Sejarah Dunia (00.01–20.25) Masehi

Akmal
world-history history timeline

Catatan: format 00.01, 00.05, 00.10, ... dibaca sebagai tahun Masehi (mis. 20.25 = 2025). Untuk era kuno, banyak poin ditulis sebagai konteks periode/sekitar tahun tersebut agar tetap aman secara historis.

Tahun 00.01

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Ping dari Han memerintah (1-6 M); Wang Mang menjabat sebagai wali penguasa; Konfusius mendapat gelar anumerta “Duke of Zhou”; Agama Buddha mulai masuk dari India melalui Jalur Sutra; Dinasti Han mencapai populasi ~60 juta jiwa.
  • India: Kekaisaran Kushan didirikan oleh Kujula Kadphises di Asia Tengah; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah; Perdagangan rempah-rempah India-Arab berkembang pesat.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan di Semenanjung Korea; Raja Yuri naik takhta (19 SM-18 M).

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma (Augustus): Kaisar Augustus memerintah Roma (27 SM-14 M); Periode Pax Romana mencapai puncaknya; Ovidius diasingkan ke Tomis (8 M) dan menulis Metamorphoses; Virgil meninggal (19 SM), Aeneid diterbitkan; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa.
  • Yudea: Herodes Agung meninggal (4 SM); Herodes Arkhelaus menjadi etnarkh Yudea; Yesus Kristus lahir menurut tradisi Kristen (tahun kelahiran diperdebatkan antara 6-4 SM).
  • Britania: Suku-suku Keltik di Britania masih independen; Perdagangan dengan Romawi melalui Galia.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia & Tanduk Afrika: Ratu Amanishakheto dari Kush meninggal; Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Aksum mulai berkembang sebagai pusat perdagangan maritim di Tanduk Afrika; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah.
  • Mesir Romawi: Mesir menjadi lumbung gandum Kekaisaran Romawi; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual terbesar di Mediterania; Perpustakaan Alexandria masih berfungsi.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mulai berkembang menjadi kota besar (populasi ~20.000); Piramida Matahari mulai dibangun; Kebudayaan Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah.
  • Andes: Kebudayaan Nazca (Cahuachi) didirikan di Peru selatan; Garis-garis Nazca mulai dibuat; Pertanian teras berkembang di pegunungan Andes.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Bangsa Polinesia mulai bermukim di kepulauan Marquesas dan Cook bagian utara; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan migrasi lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat.

Tahun 00.05

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Ping dari Han meninggal (6 M); Wang Mang menjadi wali penguasa; Pemberontakan petani meningkat; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Asia Tengah dan Romawi.
  • India: Kekaisaran Kushan mengkonsolidasikan kekuasaan di Baktria dan Gandhara; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata berkembang; Agama Buddha menyebar ke Asia Tengah melalui Kushan.
  • Asia Tengah: Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Perdagangan lintas stepa Eurasia berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Augustus masih memerintah; Tiberius diadopsi sebagai pewaris; Ekspansi Romawi ke Jerman (kampanye melawan suku-suku Jermanik); Hukum Romawi menyebar ke provinsi-provinsi.
  • Yudea: Herodes Arkhelaus dipecat oleh Augustus (6 M); Yudea menjadi provinsi Romawi di bawah prefek; Sensus Romawi pertama di Yudea memicu ketegangan.
  • Germania: Arminius, pemimpin Cherusci, mempersiapkan perlawanan terhadap Romawi; Pertempuran Teutoburg Forest akan terjadi (9 M).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan emas, gading, dan budak dengan Mesir Romawi; Piramida Meroe masih dibangun.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang di Ethiopia modern; Menguasai rute perdagangan Laut Merah; Perdagangan dengan Arab, India, dan Mesir.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan terus berkembang; Sistem kalender Maya berkembang; Perdagangan obsidian dan jade berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang; Garis-garis Nazca (geoglif) mulai dibuat; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah; Teknologi perahu katamaran dan navigasi bintang.

Tahun 00.10

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Wang Mang merebut takhta dan mendirikan Dinasti Xin (9-23 M); Reformasi agraria dan mata uang; Pemberontakan petani meluas; Banjir besar Sungai Kuning (11 M).
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak kekuasaan di Asia Tengah; Kujula Kadphises menguasai Baktria dan Gandhara; Perdagangan sutra dan rempah-rempah berkembang; Agama Buddha Mahayana mulai berkembang.
  • Asia Tengah: Pertempuran antara Han dan Xiongnu berlanjut; Jalur Sutra menghubungkan Tiongkok dengan Parthia dan Romawi; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Augustus meninggal (14 M); Tiberius menjadi kaisar (14-37 M); Pertempuran Teutoburg Forest (9 M) - kekalahan besar Romawi di Jerman; Arminius memimpin aliansi Jermanik mengalahkan 3 legiun Romawi.
  • Germania: Romawi menarik diri dari Jerman timur Rhine; Sungai Rhine menjadi perbatasan permanen; Suku-suku Jermanik tetap independen.
  • Yudea: Yudea menjadi provinsi Romawi; Pontius Pilatus menjadi prefek Yudea (26-36 M); Ketegangan antara Yahudi dan Romawi meningkat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Aksum mengadopsi agama monoteistik lokal.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush mempertahankan kemerdekaan; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~40.000; Piramida Matahari selesai dibangun; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 00.15

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Xin Wang Mang menghadapi pemberontakan besar; Kelaparan dan banjir melanda; Pemberontakan Lulin dan Chimei (17-25 M); Perang saudara meletus.
  • India: Kekaisaran Kushan menguasai sebagian besar Asia Tengah; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha berkembang di Gandhara; Seni Buddha Gandhara mulai berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Daemusin memerintah (18-44 M); Ekspansi ke Manchuria selatan.
  • Jepang: Periode Yayoi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Tiberius memerintah; Sejanus menjadi komandan Praetorian Guard dan memperoleh kekuasaan besar; Konsolidasi perbatasan setelah kekalahan di Teutoburg.
  • Agama: Yesus Kristus memulai pelayanan publik di Yudea (sekitar 27-30 M); Agama Kristen awal berkembang; Yohanes Pembaptis aktif; Transformasi religius perlahan mengubah masyarakat.
  • Britania: Suku-suku Keltik di Britania masih independen; Perdagangan dengan Galia Romawi; Druidisme masih kuat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat melalui kota-kota dan rute dagang; Carthage menjadi kota penting Romawi; Perdagangan gandum, minyak zaitun, dan anggur.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan terus berkembang; Sistem kalender Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Kontak dengan daratan Amerika Tengah.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Seni cadas berkembang; Sistem totem dan Dreamtime.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 00.20

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Xin Wang Mang digulingkan (23 M); Kaisar Gengshi memerintah singkat; Liu Xiu (Kaisar Guangwu) memulihkan Dinasti Han Timur (25-220 M); Perang saudara berakhir; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak di bawah Kanishka I (akan memerintah 127-150 M); Perdagangan sutra dan rempah-rempah berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis seperti Samarkand dan Bukhara berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Tiberius memerintah (14-37 M); Periode transisi setelah Augustus; Sejanus dieksekusi (31 M); Caligula menjadi pewaris; Konsolidasi perbatasan Rhine dan Danube.
  • Yudea: Pontius Pilatus menjadi prefek Yudea (26-36 M); Yesus Kristus disalibkan menurut tradisi (30 M); Agama Kristen mulai menyebar; Paulus dari Tarsus memulai perjalanan misionaris.
  • Britania: Suku-suku Keltik di Britania masih independen; Romawi mempertimbangkan invasi; Perdagangan dengan Galia.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~60.000; Piramida Bulan mulai dibangun; Munculnya kota dan ritus negara; Fondasi bagi pusat-pusat klasik; Sistem kalender Maya berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat.

Tahun 00.25

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur (Han Akhir) mencapai stabilitas di bawah Kaisar Guangwu; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang; Populasi Tiongkok mencapai ~60 juta jiwa.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan sutra, rempah-rempah, dan batu permata dengan Romawi; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra menghubungkan Tiongkok dengan Parthia dan Romawi; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang pesat.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Tiberius masih memerintah; Caligula menjadi pewaris; Konsolidasi perbatasan; Kota-kota, hukum Romawi, dan perdagangan mempercepat urbanisasi; Populasi Kekaisaran Romawi mencapai ~50-60 juta jiwa.
  • Yudea: Pontius Pilatus masih menjadi prefek; Agama Kristen mulai menyebar dari Yudea; Paulus dari Tarsus memulai perjalanan misionaris ke Asia Kecil dan Yunani.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar; Perdagangan Mediterania berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Perdagangan emas, gading, dan budak dengan Mesir Romawi; Piramida Meroe masih dibangun.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~80.000; Piramida Bulan selesai dibangun; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi perahu katamaran dan navigasi bintang.

Tahun 00.30

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil di bawah Kaisar Guangwu; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang; Pertanian dan teknologi berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra menghubungkan Tiongkok dengan Parthia dan Romawi; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang pesat.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Tiberius masih memerintah; Caligula menjadi pewaris; Konsolidasi perbatasan Rhine dan Danube.
  • Yudea: Yesus Kristus disalibkan menurut tradisi Kristen (30 M); Agama Kristen mulai berkembang; Paulus dari Tarsus memulai perjalanan misionaris; Agama Kristen mulai menyebar dari Yerusalem ke Asia Kecil, Yunani, dan Roma.
  • Militer: Konsolidasi perbatasan setelah kekalahan di Teutoburg; Sungai Rhine menjadi perbatasan permanen di utara.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush mempertahankan kemerdekaan; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~100.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 00.35

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Daemusin memerintah (18-44 M); Ekspansi ke Manchuria selatan; Konsolidasi politik awal.
  • Jepang: Periode Yayoi berkembang; Pertanian padi berkembang; Budaya tulis mulai berpengaruh melalui kontak dengan Tiongkok dan Korea.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Tiberius meninggal (37 M); Caligula menjadi kaisar (37-41 M); Periode ketidakstabilan dan eksekusi; Sejanus dieksekusi sebelumnya (31 M).
  • Agama: Agama Kristen awal berkembang; Paulus dari Tarsus melakukan perjalanan misionaris ke Asia Kecil, Yunani, dan Roma; Transformasi religius perlahan mengubah masyarakat; Komunitas Kristen berkembang di kota-kota besar.
  • Yudea: Pontius Pilatus digantikan (36 M); Agama Kristen menyebar dari Yudea; Komunitas Kristen berkembang di Yerusalem, Antiokhia, dan Roma.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat melalui kota-kota dan rute dagang; Carthage menjadi kota penting Romawi; Perdagangan gandum, minyak zaitun, dan anggur.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~100.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Kontak dengan daratan Amerika Tengah.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Seni cadas berkembang; Sistem totem dan Dreamtime.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 00.40

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Perdagangan lintas benua berkembang; Populasi Tiongkok mencapai ~60 juta jiwa.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Caligula dibunuh (41 M); Claudius menjadi kaisar (41-54 M); Ekspansi Romawi ke Britania dimulai (43 M); Periode stabilisasi setelah Caligula.
  • Britania: Invasi Romawi ke Britania dimulai (43 M); Aulus Plautius memimpin invasi; Caratacus memimpin perlawanan Keltik; Romawi menguasai Inggris selatan.
  • Yudea: Agama Kristen menyebar; Paulus dari Tarsus melakukan perjalanan misionaris; Komunitas Kristen berkembang di kota-kota besar.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~100.000-150.000; Munculnya kota dan ritus negara; Fondasi bagi pusat-pusat klasik; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat.

Tahun 00.45

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Claudius memerintah (41-54 M); Ekspansi Romawi ke Britania (43 M); Aulus Plautius memimpin invasi; Caratacus memimpin perlawanan Keltik; Romawi menguasai Inggris selatan.
  • Britania: Invasi Romawi berlanjut; Caratacus ditangkap dan dibawa ke Roma (50 M); Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Boudica akan memimpin pemberontakan (60-61 M).
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar; Perdagangan Mediterania berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Perdagangan emas, gading, dan budak dengan Mesir Romawi; Piramida Meroe masih dibangun.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~150.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi perahu katamaran dan navigasi bintang.

Tahun 00.50

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang; Populasi Tiongkok mencapai ~60 juta jiwa.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Claudius masih memerintah (41-54 M); Ekspansi Romawi ke Britania berlanjut (43-50 M); Caratacus ditangkap dan dibawa ke Roma (50 M); Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales.
  • Britania: Invasi Romawi berlanjut; Caratacus ditangkap (50 M); Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Boudica akan memimpin pemberontakan (60-61 M); Ekspansi Romawi ke pulau Inggris.
  • Militer: Konsolidasi perbatasan Rhine dan Danube; Ekspansi ke Britania; Perdagangan Mediterania berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush mempertahankan kemerdekaan; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~150.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 00.55

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Daemusin memerintah (18-44 M); Konsolidasi politik awal; Ekspansi ke Manchuria selatan.
  • Jepang: Periode Yayoi berkembang; Pertanian padi berkembang; Budaya tulis mulai berpengaruh melalui kontak dengan Tiongkok dan Korea.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Claudius meninggal (54 M); Nero menjadi kaisar (54-68 M); Periode ketidakstabilan; Agrippina (ibu Nero) dibunuh (59 M); Kebakaran besar Roma akan terjadi (64 M).
  • Britania: Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Boudica akan memimpin pemberontakan (60-61 M); Ketegangan antara Romawi dan suku-suku Keltik meningkat.
  • Agama: Agama Kristen menyebar; Paulus dari Tarsus melakukan perjalanan misionaris; Komunitas Kristen berkembang di kota-kota besar; Penganiayaan terhadap Kristen dimulai di bawah Nero.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat melalui kota-kota dan rute dagang; Carthage menjadi kota penting Romawi; Perdagangan gandum, minyak zaitun, dan anggur.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~150.000-200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Kontak dengan daratan Amerika Tengah.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Seni cadas berkembang; Sistem totem dan Dreamtime.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 00.60

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Perdagangan lintas benua berkembang; Populasi Tiongkok mencapai ~60 juta jiwa.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Nero masih memerintah (54-68 M); Kebakaran besar Roma (64 M); Nero membangun kembali kota dengan arsitektur baru; Penganiayaan terhadap Kristen dimulai; Paulus dan Petrus dieksekusi di Roma (64-67 M).
  • Britania: Pemberontakan Boudica (60-61 M); Boudica memimpin pemberontakan besar melawan Romawi; Romawi mengalahkan pemberontakan; Boudica bunuh diri atau meninggal (61 M); Romawi mengkonsolidasikan kekuasaan di Britania.
  • Yudea: Ketegangan antara Yahudi dan Romawi meningkat; Pemberontakan Yahudi akan terjadi (66-70 M).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Munculnya kota dan ritus negara; Fondasi bagi pusat-pusat klasik; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat.

Tahun 00.65

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Nero masih memerintah (54-68 M); Penganiayaan terhadap Kristen berlanjut; Paulus dan Petrus dieksekusi di Roma (64-67 M); Ketidakstabilan politik meningkat.
  • Yudea: Pemberontakan Yahudi di Yudea dimulai (66-70 M); Perang Yahudi-Romawi pertama; Yerusalem dikepung; Titus memimpin pasukan Romawi; Perang akan berakhir dengan penghancuran Bait Suci Kedua (70 M).
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar; Perdagangan Mediterania berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Perdagangan emas, gading, dan budak dengan Mesir Romawi; Piramida Meroe masih dibangun.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi perahu katamaran dan navigasi bintang.

Tahun 00.70

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang; Populasi Tiongkok mencapai ~60 juta jiwa.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Nero bunuh diri (68 M); Tahun Empat Kaisar (69 M) - Galba, Otho, Vitellius, Vespasianus; Vespasianus menjadi kaisar (69-79 M); Kaisar Vespasianus membangun Colosseum di Roma (70-80 M); Arena gladiator terbesar di dunia.
  • Yudea: Pemberontakan Yahudi berakhir (70 M); Yerusalem dihancurkan; Bait Suci Kedua dihancurkan oleh Titus; Masada jatuh (73 M); Diaspora Yahudi dimulai; Yudea menjadi provinsi Romawi.
  • Militer: Konsolidasi kekaisaran setelah perang saudara; Ekspansi ke Britania berlanjut; Perdagangan Mediterania berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush mempertahankan kemerdekaan; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 00.75

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Konsolidasi politik awal; Ekspansi ke Manchuria selatan; Kerajaan Baekje dan Silla juga berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berkembang; Pertanian padi berkembang; Budaya tulis mulai berpengaruh melalui kontak dengan Tiongkok dan Korea; Konsolidasi politik awal.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Vespasianus masih memerintah (69-79 M); Colosseum mulai dibangun (70-80 M); Akan menjadi simbol kekuasaan Romawi; Konsolidasi kekaisaran setelah perang saudara.
  • Britania: Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Ekspansi ke Skotlandia dimulai; Tembok Hadrian akan dibangun (122 M).
  • Agama: Agama Kristen menyebar meskipun penganiayaan; Komunitas Kristen berkembang di kota-kota besar; Penganiayaan terhadap Kristen berlanjut secara sporadis.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat melalui kota-kota dan rute dagang; Carthage menjadi kota penting Romawi; Perdagangan gandum, minyak zaitun, dan anggur.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Kontak dengan daratan Amerika Tengah.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Seni cadas berkembang; Sistem totem dan Dreamtime.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 00.80

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Perdagangan lintas benua berkembang; Populasi Tiongkok mencapai ~60 juta jiwa.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Vespasianus meninggal (79 M); Titus menjadi kaisar (79-81 M); Colosseum selesai dibangun (80 M); Arena gladiator terbesar di dunia; Gunung Vesuvius meletus dan menghancurkan Pompeii dan Herculaneum (79 M); Titus meninggal (81 M); Domitianus menjadi kaisar (81-96 M).
  • Britania: Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Ekspansi ke Skotlandia dimulai; Tembok Hadrian akan dibangun (122 M).
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar; Perdagangan Mediterania berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Munculnya kota dan ritus negara; Fondasi bagi pusat-pusat klasik; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat.

Tahun 00.85

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Domitianus memerintah (81-96 M); Periode teror di Roma; Penganiayaan terhadap senator dan bangsawan; Ekspansi ke Jerman dan Dacia; Perdagangan Mediterania berkembang.
  • Britania: Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Ekspansi ke Skotlandia dimulai; Tembok Hadrian akan dibangun (122 M).
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar; Perdagangan Mediterania berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Perdagangan emas, gading, dan budak dengan Mesir Romawi; Piramida Meroe masih dibangun.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi perahu katamaran dan navigasi bintang.

Tahun 00.90

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang; Populasi Tiongkok mencapai ~60 juta jiwa.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Domitianus dibunuh (96 M); Nerva menjadi kaisar (96-98 M); Awal ‘Lima Kaisar Baik’ (Nerva, Trajanus, Hadrianus, Antoninus Pius, Marcus Aurelius); Periode stabilitas dan kemakmuran dimulai.
  • Britania: Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Ekspansi ke Skotlandia dimulai; Tembok Hadrian akan dibangun (122 M).
  • Militer: Konsolidasi perbatasan; Ekspansi ke Dacia akan terjadi di bawah Trajanus; Perdagangan Mediterania berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush mempertahankan kemerdekaan; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 00.95

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar Guangwu masih memerintah; Birokrasi dikonsolidasikan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan lintas benua berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo, Baekje, dan Silla berkembang; Konsolidasi politik awal; Ekspansi ke Manchuria selatan; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berkembang; Pertanian padi berkembang; Budaya tulis mulai berpengaruh melalui kontak dengan Tiongkok dan Korea; Konsolidasi politik awal.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Nerva meninggal (98 M); Trajanus menjadi kaisar (98-117 M); Ekspansi terbesar Kekaisaran Romawi akan terjadi; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Stabilitas dan kemakmuran.
  • Britania: Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Ekspansi ke Skotlandia dimulai; Tembok Hadrian akan dibangun (122 M).
  • Agama: Agama Kristen menyebar meskipun penganiayaan sporadis; Komunitas Kristen berkembang di kota-kota besar; Penganiayaan terhadap Kristen berkurang di bawah ‘Lima Kaisar Baik’.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat melalui kota-kota dan rute dagang; Carthage menjadi kota penting Romawi; Perdagangan gandum, minyak zaitun, dan anggur.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Adopsi sistem tulisan Ge’ez.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, dan bulu berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Kontak dengan daratan Amerika Tengah.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Seni cadas berkembang; Sistem totem dan Dreamtime.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah berlanjut; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra.

Tahun 01.00

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han Timur stabil; Kaisar He dari Han memerintah (88-106 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Perdagangan lintas benua berkembang; Populasi Tiongkok mencapai ~60 juta jiwa; Cai Lun akan menciptakan kertas (105 M); Ban Zhao, sejarawan dan penulis wanita terkemuka, aktif menulis; Sistem ujian kekaisaran berkembang; Perdagangan sutra mencapai puncak; Teknologi besi dan pertanian maju; Penggunaan kuda dan kereta perang berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan mencapai puncak di bawah Vima Kadphises; Kanishka I akan memerintah (127-150 M); Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia mencapai volume tinggi; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak dengan pengaruh Yunani-Romawi; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang (sistem desimal); Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi di sepanjang Jalur Sutra.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Taejo memerintah (53-146 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Trajanus masih memerintah (98-117 M); Kaisar Trajanus mencapai puncak kekuasaan; Roma akan menguasai Dacia (101-106 M) dan Mesopotamia (114-117 M); Ekspansi terbesar Kekaisaran Romawi mencapai batas geografis maksimum; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ (Nerva, Trajan, Hadrian, Antoninus Pius, Marcus Aurelius) berlanjut; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Arsitektur Romawi mencapai puncak (Forum Trajan, Kolom Trajan); Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang (Tacitus, Pliny the Younger, Juvenal aktif).
  • Britania: Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Ekspansi ke Skotlandia dimulai; Tembok Hadrian akan dibangun (122 M); Urbanisasi berkembang (Londinium, Eboracum, Camulodunum); Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Populasi Kekaisaran Romawi mencapai ~60-70 juta jiwa; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif.
  • Yudea: Provinsi Romawi setelah pemberontakan 66-73 M; Yerusalem dihancurkan (70 M); Bait Suci Kedua dihancurkan; Diaspora Yahudi dimulai; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual terbesar di Mediterania; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Aksum akan menjadi kerajaan Kristen pertama di Afrika (abad ke-4); Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Teknologi pertanian teras berkembang.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Afrika Utara (Maghreb): Provinsi Romawi (Numidia, Mauretania) berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000 dan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; Fondasi bagi pusat-pusat klasik; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Kebudayaan Moche akan berkembang di Peru utara (100-700 M); Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.

Tahun 01.05

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Cai Lun menciptakan kertas di Tiongkok (105 M) - revolusi dalam komunikasi dan administrasi dimulai; Kaisar An dari Han memerintah (106-125 M); Kertas menggantikan bambu dan sutra sebagai media tulis; Teknologi pembuatan kertas menyebar ke Asia Tengah; Administrasi kekaisaran menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Jalur Sutra mencapai puncak aktivitas; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan di bawah Vima Kadphises mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia mencapai volume tinggi; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak dengan pengaruh Yunani-Romawi; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang (sistem desimal, konsep nol); Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang.
  • Asia Tengah: Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Taejo memerintah (53-146 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Trajanus memerintah (98-117 M); Perang Dacia Pertama dimulai (101-102 M); Ekspansi Romawi ke Dacia (Rumania modern); Kota-kota, hukum Romawi, dan perdagangan mempercepat urbanisasi; Urbanisasi dan perdagangan memperkuat ekonomi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Arsitektur Romawi mencapai puncak; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju.
  • Dacia: Perang Dacia dimulai; Trajanus mempersiapkan invasi besar-besaran; Suku Dacia di bawah Decebalus mempersiapkan pertahanan; Pertambangan emas Dacia menjadi target Romawi; Konflik akan berlanjut hingga 106 M.
  • Britania: Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Urbanisasi berkembang; Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Afrika Utara (Maghreb): Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.

Tahun 01.10

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar An dari Han memerintah (106-125 M); Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien dengan penggunaan kertas; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Jalur Sutra mencapai puncak aktivitas; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Birokrasi kekaisaran berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan di bawah Vima Kadphises mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia mencapai volume tinggi; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak dengan pengaruh Yunani-Romawi; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang (sistem desimal, konsep nol); Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Taejo memerintah (53-146 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Trajanus meninggal (117 M); Kaisar Hadrianus memerintah (117-138 M); Hadrianus mengadopsi kebijakan defensif, menghentikan ekspansi; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Arsitektur Romawi mencapai puncak; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju.
  • Britania: Kaisar Hadrianus mengunjungi Britania (122 M); Tembok Hadrian mulai dibangun (122 M) - batas utara Kekaisaran Romawi; Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Urbanisasi berkembang; Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang; Tembok Hadrian akan menjadi salah satu monumen arsitektur terbesar Romawi.
  • Dacia: Dacia menjadi provinsi Romawi setelah Perang Dacia Kedua (105-106 M); Pertambangan emas Dacia menjadi sumber kekayaan Romawi; Urbanisasi dan Romanisasi berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Perdagangan berkembang.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Hadrianus melakukan perjalanan ekstensif ke provinsi-provinsi.
  • Yudea: Provinsi Romawi setelah pemberontakan 66-73 M; Yerusalem dihancurkan (70 M); Bait Suci Kedua dihancurkan; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Ketegangan antara Yahudi dan Romawi masih ada.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang.
  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Afrika Utara (Maghreb): Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang.
  • Amerika Utara: Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra; Pertanian dan perikanan berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.

Tahun 01.15

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar An dari Han memerintah (106-125 M); Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran dan mulai mencapai Asia Tengah; Administrasi menjadi lebih efisien dengan penggunaan kertas; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Jalur Sutra mencapai puncak aktivitas; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Birokrasi kekaisaran berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar.
  • India: Kekaisaran Kushan di bawah Vima Kadphises mencapai puncak kekuasaan; Kanishka I akan memerintah (127-150 M); Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia mencapai volume tinggi; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak dengan pengaruh Yunani-Romawi; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang (sistem desimal, konsep nol); Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis.
  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Goguryeo di Korea mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Taejo memerintah (53-146 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Periode Yayoi di Jepang berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Hadrianus memerintah (117-138 M); Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Arsitektur Romawi mencapai puncak; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Hadrianus melakukan perjalanan ekstensif ke provinsi-provinsi untuk memperkuat perbatasan.
  • Britania: Tembok Hadrian dibangun di Britania (122 M) - batas utara Kekaisaran Romawi; Tembok Hadrian menjadi salah satu monumen arsitektur terbesar Romawi, panjang ~117 km; Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Urbanisasi berkembang; Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang; Tembok menjadi simbol batas kekaisaran dan pertahanan terhadap suku-suku Keltik utara.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Hadrianus mengunjungi dan memperkuat provinsi-provinsi; Arsitektur dan infrastruktur berkembang.
  • Yudea: Provinsi Romawi setelah pemberontakan 66-73 M; Yerusalem dihancurkan (70 M); Bait Suci Kedua dihancurkan; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Ketegangan antara Yahudi dan Romawi masih ada; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.20

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Shun dari Han memerintah (125-144 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran dan mulai mencapai Asia Tengah; Administrasi menjadi lebih efisien dengan penggunaan kertas; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Jalur Sutra mencapai puncak aktivitas; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan di bawah Kanishka I memerintah (127-150 M) - periode keemasan Kushan; Kanishka I menjadi patron besar agama Buddha; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia mencapai volume tinggi; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak dengan pengaruh Yunani-Romawi; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang (sistem desimal, konsep nol); Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Konsili Buddhis keempat diadakan di bawah Kanishka.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Kanishka I menguasai Baktria dan Gandhara.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Taejo memerintah (53-146 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Pantheon dibangun kembali di Roma (125 M) - salah satu mahakarya arsitektur Romawi; Kaisar Hadrianus memerintah (117-138 M); Arsitektur Romawi mencapai puncak dengan kubah Pantheon yang revolusioner; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Hadrianus melakukan perjalanan ekstensif ke provinsi-provinsi.
  • Britania: Tembok Hadrian selesai dibangun (122-128 M) - batas utara Kekaisaran Romawi; Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Urbanisasi berkembang; Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang; Tembok menjadi simbol batas kekaisaran dan pertahanan terhadap suku-suku Keltik utara.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Hadrianus mengunjungi dan memperkuat provinsi-provinsi.
  • Yudea: Provinsi Romawi setelah pemberontakan 66-73 M; Yerusalem dihancurkan (70 M); Bait Suci Kedua dihancurkan; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Ketegangan antara Yahudi dan Romawi masih ada; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.25

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Shun dari Han memerintah (125-144 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran dan mulai mencapai Asia Tengah; Administrasi menjadi lebih efisien dengan penggunaan kertas; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Jalur Sutra mencapai puncak aktivitas; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Perkembangan sastra dan puisi klasik.
  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kekaisaran Kushan di bawah Kanishka I memerintah (127-150 M) - periode keemasan Kushan; Kanishka I menjadi patron besar agama Buddha; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia mencapai volume tinggi; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak dengan pengaruh Yunani-Romawi; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang (sistem desimal, konsep nol); Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Konsili Buddhis keempat diadakan di bawah Kanishka; Perkembangan filsafat Hindu dan Buddhisme.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Kanishka I menguasai Baktria dan Gandhara.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Taejo memerintah (53-146 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Pantheon dibangun kembali di Roma (125 M) - salah satu mahakarya arsitektur Romawi; Kaisar Hadrianus memerintah (117-138 M); Arsitektur Romawi mencapai puncak dengan kubah Pantheon yang revolusioner; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Hadrianus melakukan perjalanan ekstensif ke provinsi-provinsi; Villa Hadrianus di Tivoli dibangun.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Hadrianus mengunjungi dan memperkuat provinsi-provinsi; Perkembangan kota-kota provinsi.
  • Britania: Tembok Hadrian selesai dibangun (122-128 M) - batas utara Kekaisaran Romawi; Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Urbanisasi berkembang; Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang; Tembok menjadi simbol batas kekaisaran dan pertahanan terhadap suku-suku Keltik utara.
  • Yudea: Provinsi Romawi setelah pemberontakan 66-73 M; Yerusalem dihancurkan (70 M); Bait Suci Kedua dihancurkan; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Ketegangan antara Yahudi dan Romawi masih ada; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.30

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Chong dari Han memerintah (144-145 M), kemudian Kaisar Zhi (145-146 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang.
  • India: Kekaisaran Kushan di bawah Kanishka I memerintah (127-150 M) - periode keemasan Kushan; Kanishka I menjadi patron besar agama Buddha; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia mencapai volume tinggi; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak dengan pengaruh Yunani-Romawi; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang (sistem desimal, konsep nol); Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Konsili Buddhis keempat diadakan di bawah Kanishka.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Kanishka I menguasai Baktria dan Gandhara.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Taejo memerintah (53-146 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Hadrianus meninggal (138 M); Kaisar Antoninus Pius memerintah (138-161 M); Periode damai dan kemakmuran - ‘Pax Romana’ mencapai puncak; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Antoninus Pius dikenal sebagai kaisar yang damai dan efisien; Tembok Antoninus dibangun di Skotlandia (142-154 M).
  • Militer: Pengamanan perbatasan (Rhine/Danube) membentuk strategi imperial; Perbatasan Romawi stabil; Tembok Antoninus dibangun di Skotlandia (142-154 M); Pertahanan perbatasan diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Stabilitas militer memungkinkan kemakmuran ekonomi.
  • Britania: Tembok Hadrian tetap menjadi batas utara utama; Tembok Antoninus akan dibangun di Skotlandia (142-154 M); Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Urbanisasi berkembang; Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran.
  • Yudea: Provinsi Romawi setelah pemberontakan 66-73 M; Yerusalem dihancurkan (70 M); Bait Suci Kedua dihancurkan; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Ketegangan antara Yahudi dan Romawi masih ada; Yudaisme berkembang di luar Yudea.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang.
  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra; Pertanian dan perikanan berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.35

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Huan dari Han memerintah (146-168 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana mulai meningkat.
  • India: Kekaisaran Kushan di bawah Kanishka I memerintah (127-150 M) - periode keemasan Kushan berakhir; Kanishka I meninggal (150 M); Kekaisaran Kushan mulai mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis.
  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Goguryeo di Korea mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Taejo memerintah (53-146 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Periode Yayoi di Jepang berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Antoninus Pius memerintah (138-161 M); Periode damai dan kemakmuran - ‘Pax Romana’ mencapai puncak; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Antoninus Pius dikenal sebagai kaisar yang damai dan efisien.
  • Yudea: Pemberontakan Bar Kokhba di Yudea berakhir (135 M); Yahudi diusir dari Yerusalem; Yudea menjadi provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Bait Suci Kedua dihancurkan; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Ketegangan antara Yahudi dan Romawi masih ada; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Pemberontakan Bar Kokhba adalah pemberontakan terakhir Yahudi melawan Romawi.
  • Agama: Kekristenan mulai menyebar di Kekaisaran Romawi; Komunitas Kristen berkembang di kota-kota besar; Penganiayaan sporadis terhadap Kristen terjadi; Yudaisme berkembang di diaspora; Agama-agama misteri berkembang; Filsafat Stoik dan Neoplatonis berkembang; Pertukaran agama dan budaya terjadi di seluruh kekaisaran.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.40

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Huan dari Han memerintah (146-168 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana mulai meningkat; Eunuch mulai memiliki pengaruh besar di istana.
  • India: Kekaisaran Kushan mulai mengalami kemunduran setelah kematian Kanishka I (150 M); Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Chadae memerintah (146-165 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Antoninus Pius memerintah (138-161 M); Periode ‘Pax Romana’ berlanjut; Periode damai dan kemakmuran mencapai puncak; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Antoninus Pius dikenal sebagai kaisar yang damai dan efisien; Tembok Antoninus dibangun di Skotlandia (142-154 M).
  • Britania: Tembok Hadrian tetap menjadi batas utara utama; Tembok Antoninus dibangun di Skotlandia (142-154 M); Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Urbanisasi berkembang; Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.45

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Huan dari Han memerintah (146-168 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana mulai meningkat; Eunuch mulai memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani mulai terjadi.
  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kekaisaran Kushan mulai mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Chadae memerintah (146-165 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Antoninus Pius meninggal (161 M); Kaisar Marcus Aurelius menjadi co-kaisar dengan Lucius Verus (161-180 M); Filsuf-kaisar terakhir; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Marcus Aurelius dikenal sebagai kaisar-filsuf yang menulis ‘Meditations’; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi mulai terganggu; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran mulai berakhir.
  • Britania: Tembok Hadrian tetap menjadi batas utara utama; Tembok Antoninus ditinggalkan (163 M); Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Urbanisasi berkembang; Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik mulai meningkat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.50

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Huan dari Han memerintah (146-168 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana mulai meningkat; Eunuch mulai memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani mulai terjadi.
  • India: Kekaisaran Kushan mulai mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Chadae memerintah (146-165 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Marcus Aurelius memerintah bersama Lucius Verus (161-180 M); Filsuf-kaisar terakhir; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Marcus Aurelius dikenal sebagai kaisar-filsuf yang menulis ‘Meditations’; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi mulai terganggu; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat.
  • Militer: Pengamanan perbatasan (Rhine/Danube) membentuk strategi imperial; Perang Marcomannic dimulai (166-180 M) - konflik besar melawan suku-suku Jermanik; Marcus Aurelius menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di perbatasan utara; Perbatasan Rhine dan Danube menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians menjadi ancaman serius; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu.
  • Britania: Tembok Hadrian tetap menjadi batas utara utama; Tembok Antoninus ditinggalkan (163 M); Romawi menguasai Inggris selatan dan Wales; Urbanisasi berkembang; Pertanian dan pertambangan berkembang; Jalan-jalan Romawi dibangun; Budaya Romawi-Britania berkembang.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran mulai berakhir; Ancaman dari perbatasan mulai mempengaruhi provinsi-provinsi.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang.
  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra; Pertanian dan perikanan berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.55

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Huan dari Han memerintah (146-168 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana mulai meningkat; Eunuch mulai memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani mulai terjadi; Dinasti Han mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Goguryeo di Korea mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Periode Yayoi di Jepang berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Marcus Aurelius memerintah (161-180 M); Filsuf-kaisar terakhir; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Marcus Aurelius dikenal sebagai kaisar-filsuf yang menulis ‘Meditations’ - salah satu karya filsafat Stoik terbesar; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi mulai terganggu; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Marcus Aurelius menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di perbatasan utara.
  • Agama: Kekristenan mulai menyebar di Kekaisaran Romawi; Komunitas Kristen berkembang di kota-kota besar; Penganiayaan sporadis terhadap Kristen terjadi; Yudaisme berkembang di diaspora; Agama-agama misteri berkembang; Filsafat Stoik dan Neoplatonis berkembang; Pertukaran agama dan budaya terjadi di seluruh kekaisaran; Marcus Aurelius menulis ‘Meditations’ yang mencerminkan filosofi Stoik.
  • Militer: Perang melawan suku Jermanik berlanjut; Perang Marcomannic (166-180 M) - konflik besar melawan suku-suku Jermanik; Marcus Aurelius menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di perbatasan utara; Perbatasan Rhine dan Danube menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians menjadi ancaman serius; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran mulai berakhir; Ancaman dari perbatasan mulai mempengaruhi provinsi-provinsi.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.60

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Huan dari Han memerintah (146-168 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana mulai meningkat; Eunuch mulai memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani mulai terjadi; Dinasti Han mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Marcus Aurelius memerintah (161-180 M); Filsuf-kaisar terakhir; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Marcus Aurelius dikenal sebagai kaisar-filsuf yang menulis ‘Meditations’; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi mulai terganggu; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Marcus Aurelius menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di perbatasan utara.
  • Militer: Perang Marcomannic (166-180 M) - konflik besar melawan suku-suku Jermanik; Marcus Aurelius menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di perbatasan utara; Perbatasan Rhine dan Danube menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians menjadi ancaman serius; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu; Wabah Antonine (165-180 M) mulai melemahkan militer Romawi.
  • Provinsi: Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Perdagangan Mediterania berkembang; Jaringan jalan Romawi menghubungkan seluruh kekaisaran; Perdagangan anggur, minyak zaitun, dan gandum; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran mulai berakhir; Ancaman dari perbatasan mulai mempengaruhi provinsi-provinsi; Wabah Antonine mulai menyebar.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Perang Marcomannic berlanjut.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine mulai menyebar ke Mesir.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.65

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Huan dari Han memerintah (146-168 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana mulai meningkat; Eunuch mulai memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani mulai terjadi; Dinasti Han mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran.
  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Marcus Aurelius memerintah (161-180 M); Filsuf-kaisar terakhir; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Marcus Aurelius dikenal sebagai kaisar-filsuf yang menulis ‘Meditations’; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi mulai terganggu; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang pesat; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Marcus Aurelius menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di perbatasan utara.
  • Provinsi: Wabah Antonine (165-180 M) - pandemi besar di Kekaisaran Romawi; Wabah kemungkinan adalah cacar yang dibawa dari timur; Populasi Romawi berkurang drastis; Perdagangan dan ekonomi terganggu; Urbanisasi menurun; Sistem kesehatan dan sanitasi tidak mampu menangani wabah; Wabah mempengaruhi militer Romawi; Perdagangan Mediterania terganggu; Jaringan jalan Romawi tetap berfungsi; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran mulai berakhir; Ancaman dari perbatasan mulai mempengaruhi provinsi-provinsi.
  • Militer: Perang Marcomannic (166-180 M) berlanjut; Wabah Antonine melemahkan militer Romawi; Marcus Aurelius menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di perbatasan utara; Perbatasan Rhine dan Danube menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians menjadi ancaman serius; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Perang Marcomannic berlanjut.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine menyebar ke Mesir.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine menyebar ke Maghreb.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.70

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Ling dari Han memerintah (168-189 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana meningkat; Eunuch memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani meningkat; Dinasti Han menunjukkan tanda-tanda kemunduran yang jelas; Pemberontakan Serban Kuning akan terjadi (184 M).
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Marcus Aurelius memerintah (161-180 M); Filsuf-kaisar terakhir; Periode ‘Lima Kaisar Baik’ berlanjut; Marcus Aurelius dikenal sebagai kaisar-filsuf yang menulis ‘Meditations’; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi terganggu; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania terganggu; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Marcus Aurelius menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di perbatasan utara.
  • Militer: Wabah Antonine berlanjut; Populasi Romawi berkurang drastis; Perang Marcomannic (166-180 M) berlanjut; Wabah Antonine melemahkan militer Romawi secara signifikan; Marcus Aurelius menghabiskan sebagian besar masa pemerintahannya di perbatasan utara; Perbatasan Rhine dan Danube menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians menjadi ancaman serius; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu; Populasi militer berkurang karena wabah.
  • Provinsi: Wabah Antonine (165-180 M) berlanjut; Populasi Romawi berkurang drastis; Perdagangan dan ekonomi terganggu; Urbanisasi menurun; Sistem kesehatan dan sanitasi tidak mampu menangani wabah; Wabah mempengaruhi militer Romawi; Perdagangan Mediterania terganggu; Jaringan jalan Romawi tetap berfungsi; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran berakhir; Ancaman dari perbatasan mempengaruhi provinsi-provinsi.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Perang Marcomannic berlanjut.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine menyebar ke Mesir; Populasi berkurang karena wabah.
  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine menyebar ke Maghreb; Populasi berkurang karena wabah.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra; Pertanian dan perikanan berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.75

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Ling dari Han memerintah (168-189 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana meningkat; Eunuch memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani meningkat; Dinasti Han menunjukkan tanda-tanda kemunduran yang jelas; Pemberontakan Serban Kuning akan terjadi (184 M).
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Goguryeo di Korea mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Periode Yayoi di Jepang berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Marcus Aurelius meninggal (180 M); Kaisar Commodus memerintah (180-192 M); Awal kemunduran Romawi; Akhir periode ‘Lima Kaisar Baik’; Commodus dikenal sebagai kaisar yang tidak kompeten dan korup; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi terganggu; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania terganggu; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Periode stabilitas berakhir.
  • Agama: Kekristenan mulai menyebar di Kekaisaran Romawi; Komunitas Kristen berkembang di kota-kota besar; Penganiayaan sporadis terhadap Kristen terjadi; Yudaisme berkembang di diaspora; Agama-agama misteri berkembang; Filsafat Stoik dan Neoplatonis berkembang; Pertukaran agama dan budaya terjadi di seluruh kekaisaran; Commodus mengidentifikasi dirinya dengan Hercules dan mengadakan gladiator.
  • Militer: Perang Marcomannic berakhir (180 M); Wabah Antonine berakhir (180 M); Populasi militer berkurang karena wabah; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu; Commodus tidak melanjutkan kebijakan defensif ayahnya.
  • Provinsi: Wabah Antonine berakhir (180 M); Populasi Romawi berkurang drastis; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi menurun; Sistem kesehatan dan sanitasi tidak mampu menangani wabah; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Jaringan jalan Romawi tetap berfungsi; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran berakhir; Ancaman dari perbatasan mempengaruhi provinsi-provinsi.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.80

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Ling dari Han memerintah (168-189 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana meningkat; Eunuch memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani meningkat; Dinasti Han menunjukkan tanda-tanda kemunduran yang jelas; Pemberontakan Serban Kuning akan terjadi (184 M).
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Marcus Aurelius meninggal (180 M); Akhir ‘Lima Kaisar Baik’; Awal kemunduran Romawi; Kaisar Commodus memerintah (180-192 M); Commodus dikenal sebagai kaisar yang tidak kompeten dan korup; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi terganggu; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania terganggu; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Periode stabilitas berakhir; Wabah Antonine berakhir (180 M).
  • Militer: Perang Marcomannic berakhir (180 M); Wabah Antonine berakhir (180 M); Populasi militer berkurang karena wabah; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu; Commodus tidak melanjutkan kebijakan defensif ayahnya.
  • Provinsi: Wabah Antonine berakhir (180 M); Populasi Romawi berkurang drastis; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi menurun; Sistem kesehatan dan sanitasi tidak mampu menangani wabah; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Jaringan jalan Romawi tetap berfungsi; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran berakhir; Ancaman dari perbatasan mempengaruhi provinsi-provinsi.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.85

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Ling dari Han memerintah (168-189 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana meningkat; Eunuch memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani meningkat; Dinasti Han menunjukkan tanda-tanda kemunduran yang jelas; Pemberontakan Serban Kuning terjadi (184 M) - pemberontakan besar yang melemahkan dinasti Han.
  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Commodus memerintah (180-192 M); Commodus dikenal sebagai kaisar yang tidak kompeten dan korup; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi terganggu; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania terganggu; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Periode stabilitas berakhir; Commodus mengidentifikasi dirinya dengan Hercules dan mengadakan gladiator.
  • Provinsi: Kaisar Commodus dibunuh (192 M); Tahun Lima Kaisar dimulai (193 M) - periode perang saudara; Pertinax, Didius Julianus, Pescennius Niger, Clodius Albinus, dan Septimius Severus semuanya mengklaim takhta; Perang saudara melemahkan kekaisaran; Populasi Romawi berkurang karena wabah; Perdagangan dan ekonomi terganggu; Urbanisasi menurun; Jaringan jalan Romawi tetap berfungsi; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran berakhir; Ancaman dari perbatasan mempengaruhi provinsi-provinsi.
  • Militer: Perang saudara melemahkan militer Romawi; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu; Populasi militer berkurang karena wabah dan perang saudara.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.90

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Xian dari Han memerintah (189-220 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana meningkat; Eunuch memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani meningkat; Dinasti Han menunjukkan tanda-tanda kemunduran yang jelas; Pemberontakan Serban Kuning (184 M) melemahkan dinasti Han; Periode Tiga Kerajaan akan dimulai (220 M).
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Septimius Severus memerintah (193-211 M); Dinasti Severan dimulai; Septimius Severus mengalahkan pesaing-pesaingnya dalam Tahun Lima Kaisar (193 M); Stabilitas dan kemakmuran ekonomi mulai pulih; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Septimius Severus melakukan reformasi militer; Periode stabilitas relatif dimulai.
  • Militer: Kaisar Septimius Severus melakukan reformasi militer; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu; Populasi militer mulai pulih; Septimius Severus meningkatkan gaji tentara dan memperkuat perbatasan.
  • Provinsi: Perang saudara berakhir (193 M); Populasi Romawi mulai pulih; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih; Jaringan jalan Romawi tetap berfungsi; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas relatif dimulai; Ancaman dari perbatasan masih mempengaruhi provinsi-provinsi.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.
  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra; Pertanian dan perikanan berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 01.95

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Xian dari Han memerintah (189-220 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana meningkat; Eunuch memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani meningkat; Dinasti Han menunjukkan tanda-tanda kemunduran yang jelas; Pemberontakan Serban Kuning (184 M) melemahkan dinasti Han; Periode Tiga Kerajaan akan dimulai (220 M); Dinasti Han berada di ambang keruntuhan.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Goguryeo di Korea mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Periode Yayoi di Jepang berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Septimius Severus memerintah (193-211 M); Dinasti Severan dimulai; Septimius Severus mengkonsolidasikan kekuasaan; Reformasi militer dilakukan; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi mulai pulih; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Periode stabilitas relatif dimulai; Septimius Severus melakukan kampanye militer di Britania dan Parthia.
  • Agama: Kekristenan mulai menyebar di Kekaisaran Romawi; Komunitas Kristen berkembang di kota-kota besar; Penganiayaan sporadis terhadap Kristen terjadi; Yudaisme berkembang di diaspora; Agama-agama misteri berkembang; Filsafat Stoik dan Neoplatonis berkembang; Pertukaran agama dan budaya terjadi di seluruh kekaisaran; Septimius Severus relatif toleran terhadap agama-agama.
  • Militer: Kaisar Septimius Severus melakukan reformasi militer; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu; Populasi militer mulai pulih; Septimius Severus meningkatkan gaji tentara dan memperkuat perbatasan; Kampanye militer di Britania dan Parthia.
  • Provinsi: Perang saudara berakhir (193 M); Populasi Romawi mulai pulih; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih; Jaringan jalan Romawi tetap berfungsi; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas relatif dimulai; Ancaman dari perbatasan masih mempengaruhi provinsi-provinsi.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 02.00

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Xian dari Han memerintah (189-220 M); Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Teknologi kertas menyebar ke seluruh kekaisaran; Administrasi menjadi lebih efisien; Sastra dan pendidikan berkembang; Perdagangan sutra tetap menjadi sumber utama kekayaan; Populasi Tiongkok stabil di ~60 juta jiwa; Sistem irigasi dan pertanian maju; Teknologi besi dan perunggu berkembang; Filsafat Konfusianisme berkembang; Taoisme dan Buddhisme mulai menyebar; Perdagangan dengan Asia Tengah, India, dan Parthia berkembang; Korupsi dan intrik istana meningkat; Eunuch memiliki pengaruh besar di istana; Pemberontakan petani meningkat; Dinasti Han menunjukkan tanda-tanda kemunduran yang jelas; Pemberontakan Serban Kuning (184 M) melemahkan dinasti Han; Periode Tiga Kerajaan akan dimulai (220 M); Dinasti Han berada di ambang keruntuhan; Kaisar Xian menjadi boneka di tangan jenderal-jenderal yang berkuasa.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif menghubungkan Tiongkok dengan Mediterania; Kota-kota oasis berkembang sebagai pusat perdagangan dan budaya; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu masih menjadi ancaman bagi Han; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden mulai mengancam stabilitas regional.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sindae memerintah (165-179 M); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Septimius Severus mencapai puncak kekuasaan; Ekspansi ke Mesopotamia; Dinasti Severan dimulai; Septimius Severus mengkonsolidasikan kekuasaan; Reformasi militer dilakukan; Stabilitas dan kemakmuran ekonomi mulai pulih; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Periode stabilitas relatif dimulai; Septimius Severus melakukan kampanye militer di Britania dan Parthia; Ekspansi ke Mesopotamia (198-199 M).
  • Militer: Kaisar Septimius Severus melakukan reformasi militer; Ekspansi ke Mesopotamia (198-199 M); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik terganggu; Populasi militer mulai pulih; Septimius Severus meningkatkan gaji tentara dan memperkuat perbatasan; Kampanye militer di Britania dan Parthia; Ekspansi ke Mesopotamia memperluas kekaisaran.
  • Provinsi: Perang saudara berakhir (193 M); Populasi Romawi mulai pulih; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih; Jaringan jalan Romawi tetap berfungsi; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Periode stabilitas relatif dimulai; Ancaman dari perbatasan masih mempengaruhi provinsi-provinsi; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche mulai berkembang di Peru utara (100-700 M).
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang.

