari Cornwall, Inggris)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; kampanye militer ke Nubia; perdagangan dengan Punt aktif; perdagangan dengan Levant; seni dan arsitektur berkembang; sistem irigasi dikembangkan; konsolidasi birokrasi; hubungan diplomatik berkembang; monumen besar dibangun; ekspedisi ke Sinai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500-1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050-1750 SM); perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000 jiwa dengan struktur kompleks; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah; Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500-400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500-1200 SM); San Lorenzo sebagai pusat utama (sekitar 1200-900 SM)—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan lainnya; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala, obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900-400 SM); sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000-1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000-1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung untuk stabilitas; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500-500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga.
Tahun 1925 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Lipit-Ishtar dari Isin berakhir (sekitar 1924 SM) atau penggantinya—Ur-Ninurta dari Isin akan memerintah (sekitar 1923–1896 SM); persaingan Isin vs Larsa—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci dan rute perdagangan; perdagangan dengan Lembah Indus (mulai terpengaruh kemunduran—perdagangan menurun), Oman (Magan—tembaga), Levant (kayu cedar dari Lebanon); kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan—Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa); ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM)—sistem perdagangan karum masih berjalan dengan lebih dari 22.000 tablet dokumentasi; koloni akan mengalami guncangan sekitar 1895–1865 SM—konflik lokal di Anatolia mengganggu perdagangan; Erishum I dari Asyur (sekitar 1974–1935 SM) masih memerintah atau digantikan; sastra epik dan mitos berkembang—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Berakhirnya pemerintahan Sesostris I (Senusret I) (sekitar 1926 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, memerintah selama ~45 tahun; Amenemhat II (Nubkawre) naik takhta (sekitar 1926–1895 SM)—penerus Dinasti ke-12, memerintah selama ~31 tahun; pemakaman di Dahshur (piramida)—kompleks makam dengan tinggi ~58 meter; harta dari kapal asing ditemukan di kuil Tod (bukti hubungan dagang dengan Levant/Syria)—barang-barang dari Syria, Kreta (Minoa), dan Mesopotamia termasuk perak, emas, lapis lazuli, dan tembikar; prasasti batu di Aswan dan Wadi Um Balad—dokumentasi ekspedisi ke Nubia dan Sinai; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun); seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari; irigasi (termasuk proyek Faiyum)—sistem kanal untuk pertanian; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; coregency dengan Sesostris II akan dimulai sekitar tahun ke-3 pemerintahannya; ekspedisi ke Sinai untuk tembaga dan turquoise.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan berlanjut; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; stabilitas dan kemakmuran—tanda-tanda tekanan iklim (kekeringan berkepanjangan) mulai mempengaruhi wilayah sekitar abad ke-20 SM.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; bukti arkeologis hubungan dengan Mesir (harta Tod).
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM); Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²); sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut dan upacara; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) aktif di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak); perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa; perdagangan tembaga (dari Alpen) dan timah (dari Cornwall, Inggris)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; kampanye militer ke Nubia; perdagangan dengan Punt aktif; perdagangan dengan Levant; seni dan arsitektur berkembang; sistem irigasi dikembangkan; konsolidasi birokrasi; hubungan diplomatik berkembang; monumen besar dibangun; ekspedisi ke Sinai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500-1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050-1750 SM); perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000 jiwa dengan struktur kompleks; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah; Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500-400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500-1200 SM); San Lorenzo sebagai pusat utama (sekitar 1200-900 SM)—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan lainnya; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala, obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900-400 SM); sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000-1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000-1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung untuk stabilitas; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500-500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga.
Tahun 1920 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; persaingan Isin vs Larsa; perdagangan dengan Lembah Indus, Oman, Levant; kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM).
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat II (Nubkawre) memerintah (sekitar 1926–1895 SM); ekspansi ke Nubia; perdagangan dengan Punt dan Levant; harta kapal asing di kuil Tod (kontak dengan Syria/Levant); prasasti di Aswan dan Wadi Um Balad; gerbang di Hermopolis; seni dan arsitektur berkembang; irigasi; birokrasi dan administrasi; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman; sistem tulisan (belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; stabilitas dan kemakmuran.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM); Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²); sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut dan upacara; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) aktif di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak); perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa; perdagangan tembaga (dari Alpen) dan timah (dari Cornwall, Inggris)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; kampanye militer ke Nubia; perdagangan dengan Punt aktif; perdagangan dengan Levant; seni dan arsitektur berkembang; sistem irigasi dikembangkan; konsolidasi birokrasi; hubungan diplomatik berkembang; monumen besar dibangun; ekspedisi ke Sinai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500-1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050-1750 SM); perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000 jiwa dengan struktur kompleks; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah; Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500-400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500-1200 SM); San Lorenzo sebagai pusat utama (sekitar 1200-900 SM)—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan lainnya; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala, obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900-400 SM); sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000-1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000-1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung untuk stabilitas; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500-500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga.
Tahun 1915 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa / Babilonia Kuno berlanjut; Ur-Ninurta dari Isin memerintah (sekitar 1923–1896 SM)—raja yang memperkuat posisi Isin setelah Lipit-Ishtar; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk) dan rute perdagangan; Gungunum dari Larsa (sekitar 1932–1906 SM) masih memerintah atau mendekati akhir—raja yang memperluas kekuasaan Larsa dan merebut Ur dari Isin; perdagangan dengan Lembah Indus (segel Harappan masih ditemukan di Ur tetapi mulai menurun), Oman (Magan—tembaga), dan Levant (kayu cedar dari Lebanon, minyak zaitun, anggur); kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat di berbagai kota—struktur keagamaan dengan tinggi hingga 30 meter, Ziggurat Ur-Nammu masih berdiri; irigasi intensif—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar lahan pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan politeistik—Enlil di Nippur (dewa udara), Inanna di Uruk (dewi cinta dan perang), Nanna di Ur (dewa bulan), Utu (dewa matahari); kuil sebagai pusat ekonomi dan politik—mengontrol tanah, ternak, dan perdagangan; sastra epik dan mitos berkembang—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, cerita tentang raja Uruk yang mencari keabadian; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial, hukum, dan surat diplomatik; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak/emas Anatolia; sistem karum (koloni dagang) menghubungkan Asyur dengan beberapa kerajaan Anatolia—jaringan perdagangan jarak jauh pertama yang terdokumentasi lengkap; Erishum I dari Asyur (sekitar 1974–1935 SM) masih memerintah atau digantikan—raja yang memperluas perdagangan Asyur; perdagangan timah dari Afghanistan dan tekstil dari Asyur ditukar dengan perak dan emas Anatolia—rasio perdagangan 1:15 (timah:perak).
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat II (Nubkawre) memerintah (sekitar 1926–1895 SM)—firaun Dinasti ke-12, memerintah selama ~31 tahun; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); perdagangan dengan Punt (kemungkinan di Tanduk Afrika atau Sudan selatan) untuk emas, gading, rempah-rempah (myrrh, frankincense), kayu hitam (ebony), dan kulit macan tutul; perdagangan dengan Levant (kayu cedar dari Lebanon, minyak zaitun, anggur)—hubungan diplomatik dengan Byblos dan kota-kota Kanaan; harta kapal asing di kuil Tod (ditemukan di kuil Montu di Tod)—bukti arkeologis hubungan dagang dengan Syria, Kreta (Minoa), dan Mesopotamia, termasuk perak, emas, lapis lazuli, tembikar Minoa, dan barang-barang mewah lainnya; prasasti batu di Aswan dan Wadi Um Balad—dokumentasi ekspedisi ke Nubia dan Sinai; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan gaya naturalistik, detail kehidupan sehari-hari; irigasi dikembangkan—sistem kanal untuk Faiyum dan Lembah Nil, proyek besar di Faiyum untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; coregency dengan Sesostris II akan dimulai sekitar tahun ke-3 pemerintahannya—sistem pemerintahan bersama untuk stabilitas suksesi; ekspedisi ke Sinai untuk tembaga dan turquoise—tambang di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; makam di Dahshur—piramida dengan kompleks kuil.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan masih berlanjut tetapi mulai menunjukkan tanda-tanda tekanan; kota besar: Harappa (~23.500 jiwa, Punjab), Mohenjo-daro (~40.000 jiwa, Sindh), Dholavira (~15.000 jiwa, Gujarat), Ganeriwala (~15.000 jiwa, Punjab), Rakhigarhi (~20.000 jiwa, Haryana); drainase dan sanitasi canggih—toilet dengan sistem pembuangan, bak mandi di setiap rumah, sistem saluran air bawah tanah; perdagangan dengan Mesopotamia (segel Harappan masih ditemukan di Ur tetapi mulai menurun) dan Oman (Magan)—barang-barang Harappan ditemukan di Teluk Persia; sistem tulisan (~400 simbol, belum terpecahkan)—digunakan pada segel, tablet, dan tembikar, penggunaan masih aktif; metrologi standar—sistem bobot seragam di seluruh wilayah (rasio 1:2:4:8:16); pertanian gandum (wheat), barley, kacang-kacangan (lentil, chickpea), kapas—kapas pertama kali didomestikasi di sini; domestikasi sapi, kerbau air, domba, kambing; kerajinan tembikar dengan pola geometris, manik-manik dari carnelian dan steatite, segel batu dengan gambar hewan; arsitektur bata bakar seragam—ukuran standar 7×14×28 cm; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat—struktur sosial egaliter dengan elite penguasa; Great Bath di Mohenjo-daro—struktur ritual terbesar; sistem perencanaan kota grid—jalan-jalan lurus dengan orientasi utara-selatan/timur-barat; tekanan iklim (kekeringan berkepanjangan) mulai mempengaruhi wilayah sekitar abad ke-20 SM—penurunan curah hujan mulai terasa, Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati) mulai mengering.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi: sekitar 2070–1600 SM) berlanjut—dinasti pertama dalam historiografi Tiongkok; transisi ke peradaban perunggu—teknologi perunggu diperkenalkan dari stepa Asia Tengah; teknologi perunggu di Lembah Sungai Kuning—casting perunggu untuk ritual dan senjata; pertanian padi (Oryza sativa) di Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu untuk upacara—bejana ritual (ding, jue) untuk persembahan leluhur; kontak dengan stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; budaya Longshan (sekitar 3000–1900 SM) masih berlanjut di Tiongkok utara—masyarakat kompleks dengan tembikar hitam halus; tulisan awal (oracle bone script nanti di Shang, sekitar 1600 SM); permukiman bertembok—kota-kota bertembok di Erlitou dan Zhengzhou; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antara berbagai kelompok budaya; Erlitou (sekitar 1900–1500 SM) akan menjadi pusat utama—sering dikaitkan dengan Dinasti Xia atau Shang awal.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM); kota-kota Kanaan dan Syria: Byblos (Gubla)—pusat perdagangan kayu cedar dengan Mesir, Ugarit (Ras Shamra)—pelabuhan penting di pantai Syria, Ebla (Tell Mardikh)—kerajaan besar yang hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada permukiman; perdagangan aktif dengan Mesir (kayu cedar, minyak zaitun, anggur) dan Mesopotamia (logam, tekstil); pengaruh Amori di wilayah Syria–Mesopotamia meningkat pascakeruntuhan Ur III—kelompok Amori mendirikan dinasti di berbagai kota; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM); sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat); hubungan diplomatik dengan Amenemhat II—bukti arkeologis dalam harta Tod.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM); Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²); sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading)—bukti tembikar Minoa dalam harta Tod di Mesir; perdagangan dengan Levant (kayu cedar, tekstil) dan Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut dan upacara; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) aktif di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak); perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa; perdagangan tembaga (dari Alpen) dan timah (dari Cornwall, Inggris)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Amenemhat II memerintah; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas; kampanye militer ke Nubia; perdagangan dengan Punt aktif; perdagangan dengan Levant—harta Tod menunjukkan hubungan erat; seni dan arsitektur berkembang; sistem irigasi dikembangkan; konsolidasi birokrasi; hubungan diplomatik berkembang; ekspedisi ke Sinai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500-1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050-1750 SM); perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000 jiwa dengan struktur kompleks; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah; Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500-400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500-1200 SM); San Lorenzo sebagai pusat utama (sekitar 1200-900 SM)—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan lainnya; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala, obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900-400 SM); sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000-1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000-1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung untuk stabilitas; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500-500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga.
Tahun 1910 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa / Babilonia Kuno berlanjut; Ur-Ninurta dari Isin masih memerintah (sekitar 1923–1896 SM)—raja yang memperkuat posisi Isin; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci dan rute perdagangan; Gungunum dari Larsa (sekitar 1932–1906 SM) mendekati akhir pemerintahan—raja yang memperluas kekuasaan Larsa dan merebut Ur dari Isin; perdagangan dengan Lembah Indus (segel Harappan masih ditemukan tetapi mulai menurun), Oman (Magan—tembaga), dan Levant (kayu cedar dari Lebanon, minyak zaitun, anggur); kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat di berbagai kota—struktur keagamaan dengan tinggi hingga 30 meter; irigasi intensif—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan politeistik—Enlil di Nippur, Inanna di Uruk, Nanna di Ur, Utu; kuil sebagai pusat ekonomi dan politik—mengontrol tanah, ternak, dan perdagangan; sastra epik dan mitos berkembang—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet dokumentasi perdagangan timah dan tekstil untuk perak/emas Anatolia; sistem karum menghubungkan Asyur dengan beberapa kerajaan Anatolia; Erishum I dari Asyur (sekitar 1974–1935 SM) masih memerintah atau digantikan.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat II (Nubkawre) masih memerintah (sekitar 1926–1895 SM)—firaun Dinasti ke-12; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, anggur); harta kapal asing di kuil Tod—bukti hubungan dagang dengan Syria, Kreta (Minoa), dan Mesopotamia; prasasti batu di Aswan dan Wadi Um Balad—dokumentasi ekspedisi; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung naturalistik; irigasi dikembangkan—sistem kanal untuk Faiyum dan Lembah Nil; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; coregency dengan Sesostris II akan dimulai sekitar tahun ke-3 pemerintahannya; ekspedisi ke Sinai untuk tembaga dan turquoise; makam di Dahshur—piramida dengan kompleks kuil.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan masih berlanjut tetapi tekanan iklim mulai terasa; kota besar Harappa, Mohenjo-daro, Dholavira; drainase dan sanitasi canggih; perdagangan dengan Mesopotamia (mulai menurun) dan Oman; sistem tulisan (~400 simbol, belum terpecahkan); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; tidak ada bukti negara besar atau militer terpusat; tekanan iklim (kekeringan berkepanjangan) mulai mempengaruhi wilayah—penurunan curah hujan, Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati) mulai mengering.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan (sekitar 3000–1900 SM) masih berlanjut; tulisan awal; permukiman bertembok; irigasi; perdagangan regional; Erlitou (sekitar 1900–1500 SM) akan menjadi pusat utama.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan (Byblos, Ugarit) dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian; sistem keagamaan politeistik; hubungan diplomatik dengan Amenemhat II.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa puncak (MM I-II); Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir, Levant, Anatolia; Peradaban Mykenai berkembang; arsitektur monumental; seni fresko dan tembikar; sistem keagamaan; teknologi perahu; Tholos tombs.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang; koloni dagang Asyur di Kanesh aktif; perdagangan logam; kontak Mesopotamia dan Mesir; teknologi besi awal; tulisan cuneiform; benteng; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice; Zaman Perunggu awal; migrasi Indo-Eropa; perdagangan tembaga dan timah; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; Budaya Beaker; teknologi perunggu; permukiman terorganisir; hierarki sosial; mound building.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12; Amenemhat II memerintah; ekspansi ke Nubia; perdagangan dengan Punt dan Levant; harta Tod; seni dan arsitektur; irigasi; birokrasi; hubungan diplomatik.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma; Fase Kerma Klasik; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen; kontrol rute Nil; pengaruh Mesir terbatas; arsitektur; sistem keagamaan lokal; perdagangan gading dan kulit hewan; permukiman besar; sistem sosial hierarkis; Deffufa; perlawanan terhadap ekspansi Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian; perdagangan regional; teknologi besi mulai menyebar; diversitas budaya tinggi; pertanian; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; perdagangan jarak jauh terbatas.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec awal; San Lorenzo; patung kepala kolosal; sistem kalender; pengaruh budaya; arsitektur platform dan plaza; sistem keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; sistem sosial hierarkis; La Venta akan menjadi pusat utama.
- Andes: Budaya Caral-Supe; Caral; arsitektur monumental; pertanian teras; sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh; sistem sosial kompleks; tekstil; sistem keagamaan; permukiman besar; Aspero; Kotosh; Quipu akan berkembang.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat; teknologi perahu bercadik; permukiman di berbagai kepulauan; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan jarak jauh antar pulau; sistem sosial kompleks; teknologi tembikar; kontak Asia Tenggara; Outrigger canoes; sistem pertanian teras; Polynesian expansion akan dimulai.
Tahun 1905 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa / Babilonia Kuno berlanjut; Ur-Ninurta dari Isin masih memerintah (sekitar 1923–1896 SM)—mendekati akhir pemerintahan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan; Gungunum dari Larsa berakhir (sekitar 1906 SM)—raja yang memperluas kekuasaan Larsa; Abisare dari Larsa akan memerintah (sekitar 1905–1895 SM)—penerus Gungunum; perdagangan dengan Lembah Indus (mulai menurun drastis), Oman (Magan—tembaga), dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, anggur); kota-kota pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi; populasi kota puluhan ribu jiwa; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) masih aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM)—sistem karum akan mengalami keruntuhan sekitar 1895–1865 SM karena konflik lokal di Anatolia; Erishum I dari Asyur (sekitar 1974–1935 SM) masih memerintah atau digantikan.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat II (Nubkawre) masih memerintah (sekitar 1926–1895 SM)—mendekati akhir pemerintahan setelah ~21 tahun; ekspansi ke Nubia berlanjut; perdagangan dengan Punt dan Levant; harta kapal asing di kuil Tod—bukti hubungan dagang; prasasti di Aswan dan Wadi Um Balad; seni dan arsitektur berkembang; irigasi dikembangkan—proyek besar di Faiyum; birokrasi dan administrasi; hubungan diplomatik; coregency dengan Sesostris II akan dimulai; ekspedisi ke Sinai; makam di Dahshur.
- Lembah Indus (Harappa): Puncak Mature Harappan masih berlanjut tetapi tekanan iklim semakin terasa; kota besar masih berfungsi tetapi mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran; drainase dan sanitasi canggih; perdagangan dengan Mesopotamia (menurun drastis) dan Oman; sistem tulisan (penggunaan mulai menurun); metrologi standar; pertanian dan domestikasi hewan terpengaruh; kerajinan; arsitektur bata bakar seragam; tekanan iklim (kekeringan berkepanjangan) semakin mempengaruhi wilayah—penurunan curah hujan 30-40%, Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati) mengering; permukiman mulai bergeser mendekati sungai untuk akses air.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu matang; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; budaya Longshan (sekitar 3000–1900 SM) mendekati akhir—transisi ke Erlitou; tulisan awal; permukiman bertembok; irigasi; perdagangan regional; Erlitou (sekitar 1900–1500 SM) akan menjadi pusat utama—budaya Erlitou mulai berkembang.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; hubungan diplomatik dengan Amenemhat II.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa puncak (MM I-II); Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Peradaban Mykenai berkembang; arsitektur monumental; seni fresko dan tembikar; sistem keagamaan; teknologi perahu; Tholos tombs.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang; koloni dagang Asyur di Kanesh masih aktif tetapi akan mengalami keruntuhan sekitar 1895–1865 SM; perdagangan logam; kontak Mesopotamia dan Mesir; teknologi besi awal; tulisan cuneiform; benteng; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice; Zaman Perunggu awal; migrasi Indo-Eropa; perdagangan tembaga dan timah; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; Budaya Beaker; teknologi perunggu; permukiman terorganisir; hierarki sosial; mound building.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12; Amenemhat II masih memerintah—mendekati akhir; ekspansi ke Nubia; perdagangan dengan Punt dan Levant; harta Tod; seni dan arsitektur; irigasi; birokrasi; hubungan diplomatik; coregency dengan Sesostris II akan dimulai.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma; Fase Kerma Klasik; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen; kontrol rute Nil; pengaruh Mesir terbatas; arsitektur; sistem keagamaan lokal; perdagangan gading dan kulit hewan; permukiman besar; sistem sosial hierarkis; Deffufa; perlawanan terhadap ekspansi Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian; perdagangan regional; teknologi besi mulai menyebar; diversitas budaya tinggi; pertanian; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; perdagangan jarak jauh terbatas.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec awal; San Lorenzo; patung kepala kolosal; sistem kalender; pengaruh budaya; arsitektur platform dan plaza; sistem keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; sistem sosial hierarkis; La Venta akan menjadi pusat utama.
- Andes: Budaya Caral-Supe (akan berakhir sekitar 1800 SM); Caral; arsitektur monumental; pertanian teras; sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh; sistem sosial kompleks; tekstil; sistem keagamaan; permukiman besar; Aspero; Kotosh; Quipu akan berkembang.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat; teknologi perahu bercadik; permukiman di berbagai kepulauan; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan jarak jauh antar pulau; sistem sosial kompleks; teknologi tembikar; kontak Asia Tenggara; Outrigger canoes; sistem pertanian teras; Polynesian expansion akan dimulai.
Tahun 1900 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Lembah Indus (mulai terpengaruh kemunduran—perdagangan menurun drastis), Oman (Magan—tembaga), dan Levant (kayu cedar dari Lebanon); kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) masih aktif (Level II sekitar 1950–1840 SM)—sistem karum akan mengalami keruntuhan sekitar 1895–1865 SM karena konflik lokal di Anatolia; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Ur-Ninurta dari Isin (sekitar 1923–1896 SM) masih memerintah atau digantikan.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat II (Nubkawre) masih memerintah (sekitar 1926–1895 SM)—mendekati akhir pemerintahan setelah ~31 tahun; Sesostris II (Senusret II) akan naik takhta (sekitar 1895 SM)—penerus Dinasti ke-12, akan memerintah selama ~19 tahun; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun); harta kapal asing di kuil Tod—bukti hubungan dagang dengan Syria, Kreta (Minoa), dan Mesopotamia; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari; irigasi (termasuk proyek Faiyum)—sistem kanal untuk pertanian, proyek besar di Faiyum untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; coregency dengan Sesostris II dimulai—sistem pemerintahan bersama untuk stabilitas suksesi.
- Lembah Indus (Harappa): Awal kemunduran Peradaban Lembah Indus—penelitian iklim mengaitkan kekeringan berkepanjangan (sekitar 2100–1900 SM dan/atau kekeringan >85 tahun) dengan kemunduran bertahap; perubahan iklim menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati); permukiman mulai bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; urban besar (Harappa ~23.500 jiwa, Mohenjo-daro ~40.000 jiwa, Dholavira ~15.000 jiwa) masih berfungsi tetapi di bawah tekanan—populasi menurun, kualitas konstruksi menurun; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman berlanjut tetapi akan menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun; metrologi standar—sistem bobot masih digunakan tetapi kurang konsisten; pertanian dan domestikasi hewan terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan; tidak ada keruntuhan mendadak—kemunduran bertahap selama beberapa abad hingga ~1300 SM; Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM) dimulai—fase kemunduran dengan permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou mulai berkembang di Henan (sekitar 1900 SM)—sering dikaitkan dengan Xia atau fase awal Shang, pusat urban pertama di Tiongkok; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual dan senjata; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual (ding, jue) untuk persembahan leluhur; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; budaya Longshan (sekitar 3000–1900 SM) berakhir—transisi ke Erlitou; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM); kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Amenemhat II (harta Tod)—bukti arkeologis hubungan erat; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM); sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat).
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak; Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM)—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan, dan kehidupan sehari-hari; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; peristiwa alam—kemungkinan gempa bumi atau letusan gunung berapi mempengaruhi beberapa permukiman; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM); Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur (karum) masih aktif di Anatolia (pusat di Kanesh/Kültepe, Level II sekitar 1950–1840 SM)—lebih dari 22.000 tablet cuneiform dokumentasi perdagangan; perdagangan timah dan tekstil Asyur untuk perak dan emas Anatolia—rasio 1:15 (timah:perak), sistem kredit dan kontrak komersial; perdagangan logam (tembaga dari Cyprus, timah dari Afghanistan, perak dari Anatolia, emas dari berbagai sumber); kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; hukum Het (Hittite Laws) nanti—sistem hukum komprehensif; teknologi besi awal di Anatolia—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari), Kubaba (dewi ibu); Hattian (penduduk asli Anatolia) dan Hittite (Indo-Eropa) berinteraksi—sintesis budaya; permukiman besar di Kanesh (~15.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur dan permukiman lokal; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; konflik lokal di Anatolia akan menyebabkan keruntuhan karum sekitar 1895–1865 SM—perubahan politik regional; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah mencapai puncak—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Amenemhat II (Nubkawre) masih memerintah (sekitar 1926–1895 SM)—mendekati akhir pemerintahan setelah ~31 tahun, periode stabilitas dan kemakmuran; Sesostris II (Senusret II) akan naik takhta (sekitar 1895 SM)—penerus Dinasti ke-12, akan memerintah selama ~19 tahun; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (kemungkinan di Tanduk Afrika atau Sudan selatan) untuk emas, gading, rempah-rempah (myrrh, frankincense), kayu hitam (ebony), dan kulit macan tutul—ekspedisi maritim melalui Laut Merah; perdagangan dengan Levant (kayu cedar dari Lebanon, minyak zaitun, anggur, kaca) dan Kreta (Minoa)—harta kapal asing di kuil Tod menunjukkan hubungan dagang dengan Syria, Kreta, dan Mesopotamia; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik berbeda dari Kerajaan Lama; irigasi (termasuk proyek Faiyum)—sistem kanal untuk pertanian, proyek besar di Faiyum untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; coregency dengan Sesostris II dimulai—sistem pemerintahan bersama untuk stabilitas suksesi, mencegah perang saudara; piramida di el-Lahun akan dibangun oleh Sesostris II—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna) untuk melindungi dari serangan Nubia; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik dimulai (sekitar 2050–1750 SM)—periode kemakmuran dan ekspansi; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir dengan struktur bata lumpur; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000–3.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, milet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya akan berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal.
Tahun 1895 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Bur-Sin dari Isin (sekitar 1895–1874 SM) memerintah—raja yang memperkuat kekuasaan Isin, memperluas kontrol ke kota-kota suci; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh (Kültepe) mulai mengalami keruntuhan (sekitar 1895–1865 SM)—konflik lokal di Anatolia mengganggu perdagangan, sistem karum terhenti, lebih dari 22.000 tablet dokumentasi perdagangan berakhir; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan di Mesopotamia; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria berkembang dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; Erishum I dari Asyur (sekitar 1974–1935 SM) telah memperluas perdagangan sebelumnya—fondasi untuk sistem karum; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Akhir pemerintahan Amenemhat II (Nubkawre) (sekitar 1926–1895 SM)—raja yang memerintah selama ~31 tahun, periode stabilitas dan kemakmuran, konsolidasi kekuasaan Dinasti ke-12; Dimulainya pemerintahan Sesostris II (Senusret II, Khakheperre) (sekitar 1895–1878 SM)—penerus Dinasti ke-12, akan memerintah selama ~19 tahun, transisi suksesi mulus; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik berbeda dari Kerajaan Lama; proyek irigasi Faiyum dikembangkan—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru, proyek rekayasa besar; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; coregency dimulai—sistem pemerintahan bersama untuk stabilitas suksesi, mencegah perang saudara; piramida di el-Lahun akan dibangun—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja, arsitektur monumental; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna) untuk melindungi dari serangan Nubia, pos militer; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~20.000 jiwa, Mohenjo-daro ~35.000 jiwa, Dholavira ~12.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; budaya Longshan berakhir—transisi budaya lengkap ke Erlitou.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh mulai mengalami keruntuhan (sekitar 1895–1865 SM)—konflik lokal mengganggu perdagangan, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~15.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur dan permukiman lokal; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang—periode stabilitas dan kemakmuran; akhir Amenemhat II, awal Sesostris II—transisi suksesi mulus; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas—kampanye militer ke Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik; proyek irigasi Faiyum dikembangkan—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; konsolidasi birokrasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik berkembang—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik dengan Syria-Kanaan; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan untuk melindungi dari serangan Nubia; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik dimulai (sekitar 2050–1750 SM)—periode kemakmuran dan ekspansi; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000–3.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—alat batu dan kayu untuk pertanian, sistem pertanian berkelanjutan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya akan berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal.
Tahun 1890 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Bur-Sin dari Isin (sekitar 1895–1874 SM) masih memerintah—konsolidasi kekuasaan Isin di Mesopotamia selatan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—sistem karum terhenti, perdagangan timah dan tekstil menurun drastis, isolasi komersial Anatolia; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos berkembang—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah; sistem administrasi terpusat—kontrol ekonomi dan politik melalui kuil dan istana.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris II (Senusret II, Khakheperre) masih memerintah (sekitar 1895–1878 SM)—periode kemakmuran dan stabilitas Dinasti ke-12; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik berbeda dari Kerajaan Lama; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru, proyek rekayasa besar; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; piramida di el-Lahun dibangun—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja, arsitektur monumental; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna) untuk melindungi dari serangan Nubia, pos militer; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; coregency dengan putra mahkota—sistem pemerintahan bersama untuk stabilitas suksesi.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan populasi—perubahan iklim regional dengan penurunan curah hujan 30-40%; permukiman bergeser mendekati sungai—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~18.000 jiwa, Mohenjo-daro ~32.000 jiwa, Dholavira ~10.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang; adaptasi budaya—perubahan gaya hidup dari urban ke rural, sistem sosial baru.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; ekspansi regional—kontrol wilayah yang lebih luas, konsolidasi kekuasaan.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; sistem administrasi kompleks—kontrol perdagangan dan politik melalui elite.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—perdagangan menurun drastis, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~12.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur dan permukiman lokal; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang—periode stabilitas dan kemakmuran; Sesostris II memerintah—konsolidasi kekuasaan dan ekspansi; ekspansi ke Nubia—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; konsolidasi birokrasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik berkembang—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik dengan Syria-Kanaan; piramida di el-Lahun dibangun—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan untuk melindungi dari serangan Nubia; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik dimulai (sekitar 2050–1750 SM)—periode kemakmuran dan ekspansi; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000–3.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—alat batu dan kayu untuk pertanian, sistem pertanian berkelanjutan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya akan berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal.
Tahun 1885 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Bur-Sin dari Isin (sekitar 1895–1874 SM) masih memerintah—konsolidasi kekuasaan Isin di Mesopotamia selatan, memperluas kontrol ke kota-kota suci; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—sistem karum terhenti, perdagangan timah dan tekstil menurun drastis, isolasi komersial Anatolia; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos berkembang—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah; sistem administrasi terpusat—kontrol ekonomi dan politik melalui kuil dan istana.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris II (Senusret II, Khakheperre) masih memerintah (sekitar 1895–1878 SM)—periode kemakmuran dan stabilitas Dinasti ke-12, mendekati akhir pemerintahan; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik berbeda dari Kerajaan Lama; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru, proyek rekayasa besar; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; piramida di el-Lahun dibangun—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja, arsitektur monumental; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna) untuk melindungi dari serangan Nubia, pos militer; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; coregency dengan putra mahkota—sistem pemerintahan bersama untuk stabilitas suksesi.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan populasi—perubahan iklim regional dengan penurunan curah hujan 30-40%; permukiman bergeser mendekati sungai—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~16.000 jiwa, Mohenjo-daro ~30.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang; adaptasi budaya—perubahan gaya hidup dari urban ke rural, sistem sosial baru.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; ekspansi regional—kontrol wilayah yang lebih luas, konsolidasi kekuasaan.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; sistem administrasi kompleks—kontrol perdagangan dan politik melalui elite.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—perdagangan menurun drastis, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~10.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur dan permukiman lokal; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang—periode stabilitas dan kemakmuran; Sesostris II memerintah—konsolidasi kekuasaan dan ekspansi, mendekati akhir pemerintahan; ekspansi ke Nubia—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; konsolidasi birokrasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik berkembang—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik dengan Syria-Kanaan; piramida di el-Lahun dibangun—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan untuk melindungi dari serangan Nubia; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik dimulai (sekitar 2050–1750 SM)—periode kemakmuran dan ekspansi; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000–3.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—alat batu dan kayu untuk pertanian, sistem pertanian berkelanjutan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya akan berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal.
Tahun 1880 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Lipit-Enlil dari Isin (sekitar 1873–1869 SM) memerintah—raja dengan pemerintahan singkat, transisi kekuasaan di Isin; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—sistem karum terhenti, perdagangan timah dan tekstil menurun drastis, isolasi komersial Anatolia; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos berkembang—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah; sistem administrasi terpusat—kontrol ekonomi dan politik melalui kuil dan istana.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Akhir pemerintahan Sesostris II (Senusret II, Khakheperre) (sekitar 1895–1878 SM)—raja yang memerintah selama ~19 tahun, periode kemakmuran dan stabilitas; Dimulainya pemerintahan Sesostris III (Senusret III, Khakaure) (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, akan memerintah selama ~39 tahun, periode ekspansi militer terbesar; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil, ekspedisi tahun ke-8, ke-10, ke-16, dan ke-19; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas, wajah yang menunjukkan kekuatan dan determinasi, berbeda dari gaya idealis sebelumnya; proyek irigasi Faiyum selesai—lahan pertanian baru tersedia, sistem kanal besar berfungsi penuh; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; benteng di Semna dan Kumma akan dibangun—sistem pertahanan perbatasan selatan dengan benteng besar, stela kemenangan untuk menandai perbatasan; populasi ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; ekspansi militer ke Levant—kampanye ke Syria untuk kontrol rute perdagangan, ekspedisi ke Retenu (Syria-Palestina); reformasi administratif—penghapusan kekuasaan nomarch (gubernur regional) untuk konsolidasi kekuasaan terpusat; piramida di Dahshur akan dibangun—makam dengan kompleks kuil, arsitektur monumental.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan populasi—perubahan iklim regional dengan penurunan curah hujan 30-40%; permukiman bergeser mendekati sungai—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~14.000 jiwa, Mohenjo-daro ~28.000 jiwa, Dholavira ~6.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun drastis—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang; adaptasi budaya—perubahan gaya hidup dari urban ke rural, sistem sosial baru.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; ekspansi regional—kontrol wilayah yang lebih luas, konsolidasi kekuasaan.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; sistem administrasi kompleks—kontrol perdagangan dan politik melalui elite; ekspansi Mesir ke Levant—kampanye Sesostris III ke Syria (Retenu), kontrol rute perdagangan, ekspedisi militer.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—perdagangan menurun drastis, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~8.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur dan permukiman lokal; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang—periode stabilitas dan kemakmuran; akhir Sesostris II, awal Sesostris III—transisi suksesi mulus, dimulainya era ekspansi militer terbesar; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil, ekspedisi tahun ke-8, ke-10, ke-16, dan ke-19; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas, wajah yang menunjukkan kekuatan dan determinasi; proyek irigasi Faiyum selesai—lahan pertanian baru tersedia, sistem kanal besar berfungsi penuh; konsolidasi birokrasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik berkembang—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik dengan Syria-Kanaan; benteng di Semna dan Kumma akan dibangun—sistem pertahanan perbatasan selatan dengan benteng besar, stela kemenangan; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan untuk melindungi dari serangan Nubia; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspansi militer ke Levant—kampanye ke Syria (Retenu) untuk kontrol rute perdagangan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik dimulai (sekitar 2050–1750 SM)—periode kemakmuran dan ekspansi; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000–3.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik dengan Sesostris III untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan, pertempuran defensif; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—alat batu dan kayu untuk pertanian, sistem pertanian berkelanjutan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya akan berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial, transisi budaya; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal.
Tahun 1875 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Bur-Sin dari Isin (sekitar 1895–1874 SM) masih memerintah—mendekati akhir pemerintahan, konsolidasi kekuasaan Isin; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—sistem karum terhenti, perdagangan timah dan tekstil menurun drastis, isolasi komersial Anatolia; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos berkembang—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah; sistem administrasi terpusat—kontrol ekonomi dan politik melalui kuil dan istana.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris III (Senusret III, Khakaure) memerintah (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, periode ekspansi militer terbesar, tahun ke-3 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil, ekspedisi tahun ke-8, ke-10, ke-16, dan ke-19 akan terjadi; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas, wajah yang menunjukkan kekuatan dan determinasi, berbeda dari gaya idealis sebelumnya; proyek irigasi Faiyum selesai—lahan pertanian baru tersedia, sistem kanal besar berfungsi penuh; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; benteng di Semna dan Kumma akan dibangun—sistem pertahanan perbatasan selatan dengan benteng besar, stela kemenangan untuk menandai perbatasan; populasi ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; ekspansi militer ke Levant—kampanye ke Syria (Retenu) untuk kontrol rute perdagangan, ekspedisi militer; reformasi administratif—penghapusan kekuasaan nomarch (gubernur regional) untuk konsolidasi kekuasaan terpusat, sentralisasi administrasi; piramida di Dahshur akan dibangun—makam dengan kompleks kuil, arsitektur monumental.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan populasi—perubahan iklim regional dengan penurunan curah hujan 30-40%; permukiman bergeser mendekati sungai—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~12.000 jiwa, Mohenjo-daro ~26.000 jiwa, Dholavira ~4.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun drastis—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang; adaptasi budaya—perubahan gaya hidup dari urban ke rural, sistem sosial baru.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; ekspansi regional—kontrol wilayah yang lebih luas, konsolidasi kekuasaan.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; sistem administrasi kompleks—kontrol perdagangan dan politik melalui elite; ekspansi Mesir ke Levant—kampanye Sesostris III ke Syria (Retenu), kontrol rute perdagangan, ekspedisi militer.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—perdagangan menurun drastis, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~6.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur dan permukiman lokal; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang—periode stabilitas dan kemakmuran; Sesostris III memerintah—periode ekspansi militer terbesar, tahun ke-3 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil, ekspedisi tahun ke-8, ke-10, ke-16, dan ke-19 akan terjadi; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas, wajah yang menunjukkan kekuatan dan determinasi; proyek irigasi Faiyum selesai—lahan pertanian baru tersedia, sistem kanal besar berfungsi penuh; konsolidasi birokrasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik berkembang—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik dengan Syria-Kanaan; benteng di Semna dan Kumma akan dibangun—sistem pertahanan perbatasan selatan dengan benteng besar, stela kemenangan; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan untuk melindungi dari serangan Nubia; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspansi militer ke Levant—kampanye ke Syria (Retenu) untuk kontrol rute perdagangan; reformasi administratif—penghapusan kekuasaan nomarch untuk konsolidasi kekuasaan terpusat.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik dimulai (sekitar 2050–1750 SM)—periode kemakmuran dan ekspansi; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000–3.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik dengan Sesostris III untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan, pertempuran defensif; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—alat batu dan kayu untuk pertanian, sistem pertanian berkelanjutan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya akan berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial, transisi budaya; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal.
Tahun 1870 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Erra-imitti dari Isin (sekitar 1868–1861 SM) akan memerintah—transisi kekuasaan di Isin; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—sistem karum terhenti, perdagangan timah dan tekstil menurun drastis, isolasi komersial Anatolia; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos berkembang—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah; sistem administrasi terpusat—kontrol ekonomi dan politik melalui kuil dan istana.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris II (Senusret II, Khakheperre) masih memerintah (sekitar 1895–1878 SM)—mendekati akhir pemerintahan setelah ~17 tahun, periode kemakmuran dan stabilitas; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik berbeda dari Kerajaan Lama; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru, proyek rekayasa besar; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; piramida di el-Lahun dibangun—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja, arsitektur monumental; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna) untuk melindungi dari serangan Nubia, pos militer; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; coregency dengan putra mahkota—sistem pemerintahan bersama untuk stabilitas suksesi.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan populasi—perubahan iklim regional dengan penurunan curah hujan 30-40%; permukiman bergeser mendekati sungai—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~10.000 jiwa, Mohenjo-daro ~24.000 jiwa, Dholavira ~2.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun drastis—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang; adaptasi budaya—perubahan gaya hidup dari urban ke rural, sistem sosial baru.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; ekspansi regional—kontrol wilayah yang lebih luas, konsolidasi kekuasaan.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; sistem administrasi kompleks—kontrol perdagangan dan politik melalui elite.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—perdagangan menurun drastis, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~4.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur dan permukiman lokal; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang—periode stabilitas dan kemakmuran; Sesostris II memerintah—mendekati akhir pemerintahan, periode kemakmuran dan stabilitas; ekspansi ke Nubia—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; konsolidasi birokrasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik berkembang—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik dengan Syria-Kanaan; piramida di el-Lahun dibangun—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan untuk melindungi dari serangan Nubia; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik dimulai (sekitar 2050–1750 SM)—periode kemakmuran dan ekspansi; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000–3.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—alat batu dan kayu untuk pertanian, sistem pertanian berkelanjutan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya akan berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial, transisi budaya; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal.
Tahun 1865 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Erra-imitti dari Isin (sekitar 1868–1861 SM) masih memerintah; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan; koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—sistem karum terhenti; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis; perdagangan dengan Oman dan Levant masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik berkembang; administrasi kompleks; sistem hukum; teknologi pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris II (Senusret II) masih memerintah (sekitar 1895–1878 SM); ekspansi ke Nubia berlanjut; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang; proyek irigasi Faiyum berlanjut; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik; piramida di el-Lahun dibangun; sistem pertahanan; populasi ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan; kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu matang; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa; Erlitou menjadi pusat utama.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa puncak; Periode Minoa Pertengahan; Istana Knossos berkembang; Istana-istana besar; Sistem tulisan Linear A; Perdagangan maritim aktif; Peradaban Mykenai berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang; Sistem keagamaan; Teknologi perahu canggih; Populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang; Periode Kerajaan Het Kuno; koloni dagang Asyur mengalami keruntuhan; Perdagangan logam aktif; Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum; Teknologi besi awal; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng; Sistem keagamaan; Konflik lokal di Anatolia.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah; Jaringan perdagangan; Mound building; Budaya Beaker; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir; Sistem sosial hierarkis.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Sesostris II memerintah; Ekspansi ke Nubia; Perdagangan dengan Punt dan Levant; Seni dan arsitektur; Proyek irigasi Faiyum; Konsolidasi birokrasi; Hubungan diplomatik; Piramida di el-Lahun; Sistem pertahanan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir; Budaya independen; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar; Sistem sosial hierarkis.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan; Sistem sosial kompleks.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal; Sistem kalender; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur platform dan plaza; Sistem keagamaan; Perdagangan obsidian dan jade; Pertanian berkembang.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental; Pertanian teras; Sistem irigasi canggih; Perdagangan jarak jauh; Sistem sosial kompleks; Tekstil berkembang; Sistem keagamaan; Permukiman besar.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem navigasi bintang; Budaya Lapita; Perdagangan jarak jauh antar pulau; Sistem sosial kompleks; Teknologi tembikar; Kontak dengan Asia Tenggara.
Tahun 1860 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Enlil-bani dari Isin (sekitar 1860–1837 SM) akan memerintah—raja dengan pemerintahan panjang; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan; koloni dagang Asyur di Kanesh mengalami keruntuhan—sistem karum terhenti; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis; perdagangan dengan Oman dan Levant masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik berkembang; administrasi kompleks; sistem hukum; teknologi pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris II (Senusret II) masih memerintah (sekitar 1895–1878 SM); ekspansi ke Nubia berlanjut; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang; proyek irigasi Faiyum berlanjut; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik; piramida di el-Lahun dibangun; sistem pertahanan; populasi ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan; kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu matang; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa; Erlitou menjadi pusat utama.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah; kota-kota Kanaan dan Syria; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Peradaban Minoa puncak; Periode Minoa Pertengahan; Istana Knossos berkembang; Istana-istana besar; Sistem tulisan Linear A; Perdagangan maritim aktif; Peradaban Mykenai berkembang; Kontak dengan Mesir dan Timur Dekat; Arsitektur monumental; Seni berkembang; Sistem keagamaan; Teknologi perahu canggih; Populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang; Periode Kerajaan Het Kuno; koloni dagang Asyur mengalami keruntuhan; Perdagangan logam aktif; Kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; Sistem hukum; Teknologi besi awal; Sistem tulisan cuneiform; Arsitektur benteng; Sistem keagamaan; Konflik lokal di Anatolia.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang; Zaman Perunggu awal; Migrasi dan pertukaran budaya; Perdagangan tembaga dan timah; Jaringan perdagangan; Mound building; Budaya Beaker; Teknologi perunggu menyebar; Permukiman terorganisir; Sistem sosial hierarkis.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang; Sesostris II memerintah; Ekspansi ke Nubia; Perdagangan dengan Punt dan Levant; Seni dan arsitektur; Proyek irigasi Faiyum; Konsolidasi birokrasi; Hubungan diplomatik; Piramida di el-Lahun; Sistem pertahanan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang; Fase Kerma Klasik; Perdagangan emas dengan Mesir; Budaya independen; Kontrol rute perdagangan Nil; Pengaruh Mesir terbatas; Arsitektur berkembang; Sistem keagamaan lokal; Perdagangan gading dan kulit hewan; Permukiman besar; Sistem sosial hierarkis.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang; Perdagangan regional; Teknologi besi mulai menyebar; Diversitas budaya tinggi; Pertanian berkembang; Domestikasi hewan; Sistem sosial kompleks.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; Fase Olmec Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal; Sistem kalender; Pengaruh budaya menyebar; Arsitektur platform dan plaza; Sistem keagamaan; Perdagangan obsidian dan jade; Pertanian berkembang.
- Andes: Budaya Caral-Supe berkembang; Caral sebagai salah satu kota tertua; Arsitektur monumental; Pertanian teras; Sistem irigasi canggih; Perdagangan jarak jauh; Sistem sosial kompleks; Tekstil berkembang; Sistem keagamaan; Permukiman besar.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem navigasi bintang; Budaya Lapita; Perdagangan jarak jauh antar pulau; Sistem sosial kompleks; Teknologi tembikar; Kontak dengan Asia Tenggara.