Tahun 02.05

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Xian dari Han masih menjadi boneka di tangan Cao Cao; Pertempuran Guandu (200) mengukuhkan dominasi Cao Cao di Tiongkok utara; Yuan Shao dikalahkan oleh Cao Cao; Perang saudara antara panglima perang berlanjut; Dinasti Han berada di ambang keruntuhan; Pemberontakan petani dan kelaparan melanda berbagai wilayah; Birokrasi Han melemah; Eunuch dan jenderal saling berebut kekuasaan; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Populasi Tiongkok menurun akibat perang dan wabah; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Perang antara Cao Cao, Liu Bei, dan Sun Quan mempersiapkan Periode Tiga Kerajaan.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran di bawah Vasudeva I (191-232); Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif meski menurun; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu (Advaita Vedanta) dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sansang memerintah (197-227); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Septimius Severus masih memerintah (193-211); Kampanye militer di Britania (208-211); Ekspansi ke Caledonia (Skotlandia); Septimius Severus meninggal di Eboracum (York) (211); Putra-putranya Caracalla dan Geta menjadi kaisar bersama; Konflik antara kedua bersaudara; Caracalla membunuh Geta (211); Caracalla menjadi kaisar tunggal (211-217); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Periode stabilitas relatif berlanjut; Kampanye militer di Jerman dan Parthia.
  • Provinsi: Kaisar Caracalla memerintah (211-217); Edict of Caracalla (Constitutio Antoniniana, 212) memberikan kewarganegaraan kepada semua penduduk bebas di Kekaisaran Romawi; Reformasi besar dalam hukum dan administrasi; Perdagangan dan ekonomi berkembang; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Kampanye militer di Parthia (216-217); Caracalla dibunuh di dekat Carrhae (217).
  • Militer: Kaisar Caracalla melakukan kampanye militer di Jerman dan Parthia; Reformasi militer berlanjut; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Kampanye militer di Parthia memperluas kekaisaran; Caracalla dibunuh oleh praetorian prefect Macrinus (217).
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.10

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Xian dari Han masih menjadi boneka di tangan Cao Cao; Pertempuran Guandu (200) mengukuhkan dominasi Cao Cao; Perang antara panglima perang berlanjut; Dinasti Han berada di ambang keruntuhan; Pemberontakan petani dan kelaparan melanda; Birokrasi Han melemah; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Perang antara Cao Cao, Liu Bei, dan Sun Quan mempersiapkan Periode Tiga Kerajaan; Pertempuran Chibi (208) - Liu Bei dan Sun Quan mengalahkan Cao Cao; Tiga kekuatan utama terbentuk: Wei (Cao Cao), Shu (Liu Bei), Wu (Sun Quan).
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran di bawah Vasudeva I; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Persia (Parthia): Kekaisaran Parthia mengalami kemunduran; Konflik internal dan invasi eksternal; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Zoroastrianisme tetap menjadi agama utama; Seni Parthia berkembang; Arshakid dynasty berkuasa; Persia Sassanid akan menggantikan Parthia (224).
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sansang memerintah (197-227); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Caracalla masih memerintah (211-217); Edict of Caracalla (Constitutio Antoniniana, 212) memberikan kewarganegaraan kepada semua penduduk bebas di Kekaisaran Romawi; Reformasi besar dalam hukum dan administrasi; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Kampanye militer di Parthia (216-217); Caracalla dibunuh di dekat Carrhae oleh praetorian prefect Macrinus (217); Macrinus menjadi kaisar pertama yang bukan senator (217-218).
  • Militer: Edict of Caracalla (212); Semua penduduk bebas di Kekaisaran Romawi menjadi warga negara; Reformasi militer berlanjut; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Kampanye militer di Parthia (216-217); Caracalla dibunuh oleh praetorian prefect Macrinus (217); Macrinus menjadi kaisar (217-218); Pertempuran Nisibis (217) melawan Parthia.
  • Provinsi: Edict of Caracalla memberikan kewarganegaraan universal; Perdagangan dan ekonomi berkembang; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Kampanye militer di Parthia; Macrinus menjadi kaisar (217-218).
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.15

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Kaisar Xian dari Han masih menjadi boneka di tangan Cao Cao; Dinasti Han berada di ambang keruntuhan; Perang antara panglima perang berlanjut; Pemberontakan petani dan kelaparan melanda; Birokrasi Han melemah; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Perang antara Cao Cao, Liu Bei, dan Sun Quan mempersiapkan Periode Tiga Kerajaan; Pertempuran Chibi (208) - Liu Bei dan Sun Quan mengalahkan Cao Cao; Tiga kekuatan utama terbentuk: Wei (Cao Cao), Shu (Liu Bei), Wu (Sun Quan); Cao Cao menguasai Tiongkok utara; Liu Bei menguasai Sichuan; Sun Quan menguasai Tiongkok tenggara; Perang berlanjut antara tiga kekuatan; Dinasti Han akan berakhir (220).
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran di bawah Vasudeva I; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.
  • Persia (Parthia): Kekaisaran Parthia mengalami kemunduran; Konflik internal dan invasi eksternal; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Zoroastrianisme tetap menjadi agama utama; Seni Parthia berkembang; Arshakid dynasty berkuasa; Pertempuran Nisibis (217) melawan Romawi; Persia Sassanid akan menggantikan Parthia (224); Ardashir I dari Persia Sassanid mulai memberontak melawan Parthia.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kerajaan Parthia menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sansang memerintah (197-227); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Caracalla dibunuh di dekat Carrhae oleh praetorian prefect Macrinus (217); Macrinus menjadi kaisar pertama yang bukan senator (217-218); Periode ketidakstabilan dimulai; Macrinus dibunuh oleh pendukung Elagabalus (218); Elagabalus menjadi kaisar (218-222); Elagabalus adalah kaisar remaja yang kontroversial; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat.
  • Agama: Kaisar Caracalla dibunuh (217); Periode ketidakstabilan dimulai; Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan sistematis akan dimulai pada akhir dekade ini.
  • Provinsi: Macrinus menjadi kaisar (217-218); Elagabalus menjadi kaisar (218-222); Perdagangan dan ekonomi berkembang; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Periode ketidakstabilan politik.
  • Militer: Macrinus menjadi kaisar (217-218); Elagabalus menjadi kaisar (218-222); Reformasi militer berlanjut; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Periode ketidakstabilan politik mempengaruhi militer.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.20

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Han): Dinasti Han runtuh secara resmi (220); Kaisar Xian dari Han turun takhta; Cao Pi (putra Cao Cao) mendirikan Kerajaan Wei (220-265); Liu Bei mendirikan Kerajaan Shu Han (221-263); Sun Quan mendirikan Kerajaan Wu (222-280); Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) dimulai di Tiongkok; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Perang Yiling (221-222) - Liu Bei dikalahkan oleh Sun Quan; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Periode Tiga Kerajaan akan berlangsung hingga 280.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran di bawah Vasudeva I; Perdagangan dengan Romawi melalui Parthia tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.
  • Persia (Parthia/Sassanid): Kekaisaran Parthia runtuh (224); Ardashir I dari Persia Sassanid mengalahkan Artabanus IV dari Parthia; Kekaisaran Sassanid didirikan (224-651); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi akan berlanjut; Kekaisaran Sassanid akan menjadi kekuatan utama di Asia Barat selama 400 tahun.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Parthia/Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Dongcheon memerintah (227-248); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Elagabalus memerintah (218-222); Elagabalus adalah kaisar remaja yang kontroversial; Elagabalus dibunuh oleh Praetorian Guard (222); Severus Alexander menjadi kaisar (222-235); Severus Alexander adalah kaisar terakhir dari dinasti Severan; Periode anarki militer akan dimulai setelah kematiannya (235); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Kampanye militer di Persia (231-233).
  • Militer: Kaisar Elagabalus dibunuh (222); Severus Alexander menjadi kaisar (222-235); Reformasi militer berlanjut; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Kampanye militer di Persia (231-233); Periode anarki militer akan dimulai setelah kematian Severus Alexander (235).
  • Provinsi: Severus Alexander menjadi kaisar (222-235); Perdagangan dan ekonomi berkembang; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Kampanye militer di Persia (231-233); Periode anarki militer akan dimulai setelah kematian Severus Alexander (235).
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian dan Origen aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan sistematis akan dimulai pada akhir dekade ini; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.25

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Pi) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Bei) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Quan) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Zhuge Liang menjadi perdana menteri Shu Han (221-234); Kampanye militer Zhuge Liang melawan Wei; Perang antara Wei dan Shu mencapai puncaknya.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran di bawah Vasudeva I; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Ardashir I (224-242); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi (230-232); Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Dongcheon memerintah (227-248); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Severus Alexander masih memerintah (222-235); Severus Alexander adalah kaisar terakhir dari dinasti Severan; Kampanye militer di Persia (231-233); Periode anarki militer akan dimulai setelah kematiannya (235); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania berkembang; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Severus Alexander dibunuh oleh tentara (235); Maximinus Thrax menjadi kaisar (235-238); Periode anarki militer dimulai.
  • Provinsi: Kaisar Severus Alexander memerintah (222-235); Upaya reformasi gagal; Perdagangan dan ekonomi berkembang; Urbanisasi berkembang di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Kampanye militer di Persia (231-233); Severus Alexander dibunuh (235); Maximinus Thrax menjadi kaisar (235-238); Periode anarki militer dimulai; Perang sipil meletus.
  • Militer: Severus Alexander dibunuh oleh tentara (235); Maximinus Thrax menjadi kaisar (235-238); Maximinus Thrax adalah kaisar pertama dari latar belakang militer rendah; Reformasi militer berlanjut; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Kampanye militer di Jerman (235-238); Periode anarki militer dimulai; Perang sipil meletus.
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian dan Origen aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan sistematis akan dimulai pada akhir dekade ini; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Kampanye militer Romawi melawan Alamanni (235-238).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.30

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Rui) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Quan) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Zhuge Liang meninggal (234); Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Sima Yi menjadi jenderal utama Wei.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran di bawah Vasudeva I; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Ardashir I (224-242); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi (230-232); Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Dongcheon memerintah (227-248); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga dimulai (235); Severus Alexander dibunuh oleh tentara (235); Maximinus Thrax menjadi kaisar (235-238); Maximinus Thrax adalah kaisar pertama dari latar belakang militer rendah; Anarki militer dimulai; 26 kaisar dalam 50 tahun; Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania menurun; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Maximinus Thrax dibunuh (238); Gordian I, Gordian II, dan Balbinus menjadi kaisar (238); Perang sipil berlanjut.
  • Militer: Krisis Abad Ketiga dimulai (235); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Severus Alexander dibunuh oleh tentara (235); Maximinus Thrax menjadi kaisar (235-238); Reformasi militer berlanjut; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Kampanye militer di Jerman (235-238); Periode anarki militer dimulai; Perang sipil meletus; Maximinus Thrax dibunuh (238); Perang sipil berlanjut; Perbatasan Romawi melemah.
  • Provinsi: Krisis Abad Ketiga dimulai (235); Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi menurun; Urbanisasi menurun di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat.
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian dan Origen aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan sistematis akan dimulai pada akhir dekade ini; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Kampanye militer Romawi melawan Alamanni (235-238); Invasi barbar meningkat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.35

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Rui) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Quan) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yi menjadi jenderal utama Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran di bawah Vasudeva I; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Ardashir I (224-242); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi (230-232); Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Dongcheon memerintah (227-248); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Maximinus Thrax dibunuh (238); Gordian I, Gordian II, dan Balbinus menjadi kaisar (238); Perang sipil berlanjut; Gordian III menjadi kaisar (238-244); Perang dengan Persia Sassanid (241-244); Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania menurun; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus.
  • Agama: Krisis Abad Ketiga dimulai (235); Kekaisaran Romawi terpecah; Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian dan Origen aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan sistematis akan dimulai pada akhir dekade ini; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab.
  • Provinsi: Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi menurun; Urbanisasi menurun di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273).
  • Militer: Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid (241-244); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273).
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.40

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Fang) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Quan) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yi menjadi jenderal utama Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran di bawah Vasudeva I; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Shapur I (240-270); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi (241-244); Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260).
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Dongcheon memerintah (227-248); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Gordian III menjadi kaisar (238-244); Perang dengan Persia Sassanid (241-244); Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania menurun; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Inflasi dan invasi barbar.
  • Militer: Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid (241-244); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Inflasi dan invasi barbar.
  • Provinsi: Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi menurun; Urbanisasi menurun di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Inflasi dan invasi barbar.
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian dan Origen aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan sistematis akan dimulai pada akhir dekade ini; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.45

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Fang, kemudian Cao Mao) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Quan, kemudian Sun Liang) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yi dan keluarganya mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Shapur I (240-270); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi (241-244, 252-256); Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I akan menangkap Kaisar Valerianus (260).
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jungcheon memerintah (248-270); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Philip the Arab memerintah (244-249); Perang dengan Persia Sassanid; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia akan memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra akan memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania menurun; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Philip the Arab dibunuh (249); Decius menjadi kaisar (249-251).
  • Provinsi: Kaisar Decius memerintah (249-251); Penganiayaan Kristen sistematis pertama; Perdagangan dan ekonomi menurun; Urbanisasi menurun di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Penganiayaan Decius terhadap Kristen (250-251); Banyak orang Kristen mati syahid.
  • Militer: Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid (252-256); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Decius tewas dalam pertempuran melawan Goth (251).
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian dan Origen aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Decius (250-251) - penganiayaan sistematis pertama; Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Decius mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Decius mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.50

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Mao) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Liang) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yi dan keluarganya mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Sima Shi menjadi jenderal utama Wei.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Shapur I (240-270); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi (252-256); Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I akan menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jungcheon memerintah (248-270); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Decius tewas dalam pertempuran melawan Goth (251); Trebonianus Gallus menjadi kaisar (251-253); Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia akan memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra akan memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania menurun; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus.
  • Militer: Penganiayaan Decius (250); Banyak orang Kristen mati syahid; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid (252-256); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Decius tewas dalam pertempuran melawan Goth (251); Trebonianus Gallus menjadi kaisar (251-253); Wabah Cyprian melanda tentara Romawi.
  • Provinsi: Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi menurun; Urbanisasi menurun di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis.
  • Agama: Penganiayaan Decius (250); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Decius adalah penganiayaan sistematis pertama; Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Decius tewas dalam pertempuran melawan Goth (251).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Decius mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Decius mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.55

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Huan) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Xiu) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Zhao mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Shapur I (240-270); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi (252-256); Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I akan menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jungcheon memerintah (248-270); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Valerianus menjadi kaisar (253-260); Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania menurun; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Valerianus akan ditangkap oleh Persia (260).
  • Agama: Kaisar Valerianus memerintah (253-260); Ditangkap oleh Persia (260); Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen.
  • Militer: Kaisar Valerianus memerintah (253-260); Ditangkap oleh Persia (260); Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid (252-256, 260); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Valerianus ditangkap oleh Shapur I dari Persia (260); Aib besar bagi Romawi; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273).
  • Provinsi: Kaisar Valerianus memerintah (253-260); Ditangkap oleh Persia (260); Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi menurun; Urbanisasi menurun di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273).
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.60

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Huan) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Xiu) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Zhao mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Shapur I (240-270); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi (252-256, 260); Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Persia; Valerianus menjadi tawanan Persia hingga kematiannya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jungcheon memerintah (248-270); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Kaisar Valerianus ditangkap oleh Persia (260); Aib besar bagi Romawi; Gallienus menjadi kaisar tunggal (260-268); Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania menurun; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Periode krisis terparah.
  • Militer: Kaisar Valerianus ditangkap oleh Persia (260); Aib besar bagi Romawi; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid (260); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Periode krisis terparah.
  • Provinsi: Kaisar Valerianus ditangkap oleh Persia (260); Aib besar bagi Romawi; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi menurun; Urbanisasi menurun di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Periode krisis terparah.
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.65

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Huan) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Hao) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yan (kelak Kaisar Wu dari Jin) mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Kerajaan Shu akan ditaklukkan oleh Wei (263); Kerajaan Wu akan ditaklukkan oleh Jin (280); Periode Tiga Kerajaan akan berakhir.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280).
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Shapur I (240-270); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Persia; Valerianus menjadi tawanan Persia hingga kematiannya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Seocheon memerintah (270-292); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Kaisar Valerianus ditangkap oleh Persia (260); Aib besar bagi Romawi; Gallienus menjadi kaisar tunggal (260-268); Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania menurun; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Periode krisis terparah; Gallienus dibunuh (268); Claudius Gothicus menjadi kaisar (268-270).
  • Provinsi: Kaisar Gallienus memerintah (253-268); Periode krisis terparah; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi menurun; Urbanisasi menurun di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Periode krisis terparah; Gallienus dibunuh (268); Claudius Gothicus menjadi kaisar (268-270).
  • Militer: Kaisar Gallienus memerintah (253-268); Periode krisis terparah; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Periode krisis terparah; Gallienus dibunuh (268); Claudius Gothicus menjadi kaisar (268-270); Kemenangan melawan Goth (268-270).
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Claudius Gothicus mengalahkan Goth (268-270).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.70

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Huan) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Hao) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yan (kelak Kaisar Wu dari Jin) mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Kerajaan Shu akan ditaklukkan oleh Wei (263); Kerajaan Wu akan ditaklukkan oleh Jin (280); Periode Tiga Kerajaan akan berakhir.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280).
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Shapur I (240-270); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Persia; Valerianus menjadi tawanan Persia hingga kematiannya; Shapur I meninggal (270); Hormizd I menjadi kaisar (270-271).
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Seocheon memerintah (270-292); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Claudius Gothicus menjadi kaisar (268-270); Kemenangan melawan Goth (268-270); Claudius Gothicus meninggal karena wabah (270); Quintillus menjadi kaisar singkat (270); Aurelianus menjadi kaisar (270-275); ‘Restitutor Orbis’ - memulihkan kekaisaran; Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania menurun; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Aurelianus mulai memulihkan kekaisaran.
  • Militer: Kaisar Aurelianus memerintah (270-275); ‘Restitutor Orbis’ - memulihkan kekaisaran; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi melemah; Invasi barbar meningkat; Aurelianus mengalahkan Kekaisaran Palmyra (272-273); Aurelianus mengalahkan Kekaisaran Galia (274); Aurelianus memulihkan kesatuan kekaisaran; Membangun Tembok Aurelian di Roma (271-275).
  • Provinsi: Kaisar Aurelianus memerintah (270-275); ‘Restitutor Orbis’ - memulihkan kekaisaran; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Aurelianus mengalahkan Kekaisaran Palmyra (272-273); Aurelianus mengalahkan Kekaisaran Galia (274); Aurelianus memulihkan kesatuan kekaisaran.
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Aurelianus mengalahkan berbagai suku Jermanik (270-275); Perbatasan Romawi diperkuat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.75

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Huan) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Hao) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yan (kelak Kaisar Wu dari Jin) mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Kerajaan Shu akan ditaklukkan oleh Wei (263); Kerajaan Wu akan ditaklukkan oleh Jin (280); Periode Tiga Kerajaan akan berakhir; Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280).
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Hormizd I (270-271) dan Bahram I (271-274); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Persia; Valerianus menjadi tawanan Persia hingga kematiannya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Seocheon memerintah (270-292); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Kaisar Aurelianus dibunuh (275); Membangun Tembok Aurelian di Roma (271-275); Tacitus menjadi kaisar (275-276); Florianus menjadi kaisar (276); Probus menjadi kaisar (276-282); Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Aurelianus memulihkan kesatuan kekaisaran.
  • Agama: Kaisar Aurelianus dibunuh (275); Membangun Tembok Aurelian di Roma; Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen.
  • Militer: Kaisar Aurelianus dibunuh (275); Membangun Tembok Aurelian di Roma (271-275); Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Aurelianus mengalahkan Kekaisaran Palmyra (272-273); Aurelianus mengalahkan Kekaisaran Galia (274); Aurelianus memulihkan kesatuan kekaisaran; Tacitus menjadi kaisar (275-276); Probus menjadi kaisar (276-282).
  • Provinsi: Kaisar Aurelianus dibunuh (275); Membangun Tembok Aurelian di Roma; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Aurelianus memulihkan kesatuan kekaisaran; Tacitus menjadi kaisar (275-276); Probus menjadi kaisar (276-282).
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Aurelianus mengalahkan berbagai suku Jermanik (270-275); Perbatasan Romawi diperkuat; Probus mengalahkan berbagai suku Jermanik (276-282).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.80

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan/Jin): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Huan) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Hao) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yan (kelak Kaisar Wu dari Jin) mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Kerajaan Shu akan ditaklukkan oleh Wei (263); Kerajaan Wu akan ditaklukkan oleh Jin (280); Periode Tiga Kerajaan akan berakhir; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280).
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Bahram II (274-293); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Persia; Valerianus menjadi tawanan Persia hingga kematiannya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Seocheon memerintah (270-292); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Probus menjadi kaisar (276-282); Probus dibunuh (282); Carus menjadi kaisar (282-283); Carus meninggal (283); Carinus dan Numerian menjadi kaisar (283-284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Kaisar Diocletian naik tahta (284); Akan membagi kekaisaran; Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Diocletian akan mengakhiri Krisis Abad Ketiga.
  • Militer: Kaisar Diocletian naik tahta (284); Akan membagi kekaisaran; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Probus mengalahkan berbagai suku Jermanik (276-282); Diocletian akan mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian akan membentuk Tetrarki (293).
  • Provinsi: Kaisar Diocletian naik tahta (284); Akan membagi kekaisaran; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Diocletian akan mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian akan membentuk Tetrarki (293); Diocletian akan membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285).
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen; Diocletian akan memulai penganiayaan besar terakhir (303-311).
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Probus mengalahkan berbagai suku Jermanik (276-282); Perbatasan Romawi diperkuat; Diocletian akan mengakhiri Krisis Abad Ketiga.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.85

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan/Jin): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Huan) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Hao) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yan (kelak Kaisar Wu dari Jin) mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Kerajaan Shu akan ditaklukkan oleh Wei (263); Kerajaan Wu akan ditaklukkan oleh Jin (280); Periode Tiga Kerajaan akan berakhir; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280); Chandragupta I akan menjadi kaisar pertama Gupta (sekitar 320).
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Bahram II (274-293); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Persia; Valerianus menjadi tawanan Persia hingga kematiannya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Seocheon memerintah (270-292); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berlanjut (235-284); Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Diocletian menjadi kaisar (284-305); Kaisar Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Reformasi administrasi besar; Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Reformasi administrasi besar.
  • Provinsi: Kaisar Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Reformasi administrasi besar; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Reformasi administrasi besar; Diocletian akan membentuk Tetrarki (293).
  • Militer: Kaisar Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Reformasi administrasi besar; Krisis Abad Ketiga berlanjut; Anarki militer; 26 kaisar dalam 50 tahun; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian akan membentuk Tetrarki (293).
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen; Diocletian akan memulai penganiayaan besar terakhir (303-311).
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270); Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Mesir menjadi bagian Kekaisaran Timur.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270); Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Afrika Utara menjadi bagian Kekaisaran Barat.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.90

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan/Jin): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Huan) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Hao) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yan (kelak Kaisar Wu dari Jin) mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Kerajaan Shu akan ditaklukkan oleh Wei (263); Kerajaan Wu akan ditaklukkan oleh Jin (280); Periode Tiga Kerajaan akan berakhir; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280); Chandragupta I akan menjadi kaisar pertama Gupta (sekitar 320).
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Bahram II (274-293); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Persia; Valerianus menjadi tawanan Persia hingga kematiannya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Seocheon memerintah (270-292); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berakhir (284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Kaisar Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama; Diocletian (Timur, Senior), Maximian (Barat, Senior), Galerius (Timur, Junior), Constantius Chlorus (Barat, Junior); Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Reformasi administrasi besar; Tetrarki (293) - sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar.
  • Militer: Kaisar Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama; Krisis Abad Ketiga berakhir (284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama untuk mengelola kekaisaran besar.
  • Provinsi: Kaisar Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama; Krisis Abad Ketiga berakhir (284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama; Reformasi administrasi besar.
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen; Diocletian akan memulai penganiayaan besar terakhir (303-311).
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270); Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Mesir menjadi bagian Kekaisaran Timur; Diocletian membentuk Tetrarki (293).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270); Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Afrika Utara menjadi bagian Kekaisaran Barat; Diocletian membentuk Tetrarki (293).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 02.95

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan/Jin): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berlanjut; Perang berlanjut antara tiga kerajaan; Kerajaan Wei (Cao Huan) menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Shu Han (Liu Shan) menguasai Sichuan; Kerajaan Wu (Sun Hao) menguasai Tiongkok tenggara; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Perang antara Wei dan Wu berlanjut; Birokrasi dan administrasi berkembang di masing-masing kerajaan; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra masih aktif meski terputus-putus; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Sistem irigasi dan pertanian terpengaruh oleh konflik; Perdagangan dengan Asia Tengah terganggu; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Sima Yan (kelak Kaisar Wu dari Jin) mengkonsolidasikan kekuasaan di Wei; Perang antara Wei dan Shu berlanjut; Kerajaan Shu akan ditaklukkan oleh Wei (263); Kerajaan Wu akan ditaklukkan oleh Jin (280); Periode Tiga Kerajaan akan berakhir; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280); Chandragupta I akan menjadi kaisar pertama Gupta (sekitar 320).
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Bahram II (274-293) dan Narseh (293-302); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Persia; Valerianus menjadi tawanan Persia hingga kematiannya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski terputus-putus akibat konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Bongsang memerintah (292-300); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berakhir (284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Kaisar Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama; Diocletian (Timur, Senior), Maximian (Barat, Senior), Galerius (Timur, Junior), Constantius Chlorus (Barat, Junior); Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Reformasi administrasi besar; Tetrarki Diocletian (293); Sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar.
  • Agama: Tetrarki Diocletian (293); Sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar; Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen; Diocletian akan memulai penganiayaan besar terakhir (303-311).
  • Militer: Tetrarki Diocletian (293); Sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar; Krisis Abad Ketiga berakhir (284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama untuk mengelola kekaisaran besar.
  • Provinsi: Tetrarki Diocletian (293); Sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar; Krisis Abad Ketiga berakhir (284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama; Reformasi administrasi besar.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270); Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Mesir menjadi bagian Kekaisaran Timur; Diocletian membentuk Tetrarki (293); Sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270); Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Afrika Utara menjadi bagian Kekaisaran Barat; Diocletian membentuk Tetrarki (293); Sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.00

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Tiga Kerajaan/Jin): Periode Tiga Kerajaan (Wei, Shu, Wu) berakhir; Sima Yan (Kaisar Wu dari Jin) menaklukkan Kerajaan Wu (280); Dinasti Jin didirikan (265-420); Tiongkok bersatu kembali di bawah Dinasti Jin; Birokrasi dan administrasi berkembang; Teknologi militer berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Filsafat Konfusianisme tetap berpengaruh; Taoisme dan Buddhisme menyebar; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi kertas dan kompas berkembang; Populasi Tiongkok mulai pulih; Sistem irigasi dan pertanian berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah berkembang; Teknologi besi dan perunggu tetap maju; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Periode stabilitas relatif dimulai; Dinasti Jin akan mengalami kemunduran (abad ke-4).
  • India: Kekaisaran Kushan mengalami kemunduran; Perdagangan dengan Romawi melalui Sassanid tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Dinasti Satavahana menguasai India Tengah dan Selatan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil; Matematika India berkembang dengan sistem desimal; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava dan Kadamba mulai muncul; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang; Kerajaan Gupta akan muncul di akhir abad ini; Dinasti Satavahana mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280); Chandragupta I akan menjadi kaisar pertama Gupta (sekitar 320); Zaman Keemasan India akan dimulai.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid berkembang di bawah Narseh (293-302) dan Hormizd II (302-309); Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Shapur I menangkap Kaisar Valerianus (260); Invasi ke Syria dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Persia; Valerianus menjadi tawanan Persia hingga kematiannya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif kembali setelah penyatuan Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Bongsang memerintah (292-300); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Ratu Himiko memerintah di Yamatai (sekitar 189-248); Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Krisis Abad Ketiga berakhir (284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Kaisar Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama; Diocletian (Timur, Senior), Maximian (Barat, Senior), Galerius (Timur, Junior), Constantius Chlorus (Barat, Junior); Kaisar Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Wabah Cyprian melanda Kekaisaran Romawi (251-270); Populasi menurun drastis; Kekaisaran Romawi terpecah; Kekaisaran Galia memisahkan diri (260-274); Kekaisaran Palmyra memisahkan diri (260-273); Populasi Roma mencapai ~1 juta jiwa; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Reformasi administrasi besar; Tetrarki Diocletian (293); Sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar; Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Perang sipil akan meletus lagi.
  • Militer: Kaisar Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Krisis Abad Ketiga berakhir (284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama untuk mengelola kekaisaran besar; Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Perang sipil akan meletus lagi.
  • Provinsi: Kaisar Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Krisis Abad Ketiga berakhir (284); Diocletian menjadi kaisar (284-305); Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Wabah Cyprian melanda provinsi-provinsi (251-270); Populasi menurun drastis; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama; Reformasi administrasi besar; Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Perang sipil akan meletus lagi.
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan sporadis; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Valerianus terhadap Kristen (257-260); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Wabah Cyprian mempengaruhi komunitas Kristen; Diocletian memulai penganiayaan besar terakhir (303-311); Penganiayaan Diocletian adalah penganiayaan terbesar dan terakhir; Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Diocletian mengakhiri Krisis Abad Ketiga; Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Maximian menjadi kaisar bersama (286-305); Diocletian membentuk Tetrarki (293); Empat kaisar memerintah bersama; Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Perang sipil akan meletus lagi.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir; Wabah Cyprian melanda Mesir (251-270); Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Mesir menjadi bagian Kekaisaran Timur; Diocletian membentuk Tetrarki (293); Sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar; Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Penganiayaan Diocletian mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir (303-311).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Raja Gadarat memerintah (sekitar 200); Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Wabah Antonine berakhir; Populasi mulai pulih; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Valerianus mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara; Wabah Cyprian melanda Afrika Utara (251-270); Diocletian membagi Kekaisaran Romawi menjadi Timur dan Barat (285); Afrika Utara menjadi bagian Kekaisaran Barat; Diocletian membentuk Tetrarki (293); Sistem empat kaisar untuk mengelola kekaisaran besar; Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Penganiayaan Diocletian mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara (303-311).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.05

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Hui dari Jin memerintah (290-307); Dinasti Jin mengalami kemunduran; Pemberontakan Delapan Pangeran (291-306) melemahkan kekaisaran; Perang saudara antara pangeran-pangeran Sima; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Suku-suku nomaden Xiongnu dan Xianbei mulai mengancam perbatasan utara; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik internal; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Dinasti Jin akan terpecah menjadi Jin Timur dan Jin Barat (316).
  • India: Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280); Chandragupta I akan menjadi kaisar pertama Gupta (sekitar 320); Zaman Keemasan India akan dimulai.
  • Persia (Sassanid): Hormizd II memerintah (302-309); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Micheon memerintah (300-331); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Perang sipil dimulai; Constantius Chlorus menjadi Augustus Barat (305-306); Galerius menjadi Augustus Timur (305-311); Maximian pensiun; Severus menjadi Caesar Barat; Maximinus menjadi Caesar Timur; Konstantinus (putra Constantius) diangkat sebagai kaisar di Britania (306); Maxentius (putra Maximian) merebut kekuasaan di Italia (306); Perang sipil antara berbagai kandidat kaisar; Krisis suksesi melemahkan kekaisaran; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania terganggu; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Tetrarki Diocletian runtuh.
  • Militer: Kaisar Diocletian pensiun (305); Tetrarki mulai runtuh; Perang sipil berlanjut; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus memimpin pasukan di Britania; Maxentius mengumpulkan pasukan di Italia; Perang sipil melemahkan militer Romawi.
  • Provinsi: Kaisar Diocletian pensiun (305); Perang sipil dimulai; Perdagangan dan ekonomi terganggu; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus menguasai Britania dan Galia; Maxentius menguasai Italia dan Afrika Utara; Severus menguasai Illyricum.
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Diocletian berlanjut (303-311); Banyak orang Kristen mati syahid; Kekristenan menyebar ke seluruh Kekaisaran Romawi; Origen dari Alexandria menulis komentar Alkitab; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Konstantinus mulai menunjukkan simpati terhadap Kekristenan; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Konstantinus mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Diocletian mempengaruhi komunitas Kristen di Mesir (303-311); Maxentius menguasai Mesir; Perang sipil mempengaruhi perdagangan.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Diocletian mempengaruhi komunitas Kristen di Afrika Utara (303-311); Maxentius menguasai Afrika Utara; Perang sipil mempengaruhi perdagangan.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.10

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Huai dari Jin memerintah (307-313); Dinasti Jin mengalami kemunduran; Pemberontakan Delapan Pangeran berlanjut; Perang saudara melemahkan kekaisaran; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Suku-suku nomaden Xiongnu dan Xianbei mulai mengancam perbatasan utara; Liu Yuan mendirikan Kerajaan Han Zhao (304); Suku Xiongnu mengancam Tiongkok utara; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik internal; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Dinasti Jin akan terpecah menjadi Jin Timur dan Jin Barat (316).
  • India: Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280); Chandragupta I akan menjadi kaisar pertama Gupta (sekitar 320); Zaman Keemasan India akan dimulai.
  • Persia (Sassanid): Hormizd II memerintah (302-309); Shapur II lahir (309); Hormizd II dibunuh (309); Shapur II menjadi raja saat masih bayi (309-379); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Micheon memerintah (300-331); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Konstantinus mengkonsolidasikan kekuasaan; Perang melawan Maxentius; Konstantinus menguasai Britania, Galia, dan Spanyol; Maxentius menguasai Italia dan Afrika Utara; Licinius menguasai Illyricum; Maximinus menguasai Asia Kecil dan Syria; Perang sipil berlanjut; Konstantinus mempersiapkan invasi ke Italia; Maxentius memperkuat pertahanan Italia; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania terganggu; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil meletus; Tetrarki Diocletian runtuh.
  • Militer: Kaisar Konstantinus mengkonsolidasikan kekuasaan; Perang melawan Maxentius; Konstantinus memimpin pasukan di Galia; Maxentius mengumpulkan pasukan di Italia; Pertempuran antara Konstantinus dan Maxentius akan terjadi (312); Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Perang sipil melemahkan militer Romawi.
  • Provinsi: Kaisar Konstantinus menguasai Britania, Galia, dan Spanyol; Maxentius menguasai Italia dan Afrika Utara; Licinius menguasai Illyricum; Maximinus menguasai Asia Kecil dan Syria; Perdagangan dan ekonomi terganggu; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil meletus; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun.
  • Agama: Kekristenan terus menyebar meski menghadapi penganiayaan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Penganiayaan Diocletian berakhir (311); Edict of Toleration dikeluarkan oleh Galerius (311); Kekristenan mulai diakui secara resmi; Konstantinus mulai menunjukkan simpati terhadap Kekristenan; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Konstantinus mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Diocletian berakhir (311); Maxentius menguasai Mesir; Perang sipil mempengaruhi perdagangan.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Penganiayaan Diocletian berakhir (311); Maxentius menguasai Afrika Utara; Perang sipil mempengaruhi perdagangan.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.15

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Min dari Jin memerintah (313-316); Dinasti Jin mengalami kemunduran; Pemberontakan Delapan Pangeran berakhir; Perang saudara melemahkan kekaisaran; Populasi Tiongkok menurun akibat perang; Suku-suku nomaden Xiongnu dan Xianbei mengancam perbatasan utara; Liu Yuan mendirikan Kerajaan Han Zhao (304); Suku Xiongnu mengancam Tiongkok utara; Liu Cong menyerang Luoyang (311); Luoyang jatuh ke tangan Xiongnu (311); Kaisar Huai ditangkap; Chang’an menjadi ibu kota sementara; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik internal; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Dinasti Jin akan terpecah menjadi Jin Timur dan Jin Barat (316).
  • India: Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280); Chandragupta I akan menjadi kaisar pertama Gupta (sekitar 320); Zaman Keemasan India akan dimulai.
  • Persia (Sassanid): Shapur II memerintah (309-379); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Micheon memerintah (300-331); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Konstantinus memenangkan Pertempuran Milvian Bridge (312); Maxentius tewas; Konstantinus menjadi penguasa tunggal di Barat; Licinius menguasai Timur; Konstantinus dan Licinius bertemu di Milan (313); Edict of Milan (313) mengakhiri penganiayaan terhadap Kekristenan; Kekristenan diakui secara resmi; Konstantinus menjadi pelindung Kekristenan; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perang sipil berakhir di Barat; Konstantinus mengkonsolidasikan kekuasaan.
  • Militer: Kaisar Konstantinus memenangkan Pertempuran Milvian Bridge (312); Maxentius tewas; Konstantinus menjadi penguasa tunggal di Barat; Licinius menguasai Timur; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus memperkuat militer; Perang sipil berakhir di Barat.
  • Provinsi: Kaisar Konstantinus menguasai seluruh Barat; Licinius menguasai Timur; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Perang sipil berakhir di Barat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus mengkonsolidasikan administrasi.
  • Agama: Kaisar Konstantinus memenangkan Pertempuran Milvian Bridge (312); Konstantinus mengklaim melihat salib di langit sebelum pertempuran; Edict of Milan (313) mengakhiri penganiayaan terhadap Kekristenan; Kekristenan diakui secara resmi; Konstantinus menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinus mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Konstantinus mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Konstantinus mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Edict of Milan (313) mengakhiri penganiayaan; Konstantinus menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Edict of Milan (313) mengakhiri penganiayaan; Konstantinus menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.20

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Dinasti Jin terpecah menjadi Jin Barat (316-420) dan Jin Timur (317-420); Kaisar Yuan dari Jin Timur memerintah (317-322); Chang’an jatuh ke tangan Xiongnu (316); Kaisar Min ditangkap; Jin Timur didirikan di Jiankang (Nanjing modern); Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) dimulai; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6.
  • India: Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Kerajaan Gupta didirikan oleh Sri Gupta (sekitar 240-280); Chandragupta I akan menjadi kaisar pertama Gupta (sekitar 320); Zaman Keemasan India akan dimulai.
  • Persia (Sassanid): Shapur II memerintah (309-379); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Micheon memerintah (300-331); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Edict of Milan (313) berdampak; Kekristenan mulai berkembang pesat; Konstantinus menjadi penguasa tunggal di Barat; Licinius menguasai Timur; Konstantinus dan Licinius berkonflik; Konstantinus mempersiapkan perang melawan Licinius; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinus mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekristenan diakui secara resmi.
  • Militer: Konstantinus mempersiapkan perang melawan Licinius; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus memperkuat militer; Perang sipil akan meletus antara Konstantinus dan Licinius.
  • Provinsi: Konstantinus menguasai seluruh Barat; Licinius menguasai Timur; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus mengkonsolidasikan administrasi.
  • Agama: Edict of Milan (313) berdampak; Kekristenan mulai berkembang pesat; Konstantinus menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinus mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya; Konstantinus mulai membangun gereja-gereja besar.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Konstantinus mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Konstantinus mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Edict of Milan (313) mengakhiri penganiayaan; Konstantinus menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Edict of Milan (313) mengakhiri penganiayaan; Konstantinus menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.25

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Ming dari Jin Timur memerintah (322-325); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Han Zhao menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Later Zhao didirikan oleh Shi Le (319).
  • India: Chandragupta I menjadi kaisar Gupta (sekitar 320-335); Zaman Keemasan India dimulai; Kerajaan Gupta berkembang di India utara; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang.
  • Persia (Sassanid): Shapur II memerintah (309-379); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Micheon memerintah (300-331); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Konstantinus mengalahkan Licinius (324); Konstantinus menjadi kaisar tunggal; Kekaisaran Romawi bersatu kembali; Konstantinus memindahkan ibu kota ke Byzantium (330); Konstantinopel didirikan; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinus mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekristenan diakui secara resmi.
  • Militer: Konstantinus mengalahkan Licinius (324); Konstantinus menjadi kaisar tunggal; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus memperkuat militer; Perang sipil berakhir.
  • Provinsi: Konstantinus menjadi kaisar tunggal; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus mengkonsolidasikan administrasi; Konstantinopel mulai dibangun.
  • Agama: Konsili Nicea Pertama (325); Doktrin Kristen ditetapkan; Konstantinus memanggil konsili untuk menyelesaikan kontroversi Arian; Kredo Nicea ditetapkan; Doktrin Trinitas ditegaskan; Arianisme dikutuk; Konstantinus menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinus mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya; Konstantinus mulai membangun gereja-gereja besar.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Konstantinus mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Konstantinus mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Konsili Nicea Pertama (325) mempengaruhi gereja Mesir; Konstantinus menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Konsili Nicea Pertama (325) mempengaruhi gereja Afrika Utara; Konstantinus menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.30

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Cheng dari Jin Timur memerintah (325-342); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Later Zhao menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Former Yan didirikan oleh Murong Huang (337).
  • India: Samudragupta menjadi kaisar Gupta (sekitar 335-380); Zaman Keemasan India berkembang; Kerajaan Gupta berkembang pesat; Ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang.
  • Persia (Sassanid): Shapur II memerintah (309-379); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Gogukwon memerintah (331-371); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Konstantinopel didirikan (330); Konstantinus memindahkan ibu kota ke Byzantium; Konstantinopel menjadi ibu kota baru Kekaisaran Romawi Timur; Konstantinus membangun kota baru dengan megah; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinus mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekristenan diakui secara resmi; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan.
  • Militer: Konstantinopel didirikan (330); Ibu kota baru Kekaisaran Romawi Timur; Konstantinus memperkuat pertahanan Konstantinopel; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus memperkuat militer; Konstantinopel menjadi benteng pertahanan.
  • Provinsi: Konstantinopel didirikan (330); Ibu kota baru Kekaisaran Romawi Timur; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantinus mengkonsolidasikan administrasi; Konstantinopel menjadi pusat administrasi.
  • Agama: Konstantinopel didirikan (330); Konstantinus membangun gereja-gereja besar di Konstantinopel; Konstantinus menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinus mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Konstantinus mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Konstantinus mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Konstantinus menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Konstantinus menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.35

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Kang dari Jin Timur memerintah (342-344); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Later Zhao menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Former Yan berkembang.
  • India: Samudragupta menjadi kaisar Gupta (sekitar 335-380); Zaman Keemasan India berkembang; Kerajaan Gupta berkembang pesat; Ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang.
  • Persia (Sassanid): Shapur II memerintah (309-379); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Gogukwon memerintah (331-371); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Konstantinus meninggal (337); Kekaisaran dibagi di antara putra-putranya; Konstantinus II (Barat, 337-340), Konstantius II (Timur, 337-361), dan Constans (Italia-Afrika, 337-350); Perang sipil dimulai antara putra-putra Konstantinus; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Kekaisaran terpecah; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur.
  • Militer: Kaisar Konstantinus meninggal (337); Kekaisaran dibagi di antara putra-putranya; Perang sipil dimulai; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Perang sipil melemahkan militer Romawi.
  • Provinsi: Kaisar Konstantinus meninggal (337); Kekaisaran dibagi di antara putra-putranya; Konstantinus II menguasai Barat; Konstantius II menguasai Timur; Constans menguasai Italia dan Afrika; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Perang sipil mempengaruhi administrasi.
  • Agama: Kaisar Konstantinus meninggal (337); Kekristenan terus berkembang; Konstantinus II, Konstantius II, dan Constans menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinus II, Konstantius II, dan Constans mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Konstantinus II, Konstantius II, dan Constans mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Konstantinus II mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Constans menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Constans menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.40

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Mu dari Jin Timur memerintah (344-361); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Later Zhao menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Former Yan berkembang; Kerajaan Former Qin didirikan oleh Fu Jian (351).
  • India: Samudragupta menjadi kaisar Gupta (sekitar 335-380); Zaman Keemasan India berkembang; Kerajaan Gupta berkembang pesat; Ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang.
  • Persia (Sassanid): Shapur II memerintah (309-379); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Gogukwon memerintah (331-371); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Perang sipil di Kekaisaran Romawi; Konstantius II menjadi kaisar tunggal (353); Konstantius II mengalahkan Magnentius; Kekaisaran Romawi bersatu kembali di bawah Konstantius II; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantius II mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekristenan diakui secara resmi; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur.
  • Militer: Perang sipil di Kekaisaran Romawi; Konstantius II menjadi kaisar tunggal (353); Konstantius II mengalahkan Magnentius; Perang dengan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantius II memperkuat militer; Kekaisaran Romawi bersatu kembali.
  • Provinsi: Perang sipil di Kekaisaran Romawi; Konstantius II menjadi kaisar tunggal (353); Konstantius II menguasai seluruh kekaisaran; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Konstantius II mengkonsolidasikan administrasi; Konstantinopel menjadi pusat administrasi.
  • Agama: Perang sipil di Kekaisaran Romawi; Konstantius II menjadi kaisar tunggal (353); Konstantius II menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantius II mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan; Kontroversi Arian berlanjut.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Konstantius II mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Konstantius II mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Konstantius II menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Konstantius II menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.45

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Provinsi: Kaisar Konstantius II memerintah; Penganiayaan terhadap paganisme.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.

Tahun 03.50

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Ai dari Jin Timur memerintah (361-365); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Former Qin menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Former Yan berkembang; Kerajaan Later Yan didirikan oleh Murong Chui (384).
  • India: Samudragupta menjadi kaisar Gupta (sekitar 335-380); Zaman Keemasan India berkembang; Kerajaan Gupta berkembang pesat; Ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang.
  • Persia (Sassanid): Shapur II memerintah (309-379); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sosurim memerintah (371-384); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Julianus ‘Apostata’ memerintah (361-363); Konstantius II meninggal (361); Julianus menjadi kaisar tunggal; Upaya mengembalikan paganisme; Julianus mencabut larangan terhadap paganisme; Julianus mencoba mengembalikan kuil-kuil pagan; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Julianus mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekristenan tetap berkembang meski Julianus mendukung paganisme.
  • Militer: Kaisar Julianus ‘Apostata’ memerintah (361-363); Upaya mengembalikan paganisme; Julianus memimpin kampanye melawan Persia Sassanid; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Julianus memperkuat militer; Kampanye melawan Persia Sassanid.
  • Provinsi: Kaisar Julianus ‘Apostata’ memerintah (361-363); Julianus menguasai seluruh kekaisaran; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Julianus mengkonsolidasikan administrasi; Konstantinopel menjadi pusat administrasi.
  • Agama: Kaisar Julianus ‘Apostata’ memerintah (361-363); Upaya mengembalikan paganisme; Julianus mencabut larangan terhadap paganisme; Julianus mencoba mengembalikan kuil-kuil pagan; Julianus adalah kaisar terakhir yang bukan Kristen; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Julianus mencoba membatasi pengaruh Kekristenan; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Julianus mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama termasuk Yudaisme.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Julianus mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Julianus menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Julianus menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.55

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Agama: Kaisar Julianus ‘Apostata’ memerintah (361-363); Kaisar terakhir yang bukan Kristen.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap.

Tahun 03.60

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Fei dari Jin Timur memerintah (365-372); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Former Qin menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Former Yan berkembang; Kerajaan Later Yan akan didirikan (384).
  • India: Samudragupta menjadi kaisar Gupta (sekitar 335-380); Zaman Keemasan India berkembang; Kerajaan Gupta berkembang pesat; Ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang.
  • Persia (Sassanid): Shapur II memerintah (309-379); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Julianus terbunuh dalam perang melawan Persia (363); Kemenangan besar bagi Persia; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sosurim memerintah (371-384); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Julianus terbunuh dalam perang melawan Persia (363); Jovian menjadi kaisar (363-364); Jovian menandatangani perjanjian damai dengan Persia; Kekristenan kembali dominan; Jovian mengembalikan dukungan terhadap Kekristenan; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Jovian mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekristenan diakui secara resmi; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur.
  • Militer: Kaisar Julianus terbunuh dalam perang melawan Persia (363); Jovian menjadi kaisar (363-364); Jovian menandatangani perjanjian damai dengan Persia; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Jovian memperkuat militer; Kekristenan kembali dominan.
  • Provinsi: Kaisar Julianus terbunuh dalam perang melawan Persia (363); Jovian menjadi kaisar (363-364); Jovian menguasai seluruh kekaisaran; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar menurun; Jovian mengkonsolidasikan administrasi; Konstantinopel menjadi pusat administrasi.
  • Agama: Kaisar Julianus terbunuh dalam perang melawan Persia (363); Jovian menjadi kaisar (363-364); Kekristenan kembali dominan; Jovian mengembalikan dukungan terhadap Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Jovian mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Jovian mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth mulai mengancam perbatasan Danube; Perbatasan Romawi diperkuat; Jovian mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Jovian menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Jovian menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.65

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Provinsi: Kaisar Valens memerintah (364-378); Pertempuran Adrianopel (378).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.

Tahun 03.70

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar Xiaowu dari Jin Timur memerintah (372-396); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Former Qin menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Former Yan berkembang; Kerajaan Later Yan akan didirikan (384); Pertempuran Fei River (383) - kekalahan besar Former Qin.
  • India: Samudragupta menjadi kaisar Gupta (sekitar 335-380); Zaman Keemasan India berkembang; Kerajaan Gupta berkembang pesat; Ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang.
  • Persia (Sassanid): Shapur II memerintah (309-379); Ardashir II memerintah (379-383); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Sosurim memerintah (371-384); Ekspansi ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Valens memerintah (364-378); Valens dan Valentinian I membagi kekaisaran; Valens menguasai Timur; Valentinian I menguasai Barat; Pertempuran Adrianopel (378); Visigoth mengalahkan Romawi; Kaisar Valens tewas; Kekalahan besar bagi Romawi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Kekaisaran Romawi terpecah; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur.
  • Militer: Pertempuran Adrianopel (378); Visigoth mengalahkan Romawi; Kaisar Valens tewas; Kekalahan besar bagi Romawi; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi melemah.
  • Provinsi: Kaisar Valens memerintah (364-378); Valens menguasai Timur; Valentinian I menguasai Barat; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Pertempuran Adrianopel (378) melemahkan kekaisaran; Konstantinopel menjadi pusat administrasi.
  • Agama: Kaisar Valens memerintah (364-378); Valens menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan mulai menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Valens mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan akan menjadi agama resmi di abad berikutnya; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan; Kontroversi Arian berlanjut.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Valens mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Pertempuran Adrianopel (378) menunjukkan kekuatan suku-suku Jermanik; Perbatasan Romawi diperkuat; Valentinian I mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Valens menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih.
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Valentinian I menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.75

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Agama: Kaisar Theodosius I memerintah (379-395); Kekristenan menjadi agama resmi (380).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap.

Tahun 03.80

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar An dari Jin Timur memerintah (396-418); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Later Yan menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Later Qin didirikan oleh Yao Chang (384); Kerajaan Later Liang didirikan oleh Lü Guang (386).
  • India: Chandragupta II menjadi kaisar Gupta (sekitar 380-415); Zaman Keemasan India mencapai puncak; Kerajaan Gupta berkembang pesat; Ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang.
  • Persia (Sassanid): Shapur III memerintah (383-388); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Gwanggaeto yang Agung memerintah (391-413); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kekristenan menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi (380); Theodosius I mengeluarkan Edict of Thessalonica (380); Kekristenan menjadi satu-satunya agama resmi; Paganisme dilarang; Theodosius I memerintah (379-395); Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Theodosius I mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekristenan diakui secara resmi; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur.
  • Militer: Kekristenan menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi (380); Theodosius I memerintah (379-395); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi melemah; Theodosius I memperkuat militer.
  • Provinsi: Kekristenan menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi (380); Theodosius I memerintah (379-395); Theodosius I menguasai seluruh kekaisaran; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Theodosius I mengkonsolidasikan administrasi; Konstantinopel menjadi pusat administrasi.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi (380); Theodosius I mengeluarkan Edict of Thessalonica (380); Kekristenan menjadi satu-satunya agama resmi; Paganisme dilarang; Theodosius I menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Theodosius I mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan menjadi agama resmi; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan; Kontroversi Arian berlanjut.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Theodosius I mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Pertempuran Adrianopel (378) menunjukkan kekuatan suku-suku Jermanik; Perbatasan Romawi diperkuat; Theodosius I mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Theodosius I menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Theodosius I menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.85

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Provinsi: Kaisar Theodosius I mengeluarkan edict (380); Kekristenan menjadi agama resmi.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.

Tahun 03.90

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar An dari Jin Timur memerintah (396-418); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Later Yan menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Later Qin berkembang; Kerajaan Later Liang berkembang; Kerajaan Northern Wei didirikan oleh Tuoba Gui (386).
  • India: Chandragupta II menjadi kaisar Gupta (sekitar 380-415); Zaman Keemasan India mencapai puncak; Kerajaan Gupta berkembang pesat; Ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang.
  • Persia (Sassanid): Bahram IV memerintah (388-399); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Gwanggaeto yang Agung memerintah (391-413); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Theodosius I membantai warga Thessalonica (390); Dosa besar dalam sejarah gereja; Theodosius I dipaksa melakukan penebusan dosa oleh Uskup Ambrose; Theodosius I memerintah (379-395); Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Theodosius I mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekristenan diakui secara resmi; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur.
  • Militer: Kaisar Theodosius I membantai warga Thessalonica (390); Dosa besar dalam sejarah gereja; Theodosius I memerintah (379-395); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi melemah; Theodosius I memperkuat militer.
  • Provinsi: Kaisar Theodosius I membantai warga Thessalonica (390); Dosa besar dalam sejarah gereja; Theodosius I memerintah (379-395); Theodosius I menguasai seluruh kekaisaran; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Theodosius I mengkonsolidasikan administrasi; Konstantinopel menjadi pusat administrasi.
  • Agama: Kaisar Theodosius I membantai warga Thessalonica (390); Dosa besar dalam sejarah gereja; Theodosius I dipaksa melakukan penebusan dosa oleh Uskup Ambrose; Theodosius I menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Theodosius I mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan menjadi agama resmi; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan; Kontroversi Arian berlanjut; Uskup Ambrose menjadi tokoh penting dalam gereja.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Theodosius I mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Pertempuran Adrianopel (378) menunjukkan kekuatan suku-suku Jermanik; Perbatasan Romawi diperkuat; Theodosius I mempertahankan perbatasan Rhine.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Theodosius I menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Theodosius I menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 03.95

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Agama: Kaisar Theodosius I meninggal (395); Kekaisaran Romawi terpecah permanen menjadi Timur dan Barat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap.

Tahun 04.00

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin): Kaisar An dari Jin Timur memerintah (396-418); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Northern Wei menguasai Tiongkok utara; Kerajaan Later Qin berkembang; Kerajaan Later Liang berkembang; Kerajaan Later Yan berkembang; Periode Enam Belas Kerajaan mencapai puncak.
  • India: Chandragupta II menjadi kaisar Gupta (sekitar 380-415); Zaman Keemasan India mencapai puncak; Kerajaan Gupta berkembang pesat; Ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India mencapai puncak.
  • Persia (Sassanid): Yazdegerd I memerintah (399-420); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Gwanggaeto yang Agung memerintah (391-413); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kekaisaran Romawi terpecah permanen (395); Honorius menjadi kaisar Barat (395-423); Arcadius menjadi kaisar Timur (395-408); Kekaisaran Romawi tidak akan pernah bersatu lagi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Kekaisaran Romawi terpecah permanen; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma tetap menjadi ibu kota Barat.
  • Militer: Kekaisaran Romawi terpecah permanen (395); Honorius menjadi kaisar Barat (395-423); Arcadius menjadi kaisar Timur (395-408); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi melemah; Honorius dan Arcadius memperkuat militer masing-masing.
  • Provinsi: Kekaisaran Romawi terpecah permanen (395); Honorius menjadi kaisar Barat (395-423); Arcadius menjadi kaisar Timur (395-408); Honorius menguasai Barat; Arcadius menguasai Timur; Perdagangan dan ekonomi mulai pulih; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Honorius dan Arcadius mengkonsolidasikan administrasi masing-masing; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma menjadi pusat administrasi Barat.
  • Agama: Kekaisaran Romawi terpecah permanen (395); Honorius menjadi kaisar Barat (395-423); Arcadius menjadi kaisar Timur (395-408); Kekristenan menjadi agama resmi; Honorius dan Arcadius menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Honorius dan Arcadius mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Kekristenan menjadi agama resmi; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Honorius dan Arcadius mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Pertempuran Adrianopel (378) menunjukkan kekuatan suku-suku Jermanik; Perbatasan Romawi diperkuat; Honorius mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Arcadius mempertahankan perbatasan Danube Timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Arcadius menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4).
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4).
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Honorius menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.05

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin Timur): Kaisar An dari Jin Timur memerintah (396-418); Jin Timur stabil di selatan dengan ibu kota Jiankang (Nanjing); Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden Xianbei; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut dengan konflik berkepanjangan; Kerajaan Later Qin mencapai puncak kekuasaan di Tiongkok utara; Kerajaan Later Yan berkembang di timur laut; Kerajaan Later Liang berkembang di barat laut; Periode perpecahan dan migrasi besar-besaran ke selatan; Populasi Tiongkok menurun drastis akibat perang; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Northern Wei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan di Tiongkok utara; Suku Tuoba Xianbei mulai membentuk kekuatan dominan.
  • India: Chandragupta II (Vikramaditya) memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 380-415); Zaman Keemasan India mencapai puncak; Kerajaan Gupta berkembang pesat dengan ekspansi ke India utara dan tengah; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid mencapai puncak; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak dengan pengaruh Yunani-Romawi; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju dengan karya-karya seperti Surya Siddhanta; Sastra Sanskerta klasik berkembang dengan karya-karya Kalidasa; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India mencapai puncak; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak dengan kuil-kuil batu.
  • Persia (Sassanid): Yazdegerd I memerintah (399-420); Kekaisaran Sassanid stabil dan kuat; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang dengan gaya khas Persia; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok melalui Jalur Sutra; Konflik dengan Romawi berlanjut di perbatasan; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kekaisaran Sassanid mengancam perbatasan timur Romawi; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang dengan istana-istana megah.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Gwanggaeto yang Agung memerintah (391-413); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Honorius memerintah Romawi Barat (395-423); Kekaisaran Romawi terpecah permanen; Arcadius memerintah Romawi Timur (395-408); Kekaisaran Romawi tidak akan pernah bersatu lagi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma tetap menjadi ibu kota Barat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar.
  • Militer: Invasi barbar ke Italia dimulai; Alaric dan Visigoth menyerang Italia (401-402); Pertempuran Pollentia (402) - Stilicho mengalahkan Alaric; Pertempuran Verona (402) - Alaric dikalahkan lagi; Stilicho menjadi jenderal utama Honorius; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi melemah; Honorius memperkuat militer Barat.
  • Provinsi: Invasi barbar ke Italia dimulai; Alaric dan Visigoth menyerang; Gaul dan Spanyol masih di bawah kontrol Romawi; Afrika Utara tetap setia; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Honorius mengkonsolidasikan administrasi Barat; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma menjadi pusat administrasi Barat.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Honorius dan Arcadius menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Honorius dan Arcadius mulai mendukung Kekristenan secara aktif; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Honorius dan Arcadius mulai menunjukkan toleransi terhadap agama-agama; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Pertempuran Adrianopel (378) menunjukkan kekuatan suku-suku Jermanik; Perbatasan Romawi diperkuat; Honorius mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Arcadius mempertahankan perbatasan Danube Timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Arcadius menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Honorius menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.10

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin Timur): Kaisar An dari Jin Timur masih memerintah (396-418); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Kerajaan Later Qin mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan Later Yan berkembang; Kerajaan Later Liang berkembang; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Kerajaan Northern Wei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Suku Tuoba Xianbei mulai membentuk kekuatan dominan; Konflik antara kerajaan-kerajaan utara berlanjut.
  • India: Kumaragupta I memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 415-455); Zaman Keemasan India berlanjut; Kerajaan Gupta tetap kuat dan stabil; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India berlanjut; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak.
  • Persia (Sassanid): Yazdegerd I masih memerintah (399-420); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Gwanggaeto yang Agung masih memerintah (391-413); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Honorius masih memerintah Romawi Barat (395-423); Kekaisaran Romawi terpecah permanen; Arcadius masih memerintah Romawi Timur (395-408); Kekaisaran Romawi tidak akan pernah bersatu lagi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma tetap menjadi ibu kota Barat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar.
  • Militer: Alaric dan Visigoth menjarah Roma (410); Simbol kejatuhan kekuasaan Romawi Barat; Pertempuran dan pengepungan Roma; Alaric memimpin Visigoth menyerang Italia; Stilicho dibunuh (408); Honorius kehilangan jenderal terbaiknya; Visigoth mengepung Roma tiga kali; Penjarahan Roma berlangsung selama tiga hari; Peristiwa ini mengejutkan seluruh dunia Mediterania; Banyak warga Romawi melarikan diri; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Romawi melemah.
  • Provinsi: Invasi barbar ke Italia dimulai; Alaric dan Visigoth menyerang; Gaul dan Spanyol masih di bawah kontrol Romawi; Afrika Utara tetap setia; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Honorius mengkonsolidasikan administrasi Barat; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma menjadi pusat administrasi Barat; Banyak provinsi mulai melemah.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Honorius dan Arcadius menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Penjarahan Roma mengejutkan komunitas Kristen.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Perbatasan Romawi diperkuat; Honorius mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Arcadius mempertahankan perbatasan Danube Timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Arcadius menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Honorius menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.15

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Jin Timur): Kaisar An dari Jin Timur masih memerintah (396-418); Jin Timur stabil di selatan; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Kerajaan Later Qin mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan Later Yan berkembang; Kerajaan Later Liang berkembang; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Kerajaan Northern Wei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Suku Tuoba Xianbei mulai membentuk kekuatan dominan; Konflik antara kerajaan-kerajaan utara berlanjut; Jin Timur akan berakhir (420).
  • India: Kumaragupta I masih memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 415-455); Zaman Keemasan India berlanjut; Kerajaan Gupta tetap kuat dan stabil; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India berlanjut; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak.
  • Persia (Sassanid): Bahram V (Bahram Gur) memerintah (420-438); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang; Bahram V dikenal sebagai raja yang mencintai seni dan budaya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jangsu memerintah (413-491); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang; Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Honorius masih memerintah Romawi Barat (395-423); Kekaisaran Romawi terpecah permanen; Theodosius II memerintah Romawi Timur (408-450); Kekaisaran Romawi tidak akan pernah bersatu lagi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma tetap menjadi ibu kota Barat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar.
  • Militer: Alaric dan Visigoth menjarah Roma (410); Simbol kejatuhan kekuasaan Romawi Barat; Pertempuran dan pengepungan Roma; Alaric memimpin Visigoth menyerang Italia; Stilicho dibunuh (408); Honorius kehilangan jenderal terbaiknya; Visigoth mengepung Roma tiga kali; Penjarahan Roma berlangsung selama tiga hari; Peristiwa ini mengejutkan seluruh dunia Mediterania; Banyak warga Romawi melarikan diri; Alaric meninggal setelah penjarahan Roma (410); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Romawi melemah.
  • Provinsi: Invasi barbar ke Italia dimulai; Alaric dan Visigoth menyerang; Gaul dan Spanyol masih di bawah kontrol Romawi; Afrika Utara tetap setia; Urbanisasi mulai pulih di Galia, Spanyol, dan Afrika Utara; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Honorius mengkonsolidasikan administrasi Barat; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma menjadi pusat administrasi Barat; Banyak provinsi mulai melemah.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Honorius dan Theodosius II menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Penjarahan Roma mengejutkan komunitas Kristen; Alaric dan Visigoth menjarah Roma (410); Simbol kejatuhan kekuasaan Romawi Barat; Banyak gereja dijarah; Relikui-relikui suci dijarah.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Perbatasan Romawi diperkuat; Honorius mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Theodosius II mempertahankan perbatasan Danube Timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Theodosius II menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Honorius menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.20

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Liu Song): Dinasti Jin Timur berakhir (420); Liu Yu mendirikan Dinasti Liu Song (420-479); Tiongkok selatan dikuasai oleh Liu Song; Tiongkok utara dikuasai oleh suku-suku nomaden; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Kerajaan Northern Wei mengkonsolidasikan kekuasaan di Tiongkok utara; Kerajaan Later Qin runtuh; Kerajaan Later Yan berkembang; Kerajaan Later Liang berkembang; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Northern Wei mulai membentuk kekuatan dominan; Suku Tuoba Xianbei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kumaragupta I masih memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 415-455); Zaman Keemasan India berlanjut; Kerajaan Gupta tetap kuat dan stabil; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India berlanjut; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak.
  • Persia (Sassanid): Bahram V (Bahram Gur) masih memerintah (420-438); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang; Bahram V dikenal sebagai raja yang mencintai seni dan budaya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jangsu masih memerintah (413-491); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Honorius masih memerintah Romawi Barat (395-423); Kekaisaran Romawi terpecah permanen; Theodosius II masih memerintah Romawi Timur (408-450); Kekaisaran Romawi tidak akan pernah bersatu lagi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma tetap menjadi ibu kota Barat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi Barat melemah; Invasi barbar berlanjut.
  • Militer: Kekaisaran Romawi Barat melemah; Invasi barbar berlanjut; Visigoth menetap di Gaul selatan; Vandals mulai bergerak ke Afrika Utara; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Romawi melemah; Honorius kehilangan kontrol atas banyak provinsi.
  • Provinsi: Kekaisaran Romawi Barat melemah; Invasi barbar berlanjut; Gaul dan Spanyol mulai dikuasai oleh suku-suku Jermanik; Afrika Utara masih setia; Urbanisasi mulai menurun di Galia dan Spanyol; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Honorius mengkonsolidasikan administrasi Barat; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma menjadi pusat administrasi Barat; Banyak provinsi mulai melemah.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Honorius dan Theodosius II menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Banyak gereja dijarah oleh suku-suku Jermanik.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Perbatasan Romawi diperkuat; Honorius mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Theodosius II mempertahankan perbatasan Danube Timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Theodosius II menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Honorius menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.25

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Liu Song & Northern Wei): Dinasti Liu Song masih memerintah di selatan (420-479); Tiongkok utara dikuasai oleh Northern Wei; Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Kerajaan Northern Wei mengkonsolidasikan kekuasaan di Tiongkok utara; Kaisar Taiwu dari Northern Wei memerintah (424-452); Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Northern Wei mulai membentuk kekuatan dominan; Suku Tuoba Xianbei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kumaragupta I masih memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 415-455); Zaman Keemasan India berlanjut; Kerajaan Gupta tetap kuat dan stabil; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India berlanjut; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak; Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.
  • Persia (Sassanid): Bahram V (Bahram Gur) masih memerintah (420-438); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang; Bahram V dikenal sebagai raja yang mencintai seni dan budaya.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jangsu masih memerintah (413-491); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Valentinianus III memerintah Romawi Barat (425-455); Periode terakhir kekuasaan Romawi Barat; Theodosius II masih memerintah Romawi Timur (408-450); Kekaisaran Romawi tidak akan pernah bersatu lagi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma tetap menjadi ibu kota Barat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi Barat melemah; Invasi barbar berlanjut.
  • Militer: Kaisar Valentinianus III memerintah (425-455); Periode terakhir kekuasaan Romawi Barat; Flavius Aetius menjadi jenderal utama; Visigoth menetap di Gaul selatan; Vandals mulai bergerak ke Afrika Utara; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Romawi melemah; Valentinianus III bergantung pada jenderal-jenderal barbar.
  • Provinsi: Kaisar Valentinianus III memerintah (425-455); Periode terakhir kekuasaan Romawi Barat; Gaul dan Spanyol mulai dikuasai oleh suku-suku Jermanik; Afrika Utara masih setia; Urbanisasi mulai menurun di Galia dan Spanyol; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Valentinianus III mengkonsolidasikan administrasi Barat; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma menjadi pusat administrasi Barat; Banyak provinsi mulai melemah.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Valentinianus III dan Theodosius II menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Banyak gereja dijarah oleh suku-suku Jermanik.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Perbatasan Romawi diperkuat; Valentinianus III mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Theodosius II mempertahankan perbatasan Danube Timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Theodosius II menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Valentinianus III menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.30

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Liu Song & Northern Wei): Dinasti Liu Song masih memerintah di selatan (420-479); Tiongkok utara dikuasai oleh Northern Wei; Kaisar Taiwu dari Northern Wei masih memerintah (424-452); Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Kerajaan Northern Wei mengkonsolidasikan kekuasaan di Tiongkok utara; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Northern Wei mulai membentuk kekuatan dominan; Suku Tuoba Xianbei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kumaragupta I masih memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 415-455); Zaman Keemasan India berlanjut; Kerajaan Gupta tetap kuat dan stabil; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India berlanjut; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak.
  • Persia (Sassanid): Yazdegerd II memerintah (438-457); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah; Hun mulai mengancam dari stepa.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jangsu masih memerintah (413-491); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Valentinianus III masih memerintah Romawi Barat (425-455); Periode terakhir kekuasaan Romawi Barat; Theodosius II masih memerintah Romawi Timur (408-450); Kekaisaran Romawi tidak akan pernah bersatu lagi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma tetap menjadi ibu kota Barat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi Barat melemah; Invasi barbar berlanjut; Attila the Hun menginvasi Eropa (430-453); ‘Scourge of God’.
  • Militer: Attila the Hun menginvasi Eropa (430-453); ‘Scourge of God’; Attila memerintah Kekaisaran Hun (440-453); Hun mengkonsolidasikan kekuasaan di utara Danube; Attila memimpin invasi besar-besaran ke Kekaisaran Romawi Timur; Hun menyerang dan menjarah provinsi-provinsi Romawi; Attila memaksa Romawi Timur membayar upeti; Flavius Aetius menjadi jenderal utama Romawi Barat; Visigoth menetap di Gaul selatan; Vandals mulai bergerak ke Afrika Utara; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Romawi melemah; Valentinianus III bergantung pada jenderal-jenderal barbar.
  • Provinsi: Kaisar Valentinianus III masih memerintah (425-455); Periode terakhir kekuasaan Romawi Barat; Gaul dan Spanyol mulai dikuasai oleh suku-suku Jermanik; Afrika Utara masih setia; Urbanisasi mulai menurun di Galia dan Spanyol; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Valentinianus III mengkonsolidasikan administrasi Barat; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma menjadi pusat administrasi Barat; Banyak provinsi mulai melemah.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Valentinianus III dan Theodosius II menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Banyak gereja dijarah oleh suku-suku Jermanik; Hun mengancam komunitas Kristen.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Perbatasan Romawi diperkuat; Valentinianus III mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Theodosius II mempertahankan perbatasan Danube Timur; Hun mengancam dari timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Theodosius II menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Valentinianus III menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat; Gaiseric dan Vandals akan menyerang (429).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.35

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Liu Song & Northern Wei): Dinasti Liu Song masih memerintah di selatan (420-479); Tiongkok utara dikuasai oleh Northern Wei; Kaisar Taiwu dari Northern Wei masih memerintah (424-452); Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Kerajaan Northern Wei mengkonsolidasikan kekuasaan di Tiongkok utara; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Northern Wei mulai membentuk kekuatan dominan; Suku Tuoba Xianbei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kumaragupta I masih memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 415-455); Zaman Keemasan India berlanjut; Kerajaan Gupta tetap kuat dan stabil; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India berlanjut; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak.
  • Persia (Sassanid): Yazdegerd II masih memerintah (438-457); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah; Hun mulai mengancam dari stepa.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jangsu masih memerintah (413-491); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang; Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Valentinianus III masih memerintah Romawi Barat (425-455); Periode terakhir kekuasaan Romawi Barat; Theodosius II masih memerintah Romawi Timur (408-450); Kekaisaran Romawi tidak akan pernah bersatu lagi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma tetap menjadi ibu kota Barat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi Barat melemah; Invasi barbar berlanjut; Attila the Hun mencapai puncak kekuasaan; Mengancam Roma dan Konstantinopel.
  • Militer: Attila the Hun mencapai puncak kekuasaan; Mengancam Roma dan Konstantinopel; Attila memerintah Kekaisaran Hun (440-453); Hun mengkonsolidasikan kekuasaan di utara Danube; Attila memimpin invasi besar-besaran ke Kekaisaran Romawi Timur; Hun menyerang dan menjarah provinsi-provinsi Romawi; Attila memaksa Romawi Timur membayar upeti besar; Flavius Aetius menjadi jenderal utama Romawi Barat; Visigoth menetap di Gaul selatan; Vandals mulai bergerak ke Afrika Utara; Gaiseric memimpin Vandals ke Afrika Utara (429); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Romawi melemah; Valentinianus III bergantung pada jenderal-jenderal barbar.
  • Provinsi: Kaisar Valentinianus III masih memerintah (425-455); Periode terakhir kekuasaan Romawi Barat; Gaul dan Spanyol mulai dikuasai oleh suku-suku Jermanik; Afrika Utara masih setia; Urbanisasi mulai menurun di Galia dan Spanyol; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Valentinianus III mengkonsolidasikan administrasi Barat; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma menjadi pusat administrasi Barat; Banyak provinsi mulai melemah.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Valentinianus III dan Theodosius II menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Banyak gereja dijarah oleh suku-suku Jermanik; Hun mengancam komunitas Kristen; Attila the Hun mencapai puncak kekuasaan; Mengancam Roma dan Konstantinopel.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Perbatasan Romawi diperkuat; Valentinianus III mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Theodosius II mempertahankan perbatasan Danube Timur; Hun mengancam dari timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Theodosius II menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Valentinianus III menguasai Afrika Utara; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat; Gaiseric dan Vandals akan menyerang (429); Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.40

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Liu Song & Northern Wei): Dinasti Liu Song masih memerintah di selatan (420-479); Tiongkok utara dikuasai oleh Northern Wei; Kaisar Taiwu dari Northern Wei masih memerintah (424-452); Enam Belas Kerajaan (304-439) berlanjut; Kerajaan Northern Wei mengkonsolidasikan kekuasaan di Tiongkok utara; Periode perpecahan dan konflik; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Northern Wei mulai membentuk kekuatan dominan; Suku Tuoba Xianbei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.
  • India: Kumaragupta I masih memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 415-455); Zaman Keemasan India berlanjut; Kerajaan Gupta tetap kuat dan stabil; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India berlanjut; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak.
  • Persia (Sassanid): Yazdegerd II masih memerintah (438-457); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah; Hun mulai mengancam dari stepa.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jangsu masih memerintah (413-491); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Kaisar Valentinianus III masih memerintah Romawi Barat (425-455); Periode terakhir kekuasaan Romawi Barat; Marcian memerintah Romawi Timur (450-457); Kekaisaran Romawi tidak akan pernah bersatu lagi; Populasi Roma menurun; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma tetap menjadi ibu kota Barat; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi Barat melemah; Invasi barbar berlanjut; Attila the Hun menginvasi Gaul (451); Dikalahkan di Pertempuran Chalons.
  • Militer: Attila the Hun menginvasi Gaul (451); Dikalahkan di Pertempuran Chalons; Pertempuran Chalons (Catalaunian Plains) terjadi di Juli 451; Pertempuran besar antara Attila dan koalisi Romawi-Visigoth-Frank; Flavius Aetius memimpin koalisi Romawi; Theodoric I dari Visigoth memimpin pasukan Visigoth; Pertempuran sengit dengan korban besar (~165.000); Tidak ada pemenang mutlak, tetapi Attila mundur; Pertempuran ini menghentikan invasi Hun ke Eropa; Dianggap sebagai kemenangan terakhir Romawi di barat; Visigoth menetap di Gaul selatan; Vandals menguasai Afrika Utara; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Romawi melemah; Valentinianus III bergantung pada jenderal-jenderal barbar.
  • Provinsi: Kaisar Valentinianus III masih memerintah (425-455); Periode terakhir kekuasaan Romawi Barat; Gaul dan Spanyol mulai dikuasai oleh suku-suku Jermanik; Afrika Utara dikuasai oleh Vandals; Urbanisasi mulai menurun di Galia dan Spanyol; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Valentinianus III mengkonsolidasikan administrasi Barat; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma menjadi pusat administrasi Barat; Banyak provinsi mulai melemah.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Valentinianus III dan Marcian menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Banyak gereja dijarah oleh suku-suku Jermanik; Hun mengancam komunitas Kristen.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Perbatasan Romawi diperkuat; Valentinianus III mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Marcian mempertahankan perbatasan Danube Timur; Hun mengancam dari timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Marcian menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Gaiseric dan Vandals menguasai Afrika Utara (439); Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat; Kerajaan Vandal didirikan di Afrika Utara.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.45

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Provinsi: Pertempuran Chalons (451); Attila dikalahkan oleh koalisi Romawi-Visigoth.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.

Tahun 04.50

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Militer: Attila the Hun meninggal (453); Kekaisaran Hun runtuh.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Amerika Utara: Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa.

Tahun 04.55

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Agama: Kaisar Valentinianus III dibunuh (455); Vandal menjarah Roma.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap.

Tahun 04.60

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok: Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Vandal menjarah Roma (455); Periode anarki di Kekaisaran Romawi Barat.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau.

Tahun 04.65

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Provinsi: Kaisar-kaisar boneka di Roma; Kekuasaan sebenarnya di tangan jenderal barbar.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.

Tahun 04.70

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Militer: Odoacer menjadi penguasa Italia (476); Akan menggulingkan kaisar terakhir.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Amerika Utara: Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa.

Tahun 04.75

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Agama: Romulus Augustulus menjadi kaisar terakhir Romawi Barat (475-476).

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap.

Tahun 04.80

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Liu Song & Northern Wei): Dinasti Liu Song masih memerintah di selatan (420-479); Tiongkok utara dikuasai oleh Northern Wei; Kaisar Xiaowen dari Northern Wei memerintah (471-499); Enam Belas Kerajaan (304-439) berakhir; Kerajaan Northern Wei mengkonsolidasikan kekuasaan di Tiongkok utara; Periode perpecahan berlanjut; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Northern Wei mulai membentuk kekuatan dominan; Suku Tuoba Xianbei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Reformasi sinifikasi dimulai.
  • India: Skandagupta memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 455-467); Zaman Keemasan India mulai menurun; Kerajaan Gupta masih kuat tetapi menghadapi ancaman; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India mulai menurun; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak; Hun mulai mengancam dari utara.
  • Persia (Sassanid): Peroz I memerintah (459-484); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang; Konflik dengan Hun di timur.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah; Hun mulai mengancam dari stepa.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jangsu masih memerintah (413-491); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Roma: Romulus Augustulus digulingkan oleh Odoacer (476); Kekaisaran Romawi Barat berakhir; Peristiwa bersejarah pada 4 September 476; Odoacer memimpin pemberontakan pasukan Jermanik; Romulus Augustulus menjadi kaisar terakhir Romawi Barat (475-476); Orestes, ayah Romulus, dibunuh; Odoacer mengirim mahkota kaisar ke Konstantinopel; Zeno, kaisar Romawi Timur, mengakui Odoacer sebagai penguasa Italia; Kekaisaran Romawi Barat tidak akan pernah bangkit lagi; Awal Abad Pertengahan; Periode anarki dan fragmentasi politik; Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) bertahan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi; Roma kehilangan status sebagai ibu kota; Populasi Roma menurun drastis; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma kehilangan status sebagai ibu kota; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi Barat berakhir.
  • Militer: Romulus Augustulus digulingkan oleh Odoacer (476); Kekaisaran Romawi Barat berakhir; Odoacer menjadi penguasa Italia (476-493); Odoacer memimpin pasukan Jermanik (Herulian, Rugian, Scirian); Odoacer mengirim mahkota kaisar ke Konstantinopel; Zeno, kaisar Romawi Timur, mengakui Odoacer sebagai penguasa Italia; Odoacer memerintah Italia dengan dukungan senat; Visigoth menetap di Gaul selatan dan Spanyol; Vandals menguasai Afrika Utara; Ostrogoth akan menyerang Italia (489); Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Romawi melemah; Kekaisaran Romawi Barat berakhir.
  • Provinsi: Romulus Augustulus digulingkan oleh Odoacer (476); Kekaisaran Romawi Barat berakhir; Odoacer menjadi penguasa Italia (476-493); Gaul dan Spanyol dikuasai oleh suku-suku Jermanik; Afrika Utara dikuasai oleh Vandals; Urbanisasi menurun drastis di Galia dan Spanyol; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Odoacer mengkonsolidasikan administrasi Italia; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma kehilangan status sebagai pusat administrasi; Banyak provinsi mulai melemah; Fragmentasi politik dimulai.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Odoacer menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Banyak gereja dijarah oleh suku-suku Jermanik; Odoacer adalah Arian tetapi toleran terhadap Trinitarian; Gereja menjadi satu-satunya institusi yang bertahan.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Perbatasan Romawi diperkuat; Odoacer mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Zeno mempertahankan perbatasan Danube Timur; Hun mengancam dari timur.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Mesir Romawi: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Zeno menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Gaiseric dan Vandals menguasai Afrika Utara (439); Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat; Kerajaan Vandal didirikan di Afrika Utara; Gaiseric masih memerintah (428-477).

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Mesoamerika: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Austronesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 04.85

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • India: Perubahan kerajaan dan tradisi keagamaan membentuk jaringan intelektual dan dagang.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Provinsi: Kekaisaran Romawi Barat berakhir (476); Awal Abad Pertengahan.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Nubia/Kush: Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Andes: Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Lapita/Polinesia: Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi.

Tahun 04.90

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Militer: Odoacer memerintah Italia; Theodoric the Great akan menggantikannya.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Aksum: Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Amerika Utara: Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa.

Tahun 04.95

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Asia Timur: Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Kekaisaran Romawi)

  • Agama: Theodoric the Great memerintah Italia (493-526); Periode stabilitas relatif.

3. Afrika (Aksum, Nubia & Mediterania)

  • Maghreb: Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang.

4. Amerika (Mesoamerika & Andes Awal)

  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau.

5. Oseania (Migrasi Austronesia/Polinesia)

  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap.

Tahun 05.00

1. Asia (Han–Kushan & India Klasik)

  • Tiongkok (Qi Selatan & Northern Wei): Dinasti Qi Selatan memerintah di selatan (479-502); Tiongkok utara dikuasai oleh Northern Wei; Kaisar Xiaowen dari Northern Wei masih memerintah (471-499); Periode perpecahan berlanjut; Populasi Tiongkok menurun drastis; Migrasi besar-besaran ke selatan; Sistem administrasi melemah; Ekonomi terganggu; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Buddhisme dan Taoisme terus berkembang; Sastra dan puisi berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi tetap maju; Periode perpecahan akan berlangsung hingga abad ke-6; Kerajaan Northern Wei mulai membentuk kekuatan dominan; Suku Tuoba Xianbei mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Birokrasi dinasti besar menguat; Jalur Sutra menghubungkan Asia–Eropa; Reformasi sinifikasi berlanjut; Northern Wei mulai mengadopsi budaya Tiongkok.
  • India: Budhagupta atau Narasimhagupta memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 467-500); Zaman Keemasan India mulai menurun; Kerajaan Gupta masih kuat tetapi menghadapi ancaman; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil dengan Romawi melalui Sassanid; Agama Buddha Mahayana berkembang pesat; Seni Buddha Gandhara mencapai puncak; Matematika India berkembang dengan sistem desimal dan konsep nol; Astronomi dan astrologi maju; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Dinasti Satavahana mengalami kemunduran; Kerajaan-kerajaan regional seperti Pallava, Kadamba, dan Vakataka berkembang; Periode keemasan India mulai menurun; Universitas Nalanda berkembang sebagai pusat pembelajaran; Seni dan arsitektur mencapai puncak; Hun mulai mengancam dari utara; Kerajaan Gupta mulai melemah.
  • Persia (Sassanid): Kavadh I memerintah (488-531); Kekaisaran Sassanid stabil; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer; Seni Sassanid berkembang; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok; Konflik dengan Romawi berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Perang dengan Romawi Timur; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang; Konflik dengan Hun di timur; Mazdakisme muncul sebagai gerakan sosial.
  • Asia Tengah: Kushan/stepa jadi perantara dagang dan budaya lintas Eurasia; Jalur Sutra aktif meski konflik di Tiongkok; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Suku-suku nomaden Xiongnu terpecah; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Teknologi kertas mulai menyebar dari Tiongkok ke barat; Budaya hibrida berkembang di kota-kota oasis; Suku-suku nomaden seperti Xianbei mulai mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah; Hun mulai mengancam dari stepa.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mengkonsolidasikan kekuasaan; Raja Jangsu masih memerintah (413-491); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Budaya tulis mulai berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konsolidasi politik awal Korea; Budaya tulis mulai berpengaruh; Konflik dengan Tiongkok dan suku-suku nomaden; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang.
  • Jepang: Periode Yayoi berlanjut; Pertanian padi berkembang; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Masyarakat hierarkis mulai terbentuk; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Konsolidasi politik awal Korea/Jepang; budaya tulis mulai berpengaruh.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Roma/Italia: Theodoric the Great memerintah Italia (493-526); Periode stabilitas di Eropa Barat; Theodoric membunuh Odoacer (493); Kerajaan Ostrogoth didirikan di Italia; Theodoric memerintah dengan dukungan senat; Periode stabilitas relatif di Italia; Kekaisaran Romawi Barat tidak akan pernah bangkit lagi; Awal Abad Pertengahan; Periode anarki dan fragmentasi politik; Kekaisaran Romawi Timur (Byzantium) bertahan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi; Roma kehilangan status sebagai ibu kota; Populasi Roma menurun drastis; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi maju; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Inflasi dan devaluasi mata uang; Konstantinopel menjadi ibu kota Timur; Roma kehilangan status sebagai ibu kota; Invasi barbar meningkat; Visigoth menjadi ancaman besar; Kekaisaran Romawi Barat berakhir.
  • Kerajaan: Theodoric the Great memerintah Italia (493-526); Periode stabilitas di Eropa Barat; Visigoth menetap di Gaul selatan dan Spanyol; Vandals menguasai Afrika Utara; Ostrogoth menguasai Italia; Frank mulai mengkonsolidasikan kekuasaan di Gaul; Anglo-Saxon mulai menguasai Britania; Kerajaan-kerajaan Jermanik menggantikan Kekaisaran Romawi Barat; Fragmentasi politik dimulai; Perbatasan Rhine dan Danube tetap menjadi fokus pertahanan; Suku-suku Jermanik seperti Alamanni dan Marcomanni masih menjadi ancaman; Strategi defensif Romawi diperkuat; Perdagangan dengan suku-suku Jermanik berkembang; Populasi militer stabil; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Kekaisaran Romawi melemah; Kekaisaran Romawi Barat berakhir.
  • Provinsi: Theodoric the Great memerintah Italia (493-526); Periode stabilitas di Eropa Barat; Gaul dan Spanyol dikuasai oleh suku-suku Jermanik; Afrika Utara dikuasai oleh Vandals; Italia dikuasai oleh Ostrogoth; Urbanisasi menurun drastis di Galia dan Spanyol; Hukum Romawi menyebar ke seluruh provinsi; Teknologi pertanian maju; Arsitektur dan infrastruktur berkembang; Mesopotamia menjadi provinsi Romawi Timur; Inflasi dan devaluasi mata uang; Perbatasan Romawi diperkuat; Invasi barbar meningkat; Theodoric mengkonsolidasikan administrasi Italia; Konstantinopel menjadi pusat administrasi Timur; Roma kehilangan status sebagai pusat administrasi; Banyak provinsi mulai melemah; Fragmentasi politik dimulai.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama resmi; Theodoric menjadi pelindung Kekristenan; Gereja Kristen berkembang di berbagai provinsi; Teologi Kristen berkembang; Bapa-bapa Gereja awal seperti Tertullian, Origen, dan Cyprian aktif; Kekristenan menjadi kekuatan sosial yang signifikan; Konstantinopel menjadi pusat kekristenan Timur; Roma menjadi pusat kekristenan Barat; Kontroversi Arian berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Banyak gereja dijarah oleh suku-suku Jermanik; Theodoric adalah Arian tetapi toleran terhadap Trinitarian; Gereja menjadi satu-satunya institusi yang bertahan; Paus menjadi pemimpin spiritual utama di barat.
  • Yudea: Provinsi Romawi dengan nama Syria Palaestina; Yerusalem diubah menjadi Aelia Capitolina; Diaspora Yahudi berlanjut; Sinagoga menjadi pusat komunitas; Rabbinik Yudaisme berkembang; Perdagangan dan pertanian berkembang di bawah pemerintahan Romawi; Yudaisme berkembang di luar Yudea; Mishnah dikompilasi oleh Rabbi Judah ha-Nasi (sekitar 200); Yudaisme Rabbinik menjadi bentuk dominan; Komunitas Yahudi berkembang di berbagai provinsi Romawi; Yudaisme tetap diizinkan meski Kekristenan menjadi agama resmi.
  • Germania: Suku-suku Jermanik tetap independen di timur Rhine; Perdagangan dengan Romawi berkembang; Pertukaran budaya dan teknologi; Suku-suku seperti Alamanni, Marcomanni, Quadi, dan Sarmatians aktif; Perbatasan Rhine menjadi stabil; Perdagangan dan pertukaran budaya berkembang; Ancaman dari suku-suku Jermanik meningkat; Suku-suku Jermanik mulai bersatu dalam konfederasi; Suku Alamanni mulai mengancam perbatasan Romawi; Invasi barbar meningkat; Suku Goth menjadi ancaman besar; Perbatasan Romawi diperkuat; Theodoric mempertahankan perbatasan Rhine Barat; Zeno mempertahankan perbatasan Danube Timur; Hun mengancam dari timur.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir Romawi/Byzantium: Gandum dan jalur Laut Merah menghubungkan Afrika Utara dengan dunia Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan mulai menyebar di Mesir; Origen dari Alexandria aktif dalam teologi Kristen; Zeno menguasai Mesir; Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380).
  • Aksum: Kerajaan Aksum berkembang menjadi kekuatan regional; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan akan masuk pada akhir abad ini; Kekristenan akan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan.
  • Nubia/Kush: Kerajaan Kush di Nubia mempertahankan kemerdekaan dari Romawi; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum; Budaya Meroe berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Piramida Meroe masih dibangun; Perdagangan emas, gading, dan budak; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Kerajaan Kush mulai mengalami kemunduran; Kerajaan Kush akan runtuh (abad ke-4); Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum.
  • Maghreb: Provinsi Romawi berkembang; Urbanisasi dan pertanian maju; Perdagangan dengan Mediterania; Budaya Romawi-Berber berkembang; Pertanian gandum dan zaitun; Teknologi irigasi berkembang; Kota-kota seperti Carthage berkembang; Koneksi pesisir Mediterania menguat lewat kota-kota dan rute dagang; Kekristenan mulai menyebar; Cyprian dari Carthage aktif dalam teologi Kristen; Gaiseric dan Vandals menguasai Afrika Utara (439); Perdagangan mulai pulih; Kekristenan menjadi agama resmi (380); Afrika Utara menjadi lumbung gandum Romawi Barat; Kerajaan Vandal didirikan di Afrika Utara; Gaiseric masih memerintah (428-477); Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Munculnya kota dan ritus negara; fondasi bagi pusat-pusat klasik; Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat; Maya: Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik.
  • Andes: Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun.
  • Amerika Utara/Mississippian: Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang; Mississippian: Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Austronesia/Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Polinesia: Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang.

Tahun 05.05

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Northern Wei & Liang): Kaisar Xuanwu dari Northern Wei memerintah (499-515); Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Dinasti Liang Selatan didirikan oleh Xiao Yan (502-557); Xiao Yan menjadi Kaisar Wu dari Liang; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Populasi Tiongkok mulai pulih; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Northern Wei mencapai puncak kekuasaan; Reformasi sinifikasi berlanjut; Suku Tuoba Xianbei mengadopsi budaya Tiongkok; Konflik dengan suku-suku nomaden di utara; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Northern Wei mulai melemah menjelang akhir abad; Dinasti Liang menjadi kekuatan dominan di selatan; Periode perpecahan akan berlangsung hingga dinasti Sui.
  • India (Gupta Akhir & Regional): Vainyagupta atau Bhanugupta memerintah Kekaisaran Gupta (sekitar 500-515); Kekaisaran Gupta mengalami kemunduran; Hun Putih (Hephthalites) menginvasi India utara (sekitar 500); Toramana, raja Hun Putih, menguasai sebagian besar India utara; Kerajaan Gupta terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Hun Putih menghancurkan banyak kota dan universitas; Periode keemasan India berakhir; Fragmentasi politik dimulai; Kerajaan-kerajaan regional mulai menguat; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Hun Putih mengancam stabilitas regional; Kerajaan Gupta akan runtuh sepenuhnya pada abad ke-6.
  • Persia (Sassanid): Kavadh I memerintah (488-531); Kekaisaran Sassanid mencapai puncak kekuasaan; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer berlanjut; Seni Sassanid berkembang pesat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Konflik dengan Romawi Timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang; Konflik dengan Hun Putih di timur; Mazdakisme muncul sebagai gerakan sosial (sekitar 500); Mazdak memimpin gerakan egalitarian; Gerakan Mazdak menentang ketimpangan sosial; Kavadh I awalnya mendukung Mazdak; Gerakan Mazdak akan ditekan pada akhirnya; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Perang dengan Romawi Timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi jembatan budaya antara Timur dan Barat.
  • Asia Tengah: Hun Putih (Hephthalites) menguasai sebagian besar Asia Tengah; Toramana, raja Hun Putih, menginvasi India (sekitar 500); Hun Putih mengancam Persia dan India; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Hun Putih mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah; Hun Putih menghancurkan banyak kota oasis; Perdagangan mulai terganggu; Hun Putih akan menguasai Asia Tengah hingga abad ke-6; Konflik dengan Persia dan India berlanjut; Hun Putih menjadi ancaman besar bagi peradaban Asia Tengah.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Raja Munja memerintah (491-519); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang; Konflik dengan Northern Wei berlanjut; Goguryeo mempertahankan kemerdekaan dari Tiongkok; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Sastra dan seni berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Arsitektur berkembang; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato mulai terbentuk; Kaisar Keitai memerintah (507-531); Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Agama Buddha akan masuk ke Jepang pada abad ke-6; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Jepang mulai membentuk identitas nasional; Kerajaan Yamato menjadi kekuatan dominan di Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Italia (Ostrogoth): Theodoric the Great masih memerintah Italia (493-526); Periode stabilitas relatif di Italia; Theodoric memerintah dengan dukungan senat Romawi; Kerajaan Ostrogoth mencapai puncak kekuasaan; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi diperbaiki; Theodoric membangun banyak monumen di Ravenna; Arsitektur Ostrogoth-Romawi berkembang; Theodoric toleran terhadap Katolik meski dia Arian; Gereja menjadi institusi penting; Populasi Italia mulai pulih; Ekonomi mulai stabil; Theodoric mempertahankan perbatasan; Konflik dengan Bizantium berlanjut; Italia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Theodoric akan meninggal pada 526; Periode stabilitas akan berakhir setelah kematiannya.
  • Bizantium: Kaisar Anastasius I memerintah (491-518); Periode stabilitas dan reformasi; Anastasius melakukan reformasi ekonomi dan administrasi; Mata uang diperbaiki; Sistem perpajakan direformasi; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Populasi Konstantinopel mencapai ~500.000; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia akan dibangun pada masa Justinianus; Konflik dengan Persia berlanjut; Perbatasan Danube diperkuat; Suku-suku Jermanik masih menjadi ancaman; Anastasius membangun Tembok Panjang untuk melindungi Konstantinopel; Reformasi administrasi memperkuat kekaisaran; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan dengan Asia berkembang; Konstantinopel menjadi pusat perdagangan; Anastasius akan digantikan oleh Justin I pada 518; Periode keemasan Bizantium akan dimulai dengan Justinianus.
  • Gaul (Frank): Clovis I, raja Frank, masih memerintah (481-511); Clovis mengkonsolidasikan kekuasaan di Gaul; Clovis memeluk Katolik (496); Peristiwa penting dalam sejarah Eropa; Clovis mengalahkan Visigoth di Pertempuran Vouillé (507); Visigoth diusir dari sebagian besar Gaul; Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Hukum Salic dikodifikasi; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Clovis akan meninggal pada 511; Kerajaan Frank akan terpecah setelah kematiannya; Periode konsolidasi akan berlanjut; Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Konflik dengan suku-suku Jermanik lainnya berlanjut; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Clovis membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Gereja menjadi sekutu penting; Clovis mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Alaric II memerintah Visigoth (484-507); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol dan Gaul selatan; Alaric II dikalahkan oleh Clovis di Pertempuran Vouillé (507); Visigoth kehilangan sebagian besar Gaul; Visigoth mundur ke Spanyol; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Arianisme masih dominan di Visigoth; Konflik dengan Frank berlanjut; Visigoth akan memeluk Katolik pada abad ke-6; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Arsitektur Visigoth berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Visigoth menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Sastra dan seni berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7.
  • Agama: Kekristenan menjadi agama dominan di Eropa; Gereja menjadi institusi lintas-wilayah; Paus menjadi pemimpin spiritual utama di barat; Patriark Konstantinopel menjadi pemimpin spiritual di timur; Kontroversi teologis berlanjut; Sinode-sinode gereja diadakan; Banyak gereja dibangun; Monastisisme berkembang; Biara-biara menjadi pusat pembelajaran; Gereja menjadi kekuatan sosial dan politik; Theodoric adalah Arian tetapi toleran terhadap Trinitarian; Clovis memeluk Katolik (496); Peristiwa penting dalam sejarah Eropa; Gereja menjadi sekutu penting bagi raja-raja; Gereja menjadi kekuatan ekonomi; Gereja menjadi pusat budaya dan pembelajaran; Gereja akan menjadi kekuatan dominan di Eropa Abad Pertengahan.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Biara-biara menjadi pusat pembelajaran; Gereja Koptik berkembang; Konflik dengan gereja Bizantium berlanjut; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang pesat; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mencapai puncak kekuasaan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi (abad ke-6); Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Budaya Nubia berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum; Ekonomi berkembang; Sistem administrasi berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia berkembang; Arsitektur gereja berkembang; Seni gereja berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan.
  • Maghreb (Vandal): Kerajaan Vandal masih menguasai Afrika Utara; Gaiseric telah meninggal (477); Huneric memerintah (477-484); Thrasamund memerintah (496-523); Kerajaan Vandal mengalami kemunduran; Konflik dengan Bizantium berlanjut; Arianisme masih dominan; Konflik dengan Katolik berlanjut; Ekonomi mulai melemah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Vandal akan dikalahkan oleh Bizantium pada abad ke-6; Afrika Utara akan menjadi provinsi Bizantium; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Vandal akan kehilangan kekuasaan; Bizantium akan menguasai Afrika Utara.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Sistem kalender akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Astronomi akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Matematika akan berkembang dengan konsep nol.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Mound building akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Teknologi navigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Sistem kekerabatan akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi.

Tahun 05.10

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Northern Wei & Liang): Kaisar Xiaoming dari Northern Wei memerintah (515-528); Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Dinasti Liang Selatan masih kuat di bawah Kaisar Wu; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Populasi Tiongkok mulai pulih; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Northern Wei mulai mengalami kemunduran; Pemberontakan petani meningkat; Konflik internal meningkat; Konflik dengan suku-suku nomaden di utara berlanjut; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Northern Wei akan runtuh pada 534; Dinasti Liang menjadi kekuatan dominan di selatan; Periode perpecahan akan berlangsung hingga dinasti Sui; Pemberontakan Pemberontakan Enam Garnisun (523-525) melemahkan Northern Wei; Konflik antara faksi-faksi istana meningkat; Northern Wei akan terpecah menjadi Timur dan Barat.
  • India (Gupta Akhir & Hun Putih): Bhanugupta atau Vainyagupta masih memerintah (sekitar 510-530); Kekaisaran Gupta mengalami kemunduran parah; Hun Putih (Hephthalites) masih menguasai sebagian besar India utara; Toramana, raja Hun Putih, masih berkuasa; Kerajaan Gupta terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Hun Putih menghancurkan banyak kota dan universitas; Periode keemasan India berakhir; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mulai menguat; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Hun Putih mengancam stabilitas regional; Kerajaan Gupta akan runtuh sepenuhnya pada abad ke-6; Hun Putih akan mulai melemah pada abad ke-6; Kerajaan-kerajaan regional akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Sassanid): Kavadh I masih memerintah (488-531); Kekaisaran Sassanid mencapai puncak kekuasaan; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Reformasi administrasi dan militer berlanjut; Seni Sassanid berkembang pesat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Konflik dengan Romawi Timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang; Konflik dengan Hun Putih di timur berlanjut; Mazdakisme masih aktif sebagai gerakan sosial; Kavadh I masih mendukung Mazdak; Gerakan Mazdak akan ditekan pada akhirnya; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Perang dengan Romawi Timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi jembatan budaya antara Timur dan Barat; Kavadh I akan digantikan oleh Khosrow I pada 531; Periode keemasan Sassanid akan dimulai dengan Khosrow I.
  • Asia Tengah: Hun Putih (Hephthalites) masih menguasai sebagian besar Asia Tengah; Toramana, raja Hun Putih, masih berkuasa; Hun Putih masih mengancam Persia dan India; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Hun Putih masih mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah; Hun Putih menghancurkan banyak kota oasis; Perdagangan mulai terganggu; Hun Putih akan menguasai Asia Tengah hingga abad ke-6; Konflik dengan Persia dan India berlanjut; Hun Putih menjadi ancaman besar bagi peradaban Asia Tengah; Hun Putih akan mulai melemah pada abad ke-6; Kerajaan-kerajaan oasis akan mulai pulih.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Anjang memerintah (519-531); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang; Konflik dengan Northern Wei berlanjut; Goguryeo mempertahankan kemerdekaan dari Tiongkok; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Sastra dan seni berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Arsitektur berkembang; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Keitai masih memerintah (507-531); Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Agama Buddha akan masuk ke Jepang pada abad ke-6; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Jepang mulai membentuk identitas nasional; Kerajaan Yamato menjadi kekuatan dominan di Jepang; Kerajaan Yamato akan mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi pada abad ke-6.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Italia (Ostrogoth): Theodoric the Great masih memerintah Italia (493-526); Periode stabilitas relatif di Italia; Theodoric memerintah dengan dukungan senat Romawi; Kerajaan Ostrogoth mencapai puncak kekuasaan; Hukum Romawi dikodifikasi; Sastra Latin klasik berkembang; Perdagangan Mediterania mulai pulih; Teknologi beton Romawi memungkinkan konstruksi besar; Akuaduk dan sistem sanitasi diperbaiki; Theodoric membangun banyak monumen di Ravenna; Arsitektur Ostrogoth-Romawi berkembang; Theodoric toleran terhadap Katolik meski dia Arian; Gereja menjadi institusi penting; Populasi Italia mulai pulih; Ekonomi mulai stabil; Theodoric mempertahankan perbatasan; Konflik dengan Bizantium berlanjut; Italia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Theodoric akan meninggal pada 526; Periode stabilitas akan berakhir setelah kematiannya; Athalaric akan menggantikan Theodoric; Kerajaan Ostrogoth akan mulai melemah; Konflik internal akan meningkat; Bizantium akan mulai menyerang Italia.
  • Bizantium: Kaisar Justin I memerintah (518-527); Justin I adalah paman Justinianus; Justin I memulihkan hubungan dengan Paus; Konflik dengan Persia berlanjut; Perbatasan Danube diperkuat; Suku-suku Jermanik masih menjadi ancaman; Reformasi administrasi berlanjut; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan dengan Asia berkembang; Konstantinopel menjadi pusat perdagangan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Populasi Konstantinopel mencapai ~500.000; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia akan dibangun pada masa Justinianus; Justin I akan digantikan oleh Justinianus I pada 527; Periode keemasan Bizantium akan dimulai dengan Justinianus; Justinianus akan memulihkan Kekaisaran Romawi; Justinianus akan menaklukkan kembali Italia dan Afrika Utara; Justinianus akan mengkodifikasi hukum Romawi; Justinianus akan membangun banyak monumen; Periode keemasan Bizantium akan dimulai.
  • Gaul (Frank): Clovis I telah meninggal (511); Kerajaan Frank terpecah di antara putra-putranya; Theuderic I, Chlodomer, Childebert I, dan Clotaire I memerintah bersama; Periode konflik internal; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Gereja menjadi sekutu penting; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik dengan suku-suku Jermanik lainnya berlanjut; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Clotaire I akan menyatukan kembali kerajaan Frank; Kerajaan Frank akan menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Frank akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Spanyol (Visigoth): Gesalec memerintah Visigoth (507-511); Theudis memerintah (531-548); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth kehilangan sebagian besar Gaul; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Arianisme masih dominan di Visigoth; Konflik dengan Frank berlanjut; Visigoth akan memeluk Katolik pada abad ke-6; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Arsitektur Visigoth berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Visigoth menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Sastra dan seni berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Intelektual: Kaisar Justinianus I lahir (482); Justinianus akan memulihkan Kekaisaran Romawi; Justinianus akan menjadi kaisar terbesar Bizantium; Justinianus akan mengkodifikasi hukum Romawi; Justinianus akan membangun banyak monumen; Justinianus akan menaklukkan kembali Italia dan Afrika Utara; Justinianus akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Bizantium akan dimulai dengan Justinianus; Justinianus akan memulihkan Kekaisaran Romawi; Justinianus akan menjadi kaisar terbesar Bizantium; Justinianus akan mengkodifikasi hukum Romawi; Justinianus akan membangun banyak monumen; Justinianus akan menaklukkan kembali Italia dan Afrika Utara; Justinianus akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Bizantium akan dimulai dengan Justinianus.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Biara-biara menjadi pusat pembelajaran; Gereja Koptik berkembang; Konflik dengan gereja Bizantium berlanjut; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang pesat; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mencapai puncak kekuasaan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan akan menjadi agama resmi (abad ke-6); Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Budaya Nubia berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum; Ekonomi berkembang; Sistem administrasi berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Maghreb (Vandal): Kerajaan Vandal masih menguasai Afrika Utara; Hilderic memerintah (523-530); Kerajaan Vandal mengalami kemunduran parah; Konflik dengan Bizantium berlanjut; Arianisme masih dominan; Konflik dengan Katolik berlanjut; Ekonomi mulai melemah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Vandal akan dikalahkan oleh Bizantium pada abad ke-6; Afrika Utara akan menjadi provinsi Bizantium; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Vandal akan kehilangan kekuasaan; Bizantium akan menguasai Afrika Utara; Vandal akan dikalahkan oleh Belisarius pada 533; Afrika Utara akan menjadi provinsi Bizantium; Periode keemasan Bizantium akan dimulai.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Sistem kalender akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Astronomi akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Matematika akan berkembang dengan konsep nol; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran; Maya akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Mound building akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Taino akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Teknologi navigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Sistem kekerabatan akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6.

Tahun 05.15

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Northern Wei Timur/Barat & Liang): Northern Wei terpecah menjadi Wei Timur (534-550) dan Wei Barat (535-556); Kaisar Xiaojing dari Wei Timur memerintah (534-550); Kaisar Wen dari Wei Barat memerintah (535-551); Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Dinasti Liang Selatan masih kuat di bawah Kaisar Wu; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Populasi Tiongkok mulai pulih; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Konflik antara Wei Timur dan Wei Barat berlanjut; Konflik dengan suku-suku nomaden di utara berlanjut; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Liang menjadi kekuatan dominan di selatan; Periode perpecahan akan berlangsung hingga dinasti Sui; Wei Timur dan Wei Barat akan digantikan oleh dinasti Qi Utara dan Zhou Utara; Dinasti Sui akan menyatukan Tiongkok pada 581.
  • India (Gupta Akhir & Hun Putih): Narasimhagupta atau Kumaragupta III memerintah (sekitar 530-540); Kekaisaran Gupta mengalami kemunduran parah; Hun Putih (Hephthalites) masih menguasai sebagian besar India utara; Mihirakula, raja Hun Putih, memerintah (sekitar 515-540); Hun Putih menghancurkan banyak kota dan universitas; Kerajaan Gupta terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Periode keemasan India berakhir; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mulai menguat; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Hun Putih mengancam stabilitas regional; Kerajaan Gupta akan runtuh sepenuhnya pada abad ke-6; Hun Putih akan mulai melemah pada abad ke-6; Kerajaan-kerajaan regional akan mencapai puncak kekuasaan; Mihirakula akan dikalahkan oleh aliansi India pada 528; Hun Putih akan mulai mundur dari India.
  • Persia (Sassanid): Khosrow I (Anushirvan) memerintah (531-579); Periode keemasan Sassanid dimulai; Khosrow I melakukan reformasi besar-besaran; Reformasi administrasi, militer, dan ekonomi; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Mazdakisme ditekan dan dihancurkan; Seni Sassanid berkembang pesat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Konflik dengan Romawi Timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang; Konflik dengan Hun Putih di timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Perang dengan Romawi Timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi jembatan budaya antara Timur dan Barat; Khosrow I akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut; Khosrow I akan menjadi raja terbesar Sassanid.
  • Asia Tengah: Hun Putih (Hephthalites) masih menguasai sebagian besar Asia Tengah; Mihirakula, raja Hun Putih, masih berkuasa; Hun Putih masih mengancam Persia dan India; Jalur Sutra tetap aktif meski konflik; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Hun Putih masih mengancam stabilitas regional; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah; Hun Putih menghancurkan banyak kota oasis; Perdagangan mulai terganggu; Hun Putih akan menguasai Asia Tengah hingga abad ke-6; Konflik dengan Persia dan India berlanjut; Hun Putih menjadi ancaman besar bagi peradaban Asia Tengah; Hun Putih akan mulai melemah pada abad ke-6; Kerajaan-kerajaan oasis akan mulai pulih; Mihirakula akan dikalahkan; Hun Putih akan mulai mundur.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Anwon memerintah (531-545); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang; Konflik dengan Wei Timur dan Wei Barat berlanjut; Goguryeo mempertahankan kemerdekaan dari Tiongkok; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Sastra dan seni berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Arsitektur berkembang; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Ankan memerintah (531-536); Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Agama Buddha akan masuk ke Jepang pada abad ke-6; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Jepang mulai membentuk identitas nasional; Kerajaan Yamato menjadi kekuatan dominan di Jepang; Kerajaan Yamato akan mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi pada abad ke-6.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Funan mencapai puncak kekuasaan di Indochina; Perdagangan maritim dengan India dan Tiongkok berkembang; Agama Hindu dan Buddha menyebar ke Asia Tenggara; Kerajaan-kerajaan maritim berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan rempah-rempah, emas, dan tekstil; Sistem administrasi berkembang; Arsitektur Hindu-Buddha berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Funan akan mencapai puncak kekuasaan; Funan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Kerajaan-kerajaan baru akan mulai terbentuk; Perdagangan maritim akan menjadi lebih penting; Agama Hindu dan Buddha akan menjadi identitas regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Justinianus I memerintah (527-565); Zaman keemasan Bizantium dimulai; Justinianus mengkodifikasi hukum Romawi (Codex Justinianus, 529); Justinianus membangun Gereja Hagia Sophia (532-537); Justinianus menaklukkan kembali Afrika Utara dari Vandal (533-534); Belisarius, jenderal Bizantium, memimpin penaklukan; Justinianus menaklukkan kembali Italia dari Ostrogoth (535-554); Perang Gotik dimulai (535); Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Populasi Konstantinopel mencapai ~500.000; Arsitektur Bizantium mencapai puncak; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi memperkuat kekaisaran; Ekonomi berkembang pesat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Justinianus memulihkan Kekaisaran Romawi; Justinianus akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Bizantium akan berlanjut; Justinianus akan menjadi kaisar terbesar Bizantium; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran.
  • Italia (Ostrogoth): Theodoric the Great telah meninggal (526); Athalaric memerintah (526-534); Amalasuntha, ibu Athalaric, memerintah sebagai wali; Konflik internal meningkat; Kerajaan Ostrogoth mulai melemah; Bizantium mulai menyerang Italia; Perang Gotik dimulai (535); Belisarius menyerang Italia; Ostrogoth akan dikalahkan oleh Bizantium; Italia akan menjadi provinsi Bizantium; Periode stabilitas berakhir; Konflik internal melemahkan kerajaan; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Ostrogoth akan kehilangan kekuasaan; Bizantium akan menguasai Italia; Periode keemasan Bizantium akan dimulai.
  • Gaul (Frank): Clotaire I mulai menyatukan kembali kerajaan Frank; Theuderic I, Chlodomer, Childebert I, dan Clotaire I masih memerintah bersama; Periode konflik internal berlanjut; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Gereja menjadi sekutu penting; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik dengan suku-suku Jermanik lainnya berlanjut; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Clotaire I akan menyatukan kembali kerajaan Frank; Kerajaan Frank akan menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Frank akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Spanyol (Visigoth): Theudis masih memerintah (531-548); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Arianisme masih dominan di Visigoth; Konflik dengan Frank berlanjut; Visigoth akan memeluk Katolik pada abad ke-6; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Arsitektur Visigoth berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Visigoth menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Sastra dan seni berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Konflik: Kaisar Justinianus I memerintah (527-565); Zaman keemasan Bizantium; Justinianus menaklukkan kembali Afrika Utara dari Vandal (533-534); Justinianus menaklukkan kembali Italia dari Ostrogoth (535-554); Perang Gotik dimulai (535); Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Justinianus memulihkan Kekaisaran Romawi; Justinianus akan menjadi kaisar terbesar Bizantium; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran; Justinianus akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Bizantium akan berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Biara-biara menjadi pusat pembelajaran; Gereja Koptik berkembang; Konflik dengan gereja Bizantium berlanjut; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang pesat; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mencapai puncak kekuasaan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi (abad ke-6); Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Budaya Nubia berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum; Ekonomi berkembang; Sistem administrasi berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Maghreb (Bizantium): Belisarius menaklukkan Afrika Utara dari Vandal (533-534); Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Periode keemasan Bizantium dimulai; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Sistem kalender akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Astronomi akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Matematika akan berkembang dengan konsep nol; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran; Maya akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Mound building akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Taino akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Teknologi navigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Sistem kekerabatan akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6.
  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Teknologi navigasi Polinesia mencapai puncak; Sistem navigasi bintang berkembang; Pengetahuan arus laut berkembang; Teknologi perahu katamaran berkembang; Migrasi lintas samudra menjadi mungkin; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Teknologi navigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Navigasi akan menjadi fondasi peradaban Polinesia.

Tahun 05.20

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Qi Utara, Zhou Utara & Liang): Dinasti Qi Utara didirikan (550-577); Dinasti Zhou Utara didirikan (557-581); Wei Timur digantikan oleh Qi Utara; Wei Barat digantikan oleh Zhou Utara; Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Dinasti Liang Selatan masih kuat di bawah Kaisar Wu; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Populasi Tiongkok mulai pulih; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Konflik antara Qi Utara dan Zhou Utara berlanjut; Konflik dengan suku-suku nomaden di utara berlanjut; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Liang menjadi kekuatan dominan di selatan; Periode perpecahan akan berlangsung hingga dinasti Sui; Dinasti Sui akan menyatukan Tiongkok pada 581; Zhou Utara akan menjadi dasar untuk dinasti Sui.
  • India (Gupta Akhir & Regional): Vishnugupta atau Kumaragupta III masih memerintah (sekitar 540-550); Kekaisaran Gupta mengalami kemunduran parah; Hun Putih (Hephthalites) mulai mundur dari India; Kerajaan Gupta terpecah menjadi kerajaan-kerajaan kecil; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Dinasti Chalukya mulai berkembang di India barat; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Periode keemasan India berakhir; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mulai menguat; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Kerajaan Gupta akan runtuh sepenuhnya pada abad ke-6; Kerajaan-kerajaan regional akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Chalukya akan menjadi kekuatan dominan di India barat.
  • Persia (Sassanid): Khosrow I (Anushirvan) masih memerintah (531-579); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Khosrow I melakukan reformasi besar-besaran; Reformasi administrasi, militer, dan ekonomi; Zoroastrianisme menjadi agama resmi; Seni Sassanid berkembang pesat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Konflik dengan Romawi Timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Ekspansi ke Mesopotamia; Kampanye militer melawan Romawi; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Arsitektur Sassanid berkembang; Konflik dengan Hun Putih di timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menguasai rute perdagangan barat; Perang dengan Romawi Timur berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi jembatan budaya antara Timur dan Barat; Khosrow I akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut; Khosrow I akan menjadi raja terbesar Sassanid.
  • Asia Tengah: Hun Putih (Hephthalites) mulai melemah; Hun Putih mulai mundur dari India; Jalur Sutra tetap aktif; Kota-kota oasis seperti Samarkand, Bukhara, dan Kashgar berkembang; Perdagangan lintas benua antara Tiongkok, India, Sassanid, dan Romawi; Pertukaran budaya dan agama (Buddha, Zoroastrianisme, Nestorianisme) terjadi; Kerajaan Sogdiana berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Buddhisme menyebar melalui Asia Tengah ke Tiongkok; Misionaris Buddha aktif di Asia Tengah; Kerajaan-kerajaan oasis mulai pulih; Perdagangan mulai pulih; Hun Putih akan terus melemah; Kerajaan-kerajaan oasis akan mencapai puncak kekuasaan; Sogdiana akan menjadi pusat perdagangan terpenting; Perdagangan akan menjadi lebih penting.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Yangwon memerintah (545-559); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo mencapai puncak kekuasaan; Baekje dan Silla juga berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dan Jepang; Konflik dengan Qi Utara dan Zhou Utara berlanjut; Goguryeo mempertahankan kemerdekaan dari Tiongkok; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Sastra dan seni berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Arsitektur berkembang; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Senka memerintah (536-539); Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Teknologi perunggu dan besi diperkenalkan; Sistem irigasi berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tiongkok dimulai; Konsolidasi politik awal Jepang; Budaya tulis mulai berpengaruh; Agama Buddha akan masuk ke Jepang pada abad ke-6; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Jepang mulai membentuk identitas nasional; Kerajaan Yamato menjadi kekuatan dominan di Jepang; Kerajaan Yamato akan mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi pada abad ke-6.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Justinianus I masih memerintah (527-565); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Justinianus mengkodifikasi hukum Romawi (Codex Justinianus, 529); Justinianus membangun Gereja Hagia Sophia (532-537); Justinianus menaklukkan kembali Afrika Utara dari Vandal (533-534); Justinianus menaklukkan kembali Italia dari Ostrogoth (535-554); Perang Gotik berlanjut (535-554); Belisarius, jenderal Bizantium, memimpin penaklukan; Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Populasi Konstantinopel mencapai ~500.000; Arsitektur Bizantium mencapai puncak; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi memperkuat kekaisaran; Ekonomi berkembang pesat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Justinianus memulihkan Kekaisaran Romawi; Justinianus akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Bizantium akan berlanjut; Justinianus akan menjadi kaisar terbesar Bizantium; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran.
  • Italia (Bizantium): Perang Gotik berlanjut (535-554); Belisarius menyerang Italia; Ostrogoth melawan Bizantium; Totila, raja Ostrogoth, memimpin perlawanan (541-552); Konflik berlanjut; Italia akan menjadi provinsi Bizantium; Periode stabilitas berakhir; Konflik internal melemahkan kerajaan; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Ostrogoth akan kehilangan kekuasaan; Bizantium akan menguasai Italia; Periode keemasan Bizantium akan dimulai; Italia akan menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Lombard.
  • Gaul (Frank): Clotaire I mulai menyatukan kembali kerajaan Frank; Theuderic I, Chlodomer, Childebert I, dan Clotaire I masih memerintah bersama; Periode konflik internal berlanjut; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Gereja menjadi sekutu penting; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik dengan suku-suku Jermanik lainnya berlanjut; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Clotaire I akan menyatukan kembali kerajaan Frank; Kerajaan Frank akan menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Frank akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Spanyol (Visigoth): Theudis masih memerintah (531-548); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Arianisme masih dominan di Visigoth; Konflik dengan Frank berlanjut; Visigoth akan memeluk Katolik pada abad ke-6; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Arsitektur Visigoth berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Visigoth menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Sastra dan seni berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Kerajaan: Kaisar Justinianus I memerintah; Justinianus menaklukkan kembali Italia dan Afrika Utara; Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Justinianus memulihkan Kekaisaran Romawi; Justinianus akan menjadi kaisar terbesar Bizantium; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran; Justinianus akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Bizantium akan berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perpustakaan dan Museum Alexandria masih berfungsi; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Filsafat Neoplatonis berkembang; Matematika dan astronomi maju; Teknologi pertanian irigasi berkembang; Budaya Helenistik-Romawi berkembang; Populasi Alexandria mencapai ~500.000; Perdagangan dengan India dan Arab melalui Laut Merah berkembang; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Biara-biara menjadi pusat pembelajaran; Gereja Koptik berkembang; Konflik dengan gereja Bizantium berlanjut; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Adopsi sistem tulisan Ge’ez; Perdagangan gading, emas, rempah-rempah, dan budak; Kota Aksum menjadi pusat perdagangan; Pengaruh budaya Arab dan Yunani; Sistem monarki terpusat berkembang; Tanduk Afrika tumbuh sebagai simpul maritim antara Afrika–Arab–India; Ekspansi ke Semenanjung Arab; Kekristenan menjadi agama resmi Aksum (abad ke-4); Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang pesat; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mencapai puncak kekuasaan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi (abad ke-6); Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Budaya Nubia berkembang dengan pengaruh Mesir dan Afrika; Sistem irigasi Nil berkembang; Seni dan arsitektur unik berkembang; Kerajaan Nil mempertahankan identitas politik melalui perdagangan dan diplomasi; Konflik dengan Aksum berlanjut; Perdagangan dengan Romawi dan Aksum; Ekonomi berkembang; Sistem administrasi berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Belisarius menaklukkan Afrika Utara dari Vandal (533-534); Periode keemasan Bizantium dimulai; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Ritual dan upacara kompleks berkembang; Piramida Matahari dan Bulan selesai dibangun; Teotihuacan menjadi salah satu kota terbesar di dunia; Peradaban Maya Klasik awal berkembang di dataran rendah; Kota-kota Maya seperti Tikal dan Calakmul berkembang; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Interaksi dengan Maya meningkat; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Sistem kalender akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Astronomi akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Matematika akan berkembang dengan konsep nol; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran; Maya akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Teknologi tekstil maju; Keramik dan metalurgi berkembang; Sistem jalan berkembang; Perdagangan regional berkembang; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara (100-700 M); Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Sistem irigasi canggih; Pertanian teras/irigasi mendukung kompleksitas sosial dan pusat upacara; Piramida Moche dibangun; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Perdagangan tembaga, obsidian, dan cangkang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Budaya Adena berkembang di Ohio Valley; Pertukaran budaya dan komoditas lintas wilayah; Sistem kepercayaan kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Mound building akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan pulau; Sistem sosial dan kepercayaan berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Taino akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu katamaran; Adaptasi ekologis terhadap berbagai lingkungan pulau; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang melalui navigasi; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Teknologi navigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Sistem kekerabatan akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Teknologi perahu berkembang; Budaya dan bahasa sangat beragam; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Perburuan dan pengumpulan makanan; Sistem kepercayaan dan ritual berkembang; Adaptasi terhadap berbagai lingkungan Australia; Seni cadas berkembang; Dreamtime dan totemisme berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6.

Tahun 05.25

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Qi Utara, Zhou Utara & Liang): Dinasti Qi Utara dan Zhou Utara masih berkuasa; Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Dinasti Liang Selatan masih kuat; Kaisar Wu dari Liang masih memerintah (502-549); Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Konflik antara Qi Utara dan Zhou Utara berlanjut; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Liang menjadi kekuatan dominan di selatan; Periode perpecahan akan berlangsung hingga dinasti Sui; Dinasti Sui akan menyatukan Tiongkok pada 581; Zhou Utara akan menjadi dasar untuk dinasti Sui.
  • India (Regional Kingdoms): Kekaisaran Gupta telah runtuh; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Kerajaan-kerajaan regional akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Chalukya akan menjadi kekuatan dominan di India barat.
  • Persia (Sassanid): Khosrow I (Anushirvan) masih memerintah (531-579); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Persia menyerang Bizantium; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow I akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Pyeongwon memerintah (559-590); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Kinmei memerintah (539-571); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Justinianus I masih memerintah (527-565); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Persia menyerang Bizantium; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium mencapai puncak; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi memperkuat kekaisaran; Ekonomi berkembang pesat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Justinianus memulihkan Kekaisaran Romawi; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran.
  • Italia (Bizantium): Perang Gotik berlanjut (535-554); Totila, raja Ostrogoth, masih memimpin perlawanan; Konflik berlanjut; Italia akan menjadi provinsi Bizantium; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Ostrogoth akan kehilangan kekuasaan; Bizantium akan menguasai Italia.
  • Gaul (Frank): Clotaire I menyatukan kembali kerajaan Frank (558); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling.
  • Spanyol (Visigoth): Theudis masih memerintah (531-548); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Arianisme masih dominan di Visigoth; Visigoth akan memeluk Katolik pada abad ke-6; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol.
  • Kota: Kaisar Justinianus I memerintah; Persia menyerang Bizantium; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang pesat; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Swahili akan menjadi pusat perdagangan Samudra Hindia.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis.
  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik; Migrasi Polinesia ke Selandia Baru dimulai; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem sosial dan budaya kompleks; Maori akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Maori akan mengubah lanskap Selandia Baru.

Tahun 05.30

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Qi Utara, Zhou Utara & Liang): Dinasti Qi Utara dan Zhou Utara masih berkuasa; Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Dinasti Liang Selatan masih kuat; Kaisar Wu dari Liang masih memerintah (502-549); Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Konflik antara Qi Utara dan Zhou Utara berlanjut; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Liang menjadi kekuatan dominan di selatan; Periode perpecahan akan berlangsung hingga dinasti Sui; Dinasti Sui akan menyatukan Tiongkok pada 581.
  • India (Regional Kingdoms): Kekaisaran Gupta telah runtuh; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Kerajaan-kerajaan regional akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Chalukya akan menjadi kekuatan dominan di India barat.
  • Persia (Sassanid): Khosrow I (Anushirvan) masih memerintah (531-579); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Pertempuran Dara (530); Bizantium mengalahkan Persia; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow I akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Pyeongwon masih memerintah (559-590); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Kinmei masih memerintah (539-571); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Justinianus I masih memerintah (527-565); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Pertempuran Dara (530); Bizantium mengalahkan Persia; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium mencapai puncak; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi memperkuat kekaisaran; Ekonomi berkembang pesat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Justinianus memulihkan Kekaisaran Romawi; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran.
  • Italia (Bizantium): Perang Gotik berlanjut (535-554); Totila, raja Ostrogoth, masih memimpin perlawanan; Konflik berlanjut; Italia akan menjadi provinsi Bizantium; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Ostrogoth akan kehilangan kekuasaan; Bizantium akan menguasai Italia.
  • Gaul (Frank): Clotaire I menyatukan kembali kerajaan Frank (558); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling.
  • Spanyol (Visigoth): Theudis masih memerintah (531-548); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Arianisme masih dominan di Visigoth; Visigoth akan memeluk Katolik pada abad ke-6; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol.
  • Intelektual: Pertempuran Dara (530); Bizantium mengalahkan Persia; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Melanesia: Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.