Tahun 1855 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Enlil-bani dari Isin (sekitar 1860–1837 SM) masih memerintah—raja dengan pemerintahan panjang ~23 tahun, konsolidasi kekuasaan Isin di Mesopotamia selatan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh (sekitar 1895–1865 SM)—sistem karum terhenti, perdagangan timah dan tekstil menurun drastis, isolasi komersial Anatolia; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan di Mesopotamia; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria berkembang dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris II (Senusret II, Khakheperre) masih memerintah (sekitar 1895–1878 SM)—periode kemakmuran dan stabilitas Dinasti ke-12, mendekati akhir pemerintahan setelah ~17 tahun; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik berbeda dari Kerajaan Lama; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru, proyek rekayasa besar; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; piramida di el-Lahun dibangun—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja, arsitektur monumental; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna) untuk melindungi dari serangan Nubia, pos militer; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; coregency dengan Sesostris III akan dimulai—sistem pemerintahan bersama untuk stabilitas suksesi.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~18.000 jiwa, Mohenjo-daro ~30.000 jiwa, Dholavira ~10.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang; budaya Cemetery H akan berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery akan berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; Fase Erlitou II (sekitar 1900–1800 SM)—ekspansi permukiman, arsitektur istana berkembang; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif, teknologi pembakaran canggih.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, teknologi lokal; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
-
Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; peristiwa alam—kemungkinan gempa bumi atau letusan gunung berapi mempengaruhi beberapa permukiman; sistem keagamaan kompleks—ritual dan upacara di kompleks istana dan gua suci.
-
Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh (sekitar 1895–1865 SM)—konflik lokal mengganggu perdagangan, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~12.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur yang telah runtuh, permukiman lokal berkembang; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia berkembang—fragmentasi politik setelah runtuhnya karum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem pertanian—pertanian gandum dan barley di dataran Anatolia.
-
Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; Budaya Tumulus akan berkembang di Eropa Tengah (sekitar 1600–1200 SM)—budaya dengan makam gundukan besar.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang—periode stabilitas dan kemakmuran; Sesostris II masih memerintah—mendekati akhir pemerintahan; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas—kampanye militer ke Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; konsolidasi birokrasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik berkembang—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik dengan Syria-Kanaan; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan untuk melindungi dari serangan Nubia; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan.
-
Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050–1750 SM)—periode kemakmuran dan ekspansi; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir dengan struktur bata lumpur; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000–3.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan.
-
Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; sistem perdagangan jarak jauh—rute karavan menghubungkan berbagai wilayah.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
-
Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman; domestikasi tanaman—jagung, kacang, labu, berbagai tanaman lokal.
-
Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya akan berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes; teknologi metalurgi—pengolahan emas dan tembaga untuk perhiasan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal; teknologi navigasi—pengetahuan arus laut, angin, dan bintang untuk navigasi lintas samudra.
Tahun 1850 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Enlil-bani dari Isin (sekitar 1860–1837 SM) masih memerintah—raja dengan pemerintahan panjang ~23 tahun, konsolidasi kekuasaan Isin di Mesopotamia selatan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh—sistem karum terhenti, perdagangan timah dan tekstil menurun drastis, isolasi komersial Anatolia; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria berkembang dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional, posisi strategis di Sungai Efrat.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris II (Senusret II, Khakheperre) masih memerintah (sekitar 1895–1878 SM)—periode kemakmuran dan stabilitas Dinasti ke-12, mendekati akhir pemerintahan setelah ~17 tahun; ekspansi ke Nubia berlanjut—kampanye militer untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik berbeda dari Kerajaan Lama; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru, proyek rekayasa besar; birokrasi dan administrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; piramida di el-Lahun dibangun—makam dengan kompleks kuil dan kota pekerja, arsitektur monumental; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna) untuk melindungi dari serangan Nubia, pos militer; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; coregency dengan Sesostris III akan dimulai—sistem pemerintahan bersama untuk stabilitas suksesi; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi kompleks—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; teknologi pertanian—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, sistem irigasi sederhana; sistem sosial berubah—transisi dari struktur urban ke struktur rural, desentralisasi.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; Fase Erlitou II (sekitar 1900–1800 SM)—ekspansi permukiman, arsitektur istana berkembang; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif, teknologi pembakaran canggih; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, teknologi lokal; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
-
Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—Linear B nanti sekitar 1450 SM; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; peristiwa alam—kemungkinan gempa bumi atau letusan gunung berapi mempengaruhi beberapa permukiman; sistem keagamaan kompleks—ritual dan upacara di kompleks istana dan gua suci; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman.
-
Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh (sekitar 1895–1865 SM)—konflik lokal mengganggu perdagangan, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~10.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur yang telah runtuh, permukiman lokal berkembang; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia berkembang—fragmentasi politik setelah runtuhnya karum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem pertanian—pertanian gandum dan barley di dataran Anatolia; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif.
-
Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; Budaya Tumulus akan berkembang di Eropa Tengah (sekitar 1600–1200 SM)—budaya dengan makam gundukan besar; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Dinasti ke-12 berkembang—periode stabilitas dan kemakmuran; Sesostris II masih memerintah—mendekati akhir pemerintahan; ekspansi ke Nubia untuk kontrol tambang emas—kampanye militer ke Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania; seni dan arsitektur berkembang—relief dan patung dengan detail kehidupan sehari-hari, gaya naturalistik; proyek irigasi Faiyum berlanjut—sistem kanal besar untuk mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; konsolidasi birokrasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik berkembang—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik dengan Syria-Kanaan; sistem pertahanan—benteng di perbatasan selatan untuk melindungi dari serangan Nubia; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi kompleks—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan.
-
Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050–1750 SM)—periode kemakmuran dan ekspansi; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir dengan struktur bata lumpur; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~2.000–3.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan.
-
Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; sistem perdagangan jarak jauh—rute karavan menghubungkan berbagai wilayah.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
-
Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman; domestikasi tanaman—jagung, kacang, labu, berbagai tanaman lokal.
-
Andes: Budaya Caral-Supe berkembang di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya akan berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes; teknologi metalurgi—pengolahan emas dan tembaga untuk perhiasan; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal; teknologi navigasi—pengetahuan arus laut, angin, dan bintang untuk navigasi lintas samudra; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan.
Tahun 1845 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Enlil-bani dari Isin (sekitar 1860–1837 SM) masih memerintah—raja dengan pemerintahan panjang ~23 tahun, konsolidasi kekuasaan Isin di Mesopotamia selatan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh—sistem karum terhenti, perdagangan timah dan tekstil menurun drastis, isolasi komersial Anatolia; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria berkembang dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional, posisi strategis di Sungai Efrat; teknologi pertanian—sistem irigasi canggih untuk pertanian intensif.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Akhir pemerintahan Sesostris II (Senusret II, Khakheperre) (sekitar 1895–1878 SM)—raja yang memerintah selama ~19 tahun, periode kemakmuran dan stabilitas; Dimulainya pemerintahan Sesostris III (Senusret III, Khakaure) (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, akan memerintah selama ~39 tahun, periode ekspansi militer terbesar; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil, ekspedisi tahun ke-8, ke-10, ke-16, dan ke-19 akan terjadi; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas, wajah yang menunjukkan kekuatan dan determinasi, berbeda dari gaya idealis sebelumnya; proyek irigasi Faiyum selesai—lahan pertanian baru tersedia, sistem kanal besar berfungsi penuh; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; piramida di Dahshur akan dibangun—makam dengan kompleks kuil, arsitektur monumental; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna, Uronarti) untuk melindungi dari serangan Nubia, pos militer strategis; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi kompleks—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; kampanye militer pertama ke Nubia akan terjadi—ekspansi agresif untuk kontrol tambang emas.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~12.000 jiwa, Mohenjo-daro ~20.000 jiwa, Dholavira ~6.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; teknologi pertanian—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, sistem irigasi sederhana; sistem sosial berubah—transisi dari struktur urban ke struktur rural, desentralisasi; permukiman baru berkembang di lembah Gangga—budaya baru dengan karakteristik berbeda.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; Fase Erlitou II (sekitar 1900–1800 SM)—ekspansi permukiman, arsitektur istana berkembang; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif, teknologi pembakaran canggih; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—arsitektur monumental dengan kompleks upacara.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, teknologi lokal; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1850 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1840 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Enlil-bani dari Isin (sekitar 1860–1837 SM) masih memerintah—raja dengan pemerintahan panjang ~23 tahun, konsolidasi kekuasaan Isin di Mesopotamia selatan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk), pertempuran untuk legitimasi keagamaan; koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh sepenuhnya (sekitar 1895–1865 SM)—sistem karum terhenti, perdagangan timah dan tekstil menurun drastis, isolasi komersial Anatolia; perdagangan dengan Lembah Indus menurun drastis—peradaban Harappan mengalami kemunduran, segel Harappan tidak lagi ditemukan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria berkembang dengan tema heroik; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif, sistem rotasi tanaman; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan, kepadatan penduduk tinggi; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, aloy tembaga-timah; sistem kredit dan kontrak komersial—perdagangan jarak jauh dengan jaminan hukum; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional, posisi strategis di Sungai Efrat; teknologi pertanian—sistem irigasi canggih untuk pertanian intensif; akhir Level II karum Kanesh—sistem perdagangan jarak jauh Asyur-Anatolia berakhir.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris III (Senusret III, Khakaure) memerintah (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, periode ekspansi militer terbesar, tahun ke-3 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif untuk mengamankan tambang emas di Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil, ekspedisi tahun ke-8, ke-10, ke-16, dan ke-19 akan terjadi; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas, wajah yang menunjukkan kekuatan dan determinasi, berbeda dari gaya idealis sebelumnya; proyek irigasi Faiyum selesai—lahan pertanian baru tersedia, sistem kanal besar berfungsi penuh; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir (vizier) dan pejabat regional, hierarki administratif; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik, aliansi strategis; piramida di Dahshur akan dibangun—makam dengan kompleks kuil, arsitektur monumental; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna, Uronarti) untuk melindungi dari serangan Nubia, pos militer strategis; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi kompleks—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir—sistem administrasi terpusat diperkuat.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga, perpindahan populasi besar-besaran; kota besar (Harappa ~10.000 jiwa, Mohenjo-daro ~15.000 jiwa, Dholavira ~5.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak, proses panjang; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural, desentralisasi; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, varietas tanaman baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna, budaya baru berkembang; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; teknologi pertanian—adaptasi terhadap kondisi iklim baru, sistem irigasi sederhana; sistem sosial berubah—transisi dari struktur urban ke struktur rural, desentralisasi; permukiman baru berkembang di lembah Gangga—budaya baru dengan karakteristik berbeda.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok, transisi ke peradaban kompleks; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih, metalurgi berkembang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; Fase Erlitou II (sekitar 1900–1800 SM)—ekspansi permukiman, arsitektur istana berkembang; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif, teknologi pembakaran canggih; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—arsitektur monumental dengan kompleks upacara; ekspansi regional—kontrol wilayah sekitarnya diperluas.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, teknologi lokal; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—kerajaan-kerajaan kecil berkembang.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1850 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1835 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Enlil-bani dari Isin (sekitar 1860–1837 SM) masih memerintah—mendekati akhir pemerintahan setelah ~23 tahun, konsolidasi kekuasaan Isin; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik periodik untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk); perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh; administrasi kompleks—tablet cuneiform; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu; populasi kota puluhan ribu jiwa; teknologi metalurgi—casting perunggu; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa; Babilonia berkembang sebagai kota penting.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris III (Senusret III, Khakaure) memerintah (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, periode ekspansi militer terbesar, tahun ke-8 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif untuk mengamankan tambang emas, kontrol rute perdagangan Nil, ekspedisi tahun ke-8 ke Nubia terjadi—kampanye militer besar pertama; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; piramida di Dahshur akan dibangun; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air; perdagangan jarak jauh; ekspedisi ke Sinai; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang; teknologi metalurgi—casting perunggu.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan; kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil; teknologi pertanian disesuaikan; migrasi ke timur; budaya Cemetery H berkembang di Punjab; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang—pusat urban pertama di Tiongkok; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual dan senjata; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze; hierarki sosial—sistem kelas; ritual perunggu—bejana ritual; kontak stepa Asia Tengah; irigasi—sistem kanal; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional; Erlitou menjadi pusat utama—arsitektur monumental; teknologi pertanian—bajak kayu; domestikasi hewan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph; Fase Erlitou II—ekspansi permukiman; teknologi keramik—tembikar halus; sistem administrasi—catatan tertulis; istana besar dibangun di Erlitou.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan dan Syria—pusat perdagangan maritim; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM); sistem tulisan cuneiform digunakan; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang; teknologi pertanian—sistem irigasi; perdagangan maritim; sistem sosial hierarkis; kontak dengan Kreta (Minoa); Ebla masih ada permukiman; Ugarit berkembang sebagai pelabuhan penting; teknologi metalurgi—casting perunggu; sistem administrasi—tablet cuneiform; Qatna berkembang sebagai pusat regional; hubungan diplomatik dengan Mesir; konsolidasi kekuasaan di Syria.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1850 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1830 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Enlil-bani dari Isin (sekitar 1860–1837 SM) masih memerintah—mendekati akhir pemerintahan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan; perdagangan dengan Oman dan Levant masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; sistem hukum berkembang; teknologi pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa; teknologi metalurgi; Sin-muballit dari Babilonia akan memerintah; Rim-Sin I dari Larsa akan memerintah; Babilonia berkembang sebagai kota penting.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris III (Senusret III, Khakaure) memerintah (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-13 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif, ekspedisi tahun ke-10 ke Nubia akan terjadi—kampanye militer besar kedua; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik; proyek irigasi Faiyum selesai; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian; perdagangan jarak jauh; ekspedisi ke Sinai; sistem keagamaan; teknologi metalurgi.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan; kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil; teknologi pertanian disesuaikan; migrasi ke timur; budaya Cemetery H berkembang; budaya Ochre Colored Pottery berkembang.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang—pusat urban pertama; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu—casting perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa; Erlitou menjadi pusat utama; teknologi pertanian; domestikasi hewan; sistem tulisan awal; Fase Erlitou II—ekspansi permukiman; teknologi keramik; sistem administrasi; istana besar dibangun.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran; kota-kota Kanaan dan Syria—pusat perdagangan maritim; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM); sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang; teknologi pertanian; perdagangan maritim; sistem sosial hierarkis; kontak dengan Kreta; Ebla masih ada permukiman; Ugarit berkembang; teknologi metalurgi; sistem administrasi; Qatna berkembang; hubungan diplomatik; konsolidasi kekuasaan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1850 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1825 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Akhir pemerintahan Enlil-bani dari Isin (sekitar 1860–1837 SM)—raja yang memerintah selama ~23 tahun; Zambiya dari Isin (sekitar 1836–1834 SM) akan memerintah—transisi kekuasaan di Isin; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan; perdagangan dengan Oman dan Levant masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; sistem hukum berkembang; teknologi pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa; teknologi metalurgi; Sin-muballit dari Babilonia akan memerintah; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa; Babilonia berkembang sebagai kota penting.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris III (Senusret III, Khakaure) memerintah (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-18 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif, ekspedisi tahun ke-16 ke Nubia akan terjadi—kampanye militer besar ketiga; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik; proyek irigasi Faiyum selesai; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna, Uronarti); populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian; perdagangan jarak jauh; ekspedisi ke Sinai; sistem keagamaan; teknologi metalurgi; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan; kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil; teknologi pertanian disesuaikan; migrasi ke timur; budaya Cemetery H berkembang; budaya Ochre Colored Pottery berkembang.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang—pusat urban pertama; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu—casting perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa; Erlitou menjadi pusat utama; teknologi pertanian; domestikasi hewan; sistem tulisan awal; Fase Erlitou II—ekspansi permukiman; teknologi keramik; sistem administrasi; istana besar dibangun.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran; kota-kota Kanaan dan Syria—pusat perdagangan maritim; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional dimulai; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang; teknologi pertanian; perdagangan maritim; sistem sosial hierarkis; kontak dengan Kreta; Ebla masih ada permukiman; Ugarit berkembang; teknologi metalurgi; sistem administrasi; Qatna berkembang; hubungan diplomatik; konsolidasi kekuasaan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1850 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1820 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Iter-pisha dari Isin (sekitar 1833–1831 SM) akan memerintah—transisi kekuasaan di Isin; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan; perdagangan dengan Oman dan Levant masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; sistem hukum berkembang; teknologi pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa; teknologi metalurgi; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris III (Senusret III, Khakaure) memerintah (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-23 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif, ekspedisi tahun ke-19 ke Nubia akan terjadi—kampanye militer besar keempat; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik; proyek irigasi Faiyum selesai; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian; perdagangan jarak jauh; ekspedisi ke Sinai; sistem keagamaan; teknologi metalurgi; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir; perbatasan selatan ditegakkan di Semna—benteng strategis.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan; kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil; teknologi pertanian disesuaikan; migrasi ke timur; budaya Cemetery H berkembang; budaya Ochre Colored Pottery berkembang.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang—pusat urban pertama; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu—casting perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa; Erlitou menjadi pusat utama; teknologi pertanian; domestikasi hewan; sistem tulisan awal; Fase Erlitou II—ekspansi permukiman; teknologi keramik; sistem administrasi; istana besar dibangun.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran; kota-kota Kanaan dan Syria—pusat perdagangan maritim; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional dimulai; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang; teknologi pertanian; perdagangan maritim; sistem sosial hierarkis; kontak dengan Kreta; Ebla masih ada permukiman; Ugarit berkembang; teknologi metalurgi; sistem administrasi; Qatna berkembang; hubungan diplomatik; konsolidasi kekuasaan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1850 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1815 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Ur-du-kuga dari Isin (sekitar 1830–1828 SM) akan memerintah—transisi kekuasaan di Isin; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan; perdagangan dengan Oman dan Levant masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; sistem hukum berkembang; teknologi pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa; teknologi metalurgi; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia dimulai; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia, akan mengeluarkan Code of Hammurabi.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris III (Senusret III, Khakaure) memerintah (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-28 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kampanye militer agresif telah selesai, kontrol penuh atas Nubia Bawah; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik; proyek irigasi Faiyum selesai; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna, Uronarti) berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian; perdagangan jarak jauh; ekspedisi ke Sinai; sistem keagamaan; teknologi metalurgi; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir; perbatasan selatan ditegakkan di Semna—benteng strategis berfungsi; stela kemenangan di Semna—monumen untuk kampanye militer ke Nubia.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan; kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil; teknologi pertanian disesuaikan; migrasi ke timur; budaya Cemetery H berkembang; budaya Ochre Colored Pottery berkembang; permukiman baru berkembang di lembah Gangga—budaya baru dengan karakteristik berbeda.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang—pusat urban pertama; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu—casting perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa; Erlitou menjadi pusat utama; teknologi pertanian; domestikasi hewan; sistem tulisan awal; Fase Erlitou II—ekspansi permukiman; teknologi keramik; sistem administrasi; istana besar dibangun; ekspansi regional—kontrol wilayah sekitarnya diperluas.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran; kota-kota Kanaan dan Syria—pusat perdagangan maritim; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Yamhad (Aleppo) akan menjadi kerajaan besar Syria (sekitar 1810–1525 SM)—konsolidasi kekuasaan regional dimulai; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang; teknologi pertanian; perdagangan maritim; sistem sosial hierarkis; kontak dengan Kreta; Ebla masih ada permukiman; Ugarit berkembang; teknologi metalurgi; sistem administrasi; Qatna berkembang; hubungan diplomatik; konsolidasi kekuasaan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1850 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1810 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Suen-magir dari Isin (sekitar 1827–1817 SM) akan memerintah—transisi kekuasaan di Isin; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan; perdagangan dengan Oman dan Levant masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; sistem hukum berkembang; teknologi pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa; teknologi metalurgi; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Dimulainya Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris III (Senusret III, Khakaure) memerintah (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-33 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, kampanye militer selesai; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik; proyek irigasi Faiyum selesai; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian; perdagangan jarak jauh; ekspedisi ke Sinai; sistem keagamaan; teknologi metalurgi; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir; perbatasan selatan ditegakkan di Semna—benteng strategis; stela kemenangan di Semna—monumen untuk kampanye militer.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan; kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil; teknologi pertanian disesuaikan; migrasi ke timur; budaya Cemetery H berkembang; budaya Ochre Colored Pottery berkembang; permukiman baru berkembang di lembah Gangga.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang—pusat urban pertama; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu—casting perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa; Erlitou menjadi pusat utama; teknologi pertanian; domestikasi hewan; sistem tulisan awal; Fase Erlitou II—ekspansi permukiman; teknologi keramik; sistem administrasi; istana besar dibangun; ekspansi regional.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran; kota-kota Kanaan dan Syria—pusat perdagangan maritim; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Dimulainya Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional dimulai; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang; teknologi pertanian; perdagangan maritim; sistem sosial hierarkis; kontak dengan Kreta; Ebla masih ada permukiman; Ugarit berkembang; teknologi metalurgi; sistem administrasi; Qatna berkembang; hubungan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1850 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1805 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Damiq-ilishu dari Isin (sekitar 1816–1794 SM) akan memerintah—raja terakhir Dinasti Isin yang signifikan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan; perdagangan dengan Oman dan Levant masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; sistem hukum berkembang; teknologi pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa; teknologi metalurgi; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Sesostris III (Senusret III, Khakaure) memerintah (sekitar 1878–1839 SM)—salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-38 pemerintahannya, mendekati akhir pemerintahan; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, kampanye militer selesai; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik; proyek irigasi Faiyum selesai; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian; perdagangan jarak jauh; ekspedisi ke Sinai; sistem keagamaan; teknologi metalurgi; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir; perbatasan selatan ditegakkan di Semna—benteng strategis; stela kemenangan di Semna—monumen untuk kampanye militer; Amenemhat III (sekitar 1839–1791 SM) akan memerintah—penerus Sesostris III, akan memerintah selama ~48 tahun.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan; kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil; teknologi pertanian disesuaikan; migrasi ke timur; budaya Cemetery H berkembang; budaya Ochre Colored Pottery berkembang; permukiman baru berkembang di lembah Gangga.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang—pusat urban pertama; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu—casting perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa; Erlitou menjadi pusat utama; teknologi pertanian; domestikasi hewan; sistem tulisan awal; Fase Erlitou II—ekspansi permukiman; teknologi keramik; sistem administrasi; istana besar dibangun; ekspansi regional.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran; kota-kota Kanaan dan Syria—pusat perdagangan maritim; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang; teknologi pertanian; perdagangan maritim; sistem sosial hierarkis; kontak dengan Kreta; Ebla masih ada permukiman; Ugarit berkembang; teknologi metalurgi; sistem administrasi; Qatna berkembang; hubungan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1850 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Caral-Supe/Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1800 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Damiq-ilishu dari Isin (sekitar 1816–1794 SM) masih memerintah—raja terakhir Dinasti Isin yang signifikan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif; perdagangan dengan Oman dan Levant masih aktif; kota-kota Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur sebagai pusat perdagangan; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; sastra epik dan mitos; administrasi kompleks; sistem hukum berkembang; teknologi pertanian; populasi kota puluhan ribu jiwa; teknologi metalurgi; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM; akhir Fase Erlitou II di Tiongkok—transisi budaya; akhir budaya Caral-Supe di Andes—peradaban pertama Amerika berakhir.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Akhir pemerintahan Sesostris III (Senusret III, Khakaure) (sekitar 1878–1839 SM)—raja yang memerintah selama ~39 tahun, salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12; Dimulainya pemerintahan Amenemhat III (Nimaatre) (sekitar 1839–1791 SM)—penerus Sesostris III, akan memerintah selama ~48 tahun, periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, kampanye militer selesai; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik; proyek irigasi Faiyum selesai; birokrasi dikonsolidasi; hubungan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa; sastra berkembang; teknologi pertanian; perdagangan jarak jauh; ekspedisi ke Sinai; sistem keagamaan; teknologi metalurgi; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir; perbatasan selatan ditegakkan di Semna—benteng strategis; stela kemenangan di Semna—monumen untuk kampanye militer; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 dimulai.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM); kekeringan berkepanjangan; permukiman bergeser mendekati sungai; kota besar masih berfungsi tetapi populasi menurun; perdagangan menurun drastis; sistem tulisan—penggunaan menurun; metrologi standar—kurang konsisten; pertanian terpengaruh kegagalan musim; kemunduran bertahap; permukiman lebih kecil; teknologi pertanian disesuaikan; migrasi ke timur; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; permukiman baru berkembang di lembah Gangga—budaya baru dengan karakteristik berbeda; transisi budaya dari urban ke rural—perubahan struktur sosial.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; budaya Erlitou berkembang—pusat urban pertama di Tiongkok; akhir Fase Erlitou II (sekitar 1900–1800 SM)—transisi budaya; transisi peradaban perunggu; teknologi perunggu—casting perunggu; pertanian padi; hierarki sosial; ritual perunggu; kontak stepa Asia Tengah; irigasi; perdagangan regional; permukiman bertembok; keagamaan ritual perunggu; elite penguasa; Erlitou menjadi pusat utama; teknologi pertanian; domestikasi hewan; sistem tulisan awal; Fase Erlitou III akan dimulai (sekitar 1800–1600 SM)—ekspansi permukiman lebih lanjut; teknologi keramik; sistem administrasi; istana besar dibangun; ekspansi regional—kontrol wilayah sekitarnya diperluas; transisi ke fase berikutnya—perkembangan budaya lebih lanjut.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran; kota-kota Kanaan dan Syria—pusat perdagangan maritim; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Amori; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform; budaya campuran; sistem keagamaan politeistik; permukiman urban berkembang; teknologi pertanian; perdagangan maritim; sistem sosial hierarkis; kontak dengan Kreta; Ebla masih ada permukiman; Ugarit berkembang; teknologi metalurgi; sistem administrasi; Qatna berkembang; hubungan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan; periode kemakmuran di Levant dan Syria.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
-
Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi maksimal; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih dengan pipa terakota; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana dan sistem administrasi; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan secara luas—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram, tablet ditemukan di semua istana utama; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—permukiman di Mycenae, Tiryns, Pylos dengan struktur sosial kompleks; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan, gaya Minoa mempengaruhi Mykenai; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter, kapasitas hingga 50 ton; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu, diameter hingga 14 meter; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem keagamaan kompleks—ritual dan upacara di kompleks istana dan gua suci; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Kreta dengan seluruh Mediterania.
-
Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno akan dimulai (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh (sekitar 1895–1865 SM)—konflik lokal mengganggu perdagangan, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia, aloy perunggu; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~10.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur yang telah runtuh, permukiman lokal berkembang; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia berkembang—fragmentasi politik setelah runtuhnya karum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem pertanian—pertanian gandum dan barley di dataran Anatolia; perdagangan regional—pertukaran logam dan tekstil antar kerajaan kecil.
-
Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg, sekitar 1.800 SM) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; Budaya Tumulus akan berkembang di Eropa Tengah (sekitar 1600–1200 SM)—budaya dengan makam gundukan besar; perdagangan jarak jauh—rute komersial menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania dan Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Akhir pemerintahan Sesostris III (Senusret III, Khakaure) (sekitar 1878–1839 SM)—raja yang memerintah selama ~39 tahun, salah satu firaun terbesar Dinasti ke-12, kampanye militer agresif ke Nubia selesai; Dimulainya pemerintahan Amenemhat III (Nimaatre) (sekitar 1839–1791 SM)—penerus Sesostris III, akan memerintah selama ~48 tahun, periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, kampanye militer selesai, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas, gaya berbeda dari Kerajaan Lama; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru, proyek rekayasa besar; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan (Buhen, Semna, Uronarti) berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil, urbanisasi; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih, pertanian intensif; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise di Serabit el-Khadim dan Wadi Maghara; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; konsolidasi kekuasaan di seluruh Mesir—kontrol penuh atas Mesir Hulu dan Hilir; perbatasan selatan ditegakkan di Semna—benteng strategis dengan stela kemenangan; stela kemenangan di Semna—monumen untuk kampanye militer ke Nubia; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 dimulai—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050–1750 SM) mencapai puncak—periode kemakmuran dan ekspansi maksimal; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir dengan struktur bata lumpur; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial dan tekanan militer Mesir; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~3.000–4.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan, tekanan militer meningkat; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi kompleks—struktur politik terpusat dengan raja dan elite; kontak budaya dengan Mesir—pertukaran teknologi dan ide meskipun ada konflik; tekanan dari Mesir meningkat—kampanye militer Sesostris III telah mengamankan kontrol Mesir atas Nubia Bawah.
-
Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; sistem perdagangan jarak jauh—rute karavan menghubungkan berbagai wilayah; budaya berkembang—seni, musik, dan tradisi lisan dengan diversitas tinggi; adaptasi lingkungan—sistem pertanian dan pemukiman disesuaikan dengan kondisi lokal.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
-
Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman; domestikasi tanaman—jagung, kacang, labu, berbagai tanaman lokal.
-
Andes: Akhir budaya Caral-Supe di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika berakhir sekitar 1800 SM, kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim (kekeringan), faktor sosial (konflik), atau kombinasi keduanya; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes; teknologi metalurgi—pengolahan emas dan tembaga untuk perhiasan; transisi budaya—budaya baru akan berkembang di Andes setelah akhir Caral-Supe.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal; teknologi navigasi—pengetahuan arus laut, angin, dan bintang untuk navigasi lintas samudra; sistem perdagangan jarak jauh—rute komersial menghubungkan berbagai kepulauan di Pasifik barat.
Tahun 1795 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Damiq-ilishu dari Isin (sekitar 1816–1794 SM) masih memerintah—raja terakhir Dinasti Isin yang signifikan, mendekati akhir pemerintahan setelah ~22 tahun; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif untuk kontrol kota-kota suci (Nippur, Ur, Uruk); perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif—rute perdagangan alternatif berkembang; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi dengan kompleks kuil; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal, sastra Sumeria berkembang; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan, preseden hukum; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-5 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III dimulai (sekitar 1800–1600 SM)—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
-
Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi maksimal; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan secara luas—digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir, Levant, Anatolia, dan Italia; Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—permukiman di Mycenae, Tiryns, Pylos; arsitektur monumental—istana dengan megaron, benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut; keagamaan dengan dewi-dewi utama; teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem keagamaan kompleks—ritual dan upacara di kompleks istana dan gua suci; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Kreta dengan seluruh Mediterania.
-
Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno akan dimulai (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh (sekitar 1895–1865 SM)—konflik lokal mengganggu perdagangan, sistem karum terhenti; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar; sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~10.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur yang telah runtuh; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia berkembang—fragmentasi politik setelah runtuhnya karum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem pertanian—pertanian gandum dan barley di dataran Anatolia; perdagangan regional—pertukaran logam dan tekstil antar kerajaan kecil.
-
Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; Budaya Tumulus akan berkembang di Eropa Tengah (sekitar 1600–1200 SM)—budaya dengan makam gundukan besar; perdagangan jarak jauh—rute komersial menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania dan Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-5 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050–1750 SM) mencapai puncak—periode kemakmuran dan ekspansi maksimal; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial dan tekanan militer Mesir; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~3.000–4.000 jiwa dengan struktur kompleks; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan, tekanan militer meningkat; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi kompleks—struktur politik terpusat dengan raja dan elite; kontak budaya dengan Mesir—pertukaran teknologi dan ide meskipun ada konflik; tekanan dari Mesir meningkat—kampanye militer Sesostris III telah mengamankan kontrol Mesir atas Nubia Bawah.
-
Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; sistem perdagangan jarak jauh—rute karavan menghubungkan berbagai wilayah; budaya berkembang—seni, musik, dan tradisi lisan dengan diversitas tinggi; adaptasi lingkungan—sistem pertanian dan pemukiman disesuaikan dengan kondisi lokal.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
-
Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman; domestikasi tanaman—jagung, kacang, labu, berbagai tanaman lokal.
-
Andes: Akhir budaya Caral-Supe di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika berakhir sekitar 1800 SM, kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim (kekeringan), faktor sosial (konflik), atau kombinasi keduanya; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes; teknologi metalurgi—pengolahan emas dan tembaga untuk perhiasan; transisi budaya—budaya baru akan berkembang di Andes setelah akhir Caral-Supe.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal; teknologi navigasi—pengetahuan arus laut, angin, dan bintang untuk navigasi lintas samudra; sistem perdagangan jarak jauh—rute komersial menghubungkan berbagai kepulauan di Pasifik barat.
Tahun 1790 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Akhir pemerintahan Damiq-ilishu dari Isin (sekitar 1816–1794 SM)—raja terakhir Dinasti Isin yang signifikan, pemerintahan berakhir setelah ~22 tahun; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) akan memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia dimulai; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-10 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III (sekitar 1800–1600 SM) berkembang—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1800 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1785 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) masih memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-15 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III (sekitar 1800–1600 SM) berkembang—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1800 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1780 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) masih memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-20 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III (sekitar 1800–1600 SM) berkembang—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1800 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1775 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) masih memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-25 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III (sekitar 1800–1600 SM) berkembang—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1800 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1770 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM) masih memerintah—ayah Hammurabi, konsolidasi kekuasaan Babilonia; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM) akan memerintah—raja terbesar Babilonia, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-30 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III (sekitar 1800–1600 SM) berkembang—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1800 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1765 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Akhir pemerintahan Sin-muballit dari Babilonia (sekitar 1812–1793 SM)—ayah Hammurabi, pemerintahan berakhir setelah ~19 tahun; Dimulainya pemerintahan Hammurabi (sekitar 1792–1750 SM)—raja terbesar Babilonia, akan memerintah selama ~42 tahun, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) akan memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi akan memulai ekspansi besar-besaran Babilonia—kampanye militer untuk menyatukan Mesopotamia selatan.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-35 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III (sekitar 1800–1600 SM) berkembang—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1800 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1760 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Hammurabi memerintah (sekitar 1792–1750 SM)—raja terbesar Babilonia, tahun ke-33 pemerintahannya, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM; ekspansi besar-besaran Babilonia dimulai—kampanye militer untuk menyatukan Mesopotamia selatan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) masih memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi akan memulai ekspansi besar-besaran Babilonia—kampanye militer untuk menyatukan Mesopotamia selatan.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-40 pemerintahannya; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III (sekitar 1800–1600 SM) berkembang—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1800 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1755 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Periode Isin-Larsa berlanjut; Hammurabi memerintah (sekitar 1792–1750 SM)—raja terbesar Babilonia, tahun ke-38 pemerintahannya, akan mengeluarkan Code of Hammurabi sekitar 1754 SM; ekspansi besar-besaran Babilonia berlanjut—kampanye militer untuk menyatukan Mesopotamia selatan; persaingan Isin vs Larsa untuk dominasi Mesopotamia selatan—konflik intensif untuk kontrol kota-kota suci; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) masih aktif; kota-kota Isin (~15.000 jiwa), Larsa (~20.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk awal; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; sistem hukum berkembang—Code of Lipit-Ishtar menjadi rujukan; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) masih memerintah—raja terbesar Larsa, akan memerintah selama ~60 tahun; Babilonia berkembang sebagai kota penting—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Hammurabi akan memulai ekspansi besar-besaran Babilonia—kampanye militer untuk menyatukan Mesopotamia selatan; Code of Hammurabi akan dibuat sekitar 1754 SM—sistem hukum tertulis pertama yang komprehensif.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat III (Nimaatre) memerintah (sekitar 1839–1791 SM)—periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12, tahun ke-45 pemerintahannya, mendekati akhir pemerintahan setelah ~48 tahun; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur akan dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal; Amenemhat IV akan memerintah (sekitar 1791–1786 SM)—penerus Amenemhat III.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~15.000 jiwa, Mohenjo-daro ~25.000 jiwa, Dholavira ~8.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III (sekitar 1800–1600 SM) berkembang—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; irigasi—sistem kanal untuk pertanian; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi) — 3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara) — 4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal) — 5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal): (konteks sama dengan tahun 1800 SM: Minoa/Mykenai puncak; Anatolia dengan keruntuhan karum; Unetice/Beaker; Mesir Dinasti 12 & Nubia Kerma; Olmec awal; Austronesia/Lapita.)
Tahun 1750 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
-
Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Code of Hammurabi dibuat (sekitar 1754 SM)—sistem hukum tertulis pertama yang komprehensif, terdiri dari 282 pasal yang mencakup hukum pidana, perdata, keluarga, dan komersial, prinsip “mata ganti mata” (lex talionis), dipahat pada stela batu setinggi 2,25 meter ditempatkan di Babilonia; Hammurabi memerintah (sekitar 1792–1750 SM)—raja terbesar Babilonia, tahun ke-43 pemerintahannya, mendekati akhir pemerintahan setelah ~42 tahun; Babilonia mencapai puncak kekuasaan—ekspansi besar-besaran menyatukan Mesopotamia selatan, kontrol atas Isin, Larsa, Ur, Uruk, Nippur, dan kota-kota lainnya; persaingan Isin vs Larsa berakhir—Hammurabi mengalahkan Rim-Sin I dari Larsa (sekitar 1822–1763 SM) dan menyatukan Mesopotamia selatan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon) aktif—jaringan komersial berkembang; kota-kota Babilonia (~50.000 jiwa), Ur (~30.000 jiwa), Uruk (~25.000 jiwa), Nippur (~20.000 jiwa) sebagai pusat perdagangan dan keagamaan—urbanisasi tinggi; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar, teknologi hidrolik canggih; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan kontrol tanah dan perdagangan, sistem redistribusi; sastra epik dan mitos—Epic of Gilgamesh dalam bentuk matang; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum, sistem akuntansi; sistem hukum berkembang—Code of Hammurabi menjadi rujukan hukum untuk seluruh Mesopotamia; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; populasi kota puluhan ribu jiwa—urbanisasi tinggi di Mesopotamia selatan; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; Babilonia menjadi pusat budaya dan perdagangan—kota terbesar di Mesopotamia; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; stela Code of Hammurabi ditempatkan di Babilonia—monumen hukum yang akan ditemukan di Susa (Iran) pada 1901 M; sistem administrasi terpusat—kontrol penuh atas Mesopotamia selatan.
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Akhir pemerintahan Amenemhat III (Nimaatre) (sekitar 1839–1791 SM)—raja yang memerintah selama ~48 tahun, periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12; Dimulainya pemerintahan Amenemhat IV (sekitar 1791–1786 SM)—penerus Amenemhat III, akan memerintah selama ~5 tahun; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal; transisi ke Amenemhat IV—perubahan pemerintahan di Mesir.
-
Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM), fase transisi dari urban ke rural; kekeringan berkepanjangan menyebabkan penurunan curah hujan hingga 30-40%, mengeringkan Sungai Ghaggar-Hakra (Sarasvati)—perubahan iklim regional; permukiman bergeser mendekati sungai untuk akses air—migrasi ke timur ke lembah Gangga; kota besar (Harappa ~12.000 jiwa, Mohenjo-daro ~20.000 jiwa, Dholavira ~6.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun drastis—deurbanisasi bertahap; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—segel Harappan tidak lagi ditemukan di Ur setelah ~1900 SM, isolasi komersial; sistem tulisan (belum terpecahkan)—penggunaan menurun drastis, ~400 simbol tidak lagi digunakan secara luas; metrologi standar—sistem bobot kurang konsisten, degradasi sistem metrologi; pertanian terpengaruh kegagalan musim—panen gagal, kelaparan, krisis pangan; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural; teknologi pertanian disesuaikan—adaptasi terhadap kondisi iklim baru; migrasi ke timur—perpindahan ke lembah Gangga dan Yamuna; budaya Cemetery H berkembang di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—budaya dengan tembikar khas, transisi budaya; budaya Ochre Colored Pottery berkembang di Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—budaya baru dengan teknologi tembikar; sistem drainase dan sanitasi menurun—infrastruktur urban tidak lagi dirawat; kerajinan menurun—kualitas tembikar dan manik-manik menurun, teknologi hilang.
-
Tiongkok (Xia & Shang Awal): Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; budaya Erlitou berkembang di Henan (sekitar 1900–1500 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Fase Erlitou III (sekitar 1800–1600 SM) berkembang—ekspansi permukiman lebih lanjut, arsitektur istana berkembang; transisi peradaban perunggu—teknologi perunggu matang dengan casting canggih; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak), aloy tembaga-timah; pertanian padi di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang, irigasi canggih; hierarki sosial—sistem kelas dengan raja, bangsawan, dan rakyat jelata, stratifikasi jelas; ritual perunggu—bejana ritual untuk persembahan leluhur dan dewa, legitimasi politik; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya, migrasi kelompok; irigasi—sistem kanal untuk pertanian, teknologi hidrolik; perdagangan regional—pertukaran barang antar kelompok budaya, jaringan komersial; permukiman bertembok dan pusat regional—kota-kota dengan struktur kompleks, pertahanan; keagamaan ritual perunggu—upacara untuk leluhur dan dewa, sistem kepercayaan; elite penguasa dan konsolidasi kelompok regional—konsolidasi kekuasaan politik, ekspansi; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) menjadi pusat utama—arsitektur monumental dengan istana dan kuil, kompleks upacara; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; domestikasi hewan—sapi, babi, anjing untuk daging dan tenaga kerja, peternakan; sistem tulisan awal—simbol dan glyph untuk catatan, proto-writing; teknologi keramik—tembikar halus dengan pola dekoratif, teknologi pembakaran canggih; sistem administrasi—catatan tertulis untuk administrasi dan perdagangan; istana besar dibangun di Erlitou—kompleks upacara dengan struktur monumental; transisi ke Dinasti Shang akan dimulai (sekitar 1600 SM)—perubahan dinasti di Tiongkok.
-
Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; kota-kota Kanaan (Byblos, dll.) dan Syria—pusat perdagangan maritim, pelabuhan penting; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; pengaruh Amori dan hubungan dagang dengan Mesir aktif—aliansi komersial dan diplomatik; Kerajaan Yamhad di Aleppo berkembang (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; permukiman urban berkembang—kota-kota dengan populasi ribuan jiwa, urbanisasi; teknologi pertanian—sistem irigasi untuk pertanian zaitun dan anggur, pertanian intensif; perdagangan maritim—kapal untuk perdagangan Mediterania, teknologi navigasi; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; kontak dengan Kreta (Minoa)—pertukaran budaya dan teknologi melalui perdagangan; Ebla (Tell Mardikh) masih ada permukiman—kota yang pernah hancur sekitar 2300 SM tetapi masih ada aktivitas; Ugarit (Ras Shamra) berkembang sebagai pelabuhan penting—pusat perdagangan di pantai Syria; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan, teknologi lokal; sistem administrasi—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum; Qatna berkembang sebagai pusat regional—kota dengan kompleks istana dan kuil; hubungan diplomatik dengan Mesir—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; konsolidasi kekuasaan di Syria—Yamhad menjadi kerajaan dominan; periode kemakmuran di Levant dan Syria berlanjut.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
-
Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—peradaban maritim pertama di Eropa; Periode Minoa Pertengahan (MM I–II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai puncak—kemakmuran dan ekspansi maksimal; Istana Knossos (~18.000 m²) berkembang sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin dengan lebih dari 1.000 ruangan, sistem drainase canggih dengan pipa terakota; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional dengan kompleks istana dan sistem administrasi; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan secara luas—digunakan untuk administrasi dan inventaris, ~90 simbol suku kata dan ideogram, tablet ditemukan di semua istana utama; perdagangan maritim Mediterania aktif dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading, papirus), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam, obsidian), dan Italia (obsidian dari Lipari); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM) berkembang—permukiman di Mycenae, Tiryns, Pylos dengan struktur sosial kompleks; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean dengan batu besar; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan gambar kehidupan laut (lumba-lumba, gurita), upacara keagamaan, gaya Minoa mempengaruhi Mykenai; keagamaan dengan dewi-dewi utama (goddess dengan ular, dewi kesuburan, dewa laut); teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung, panjang hingga 30 meter, kapasitas hingga 50 ton; sistem irigasi dan pertanian zaitun, anggur, sereal—ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Tholos tombs (makam bundar) mulai dibangun—struktur makam elite dengan kubah batu, diameter hingga 14 meter; populasi Kreta mencapai ~100.000 jiwa—kepadatan tinggi dengan urbanisasi; sistem administrasi kompleks—tablet Linear A untuk inventaris dan catatan komersial; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis di Avaris/Tell el-Dab’a) dan Levant—pertukaran teknologi dan ide; sistem jalan dan infrastruktur—jaringan jalan menghubungkan pusat-pusat utama; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem keagamaan kompleks—ritual dan upacara di kompleks istana dan gua suci; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Kreta dengan seluruh Mediterania; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM—sistem tulisan untuk bahasa Yunani Mykenai.
-
Anatolia (Het & Koloni Asyur): Kerajaan Het berkembang di Anatolia tengah (sekitar 2000–1200 SM)—konsolidasi kekuasaan regional; Kerajaan Het Kuno akan dimulai (sekitar 1650–1500 SM; Hattusa nanti ibukota; Anitta dari Kussara akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM); koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh (sekitar 1895–1865 SM)—konflik lokal mengganggu perdagangan, sistem karum terhenti, perubahan politik regional; perdagangan logam aktif (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia, aloy perunggu; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir—diplomasi dan pertukaran budaya; sistem hukum berkembang—hukum Het (Hittite Laws) akan berkembang menjadi sistem komprehensif; teknologi besi awal berkembang—besi meteorit digunakan untuk perhiasan dan senjata, teknologi smelting besi akan berkembang; sistem tulisan cuneiform—diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; arsitektur benteng berkembang—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); sistem keagamaan berkembang—dewa-dewa Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna, Kubaba); konflik lokal di Anatolia—perubahan politik regional, fragmentasi kekuasaan; permukiman besar di Kanesh (~10.000 jiwa)—kota dengan karum Asyur yang telah runtuh, permukiman lokal berkembang; sistem administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk perdagangan dan hukum; teknologi kereta perang—kereta dengan roda berjeruji untuk militer; sistem sosial hierarkis—elite penguasa, pedagang, dan rakyat jelata; sintesis budaya Hattian dan Hittite—interaksi penduduk asli dan Indo-Eropa; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia berkembang—fragmentasi politik setelah runtuhnya karum; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem pertanian—pertanian gandum dan barley di dataran Anatolia; perdagangan regional—pertukaran logam dan tekstil antar kerajaan kecil; konsolidasi kekuasaan akan dimulai sekitar 1650 SM—Kerajaan Het Kuno akan didirikan.