Tahun 05.35

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Qi Utara, Zhou Utara & Liang): Dinasti Qi Utara dan Zhou Utara masih berkuasa; Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Dinasti Liang Selatan masih kuat; Kaisar Wu dari Liang masih memerintah (502-549); Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Konflik antara Qi Utara dan Zhou Utara berlanjut; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Liang menjadi kekuatan dominan di selatan; Periode perpecahan akan berlangsung hingga dinasti Sui; Dinasti Sui akan menyatukan Tiongkok pada 581.
  • India (Regional Kingdoms): Kekaisaran Gupta telah runtuh; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Kerajaan-kerajaan regional akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Chalukya akan menjadi kekuatan dominan di India barat.
  • Persia (Sassanid): Khosrow I (Anushirvan) masih memerintah (531-579); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow I akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Pyeongwon masih memerintah (559-590); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Kinmei masih memerintah (539-571); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Funan mencapai puncak kekuasaan di Indochina; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Perdagangan maritim dengan India dan Tiongkok berkembang; Agama Hindu dan Buddha menyebar ke Asia Tenggara; Kerajaan-kerajaan maritim berkembang sebagai pusat perdagangan; Perdagangan rempah-rempah, emas, dan tekstil; Sistem administrasi berkembang; Arsitektur Hindu-Buddha berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Funan akan mencapai puncak kekuasaan; Funan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Kerajaan-kerajaan baru akan mulai terbentuk; Perdagangan maritim akan menjadi lebih penting; Agama Hindu dan Buddha akan menjadi identitas regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Justinianus I masih memerintah (527-565); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Perang Gotik dimulai (535); Justinianus menaklukkan kembali Italia; Belisarius, jenderal Bizantium, memimpin penaklukan; Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium mencapai puncak; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi memperkuat kekaisaran; Ekonomi berkembang pesat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Justinianus memulihkan Kekaisaran Romawi; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran.
  • Italia (Ostrogoth): Perang Gotik dimulai (535); Belisarius menyerang Italia; Ostrogoth melawan Bizantium; Totila, raja Ostrogoth, akan memimpin perlawanan (541-552); Konflik berlanjut; Italia akan menjadi provinsi Bizantium; Periode stabilitas berakhir; Konflik internal melemahkan kerajaan; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Ostrogoth akan kehilangan kekuasaan; Bizantium akan menguasai Italia; Periode keemasan Bizantium akan dimulai; Italia akan menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Lombard.
  • Gaul (Frank): Clotaire I menyatukan kembali kerajaan Frank (558); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling.
  • Spanyol (Visigoth): Theudis masih memerintah (531-548); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Arianisme masih dominan di Visigoth; Visigoth akan memeluk Katolik pada abad ke-6; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol.
  • Konflik: Perang Gotik dimulai (535); Justinianus menaklukkan kembali Italia; Belisarius memimpin penaklukan; Konflik berlanjut; Italia akan menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus akan terjadi pada 541; Wabah akan melemahkan kekaisaran.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang pesat; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Belisarius menaklukkan Afrika Utara dari Vandal (533-534); Periode keemasan Bizantium dimulai; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi mulai pulih; Perdagangan berkembang; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis.
  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Teknologi navigasi Polinesia mencapai puncak; Sistem navigasi bintang berkembang; Pengetahuan arus laut berkembang; Teknologi perahu katamaran berkembang; Migrasi lintas samudra menjadi mungkin; Jejaring budaya Samudra Pasifik berkembang; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Teknologi navigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Navigasi akan menjadi fondasi peradaban Polinesia.

Tahun 05.40

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Qi Utara, Zhou Utara & Liang): Dinasti Qi Utara dan Zhou Utara masih berkuasa; Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Dinasti Liang Selatan masih kuat; Kaisar Wu dari Liang masih memerintah (502-549); Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Konflik antara Qi Utara dan Zhou Utara berlanjut; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Liang menjadi kekuatan dominan di selatan; Periode perpecahan akan berlangsung hingga dinasti Sui; Dinasti Sui akan menyatukan Tiongkok pada 581.
  • India (Regional Kingdoms): Kekaisaran Gupta telah runtuh; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Kerajaan-kerajaan regional akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Chalukya akan menjadi kekuatan dominan di India barat.
  • Persia (Sassanid): Khosrow I (Anushirvan) masih memerintah (531-579); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow I akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Pyeongwon masih memerintah (559-590); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Kinmei masih memerintah (539-571); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Justinianus I masih memerintah (527-565); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Wabah Justinianus dimulai (541); Pandemi besar di Mediterania; Wabah bubonik menyebar dari Mesir ke seluruh Mediterania; Wabah membunuh 25-50% populasi Mediterania; Dampak demografi besar di Eropa; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Justinianus mencapai puncak kekuasaan; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium mencapai puncak; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi memperkuat kekaisaran; Wabah akan melemahkan kekaisaran; Wabah akan berlanjut hingga abad ke-8; Wabah akan mengubah demografi Eropa secara permanen; Wabah akan melemahkan Kekaisaran Bizantium; Wabah akan mempengaruhi peradaban Eropa selama berabad-abad.
  • Italia (Bizantium): Perang Gotik berlanjut (535-554); Totila, raja Ostrogoth, masih memimpin perlawanan; Wabah Justinianus menyebar ke Italia; Wabah membunuh banyak penduduk; Konflik berlanjut; Italia akan menjadi provinsi Bizantium; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Ostrogoth akan kehilangan kekuasaan; Bizantium akan menguasai Italia; Wabah akan melemahkan Italia.
  • Gaul (Frank): Clotaire I menyatukan kembali kerajaan Frank (558); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Wabah Justinianus menyebar ke Gaul; Wabah membunuh banyak penduduk; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Wabah akan melemahkan Gaul.
  • Spanyol (Visigoth): Theudis masih memerintah (531-548); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Wabah Justinianus menyebar ke Spanyol; Wabah membunuh banyak penduduk; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Arianisme masih dominan di Visigoth; Visigoth akan memeluk Katolik pada abad ke-6; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Wabah akan melemahkan Spanyol.
  • Kerajaan: Wabah Justinianus dimulai (541); Pandemi besar di Mediterania; Wabah membunuh 25-50% populasi Mediterania; Dampak demografi besar di Eropa; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Wabah akan melemahkan kekaisaran; Wabah akan berlanjut hingga abad ke-8; Wabah akan mengubah demografi Eropa secara permanen; Wabah akan melemahkan Kekaisaran Bizantium; Wabah akan mempengaruhi peradaban Eropa selama berabad-abad.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus dimulai di Mesir (541); Wabah bubonik menyebar dari Mesir ke seluruh Mediterania; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Wabah akan melemahkan Mesir; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Wabah akan melemahkan Aksum.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Wabah akan melemahkan Nubia.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Wabah akan melemahkan Afrika Utara.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mencapai populasi ~200.000; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell berkembang di Lembah Mississippi; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis.

Tahun 05.45

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok: Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kota: Wabah Justinianus mencapai puncak; Membunuh 25-50% populasi Mediterania.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Andes: Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik.

Tahun 05.50

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Selatan: Kerajaan-kerajaan regional menguat; perdagangan Samudra Hindia berkembang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Intelektual: Wabah Justinianus berlanjut; Dampak demografi besar di Eropa.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Melanesia: Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.

Tahun 05.55

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Konflik: Perang Gotik berakhir (554); Italia kembali ke Bizantium.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika: Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.

Tahun 05.60

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Kekhalifahan: Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kerajaan: Kaisar Justinianus I mencapai puncak kekuasaan; Kode Justinianus (533).

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya: Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya.

Tahun 05.65

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok: Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kota: Kaisar Justinianus I meninggal (565); Kekaisaran Bizantium mulai melemah.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Andes: Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik.

Tahun 05.70

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Mekkah): Nabi Muhammad lahir di Mekkah (570); Pendiri Islam yang akan mengubah sejarah dunia; Tahun Gajah (570) - Abrahah menyerang Mekkah dengan pasukan gajah; Ka’bah selamat dari serangan; Peristiwa penting dalam sejarah Arab; Muhammad lahir sebagai yatim; Ayahnya Abdullah meninggal sebelum kelahirannya; Ibu Aminah akan meninggal ketika Muhammad berusia 6 tahun; Muhammad akan diasuh oleh kakek Abdul Muttalib dan kemudian paman Abu Talib; Muhammad akan menjadi pedagang yang sukses; Muhammad akan menikah dengan Khadijah pada usia 25; Muhammad akan menerima wahyu pertama pada usia 40; Muhammad akan menjadi nabi terakhir; Islam akan menjadi agama dunia; Islam akan mengubah sejarah dunia; Islam akan menyebar ke seluruh dunia; Islam akan menjadi salah satu agama terbesar di dunia; Islam akan mempengaruhi peradaban selama berabad-abad.
  • Tiongkok (Zhou Utara & Chen): Dinasti Zhou Utara masih berkuasa; Dinasti Chen menggantikan Liang Selatan (557-589); Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Konflik antara Zhou Utara dan Chen berlanjut; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Periode perpecahan akan berlangsung hingga dinasti Sui; Dinasti Sui akan menyatukan Tiongkok pada 581; Zhou Utara akan menjadi dasar untuk dinasti Sui.
  • India (Regional Kingdoms): Kekaisaran Gupta telah runtuh; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Kerajaan-kerajaan regional akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Chalukya akan menjadi kekuatan dominan di India barat.
  • Persia (Sassanid): Khosrow I (Anushirvan) masih memerintah (531-579); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow I akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut; Khosrow I akan menjadi raja terbesar Sassanid.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Pyeongwon masih memerintah (559-590); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Kinmei masih memerintah (539-571); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang; Kerajaan Yamato akan mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi pada abad ke-6.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Justinus II memerintah (565-578); Kaisar Justinianus I telah meninggal (565); Kekaisaran Bizantium mulai melemah; Wabah Justinianus masih berlanjut; Dampak demografi besar di Eropa; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari berbagai pihak; Bizantium akan tetap menjadi kekuatan dominan di Mediterania Timur.
  • Italia (Bizantium): Italia menjadi provinsi Bizantium; Perang Gotik telah berakhir (554); Lombard akan menyerang Italia (568); Lombard akan mendirikan kerajaan di Italia utara; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan terpecah antara Bizantium dan Lombard; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia akan tetap menjadi provinsi Bizantium di selatan; Lombard akan menguasai Italia utara.
  • Gaul (Frank): Clotaire I masih memerintah (558-561); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Clotaire I akan meninggal pada 561; Kerajaan Frank akan terpecah lagi; Frank akan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat.
  • Spanyol (Visigoth): Theudis masih memerintah (531-548); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Arianisme masih dominan di Visigoth; Visigoth akan memeluk Katolik pada abad ke-6; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Intelektual: Universitas awal dan skolastik menguatkan tradisi belajar; Gereja menjadi pusat pembelajaran; Biara-biara menjadi pusat pembelajaran; Teologi berkembang; Filsafat berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Arsitektur berkembang; Tradisi belajar akan berkembang; Universitas akan berkembang; Skolastik akan berkembang; Tradisi intelektual akan berkembang; Gereja akan menjadi pusat pembelajaran; Biara-biara akan menjadi pusat pembelajaran.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus masih berlanjut; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab.
  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum mencapai puncak kekuasaan; Kekristenan menjadi identitas regional; Perdagangan maritim berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Tanduk Afrika akan mencapai puncak kekuasaan; Tanduk Afrika akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mulai mengalami kemunduran; Populasi menurun; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Maya akan menjadi kekuatan dominan di Mesoamerika.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mulai mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-12.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6.

Tahun 05.75

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Mekkah): Nabi Muhammad tumbuh di Mekkah (lahir sekitar 570); Masa kanak-kanak dan remaja; Akan menerima wahyu pertama pada usia 40 (610); Akan menjadi pendiri agama Islam; Akan mengubah sejarah dunia; Masa sebelum kenabian; Perdagangan di Jazirah Arab berkembang; Mekkah menjadi pusat perdagangan dan ziarah; Ka’bah menjadi pusat keagamaan; Suku Quraisy menguasai Mekkah; Sistem suku dan kekerabatan masih dominan; Agama pagan Arab masih dominan; Perdagangan dengan Yaman, Suriah, dan Irak berkembang; Jazirah Arab menjadi jembatan perdagangan antara Mediterania dan Samudra Hindia.
  • Tiongkok (Zhou Utara & Chen): Dinasti Zhou Utara menguasai Tiongkok Utara; Dinasti Chen menguasai Tiongkok Selatan; Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Yang Jian (calon Kaisar Wen dari Sui) masih menjadi jenderal Zhou Utara; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Jalur Sutra tetap aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Konflik antara Zhou Utara dan Chen berlanjut; Zhou Utara akan digantikan oleh Sui pada 581; Tiongkok akan disatukan kembali oleh Sui pada 589.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Dinasti Vakataka telah runtuh; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Konflik antara Chalukya dan Pallava berlanjut; Chalukya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Persia (Sassanid): Khosrow I (Anushirvan) masih memerintah (531-579); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (572-591); Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow I mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid mencapai puncak; Khosrow I akan meninggal pada 579; Hormizd IV akan menggantikannya; Perang dengan Bizantium akan berlanjut hingga 591.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Pyeongwon masih memerintah (559-590); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Baekje aktif dalam hubungan luar negeri dengan Tiongkok dan Jepang; Silla mengkonsolidasikan kekuasaan di tenggara; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Bidatsu memerintah (572-585); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Hubungan erat dengan Baekje; Baekje menyediakan sumber daya budaya maju; Yamato menyediakan dukungan militer; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang; Kerajaan Yamato akan mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi pada abad ke-6.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Justinus II masih memerintah (565-578); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari berbagai pihak; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (572-591); Wabah Justinianus masih berlanjut; Dampak demografi besar di Eropa; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Avars mengancam perbatasan Danube; Lombard mengancam Italia; Justinus II akan digantikan oleh Tiberius II pada 578; Bizantium akan menghadapi krisis besar pada akhir abad ke-6.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan dan tengah; Perang Gotik telah berakhir (554); Lombard menyerang Italia (568); Lombard mendirikan kerajaan di Italia utara; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Roma masih di bawah Bizantium; Lombard mengancam Roma; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia akan tetap menjadi provinsi Bizantium di selatan; Lombard akan menguasai Italia utara.
  • Gaul (Frank): Chilperic I memerintah di Neustria (561-584); Guntram memerintah di Burgundy (561-592); Sigebert I memerintah di Austrasia (561-575); Kerajaan Frank terpecah menjadi tiga bagian; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara tiga kerajaan Frank berlanjut; Sigebert I akan meninggal pada 575; Childebert II akan menggantikannya di Austrasia; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Frank akan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat.
  • Spanyol (Visigoth): Liuvigild memerintah (568-586); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Liuvigild meluncurkan kampanye berulang melawan Basques; Liuvigild akan menaklukkan Kerajaan Suebi di Gallaecia (570s-580s); Arianisme masih dominan di Visigoth; Visigoth akan memeluk Katolik pada 589; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Konflik antara kerajaan-kerajaan Frank berlanjut; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Konflik antara tiga kerajaan Korea berlanjut; Konflik antara Chalukya dan Pallava di India berlanjut; Konflik antara Zhou Utara dan Chen di Tiongkok berlanjut; Perang dan konflik akan terus membentuk perbatasan; Perang akan terus mengubah peta politik dunia.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus masih berlanjut; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Mesir akan dikalahkan oleh Arab pada 642.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi; Aksum akan tetap menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika hingga abad ke-10.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6-7.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Afrika Utara akan dikalahkan oleh Arab pada abad ke-7; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Kerajaan Ghana akan menjadi kekuatan dominan di Sahel.
  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum mencapai puncak kekuasaan; Kekristenan menjadi identitas regional; Perdagangan maritim berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Tanduk Afrika akan mencapai puncak kekuasaan; Tanduk Afrika akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Maya akan menjadi kekuatan dominan di Mesoamerika; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Maya akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Moche akan mulai mengalami kemunduran; Nazca akan tetap berkembang hingga abad ke-8.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-12; Mississippian akan membangun kota-kota besar; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-11-12.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Taino akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1492.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6-7; Polinesia akan mengkolonisasi Selandia Baru; Polinesia akan mengkolonisasi Hawaii; Polinesia akan mengkolonisasi Rapa Nui (Easter Island); Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-8-9.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6-7.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6-7; Aborigin akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1788.

Tahun 05.80

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Mekkah): Nabi Muhammad masih remaja di Mekkah (sekitar 10 tahun); Masa sebelum kenabian; Akan menikah dengan Khadijah pada 595; Akan menerima wahyu pertama pada 610; Perdagangan di Jazirah Arab berkembang; Mekkah menjadi pusat perdagangan dan ziarah; Ka’bah menjadi pusat keagamaan; Suku Quraisy menguasai Mekkah; Sistem suku dan kekerabatan masih dominan; Agama pagan Arab masih dominan; Perdagangan dengan Yaman, Suriah, dan Irak berkembang; Jazirah Arab menjadi jembatan perdagangan antara Mediterania dan Samudra Hindia.
  • Tiongkok (Zhou Utara & Chen): Dinasti Zhou Utara menguasai Tiongkok Utara; Dinasti Chen menguasai Tiongkok Selatan; Periode perpecahan Utara-Selatan berlanjut; Yang Jian (calon Kaisar Wen dari Sui) masih menjadi jenderal Zhou Utara; Yang Jian menghancurkan kota Ye (Henan) setelah mengalahkan pemberontakan Yuchi Jiong; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Jalur Sutra tetap aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Konflik antara Zhou Utara dan Chen berlanjut; Zhou Utara akan digantikan oleh Sui pada 581; Tiongkok akan disatukan kembali oleh Sui pada 589; Yang Jian akan mendirikan Dinasti Sui pada 581.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Konflik antara Chalukya dan Pallava berlanjut; Chalukya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Persia (Sassanid): Khosrow I (Anushirvan) masih memerintah (531-579); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (572-591); Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow I mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid mencapai puncak; Khosrow I akan meninggal pada 579; Hormizd IV akan menggantikannya; Perang dengan Bizantium akan berlanjut hingga 591; Pasukan Sassanid menyerang Suriah; Benteng Dara jatuh ke tangan Sassanid setelah pengepungan empat bulan.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Pyeongwon masih memerintah (559-590); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Baekje aktif dalam hubungan luar negeri dengan Tiongkok dan Jepang; Silla mengkonsolidasikan kekuasaan di tenggara; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Tiberius II Constantine memerintah (578-582); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari berbagai pihak; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (572-591); Wabah Justinianus masih berlanjut; Dampak demografi besar di Eropa; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Avars di bawah Bayan I menyerang perbatasan Danube; Pengepungan Sirmium dimulai (580-582); Avars menyeberangi Sungai Sava untuk menyerang Sirmium; Sirmium menjadi benteng penting Bizantium di Danube; Tiberius II akan meninggal pada 582; Maurice akan menggantikannya; Bizantium akan menghadapi krisis besar pada akhir abad ke-6.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan dan tengah; Lombard mengusir Ostrogoth terakhir melintasi Alpen; Lombard memasuki periode “Rule of the Dukes”; Lombard mengadopsi gelar, nama, dan tradisi Romawi; Senat Romawi mengirim utusan ke Konstantinopel dengan 3.000 pon emas; Senat Romawi meminta bantuan melawan Lombard; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Roma masih di bawah Bizantium; Lombard mengancam Roma; Paus Pelagius II meminta bantuan dari raja Frank melawan Lombard; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia akan tetap menjadi provinsi Bizantium di selatan; Lombard akan menguasai Italia utara.
  • Gaul (Frank): Chilperic I memerintah di Neustria (561-584); Guntram memerintah di Burgundy (561-592); Childebert II memerintah di Austrasia (575-595); Kerajaan Frank terpecah menjadi tiga bagian; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara tiga kerajaan Frank berlanjut; Paus Pelagius II meminta bantuan dari Frank melawan Lombard; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Frank akan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Spanyol (Visigoth): Liuvigild masih memerintah (568-586); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Liuvigild meluncurkan kampanye berulang melawan Basques; Liuvigild akan menaklukkan Kerajaan Suebi di Gallaecia (570s-580s); Liuvigild mengadakan sinode Arian di Toledo (580); Liuvigild memodifikasi doktrin untuk menyatukan umat Kristen di kerajaannya; Arianisme masih dominan di Visigoth; Visigoth akan memeluk Katolik pada 589; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Kerajaan: Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Eropa; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan-kerajaan akan mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan akan membangun fondasi untuk Eropa Abad Pertengahan; Kerajaan-kerajaan akan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa; Kerajaan-kerajaan akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-9.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus masih berlanjut; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Mesir akan dikalahkan oleh Arab pada 642.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi; Aksum akan tetap menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika hingga abad ke-10.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6-7.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Afrika Utara akan dikalahkan oleh Arab pada abad ke-7; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Kerajaan Ghana akan menjadi kekuatan dominan di Sahel.
  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum mencapai puncak kekuasaan; Kekristenan menjadi identitas regional; Perdagangan maritim berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Tanduk Afrika akan mencapai puncak kekuasaan; Tanduk Afrika akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Maya akan menjadi kekuatan dominan di Mesoamerika; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Maya akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Moche akan mulai mengalami kemunduran; Nazca akan tetap berkembang hingga abad ke-8.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-12; Mississippian akan membangun kota-kota besar; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-11-12.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Taino akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1492.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6-7; Polinesia akan mengkolonisasi Selandia Baru; Polinesia akan mengkolonisasi Hawaii; Polinesia akan mengkolonisasi Rapa Nui (Easter Island); Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-8-9.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6-7.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6-7; Aborigin akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1788.

Tahun 05.85

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Mekkah): Nabi Muhammad masih remaja di Mekkah (sekitar 15 tahun); Masa sebelum kenabian; Akan menikah dengan Khadijah pada 595; Akan menerima wahyu pertama pada 610; Perdagangan di Jazirah Arab berkembang; Mekkah menjadi pusat perdagangan dan ziarah; Ka’bah menjadi pusat keagamaan; Suku Quraisy menguasai Mekkah; Sistem suku dan kekerabatan masih dominan; Agama pagan Arab masih dominan; Perdagangan dengan Yaman, Suriah, dan Irak berkembang; Jazirah Arab menjadi jembatan perdagangan antara Mediterania dan Samudra Hindia.
  • Tiongkok (Sui): Dinasti Sui didirikan oleh Yang Jian (Kaisar Wen) pada 581; Kaisar Wen dari Sui memerintah (581-604); Tiongkok disatukan kembali setelah perpecahan panjang; Periode perpecahan Utara-Selatan berakhir; Ibu kota baru dipindahkan ke Daxingcheng (Xi’an) pada 583; Pembangunan kanal dimulai pada 584; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Sui akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Sui akan menaklukkan Chen pada 589; Dinasti Sui akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Dinasti Tang akan menggantikan Sui pada 618.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Konflik antara Chalukya dan Pallava berlanjut; Chalukya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Persia (Sassanid): Hormizd IV memerintah (579-590); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (572-591); Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Hormizd IV menghadapi konflik internal; Jenderal Bahram Chobin berhasil mengalahkan Khaganate Turk Barat; Hormizd IV akan digulingkan pada 590; Perang saudara akan meletus; Khosrow II akan menggantikannya; Perang dengan Bizantium akan berlanjut hingga 591.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Pyeongwon masih memerintah (559-590); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Baekje aktif dalam hubungan luar negeri dengan Tiongkok dan Jepang; Silla mengkonsolidasikan kekuasaan di tenggara; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Yomei memerintah (585-587); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Hubungan erat dengan Baekje; Baekje menyediakan sumber daya budaya maju; Yamato menyediakan dukungan militer; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Konflik internal antara klan berlanjut; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang; Kerajaan Yamato akan mencapai puncak kekuasaan; Kaisar Suiko akan memerintah pada 593-628.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Maurice memerintah (582-602); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari berbagai pihak; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (572-591); Wabah Justinianus masih berlanjut; Dampak demografi besar di Eropa; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Maurice memerangi Persia; Pertempuran Solachon terjadi melawan Persia; Maurice mendirikan Exarchate Italia pada 584; Maurice akan mendirikan Exarchate Afrika pada 591; Maurice akan mengakhiri perang dengan Persia pada 591; Maurice akan menghadapi krisis besar pada akhir abad ke-6; Maurice akan dibunuh pada 602; Fokas akan menggantikannya.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan dan tengah; Exarchate Italia didirikan oleh Maurice pada 584; Exarchate memperkuat kontrol Bizantium di Italia; Gencatan senjata antara Lombard dan Bizantium (585-589); Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Roma masih di bawah Bizantium; Lombard mengancam Roma; Paus Pelagius II meminta bantuan dari raja Frank melawan Lombard; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia akan tetap menjadi provinsi Bizantium di selatan; Lombard akan menguasai Italia utara.
  • Gaul (Frank): Chilperic I masih memerintah di Neustria (561-584); Guntram masih memerintah di Burgundy (561-592); Childebert II masih memerintah di Austrasia (575-595); Kerajaan Frank terpecah menjadi tiga bagian; Chilperic I akan meninggal pada 584; Clotaire II akan menggantikannya di Neustria; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara tiga kerajaan Frank berlanjut; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Frank akan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Spanyol (Visigoth): Liuvigild masih memerintah (568-586); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Liuvigild meluncurkan kampanye berulang melawan Basques; Liuvigild telah menaklukkan Kerajaan Suebi di Gallaecia; Arianisme masih dominan di Visigoth; Visigoth akan memeluk Katolik pada 589; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Kota: Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Urbanisasi berkembang; Perdagangan regional berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Ekonomi uang berkembang; Serikat dagang berkembang; Kota-kota menjadi pusat perdagangan dan budaya; Kota-kota akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota akan membangun fondasi untuk Eropa Abad Pertengahan.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus masih berlanjut; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Mesir akan dikalahkan oleh Arab pada 642.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi; Aksum akan tetap menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika hingga abad ke-10.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6-7.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Afrika Utara akan dikalahkan oleh Arab pada abad ke-7; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Kerajaan Ghana akan menjadi kekuatan dominan di Sahel.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan dengan Arab, India, dan Persia berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kota-kota Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Swahili pada abad ke-8; Perdagangan maritim akan menjadi lebih penting; Kota-kota Swahili akan menjadi pusat perdagangan regional; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kota-kota Swahili akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-9.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Maya akan menjadi kekuatan dominan di Mesoamerika; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Maya akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Moche akan mulai mengalami kemunduran; Nazca akan tetap berkembang hingga abad ke-8.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-12; Mississippian akan membangun kota-kota besar; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-11-12.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Taino akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1492.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6-7; Polinesia akan mengkolonisasi Selandia Baru; Polinesia akan mengkolonisasi Hawaii; Polinesia akan mengkolonisasi Rapa Nui (Easter Island); Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-8-9.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6-7.
  • Aotearoa (Selandia Baru): Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik; Migrasi Polinesia ke Selandia Baru dimulai; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Sistem sosial dan budaya kompleks berkembang; Adaptasi ekologis terhadap lingkungan baru; Pengetahuan ekologis mengelola lanskap; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Maori akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Maori akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1642.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6-7; Aborigin akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1788.

Tahun 05.90

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Mekkah): Nabi Muhammad masih remaja di Mekkah (sekitar 20 tahun); Masa sebelum kenabian; Akan menikah dengan Khadijah pada 595; Akan menerima wahyu pertama pada 610; Perdagangan di Jazirah Arab berkembang; Mekkah menjadi pusat perdagangan dan ziarah; Ka’bah menjadi pusat keagamaan; Suku Quraisy menguasai Mekkah; Sistem suku dan kekerabatan masih dominan; Agama pagan Arab masih dominan; Perdagangan dengan Yaman, Suriah, dan Irak berkembang; Jazirah Arab menjadi jembatan perdagangan antara Mediterania dan Samudra Hindia.
  • Tiongkok (Sui): Dinasti Sui didirikan oleh Yang Jian (Kaisar Wen) pada 581; Kaisar Wen dari Sui memerintah (581-604); Tiongkok disatukan kembali setelah perpecahan panjang; Dinasti Sui menaklukkan Dinasti Chen pada 589; Periode perpecahan Utara-Selatan berakhir; Ibu kota baru dipindahkan ke Daxingcheng (Xi’an) pada 583; Pembangunan kanal dimulai pada 584; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Sui mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Sui akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Dinasti Tang akan menggantikan Sui pada 618.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Konflik antara Chalukya dan Pallava berlanjut; Chalukya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Persia (Sassanid): Hormizd IV digulingkan (590); Perang saudara meletus di Persia; Khosrow II (Parviz) naik takhta (590-628); Khosrow II awalnya kehilangan takhta; Khosrow II mendapatkan kembali takhta dengan dukungan militer Kaisar Bizantium Maurice; Khosrow II akan dikenal sebagai Khosrow Parviz (“Yang Menang”); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (572-591); Perang Bizantium-Sassanid akan berakhir pada 591 dengan kemenangan Bizantium; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow II akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut; Khosrow II akan menghadapi ancaman dari Bizantium; Kekaisaran Sassanid akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kekaisaran Sassanid akan dikalahkan oleh Arab pada abad ke-7.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Pyeongwon meninggal (590); Raja Yeongyang memerintah (590-618); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Baekje aktif dalam hubungan luar negeri dengan Tiongkok dan Jepang; Silla mengkonsolidasikan kekuasaan di tenggara; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Sushun memerintah (587-592); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Hubungan erat dengan Baekje; Baekje menyediakan sumber daya budaya maju; Yamato menyediakan dukungan militer; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Konflik internal antara klan berlanjut; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang; Kerajaan Yamato akan mencapai puncak kekuasaan; Kaisar Suiko akan memerintah pada 593-628.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Maurice memerintah (582-602); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari berbagai pihak; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (572-591); Perang Bizantium-Sassanid berakhir pada 591 dengan kemenangan Bizantium; Maurice mendukung Khosrow II untuk mendapatkan kembali takhta Persia; Perjanjian damai menguntungkan Bizantium; Maurice mendirikan Exarchate Afrika pada 591; Wabah Justinianus masih berlanjut; Dampak demografi besar di Eropa; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Maurice akan menghadapi krisis besar pada akhir abad ke-6; Maurice akan dibunuh pada 602; Fokas akan menggantikannya.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan dan tengah; Exarchate Italia didirikan oleh Maurice pada 584; Gencatan senjata antara Lombard dan Bizantium berakhir (585-589); Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Roma masih di bawah Bizantium; Lombard mengancam Roma; Paus Pelagius II meminta bantuan dari raja Frank melawan Lombard; Paus Pelagius II akan meninggal pada 590; Paus Gregorius I akan menggantikannya; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia akan tetap menjadi provinsi Bizantium di selatan; Lombard akan menguasai Italia utara.
  • Gaul (Frank): Chilperic I meninggal (584); Clotaire II memerintah di Neustria (584-629); Guntram masih memerintah di Burgundy (561-592); Childebert II masih memerintah di Austrasia (575-595); Kerajaan Frank terpecah menjadi tiga bagian; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara tiga kerajaan Frank berlanjut; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Frank akan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Spanyol (Visigoth): Liuvigild meninggal (586); Reccared I memerintah (586-601); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Reccared I memeluk Katolik pada 587; Reccared I meninggalkan Arianisme; Peristiwa penting dalam sejarah Spanyol; Konsili Ketiga Toledo diadakan pada 589; Konsili Ketiga Toledo memformalkan transformasi agama; Konsili Ketiga Toledo menetapkan kerangka kerja untuk kerajaan Katolik baru; Konsili Ketiga Toledo memulai program konversi paksa terhadap Yahudi; Konsili Ketiga Toledo mengambil langkah-langkah melawan praktik Arian yang tersisa; Uskup Leander dari Sevilla memainkan peran penting dalam proses konversi; Pemberontakan Arian terjadi di berbagai wilayah; Pasukan Reccared menekan pemberontakan; Konspirasi utama ditumpas pada 588; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Intelektual: Universitas awal dan skolastik menguatkan tradisi belajar; Gereja menjadi pusat pembelajaran; Biara-biara menjadi pusat pembelajaran; Teologi berkembang; Filsafat berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Arsitektur berkembang; Tradisi belajar akan berkembang; Universitas akan berkembang; Skolastik akan berkembang; Tradisi intelektual akan berkembang; Gereja akan menjadi pusat pembelajaran; Biara-biara akan menjadi pusat pembelajaran.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus masih berlanjut; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Mesir akan dikalahkan oleh Arab pada 642.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi; Aksum akan tetap menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika hingga abad ke-10.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6-7.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Exarchate Afrika didirikan oleh Maurice pada 591; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Afrika Utara akan dikalahkan oleh Arab pada abad ke-7; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Kerajaan Ghana akan menjadi kekuatan dominan di Sahel.
  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum mencapai puncak kekuasaan; Kekristenan menjadi identitas regional; Perdagangan maritim berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Tanduk Afrika akan mencapai puncak kekuasaan; Tanduk Afrika akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Maya akan menjadi kekuatan dominan di Mesoamerika; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Maya akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Moche akan mulai mengalami kemunduran; Nazca akan tetap berkembang hingga abad ke-8.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-12; Mississippian akan membangun kota-kota besar; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-11-12.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Taino akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1492.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6-7; Polinesia akan mengkolonisasi Selandia Baru; Polinesia akan mengkolonisasi Hawaii; Polinesia akan mengkolonisasi Rapa Nui (Easter Island); Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-8-9.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6-7.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6-7; Aborigin akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1788.

Tahun 05.95

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Mekkah): Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah (595); Nabi Muhammad berusia sekitar 25 tahun; Khadijah adalah janda kaya yang menjadi istri pertama Nabi Muhammad; Pernikahan ini menandai awal kehidupan dewasa Nabi Muhammad; Nabi Muhammad akan menerima wahyu pertama pada 610; Nabi Muhammad akan menjadi pendiri agama Islam; Perdagangan di Jazirah Arab berkembang; Mekkah menjadi pusat perdagangan dan ziarah; Ka’bah menjadi pusat keagamaan; Suku Quraisy menguasai Mekkah; Sistem suku dan kekerabatan masih dominan; Agama pagan Arab masih dominan; Perdagangan dengan Yaman, Suriah, dan Irak berkembang; Jazirah Arab menjadi jembatan perdagangan antara Mediterania dan Samudra Hindia; Nabi Muhammad akan hijrah ke Madinah pada 622; Awal kalender Islam akan dimulai pada 622.
  • Tiongkok (Sui): Dinasti Sui didirikan oleh Yang Jian (Kaisar Wen) pada 581; Kaisar Wen dari Sui memerintah (581-604); Tiongkok disatukan kembali setelah perpecahan panjang; Dinasti Sui menaklukkan Dinasti Chen pada 589; Periode perpecahan Utara-Selatan berakhir; Ibu kota baru dipindahkan ke Daxingcheng (Xi’an) pada 583; Pembangunan kanal dimulai pada 584; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Sui mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Sui akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Dinasti Tang akan menggantikan Sui pada 618.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Konflik antara Chalukya dan Pallava berlanjut; Chalukya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Persia (Sassanid): Khosrow II (Parviz) memerintah (590-628); Khosrow II mendapatkan kembali takhta dengan dukungan militer Kaisar Bizantium Maurice; Khosrow II akan dikenal sebagai Khosrow Parviz (“Yang Menang”); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berakhir pada 591 dengan kemenangan Bizantium; Perjanjian damai menguntungkan Bizantium; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow II akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut; Khosrow II akan menghadapi ancaman dari Bizantium; Kekaisaran Sassanid akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kekaisaran Sassanid akan dikalahkan oleh Arab pada abad ke-7.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Yeongyang masih memerintah (590-618); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Baekje aktif dalam hubungan luar negeri dengan Tiongkok dan Jepang; Silla mengkonsolidasikan kekuasaan di tenggara; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Suiko memerintah (593-628); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Hubungan erat dengan Baekje; Baekje menyediakan sumber daya budaya maju; Yamato menyediakan dukungan militer; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Konflik internal antara klan berlanjut; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang; Kerajaan Yamato akan mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan Yamato akan menjadi kekuatan dominan di Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Maurice masih memerintah (582-602); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari berbagai pihak; Perang Bizantium-Sassanid berakhir pada 591 dengan kemenangan Bizantium; Perjanjian damai menguntungkan Bizantium; Maurice mendukung Khosrow II untuk mendapatkan kembali takhta Persia; Maurice mendirikan Exarchate Afrika pada 591; Wabah Justinianus masih berlanjut; Dampak demografi besar di Eropa; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Maurice akan menghadapi krisis besar pada akhir abad ke-6; Maurice akan dibunuh pada 602; Fokas akan menggantikannya; Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan dan tengah; Exarchate Italia didirikan oleh Maurice pada 584; Gencatan senjata antara Lombard dan Bizantium berakhir (585-589); Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Roma masih di bawah Bizantium; Lombard mengancam Roma; Paus Pelagius II meninggal (590); Paus Gregorius I (Gregory the Great) memerintah (590-604); Paus Gregorius I akan menjadi salah satu paus terbesar; Paus Gregorius I akan bernegosiasi dengan raja Lombard Agilulf untuk perdamaian; Paus Gregorius I akan memperkuat otoritas kepausan; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia akan tetap menjadi provinsi Bizantium di selatan; Lombard akan menguasai Italia utara.
  • Gaul (Frank): Clotaire II masih memerintah di Neustria (584-629); Guntram masih memerintah di Burgundy (561-592); Childebert II masih memerintah di Austrasia (575-595); Kerajaan Frank terpecah menjadi tiga bagian; Childebert II akan meninggal pada 595; Theudebert II akan menggantikannya di Austrasia; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara tiga kerajaan Frank berlanjut; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Frank akan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan.
  • Spanyol (Visigoth): Reccared I masih memerintah (586-601); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Reccared I memeluk Katolik pada 587; Konsili Ketiga Toledo diadakan pada 589; Konsili Ketiga Toledo memformalkan transformasi agama; Konsili Ketiga Toledo menetapkan kerangka kerja untuk kerajaan Katolik baru; Konsili Ketiga Toledo memulai program konversi paksa terhadap Yahudi; Konsili Ketiga Toledo mengambil langkah-langkah melawan praktik Arian yang tersisa; Uskup Leander dari Sevilla memainkan peran penting dalam proses konversi; Pemberontakan Arian telah ditumpas; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan; Perang Bizantium-Sassanid berakhir; Konflik antara kerajaan-kerajaan Frank berlanjut; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Konflik antara tiga kerajaan Korea berlanjut; Konflik antara Chalukya dan Pallava di India berlanjut; Perang dan konflik akan terus membentuk perbatasan; Perang akan terus mengubah peta politik dunia.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus masih berlanjut; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Mesir akan dikalahkan oleh Arab pada 642.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi; Aksum akan tetap menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika hingga abad ke-10.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6-7.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Exarchate Afrika didirikan oleh Maurice pada 591; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Afrika Utara akan dikalahkan oleh Arab pada abad ke-7; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Kerajaan Ghana akan menjadi kekuatan dominan di Sahel.
  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum mencapai puncak kekuasaan; Kekristenan menjadi identitas regional; Perdagangan maritim berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Tanduk Afrika akan mencapai puncak kekuasaan; Tanduk Afrika akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Maya akan menjadi kekuatan dominan di Mesoamerika; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Maya akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Moche akan mulai mengalami kemunduran; Nazca akan tetap berkembang hingga abad ke-8.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-12; Mississippian akan membangun kota-kota besar; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-11-12.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Taino akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1492.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6-7; Polinesia akan mengkolonisasi Selandia Baru; Polinesia akan mengkolonisasi Hawaii; Polinesia akan mengkolonisasi Rapa Nui (Easter Island); Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-8-9.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6-7.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6-7; Aborigin akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1788.

Tahun 06.00

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Madinah): Nabi Muhammad memimpin komunitas Muslim di Madinah (622-632); Ekspansi Islam dimulai; Hijrah ke Madinah (622) - awal kalender Islam; Tahun 1 Hijriyah; Nabi Muhammad membangun komunitas Muslim di Madinah; Konstitusi Madinah ditetapkan; Nabi Muhammad menjadi pemimpin politik dan spiritual; Komunitas Muslim berkembang pesat; Konflik dengan Mekkah berlanjut; Pertempuran Badar (624) - kemenangan pertama Muslim; Pertempuran Uhud (625) - kekalahan Muslim; Pertempuran Khandaq (627) - kemenangan Muslim; Perjanjian Hudaibiyah (628) - gencatan senjata dengan Mekkah; Penaklukan Mekkah (630) - kemenangan besar Muslim; Nabi Muhammad membersihkan Ka’bah dari berhala; Islam menyebar ke seluruh Jazirah Arab; Nabi Muhammad akan wafat pada 632; Kekhalifahan Rasyidin akan dimulai; Islam akan menjadi agama dunia; Islam akan mengubah sejarah dunia; Islam akan menyebar ke seluruh dunia; Islam akan menjadi salah satu agama terbesar di dunia; Islam akan mempengaruhi peradaban selama berabad-abad.
  • Tiongkok (Sui): Dinasti Sui didirikan (581-618); Kaisar Wen dari Sui memerintah (581-604); Tiongkok disatukan kembali setelah perpecahan panjang; Periode perpecahan Utara-Selatan berakhir; Buddhisme berkembang pesat di Tiongkok; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra tetap aktif; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Sui akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Sui akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Dinasti Tang akan menggantikan Sui pada 618; Dinasti Tang akan menjadi salah satu dinasti terbesar Tiongkok.
  • India (Regional Kingdoms): Kekaisaran Gupta telah runtuh; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Dinasti Vakataka berkembang di India tengah; Dinasti Pallava berkembang di India selatan; Dinasti Kadamba berkembang di Karnataka; Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah, batu permata, dan tekstil tetap aktif; Filsafat Hindu dan Buddhisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi berkembang; Kerajaan-kerajaan regional akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Chalukya akan menjadi kekuatan dominan di India barat; Kerajaan-kerajaan regional akan tetap berkembang hingga abad ke-7.
  • Persia (Sassanid): Khosrow II (Parviz) memerintah (590-628); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut; Kekaisaran Sassanid menjadi kekuatan utama di Asia Barat; Perdagangan dengan Romawi dan Tiongkok berkembang; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Khosrow II akan mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Sassanid akan berlanjut; Khosrow II akan menghadapi ancaman dari Bizantium; Kekaisaran Sassanid akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kekaisaran Sassanid akan dikalahkan oleh Arab pada abad ke-7.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Yeongyang memerintah (590-618); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan mencapai puncak kekuasaan; Goguryeo akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Suiko memerintah (593-628); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang; Kerajaan Yamato akan mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi pada abad ke-6; Kerajaan Yamato akan menjadi kekuatan dominan di Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Fokas memerintah (602-610); Kekaisaran Bizantium mulai melemah; Wabah Justinianus masih berlanjut; Dampak demografi besar di Eropa; Ekonomi terganggu parah; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari berbagai pihak; Bizantium akan tetap menjadi kekuatan dominan di Mediterania Timur; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Persia; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Avar; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Slav; Bizantium akan tetap bertahan hingga 1453.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia akan tetap menjadi provinsi Bizantium di selatan; Lombard akan menguasai Italia utara; Italia akan tetap terpecah hingga penyatuan pada abad ke-19.
  • Gaul (Frank): Clotaire II memerintah (584-629); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Frank akan membangun fondasi untuk Kekaisaran Karoling; Frank akan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Frank akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8.
  • Spanyol (Visigoth): Reccared I memerintah (586-601); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Peristiwa penting dalam sejarah Spanyol; Kerajaan Visigoth di Spanyol akan bertahan hingga abad ke-8; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Anglo-Saxon menjadi kekuatan dominan di Britania; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan; Periode Heptarchy (tujuh kerajaan) akan dimulai; Anglo-Saxon akan memeluk Kekristenan pada abad ke-7; Anglo-Saxon akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7.
  • Kerajaan: Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Eropa; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan-kerajaan akan mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan akan membangun fondasi untuk Eropa Abad Pertengahan; Kerajaan-kerajaan akan tetap menjadi kekuatan dominan di Eropa; Kerajaan-kerajaan akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-9.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus masih berlanjut; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Mesir akan mencapai puncak kekuasaan; Mesir akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Mesir akan dikalahkan oleh Arab pada 642.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Aksum akan mulai mengalami kemunduran ekonomi; Aksum akan tetap menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika hingga abad ke-10.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Kekristenan akan menjadi identitas Nubia; Gereja Nubia akan berkembang; Arsitektur gereja akan berkembang; Seni gereja akan berkembang; Nubia menjadi pusat budaya dan perdagangan; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6-7.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Afrika Utara akan mencapai puncak kekuasaan; Afrika Utara akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Afrika Utara akan tetap menjadi provinsi Bizantium hingga penaklukan Arab; Afrika Utara akan dikalahkan oleh Arab pada abad ke-7.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara akan menjadi lebih penting; Kerajaan Ghana akan mulai terbentuk; Perdagangan emas akan menjadi sumber kekayaan; Sistem administrasi akan berkembang; Ekonomi akan berkembang pesat; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Kerajaan Ghana akan menjadi kekuatan dominan di Sahel.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Teotihuacan akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Maya akan menjadi kekuatan dominan di Mesoamerika; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8; Maya akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Garis-garis Nazca akan terus dibuat; Sistem irigasi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Teknologi tekstil akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Moche akan mulai mengalami kemunduran; Nazca akan tetap berkembang hingga abad ke-8.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-8-12; Mississippian akan membangun kota-kota besar; Mississippian akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-11-12.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Taino akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1492.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-6-7; Polinesia akan mengkolonisasi Selandia Baru; Polinesia akan mengkolonisasi Hawaii; Polinesia akan mengkolonisasi Rapa Nui (Easter Island); Polinesia akan mencapai puncak ekspansi pada abad ke-8-9.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Pertanian akan menjadi lebih intensif; Perdagangan akan menjadi lebih luas; Adaptasi ekologis akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Keragaman budaya akan mencapai tingkat tertinggi; Melanesia akan mencapai puncak keragaman pada abad ke-6-7.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Teknologi akan mencapai tingkat kecanggihan tertinggi; Seni akan mencapai tingkat kualitas tertinggi; Pengetahuan ekologis akan mencapai tingkat akurasi tertinggi; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis pada abad ke-6-7; Aborigin akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa pada 1788.

Tahun 06.05

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Madinah): Nabi Muhammad wafat (632); Kekhalifahan Rasyidin dimulai; Abu Bakar menjadi khalifah pertama (632-634); Perang Riddah (632-633) - pemberontakan suku-suku Arab setelah kematian Nabi; Muslim berhasil menekan pemberontakan; Konsolidasi kekuasaan Islam di Jazirah Arab; Ekspansi Islam ke luar Jazirah Arab dimulai; Abu Bakar mempersiapkan ekspansi ke Suriah dan Irak; Islam menjadi kekuatan politik dan militer utama.
  • Tiongkok (Sui): Kaisar Yang dari Sui memerintah (604-618); Dinasti Sui mencapai puncak kekuasaan; Proyek-proyek besar seperti Kanal Besar Tiongkok diperluas; Ekspedisi militer ke Korea (612-614) gagal; Beban pajak dan kerja paksa meningkat; Pemberontakan petani meletus; Dinasti Sui mulai mengalami kemunduran; Buddhisme berkembang pesat; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah berkembang; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Dinasti Sui akan runtuh pada 618.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Pulakeshin II memerintah (610-642); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Sassanid): Khosrow II (Parviz) memerintah (590-628); Periode keemasan Sassanid berlanjut; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (602-628); Kekaisaran Sassanid menaklukkan Suriah, Mesir, dan Anatolia; Khosrow II mencapai puncak kekuasaan; Seni Sassanid berkembang pesat; Arsitektur Sassanid berkembang; Sistem administrasi terpusat berkembang; Teknologi irigasi maju; Perdagangan sutra, rempah, dan batu permata; Kekaisaran Sassanid akan mulai mengalami kemunduran.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Yeongyang memerintah (590-618); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Pangeran Shotoku aktif (593-622); Agama Buddha masuk ke Jepang (sekitar 552); Konstitusi 17 Pasal ditulis oleh Pangeran Shotoku (604); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Heraklius memerintah (610-641); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Persia; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (602-628); Heraklius melakukan reformasi militer besar; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari berbagai pihak.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Clotaire II memerintah (584-629); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Sisebut memerintah (612-621); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Persia Sassanid menaklukkan Mesir (619-629); Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan dikembalikan ke Bizantium pada 629.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.10

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Rasyidin): Khalifah Abu Bakar memerintah (632-634); Ekspansi Islam dimulai; Perang Riddah berakhir (633); Muslim menaklukkan Irak (633-634); Pertempuran al-Qadisiyyah (636) - kemenangan besar Muslim atas Persia; Ekspansi ke Suriah dimulai; Abu Bakar meninggal (634); Umar bin Khattab menjadi khalifah (634-644); Ekspansi Islam besar-besaran dimulai; Muslim menaklukkan Suriah, Irak, dan Mesir; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk.
  • Tiongkok (Sui/Tang): Dinasti Sui runtuh (618); Dinasti Tang didirikan (618-907); Kaisar Gaozu dari Tang memerintah (618-626); Tiongkok disatukan kembali; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Pulakeshin II memerintah (610-642); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Perang dengan Harsha dari Kanauj (sekitar 630); Chalukya mengalahkan Harsha; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Sassanid): Khosrow II (Parviz) masih memerintah; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (602-628); Kekaisaran Sassanid menaklukkan Suriah, Mesir, dan Anatolia; Khosrow II mencapai puncak kekuasaan; Heraklius dari Bizantium meluncurkan serangan balik (622-628); Kekaisaran Sassanid mulai mengalami kemunduran; Perang sipil meletus di Persia; Kekaisaran Sassanid akan dikalahkan oleh Bizantium; Kekaisaran Sassanid akan menghadapi ancaman dari Arab; Kekaisaran Sassanid akan runtuh pada 651.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Yeongnyu memerintah (618-642); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Pangeran Shotoku meninggal (622); Agama Buddha masuk ke Jepang; Konstitusi 17 Pasal ditulis oleh Pangeran Shotoku (604); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Heraklius memerintah (610-641); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Persia; Perang Bizantium-Sassanid berlanjut (602-628); Heraklius meluncurkan serangan balik (622-628); Heraklius mengalahkan Persia dan merebut kembali Suriah, Mesir, dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Bizantium; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Dagobert I memerintah (629-639); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Suintila memerintah (621-631); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Persia Sassanid menaklukkan Mesir (619-629); Heraklius merebut kembali Mesir (629); Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir menjadi lumbung gandum Bizantium; Mesir akan menghadapi ancaman dari Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.15

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Rasyidin): Khalifah Umar bin Khattab memerintah (634-644); Ekspansi Islam besar-besaran; Muslim menaklukkan Suriah (636); Pertempuran Yarmuk (636) - kemenangan besar Muslim atas Bizantium; Muslim menaklukkan Irak (637); Pertempuran al-Qadisiyyah (636) - kemenangan besar Muslim atas Persia; Muslim menaklukkan Yerusalem (637); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Ekspansi ke Persia dimulai; Ekspansi ke Afrika Utara dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Baitul Mal (perbendaharaan negara) didirikan; Sistem administrasi provinsi berkembang; Umar akan dibunuh pada 644.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Taizong dari Tang memerintah (626-649); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Pulakeshin II memerintah (610-642); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Perang dengan Harsha dari Kanauj (sekitar 630); Chalukya mengalahkan Harsha; Harsha dari Kanauj memerintah (606-647); Harsha menyatukan India utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid mengalami kemunduran; Perang Bizantium-Sassanid berakhir (628); Heraklius dari Bizantium mengalahkan Persia; Kekaisaran Sassanid kehilangan Suriah, Mesir, dan Anatolia; Perang sipil meletus di Persia; Yazdegerd III menjadi raja terakhir Sassanid (632-651); Kekaisaran Sassanid akan menghadapi ancaman dari Arab; Kekaisaran Sassanid akan runtuh pada 651; Islam akan masuk ke Persia.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Yeongnyu memerintah (618-642); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Jomei memerintah (629-641); Agama Buddha masuk ke Jepang; Konstitusi 17 Pasal ditulis oleh Pangeran Shotoku (604); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Heraklius memerintah (610-641); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Persia; Perang Bizantium-Sassanid berakhir (628); Heraklius mengalahkan Persia dan merebut kembali Suriah, Mesir, dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Bizantium; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642).
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Dagobert I memerintah (629-639); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Chintila memerintah (636-639); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Bizantium/Arab): Mesir menjadi provinsi Bizantium; Heraklius merebut kembali Mesir (629); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara dimulai.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.20

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Rasyidin): Khalifah Umar bin Khattab masih memerintah (634-644); Ekspansi Islam besar-besaran; Muslim menaklukkan Suriah (636); Pertempuran Yarmuk (636) - kemenangan besar Muslim atas Bizantium; Muslim menaklukkan Irak (637); Pertempuran al-Qadisiyyah (636) - kemenangan besar Muslim atas Persia; Muslim menaklukkan Yerusalem (637); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Ekspansi ke Persia dimulai; Ekspansi ke Afrika Utara dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Baitul Mal (perbendaharaan negara) didirikan; Sistem administrasi provinsi berkembang; Umar akan dibunuh pada 644.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Taizong dari Tang memerintah (626-649); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Pulakeshin II memerintah (610-642); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Perang dengan Harsha dari Kanauj (sekitar 630); Chalukya mengalahkan Harsha; Harsha dari Kanauj memerintah (606-647); Harsha menyatukan India utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Sassanid): Kekaisaran Sassanid mengalami kemunduran; Perang Bizantium-Sassanid berakhir (628); Heraklius dari Bizantium mengalahkan Persia; Kekaisaran Sassanid kehilangan Suriah, Mesir, dan Anatolia; Perang sipil meletus di Persia; Yazdegerd III menjadi raja terakhir Sassanid (632-651); Kekaisaran Sassanid akan menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Irak (637); Pertempuran al-Qadisiyyah (636) - kemenangan besar Muslim atas Persia; Kekaisaran Sassanid akan runtuh pada 651; Islam akan masuk ke Persia.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Yeongnyu memerintah (618-642); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Jomei memerintah (629-641); Agama Buddha masuk ke Jepang; Konstitusi 17 Pasal ditulis oleh Pangeran Shotoku (604); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Heraklius memerintah (610-641); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Persia; Perang Bizantium-Sassanid berakhir (628); Heraklius mengalahkan Persia dan merebut kembali Suriah, Mesir, dan Anatolia; Kemenangan besar bagi Bizantium; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Heraklius akan meninggal pada 641.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Dagobert I memerintah (629-639); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Chintila memerintah (636-639); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara dimulai.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.25

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Rasyidin): Khalifah Umar bin Khattab dibunuh (644); Utsman bin Affan menjadi khalifah (644-656); Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Muslim menaklukkan Persia (651); Pertempuran Nahavand (642) - kemenangan besar Muslim atas Persia; Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Yazdegerd III dibunuh; Islam masuk ke Persia; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Ekspansi ke Asia Tengah dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Al-Quran dikodifikasi di bawah Utsman (sekitar 650); Versi standar Al-Quran dibuat; Utsman akan dibunuh pada 656.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Taizong dari Tang memerintah (626-649); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Pulakeshin II memerintah (610-642); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Perang dengan Harsha dari Kanauj (sekitar 630); Chalukya mengalahkan Harsha; Harsha dari Kanauj memerintah (606-647); Harsha menyatukan India utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Sassanid/Arab): Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Muslim menaklukkan Persia (651); Pertempuran Nahavand (642) - kemenangan besar Muslim atas Persia; Yazdegerd III dibunuh; Islam masuk ke Persia; Persia menjadi provinsi Arab; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Kogyoku memerintah (642-645); Agama Buddha masuk ke Jepang; Konstitusi 17 Pasal ditulis oleh Pangeran Shotoku (604); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Heraklius meninggal (641); Konstans II menjadi kaisar (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Dagobert I meninggal (639); Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Tulga memerintah (639-642); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara dimulai; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670).
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Aotearoa (Selandia Baru) mulai dihuni oleh Maori (sekitar 1300, tetapi migrasi awal mungkin dimulai lebih awal).
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.30

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Rasyidin): Khalifah Utsman bin Affan memerintah (644-656); Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Ekspansi ke Asia Tengah dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Al-Quran dikodifikasi di bawah Utsman (sekitar 650); Versi standar Al-Quran dibuat; Kompilasi resmi Al-Quran selesai; Utsman akan dibunuh pada 656; Perang saudara Islam pertama akan dimulai.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Taizong dari Tang meninggal (649); Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Kotoku memerintah (645-654); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663).
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663).
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Chindaswinth memerintah (642-653); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara dimulai; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670).
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.35

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Rasyidin): Khalifah Utsman bin Affan dibunuh (656); Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah (656-661); Perang saudara Islam pertama (Fitnah Pertama) dimulai (656-661); Pertempuran Unta (656) - Ali mengalahkan Aisyah; Pertempuran Siffin (657) - konflik antara Ali dan Muawiyah; Arbitrase antara Ali dan Muawiyah (658); Khawarij memisahkan diri dari Ali; Ali dibunuh oleh Khawarij (661); Kekhalifahan Rasyidin berakhir; Dinasti Umayyah akan didirikan (661); Muawiyah akan menjadi khalifah pertama Umayyah; Perpecahan antara Sunni dan Syiah dimulai.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Kotoku memerintah (645-654); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663).
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara dimulai; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.40

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Khalifah Ali bin Abi Thalib dibunuh (661); Muawiyah bin Abi Sufyan menjadi khalifah (661-680); Dinasti Umayyah didirikan (661-750); Kekhalifahan Islam pertama; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Saimei memerintah (655-661); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663).
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.45

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Muawiyah akan menunjuk putranya Yazid sebagai pewaris (mengubah sistem suksesi).
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Aotearoa (Selandia Baru) mulai dihuni oleh Maori (sekitar 1300, tetapi migrasi awal mungkin dimulai lebih awal).
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.50

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid berakhir (651).
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Universitas awal dan skolastik menguatkan tradisi belajar.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.55

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.60

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Umayyah akan menguasai Spanyol (711); Peradaban Al-Andalus akan dimulai.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.65