-
Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (sekitar 2800–1800 SM) di Eropa Barat masih berkembang—tembikar khas berbentuk lonceng dengan pola dekoratif; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran teknologi metalurgi ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah panjang dengan beberapa keluarga; hierarki sosial muncul—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu, makam dengan persembahan mewah; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus) dengan kamar batu atau kayu; sistem pertukaran jarak jauh—barang-barang mewah ditukar antar wilayah; teknologi pertanian—bajak dengan mata bajak perunggu untuk pertanian intensif; domestikasi hewan—sapi, domba, kambing, babi untuk daging dan susu; sistem keagamaan—ritual dan upacara dengan persembahan di makam dan tempat suci; Budaya Wessex di Inggris akan berkembang (sekitar 2000–1400 SM)—elite dengan akses ke barang-barang mewah; kontak dengan budaya Mediterania melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan ide; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata, perhiasan, dan alat; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; Budaya Tumulus akan berkembang di Eropa Tengah (sekitar 1600–1200 SM)—budaya dengan makam gundukan besar; perdagangan jarak jauh—rute komersial menghubungkan Eropa Tengah dengan Mediterania dan Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
-
Mesir (Kerajaan Pertengahan): Akhir pemerintahan Amenemhat III (Nimaatre) (sekitar 1839–1791 SM)—raja yang memerintah selama ~48 tahun, periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12; Dimulainya pemerintahan Amenemhat IV (sekitar 1791–1786 SM)—penerus Amenemhat III, akan memerintah selama ~5 tahun; ekspansi besar-besaran ke Nubia—kontrol penuh atas Nubia Bawah, benteng di Semna, Buhen, dan Uronarti berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony, kulit macan tutul) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca) aktif—jaringan komersial Mediterania berkembang; seni dan arsitektur berkembang—patung-portret naturalistik dengan ekspresi tegas; proyek irigasi Faiyum selesai—sistem kanal besar mengeringkan danau dan menciptakan lahan pertanian baru; birokrasi dikonsolidasi—sistem administrasi terpusat dengan wazir dan pejabat regional; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik; piramida di Dahshur dibangun—makam Amenemhat III dengan kompleks kuil; sistem pertahanan diperkuat—benteng di perbatasan selatan berfungsi penuh; populasi Mesir mencapai ~2 juta jiwa—kepadatan tinggi di Lembah Nil; sastra berkembang—Tale of Sinuhe, Instructions of Amenemhat I, Story of the Eloquent Peasant; teknologi pertanian—shaduf untuk mengangkat air, sistem irigasi canggih; perdagangan jarak jauh—jaringan komersial menghubungkan Mesir dengan seluruh Mediterania dan Afrika; ekspedisi ke Sinai—tambang tembaga dan turquoise; sistem keagamaan—kultus Osiris berkembang, ritual untuk leluhur dan dewa; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; periode kemakmuran terbesar Dinasti ke-12 berlanjut—stabilitas politik dan ekonomi maksimal; transisi ke Amenemhat IV—perubahan pemerintahan di Mesir.
-
Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang di Nubia (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Klasik (sekitar 2050–1750 SM) mencapai puncak—periode kemakmuran dan ekspansi maksimal; perdagangan emas dengan Mesir aktif—emas dari Wadi Allaqi dan Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen berkembang dengan karakteristik unik—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir dengan struktur bata lumpur; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara, pos perdagangan; pengaruh Mesir terbatas—budaya lokal tetap dominan meskipun ada kontak komersial dan tekanan militer Mesir; arsitektur berkembang dengan struktur bata lumpur—bangunan besar dengan dinding tebal, kompleks istana; sistem keagamaan lokal berkembang—dewa-dewa Nubia dengan karakteristik unik, ritual dan upacara; perdagangan gading dan kulit hewan—barang-barang mewah untuk elite, ekspor ke Mesir dan Mediterania; permukiman besar berkembang di Kerma (ibu kota)—populasi ~3.000–4.000 jiwa dengan struktur kompleks, pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis dengan elite penguasa—makam elite dengan persembahan mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); Deffufa (struktur bata lumpur besar) dibangun—fungsi keagamaan atau administratif, tinggi hingga 18 meter; perlawanan terhadap ekspansi Mesir—konflik periodik dengan Mesir untuk kontrol tambang emas dan rute perdagangan, tekanan militer meningkat; teknologi pertanian—pertanian sorghum dan millet di lembah Nil, sistem irigasi sederhana; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba untuk daging dan susu; sistem perdagangan regional—jaringan pertukaran dengan kelompok Afrika Sub-Sahara lainnya; seni berkembang—patung, tembikar, dan perhiasan dengan gaya khas Nubia; teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; sistem administrasi kompleks—struktur politik terpusat dengan raja dan elite; kontak budaya dengan Mesir—pertukaran teknologi dan ide meskipun ada konflik; tekanan dari Mesir meningkat—kampanye militer Sesostris III dan Amenemhat III telah mengamankan kontrol Mesir atas Nubia Bawah; Fase Kerma Klasik akan berakhir sekitar 1750 SM—transisi ke fase berikutnya.
-
Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda, sistem sosial beragam; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim, sistem pertanian teras di beberapa daerah; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam untuk daging, susu, dan telur; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; perdagangan jarak jauh terbatas tetapi ada—pertukaran barang antar wilayah melalui rute karavan; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih, patung-patung manusia dan hewan; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara dengan teknologi pertanian dan besi; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara dengan persembahan, kepercayaan pada leluhur; teknologi tembikar—tembikar dengan pola dekoratif untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks, rumah dengan arsitektur lokal; kontak dengan Afrika Utara melalui rute perdagangan—pertukaran teknologi dan budaya; sistem irigasi sederhana—kanal kecil untuk pertanian di daerah kering; teknologi pertanian—bajak kayu untuk pertanian intensif, alat pertanian; sistem perdagangan jarak jauh—rute karavan menghubungkan berbagai wilayah; budaya berkembang—seni, musik, dan tradisi lisan dengan diversitas tinggi; adaptasi lingkungan—sistem pertanian dan pemukiman disesuaikan dengan kondisi lokal.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
-
Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang di Meksiko selatan (sekitar 1500–400 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; Fase Olmec Awal dimulai (sekitar 1500–1200 SM)—periode formatif dengan perkembangan budaya; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya di Mesoamerika; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi, kompleks ritual; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung, konsep dunia bawah; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber untuk alat dan senjata; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture, sistem pertanian berkelanjutan; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata dengan stratifikasi jelas; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM)—kompleks upacara dengan piramida dan patung kolosal; sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol untuk kalender dan catatan; teknologi batu—pengolahan batu basalt untuk patung dan arsitektur, transportasi batu besar; sistem irigasi—kanal untuk pertanian di daerah basah; kontak budaya dengan wilayah sekitarnya—pertukaran teknologi dan ide melalui perdagangan; seni berkembang—patung, relief, dan tembikar dengan gaya khas Olmec; sistem upacara kompleks—ritual dan persembahan di kompleks upacara; teknologi pertanian—sistem pertanian intensif dengan berbagai tanaman; domestikasi tanaman—jagung, kacang, labu, berbagai tanaman lokal.
-
Andes: Akhir budaya Caral-Supe di Peru (sekitar 3000–1800 SM)—peradaban pertama di Amerika berakhir sekitar 1800 SM, kemungkinan karena perubahan iklim atau faktor sosial; Caral sebagai salah satu kota tertua di Amerika (sekitar 2600 SM)—populasi ~3.000 jiwa, kompleks upacara dengan 6 piramida besar; arsitektur monumental dengan piramida dan plaza—6 piramida besar dengan tinggi hingga 18 meter, struktur upacara dengan orientasi astronomi; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan dengan berbagai tanaman (kacang, labu, kapas); sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering, teknologi hidrolik; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah (obsidian, shell, tekstil, makanan); sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis dengan pemimpin agama dan politik, stratifikasi sosial; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks, teknologi tenun; sistem keagamaan berkembang—ritual dan upacara di kompleks piramida, kepercayaan pada dewa-dewa; permukiman besar dengan populasi ribuan jiwa—kota-kota dengan perencanaan kompleks dan infrastruktur; Aspero (pelabuhan Caral) berkembang—perdagangan maritim di pantai Pasifik, kompleks upacara dengan platform; Kotosh (budaya di pegunungan) berkembang—tradisi arsitektur dengan “Templo de las Manos Cruzadas”, kompleks upacara; sistem komunikasi jarak jauh—jaringan jalan dan sistem pesan untuk koordinasi regional; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi pertanian—sistem pertanian teras untuk adaptasi terhadap kondisi pegunungan; domestikasi tanaman—kacang, labu, kapas, berbagai tanaman lokal; budaya berakhir sekitar 1800 SM—kemungkinan karena perubahan iklim (kekeringan), faktor sosial (konflik), atau kombinasi keduanya; seni berkembang—tembikar, tekstil, dan arsitektur dengan gaya khas Andes; teknologi metalurgi—pengolahan emas dan tembaga untuk perhiasan; transisi budaya—budaya baru akan berkembang di Andes setelah akhir Caral-Supe; budaya baru akan berkembang di Andes sekitar 1800–1500 SM—transisi ke fase berikutnya.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat; teknologi perikanan—peralatan memancing canggih untuk sumber protein laut; sistem upacara—ritual dan upacara untuk navigasi, pertanian, dan kehidupan sehari-hari; domestikasi tanaman—ubi jalar, taro, kelapa, berbagai tanaman tropis; kontak budaya antar pulau—pertukaran teknologi, bahasa, dan tradisi melalui perdagangan dan migrasi; populasi kecil tetapi tersebar luas—komunitas kecil di berbagai pulau dengan adaptasi lokal; teknologi navigasi—pengetahuan arus laut, angin, dan bintang untuk navigasi lintas samudra; sistem perdagangan jarak jauh—rute komersial menghubungkan berbagai kepulauan di Pasifik barat.
Tahun 1745 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Kematian Hammurabi (sekitar 1750 SM)—raja terbesar Babilonia wafat setelah memerintah ~43 tahun; Samsu-iluna (sekitar 1749–1712 SM) naik takhta—putra Hammurabi, tahun ke-5 pemerintahannya; pemberontakan besar-besaran di Mesopotamia selatan—kota-kota Larsa, Ur, Uruk, Isin memberontak melawan Babilonia (sekitar 1742–1740 SM), Rim-Sin II memimpin pemberontakan di Larsa; Babilonia mempertahankan kontrol atas Mesopotamia tengah—Nippur, Sippar, Babilonia tetap setia; Code of Hammurabi tetap menjadi hukum resmi—stela di Babilonia menjadi rujukan; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar) masih aktif meski terganggu perang; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik; Asyur di Tigris hulu—kerajaan kota independen, perdagangan regional; Elam di Iran barat daya—kerajaan independen, akan menyerang Mesopotamia; populasi kota Babilonia (~45.000 jiwa), Nippur (~18.000 jiwa); teknologi metalurgi—casting perunggu untuk senjata dan perhiasan; administrasi kompleks—tablet cuneiform untuk catatan komersial dan hukum.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat IV (sekitar 1791–1786 SM) memerintah—tahun ke-5 atau akhir pemerintahan; Sobekneferu (Sobekneferu, sekitar 1785–1782 SM) akan menjadi firaun—raja perempuan pertama yang terdokumentasi di Mesir, akhir Dinasti ke-12; ekspansi ke Nubia—benteng di Semna, Buhen, Uronarti berfungsi; perdagangan dengan Punt dan Levant aktif; proyek irigasi Faiyum selesai; birokrasi dikonsolidasi; transisi dinasti mendekat—tidak ada pewaris laki-laki jelas, krisis suksesi; populasi Mesir ~2 juta jiwa; sastra dan seni berkembang; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM); kota besar (Harappa ~12.000 jiwa, Mohenjo-daro ~18.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun; migrasi ke timur ke lembah Gangga—budaya Cemetery H (Punjab), budaya Ochre Colored Pottery (Gangga); perdagangan dengan Mesopotamia menurun drastis; sistem tulisan tidak lagi digunakan secara luas; pertanian terpengaruh perubahan iklim; kemunduran bertahap—deurbanisasi.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Budaya Erlitou Fase III (sekitar 1800–1600 SM) berlanjut—pusat urban pertama di Tiongkok; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) sebagai ibukota—istana besar, casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual; teknologi perunggu—bejana ritual (ding, jue), senjata; pertanian padi dan millet; hierarki sosial—raja, bangsawan, rakyat jelata; kontak stepa Asia Tengah; ritual perunggu untuk leluhur dan dewa.
- Levant & Syria: Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran; Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; kota-kota Byblos, Ugarit, Qatna—pusat perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; sistem tulisan cuneiform; hubungan diplomatik dengan Mesir dan Babilonia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Puncak Peradaban Minoa di Kreta (sekitar 2000–1450 SM)—Periode Minoa Pertengahan II (MM II, sekitar 2000–1700 SM) mencapai akhir; Istana Knossos (~18.000 m²), Phaistos, Malia, Zakros berkembang—arsitektur labirin, sistem drainase canggih; sistem tulisan Linear A digunakan secara luas—administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir, Levant, Anatolia aktif; Peradaban Mykenai di daratan Yunani—permukiman di Mycenae, Tiryns; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; Tholos tombs dibangun—makam elite dengan kubah batu; teknologi perahu dan metalurgi perunggu matang; populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Kerajaan-Kerajaan Kecil): Kerajaan Het belum bersatu—Anitta dari Kussara (akan aktif sekitar 1740–1720 SM) akan menaklukkan Hattusa sekitar 1700 SM; koloni dagang Asyur di Kanesh telah runtuh (sekitar 1860 SM)—fragmentasi politik Anatolia; kerajaan-kerajaan kecil (Hatti, Kussara, Purushanda)—perdagangan logam (tembaga, timah, perak); sistem tulisan cuneiform diadaptasi; teknologi besi awal—besi meteorit untuk perhiasan; kontak dengan Mesopotamia dan Mesir; arsitektur benteng—dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia; Zaman Perunggu Awal—perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); Budaya Beaker (hingga sekitar 1800 SM) masih berkembang di Eropa Barat; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa; mound building—makam gundukan elite; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; teknologi perunggu menyebar ke Skandinavia dan Inggris.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Pertengahan): Amenemhat IV atau Sobekneferu memerintah—akhir Dinasti ke-12 mendekat; ekspansi ke Nubia—benteng berfungsi penuh; perdagangan dengan Punt dan Levant; proyek irigasi Faiyum; birokrasi terpusat; piramida di Dahshur (Amenemhat III); populasi ~2 juta jiwa; sastra—Tale of Sinuhe, Story of the Eloquent Peasant; transisi dinasti—krisis suksesi tanpa pewaris laki-laki.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang (sekitar 2500–1500 SM)—Fase Kerma Klasik (sekitar 2050–1750 SM) mencapai akhir atau transisi; perdagangan emas dengan Mesir—Wadi Allaqi, Wadi Hammamat; Deffufa di Kerma (ibu kota)—struktur bata lumpur besar, fungsi keagamaan/administratif; budaya independen—tembikar khas, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil; tekanan dari Mesir—kampanye militer Mesir mengamankan Nubia Bawah; populasi Kerma ~3.000–4.000 jiwa; sistem sosial hierarkis—elite dengan makam mewah.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional—jaringan pertukaran; teknologi besi mulai menyebar (puncak sekitar 1000 SM); diversitas budaya tinggi—ratusan bahasa dan budaya; pertanian dan domestikasi hewan berkembang; sistem sosial kompleks—kekerabatan dan hierarki; Nok culture (akan berkembang sekitar 1500 SM); Bantu expansion (akan dimulai sekitar 1000 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat utama—populasi ~5.000 jiwa, platform dan plaza; patung kepala kolosal dari batu basalt—elite penguasa dengan helm khas; sistem keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu—“Three Sisters”; sistem sosial hierarkis; arsitektur dengan orientasi astronomi; La Venta akan menjadi pusat (sekitar 900 SM).
- Andes: Akhir budaya Caral-Supe (sekitar 1800 SM)—transisi budaya di Peru; Caral, Aspero, Kotosh—warisan arsitektur monumental, piramida, sistem irigasi; budaya baru berkembang (sekitar 1800–1500 SM)—transisi ke fase berikutnya; pertanian teras dan irigasi canggih; Quipu (sistem tali) akan berkembang; perdagangan jarak jauh; tekstil dan metalurgi emas/tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu bercadik—catamaran untuk navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM)—tembikar berpola geometris; perdagangan jarak jauh antar pulau—obsidian, shell; sistem navigasi bintang; Outrigger canoes; sistem sosial kompleks—kekerabatan dan hierarki; kontak dengan Asia Tenggara.
Tahun 1740 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-iluna (sekitar 1749–1712 SM) memerintah—tahun ke-10 pemerintahannya; pemberontakan Mesopotamia selatan—kampanye militer menumpas pemberontakan di Larsa, Ur, Uruk (sekitar 1742–1740 SM), Rim-Sin II dikalahkan; Ur dan kota-kota selatan mengalami kerusakan—deurbanisasi sebagian, populasi menurun; Babilonia mempertahankan kontrol atas Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Babilonia; Code of Hammurabi tetap hukum resmi—legacy Hammurabi; perdagangan dengan Elam dan Levant—Elam kadang musuh kadang mitra; Asyur independen—Adasi atau penerus, kerajaan kota Tigris hulu; ziggurat dan irigasi—pemulihan kanal di selatan; keagamaan dan kuil—redistribusi; populasi Babilonia (~40.000 jiwa); teknologi metalurgi dan administrasi cuneiform.
- Mesir (Kerajaan Pertengahan / Transisi): Sobekneferu (sekitar 1785–1782 SM) memerintah—raja perempuan pertama Mesir, akhir Dinasti ke-12; berakhirnya Dinasti ke-12 (sekitar 1802–1782 SM)—dinasti stabil ~190 tahun berakhir tanpa pewaris laki-laki; Dimulainya Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek, ibukota Itjtawy (dekat Faiyum) kemudian pindah ke Thebes; pemerintahan pertama Dinasti ke-13—Sobekhotep I atau Wegaf (sekitar 1782 SM?) atau raja awal lainnya; ekspansi ke Nubia—benteng masih berfungsi; perdagangan dengan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut meski kekuasaan terpusat melemah; periode ketidakstabilan dimulai—banyak raja singkat, fragmentasi kekuasaan nomarch (gubernur regional).
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran berlanjut—Late Harappan; kota Harappa (~10.000 jiwa), Mohenjo-daro (~15.000 jiwa) masih ada; migrasi ke Gangga—Cemetery H, Ochre Colored Pottery; perdagangan jarak jauh menurun; sistem tulisan tidak digunakan luas; pertanian adaptasi iklim baru; kemunduran bertahap.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III berlanjut—pusat urban Henan; istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi)—legitimasi ritual dan kontrol banjir; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; kontak stepa Asia Tengah; ritual perunggu; transisi ke Shang akan terjadi sekitar 1600 SM.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—kerajaan besar Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—pelabuhan dan pusat dagang; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; sistem cuneiform; hubungan diplomatik aktif.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pertengahan II (MM II) berlanjut—akhir fase sekitar 1700 SM; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—kompleks istana berkembang; Linear A untuk administrasi; perdagangan maritim Mediterania aktif; Mykenai di daratan—permukiman dengan megaron dan benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya Minoa; Tholos tombs; teknologi perahu dan perunggu; populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Kussara): Anitta dari Kussara (sekitar 1740–1720 SM?) aktif—raja yang akan menaklukkan Nesa (Kanesh), Hattusa, dan mengutuk situs Hattusa (sekitar 1700 SM); kerajaan-kerajaan kecil Anatolia—Kussara, Purushanda, Hatti; perdagangan logam; koloni Asyur di Kanesh sudah runtuh—fragmentasi; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; kontak Mesopotamia dan Mesir; konsolidasi kekuasaan Anitta akan menjadi fondasi Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650 SM).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang—Eropa Tengah; perdagangan tembaga dan timah; Budaya Beaker (hingga ~1800 SM) memudar; mound building; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang dengan Mediterania; teknologi perunggu matang.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Transisi Dinasti ke-12 ke ke-13): Sobekneferu atau raja pertama Dinasti ke-13 memerintah—akhir Dinasti ke-12, awal Dinasti ke-13; Dinasti ke-13—banyak raja berumur pendek, ibukota Itjtawy; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan politik—nomarch memperkuat kekuasaan regional; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni berlanjut.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma—transisi dari Fase Kerma Klasik (2050–1750 SM) ke fase berikutnya; perdagangan emas dengan Mesir; Deffufa di Kerma; budaya independen—tembikar, arsitektur; kontrol rute Nil; tekanan Mesir; populasi Kerma ~3.000–4.000 jiwa; sistem hierarkis.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi awal; diversitas budaya; pertanian dan domestikasi hewan; sistem sosial kompleks.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal—San Lorenzo sebagai pusat; patung kepala kolosal; sistem keagamaan dan kalender awal; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; sistem hierarkis; arsitektur platform dan plaza.
- Andes: Pascacaral-Supe—budaya baru berkembang (1800–1500 SM); warisan Caral—piramida, irigasi, Quipu; pertanian teras; tekstil dan metalurgi; perdagangan jarak jauh; transisi budaya.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat—perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita awal; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1735 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-iluna (sekitar 1749–1712 SM) memerintah—tahun ke-15 pemerintahannya; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Babilonia, kontrol atas selatan melemah setelah pemberontakan; Code of Hammurabi tetap hukum resmi—stela di Babilonia; perdagangan dengan Oman dan Levant—kayu cedar, tembaga; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu, perdagangan regional; Elam di Iran barat daya—kerajaan independen, kadang konflik dengan Babilonia; ziggurat dan irigasi—pemulihan kanal; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi; populasi Babilonia (~38.000 jiwa); administrasi cuneiform; teknologi metalurgi perunggu.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek; Sobekhotep I, Amenemhat V, atau raja kontemporer memerintah—ibukota Itjtawy (dekat Faiyum); ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen, Uronarti masih berfungsi; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah) dan Levant (kayu cedar, kaca); birokrasi terpusat melemah—nomarch (gubernur) memperkuat kekuasaan regional; periode ketidakstabilan—banyak raja singkat, suksesi tidak stabil; populasi Mesir ~2 juta jiwa; sastra dan seni berlanjut; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran berlanjut—Late Harappan; kota Harappa (~10.000 jiwa), Mohenjo-daro (~14.000 jiwa); migrasi ke Gangga—Cemetery H, Ochre Colored Pottery; perdagangan jarak jauh menurun; sistem tulisan tidak digunakan; pertanian adaptasi iklim; deurbanisasi bertahap.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III berlanjut—pusat urban Henan (~20.000 jiwa); istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi)—ritual dan kontrol banjir; pertanian padi dan millet; hierarki sosial—raja, bangsawan, rakyat; kontak stepa Asia Tengah; ritual perunggu untuk leluhur dan dewa; transisi ke Shang sekitar 1600 SM.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—pelabuhan dan pusat dagang; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca dengan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; sistem tulisan cuneiform; hubungan diplomatik dengan Mesir dan Babilonia; periode kemakmuran.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pertengahan II (MM II) berlanjut—akhir fase mendekati 1700 SM; Istana Knossos (~18.000 m²), Phaistos, Malia, Zakros—kompleks istana dengan drainase canggih; Linear A untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir, Levant, Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; Tholos tombs—makam elite dengan kubah batu; teknologi perahu dan metalurgi perunggu; populasi Kreta ~100.000 jiwa; kontak budaya dengan Mesir (bukti arkeologis).
- Anatolia (Het & Kussara): Anitta dari Kussara (sekitar 1740–1720 SM) aktif—kampanye militer menaklukkan Nesa (Kanesh), Purushanda, dan mendekati Hattusa; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia—fragmentasi setelah runtuhnya karum Asyur; perdagangan logam (tembaga, timah, perak); tulisan cuneiform diadaptasi; teknologi besi awal—besi meteorit; arsitektur benteng—dinding batu besar; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia (Teshub, Arinna); konsolidasi kekuasaan Anitta akan menghancurkan Hattusa sekitar 1700 SM dan mengutuk situs.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang—Jerman, Ceko, Polandia; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM)—makam gundukan besar; migrasi Indo-Eropa; mound building—makam elite; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; teknologi perunggu menyebar ke Skandinavia dan Inggris.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13—banyak raja berumur pendek, ibukota Itjtawy; ekspansi ke Nubia—benteng berfungsi; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan politik—nomarch memperkuat kekuasaan; populasi ~2 juta jiwa; sastra—Tale of Sinuhe, Story of the Eloquent Peasant; seni dan arsitektur berlanjut; transisi dari kemakmuran Dinasti ke-12 ke fragmentasi.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berkembang (sekitar 2500–1500 SM)—Fase Kerma Pascaklasik atau transisi; perdagangan emas dengan Mesir—Wadi Allaqi, Wadi Hammamat; Deffufa di Kerma—struktur bata lumpur besar; budaya independen—tembikar khas, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil; tekanan dari Mesir—benteng Mesir di Nubia Bawah; populasi Kerma ~3.000–4.000 jiwa; sistem hierarkis—elite dengan makam mewah.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional—jaringan pertukaran garam, logam; teknologi besi awal (puncak ~1000 SM); diversitas budaya tinggi; pertanian dan domestikasi hewan; sistem sosial kompleks—kekerabatan dan hierarki; Nok culture (akan berkembang ~1500 SM); Bantu expansion (akan dimulai ~1000 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat—populasi ~5.000 jiwa, platform dan plaza; patung kepala kolosal dari batu basalt—elite penguasa; sistem keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu—“Three Sisters”; sistem sosial hierarkis; arsitektur dengan orientasi astronomi; La Venta akan menjadi pusat (sekitar 900 SM).
- Andes: Pascacaral-Supe—budaya baru berkembang (sekitar 1800–1500 SM); warisan Caral—piramida, sistem irigasi, Aspero, Kotosh; pertanian teras dan irigasi; Quipu (sistem tali) akan berkembang; perdagangan jarak jauh; tekstil dan metalurgi emas/tembaga; transisi budaya.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat (sekitar 3000–1000 SM)—Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu bercadik—catamaran; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM)—tembikar berpola geometris; perdagangan jarak jauh antar pulau—obsidian, shell; navigasi bintang; Outrigger canoes; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1730 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-iluna (sekitar 1749–1712 SM) memerintah—tahun ke-20 pemerintahannya; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—kontrol selatan (Ur, Larsa) melemah atau hilang setelah pemberontakan; Code of Hammurabi tetap hukum resmi—legacy Hammurabi; perdagangan dengan Oman dan Levant; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam—kerajaan independen Iran barat daya; ziggurat dan irigasi—sistem kanal; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik; populasi Babilonia (~35.000 jiwa); administrasi cuneiform; teknologi metalurgi; dinasti Babilonia Amori berlanjut—warisan Hammurabi.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen berfungsi; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan—banyak raja singkat, suksesi tidak stabil; nomarch memperkuat kekuasaan regional—Thebes, Asyut, dan lainnya; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode Intermediate Kedua akan dimulai dengan invasi Hyksos (sekitar 1650 SM).
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran berlanjut—Late Harappan; kota Harappa (~9.000 jiwa), Mohenjo-daro (~12.000 jiwa); migrasi ke Gangga—Cemetery H, Ochre Colored Pottery; perdagangan jarak jauh menurun drastis; sistem tulisan tidak digunakan; pertanian adaptasi iklim; deurbanisasi bertahap; kerajinan menurun.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III berlanjut—pusat urban Henan; istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi)—legitimasi ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; kontak stepa Asia Tengah; ritual perunggu; transisi ke Shang sekitar 1600 SM; Erlitou (~300 hektar, ~20.000 jiwa)—arsitektur monumental.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—kerajaan besar Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—pelabuhan dan pusat dagang; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; sistem cuneiform; hubungan diplomatik; periode kemakmuran Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pertengahan II (MM II) mendekati akhir (sekitar 1700 SM)—gempa besar akan menghancurkan istana-istana Minoa pertama sekitar 1700 SM; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—kompleks istana berkembang; Linear A untuk administrasi; perdagangan maritim Mediterania aktif; Mykenai di daratan—permukiman dengan megaron dan benteng; seni fresko dan tembikar; Tholos tombs; teknologi perahu dan perunggu; populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Kussara): Anitta dari Kussara (sekitar 1740–1720 SM) aktif—kampanye militer mendekati Hattusa; penaklukan Hattusa oleh Anitta akan terjadi sekitar 1700 SM—Anitta menghancurkan Hattusa dan mengutuk situs (“semoga hujan batu jatuh”), mendirikan ibukota di Nesa (Kanesh); kerajaan-kerajaan kecil Anatolia—Kussara, Purushanda; perdagangan logam; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; arsitektur benteng; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia; fondasi Kerajaan Het Kuno—keturunan Anitta atau Labarna akan mendirikan Kerajaan Het sekitar 1650 SM dengan Hattusa sebagai ibukota baru.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang—Eropa Tengah; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; mound building; jaringan dagang Mediterania; teknologi perunggu; Budaya Tumulus akan berkembang (1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13—banyak raja berumur pendek; Itjtawy sebagai ibukota; ekspansi ke Nubia—benteng berfungsi; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan politik; nomarch memperkuat kekuasaan; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; transisi ke periode lemah.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma—perdagangan emas dengan Mesir; Deffufa di Kerma; budaya independen; kontrol rute Nil; tekanan Mesir; populasi ~3.000–4.000 jiwa; sistem hierarkis.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi awal; diversitas budaya; pertanian dan domestikasi hewan; sistem sosial kompleks.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal—San Lorenzo sebagai pusat; patung kepala kolosal; sistem keagamaan dan kalender awal; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; sistem hierarkis; arsitektur platform dan plaza.
- Andes: Pascacaral-Supe—budaya baru berkembang; warisan Caral—piramida, irigasi; pertanian teras; Quipu akan berkembang; perdagangan jarak jauh; tekstil dan metalurgi; transisi budaya.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat—perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1725 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-iluna (sekitar 1749–1712 SM) memerintah—tahun ke-25 pemerintahannya; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Babilonia; kontrol selatan (Ur, Larsa) melemah—deurbanisasi atau pemerintahan lokal; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; perdagangan dengan Oman dan Levant; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam—kerajaan independen; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; populasi Babilonia (~33.000 jiwa); administrasi cuneiform; teknologi metalurgi; dinasti Babilonia Amori berlanjut.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan—banyak raja singkat; nomarch memperkuat kekuasaan regional; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; raja kontemporer—Sobekhotep atau penerus.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran berlanjut—Late Harappan; kota Harappa (~9.000 jiwa), Mohenjo-daro (~11.000 jiwa); migrasi ke Gangga—Cemetery H, Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; sistem tulisan tidak digunakan; pertanian adaptasi iklim; deurbanisasi bertahap.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III berlanjut—pusat urban Henan; istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi)—ritual dan kontrol banjir; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; kontak stepa Asia Tengah; ritual perunggu; transisi ke Shang sekitar 1600 SM; Erlitou (~300 hektar, ~20.000 jiwa).
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—kerajaan besar Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—pelabuhan dan pusat dagang; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; sistem cuneiform; hubungan diplomatik; Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pertengahan II (MM II) berakhir sekitar 1700 SM—gempa besar menghancurkan istana-istana pertama (Knossos, Phaistos, Malia, Zakros) sekitar 1700 SM; Periode Minoa Pertengahan III / Neopalatial (sekitar 1700–1450 SM) dimulai—istana dibangun kembali lebih besar dan mewah; Istana Knossos dibangun kembali—arsitektur labirin, sistem drainase canggih; Linear A untuk administrasi; perdagangan maritim Mediterania aktif; Mykenai di daratan—permukiman dengan megaron dan benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; Tholos tombs; teknologi perahu dan perunggu; populasi Kreta ~100.000 jiwa; kebangkitan istana Minoa—periode Neopalatial lebih megah.
- Anatolia (Het & Pasca-Anitta): Anitta dari Kussara telah menghancurkan Hattusa sekitar 1700 SM dan mengutuk situs—Nesa (Kanesh) sebagai pusat kekuasaan Anitta; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia—fragmentasi setelah kampanye Anitta; fondasi Kerajaan Het Kuno—keturunan atau penerus Anitta (Labarna, Hattusili I) akan mendirikan Kerajaan Het sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota kembali ke Hattusa; perdagangan logam; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; arsitektur benteng; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia; periode gelap Anatolia—transisi politik.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang—Eropa Tengah; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; mound building; jaringan dagang Mediterania; teknologi perunggu; Budaya Tumulus akan berkembang (1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13—banyak raja berumur pendek; Itjtawy sebagai ibukota; ekspansi ke Nubia—benteng berfungsi; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan politik; nomarch memperkuat kekuasaan; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma—perdagangan emas dengan Mesir; Deffufa di Kerma; budaya independen—tembikar khas, arsitektur; kontrol rute Nil; tekanan Mesir; populasi ~3.000–4.000 jiwa; sistem hierarkis—elite dengan makam mewah.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi awal; diversitas budaya tinggi; pertanian dan domestikasi hewan; sistem sosial kompleks—kekerabatan dan hierarki.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dari batu basalt; sistem keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; sistem sosial hierarkis; arsitektur platform dan plaza; La Venta akan menjadi pusat (sekitar 900 SM).
- Andes: Pascacaral-Supe—budaya baru berkembang (sekitar 1800–1500 SM); warisan Caral—piramida, irigasi, Aspero, Kotosh; pertanian teras; Quipu akan berkembang; perdagangan jarak jauh; tekstil dan metalurgi emas/tembaga; transisi budaya.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat (sekitar 3000–1000 SM)—Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM); perdagangan jarak jauh antar pulau; navigasi bintang; Outrigger canoes; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1720 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-iluna (sekitar 1749–1712 SM) memerintah—tahun ke-30 pemerintahannya, mendekati akhir; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Babilonia; Code of Hammurabi tetap hukum resmi—legacy Hammurabi; perdagangan dengan Oman dan Levant; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam—kerajaan independen Iran barat daya; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; populasi Babilonia (~32.000 jiwa); administrasi cuneiform; teknologi metalurgi; Abi-Eshuh (sekitar 1711–1684 SM) akan naik takhta—penerus Samsu-iluna.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan—banyak raja singkat; nomarch memperkuat kekuasaan—Thebes, Asyut; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; transisi ke periode lemah—kekuasaan terpusat melemah.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran berlanjut—Late Harappan; kota Harappa (~8.000 jiwa), Mohenjo-daro (~10.000 jiwa); migrasi ke Gangga—Cemetery H, Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; sistem tulisan tidak digunakan; pertanian adaptasi iklim; deurbanisasi bertahap; kerajinan menurun.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III berlanjut—pusat urban Henan; istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi)—ritual dan kontrol banjir; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; kontak stepa Asia Tengah; ritual perunggu; transisi ke Shang sekitar 1600 SM; Erlitou (~300 hektar, ~20.000 jiwa)—arsitektur monumental.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—pelabuhan dan pusat dagang; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca dengan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; sistem tulisan cuneiform; hubungan diplomatik; Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial (sekitar 1700–1450 SM) berkembang—istana dibangun kembali setelah gempa sekitar 1700 SM; Istana Knossos (~18.000 m²) dibangun kembali—arsitektur labirin lebih megah, sistem drainase canggih; Phaistos, Malia, Zakros dibangun kembali—kompleks istana berkembang; Linear A untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir, Levant, Anatolia aktif; Peradaban Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan kehidupan laut; Tholos tombs—makam elite dengan kubah batu; teknologi perahu dan metalurgi perunggu; populasi Kreta ~100.000 jiwa; puncak kebudayaan Minoa—periode Neopalatial lebih megah dari MM II.
- Anatolia (Het & Pasca-Anitta): Anitta dari Kussara telah menghancurkan Hattusa sekitar 1700 SM—situs dikutuk dan ditinggalkan; Nesa (Kanesh) sebagai pusat kekuasaan Anitta; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia—fragmentasi; Kerajaan Het Kuno akan didirikan sekitar 1650 SM oleh Labarna atau Hattusili I—ibukota akan dipindahkan kembali ke Hattusa (situs dikutuk Anitta akan diduduki kembali); perdagangan logam; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; arsitektur benteng; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia; periode transisi Anatolia—dari Anitta ke Kerajaan Het Kuno.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang—Eropa Tengah; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; mound building; jaringan dagang Mediterania; teknologi perunggu; Budaya Tumulus akan berkembang (1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13—banyak raja berumur pendek; Itjtawy sebagai ibukota; ekspansi ke Nubia—benteng berfungsi; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan politik; nomarch memperkuat kekuasaan regional; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah sebelum invasi Hyksos (sekitar 1650 SM).
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma (sekitar 2500–1500 SM)—perdagangan emas dengan Mesir; Deffufa di Kerma—struktur bata lumpur besar; budaya independen—tembikar khas, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil; tekanan dari Mesir—benteng Mesir di Nubia Bawah; populasi Kerma ~3.000–4.000 jiwa; sistem hierarkis—elite dengan makam mewah (kereta, perhiasan emas).
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional—jaringan pertukaran; teknologi besi awal (puncak ~1000 SM); diversitas budaya tinggi; pertanian dan domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; Nok culture (akan berkembang ~1500 SM); Bantu expansion (akan dimulai ~1000 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat—populasi ~5.000 jiwa, platform dan plaza; patung kepala kolosal dari batu basalt—elite penguasa dengan helm khas; sistem keagamaan—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu—“Three Sisters”; sistem sosial hierarkis; arsitektur dengan orientasi astronomi; La Venta akan menjadi pusat (sekitar 900 SM); sistem kalender awal.
- Andes: Pascacaral-Supe—budaya baru berkembang (sekitar 1800–1500 SM); warisan Caral—piramida, sistem irigasi, Aspero, Kotosh; pertanian teras dan irigasi canggih; Quipu (sistem tali) akan berkembang; perdagangan jarak jauh; tekstil dan metalurgi emas/tembaga; transisi budaya; sistem komunikasi jarak jauh.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat (sekitar 3000–1000 SM)—Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu bercadik—catamaran untuk navigasi samudra; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM)—tembikar berpola geometris; perdagangan jarak jauh antar pulau—obsidian, shell; navigasi bintang; Outrigger canoes; sistem sosial kompleks—kekerabatan dan hierarki; kontak Asia Tenggara; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau.
Tahun 1715 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-iluna (sekitar 1749–1712 SM) memerintah—tahun ke-35 pemerintahannya; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Babilonia; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; perdagangan dengan Oman dan Levant; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam—kerajaan independen Iran barat daya; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik; populasi Babilonia (~31.000 jiwa); administrasi cuneiform; teknologi metalurgi perunggu; dinasti Babilonia Amori berlanjut; Abi-Eshuh (sekitar 1711–1684 SM) akan naik takhta—penerus Samsu-iluna.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan—banyak raja singkat; nomarch memperkuat kekuasaan regional—Thebes, Asyut; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah—kekuasaan terpusat melemah, invasi Hyksos akan terjadi sekitar 1650 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran berlanjut—Late Harappan; kota Harappa (~8.000 jiwa), Mohenjo-daro (~9.000 jiwa); migrasi ke Gangga—Cemetery H, Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; sistem tulisan tidak digunakan; pertanian adaptasi iklim; deurbanisasi bertahap; kerajinan menurun.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III berlanjut—pusat urban Henan; istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi)—ritual dan kontrol banjir; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; kontak stepa Asia Tengah; ritual perunggu; transisi ke Shang sekitar 1600 SM; Erlitou (~300 hektar, ~20.000 jiwa)—arsitektur monumental.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—pelabuhan dan pusat dagang; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; sistem cuneiform; hubungan diplomatik; Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial (sekitar 1700–1450 SM) berkembang—istana dibangun kembali setelah gempa; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—kompleks istana megah; Linear A untuk administrasi; perdagangan maritim Mediterania aktif; Peradaban Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; seni fresko dan tembikar; Tholos tombs; teknologi perahu dan perunggu; populasi Kreta ~100.000 jiwa; puncak kebudayaan Minoa.
- Anatolia (Het & Transisi): Pasca-Anitta—Hattusa telah dihancurkan sekitar 1700 SM; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia—Kussara, Purushanda, Nesa; Kerajaan Het Kuno akan didirikan sekitar 1650 SM oleh Labarna atau Hattusili I—ibukota akan dipindahkan kembali ke Hattusa; perdagangan logam; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; arsitektur benteng; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia; periode transisi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang—Eropa Tengah; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; mound building; jaringan dagang Mediterania; teknologi perunggu; Budaya Tumulus akan berkembang (1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13—banyak raja berumur pendek; Itjtawy sebagai ibukota; ekspansi ke Nubia—benteng berfungsi; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan politik; nomarch memperkuat kekuasaan; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma (sekitar 2500–1500 SM)—perdagangan emas dengan Mesir; Deffufa di Kerma; budaya independen; kontrol rute Nil; tekanan Mesir; populasi ~3.000–4.000 jiwa; sistem hierarkis.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi awal; diversitas budaya tinggi; pertanian dan domestikasi hewan; sistem sosial kompleks.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal—San Lorenzo sebagai pusat; patung kepala kolosal; sistem keagamaan dan kalender awal; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; sistem hierarkis; arsitektur platform dan plaza.
- Andes: Pascacaral-Supe—budaya baru berkembang; warisan Caral—piramida, irigasi; pertanian teras; Quipu akan berkembang; perdagangan jarak jauh; tekstil dan metalurgi; transisi budaya.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat—perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1710 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Kematian Samsu-iluna (sekitar 1712 SM)—raja Babilonia wafat setelah memerintah ~38 tahun; Abi-Eshuh (sekitar 1711–1684 SM) naik takhta—putra Samsu-iluna, tahun ke-2 pemerintahannya; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Babilonia; Code of Hammurabi tetap hukum resmi—warisan Hammurabi dan Samsu-iluna; perdagangan dengan Oman dan Levant; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam—kerajaan independen, kadang konflik dengan Babilonia; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil; populasi Babilonia (~30.000 jiwa); administrasi cuneiform; teknologi metalurgi; dinasti Babilonia Amori berlanjut—generasi ketiga setelah Hammurabi.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan—banyak raja singkat; nomarch memperkuat kekuasaan—Thebes, Asyut; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah—invasi Hyksos akan terjadi sekitar 1650 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran berlanjut—Late Harappan; kota Harappa (~8.000 jiwa), Mohenjo-daro (~8.000 jiwa); migrasi ke Gangga—Cemetery H, Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; sistem tulisan tidak digunakan; pertanian adaptasi iklim; deurbanisasi bertahap; kerajinan menurun.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III berlanjut—pusat urban Henan; istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi)—ritual dan kontrol banjir; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; kontak stepa Asia Tengah; ritual perunggu; transisi ke Shang sekitar 1600 SM; Erlitou (~300 hektar, ~20.000 jiwa).
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—kerajaan besar Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—pelabuhan dan pusat dagang; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; sistem cuneiform; hubungan diplomatik; Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial (sekitar 1700–1450 SM) berkembang—istana megah setelah pembangunan kembali; Istana Knossos (~18.000 m²), Phaistos, Malia, Zakros—kompleks istana dengan drainase canggih; Linear A untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir, Levant, Anatolia aktif; Peradaban Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; Tholos tombs—makam elite dengan kubah batu; teknologi perahu dan metalurgi perunggu; populasi Kreta ~100.000 jiwa; puncak kebudayaan Minoa—periode Neopalatial.
- Anatolia (Het & Transisi): Pasca-Anitta—Hattusa telah dihancurkan sekitar 1700 SM; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia—Kussara, Nesa, Purushanda; Kerajaan Het Kuno akan didirikan sekitar 1650 SM—Labarna atau Hattusili I akan mendirikan kerajaan dan memindahkan ibukota kembali ke Hattusa; perdagangan logam; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; arsitektur benteng; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia; periode transisi—dari fragmentasi ke Kerajaan Het Kuno.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang—Eropa Tengah; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; mound building; jaringan dagang Mediterania; teknologi perunggu; Budaya Tumulus akan berkembang (1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13—banyak raja berumur pendek; Itjtawy sebagai ibukota; ekspansi ke Nubia—benteng berfungsi; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan politik; nomarch memperkuat kekuasaan; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah sebelum Hyksos.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma (sekitar 2500–1500 SM)—perdagangan emas dengan Mesir; Deffufa di Kerma; budaya independen—tembikar khas, arsitektur; kontrol rute Nil; tekanan Mesir; populasi ~3.000–4.000 jiwa; sistem hierarkis—elite dengan makam mewah.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi awal; diversitas budaya tinggi; pertanian dan domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; Nok culture (akan berkembang ~1500 SM); Bantu expansion (akan dimulai ~1000 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat—populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dari batu basalt; sistem keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; sistem sosial hierarkis; arsitektur platform dan plaza; La Venta akan menjadi pusat (sekitar 900 SM).
- Andes: Pascacaral-Supe—budaya baru berkembang (sekitar 1800–1500 SM); warisan Caral—piramida, irigasi, Aspero, Kotosh; pertanian teras; Quipu akan berkembang; perdagangan jarak jauh; tekstil dan metalurgi emas/tembaga; transisi budaya.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat (sekitar 3000–1000 SM)—Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM); perdagangan jarak jauh antar pulau; navigasi bintang; Outrigger canoes; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1705 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Abi-Eshuh (sekitar 1711–1684 SM) memerintah—tahun ke-7 pemerintahannya; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Babilonia; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; perdagangan dengan Oman dan Levant; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam—kerajaan independen Iran barat daya; ziggurat dan irigasi; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik; populasi Babilonia (~30.000 jiwa); administrasi cuneiform; teknologi metalurgi perunggu; dinasti Babilonia Amori berlanjut—warisan Hammurabi.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan—banyak raja singkat; nomarch memperkuat kekuasaan regional—Thebes, Asyut; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah—invasi Hyksos akan terjadi sekitar 1650 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran berlanjut—Late Harappan; kota Harappa (~7.000 jiwa), Mohenjo-daro (~7.000 jiwa); migrasi ke Gangga—Cemetery H, Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; sistem tulisan tidak digunakan; pertanian adaptasi iklim; deurbanisasi bertahap; kerajinan menurun.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III berlanjut—pusat urban Henan; istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi)—ritual dan kontrol banjir; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; kontak stepa Asia Tengah; ritual perunggu; transisi ke Shang sekitar 1600 SM; Erlitou (~300 hektar, ~20.000 jiwa)—arsitektur monumental.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—pelabuhan dan pusat dagang; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; sistem cuneiform; hubungan diplomatik; Zaman Perunggu Tengah—periode kemakmuran.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial (sekitar 1700–1450 SM) berkembang—istana megah setelah pembangunan kembali sekitar 1700 SM; Istana Knossos (~18.000 m²), Phaistos, Malia, Zakros—kompleks istana dengan drainase canggih; Linear A untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir, Levant, Anatolia aktif; Peradaban Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; Tholos tombs—makam elite dengan kubah batu; teknologi perahu dan metalurgi perunggu; populasi Kreta ~100.000 jiwa; puncak kebudayaan Minoa.