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Umayyah akan menguasai Spanyol (711); Peradaban Al-Andalus akan dimulai; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth/Arab): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Aotearoa (Selandia Baru) mulai dihuni oleh Maori (sekitar 1300, tetapi migrasi awal mungkin dimulai lebih awal); Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.70

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Umayyah akan menguasai Spanyol (711); Peradaban Al-Andalus akan dimulai; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Universitas awal dan skolastik menguatkan tradisi belajar.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Spanyol (Visigoth/Arab): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.75

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Umayyah akan menguasai Spanyol (711); Peradaban Al-Andalus akan dimulai; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat.
  • Spanyol (Visigoth/Arab): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.80

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Umayyah akan menguasai Spanyol (711); Peradaban Al-Andalus akan dimulai; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat; Pertempuran Tours (732) berdampak; Ekspansi Muslim ke Eropa terhenti.
  • Spanyol (Visigoth/Arab): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.85

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Umayyah akan menguasai Spanyol (711); Peradaban Al-Andalus akan dimulai; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat; Charlemagne lahir (742); Akan menjadi Kaisar Romawi Suci.
  • Spanyol (Visigoth/Arab): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Aotearoa (Selandia Baru) mulai dihuni oleh Maori (sekitar 1300, tetapi migrasi awal mungkin dimulai lebih awal); Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.90

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Umayyah akan menguasai Spanyol (711); Peradaban Al-Andalus akan dimulai; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Universitas awal dan skolastik menguatkan tradisi belajar.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat; Charlemagne lahir (742); Charlemagne menjadi Raja Franka (768); Akan menyatukan Eropa Barat; Akan menjadi Kaisar Romawi Suci.
  • Spanyol (Visigoth/Arab): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 06.95

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Umayyah akan menguasai Spanyol (711); Peradaban Al-Andalus akan dimulai; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat; Charlemagne lahir (742); Charlemagne menjadi Raja Franka (768); Akan menyatukan Eropa Barat; Charlemagne dinobatkan sebagai Kaisar Romawi Suci (800); Kebangkitan Kekaisaran Karoling.
  • Spanyol (Visigoth/Arab): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Perdagangan emas, gading, rempah-rempah, dan budak; Kota-kota seperti Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang; Budaya Swahili berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.00

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Muawiyah bin Abi Sufyan memerintah (661-680); Dinasti Umayyah mencapai puncak; Damaskus menjadi ibu kota; Ekspansi Islam besar-besaran berlanjut; Ekspansi ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Ekspansi ke Spanyol dimulai; Islam menjadi kekuatan dominan di Timur Tengah; Administrasi Islam berkembang; Sistem hukum Islam (Syariah) mulai terbentuk; Perpecahan antara Sunni dan Syiah berlanjut; Dinasti Umayyah akan mencapai puncak kekuasaan; Dinasti Umayyah akan menguasai Spanyol (711); Peradaban Al-Andalus akan dimulai; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Gaozong dari Tang memerintah (649-683); Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Periode keemasan Tiongkok dimulai; Ekspansi ke Asia Tengah; Tiongkok menguasai Jalur Sutra; Buddhisme berkembang pesat; Sistem administrasi diperkuat; Jalur Sutra aktif kembali; Teknologi pertanian dan irigasi maju; Sastra dan puisi berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Teknologi kertas dan percetakan berkembang; Filsafat Buddha dan Taoisme berkembang; Sistem hukum dan administrasi diperkuat; Kota-kota besar seperti Luoyang dan Chang’an berkembang; Dinasti Tang akan mencapai puncak kekuasaan; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya berkembang di India barat; Vikramaditya I memerintah (655-680); Chalukya mencapai puncak kekuasaan; Harsha dari Kanauj meninggal (647); India utara terpecah lagi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara tetap aktif; Agama Buddha Mahayana berkembang; Seni Buddha dan Hindu berkembang; Sastra Sanskerta klasik berkembang; Matematika India dengan sistem desimal dan nol berkembang; Astronomi dan astrologi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran terbesar; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional mencapai puncak kekuasaan; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Persia (651); Kekaisaran Sassanid runtuh (651); Islam masuk ke Persia; Zoroastrianisme mulai menurun; Islam menjadi agama dominan; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Persia akan menjadi pusat peradaban Islam; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang.
  • Korea: Kerajaan Goguryeo masih mencapai puncak kekuasaan; Raja Bojang memerintah (642-668); Ekspansi besar-besaran ke Semenanjung Korea; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Budaya tulis berkembang; Sistem administrasi berkembang; Tiga kerajaan Korea (Goguryeo, Baekje, Silla) mulai terbentuk; Konflik antara tiga kerajaan berlanjut; Agama Buddha mulai masuk ke Korea dari Tiongkok; Goguryeo menjadi kekuatan dominan di Semenanjung Korea; Goguryeo akan menghadapi ancaman dari Tiongkok; Goguryeo akan dikalahkan oleh aliansi Tiongkok-Silla pada 668.
  • Jepang: Periode Kofun berlanjut; Kerajaan Yamato masih berkembang; Kaisar Tenji memerintah (661-672); Reformasi Taika dimulai (645); Peristiwa penting dalam sejarah Jepang; Sistem klan (uji) berkembang; Shintoisme berkembang sebagai agama asli; Kontak dengan Tiongkok dan Korea meningkat; Sistem administrasi berkembang; Pertanian padi berkembang; Kerajaan Yamato akan mulai mengalami transformasi; Agama Buddha akan menjadi identitas Jepang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstans II memerintah (641-668); Kekaisaran Bizantium menghadapi ancaman dari Arab; Muslim menaklukkan Suriah (636); Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Bizantium kehilangan Suriah dan Mesir; Konstantinopel menjadi pusat kekuasaan Romawi Timur; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya arsitektur; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium akan mulai mengalami kemunduran; Bizantium akan menghadapi ancaman dari Arab; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Konstans II akan pindah ke Italia (663); Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Gaul (Frank): Clovis II memerintah (639-657); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat; Charlemagne lahir (742); Charlemagne menjadi Raja Franka (768); Akan menyatukan Eropa Barat; Charlemagne dinobatkan sebagai Kaisar Romawi Suci (800); Kebangkitan Kekaisaran Karoling; Charlemagne mencapai puncak kekuasaan; Renaissance Karoling dimulai.
  • Spanyol (Visigoth/Arab): Recceswinth memerintah (653-672); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik (589); Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan di Spanyol; Visigoth akan menjadi kekuatan dominan di Spanyol; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania pada abad ke-6; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menaklukkan Mesir (640-642); Amr bin al-As menaklukkan Mesir; Alexandria jatuh ke tangan Muslim (642); Mesir menjadi provinsi Arab; Islam masuk ke Mesir; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan menjadi agama dominan; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Sistem administrasi melemah; Mesir akan menjadi provinsi Arab.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Wabah Justinianus menyebar ke Aksum; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Wabah Justinianus menyebar ke Nubia; Wabah membunuh banyak penduduk; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Bizantium/Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Bizantium; Wabah Justinianus menyebar ke Afrika Utara; Wabah membunuh banyak penduduk; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Kekristenan menjadi agama dominan; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi terganggu; Perdagangan terganggu; Afrika Utara akan menjadi lumbung gandum Bizantium; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara (sekitar 670); Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-6; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-6; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.05

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Al-Walid I menjadi khalifah (705-715); Periode ekspansi Umayyah terbesar; Ekspansi ke Transoxiana (Asia Tengah) berlanjut; Qutayba bin Muslim memimpin penaklukan Bukhara dan Samarkand (705-715); Penaklukan Sindh (Pakistan modern) dimulai; Muhammad bin Qasim menaklukkan Sindh (711); Islam menyebar ke Asia Tengah dan India; Damaskus mencapai puncak sebagai pusat budaya; Arsitektur Islam berkembang; Masjid Agung Damaskus dibangun (705-715); Sistem administrasi Umayyah diperkuat; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Zhongzong dari Tang memerintah (705-710); Wu Zetian turun takhta (705); Dinasti Tang dipulihkan; Periode stabilitas politik; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak di bawah Vikramaditya II (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Seongdeok memerintah (702-737); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara dimulai (710-794); Kaisar Genmei memerintah (707-715); Ibu kota dipindahkan ke Nara (710); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Justinianus II memerintah (705-711); Periode ketidakstabilan; Konflik dengan Arab berlanjut; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Pepin dari Herstal menjadi Mayor Domus (680-714); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732.
  • Spanyol (Visigoth): Witiza memerintah (702-710); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.10

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Al-Walid I masih memerintah (705-715); Ekspansi Umayyah mencapai puncak; Penaklukan Sindh (Pakistan modern) dimulai; Muhammad bin Qasim menaklukkan Sindh (711); Islam menyebar ke India; Penaklukan Transoxiana (Asia Tengah) berlanjut; Qutayba bin Muslim menaklukkan Bukhara dan Samarkand; Masjid Agung Damaskus selesai dibangun; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi Umayyah diperkuat; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Damaskus menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Ruizong dari Tang memerintah (710-712); Periode stabilitas politik; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang; Periode Nara dimulai di Jepang (710); Pengaruh budaya Tang ke Jepang meningkat.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Seongdeok memerintah (702-737); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara dimulai (710-794); Kaisar Genmei memerintah (707-715); Ibu kota dipindahkan ke Nara (710); Periode keemasan budaya Jepang dimulai; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Philippikos Bardanes memerintah (711-713); Periode ketidakstabilan; Konflik dengan Arab berlanjut; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Pepin dari Herstal masih menjadi Mayor Domus (680-714); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732.
  • Spanyol (Visigoth/Arab): Roderic menjadi raja Visigoth (710-711); Visigoth menguasai sebagian besar Spanyol; Visigoth memeluk Katolik; Hukum Visigoth dikodifikasi; Sistem administrasi berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Ekonomi mulai pulih; Visigoth akan mencapai puncak kekuasaan; Visigoth akan dikalahkan oleh Arab pada 711; Muslim menaklukkan Spanyol (711); Tariq bin Ziyad mendarat di Gibraltar (711); Pertempuran Guadalete (711); Visigoth dikalahkan; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.15

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Sulayman bin Abdul-Malik menjadi khalifah (715-717); Ekspansi Umayyah berlanjut; Pengepungan Konstantinopel kedua (717-718); Bizantium berhasil mempertahankan Konstantinopel; Ekspansi ke Asia Tengah berlanjut; Penaklukan Transoxiana selesai; Islam menyebar ke Asia Tengah; Sistem administrasi Umayyah diperkuat; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Damaskus menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong dari Tang memerintah (712-756); Periode keemasan Tang dimulai; Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran terbesar.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Seongdeok memerintah (702-737); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Gensho memerintah (715-724); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Leo III menjadi kaisar (717-741); Pengepungan Konstantinopel kedua (717-718); Bizantium berhasil mempertahankan Konstantinopel dari Arab; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Iconoclasm akan dimulai (726).
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Charles Martel menjadi Mayor Domus (714-741); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus didirikan; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Abd al-Rahman I akan menjadi emir pertama (756); Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.
  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Teknologi navigasi Polinesia mencapai puncak; Perjalanan lintas samudra menjadi rutin; Pengetahuan ekologi laut berkembang; Sistem navigasi tradisional berkembang.

Tahun 07.20

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Umar bin Abdul-Aziz menjadi khalifah (717-720); Khalifah yang adil dan reformis; Periode reformasi administrasi; Ekspansi Umayyah melambat; Konsolidasi wilayah taklukkan; Sistem administrasi diperkuat; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Damaskus menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong dari Tang masih memerintah (712-756); Periode keemasan Tang berlanjut; Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran terbesar; Penyair Li Bai dan Du Fu aktif.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Seongdeok memerintah (702-737); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Shomu memerintah (724-749); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji dibangun (752).
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Leo III masih memerintah (717-741); Iconoclasm dimulai (726); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Charles Martel masih menjadi Mayor Domus (714-741); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel akan menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat dari ekspansi Islam.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.25

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Yazid II menjadi khalifah (720-724); Ekspansi Umayyah melambat; Konsolidasi wilayah taklukkan; Sistem administrasi diperkuat; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Damaskus menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Pemberontakan di berbagai wilayah mulai muncul.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong dari Tang masih memerintah (712-756); Periode keemasan Tang berlanjut; Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran terbesar; Penyair Li Bai dan Du Fu aktif; Periode keemasan sastra Tiongkok.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Pemberontakan anti-Arab mulai muncul.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Seongdeok memerintah (702-737); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Shomu memerintah (724-749); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji dibangun (752); Periode keemasan budaya Jepang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Leo III masih memerintah (717-741); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Charles Martel masih menjadi Mayor Domus (714-741); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat dari ekspansi Islam; Charlemagne lahir (742).
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Pemberontakan lokal mulai muncul.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.30

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Hisham bin Abdul-Malik menjadi khalifah (724-743); Ekspansi Umayyah berlanjut; Penaklukan Transoxiana selesai; Islam menyebar ke Asia Tengah; Sistem administrasi diperkuat; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Damaskus menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Pemberontakan di berbagai wilayah mulai muncul; Periode stabilitas relatif.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong dari Tang masih memerintah (712-756); Periode keemasan Tang berlanjut; Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran terbesar; Penyair Li Bai dan Du Fu aktif; Periode keemasan sastra Tiongkok.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Pemberontakan anti-Arab mulai muncul; Periode transisi budaya.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Seongdeok memerintah (702-737); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Shomu memerintah (724-749); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji dibangun (752); Periode keemasan budaya Jepang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Leo III masih memerintah (717-741); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Charles Martel masih menjadi Mayor Domus (714-741); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat dari ekspansi Islam; Charlemagne lahir (742).
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Pemberontakan lokal mulai muncul.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.35

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Al-Walid II menjadi khalifah (743-744); Periode ketidakstabilan Umayyah dimulai; Pemberontakan di berbagai wilayah meningkat; Ekspansi Umayyah melambat; Konsolidasi wilayah taklukkan; Sistem administrasi melemah; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Damaskus menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Pemberontakan anti-Umayyah mulai muncul; Periode kemunduran dimulai.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong dari Tang masih memerintah (712-756); Periode keemasan Tang berlanjut; Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran terbesar; Penyair Li Bai dan Du Fu aktif; Periode keemasan sastra Tiongkok; An Lushan mulai memperoleh kekuasaan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Pemberontakan anti-Arab mulai muncul; Periode transisi budaya; Gerakan Abbasiyah mulai muncul.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Hyoseong memerintah (737-742); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Shomu memerintah (724-749); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji dibangun (752); Periode keemasan budaya Jepang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstantinus V menjadi kaisar (741-775); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode stabilitas relatif.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Charles Martel masih menjadi Mayor Domus (714-741); Pepin yang Pendek menjadi Mayor Domus (741-751); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charles Martel menghentikan ekspansi Muslim ke Prancis pada 732; Pertempuran Tours (732); Menyelamatkan Eropa Barat dari ekspansi Islam; Charlemagne lahir (742).
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Pemberontakan lokal mulai muncul.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.
  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Teknologi navigasi Polinesia mencapai puncak; Perjalanan lintas samudra menjadi rutin; Pengetahuan ekologi laut berkembang; Sistem navigasi tradisional berkembang.

Tahun 07.40

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah): Marwan II menjadi khalifah terakhir Umayyah (744-750); Periode ketidakstabilan Umayyah berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah meningkat; Ekspansi Umayyah melambat; Konsolidasi wilayah taklukkan; Sistem administrasi melemah; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Damaskus menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Pemberontakan anti-Umayyah meningkat; Gerakan Abbasiyah mulai muncul; Periode kemunduran berlanjut; Revolusi Abbasiyah akan dimulai (747-750).
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong dari Tang masih memerintah (712-756); Periode keemasan Tang berlanjut; Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran terbesar; Penyair Li Bai dan Du Fu aktif; Periode keemasan sastra Tiongkok; An Lushan mulai memperoleh kekuasaan; Periode kemunduran akan dimulai.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Pemberontakan anti-Arab mulai muncul; Periode transisi budaya; Gerakan Abbasiyah mulai muncul; Revolusi Abbasiyah akan dimulai dari Persia (747).
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Gyeongdeok memerintah (742-765); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Koken memerintah (749-758); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji selesai dibangun (752); Periode keemasan budaya Jepang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstantinus V masih memerintah (741-775); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode stabilitas relatif.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Pepin yang Pendek menjadi Mayor Domus (741-751); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Pepin yang Pendek akan menjadi raja (751); Charlemagne lahir (742); Charlemagne akan menjadi raja (768).
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Pemberontakan lokal mulai muncul; Abd al-Rahman I akan menjadi emir pertama (756).
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.45

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Umayyah/Abbasiyah): Marwan II masih memerintah (744-750); Revolusi Abbasiyah dimulai (747); Abu Muslim al-Khurasani memimpin pemberontakan di Khurasan (747); Gerakan Abbasiyah menyebar ke seluruh kekhalifahan; Pertempuran Zab (750); Umayyah dikalahkan; Dinasti Umayyah berakhir (750); Dinasti Abbasiyah didirikan (750); Abu al-Abbas al-Saffah menjadi khalifah pertama Abbasiyah (750-754); Ibu kota dipindahkan dari Damaskus ke Baghdad (akan dibangun 762); Periode transisi besar dalam sejarah Islam; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Periode keemasan Islam akan dimulai.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong dari Tang masih memerintah (712-756); Periode keemasan Tang berlanjut; Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran terbesar; Penyair Li Bai dan Du Fu aktif; Periode keemasan sastra Tiongkok; An Lushan mulai memperoleh kekuasaan; Periode kemunduran akan dimulai; Pemberontakan An Lushan akan dimulai (755).
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II masih memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Pemberontakan anti-Arab mulai muncul; Periode transisi budaya; Gerakan Abbasiyah muncul; Revolusi Abbasiyah dimulai dari Persia (747); Persia menjadi pusat revolusi.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Gyeongdeok masih memerintah (742-765); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Koken masih memerintah (749-758); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji selesai dibangun (752); Periode keemasan budaya Jepang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstantinus V masih memerintah (741-775); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode stabilitas relatif.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Pepin yang Pendek masih menjadi Mayor Domus (741-751); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Pepin yang Pendek akan menjadi raja (751); Charlemagne lahir (742); Charlemagne akan menjadi raja (768).
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Pemberontakan lokal mulai muncul; Abd al-Rahman I akan menjadi emir pertama (756); Al-Andalus akan menjadi independen dari Abbasiyah.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir akan menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Maghreb akan menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.
  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik; Migrasi Polinesia ke Selandia Baru dimulai; Teknologi navigasi memungkinkan perjalanan lintas samudra; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Budaya Maori mulai terbentuk; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya.

Tahun 07.50

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Dinasti Abbasiyah didirikan (750); Abu al-Abbas al-Saffah menjadi khalifah pertama Abbasiyah (750-754); Pertempuran Zab (750); Umayyah dikalahkan; Dinasti Umayyah berakhir (750); Revolusi Abbasiyah selesai; Periode transisi besar dalam sejarah Islam; Ibu kota akan dipindahkan dari Damaskus ke Baghdad (akan dibangun 762); Periode keemasan Islam akan dimulai; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Sistem administrasi baru; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Periode stabilitas relatif.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong dari Tang masih memerintah (712-756); Periode keemasan Tang berlanjut; Dinasti Tang mencapai puncak kekuasaan; Jalur Sutra aktif; Perdagangan dengan Asia Tengah dan Arab berkembang; Buddhisme berkembang pesat; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Teknologi percetakan kayu berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Kota Chang’an mencapai populasi ~1 juta jiwa; Inovasi agrikultur dan ekonomi uang memperluas perdagangan; Hubungan diplomatik dengan Arab dan India berkembang; Periode stabilitas dan kemakmuran terbesar; Penyair Li Bai dan Du Fu aktif; Periode keemasan sastra Tiongkok; An Lushan mulai memperoleh kekuasaan; Periode kemunduran akan dimulai; Pemberontakan An Lushan akan dimulai (755).
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II masih memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Arab; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Pemberontakan anti-Arab mulai muncul; Periode transisi budaya; Gerakan Abbasiyah muncul; Revolusi Abbasiyah dimulai dari Persia (747); Persia menjadi pusat revolusi; Persia menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Gyeongdeok masih memerintah (742-765); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Koken masih memerintah (749-758); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji selesai dibangun (752); Periode keemasan budaya Jepang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstantinus V masih memerintah (741-775); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode stabilitas relatif.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Pepin yang Pendek menjadi raja Frank (751-768); Dinasti Karoling dimulai; Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charlemagne lahir (742); Charlemagne akan menjadi raja (768).
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Pemberontakan lokal mulai muncul; Abd al-Rahman I akan menjadi emir pertama (756); Al-Andalus akan menjadi independen dari Abbasiyah.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab/Abbasiyah): Afrika Utara menjadi provinsi Arab; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Maghreb menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.55

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Mansur menjadi khalifah (754-775); Periode konsolidasi Abbasiyah; Baghdad akan dibangun sebagai ibu kota baru (762); Periode keemasan Islam akan dimulai; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Sistem administrasi baru; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Periode stabilitas relatif; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Baghdad akan menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong dari Tang turun takhta (756); Kaisar Suzong dari Tang memerintah (756-762); Pemberontakan An Lushan dimulai (755); An Lushan menyerang Chang’an (755); Dinasti Tang mengalami krisis besar; Perang saudara meletus; Populasi menurun drastis; Ekonomi hancur; Jalur Sutra terganggu; Periode kemunduran dimulai; Dinasti Tang akan mulai melemah; Periode keemasan Tang berakhir; Pemberontakan An Lushan akan berlangsung hingga 763; Perang saudara akan menghancurkan stabilitas Tang.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II masih memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya; Gerakan Abbasiyah berhasil; Persia menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Gyeongdeok masih memerintah (742-765); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Koken masih memerintah (749-758); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji selesai dibangun (752); Periode keemasan budaya Jepang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstantinus V masih memerintah (741-775); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode stabilitas relatif.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Pepin yang Pendek masih menjadi raja (751-768); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charlemagne lahir (742); Charlemagne akan menjadi raja (768); Charlemagne akan menyatukan Eropa Barat.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Abd al-Rahman I menjadi emir pertama (756-788); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab/Abbasiyah): Afrika Utara menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Maghreb menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.
  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Teknologi navigasi Polinesia mencapai puncak; Perjalanan lintas samudra menjadi rutin; Pengetahuan ekologi laut berkembang; Sistem navigasi tradisional berkembang.

Tahun 07.60

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Mansur masih memerintah (754-775); Baghdad dibangun sebagai ibu kota baru (762); Periode keemasan Islam dimulai; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Sistem administrasi baru; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Periode stabilitas relatif; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Baghdad menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam; Periode keemasan Islam dimulai.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Daizong dari Tang memerintah (762-779); Pemberontakan An Lushan berakhir (763); Perang saudara berakhir; Dinasti Tang mulai pulih; Populasi menurun drastis; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra mulai aktif kembali; Periode pemulihan dimulai; Dinasti Tang akan mulai melemah; Periode keemasan Tang berakhir; Perang saudara telah menghancurkan stabilitas Tang; Dinasti Tang akan mengalami kemunduran.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II masih memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya; Gerakan Abbasiyah berhasil; Persia menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Gyeongdeok masih memerintah (742-765); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Junnin memerintah (758-764); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji selesai dibangun (752); Periode keemasan budaya Jepang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstantinus V masih memerintah (741-775); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode stabilitas relatif.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik.
  • Gaul (Frank): Pepin yang Pendek masih menjadi raja (751-768); Charlemagne akan menjadi raja (768); Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank akan mencapai puncak kekuasaan; Charlemagne lahir (742); Charlemagne akan menjadi raja (768); Charlemagne akan menyatukan Eropa Barat; Charlemagne akan dinobatkan sebagai Kaisar Romawi Suci (800).
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Abd al-Rahman I masih menjadi emir (756-788); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab/Abbasiyah): Afrika Utara menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Maghreb menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 07.65

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok: Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kota: Normandia menguasai Inggris; Dinasti Norman dimulai.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Andes: Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik.

Tahun 07.70

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Selatan: Kekhalifahan Seljuk menguasai Anatolia (1095); Konflik dengan Kekaisaran Bizantium memicu Perang Salib.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Intelektual: Paus Urbanus II menyerukan Perang Salib Pertama di Konsili Clermont (1095); Ekspansi Eropa ke Timur Tengah dimulai.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Melanesia: Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.

Tahun 07.75

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Konflik: Tentara Salib merebut Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan; Perang Salib mencapai puncak.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika: Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.

Tahun 07.80

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Kekhalifahan: Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kerajaan: Perang Salib Kedua dimulai (1147); Kegagalan besar tentara Eropa.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya: Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya.

Tahun 07.85

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok: Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kota: Tentara Salib menjarah Konstantinopel (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Andes: Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik.

Tahun 07.90

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Selatan: Genghis Khan menyatukan suku-suku Mongol (1206); Kekaisaran Mongol dimulai; Akan menjadi imperium darat terbesar dalam sejarah.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Intelektual: Universitas awal dan skolastik menguatkan tradisi belajar.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Melanesia: Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.

Tahun 07.95

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Tenggara: Kekaisaran Mongol berkembang; Ekspansi ke Asia Tengah dan Eropa.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika: Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.

Tahun 08.00

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Harun al-Rashid menjadi khalifah (786-809); Periode keemasan Abbasiyah dimulai; Baghdad menjadi pusat budaya dan ilmu terbesar di dunia Islam; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Sistem administrasi baru; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Periode stabilitas relatif; Perdagangan lintas benua berkembang; Arabisasi budaya di wilayah taklukkan berlanjut; Periode keemasan Islam dimulai; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) didirikan di Baghdad; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab; Perkembangan sains, matematika, dan filsafat Islam.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Dezong dari Tang memerintah (779-805); Dinasti Tang mulai pulih dari Pemberontakan An Lushan; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Periode pemulihan berlanjut; Dinasti Tang akan mulai melemah; Periode keemasan Tang berakhir; Perang saudara telah menghancurkan stabilitas Tang; Dinasti Tang akan mengalami kemunduran; Sistem administrasi melemah.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Chalukya mencapai puncak; Vikramaditya II masih memerintah (733-746); Chalukya menguasai India barat dan tengah; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya; Gerakan Abbasiyah berhasil; Persia menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Hyegong memerintah (765-780); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Nara berlanjut (710-794); Kaisar Kanmu memerintah (781-806); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Kuil Todaiji selesai dibangun (752); Periode keemasan budaya Jepang; Ibu kota akan dipindahkan ke Heian (794).
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Konstantinus VI memerintah (780-797); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode stabilitas relatif.
  • Italia (Bizantium & Lombard): Italia terpecah antara Bizantium dan Lombard; Lombard menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Charlemagne menaklukkan Lombard (774); Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling.
  • Gaul (Frank/Karoling): Charlemagne menjadi raja (768-814); Charlemagne dinobatkan sebagai Kaisar Romawi Suci oleh Paus Leo III (800); Kebangkitan Kekaisaran Karoling; Charlemagne menyatukan Eropa Barat; Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Frank mencapai puncak kekuasaan; Charlemagne menyatukan Eropa Barat; Renaissance Karoling dimulai; Periode keemasan Eropa Barat.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Hisham I menjadi emir (788-796); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Awal peradaban Islam di Iberia selama 700+ tahun; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Aksum: Kerajaan Aksum mencapai puncak kekuasaan; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir mencapai puncak; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum menjadi kekuatan dominan di Tanduk Afrika; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab/Abbasiyah): Afrika Utara menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Uqba bin Nafi memimpin ekspansi ke Afrika Utara; Muslim menaklukkan Afrika Utara; Ekspansi ke Maghreb; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Maghreb menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-8; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks.

Tahun 08.05

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Harun al-Rashid meninggal (809); Al-Amin menjadi khalifah (809-813); Konflik suksesi dimulai; Perang saudara antara Al-Amin dan Al-Ma’mun (811-813); Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) terus berkembang; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematikawan Al-Khwarizmi aktif; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Periode keemasan Abbasiyah berlanjut.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xianzong dari Tang memerintah (805-820); Upaya reformasi dan pemulihan kekuasaan pusat; Perang melawan gubernur militer (jiedushi) yang memberontak; Dinasti Tang mulai pulih dari Pemberontakan An Lushan; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Periode pemulihan berlanjut; Sistem administrasi mulai diperkuat; Perang melawan gubernur militer yang memberontak; Xianzong berhasil menaklukkan beberapa gubernur militer yang memberontak.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Govinda III memerintah (793-814); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Aejang memerintah (800-809); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang: Periode Heian dimulai (794-1185); Kaisar Heizei memerintah (806-809); Ibu kota dipindahkan ke Heian-kyo (Kyoto) (794); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang dimulai.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur mulai dibangun (sekitar 800-825).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Nikephoros I memerintah (802-811); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Bulgaria; Nikephoros I terbunuh dalam pertempuran melawan Bulgaria (811); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Charlemagne menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling.
  • Gaul (Frank/Karoling): Charlemagne masih memerintah (768-814); Kekaisaran Karoling mencapai puncak; Charlemagne menyatukan Eropa Barat; Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat; Reformasi pendidikan dan budaya; Alcuin dari York memimpin reformasi pendidikan.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Al-Hakam I menjadi emir (796-822); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Egbert dari Wessex mulai mengkonsolidasikan kekuasaan.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14.
  • Maghreb (Arab/Abbasiyah): Afrika Utara menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Afrika Utara; Ekspansi Arab ke Afrika Utara berlanjut; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Maghreb menjadi provinsi Abbasiyah; Dinasti Aghlabid didirikan di Ifriqiya (800); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Teotihuacan mencapai puncak kekuasaan dan pengaruh; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang.
  • Andes (Nazca & Moche): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche berkembang di Peru utara; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mencapai puncak kekuasaan; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari mulai berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes.
  • Amerika Utara (Mississippian): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi mulai berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300).
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik.

Tahun 08.10

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Ma’mun menjadi khalifah (813-833); Mengalahkan Al-Amin dalam perang saudara (811-813); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematikawan Al-Khwarizmi menulis Kitab al-Jabr (sekitar 820); Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Periode keemasan Abbasiyah mencapai puncak; Al-Ma’mun mendukung gerakan Mu’tazilah; Filsafat dan teologi berkembang; Observatorium astronomi didirikan di Baghdad.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xianzong dari Tang masih memerintah (805-820); Upaya reformasi dan pemulihan kekuasaan pusat; Perang melawan gubernur militer (jiedushi) yang memberontak; Xianzong berhasil menaklukkan beberapa gubernur militer yang memberontak; Dinasti Tang mulai pulih dari Pemberontakan An Lushan; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Periode pemulihan berlanjut; Sistem administrasi mulai diperkuat; Xianzong meninggal (820); Kaisar Muzong menjadi kaisar (820-824); Dinasti Tang akan mulai melemah.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta dimulai.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Heondeok memerintah (809-826); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9.
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Saga memerintah (809-823); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Michael I Rangabe memerintah (811-813); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Bulgaria; Michael I digulingkan (813); Kaisar Leo V menjadi kaisar (813-820); Leo V melanjutkan Iconoclasm; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Charlemagne menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Leo III masih memerintah (795-816).
  • Gaul (Frank/Karoling): Charlemagne masih memerintah (768-814); Kekaisaran Karoling mencapai puncak; Charlemagne menyatukan Eropa Barat; Kerajaan Frank menjadi kekuatan dominan di Eropa Barat; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat; Reformasi pendidikan dan budaya; Alcuin dari York memimpin reformasi pendidikan; Charlemagne meninggal (814); Louis yang Saleh (Louis the Pious) menjadi kaisar (814-840); Kekaisaran Karoling akan mulai terpecah.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Al-Hakam I masih memerintah (796-822); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Pemberontakan di Cordoba (818); Banyak penduduk Cordoba diusir ke Fez (Maroko).
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Egbert dari Wessex menjadi raja (802-839); Egbert mulai mengkonsolidasikan kekuasaan; Wessex akan menjadi kerajaan dominan.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid akan menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000).
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang.

Tahun 08.15

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Ma’mun masih memerintah (813-833); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematikawan Al-Khwarizmi aktif; Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Ma’mun mendukung gerakan Mu’tazilah; Filsafat dan teologi berkembang; Observatorium astronomi didirikan di Baghdad; Al-Ma’mun melakukan ekspedisi ke Mesir untuk mencari piramida (sekitar 820); Penelitian geografi dan sejarah berkembang.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Muzong masih memerintah (820-824); Dinasti Tang mulai melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Periode pemulihan berlanjut; Sistem administrasi mulai melemah; Muzong meninggal (824); Kaisar Jingzong menjadi kaisar (824-827); Dinasti Tang akan terus melemah; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Heungdeok memerintah (826-836); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul.
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Junna memerintah (823-833); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan mulai dibangun (sekitar 850); Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Leo V masih memerintah (813-820); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Bulgaria; Leo V dibunuh (820); Kaisar Michael II menjadi kaisar (820-829); Michael II melanjutkan Iconoclasm; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Louis yang Saleh menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Paschal I memerintah (817-824); Paus Eugene II memerintah (824-827).
  • Gaul (Frank/Karoling): Louis yang Saleh (Louis the Pious) masih memerintah (814-840); Kekaisaran Karoling mulai melemah; Konflik dengan putra-putranya; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang saudara antara putra-putra Louis; Kekaisaran Karoling akan terpecah; Perjanjian Verdun akan membagi kekaisaran (843).
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Abd ar-Rahman II menjadi emir (822-852); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus dimulai; Abd ar-Rahman II adalah patron seni dan budaya.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Egbert dari Wessex masih memerintah (802-839); Egbert mengkonsolidasikan kekuasaan; Wessex menjadi kerajaan dominan; Egbert mengalahkan Mercia (825); Wessex menjadi hegemon di Inggris selatan.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000); Navigasi jarak jauh berkembang; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah.

Tahun 08.20

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Ma’mun masih memerintah (813-833); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematikawan Al-Khwarizmi aktif; Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Ma’mun mendukung gerakan Mu’tazilah; Filsafat dan teologi berkembang; Observatorium astronomi didirikan di Baghdad; Al-Ma’mun melakukan ekspedisi ke Mesir untuk mencari piramida; Penelitian geografi dan sejarah berkembang; Al-Ma’mun meninggal (833); Al-Mu’tasim menjadi khalifah (833-842); Al-Mu’tasim membentuk tentara budak Turki (Mamluk); Tentara Mamluk akan menjadi kekuatan dominan di Abbasiyah.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Jingzong masih memerintah (824-827); Dinasti Tang terus melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Sistem administrasi mulai melemah; Jingzong dibunuh (827); Kaisar Wenzong menjadi kaisar (827-840); Dinasti Tang akan terus melemah; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah; Wenzong berusaha mereformasi sistem administrasi.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra; Sastra Kannada berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains; Al-Kindi dikenal sebagai “Filsuf Arab”; Terjemahan karya-karya Yunani ke bahasa Arab berlanjut.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Heungdeok masih memerintah (826-836); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul; Konflik internal meningkat.
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Junna masih memerintah (823-833); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang; Kaisar Nimmyo memerintah (833-850).
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan mulai dibangun (sekitar 850); Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah; Mataram akan menjadi kekuatan dominan di Jawa.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Michael II masih memerintah (820-829); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Bulgaria; Michael II meninggal (829); Kaisar Theophilos menjadi kaisar (829-842); Theophilos melanjutkan Iconoclasm; Perang melawan Arab berlanjut; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Louis yang Saleh menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Eugene II masih memerintah (824-827); Paus Valentine memerintah (827); Paus Gregory IV memerintah (827-844); Aghlabid menyerang Sisilia (827); Perang melawan Muslim di Sisilia dimulai.
  • Gaul (Frank/Karoling): Louis yang Saleh (Louis the Pious) masih memerintah (814-840); Kekaisaran Karoling mulai melemah; Konflik dengan putra-putranya; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang saudara antara putra-putra Louis; Kekaisaran Karoling akan terpecah; Perjanjian Verdun akan membagi kekaisaran (843); Lothair I, Louis si Jerman, dan Charles si Botak akan membagi kekaisaran.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Abd ar-Rahman II masih memerintah (822-852); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus berlanjut; Abd ar-Rahman II adalah patron seni dan budaya; Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa Barat; Populasi Cordoba mencapai ~100.000 jiwa.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Egbert dari Wessex masih memerintah (802-839); Egbert mengkonsolidasikan kekuasaan; Wessex menjadi kerajaan dominan; Egbert mengalahkan Mercia (825); Wessex menjadi hegemon di Inggris selatan; Serangan Viking mulai terjadi (sekitar 835); Viking akan menjadi ancaman besar bagi Inggris.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi; Pemberontakan Koptik terjadi (831-832).
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum; Perdagangan dengan Arab menurun.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah; Perjanjian Baqt antara Makuria dan Abbasiyah (sekitar 652) masih berlaku.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania; Aghlabid menyerang Sisilia (827); Penaklukan Sisilia dimulai; Palermo akan menjadi ibu kota Muslim di Sisilia.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas; Kumbi Saleh menjadi ibu kota Ghana.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat; Kota-kota Swahili menjadi pusat perdagangan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10; Beberapa kota Maya mulai mengalami kemunduran.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru; Wari membangun kota-kota besar.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12; Anasazi membangun Chaco Canyon (sekitar 850-1150).
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur; Karib akan menyerang Taino.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000); Navigasi jarak jauh berkembang; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Migrasi ke Selandia Baru akan dimulai (sekitar 1000-1300).
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak.

Tahun 08.25

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Mu’tasim masih memerintah (833-842); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematikawan Al-Khwarizmi aktif; Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Mu’tasim membentuk tentara budak Turki (Mamluk); Tentara Mamluk menjadi kekuatan dominan di Abbasiyah; Al-Mu’tasim memindahkan ibu kota ke Samarra (836); Samarra akan menjadi ibu kota Abbasiyah selama 50+ tahun; Al-Mu’tasim meninggal (842); Al-Wathiq menjadi khalifah (842-847).
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Wenzong masih memerintah (827-840); Dinasti Tang terus melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Sistem administrasi mulai melemah; Wenzong berusaha mereformasi sistem administrasi; Wenzong meninggal (840); Kaisar Wuzong menjadi kaisar (840-846); Dinasti Tang akan terus melemah; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah; Wuzong melakukan penganiayaan terhadap agama Buddha (842-845); Ribuan kuil Buddha dihancurkan; Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra; Sastra Kannada berkembang; Amoghavarsha I menulis Kavirajamarga (sekitar 850); Karya sastra Kannada pertama.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains; Al-Kindi dikenal sebagai “Filsuf Arab”; Terjemahan karya-karya Yunani ke bahasa Arab berlanjut; Filsuf seperti Hunayn ibn Ishaq aktif.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Heungdeok masih memerintah (826-836); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul; Konflik internal meningkat; Raja Huigang memerintah (836-838); Raja Minae memerintah (838-839).
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Nimmyo masih memerintah (833-850); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang; Kaisar Montoku memerintah (850-858).
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan mulai dibangun (sekitar 850); Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah; Mataram akan menjadi kekuatan dominan di Jawa; Mataram menguasai Jawa tengah.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Theophilos masih memerintah (829-842); Iconoclasm berlanjut (726-843); Kontroversi ikon agama; Gereja Ortodoks terpecah; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Arab berlanjut; Theophilos meninggal (842); Kaisar Michael III menjadi kaisar (842-867); Michael III masih muda; Ibu Theophilos, Theodora, menjadi wali penguasa; Iconoclasm akan berakhir (843); Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Louis yang Saleh menguasai Italia utara; Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Gregory IV masih memerintah (827-844); Paus Sergius II memerintah (844-847); Aghlabid menyerang Sisilia (827); Perang melawan Muslim di Sisilia berlanjut; Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia.
  • Gaul (Frank/Karoling): Louis yang Saleh (Louis the Pious) masih memerintah (814-840); Kekaisaran Karoling mulai melemah; Konflik dengan putra-putranya; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang saudara antara putra-putra Louis; Kekaisaran Karoling akan terpecah; Perjanjian Verdun membagi kekaisaran (843); Lothair I mendapat Italia dan wilayah tengah; Louis si Jerman mendapat Jerman timur; Charles si Botak mendapat Prancis barat; Kekaisaran Karoling terpecah menjadi tiga; Louis yang Saleh meninggal (840); Perang saudara antara putra-putranya berlanjut.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Abd ar-Rahman II masih memerintah (822-852); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus berlanjut; Abd ar-Rahman II adalah patron seni dan budaya; Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa Barat; Populasi Cordoba mencapai ~100.000 jiwa; Kota dagang dan serikat memperkuat ekonomi uang dan jaringan regional.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Egbert dari Wessex meninggal (839); Aethelwulf menjadi raja Wessex (839-858); Wessex menjadi kerajaan dominan; Serangan Viking mulai terjadi (sekitar 835); Viking akan menjadi ancaman besar bagi Inggris; Viking menyerang Kent (839); Serangan Viking meningkat.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi; Pemberontakan Koptik terjadi (831-832); Pemberontakan dihancurkan.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum; Perdagangan dengan Arab menurun; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah; Perjanjian Baqt antara Makuria dan Abbasiyah (sekitar 652) masih berlaku; Makuria tetap independen.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania; Aghlabid menyerang Sisilia (827); Penaklukan Sisilia berlanjut; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas; Kumbi Saleh menjadi ibu kota Ghana; Ghana akan mencapai puncak pada abad ke-10-11.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat; Kota-kota Swahili menjadi pusat perdagangan regional; Kilwa akan menjadi kota Swahili terpenting.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10; Beberapa kota Maya mulai mengalami kemunduran; Kota-kota seperti Copan dan Quirigua masih berkembang.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru; Wari membangun kota-kota besar; Wari akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Wari membangun sistem administrasi terpusat.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12; Anasazi membangun Chaco Canyon (sekitar 850-1150); Chaco Canyon akan menjadi pusat budaya Anasazi.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur; Karib akan menyerang Taino; Perdagangan antar-pulau berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000); Navigasi jarak jauh berkembang; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Migrasi ke Selandia Baru akan dimulai (sekitar 1000-1300); Permukiman awal Selandia Baru (Maori) akan mengubah lanskap Pasifik.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.

Tahun 08.30

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Wathiq masih memerintah (842-847); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematikawan Al-Khwarizmi aktif; Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Wathiq meninggal (847); Al-Mutawakkil menjadi khalifah (847-861); Al-Mutawakkil mengakhiri dukungan terhadap Mu’tazilah; Al-Mutawakkil memindahkan ibu kota kembali ke Baghdad (860); Samarra tetap menjadi kota penting; Al-Mutawakkil akan dibunuh oleh tentara Mamluk (861).
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Wuzong masih memerintah (840-846); Dinasti Tang terus melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Sistem administrasi mulai melemah; Wuzong melakukan penganiayaan terhadap agama Buddha (842-845); Ribuan kuil Buddha dihancurkan; Wuzong meninggal (846); Kaisar Xuanzong menjadi kaisar (846-859); Dinasti Tang akan terus melemah; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah; Xuanzong mencoba memulihkan agama Buddha; Periode pemulihan singkat.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra; Sastra Kannada berkembang; Amoghavarsha I menulis Kavirajamarga (sekitar 850); Karya sastra Kannada pertama; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains; Al-Kindi dikenal sebagai “Filsuf Arab”; Terjemahan karya-karya Yunani ke bahasa Arab berlanjut; Filsuf seperti Hunayn ibn Ishaq aktif; Hunayn ibn Ishaq menerjemahkan karya-karya medis Yunani.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Minae masih memerintah (838-839); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul; Konflik internal meningkat; Raja Sinmu memerintah (839); Raja Munsu memerintah (839-857); Pemberontakan lokal berlanjut.
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Montoku masih memerintah (850-858); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang; Kaisar Seiwa memerintah (858-876); Klan Fujiwara mulai menguasai pemerintahan.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan mulai dibangun (sekitar 850); Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah; Mataram akan menjadi kekuatan dominan di Jawa; Mataram menguasai Jawa tengah; Mataram akan mencapai puncak pada abad ke-9-10.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Michael III masih memerintah (842-867); Iconoclasm berakhir (843); Theodora (ibu Michael III) mengakhiri Iconoclasm; Ikon agama dipulihkan; Gereja Ortodoks bersatu kembali; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Arab berlanjut; Michael III masih muda; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode pemulihan dimulai; Intelektual dan seni berkembang.
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Lothair I menguasai Italia utara (843-855); Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Leo IV memerintah (847-855); Paus Benedict III memerintah (855-858); Aghlabid menyerang Sisilia (827); Perang melawan Muslim di Sisilia berlanjut; Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah.
  • Gaul (Frank/Karoling): Perjanjian Verdun membagi kekaisaran (843); Lothair I mendapat Italia dan wilayah tengah (843-855); Louis si Jerman mendapat Jerman timur (843-876); Charles si Botak mendapat Prancis barat (843-877); Kekaisaran Karoling terpecah menjadi tiga; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang antara ketiga kerajaan berlanjut; Kekaisaran Karoling tidak akan pernah bersatu lagi; Lothair I meninggal (855); Kerajaan tengah terpecah lagi.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Abd ar-Rahman II masih memerintah (822-852); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus berlanjut; Abd ar-Rahman II adalah patron seni dan budaya; Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa Barat; Populasi Cordoba mencapai ~100.000 jiwa; Abd ar-Rahman II meninggal (852); Muhammad I menjadi emir (852-886); Periode keemasan Al-Andalus berlanjut.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Aethelwulf dari Wessex masih memerintah (839-858); Wessex menjadi kerajaan dominan; Serangan Viking mulai terjadi (sekitar 835); Viking akan menjadi ancaman besar bagi Inggris; Viking menyerang Kent (839); Serangan Viking meningkat; Viking menyerang London (842); Viking menyerang Canterbury (851); Serangan Viking menjadi lebih sering.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi; Pemberontakan Koptik terjadi (831-832); Pemberontakan dihancurkan; Stabilitas relatif.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum; Perdagangan dengan Arab menurun; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah; Perjanjian Baqt antara Makuria dan Abbasiyah (sekitar 652) masih berlaku; Makuria tetap independen.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania; Aghlabid menyerang Sisilia (827); Penaklukan Sisilia berlanjut; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas; Kumbi Saleh menjadi ibu kota Ghana; Ghana akan mencapai puncak pada abad ke-10-11.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat; Kota-kota Swahili menjadi pusat perdagangan regional; Kilwa akan menjadi kota Swahili terpenting.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10; Beberapa kota Maya mulai mengalami kemunduran; Kota-kota seperti Copan dan Quirigua masih berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru; Wari membangun kota-kota besar; Wari akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Wari membangun sistem administrasi terpusat.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12; Anasazi membangun Chaco Canyon (sekitar 850-1150); Chaco Canyon akan menjadi pusat budaya Anasazi; Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur; Karib akan menyerang Taino; Perdagangan antar-pulau berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000); Navigasi jarak jauh berkembang; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Migrasi ke Selandia Baru akan dimulai (sekitar 1000-1300); Permukiman awal Selandia Baru (Maori) akan mengubah lanskap Pasifik.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.

Tahun 08.35

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Mutawakkil masih memerintah (847-861); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematikawan Al-Khwarizmi aktif; Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Mutawakkil mengakhiri dukungan terhadap Mu’tazilah; Al-Mutawakkil memindahkan ibu kota kembali ke Baghdad (860); Samarra tetap menjadi kota penting; Al-Mutawakkil akan dibunuh oleh tentara Mamluk (861); Konflik antara khalifah dan tentara Mamluk meningkat; Tentara Mamluk menjadi terlalu kuat.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong masih memerintah (846-859); Dinasti Tang terus melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Sistem administrasi mulai melemah; Xuanzong mencoba memulihkan agama Buddha; Periode pemulihan singkat; Xuanzong meninggal (859); Kaisar Yizong menjadi kaisar (859-873); Dinasti Tang akan terus melemah; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah; Yizong akan menghadapi pemberontakan besar (860-863).
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra; Sastra Kannada berkembang; Amoghavarsha I menulis Kavirajamarga (sekitar 850); Karya sastra Kannada pertama; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains; Al-Kindi dikenal sebagai “Filsuf Arab”; Terjemahan karya-karya Yunani ke bahasa Arab berlanjut; Filsuf seperti Hunayn ibn Ishaq aktif; Hunayn ibn Ishaq menerjemahkan karya-karya medis Yunani; Hunayn ibn Ishaq dikenal sebagai “Penerjemah Agung”.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Munsu masih memerintah (839-857); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul; Konflik internal meningkat; Pemberontakan lokal berlanjut; Silla akan menghadapi pemberontakan besar.
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Seiwa masih memerintah (858-876); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang; Klan Fujiwara mulai menguasai pemerintahan; Fujiwara no Yoshifusa menjadi wali penguasa; Fujiwara akan menguasai pemerintahan selama 200+ tahun.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan mulai dibangun (sekitar 850); Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah; Mataram akan menjadi kekuatan dominan di Jawa; Mataram menguasai Jawa tengah; Mataram akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Mataram membangun candi-candi besar.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Michael III masih memerintah (842-867); Iconoclasm berakhir (843); Theodora (ibu Michael III) mengakhiri Iconoclasm; Ikon agama dipulihkan; Gereja Ortodoks bersatu kembali; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Arab berlanjut; Michael III masih muda; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode pemulihan dimulai; Intelektual dan seni berkembang; Michael III akan dibunuh oleh Basil I (867); Dinasti Makedonia dimulai.
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Lothair I menguasai Italia utara (843-855); Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Benedict III masih memerintah (855-858); Paus Nicholas I memerintah (858-867); Aghlabid menyerang Sisilia (827); Perang melawan Muslim di Sisilia berlanjut; Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Paus Leo IV membangun tembok Leonine di sekitar Vatikan (848-852).
  • Gaul (Frank/Karoling): Perjanjian Verdun membagi kekaisaran (843); Lothair I mendapat Italia dan wilayah tengah (843-855); Louis si Jerman mendapat Jerman timur (843-876); Charles si Botak mendapat Prancis barat (843-877); Kekaisaran Karoling terpecah menjadi tiga; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang antara ketiga kerajaan berlanjut; Kekaisaran Karoling tidak akan pernah bersatu lagi; Lothair I meninggal (855); Kerajaan tengah terpecah lagi; Lothair II mendapat Lotharingia (855-869); Louis II mendapat Italia (855-875); Charles dari Provence mendapat Provence (855-863); Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Muhammad I masih memerintah (852-886); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus berlanjut; Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa Barat; Populasi Cordoba mencapai ~100.000 jiwa; Muhammad I menghadapi pemberontakan lokal; Pemberontakan di Toledo (852-858); Pemberontakan dihancurkan.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Aethelwulf dari Wessex masih memerintah (839-858); Wessex menjadi kerajaan dominan; Serangan Viking mulai terjadi (sekitar 835); Viking akan menjadi ancaman besar bagi Inggris; Viking menyerang Kent (839); Serangan Viking meningkat; Viking menyerang London (842); Viking menyerang Canterbury (851); Serangan Viking menjadi lebih sering; Aethelwulf meninggal (858); Aethelbald menjadi raja Wessex (858-860); Aethelberht menjadi raja Wessex (860-865); Serangan Viking berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi; Pemberontakan Koptik terjadi (831-832); Pemberontakan dihancurkan; Stabilitas relatif.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum; Perdagangan dengan Arab menurun; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah; Perjanjian Baqt antara Makuria dan Abbasiyah (sekitar 652) masih berlaku; Makuria tetap independen.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania; Aghlabid menyerang Sisilia (827); Penaklukan Sisilia berlanjut; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas; Kumbi Saleh menjadi ibu kota Ghana; Ghana akan mencapai puncak pada abad ke-10-11.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat; Kota-kota Swahili menjadi pusat perdagangan regional; Kilwa akan menjadi kota Swahili terpenting.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10; Beberapa kota Maya mulai mengalami kemunduran; Kota-kota seperti Copan dan Quirigua masih berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru; Wari membangun kota-kota besar; Wari akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Wari membangun sistem administrasi terpusat.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12; Anasazi membangun Chaco Canyon (sekitar 850-1150); Chaco Canyon akan menjadi pusat budaya Anasazi.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur; Karib akan menyerang Taino; Perdagangan antar-pulau berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000); Navigasi jarak jauh berkembang; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Migrasi ke Selandia Baru akan dimulai (sekitar 1000-1300); Permukiman awal Selandia Baru (Maori) akan mengubah lanskap Pasifik; Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.

Tahun 08.40

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Mutawakkil masih memerintah (847-861); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematikawan Al-Khwarizmi aktif; Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Mutawakkil mengakhiri dukungan terhadap Mu’tazilah; Al-Mutawakkil memindahkan ibu kota kembali ke Baghdad (860); Samarra tetap menjadi kota penting; Al-Mutawakkil akan dibunuh oleh tentara Mamluk (861); Konflik antara khalifah dan tentara Mamluk meningkat; Tentara Mamluk menjadi terlalu kuat; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.
  • Tiongkok (Tang): Kaisar Yizong masih memerintah (859-873); Dinasti Tang terus melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Sistem administrasi mulai melemah; Yizong menghadapi pemberontakan besar (860-863); Pemberontakan Qiu Fu (860-863); Pemberontakan dihancurkan; Dinasti Tang akan terus melemah; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah; Yizong akan menghadapi pemberontakan besar lainnya.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra; Sastra Kannada berkembang; Amoghavarsha I menulis Kavirajamarga (sekitar 850); Karya sastra Kannada pertama; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains; Al-Kindi dikenal sebagai “Filsuf Arab”; Terjemahan karya-karya Yunani ke bahasa Arab berlanjut; Filsuf seperti Hunayn ibn Ishaq aktif; Hunayn ibn Ishaq menerjemahkan karya-karya medis Yunani; Hunayn ibn Ishaq dikenal sebagai “Penerjemah Agung”.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Munsu masih memerintah (839-857); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul; Konflik internal meningkat; Pemberontakan lokal berlanjut; Silla akan menghadapi pemberontakan besar; Raja Heonan memerintah (857-861).
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Seiwa masih memerintah (858-876); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang; Klan Fujiwara mulai menguasai pemerintahan; Fujiwara no Yoshifusa menjadi wali penguasa; Fujiwara akan menguasai pemerintahan selama 200+ tahun; Fujiwara no Yoshifusa menjadi wali penguasa (858-872).
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan mulai dibangun (sekitar 850); Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah; Mataram akan menjadi kekuatan dominan di Jawa; Mataram menguasai Jawa tengah; Mataram akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Mataram membangun candi-candi besar; Candi Prambanan selesai dibangun (sekitar 856); Mahakarya arsitektur Hindu terbesar di Jawa.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Michael III masih memerintah (842-867); Iconoclasm berakhir (843); Theodora (ibu Michael III) mengakhiri Iconoclasm; Ikon agama dipulihkan; Gereja Ortodoks bersatu kembali; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Arab berlanjut; Michael III masih muda; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode pemulihan dimulai; Intelektual dan seni berkembang; Michael III akan dibunuh oleh Basil I (867); Dinasti Makedonia dimulai; Basil I akan menjadi kaisar (867-886).
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Louis II menguasai Italia utara (855-875); Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Nicholas I masih memerintah (858-867); Paus Adrian II memerintah (867-872); Aghlabid menyerang Sisilia (827); Perang melawan Muslim di Sisilia berlanjut; Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Paus Leo IV membangun tembok Leonine di sekitar Vatikan (848-852).
  • Gaul (Frank/Karoling): Perjanjian Verdun membagi kekaisaran (843); Lothair I mendapat Italia dan wilayah tengah (843-855); Louis si Jerman mendapat Jerman timur (843-876); Charles si Botak mendapat Prancis barat (843-877); Kekaisaran Karoling terpecah menjadi tiga; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang antara ketiga kerajaan berlanjut; Kekaisaran Karoling tidak akan pernah bersatu lagi; Lothair I meninggal (855); Kerajaan tengah terpecah lagi; Lothair II mendapat Lotharingia (855-869); Louis II mendapat Italia (855-875); Charles dari Provence mendapat Provence (855-863); Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan; Kerajaan: Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Muhammad I masih memerintah (852-886); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus berlanjut; Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa Barat; Populasi Cordoba mencapai ~100.000 jiwa; Muhammad I menghadapi pemberontakan lokal; Pemberontakan di Toledo (852-858); Pemberontakan dihancurkan; Muhammad I menghadapi pemberontakan lainnya; Stabilitas relatif.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Aethelberht dari Wessex masih memerintah (860-865); Wessex menjadi kerajaan dominan; Serangan Viking mulai terjadi (sekitar 835); Viking akan menjadi ancaman besar bagi Inggris; Viking menyerang Kent (839); Serangan Viking meningkat; Viking menyerang London (842); Viking menyerang Canterbury (851); Serangan Viking menjadi lebih sering; Viking menyerang Wessex (860); Serangan Viking berlanjut; Aethelberht meninggal (865); Aethelred I menjadi raja Wessex (865-871); Serangan Viking besar akan terjadi (865); Great Heathen Army akan menyerang Inggris.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi; Pemberontakan Koptik terjadi (831-832); Pemberontakan dihancurkan; Stabilitas relatif.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum; Perdagangan dengan Arab menurun; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah; Perjanjian Baqt antara Makuria dan Abbasiyah (sekitar 652) masih berlaku; Makuria tetap independen.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania; Aghlabid menyerang Sisilia (827); Penaklukan Sisilia berlanjut; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas; Kumbi Saleh menjadi ibu kota Ghana; Ghana akan mencapai puncak pada abad ke-10-11.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat; Kota-kota Swahili menjadi pusat perdagangan regional; Kilwa akan menjadi kota Swahili terpenting.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10; Beberapa kota Maya mulai mengalami kemunduran; Kota-kota seperti Copan dan Quirigua masih berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Maya: Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru; Wari membangun kota-kota besar; Wari akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Wari membangun sistem administrasi terpusat.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12; Anasazi membangun Chaco Canyon (sekitar 850-1150); Chaco Canyon akan menjadi pusat budaya Anasazi.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur; Karib akan menyerang Taino; Perdagangan antar-pulau berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya.