- Anatolia (Het & Transisi): Pasca-Anitta—Hattusa telah dihancurkan sekitar 1700 SM oleh Anitta dari Kussara; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia—Kussara, Nesa, Purushanda; Kerajaan Het Kuno akan didirikan sekitar 1650 SM oleh Labarna atau Hattusili I—ibukota akan dipindahkan kembali ke Hattusa; perdagangan logam; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; arsitektur benteng; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia; periode transisi—fondasi Kerajaan Het Kuno.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang—Eropa Tengah; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; mound building—makam gundukan elite; jaringan dagang Mediterania; teknologi perunggu; Budaya Tumulus akan berkembang (1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13—banyak raja berumur pendek; Itjtawy sebagai ibukota; ekspansi ke Nubia—benteng berfungsi; perdagangan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan politik; nomarch memperkuat kekuasaan; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah sebelum Hyksos.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma (sekitar 2500–1500 SM)—perdagangan emas dengan Mesir; Deffufa di Kerma—struktur bata lumpur besar; budaya independen—tembikar khas, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil; tekanan dari Mesir—benteng Mesir di Nubia Bawah; populasi Kerma ~3.000–4.000 jiwa; sistem hierarkis—elite dengan makam mewah.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional—jaringan pertukaran; teknologi besi awal (puncak ~1000 SM); diversitas budaya tinggi; pertanian dan domestikasi hewan; sistem sosial kompleks—kekerabatan dan hierarki; Nok culture (akan berkembang ~1500 SM); Bantu expansion (akan dimulai ~1000 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat—populasi ~5.000 jiwa, platform dan plaza; patung kepala kolosal dari batu basalt—elite penguasa dengan helm khas; sistem keagamaan—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu—“Three Sisters”; sistem sosial hierarkis; arsitektur dengan orientasi astronomi; La Venta akan menjadi pusat (sekitar 900 SM); sistem kalender awal.
- Andes: Pascacaral-Supe—budaya baru berkembang (sekitar 1800–1500 SM); warisan Caral—piramida, sistem irigasi, Aspero, Kotosh; pertanian teras dan irigasi canggih; Quipu (sistem tali) akan berkembang; perdagangan jarak jauh; tekstil dan metalurgi emas/tembaga; transisi budaya; sistem komunikasi jarak jauh.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat (sekitar 3000–1000 SM)—Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu bercadik—catamaran; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM)—tembikar berpola geometris; perdagangan jarak jauh antar pulau—obsidian, shell; navigasi bintang; Outrigger canoes; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau.
Tahun 1700 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Abi-Eshuh (sekitar 1711–1684 SM) memerintah—tahun ke-12 pemerintahannya; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Babilonia; Code of Hammurabi tetap hukum resmi—warisan Hammurabi (1750 SM), salah satu hukum tertulis tertua dan paling komprehensif; perdagangan dengan Oman (Magan—tembaga) dan Levant (kayu cedar dari Lebanon); Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu, perdagangan regional; Elam di Iran barat daya—kerajaan independen, kadang konflik dengan Babilonia; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks; keagamaan dan kuil—pusat ekonomi dan politik dengan redistribusi; populasi Babilonia (~30.000 jiwa); administrasi cuneiform—tablet untuk catatan komersial dan hukum; teknologi metalurgi perunggu—casting untuk senjata dan perhiasan; dinasti Babilonia Amori berlanjut—generasi ketiga setelah Hammurabi; kontrol selatan (Ur, Larsa) melemah—deurbanisasi pascapemberontakan.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy (dekat Faiyum), kemudian akan pindah ke Thebes; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen, Uronarti masih berfungsi; perdagangan dengan Punt (emas, gading, rempah-rempah myrrh dan frankincense, kayu hitam ebony) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca); birokrasi berlanjut meski kekuasaan terpusat melemah; ketidakstabilan politik—banyak raja singkat, suksesi tidak stabil; nomarch (gubernur regional) memperkuat kekuasaan—Thebes, Asyut, dan lainnya; populasi Mesir ~2 juta jiwa; sastra dan seni berlanjut—Tale of Sinuhe, Story of the Eloquent Peasant; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah—invasi Hyksos akan terjadi sekitar 1650 SM, mengakhiri Dinasti ke-13 dan memulai Periode Intermediate Kedua.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus berlanjut—Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM); kota Harappa (~7.000 jiwa), Mohenjo-daro (~6.000 jiwa) masih berfungsi tetapi populasi menurun drastis—deurbanisasi bertahap; migrasi ke timur ke lembah Gangga—budaya Cemetery H di Punjab (sekitar 1900–1300 SM), budaya Ochre Colored Pottery di Gangga (sekitar 2000–1500 SM); perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—isolasi komersial; sistem tulisan (~400 simbol) tidak lagi digunakan secara luas—teknologi hilang; pertanian terpengaruh perubahan iklim—adaptasi terhadap kondisi baru; kemunduran bertahap selama beberapa abad—tidak ada keruntuhan mendadak; permukiman lebih kecil dan kurang terorganisir—transisi dari urban ke rural.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Budaya Erlitou Fase III berlanjut (sekitar 1800–1600 SM)—pusat urban pertama di Tiongkok; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) sebagai ibukota—istana besar, casting perunggu matang, arsitektur monumental; Dinasti Xia (tradisi: sekitar 2070–1600 SM) berlanjut—legitimasi politik berdasarkan kontrol banjir dan ritual leluhur; teknologi perunggu—casting perunggu untuk ritual (ding, jue) dan senjata (kapak, tombak); pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze—sistem pertanian basah berkembang; hierarki sosial—raja, bangsawan, rakyat jelata; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; ritual perunggu untuk leluhur dan dewa—legitimasi politik; transisi ke Dinasti Shang akan terjadi sekitar 1600 SM—perubahan dinasti di Tiongkok.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria, konsolidasi kekuasaan regional; kota-kota Byblos (Gubla)—pusat perdagangan kayu cedar dengan Mesir, Ugarit (Ras Shamra)—pelabuhan penting di pantai Syria, Qatna—pusat regional dengan kompleks istana dan kuil; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian—sintesis budaya, diversitas etnis; sistem tulisan cuneiform digunakan di Syria—adaptasi dari Mesopotamia; sistem keagamaan politeistik dengan dewa-dewa lokal (Baal, El, Anat)—ritual dan upacara; Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM)—periode kemakmuran dan perdagangan; hubungan diplomatik dengan Mesir dan Babilonia—pertukaran hadiah dan pernikahan diplomatik.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial (sekitar 1700–1450 SM) berkembang—istana-istana Minoa dibangun kembali setelah gempa besar sekitar 1700 SM yang menghancurkan istana pertama (Knossos, Phaistos, Malia, Zakros); Istana Knossos (~18.000 m²) dibangun kembali—arsitektur labirin lebih megah, sistem drainase canggih dengan pipa terakota; istana besar di Phaistos (~8.400 m²), Malia (~7.500 m²), Zakros (~8.000 m²)—masing-masing pusat regional; sistem tulisan Linear A (belum terpecahkan, sekitar 1800–1450 SM) digunakan secara luas—administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani (sekitar 2000–1100 SM)—permukiman di Mycenae, Tiryns, Pylos; arsitektur monumental—istana dengan megaron (ruang utama), benteng cyclopean; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik dengan kehidupan laut; Tholos tombs (makam bundar)—struktur makam elite dengan kubah batu, diameter hingga 14 meter; teknologi perahu untuk navigasi Mediterania—kapal dengan layar dan dayung; populasi Kreta ~100.000 jiwa; puncak kebudayaan Minoa—periode Neopalatial lebih megah dari periode sebelumnya; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM—sistem tulisan untuk bahasa Yunani Mykenai.
- Anatolia (Het & Peristiwa Besar): Anitta dari Kussara menghancurkan Hattusa sekitar 1700 SM—peristiwa besar: Anitta menaklukkan Hattusa, menghancurkan kota, dan mengutuk situs (“semoga hujan batu jatuh”, “siapa yang menjadi raja setelah aku dan menduduki Hattusa, semoga dewa badai menghancurkannya”); Nesa (Kanesh) sebagai pusat kekuasaan Anitta—ibukota kerajaan Anitta; kerajaan-kerajaan kecil Anatolia—Kussara, Purushanda, fragmentasi setelah runtuhnya karum Asyur (sekitar 1860 SM); perdagangan logam (tembaga, timah, perak)—sumber daya mineral Anatolia; tulisan cuneiform diadaptasi dari Mesopotamia untuk bahasa Het; teknologi besi awal—besi meteorit untuk perhiasan dan senjata; arsitektur benteng—struktur pertahanan dengan dinding batu besar (cyclopean masonry); keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa-dewa seperti Teshub (badai), Arinna (matahari), Kubaba; fondasi Kerajaan Het Kuno—Labarna atau Hattusili I akan mendirikan Kerajaan Het sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota kembali ke Hattusa (situs yang dikutuk Anitta akan diduduki kembali), mengawali era Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal berkembang pesat—teknologi metalurgi matang; migrasi dan pertukaran budaya—kelompok Indo-Eropa menyebar ke Eropa, bahasa Proto-Indo-Eropa mulai terpecah; perdagangan tembaga (dari Alpen—Mitterberg) dan timah (dari Cornwall, Inggris, dan Erzgebirge, Jerman)—aloy perunggu (90% tembaga, 10% timah) untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang-barang Mediterania (kaca, faience, amber) mencapai Eropa Utara, amber Baltik mencapai Mediterania; Budaya Beaker (hingga sekitar 1800 SM) memudar—tembikar khas berbentuk lonceng; teknologi perunggu ke Eropa Utara—penyebaran ke Skandinavia dan Kepulauan Inggris; permukiman terorganisir—desa-desa dengan struktur sosial kompleks; hierarki sosial—elite dengan senjata dan perhiasan perunggu; mound building—makam gundukan untuk elite (tumulus); Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM)—budaya dengan makam gundukan besar.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen, Uronarti berfungsi; perdagangan dengan Punt dan Levant; birokrasi berlanjut; ketidakstabilan politik—banyak raja singkat, suksesi tidak stabil; nomarch memperkuat kekuasaan regional—Thebes, Asyut; populasi ~2 juta jiwa; sastra dan seni berlanjut; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah—invasi Hyksos akan terjadi sekitar 1650 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma (sekitar 2500–1500 SM)—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Fase Kerma Pascaklasik atau transisi—Fase Kerma Klasik (2050–1750 SM) telah berakhir; perdagangan emas dengan Mesir—Wadi Allaqi, Wadi Hammamat, kontrol rute perdagangan Nil; budaya independen—tembikar khas dengan pola geometris hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir dengan struktur bata lumpur; Deffufa di Kerma (ibu kota)—struktur bata lumpur besar, tinggi hingga 18 meter, fungsi keagamaan atau administratif; populasi Kerma ~3.000–4.000 jiwa—pusat administratif dan keagamaan; sistem sosial hierarkis—elite dengan makam mewah (kereta, perhiasan emas, tembikar); kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; tekanan dari Mesir—benteng Mesir di Nubia Bawah mengamankan kontrol Mesir; perdagangan gading dan kulit hewan—ekspor ke Mesir dan Mediterania.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di berbagai wilayah; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam, logam, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; pertanian berkembang dengan berbagai tanaman—adaptasi lokal terhadap kondisi iklim; domestikasi hewan berkembang—sapi, kambing, domba, ayam; sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; pengaruh budaya menyebar ke wilayah sekitarnya—budaya Olmec mempengaruhi Maya, Zapotec, dan budaya lainnya; arsitektur dengan platform dan plaza—struktur upacara dengan orientasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM); sistem tulisan awal akan berkembang (sekitar 900 SM)—glyph dan simbol.
- Andes: Pascacaral-Supe—budaya baru berkembang (sekitar 1800–1500 SM) setelah akhir budaya Caral-Supe (sekitar 1800 SM); warisan Caral, Aspero, Kotosh—arsitektur monumental dengan piramida dan plaza, sistem irigasi canggih, pertanian teras; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi metalurgi—pengolahan emas dan tembaga untuk perhiasan; transisi budaya—budaya baru berkembang di Andes setelah akhir Caral-Supe.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; sistem pertanian teras—adaptasi terhadap kondisi pulau dengan lahan terbatas; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan, konservasi lingkungan; sistem kekerabatan kompleks—struktur sosial berdasarkan hubungan keluarga dengan aturan ketat.
Tahun 1695 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Abi-Eshuh (sekitar 1711–1684 SM) masih memerintah Babilonia—tahun ke-17 pemerintahannya; Dinasti Amori Babilonia (sekitar 1894–1595 SM) berlanjut—warisan Hammurabi (1792–1750 SM) dan Samsu-iluna (1750–1712 SM); Code of Hammurabi (sekitar 1750 SM) tetap hukum resmi—prolog epik, 282 pasal hukum pidana dan perdata, hukuman lex talionis dan kompensasi; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand (Dynasty of the Sea Land) di selatan—dinasti yang menguasai wilayah rawa-rawa muara Tigris-Eufrat, melemahkan kontrol Babilonia atas Ur dan Larsa; Asyur independen di Tigris hulu—Puzur-Sin atau penerusnya, kerajaan kota dengan perdagangan regional; Elam di Iran barat daya—kerajaan independen, kadang aliansi atau konflik dengan Babilonia; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks mengairi ribuan hektar; keagamaan Marduk di Babilonia—kuil Esagila sebagai pusat ekonomi dan politik; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; administrasi cuneiform—tablet untuk catatan komersial, hukum, dan sastra; teknologi metalurgi perunggu matang—casting untuk senjata, kapak, dan perhiasan.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek (lebih dari 50 raja dalam ~130 tahun); ibukota Itjtawy (dekat Faiyum) masih pusat administrasi; Sobekhotep II atau raja kontemporer—nama beberapa raja Dinasti ke-13 tercatat dalam Turin King List; ekspansi ke Nubia—benteng Semna, Buhen, Uronarti di Katarak Kedua masih berfungsi untuk mengamankan rute emas; perdagangan dengan Punt (emas, gading, myrrh, frankincense, ebony) dan Levant (kayu cedar, minyak zaitun, kaca); ketidakstabilan politik—suksesi tidak stabil, beberapa raja memerintah hanya beberapa bulan; nomarch (gubernur) di Thebes, Asyut, Coptos memperkuat kekuasaan regional—fragmentasi kekuasaan terpusat; birokrasi dan sastra berlanjut—Tale of Sinuhe, Story of the Eloquent Peasant; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah menuju invasi Hyksos sekitar 1650 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus (Late Harappan, sekitar 1900–1300 SM) berlanjut; kota Harappa dan Mohenjo-daro masih berfungsi dengan populasi jauh lebih kecil—deurbanisasi dan migrasi ke timur; budaya Cemetery H di Punjab (sekitar 1900–1300 SM)—tembikar dengan pola geometris dan penguburan; budaya Ochre Colored Pottery di lembah Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—permukiman pertanian baru; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—isolasi komersial; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan secara luas; pertanian dan domestikasi hewan berlanjut dengan adaptasi iklim; permukiman lebih kecil dan tersebar—transisi dari urban ke rural.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Budaya Erlitou Fase III (sekitar 1800–1600 SM) berlanjut—pusat urban pertama di Tiongkok; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) sebagai ibukota dengan istana besar, casting perunggu matang untuk ritual (ding, jue, gu) dan senjata; Dinasti Xia (tradisi: sekitar 2070–1600 SM) berlanjut—raja Xia memerintah dengan legitimasi kontrol banjir dan ritual leluhur; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze; hierarki sosial—raja, bangsawan, rakyat jelata; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi perunggu dan budaya; transisi ke Dinasti Shang akan terjadi sekitar 1600 SM—legenda Tang menggulingkan Jie (raja Xia terakhir).
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM)—kerajaan besar Syria di bawah Yarim-Lim atau penerusnya, hegemoni regional; kota Byblos (Gubla)—pusat perdagangan kayu cedar dengan Mesir, hubungan diplomatik erat; Ugarit (Ras Shamra)—pelabuhan penting di pantai Syria, perdagangan maritim; Qatna—pusat regional dengan istana dan kuil; perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia—kayu cedar, minyak zaitun, anggur, kaca, tekstil; budaya campuran Kanaan, Amori, dan Hurrian; sistem tulisan cuneiform di Syria; Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM).
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial (sekitar 1700–1450 SM) berlanjut—istana-istana dibangun kembali setelah gempa sekitar 1700 SM; Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin, drainase dengan pipa terakota; istana Phaistos, Malia, Zakros—masing-masing pusat regional; Linear A digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir, Levant, Anatolia—minyak zaitun, anggur, tembikar, emas, gading; Peradaban Mykenai di daratan Yunani—permukiman di Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs (makam bundar) untuk elite—diameter hingga 14 meter; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Pasca-Anitta): Anitta dari Kussara telah menghancurkan Hattusa sekitar 1700 SM dan mengutuk situs; Nesa (Kanesh) sebagai pusat kekuasaan—kerajaan Anitta menguasai Anatolia tengah; kerajaan-kerajaan kecil—Kussara, Purushanda, fragmentasi politik; perdagangan logam (tembaga, timah, perak) berlanjut—sumber daya mineral Anatolia; tulisan cuneiform diadaptasi untuk bahasa Het; teknologi besi awal—besi meteorit untuk perhiasan; Labarna atau Hattusili I akan mendirikan Kerajaan Het Kuno sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota kembali ke Hattusa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berkembang di Eropa Tengah—Jerman, Ceko, Polandia, Austria; Zaman Perunggu Awal—teknologi metalurgi matang; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—amber Baltik, barang Mediterania; mound building (tumulus)—makam gundukan untuk elite; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM); migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 berlanjut dengan banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; benteng Nubia (Semna, Buhen, Uronarti) berfungsi; perdagangan dengan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik—nomarch memperkuat kekuasaan regional; birokrasi dan sastra berlanjut; periode lemah menuju invasi Hyksos.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma (sekitar 2500–1500 SM) berlanjut—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; Deffufa di Kerma (ibu kota)—struktur bata lumpur besar, fungsi keagamaan atau administratif; perdagangan emas dengan Mesir—Wadi Allaqi, Wadi Hammamat; budaya independen—tembikar khas hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute perdagangan Nil—posisi strategis; tekanan dari benteng Mesir di Nubia Bawah; perdagangan gading dan kulit hewan; populasi Kerma sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian di berbagai daerah—sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam, barang mewah; teknologi besi mulai menyebar (puncak sekitar 1000 SM); diversitas budaya tinggi—ratusan bahasa dan budaya; Nok culture (Nigeria) akan berkembang sekitar 1500 SM; Bantu expansion akan dimulai sekitar 1000 SM.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat utama (puncak sekitar 1200–900 SM)—platform dan plaza, populasi ~5.000 jiwa; patung kepala kolosal dari batu basalt—elite penguasa dengan helm khas; sistem keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade—Guatemala, berbagai sumber; pertanian jagung, kacang, labu (“Three Sisters”); sistem sosial hierarkis—elite, pendeta, rakyat jelata.
- Andes: Pascacaral-Supe (sekitar 1800–1500 SM) berlanjut—setelah akhir budaya Caral-Supe sekitar 1800 SM; warisan Caral—arsitektur piramida dan plaza, irigasi canggih; pertanian teras di pegunungan; perdagangan jarak jauh; tekstil dengan kapas dan alpaca wool; Quipu akan berkembang—sistem pencatatan dengan tali; teknologi metalurgi emas dan tembaga untuk perhiasan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi ke Pasifik barat (Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia) berlanjut; teknologi perahu bercadik (catamaran); permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia; pertanian ubi jalar dan taro; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM)—tembikar berpola geometris; perdagangan jarak jauh antar pulau—obsidian, shell; navigasi bintang; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau.
Tahun 1690 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Abi-Eshuh (sekitar 1711–1684 SM) masih memerintah Babilonia—tahun ke-22 pemerintahannya; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara; konflik dengan Sealand di selatan—wilayah rawa-rawa muara lepas dari kontrol penuh; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam di Iran barat daya—kerajaan independen; ziggurat, irigasi, keagamaan Marduk, administrasi cuneiform; teknologi metalurgi perunggu matang; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 berlanjut—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; benteng Nubia (Semna, Buhen, Uronarti) berfungsi; perdagangan dengan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik—suksesi tidak stabil; nomarch di Thebes, Asyut memperkuat kekuasaan; birokrasi dan sastra berlanjut; hubungan diplomatik dengan Syria-Kanaan; periode lemah menuju invasi Hyksos sekitar 1650 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Lembah Indus (Late Harappan) berlanjut; Harappa dan Mohenjo-daro dengan populasi menurun; budaya Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga); perdagangan dengan Mesopotamia menurun; permukiman lebih kecil dan tersebar; transisi dari urban ke rural.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou sebagai ibukota dengan istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; kontak stepa Asia Tengah; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni regional Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—pusat administratif dan keagamaan; Linear A untuk administrasi; perdagangan maritim Mediterania; Peradaban Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs untuk elite; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Pasca-Anitta): Nesa (Kanesh) sebagai pusat setelah kehancuran Hattusa oleh Anitta (~1700 SM); kerajaan-kerajaan kecil Anatolia; perdagangan logam; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; fondasi Kerajaan Het Kuno akan didirikan sekitar 1650 SM oleh Hattusili I.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang; Zaman Perunggu Awal—metalurgi matang; perdagangan tembaga dan timah; mound building (tumulus); migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13—banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik; nomarch regional; periode lemah.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen—tembikar hitam-putih; kontrol rute Nil; perdagangan gading dan kulit hewan.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian—sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; Nok culture dan Bantu expansion akan datang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat; patung kepala kolosal; sistem keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe berlanjut; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks.
Tahun 1685 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Abi-Eshuh (sekitar 1711–1684 SM) memasuki tahun akhir pemerintahannya; Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) akan naik takhta—raja Babilonia Amori, memerintah panjang; Code of Hammurabi tetap hukum resmi—warisan hukum tertulis tertua dan komprehensif; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Borsippa; konflik dengan Sealand di selatan—dinasti wilayah rawa-rawa melemahkan kontrol Ur/Larsa; Asyur independen—kerajaan kota; Elam di Iran barat daya—kerajaan independen; ziggurat, irigasi, kuil Marduk, administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; teknologi perunggu matang.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 berlanjut—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; benteng Nubia (Semna, Buhen, Uronarti) berfungsi; perdagangan dengan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik—suksesi tidak stabil; nomarch Thebes, Asyut memperkuat kekuasaan regional; birokrasi dan sastra berlanjut; hubungan diplomatik Syria-Kanaan; periode lemah menuju invasi Hyksos sekitar 1650 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Lembah Indus (Late Harappan) berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; budaya Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu; Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Shang sekitar 1600 SM.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—pusat regional; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Pasca-Anitta): Nesa (Kanesh) pusat kekuasaan pasca-Anitta; kerajaan kecil Anatolia; perdagangan logam; cuneiform untuk bahasa Het; Hattusili I akan mendirikan Kerajaan Het Kuno sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota ke Hattusa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice; Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan; nomarch regional; periode lemah.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; besi menyebar; diversitas budaya; Nok dan Bantu akan datang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks.
Tahun 1680 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) memerintah Babilonia—tahun ke-4 pemerintahannya; Dinasti Amori Babilonia berlanjut; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand di selatan—wilayah rawa-rawa muara; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam di Iran barat daya—kerajaan independen; ziggurat, irigasi, kuil Marduk (Esagila), administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; teknologi metalurgi perunggu matang.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 berlanjut—banyak raja berumur pendek; ibukota Itjtawy; benteng Nubia (Semna, Buhen, Uronarti) berfungsi; perdagangan dengan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik—suksesi tidak stabil; nomarch Thebes, Asyut, Coptos memperkuat kekuasaan; birokrasi dan sastra berlanjut; hubungan diplomatik Syria-Kanaan; periode lemah menuju invasi Hyksos sekitar 1650 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Lembah Indus (Late Harappan) berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; budaya Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga); perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar—transisi urban ke rural.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu matang (ding, jue, gu); Dinasti Xia (tradisi) berlanjut; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; kontak stepa Asia Tengah; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—pusat administratif dan keagamaan; Linear A untuk administrasi; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir, Levant, Anatolia; Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs untuk elite; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Pasca-Anitta): Nesa (Kanesh) pusat kekuasaan pasca-Anitta (~1700 SM); kerajaan kecil Anatolia—Kussara, Purushanda; perdagangan logam (tembaga, timah, perak); cuneiform untuk bahasa Het; Hattusili I (Labarna) akan mendirikan Kerajaan Het Kuno sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota ke Hattusa—mengakhiri kutukan Anitta.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berkembang; Zaman Perunggu Awal—metalurgi matang; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); mound building (tumulus); migrasi Indo-Eropa; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan; nomarch regional; periode lemah.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma—struktur bata lumpur besar; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen—tembikar hitam-putih; kontrol rute Nil; perdagangan gading dan kulit hewan; populasi Kerma sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; Nok culture (sekitar 1500 SM) dan Bantu expansion (sekitar 1000 SM) akan datang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat—platform dan plaza; patung kepala kolosal; sistem keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe berlanjut; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil kapas dan alpaca; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik (catamaran); permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; budaya Lapita—tembikar berpola; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1675 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) masih memerintah Babilonia—tahun ke-9 pemerintahannya; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara; konflik dengan Sealand di selatan; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; teknologi perunggu matang.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 berlanjut—banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia (Semna, Buhen, Uronarti); perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik; nomarch Thebes, Asyut memperkuat kekuasaan; birokrasi dan sastra; hubungan diplomatik; periode lemah menuju Hyksos sekitar 1650 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; permukiman kecil.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III; Erlitou ibukota—istana, casting perunggu; Dinasti Xia berlanjut; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Shang sekitar 1600 SM.
- Levant & Syria: Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna; perdagangan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Pasca-Anitta): Nesa (Kanesh) pusat; kerajaan kecil Anatolia; perdagangan logam; cuneiform untuk bahasa Het; Hattusili I akan mendirikan Kerajaan Het Kuno sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota ke Hattusa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice; Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan; nomarch regional; periode lemah.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; besi menyebar; diversitas budaya.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks.
Tahun 1670 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) masih memerintah Babilonia—tahun ke-14 pemerintahannya; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa; konflik dengan Sealand; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 berlanjut—banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik; nomarch regional; birokrasi dan sastra; periode lemah menuju Hyksos sekitar 1650 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; permukiman kecil.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III; Erlitou ibukota; Dinasti Xia berlanjut; pertanian padi dan millet; transisi ke Shang sekitar 1600 SM.
- Levant & Syria: Yamhad di Aleppo; Byblos, Ugarit, Qatna; perdagangan Mesir dan Mesopotamia; Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Pasca-Anitta): Nesa (Kanesh) pusat; kerajaan kecil Anatolia; perdagangan logam; Hattusili I akan mendirikan Kerajaan Het Kuno sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota ke Hattusa.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice; Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan; nomarch regional; periode lemah.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; besi menyebar; diversitas budaya.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks.
Tahun 1665 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) masih memerintah Babilonia—tahun ke-19 pemerintahannya; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara; konflik dengan Sealand di selatan; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; teknologi perunggu matang.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 berlanjut—banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia (Semna, Buhen, Uronarti); perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik—suksesi tidak stabil; nomarch Thebes, Asyut memperkuat kekuasaan; birokrasi dan sastra berlanjut; hubungan diplomatik Syria-Kanaan; periode lemah—invasi Hyksos akan terjadi sekitar 1650 SM, mengakhiri Dinasti ke-13 dan memulai Periode Intermediate Kedua.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga); perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu; Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—mendekati akhir (sekitar 1600 SM); pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM—legenda Tang menggulingkan Jie (raja Xia terakhir).
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—pusat administratif dan keagamaan; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Transisi): Nesa (Kanesh) masih pusat kekuasaan pasca-Anitta (~1700 SM); kerajaan kecil Anatolia—Labarna atau Hattusili I dari Kussara akan segera mendirikan Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650 SM) dan memindahkan ibukota ke Hattusa—mengakhiri kutukan Anitta dan mengawali era Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM); perdagangan logam; cuneiform untuk bahasa Het.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM); Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan; nomarch regional; periode lemah—Hyksos akan menyerbu sekitar 1650 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; besi menyebar; diversitas budaya; Nok culture dan Bantu expansion akan datang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe berlanjut; pertanian teras dan irigasi; perdagangan; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks.
Tahun 1660 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) masih memerintah Babilonia—tahun ke-24 pemerintahannya; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa; konflik dengan Sealand; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa.
- Mesir (Dinasti ke-13): Dinasti ke-13 berlanjut—banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik; nomarch regional; birokrasi dan sastra; invasi Hyksos akan terjadi sekitar 1650 SM—akhir Dinasti ke-13, awal Periode Intermediate Kedua (sekitar 1650–1550 SM).
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; permukiman kecil.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III; Erlitou ibukota; Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—akhir sekitar 1600 SM; pertanian padi dan millet; transisi ke Shang sekitar 1600 SM.
- Levant & Syria: Yamhad di Aleppo; Byblos, Ugarit, Qatna; perdagangan Mesir dan Mesopotamia; Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Transisi): Hattusili I (Labarna) dari Kussara akan mendirikan Kerajaan Het Kuno sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota ke Hattusa—peristiwa besar: mengakhiri kutukan Anitta (~1700 SM), mengawali era Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM); perdagangan logam; cuneiform untuk bahasa Het.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice; Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan; nomarch regional; periode lemah—Hyksos akan menyerbu sekitar 1650 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; besi menyebar; diversitas budaya.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks.
Tahun 1655 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) masih memerintah Babilonia—tahun ke-29 pemerintahannya; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa; konflik dengan Sealand; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa.
- Mesir (Dinasti ke-13): Akhir Dinasti ke-13 mendekat—banyak raja berumur pendek; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan politik ekstrem; nomarch regional; invasi Hyksos akan terjadi sekitar 1650 SM—kelompok dari Levant (Kanaan/Syria) akan merebut Delta Nil dan mendirikan Dinasti ke-15 (Hyksos), memulai Periode Intermediate Kedua (sekitar 1650–1550 SM).
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; perdagangan menurun; permukiman kecil.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Erlitou Fase III; Erlitou ibukota; Dinasti Xia (tradisi) berlanjut—akhir sekitar 1600 SM; pertanian padi dan millet; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM—legenda Tang (Cheng Tang) menggulingkan Jie (raja Xia terakhir).
- Levant & Syria: Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna; Hyksos (kelompok Kanaan/Amori) akan bergerak ke Mesir sekitar 1650 SM—mungkin dari wilayah Syria-Kanaan; perdagangan Mesir dan Mesopotamia; Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta ~100.000 jiwa.
- Anatolia (Het & Kelahiran Kerajaan Het Kuno): Hattusili I (Labarna) dari Kussara akan mendirikan Kerajaan Het Kuno sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota ke Hattusa—peristiwa besar: mengakhiri kutukan Anitta (~1700 SM), Hattusa menjadi ibukota tetap Kerajaan Het; perdagangan logam; cuneiform untuk bahasa Het; hukum Het (Hittite Laws) akan dikodifikasi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM); Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Dinasti ke-13): Akhir Dinasti ke-13 mendekat; Itjtawy; benteng Nubia; perdagangan Punt dan Levant; ketidakstabilan ekstrem; invasi Hyksos sekitar 1650 SM—akhir Dinasti ke-13, awal Periode Intermediate Kedua.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir; budaya independen; kontrol rute Nil; setelah invasi Hyksos, Mesir terpecah—Kerma dapat memperkuat posisi regional.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; besi menyebar; diversitas budaya.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe berlanjut; pertanian teras dan irigasi; perdagangan; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; navigasi bintang; sistem sosial kompleks.
Tahun 1650 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) masih memerintah Babilonia—tahun ke-34 pemerintahannya; Dinasti Amori Babilonia (sekitar 1894–1595 SM) berlanjut; Code of Hammurabi (sekitar 1750 SM) tetap hukum resmi—warisan hukum tertulis tertua dan paling komprehensif; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand (Dynasty of the Sea Land) di selatan—wilayah rawa-rawa muara Tigris-Eufrat lepas dari kontrol penuh; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu, perdagangan regional; Elam di Iran barat daya—kerajaan independen, kadang aliansi atau konflik dengan Babilonia; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks; keagamaan Marduk di Babilonia—kuil Esagila sebagai pusat ekonomi dan politik; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; administrasi cuneiform—tablet untuk catatan komersial, hukum, dan sastra; teknologi metalurgi perunggu matang—casting untuk senjata dan perhiasan.
- Mesir (Dinasti ke-13 & Invasi Hyksos): Berakhirnya Dinasti ke-13 (sekitar 1782–1650 SM)—banyak raja berumur pendek (lebih dari 50 raja dalam ~130 tahun); invasi Hyksos sekitar 1650 SM—kelompok dari Levant (Kanaan/Syria, mungkin Amori atau campuran) merebut Delta Nil dan mendirikan Dinasti ke-15 (Hyksos)—ibukota Avaris (Tell el-Dab’a); mulainya Periode Intermediate Kedua (sekitar 1650–1550 SM)—Mesir terpecah: Hyksos di utara (Delta), Dinasti ke-16/17 di Thebes (Mesir Hulu); teknologi perang Hyksos—kereta perang (chariot), busur komposit, memperkenalkan inovasi ke Mesir; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia dan Kerma dapat memperkuat posisi dengan melemahnya Mesir terpusat.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus (Late Harappan, sekitar 1900–1300 SM) berlanjut; kota Harappa dan Mohenjo-daro masih berfungsi dengan populasi jauh lebih kecil—deurbanisasi; budaya Cemetery H di Punjab (sekitar 1900–1300 SM) dan budaya Ochre Colored Pottery di lembah Gangga (sekitar 2000–1500 SM)—migrasi dan permukiman baru ke timur; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis—isolasi komersial; permukiman lebih kecil dan tersebar—transisi dari urban ke rural.
- Tiongkok (Xia & Shang Awal): Budaya Erlitou Fase III (sekitar 1800–1600 SM) berlanjut—pusat urban pertama di Tiongkok; Erlitou (~300 hektar, populasi ~20.000 jiwa) sebagai ibukota dengan istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi: sekitar 2070–1600 SM) mendekati akhir—transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM: legenda Tang (Cheng Tang) menggulingkan Jie (raja Xia terakhir) dan mendirikan Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM); pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning dan Yangtze; hierarki sosial—raja, bangsawan, rakyat jelata; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi perunggu.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo (sekitar 1810–1525 SM) berlanjut—hegemoni Syria; kota Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; Hyksos—kelompok yang menyerbu Mesir sekitar 1650 SM mungkin berasal dari wilayah Syria-Kanaan atau memiliki hubungan dengan Yamhad; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM).
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial (sekitar 1700–1450 SM) berlanjut—istana-istana dibangun kembali setelah gempa sekitar 1700 SM; Istana Knossos (~18.000 m²) sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin, drainase canggih; istana Phaistos, Malia, Zakros—masing-masing pusat regional; Linear A digunakan untuk administrasi dan inventaris; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (minyak zaitun, anggur, tembikar untuk emas, gading), Levant (kayu cedar, tekstil, kaca), Anatolia (logam); Peradaban Mykenai di daratan Yunani—permukiman di Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs (makam bundar) untuk elite—diameter hingga 14 meter; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Het & Kelahiran Kerajaan Het Kuno): Hattusili I (nama lahir Labarna) dari Kussara mendirikan Kerajaan Het Kuno sekitar 1650 SM dan memindahkan ibukota ke Hattusa—peristiwa besar: mengakhiri kutukan Anitta (~1700 SM) yang telah menghancurkan Hattusa dan mengutuk siapa pun yang menduduki kembali; Hattusa menjadi ibukota tetap Kerajaan Het Kuno (sekitar 1650–1500 SM); Hattusili I memerintah (sekitar 1650–1620 SM)—ekspansi ke Anatolia selatan dan Syria, konflik dengan Yamhad (Aleppo) dan Hurrian; tulisan cuneiform diadaptasi untuk bahasa Het—dokumen tertua Kerajaan Het; teknologi besi awal—besi meteorit untuk perhiasan dan senjata; arsitektur benteng—dinding cyclopean di Hattusa; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa badai (Teshub), dewi matahari (Arinna); hukum Het (Hittite Laws) akan dikodifikasi—sistem hukum komprehensif dengan kompensasi dan hukuman.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) mendekati akhir—akan digantikan oleh Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM); Zaman Perunggu Awal berlanjut—teknologi metalurgi matang; perdagangan tembaga (Alpen—Mitterberg) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk senjata dan perhiasan; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—amber Baltik, barang Mediterania; mound building (tumulus)—makam gundukan untuk elite; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—bahasa Proto-Indo-Eropa terpecah.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Akhir Dinasti ke-13 & Invasi Hyksos): Berakhirnya Dinasti ke-13 sekitar 1650 SM; invasi Hyksos sekitar 1650 SM—mulainya Periode Intermediate Kedua (sekitar 1650–1550 SM); Dinasti ke-15 (Hyksos) menguasai Delta Nil—ibukota Avaris (Tell el-Dab’a); Dinasti ke-16 (vassal Hyksos di Mesir Tengah?) dan Dinasti ke-17 (Thebes, Mesir Hulu) mempertahankan kekuasaan lokal; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit—memperkenalkan inovasi militer ke Mesir; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; birokrasi dan budaya Mesir berlanjut di wilayah yang dikuasai Hyksos—asimilasi dan sintesis budaya.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma (sekitar 2500–1500 SM) berlanjut—kerajaan independen pertama di Afrika Sub-Sahara; dengan melemahnya Mesir (invasi Hyksos, terpecah), Kerma dapat memperkuat posisi dan kontrol rute perdagangan Nil; Deffufa di Kerma (ibu kota)—struktur bata lumpur besar, fungsi keagamaan atau administratif; perdagangan emas dengan Mesir dan Levant—Wadi Allaqi, Wadi Hammamat; budaya independen—tembikar khas hitam-putih, arsitektur berbeda dari Mesir; perdagangan gading dan kulit hewan—ekspor ke Mediterania; populasi Kerma sekitar 3.000–4.000 jiwa—akan tumbuh pada abad berikutnya.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian berkembang di berbagai daerah—pertanian sorghum, millet, dan yam di Sahel, Lembah Niger, dan Afrika Timur; perdagangan regional berkembang—jaringan pertukaran antar komunitas untuk garam (Sahara), logam, tembikar, dan barang-barang mewah; teknologi besi mulai menyebar dari Afrika Utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM)—penyebaran teknologi metalurgi melalui rute perdagangan dan migrasi; diversitas budaya tinggi dengan berbagai kelompok etnis—ratusan bahasa dan budaya berbeda; domestikasi sapi, kambing, domba di berbagai wilayah—peternakan sebagai basis ekonomi; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan, kepala suku, dan ritual bersama; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—budaya dengan seni terracotta canggih; Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran ke seluruh Afrika Sub-Sahara; permukiman semi-sedenter—desa-desa dengan pertanian musiman dan penggembalaan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM) berlanjut—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, kompleks upacara dengan platform dan plaza; patung kepala kolosal dibuat dari batu basalt—berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter, menggambarkan elite penguasa dengan helm khas; sistem kalender berkembang (Long Count calendar akan muncul sekitar 400 SM)—sistem penghitungan waktu kompleks berdasarkan observasi astronomi; sistem keagamaan dengan dewa-dewa utama—dewa jaguar (were-jaguar), dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade berkembang—jade dari Guatemala (Motagua Valley), obsidian dari berbagai sumber; pertanian berkembang dengan jagung (maize), kacang-kacangan, dan labu—“Three Sisters” agriculture; sistem sosial hierarkis berkembang—elite penguasa, pendeta, dan rakyat jelata; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM).
- Andes: Pascacaral-Supe (sekitar 1800–1500 SM) berlanjut—setelah akhir budaya Caral-Supe sekitar 1800 SM; warisan Caral, Aspero, Kotosh—arsitektur monumental dengan piramida dan plaza, sistem irigasi canggih, pertanian teras; pertanian teras berkembang di pegunungan—sistem pertanian berkelanjutan; sistem irigasi canggih untuk pertanian di gurun—kanal untuk mengairi lahan kering; perdagangan jarak jauh berkembang—pertukaran barang antar wilayah; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa—struktur hierarkis; tekstil berkembang dengan teknik canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan untuk catatan numerik; teknologi metalurgi—pengolahan emas dan tembaga untuk perhiasan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu berkembang dengan perahu bercadik—kapal dengan dua lambung (catamaran) untuk stabilitas, panjang hingga 20 meter; permukiman di berbagai kepulauan di Pasifik barat—kepulauan Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia dengan populasi kecil; pertanian ubi jalar (sweet potato) dan taro berkembang—tanaman pangan utama dengan sistem pertanian teras; sistem navigasi bintang berkembang—pengetahuan astronomi untuk navigasi lintas samudra, pemetaan bintang dan arus laut; budaya Lapita berkembang di Pasifik barat (sekitar 1500–500 SM)—budaya dengan tembikar khas berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan jarak jauh antar pulau berkembang—jaringan pertukaran obsidian, shell, dan barang-barang mewah (manik-manik, perhiasan); sistem sosial kompleks berkembang—struktur kekerabatan dan hierarki sosial, sistem kepemimpinan; teknologi tembikar berkembang—tembikar dengan pola geometris dan gambar untuk penggunaan sehari-hari dan upacara; kontak dengan Asia Tenggara melalui perdagangan—pertukaran budaya dan teknologi dengan daratan Asia; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih untuk navigasi samudra dengan layar dan dayung; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur (Tonga, Samoa, kemudian ke timur); pengetahuan ekologi—pengelolaan sumber daya pulau secara berkelanjutan.
Tahun 1645 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) masih memerintah Babilonia—tahun ke-39 pemerintahannya; Dinasti Amori Babilonia (sekitar 1894–1595 SM) berlanjut; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia menguasai Mesopotamia tengah dan utara—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand di selatan—wilayah rawa-rawa muara Tigris-Eufrat; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam di Iran barat daya—kerajaan independen; ziggurat dan irigasi—sistem kanal kompleks; keagamaan Marduk di Babilonia—kuil Esagila; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; administrasi cuneiform; teknologi metalurgi perunggu matang; Ammi-saduqa (sekitar 1646–1626 SM) akan menggantikan Ammi-ditana—raja yang mengeluarkan edikt penghapusan utang (mîšarum).
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) berkuasa di Delta Nil—ibukota Avaris (Tell el-Dab’a); Periode Intermediate Kedua (sekitar 1650–1550 SM) berlanjut—Mesir terpecah: Hyksos di utara, Dinasti ke-16 (vassal Hyksos?) di Mesir Tengah, Dinasti ke-17 (Thebes) di Mesir Hulu; teknologi Hyksos—kereta perang (chariot), busur komposit—asimilasi teknologi Levant; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania—kayu cedar, minyak zaitun, tembikar; Kerma dan Nubia memperkuat posisi dengan melemahnya Mesir terpusat; birokrasi dan budaya Mesir berlanjut di wilayah Hyksos—sintesis budaya Mesir-Kanaan.
- Lembah Indus (Harappa): Kemunduran Peradaban Lembah Indus (Late Harappan) berlanjut; Harappa dan Mohenjo-daro populasi menurun—deurbanisasi; budaya Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga)—migrasi ke timur; perdagangan dengan Mesopotamia dan Oman menurun drastis; permukiman lebih kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia Akhir & Transisi Shang): Budaya Erlitou Fase III berlanjut—pusat urban pertama di Tiongkok; Erlitou sebagai ibukota dengan istana besar dan casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi) mendekati akhir—Jie (raja Xia terakhir, tradisi) memerintah; pertanian padi dan millet; hierarki sosial—raja, bangsawan, rakyat jelata; Tang (Cheng Tang) dari suku Shang akan menggulingkan Jie sekitar 1600 SM—legenda pendirian Dinasti Shang.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo berlanjut—hegemoni Syria; kota Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; hubungan Hyksos dengan Levant—aliran barang dan ide ke Delta Nil.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos sebagai pusat administratif dan keagamaan—arsitektur labirin, drainase canggih; istana Phaistos, Malia, Zakros; Linear A untuk administrasi; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (Hyksos), Levant, Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs untuk elite; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Hattusili I (sekitar 1650–1620 SM) memerintah Kerajaan Het Kuno—ibukota Hattusa; ekspansi ke Anatolia selatan dan Syria—konflik dengan Yamhad (Aleppo) dan Hurrian; tulisan cuneiform untuk bahasa Het—dokumen tertua Kerajaan Het; teknologi besi awal—besi meteorit; arsitektur benteng—dinding cyclopean di Hattusa; keagamaan Indo-Eropa dan Anatolia—dewa badai (Teshub), dewi matahari (Arinna).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM) berlanjut—mendekati akhir; Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; mound building (tumulus); migrasi Indo-Eropa—Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-16/17 di Thebes (Mesir Hulu)—vassal atau independen; teknologi kereta perang dan busur komposit Hyksos; perdagangan Hyksos dengan Levant; ketidakstabilan politik—fragmentasi kekuasaan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut—dengan melemahnya Mesir terpusat, Kerma memperkuat kontrol rute perdagangan Nil; Deffufa di Kerma—struktur bata lumpur besar; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen—tembikar khas, arsitektur; perdagangan gading dan kulit hewan; populasi Kerma sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian di Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur—sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam, tembikar; teknologi besi menyebar dari utara; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal berlanjut; San Lorenzo sebagai pusat—platform dan plaza; patung kepala kolosal; sistem kalender dan keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian jagung, kacang, labu; hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat.
- Andes: Pascacaral-Supe berlanjut; pertanian teras dan irigasi canggih; perdagangan jarak jauh; tekstil canggih—kapas dan alpaca wool; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; warisan Caral, Aspero, Kotosh.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik—catamaran untuk navigasi; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita—tembikar berpola geometris; perdagangan antar pulau—obsidian, shell; sistem sosial kompleks; kontak dengan Asia Tenggara; outrigger canoes.