Tahun 08.45

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang): Kaisar Wuzong masih memerintah (840-846); Penganiayaan besar terhadap agama Buddha mencapai puncak (842-845); Ribuan kuil Buddha dihancurkan; Lebih dari 260.000 biksu dan biksuni dipaksa kembali ke kehidupan sekuler; 4.600 kuil dan 40.000 kuil kecil dihancurkan; Harta benda kuil disita; Periode keemasan Buddhisme di Tiongkok berakhir; Dinasti Tang terus melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi ~50 juta jiwa; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Sistem administrasi mulai melemah; Wuzong meninggal (846); Kaisar Xuanzong menjadi kaisar (846-859); Xuanzong mencoba memulihkan agama Buddha; Periode pemulihan singkat; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah.
  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Mutawakkil masih memerintah (847-861); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematikawan Al-Khwarizmi meninggal (sekitar 850); Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Mutawakkil mengakhiri dukungan terhadap Mu’tazilah; Al-Mutawakkil memindahkan ibu kota kembali ke Baghdad (860); Samarra tetap menjadi kota penting; Konflik antara khalifah dan tentara Mamluk meningkat; Tentara Mamluk menjadi terlalu kuat; Al-Mutawakkil akan dibunuh oleh tentara Mamluk (861).
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra; Sastra Kannada berkembang; Amoghavarsha I menulis Kavirajamarga (sekitar 850); Karya sastra Kannada pertama; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains; Al-Kindi dikenal sebagai “Filsuf Arab”; Terjemahan karya-karya Yunani ke bahasa Arab berlanjut; Filsuf seperti Hunayn ibn Ishaq aktif; Hunayn ibn Ishaq menerjemahkan karya-karya medis Yunani; Hunayn ibn Ishaq dikenal sebagai “Penerjemah Agung”.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Munsu masih memerintah (839-857); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul; Konflik internal meningkat; Pemberontakan lokal berlanjut; Silla akan menghadapi pemberontakan besar; Raja Heonan akan memerintah (857-861).
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Montoku masih memerintah (850-858); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang; Kaisar Seiwa akan memerintah (858-876); Klan Fujiwara mulai menguasai pemerintahan.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan mulai dibangun (sekitar 850); Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah; Mataram akan menjadi kekuatan dominan di Jawa; Mataram menguasai Jawa tengah; Mataram akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Mataram membangun candi-candi besar.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Michael III masih memerintah (842-867); Iconoclasm berakhir (843); Theodora (ibu Michael III) mengakhiri Iconoclasm; Ikon agama dipulihkan; Gereja Ortodoks bersatu kembali; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Arab berlanjut; Michael III masih muda; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode pemulihan dimulai; Intelektual dan seni berkembang; Michael III akan dibunuh oleh Basil I (867); Dinasti Makedonia dimulai; Basil I akan menjadi kaisar (867-886).
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Lothair I menguasai Italia utara (843-855); Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Leo IV masih memerintah (847-855); Paus Benedict III akan memerintah (855-858); Aghlabid menyerang Sisilia (827); Perang melawan Muslim di Sisilia berlanjut; Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Paus Leo IV membangun tembok Leonine di sekitar Vatikan (848-852); Tembok pertahanan pertama Vatikan.
  • Gaul (Frank/Karoling): Perjanjian Verdun membagi kekaisaran (843); Lothair I mendapat Italia dan wilayah tengah (843-855); Louis si Jerman mendapat Jerman timur (843-876); Charles si Botak mendapat Prancis barat (843-877); Kekaisaran Karoling terpecah menjadi tiga; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang antara ketiga kerajaan berlanjut; Kekaisaran Karoling tidak akan pernah bersatu lagi; Lothair I akan meninggal (855); Kerajaan tengah akan terpecah lagi; Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan; Kerajaan: Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Abd ar-Rahman II masih memerintah (822-852); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus berlanjut; Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa Barat; Populasi Cordoba mencapai ~100.000 jiwa; Abd ar-Rahman II adalah patron seni dan budaya; Abd ar-Rahman II akan meninggal (852); Muhammad I akan menjadi emir (852-886); Periode keemasan Al-Andalus berlanjut.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Aethelwulf dari Wessex masih memerintah (839-858); Wessex menjadi kerajaan dominan; Serangan Viking mulai terjadi (sekitar 835); Viking akan menjadi ancaman besar bagi Inggris; Viking menyerang Kent (839); Serangan Viking meningkat; Viking menyerang London (842); Viking menyerang Canterbury (851); Serangan Viking menjadi lebih sering; Aethelwulf akan meninggal (858); Aethelbald akan menjadi raja Wessex (858-860); Serangan Viking berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi; Pemberontakan Koptik terjadi (831-832); Pemberontakan dihancurkan; Stabilitas relatif.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum; Perdagangan dengan Arab menurun; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah; Perjanjian Baqt antara Makuria dan Abbasiyah (sekitar 652) masih berlaku; Makuria tetap independen.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania; Aghlabid menyerang Sisilia (827); Penaklukan Sisilia berlanjut; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas; Kumbi Saleh menjadi ibu kota Ghana; Ghana akan mencapai puncak pada abad ke-10-11.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat; Kota-kota Swahili menjadi pusat perdagangan regional; Kilwa akan menjadi kota Swahili terpenting.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10; Beberapa kota Maya mulai mengalami kemunduran; Kota-kota seperti Copan dan Quirigua masih berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Maya: Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru; Wari membangun kota-kota besar; Wari akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Wari membangun sistem administrasi terpusat.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12; Anasazi membangun Chaco Canyon (sekitar 850-1150); Chaco Canyon akan menjadi pusat budaya Anasazi; Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur; Karib akan menyerang Taino; Perdagangan antar-pulau berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000); Navigasi jarak jauh berkembang; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Migrasi ke Selandia Baru akan dimulai (sekitar 1000-1300); Permukiman awal Selandia Baru (Maori) akan mengubah lanskap Pasifik; Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.

Tahun 08.50

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong masih memerintah (846-859); Dinasti Tang terus melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Sistem administrasi mulai melemah; Xuanzong mencoba memulihkan agama Buddha; Periode pemulihan singkat setelah penganiayaan Wuzong; Kuil-kuil Buddha mulai dibangun kembali; Xuanzong akan meninggal (859); Kaisar Yizong akan menjadi kaisar (859-873); Dinasti Tang akan terus melemah; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah; Yizong akan menghadapi pemberontakan besar (860-863).
  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Mutawakkil masih memerintah (847-861); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematika, astronomi, dan kedokteran berkembang; Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Mutawakkil mengakhiri dukungan terhadap Mu’tazilah; Al-Mutawakkil memindahkan ibu kota kembali ke Baghdad (860); Samarra tetap menjadi kota penting; Konflik antara khalifah dan tentara Mamluk meningkat; Tentara Mamluk menjadi terlalu kuat; Al-Mutawakkil akan dibunuh oleh tentara Mamluk (861); Periode Anarchy at Samarra dimulai (861-870).
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra; Sastra Kannada berkembang; Amoghavarsha I menulis Kavirajamarga (sekitar 850); Karya sastra Kannada pertama; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains; Al-Kindi dikenal sebagai “Filsuf Arab”; Terjemahan karya-karya Yunani ke bahasa Arab berlanjut; Filsuf seperti Hunayn ibn Ishaq aktif; Hunayn ibn Ishaq menerjemahkan karya-karya medis Yunani; Hunayn ibn Ishaq dikenal sebagai “Penerjemah Agung”.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Munsu masih memerintah (839-857); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul; Konflik internal meningkat; Pemberontakan lokal berlanjut; Silla akan menghadapi pemberontakan besar; Raja Heonan akan memerintah (857-861).
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Montoku masih memerintah (850-858); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang; Kaisar Seiwa akan memerintah (858-876); Klan Fujiwara mulai menguasai pemerintahan; Fujiwara no Yoshifusa akan menjadi wali penguasa (858-872).
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan mulai dibangun (sekitar 850); Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah; Mataram akan menjadi kekuatan dominan di Jawa; Mataram menguasai Jawa tengah; Mataram akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Mataram membangun candi-candi besar; Candi Prambanan selesai dibangun (sekitar 856); Mahakarya arsitektur Hindu terbesar di Jawa.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Michael III masih memerintah (842-867); Iconoclasm berakhir (843); Theodora (ibu Michael III) mengakhiri Iconoclasm; Ikon agama dipulihkan; Gereja Ortodoks bersatu kembali; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Arab berlanjut; Michael III masih muda; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode pemulihan dimulai; Intelektual dan seni berkembang; Michael III akan dibunuh oleh Basil I (867); Dinasti Makedonia dimulai; Basil I akan menjadi kaisar (867-886).
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Lothair I menguasai Italia utara (843-855); Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Leo IV masih memerintah (847-855); Paus Benedict III akan memerintah (855-858); Aghlabid menyerang Sisilia (827); Perang melawan Muslim di Sisilia berlanjut; Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Paus Leo IV membangun tembok Leonine di sekitar Vatikan (848-852); Tembok pertahanan pertama Vatikan; Lothair I akan meninggal (855); Louis II akan mendapat Italia (855-875).
  • Gaul (Frank/Karoling): Perjanjian Verdun membagi kekaisaran (843); Lothair I mendapat Italia dan wilayah tengah (843-855); Louis si Jerman mendapat Jerman timur (843-876); Charles si Botak mendapat Prancis barat (843-877); Kekaisaran Karoling terpecah menjadi tiga; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang antara ketiga kerajaan berlanjut; Kekaisaran Karoling tidak akan pernah bersatu lagi; Lothair I akan meninggal (855); Kerajaan tengah akan terpecah lagi; Lothair II akan mendapat Lotharingia (855-869); Louis II akan mendapat Italia (855-875); Charles dari Provence akan mendapat Provence (855-863); Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan; Kerajaan: Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Abd ar-Rahman II masih memerintah (822-852); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus berlanjut; Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa Barat; Populasi Cordoba mencapai ~100.000 jiwa; Abd ar-Rahman II adalah patron seni dan budaya; Abd ar-Rahman II akan meninggal (852); Muhammad I akan menjadi emir (852-886); Periode keemasan Al-Andalus berlanjut.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Aethelwulf dari Wessex masih memerintah (839-858); Wessex menjadi kerajaan dominan; Serangan Viking mulai terjadi (sekitar 835); Viking akan menjadi ancaman besar bagi Inggris; Viking menyerang Kent (839); Serangan Viking meningkat; Viking menyerang London (842); Viking menyerang Canterbury (851); Serangan Viking menjadi lebih sering; Aethelwulf akan meninggal (858); Aethelbald akan menjadi raja Wessex (858-860); Serangan Viking berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi; Pemberontakan Koptik terjadi (831-832); Pemberontakan dihancurkan; Stabilitas relatif; Ahmad ibn Tulun akan mendirikan dinasti Tulunid (868-905); Mesir akan merdeka dari Abbasiyah.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum; Perdagangan dengan Arab menurun; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah; Perjanjian Baqt antara Makuria dan Abbasiyah (sekitar 652) masih berlaku; Makuria tetap independen.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania; Aghlabid menyerang Sisilia (827); Penaklukan Sisilia berlanjut; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas; Kumbi Saleh menjadi ibu kota Ghana; Ghana akan mencapai puncak pada abad ke-10-11.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat; Kota-kota Swahili menjadi pusat perdagangan regional; Kilwa akan menjadi kota Swahili terpenting.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10; Beberapa kota Maya mulai mengalami kemunduran; Kota-kota seperti Copan dan Quirigua masih berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Maya: Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru; Wari membangun kota-kota besar; Wari akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Wari membangun sistem administrasi terpusat.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12; Anasazi membangun Chaco Canyon (sekitar 850-1150); Chaco Canyon akan menjadi pusat budaya Anasazi; Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur; Karib akan menyerang Taino; Perdagangan antar-pulau berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000); Navigasi jarak jauh berkembang; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Migrasi ke Selandia Baru akan dimulai (sekitar 1000-1300); Permukiman awal Selandia Baru (Maori) akan mengubah lanskap Pasifik; Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.

Tahun 08.55

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong masih memerintah (846-859); Dinasti Tang terus melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Sistem administrasi mulai melemah; Xuanzong mencoba memulihkan agama Buddha; Periode pemulihan singkat setelah penganiayaan Wuzong; Kuil-kuil Buddha mulai dibangun kembali; Xuanzong akan meninggal (859); Kaisar Yizong akan menjadi kaisar (859-873); Dinasti Tang akan terus melemah; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah; Yizong akan menghadapi pemberontakan besar (860-863); Pemberontakan Qiu Fu (860-863); Pemberontakan dihancurkan.
  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Mutawakkil masih memerintah (847-861); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematika, astronomi, dan kedokteran berkembang; Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Mutawakkil mengakhiri dukungan terhadap Mu’tazilah; Al-Mutawakkil memindahkan ibu kota kembali ke Baghdad (860); Samarra tetap menjadi kota penting; Konflik antara khalifah dan tentara Mamluk meningkat; Tentara Mamluk menjadi terlalu kuat; Al-Mutawakkil akan dibunuh oleh tentara Mamluk (861); Periode Anarchy at Samarra akan dimulai (861-870); Fragmentasi politik meningkat.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra; Sastra Kannada berkembang; Amoghavarsha I menulis Kavirajamarga (sekitar 850); Karya sastra Kannada pertama; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains; Al-Kindi dikenal sebagai “Filsuf Arab”; Terjemahan karya-karya Yunani ke bahasa Arab berlanjut; Filsuf seperti Hunayn ibn Ishaq aktif; Hunayn ibn Ishaq menerjemahkan karya-karya medis Yunani; Hunayn ibn Ishaq dikenal sebagai “Penerjemah Agung”.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Munsu masih memerintah (839-857); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul; Konflik internal meningkat; Pemberontakan lokal berlanjut; Silla akan menghadapi pemberontakan besar; Raja Heonan akan memerintah (857-861); Pemberontakan lokal berlanjut.
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Montoku masih memerintah (850-858); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang; Kaisar Seiwa akan memerintah (858-876); Klan Fujiwara mulai menguasai pemerintahan; Fujiwara no Yoshifusa akan menjadi wali penguasa (858-872); Fujiwara akan menguasai pemerintahan selama 200+ tahun.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan mulai dibangun (sekitar 850); Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah; Mataram akan menjadi kekuatan dominan di Jawa; Mataram menguasai Jawa tengah; Mataram akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Mataram membangun candi-candi besar; Candi Prambanan selesai dibangun (sekitar 856); Mahakarya arsitektur Hindu terbesar di Jawa.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Michael III masih memerintah (842-867); Iconoclasm berakhir (843); Theodora (ibu Michael III) mengakhiri Iconoclasm; Ikon agama dipulihkan; Gereja Ortodoks bersatu kembali; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Arab berlanjut; Michael III masih muda; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode pemulihan dimulai; Intelektual dan seni berkembang; Michael III akan dibunuh oleh Basil I (867); Dinasti Makedonia dimulai; Basil I akan menjadi kaisar (867-886).
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Lothair I menguasai Italia utara (843-855); Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Leo IV masih memerintah (847-855); Paus Benedict III akan memerintah (855-858); Aghlabid menyerang Sisilia (827); Perang melawan Muslim di Sisilia berlanjut; Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Paus Leo IV membangun tembok Leonine di sekitar Vatikan (848-852); Tembok pertahanan pertama Vatikan; Lothair I akan meninggal (855); Louis II akan mendapat Italia (855-875).
  • Gaul (Frank/Karoling): Perjanjian Verdun membagi kekaisaran (843); Lothair I mendapat Italia dan wilayah tengah (843-855); Louis si Jerman mendapat Jerman timur (843-876); Charles si Botak mendapat Prancis barat (843-877); Kekaisaran Karoling terpecah menjadi tiga; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang antara ketiga kerajaan berlanjut; Kekaisaran Karoling tidak akan pernah bersatu lagi; Lothair I akan meninggal (855); Kerajaan tengah akan terpecah lagi; Lothair II akan mendapat Lotharingia (855-869); Louis II akan mendapat Italia (855-875); Charles dari Provence akan mendapat Provence (855-863); Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan; Kerajaan: Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Muhammad I masih memerintah (852-886); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus berlanjut; Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa Barat; Populasi Cordoba mencapai ~100.000 jiwa; Muhammad I menghadapi pemberontakan lokal; Pemberontakan di Toledo (852-858); Pemberontakan dihancurkan; Muhammad I menghadapi pemberontakan lainnya; Stabilitas relatif.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Aethelwulf dari Wessex masih memerintah (839-858); Wessex menjadi kerajaan dominan; Serangan Viking mulai terjadi (sekitar 835); Viking akan menjadi ancaman besar bagi Inggris; Viking menyerang Kent (839); Serangan Viking meningkat; Viking menyerang London (842); Viking menyerang Canterbury (851); Serangan Viking menjadi lebih sering; Aethelwulf akan meninggal (858); Aethelbald akan menjadi raja Wessex (858-860); Serangan Viking berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi; Pemberontakan Koptik terjadi (831-832); Pemberontakan dihancurkan; Stabilitas relatif; Ahmad ibn Tulun akan mendirikan dinasti Tulunid (868-905); Mesir akan merdeka dari Abbasiyah.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum; Perdagangan dengan Arab menurun; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah; Perjanjian Baqt antara Makuria dan Abbasiyah (sekitar 652) masih berlaku; Makuria tetap independen.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania; Aghlabid menyerang Sisilia (827); Penaklukan Sisilia berlanjut; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas; Kumbi Saleh menjadi ibu kota Ghana; Ghana akan mencapai puncak pada abad ke-10-11.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat; Kota-kota Swahili menjadi pusat perdagangan regional; Kilwa akan menjadi kota Swahili terpenting.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10; Beberapa kota Maya mulai mengalami kemunduran; Kota-kota seperti Copan dan Quirigua masih berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Maya: Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru; Wari membangun kota-kota besar; Wari akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Wari membangun sistem administrasi terpusat.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12; Anasazi membangun Chaco Canyon (sekitar 850-1150); Chaco Canyon akan menjadi pusat budaya Anasazi; Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur; Karib akan menyerang Taino; Perdagangan antar-pulau berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000); Navigasi jarak jauh berkembang; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Migrasi ke Selandia Baru akan dimulai (sekitar 1000-1300); Permukiman awal Selandia Baru (Maori) akan mengubah lanskap Pasifik; Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.

Tahun 08.60

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xuanzong masih memerintah (846-859); Dinasti Tang terus melemah; Gubernur militer (jiedushi) semakin kuat; Populasi mulai pulih; Ekonomi mulai pulih; Jalur Sutra aktif kembali; Sistem administrasi mulai melemah; Xuanzong mencoba memulihkan agama Buddha; Periode pemulihan singkat setelah penganiayaan Wuzong; Kuil-kuil Buddha mulai dibangun kembali; Xuanzong akan meninggal (859); Kaisar Yizong akan menjadi kaisar (859-873); Dinasti Tang akan terus melemah; Perang melawan gubernur militer yang memberontak berlanjut; Pemberontakan di berbagai wilayah; Yizong akan menghadapi pemberontakan besar (860-863); Pemberontakan Qiu Fu (860-863); Pemberontakan dihancurkan.
  • Arab (Kekhalifahan Abbasiyah): Al-Mutawakkil masih memerintah (847-861); Periode keemasan Abbasiyah berlanjut; Baghdad tetap menjadi pusat budaya dan ilmu; Rumah Kebijaksanaan (Bayt al-Hikmah) mencapai puncak; Terjemahan karya-karya Yunani dan Persia ke bahasa Arab berlanjut; Matematika, astronomi, dan kedokteran berkembang; Aljabar dan algoritma dikembangkan; Astronomi dan astrologi berkembang; Perdagangan lintas benua berkembang; Al-Mutawakkil mengakhiri dukungan terhadap Mu’tazilah; Al-Mutawakkil memindahkan ibu kota kembali ke Baghdad (860); Samarra tetap menjadi kota penting; Konflik antara khalifah dan tentara Mamluk meningkat; Tentara Mamluk menjadi terlalu kuat; Al-Mutawakkil akan dibunuh oleh tentara Mamluk (861); Periode Anarchy at Samarra akan dimulai (861-870); Fragmentasi politik meningkat; Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan.
  • India (Regional Kingdoms): Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Amoghavarsha I masih memerintah (814-878); Rashtrakuta menguasai India tengah dan selatan; Perang melawan Chalukya dan Pallava; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur Hindu berkembang; Kuil-kuil batu besar dibangun; Matematika India dengan sistem desimal berkembang; Astronomi maju; Universitas Nalanda tetap menjadi pusat pembelajaran; Fragmentasi politik berlanjut; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Periode keemasan Rashtrakuta berlanjut; Amoghavarsha I adalah patron seni dan sastra; Sastra Kannada berkembang; Amoghavarsha I menulis Kavirajamarga (sekitar 850); Karya sastra Kannada pertama; Kerajaan-kerajaan regional menguat; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Persia (Arab/Abbasiyah): Persia menjadi provinsi Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Zoroastrianisme menurun; Budaya Persia mempengaruhi budaya Arab; Perdagangan dengan Asia Tengah dan India berkembang; Seni Persia-Arab berkembang; Sastra Persia berkembang; Administrasi Persia diadopsi oleh Arab; Persia menjadi pusat peradaban Islam; Kota-kota seperti Isfahan dan Nishapur berkembang; Periode transisi budaya berlanjut; Filsuf Persia seperti Al-Kindi aktif; Al-Kindi menulis tentang filsafat dan sains; Al-Kindi dikenal sebagai “Filsuf Arab”; Terjemahan karya-karya Yunani ke bahasa Arab berlanjut; Filsuf seperti Hunayn ibn Ishaq aktif; Hunayn ibn Ishaq menerjemahkan karya-karya medis Yunani; Hunayn ibn Ishaq dikenal sebagai “Penerjemah Agung”.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu mencapai puncak; Raja Heonan masih memerintah (857-861); Silla menguasai seluruh Semenanjung Korea; Agama Buddha berkembang pesat; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya tulis berkembang; Silla akan mencapai puncak kekuasaan; Silla akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-9; Pemberontakan lokal mulai muncul; Konflik internal meningkat; Pemberontakan lokal berlanjut; Silla akan menghadapi pemberontakan besar; Raja Heonan akan meninggal (861); Raja Gyeongmun akan memerintah (861-875); Pemberontakan lokal berlanjut.
  • Jepang: Periode Heian berlanjut (794-1185); Kaisar Seiwa masih memerintah (858-876); Ibu kota di Heian-kyo (Kyoto); Periode keemasan budaya Jepang; Agama Buddha menjadi identitas Jepang; Seni Buddha berkembang; Arsitektur Buddha berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kontak dengan Tiongkok meningkat; Pertanian padi berkembang; Sastra Jepang berkembang; Pengaruh budaya Tang sangat kuat; Periode keemasan budaya Jepang berlanjut; Kana (tulisan Jepang) mulai dikembangkan; Sastra Jepang asli mulai berkembang; Klan Fujiwara mulai menguasai pemerintahan; Fujiwara no Yoshifusa masih menjadi wali penguasa (858-872); Fujiwara akan menguasai pemerintahan selama 200+ tahun.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya; Kerajaan Srivijaya mencapai puncak di Sumatra; Perdagangan maritim dengan India, Tiongkok, dan Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang; Seni arsitektur berkembang; Perdagangan rempah-rempah berkembang; Kerajaan-kerajaan maritim menguasai rute perdagangan; Budaya India dan Tiongkok mempengaruhi Asia Tenggara; Kerajaan Sailendra di Jawa berkembang; Candi Borobudur selesai dibangun (sekitar 825); Mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia; Candi Prambanan selesai dibangun (sekitar 856); Mahakarya arsitektur Hindu terbesar di Jawa; Kerajaan Mataram berkembang di Jawa tengah; Mataram akan menjadi kekuatan dominan di Jawa; Mataram menguasai Jawa tengah; Mataram akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Mataram membangun candi-candi besar.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Bizantium: Kaisar Michael III masih memerintah (842-867); Iconoclasm berakhir (843); Theodora (ibu Michael III) mengakhiri Iconoclasm; Ikon agama dipulihkan; Gereja Ortodoks bersatu kembali; Konstantinopel tetap menjadi pusat kekuasaan; Arsitektur Bizantium berkembang; Gereja Hagia Sophia menjadi mahakarya; Reformasi administrasi berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Bizantium menghadapi ancaman dari Arab dan Bulgaria; Perang melawan Arab berlanjut; Michael III masih muda; Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah; Periode pemulihan dimulai; Intelektual dan seni berkembang; Michael III akan dibunuh oleh Basil I (867); Dinasti Makedonia dimulai; Basil I akan menjadi kaisar (867-886).
  • Italia (Karoling & Bizantium): Italia terpecah antara Karoling dan Bizantium; Louis II menguasai Italia utara (855-875); Bizantium menguasai Italia selatan; Konflik berlanjut; Gereja menjadi institusi penting; Perdagangan Mediterania terganggu; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Italia akan tetap terpecah; Italia akan menjadi pusat konflik; Italia utara menjadi bagian dari Kekaisaran Karoling; Paus Benedict III masih memerintah (855-858); Paus Nicholas I akan memerintah (858-867); Aghlabid menyerang Sisilia (827); Perang melawan Muslim di Sisilia berlanjut; Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Paus Leo IV membangun tembok Leonine di sekitar Vatikan (848-852); Tembok pertahanan pertama Vatikan.
  • Gaul (Frank/Karoling): Perjanjian Verdun membagi kekaisaran (843); Lothair I mendapat Italia dan wilayah tengah (843-855); Louis si Jerman mendapat Jerman timur (843-876); Charles si Botak mendapat Prancis barat (843-877); Kekaisaran Karoling terpecah menjadi tiga; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama Katolik menjadi identitas Frank; Perdagangan berkembang; Ekonomi mulai melemah; Sistem administrasi melemah; Renaissance Karoling berlanjut; Periode keemasan Eropa Barat berakhir; Perang antara ketiga kerajaan berlanjut; Kekaisaran Karoling tidak akan pernah bersatu lagi; Lothair I telah meninggal (855); Kerajaan tengah telah terpecah lagi; Lothair II mendapat Lotharingia (855-869); Louis II mendapat Italia (855-875); Charles dari Provence mendapat Provence (855-863); Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan; Kerajaan: Konsolidasi feodal dan monarki; Gereja jadi institusi lintas-wilayah.
  • Spanyol (Al-Andalus): Al-Andalus berkembang; Muslim menguasai sebagian besar Spanyol; Muhammad I masih memerintah (852-886); Al-Andalus menjadi independen dari Abbasiyah; Cordoba menjadi ibu kota; Peradaban Islam di Iberia berkembang; Al-Andalus akan mencapai puncak; Cordoba akan menjadi pusat budaya dan ilmu; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Sistem administrasi berkembang; Budaya Arab-Spanyol berkembang; Masjid Agung Cordoba diperluas; Periode keemasan Al-Andalus berlanjut; Cordoba menjadi kota terbesar di Eropa Barat; Populasi Cordoba mencapai ~100.000 jiwa; Muhammad I menghadapi pemberontakan lokal; Pemberontakan di Toledo (852-858); Pemberontakan dihancurkan; Muhammad I menghadapi pemberontakan lainnya; Stabilitas relatif.
  • Britania (Anglo-Saxon): Anglo-Saxon menguasai sebagian besar Britania; Kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon mulai terbentuk; Kerajaan Kent, Wessex, Mercia, dan Northumbria berkembang; Sistem feodal mulai berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Agama pagan masih dominan; Kekristenan akan masuk ke Britania; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi mulai pulih; Sistem administrasi berkembang; Konflik antara kerajaan-kerajaan Anglo-Saxon berlanjut; Aethelbald dari Wessex masih memerintah (858-860); Wessex menjadi kerajaan dominan; Serangan Viking mulai terjadi (sekitar 835); Viking akan menjadi ancaman besar bagi Inggris; Viking menyerang Kent (839); Serangan Viking meningkat; Viking menyerang London (842); Viking menyerang Canterbury (851); Serangan Viking menjadi lebih sering; Aethelbald akan meninggal (860); Aethelberht akan menjadi raja Wessex (860-865); Serangan Viking berlanjut; Great Heathen Army akan menyerang Inggris (865).

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Arab/Abbasiyah): Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Muslim menguasai Mesir; Islam menjadi agama dominan; Alexandria tetap menjadi pusat intelektual; Perdagangan gandum, papirus, dan barang mewah; Kekristenan Koptik berkembang; Monastisisme berkembang; Gereja Koptik berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Sistem administrasi berkembang; Mesir menjadi provinsi Arab yang penting; Mesir menjadi provinsi Abbasiyah; Gubernur Abbasiyah memerintah Mesir; Pemberontakan lokal terjadi; Pemberontakan Koptik terjadi (831-832); Pemberontakan dihancurkan; Stabilitas relatif; Ahmad ibn Tulun akan mendirikan dinasti Tulunid (868-905); Mesir akan merdeka dari Abbasiyah.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkembang; Perdagangan maritim dengan Arab, India, dan Mesir; Kekristenan menjadi agama resmi; Stelae Aksum dibangun sebagai monumen kerajaan; Arsitektur Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Aksum akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-8-9; Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe; Ekspansi Islam di Tanduk Afrika mempengaruhi Aksum; Perdagangan dengan Arab menurun; Aksum akan kehilangan kontrol atas rute perdagangan; Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.
  • Nubia: Kerajaan Nubia mempertahankan kemerdekaan; Tiga kerajaan Nubia berkembang: Nobatia, Makuria, dan Alodia; Kekristenan menjadi agama resmi; Misionaris Bizantium aktif di Nubia; Perdagangan dengan Mesir dan Aksum berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Nubia akan mencapai puncak kekuasaan; Nubia akan tetap independen hingga abad ke-14; Makuria menjadi kerajaan Nubia terkuat; Makuria memiliki hubungan diplomatik dengan Abbasiyah; Perjanjian Baqt antara Makuria dan Abbasiyah (sekitar 652) masih berlaku; Makuria tetap independen.
  • Maghreb (Aghlabid): Dinasti Aghlabid memerintah Ifriqiya (800-909); Aghlabid menjadi independen dari Abbasiyah; Islam menjadi agama dominan; Perdagangan dengan Mediterania berkembang; Teknologi pertanian maju; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Gereja menjadi institusi penting; Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama; Aghlabid akan mencapai puncak kekuasaan; Aghlabid menaklukkan Sisilia (827); Ekspansi ke Italia selatan dimulai; Aghlabid akan menguasai Sisilia selama 200+ tahun; Perang melawan Bizantium di Mediterania; Aghlabid menyerang Sisilia (827); Penaklukan Sisilia berlanjut; Palermo menjadi ibu kota Muslim di Sisilia (831); Aghlabid menguasai sebagian besar Sisilia; Serangan Aghlabid ke Italia selatan (846); Aghlabid menyerang Roma; Basilika Santo Petrus dijarah; Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.
  • Sahel: Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kerajaan-kerajaan Sahel mulai terbentuk; Perdagangan emas dari Afrika Barat ke Mediterania; Perdagangan garam dari Sahara ke Afrika Barat; Perdagangan budak berkembang; Sistem administrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Kerajaan-kerajaan Sahel akan mencapai puncak kekuasaan; Islam akan masuk ke Sahel pada abad ke-8-9; Kerajaan Ghana mulai berkembang; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Ghana akan menjadi kerajaan Sahel terkuat; Ghana menguasai rute perdagangan emas; Kumbi Saleh menjadi ibu kota Ghana; Ghana akan mencapai puncak pada abad ke-10-11.
  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Perdagangan maritim berkembang; Islam mulai masuk ke Afrika Timur; Budaya Swahili mulai terbentuk; Perdagangan gading, emas, dan rempah-rempah; Ekonomi berkembang; Perdagangan berkembang; Swahili akan mencapai puncak kekuasaan; Kota-kota seperti Kilwa dan Mombasa mulai berkembang; Masjid-masjid pertama dibangun di Afrika Timur; Perdagangan dengan Arab dan India meningkat; Kota-kota Swahili menjadi pusat perdagangan regional; Kilwa akan menjadi kota Swahili terpenting.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika/Maya: Periode Klasik Maya mencapai puncak (250-900); Kota-kota besar seperti Tikal, Calakmul, dan Palenque berkembang; Sistem kalender dan tulisan Maya berkembang; Perdagangan obsidian, jade, bulu, dan cokelat berkembang; Jaringan perdagangan regional luas; Sistem hieroglif Maya berkembang; Astronomi dan matematika maju; Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik; Konflik antara kota-kota Maya berlanjut; Sistem politik kompleks berkembang; Arsitektur berkembang; Seni dan kerajinan berkembang; Maya akan mencapai puncak kekuasaan pada abad ke-7-9; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Teotihuacan mengalami kemunduran parah; Populasi menurun drastis; Periode Klasik Maya akan berakhir pada abad ke-9-10; Beberapa kota Maya mulai mengalami kemunduran; Kota-kota seperti Copan dan Quirigua masih berkembang; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti; Maya: Kota-negara dan kalender/ritual memusatkan legitimasi politik.
  • Andes (Nazca, Moche & Wari): Kebudayaan Nazca berkembang di Peru selatan; Garis-garis Nazca (geoglif) terus dibuat dengan presisi tinggi; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Pertanian teras berkembang di pegunungan; Kebudayaan Moche mengalami kemunduran; Peradaban Moche mencapai puncak; Seni keramik Moche terkenal; Moche akan mulai mengalami kemunduran pada abad ke-7-8; Nazca akan terus berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan; Kerajaan Wari berkembang di Peru tengah (sekitar 600-1000); Wari akan menjadi kekuatan dominan di Andes; Wari membangun jaringan jalan dan infrastruktur; Ekspansi Wari ke berbagai wilayah Andes; Wari menguasai banyak wilayah Peru; Wari membangun kota-kota besar; Wari akan mencapai puncak pada abad ke-9-10; Wari membangun sistem administrasi terpusat.
  • Amerika Utara (Mississippian & Anasazi): Budaya Hopewell mengalami kemunduran; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Jaringan pertukaran antarkelompok membentuk ekonomi regional; Mound building berkembang; Pertanian jagung, labu, dan kacang berkembang; Sistem sosial hierarkis berkembang; Hopewell akan mencapai puncak kekuasaan; Hopewell akan mulai mengalami kemunduran; Mississippian akan mulai berkembang; Mississippian akan menjadi kekuatan dominan di Amerika Utara; Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara; Budaya Anasazi berkembang di Amerika Serikat barat daya (sekitar 800-1300); Anasazi membangun pueblo (rumah batu); Pertanian jagung berkembang; Anasazi akan mencapai puncak pada abad ke-11-12; Anasazi membangun Chaco Canyon (sekitar 850-1150); Chaco Canyon akan menjadi pusat budaya Anasazi; Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Karibia: Migrasi dan pertukaran lokal membentuk budaya pulau-pulau; Pertanian dan perikanan berkembang; Perdagangan regional; Budaya Taino berkembang; Taino akan mencapai puncak kekuasaan; Taino akan tetap berkembang hingga kedatangan Eropa; Budaya Karib berkembang di Karibia timur; Karib akan menjadi kekuatan dominan di Karibia timur; Karib akan menyerang Taino; Perdagangan antar-pulau berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi dan teknologi perahu memperluas permukiman antar-pulau; Teknologi navigasi bintang dan arus laut memungkinkan perjalanan lintas samudra; Budaya Lapita menyebar ke Pasifik barat; Migrasi ke pulau-pulau Pasifik tengah dan timur berlanjut; Pertanian ubi jalar, taro, dan kelapa berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Polinesia akan mencapai puncak ekspansi; Polinesia akan mengkolonisasi pulau-pulau baru; Migrasi ke Hawaii dimulai (sekitar 800-1000); Navigasi jarak jauh berkembang; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Migrasi ke Selandia Baru akan dimulai (sekitar 1000-1300); Permukiman awal Selandia Baru (Maori) akan mengubah lanskap Pasifik; Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Polinesia: Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia akan mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin akan mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial akan menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.

Tahun 08.65

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang): Kaisar Yizong memerintah (859-873); Dinasti Tang mengalami kemunduran; Pemberontakan Huang Chao dimulai (875); Korupsi dan perpajakan berat memicu ketidakpuasan; Perdagangan Jalur Sutra masih aktif; Populasi Tiongkok ~50-60 juta jiwa.
  • Tiongkok (Tang): Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan India berkembang; Teknologi percetakan blok kayu digunakan untuk mencetak buku; Buddhisme dan Taoisme berkembang; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak.
  • Jepang: Periode Heian awal; Kaisar Seiwa memerintah (858-876); Klan Fujiwara menguasai pemerintahan; Budaya aristokrat berkembang; Sistem pemerintahan berdasarkan model Tiongkok; Sastra Jepang klasik berkembang.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu memerintah Semenanjung Korea; Raja Heonan memerintah (857-861); Buddhisme berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang.
  • India: Dinasti Pala menguasai Bengal dan Bihar; Devapala memerintah (810-850); Buddhisme Vajrayana berkembang; Universitas Nalanda masih berfungsi sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Arab.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mu’tazz menjadi khalifah (866-869); Kekhalifahan mengalami fragmentasi; Dinasti Samanid menguasai Transoxiana (819-999); Dinasti Tahirid menguasai Khorasan; Perdagangan dengan Tiongkok dan India melalui Jalur Sutra.
  • Asia Tengah: Suku-suku Turki menguasai stepa Asia Tengah; Perdagangan lintas stepa Eurasia; Konversi ke Islam oleh beberapa suku Turki; Hubungan dengan Tiongkok dan Abbasiyah.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Karoling: Louis II “Si Jerman” memerintah Francia Timur (843-876); Perjanjian Verdun (843) membagi Kekaisaran Karoling; Charles II “Si Botak” memerintah Francia Barat (843-877); Lothair I memerintah Italia (843-855); Fragmentasi kekaisaran berlanjut.
  • Viking: Serangan Viking besar ke Inggris (865); “Great Heathen Army” mendarat di East Anglia; Ivar the Boneless dan Halfdan Ragnarsson memimpin invasi; Penaklukan Northumbria dan East Anglia; Pendirian Danelaw di Inggris.
  • Inggris: Alfred yang Agung menjadi raja Wessex (871-899); Perang melawan Viking; Konsolidasi kerajaan Inggris; Reformasi militer dan hukum; Promosi pendidikan dan sastra; Terjemahan teks Latin ke bahasa Inggris.
  • Bizantium: Basil I menjadi kaisar (867-886); Dinasti Makedonia dimulai; Kebangkitan militer dan budaya Bizantium; Ekspansi ke Balkan; Reformasi hukum; Hubungan dengan Eropa Barat membaik.
  • Rusia (Kievan Rus): Rurik mendirikan dinasti Rurik (862); Novgorod sebagai pusat awal; Askold dan Dir menguasai Kiev (860s); Perdagangan dengan Bizantium dan Khazar; Konversi bertahap ke Kristen Ortodoks.
  • Bulgaria: Boris I menjadi khan Bulgaria (852-889); Konversi Bulgaria ke Kristen Ortodoks (864-865); Hubungan dengan Bizantium; Konsolidasi kerajaan; Adopsi alfabet Glagolitik (Cyrillic).
  • Italia: Kekaisaran Romawi Suci masih lemah; Paus Nicholas I (858-867) memperkuat otoritas kepausan; Konflik dengan Patriark Konstantinopel; Skisma Photian (863-867); Perdagangan Mediterania berkembang.
  • Spanyol (Al-Andalus): Emirat Kordoba berkembang; Muhammad I memerintah (852-886); Kordoba menjadi pusat budaya dan ilmu; Perdagangan dengan Afrika Utara dan Eropa; Arsitektur Islam berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekaisaran Ghana: Kekaisaran Ghana menguasai rute perdagangan emas di Afrika Barat; Perdagangan trans-Sahara dengan Maghreb; Kumbi Saleh sebagai ibu kota; Perdagangan emas, garam, dan budak; Hubungan dengan Arab dan Berber.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkuasa di Ethiopia; Perdagangan dengan Arab, India, dan Mesir; Gereja Ortodoks Ethiopia berkembang; Arsitektur Aksum; Hubungan dengan Bizantium.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Pemba sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Bantu-Swahili berkembang.
  • Mesir (Tulunid): Ahmad ibn Tulun mendirikan dinasti Tulunid (868-905); Mesir merdeka dari Abbasiyah; Fustat (Kairo) berkembang; Reformasi administrasi dan militer; Hubungan dengan Bizantium.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya (Klasik Akhir): Peradaban Maya Klasik masih berkembang; Tikal, Calakmul, dan Palenque sebagai pusat; Sistem kalender Maya; Arsitektur piramida; Perdagangan regional; Tulisan hieroglif Maya.
  • Mississippian: Budaya Mississippian berkembang di Amerika Utara; Cahokia sebagai pusat besar (mulai berkembang 800-900); Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Andes: Kerajaan Wari berkembang di Peru (600-1000); Tiwanaku berkembang di Bolivia (300-1000); Sistem teras pertanian; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Sistem jalan.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Ekspansi permukiman Polinesia ke pulau-pulau Pasifik; Migrasi ke Hawaii (sekitar 800-1000); Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya Polinesia berkembang.

Tahun 08.70

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang): Kaisar Yizong masih memerintah (859-873); Pemberontakan petani meningkat; Korupsi dan perpajakan berat; Perdagangan Jalur Sutra masih aktif; Teknologi percetakan blok kayu; Buku cetak pertama Diamond Sutra dicetak (868); Pengetahuan mulai tersebar lebih luas.
  • Tiongkok (Tang): Buddhisme dan Taoisme berkembang; Sastra dan puisi Tang mencapai puncak; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Populasi Tiongkok ~50-60 juta jiwa.
  • Jepang: Periode Heian; Kaisar Seiwa memerintah (858-876); Klan Fujiwara menguasai pemerintahan; Budaya aristokrat berkembang; Sastra Jepang klasik; Hubungan dengan Tiongkok.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu; Raja Heonan memerintah (857-861); Buddhisme berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang.
  • India: Dinasti Pala menguasai Bengal; Buddhisme Vajrayana berkembang; Universitas Nalanda sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Arsitektur dan seni Buddha.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mu’tamid menjadi khalifah (870-892); Kekhalifahan mengalami fragmentasi; Dinasti Samanid menguasai Transoxiana; Dinasti Tahirid menguasai Khorasan; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • Asia Tengah: Suku-suku Turki menguasai stepa; Perdagangan lintas stepa Eurasia; Konversi ke Islam; Hubungan dengan Tiongkok dan Abbasiyah; Kota-kota oasis berkembang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Karoling: Louis II “Si Jerman” memerintah Francia Timur (843-876); Charles II “Si Botak” memerintah Francia Barat (843-877); Perjanjian Meerssen membagi lagi wilayah (870); Fragmentasi kekaisaran berlanjut; Perang saudara antara keturunan Charlemagne.
  • Viking: Serangan Viking besar ke Inggris berlanjut; “Great Heathen Army” menguasai sebagian besar Inggris; Penaklukan Mercia dan Wessex; Pendirian Danelaw; Permukiman Viking di Inggris; Perdagangan dan penjarahan.
  • Inggris: Alfred yang Agung menjadi raja Wessex (871-899); Perang melawan Viking; Pertempuran Edington (878); Konsolidasi kerajaan Inggris; Reformasi militer dan hukum; Promosi pendidikan; Terjemahan teks Latin.
  • Bizantium: Basil I memerintah (867-886); Dinasti Makedonia; Kebangkitan militer dan budaya; Ekspansi ke Balkan; Reformasi hukum; Hubungan dengan Eropa Barat; Arsitektur dan seni Bizantium.
  • Rusia (Kievan Rus): Rurik memerintah Novgorod; Askold dan Dir menguasai Kiev; Perdagangan dengan Bizantium; Konversi bertahap ke Kristen; Hubungan dengan Khazar dan Varangian.
  • Bulgaria: Boris I memerintah (852-889); Konversi Bulgaria ke Kristen Ortodoks (864-865); Hubungan dengan Bizantium; Konsolidasi kerajaan; Adopsi alfabet Glagolitik; Gereja Ortodoks Bulgaria.
  • Italia: Kekaisaran Romawi Suci masih lemah; Paus Adrian II (867-872); Konflik dengan Patriark Konstantinopel; Perdagangan Mediterania; Hubungan dengan Bizantium dan Arab.
  • Spanyol (Al-Andalus): Emirat Kordoba; Muhammad I memerintah (852-886); Kordoba menjadi pusat budaya; Perdagangan dengan Afrika Utara; Arsitektur Islam; Hubungan dengan Eropa.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekaisaran Ghana: Menguasai rute perdagangan emas; Perdagangan trans-Sahara; Kumbi Saleh sebagai ibu kota; Perdagangan emas, garam, dan budak; Hubungan dengan Arab dan Berber; Kekuatan militer.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkuasa; Perdagangan dengan Arab dan India; Gereja Ortodoks Ethiopia; Arsitektur Aksum; Hubungan dengan Bizantium; Perdagangan gading dan emas.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Pemba; Perdagangan dengan Arab dan India; Arsitektur Islam; Budaya Bantu-Swahili; Perdagangan rempah-rempah dan gading.
  • Mesir (Tulunid): Ahmad ibn Tulun memerintah (868-905); Mesir merdeka dari Abbasiyah; Fustat (Kairo) berkembang; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Bizantium; Arsitektur Islam.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya (Klasik Akhir): Peradaban Maya Klasik berkembang; Tikal, Calakmul, dan Palenque; Sistem kalender Maya; Arsitektur piramida; Perdagangan regional; Tulisan hieroglif; Perang antar-kota.
  • Mississippian: Budaya Mississippian berkembang; Cahokia mulai berkembang (800-900); Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku; Arsitektur earthen mounds.
  • Andes: Kerajaan Wari berkembang (600-1000); Tiwanaku berkembang (300-1000); Sistem teras pertanian; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Sistem jalan; Teknologi tekstil.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Ekspansi permukiman ke pulau-pulau Pasifik; Migrasi ke Hawaii (sekitar 800-1000); Teknologi navigasi bintang; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan; Budaya Polinesia; Perdagangan regional.
  • Melanesia: Pertukaran regional; Teknologi pangan dan seni; Sistem kekerabatan kompleks; Pertanian dan perikanan; Budaya lokal berkembang; Hubungan antar-pulau.

Tahun 08.75

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xizong memerintah (873-888); Pemberontakan Huang Chao dimulai (875); Pemberontakan petani besar-besaran; Penjarahan Chang’an (881); Dinasti Tang mengalami kemunduran drastis; Korupsi dan perpajakan berat; Perdagangan Jalur Sutra terganggu.
  • Tiongkok (Tang): Pemberontakan Huang Chao (875-884) menghancurkan banyak kota; Penjarahan Luoyang dan Chang’an; Ekonomi Tiongkok hancur; Populasi menurun drastis; Perdagangan maritim terganggu; Fragmentasi kekuasaan regional.
  • Jepang: Periode Heian; Kaisar Yōzei memerintah (876-884); Klan Fujiwara menguasai pemerintahan; Budaya aristokrat; Sastra Jepang klasik; Hubungan dengan Tiongkok; Sistem pemerintahan.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu; Raja Gyeongmun memerintah (861-875); Buddhisme berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tang; Perdagangan dengan Tiongkok; Konsolidasi kerajaan.
  • India: Dinasti Pala menguasai Bengal; Mahendrapala memerintah (845-860); Buddhisme Vajrayana; Universitas Nalanda; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Arsitektur dan seni Buddha.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mu’tamid memerintah (870-892); Kekhalifahan mengalami fragmentasi; Dinasti Samanid menguasai Transoxiana; Dinasti Saffarid menguasai Persia timur; Perdagangan dengan Tiongkok; Hubungan dengan Tiongkok terganggu oleh pemberontakan.
  • Asia Tengah: Suku-suku Turki menguasai stepa; Perdagangan lintas stepa; Konversi ke Islam; Hubungan dengan Abbasiyah; Kota-kota oasis; Perdagangan sutra.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim berkembang; Srivijaya menguasai Selat Malaka; Perdagangan rempah-rempah; Hubungan dengan Tiongkok dan India; Buddhisme dan Hinduisme; Pelabuhan-pelabuhan penting.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Karoling: Charles II “Si Botak” memerintah Francia Barat (843-877); Louis II “Si Jerman” memerintah Francia Timur (843-876); Charles III “Si Gemuk” menjadi kaisar (881-888); Fragmentasi kekaisaran; Perang saudara; Invasi Viking dan Magyar.
  • Viking: Serangan Viking ke Eropa Barat; Penjarahan Paris (845, 857); Permukiman Viking di Normandia (mulai 911); Perdagangan dan penjarahan; Ekspansi ke Irlandia dan Skotlandia; Hubungan dengan Eropa.
  • Inggris: Alfred yang Agung memerintah Wessex (871-899); Perang melawan Viking; Konsolidasi kerajaan; Reformasi militer; Promosi pendidikan; Terjemahan teks Latin; Hukum Alfred; Pembangunan benteng (burhs).
  • Bizantium: Basil I memerintah (867-886); Dinasti Makedonia; Kebangkitan militer; Ekspansi ke Balkan; Reformasi hukum; Hubungan dengan Eropa Barat; Arsitektur dan seni; Perang melawan Arab.
  • Rusia (Kievan Rus): Oleg dari Novgorod menguasai Kiev (882); Konsolidasi Kievan Rus; Perdagangan dengan Bizantium; Hubungan dengan Varangian; Konversi bertahap ke Kristen; Ekspansi ke timur.
  • Bulgaria: Boris I memerintah (852-889); Konversi ke Kristen Ortodoks; Hubungan dengan Bizantium; Konsolidasi kerajaan; Gereja Ortodoks Bulgaria; Alfabet Glagolitik; Reformasi administrasi.
  • Italia: Kekaisaran Romawi Suci masih lemah; Paus John VIII (872-882); Konflik dengan Patriark Konstantinopel; Perdagangan Mediterania; Hubungan dengan Bizantium; Invasi Arab ke Italia selatan.
  • Spanyol (Al-Andalus): Emirat Kordoba; Muhammad I memerintah (852-886); Kordoba menjadi pusat budaya; Perdagangan dengan Afrika Utara; Arsitektur Islam; Hubungan dengan Eropa; Reconquista masih awal.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekaisaran Ghana: Menguasai rute perdagangan emas; Perdagangan trans-Sahara; Kumbi Saleh sebagai ibu kota; Perdagangan emas, garam, dan budak; Hubungan dengan Arab dan Berber; Kekuatan militer; Ekonomi berbasis emas.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkuasa; Perdagangan dengan Arab dan India; Gereja Ortodoks Ethiopia; Arsitektur Aksum; Hubungan dengan Bizantium; Perdagangan gading dan emas; Konsolidasi kerajaan.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Pemba; Perdagangan dengan Arab dan India; Arsitektur Islam; Budaya Bantu-Swahili; Perdagangan rempah-rempah; Hubungan dengan Tiongkok.
  • Mesir (Tulunid): Ahmad ibn Tulun memerintah (868-905); Mesir merdeka dari Abbasiyah; Fustat (Kairo) berkembang; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Bizantium; Arsitektur Islam; Perdagangan Mediterania.
  • Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara; Dinasti Aghlabid menguasai Ifriqiya (800-909); Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Arsitektur Islam; Perdagangan emas dan garam.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya (Klasik Akhir): Peradaban Maya Klasik berkembang; Tikal, Calakmul, dan Palenque; Sistem kalender Maya; Arsitektur piramida; Perdagangan regional; Tulisan hieroglif; Perang antar-kota; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Mississippian: Budaya Mississippian berkembang; Cahokia mulai berkembang (800-900); Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku; Arsitektur earthen mounds; Konsolidasi regional.
  • Andes: Kerajaan Wari berkembang (600-1000); Tiwanaku berkembang (300-1000); Sistem teras pertanian; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Sistem jalan; Teknologi tekstil; Ekspansi regional.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Ekspansi permukiman ke pulau-pulau Pasifik; Migrasi ke Hawaii (sekitar 800-1000); Teknologi navigasi bintang dan arus laut; Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan; Budaya Polinesia; Perdagangan regional.
  • Melanesia: Pertukaran regional; Teknologi pangan dan seni; Sistem kekerabatan kompleks; Pertanian dan perikanan; Budaya lokal berkembang; Hubungan antar-pulau; Navigasi tradisional.

Tahun 08.80

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xizong masih memerintah (873-888); Pemberontakan Huang Chao berlanjut (875-884); Penjarahan Chang’an (881); Dinasti Tang mengalami kemunduran drastis; Ekonomi hancur; Fragmentasi kekuasaan regional; Jenderal-jenderal militer menguasai provinsi.
  • Tiongkok (Tang): Pemberontakan Huang Chao menghancurkan banyak kota; Penjarahan Luoyang dan Chang’an; Populasi menurun drastis; Perdagangan Jalur Sutra terganggu; Perdagangan maritim terganggu; Sistem administrasi hancur; Perpajakan berat.
  • Jepang: Periode Heian; Kaisar Kōkō memerintah (884-887); Klan Fujiwara menguasai pemerintahan; Budaya aristokrat; Sastra Jepang klasik; Hubungan dengan Tiongkok; Sistem pemerintahan; Konsolidasi kekuasaan.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu; Raja Heongang memerintah (875-886); Buddhisme berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tang; Perdagangan dengan Tiongkok; Konsolidasi kerajaan; Arsitektur dan seni.
  • India: Dinasti Pala menguasai Bengal; Narayanapala memerintah (854-908); Buddhisme Vajrayana; Universitas Nalanda; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Arsitektur dan seni Buddha; Konsolidasi kekuasaan.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mu’tamid memerintah (870-892); Kekhalifahan mengalami fragmentasi; Dinasti Samanid menguasai Transoxiana (819-999); Dinasti Saffarid menguasai Persia timur (861-1003); Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Perdagangan dengan India.
  • Asia Tengah: Suku-suku Turki menguasai stepa; Perdagangan lintas stepa Eurasia; Konversi ke Islam; Hubungan dengan Abbasiyah; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan sutra; Konsolidasi regional.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim berkembang; Srivijaya menguasai Selat Malaka; Perdagangan rempah-rempah; Hubungan dengan Tiongkok dan India; Buddhisme dan Hinduisme; Pelabuhan-pelabuhan penting; Ekspansi regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Karoling: Charles III “Si Gemuk” menjadi kaisar (881-888); Louis III memerintah Francia Barat (879-882); Carloman II memerintah Francia Barat (879-884); Fragmentasi kekaisaran berlanjut; Perang saudara; Invasi Viking dan Magyar; Kekaisaran hampir runtuh.
  • Viking: Serangan Viking ke Eropa Barat berlanjut; Penjarahan Paris (845, 857); Permukiman Viking di Normandia (mulai 911); Perdagangan dan penjarahan; Ekspansi ke Irlandia dan Skotlandia; Hubungan dengan Eropa; Penaklukan Inggris.
  • Inggris: Alfred yang Agung memerintah Wessex (871-899); Perang melawan Viking; Konsolidasi kerajaan; Reformasi militer; Promosi pendidikan; Terjemahan teks Latin; Hukum Alfred; Pembangunan benteng (burhs); Pertahanan melawan Viking.
  • Bizantium: Basil I memerintah (867-886); Dinasti Makedonia; Kebangkitan militer dan budaya; Ekspansi ke Balkan; Reformasi hukum; Hubungan dengan Eropa Barat; Arsitektur dan seni; Perang melawan Arab; Konsolidasi kekaisaran.
  • Rusia (Kievan Rus): Oleg dari Novgorod menguasai Kiev (882); Konsolidasi Kievan Rus; Perdagangan dengan Bizantium; Hubungan dengan Varangian; Konversi bertahap ke Kristen; Ekspansi ke timur; Perdagangan dengan Khazar.
  • Bulgaria: Boris I memerintah (852-889); Konversi ke Kristen Ortodoks; Hubungan dengan Bizantium; Konsolidasi kerajaan; Gereja Ortodoks Bulgaria; Alfabet Glagolitik; Reformasi administrasi; Perang dengan Bizantium.
  • Italia: Kekaisaran Romawi Suci masih lemah; Paus Marinus I (882-884); Konflik dengan Patriark Konstantinopel; Perdagangan Mediterania; Hubungan dengan Bizantium; Invasi Arab ke Italia selatan; Fragmentasi politik.
  • Spanyol (Al-Andalus): Emirat Kordoba; Muhammad I memerintah (852-886); Kordoba menjadi pusat budaya; Perdagangan dengan Afrika Utara; Arsitektur Islam; Hubungan dengan Eropa; Reconquista masih awal; Perang dengan kerajaan Kristen.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekaisaran Ghana: Menguasai rute perdagangan emas; Perdagangan trans-Sahara menghubungkan emas, garam, dan pusat ilmu; Kumbi Saleh sebagai ibu kota; Perdagangan emas, garam, dan budak; Hubungan dengan Arab dan Berber; Kekuatan militer; Ekonomi berbasis emas; Konsolidasi kekuasaan.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkuasa; Perdagangan dengan Arab dan India; Gereja Ortodoks Ethiopia; Arsitektur Aksum; Hubungan dengan Bizantium; Perdagangan gading dan emas; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Arab.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Pemba; Perdagangan dengan Arab dan India; Arsitektur Islam; Budaya Bantu-Swahili; Perdagangan rempah-rempah; Hubungan dengan Tiongkok; Ekspansi regional.
  • Mesir (Tulunid): Ahmad ibn Tulun memerintah (868-905); Mesir merdeka dari Abbasiyah; Fustat (Kairo) berkembang; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Bizantium; Arsitektur Islam; Perdagangan Mediterania; Konsolidasi kekuasaan.
  • Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara; Dinasti Aghlabid menguasai Ifriqiya (800-909); Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Arsitektur Islam; Perdagangan emas dan garam; Konsolidasi regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya (Klasik Akhir): Peradaban Maya Klasik berkembang; Tikal, Calakmul, dan Palenque; Sistem kalender Maya; Arsitektur piramida; Perdagangan regional; Tulisan hieroglif; Perang antar-kota; Koalisi regional; Konsolidasi kekuasaan.
  • Mississippian: Budaya Mississippian berkembang; Cahokia mulai berkembang (800-900); Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku; Arsitektur earthen mounds; Konsolidasi regional; Ekspansi budaya.
  • Andes: Kerajaan Wari berkembang (600-1000); Tiwanaku berkembang (300-1000); Sistem teras pertanian; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Sistem jalan; Teknologi tekstil; Ekspansi regional; Konsolidasi kekuasaan.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Migrasi ke Hawaii (sekitar 800-1000); Teknologi navigasi bintang; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan; Budaya Polinesia; Perdagangan regional; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-pulau.
  • Melanesia: Pertukaran regional; Teknologi pangan dan seni; Sistem kekerabatan kompleks; Pertanian dan perikanan; Budaya lokal berkembang; Hubungan antar-pulau; Navigasi tradisional; Konsolidasi budaya.