Tahun 1640 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-ditana (sekitar 1683–1640-an SM) mendekati akhir pemerintahannya atau Ammi-saduqa (sekitar 1646–1626 SM) baru naik—transisi dinasti Babilonia; Dinasti Amori Babilonia berlanjut; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand di selatan; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; edikt mîšarum (penghapusan utang) Ammi-saduqa—tradisi kerajaan Mesopotamia untuk stabilitas sosial.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) menguasai Delta Nil—Avaris; Periode Intermediate Kedua berlanjut—Mesir terpecah; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu) mempertahankan kekuasaan lokal—konflik atau koeksistensi dengan Hyksos; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; birokrasi Mesir berlanjut di wilayah Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—migrasi ke lembah Gangga; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia Akhir): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu; Dinasti Xia (tradisi) mendekati akhir—Jie (raja Xia terakhir) memerintah; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM—legenda Tang menggulingkan Jie.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; hubungan dagang dan politik dengan Avaris.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—pusat administratif; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Hattusili I (sekitar 1650–1620 SM) memerintah—ekspansi ke Anatolia selatan dan Syria; konflik dengan Yamhad (Aleppo) dan Hurrian; Hattusa ibukota—benteng cyclopean; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Mursili I (cucu angkat Hattusili I) akan menggantikan sekitar 1620 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM); Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa; transisi ke Budaya Tumulus.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kekuasaan lokal Mesir Hulu; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai wilayah; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat—platform, plaza; kepala kolosal; keagamaan dewa jaguar, hujan, jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil canggih; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; warisan Caral, Aspero, Kotosh.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1635 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-saduqa (sekitar 1646–1626 SM) memerintah Babilonia—tahun ke-12 pemerintahannya; Dinasti Amori Babilonia berlanjut; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand di selatan; Asyur independen—kerajaan kota Tigris hulu; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; edikt mîšarum Ammi-saduqa—tradisi penghapusan utang untuk stabilitas; Samsu-ditana (sekitar 1625–1595 SM) akan menggantikan Ammi-saduqa—raja terakhir Dinasti Amori Babilonia (jatuh sekitar 1595 SM oleh Het).
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta Nil—Avaris; Periode Intermediate Kedua berlanjut—Mesir terpecah; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu)—mempertahankan kekuasaan lokal, konflik dengan Hyksos; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; birokrasi Mesir berlanjut di wilayah Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga)—migrasi ke timur; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi dari urban ke rural.
- Tiongkok (Xia Akhir & Transisi Shang): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu matang; Dinasti Xia (tradisi) mendekati akhir—Jie (raja Xia terakhir) memerintah; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; Tang (Cheng Tang) dari suku Shang akan menggulingkan Jie sekitar 1600 SM—pendirian Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM).
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; hubungan dengan Avaris—aliran barang dan teknologi.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—pusat administratif dan keagamaan; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (Hyksos), Levant, Anatolia; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Hattusili I (sekitar 1650–1620 SM) mendekati akhir pemerintahannya—ekspansi ke Anatolia selatan dan Syria; konflik dengan Yamhad (Aleppo) dan Hurrian; Hattusa ibukota—benteng cyclopean; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Mursili I (cucu angkat) akan naik sekitar 1620 SM—akan melakukan serangan ke Aleppo dan nanti ke Babilonia.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM); Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; mound building; migrasi Indo-Eropa; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kekuasaan lokal Mesir Hulu; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; birokrasi Mesir berlanjut di wilayah Hyksos.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma—struktur bata lumpur besar; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen—tembikar khas, arsitektur; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, tembikar; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat—platform, plaza; kepala kolosal; keagamaan dewa jaguar, hujan, jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi canggih; perdagangan jarak jauh; tekstil canggih—kapas dan alpaca wool; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; warisan Caral, Aspero, Kotosh.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita—tembikar berpola; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; outrigger canoes.
Tahun 1630 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-saduqa (sekitar 1646–1626 SM) memerintah Babilonia—tahun ke-17 pemerintahannya; Dinasti Amori Babilonia berlanjut; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand di selatan; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; Samsu-ditana akan menggantikan Ammi-saduqa sekitar 1625 SM—raja terakhir sebelum jatuhnya Babilonia ke Het (sekitar 1595 SM).
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta Nil—Avaris; Periode Intermediate Kedua berlanjut—Mesir terpecah; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu)—mempertahankan kekuasaan lokal; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; birokrasi Mesir berlanjut di wilayah Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—migrasi ke lembah Gangga; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia Akhir & Transisi Shang): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu; Dinasti Xia (tradisi) mendekati akhir—Jie (raja Xia terakhir) memerintah; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM—legenda Tang menggulingkan Jie, pendirian Dinasti Shang.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; hubungan dengan Avaris.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Hattusili I (sekitar 1650–1620 SM) mendekati akhir pemerintahannya—ekspansi ke Anatolia selatan dan Syria; konflik dengan Yamhad (Aleppo) dan Hurrian; Hattusa ibukota; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Mursili I akan naik sekitar 1620 SM—akan melanjutkan ekspansi dan nanti menyerang Babilonia (sekitar 1595 SM).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM); Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa; transisi ke Budaya Tumulus.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kekuasaan lokal Mesir Hulu; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1625 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Ammi-saduqa (sekitar 1646–1626 SM) mendekati akhir pemerintahannya atau Samsu-ditana (sekitar 1625–1595 SM) baru naik—raja terakhir Dinasti Amori Babilonia (jatuh sekitar 1595 SM ke tangan Mursili I Het); Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand di selatan; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; Dinasti Amori Babilonia akan berakhir sekitar 1595 SM—penyerbuan Het ke Babilonia.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta Nil—Avaris; Periode Intermediate Kedua berlanjut—Mesir terpecah; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu)—mempertahankan kekuasaan lokal; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; birokrasi Mesir berlanjut di wilayah Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—migrasi ke lembah Gangga; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia Akhir & Transisi Shang): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu; Dinasti Xia (tradisi) mendekati akhir—Jie (raja Xia terakhir) memerintah; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM—legenda Tang menggulingkan Jie, pendirian Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM).
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; Mursili I Het akan menyerang Aleppo (sekitar 1595 SM atau sebelumnya)—melemahkan Yamhad.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Hattusili I (sekitar 1650–1620 SM) berakhir—Mursili I (sekitar 1620–1590 SM) naik tahta, cucu angkat Hattusili I; Kerajaan Het Kuno berlanjut—ibukota Hattusa; Mursili I akan melanjutkan ekspansi ke Syria (Aleppo) dan nanti melakukan serangan ke Babilonia (sekitar 1595 SM)—penjarahan yang mengakhiri Dinasti Amori Babilonia; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM); Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kekuasaan lokal Mesir Hulu; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1620 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Mursili I Het (sekitar 1620–1590 SM) naik tahta—cucu angkat Hattusili I; Samsu-ditana (sekitar 1625–1595 SM) memerintah Babilonia—raja terakhir Dinasti Amori Babilonia; Dinasti Amori Babilonia berlanjut—akan jatuh sekitar 1595 SM oleh serangan Mursili I; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta Nil—Avaris; Periode Intermediate Kedua berlanjut—Mesir terpecah; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu)—mempertahankan kekuasaan lokal; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; birokrasi Mesir berlanjut di wilayah Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—migrasi ke lembah Gangga; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia Akhir & Transisi Shang): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu; Dinasti Xia (tradisi) mendekati akhir—Jie (raja Xia terakhir) memerintah; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM—legenda Tang (Cheng Tang) menggulingkan Jie, pendirian Dinasti Shang.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; Mursili I Het akan menyerang Aleppo—melemahkan Yamhad.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Mursili I (sekitar 1620–1590 SM) memerintah—naik tahta setelah Hattusili I (sekitar 1650–1620 SM); Kerajaan Het Kuno berlanjut—ibukota Hattusa; Mursili I akan menyerang Aleppo (Yamhad) dan nanti Babilonia (sekitar 1595 SM)—penjarahan yang mengakhiri Dinasti Amori Babilonia; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; setelah Mursili I, Kerajaan Het akan mengalami krisis suksesi—Hantili I (sekitar 1590–1560 SM) diduga merebut tahta dengan pembunuhan.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM); Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kekuasaan lokal Mesir Hulu; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1615 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-ditana (sekitar 1625–1595 SM) memerintah Babilonia—tahun ke-11 pemerintahannya; Dinasti Amori Babilonia berlanjut—akan jatuh sekitar 1595 SM oleh serangan Mursili I Het; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand di selatan; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; penyerbuan Mursili I ke Babilonia akan terjadi sekitar 1595 SM—mengakhiri Dinasti Amori Babilonia (~1894–1595 SM).
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta Nil—Avaris; Periode Intermediate Kedua berlanjut—Mesir terpecah; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu)—mempertahankan kekuasaan lokal; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; birokrasi Mesir berlanjut di wilayah Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—migrasi ke lembah Gangga; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia Akhir & Transisi Shang): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu; Dinasti Xia (tradisi) mendekati akhir—Jie (raja Xia terakhir) memerintah; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM—legenda Tang (Cheng Tang) menggulingkan Jie, pendirian Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM).
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria (akan melemah setelah serangan Mursili I); Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Mursili I (sekitar 1620–1590 SM) memerintah—ekspansi ke Syria (Aleppo) dan persiapan atau pelaksanaan serangan ke Babilonia (sekitar 1595 SM); Kerajaan Het Kuno berlanjut—ibukota Hattusa; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; setelah penyerbuan Babilonia, Mursili I akan dibunuh (sekitar 1590 SM)—krisis suksesi di Het.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM); Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kekuasaan lokal Mesir Hulu; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1610 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-ditana (sekitar 1625–1595 SM) memerintah Babilonia—tahun ke-16 pemerintahannya; Dinasti Amori Babilonia berlanjut—akan jatuh sekitar 1595 SM oleh serangan Mursili I Het; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; Dinasti Kassite akan menguasai Babilonia setelah jatuhnya Amori (sekitar 1595 SM)—periode kegelapan singkat lalu kebangkitan Babilonia di bawah Kassite.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta Nil—Avaris; Periode Intermediate Kedua berlanjut—Mesir terpecah; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu)—mempertahankan kekuasaan lokal; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; birokrasi Mesir berlanjut di wilayah Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—migrasi ke lembah Gangga; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia Akhir & Transisi Shang): Budaya Erlitou Fase III berlanjut; Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu; Dinasti Xia (tradisi) mendekati akhir—Jie (raja Xia terakhir) memerintah; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM—legenda Tang (Cheng Tang) menggulingkan Jie, pendirian Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM), oracle bone script (tulisan pada tulang ramalan) akan berkembang di era Shang.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; Mursili I Het akan menyerang Aleppo dan Babilonia sekitar 1595 SM.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Mursili I (sekitar 1620–1590 SM) memerintah—ekspansi ke Syria dan persiapan serangan ke Babilonia (sekitar 1595 SM); Kerajaan Het Kuno berlanjut—ibukota Hattusa; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; setelah penyerbuan Babilonia, Mursili I akan dibunuh—krisis suksesi, Hantili I akan merebut tahta.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM); Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kekuasaan lokal Mesir Hulu; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1605 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-ditana (sekitar 1625–1595 SM) memerintah Babilonia—tahun ke-21 pemerintahannya; Dinasti Amori Babilonia berlanjut—akan jatuh sekitar 1595 SM oleh serangan Mursili I Het; Code of Hammurabi tetap hukum resmi; Babilonia—Nippur, Sippar, Borsippa, Kish; konflik dengan Sealand; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; penyerbuan Mursili I ke Babilonia akan terjadi sekitar 1595 SM—mengakhiri ~300 tahun Dinasti Amori Babilonia (sekitar 1894–1595 SM).
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta Nil—Avaris; Periode Intermediate Kedua berlanjut—Mesir terpecah; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu)—mempertahankan kekuasaan lokal; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; birokrasi Mesir berlanjut di wilayah Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—migrasi ke lembah Gangga; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar.
- Tiongkok (Xia Akhir & Transisi Shang): Budaya Erlitou Fase III berlanjut—mendekati akhir (transisi ke Erligang / Shang awal sekitar 1600 SM); Erlitou ibukota—istana besar, casting perunggu; Dinasti Xia (tradisi) mendekati akhir—Jie (raja Xia terakhir) memerintah; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; transisi ke Dinasti Shang sekitar 1600 SM—legenda Tang (Cheng Tang) menggulingkan Jie, pendirian Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM).
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; Mursili I Het akan menyerang Aleppo dan Babilonia sekitar 1595 SM.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Mursili I (sekitar 1620–1590 SM) memerintah—ekspansi ke Syria dan persiapan serangan ke Babilonia (sekitar 1595 SM); Kerajaan Het Kuno berlanjut—ibukota Hattusa; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; setelah penyerbuan Babilonia, Mursili I akan dibunuh—krisis suksesi di Het.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Unetice berlanjut (hingga sekitar 1600 SM)—mendekati akhir; Zaman Perunggu Awal; perdagangan tembaga dan timah; mound building; migrasi Indo-Eropa; Budaya Tumulus akan berkembang (sekitar 1600–1200 SM).
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kekuasaan lokal Mesir Hulu; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1600 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Samsu-ditana (sekitar 1625–1595 SM) memerintah Babilonia—tahun ke-26 pemerintahannya, raja terakhir Dinasti Amori Babilonia (sekitar 1894–1595 SM); penyerbuan Mursili I Het ke Babilonia akan terjadi sekitar 1595 SM—mengakhiri ~300 tahun kekuasaan Amori dan warisan Hammurabi; Code of Hammurabi tetap hukum resmi—lex talionis, hukum properti, keluarga, dan perdagangan akan mempengaruhi hukum Kassite dan Asyur; kota Babilonia—Nippur (pusat Enlil), Sippar (pusat Shamash), Borsippa, Kish—ziggurat, irigasi, kuil Marduk; konflik dengan Sealand (Dynasty of the Sea) di selatan; Asyur independen di Tigris hulu; Elam di Iran barat daya—kekuatan regional; administrasi cuneiform dan populasi Babilonia sekitar 30.000 jiwa; Dinasti Kassite akan menguasai Babilonia setelah jatuhnya Amori (sekitar 1595–1155 SM)—periode kegelapan singkat lalu Middle Babylonian; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar berlanjut.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) menguasai Delta Nil dari Avaris (Tell el-Dab’a)—raja-raja Hyksos memakai gelar Mesir dan teknologi Levant (kereta perang, busur komposit, benteng); Periode Intermediate Kedua (sekitar 1650–1550 SM) berlanjut—Mesir terpecah antara Delta (Hyksos) dan Thebes (Mesir Hulu); Dinasti ke-17 di Thebes—firaun Theban mempertahankan kekuasaan lokal, akan melahirkan Seqenenre Tao, Kamose, dan Ahmose I (pendiri Dinasti ke-18, Kerajaan Baru, sekitar 1550 SM); perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania—kayu cedar, minyak zaitun, tembikar; Nubia (Kerma) memperkuat posisi dan perdagangan emas; birokrasi dan administrasi berlanjut di wilayah Hyksos; Papyrus Rhind (matematika) konteks era ini; ideologi kerajaan Mesir (maat, firaun sebagai dewa) dipertahankan di Thebes.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut—Harappa dan Mohenjo-daro populasi menurun drastis, banyak wilayah ditinggalkan; budaya Cemetery H (Punjab)—tembikar merah dengan dekorasi hitam, praktik penguburan berubah; Ochre Colored Pottery culture (OCP) di lembah Gangga—migrasi dan permukiman baru ke timur; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar menggantikan kota besar; transisi menuju Zaman Besi India (sekitar 1200 SM) dan kebudayaan Weda—akar bahasa Sanskerta dan tradisi lisan; tidak ada negara terpusat—kelompok-kelompok regional dan pastoral.
- Tiongkok (Berakhirnya Xia & Mulainya Shang): Berakhirnya Dinasti Xia (tradisi: sekitar 2070–1600 SM)—Jie (raja Xia terakhir) digulingkan, dikenang sebagai tiran dalam historiografi; Mulainya Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM)—Tang (Cheng Tang) mendirikan dinasti, legenda pendiri Shang dan legitimasi “Mandat Langit”; Budaya Erlitou Fase III berakhir—transisi arkeologis ke Erligang (budaya Shang awal); Erlitou atau Zhengzhou (Yanshi) sebagai pusat awal Shang—istana besar, casting perunggu matang untuk ritual (ding, jue, gu); oracle bone script (tulisan pada tulang ramalan) akan berkembang di era Shang—salah satu tulisan tertua Tiongkok; pertanian padi dan millet; hierarki sosial—raja, bangsawan, rakyat jelata, budak; ritual perunggu untuk persembahan leluhur—fondasi legitimasi politik Shang; kontak dengan stepa Asia Tengah untuk logam dan teknologi.
- Levant & Syria: Kerajaan Yamhad di Aleppo—hegemoni Syria terbesar (akan melemah setelah serangan Mursili I sekitar 1595 SM); Byblos, Ugarit, Qatna—pelabuhan dan kota dagang dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM); hubungan dagang dan diplomatik dengan Avaris (Hyksos) dan Babilonia; sistem tulisan dan keagamaan politeistik (Baal, El, Anat); perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur, tekstil.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial (sekitar 1750–1450 SM) berlanjut—puncak peradaban Minoa; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros sebagai pusat administratif dan keagamaan dengan ratusan ruangan; Linear A untuk administrasi (belum terpecahkan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (Hyksos), Levant, Anatolia—minyak zaitun, anggur, tembikar, tekstil; Peradaban Mykenai di daratan Yunani—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan benteng cyclopean dan Tholos tombs (makam bundar); seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM (tulisan Yunani Mykenai); keagamaan dengan dewi-dewi dan simbol bull; teknologi perahu layar-dayung untuk navigasi.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Mursili I (sekitar 1620–1590 SM) memerintah—cucu atau penerus Hattusili I; akan melakukan serangan ke Aleppo (Yamhad) dan Babilonia sekitar 1595 SM (penjarahan ~2000 km, mengakhiri Dinasti Amori Babilonia); Kerajaan Het Kuno berlanjut—ibukota Hattusa (Boğazkale), tulisan cuneiform untuk bahasa Het, Hittite Laws (hukum komprehensif); teknologi besi awal untuk senjata dan perhiasan; keagamaan Teshub (badai), Arinna (matahari); setelah Mursili I (dibunuh sekitar 1590 SM), krisis suksesi—Hantili I, Zidanta I, Ammuna—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru.
- Eropa Tengah & Utara: Berakhirnya Budaya Unetice (sekitar 2300–1600 SM)—transisi ke Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM); Zaman Perunggu Tengah dimulai; perdagangan tembaga (Alpen—Mitterberg) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk senjata dan perhiasan; mound building (tumulus)—makam gundukan untuk elite dengan barang-barang mewah; migrasi Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya ke Eropa Utara dan Baltik; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania (amber Baltik, logam); permukiman terorganisir dan hierarki sosial.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris sebagai ibukota, kontrol rute perdagangan Levant–Nil; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu)—firaun Theban sebagai “raja” lokal, akan melahirkan Ahmose I (mengusir Hyksos sekitar 1550 SM dan mendirikan Dinasti ke-18); teknologi kereta perang dan busur komposit Hyksos diadopsi oleh Mesir; perdagangan Hyksos-Levant dan fragmentasi politik—Periode Intermediate Kedua berlanjut hingga sekitar 1550 SM; kuil dan kultus Amun di Thebes tetap pusat legitimasi; Nubia (Kerma) mitra dagang sekaligus saingan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut (sekitar 2500–1500 SM)—dengan melemahnya Mesir terpusat, Kerma memperkuat kontrol rute perdagangan Nil dan emas Nubia; Deffufa di Kerma—struktur bata lumpur besar (fungsi keagamaan/administratif); perdagangan emas (Wadi Allaqi), gading, kulit hewan dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen—tembikar khas Kerma, arsitektur berbeda dari Mesir; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa—akan tumbuh; Mesir Kerajaan Baru akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM; sistem sosial hierarkis dan makam elite dengan persembahan.
- Afrika Sub-Sahara: Komunitas pertanian di Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur—sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam, tembikar; teknologi besi menyebar dari utara (akan mencapai puncak sekitar 1000 SM); diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan (sapi, kambing, domba); sistem sosial kompleks dan permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM); Bantu expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi besar-besaran.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM) berlanjut—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—populasi ~5.000 jiwa, platform dan plaza, orientasi astronomi; patung kepala kolosal dari batu basalt—berat hingga 20 ton, menggambarkan elite; sistem kalender dan keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala); pertanian jagung, kacang, labu—Three Sisters; hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; La Venta akan menjadi pusat utama (sekitar 900–400 SM); pengaruh budaya Olmec ke Maya dan Zapotec.
- Andes: Pascacaral-Supe (sekitar 1800–1500 SM) berlanjut—warisan Caral, Aspero, Kotosh; pertanian teras dan irigasi canggih di pegunungan dan gurun pesisir; perdagangan jarak jauh antar wilayah; tekstil canggih—kapas dan alpaca wool dengan pola kompleks; Quipu (sistem pencatatan dengan tali) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan; metalurgi emas dan tembaga untuk perhiasan dan ritual; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM)—pusat keagamaan besar di Peru.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut (sekitar 3000–1000 SM)—ekspansi dari Taiwan ke Filipina, Indonesia, Melanesia; teknologi perahu bercadik (catamaran)—navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu, New Caledonia; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk lintas samudra; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM)—tembikar berpola geometris, penyebaran ke timur; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan hierarki; kontak dengan Asia Tenggara; Outrigger canoes—teknologi perahu canggih; Polynesian expansion akan dimulai (sekitar 1000 SM)—migrasi ke Pasifik tengah dan timur.
Tahun 1595 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Penyerbuan Mursili I (Het) ke Babilonia (sekitar 1595 SM)—kampanye ~2000 km dari Anatolia, Babilonia dijarah, Samsu-ditana (raja terakhir Amori) jatuh; berakhirnya Dinasti Amori Babilonia (sekitar 1894–1595 SM)—~300 tahun kekuasaan Amori berakhir, termasuk warisan Hammurabi dan Code of Hammurabi (hukum tetap berpengaruh); Het tidak mempertahankan Babilonia—mundur ke Anatolia; periode kegelapan singkat di Babilonia—kekosongan kekuasaan; Dinasti Kassite akan mengkonsolidasikan kekuasaan (sekitar 1595–1155 SM)—Middle Babylonian / Kassite period dimulai, dinasti terpanjang Babilonia; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; kota-kota Nippur, Sippar, Kish—pulih bertahap; perdagangan dan administrasi cuneiform berlanjut; Sealand di selatan tetap kekuatan saingan.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kekuasaan lokal Mesir Hulu; Periode Intermediate Kedua berlanjut—tidak terpengaruh langsung oleh jatuhnya Babilonia; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania berlanjut; teknologi kereta perang dan busur komposit; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; keturunan Theban (kelak Ahmose I) masih kanak-kanak atau belum lahir—era Seqenenre Tao atau pendahulunya.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga)—migrasi ke timur; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; tidak ada catatan tertulis—arkeologi dan warisan budaya saja.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM) tahun awal—Tang (Cheng Tang) atau penerus awal memerintah; Budaya Erligang (Shang awal) berkembang—Zhengzhou / Yanshi sebagai pusat dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual (ding, jue, gu); pertanian padi dan millet; hierarki sosial dan ritual leluhur; oracle bone script dalam tahap awal; kontak dengan stepa Asia Tengah.
- Levant & Syria: Serangan Mursili I ke Aleppo (Yamhad)—Kerajaan Yamhad (Aleppo) ditaklukkan atau dilemahkan oleh Het dalam kampanye yang sama dengan Babilonia; Yamhad kehilangan hegemoni Syria; Byblos, Ugarit, Qatna tetap pusat dagang—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; fragmentasi politik Syria pascaserangan Het.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (Hyksos), Levant, Anatolia—tidak terpengaruh langsung oleh peristiwa Mesopotamia; Peradaban Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; stabilitas dan kemakmuran.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Mursili I (sekitar 1620–1590 SM) mencapai puncak kekuasaan—penjarahan Aleppo dan penjarahan Babilonia (sekitar 1595 SM), salah satu kampanye terjauh dalam sejarah kuno; Kerajaan Het Kuno—ibukota Hattusa; tulisan cuneiform untuk bahasa Het; teknologi besi awal; setelah penjarahan Babilonia, Mursili I akan kembali ke Anatolia dan dibunuh (sekitar 1590 SM)—krisis suksesi; Hantili I (kemungkinan saudara ipar) akan merebut tahta.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) tahun awal—transisi dari Unetice; Zaman Perunggu Tengah; perdagangan tembaga dan timah; tumulus (makam gundukan) untuk elite; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; tidak terpengaruh oleh peristiwa Timur Dekat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; ketegangan Thebes–Hyksos akan memuncak pada era Seqenenre Tao dan Kamose.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; stabilitas regional.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal berlanjut; San Lorenzo sebagai pusat—platform, plaza, kepala kolosal; keagamaan dewa jaguar, hujan, jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak ada catatan tertulis—arkeologi saja.
- Andes: Pascacaral-Supe berlanjut; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1590 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Pascapenjarahan Babilonia (1595 SM)—Dinasti Kassite dalam proses konsolidasi atau raja Kassite awal (Agum I atau II dalam berbagai kronologi) menguasai Babilonia; Middle Babylonian (Kassite) period (sekitar 1595–1155 SM) tahun awal—periode kegelapan dokumentasi terbatas; Code of Hammurabi tetap dirujuk; kota Babilonia, Nippur, Sippar—pemulihan; Asyur independen; Elam di Iran; perdagangan dan administrasi cuneiform berlanjut; Sealand di selatan—dinasti pesaing; ziggurat dan kuil Marduk dipulihkan.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes; Periode Intermediate Kedua berlanjut; perdagangan Hyksos-Levant; teknologi kereta perang; Nubia (Kerma) mitra dagang; keturunan Theban yang akan menjadi Ahmose I mungkin lahir sekitar periode ini (Ahmose naik tahta sebagai “boy king” sekitar 1550 SM).
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi budaya menuju Weda.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang tahun awal—Tang (Cheng Tang) atau Wai Bing, Zhong Ren (raja Shang awal menurut daftar tradisional); Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota dan bengkel perunggu; casting perunggu ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal.
- Levant & Syria: Yamhad (Aleppo) melemah pascaserangan Mursili I—kekuasaan terpecah atau vasal Het; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; hubungan dagang dengan Avaris aktif.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; stabilitas.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Pembunuhan Mursili I (sekitar 1590 SM)—raja dibunuh (kemungkinan oleh Hantili I dan Zidanta I), mengakhiri ekspansi besar Kerajaan Het Kuno; Hantili I (sekitar 1590–1560 SM) merebut tahta—krisis suksesi dan periode lemah; Kerajaan Het tidak lagi melakukan kampanye jauh seperti ke Babilonia; ibukota Hattusa; tulisan cuneiform; teknologi besi; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal dan kehilangan wilayah (mis. Aleppo lepas).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; perdagangan tembaga dan timah; tumulus untuk elite; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; dinasti Theban mempersiapkan atau sudah dalam ketegangan dengan Hyksos.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1585 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite awal mengkonsolidasikan kekuasaan atas Babilonia dan wilayah sekitarnya; Code of Hammurabi tetap dirujuk dan dilestarikan; kota Babilonia, Nippur, Sippar—pemulihan ekonomi dan administrasi; Asyur independen di Tigris hulu—kerajaan kota dengan perdagangan; Elam di Iran barat daya—kekuatan regional; Sealand di selatan Mesopotamia—dinasti pesaing; ziggurat, irigasi, kuil Marduk; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes (Mesir Hulu)—mempertahankan kekuasaan lokal; Periode Intermediate Kedua (sekitar 1650–1550 SM) berlanjut—Mesir terpecah; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos dengan Levant dan Mediterania; Nubia (Kerma) memperkuat posisi; ketegangan Thebes–Hyksos—Seqenenre Tao (Dinasti ke-17) mungkin memerintah sekitar periode ini, legenda konflik dengan Hyksos (cerita “kucing dan tikus”).
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga)—migrasi ke lembah Gangga; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju Zaman Besi India dan kebudayaan Weda.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang (sekitar 1600–1046 SM) berlanjut—raja Shang awal (tradisi: Tai Jia, Wo Ding, atau setara); Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi sebagai pusat dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual (ding, jue, gu); pertanian padi dan millet; hierarki sosial dan ritual leluhur; oracle bone script dalam tahap awal; kontak dengan stepa Asia Tengah.
- Levant & Syria: Yamhad (Aleppo) melemah atau vasal—pascaserangan Mursili I; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM); hubungan dagang dengan Avaris (Hyksos) aktif; sistem tulisan dan keagamaan politeistik.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—pusat administratif dan keagamaan; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir (Hyksos), Levant, Anatolia; Peradaban Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; stabilitas dan kemakmuran.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Hantili I (sekitar 1590–1560 SM) atau Zidanta I memerintah—periode krisis suksesi dan kelemahan internal pascapembunuhan Mursili I; Kerajaan Het Kuno—ibukota Hattusa; tidak ada kampanye besar ke Syria atau Mesopotamia; tulisan cuneiform; teknologi besi; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal dan kehilangan pengaruh di Aleppo.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); tumulus (makam gundukan) untuk elite; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir dan hierarki sosial.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; ketegangan Thebes–Hyksos—legenda Seqenenre Tao dan konflik dengan Apophis (raja Hyksos).
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; stabilitas regional.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal berlanjut; San Lorenzo sebagai pusat—platform, plaza, kepala kolosal; keagamaan dewa jaguar, hujan, jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat.
- Andes: Pascacaral-Supe berlanjut; pertanian teras dan irigasi canggih; perdagangan jarak jauh; tekstil—kapas dan alpaca wool; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks dengan elite penguasa.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1580 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia—Middle Babylonian period berlanjut; raja Kassite mengkonsolidasikan kekuasaan dan memulihkan Babilonia; Code of Hammurabi tetap warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat, irigasi, kuil Marduk; Asyur independen—perdagangan dan administrasi; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan—pesaing; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—Seqenenre Tao atau Kamose mungkin memerintah sekitar periode ini; Periode Intermediate Kedua berlanjut—ketegangan Thebes–Hyksos memuncak; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos-Levant; Nubia (Kerma) mitra dagang; Ahmose I (pendiri Dinasti ke-18) mungkin lahir sekitar periode ini—akan naik tahta sekitar 1550 SM sebagai “boy king”.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi budaya.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut—raja Shang awal; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, bengkel perunggu; casting perunggu ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; Yamhad melemah; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; hubungan dagang dengan Avaris aktif.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Hantili I (sekitar 1590–1560 SM) atau Zidanta I, Ammuna—periode lemah pascapembunuhan Mursili I; Kerajaan Het Kuno—ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar; tulisan cuneiform; teknologi besi; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; perdagangan tembaga dan timah; tumulus untuk elite; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; ketegangan menuju konflik terbuka.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1575 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM) berlanjut; raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi tetap dirujuk; kota Babilonia, Nippur, Sippar—ziggurat, irigasi, kuil Marduk; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—Kamose (raja Theban) mungkin memerintah sekitar periode ini—kampanye melawan Hyksos dan upaya reunifikasi; Periode Intermediate Kedua mendekati akhir (akan berakhir sekitar 1550 SM); teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit—diadopsi oleh Thebes; perdagangan Hyksos-Levant; Nubia (Kerma) mitra dagang; Ahmose I (kelak pendiri Dinasti ke-18) masih kanak-kanak—akan naik tahta sekitar 1550 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut—raja Shang awal; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; hubungan dagang dengan Avaris; Yamhad melemah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Zidanta I atau Ammuna (sekitar 1560–1540 SM)—periode lemah Kerajaan Het Kuno; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar; tulisan cuneiform; teknologi besi; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal dan suksesi tidak stabil.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; perdagangan tembaga dan timah; tumulus untuk elite; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kampanye melawan Hyksos mungkin berlangsung; teknologi kereta perang; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; konflik Thebes–Hyksos mendekati klimaks.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1570 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia—Middle Babylonian period berlanjut; raja Kassite memulihkan Babilonia dan memperkuat administrasi; Code of Hammurabi tetap warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat, irigasi, kuil Marduk; Asyur independen di Tigris hulu; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan—pesaing; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—Kamose atau Seqenenre Tao mungkin memerintah sekitar periode ini; Periode Intermediate Kedua mendekati akhir (akan berakhir sekitar 1550 SM); teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit—diadopsi oleh Thebes; perdagangan Hyksos-Levant; Nubia (Kerma) mitra dagang; Ahmose I (kelak pendiri Dinasti ke-18) masih kanak-kanak—akan naik tahta sekitar 1550 SM dan mengusir Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut—raja Shang awal; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual (ding, jue, gu); pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM); hubungan dagang dengan Avaris; Yamhad melemah pascaserangan Het.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Zidanta I atau Ammuna (sekitar 1560–1540 SM)—periode lemah Kerajaan Het Kuno pascapembunuhan Mursili I; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar ke Syria atau Mesopotamia; tulisan cuneiform; teknologi besi; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal dan suksesi tidak stabil; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); tumulus untuk elite; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kampanye melawan Hyksos mungkin berlangsung; teknologi kereta perang; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; konflik Thebes–Hyksos mendekati klimaks—Ahmose I akan menyelesaikan pengusiran sekitar 1550 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; Mesir Kerajaan Baru akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1565 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia—Middle Babylonian period berlanjut; raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi tetap dirujuk; kota Babilonia, Nippur, Sippar—ziggurat, irigasi, kuil Marduk; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—Kamose atau pendahulu Ahmose I mungkin memerintah; Periode Intermediate Kedua mendekati akhir (akan berakhir sekitar 1550 SM); teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit; perdagangan Hyksos-Levant; Nubia (Kerma) mitra dagang; Ahmose I (kelak pendiri Dinasti ke-18) mendekati usia naik tahta—akan naik tahta sekitar 1550 SM sebagai “boy king” dan mengusir Hyksos.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi budaya.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut—raja Shang awal; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, bengkel perunggu; casting perunggu ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah; hubungan dagang dengan Avaris; Yamhad melemah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Ammuna atau penerus—periode lemah Kerajaan Het Kuno; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar; tulisan cuneiform; teknologi besi; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; perdagangan tembaga dan timah; tumulus untuk elite; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; konflik Thebes–Hyksos—Ahmose I akan menyelesaikan pengusiran sekitar 1550 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1560 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM) berlanjut; raja Kassite memulihkan Babilonia dan memperkuat administrasi; Code of Hammurabi tetap warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat, irigasi, kuil Marduk; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—Ahmose I (kelak pendiri Dinasti ke-18) mungkin lahir atau masih kanak-kanak—akan naik tahta sekitar 1550 SM sebagai “boy king” (usia ~10 tahun) dan mengusir Hyksos; Periode Intermediate Kedua mendekati akhir (akan berakhir sekitar 1550 SM); teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit—diadopsi oleh Thebes; perdagangan Hyksos-Levant; Nubia (Kerma) mitra dagang.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut—raja Shang awal; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM); hubungan dagang dengan Avaris; Yamhad melemah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Hantili I (sekitar 1590–1560 SM) mungkin berakhir atau Zidanta I, Ammuna memerintah—periode lemah Kerajaan Het Kuno; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar; tulisan cuneiform; teknologi besi; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal dan suksesi tidak stabil.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; perdagangan tembaga dan timah; tumulus untuk elite; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes; teknologi kereta perang Hyksos; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; konflik Thebes–Hyksos—Ahmose I akan menyelesaikan pengusiran sekitar 1550 SM dan mendirikan Dinasti ke-18 (Kerajaan Baru).
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1555 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM) berlanjut; raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi tetap warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat, irigasi, kuil Marduk; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant.
- Mesir (Periode Intermediate Kedua & Hyksos): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—Ahmose I (kelak pendiri Dinasti ke-18) mendekati atau baru naik tahta—akan mengusir Hyksos sekitar 1550 SM dan mendirikan Kerajaan Baru; Periode Intermediate Kedua (sekitar 1650–1550 SM) mendekati akhir; teknologi Hyksos—kereta perang, busur komposit—diadopsi oleh Thebes; perdagangan Hyksos-Levant; Nubia (Kerma) mitra dagang; ketegangan Thebes–Hyksos mencapai klimaks—kampanye terakhir melawan Avaris.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut—raja Shang awal; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual (ding, jue, gu); pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Hyksos-Mesir dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM); hubungan dagang dengan Avaris—akan berubah setelah pengusiran Hyksos sekitar 1550 SM; Yamhad melemah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Ammuna atau penerus—periode lemah Kerajaan Het Kuno pascapembunuhan Mursili I; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar ke Syria atau Mesopotamia; tulisan cuneiform; teknologi besi; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); tumulus untuk elite; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Periode Intermediate Kedua): Dinasti ke-15 (Hyksos) di Delta—Avaris; Dinasti ke-17 di Thebes—kampanye terakhir melawan Hyksos; teknologi kereta perang; perdagangan Hyksos-Levant; fragmentasi politik; Ahmose I akan menyelesaikan pengusiran Hyksos sekitar 1550 SM dan reunifikasi Mesir.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir (Hyksos) dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; Mesir Kerajaan Baru akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo pusat; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara.
Tahun 1550 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM) berlanjut; raja-raja Kassite (kelompok dari Zagros) memulihkan dan memperkuat Babilonia pascapenaklukan oleh Mursili I Het (sekitar 1595 SM); Code of Hammurabi tetap warisan hukum utama—dijadikan rujukan oleh raja Kassite; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur independen di Tigris hulu—belum menjadi kekaisaran; Elam di Iran barat daya—kekuatan regional dengan Susa; Sealand (Dynasty of the Sea Land) di selatan Mesopotamia—persaingan dengan Babilonia; administrasi cuneiform untuk catatan ekonomi dan hukum; perdagangan timah (dari timur), tembaga, lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant) dengan Levant dan Anatolia; tidak ada ekspansi militer besar—konsolidasi internal.
- Mesir (Berakhirnya Periode Intermediate & Mulainya Kerajaan Baru): Pengusiran Hyksos (sekitar 1550 SM)—Ahmose I (sekitar 1550–1525 SM) mengusir Hyksos dari Delta, merebut Avaris (ibu kota Hyksos), dan reunifikasi Mesir Hulu-Hilir; berakhirnya Dinasti ke-15 (Hyksos) dan Periode Intermediate Kedua (sekitar 1650–1550 SM); mulainya Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM)—era puncak kekuasaan dan kemakmuran Mesir; Ahmose I naik tahta sebagai “boy king” (~10 tahun), memerintah ~25 tahun—putra Seqenenre Tao (dibunuh Hyksos) dan saudara Kamose (meninggal sekitar 1555 SM saat kampanye); teknologi kereta perang dan busur komposit diadopsi dari Hyksos—revolusi militer Mesir; reorganisasi administrasi, pembukaan tambang (Sinai—tembaga, turquoise) dan rute dagang; ekspansi ke Nubia dan Kanaan akan menyusul; ideologi kerajaan Mesir (maat, firaun sebagai perwujudan dewa) dipulihkan; proyek bangunan besar—piramida terakhir yang dibangun penguasa asli Mesir (Ahmose); makam kerajaan di Thebes—tradisi Kerajaan Baru dimulai.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H culture (Punjab) dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun drastis—banyak wilayah ditinggalkan; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk lenyap; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India—migrasi dan perubahan budaya; penyebab kemunduran masih diperdebatkan (iklim, sungai bergeser, invasi).
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut—raja Shang awal dalam tradisi historiografi; Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM)—Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu untuk persembahan leluhur; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal—tulisan Tiongkok tertua yang teridentifikasi; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; belum ada ibu kota Anyang—fase Erligang lebih awal.
- Levant & Syria: Pascapengusiran Hyksos—hubungan dagang dengan Mesir berubah drastis; Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna—kota-kota pelabuhan dan perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Tengah (sekitar 2000–1550 SM) berakhir—transisi ke Zaman Perunggu Akhir; Mesir Kerajaan Baru akan menegaskan pengaruh dan upeti di Levant; Yamhad (Aleppo) melemah—kerajaan Syria besar sebelumnya; perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial (sekitar 1750–1450 SM) berlanjut—puncak peradaban Minoa; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—arsitektur monumental dengan fresko dan ruang upacara; Linear A untuk administrasi (belum terpecahkan); perdagangan maritim Mediterania—hubungan dengan Mesir akan menguat kembali pascareunifikasi Mesir (Kerajaan Baru); Mykenai di daratan Yunani—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs (makam bundar); seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B (Yunani awal) akan berkembang sekitar 1450 SM; tidak terpengaruh langsung oleh peristiwa Mesir—jaringan dagang tetap.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Ammuna (sekitar 1550–1530 SM) atau penerus—periode lemah Kerajaan Het Kuno pascapembunuhan Mursili I dan konflik suksesi; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar ke Syria atau Mesopotamia; tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; teknologi besi awal (besi meteorit); keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); konflik internal dan suksesi tidak stabil—pembunuhan raja dan perebutan tahta; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM; Telipinu akan mengeluarkan maklumat suksesi sekitar 1525 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ahmose I (sekitar 1550–1525 SM)—pendiri Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); pengusiran Hyksos dan reunifikasi Mesir Hulu-Hilir; teknologi kereta perang dan busur komposit mengubah angkatan perang Mesir; reorganisasi administrasi—nomark (gubernur) dan kuil dikontrol pusat; pembukaan tambang (Sinai) dan rute dagang (Punt, Levant); ekspansi ke Nubia dan Kanaan akan menyusul di bawah penerus; seni dan arsitektur Kerajaan Baru dimulai—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan setelah fragmentasi Hyksos; makam kerajaan di Thebes—awal tradisi makam tebing Lembah Raja-Raja nanti.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut—dengan reunifikasi Mesir, posisi Kerma berubah; Deffufa di Kerma (struktur bata lumpur besar)—fungsi keagamaan atau administratif; perdagangan emas dengan Mesir (sekarang Kerajaan Baru) dan Levant; budaya independen—tembikar khas, arsitektur berbeda dari Mesir; kontrol rute Nil—posisi strategis antara Mesir dan Afrika Sub-Sahara; gading dan kulit hewan—ekspor mewah; populasi ibu kota sekitar 3.000–4.000 jiwa; Mesir Kerajaan Baru akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM—ancaman militer dari utara meningkat.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—seni terracotta; tidak terdokumentasi tertulis—arkeologi dan tradisi lisan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM); kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala); pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama—perkembangan independen.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan—arsitektur dan artefak sebagai bukti.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1545 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan kota dan kuil pascapenaklukan Mursili I; Code of Hammurabi tetap warisan hukum—dijadikan rujukan oleh pengadilan; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur independen di Tigris hulu—perdagangan dan administrasi cuneiform; Elam di Iran barat daya—Susa sebagai pusat; Sealand di selatan—persaingan dengan Babilonia; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; tidak ada ekspansi militer besar—konsolidasi internal dan pemulihan ekonomi.
- Mesir (Kerajaan Baru): Ahmose I (sekitar 1550–1525 SM) masih memerintah—tahun-tahun awal Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); konsolidasi reunifikasi Mesir Hulu-Hilir—penindasan sisa perlawanan dan penguatan administrasi; teknologi kereta perang dan busur komposit dipakai angkatan perang Mesir; pembukaan tambang Sinai (tembaga, turquoise) dan rute dagang ke Punt dan Levant; ekspansi ke Nubia dan Kanaan akan menyusul—kampanye militer direncanakan; seni dan arsitektur Kerajaan Baru berkembang—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; proyek bangunan—kuil, istana, makam kerajaan.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut—raja Shang awal; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual (ding, jue, gu); pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir awal—transisi pascapengusiran Hyksos; Mesir Kerajaan Baru akan menegaskan pengaruh di Levant; Yamhad (Aleppo) melemah; perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut—puncak peradaban Minoa; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—arsitektur monumental; Linear A untuk administrasi; perdagangan maritim Mediterania—hubungan dengan Mesir Kerajaan Baru menguat; Mykenai di daratan—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Ammuna (sekitar 1550–1530 SM) atau penerus—periode lemah Kerajaan Het Kuno; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal dan suksesi tidak stabil; Telipinu akan mengeluarkan maklumat suksesi sekitar 1525 SM; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ahmose I masih memerintah; konsolidasi reunifikasi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; ekspansi ke Nubia dan Kanaan akan menyusul; seni dan arsitektur Kerajaan Baru berkembang; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir Kerajaan Baru dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; Mesir Kerajaan Baru akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1540 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi sebagai warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat, irigasi, kuil Marduk; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; konsolidasi internal.
- Mesir (Kerajaan Baru): Ahmose I (sekitar 1550–1525 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); konsolidasi reunifikasi Mesir—administrasi terpusat dan penguatan perbatasan; teknologi kereta perang dan busur komposit; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang ke Punt dan Levant; kampanye ke Nubia mungkin dimulai atau direncanakan—ekspansi ke selatan untuk emas dan gading; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; proyek bangunan—kuil, istana, makam.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir awal; Mesir Kerajaan Baru akan menegaskan pengaruh di Levant; Yamhad melemah; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Ammuna (sekitar 1550–1530 SM) atau penerus—periode lemah Kerajaan Het Kuno; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal dan suksesi tidak stabil; Telipinu akan mengeluarkan maklumat suksesi sekitar 1525 SM; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ahmose I masih memerintah; konsolidasi reunifikasi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin dimulai—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir Kerajaan Baru dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; ancaman dari Mesir Kerajaan Baru meningkat—kampanye Mesir ke selatan mungkin dimulai; Mesir akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1535 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi sebagai warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; konsolidasi internal dan pemulihan ekonomi.
- Mesir (Kerajaan Baru): Ahmose I (sekitar 1550–1525 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); konsolidasi reunifikasi Mesir dan penguatan perbatasan; teknologi kereta perang dan busur komposit; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas dan gading; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; proyek bangunan—kuil, istana, makam kerajaan.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual (ding, jue, gu); pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir awal; Mesir Kerajaan Baru akan menegaskan pengaruh di Levant; Yamhad melemah; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Ammuna (sekitar 1550–1530 SM) atau Huzziya I—periode lemah Kerajaan Het Kuno; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal dan suksesi tidak stabil—pembunuhan dan perebutan tahta; Telipinu akan merebut tahta dan mengeluarkan maklumat suksesi sekitar 1525 SM; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ahmose I masih memerintah; konsolidasi reunifikasi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir Kerajaan Baru dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; ancaman dari Mesir Kerajaan Baru—kampanye Mesir ke selatan mungkin berlanjut; Mesir akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1530 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi sebagai warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; konsolidasi internal.
- Mesir (Kerajaan Baru): Ahmose I (sekitar 1550–1525 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); konsolidasi reunifikasi Mesir dan penguatan perbatasan; teknologi kereta perang dan busur komposit; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas dan gading; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; proyek bangunan—kuil, istana, makam kerajaan; Amenhotep I akan menggantikan Ahmose I sekitar 1525 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir awal; Mesir Kerajaan Baru akan menegaskan pengaruh di Levant; Yamhad melemah; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Ammuna berakhir atau Huzziya I (sekitar 1530–1525 SM)—periode lemah Kerajaan Het Kuno; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; konflik internal dan suksesi tidak stabil—Huzziya I akan mencoba membunuh Telipinu (saudara ipar); Telipinu akan merebut tahta sekitar 1525 SM dan mengeluarkan Maklumat Telipinu (aturan suksesi); Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ahmose I masih memerintah; konsolidasi reunifikasi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; Amenhotep I akan menggantikan Ahmose I sekitar 1525 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir Kerajaan Baru dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; ancaman dari Mesir Kerajaan Baru—kampanye Mesir ke selatan mungkin berlanjut; Mesir akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1525 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi sebagai warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; konsolidasi internal.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Ahmose I (sekitar 1550–1525 SM)—raja pendiri Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM) meninggal setelah ~25 tahun memerintah; Amenhotep I (Amenophis I) (sekitar 1525–1504 SM) naik tahta—putra Ahmose I, memerintah ~21 tahun; konsolidasi reunifikasi Mesir dan penguatan perbatasan berlanjut; teknologi kereta perang dan busur komposit; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; proyek bangunan—kuil, istana, makam kerajaan; Thutmose I akan menggantikan Amenhotep I sekitar 1504 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir awal; Mesir Kerajaan Baru menegaskan pengaruh di Levant; Yamhad melemah; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Telipinu (sekitar 1525–1500 SM) merebut tahta—melalui kudeta setelah Huzziya I mencoba membunuhnya dan istrinya Istapariya; Maklumat Telipinu (Edict of Telipinu) dikeluarkan—dokumen hukum dan sejarah penting yang menetapkan aturan suksesi kerajaan dan merekam sejarah raja-raja Het sejak Labarna hingga Telipinu (termasuk Mursili I yang menaklukkan Babilonia sekitar 1595 SM); ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar ke Syria atau Mesopotamia—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep I (sekitar 1525–1504 SM) naik tahta—menggantikan Ahmose I (sekitar 1550–1525 SM); konsolidasi reunifikasi Mesir dan penguatan perbatasan; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; Thutmose I akan menggantikan Amenhotep I sekitar 1504 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir Kerajaan Baru dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; ancaman dari Mesir Kerajaan Baru—kampanye Mesir ke selatan mungkin berlanjut; Mesir akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1520 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi sebagai warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; konsolidasi internal.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep I (sekitar 1525–1504 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); konsolidasi reunifikasi Mesir dan penguatan perbatasan; teknologi kereta perang dan busur komposit; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; proyek bangunan—kuil, istana, makam kerajaan; Thutmose I akan menggantikan Amenhotep I sekitar 1504 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir awal; Mesir Kerajaan Baru menegaskan pengaruh di Levant; Yamhad melemah; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Telipinu (sekitar 1525–1500 SM) masih memerintah—pascamaklumat suksesi; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan aturan suksesi—raja dipilih oleh majelis (panku), pembunuhan raja dilarang; tidak ada ekspansi besar ke Syria atau Mesopotamia—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep I masih memerintah; konsolidasi reunifikasi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; Thutmose I akan menggantikan Amenhotep I sekitar 1504 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir Kerajaan Baru dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; ancaman dari Mesir Kerajaan Baru—kampanye Mesir ke selatan mungkin berlanjut; Mesir akan menaklukkan Kerma sekitar 1500 SM.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1515 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi sebagai warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; konsolidasi internal.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep I (sekitar 1525–1504 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); konsolidasi reunifikasi Mesir dan penguatan perbatasan; teknologi kereta perang dan busur komposit; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; proyek bangunan—kuil, istana, makam kerajaan; Thutmose I akan menggantikan Amenhotep I sekitar 1504 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir; Mesir Kerajaan Baru menegaskan pengaruh di Levant; Yamhad melemah; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Telipinu (sekitar 1525–1500 SM) masih memerintah—pascamaklumat suksesi; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan aturan suksesi; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep I masih memerintah; konsolidasi reunifikasi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; Thutmose I akan menggantikan Amenhotep I sekitar 1504 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir Kerajaan Baru dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; ancaman dari Mesir Kerajaan Baru—kampanye Mesir ke selatan mungkin berlanjut; penaklukan Kerma oleh Mesir akan terjadi sekitar 1500 SM.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1510 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi sebagai warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; konsolidasi internal.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep I (sekitar 1525–1504 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); konsolidasi reunifikasi Mesir dan penguatan perbatasan; teknologi kereta perang dan busur komposit; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; proyek bangunan—kuil, istana, makam kerajaan; Thutmose I akan menggantikan Amenhotep I sekitar 1504 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir; Mesir Kerajaan Baru menegaskan pengaruh di Levant; Yamhad melemah; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Telipinu (sekitar 1525–1500 SM) masih memerintah—pascamaklumat suksesi; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan aturan suksesi; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep I masih memerintah; konsolidasi reunifikasi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; kampanye ke Nubia mungkin berlanjut—ekspansi ke selatan untuk emas; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; Thutmose I akan menggantikan Amenhotep I sekitar 1504 SM.
- Nubia (Kerma): Kerajaan Kerma berlanjut; Deffufa di Kerma; perdagangan emas dengan Mesir Kerajaan Baru dan Levant; budaya independen; kontrol rute Nil; gading dan kulit hewan; populasi sekitar 3.000–4.000 jiwa; ancaman dari Mesir Kerajaan Baru—kampanye Mesir ke selatan mungkin berlanjut; penaklukan Kerma oleh Mesir akan terjadi sekitar 1500 SM (di bawah Thutmose I).
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1505 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia; Code of Hammurabi sebagai warisan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen; Elam di Iran barat daya; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; konsolidasi internal.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Amenhotep I (sekitar 1525–1504 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~21 tahun memerintah; Thutmose I (Tuthmosis I) (sekitar 1504–1492 SM) naik tahta—bukan putra langsung Amenhotep I (mungkin menikahi putri kerajaan), memerintah ~12 tahun; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM) berlanjut; kampanye militer besar ke Nubia dan Levant—ekspansi terbesar Mesir sejak reunifikasi; penaklukan Kerma (Kerajaan Nubia) sekitar 1500 SM—akhir kerajaan Kerma independen, Nubia menjadi provinsi Mesir; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; makam pertama di Lembah Raja-Raja—Thutmose I memulai tradisi makam tebing di Thebes.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut; Budaya Erligang—Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; belum ada ibu kota Anyang; tradisi pemakaman Shang (peti kayu, lubang pengorbanan) berkembang di Erligang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir; Mesir Kerajaan Baru (Thutmose I) menegaskan pengaruh di Levant—kampanye ke Syria-Kanaan; Yamhad melemah; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos; Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Telipinu (sekitar 1525–1500 SM) masih memerintah atau berakhir—pascamaklumat suksesi; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan aturan suksesi; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose I (sekitar 1504–1492 SM) naik tahta—menggantikan Amenhotep I (sekitar 1525–1504 SM); kampanye militer besar ke Nubia dan Levant—ekspansi terbesar Mesir sejak reunifikasi; penaklukan Kerma (Kerajaan Nubia) sekitar 1500 SM—akhir kerajaan Kerma independen, Nubia menjadi provinsi Mesir (Wawat dan Kush); teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; makam pertama di Lembah Raja-Raja—Thutmose I memulai tradisi makam tebing; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk.
- Nubia (Kerma): Berakhirnya Kerajaan Kerma independen sekitar 1500 SM—penaklukan oleh Mesir di bawah Thutmose I; Deffufa di Kerma—struktur bata lumpur besar; budaya Kerma sebelumnya—tembikar khas, arsitektur berbeda dari Mesir; Nubia menjadi provinsi Mesir (Wawat—Nubia Bawah, Kush—Nubia Atas); perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) akan mengelola Nubia; pengaruh Mesir kuat—budaya Mesir menyebar ke Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—seni terracotta; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1500 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite memulihkan dan memperkuat Babilonia pascapenaklukan Mursili I (sekitar 1595 SM); Code of Hammurabi sebagai warisan hukum—dijadikan rujukan oleh pengadilan dan salinan disimpan di kuil; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur independen di Tigris hulu—belum menjadi kekaisaran, perdagangan dengan Anatolia terputus pasca-kolum Kanesh; Elam di Iran barat daya—Susa sebagai pusat, budaya dan tulisan Elam berkembang; Sealand (Dynasty of the Sealand) di selatan Mesopotamia—persaingan dengan Babilonia; administrasi cuneiform untuk catatan ekonomi, hukum, dan sastra; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant) dengan Levant dan Anatolia; konsolidasi internal dan pemulihan ekonomi—tidak ada ekspansi militer besar; Mitanni (Kerajaan Hurrian) mulai bangkit di Syria utara dan Mesopotamia utara—akan menjadi kekuatan besar.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose I (sekitar 1504–1492 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM) mencapai puncak ekspansi awal; penaklukan Nubia (Kerma) selesai—Nubia menjadi provinsi Mesir (Wawat dan Kush), Viceroy of Kush mengelola Nubia dan tambang emas; kampanye ke Levant—Mesir menegaskan pengaruh di Syria-Kanaan, perdagangan kayu cedar (Lebanon) dan upeti dari kota-kota Kanaan; teknologi kereta perang dan busur komposit—revolusi militer Kerajaan Baru; reorganisasi administrasi dan birokrasi; pembukaan tambang Sinai (tembaga, turquoise) dan rute dagang ke Punt dan Levant; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes, relief kemenangan, patung kolosal; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; makam di Lembah Raja-Raja—Thutmose I memulai tradisi makam tebing (bukan piramida) untuk raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk, perbendaharaan; Thutmose II akan menggantikan Thutmose I sekitar 1492 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban dengan perubahan ritual pemakaman; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun drastis—banyak permukiman ditinggalkan; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan—pengetahuan hilang.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang berlanjut—raja Shang awal; Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM)—Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar (perimeter hingga 7 km), istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu untuk persembahan leluhur dan upacara; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal—tulisan Tiongkok tertua yang teridentifikasi; tradisi pemakaman Shang (peti kayu, lubang pengorbanan manusia) berkembang di Erligang; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; pengaruh Erligang sampai Panlongcheng (dekat Yangtze)—ekspansi regional ke selatan; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna—kota-kota pelabuhan dan perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir Kerajaan Baru kuat—kampanye Thutmose I ke Levant, upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Zaman Perunggu Akhir; Yamhad (Aleppo) melemah—kerajaan Syria besar sebelumnya hancur atau dikuasai; Mitanni (Hurrian) mulai menguasai Syria utara; perdagangan aktif dengan Mesir dan Mesopotamia; tulisan alfabetik awal (Proto-Sinaitic, Proto-Kanaan) berkembang di wilayah.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial (sekitar 1750–1450 SM) berlanjut—puncak peradaban Minoa; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—arsitektur monumental dengan fresko, ruang upacara, dan gudang; Linear A untuk administrasi (belum terpecahkan)—tablet inventaris dan catatan kuil; perdagangan maritim Mediterania—hubungan dengan Mesir Kerajaan Baru aktif (tembikar Minoa di Mesir, gading dan emas Mesir di Kreta); Mykenai di daratan Yunani—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs (makam bundar dengan kubah); seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik, motif laut dan upacara; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B (Yunani awal) akan berkembang sekitar 1450 SM; tidak terpengaruh langsung oleh peristiwa Mesir—jaringan dagang tetap; keagamaan—dewi dengan ular, dewa laut, ritual lompat banteng (taurokathapsia).
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Telipinu (sekitar 1525–1500 SM) berakhir atau Alluwamna (penerus)—periode lemah Kerajaan Het Kuno pascamaklumat suksesi; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan aturan suksesi—raja dipilih oleh majelis (panku), pembunuhan raja dilarang; tidak ada ekspansi besar ke Syria atau Mesopotamia—konsolidasi internal, ancaman dari Kaskia (suku di utara); tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; teknologi besi awal (besi meteorit)—Anatolia pelopor metalurgi besi; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari), ritual tahun baru; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—ekspansi ke Syria dan konflik dengan Mesir.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, dan kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, dan perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic awal.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose I (sekitar 1504–1492 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); penaklukan Nubia (Kerma) selesai—Nubia menjadi provinsi Mesir (Wawat—Nubia Bawah, Kush—Nubia Atas), Viceroy of Kush mengelola Nubia; kampanye ke Levant—Mesir menegaskan pengaruh di Syria-Kanaan; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; pembukaan tambang Sinai dan rute dagang ke Punt dan Levant; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—gaya monumental Thebes; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai dewa) dipulihkan; makam di Lembah Raja-Raja—Thutmose I memulai tradisi makam tebing; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose II akan menggantikan Thutmose I sekitar 1492 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Berakhirnya Kerajaan Kerma independen—penaklukan oleh Mesir di bawah Thutmose I sekitar 1500 SM; Nubia menjadi provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola Nubia—kontrol tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—budaya Mesir, kuil, administrasi menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma—struktur bata lumpur besar dari era Kerma sebelumnya; populasi Nubia tetap—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria mulai atau akan berkembang (sekitar 1500 SM)—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis—arkeologi dan tradisi lisan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo sebagai pusat utama (akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM)—platform tanah besar dan drainase; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala); pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama—perkembangan independen.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan—arsitektur dan artefak sebagai bukti.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1495 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite (nama tidak selalu pasti dari kronologi) mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi tetap rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil-kuil; Asyur independen—perdagangan dan administrasi lokal; Elam di Susa—hubungan dengan Babilonia campuran (perdagangan dan konflik periodik); Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Kerajaan Hurrian) berkembang di Syria utara dan Mesopotamia utara—ancaman atau mitra bagi Asyur dan Mesir.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose I (sekitar 1504–1492 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; Nubia tetap provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas dan upeti; pengaruh di Levant dipertahankan—kota-kota Kanaan membayar upeti; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; tambang Sinai (tembaga, turquoise) dan rute dagang ke Punt; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—relief kemenangan, patung; ideologi kerajaan (maat) kuat; makam di Lembah Raja-Raja—tradisi makam tebing berlanjut; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose II akan menggantikan Thutmose I sekitar 1492 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Yamhad melemah; Mitanni berkembang di Syria utara; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—arsitektur monumental, fresko, Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM; keagamaan—dewi dengan ular, ritual lompat banteng.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Penerus Telipinu (mis. Alluwamna, Hantili II) memerintah—periode lemah Kerajaan Het Kuno; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan aturan suksesi; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal, ancaman Kaskia; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose I masih memerintah; Nubia provinsi Mesir; pengaruh di Levant; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; tambang Sinai dan rute dagang Punt/Levant; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; Thutmose II akan menggantikan sekitar 1492 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM).
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1490 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan kelas ksatria kereta perang (maryannu).
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Thutmose I (sekitar 1504–1492 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~12 tahun memerintah; Thutmose II (Tuthmosis II) (sekitar 1492–1479 SM) naik tahta—putra Thutmose I dari selir, menikahi Hatshepsut (putri Thutmose I dan Ratu Ahmose) untuk legitimasi; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Nubia tetap provinsi Mesir; kampanye ke Nubia dan Levant untuk menumpas pemberontakan—sumber menyebut pemberontakan di Kush dan di Syria; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; makam di Lembah Raja-Raja—Thutmose II akan dimakamkan di sana; Hatshepsut sebagai ratu besar—akan menjadi firaun wanita sekitar 1473 SM; Thutmose III (putra Thutmose II dari selir) lahir atau masih kecil—akan memerintah bersama Hatshepsut lalu sendirian.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir dipertahankan di bawah Thutmose II; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM; keagamaan—dewi dengan ular, ritual lompat banteng.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno (mis. Alluwamna, Hantili II, Zidanta II) memerintah—periode lemah; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan suksesi; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose II (sekitar 1492–1479 SM) naik tahta—menggantikan Thutmose I; Hatshepsut sebagai ratu besar; Nubia provinsi Mesir; kampanye ke Nubia dan Levant untuk pemberontakan; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; makam Lembah Raja-Raja; Thutmose III (putra selir) akan naik tahta masih kecil sekitar 1479 SM—Hatshepsut akan menjadi wali lalu firaun.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pemberontakan di Kush mungkin terjadi—kampanye Thutmose II; pengaruh Mesir kuat; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1485 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas dan pemulihan ekonomi; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen di Tigris hulu—perdagangan dan administrasi lokal; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam berkembang; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; Mitanni (Kerajaan Hurrian) berkembang di Syria utara dan Mesopotamia utara—kelas ksatria kereta perang (maryannu), pengaruh sampai Aleppo dan Alalakh.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose II (sekitar 1492–1479 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; Hatshepsut sebagai ratu besar; Nubia tetap provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; pengaruh di Levant dipertahankan—kota-kota Kanaan membayar upeti; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; tambang Sinai dan rute dagang ke Punt dan Levant; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat) kuat; makam di Lembah Raja-Raja; Thutmose III (putra selir) masih kecil—akan naik tahta sekitar 1479 SM dengan Hatshepsut sebagai wali lalu firaun.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Thutmose II; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut—puncak peradaban Minoa; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—arsitektur monumental, fresko, Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs; seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM; keagamaan—dewi dengan ular, ritual lompat banteng (taurokathapsia).
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno (mis. Hantili II, Zidanta II, Huzziya II) memerintah—periode lemah pascamaklumat Telipinu; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar ke Syria atau Mesopotamia—konsolidasi internal, ancaman dari Kaskia (suku di Laut Hitam); tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; teknologi besi awal; keagamaan—Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose II masih memerintah; Hatshepsut sebagai ratu besar; Nubia provinsi Mesir; pengaruh di Levant; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; tambang Sinai dan rute dagang Punt/Levant; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; Thutmose III akan naik tahta sekitar 1479 SM—Hatshepsut akan menjadi wali lalu firaun.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama—platform tanah besar; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh; tekstil dengan teknik canggih; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1480 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni (lokasi belum pasti), pengaruh sampai Kizzuwatna (Cilicia) dan Aleppo.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose II (sekitar 1492–1479 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; Hatshepsut sebagai ratu besar; Nubia provinsi Mesir; pengaruh di Levant; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; tambang Sinai dan rute dagang Punt/Levant; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; makam Lembah Raja-Raja; Thutmose II akan meninggal sekitar 1479 SM—Thutmose III naik tahta masih kecil, Hatshepsut wali lalu mengambil gelar firaun.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir di bawah Thutmose II; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM; keagamaan—dewi dengan ular, ritual lompat banteng.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan suksesi; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose II masih memerintah; Hatshepsut sebagai ratu besar; Nubia provinsi Mesir; pengaruh di Levant; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; tambang Sinai dan rute dagang; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; Thutmose II akan meninggal sekitar 1479 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1475 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan pengaruh sampai Levant utara dan Mesopotamia utara.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Thutmose II (sekitar 1492–1479 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal; Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) naik tahta masih kecil—putra Thutmose II dari selir Isis; Hatshepsut (sekitar 1479–1458 SM) awalnya wali lalu mengambil gelar firaun (sekitar 1473 SM)—salah satu firaun wanita paling berpengaruh; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Nubia tetap provinsi Mesir; pengaruh di Levant dipertahankan; ekspedisi ke Punt (Tanah Tuhan)—Hatshepsut mengirim ekspedisi untuk emas, gading, rempah-rempah (myrrh, frankincense), kayu hitam (ebony), kulit macan tutul—dilukis di kuil makam Deir el-Bahari; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—patung dan relief Hatshepsut (sering digambarkan sebagai firaun laki-laki); kuil makam Hatshepsut di Deir el-Bahari (mulai dibangun)—arsitektur teras dengan kolom, salah satu monumen terbesar Kerajaan Baru.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir di bawah Thutmose III (formal) dan Hatshepsut (faktual); budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut—puncak peradaban Minoa; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—arsitektur monumental, fresko, Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Hatshepsut); Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM; keagamaan—dewi dengan ular, ritual lompat banteng.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) naik tahta—Hatshepsut (sekitar 1479–1458 SM) awalnya wali lalu firaun; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Nubia provinsi Mesir; ekspedisi ke Punt (Tanah Tuhan)—Hatshepsut mengirim ekspedisi untuk emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam, kulit macan tutul; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—patung dan relief Hatshepsut; kuil makam Hatshepsut di Deir el-Bahari (mulai dibangun)—arsitektur teras dengan kolom; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; ekspedisi Punt mungkin melalui Nubia atau Laut Merah; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1470 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, pengaruh sampai Kizzuwatna dan Aleppo.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) dan Hatshepsut (sekitar 1479–1458 SM) memerintah bersama—Hatshepsut sebagai firaun senior, Thutmose III sebagai rekan-raja; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Nubia provinsi Mesir; pengaruh di Levant dipertahankan; ekspedisi ke Punt (Tanah Tuhan) telah atau sedang dilaksanakan—emas, gading, rempah-rempah (myrrh, frankincense), kayu hitam (ebony); kuil makam Hatshepsut di Deir el-Bahari dibangun—arsitektur teras dengan kolom, relief ekspedisi Punt; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—patung Hatshepsut (sering dengan janggut palsu firaun); ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir di bawah Hatshepsut dan Thutmose III; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut—puncak peradaban Minoa; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—arsitektur monumental, fresko, Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Hatshepsut); Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM; keagamaan—dewi dengan ular, ritual lompat banteng.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III dan Hatshepsut memerintah bersama; Nubia provinsi Mesir; ekspedisi Punt—emas, gading, rempah-rempah, kayu hitam; kuil makam Hatshepsut di Deir el-Bahari dibangun; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; ekspedisi Punt mungkin melalui Nubia atau Laut Merah; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1465 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan kelas ksatria kereta perang (maryannu), pengaruh sampai Levant utara.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III dan Hatshepsut memerintah bersama—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; Nubia provinsi Mesir; pengaruh di Levant dipertahankan; kuil makam Hatshepsut di Deir el-Bahari berlanjut dibangun—relief ekspedisi Punt, patung Osiris, teras bertingkat; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—patung dan relief Hatshepsut; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; obelisk Hatshepsut di Karnak—salah satu obelisk tertinggi yang masih berdiri.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir di bawah Hatshepsut dan Thutmose III; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros; Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM; keagamaan—dewi dengan ular, ritual lompat banteng.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III dan Hatshepsut memerintah bersama; Nubia provinsi Mesir; kuil makam Hatshepsut di Deir el-Bahari berlanjut dibangun; obelisk Hatshepsut di Karnak; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1460 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan pengaruh sampai Kizzuwatna (Cilicia) dan Aleppo.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III dan Hatshepsut memerintah bersama—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; Nubia provinsi Mesir; pengaruh di Levant dipertahankan—kota-kota Kanaan membayar upeti; kuil makam Hatshepsut di Deir el-Bahari selesai atau hampir selesai—arsitektur teras dengan kolom, relief ekspedisi Punt, patung Osiris; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—patung Hatshepsut (sering dengan janggut palsu); ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; Hatshepsut akan meninggal sekitar 1458 SM—Thutmose III akan memerintah sendirian dan mungkin menghapus sebagian referensi kepada Hatshepsut.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir di bawah Hatshepsut dan Thutmose III; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara; perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial berlanjut—puncak peradaban Minoa; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—arsitektur monumental, fresko, Linear A; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; Mykenai—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs; seni fresko dan tembikar; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; Linear B akan berkembang sekitar 1450 SM—adaptasi Linear A untuk bahasa Yunani; keagamaan—dewi dengan ular, ritual lompat banteng; kehancuran istana Minoa (kecuali Knossos) akan terjadi sekitar 1450 SM—teori: bencana alam (gempa, tsunami) atau invasi Mykenai.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III dan Hatshepsut memerintah bersama; Nubia provinsi Mesir; kuil makam Hatshepsut di Deir el-Bahari selesai atau hampir selesai; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; Hatshepsut akan meninggal sekitar 1458 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1455 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite (nama tidak selalu pasti dari kronologi pendek) mempertahankan stabilitas dan pemulihan ekonomi pascapenaklukan Mursili I; Code of Hammurabi tetap rujukan hukum—salinan disimpan di kuil dan pengadilan; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur independen di Tigris hulu—belum menjadi kekaisaran, perdagangan lokal; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam berkembang, hubungan campuran dengan Babilonia; Sealand (Dynasty of the Sealand) di selatan Mesopotamia—persaingan dengan Babilonia; administrasi cuneiform untuk catatan ekonomi dan hukum; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Kerajaan Hurrian) berkembang di Syria utara dan Mesopotamia utara—kerajaan besar dengan kelas ksatria kereta perang (maryannu), ibu kota Washukanni (lokasi belum pasti), pengaruh sampai Levant utara dan Aleppo—akan menjadi rival Mesir dan Het.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Hatshepsut (sekitar 1479–1458 SM)—firaun wanita Dinasti ke-18 meninggal setelah ~21 tahun memerintah (sebagian bersama Thutmose III); Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) kini raja tunggal—salah satu firaun terbesar Mesir, memerintah sendirian hingga sekitar 1425 SM; penghapusan memori Hatshepsut (damnatio memoriae)—patung dan nama Hatshepsut dihancurkan atau ditutup di banyak tempat (Deir el-Bahari, Karnak); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM) berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; pemberontakan di Levant—koalisi kota-kota Kanaan dipimpin raja Kadesh (Qadesh) menolak upeti Mesir; kampanye ke Levant—Thutmose III memimpin pasukan melalui Gaza ke Syria-Kanaan; Pertempuran Megiddo (sekitar 1457 SM)—kemenangan besar Mesir atas koalisi Kanaan, pengepungan Megiddo selama 7 bulan, kota-kota Kanaan kembali tunduk dan membayar upeti; teknologi kereta perang dan busur komposit—revolusi militer Kerajaan Baru; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—relief kemenangan Thutmose III, Annals of Thutmose III (catatan kampanye di dinding kuil Karnak) dimulai; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai pemenang); makam Lembah Raja-Raja.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut—Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM) berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu untuk persembahan leluhur; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal—tulisan Tiongkok tertua yang teridentifikasi; tradisi pemakaman Shang (peti kayu, lubang pengorbanan); kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng (dekat Yangtze); ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Pemberontakan koalisi Kanaan dipimpin raja Kadesh (Qadesh di Orontes)—kota-kota Kanaan menolak upeti Mesir dan bersekutu dengan Mitanni; Pertempuran Megiddo (sekitar 1457 SM)—kekalahan koalisi Kanaan oleh Thutmose III, pengepungan Megiddo selama 7 bulan; Byblos, Ugarit, Qatna—setelah Megiddo kembali tunduk pada Mesir, perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur dengan Mesir; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir di Levant utara; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Minoa Neopalatial (sekitar 1750–1450 SM) berlanjut—akhir periode sebelum kehancuran besar; Istana Knossos, Phaistos, Malia, Zakros—arsitektur monumental dengan fresko, ruang upacara, Linear A untuk administrasi; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Thutmose III)—tembikar Minoa, minyak zaitun, anggur untuk emas dan gading; Mykenai di daratan Yunani—Mycenae, Tiryns, Pylos dengan Tholos tombs (makam bundar dengan kubah); seni fresko dan tembikar—gaya naturalistik, motif laut dan upacara; populasi Kreta sekitar 100.000 jiwa; kehancuran istana Minoa (Phaistos, Malia, Zakros, mungkin Knossos sebagian) akan terjadi sekitar 1450 SM—teori: gempa, tsunami (erupsi Thera sudah sekitar 1600 SM), atau invasi/pengambilalihan Mykenai; Linear B (Yunani awal) akan muncul di Knossos sekitar 1450 SM—menandakan pengaruh atau penguasaan Mykenai di Kreta; keagamaan—dewi dengan ular, ritual lompat banteng (taurokathapsia).
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno (mis. Huzziya II, Muwatalli I) memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan aturan suksesi—raja dipilih oleh majelis (panku); tidak ada ekspansi besar ke Syria atau Mesopotamia—konsolidasi internal, ancaman dari Kaskia (suku di Laut Hitam); tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; teknologi besi awal (besi meteorit)—Anatolia pelopor metalurgi besi; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—ekspansi ke Syria dan konflik dengan Mesir.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, dan kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic awal.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) kini raja tunggal—setelah kematian Hatshepsut (sekitar 1458 SM); penghapusan memori Hatshepsut—patung dan nama dihancurkan atau ditutup di Deir el-Bahari, Karnak; Pertempuran Megiddo (sekitar 1457 SM)—kemenangan besar atas koalisi Kanaan, dominasi Mesir di Levant dipulihkan; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; tambang Sinai (tembaga, turquoise) dan rute dagang ke Punt dan Levant; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—relief kemenangan Thutmose III, Annals of Thutmose III di Karnak; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; pengaruh Mesir kuat—kampanye Thutmose III ke Levant mungkin melalui atau didukung logistik Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir—kuil dan administrasi Mesir di Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang (sekitar 1500 SM)—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis—arkeologi dan tradisi lisan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase, akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 m; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang—penghitungan waktu untuk ritual; arsitektur dengan platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama—perkembangan independen.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan—arsitektur dan artefak sebagai bukti.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu—kepulauan dengan sumber daya terbatas; pertanian ubi jalar dan taro—tanaman pangan utama; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran lintas samudra; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1450 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite mempertahankan stabilitas dan pemulihan ekonomi; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen di Tigris hulu—belum menjadi kekaisaran; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam berkembang; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar dengan Levant; Mitanni (Kerajaan Hurrian) berkembang di Syria utara dan Mesopotamia utara—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu), pengaruh sampai Kizzuwatna dan Aleppo—akan menjadi rival Mesir dan Het.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) memerintah sendirian—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); Pertempuran Megiddo (sekitar 1457 SM) telah dimenangkan—koalisi Kanaan dikalahkan, kota-kota Levant tunduk; kampanye tahunan ke Levant—Thutmose III melakukan 17 kampanye ke Syria-Kanaan untuk mengamankan upeti dan menghadapi Mitanni; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit—revolusi militer Kerajaan Baru; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—relief kemenangan, Annals of Thutmose III (catatan kampanye di dinding kuil Karnak); ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai pemenang); makam di Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk, perluasan kuil; Amenhotep II akan menggantikan Thutmose III sekitar 1425 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal; tradisi pemakaman Shang; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Setelah Pertempuran Megiddo (sekitar 1457 SM)—kota-kota Kanaan tunduk pada Mesir; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir Kerajaan Baru kuat di bawah Thutmose III—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir di Levant utara; Zaman Perunggu Akhir; perdagangan aktif dengan Mesir dan Mesopotamia.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Berakhirnya Peradaban Minoa Neopalatial sekitar 1450 SM—kehancuran istana-istana Minoa di Phaistos, Malia, Zakros (gempa, tsunami, atau invasi); Knossos tidak hancur atau dibangun kembali—pengambilalihan oleh Mykenai (bahasa Yunani, Linear B menggantikan Linear A di Knossos); Linear B (tulisan Yunani awal untuk administrasi) muncul di Knossos—tablet tanah liat dengan inventaris dalam bahasa Yunani; periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, istana lain tidak dibangun kembali; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, dan kini Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Thutmose III); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon dalam bentuk awal); Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno (mis. Huzziya II, Muwatalli I) memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan suksesi; tidak ada ekspansi besar ke Syria atau Mesopotamia—konsolidasi internal, ancaman dari Kaskia; tulisan cuneiform; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; keagamaan—Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—Tudhaliya I atau Arnuwanda I akan memulai ekspansi ke Syria.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) memerintah sendirian—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); Pertempuran Megiddo (sekitar 1457 SM) telah dimenangkan—dominasi Mesir di Levant dipulihkan; kampanye tahunan ke Levant—Thutmose III melakukan 17 kampanye ke Syria-Kanaan; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; teknologi kereta perang dan busur komposit; reorganisasi administrasi; tambang Sinai dan rute dagang ke Punt dan Levant; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—Annals of Thutmose III di Karnak; ideologi kerajaan (maat, firaun sebagai pemenang); makam di Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep II akan menggantikan Thutmose III sekitar 1425 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); populasi Nubia—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang (sekitar 1500 SM)—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis—arkeologi dan tradisi lisan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase, akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama—perkembangan independen.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan—arsitektur dan artefak sebagai bukti.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1445 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan kelas ksatria kereta perang (maryannu), pengaruh sampai Levant utara dan Aleppo.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) memerintah sendirian—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; Pertempuran Megiddo (sekitar 1457 SM) telah dimenangkan—dominasi Mesir di Levant dipulihkan; kampanye tahunan ke Levant—Thutmose III melakukan serangkaian kampanye ke Syria-Kanaan untuk mengamankan upeti dan menghadapi Mitanni; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—Annals of Thutmose III di Karnak; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Setelah Pertempuran Megiddo—kota-kota Kanaan tunduk pada Mesir; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Thutmose III—upeti dan perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Berakhirnya Peradaban Minoa Neopalatial sekitar 1450 SM—kehancuran istana-istana Minoa di Phaistos, Malia, Zakros (gempa, tsunami, atau invasi); Knossos tidak hancur atau dibangun kembali—pengambilalihan oleh Mykenai (bahasa Yunani, Linear B menggantikan Linear A di Knossos); Linear B (tulisan Yunani awal untuk administrasi) muncul di Knossos—tablet tanah liat dengan inventaris dalam bahasa Yunani; periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, istana lain tidak dibangun kembali; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, dan kini Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Thutmose III); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; Maklumat Telipinu menetapkan suksesi; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal, ancaman Kaskia; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III memerintah sendirian; Pertempuran Megiddo telah dimenangkan; kampanye tahunan ke Levant; Nubia provinsi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—Annals of Thutmose III; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep II akan menggantikan Thutmose III sekitar 1425 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1440 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu).
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) memerintah sendirian—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; kampanye tahunan ke Levant—17 kampanye ke Syria-Kanaan untuk mengamankan upeti dan menghadapi Mitanni; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—Annals of Thutmose III di Karnak (catatan kampanye); ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep II akan menggantikan Thutmose III sekitar 1425 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan tunduk pada Mesir di bawah Thutmose III; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat—upeti dan perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan di Knossos untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III memerintah sendirian; kampanye tahunan ke Levant; Nubia provinsi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—Annals of Thutmose III; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1435 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan pengaruh sampai Kizzuwatna dan Aleppo.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) memerintah sendirian—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; kampanye tahunan ke Levant berlanjut—kota-kota Syria-Kanaan membayar upeti, konfrontasi dengan Mitanni di perbatasan Levant utara; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—Annals of Thutmose III di Karnak; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep II akan menggantikan Thutmose III sekitar 1425 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria tunduk pada Mesir di bawah Thutmose III; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir di Levant utara.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal, ancaman Kaskia; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—Tudhaliya I atau Arnuwanda I akan memulai ekspansi ke Syria.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III memerintah sendirian; kampanye tahunan ke Levant; Nubia provinsi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—Annals of Thutmose III; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep II akan menggantikan sekitar 1425 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1430 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu).
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM) memerintah sendirian—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; kampanye tahunan ke Levant berlanjut—17 kampanye ke Syria-Kanaan untuk mengamankan upeti dan menghadapi Mitanni; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—Annals of Thutmose III di Karnak; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep II akan menggantikan Thutmose III sekitar 1425 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria tunduk pada Mesir di bawah Thutmose III; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat—upeti dan perdagangan kayu cedar, minyak zaitun, anggur; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose III memerintah sendirian; kampanye tahunan ke Levant; Nubia provinsi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—Annals of Thutmose III; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep II akan menggantikan sekitar 1425 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1425 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan pengaruh sampai Levant utara dan Mesopotamia utara.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~54 tahun memerintah (salah satu firaun terpanjang); Amenhotep II (Amenophis II) (sekitar 1425–1400 SM) naik tahta—putra Thutmose III, memerintah ~25 tahun; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM) berlanjut; kampanye ke Levant berlanjut—Amenhotep II mempertahankan dominasi Mesir di Syria-Kanaan dan menghadapi Mitanni; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—relief kemenangan; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose IV akan menggantikan Amenhotep II sekitar 1400 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria tunduk pada Mesir—transisi dari Thutmose III ke Amenhotep II; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Thutmose III lalu Amenhotep II); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal, ancaman Kaskia; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—Tudhaliya I atau Tudhaliya II akan memulai ekspansi ke Syria.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep II (sekitar 1425–1400 SM) naik tahta—menggantikan Thutmose III (sekitar 1479–1425 SM); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; kampanye ke Levant berlanjut—mempertahankan dominasi Mesir di Syria-Kanaan; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose IV akan menggantikan sekitar 1400 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1420 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu).
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep II (sekitar 1425–1400 SM) memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; kampanye ke Levant berlanjut—mempertahankan dominasi Mesir di Syria-Kanaan dan menghadapi Mitanni; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru—relief kemenangan Amenhotep II; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose IV akan menggantikan Amenhotep II sekitar 1400 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria tunduk pada Mesir di bawah Amenhotep II; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—ekspansi ke Syria dan konflik dengan Mesir akan terjadi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep II memerintah; kampanye ke Levant; Nubia provinsi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose IV akan menggantikan sekitar 1400 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1415 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu), pengaruh sampai Kizzuwatna dan Aleppo.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep II (sekitar 1425–1400 SM) memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; kampanye ke Levant berlanjut—mempertahankan dominasi Mesir di Syria-Kanaan dan menghadapi Mitanni; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose IV akan menggantikan Amenhotep II sekitar 1400 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria tunduk pada Mesir di bawah Amenhotep II; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—Tudhaliya I atau Tudhaliya II akan memulai ekspansi ke Syria dan konflik dengan Mitanni.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep II memerintah; kampanye ke Levant; Nubia provinsi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose IV akan menggantikan sekitar 1400 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1410 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan pengaruh sampai Levant utara dan Mesopotamia utara.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep II (sekitar 1425–1400 SM) memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; kampanye ke Levant berlanjut—mempertahankan dominasi Mesir di Syria-Kanaan; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose IV akan menggantikan Amenhotep II sekitar 1400 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria tunduk pada Mesir di bawah Amenhotep II; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—ekspansi ke Syria dan konflik dengan Mesir dan Mitanni akan terjadi.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep II memerintah; kampanye ke Levant; Nubia provinsi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose IV akan menggantikan sekitar 1400 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1405 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) berkembang di Syria utara—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu).
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep II (sekitar 1425–1400 SM) memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; kampanye ke Levant berlanjut—mempertahankan dominasi Mesir di Syria-Kanaan; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Berakhirnya Amenhotep II sekitar 1400 SM—Thutmose IV akan naik tahta.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria tunduk pada Mesir di bawah Amenhotep II; Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant akan terbentuk.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Kuno): Raja Het Kuno memerintah—periode lemah sebelum Kerajaan Het Baru; ibukota Hattusa; tidak ada ekspansi besar—konsolidasi internal; tulisan cuneiform; teknologi besi awal; keagamaan Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru akan bangkit sekitar 1400 SM—Tudhaliya I atau Tudhaliya II akan memulai ekspansi ke Syria dan Kizzuwatna.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep II memerintah—mendekati akhir pemerintahannya (~1400 SM); kampanye ke Levant; Nubia provinsi Mesir; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan; makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Thutmose IV akan menggantikan sekitar 1400 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria akan berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1400 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen di Tigris hulu—belum menjadi kekaisaran; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam berkembang; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Kerajaan Hurrian) berkembang di Syria utara dan Mesopotamia utara—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu)—rival Mesir dan Het di Levant.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Amenhotep II (sekitar 1425–1400 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~25 tahun memerintah; Thutmose IV (Tuthmosis IV) (sekitar 1400–1390 SM) naik tahta—putra Amenhotep II, memerintah ~10 tahun; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM) berlanjut; kampanye ke Levant berlanjut—mempertahankan dominasi Mesir di Syria-Kanaan dan menghadapi Mitanni dan Kerajaan Het Baru; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep III akan menggantikan Thutmose IV sekitar 1390 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal; tradisi pemakaman Shang; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir Kerajaan Baru kuat di bawah Thutmose IV—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir; Kerajaan Het Baru bangkit sekitar 1400 SM—Tudhaliya I atau Tudhaliya II memulai ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo)—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant terbentuk; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs (makam bundar dengan kubah) dan istana dengan megaron (ruang utama); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Thutmose IV); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon dalam bentuk awal); Zaman Perunggu Akhir di Aegean—kemakmuran dan ekspansi Mykenai.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Bangkitnya Kerajaan Het Baru sekitar 1400 SM—Tudhaliya I atau Tudhaliya II (kronologi pendek bervariasi) memulai ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni dan Mesir; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu tetap rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; keagamaan—Teshub, Arinna; Kerajaan Het Baru (sekitar 1400–1200 SM) akan mencapai puncak di bawah Suppiluliuma I (sekitar 1350 SM) dan berkonflik dengan Mesir (Pertempuran Kadesh sekitar 1274 SM).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose IV (sekitar 1400–1390 SM) naik tahta—menggantikan Amenhotep II (sekitar 1425–1400 SM); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM) berlanjut; kampanye ke Levant berlanjut—mempertahankan dominasi Mesir di Syria-Kanaan dan menghadapi Mitanni dan Kerajaan Het Baru; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep III akan menggantikan Thutmose IV sekitar 1390 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); populasi Nubia—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang (sekitar 1500 SM)—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis—arkeologi dan tradisi lisan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase, akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama—perkembangan independen.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan—arsitektur dan artefak sebagai bukti.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1395 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite (kemungkinan Kadashman-Enlil I atau pendahulunya) mempertahankan stabilitas dan hubungan diplomatik dengan Mesir; Code of Hammurabi tetap rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi, kuil-kuil besar; Asyur independen di Tigris hulu—belum menjadi kekaisaran, mungkin masih di bawah pengaruh Mitanni; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam berkembang; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Kerajaan Hurrian) di Syria utara dan Mesopotamia utara—raja Artatama I atau Shuttarna II (sekitar 1400-an SM)—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu)—rival Mesir dan Het di Levant; perjanjian damai dan pernikahan diplomatik antara Mitanni dan Mesir akan terjadi di era ini.
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose IV (Tuthmosis IV) (sekitar 1400–1390 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; kampanye ke Levant berlanjut—mempertahankan dominasi Mesir di Syria-Kanaan dan menghadapi Mitanni dan Kerajaan Het Baru; Stela Mimpi Thutmose IV di Giza—legenda raja tidur di bawah Sphinx dan bermimpi Sphinx menjanjikan tahta jika membersihkan pasir (propaganda legitimasi); Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja (KV); proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep III akan menggantikan Thutmose IV sekitar 1390 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal; tradisi pemakaman Shang; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Thutmose IV—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni berkembang di Syria utara—persaingan pengaruh dengan Mesir; Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya I/II—ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo)—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs (makam bundar dengan kubah) dan istana dengan megaron (ruang utama); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Thutmose IV); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon dalam bentuk awal); Zaman Perunggu Akhir di Aegean—kemakmuran dan ekspansi Mykenai; jaringan dagang tembaga (Cyprus), timah, minyak zaitun, anggur.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya I atau Tudhaliya II (kronologi bervariasi)—ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu tetap rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); konflik dengan Kaška (utara) dan Arzawa (barat daya) periodik.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Thutmose IV masih memerintah—mendekati akhir pemerintahannya (~1390 SM); kampanye ke Levant; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan; teknologi kereta perang dan busur komposit; seni dan arsitektur Kerajaan Baru; ideologi kerajaan (maat); makam Lembah Raja-Raja; proyek bangunan—kuil Karnak, obelisk; Amenhotep III (putra Thutmose IV dan Mutemwiya) akan naik tahta sekitar 1390 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); populasi Nubia—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1390 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur independen atau di bawah pengaruh Mitanni; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) di Syria utara—raja Shuttarna II (sekitar 1400–1380 SM)—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu)—perjanjian damai dan pernikahan diplomatik dengan Mesir (putri Mitanni ke harem Firaun) akan memperkuat hubungan Mesir–Mitanni melawan Het.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Thutmose IV (sekitar 1400–1390 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~10 tahun memerintah; Amenhotep III (Amenhotep the Magnificent) (sekitar 1390–1353 SM) naik tahta—putra Thutmose IV dan Mutemwiya (kemungkinan putri Mitanni), memerintah ~37 tahun; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; puncak kemakmuran dan pengaruh internasional Mesir—era perdamaian dan diplomasi besar dengan Mitanni, Babilonia, Het, dan kota-kota Levant; kampanye simbolis ke Nubia (tahun ke-5) dan Levant—mempertahankan dominasi tanpa perang besar; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye (Great Royal Wife) akan menjadi ratu paling berpengaruh—asal non-kerajaan (orang tua Yuya dan Tuya); proyek bangunan besar—Malkata (istana), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon akan dibangun; Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; belum ada ibu kota Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Amenhotep III—upeti dan perdagangan; budaya Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni di Syria utara—persekutuan dengan Mesir melawan Het; Kerajaan Het Baru (Tudhaliya I/II)—ekspansi ke Syria—persaingan tiga kekuatan di Levant.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Amenhotep III); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya I/II—ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal; tulisan cuneiform; keagamaan Teshub, Arinna; konflik dengan Kaška dan Arzawa; Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) akan menjadi raja terbesar Het Baru—belum naik tahta.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III (sekitar 1390–1353 SM) naik tahta—menggantikan Thutmose IV; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; era kemakmuran dan seni terbesar—diplomasi dengan Mitanni, Babilonia, Het; kampanye simbolis ke Nubia (tahun ke-5) dan Levant; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye sebagai Great Royal Wife—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon (Thebes); makam Lembah Raja-Raja; Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; budaya lokal bercampur dengan Mesir; kuil Mesir di Nubia.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama.