Tahun 08.85

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang): Kaisar Xizong masih memerintah (873-888); Pemberontakan Huang Chao berakhir (884); Dinasti Tang sangat lemah; Fragmentasi kekuasaan regional; Jenderal-jenderal militer menguasai provinsi; Ekonomi hancur; Populasi menurun drastis; Perdagangan terganggu.
  • Tiongkok (Tang): Pemberontakan Huang Chao berakhir (884); Jenderal Li Keyong mengalahkan pemberontak; Dinasti Tang sangat lemah; Fragmentasi menjadi “Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan” (907-960); Perdagangan Jalur Sutra terganggu; Perdagangan maritim terganggu; Sistem administrasi hancur.
  • Tiongkok (Tang): Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan (sebelum pemberontakan); Teknologi percetakan blok kayu; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Hubungan diplomatik; Sastra dan puisi; Buddhisme dan Taoisme; Arsitektur dan seni.
  • Jepang: Periode Heian; Kaisar Uda memerintah (887-897); Klan Fujiwara menguasai pemerintahan; Budaya aristokrat; Sastra Jepang klasik; Hubungan dengan Tiongkok; Sistem pemerintahan; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi.
  • Korea: Kerajaan Silla Bersatu; Raja Heongang memerintah (875-886); Buddhisme berkembang; Hubungan diplomatik dengan Tang; Perdagangan dengan Tiongkok; Konsolidasi kerajaan; Arsitektur dan seni; Sistem pemerintahan.
  • India: Dinasti Pala menguasai Bengal; Narayanapala memerintah (854-908); Buddhisme Vajrayana; Universitas Nalanda; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Arsitektur dan seni Buddha; Konsolidasi kekuasaan; Hubungan dengan Arab.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mu’tamid memerintah (870-892); Kekhalifahan mengalami fragmentasi; Dinasti Samanid menguasai Transoxiana (819-999); Dinasti Saffarid menguasai Persia timur (861-1003); Ekspansi dan administrasi Islam membentuk pusat ilmu dan perdagangan; Perdagangan dengan India; Hubungan dengan Tiongkok terganggu.
  • Asia Tengah: Suku-suku Turki menguasai stepa; Perdagangan lintas stepa Eurasia; Konversi ke Islam; Hubungan dengan Abbasiyah; Kota-kota oasis berkembang; Perdagangan sutra; Konsolidasi regional; Ekspansi budaya.
  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim berkembang; Srivijaya menguasai Selat Malaka; Perdagangan rempah-rempah; Hubungan dengan Tiongkok dan India; Buddhisme dan Hinduisme; Pelabuhan-pelabuhan penting; Ekspansi regional; Konsolidasi kekuasaan.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Karoling: Charles III “Si Gemuk” menjadi kaisar (881-888); Fragmentasi kekaisaran berlanjut; Perang saudara; Invasi Viking dan Magyar; Kekaisaran hampir runtuh; Kekuasaan terpusat melemah; Feodalisme berkembang.
  • Viking: Serangan Viking ke Eropa Barat berlanjut; Penjarahan Paris (845, 857); Permukiman Viking di Normandia (mulai 911); Perdagangan dan penjarahan; Ekspansi ke Irlandia dan Skotlandia; Hubungan dengan Eropa; Penaklukan Inggris; Konsolidasi permukiman.
  • Inggris: Alfred yang Agung memerintah Wessex (871-899); Perang melawan Viking; Konsolidasi kerajaan; Reformasi militer; Promosi pendidikan; Terjemahan teks Latin; Hukum Alfred; Pembangunan benteng (burhs); Pertahanan melawan Viking; Reformasi administrasi.
  • Bizantium: Leo VI “Si Bijak” menjadi kaisar (886-912); Dinasti Makedonia; Kebangkitan militer dan budaya; Ekspansi ke Balkan; Reformasi hukum; Hubungan dengan Eropa Barat; Arsitektur dan seni; Perang melawan Arab; Konsolidasi kekaisaran; Reformasi administrasi.
  • Rusia (Kievan Rus): Oleg dari Novgorod menguasai Kiev (882); Konsolidasi Kievan Rus; Perdagangan dengan Bizantium; Hubungan dengan Varangian; Konversi bertahap ke Kristen; Ekspansi ke timur; Perdagangan dengan Khazar; Konsolidasi kekuasaan.
  • Bulgaria: Simeon I menjadi khan (893-927); Konversi ke Kristen Ortodoks; Hubungan dengan Bizantium; Konsolidasi kerajaan; Gereja Ortodoks Bulgaria; Alfabet Glagolitik; Reformasi administrasi; Perang dengan Bizantium; Ekspansi regional.
  • Italia: Kekaisaran Romawi Suci masih lemah; Paus Adrian III (884-885); Konflik dengan Patriark Konstantinopel; Perdagangan Mediterania; Hubungan dengan Bizantium; Invasi Arab ke Italia selatan; Fragmentasi politik; Konsolidasi regional.
  • Spanyol (Al-Andalus): Emirat Kordoba; Al-Mundhir memerintah (886-888); Kordoba menjadi pusat budaya; Perdagangan dengan Afrika Utara; Arsitektur Islam; Hubungan dengan Eropa; Reconquista masih awal; Perang dengan kerajaan Kristen; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekaisaran Ghana: Menguasai rute perdagangan emas; Perdagangan trans-Sahara; Kumbi Saleh sebagai ibu kota; Perdagangan emas, garam, dan budak; Hubungan dengan Arab dan Berber; Kekuatan militer; Ekonomi berbasis emas; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi regional.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih berkuasa; Perdagangan dengan Arab dan India; Gereja Ortodoks Ethiopia; Arsitektur Aksum; Hubungan dengan Bizantium; Perdagangan gading dan emas; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Arab; Reformasi administrasi.
  • Swahili Coast: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan; Kilwa, Mombasa, dan Pemba; Perdagangan dengan Arab dan India; Arsitektur Islam; Budaya Bantu-Swahili; Perdagangan rempah-rempah; Hubungan dengan Tiongkok; Ekspansi regional; Konsolidasi budaya.
  • Mesir (Tulunid): Ahmad ibn Tulun memerintah (868-905); Mesir merdeka dari Abbasiyah; Fustat (Kairo) berkembang; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Bizantium; Arsitektur Islam; Perdagangan Mediterania; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi regional.
  • Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara; Dinasti Aghlabid menguasai Ifriqiya (800-909); Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Arsitektur Islam; Perdagangan emas dan garam; Konsolidasi regional; Reformasi administrasi.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya (Klasik Akhir): Peradaban Maya Klasik berkembang; Tikal, Calakmul, dan Palenque; Sistem kalender Maya; Arsitektur piramida; Perdagangan regional; Tulisan hieroglif; Perang antar-kota; Koalisi regional; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi budaya.
  • Mississippian: Budaya Mississippian berkembang; Cahokia mulai berkembang (800-900); Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku; Arsitektur earthen mounds; Konsolidasi regional; Ekspansi budaya; Hubungan antar-kelompok.
  • Andes: Kerajaan Wari berkembang (600-1000); Tiwanaku berkembang (300-1000); Sistem teras pertanian; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Sistem jalan; Teknologi tekstil; Ekspansi regional; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya; Migrasi ke Hawaii (sekitar 800-1000); Teknologi navigasi bintang; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan; Budaya Polinesia; Perdagangan regional; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-pulau; Ekspansi regional.
  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik; Migrasi Polinesia ke Selandia Baru (sekitar 800-1300); Teknologi navigasi; Pertanian dan perikanan; Sistem kekerabatan; Budaya Maori; Konsolidasi budaya; Hubungan dengan Polinesia.
  • Melanesia: Pertukaran regional; Teknologi pangan dan seni; Sistem kekerabatan kompleks; Pertanian dan perikanan; Budaya lokal berkembang; Hubungan antar-pulau; Navigasi tradisional; Konsolidasi budaya; Ekspansi regional.

Tahun 08.90

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Selatan: Kerajaan-kerajaan regional menguat; perdagangan Samudra Hindia berkembang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Intelektual: Leonardo da Vinci melukis Mona Lisa (1503); Karya seni paling terkenal di dunia.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Tanduk Afrika: Kerajaan di Ethiopia/Tanduk Afrika membangun tradisi politik-keagamaan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Melanesia: Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.

Tahun 08.95

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Konflik: Martin Luther mempublikasikan 95 Tesis di Wittenberg (1517); Reformasi Protestan dimulai; Memecah persatuan gereja Eropa.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika: Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.

Tahun 09.00

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang Akhir): Kaisar Zhaozong dari Tang memerintah (888-904); Dinasti Tang dalam kemunduran; Pemberontakan Huang Chao (875-884) melemahkan kekaisaran; Jiedushi (gubernur militer) semakin berkuasa; Zhu Wen mengkonsolidasikan kekuasaan di Henan.
  • Korea (Silla Akhir): Kerajaan Silla Bersatu mengalami kemunduran; Pemberontakan petani dan konflik internal meningkat; Gyeon Hwon mendirikan Later Baekje (892); Gung Ye mendirikan Later Goguryeo (901); Periode Tiga Kerajaan Akhir dimulai.
  • Jepang (Heian): Kaisar Daigo memerintah (897-930); Periode Heian mencapai puncak budaya; Klan Fujiwara menguasai istana; Sastra klasik Jepang berkembang; Tale of Genji akan ditulis oleh Murasaki Shikibu.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Kekhalifahan mengalami fragmentasi; Emirat-emirat independen bermunculan; Dinasti Samanid menguasai Transoxiana dan Khorasan; Dinasti Tulunid di Mesir; Dinasti Aghlabid di Ifriqiya; Baghdad tetap menjadi pusat intelektual.
  • India: Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak di Deccan; Dinasti Pratihara menguasai India Utara; Dinasti Pala di Bengal; Perdagangan maritim India-Arab berkembang; Agama Buddha dan Hindu berkembang.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Arnulf dari Kärnten menjadi Raja Jerman (887-899); Konflik dengan Magyar; Pertahanan perbatasan timur; Struktur feodal menguat.
  • Francia Barat (Prancis): Charles yang Sederhana menjadi Raja (898-922); Konflik dengan Viking; Normandia diberikan kepada Rollo (911); Awal dinasti Norman; Fragmentasi feodal meningkat.
  • Byzantium: Kaisar Leo VI yang Bijak memerintah (886-912); Kodifikasi hukum Bizantium; Perang dengan Bulgaria; Ekspansi Muslim di Mediterania; Konstantinopel tetap menjadi kota terbesar Eropa.
  • Inggris (Anglo-Saxon): Alfred yang Agung memerintah Wessex (871-899); Pertahanan melawan Viking; Reformasi militer dan pendidikan; Edward yang Tua menjadi raja (899-924); Konsolidasi Inggris.
  • Viking: Ekspansi Viking berlanjut; Permukiman di Normandia; Serangan ke Irlandia dan Skotlandia; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Didirikan di Ifriqiya (909); Syiah Ismailiyah; Ekspansi ke Mesir akan terjadi; Rivalitas dengan Abbasiyah; Pusat intelektual berkembang.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih eksis di Ethiopia; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik berkembang; Arsitektur gereja batu berkembang.
  • Ghana (Kekaisaran): Kekaisaran Ghana mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara; Kontrol rute perdagangan; Kekayaan dari emas dan garam; Pengaruh Islam mulai masuk.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang; Perdagangan dengan Arab dan Persia; Budaya Bantu-Islam berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar berkembang.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir Maya; Tikal, Calakmul, dan Palenque masih aktif; Konflik antar-kota meningkat; Sistem kalender Maya sangat akurat; Arsitektur piramida berkembang.
  • Mississippian: Budaya Mississippian awal berkembang; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan regional; Cahokia akan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Wari masih eksis di Peru; Tiwanaku berkembang di Bolivia; Sistem teras pertanian; Jaringan jalan berkembang; Teknologi tekstil canggih.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi ke pulau-pulau Pasifik berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro.

Tahun 09.05

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Tang Akhir): Zhu Wen membunuh Kaisar Zhaozong (904); Kaisar Ai menjadi kaisar boneka (904-907); Dinasti Tang berakhir (907); Periode Lima Dinasti dan Sepuluh Kerajaan dimulai; Zhu Wen mendirikan Later Liang (907-923).
  • Korea (Tiga Kerajaan Akhir): Gung Ye mendirikan Taebong (Later Goguryeo) (901); Gyeon Hwon menguasai Later Baekje; Konflik antara tiga kerajaan; Wang Geon akan menyatukan Korea (918); Periode pergolakan politik.
  • Jepang (Heian): Kaisar Daigo memerintah; Klan Fujiwara menguasai istana; Michizane Sugawara diasingkan (901); Puisi waka berkembang; Budaya aristokrat mencapai puncak.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Muktafi menjadi khalifah (902-908); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Samanid menguasai Asia Tengah; Perdagangan Jalur Sutra aktif; Pusat ilmu di Baghdad.
  • India: Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Raja Indra III memerintah (914-929); Ekspansi ke India Utara; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya menguasai Selat Malaka; Perdagangan rempah-rempah; Pengaruh Hindu-Buddha.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Louis yang Buta menjadi Raja Italia (900-905); Konflik dengan Magyar berlanjut; Arnulf dari Kärnten meninggal (899); Struktur feodal menguat; Gereja memiliki pengaruh besar.
  • Byzantium: Kaisar Leo VI yang Bijak memerintah; Perang dengan Bulgaria; Simeon I dari Bulgaria menyerang (913); Konstantinopel dikepung; Kekuatan militer Bizantium diuji.
  • Francia Barat: Charles yang Sederhana memerintah; Normandia diberikan kepada Rollo (911); Perjanjian Saint-Clair-sur-Epte; Awal dinasti Norman; Viking menjadi vasal Prancis.
  • Inggris: Edward yang Tua memerintah Wessex; Ekspansi ke Mercia dan East Anglia; Konsolidasi melawan Viking; Sistem burh (benteng) berkembang; Awal penyatuan Inggris.
  • Viking: Rollo menerima Normandia (911); Permukiman permanen di Prancis; Serangan ke Irlandia berlanjut; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan ke Islandia dan Greenland.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Didirikan di Ifriqiya (909); Ubayd Allah al-Mahdi menjadi khalifah pertama; Syiah Ismailiyah; Ekspansi ke Mesir direncanakan; Rivalitas dengan Abbasiyah.
  • Ghana: Kekaisaran Ghana mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute perdagangan; Kekayaan dari emas dan garam.
  • Aksum: Kerajaan Aksum masih eksis; Perdagangan dengan Arab; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja batu; Pengaruh di Tanduk Afrika.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang; Perdagangan dengan Arab; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir; Konflik antar-kota meningkat; Sistem kalender sangat akurat; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif berkembang.
  • Mississippian: Budaya Mississippian berkembang; Mound building; Pertanian jagung; Jaringan perdagangan; Permukiman besar berkembang.
  • Andes: Kerajaan Wari dan Tiwanaku; Sistem teras pertanian; Jaringan jalan; Teknologi tekstil; Arsitektur batu berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii; Teknologi navigasi; Budaya Polinesia; Pertanian berkembang.

Tahun 09.10

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Lima Dinasti): Later Liang didirikan oleh Zhu Wen (907); Periode fragmentasi politik; Lima Dinasti di utara; Sepuluh Kerajaan di selatan; Perang terus-menerus; Ekonomi tetap berkembang.
  • Korea: Wang Geon mendirikan Goryeo (918); Menyatukan Semenanjung Korea; Menggantikan Taebong; Periode Goryeo dimulai; Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang.
  • Jepang (Heian): Kaisar Daigo memerintah; Klan Fujiwara menguasai istana; Budaya aristokrat; Sastra klasik; Kokinshū (antologi puisi) disusun (905); Puisi waka berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Muqtadir menjadi khalifah (908-932); Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid kuat di timur; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad.
  • India: Dinasti Rashtrakuta mencapai puncak; Raja Indra III memerintah; Ekspansi ke India Utara; Arsitektur candi; Perdagangan maritim; Agama Hindu dan Buddha.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya menguasai Selat Malaka; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Konrad I menjadi Raja Jerman (911-918); Konflik dengan Magyar; Struktur feodal; Gereja berpengaruh; Konsolidasi kerajaan.
  • Byzantium: Kaisar Alexander memerintah (912-913); Konstantinus VII Porphyrogenitus menjadi kaisar (913); Perang dengan Bulgaria; Simeon I menyerang; Pertahanan Konstantinopel.
  • Francia Barat: Robert I menjadi Raja (922-923); Konflik dengan Charles yang Sederhana; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks.
  • Inggris: Edward yang Tua memerintah; Ekspansi ke utara; Konsolidasi melawan Viking; Sistem burh; Awal penyatuan Inggris; Hukum dan administrasi.
  • Viking: Permukiman di Normandia; Serangan ke Irlandia; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya Viking menyebar.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Ekspansi di Ifriqiya; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Pusat intelektual; Perdagangan Mediterania.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan dari emas dan garam.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional.
  • Swahili: Kota-kota pesisir; Perdagangan maritim; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi berkembang.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir; Konflik antar-kota; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang.
  • Mississippian: Budaya berkembang; Mound building; Pertanian jagung; Jaringan perdagangan; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks.
  • Andes: Kerajaan Wari dan Tiwanaku; Sistem teras; Jaringan jalan; Teknologi tekstil; Arsitektur batu; Perdagangan regional.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii; Teknologi navigasi; Budaya Polinesia; Pertanian; Jaringan perdagangan.

Tahun 09.15

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Lima Dinasti): Later Tang didirikan oleh Li Cunxu (923); Menggantikan Later Liang; Periode fragmentasi; Perang terus-menerus; Ekonomi tetap berkembang; Inovasi teknologi.
  • Korea (Goryeo): Wang Geon memerintah Goryeo; Konsolidasi politik; Menyatukan Semenanjung; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok.
  • Jepang (Heian): Kaisar Suzaku memerintah (930-946); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat; Sastra klasik; Tale of Genji akan ditulis; Puisi berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qahir menjadi khalifah (932-934); Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid kuat; Perdagangan aktif; Pusat ilmu; Matematika dan astronomi berkembang.
  • India: Dinasti Rashtrakuta; Raja Amoghavarsha I memerintah (814-878, masih berpengaruh); Arsitektur candi; Perdagangan maritim; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry I menjadi Raja Jerman (919-936); Mengalahkan Magyar di Pertempuran Riade (933); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal; Gereja berpengaruh.
  • Byzantium: Kaisar Romanos I Lekapenos memerintah (920-944); Perang dengan Bulgaria; Konstantinus VII sebagai rekan kaisar; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang.
  • Francia Barat: Rudolf dari Burgundia menjadi Raja (923-936); Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks.
  • Inggris: Athelstan menjadi Raja (924-939); Menyatukan Inggris; Pertempuran Brunanburh (937); Kemenangan besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi.
  • Viking: Permukiman di Normandia; Serangan ke Irlandia berkurang; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Integrasi dengan Eropa.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Ekspansi di Ifriqiya; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Pusat intelektual; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam mulai masuk.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pesisir; Perdagangan maritim; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi berkembang; Jaringan perdagangan India-Arab.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir; Konflik antar-kota meningkat; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Beberapa kota mulai ditinggalkan.
  • Mississippian: Budaya berkembang; Mound building; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia akan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Wari dan Tiwanaku; Sistem teras pertanian; Jaringan jalan; Teknologi tekstil; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang; Budaya Polinesia; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan.

Tahun 09.20

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Lima Dinasti): Later Jin didirikan oleh Shi Jingtang (936); Periode fragmentasi; Perang terus-menerus; Ekonomi tetap berkembang; Inovasi teknologi; Perdagangan aktif.
  • Korea (Goryeo): Wang Geon memerintah; Konsolidasi politik; Menyatukan Semenanjung; Budaya Buddha; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang.
  • Jepang (Heian): Kaisar Suzaku memerintah; Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji akan ditulis oleh Murasaki Shikibu; Puisi waka berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Radi menjadi khalifah (934-940); Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid kuat di timur; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, dan kedokteran berkembang.
  • India: Dinasti Rashtrakuta; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Raja Krishna III memerintah (939-967); Ekspansi ke selatan.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya menguasai Selat Malaka; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim luas.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto I menjadi Raja Jerman (936-973); Akan menjadi Kaisar Romawi Suci; Mengalahkan Magyar; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal; Gereja berpengaruh; Renaisans Ottonian.
  • Byzantium: Kaisar Konstantinus VII Porphyrogenitus memerintah sendiri (944-959); Perang dengan Bulgaria berakhir; Perdamaian dengan Rus; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang.
  • Francia Barat: Louis IV menjadi Raja (936-954); Konflik dengan Hugh yang Agung; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perang dengan Viking berkurang.
  • Inggris: Edmund I menjadi Raja (939-946); Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon berkembang.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen dimulai.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Ekspansi di Ifriqiya; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Pusat intelektual berkembang; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Ekspansi ke Mesir direncanakan.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota besar; Kontrol rute perdagangan; Kekayaan besar; Pengaruh Islam mulai masuk; Struktur politik stabil.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja batu berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir; Konflik antar-kota meningkat; Beberapa kota mulai ditinggalkan; Sistem kalender sangat akurat; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia akan berkembang; Sistem upacara berkembang.
  • Andes: Kerajaan Wari dan Tiwanaku; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan berkembang; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi kompleks.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang.

Tahun 09.25

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Lima Dinasti): Later Han didirikan oleh Liu Zhiyuan (947); Periode fragmentasi; Perang terus-menerus; Ekonomi tetap berkembang; Inovasi teknologi; Perdagangan aktif; Later Zhou akan didirikan (951).
  • Korea (Goryeo): Wang Geon memerintah; Konsolidasi politik stabil; Menyatukan Semenanjung; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat.
  • Jepang (Heian): Kaisar Murakami memerintah (946-967); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji akan ditulis; Puisi waka; Seni berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Muttaqi menjadi khalifah (940-944); Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid kuat; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni lahir (973).
  • India: Dinasti Rashtrakuta; Raja Krishna III memerintah; Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi; Perdagangan maritim; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Dinasti Chola akan bangkit.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Jayavarman IV memerintah Khmer.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto I menjadi Raja Jerman; Mengalahkan Magyar di Lechfeld (955); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal; Gereja berpengaruh; Renaisans Ottonian; Akan menjadi Kaisar (962).
  • Byzantium: Kaisar Konstantinus VII memerintah; Perdamaian dengan Bulgaria; Perdamaian dengan Rus; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kodifikasi hukum; De Administrando Imperio ditulis.
  • Francia Barat: Louis IV memerintah; Konflik dengan Hugh yang Agung; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Lothair IV akan menjadi raja (954).
  • Inggris: Eadred menjadi Raja (946-955); Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Eadwig akan menjadi raja (955-959).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Erik si Merah akan menjelajah Greenland.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Ekspansi di Ifriqiya; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Pusat intelektual; Perdagangan Mediterania; Arsitektur; Ekspansi ke Mesir direncanakan; Al-Mu’izz akan menjadi khalifah (953).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar berkembang.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir; Konflik antar-kota meningkat; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse akan terjadi.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia akan berkembang; Sistem upacara; Arsitektur berkembang.
  • Andes: Kerajaan Wari dan Tiwanaku; Sistem teras pertanian; Jaringan jalan; Teknologi tekstil; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang; Budaya Polinesia; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru akan dimulai.

Tahun 09.30

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Lima Dinasti): Later Zhou didirikan oleh Guo Wei (951); Periode fragmentasi; Perang terus-menerus; Ekonomi tetap berkembang; Inovasi teknologi; Perdagangan aktif; Zhao Kuangyin akan mendirikan Song (960).
  • Korea (Goryeo): Gwangjong memerintah (949-975); Konsolidasi politik; Reformasi administrasi; Budaya Buddha; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat.
  • Jepang (Heian): Kaisar Murakami memerintah; Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji akan ditulis oleh Murasaki Shikibu; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustakfi menjadi khalifah (944-946); Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid kuat; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni lahir (973); Ibnu Sina akan lahir (980).
  • India: Dinasti Rashtrakuta; Raja Krishna III memerintah; Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi; Perdagangan maritim; Agama Hindu-Buddha; Sastra; Dinasti Chola akan bangkit; Raja Rajaraja I akan memerintah (985).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Jayavarman IV memerintah; Rajendravarman akan memerintah (944-968).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto I menjadi Raja Jerman; Mengalahkan Magyar di Lechfeld (955); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal; Gereja berpengaruh; Renaisans Ottonian; Akan menjadi Kaisar Romawi Suci (962); Memperkuat kekuasaan.
  • Byzantium: Kaisar Romanos II memerintah (959-963); Perdamaian dengan Bulgaria; Perdamaian dengan Rus; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kodifikasi hukum; Ekspansi militer.
  • Francia Barat: Lothair IV menjadi Raja (954-986); Konflik dengan Otto I; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang.
  • Inggris: Edgar yang Damai menjadi Raja (959-975); Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Reformasi monastik; Zaman keemasan.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Erik si Merah akan menjelajah Greenland; Permukiman di Islandia stabil.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mu’izz menjadi khalifah (953-975); Ekspansi di Ifriqiya; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Pusat intelektual; Perdagangan Mediterania; Arsitektur; Ekspansi ke Mesir direncanakan; Akan menaklukkan Mesir (969).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir; Konflik antar-kota meningkat; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse akan terjadi; Populasi menurun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia akan berkembang; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun.
  • Andes: Kerajaan Wari dan Tiwanaku; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru akan dimulai; Navigasi jarak jauh.

Tahun 09.35

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Lima Dinasti): Later Zhou memerintah; Guo Wei dan Chai Rong memerintah; Periode fragmentasi; Perang terus-menerus; Ekonomi tetap berkembang; Inovasi teknologi; Perdagangan aktif; Zhao Kuangyin akan mendirikan Song (960); Reformasi militer.
  • Korea (Goryeo): Gwangjong memerintah; Konsolidasi politik; Reformasi administrasi; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi.
  • Jepang (Heian): Kaisar Reizei memerintah (967-969); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji akan ditulis; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Muti menjadi khalifah (946-974); Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid kuat; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni lahir (973); Ibnu Sina akan lahir (980); Sastra berkembang.
  • India: Dinasti Rashtrakuta; Raja Krishna III memerintah; Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi; Perdagangan maritim; Agama Hindu-Buddha; Sastra; Dinasti Chola akan bangkit; Raja Rajaraja I akan memerintah (985); Perdagangan aktif.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Rajendravarman memerintah Khmer (944-968); Pembangunan candi; Ekspansi regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto I menjadi Kaisar Romawi Suci (962); Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang.
  • Byzantium: Kaisar Nikephoros II Phokas memerintah (963-969); Ekspansi militer; Perang dengan Arab; Penaklukan kembali Kreta (961); Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar.
  • Francia Barat: Lothair IV memerintah; Konflik dengan Otto I; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Louis V akan menjadi raja (986-987).
  • Inggris: Edgar yang Damai memerintah; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Reformasi monastik; Zaman keemasan; Edward yang Martir akan menjadi raja (975-978).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Erik si Merah akan menjelajah Greenland; Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mu’izz memerintah; Ekspansi di Ifriqiya; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Pusat intelektual; Perdagangan Mediterania; Arsitektur; Ekspansi ke Mesir direncanakan; Akan menaklukkan Mesir (969); Kairo akan didirikan.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir; Konflik antar-kota meningkat; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse akan terjadi; Populasi menurun; Beberapa kota masih aktif.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia akan berkembang; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat.
  • Andes: Kerajaan Wari dan Tiwanaku; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru akan dimulai; Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang.

Tahun 09.40

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song didirikan oleh Zhao Kuangyin (960); Menggantikan Later Zhou; Penyatuan Tiongkok dimulai; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan akan berkembang; Zaman keemasan.
  • Korea (Goryeo): Gyeongjong memerintah (975-981); Konsolidasi politik; Budaya Buddha; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Seongjong akan memerintah (981-997).
  • Jepang (Heian): Kaisar En’yu memerintah (969-984); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji akan ditulis oleh Murasaki Shikibu; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Ta’i menjadi khalifah (974-991); Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid kuat; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni lahir (973); Ibnu Sina akan lahir (980); Sastra berkembang; Filsafat berkembang.
  • India: Dinasti Chola bangkit; Raja Rajaraja I akan memerintah (985-1014); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Dinasti Rashtrakuta melemah.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Jayavarman V akan memerintah (968-1001); Pembangunan candi; Ekspansi regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto I memerintah sebagai Kaisar; Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Otto II akan menjadi kaisar (973).
  • Byzantium: Kaisar John I Tzimiskes memerintah (969-976); Ekspansi militer; Perang dengan Arab; Penaklukan kembali Suriah; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Ekspansi ke timur.
  • Francia Barat: Louis V menjadi Raja (986-987); Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Hugh Capet akan menjadi raja (987); Awal dinasti Capetian.
  • Inggris: Edward yang Martir menjadi Raja (975-978); Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Aethelred II yang Tidak Siap akan menjadi raja (978-1016); Serangan Viking akan meningkat.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Erik si Merah akan menjelajah Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson akan menjelajah Amerika.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan sebagai ibu kota baru; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir; Konflik antar-kota meningkat; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Beberapa kota masih aktif; Chichen Itza akan berkembang.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional.
  • Andes: Kerajaan Wari dan Tiwanaku; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru akan dimulai; Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat.

Tahun 09.45

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Zhao Kuangyin (Taizu) memerintah (960-976); Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas berkembang.
  • Korea (Goryeo): Seongjong memerintah (981-997); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk.
  • Jepang (Heian): Kaisar Kazan memerintah (984-986); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji akan ditulis oleh Murasaki Shikibu; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Kaisar Ichijo akan memerintah (986-1011).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Ta’i memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid kuat; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni lahir (973); Ibnu Sina akan lahir (980); Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Al-Ghazali akan lahir (1058).
  • India: Dinasti Chola bangkit; Raja Rajaraja I akan memerintah (985-1014); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Dinasti Rashtrakuta melemah; Penaklukan Sri Lanka direncanakan.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Jayavarman V memerintah Khmer (968-1001); Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto II menjadi Kaisar (973-983); Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Denmark; Otto III akan menjadi kaisar (983).
  • Byzantium: Kaisar Basil II menjadi kaisar (976-1025); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria akan terjadi.
  • Francia Barat: Hugh Capet menjadi Raja (987-996); Awal dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan dimulai; Robert II akan menjadi raja (996).
  • Inggris: Aethelred II yang Tidak Siap memerintah (978-1016); Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Serangan Viking meningkat; Danegeld (pajak untuk Viking) dimulai; Konflik dengan Denmark.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlatnik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Erik si Merah menjelajah Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson akan menjelajah Amerika (1000).

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik: Periode Klasik Akhir; Konflik antar-kota meningkat; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Beberapa kota masih aktif; Chichen Itza akan berkembang; Periode Post-Klasik akan dimulai.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun.
  • Andes: Kerajaan Wari dan Tiwanaku; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari akan melemah.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru akan dimulai; Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen.

Tahun 09.50

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Taizong memerintah (976-997); Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim berkembang; Populasi meningkat.
  • Korea (Goryeo): Seongjong memerintah; Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Mokjong akan memerintah (997-1009).
  • Jepang (Heian): Kaisar Ichijo memerintah (986-1011); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis oleh Murasaki Shikibu (sekitar 1000-1010); Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir menjadi khalifah (991-1031); Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid kuat; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif (973-1048); Ibnu Sina lahir (980); Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam.
  • India: Dinasti Chola bangkit; Raja Rajaraja I memerintah (985-1014); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar akan dibangun.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Jayavarman V memerintah Khmer; Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Suryavarman I akan memerintah (1006-1050).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto III menjadi Kaisar (983-1002); Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Henry II akan menjadi kaisar (1002).
  • Byzantium: Kaisar Basil II memerintah; Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria akan terjadi (1014); Zaman keemasan Bizantium.
  • Francia Barat: Robert II menjadi Raja (996-1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Konflik dengan Kekaisaran Romawi Suci.
  • Inggris: Aethelred II memerintah; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Serangan Viking meningkat; Danegeld; Konflik dengan Denmark; Sweyn Forkbeard akan menyerang (1003); Penaklukan Denmark akan terjadi (1013).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson akan menjelajah Amerika (1000); Vinland akan ditemukan.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Al-Hakim akan menjadi khalifah (996).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Klasik/Post-Klasik: Periode Klasik Akhir berakhir; Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula akan berkembang; Periode baru dimulai.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari melemah; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari akan runtuh.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru akan dimulai; Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik.

Tahun 09.55

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Zhenzong memerintah (997-1022); Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Perjanjian Shanyuan dengan Liao (1005).
  • Korea (Goryeo): Mokjong memerintah (997-1009); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Hyeonjong akan memerintah (1009-1031).
  • Jepang (Heian): Kaisar Ichijo memerintah; Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis oleh Murasaki Shikibu (sekitar 1000-1010); Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis oleh Sei Shonagon.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid melemah; Dinasti Ghaznavid bangkit; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif; Ibnu Sina aktif (980-1037); Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam.
  • India: Dinasti Chola; Raja Rajaraja I memerintah (985-1014); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar dibangun (1010); Rajendra I akan memerintah (1014).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Jayavarman V memerintah Khmer; Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Suryavarman I akan memerintah (1006-1050); Angkor Wat akan dibangun.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry II menjadi Kaisar (1002-1024); Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konrad II akan menjadi kaisar (1024).
  • Byzantium: Kaisar Basil II memerintah; Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria terjadi (1014); Pertempuran Kleidion; Zaman keemasan Bizantium.
  • Francia Barat: Robert II memerintah; Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Konflik dengan Kekaisaran Romawi Suci; Henry I akan menjadi raja (1031).
  • Inggris: Aethelred II memerintah; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Serangan Viking meningkat; Danegeld; Konflik dengan Denmark; Sweyn Forkbeard menyerang (1003); Penaklukan Denmark terjadi (1013); Aethelred diasingkan.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Hakim menjadi khalifah (996-1021); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan kontroversial.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang.

Tahun 09.60

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Zhenzong memerintah; Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Perjanjian Shanyuan dengan Liao (1005); Perdamaian dengan Khitan; Ekonomi makmur.
  • Korea (Goryeo): Hyeonjong memerintah (1009-1031); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Perang dengan Khitan (1010-1011); Pertahanan berhasil.
  • Jepang (Heian): Kaisar Ichijo memerintah; Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis oleh Murasaki Shikibu (sekitar 1000-1010); Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis oleh Sei Shonagon; Kaisar Sanjo akan memerintah (1011-1016).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid runtuh; Dinasti Ghaznavid bangkit; Mahmud dari Ghazni memerintah (998-1030); Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif; Ibnu Sina aktif; Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam; Ekspansi ke India.
  • India: Dinasti Chola; Raja Rajaraja I memerintah; Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar dibangun (1010); Rajendra I akan memerintah (1014); Ekspansi besar.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry II memerintah sebagai Kaisar; Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Bolesław I dari Polandia; Konrad II akan menjadi kaisar (1024); Konsolidasi berlanjut.
  • Byzantium: Kaisar Basil II memerintah; Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria terjadi (1014); Pertempuran Kleidion; Zaman keemasan Bizantium; Kekuatan militer terbesar.
  • Francia Barat: Robert II memerintah; Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Konflik dengan Kekaisaran Romawi Suci; Henry I akan menjadi raja (1031); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Sweyn Forkbeard menjadi Raja (1013-1014); Penaklukan Denmark; Aethelred diasingkan; Cnut yang Agung akan menjadi raja (1016-1035); Periode Denmark; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Integrasi dengan Denmark.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Hakim memerintah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan kontroversial; Al-Zahir akan menjadi khalifah (1021).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat.

Tahun 09.65

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Zhenzong memerintah; Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Perjanjian Shanyuan dengan Liao (1005); Perdamaian dengan Khitan; Ekonomi makmur; Populasi ~100 juta.
  • Korea (Goryeo): Hyeonjong memerintah; Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Perang dengan Khitan (1010-1011); Pertahanan berhasil; Deokjong akan memerintah (1031-1034).
  • Jepang (Heian): Kaisar Sanjo memerintah (1011-1016); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis; Kaisar Go-Ichijo akan memerintah (1016-1036).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid runtuh; Dinasti Ghaznavid bangkit; Mahmud dari Ghazni memerintah; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif; Ibnu Sina aktif; Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam; Ekspansi ke India; Penaklukan India.
  • India: Dinasti Chola; Raja Rajaraja I memerintah; Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar dibangun (1010); Rajendra I memerintah (1014-1044); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Suryavarman I memerintah Khmer; Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry II memerintah sebagai Kaisar; Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Bolesław I dari Polandia; Konrad II akan menjadi kaisar (1024); Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat.
  • Byzantium: Kaisar Basil II memerintah; Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria terjadi (1014); Pertempuran Kleidion; Zaman keemasan Bizantium; Kekuatan militer terbesar; Konstantinus VIII akan menjadi kaisar (1025).
  • Francia Barat: Robert II memerintah; Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Konflik dengan Kekaisaran Romawi Suci; Henry I akan menjadi raja (1031); Struktur feodal menguat; Perdagangan berkembang.
  • Inggris: Cnut yang Agung menjadi Raja (1016-1035); Penaklukan Denmark; Periode Denmark; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Integrasi dengan Denmark; Kekaisaran Laut Utara; Harold I akan menjadi raja (1035-1040).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Zahir menjadi khalifah (1021-1036); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Stabilitas politik.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Kekayaan legendaris.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang.

Tahun 09.70

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Zhenzong memerintah; Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Perjanjian Shanyuan dengan Liao (1005); Perdamaian dengan Khitan; Ekonomi makmur; Populasi ~100 juta; Renzong akan memerintah (1022-1063).
  • Korea (Goryeo): Deokjong memerintah (1031-1034); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Jeongjong II akan memerintah (1034-1046).
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Ichijo memerintah (1016-1036); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis; Kaisar Go-Suzaku akan memerintah (1036-1045).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Ghaznavid bangkit; Mahmud dari Ghazni memerintah; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif; Ibnu Sina aktif; Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam; Ekspansi ke India; Penaklukan India; Mas’ud I akan memerintah Ghaznavid (1030).
  • India: Dinasti Chola; Raja Rajendra I memerintah (1014-1044); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar dibangun; Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Rajadhiraja I akan memerintah (1044-1054).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Suryavarman I memerintah Khmer; Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Udayadityavarman II akan memerintah (1050-1066).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Konrad II menjadi Kaisar (1024-1039); Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Henry III akan menjadi kaisar (1039).
  • Byzantium: Kaisar Konstantinus VIII memerintah (1025-1028); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Zaman keemasan Bizantium; Kekuatan militer terbesar; Romanos III akan menjadi kaisar (1028-1034); Zaman keemasan berlanjut.
  • Francia Barat: Henry I menjadi Raja (1031-1060); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perdagangan berkembang; Philip I akan menjadi raja (1060).
  • Inggris: Cnut yang Agung memerintah; Penaklukan Denmark; Periode Denmark; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Integrasi dengan Denmark; Kekaisaran Laut Utara; Harold I menjadi raja (1035-1040); Harthacnut akan menjadi raja (1040-1042); Edward yang Pengaku akan menjadi raja (1042-1066).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Zahir memerintah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Stabilitas politik; Al-Mustansir akan menjadi khalifah (1036).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Kekayaan legendaris; Kekuatan regional.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Struktur politik stabil.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 09.75

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Renzong memerintah (1022-1063); Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Ekonomi makmur; Populasi ~100 juta; Reformasi Wang Anshi akan terjadi; Yingzong akan memerintah (1063-1067).
  • Korea (Goryeo): Jeongjong II memerintah (1034-1046); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Munjong akan memerintah (1046-1083).
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Suzaku memerintah (1036-1045); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis; Kaisar Go-Reizei akan memerintah (1045-1068).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Ghaznavid bangkit; Mas’ud I memerintah Ghaznavid (1030-1041); Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif; Ibnu Sina aktif; Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam; Ekspansi ke India; Penaklukan India; Dinasti Seljuk akan bangkit (1037).
  • India: Dinasti Chola; Raja Rajendra I memerintah; Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar dibangun; Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Rajadhiraja I akan memerintah (1044-1054); Kekuatan regional besar.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Suryavarman I memerintah Khmer; Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Udayadityavarman II akan memerintah (1050-1066); Pembangunan besar.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry III menjadi Kaisar (1039-1056); Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Reformasi gereja; Henry IV akan menjadi kaisar (1056).
  • Byzantium: Kaisar Romanos III memerintah (1028-1034); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Zaman keemasan Bizantium; Kekuatan militer terbesar; Michael IV akan menjadi kaisar (1034-1041); Zaman keemasan berlanjut.
  • Francia Barat: Henry I memerintah; Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perdagangan berkembang; Philip I akan menjadi raja (1060); William sang Penakluk akan menyerang Inggris (1066).
  • Inggris: Harthacnut menjadi raja (1040-1042); Penaklukan Denmark; Periode Denmark; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Integrasi dengan Denmark; Kekaisaran Laut Utara; Edward yang Pengaku menjadi raja (1042-1066); Harold II akan menjadi raja (1066); Penaklukan Norman akan terjadi.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir menjadi khalifah (1036-1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Stabilitas politik; Zaman keemasan Fatimiyah.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Kekayaan legendaris; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang; Kekuatan maritim.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Populasi meningkat.

Tahun 09.80

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Renzong memerintah; Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Ekonomi makmur; Populasi ~100 juta; Reformasi Wang Anshi akan terjadi; Yingzong akan memerintah (1063-1067); Shenzong akan memerintah (1067-1085).
  • Korea (Goryeo): Munjong memerintah (1046-1083); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Sunjong akan memerintah (1083-1094).
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Reizei memerintah (1045-1068); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis; Kaisar Go-Sanjo akan memerintah (1068-1073); Klan Fujiwara melemah.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Seljuk bangkit (1037); Tughril Beg memerintah (1037-1063); Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif; Ibnu Sina aktif; Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam; Ekspansi ke India; Penaklukan Baghdad akan terjadi (1055); Alp Arslan akan memerintah (1063-1072).
  • India: Dinasti Chola; Raja Rajadhiraja I memerintah (1044-1054); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar dibangun; Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Kekuatan regional besar; Rajendra II akan memerintah (1054-1063).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Udayadityavarman II memerintah Khmer (1050-1066); Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Harshavarman III akan memerintah (1066-1080).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry III memerintah sebagai Kaisar; Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Reformasi gereja; Henry IV akan menjadi kaisar (1056-1106); Konflik dengan Paus.
  • Byzantium: Kaisar Michael IV memerintah (1034-1041); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Zaman keemasan Bizantium; Kekuatan militer terbesar; Michael V akan menjadi kaisar (1041-1042); Zaman keemasan berlanjut; Konstantinos IX akan menjadi kaisar (1042-1055).
  • Francia Barat: Henry I memerintah; Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perdagangan berkembang; Philip I akan menjadi raja (1060-1108); William sang Penakluk akan menyerang Inggris (1066).
  • Inggris: Edward yang Pengaku memerintah (1042-1066); Penaklukan Denmark; Periode Denmark; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Integrasi dengan Denmark; Kekaisaran Laut Utara; Harold II akan menjadi raja (1066); Penaklukan Norman akan terjadi (1066); Pertempuran Hastings.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang; William sang Penakluk akan menyerang Inggris.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Stabilitas politik; Zaman keemasan Fatimiyah; Kekuatan regional besar.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Kekayaan legendaris; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi; Kekuatan regional.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan; Gereja berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang; Kekuatan maritim; Kekuatan ekonomi.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Kekuatan regional.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan; Kekuatan regional.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial.

Tahun 09.85

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Renzong memerintah; Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Ekonomi makmur; Populasi ~100 juta; Reformasi Wang Anshi akan terjadi; Yingzong memerintah (1063-1067); Shenzong akan memerintah (1067-1085); Reformasi besar.
  • Korea (Goryeo): Munjong memerintah; Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Sunjong akan memerintah (1083-1094); Seonjong akan memerintah (1094-1095).
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Sanjo memerintah (1068-1073); Klan Fujiwara melemah; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis; Kaisar Shirakawa akan memerintah (1073-1087); Sistem Insei dimulai.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Seljuk bangkit; Tughril Beg memerintah; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif; Ibnu Sina aktif; Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam; Ekspansi ke India; Penaklukan Baghdad terjadi (1055); Alp Arslan memerintah (1063-1072); Pertempuran Manzikert (1071).
  • India: Dinasti Chola; Raja Rajendra II memerintah (1054-1063); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar dibangun; Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Kekuatan regional besar; Virarajendra akan memerintah (1063-1070).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Harshavarman III memerintah Khmer (1066-1080); Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Jayavarman VI akan memerintah (1080-1107).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV menjadi Kaisar (1056-1106); Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Reformasi gereja; Konflik dengan Paus; Perjalanan ke Canossa (1077); Investiture Controversy.
  • Byzantium: Kaisar Konstantinos IX memerintah (1042-1055); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Zaman keemasan Bizantium; Kekuatan militer terbesar; Theodora akan menjadi kaisar (1055-1056); Michael VI akan menjadi kaisar (1056-1057); Zaman keemasan berlanjut.
  • Francia Barat: Philip I menjadi Raja (1060-1108); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perdagangan berkembang; William sang Penakluk menyerang Inggris (1066); Penaklukan Norman.
  • Inggris: Harold II menjadi raja (1066); Penaklukan Norman terjadi (1066); Pertempuran Hastings (1066); William sang Penakluk menjadi raja (1066-1087); Periode Norman dimulai; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Norman; Domesday Book akan dibuat (1086).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang; William sang Penakluk menyerang Inggris (1066); Penaklukan Norman.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Stabilitas politik; Zaman keemasan Fatimiyah; Kekuatan regional besar; Kekuatan ekonomi.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Kekayaan legendaris; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan; Gereja berkembang; Budaya berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang; Kekuatan maritim; Kekuatan ekonomi; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan; Kekuatan regional; Kekuatan ekonomi.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil; Struktur politik baru.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial; Budaya berkembang.

Tahun 09.90

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Shenzong memerintah (1067-1085); Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Ekonomi makmur; Populasi ~100 juta; Reformasi Wang Anshi terjadi (1069-1085); Reformasi besar; Zhezong akan memerintah (1085-1100).
  • Korea (Goryeo): Sunjong memerintah (1083-1094); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Seonjong akan memerintah (1094-1095); Heonjong akan memerintah (1094-1095).
  • Jepang (Heian): Kaisar Shirakawa memerintah (1073-1087); Sistem Insei dimulai; Klan Fujiwara melemah; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis; Kaisar Horikawa akan memerintah (1087-1107); Sistem Insei berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Seljuk bangkit; Alp Arslan memerintah (1063-1072); Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif; Ibnu Sina aktif; Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam; Ekspansi ke India; Penaklukan Baghdad terjadi (1055); Pertempuran Manzikert terjadi (1071); Kekalahan besar Bizantium; Malik Shah akan memerintah (1072-1092).
  • India: Dinasti Chola; Raja Virarajendra memerintah (1063-1070); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar dibangun; Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Kekuatan regional besar; Kulothunga I akan memerintah (1070-1120); Ekspansi besar.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Jayavarman VI memerintah Khmer (1080-1107); Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Dharanindravarman I akan memerintah (1107-1113).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar; Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Reformasi gereja; Konflik dengan Paus; Perjalanan ke Canossa terjadi (1077); Investiture Controversy; Henry V akan menjadi kaisar (1106-1125).
  • Byzantium: Kaisar Michael VI memerintah (1056-1057); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Zaman keemasan Bizantium; Kekuatan militer terbesar; Isaac I akan menjadi kaisar (1057-1059); Konstantinos X akan menjadi kaisar (1059-1067); Zaman keemasan berlanjut; Romanos IV akan menjadi kaisar (1068-1071).
  • Francia Barat: Philip I memerintah; Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perdagangan berkembang; William sang Penakluk menyerang Inggris (1066); Penaklukan Norman; Louis VI akan menjadi raja (1108-1137).
  • Inggris: William sang Penakluk memerintah (1066-1087); Periode Norman dimulai; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Norman; Domesday Book dibuat (1086); Konsolidasi besar; William II akan menjadi raja (1087-1100); Henry I akan menjadi raja (1100-1135).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang; William sang Penakluk menyerang Inggris (1066); Penaklukan Norman; Budaya Norman berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Stabilitas politik; Zaman keemasan Fatimiyah; Kekuatan regional besar; Kekuatan ekonomi; Al-Musta’li akan menjadi khalifah (1094).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Kekayaan legendaris; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi; Kekuatan regional.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Struktur politik stabil.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang; Kekuatan maritim; Kekuatan ekonomi; Kekuatan regional; Kekuatan ekonomi.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang; Kekuatan regional.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan; Kekuatan regional; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial; Budaya berkembang; Populasi meningkat.

Tahun 09.95

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Zhezong memerintah (1085-1100); Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Ekonomi makmur; Populasi ~100 juta; Reformasi Wang Anshi dibatalkan; Huizong akan memerintah (1100-1125); Zaman keemasan seni.
  • Korea (Goryeo): Heonjong memerintah (1094-1095); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Sukjong akan memerintah (1095-1105); Yejong akan memerintah (1105-1122).
  • Jepang (Heian): Kaisar Horikawa memerintah (1087-1107); Sistem Insei berkembang; Klan Fujiwara melemah; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis; Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis; Kaisar Toba akan memerintah (1107-1123); Sistem Insei berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah; Fragmentasi berlanjut; Dinasti Seljuk bangkit; Malik Shah memerintah (1072-1092); Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif; Ibnu Sina aktif; Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam; Ekspansi ke India; Penaklukan Baghdad terjadi (1055); Pertempuran Manzikert terjadi (1071); Kekalahan besar Bizantium; Barkiyaruq akan memerintah (1092-1105); Perang Salib akan dimulai (1096).
  • India: Dinasti Chola; Raja Kulothunga I memerintah (1070-1120); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar dibangun; Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Kekuatan regional besar; Ekspansi besar; Kekuatan maritim.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Dharanindravarman I memerintah Khmer (1107-1113); Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Suryavarman II akan memerintah (1113-1150); Angkor Wat akan dibangun.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar; Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Reformasi gereja; Konflik dengan Paus; Perjalanan ke Canossa terjadi (1077); Investiture Controversy; Henry V akan menjadi kaisar (1106-1125); Konflik berlanjut.
  • Byzantium: Kaisar Romanos IV memerintah (1068-1071); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Zaman keemasan Bizantium; Kekuatan militer terbesar; Pertempuran Manzikert terjadi (1071); Kekalahan besar; Michael VII akan menjadi kaisar (1071-1078); Zaman keemasan berakhir; Periode kemunduran dimulai.
  • Francia Barat: Philip I memerintah; Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perdagangan berkembang; William sang Penakluk menyerang Inggris (1066); Penaklukan Norman; Louis VI akan menjadi raja (1108-1137); Konsolidasi berlanjut.
  • Inggris: William II memerintah (1087-1100); Periode Norman; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Norman; Domesday Book dibuat (1086); Konsolidasi besar; Henry I akan menjadi raja (1100-1135); Perang saudara akan terjadi; Stephen akan menjadi raja (1135-1154).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang; William sang Penakluk menyerang Inggris (1066); Penaklukan Norman; Budaya Norman berkembang; Integrasi dengan Eropa.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Musta’li menjadi khalifah (1094-1101); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Stabilitas politik; Zaman keemasan Fatimiyah; Kekuatan regional besar; Kekuatan ekonomi; Perang Salib akan dimulai (1096).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Kekayaan legendaris; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang; Kekuatan maritim; Kekuatan ekonomi; Kekuatan regional; Kekuatan ekonomi; Kekuatan maritim.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang; Kekuatan regional; Struktur politik baru.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan; Kekuatan regional; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan; Kekuatan regional.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil; Struktur politik baru; Budaya berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang.

Tahun 10.00

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Dinasti Song berkembang; Zhenzong memerintah (997-1022); Penyatuan Tiongkok; Periode stabilitas; Inovasi teknologi besar; Ekonomi berkembang; Perdagangan aktif; Kompas, mesiu, percetakan berkembang; Zaman keemasan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim; Populasi meningkat; Ekonomi makmur; Populasi ~100 juta; Perjanjian Shanyuan dengan Liao akan terjadi (1005); Perdamaian dengan Khitan; Renzong akan memerintah (1022-1063).
  • Korea (Goryeo): Mokjong memerintah (997-1009); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur; Tripitaka Koreana akan dibuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme; Hyeonjong akan memerintah (1009-1031); Perang dengan Khitan akan terjadi (1010-1011).
  • Jepang (Heian): Kaisar Ichijo memerintah (986-1011); Klan Fujiwara menguasai; Budaya aristokrat mencapai puncak; Sastra klasik; Tale of Genji ditulis oleh Murasaki Shikibu (sekitar 1000-1010); Puisi waka; Seni berkembang; Budaya berkembang; Arsitektur berkembang; Zaman keemasan sastra; Pillow Book ditulis oleh Sei Shonagon; Kaisar Sanjo akan memerintah (1011-1016); Zaman keemasan sastra.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah (991-1031); Fragmentasi berlanjut; Dinasti Samanid runtuh; Dinasti Ghaznavid bangkit; Mahmud dari Ghazni memerintah (998-1030); Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Al-Biruni aktif (973-1048); Ibnu Sina aktif (980-1037); Sastra berkembang; Filsafat berkembang; Zaman keemasan Islam; Ekspansi ke India; Penaklukan India; Dinasti Seljuk akan bangkit (1037).
  • India: Dinasti Chola; Raja Rajaraja I memerintah (985-1014); Ekspansi ke selatan; Arsitektur candi berkembang; Perdagangan maritim aktif; Agama Hindu-Buddha; Sastra berkembang; Ekspansi maritim; Kekuatan regional; Penaklukan Sri Lanka; Candi Brihadeeswarar akan dibangun (1010); Rajendra I akan memerintah (1014-1044); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Angkor akan didirikan; Srivijaya kuat; Perdagangan rempah; Pengaruh Hindu-Buddha; Arsitektur candi; Jaringan maritim; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi; Ekspansi regional; Kekuatan maritim; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto III memerintah sebagai Kaisar (983-1002); Memperkuat kekuasaan; Renaisans Ottonian; Gereja berpengaruh; Struktur feodal; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Bolesław I dari Polandia; Henry II akan menjadi kaisar (1002-1024); Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat.
  • Byzantium: Kaisar Basil II memerintah (976-1025); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra; Kekuatan militer besar; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria akan terjadi (1014); Pertempuran Kleidion; Zaman keemasan Bizantium; Kekuatan militer terbesar; Konstantinus VIII akan menjadi kaisar (1025-1028).
  • Francia Barat: Robert II memerintah (996-1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perdagangan berkembang; Henry I akan menjadi raja (1031-1060); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Aethelred II yang Tidak Siap memerintah (978-1016); Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Serangan Viking meningkat; Danegeld; Konflik dengan Denmark; Sweyn Forkbeard akan menyerang (1003); Penaklukan Denmark akan terjadi (1013); Cnut yang Agung akan menjadi raja (1016-1035).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang; Penjelajahan ke barat.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Hakim memerintah (996-1021); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan kontroversial; Al-Zahir akan menjadi khalifah (1021-1036); Al-Mustansir akan menjadi khalifah (1036-1094).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh; Kontrol rute; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Kekayaan legendaris; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi; Kekuatan regional; Kekuasaan ekonomi.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja; Pengaruh regional; Budaya; Sastra Ge’ez; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan; Gereja berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim aktif; Budaya Bantu-Islam; Arsitektur batu; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa; Zanzibar; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Perdagangan berkembang; Kekuatan maritim; Kekuatan ekonomi.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni; Perdagangan regional; Kollapse terjadi; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Kekuatan regional; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan; Kekuatan regional.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil; Struktur politik baru.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial; Budaya berkembang.