Tahun 1385 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite (kemungkinan Kurigalzu I atau Kadashman-Enlil I dalam kronologi pendek) mempertahankan stabilitas dan hubungan diplomatik dengan Mesir dan Mitanni; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—masih di bawah atau bersaing dengan pengaruh Mitanni; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam berkembang; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) di Syria utara—raja Artashumara atau Tushratta awal (kronologi bervariasi)—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu)—persekutuan dengan Mesir; pernikahan diplomatik putri Mitanni ke harem Amenhotep III (Gilukhepa atau Taduhepa) merekatkan aliansi Mesir–Mitanni.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III (sekitar 1390–1353 SM) masih memerintah—tahun-tahun awal atau pertengahan masa pemerintahan; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; era kemakmuran dan diplomasi—hubungan dengan Mitanni, Babilonia, Het, dan kota-kota Levant (Byblos, Ugarit, Qatna); kampanye simbolis ke Nubia (tahun ke-5) dan Levant—mempertahankan dominasi tanpa perang besar; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon (dua patung raksasa Amenhotep III di Thebes) dibangun atau direncanakan; makam Lembah Raja-Raja; Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal; tradisi pemakaman Shang; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Amenhotep III—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni di Syria utara—persekutuan dengan Mesir melawan Het; Kerajaan Het Baru (Tudhaliya II atau Arnuwanda I)—ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo)—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs (makam bundar dengan kubah) dan istana dengan megaron (ruang utama); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Amenhotep III); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon dalam bentuk awal); Zaman Perunggu Akhir di Aegean—kemakmuran dan ekspansi Mykenai; jaringan dagang tembaga (Cyprus), timah, minyak zaitun, anggur.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya II atau Arnuwanda I (kronologi bervariasi)—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); konflik dengan Kaška (utara) dan Arzawa (barat daya) periodik; Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) masih putra mahkota atau jenderal—belum naik tahta.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III masih memerintah—era kemakmuran dan seni terbesar; kampanye ke Levant dan Nubia (simbolis); Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye sebagai Great Royal Wife; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon; makam Lembah Raja-Raja; ideologi kerajaan (maat); teknologi kereta perang dan busur komposit; Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); populasi Nubia—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1380 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite mempertahankan stabilitas dan hubungan diplomatik dengan Mesir; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur di Tigris hulu—Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM) akan naik tahta nanti dan melepaskan Asyur dari Mitanni; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) di Syria utara—raja Tushratta (sekitar 1380–1350 SM)—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu)—persekutuan dengan Mesir (pernikahan diplomatik); konflik dengan Kerajaan Het Baru akan memuncak di bawah Suppiluliuma I.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III (sekitar 1390–1353 SM) masih memerintah—Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; era kemakmuran dan diplomasi besar—Surat Amarna (korespondensi diplomatik dengan Babilonia, Mitanni, Het, Levant) akan ditulis di akhir masa Amenhotep III dan era Akhenaten (sekitar 1360–1330 SM); kampanye simbolis ke Nubia dan Levant—mempertahankan dominasi tanpa perang besar; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana, asal non-kerajaan (orang tua Yuya dan Tuya); proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes dengan danau buatan), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon (dua patung raksasa Amenhotep III di Thebes—tinggi ~18 meter); makam Lembah Raja-Raja (KV); Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal; tradisi pemakaman Shang; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Amenhotep III—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni di Syria utara di bawah Tushratta—persekutuan dengan Mesir melawan Het; Kerajaan Het Baru (Tudhaliya II atau Arnuwanda I)—ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo)—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs (makam bundar dengan kubah) dan istana dengan megaron (ruang utama); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Amenhotep III); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon dalam bentuk awal); Zaman Perunggu Akhir di Aegean—kemakmuran dan ekspansi Mykenai; jaringan dagang tembaga (Cyprus), timah, minyak zaitun, anggur.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya II atau Arnuwanda I (kronologi bervariasi)—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); konflik dengan Kaška (utara) dan Arzawa (barat daya)—Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) sebagai putra mahkota atau jenderal membantu ayahnya (Tudhaliya II/III) merebut kembali wilayah dari musuh; Suppiluliuma I akan naik tahta sekitar 1350 SM dan menjadi raja terbesar Het Baru.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III masih memerintah—era kemakmuran dan seni terbesar; kampanye ke Levant dan Nubia (simbolis); Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye sebagai Great Royal Wife—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes dengan danau buatan), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon; makam Lembah Raja-Raja; ideologi kerajaan (maat); teknologi kereta perang dan busur komposit; Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); populasi Nubia—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1375 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite (kemungkinan Kadashman-Enlil I, sekitar 1374–1360 SM dalam kronologi pendek) mempertahankan stabilitas dan hubungan diplomatik dengan Mesir—Surat Amarna (korespondensi diplomatik) akan merekam surat antara Kadashman-Enlil I dan Amenhotep III/Akhenaten; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur di Tigris hulu—masih di bawah atau bersaing dengan pengaruh Mitanni; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) di Syria utara—raja Tushratta (sekitar 1380–1350 SM)—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni, kelas ksatria kereta perang (maryannu)—persekutuan dengan Mesir; konflik dengan Kerajaan Het Baru akan memuncak di bawah Suppiluliuma I (sekitar 1350 SM).
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III (sekitar 1390–1353 SM) masih memerintah—tahun-tahun pertengahan atau akhir masa pemerintahan; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; era kemakmuran dan diplomasi besar—hubungan dengan Mitanni (Tushratta), Babilonia (Kadashman-Enlil I), Het, dan kota-kota Levant (Byblos, Ugarit, Qatna); kampanye simbolis ke Nubia dan Levant—mempertahankan dominasi tanpa perang besar; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon (dua patung raksasa Amenhotep III di Thebes); makam Lembah Raja-Raja; Amenhotep IV (Akhenaten)—putra Amenhotep III dan Tiye—akan naik tahta sekitar 1353 SM dan memulai revolusi keagamaan Atenisme.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal; tradisi pemakaman Shang; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Amenhotep III—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni di Syria utara di bawah Tushratta—persekutuan dengan Mesir melawan Het; Kerajaan Het Baru (Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I)—ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo)—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs (makam bundar dengan kubah) dan istana dengan megaron (ruang utama); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Amenhotep III); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon dalam bentuk awal); Zaman Perunggu Akhir di Aegean—kemakmuran dan ekspansi Mykenai; jaringan dagang tembaga (Cyprus), timah, minyak zaitun, anggur.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I (kronologi bervariasi)—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); konflik dengan Kaška (utara) dan Arzawa (barat daya)—Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) sebagai putra mahkota atau jenderal membantu ayahnya merebut kembali wilayah; Suppiluliuma I akan naik tahta sekitar 1350 SM.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III masih memerintah—era kemakmuran dan seni terbesar; kampanye ke Levant dan Nubia (simbolis); Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye sebagai Great Royal Wife—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon; makam Lembah Raja-Raja; ideologi kerajaan (maat); teknologi kereta perang dan busur komposit; Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); populasi Nubia—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1370 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite Kadashman-Enlil I (sekitar 1374–1360 SM dalam kronologi pendek) mempertahankan stabilitas dan hubungan diplomatik dengan Mesir—Surat Amarna akan merekam surat antara Kadashman-Enlil I dan Amenhotep III (pernikahan putri Babilonia, emas, hadiah); Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur di Tigris hulu—Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM) akan naik tahta dan melepaskan Asyur dari Mitanni—Surat Amarna akan merekam surat Ashur-uballit I ke Firaun; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) di Syria utara—raja Tushratta (sekitar 1380–1350 SM)—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni—persekutuan dengan Mesir; konflik dengan Kerajaan Het Baru akan memuncak di bawah Suppiluliuma I (sekitar 1350 SM)—Tushratta akan dikalahkan dan Mitanni akan hancur.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III (sekitar 1390–1353 SM) masih memerintah—mendekati akhir masa pemerintahan (~1353 SM); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; era kemakmuran dan diplomasi besar—Surat Amarna (korespondensi diplomatik dengan Babilonia, Mitanni, Het, Levant) ditulis di akhir masa Amenhotep III dan era Akhenaten (sekitar 1360–1330 SM); kampanye simbolis ke Nubia dan Levant—mempertahankan dominasi tanpa perang besar; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon; makam Lembah Raja-Raja; Amenhotep IV (Akhenaten)—putra Amenhotep III dan Tiye—akan naik tahta sekitar 1353 SM dan memulai revolusi keagamaan Atenisme (pemujaan Aten—cakram matahari).
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal; tradisi pemakaman Shang; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Amenhotep III—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni di Syria utara di bawah Tushratta—persekutuan dengan Mesir melawan Het; Kerajaan Het Baru (Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I)—ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo)—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant; Surat Amarna akan merekam surat dari Rib-Hadda (Byblos), Abdi-Heba (Yerusalem), dan penguasa kota-kota Levant ke Firaun; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs (makam bundar dengan kubah) dan istana dengan megaron (ruang utama); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Amenhotep III); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon dalam bentuk awal); Zaman Perunggu Akhir di Aegean—kemakmuran dan ekspansi Mykenai; jaringan dagang tembaga (Cyprus), timah, minyak zaitun, anggur.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I (kronologi bervariasi)—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); konflik dengan Kaška (utara) dan Arzawa (barat daya)—Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) sebagai putra mahkota atau jenderal membantu ayahnya merebut kembali wilayah dari musuh; Suppiluliuma I akan naik tahta sekitar 1350 SM dan menjadi raja terbesar Het Baru—penaklukan Mitanni, Aleppo, Carchemish, dan konflik dengan Mesir.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III masih memerintah—mendekati akhir masa pemerintahan (~1353 SM); era kemakmuran dan seni terbesar; kampanye ke Levant dan Nubia (simbolis); Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye sebagai Great Royal Wife—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon; makam Lembah Raja-Raja; ideologi kerajaan (maat); teknologi kereta perang dan busur komposit; Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM dan memulai revolusi Atenisme.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); populasi Nubia—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1365 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite Kadashman-Enlil I (sekitar 1374–1360 SM) atau Burna-Buriash II (sekitar 1359–1333 SM) dalam kronologi bervariasi—Surat Amarna merekam korespondensi diplomatik dengan Mesir (pernikahan putri, emas, hadiah); Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur di Tigris hulu—Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM) naik tahta dan melepaskan Asyur dari Mitanni—bangkitnya Kekaisaran Asyur Tengah; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) di Syria utara—raja Tushratta (sekitar 1380–1350 SM)—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni—persekutuan dengan Mesir; konflik dengan Kerajaan Het Baru akan memuncak di bawah Suppiluliuma I (sekitar 1350 SM)—Tushratta akan dikalahkan dan Mitanni akan hancur; Surat Amarna (sekitar 1360–1330 SM) merekam surat Ashur-uballit I ke Firaun (Amenhotep III/Akhenaten)—Asyur meminta emas dan pengakuan setara.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III (sekitar 1390–1353 SM) masih memerintah—mendekati akhir masa pemerintahan (~1353 SM); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; era kemakmuran dan diplomasi besar—Surat Amarna (korespondensi diplomatik dengan Babilonia, Mitanni, Het, Asyur, Levant) ditulis di akhir masa Amenhotep III dan era Akhenaten (sekitar 1360–1330 SM); kampanye simbolis ke Nubia dan Levant—mempertahankan dominasi tanpa perang besar; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon; makam Lembah Raja-Raja; Amenhotep IV (Akhenaten)—putra Amenhotep III dan Tiye—akan naik tahta sekitar 1353 SM dan memulai revolusi keagamaan Atenisme.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal; tradisi pemakaman Shang; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Amenhotep III—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni di Syria utara di bawah Tushratta—persekutuan dengan Mesir melawan Het; Kerajaan Het Baru (Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I)—ekspansi ke Syria—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant; Surat Amarna merekam surat dari Rib-Hadda (Byblos), Abdi-Heba (Yerusalem), dan penguasa kota-kota Levant ke Firaun; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs (makam bundar dengan kubah) dan istana dengan megaron (ruang utama); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Amenhotep III); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon dalam bentuk awal); Zaman Perunggu Akhir di Aegean—kemakmuran dan ekspansi Mykenai; jaringan dagang tembaga (Cyprus), timah, minyak zaitun, anggur.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I (kronologi bervariasi)—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); konflik dengan Kaška (utara) dan Arzawa (barat daya)—Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) sebagai putra mahkota atau jenderal membantu ayahnya merebut kembali wilayah; Suppiluliuma I akan naik tahta sekitar 1350 SM dan menjadi raja terbesar Het Baru—penaklukan Mitanni, Aleppo, Carchemish, dan konflik dengan Mesir.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III masih memerintah—mendekati akhir masa pemerintahan (~1353 SM); era kemakmuran dan seni terbesar; kampanye ke Levant dan Nubia (simbolis); Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye sebagai Great Royal Wife—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon; makam Lembah Raja-Raja; ideologi kerajaan (maat); teknologi kereta perang dan busur komposit; Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM dan memulai revolusi Atenisme.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); populasi Nubia—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1360 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite Kadashman-Enlil I (sekitar 1374–1360 SM) atau Burna-Buriash II (sekitar 1359–1333 SM) dalam kronologi bervariasi—Surat Amarna merekam korespondensi diplomatik dengan Mesir (pernikahan putri Babilonia ke harem Firaun, emas, hadiah); Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur di Tigris hulu—Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM) memerintah dan melepaskan Asyur dari Mitanni—bangkitnya Kekaisaran Asyur Tengah; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian) di Syria utara—raja Tushratta (sekitar 1380–1350 SM)—kerajaan besar dengan ibu kota Washukanni—persekutuan dengan Mesir; konflik dengan Kerajaan Het Baru akan memuncak di bawah Suppiluliuma I (sekitar 1350 SM)—Tushratta akan dikalahkan dan Mitanni akan hancur; Surat Amarna (sekitar 1360–1330 SM) merekam surat Ashur-uballit I ke Firaun—Asyur meminta emas dan pengakuan setara.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III (sekitar 1390–1353 SM) masih memerintah—mendekati akhir masa pemerintahan (~1353 SM); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; era kemakmuran dan diplomasi besar—Surat Amarna (korespondensi diplomatik dengan Babilonia, Mitanni, Het, Asyur, Levant) ditulis di akhir masa Amenhotep III dan era Akhenaten (sekitar 1360–1330 SM)—sumber utama untuk memahami politik internasional Zaman Perunggu Akhir; kampanye simbolis ke Nubia dan Levant—mempertahankan dominasi tanpa perang besar; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon; makam Lembah Raja-Raja; Amenhotep IV (Akhenaten)—putra Amenhotep III dan Tiye—akan naik tahta sekitar 1353 SM dan memulai revolusi keagamaan Atenisme (pemujaan Aten—cakram matahari).
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery—budaya pasca-urban; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut—raja Shang awal; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja, bangsawan, petani, budak; oracle bone script tahap awal; tradisi pemakaman Shang; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Amenhotep III—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni di Syria utara di bawah Tushratta—persekutuan dengan Mesir melawan Het; Kerajaan Het Baru (Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I)—ekspansi ke Syria—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant; Surat Amarna merekam surat dari Rib-Hadda (Byblos), Abdi-Heba (Yerusalem), dan penguasa kota-kota Levant ke Firaun—permintaan bantuan militer terhadap Habiru dan penguasa lain; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs (makam bundar dengan kubah) dan istana dengan megaron (ruang utama); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Amenhotep III); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon dalam bentuk awal); Zaman Perunggu Akhir di Aegean—kemakmuran dan ekspansi Mykenai; jaringan dagang tembaga (Cyprus), timah, minyak zaitun, anggur.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I (kronologi bervariasi)—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan hukum; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); konflik dengan Kaška (utara) dan Arzawa (barat daya)—Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) sebagai putra mahkota atau jenderal membantu ayahnya merebut kembali wilayah dari musuh; Suppiluliuma I akan naik tahta sekitar 1350 SM dan menjadi raja terbesar Het Baru—penaklukan Mitanni, Aleppo, Carchemish, dan konflik dengan Mesir; Surat Amarna merekam surat dari raja Het ke Firaun.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus untuk elite—pemakaman dengan senjata dan perhiasan perunggu; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge); migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan atau chiefdom; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III masih memerintah—mendekati akhir masa pemerintahan (~1353 SM); era kemakmuran dan seni terbesar; kampanye ke Levant dan Nubia (simbolis); Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Tiye sebagai Great Royal Wife—pengaruh besar di istana; proyek bangunan—Malkata (istana barat Thebes), kuil Karnak, Luxor, kolossi Memnon; makam Lembah Raja-Raja; ideologi kerajaan (maat); teknologi kereta perang dan busur komposit; Amenhotep IV (Akhenaten) akan menggantikan sekitar 1353 SM dan memulai revolusi Atenisme.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, kulit hewan; perdagangan emas, gading, kulit hewan—dikontrol Mesir; pengaruh Mesir kuat—kuil dan administrasi Mesir di Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); populasi Nubia—budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah; tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1355 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Burna-Buriash II (sekitar 1359–1333 SM) mempertahankan stabilitas dan hubungan diplomatik dengan Mesir—Surat Amarna merekam korespondensi Burna-Buriash II dengan Amenhotep III dan Akhenaten (pernikahan putri Babilonia, emas, hadiah); Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah bangkit, Asyur melepaskan diri dari dominasi Mitanni; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform untuk catatan ekonomi dan diplomatik; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Kerajaan Hurrian) di Syria utara—raja Tushratta (sekitar 1380–1350 SM)—konflik dengan Kerajaan Het Baru akan memuncak di bawah Suppiluliuma I (sekitar 1350 SM); Surat Amarna merekam surat Tushratta ke Amenhotep III/Akhenaten (patung dewa, emas, persekutuan anti-Het).
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Amenhotep III (sekitar 1390–1353 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~37 tahun memerintah, salah satu masa paling makmur Kerajaan Baru; Amenhotep IV (Akhenaten) (sekitar 1353–1336 SM) naik tahta—putra Amenhotep III dan Tiye, memerintah ~17 tahun; Dimulainya revolusi keagamaan Atenisme—pemujaan Aten (cakram matahari) sebagai dewa utama, penolakan terhadap politeisme tradisional (Amun, Osiris, dll.); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM) berlanjut; kampanye ke Levant dan Nubia; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); Nefertiti (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana; ibu kota baru Akhetaten (Tel el-Amarna) akan dibangun di tahun ke-5 (~1348 SM); Surat Amarna (arsip diplomatik) berlanjut di era Akhenaten; Tutankhamun akan menggantikan Akhenaten nanti (sekitar 1336 SM) dan memulihkan pemujaan Amun.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM) berlanjut—fase transisi dari urban ke rural; Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga)—budaya pasca-urban dengan perubahan ritual pemakaman; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun drastis—banyak permukiman ditinggalkan; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM) berlanjut; Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar (perimeter hingga 7 km), istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu untuk persembahan leluhur; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script tahap awal—tulisan Tiongkok tertua yang teridentifikasi; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi dan budaya; pengaruh sampai Panlongcheng (dekat Yangtze); ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM, masa Pan Geng).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir kuat di bawah Amenhotep III (baru meninggal); budaya campuran Kanaan, Amori, Hurrian; Mitanni di Syria utara di bawah Tushratta—konflik dengan Kerajaan Het Baru akan memuncak di bawah Suppiluliuma I (sekitar 1350 SM); Kerajaan Het Baru (Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I)—ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo)—persaingan tiga kekuatan (Mesir, Mitanni, Het) di Levant; Surat Amarna merekam surat dari Rib-Hadda (Byblos), Abdi-Heba (Yerusalem), dan penguasa kota-kota Levant ke Firaun—permintaan bantuan militer; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai setelah keruntuhan istana Minoa, Linear B (Yunani awal) digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos dengan Tholos tombs (makam bundar dengan kubah batu) dan istana dengan megaron (ruang utama); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai (motif figuratif, perang, perburuan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era transisi Amenhotep III → Akhenaten)—tembikar Mykenai ditemukan di Amarna; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon, Hera dalam bentuk proto); Zaman Perunggu Akhir (LH III) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Kerajaan Het Baru di bawah Tudhaliya II/III atau Arnuwanda I—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Kizzuwatna, Aleppo) dan konflik dengan Mitanni; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) akan naik tahta sekitar 1350 SM dan menjadi raja terbesar Kerajaan Het Baru—penaklukan Syria dan kehancuran Mitanni.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, dan kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep III meninggal (~1353 SM)—pembangunan kuil besar di Thebes (Luxor), kolosus Memnon; Amenhotep IV (Akhenaten) (sekitar 1353–1336 SM) naik tahta—Dimulainya revolusi keagamaan Atenisme (pemujaan Aten sebagai satu dewa utama); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; kampanye ke Levant dan Nubia; Nubia provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas)—Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, upeti; Nefertiti (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana dan kultus Aten; ibu kota baru Akhetaten (Tel el-Amarna) akan dibangun di tahun ke-5 (~1348 SM); Surat Amarna (korespondensi diplomatik dengan Babilonia, Mitanni, Het, Asyur, Levant) berlanjut; Tutankhamun akan menggantikan Akhenaten nanti (sekitar 1336 SM) dan memulihkan pemujaan Amun.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma sebelum penaklukan Mesir ~1500 SM)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir—tembikar, pemakaman; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-18.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis—arkeologi dan tradisi lisan; tidak terpengaruh langsung oleh peristiwa Mesir atau Levant.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih, akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama—perkembangan independen.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan—arsitektur dan artefak sebagai bukti.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1350 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Burna-Buriash II (sekitar 1359–1333 SM)—Surat Amarna merekam korespondensi Burna-Buriash II dengan Akhenaten (pernikahan putri Babilonia, emas, keluhan tentang Firaun tidak mengirim emas); Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah bangkit, Asyur lepas dari Mitanni dan diakui setara oleh Babilonia dan Mesir (Surat Amarna—surat Ashur-uballit ke Firaun); Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni (Hurrian)—Kehancuran Mitanni di bawah Suppiluliuma I (Het)—raja Tushratta (sekitar 1380–1350 SM) dikalahkan oleh Het, ibukota Washukanni direbut atau dijadikan vasal; Kerajaan Het Baru di bawah Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) mencapai puncak—penaklukan Syria (Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru), vasal Mitanni, Traktat Kizzuwatna; Surat Amarna merekam surat Suppiluliuma I ke Akhenaten.
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep IV (Akhenaten) (sekitar 1353–1336 SM) masih memerintah—tahun ke-3 atau ke-4; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); revolusi keagamaan Atenisme berlanjut—pemujaan Aten (cakram matahari) sebagai dewa utama, penutupan kuil Amun dan dewa tradisional lainnya (Osiris, Ptah, dll.); ibu kota baru Akhetaten (Tel el-Amarna) akan dibangun di tahun ke-5 (~1348 SM)—pusat pemujaan Aten di Mesir Tengah, pemindahan istana dari Thebes; Surat Amarna (korespondensi diplomatik dengan Babilonia, Mitanni, Het, Asyur, Levant) berlanjut; kampanye ke Levant dan Nubia; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); Nefertiti (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana dan kultus Aten; gaya seni Amarna—proporsi baru (perut membesar, paha lebar, leher panjang)—menyimpang dari tradisi Mesir, penggambaran keluarga kerajaan dalam adegan intim; Tutankhamun akan menggantikan Akhenaten nanti (sekitar 1336 SM) dan memulihkan pemujaan Amun; konflik dengan Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) di Levant—vasal Mesir (Byblos, Yerusalem, dll.) meminta bantuan terhadap Het dan Habiru (kelompok marginal/bandit).
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM) berlanjut—fase transisi dari urban ke rural; Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga)—budaya pasca-urban dengan perubahan ritual pemakaman; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun drastis—banyak permukiman ditinggalkan; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM) berlanjut; Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM, masa Pan Geng).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Mesir di bawah Akhenaten—upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; pengaruh Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) meningkat drastis—penaklukan vasal Mitanni (Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru), Aziru (Amurru) beralih ke Het; Surat Amarna merekam surat dari Rib-Hadda (Byblos), Abdi-Heba (Yerusalem), Aziru (Amurru), dan penguasa kota-kota Levant ke Firaun—permintaan bantuan militer terhadap Habiru dan ekspansi Het; Kehancuran Mitanni—Tushratta dikalahkan oleh Suppiluliuma I; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos dengan Tholos tombs (makam bundar dengan kubah batu, mis. Treasury of Atreus) dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai (motif figuratif, perang, perburuan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Akhenaten)—tembikar Mykenai ditemukan di Amarna; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH III) di Aegean; tidak terpengaruh langsung oleh konflik Mesir–Het di Levant—jaringan dagang tetap.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) naik tahta—raja terbesar Kerajaan Het Baru, pendiri puncak kekaisaran Het; penaklukan Syria—Aleppo, Carchemish (putra Piyassili/Sharri-Kushuh sebagai raja vasal), Nuhashshe, Amurru; kehancuran Mitanni—raja Tushratta (sekitar 1380–1350 SM) dikalahkan, Washukanni direbut atau dijadikan vasal; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform; keagamaan—Teshub, Arinna; Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria); konflik dengan Mesir (Levant)—vasal Mesir (Byblos, Yerusalem) meminta bantuan Firaun terhadap Het; Surat Amarna merekam surat Suppiluliuma I ke Akhenaten; Zannanza Affair (pengiriman putra Suppiluliuma ke Mesir untuk menikahi janda Firaun—putra dibunuh) akan terjadi nanti (~1324 SM)—memicu permusuhan Het–Mesir jangka panjang dan wabah di Het.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep IV (Akhenaten) (sekitar 1353–1336 SM) masih memerintah—tahun ke-3 atau ke-4; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; revolusi keagamaan Atenisme berlanjut—pemujaan Aten (cakram matahari) sebagai dewa utama, penutupan kuil Amun; ibu kota baru Akhetaten (Tel el-Amarna) akan dibangun di tahun ke-5 (~1348 SM); Surat Amarna berlanjut; kampanye ke Levant dan Nubia; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; Nefertiti (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana; gaya seni Amarna—proporsi baru (perut membesar, paha lebar, leher panjang); Tutankhamun akan menggantikan Akhenaten nanti (sekitar 1336 SM) dan memulihkan pemujaan Amun; konflik dengan Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) di Levant—vasal Mesir meminta bantuan terhadap Het dan Habiru.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas); Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-18.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis—arkeologi dan tradisi lisan; tidak terpengaruh langsung oleh peristiwa Mesir atau Levant.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama—perkembangan independen.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan—arsitektur dan artefak sebagai bukti.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1345 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite Burna-Buriash II (sekitar 1359–1333 SM) mempertahankan hubungan diplomatik dengan Akhenaten—Surat Amarna merekam korespondensi (pernikahan putri Babilonia, emas); Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur di Tigris hulu—Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah bangkit; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni—sisa-sisa kerajaan setelah kehancuran di bawah Suppiluliuma I (sekitar 1350 SM)—vasal Het atau kerajaan kecil; Kerajaan Het Baru di bawah Suppiluliuma I menguasai Syria (Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru).
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep IV (Akhenaten) (sekitar 1353–1336 SM) masih memerintah—tahun ke-8 atau ke-9; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; revolusi keagamaan Atenisme berlanjut—pemujaan Aten sebagai dewa utama; ibu kota baru Akhetaten (Tel el-Amarna) dibangun atau selesai (~1348 SM)—pusat pemujaan Aten di Mesir Tengah, istana, kuil Aten, makam elite; Surat Amarna berlanjut; kampanye ke Levant dan Nubia; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Nefertiti (Great Royal Wife)—pengaruh besar di istana; gaya seni Amarna—proporsi baru; Tutankhamun akan menggantikan Akhenaten nanti (sekitar 1336 SM); konflik dengan Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) di Levant—vasal Mesir (Byblos, Yerusalem) kehilangan wilayah ke Het.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut—Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; Surat Amarna merekam surat dari Rib-Hadda (Byblos), Abdi-Heba (Yerusalem) ke Firaun—permintaan bantuan terhadap Het dan Habiru; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Akhenaten, ibu kota Amarna); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) masih memerintah—konsolidasi penaklukan Syria (Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru); ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal; tulisan cuneiform; keagamaan Teshub, Arinna; Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria); konflik dengan Mesir (Levant); Zannanza Affair akan terjadi nanti (~1324 SM).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep IV (Akhenaten) masih memerintah; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; revolusi keagamaan Atenisme berlanjut; ibu kota Akhetaten (Tel el-Amarna) aktif—pusat pemujaan Aten; Surat Amarna berlanjut; kampanye ke Levant dan Nubia; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Nefertiti (Great Royal Wife); gaya seni Amarna; Tutankhamun akan menggantikan Akhenaten nanti (sekitar 1336 SM); konflik dengan Kerajaan Het Baru di Levant.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional—garam, logam; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1340 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite Burna-Buriash II (sekitar 1359–1333 SM)—Surat Amarna merekam korespondensi dengan Akhenaten; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur di Tigris hulu—Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah bangkit; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni—sisa-sisa kerajaan vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Suppiluliuma I menguasai Syria (Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru).
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep IV (Akhenaten) (sekitar 1353–1336 SM) masih memerintah—tahun ke-13 atau ke-14; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; revolusi keagamaan Atenisme berlanjut—pemujaan Aten sebagai dewa utama; ibu kota Akhetaten (Tel el-Amarna) aktif—pusat pemujaan Aten, istana, kuil Aten; Surat Amarna berlanjut; kampanye ke Levant dan Nubia; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Nefertiti (Great Royal Wife)—beberapa ahli menduga Nefertiti mungkin memerintah sebagai rekan-raja atau pengganti singkat (Smenkhkare) sebelum Tutankhamun; gaya seni Amarna; Tutankhamun akan menggantikan Akhenaten nanti (sekitar 1336 SM); konflik dengan Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) di Levant.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; Surat Amarna merekam surat dari Rib-Hadda (Byblos), Abdi-Heba (Yerusalem) ke Firaun—permintaan bantuan terhadap Het dan Habiru; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Akhenaten); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) masih memerintah—konsolidasi penaklukan Syria; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal; tulisan cuneiform; keagamaan Teshub, Arinna; Traktat dengan vasal; konflik dengan Mesir (Levant); Zannanza Affair akan terjadi nanti (~1324 SM).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Amenhotep IV (Akhenaten) masih memerintah; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; revolusi keagamaan Atenisme berlanjut; ibu kota Akhetaten (Tel el-Amarna) aktif; Surat Amarna berlanjut; kampanye ke Levant dan Nubia; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Nefertiti (Great Royal Wife); gaya seni Amarna; Tutankhamun akan menggantikan Akhenaten nanti (sekitar 1336 SM); konflik dengan Kerajaan Het Baru di Levant.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1335 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; Berakhirnya Burna-Buriash II (sekitar 1359–1333 SM)—raja Kassite meninggal setelah ~26 tahun memerintah; Kurigalzu II (sekitar 1332–1308 SM) atau penerus lain naik tahta—kronologi Kassite bervariasi; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur di Tigris hulu—Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM) masih memerintah atau Enlil-nirari (penerus)—Kekaisaran Asyur Tengah bangkit; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Suppiluliuma I menguasai Syria (Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru).
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Amenhotep IV (Akhenaten) (sekitar 1353–1336 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~17 tahun memerintah, revolusi keagamaan Atenisme berakhir dengan kematiannya; Smenkhkare (sekitar 1336–1334 SM) atau Nefertiti sebagai pengganti singkat (kontroversial)—beberapa ahli menduga Nefertiti memerintah dengan nama Smenkhkare; Tutankhamun (Tutankhaten) (sekitar 1336–1327 SM) naik tahta—putra Akhenaten (atau Amenhotep III), memerintah ~9 tahun, memulihkan pemujaan Amun dan meninggalkan Akhetaten (ibu kota kembali ke Thebes); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Surat Amarna tidak lagi aktif—ibu kota pindah dari Amarna.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era transisi Akhenaten → Tutankhamun); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) masih memerintah—konsolidasi penaklukan Syria; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal; tulisan cuneiform; keagamaan Teshub, Arinna; Traktat dengan vasal; konflik dengan Mesir (Levant); Zannanza Affair (pengiriman putra Suppiluliuma ke Mesir untuk menikahi janda Firaun—putra dibunuh) akan terjadi nanti (~1324 SM)—memicu permusuhan Het–Mesir dan wabah di Het.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Akhenaten (~1336 SM); Tutankhamun (Tutankhaten) (sekitar 1336–1327 SM) naik tahta—memulihkan pemujaan Amun dan meninggalkan Akhetaten (ibu kota kembali ke Thebes); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Ankhesenamun (Great Royal Wife, putri Akhenaten dan Nefertiti); pemulihan kuil Amun dan dewa tradisional; gaya seni kembali ke tradisi Mesir (setelah gaya Amarna); konflik dengan Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) di Levant.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1330 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period; raja Kassite Kurigalzu II (sekitar 1332–1308 SM) atau Burna-Buriash II (berakhir ~1333 SM)—kronologi bervariasi; Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila, irigasi, kuil; Asyur di Tigris hulu—Berakhirnya Ashur-uballit I (sekitar 1365–1330 SM)—raja Kekaisaran Asyur Tengah meninggal setelah ~35 tahun memerintah; Enlil-nirari (sekitar 1330–1319 SM) atau Arik-den-ili naik tahta—penerus Ashur-uballit I; Elam di Susa; Sealand di selatan; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli, kayu cedar; Mitanni—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Suppiluliuma I menguasai Syria (Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru).
- Mesir (Kerajaan Baru): Tutankhamun (Tutankhaten) (sekitar 1336–1327 SM) masih memerintah—tahun ke-6 atau ke-7; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; pemulihan pemujaan Amun—kuil Amun dipulihkan, ibu kota kembali ke Thebes (Akhetaten ditinggalkan); Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Ankhesenamun (Great Royal Wife); gaya seni kembali ke tradisi Mesir; konflik dengan Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) di Levant; Tutankhamun akan meninggal nanti (sekitar 1327 SM)—makamnya (KV62) akan ditemukan pada 1922 M.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan berlanjut; Cemetery H dan Ochre Colored Pottery; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun; perdagangan menurun; permukiman kecil dan tersebar; transisi menuju kebudayaan Weda; tidak ada negara terpusat.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang berlanjut; Zhengzhou/Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu; casting perunggu untuk ritual; pertanian padi dan millet; hierarki sosial; oracle bone script tahap awal; kontak stepa Asia Tengah; pengaruh sampai Panlongcheng; ibu kota Anyang akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos, Ugarit, Qatna—perdagangan dengan Mesir dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Suppiluliuma I) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos; Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Tutankhamun); keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir di Aegean.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM) masih memerintah—konsolidasi penaklukan Syria; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal; tulisan cuneiform; keagamaan Teshub, Arinna; Traktat dengan vasal; konflik dengan Mesir (Levant); Zannanza Affair (pengiriman putra Suppiluliuma ke Mesir untuk menikahi janda Firaun—putra Zannanza dibunuh) terjadi sekitar 1324 SM—memicu permusuhan Het–Mesir dan wabah di Het (mungkin tulah dari Mesir).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus berlanjut; Zaman Perunggu Tengah; tumulus untuk elite; perdagangan tembaga dan timah; migrasi Indo-Eropa; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania; permukiman terorganisir; tidak ada negara terpusat; Budaya Nordic di Skandinavia.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Tutankhamun masih memerintah; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; pemulihan pemujaan Amun—kuil Amun dipulihkan; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas; Ankhesenamun (Great Royal Wife); gaya seni kembali ke tradisi Mesir; konflik dengan Kerajaan Het Baru di Levant.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading; pengaruh Mesir kuat; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerma); budaya lokal bercampur dengan pengaruh Mesir.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam; perdagangan regional; teknologi besi menyebar; diversitas budaya tinggi; domestikasi hewan; sistem sosial kompleks; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria berkembang; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal; San Lorenzo sebagai pusat utama; kepala kolosal dari batu basalt; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade; pertanian Three Sisters; hierarki sosial; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe; pertanian teras dan irigasi; perdagangan jarak jauh; tekstil; Quipu akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga; sistem sosial kompleks; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM).
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi Pasifik barat berlanjut; perahu bercadik dan outrigger; permukiman Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang; budaya Lapita berkembang; perdagangan antar pulau; sistem sosial kompleks; kontak Asia Tenggara; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1325 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kurigalzu II (sekitar 1332–1308 SM)—pembangun monumen di Nippur dan Aqar Quf, Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Enlil-nirari (sekitar 1330–1319 SM) atau Arik-den-ili memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, konflik dengan Babilonia Kassite; Elam di Susa—dinasti Igihalkid atau pendahulunya, perdagangan dengan Mesopotamia; Sealand (Dynasty of the Sea Land) di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het setelah penaklukan Suppiluliuma I; Kerajaan Het Baru—Berakhirnya Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM)—raja terbesar Kerajaan Het Baru meninggal (mungkin akibat wabah yang dibawa dari Mesir pasca-Zannanza Affair); Mursili II (sekitar 1321–1295 SM) naik tahta—putra Suppiluliuma I, memerintah ~26 tahun, menghadapi pemberontakan vasal (Arzawa, Kaskia, Azzi-Hayasa) dan wabah yang melanda Anatolia.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Tutankhamun (sekitar 1336–1327 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~9 tahun memerintah (sebab kematian tidak pasti—kecelakaan, penyakit, atau pembunuhan); Ay (sekitar 1327–1323 SM) naik tahta—mungkin mantan penasihat Akhenaten/Tutankhamun, memerintah ~4 tahun; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Ankhesenamun (janda Tutankhamun) menikah dengan Ay atau meminta putra Suppiluliuma I (Het) untuk menikah—Zannanza Affair (putra Suppiluliuma dibunuh dalam perjalanan ke Mesir, ~1324 SM)—memicu permusuhan Het–Mesir; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi); pemulihan pemujaan Amun dan penghancuran jejak Atenisme berlanjut; Horemheb (jenderal, mantan wakil Tutankhamun) akan menggantikan Ay sekitar 1323 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM) berlanjut—fase transisi dari urban ke rural; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam, perubahan ritual pemakaman; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~12.000 jiwa), Mohenjo-daro (~20.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan secara luas.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM) berlanjut; Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar (~7 km perimeter), istana, bengkel perunggu—casting ding, jue, gu untuk ritual; pertanian padi (Lembah Yangtze) dan millet (Lembah Sungai Kuning); hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script tahap awal—tulisan pada tulang ramalan; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; pengaruh sampai Panlongcheng (Hubei)—pos terdepan Shang; ibu kota Anyang (Yin) akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM, masa Pan Geng—perpindahan ibu kota ke Yin).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla, kayu cedar untuk Mesir), Ugarit (Ras Shamra, pelabuhan penting, tulisan alfabet Ugaritik), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru kuat—Mursili II (sekitar 1321–1295 SM) menggantikan Suppiluliuma I; vasal Het: Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru; pengaruh Mesir (Ay, lalu Horemheb) di Kanaan—upeti dan garnisun; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan untuk administrasi istana; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs (makam bundar dengan kubah batu)—Treasury of Atreus (~1300 SM); istana dengan megaron (ruang utama dengan perapian); seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai (motif figuratif, perang, perburuan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Tutankhamun, Ay)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon, Hera); Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Berakhirnya Suppiluliuma I (sekitar 1350–1322 SM)—raja terbesar Kerajaan Het Baru meninggal (mungkin akibat wabah); Mursili II (sekitar 1321–1295 SM) naik tahta—putra Suppiluliuma I, menghadapi pemberontakan vasal (Arzawa di barat, Kaskia di utara, Azzi-Hayasa di timur) dan wabah yang melanda Het selama ~20 tahun; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi—mencegah perang saudara; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Zannanza Affair—putra Suppiluliuma (Zannanza) dibunuh dalam perjalanan ke Mesir (~1324 SM)—memicu permusuhan Het–Mesir; Annals of Mursili II (catatan tahunan kampanye) akan ditulis.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic, perahu dan seni perunggu.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Tutankhamun (~1327 SM); Ay (sekitar 1327–1323 SM) naik tahta—mungkin mantan penasihat; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Zannanza Affair—janda Tutankhamun (Ankhesenamun) meminta putra Suppiluliuma I (Het) untuk menikah—putra dibunuh dalam perjalanan ke Mesir (~1324 SM)—memicu permusuhan Het–Mesir; Nubia provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas)—Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); Horemheb (jenderal) akan menggantikan Ay sekitar 1323 SM—transisi ke firaun militer.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-18.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis—arkeologi dan tradisi lisan.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama—perkembangan independen.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan—arsitektur dan artefak sebagai bukti.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1320 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kurigalzu II (sekitar 1332–1308 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Enlil-nirari (sekitar 1330–1319 SM) atau Arik-den-ili memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, konflik dengan Babilonia Kassite; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Mursili II (sekitar 1321–1295 SM)—menghadapi pemberontakan vasal (Arzawa, Kaskia, Azzi-Hayasa) dan wabah yang melanda Anatolia selama ~20 tahun.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Ay (sekitar 1327–1323 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~4 tahun memerintah; Horemheb (sekitar 1323–1295 SM) naik tahta—mantan jenderal, memerintah ~28 tahun, memulihkan stabilitas dan menghapus jejak Atenisme (penghancuran monumen Akhenaten, penghapusan nama Amarna dari daftar raja); Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan upeti; Dinasti ke-19 (Ramses I) akan dimulai sekitar 1295 SM setelah Horemheb.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM) berlanjut—fase transisi dari urban ke rural; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam, perubahan ritual pemakaman; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~12.000 jiwa), Mohenjo-daro (~18.000 jiwa) populasi menurun; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM) berlanjut; Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar, istana, bengkel perunggu—casting ding, jue, gu untuk ritual; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script tahap awal—tulisan pada tulang ramalan; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; pengaruh sampai Panlongcheng (Hubei)—pos terdepan Shang; ibu kota Anyang (Yin) akan berkembang nanti (sekitar 1300 SM, masa Pan Geng—perpindahan ibu kota ke Yin).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Mursili II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Horemheb) akan ditegaskan kembali—kampanye ke Levant, upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan untuk administrasi istana; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs (makam bundar dengan kubah batu) dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai (motif figuratif, perang, perburuan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Ay, Horemheb)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Mursili II (sekitar 1321–1295 SM) masih memerintah—menghadapi pemberontakan vasal (Arzawa, Kaskia, Azzi-Hayasa) dan wabah yang melanda Het; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan pasca-Zannanza Affair; Annals of Mursili II (catatan tahunan kampanye) merekam penaklukan Arzawa dan Kaskia.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ay berakhir (~1323 SM); Horemheb (sekitar 1323–1295 SM) naik tahta—mantan jenderal, memulihkan stabilitas dan menghapus jejak Atenisme; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir; Dinasti ke-19 (Ramses I) akan dimulai sekitar 1295 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-18.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1315 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kurigalzu II (sekitar 1332–1308 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Enlil-nirari (sekitar 1330–1319 SM) atau Arik-den-ili memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, konflik dengan Babilonia Kassite; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het setelah penaklukan Suppiluliuma I; Kerajaan Het Baru di bawah Mursili II (sekitar 1321–1295 SM)—menghadapi pemberontakan vasal (Arzawa, Kaskia, Azzi-Hayasa) dan wabah yang melanda Anatolia selama ~20 tahun; Annals of Mursili II merekam kampanye tahunan melawan pemberontak.
- Mesir (Kerajaan Baru): Horemheb (sekitar 1323–1295 SM) masih memerintah—tahun ke-8 atau ke-9; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); pemulihan stabilitas dan penghapus jejak Atenisme (penghancuran monumen Akhenaten, penghapusan nama Amarna dari daftar raja); Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan upeti; Dinasti ke-19 (Ramses I) akan dimulai sekitar 1295 SM setelah Horemheb.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM) berlanjut—fase transisi dari urban ke rural; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam, perubahan ritual pemakaman; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~10.000 jiwa), Mohenjo-daro (~15.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan secara luas.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM) berlanjut; Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar (~7 km perimeter), istana, bengkel perunggu—casting ding, jue, gu untuk ritual; pertanian padi (Lembah Yangtze) dan millet (Lembah Sungai Kuning); hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script tahap awal—tulisan pada tulang ramalan; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; pengaruh sampai Panlongcheng (Hubei)—pos terdepan Shang; Pan Geng (raja Shang) akan memindahkan ibu kota ke Yin (Anyang) sekitar 1300 SM—peristiwa besar dalam historiografi Tiongkok.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Mursili II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Horemheb) ditegaskan—kampanye ke Levant, upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan untuk administrasi istana; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs (makam bundar dengan kubah batu) dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai (motif figuratif, perang, perburuan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Horemheb)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon, Hera); Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Mursili II (sekitar 1321–1295 SM) masih memerintah—menghadapi pemberontakan vasal (Arzawa, Kaskia, Azzi-Hayasa) dan wabah yang melanda Het; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan pasca-Zannanza Affair; Annals of Mursili II merekam kampanye tahunan melawan pemberontak.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Horemheb masih memerintah—tahun ke-8 atau ke-9; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; pemulihan stabilitas dan penghapus jejak Atenisme; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir; Dinasti ke-19 akan dimulai sekitar 1295 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-18.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1310 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kurigalzu II (sekitar 1332–1308 SM) atau Nazi-Maruttash (penerus, sekitar 1308–1282 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Enlil-nirari (berakhir ~1319 SM) atau Arik-den-ili (sekitar 1319–1308 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, konflik dengan Babilonia Kassite; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Mursili II (sekitar 1321–1295 SM)—konsolidasi setelah pemberontakan vasal (Arzawa, Kaskia) dan wabah; Annals of Mursili II merekam kampanye tahunan.
- Mesir (Kerajaan Baru): Horemheb (sekitar 1323–1295 SM) masih memerintah—tahun ke-13 atau ke-14; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); pemulihan stabilitas dan penghapus jejak Atenisme (penghancuran monumen Akhenaten); Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan upeti; Ramses I (Dinasti ke-19) akan naik tahta sekitar 1295 SM setelah Horemheb.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM) berlanjut—fase transisi dari urban ke rural; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam, perubahan ritual pemakaman; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~8.000 jiwa), Mohenjo-daro (~12.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan secara luas.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM) berlanjut; Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar (~7 km perimeter), istana, bengkel perunggu—casting ding, jue, gu untuk ritual; pertanian padi (Lembah Yangtze) dan millet (Lembah Sungai Kuning); hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script tahap awal—tulisan pada tulang ramalan; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; pengaruh sampai Panlongcheng (Hubei)—pos terdepan Shang; Pan Geng (raja Shang) akan memindahkan ibu kota ke Yin (Anyang) sekitar 1300 SM—peristiwa besar dalam historiografi Tiongkok.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Mursili II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Horemheb) ditegaskan—kampanye ke Levant, upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan untuk administrasi istana; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs (makam bundar dengan kubah batu) dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai (motif figuratif, perang, perburuan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Horemheb)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon, Hera); Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Mursili II (sekitar 1321–1295 SM) masih memerintah—konsolidasi setelah pemberontakan vasal dan wabah; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan pasca-Zannanza Affair; Annals of Mursili II merekam kampanye tahunan.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Horemheb masih memerintah—tahun ke-13 atau ke-14; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; pemulihan stabilitas dan penghapus jejak Atenisme; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir; Dinasti ke-19 akan dimulai sekitar 1295 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-18.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1305 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kurigalzu II (berakhir ~1308 SM) atau Nazi-Maruttash (sekitar 1308–1282 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Arik-den-ili (sekitar 1319–1308 SM) atau Adad-nirari I (sekitar 1308–1275 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Mursili II (sekitar 1321–1295 SM)—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Aleppo, Carchemish); Muwatalli II akan menggantikan Mursili II sekitar 1295 SM.
- Mesir (Kerajaan Baru): Horemheb (sekitar 1323–1295 SM) masih memerintah—tahun ke-18 atau ke-19; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); pemulihan stabilitas dan penghapus jejak Atenisme (penghancuran monumen Akhenaten); Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan upeti; Ramses I (Dinasti ke-19) akan naik tahta sekitar 1295 SM setelah Horemheb—transisi ke Dinasti ke-19.
- Lembah Indus (Harappa): Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM) berlanjut—fase transisi dari urban ke rural; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam, perubahan ritual pemakaman; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~6.000 jiwa), Mohenjo-daro (~10.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan secara luas.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang dan Budaya Erligang (sekitar 1600–1300 SM) berlanjut; Zhengzhou dan Yanshi dengan tembok kota besar (~7 km perimeter), istana, bengkel perunggu—casting ding, jue, gu untuk ritual; pertanian padi (Lembah Yangtze) dan millet (Lembah Sungai Kuning); hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script tahap awal—tulisan pada tulang ramalan; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; pengaruh sampai Panlongcheng (Hubei)—pos terdepan Shang; Pan Geng (raja Shang) akan memindahkan ibu kota ke Yin (Anyang) sekitar 1300 SM—peristiwa besar dalam historiografi Tiongkok, menandai awal fase Shang Yin (Anyang).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Mursili II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Horemheb) ditegaskan—kampanye ke Levant, upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan untuk administrasi istana; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs (makam bundar dengan kubah batu) dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai (motif figuratif, perang, perburuan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Horemheb)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon, Hera); Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Mursili II (sekitar 1321–1295 SM) masih memerintah—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Aleppo, Carchemish); ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan pasca-Zannanza Affair; Muwatalli II akan menggantikan Mursili II sekitar 1295 SM—akan menghadapi Ramses II di Pertempuran Kadesh (1274 SM).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Horemheb masih memerintah—tahun ke-18 atau ke-19; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru; pemulihan stabilitas dan penghapus jejak Atenisme; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir; Dinasti ke-19 akan dimulai sekitar 1295 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-18.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1300 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Nazi-Maruttash (sekitar 1308–1282 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Adad-nirari I (sekitar 1308–1275 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform; perdagangan timah, tembaga, lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Mursili II (sekitar 1321–1295 SM)—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Aleppo, Carchemish).
- Mesir (Kerajaan Baru): Horemheb (sekitar 1323–1295 SM) masih memerintah—tahun ke-23 atau ke-24; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); pemulihan stabilitas dan penghapus jejak Atenisme (penghancuran monumen Akhenaten); Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir; Ramses I (Dinasti ke-19) akan naik tahta sekitar 1295 SM setelah Horemheb—transisi ke Dinasti ke-19.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H (Punjab) dan Ochre Colored Pottery (Gangga)—budaya pasca-urban dengan perubahan ritual pemakaman; Harappa, Mohenjo-daro populasi menurun drastis—banyak permukiman ditinggalkan; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan.
- Tiongkok (Shang Awal): Dinasti Shang—Pan Geng (raja Shang) memindahkan ibu kota ke Yin (Anyang) sekitar 1300 SM—peristiwa besar dalam historiografi Tiongkok, menandai awal fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM); Budaya Erligang berakhir—transisi ke Budaya Yinxu (Anyang); Anyang sebagai ibu kota baru—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script (tulisan pada tulang ramalan dan tempurung kura-kura)—sumber utama untuk sejarah Shang; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; kontak stepa Asia Tengah; oracle bone script mencapai puncak di Anyang—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Mursili II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Horemheb) ditegaskan—kampanye ke Levant, upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; Zaman Perunggu Akhir.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan untuk administrasi; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae, Tiryns, Pylos, Knossos dengan Tholos tombs (makam bundar dengan kubah batu) dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai (motif figuratif, perang, perburuan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Horemheb)—tembikar Mykenai ditemukan di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH III) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Mursili II (sekitar 1321–1295 SM) masih memerintah—konsolidasi dan ekspansi ke Syria (Aleppo, Carchemish); ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan—Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan pasca-Zannanza Affair; Muwatalli II akan menggantikan Mursili II sekitar 1295 SM—akan menghadapi Ramses II di Pertempuran Kadesh (1274 SM).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Horemheb (sekitar 1323–1295 SM) masih memerintah—tahun ke-23 atau ke-24; Dinasti ke-18 dan Kerajaan Baru (sekitar 1550–1070 SM); pemulihan stabilitas dan penghapus jejak Atenisme; Nubia provinsi Mesir—Wawat (Nubia Bawah) dan Kush (Nubia Atas)—Viceroy of Kush mengelola tambang emas, gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir; Ramses I (Dinasti ke-19) akan naik tahta sekitar 1295 SM setelah Horemheb—transisi ke Dinasti ke-19.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-18.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis—arkeologi dan tradisi lisan; tidak terpengaruh langsung oleh peristiwa Mesir atau Levant.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih, akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton, tinggi hingga 3 meter; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama—perkembangan independen.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang—sistem administrasi tanpa tulisan; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan—arsitektur dan artefak sebagai bukti.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1295 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Nazi-Maruttash (sekitar 1308–1282 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Adad-nirari I (sekitar 1308–1275 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara dan konflik dengan Babilonia Kassite; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru—Berakhirnya Mursili II (sekitar 1321–1295 SM)—raja Het meninggal setelah ~26 tahun memerintah; Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM) naik tahta—putra Mursili II, akan menghadapi Ramses II di Pertempuran Kadesh (1274 SM).
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Horemheb (sekitar 1323–1295 SM)—raja Dinasti ke-18 meninggal setelah ~28 tahun memerintah; Ramses I (sekitar 1295–1294 SM) naik tahta—mantan jenderal dan wazir Horemheb, memerintah ~1 tahun, pendiri Dinasti ke-19; Dinasti ke-19 dimulai—transisi dari Dinasti ke-18; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir; Seti I (putra Ramses I) akan menggantikan Ramses I sekitar 1294 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam, perubahan ritual pemakaman; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~5.000 jiwa), Mohenjo-daro (~8.000 jiwa) populasi menurun drastis—banyak permukiman ditinggalkan; perdagangan jarak jauh dengan Mesopotamia dan Teluk menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa dan pemukiman regional di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda dan Zaman Besi India—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional; sistem tulisan Harappan tidak lagi digunakan.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—Pan Geng (raja Shang) telah memindahkan ibu kota ke Yin (Anyang) sekitar 1300 SM—fase Shang Yin (Anyang) dimulai (sekitar 1300–1046 SM); Anyang sebagai ibu kota baru—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script (tulisan pada tulang ramalan dan tempurung kura-kura)—sumber utama untuk sejarah Shang; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak di Anyang—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Muwatalli II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Ramses I, lalu Seti I) akan ditegaskan kembali—kampanye ke Levant, upeti dan perdagangan kayu cedar (Lebanon), minyak zaitun, anggur; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan untuk administrasi istana; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs (makam bundar dengan kubah batu) dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai (motif figuratif, perang, perburuan); perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Ramses I, Seti I)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal (Zeus, Poseidon, Hera); Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Berakhirnya Mursili II (sekitar 1321–1295 SM)—raja Het meninggal setelah ~26 tahun memerintah; Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM) naik tahta—putra Mursili II, akan menghadapi Ramses II di Pertempuran Kadesh (1274 SM); ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan pasca-Zannanza Affair akan memuncak di Pertempuran Kadesh.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Horemheb (~1295 SM); Ramses I (sekitar 1295–1294 SM) naik tahta—mantan jenderal, pendiri Dinasti ke-19; Dinasti ke-19 dimulai—transisi dari Dinasti ke-18; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir; Seti I akan menggantikan Ramses I sekitar 1294 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih, akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1290 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Nazi-Maruttash (sekitar 1308–1282 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Adad-nirari I (sekitar 1308–1275 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM)—konsolidasi dan persiapan konflik dengan Mesir.
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Ramses I (sekitar 1295–1294 SM)—raja Dinasti ke-19 meninggal setelah ~1 tahun memerintah; Seti I (sekitar 1294–1279 SM) naik tahta—putra Ramses I, memerintah ~15 tahun, firaun besar Dinasti ke-19; Dinasti ke-19 berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan konflik dengan Het; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); Ramses II (putra Seti I) akan menggantikan Seti I sekitar 1279 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~4.000 jiwa), Mohenjo-daro (~6.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM) berlanjut; Anyang sebagai ibu kota—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; Xiao Xin atau Xiao Yi (raja Shang) mungkin memerintah—periode awal Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Muwatalli II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Seti I) ditegaskan—kampanye ke Levant, konflik dengan Het untuk kontrol Syria; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Seti I)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM) masih memerintah—konsolidasi dan persiapan konflik dengan Mesir; ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan akan memuncak di Pertempuran Kadesh (1274 SM); Muwatalli II memindahkan ibukota sementara ke Tarhuntassa (selatan Anatolia).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Ramses I (~1294 SM); Seti I (sekitar 1294–1279 SM) naik tahta—firaun besar Dinasti ke-19; Dinasti ke-19 berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan konflik dengan Het; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor); Ramses II akan menggantikan Seti I sekitar 1279 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1285 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Nazi-Maruttash (sekitar 1308–1282 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Adad-nirari I (sekitar 1308–1275 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM)—persiapan konflik besar dengan Mesir.
- Mesir (Kerajaan Baru): Seti I (sekitar 1294–1279 SM) masih memerintah—tahun ke-9 atau ke-10; Dinasti ke-19 berlanjut; kampanye besar ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan konflik dengan Het; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Ramses II (putra Seti I) sebagai rekan-raja atau putra mahkota—akan menggantikan Seti I sekitar 1279 SM.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~3.000 jiwa), Mohenjo-daro (~5.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM) berlanjut; Anyang sebagai ibu kota—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; Xiao Xin atau Xiao Yi (raja Shang) mungkin memerintah—periode awal Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Muwatalli II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Seti I) ditegaskan—kampanye ke Levant, konflik dengan Het untuk kontrol Syria; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Seti I)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM) masih memerintah—persiapan konflik besar dengan Mesir; ibukota sementara di Tarhuntassa (selatan Anatolia)—Hattusa tetap penting; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan akan memuncak di Pertempuran Kadesh (1274 SM).
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Seti I masih memerintah—tahun ke-9 atau ke-10; Dinasti ke-19 berlanjut; kampanye besar ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan konflik dengan Het; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Ramses II akan menggantikan Seti I sekitar 1279 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1280 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Nazi-Maruttash (sekitar 1308–1282 SM) atau Kadashman-Turgu (penerus)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Adad-nirari I (sekitar 1308–1275 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM)—persiapan konflik besar dengan Mesir di Kadesh.
- Mesir (Kerajaan Baru): Seti I (sekitar 1294–1279 SM) masih memerintah—tahun ke-14 atau ke-15; Dinasti ke-19 berlanjut; kampanye besar ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan konflik dengan Het; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Ramses II (putra Seti I) sebagai rekan-raja atau putra mahkota—akan menggantikan Seti I sekitar 1279 SM dan menghadapi Muwatalli II di Pertempuran Kadesh (1274 SM).
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~2.000 jiwa), Mohenjo-daro (~4.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM) berlanjut; Anyang sebagai ibu kota—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; Xiao Xin atau Xiao Yi (raja Shang) mungkin memerintah—periode awal Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Muwatalli II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Seti I) ditegaskan—kampanye ke Levant, konflik dengan Het untuk kontrol Syria; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat; Kadesh (Tell Nebi Mend) sebagai kota penting—akan menjadi lokasi Pertempuran Kadesh (1274 SM).
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Seti I)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM) masih memerintah—persiapan konflik besar dengan Mesir di Kadesh; ibukota sementara di Tarhuntassa (selatan Anatolia)—Hattusa tetap penting; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan akan memuncak di Pertempuran Kadesh (1274 SM)—salah satu pertempuran terbesar Zaman Perunggu Akhir.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Seti I masih memerintah—tahun ke-14 atau ke-15; Dinasti ke-19 berlanjut; kampanye besar ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir dan konflik dengan Het; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Ramses II akan menggantikan Seti I sekitar 1279 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1275 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Nazi-Maruttash (berakhir ~1282 SM) atau Kadashman-Turgu (sekitar 1282–1264 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Berakhirnya Adad-nirari I (sekitar 1308–1275 SM)—raja Kekaisaran Asyur Tengah meninggal setelah ~33 tahun memerintah; Shalmaneser I (sekitar 1275–1245 SM) naik tahta—putra Adad-nirari I, akan memperluas kekaisaran Asyur; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM)—akan menghadapi Ramses II di Pertempuran Kadesh (1274 SM).
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Seti I (sekitar 1294–1279 SM)—raja Dinasti ke-19 meninggal setelah ~15 tahun memerintah; Ramses II (sekitar 1279–1213 SM) naik tahta—putra Seti I, memerintah ~66 tahun, firaun terbesar Dinasti ke-19, salah satu firaun terbesar Mesir; Dinasti ke-19 berlanjut; kampanye besar ke Levant—akan menghadapi Muwatalli II di Pertempuran Kadesh (1274 SM)—salah satu pertempuran terbesar Zaman Perunggu Akhir; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~1.500 jiwa), Mohenjo-daro (~3.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM) berlanjut; Anyang sebagai ibu kota—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; Xiao Xin atau Xiao Yi (raja Shang) mungkin memerintah—periode awal Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Muwatalli II) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Ramses II) akan ditegaskan—kampanye ke Levant, Pertempuran Kadesh (1274 SM) akan terjadi; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat; Kadesh (Tell Nebi Mend) sebagai kota penting—akan menjadi lokasi Pertempuran Kadesh.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Ramses II)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM) masih memerintah—akan menghadapi Ramses II di Pertempuran Kadesh (1274 SM); ibukota sementara di Tarhuntassa (selatan Anatolia)—Hattusa tetap penting; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); konflik dengan Mesir (Levant)—permusuhan akan memuncak di Pertempuran Kadesh (1274 SM)—salah satu pertempuran terbesar Zaman Perunggu Akhir dengan ~5.000–6.000 kereta perang.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Berakhirnya Seti I (~1279 SM); Ramses II (sekitar 1279–1213 SM) naik tahta—firaun terbesar Dinasti ke-19; Dinasti ke-19 berlanjut; kampanye besar ke Levant—akan menghadapi Muwatalli II di Pertempuran Kadesh (1274 SM); Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1270 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kadashman-Turgu (sekitar 1282–1264 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Shalmaneser I (sekitar 1275–1245 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara dan Anatolia timur; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru—Berakhirnya Muwatalli II (sekitar 1295–1272 SM)—raja Het meninggal setelah ~23 tahun memerintah, setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM); Mursili III (Urhi-Teshub) (sekitar 1272–1267 SM) naik tahta—putra Muwatalli II, akan digulingkan oleh Hattusili III.
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II (sekitar 1279–1213 SM) masih memerintah—tahun ke-9 atau ke-10, setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM); Dinasti ke-19 berlanjut; Pertempuran Kadesh (1274 SM) telah terjadi—konfrontasi besar dengan Muwatalli II (Het), hasil tidak jelas (kedua pihak mengklaim kemenangan), traktat perdamaian akan ditandatangani nanti; kampanye ke Levant—menegaskan pengaruh Mesir; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~1.000 jiwa), Mohenjo-daro (~2.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM) berlanjut; Anyang sebagai ibu kota—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; Xiao Xin atau Xiao Yi (raja Shang) mungkin memerintah—periode awal Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Mursili III) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Ramses II) ditegaskan—setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Ramses II)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Berakhirnya Muwatalli II (~1272 SM)—setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM); Mursili III (Urhi-Teshub) (sekitar 1272–1267 SM) naik tahta—putra Muwatalli II, akan digulingkan oleh Hattusili III; ibukota kembali ke Hattusa—dari Tarhuntassa; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); konflik internal—Hattusili III akan menggulingkan Mursili III.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II masih memerintah—tahun ke-9 atau ke-10; Dinasti ke-19 berlanjut; setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1265 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kadashman-Turgu (sekitar 1282–1264 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Shalmaneser I (sekitar 1275–1245 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara dan Anatolia timur; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru—Berakhirnya Mursili III (Urhi-Teshub) (sekitar 1272–1267 SM)—raja Het digulingkan setelah ~5 tahun memerintah; Hattusili III (sekitar 1267–1237 SM) naik tahta—saudara Muwatalli II, akan menandatangani Traktat Kadesh dengan Ramses II (1259 SM).
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II (sekitar 1279–1213 SM) masih memerintah—tahun ke-14 atau ke-15; Dinasti ke-19 berlanjut; setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia; Traktat Kadesh dengan Hattusili III akan ditandatangani sekitar 1259 SM—traktat perdamaian tertua yang masih ada.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~800 jiwa), Mohenjo-daro (~1.500 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM) berlanjut; Anyang sebagai ibu kota—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; Xiao Xin atau Xiao Yi (raja Shang) mungkin memerintah—periode awal Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Hattusili III) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Ramses II) ditegaskan—setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Ramses II)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Berakhirnya Mursili III (Urhi-Teshub) (~1267 SM)—raja Het digulingkan; Hattusili III (sekitar 1267–1237 SM) naik tahta—saudara Muwatalli II, akan menandatangani Traktat Kadesh dengan Ramses II (1259 SM); ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); Traktat Kadesh dengan Ramses II akan ditandatangani sekitar 1259 SM—traktat perdamaian tertua yang masih ada.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II masih memerintah—tahun ke-14 atau ke-15; Dinasti ke-19 berlanjut; setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia; Traktat Kadesh dengan Hattusili III akan ditandatangani sekitar 1259 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1260 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kadashman-Turgu (berakhir ~1264 SM) atau Kadashman-Enlil II (sekitar 1264–1255 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Shalmaneser I (sekitar 1275–1245 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara dan Anatolia timur; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Hattusili III (sekitar 1267–1237 SM)—akan menandatangani Traktat Kadesh dengan Ramses II (1259 SM).
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II (sekitar 1279–1213 SM) masih memerintah—tahun ke-19 atau ke-20; Dinasti ke-19 berlanjut; setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia; Traktat Kadesh dengan Hattusili III akan ditandatangani sekitar 1259 SM—traktat perdamaian tertua yang masih ada, mengakhiri permusuhan Het–Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~600 jiwa), Mohenjo-daro (~1.000 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM) berlanjut; Anyang sebagai ibu kota—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; Xiao Xin atau Xiao Yi (raja Shang) mungkin memerintah—periode awal Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Hattusili III) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Ramses II) ditegaskan—setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Ramses II)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Hattusili III (sekitar 1267–1237 SM) masih memerintah—akan menandatangani Traktat Kadesh dengan Ramses II (1259 SM); ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); Traktat Kadesh dengan Ramses II akan ditandatangani sekitar 1259 SM—traktat perdamaian tertua yang masih ada, mengakhiri permusuhan Het–Mesir.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II masih memerintah—tahun ke-19 atau ke-20; Dinasti ke-19 berlanjut; setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia; Traktat Kadesh dengan Hattusili III akan ditandatangani sekitar 1259 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1255 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kadashman-Enlil II (sekitar 1264–1255 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Shalmaneser I (sekitar 1275–1245 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara dan Anatolia timur; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Hattusili III (sekitar 1267–1237 SM)—akan menandatangani Traktat Kadesh dengan Ramses II (1259 SM).
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II (sekitar 1279–1213 SM) masih memerintah—tahun ke-24 atau ke-25; Dinasti ke-19 berlanjut; setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia; Traktat Kadesh dengan Hattusili III akan ditandatangani sekitar 1259 SM—traktat perdamaian tertua yang masih ada.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~500 jiwa), Mohenjo-daro (~800 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM) berlanjut; Anyang sebagai ibu kota—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; Xiao Xin atau Xiao Yi (raja Shang) mungkin memerintah—periode awal Anyang.
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Hattusili III) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Ramses II) ditegaskan—setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Ramses II)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Hattusili III (sekitar 1267–1237 SM) masih memerintah—akan menandatangani Traktat Kadesh dengan Ramses II (1259 SM); ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); Traktat Kadesh dengan Ramses II akan ditandatangani sekitar 1259 SM—traktat perdamaian tertua yang masih ada.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II masih memerintah—tahun ke-24 atau ke-25; Dinasti ke-19 berlanjut; setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM), pengaruh Mesir di Levant berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia; Traktat Kadesh dengan Hattusili III akan ditandatangani sekitar 1259 SM.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1250 SM
1. Asia (Peradaban Awal & Kerajaan Kuno)
- Mesopotamia (Babilonia & Asyur): Dinasti Kassite di Babilonia berlanjut—Middle Babylonian period (sekitar 1595–1155 SM); raja Kassite Kadashman-Enlil II (berakhir ~1255 SM) atau Kudur-Enlil (sekitar 1255–1246 SM)—Code of Hammurabi rujukan hukum; kota Babilonia, Nippur, Sippar, Kish—ziggurat Esagila (Marduk), irigasi kanal, kuil-kuil besar; Asyur di Tigris hulu—Shalmaneser I (sekitar 1275–1245 SM) memerintah—Kekaisaran Asyur Tengah berlanjut, ekspansi ke Mesopotamia utara dan Anatolia timur; Elam di Susa—budaya dan tulisan Elam; Sealand di selatan Mesopotamia; administrasi cuneiform—tablet ekonomi dan surat diplomatik; perdagangan timah (Afghanistan), tembaga (Cyprus, Oman), lapis lazuli (Afghanistan), kayu cedar (Levant); Mitanni (Hanigalbat)—sisa-sisa vasal Het; Kerajaan Het Baru di bawah Hattusili III (sekitar 1267–1237 SM)—Traktat Kadesh dengan Ramses II telah ditandatangani (1259 SM)—traktat perdamaian tertua yang masih ada, mengakhiri permusuhan Het–Mesir.
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II (sekitar 1279–1213 SM) masih memerintah—tahun ke-29 atau ke-30; Dinasti ke-19 berlanjut; setelah Pertempuran Kadesh (1274 SM) dan Traktat Kadesh (1259 SM), perdamaian dengan Het berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat); pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia; perdamaian dengan Het—Traktat Kadesh (1259 SM) mengakhiri permusuhan Het–Mesir.
- Lembah Indus (Harappa): Akhir fase Late Harappan (sekitar 1900–1300 SM)—transisi dari urban ke rural selesai; Cemetery H culture (Punjab)—tembikar merah dengan pola geometris hitam; Ochre Colored Pottery (OCP) di lembah Gangga—budaya pasca-urban; Harappa (~400 jiwa), Mohenjo-daro (~600 jiwa) populasi menurun drastis; perdagangan jarak jauh menurun; permukiman kecil dan tersebar—desa di Punjab, Sindh, Gujarat; transisi menuju kebudayaan Weda—masuknya kelompok Indo-Arya (tradisi Weda) akan terjadi; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan dan regional.
- Tiongkok (Shang Yin/Anyang): Dinasti Shang—fase Shang Yin (Anyang) (sekitar 1300–1046 SM) berlanjut; Anyang sebagai ibu kota—situs arkeologi Yinxu dengan istana, bengkel perunggu, oracle bone script; casting perunggu untuk ritual—bejana ding, jue, gu; pertanian padi dan millet di Lembah Sungai Kuning; hierarki sosial—raja (wang), bangsawan, petani; oracle bone script mencapai puncak—catatan ramalan, perang, pertanian, upacara; kontak stepa Asia Tengah—pertukaran teknologi kereta perang dan perunggu; Xiao Xin atau Xiao Yi (raja Shang) mungkin memerintah—periode awal Anyang; Wu Ding (raja Shang besar) akan memerintah nanti (sekitar 1250–1192 SM atau serupa).
- Levant & Syria: Kota-kota Kanaan dan Syria—Byblos (Gubla), Ugarit (Ras Shamra), Qatna (Tell Mishrifeh), Tyre, Sidon—perdagangan dengan Mesir Kerajaan Baru dan Mesopotamia; pengaruh Kerajaan Het Baru (Hattusili III) kuat—Aleppo, Carchemish, Nuhashshe, Amurru vasal Het; pengaruh Mesir (Ramses II) ditegaskan—setelah Traktat Kadesh (1259 SM), perdamaian Het–Mesir berlanjut; Zaman Perunggu Akhir (LB IIA); sastra Ugarit—mitos Baal dan Anat.
2. Eropa (Zaman Perunggu & Migrasi)
- Yunani (Minoa & Mykenai): Periode Minoa Pasca-Palatial (sekitar 1450–1100 SM)—Knossos dikuasai Mykenai, Linear B (Yunani awal) digunakan; Peradaban Mykenai mencapai puncak—Mycenae (Argolid), Tiryns, Pylos (Messenia), Knossos (Kreta); Tholos tombs dan istana dengan megaron; seni fresko dan tembikar—gaya Mykenai; perdagangan maritim Mediterania dengan Mesir Kerajaan Baru (era Ramses II)—tembikar Mykenai di Levant dan Mesir; keagamaan—dewa-dewa Yunani awal; Zaman Perunggu Akhir (LH IIIA-B) di Aegean; populasi daratan Yunani dan Kreta puluhan ribu jiwa.
- Anatolia (Kerajaan Het Baru): Hattusili III (sekitar 1267–1237 SM) masih memerintah—Traktat Kadesh dengan Ramses II telah ditandatangani (1259 SM); ibukota Hattusa—rekonstruksi dan benteng cyclopean; Maklumat Telipinu rujukan suksesi; teknologi besi awal—Anatolia pelopor metalurgi besi; tulisan cuneiform untuk administrasi dan traktat; keagamaan Teshub (dewa badai), Arinna (dewi matahari); Traktat dengan vasal (Kizzuwatna, Syria—Aleppo, Carchemish); perdamaian dengan Mesir—Traktat Kadesh (1259 SM) mengakhiri permusuhan Het–Mesir.
- Eropa Tengah & Utara: Budaya Tumulus (sekitar 1600–1200 SM) berlanjut—Zaman Perunggu Tengah Eropa; tumulus (gundukan makam) untuk elite—pemakaman dengan senjata perunggu, perhiasan, kereta; perdagangan tembaga (Alpen) dan timah (Cornwall, Erzgebirge)—aloy perunggu untuk kapak, pedang, perhiasan; migrasi dan pertukaran budaya Indo-Eropa—penyebaran bahasa dan budaya; jaringan dagang Eropa Tengah–Mediterania—barang mewah Mediterania mencapai Eropa Utara; permukiman terorganisir—desa dengan struktur sosial hierarkis dan chiefdom; tidak ada negara terpusat—masyarakat kesukuan; Budaya Nordic di Skandinavia—Zaman Perunggu Nordic.
3. Afrika (Nubia, Mesir & Afrika Sub-Sahara)
- Mesir (Kerajaan Baru): Ramses II masih memerintah—tahun ke-29 atau ke-30; Dinasti ke-19 berlanjut; setelah Traktat Kadesh (1259 SM), perdamaian dengan Het berlanjut; Nubia provinsi Mesir—Wawat dan Kush—Viceroy of Kush mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, upeti; pemulihan pemujaan Amun dan kuil tradisional (Karnak, Luxor)—Great Hypostyle Hall di Karnak akan dibangun; Abu Simbel akan dibangun—kuil besar Ramses II di Nubia; perdamaian dengan Het—Traktat Kadesh (1259 SM) mengakhiri permusuhan Het–Mesir.
- Nubia (Provinsi Mesir): Nubia tetap provinsi Mesir—Wawat dan Kush; Viceroy of Kush (pejabat Mesir) mengelola tambang emas (Wadi Allaqi, Wadi Hammamat), gading, kulit hewan, upeti; pengaruh Mesir kuat—kuil Mesir, administrasi, budaya material Mesir menyebar ke Nubia; Deffufa di Kerma (peninggalan era Kerajaan Kerma)—struktur bata lumpur besar; budaya lokal Nubia bercampur dengan pengaruh Mesir; tidak ada pemberontakan besar—stabilitas di bawah Dinasti ke-19.
- Afrika Sub-Sahara: Pertanian sorghum, millet, yam di berbagai zona ekologi—Sabuk Sahel, Lembah Niger, Afrika Timur; perdagangan regional—garam, logam, hasil hutan; teknologi besi menyebar perlahan dari Afrika Utara; diversitas budaya tinggi—ratusan kelompok etnis dan bahasa; domestikasi hewan—sapi, kambing, domba; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan dan chiefdom; permukiman semi-sedenter; Nok culture di Nigeria (sekitar 1500–500 SM) berkembang—seni terracotta canggih; tidak terdokumentasi tertulis.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)
- Mesoamerika: Budaya Olmec Fase Awal (sekitar 1500–1200 SM)—peradaban pertama di Mesoamerika; San Lorenzo (Veracruz) sebagai pusat utama—platform tanah besar dan drainase canggih, akan mencapai puncak sekitar 1200–900 SM; kepala kolosal dari batu basalt—gambaran elite penguasa, berat hingga 20 ton; keagamaan—dewa jaguar, dewa hujan, dewa jagung; perdagangan obsidian dan jade (Guatemala)—jaringan dagang regional; pertanian Three Sisters (jagung, kacang, labu); hierarki sosial—elite, pendeta, rakyat; sistem kalender berkembang; arsitektur platform dan plaza—orientasi astronomi; tidak terpengaruh oleh Dunia Lama.
- Andes: Pascacaral-Supe—setelah kemunduran Caral (sekitar 1800 SM); pertanian teras dan irigasi di pegunungan dan pesisir—sistem pertanian berkelanjutan; perdagangan jarak jauh—pertukaran barang antar wilayah (ikan, kapas, logam); tekstil dengan teknik canggih—kapas dan serat; Quipu (sistem tali untuk pencatatan) akan berkembang; metalurgi emas dan tembaga—perhiasan dan upacara; sistem sosial kompleks—elite penguasa dan ritual; budaya Chavín akan berkembang (sekitar 1200 SM); tidak ada tulisan.
5. Oseania (Migrasi & Permukiman Awal)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia ke Pasifik barat berlanjut—dari Taiwan/Asia Tenggara ke Filipina, Indonesia, Melanesia; perahu bercadik dan outrigger—teknologi navigasi samudra; permukiman di Bismarck, Solomon, Vanuatu; pertanian ubi jalar dan taro; navigasi bintang—pengetahuan astronomi untuk pelayaran; budaya Lapita (sekitar 1500–500 SM) berkembang—tembikar berpola khas, jaringan perdagangan antar pulau; perdagangan antar pulau—obsidian, shell, barang mewah; sistem sosial kompleks—struktur kekerabatan; kontak Asia Tenggara melalui perdagangan; tidak terpengaruh oleh peristiwa Dunia Lama—isolasi geografis.
Tahun 1200 SM
1. Asia (Keruntuhan Zaman Perunggu & Transisi)
- Mesir (Kerajaan Baru): Dinasti ke-19-20 memerintah; Firaun Ramses II memerintah; Pertempuran Kadesh dengan Hittite (1274 SM); Ekspansi ke Levant; Perdagangan berkembang.
- Mesopotamia (Asyur): Kekaisaran Asyur Tengah berkembang; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke wilayah sekitarnya.
- Anatolia (Hittite): Kekaisaran Hittite masih berkembang; Perdagangan logam aktif; Kontak dengan Mesir dan Mesopotamia.
- Tiongkok (Shang): Dinasti Shang berkembang; Peradaban perunggu matang; Ritual perunggu berkembang; Sistem tulisan berkembang.
2. Eropa (Keruntuhan Zaman Perunggu)
- Yunani (Mykenai): Peradaban Mykenai mulai menurun; Perdagangan maritim menurun; Migrasi dan invasi; Transisi ke Zaman Besi.
- Eropa Tengah: Budaya Urnfield berkembang; Zaman Perunggu akhir; Migrasi besar-besaran.
3. Afrika (Mesir Baru & Nubia)
- Mesir (Kerajaan Baru): Dinasti ke-19-20 berkembang; Ekspansi ke Nubia dan Levant; Perdagangan berkembang; Seni dan arsitektur berkembang.
- Nubia: Mesir menguasai Nubia; Perdagangan emas aktif; Pengaruh Mesir kuat.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; La Venta sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan.
Tahun 1000 SM
1. Asia (Zaman Besi & Kerajaan Baru)
- Mesir (Kerajaan Baru Akhir): Dinasti ke-21 dimulai; Mesir terpecah; Periode ketidakstabilan; Perdagangan menurun.
- Mesopotamia (Asyur): Kekaisaran Asyur Baru dimulai; Ekspansi besar-besaran; Perdagangan berkembang.
- Levant (Israel & Fenisia): Kerajaan Israel bersatu di bawah Daud dan Salomo; Fenisia berkembang sebagai kekuatan maritim; Perdagangan maritim Mediterania aktif.
- Tiongkok (Zhou): Dinasti Zhou menggantikan Shang; Sistem feodal berkembang; Peradaban perunggu matang; Sistem tulisan berkembang.
2. Eropa (Zaman Besi Awal)
- Yunani (Zaman Kegelapan): Periode transisi setelah keruntuhan Mykenai; Migrasi dan reorganisasi; Zaman Besi awal; Homeros menulis Iliad dan Odyssey (tradisional).
- Eropa Tengah: Budaya Hallstatt berkembang; Zaman Besi awal; Migrasi dan pertukaran budaya.
3. Afrika (Mesir & Nubia)
- Mesir (Kerajaan Baru Akhir): Dinasti ke-21 berkembang; Mesir terpecah; Periode ketidakstabilan.
- Nubia: Kerajaan Kush independen; Perdagangan emas aktif; Budaya independen berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; La Venta sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan.
Tahun 750 SM
1. Asia (Kekaisaran & Ekspansi)
- Mesir (Dinasti ke-25): Dinasti Kushite menguasai Mesir; Firaun Shabaka memerintah; Ekspansi ke Levant; Perdagangan berkembang.
- Mesopotamia (Asyur): Kekaisaran Asyur Baru mencapai puncak; Ekspansi besar-besaran; Perdagangan berkembang; Seni berkembang.
- Levant (Israel & Fenisia): Kerajaan Israel terpecah; Fenisia berkembang sebagai kekuatan maritim; Perdagangan maritim Mediterania aktif.
- Tiongkok (Zhou): Dinasti Zhou berkembang; Sistem feodal berkembang; Peradaban perunggu matang; Sistem tulisan berkembang.
2. Eropa (Yunani Arkais & Etruria)
- Yunani (Zaman Arkais): Periode Arkais dimulai; Polis (kota-negara) berkembang; Kolonisasi Yunani di Mediterania; Perdagangan maritim aktif; Olimpiade pertama (776 SM).
- Italia (Etruria): Peradaban Etruria berkembang; Perdagangan dengan Yunani dan Fenisia; Seni berkembang.
3. Afrika (Mesir & Nubia)
- Mesir (Dinasti ke-25): Dinasti Kushite menguasai Mesir; Ekspansi ke Levant; Perdagangan berkembang.
- Nubia: Kerajaan Kush menguasai Mesir; Perdagangan emas aktif; Budaya independen berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Olmec berkembang; La Venta sebagai pusat utama; Patung kepala kolosal dibuat; Sistem kalender berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan.
Tahun 500 SM
1. Asia (Kekaisaran & Filsafat)
- Mesir (Dinasti ke-27): Mesir dikuasai oleh Persia; Dinasti Achaemenid menguasai Mesir; Perdagangan berkembang.
- Mesopotamia (Persia): Kekaisaran Achaemenid mencapai puncak; Koresh Agung menguasai Babilonia (539 SM); Ekspansi besar-besaran; Perdagangan berkembang.
- India (Magadha): Kerajaan Magadha berkembang; Buddha Gautama hidup (563-483 SM); Ajaran Buddha berkembang; Jainisme berkembang.
- Tiongkok (Zhou): Periode Musim Semi dan Musim Gugur; Konfusius hidup (551-479 SM); Ajaran Konfusius berkembang; Sistem feodal berkembang.
2. Eropa (Yunani Klasik & Republik Romawi)
- Yunani (Zaman Klasik): Periode Klasik dimulai; Perang Persia-Yunani (499-449 SM); Pertempuran Marathon (490 SM); Pertempuran Thermopylae (480 SM); Demokrasi Athena berkembang; Filsafat Yunani berkembang (Sokrates, Plato, Aristoteles).
- Roma (Republik): Republik Romawi berkembang; Ekspansi di Italia; Perdagangan berkembang; Hukum Romawi berkembang.
3. Afrika (Mesir & Nubia)
- Mesir (Dinasti ke-27): Mesir dikuasai oleh Persia; Perdagangan berkembang; Pengaruh Persia kuat.
- Nubia: Kerajaan Kush independen; Perdagangan emas aktif; Budaya independen berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Olmec menurun; Budaya Zapotec berkembang; Monte Albán sebagai pusat utama; Sistem kalender berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan.
Tahun 400 SM
1. Asia (Persia & Negara-Negara Berperang)
- Mesir (Dinasti ke-30): Dinasti ke-30 memerintah; Mesir independen dari Persia; Perdagangan berkembang; Seni berkembang.
- Mesopotamia (Persia): Kekaisaran Achaemenid masih berkuasa; Ekspansi besar-besaran; Perdagangan berkembang; Perang dengan Yunani.
- India (Magadha): Kerajaan Magadha berkembang; Ajaran Buddha dan Jainisme berkembang; Perdagangan berkembang.
- Tiongkok (Zhou): Periode Negara-Negara Berperang dimulai; Konflik antar-negara; Filsafat berkembang (Konfusius, Laozi, Mencius); Sistem feodal berkembang.
2. Eropa (Yunani Klasik & Republik Romawi)
- Yunani (Zaman Klasik): Periode Klasik mencapai puncak; Perang Peloponnesia (431-404 SM); Demokrasi Athena berkembang; Filsafat Yunani berkembang (Sokrates, Plato); Seni dan arsitektur berkembang.
- Roma (Republik): Republik Romawi berkembang; Ekspansi di Italia; Perdagangan berkembang; Hukum Romawi berkembang.
3. Afrika (Mesir & Nubia)
- Mesir (Dinasti ke-30): Dinasti ke-30 memerintah; Mesir independen dari Persia; Perdagangan berkembang.
- Nubia (Kush): Kerajaan Kush independen; Perdagangan emas aktif; Budaya independen berkembang.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Zapotec berkembang; Monte Albán sebagai pusat utama; Sistem kalender berkembang; Perdagangan berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan.
Tahun 300 SM
1. Asia (Hellenistik & Maurya)
- Mesir (Ptolemaik): Dinasti Ptolemaik menguasai Mesir; Perpustakaan Alexandria didirikan; Perdagangan berkembang; Pengaruh Hellenistik kuat.
- Mesopotamia (Seleucid): Kekaisaran Seleucid menguasai Mesopotamia; Pengaruh Hellenistik; Perdagangan berkembang.
- India (Maurya): Kekaisaran Maurya dimulai; Chandragupta Maurya mendirikan kekaisaran; Ekspansi besar-besaran; Perdagangan berkembang.
- Tiongkok (Zhou): Periode Negara-Negara Berperang berlanjut; Konflik antar-negara; Filsafat berkembang; Sistem feodal berkembang.
2. Eropa (Hellenistik & Republik Romawi)
- Yunani (Hellenistik): Periode Hellenistik; Aleksander Agung menaklukkan Persia; Kekaisaran Hellenistik terpecah; Perdagangan maritim aktif; Filsafat dan sains berkembang.
- Roma (Republik): Republik Romawi berkembang; Perang Punisia akan dimulai; Ekspansi di Mediterania; Perdagangan berkembang.
3. Afrika (Ptolemaik & Kush)
- Mesir (Ptolemaik): Dinasti Ptolemaik menguasai Mesir; Perpustakaan Alexandria berkembang; Perdagangan berkembang; Pengaruh Hellenistik kuat.
- Nubia (Kush): Kerajaan Kush independen; Perdagangan emas aktif; Budaya independen berkembang; Piramida Meroe dibangun.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Zapotec berkembang; Monte Albán sebagai pusat utama; Sistem kalender berkembang; Perdagangan berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan.
Tahun 250 SM
1. Asia (Hellenistik & Maurya)
- Mesir (Ptolemaik): Dinasti Ptolemaik menguasai Mesir; Aleksander Agung menaklukkan Mesir (332 SM); Perpustakaan Alexandria didirikan; Perdagangan berkembang.
- Mesopotamia (Seleucid): Kekaisaran Seleucid menguasai Mesopotamia; Pengaruh Hellenistik; Perdagangan berkembang.
- India (Maurya): Kekaisaran Maurya mencapai puncak; Ashoka Agung memerintah (268-232 SM); Ajaran Buddha menyebar; Perdagangan berkembang.
- Tiongkok (Qin & Han): Dinasti Qin menyatukan Tiongkok (221 SM); Tembok Besar Tiongkok dibangun; Dinasti Han dimulai (206 SM); Ekspansi besar-besaran; Perdagangan berkembang.
2. Eropa (Hellenistik & Republik Romawi)
- Yunani (Hellenistik): Periode Hellenistik; Aleksander Agung menaklukkan Persia (334-323 SM); Kekaisaran Hellenistik terpecah; Perdagangan maritim aktif; Filsafat dan sains berkembang.
- Roma (Republik): Republik Romawi berkembang; Perang Punisia dimulai (264 SM); Ekspansi di Mediterania; Perdagangan berkembang; Hukum Romawi berkembang.
3. Afrika (Ptolemaik & Kush)
- Mesir (Ptolemaik): Dinasti Ptolemaik menguasai Mesir; Perpustakaan Alexandria berkembang; Perdagangan berkembang; Pengaruh Hellenistik kuat.
- Nubia (Kush): Kerajaan Kush independen; Perdagangan emas aktif; Budaya independen berkembang; Piramida Meroe dibangun.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Zapotec berkembang; Monte Albán sebagai pusat utama; Sistem kalender berkembang; Perdagangan berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan.
Tahun 100 SM
1. Asia (Romawi & Han)
- Mesir (Romawi): Mesir menjadi provinsi Romawi; Perdagangan berkembang; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan Alexandria masih berfungsi.
- Mesopotamia (Parthia): Kekaisaran Parthia menguasai Mesopotamia; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Jalur Sutra aktif.
- India (Satavahana & Kushan): Dinasti Satavahana menguasai India Tengah; Kekaisaran Kushan berkembang; Perdagangan berkembang; Ajaran Buddha menyebar.
- Tiongkok (Han): Dinasti Han mencapai puncak; Ekspansi besar-besaran; Jalur Sutra aktif; Perdagangan berkembang; Populasi mencapai ~60 juta jiwa.
2. Eropa (Kekaisaran Romawi)
- Roma (Republik Akhir): Republik Romawi dalam krisis; Perang saudara; Julius Caesar aktif; Transisi ke kekaisaran akan terjadi; Perdagangan Mediterania aktif.
- Yunani (Romawi): Yunani menjadi provinsi Romawi; Pengaruh Hellenistik tetap kuat; Perdagangan berkembang.
3. Afrika (Romawi & Kush)
- Mesir (Romawi): Mesir menjadi provinsi Romawi; Perdagangan berkembang; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual.
- Nubia (Kush): Kerajaan Kush independen; Perdagangan emas aktif; Budaya independen berkembang; Piramida Meroe masih dibangun.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Zapotec berkembang; Monte Albán sebagai pusat utama; Sistem kalender berkembang; Perdagangan berkembang; Teotihuacan mulai berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan; Budaya Lapita menyebar.
Tahun 50 SM
1. Asia (Romawi & Han)
- Mesir (Romawi): Mesir menjadi provinsi Romawi; Perdagangan berkembang; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan Alexandria masih berfungsi.
- Mesopotamia (Parthia): Kekaisaran Parthia menguasai Mesopotamia; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Jalur Sutra aktif.
- India (Satavahana & Kushan): Dinasti Satavahana menguasai India Tengah; Kekaisaran Kushan berkembang; Perdagangan berkembang; Ajaran Buddha menyebar.
- Tiongkok (Han): Dinasti Han mencapai puncak; Ekspansi besar-besaran; Jalur Sutra aktif; Perdagangan berkembang; Populasi mencapai ~60 juta jiwa.
2. Eropa (Kekaisaran Romawi)
- Roma (Republik Akhir): Republik Romawi dalam krisis; Perang saudara; Julius Caesar dibunuh (44 SM); Octavian (Augustus) naik ke kekuasaan; Transisi ke kekaisaran; Perdagangan Mediterania aktif.
- Yunani (Romawi): Yunani menjadi provinsi Romawi; Pengaruh Hellenistik tetap kuat; Perdagangan berkembang.
3. Afrika (Romawi & Kush)
- Mesir (Romawi): Mesir menjadi provinsi Romawi; Perdagangan berkembang; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual.
- Nubia (Kush): Kerajaan Kush independen; Perdagangan emas aktif; Budaya independen berkembang; Piramida Meroe masih dibangun.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Zapotec berkembang; Monte Albán sebagai pusat utama; Sistem kalender berkembang; Perdagangan berkembang; Teotihuacan mulai berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan; Budaya Lapita menyebar.
Tahun 1 SM
1. Asia (Romawi & Han)
- Mesir (Romawi): Mesir menjadi provinsi Romawi (30 SM); Kleopatra VII meninggal (30 SM); Perdagangan berkembang; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual.
- Mesopotamia (Parthia): Kekaisaran Parthia menguasai Mesopotamia; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Jalur Sutra aktif.
- India (Satavahana & Kushan): Dinasti Satavahana menguasai India Tengah; Kekaisaran Kushan berkembang; Perdagangan berkembang; Ajaran Buddha menyebar.
- Tiongkok (Han): Dinasti Han mencapai puncak; Kaisar Wu memerintah; Ekspansi besar-besaran; Jalur Sutra aktif; Perdagangan berkembang; Populasi mencapai ~60 juta jiwa.
2. Eropa (Kekaisaran Romawi)
- Roma (Kekaisaran): Kaisar Augustus memerintah (27 SM-14 M); Periode Pax Romana dimulai; Ekspansi besar-besaran; Perdagangan Mediterania aktif; Hukum Romawi berkembang; Sastra Latin klasik berkembang.
- Yunani (Romawi): Yunani menjadi provinsi Romawi; Pengaruh Hellenistik tetap kuat; Perdagangan berkembang.
3. Afrika (Romawi & Kush)
- Mesir (Romawi): Mesir menjadi provinsi Romawi; Perdagangan berkembang; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual.
- Nubia (Kush): Kerajaan Kush independen; Perdagangan emas aktif; Budaya independen berkembang; Piramida Meroe masih dibangun.
4. Amerika (Mesoamerika & Andes)
- Mesoamerika: Budaya Zapotec berkembang; Monte Albán sebagai pusat utama; Sistem kalender berkembang; Perdagangan berkembang; Teotihuacan mulai berkembang.
- Andes: Budaya Chavín berkembang; Arsitektur monumental; Pertanian teras berkembang.
5. Oseania (Migrasi)
- Austronesia: Migrasi bangsa Austronesia berlanjut; Teknologi perahu berkembang; Permukiman di berbagai kepulauan; Budaya Lapita menyebar.