Tahun 10.05

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Perjanjian Shanyuan ditandatangani (1005); Dinasti Song membayar upeti tahunan kepada Liao (Khitan) untuk perdamaian; Perdamaian berlangsung selama 120 tahun; Ekonomi Song berkembang pesat; Populasi mencapai ~100 juta; Sistem uang kertas (jiaozi) berkembang; Kompas magnetik digunakan untuk navigasi; Percetakan blok kayu berkembang; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Kaisar Zhenzong memerintah (997-1022); Zaman keemasan budaya dan ekonomi.
  • Korea (Goryeo): Hyeonjong memerintah (1009-1031); Perang Goryeo-Khitan Pertama (1010-1011); Khitan menyerang dengan 400.000 tentara; Hyeonjong melarikan diri ke Naju; Pasukan Khitan menyerang Gaegyeong; Konsolidasi politik berlanjut; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi diperkuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif.
  • Jepang (Heian): Kaisar Ichijo memerintah (986-1011); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Fujiwara no Michinaga menjadi bupati (sesshō dan kampaku); Zaman keemasan sastra; Murasaki Shikibu menulis Genji Monogatari (Tale of Genji) sekitar 1000-1010; Sei Shonagon menulis Makura no Sōshi (Pillow Book); Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Kaisar Sanjo akan memerintah (1011-1016).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah (991-1031); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Samanid runtuh (999); Dinasti Ghaznavid bangkit; Mahmud dari Ghazni memerintah (998-1030); Ekspansi ke India dimulai; Penaklukan Multan (1005); Penaklukan Punjab; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad berkembang; Al-Biruni aktif (973-1048); Ibnu Sina aktif (980-1037); Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam.
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Raja Rajaraja I memerintah (985-1014); Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar dibangun di Thanjavur (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha berkembang; Sastra Tamil berkembang; Rajendra I akan memerintah (1014-1044); Ekspansi besar akan terjadi.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer dimulai; Kekuatan regional besar.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry II memerintah sebagai Kaisar (1002-1024); Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Bolesław I dari Polandia (992-1025); Konrad II akan menjadi kaisar (1024); Konsolidasi berlanjut.
  • Byzantium: Kaisar Basil II memerintah (976-1025); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria berlanjut; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria akan terjadi (1014); Pertempuran Kleidion akan terjadi; Zaman keemasan Bizantium; Konstantinus VIII akan menjadi kaisar (1025-1028).
  • Francia Barat: Robert II memerintah (996-1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Henry I akan menjadi raja (1031-1060); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Aethelred II yang Tidak Siap memerintah (978-1016); Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Serangan Viking meningkat; Danegeld (pajak untuk Viking); Konflik dengan Denmark; Sweyn Forkbeard menyerang (1003); Penaklukan Denmark akan terjadi (1013); Cnut yang Agung akan menjadi raja (1016-1035).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Hakim memerintah (996-1021); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan kontroversial; Al-Zahir akan menjadi khalifah (1021-1036); Al-Mustansir akan menjadi khalifah (1036-1094).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.10

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Zhenzong memerintah (997-1022); Perjanjian Shanyuan (1005) membawa perdamaian; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Renzong akan memerintah (1022-1063); Periode stabilitas dan kemakmuran.
  • Korea (Goryeo): Hyeonjong memerintah (1009-1031); Perang Goryeo-Khitan Pertama (1010-1011); Khitan menyerang dengan 400.000 tentara; Pasukan Khitan menyerang Gaegyeong; Hyeonjong melarikan diri ke Naju; Pertahanan berhasil; Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk.
  • Jepang (Heian): Kaisar Sanjo memerintah (1011-1016); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Fujiwara no Michinaga sebagai bupati; Zaman keemasan sastra; Tale of Genji ditulis oleh Murasaki Shikibu (sekitar 1000-1010); Pillow Book ditulis oleh Sei Shonagon; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Kaisar Go-Ichijo akan memerintah (1016-1036); Zaman keemasan sastra berlanjut.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah (991-1031); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Ghaznavid kuat; Mahmud dari Ghazni memerintah (998-1030); Ekspansi ke India berlanjut; Penaklukan Multan (1005); Penaklukan Punjab; Penaklukan India Utara; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Al-Biruni aktif (973-1048); Ibnu Sina aktif (980-1037); Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Dinasti Seljuk akan bangkit (1037).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Raja Rajaraja I memerintah (985-1014); Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar dibangun di Thanjavur (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Rajendra I memerintah (1014-1044); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry II memerintah sebagai Kaisar (1002-1024); Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Bolesław I dari Polandia (992-1025); Konrad II akan menjadi kaisar (1024); Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat.
  • Byzantium: Kaisar Basil II memerintah (976-1025); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria berlanjut; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria akan terjadi (1014); Pertempuran Kleidion akan terjadi; Zaman keemasan Bizantium; Konstantinus VIII akan menjadi kaisar (1025-1028); Kekuatan militer terbesar.
  • Francia Barat: Robert II memerintah (996-1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Henry I akan menjadi raja (1031-1060); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Aethelred II yang Tidak Siap memerintah (978-1016); Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Saxon; Serangan Viking meningkat; Danegeld (pajak untuk Viking); Konflik dengan Denmark; Sweyn Forkbeard menyerang (1003); Penaklukan Denmark akan terjadi (1013); Cnut yang Agung akan menjadi raja (1016-1035); Periode ketidakstabilan.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Hakim memerintah (996-1021); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan kontroversial; Al-Zahir akan menjadi khalifah (1021-1036); Al-Mustansir akan menjadi khalifah (1036-1094).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.15

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Zhenzong memerintah (997-1022); Perjanjian Shanyuan (1005) membawa perdamaian; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Renzong akan memerintah (1022-1063); Periode stabilitas dan kemakmuran; Sastra berkembang; Seni berkembang.
  • Korea (Goryeo): Hyeonjong memerintah (1009-1031); Perang Goryeo-Khitan Pertama berakhir (1010-1011); Pertahanan berhasil; Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Deokjong akan memerintah (1031-1034); Stabilitas politik.
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Ichijo memerintah (1016-1036); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Fujiwara no Michinaga sebagai bupati; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Go-Suzaku akan memerintah (1036-1045); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah (991-1031); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Ghaznavid kuat; Mahmud dari Ghazni memerintah (998-1030); Ekspansi ke India berlanjut; Penaklukan India Utara; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Al-Biruni aktif (973-1048); Ibnu Sina aktif (980-1037); Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Dinasti Seljuk akan bangkit (1037); Penaklukan India.
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajendra I memerintah (1014-1044); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry II memerintah sebagai Kaisar (1002-1024); Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Bolesław I dari Polandia (992-1025); Konrad II akan menjadi kaisar (1024); Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat.
  • Byzantium: Kaisar Basil II memerintah (976-1025); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria berlanjut; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria akan terjadi (1014); Pertempuran Kleidion akan terjadi; Zaman keemasan Bizantium; Konstantinus VIII akan menjadi kaisar (1025-1028); Kekuatan militer terbesar.
  • Francia Barat: Robert II memerintah (996-1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Henry I akan menjadi raja (1031-1060); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Cnut yang Agung memerintah (1016-1035); Penaklukan Denmark (1013); Sweyn Forkbeard menyerang; Aethelred II yang Tidak Siap meninggal (1016); Cnut menyatukan Inggris, Denmark, dan Norwegia; Periode stabilitas; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Scandinavian; Edward the Confessor akan menjadi raja (1042-1066); Periode stabilitas.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Hakim memerintah (996-1021); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan kontroversial; Al-Zahir akan menjadi khalifah (1021-1036); Al-Mustansir akan menjadi khalifah (1036-1094).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.20

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Zhenzong memerintah (997-1022); Perjanjian Shanyuan (1005) membawa perdamaian; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Renzong akan memerintah (1022-1063); Periode stabilitas dan kemakmuran; Sastra berkembang; Seni berkembang; Kaisar Zhenzong meninggal (1022).
  • Korea (Goryeo): Hyeonjong memerintah (1009-1031); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Deokjong akan memerintah (1031-1034); Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan.
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Ichijo memerintah (1016-1036); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Fujiwara no Michinaga sebagai bupati; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Go-Suzaku akan memerintah (1036-1045); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah (991-1031); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Ghaznavid kuat; Mahmud dari Ghazni memerintah (998-1030); Ekspansi ke India berlanjut; Penaklukan India Utara; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Al-Biruni aktif (973-1048); Ibnu Sina aktif (980-1037); Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Dinasti Seljuk akan bangkit (1037); Penaklukan India.
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajendra I memerintah (1014-1044); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Penaklukan Kedah (1025).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry II memerintah sebagai Kaisar (1002-1024); Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Bolesław I dari Polandia (992-1025); Konrad II akan menjadi kaisar (1024); Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Henry II meninggal (1024).
  • Byzantium: Kaisar Basil II memerintah (976-1025); Ekspansi militer besar; Perang dengan Bulgaria berlanjut; Pertahanan timur; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Ekspansi ke timur; Akan menjadi kaisar terbesar; Penaklukan Bulgaria terjadi (1014); Pertempuran Kleidion (1014); Zaman keemasan Bizantium; Konstantinus VIII akan menjadi kaisar (1025-1028); Kekuatan militer terbesar; Basil II meninggal (1025).
  • Francia Barat: Robert II memerintah (996-1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Henry I akan menjadi raja (1031-1060); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Cnut yang Agung memerintah (1016-1035); Penaklukan Denmark (1013); Sweyn Forkbeard menyerang; Aethelred II yang Tidak Siap meninggal (1016); Cnut menyatukan Inggris, Denmark, dan Norwegia; Periode stabilitas; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Scandinavian; Edward the Confessor akan menjadi raja (1042-1066); Periode stabilitas; Cnut menguasai Norwegia (1028).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Zahir memerintah (1021-1036); Al-Hakim meninggal (1021); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Al-Mustansir akan menjadi khalifah (1036-1094); Periode stabilitas.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.25

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Renzong memerintah (1022-1063); Kaisar Zhenzong meninggal (1022); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang.
  • Korea (Goryeo): Hyeonjong memerintah (1009-1031); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Deokjong akan memerintah (1031-1034); Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan.
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Ichijo memerintah (1016-1036); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Fujiwara no Michinaga sebagai bupati; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Go-Suzaku akan memerintah (1036-1045); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah (991-1031); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Ghaznavid kuat; Mahmud dari Ghazni memerintah (998-1030); Ekspansi ke India berlanjut; Penaklukan India Utara; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Al-Biruni aktif (973-1048); Ibnu Sina aktif (980-1037); Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Dinasti Seljuk akan bangkit (1037); Penaklukan India; Mahmud dari Ghazni meninggal (1030).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajendra I memerintah (1014-1044); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Penaklukan Kedah (1025); Ekspansi ke Myanmar.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Konrad II memerintah sebagai Kaisar (1024-1039); Henry II meninggal (1024); Dinasti Salian dimulai; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Bolesław I dari Polandia meninggal (1025); Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat.
  • Byzantium: Kaisar Konstantinus VIII memerintah (1025-1028); Basil II meninggal (1025); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Romanos III akan menjadi kaisar (1028-1034); Periode transisi; Kekuatan militer terbesar.
  • Francia Barat: Robert II memerintah (996-1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Henry I akan menjadi raja (1031-1060); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Cnut yang Agung memerintah (1016-1035); Penaklukan Denmark (1013); Sweyn Forkbeard menyerang; Aethelred II yang Tidak Siap meninggal (1016); Cnut menyatukan Inggris, Denmark, dan Norwegia; Periode stabilitas; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Scandinavian; Edward the Confessor akan menjadi raja (1042-1066); Periode stabilitas; Cnut menguasai Norwegia (1028); Kekuasaan terbesar.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Zahir memerintah (1021-1036); Al-Hakim meninggal (1021); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Al-Mustansir akan menjadi khalifah (1036-1094); Periode stabilitas.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.30

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Renzong memerintah (1022-1063); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran.
  • Korea (Goryeo): Deokjong memerintah (1031-1034); Hyeonjong meninggal (1031); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Jeongjong akan memerintah (1034-1046); Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan.
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Suzaku memerintah (1036-1045); Kaisar Go-Ichijo meninggal (1036); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Fujiwara no Michinaga sebagai bupati; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Go-Reizei akan memerintah (1045-1068); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qadir memerintah (991-1031); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Ghaznavid kuat; Mahmud dari Ghazni meninggal (1030); Mas’ud I dari Ghazni memerintah (1030-1041); Ekspansi ke India berlanjut; Penaklukan India Utara; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Al-Biruni aktif (973-1048); Ibnu Sina aktif (980-1037); Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Dinasti Seljuk akan bangkit (1037); Penaklukan India.
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajendra I memerintah (1014-1044); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Penaklukan Kedah (1025); Ekspansi ke Myanmar; Rajadhiraja I akan memerintah (1044-1054).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Konrad II memerintah sebagai Kaisar (1024-1039); Dinasti Salian dimulai; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Henry III akan menjadi kaisar (1039-1056).
  • Byzantium: Kaisar Romanos III memerintah (1028-1034); Konstantinus VIII meninggal (1028); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Michael IV akan menjadi kaisar (1034-1041); Periode transisi; Kekuatan militer terbesar.
  • Francia Barat: Henry I memerintah (1031-1060); Robert II meninggal (1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Philip I akan menjadi raja (1060-1108); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Cnut yang Agung memerintah (1016-1035); Penaklukan Denmark (1013); Sweyn Forkbeard menyerang; Aethelred II yang Tidak Siap meninggal (1016); Cnut menyatukan Inggris, Denmark, dan Norwegia; Periode stabilitas; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Scandinavian; Edward the Confessor akan menjadi raja (1042-1066); Periode stabilitas; Cnut menguasai Norwegia (1028); Kekuasaan terbesar; Cnut meninggal (1035).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah (1036-1094); Al-Zahir meninggal (1036); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Masa pemerintahan terpanjang.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.35

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Renzong memerintah (1022-1063); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Yingzong akan memerintah (1063-1067).
  • Korea (Goryeo): Jeongjong memerintah (1034-1046); Deokjong meninggal (1034); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Munjong akan memerintah (1046-1083); Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan.
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Suzaku memerintah (1036-1045); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Fujiwara no Michinaga sebagai bupati; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Go-Reizei akan memerintah (1045-1068); Budaya berkembang; Fujiwara no Michinaga meninggal (1027).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qaim memerintah (1031-1075); Al-Qadir meninggal (1031); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk bangkit (1037); Tughril Beg memerintah Seljuk (1037-1063); Ekspansi Seljuk ke Persia; Dinasti Ghaznavid melemah; Mas’ud I dari Ghazni memerintah (1030-1041); Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Al-Biruni aktif (973-1048); Ibnu Sina meninggal (1037); Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India.
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajendra I memerintah (1014-1044); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Penaklukan Kedah (1025); Ekspansi ke Myanmar; Rajadhiraja I akan memerintah (1044-1054).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry III memerintah sebagai Kaisar (1039-1056); Konrad II meninggal (1039); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Henry IV akan menjadi kaisar (1056-1106).
  • Byzantium: Kaisar Michael IV memerintah (1034-1041); Romanos III meninggal (1034); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Michael V akan menjadi kaisar (1041-1042); Periode transisi; Kekuatan militer terbesar.
  • Francia Barat: Henry I memerintah (1031-1060); Robert II meninggal (1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Philip I akan menjadi raja (1060-1108); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Harold I Harefoot memerintah (1035-1040); Cnut yang Agung meninggal (1035); Periode ketidakstabilan; Konflik suksesi; Harthacnut akan menjadi raja (1040-1042); Edward the Confessor akan menjadi raja (1042-1066); Periode transisi; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Scandinavian.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah (1036-1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Masa pemerintahan terpanjang.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.40

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Renzong memerintah (1022-1063); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Yingzong akan memerintah (1063-1067).
  • Korea (Goryeo): Jeongjong memerintah (1034-1046); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Munjong akan memerintah (1046-1083); Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan.
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Reizei memerintah (1045-1068); Kaisar Go-Suzaku meninggal (1045); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Go-Sanjo akan memerintah (1068-1073); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qaim memerintah (1031-1075); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Tughril Beg memerintah Seljuk (1037-1063); Ekspansi Seljuk ke Persia; Penaklukan Baghdad (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Mas’ud I dari Ghazni meninggal (1041); Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Al-Biruni aktif (973-1048); Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India.
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajadhiraja I memerintah (1044-1054); Rajendra I meninggal (1044); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Rajendra II akan memerintah (1054-1063).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman I memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Udayadityavarman II akan memerintah (1050-1066).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry III memerintah sebagai Kaisar (1039-1056); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Henry IV akan menjadi kaisar (1056-1106); Investiture Controversy akan terjadi.
  • Byzantium: Kaisar Konstantinus IX memerintah (1042-1055); Michael V digulingkan (1042); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Theodora akan menjadi kaisar (1055-1056); Periode transisi; Kekuatan militer terbesar.
  • Francia Barat: Henry I memerintah (1031-1060); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Philip I akan menjadi raja (1060-1108); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Harthacnut memerintah (1040-1042); Harold I Harefoot meninggal (1040); Periode ketidakstabilan; Konflik suksesi; Edward the Confessor akan menjadi raja (1042-1066); Periode transisi; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Scandinavian; Edward the Confessor menjadi raja (1042).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah (1036-1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Masa pemerintahan terpanjang.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.45

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Renzong masih memerintah (1022-1063); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta jiwa; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Yingzong akan memerintah (1063-1067); Shenzong akan memerintah (1067-1085); Reformasi Wang Anshi akan terjadi (1069-1085).
  • Korea (Goryeo): Munjong masih memerintah (1046-1083); Jeongjong telah meninggal (1046); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Goryeo mencapai puncak kekuasaan.
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Reizei memerintah (1045-1068); Kaisar Go-Suzaku telah meninggal (1045); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Go-Sanjo akan memerintah (1068-1073); Budaya berkembang; Fujiwara no Michinaga telah meninggal (1027); Klan Fujiwara masih menguasai pemerintahan.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qaim masih memerintah (1031-1075); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Tughril Beg memerintah Seljuk (1037-1063); Ekspansi Seljuk ke Persia; Penaklukan Baghdad akan terjadi (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Al-Biruni telah meninggal (1048); Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India; Alp Arslan akan memerintah Seljuk (1063-1072); Pertempuran Manzikert akan terjadi (1071).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajadhiraja I masih memerintah (1044-1054); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Rajendra II akan memerintah (1054-1063); Virarajendra akan memerintah (1063-1070).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman I masih memerintah Khmer (1006-1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Udayadityavarman II akan memerintah (1050-1066); Suryavarman I akan meninggal (1050).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry III masih memerintah sebagai Kaisar (1039-1056); Konrad II telah meninggal (1039); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Henry IV akan menjadi kaisar (1056-1106); Investiture Controversy akan terjadi (1075-1122).
  • Byzantium: Kaisar Konstantinus IX masih memerintah (1042-1055); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Konstantinus IX akan meninggal (1055); Kaisar Theodora akan memerintah (1055-1056); Periode transisi; Kekuatan militer terbesar; Michael VI akan menjadi kaisar (1056-1057).
  • Francia Barat: Henry I masih memerintah (1031-1060); Robert II telah meninggal (1031); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Philip I akan menjadi raja (1060-1108); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Edward the Confessor masih memerintah (1042-1066); Harthacnut telah meninggal (1042); Periode stabilitas; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Scandinavian; Harold Godwinson akan menjadi raja (1066); Pertempuran Hastings akan terjadi (1066); Penaklukan Norman akan terjadi (1066); William the Conqueror akan menjadi raja (1066-1087); Westminster Abbey dibangun (1045-1065); Arsitektur Norman berkembang.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.
  • Rusia (Kievan Rus): Yaroslav yang Bijaksana masih memerintah (1019-1054); Periode keemasan Kievan Rus; Konsolidasi kerajaan; Hukum Rusia pertama (Russkaya Pravda); Arsitektur berkembang; Gereja Ortodoks berkembang; Perdagangan dengan Bizantium; Hubungan dengan Eropa Barat; Yaroslav akan meninggal (1054); Izyaslav I akan memerintah (1054-1073); Periode fragmentasi dimulai.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir masih memerintah (1036-1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Masa pemerintahan terpanjang; Kekhalifahan Fatimiyah mencapai puncak.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Ghana akan mencapai puncak pada abad ke-10-11.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat; Aksum akan digantikan oleh dinasti Zagwe.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun; Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan; Mississippian: Pusat-pusat permukiman besar berkembang di Amerika Utara.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang; Polity regional membangun infrastruktur agrikultur dan jaringan jalan.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Ekspansi permukiman pulau-pulau memperkuat jejaring budaya.
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.
  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik; Migrasi Polinesia ke Aotearoa berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan baru; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi (suku) terbentuk; Pertanian ubi jalar dan taro; Perburuan moa (burung besar); Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang.

Tahun 10.50

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Renzong memerintah (1022-1063); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Yingzong akan memerintah (1063-1067); Shenzong akan memerintah (1067-1085).
  • Korea (Goryeo): Munjong memerintah (1046-1083); Jeongjong meninggal (1046); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran.
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Reizei memerintah (1045-1068); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Go-Sanjo akan memerintah (1068-1073); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qaim memerintah (1031-1075); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Tughril Beg memerintah Seljuk (1037-1063); Ekspansi Seljuk ke Persia; Penaklukan Baghdad (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Al-Biruni meninggal (1048); Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India; Alp Arslan akan memerintah Seljuk (1063-1072).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajadhiraja I memerintah (1044-1054); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Rajendra II memerintah (1054-1063); Virarajendra akan memerintah (1063-1070).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Udayadityavarman II memerintah Khmer (1050-1066); Suryavarman I meninggal (1050); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Harshavarman III akan memerintah (1066-1080).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry III memerintah sebagai Kaisar (1039-1056); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Henry IV akan menjadi kaisar (1056-1106); Investiture Controversy akan terjadi; Henry III meninggal (1056).
  • Byzantium: Kaisar Theodora memerintah (1055-1056); Konstantinus IX meninggal (1055); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Michael VI akan menjadi kaisar (1056-1057); Periode transisi; Kekuatan militer terbesar; Isaac I Komnenos akan menjadi kaisar (1057-1059).
  • Francia Barat: Henry I memerintah (1031-1060); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Philip I akan menjadi raja (1060-1108); Struktur feodal menguat; Henry I meninggal (1060).
  • Inggris: Edward the Confessor memerintah (1042-1066); Harthacnut meninggal (1042); Periode stabilitas; Struktur sosial stabil; Budaya Anglo-Scandinavian; Harold Godwinson akan menjadi raja (1066); Pertempuran Hastings akan terjadi (1066); Penaklukan Norman akan terjadi (1066); William the Conqueror akan menjadi raja (1066-1087).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah (1036-1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Masa pemerintahan terpanjang.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.55

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Konflik: Perang Krimea dimulai (1853); Konflik antara Rusia dan koalisi Eropa; Perang modern pertama.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika: Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.

Tahun 10.60

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Yingzong memerintah (1063-1067); Kaisar Renzong meninggal (1063); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Shenzong akan memerintah (1067-1085); Reformasi Wang Anshi akan terjadi.
  • Korea (Goryeo): Munjong memerintah (1046-1083); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Sunjong akan memerintah (1083-1094).
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Reizei memerintah (1045-1068); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Go-Sanjo akan memerintah (1068-1073); Budaya berkembang; Kaisar Go-Reizei meninggal (1068).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qaim memerintah (1031-1075); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Alp Arslan memerintah Seljuk (1063-1072); Tughril Beg meninggal (1063); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Pertempuran Manzikert akan terjadi (1071); Penaklukan Baghdad (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India; Malik Shah akan memerintah Seljuk (1072-1092).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Virarajendra memerintah (1063-1070); Rajendra II meninggal (1063); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Athirajendra akan memerintah (1070-1073).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Harshavarman III memerintah Khmer (1066-1080); Udayadityavarman II meninggal (1066); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Jayavarman VI akan memerintah (1080-1107).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar (1056-1106); Henry III meninggal (1056); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Investiture Controversy akan terjadi; Konflik dengan Paus; Walk to Canossa akan terjadi (1077).
  • Byzantium: Kaisar Konstantinos X memerintah (1059-1067); Isaac I Komnenos meninggal (1059); Zaman keemasan Bizantium berlanjut; Kekuatan militer terbesar di Eropa; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Romanos IV akan menjadi kaisar (1068-1071); Periode transisi; Kekuatan militer terbesar; Pertempuran Manzikert akan terjadi (1071).
  • Francia Barat: Philip I memerintah (1060-1108); Henry I meninggal (1060); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Louis VI akan menjadi raja (1108-1137); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: Pertempuran Hastings (1066); Edward the Confessor meninggal (1066); Harold Godwinson menjadi raja (1066); William the Conqueror menyerang; Pertempuran Stamford Bridge (1066); Pertempuran Hastings (1066); Harold Godwinson tewas; William the Conqueror menjadi raja (1066-1087); Penaklukan Norman; Domesday Book akan dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang; Harald Hardrada dari Norwegia tewas di Stamford Bridge (1066).

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah (1036-1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Masa pemerintahan terpanjang; Al-Musta’li akan menjadi khalifah (1094-1101).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.65

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok: Inovasi agrikultur/teknologi dan ekonomi uang memperluas perdagangan.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kota: Italia bersatu di bawah Victor Emmanuel II (1861); Risorgimento mencapai puncaknya.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Swahili: Kota-kota pesisir Afrika Timur terhubung ke India–Arab lewat perdagangan.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Andes: Perang Saudara Amerika dimulai (1861); Konflik tentang perbudakan dan federalisme.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik.

Tahun 10.70

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Shenzong memerintah (1067-1085); Kaisar Yingzong meninggal (1067); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Reformasi Wang Anshi dimulai (1069); Zhezong akan memerintah (1085-1100).
  • Korea (Goryeo): Munjong memerintah (1046-1083); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Sunjong akan memerintah (1083-1094); Munjong meninggal (1083).
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Sanjo memerintah (1068-1073); Kaisar Go-Reizei meninggal (1068); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Shirakawa akan memerintah (1073-1087); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Qaim memerintah (1031-1075); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Alp Arslan memerintah Seljuk (1063-1072); Pertempuran Manzikert (1071); Kekalahan besar Bizantium; Seljuk menguasai Anatolia; Alp Arslan meninggal (1072); Malik Shah memerintah Seljuk (1072-1092); Penaklukan Baghdad (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India; Al-Muqtadi akan menjadi khalifah (1075-1094).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Athirajendra memerintah (1070-1073); Virarajendra meninggal (1070); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Kulothunga I akan memerintah (1073-1120).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Harshavarman III memerintah Khmer (1066-1080); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Jayavarman VI akan memerintah (1080-1107).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar (1056-1106); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Investiture Controversy terjadi; Konflik dengan Paus; Walk to Canossa (1077); Paus Gregory VII; Henry V akan menjadi kaisar (1106-1125).
  • Byzantium: Kaisar Romanos IV memerintah (1068-1071); Konstantinos X meninggal (1067); Pertempuran Manzikert (1071); Kekalahan besar melawan Seljuk; Romanos IV ditangkap; Anatolia hilang; Zaman keemasan Bizantium berakhir; Kekuatan militer melemah; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Michael VII akan menjadi kaisar (1071-1078); Periode krisis besar; Nikephoros III akan menjadi kaisar (1078-1081); Alexios I Komnenos akan menjadi kaisar (1081-1118).
  • Francia Barat: Philip I memerintah (1060-1108); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Louis VI akan menjadi raja (1108-1137); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: William the Conqueror memerintah (1066-1087); Penaklukan Norman; Domesday Book akan dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; William II akan menjadi raja (1087-1100); Domesday Book dibuat (1086).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah (1036-1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Masa pemerintahan terpanjang; Al-Musta’li akan menjadi khalifah (1094-1101); Al-Mustansir meninggal (1094).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.75

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Asia Tenggara: Kerajaan maritim (pelabuhan) jadi simpul rempah dan budaya.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Konflik: Perang dinasti dan konflik agama membentuk perbatasan.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Afrika Utara: Maghreb jadi jembatan Mediterania–Sahara melalui kota dan ulama.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Mesoamerika: Perang Saudara Amerika berakhir (1865); Perbudakan dihapuskan; Abraham Lincoln dibunuh.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Navigasi: Pengetahuan bintang/arus laut jadi fondasi navigasi jarak jauh.

Tahun 10.80

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Shenzong memerintah (1067-1085); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Reformasi Wang Anshi berlanjut (1069); Zhezong akan memerintah (1085-1100); Shenzong meninggal (1085).
  • Korea (Goryeo): Sunjong memerintah (1083-1094); Munjong meninggal (1083); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Heonjong akan memerintah (1094-1095); Sukjong akan memerintah (1095-1105).
  • Jepang (Heian): Kaisar Shirakawa memerintah (1073-1087); Kaisar Go-Sanjo meninggal (1073); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Kaisar Horikawa akan memerintah (1087-1107); Budaya berkembang; Shirakawa menjadi kaisar pensiun (1087).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Muqtadi memerintah (1075-1094); Al-Qaim meninggal (1075); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Malik Shah memerintah Seljuk (1072-1092); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Pertempuran Manzikert (1071); Seljuk menguasai Anatolia; Penaklukan Baghdad (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India; Al-Mustazhir akan menjadi khalifah (1094-1118); Malik Shah meninggal (1092).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga I memerintah (1073-1120); Athirajendra meninggal (1073); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VI memerintah Khmer (1080-1107); Harshavarman III meninggal (1080); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Dharanindravarman I akan memerintah (1107-1113).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar (1056-1106); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Investiture Controversy terjadi; Konflik dengan Paus; Walk to Canossa (1077); Paus Gregory VII; Henry V akan menjadi kaisar (1106-1125).
  • Byzantium: Kaisar Alexios I Komnenos memerintah (1081-1118); Nikephoros III digulingkan (1081); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Zaman keemasan Bizantium berakhir; Kekuatan militer melemah; Perang Salib akan dimulai (1095); Permintaan bantuan ke Eropa Barat; Periode pemulihan.
  • Francia Barat: Philip I memerintah (1060-1108); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Louis VI akan menjadi raja (1108-1137); Struktur feodal menguat.
  • Inggris: William the Conqueror memerintah (1066-1087); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; William II akan menjadi raja (1087-1100); William the Conqueror meninggal (1087).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Mustansir memerintah (1036-1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Masa pemerintahan terpanjang; Al-Musta’li akan menjadi khalifah (1094-1101); Al-Mustansir meninggal (1094).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.85

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Zhezong memerintah (1085-1100); Kaisar Shenzong meninggal (1085); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Reformasi Wang Anshi dihentikan; Huizong akan memerintah (1100-1125); Zhezong meninggal (1100).
  • Korea (Goryeo): Sukjong memerintah (1095-1105); Heonjong memerintah (1094-1095); Sunjong meninggal (1094); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Yejong akan memerintah (1105-1122).
  • Jepang (Heian): Kaisar Horikawa memerintah (1087-1107); Kaisar Shirakawa menjadi kaisar pensiun (1087); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Toba akan menjadi kaisar (1107-1123); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustazhir memerintah (1094-1118); Al-Muqtadi meninggal (1094); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Barkiyaruq memerintah Seljuk (1092-1105); Malik Shah meninggal (1092); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Pertempuran Manzikert (1071); Seljuk menguasai Anatolia; Penaklukan Baghdad (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India; Perang Salib akan dimulai (1095).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga I memerintah (1073-1120); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VI memerintah Khmer (1080-1107); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Dharanindravarman I akan memerintah (1107-1113).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar (1056-1106); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Investiture Controversy terjadi; Konflik dengan Paus; Walk to Canossa (1077); Paus Gregory VII; Paus Urban II akan memanggil Perang Salib (1095); Henry V akan menjadi kaisar (1106-1125).
  • Byzantium: Kaisar Alexios I Komnenos memerintah (1081-1118); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Zaman keemasan Bizantium berakhir; Kekuatan militer melemah; Perang Salib akan dimulai (1095); Permintaan bantuan ke Eropa Barat; Periode pemulihan; Alexios I meminta bantuan ke Paus Urban II (1095).
  • Francia Barat: Philip I memerintah (1060-1108); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Louis VI akan menjadi raja (1108-1137); Struktur feodal menguat; Philip I meninggal (1108).
  • Inggris: William II memerintah (1087-1100); William the Conqueror meninggal (1087); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Henry I akan menjadi raja (1100-1135); William II meninggal (1100).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Musta’li memerintah (1094-1101); Al-Mustansir meninggal (1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Al-Amir akan menjadi khalifah (1101-1130); Perang Salib akan mempengaruhi (1095).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.90

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Zhezong memerintah (1085-1100); Kaisar Shenzong meninggal (1085); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Reformasi Wang Anshi dihentikan; Huizong akan memerintah (1100-1125); Zhezong meninggal (1100).
  • Korea (Goryeo): Sukjong memerintah (1095-1105); Heonjong memerintah (1094-1095); Sunjong meninggal (1094); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Yejong akan memerintah (1105-1122).
  • Jepang (Heian): Kaisar Horikawa memerintah (1087-1107); Kaisar Shirakawa menjadi kaisar pensiun (1087); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Toba akan menjadi kaisar (1107-1123); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustazhir memerintah (1094-1118); Al-Muqtadi meninggal (1094); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Malik Shah meninggal (1092); Barkiyaruq memerintah Seljuk (1092-1105); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Pertempuran Manzikert (1071); Seljuk menguasai Anatolia; Penaklukan Baghdad (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India; Perang Salib akan dimulai (1095).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga I memerintah (1073-1120); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VI memerintah Khmer (1080-1107); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Dharanindravarman I akan memerintah (1107-1113).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar (1056-1106); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Investiture Controversy terjadi; Konflik dengan Paus; Walk to Canossa (1077); Paus Gregory VII; Paus Urban II akan memanggil Perang Salib (1095); Henry V akan menjadi kaisar (1106-1125).
  • Byzantium: Kaisar Alexios I Komnenos memerintah (1081-1118); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Zaman keemasan Bizantium berakhir; Kekuatan militer melemah; Perang Salib akan dimulai (1095); Permintaan bantuan ke Eropa Barat; Periode pemulihan; Alexios I meminta bantuan ke Paus Urban II (1095).
  • Francia Barat: Philip I memerintah (1060-1108); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Louis VI akan menjadi raja (1108-1137); Struktur feodal menguat; Philip I meninggal (1108).
  • Inggris: William II memerintah (1087-1100); William the Conqueror meninggal (1087); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Henry I akan menjadi raja (1100-1135); William II meninggal (1100).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Musta’li memerintah (1094-1101); Al-Mustansir meninggal (1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Al-Amir akan menjadi khalifah (1101-1130); Perang Salib akan mempengaruhi (1095).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 10.95

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Zhezong memerintah (1085-1100); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Reformasi Wang Anshi dihentikan; Huizong akan memerintah (1100-1125); Zhezong meninggal (1100).
  • Korea (Goryeo): Sukjong memerintah (1095-1105); Heonjong memerintah (1094-1095); Sunjong meninggal (1094); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Yejong akan memerintah (1105-1122).
  • Jepang (Heian): Kaisar Horikawa memerintah (1087-1107); Kaisar Shirakawa menjadi kaisar pensiun (1087); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Toba akan menjadi kaisar (1107-1123); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustazhir memerintah (1094-1118); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Barkiyaruq memerintah Seljuk (1092-1105); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Pertempuran Manzikert (1071); Seljuk menguasai Anatolia; Penaklukan Baghdad (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India; Perang Salib dimulai (1095); Paus Urban II memanggil Perang Salib di Konsili Clermont (1095).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga I memerintah (1073-1120); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VI memerintah Khmer (1080-1107); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Dharanindravarman I akan memerintah (1107-1113).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar (1056-1106); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Investiture Controversy terjadi; Konflik dengan Paus; Walk to Canossa (1077); Paus Urban II memanggil Perang Salib (1095); Konsili Clermont (1095); Perang Salib Pertama dimulai (1096); Henry V akan menjadi kaisar (1106-1125).
  • Byzantium: Kaisar Alexios I Komnenos memerintah (1081-1118); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Zaman keemasan Bizantium berakhir; Kekuatan militer melemah; Perang Salib dimulai (1095); Permintaan bantuan ke Eropa Barat; Alexios I meminta bantuan ke Paus Urban II (1095); Konsili Clermont (1095); Perang Salib Pertama dimulai (1096); Tentara Salib berangkat ke Timur Tengah.
  • Francia Barat: Philip I memerintah (1060-1108); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Louis VI akan menjadi raja (1108-1137); Struktur feodal menguat; Philip I meninggal (1108); Perang Salib Pertama dimulai (1096).
  • Inggris: William II memerintah (1087-1100); William the Conqueror meninggal (1087); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Henry I akan menjadi raja (1100-1135); William II meninggal (1100); Perang Salib Pertama dimulai (1096).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang; Perang Salib Pertama dimulai (1096).

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Musta’li memerintah (1094-1101); Al-Mustansir meninggal (1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Al-Amir akan menjadi khalifah (1101-1130); Perang Salib dimulai (1095); Perang Salib akan mempengaruhi Suriah dan Palestina.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Ekspansi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang.

Tahun 11.00

1. Asia (Islam Awal, Tang/Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Huizong memerintah (1100-1125); Kaisar Zhezong meninggal (1100); Periode stabilitas dan kemakmuran; Ekonomi berkembang pesat; Populasi ~100 juta; Sistem uang kertas berkembang; Kompas magnetik digunakan; Percetakan blok kayu; Inovasi teknologi pertanian; Perdagangan maritim aktif; Zaman keemasan budaya; Neo-Konfusianisme berkembang; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Inovasi agrikultur; Ekonomi uang berkembang; Periode kemakmuran; Qinzong akan memerintah (1125-1127); Periode kemakmuran berlanjut.
  • Korea (Goryeo): Sukjong memerintah (1095-1105); Konsolidasi politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Sistem administrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Arsitektur berkembang; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Neo-Konfusianisme masuk; Stabilitas politik; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Yejong akan memerintah (1105-1122); Sukjong meninggal (1105).
  • Jepang (Heian): Kaisar Horikawa memerintah (1087-1107); Kaisar Shirakawa menjadi kaisar pensiun (1087); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Zaman keemasan sastra; Toba akan menjadi kaisar (1107-1123); Budaya berkembang; Horikawa meninggal (1107).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustazhir memerintah (1094-1118); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Barkiyaruq memerintah Seljuk (1092-1105); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Pertempuran Manzikert (1071); Seljuk menguasai Anatolia; Penaklukan Baghdad (1055); Dinasti Ghaznavid melemah; Ekspansi ke India berlanjut; Perdagangan aktif; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran; Sastra Persia; Filsafat Islam; Zaman keemasan Islam; Penaklukan India; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Muhammad I Tapar akan memerintah Seljuk (1105-1118); Al-Mustarshid akan menjadi khalifah (1118-1135).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga I memerintah (1073-1120); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Ekspansi ke selatan India; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Kekuatan maritim besar; Ekspansi besar; Periode kemakmuran; Vikrama Chola akan memerintah (1120-1135).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VI memerintah Khmer (1080-1107); Pembangunan candi besar; Angkor akan didirikan; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Dharanindravarman I akan memerintah (1107-1113); Jayavarman VI meninggal (1107).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar (1056-1106); Dinasti Salian berlanjut; Memperkuat kekuasaan kerajaan; Renaisans Ottonian berlanjut; Gereja memiliki pengaruh besar; Struktur feodal menguat; Konsolidasi kerajaan; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Konsolidasi berlanjut; Struktur feodal menguat; Investiture Controversy terjadi; Konflik dengan Paus; Walk to Canossa (1077); Paus Urban II memanggil Perang Salib (1095); Konsili Clermont (1095); Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Henry V akan menjadi kaisar (1106-1125); Henry IV meninggal (1106).
  • Byzantium: Kaisar Alexios I Komnenos memerintah (1081-1118); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Zaman keemasan Bizantium berakhir; Kekuatan militer melemah; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Permintaan bantuan ke Eropa Barat; Alexios I meminta bantuan ke Paus Urban II (1095); Konsili Clermont (1095); Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); John II Komnenos akan menjadi kaisar (1118-1143).
  • Francia Barat: Louis VI memerintah (1108-1137); Philip I meninggal (1108); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Louis VII akan menjadi raja (1137-1180); Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099).
  • Inggris: Henry I memerintah (1100-1135); William II meninggal (1100); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Stephen akan menjadi raja (1135-1154); Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099).

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Musta’li memerintah (1094-1101); Al-Mustansir meninggal (1094); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Al-Amir akan menjadi khalifah (1101-1130); Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Al-Musta’li meninggal (1101).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.05

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Huizong memerintah (1100-1125); Periode kemakmuran berlanjut; Neo-Konfusianisme berkembang pesat; Zhu Xi (1130-1200) akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan mencapai puncak; Koleksi seni kaisar menjadi legendaris; Sistem uang kertas berkembang; Perdagangan maritim aktif dengan Asia Tenggara; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu menyebar; Kompas magnetik digunakan dalam navigasi.
  • Korea (Goryeo): Yejong memerintah (1105-1122); Sukjong meninggal (1105); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran.
  • Jepang (Heian): Kaisar Horikawa memerintah (1087-1107); Kaisar Shirakawa menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Toba akan menjadi kaisar (1107-1123); Horikawa meninggal (1107).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustazhir memerintah (1094-1118); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Muhammad I Tapar memerintah Seljuk (1105-1118); Barkiyaruq meninggal (1105); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua akan terjadi (1147); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut.
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga I memerintah (1073-1120); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Vikrama Chola akan memerintah (1120-1135).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VI memerintah Khmer (1080-1107); Jayavarman VI meninggal (1107); Dharanindravarman I akan memerintah (1107-1113); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry IV memerintah sebagai Kaisar (1056-1106); Dinasti Salian berlanjut; Investiture Controversy terjadi; Konflik dengan Paus; Walk to Canossa (1077); Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Henry V akan menjadi kaisar (1106-1125); Henry IV meninggal (1106); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia.
  • Byzantium: Kaisar Alexios I Komnenos memerintah (1081-1118); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); John II Komnenos akan menjadi kaisar (1118-1143); Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang.
  • Francia Barat: Philip I memerintah (1060-1108); Louis VI akan memerintah (1108-1137); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Philip I meninggal (1108).
  • Inggris: Henry I memerintah (1100-1135); William II meninggal (1100); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Stephen akan menjadi raja (1135-1154); Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Amir memerintah (1101-1130); Al-Musta’li meninggal (1101); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.10

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Huizong memerintah (1100-1125); Periode kemakmuran berlanjut; Neo-Konfusianisme berkembang pesat; Seni kaligrafi dan lukisan mencapai puncak; Koleksi seni kaisar menjadi legendaris; Sistem uang kertas berkembang; Perdagangan maritim aktif dengan Asia Tenggara; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu menyebar; Kompas magnetik digunakan dalam navigasi; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Teknologi navigasi maju; Ekonomi berkembang pesat; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Qinzong akan memerintah (1125-1127).
  • Korea (Goryeo): Yejong memerintah (1105-1122); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Injong akan memerintah (1122-1146).
  • Jepang (Heian): Kaisar Toba memerintah (1107-1123); Horikawa meninggal (1107); Kaisar Shirakawa menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Sutoku akan menjadi kaisar (1123-1142); Budaya berkembang.
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustazhir memerintah (1094-1118); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Muhammad I Tapar memerintah Seljuk (1105-1118); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua akan terjadi (1147); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Mustarshid akan menjadi khalifah (1118-1135); Ahmad Sanjar akan memerintah Seljuk (1118-1157).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga I memerintah (1073-1120); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Vikrama Chola akan memerintah (1120-1135); Kulothunga I meninggal (1120).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Dharanindravarman I memerintah Khmer (1107-1113); Jayavarman VI meninggal (1107); Suryavarman II akan memerintah (1113-1150); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Angkor Wat akan dibangun; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Dharanindravarman I meninggal (1113).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry V memerintah sebagai Kaisar (1106-1125); Henry IV meninggal (1106); Dinasti Salian berlanjut; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Lothair III akan menjadi kaisar (1125-1137).
  • Byzantium: Kaisar Alexios I Komnenos memerintah (1081-1118); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); John II Komnenos akan menjadi kaisar (1118-1143); Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Alexios I meninggal (1118).
  • Francia Barat: Louis VI memerintah (1108-1137); Philip I meninggal (1108); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Louis VII akan menjadi raja (1137-1180).
  • Inggris: Henry I memerintah (1100-1135); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Stephen akan menjadi raja (1135-1154); Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Putra Henry I, William Adelin, tenggelam di White Ship (1120).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Amir memerintah (1101-1130); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Al-Hafiz akan menjadi khalifah (1130-1149).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.15

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Huizong memerintah (1100-1125); Periode kemakmuran berlanjut; Neo-Konfusianisme berkembang pesat; Seni kaligrafi dan lukisan mencapai puncak; Koleksi seni kaisar menjadi legendaris; Sistem uang kertas berkembang; Perdagangan maritim aktif dengan Asia Tenggara; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu menyebar; Kompas magnetik digunakan dalam navigasi; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Teknologi navigasi maju; Ekonomi berkembang pesat; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Qinzong akan memerintah (1125-1127); Ancaman dari Jin meningkat.
  • Korea (Goryeo): Yejong memerintah (1105-1122); Injong memerintah (1122-1146); Yejong meninggal (1122); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran.
  • Jepang (Heian): Kaisar Toba memerintah (1107-1123); Sutoku memerintah (1123-1142); Toba meninggal (1123); Kaisar Shirakawa menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Konoe akan menjadi kaisar (1142-1155).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustarshid memerintah (1118-1135); Al-Mustazhir meninggal (1118); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Ahmad Sanjar memerintah Seljuk (1118-1157); Muhammad I Tapar meninggal (1118); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua akan terjadi (1147); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Rashid akan menjadi khalifah (1135-1136).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Vikrama Chola memerintah (1120-1135); Kulothunga I meninggal (1120); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Kulothunga II akan memerintah (1135-1150).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman II memerintah Khmer (1113-1150); Dharanindravarman I meninggal (1113); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat mulai dibangun (sekitar 1113-1150); Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry V memerintah sebagai Kaisar (1106-1125); Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Lothair III akan menjadi kaisar (1125-1137); Henry V meninggal (1125).
  • Byzantium: Kaisar John II Komnenos memerintah (1118-1143); Alexios I meninggal (1118); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Manuel I Komnenos akan menjadi kaisar (1143-1180).
  • Francia Barat: Louis VI memerintah (1108-1137); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Louis VII akan menjadi raja (1137-1180); Louis VI meninggal (1137).
  • Inggris: Henry I memerintah (1100-1135); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Stephen akan menjadi raja (1135-1154); Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Putra Henry I, William Adelin, tenggelam di White Ship (1120); Perang Saudara akan terjadi setelah kematian Henry I.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Amir memerintah (1101-1130); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Al-Hafiz akan menjadi khalifah (1130-1149); Al-Amir meninggal (1130).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.20

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Huizong memerintah (1100-1125); Periode kemakmuran berlanjut; Neo-Konfusianisme berkembang pesat; Seni kaligrafi dan lukisan mencapai puncak; Koleksi seni kaisar menjadi legendaris; Sistem uang kertas berkembang; Perdagangan maritim aktif dengan Asia Tenggara; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu menyebar; Kompas magnetik digunakan dalam navigasi; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Teknologi navigasi maju; Ekonomi berkembang pesat; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Seni berkembang; Periode perdamaian dengan Liao; Qinzong akan memerintah (1125-1127); Ancaman dari Jin meningkat; Dinasti Jin didirikan oleh Wanyan Aguda (1115); Jin akan menyerang Song.
  • Korea (Goryeo): Injong memerintah (1122-1146); Yejong meninggal (1122); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Uijong akan memerintah (1146-1170).
  • Jepang (Heian): Kaisar Sutoku memerintah (1123-1142); Toba meninggal (1123); Kaisar Shirakawa menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Konoe akan menjadi kaisar (1142-1155); Sutoku meninggal (1142).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustarshid memerintah (1118-1135); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Ahmad Sanjar memerintah Seljuk (1118-1157); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua akan terjadi (1147); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Rashid akan menjadi khalifah (1135-1136); Al-Mustarshid meninggal (1135).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Vikrama Chola memerintah (1120-1135); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Kulothunga II akan memerintah (1135-1150); Vikrama Chola meninggal (1135).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman II memerintah Khmer (1113-1150); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat sedang dibangun (sekitar 1113-1150); Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Dharanindravarman II akan memerintah (1150-1160).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Lothair III memerintah sebagai Kaisar (1125-1137); Henry V meninggal (1125); Dinasti Salian berakhir; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Conrad III akan menjadi kaisar (1138-1152); Lothair III meninggal (1137).
  • Byzantium: Kaisar John II Komnenos memerintah (1118-1143); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Manuel I Komnenos akan menjadi kaisar (1143-1180); John II Komnenos meninggal (1143).
  • Francia Barat: Louis VI memerintah (1108-1137); Louis VII memerintah (1137-1180); Louis VI meninggal (1137); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua akan terjadi (1147).
  • Inggris: Henry I memerintah (1100-1135); Stephen memerintah (1135-1154); Henry I meninggal (1135); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara dimulai (1135-1154); Anarchy Period; Putri Henry I, Matilda, menuntut takhta.
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Hafiz memerintah (1130-1149); Al-Amir meninggal (1130); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Al-Zafir akan menjadi khalifah (1149-1154).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.25

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song): Kaisar Qinzong memerintah (1125-1127); Kaisar Huizong turun takhta (1125); Dinasti Jin menyerang Song Utara; Insiden Jingkang (1127); Jin menaklukkan Kaifeng; Kaisar Huizong dan Qinzong ditangkap; Song Utara runtuh; Song Selatan didirikan; Gaozong akan menjadi kaisar (1127-1162); Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Periode krisis besar.
  • Korea (Goryeo): Injong memerintah (1122-1146); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Uijong akan memerintah (1146-1170).
  • Jepang (Heian): Kaisar Konoe memerintah (1142-1155); Sutoku meninggal (1142); Kaisar Toba menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Shirakawa akan menjadi kaisar (1155-1158); Konoe meninggal (1155).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Rashid memerintah (1135-1136); Al-Mustarshid meninggal (1135); Al-Muqtafi akan memerintah (1136-1160); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Ahmad Sanjar memerintah Seljuk (1118-1157); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua akan terjadi (1147); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Rashid meninggal (1136).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga II memerintah (1135-1150); Vikrama Chola meninggal (1135); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajaraja II akan memerintah (1150-1173).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Suryavarman II memerintah Khmer (1113-1150); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat sedang dibangun (sekitar 1113-1150); Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Dharanindravarman II akan memerintah (1150-1160); Suryavarman II meninggal (1150).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Conrad III memerintah sebagai Kaisar (1138-1152); Lothair III meninggal (1137); Dinasti Hohenstaufen dimulai; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Frederick I Barbarossa akan menjadi kaisar (1152-1190).
  • Byzantium: Kaisar Manuel I Komnenos memerintah (1143-1180); John II Komnenos meninggal (1143); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua akan terjadi (1147); Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Alexios II Komnenos akan menjadi kaisar (1180-1183).
  • Francia Barat: Louis VII memerintah (1137-1180); Louis VI meninggal (1137); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua akan terjadi (1147); Philip II Augustus akan menjadi raja (1180-1223).
  • Inggris: Stephen memerintah (1135-1154); Henry I meninggal (1135); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berlanjut (1135-1154); Anarchy Period; Putri Henry I, Matilda, menuntut takhta; Henry II akan menjadi raja (1154-1189); Stephen meninggal (1154).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Hafiz memerintah (1130-1149); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Al-Zafir akan menjadi khalifah (1149-1154); Al-Hafiz meninggal (1149).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.30

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Gaozong memerintah (1127-1162); Song Selatan didirikan; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) lahir; Akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Xiaozong akan menjadi kaisar (1162-1189).
  • Korea (Goryeo): Injong memerintah (1122-1146); Uijong memerintah (1146-1170); Injong meninggal (1146); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Myeongjong akan memerintah (1170-1197).
  • Jepang (Heian): Kaisar Konoe memerintah (1142-1155); Kaisar Toba menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Shirakawa akan menjadi kaisar (1155-1158); Konoe meninggal (1155).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Muqtafi memerintah (1136-1160); Al-Rashid meninggal (1136); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Ahmad Sanjar memerintah Seljuk (1118-1157); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Mustanjid akan menjadi khalifah (1160-1170).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga II memerintah (1135-1150); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajaraja II akan memerintah (1150-1173); Kulothunga II meninggal (1150).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Dharanindravarman II memerintah Khmer (1150-1160); Suryavarman II meninggal (1150); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Yasovarman II akan memerintah (1160-1166); Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Conrad III memerintah sebagai Kaisar (1138-1152); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Frederick I Barbarossa akan menjadi kaisar (1152-1190); Conrad III meninggal (1152).
  • Byzantium: Kaisar Manuel I Komnenos memerintah (1143-1180); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Alexios II Komnenos akan menjadi kaisar (1180-1183).
  • Francia Barat: Louis VII memerintah (1137-1180); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Philip II Augustus akan menjadi raja (1180-1223).
  • Inggris: Stephen memerintah (1135-1154); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berlanjut (1135-1154); Anarchy Period; Putri Henry I, Matilda, menuntut takhta; Henry II akan menjadi raja (1154-1189); Stephen meninggal (1154).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Zafir memerintah (1149-1154); Al-Hafiz meninggal (1149); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Al-Faiz akan menjadi khalifah (1154-1160); Al-Zafir meninggal (1154).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.35

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Gaozong memerintah (1127-1162); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) berkembang; Akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Xiaozong akan menjadi kaisar (1162-1189).
  • Korea (Goryeo): Uijong memerintah (1146-1170); Injong meninggal (1146); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Myeongjong akan memerintah (1170-1197); Uijong akan digulingkan (1170).
  • Jepang (Heian): Kaisar Go-Shirakawa memerintah (1155-1158); Konoe meninggal (1155); Kaisar Toba menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Nijō akan menjadi kaisar (1158-1165); Go-Shirakawa akan menjadi kaisar pensiun (1158).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Muqtafi memerintah (1136-1160); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk kuat; Ahmad Sanjar memerintah Seljuk (1118-1157); Ahmad Sanjar meninggal (1157); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Mustanjid akan menjadi khalifah (1160-1170); Al-Muqtafi meninggal (1160).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja II memerintah (1150-1173); Kulothunga II meninggal (1150); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Kulothunga III akan memerintah (1178-1218).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Yasovarman II memerintah Khmer (1160-1166); Dharanindravarman II meninggal (1160); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Tribhuvanadityavarman akan memerintah (1166-1177); Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick I Barbarossa memerintah sebagai Kaisar (1152-1190); Conrad III meninggal (1152); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Henry VI akan menjadi kaisar (1190-1197).
  • Byzantium: Kaisar Manuel I Komnenos memerintah (1143-1180); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Alexios II Komnenos akan menjadi kaisar (1180-1183).
  • Francia Barat: Louis VII memerintah (1137-1180); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Philip II Augustus akan menjadi raja (1180-1223).
  • Inggris: Henry II memerintah (1154-1189); Stephen meninggal (1154); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Richard I akan menjadi raja (1189-1199); Henry II meninggal (1189).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Faiz memerintah (1154-1160); Al-Zafir meninggal (1154); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Al-Adid akan menjadi khalifah (1160-1171); Al-Faiz meninggal (1160); Kekhalifahan Fatimiyah akan runtuh (1171).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.40

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Gaozong memerintah (1127-1162); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) berkembang; Akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Xiaozong akan menjadi kaisar (1162-1189).
  • Korea (Goryeo): Uijong memerintah (1146-1170); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Myeongjong akan memerintah (1170-1197); Uijong akan digulingkan (1170).
  • Jepang (Heian): Kaisar Nijō memerintah (1158-1165); Go-Shirakawa menjadi kaisar pensiun (1158); Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Rokujō akan menjadi kaisar (1165-1168); Nijō meninggal (1165).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustanjid memerintah (1160-1170); Al-Muqtafi meninggal (1160); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ahmad Sanjar meninggal (1157); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Mustadi akan menjadi khalifah (1170-1180); Al-Mustanjid meninggal (1170).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja II memerintah (1150-1173); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Kulothunga III akan memerintah (1178-1218).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Tribhuvanadityavarman memerintah Khmer (1166-1177); Yasovarman II meninggal (1166); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Jayavarman VII akan memerintah (1181-1218); Tribhuvanadityavarman akan meninggal (1177); Cham menyerang Angkor (1177).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick I Barbarossa memerintah sebagai Kaisar (1152-1190); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Henry VI akan menjadi kaisar (1190-1197).
  • Byzantium: Kaisar Manuel I Komnenos memerintah (1143-1180); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Alexios II Komnenos akan menjadi kaisar (1180-1183).
  • Francia Barat: Louis VII memerintah (1137-1180); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Philip II Augustus akan menjadi raja (1180-1223); Louis VII meninggal (1180).
  • Inggris: Henry II memerintah (1154-1189); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Richard I akan menjadi raja (1189-1199); Henry II meninggal (1189).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Adid memerintah (1160-1171); Al-Faiz meninggal (1160); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kekhalifahan Fatimiyah akan runtuh (1171); Saladin akan mengambil alih Mesir (1171); Al-Adid meninggal (1171).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.45

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Gaozong memerintah (1127-1162); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) berkembang; Akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Xiaozong akan menjadi kaisar (1162-1189).
  • Korea (Goryeo): Uijong memerintah (1146-1170); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Myeongjong akan memerintah (1170-1197); Uijong akan digulingkan (1170).
  • Jepang (Heian): Kaisar Rokujō memerintah (1165-1168); Nijō meninggal (1165); Kaisar Go-Shirakawa menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Takakura akan menjadi kaisar (1168-1180); Rokujō akan turun takhta (1168).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustanjid memerintah (1160-1170); Al-Muqtafi meninggal (1160); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ahmad Sanjar meninggal (1157); Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Mustadi akan menjadi khalifah (1170-1180); Al-Mustanjid meninggal (1170).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja II memerintah (1150-1173); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Kulothunga III akan memerintah (1178-1218).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Tribhuvanadityavarman memerintah Khmer (1166-1177); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Jayavarman VII akan memerintah (1181-1218); Tribhuvanadityavarman akan meninggal (1177); Cham menyerang Angkor (1177).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick I Barbarossa memerintah sebagai Kaisar (1152-1190); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Henry VI akan menjadi kaisar (1190-1197).
  • Byzantium: Kaisar Manuel I Komnenos memerintah (1143-1180); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Alexios II Komnenos akan menjadi kaisar (1180-1183).
  • Francia Barat: Louis VII memerintah (1137-1180); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Philip II Augustus akan menjadi raja (1180-1223); Louis VII meninggal (1180).
  • Inggris: Henry II memerintah (1154-1189); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Richard I akan menjadi raja (1189-1199); Henry II meninggal (1189).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Kekhalifahan Fatimiyah: Al-Adid memerintah (1160-1171); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Syiah Ismailiyah; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kekhalifahan Fatimiyah akan runtuh (1171); Saladin akan mengambil alih Mesir (1171); Al-Adid meninggal (1171).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.50

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Gaozong memerintah (1127-1162); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) berkembang; Akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Xiaozong akan menjadi kaisar (1162-1189); Gaozong akan turun takhta (1162).
  • Korea (Goryeo): Uijong memerintah (1146-1170); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Myeongjong akan memerintah (1170-1197); Uijong akan digulingkan (1170).
  • Jepang (Heian): Kaisar Takakura memerintah (1168-1180); Rokujō turun takhta (1168); Kaisar Go-Shirakawa menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Antoku akan menjadi kaisar (1180-1185); Takakura meninggal (1180).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustadi memerintah (1170-1180); Al-Mustanjid meninggal (1170); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Nasir akan menjadi khalifah (1180-1225); Al-Mustadi meninggal (1180).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja II memerintah (1150-1173); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Kulothunga III akan memerintah (1178-1218); Rajaraja II meninggal (1173).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Tribhuvanadityavarman memerintah Khmer (1166-1177); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Jayavarman VII akan memerintah (1181-1218); Tribhuvanadityavarman akan meninggal (1177); Cham menyerang Angkor (1177).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick I Barbarossa memerintah sebagai Kaisar (1152-1190); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Henry VI akan menjadi kaisar (1190-1197).
  • Byzantium: Kaisar Manuel I Komnenos memerintah (1143-1180); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Alexios II Komnenos akan menjadi kaisar (1180-1183); Manuel I Komnenos meninggal (1180).
  • Francia Barat: Louis VII memerintah (1137-1180); Philip II Augustus memerintah (1180-1223); Louis VII meninggal (1180); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa.
  • Inggris: Henry II memerintah (1154-1189); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Richard I akan menjadi raja (1189-1199); Henry II meninggal (1189).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Saladin mengambil alih Mesir (1171); Kekhalifahan Fatimiyah runtuh (1171); Al-Adid meninggal (1171); Dinasti Ayyubiyah didirikan; Saladin menjadi sultan (1171-1193); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin akan menaklukkan Yerusalem (1187).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.55

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Xiaozong memerintah (1162-1189); Gaozong turun takhta (1162); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) berkembang; Akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Guangzong akan menjadi kaisar (1189-1194); Xiaozong meninggal (1189).
  • Korea (Goryeo): Myeongjong memerintah (1170-1197); Uijong digulingkan (1170); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Sinjong akan memerintah (1197-1204).
  • Jepang (Heian): Kaisar Takakura memerintah (1168-1180); Kaisar Go-Shirakawa menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Antoku akan menjadi kaisar (1180-1185); Takakura meninggal (1180); Perang Genpei akan dimulai (1180-1185).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustadi memerintah (1170-1180); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Nasir akan menjadi khalifah (1180-1225); Al-Mustadi meninggal (1180).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga III memerintah (1178-1218); Rajaraja II meninggal (1173); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VII memerintah Khmer (1181-1218); Tribhuvanadityavarman meninggal (1177); Cham menyerang Angkor (1177); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon akan dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick I Barbarossa memerintah sebagai Kaisar (1152-1190); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Henry VI akan menjadi kaisar (1190-1197).
  • Byzantium: Kaisar Alexios II Komnenos memerintah (1180-1183); Manuel I Komnenos meninggal (1180); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Andronikos I Komnenos akan menjadi kaisar (1183-1185); Alexios II Komnenos meninggal (1183).
  • Francia Barat: Philip II Augustus memerintah (1180-1223); Louis VII meninggal (1180); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga akan terjadi (1189-1192).
  • Inggris: Henry II memerintah (1154-1189); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Richard I akan menjadi raja (1189-1199); Henry II meninggal (1189).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Saladin memerintah sebagai sultan (1171-1193); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin akan menaklukkan Yerusalem (1187); Al-Aziz akan menjadi sultan (1193-1198); Saladin meninggal (1193).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.60

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Xiaozong memerintah (1162-1189); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) berkembang; Akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Guangzong akan menjadi kaisar (1189-1194); Xiaozong meninggal (1189).
  • Korea (Goryeo): Myeongjong memerintah (1170-1197); Uijong digulingkan (1170); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Sinjong akan memerintah (1197-1204).
  • Jepang (Heian): Kaisar Antoku memerintah (1180-1185); Takakura meninggal (1180); Kaisar Go-Shirakawa menjadi kaisar pensiun; Klan Fujiwara di puncak kekuasaan; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Perang Genpei dimulai (1180-1185); Pertempuran Dan-no-ura (1185); Antoku meninggal (1185); Go-Toba akan menjadi kaisar (1183-1198); Periode Kamakura akan dimulai (1185).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Nasir memerintah (1180-1225); Al-Mustadi meninggal (1180); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Perang Salib Ketiga akan terjadi (1189-1192).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga III memerintah (1178-1218); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VII memerintah Khmer (1181-1218); Tribhuvanadityavarman meninggal (1177); Cham menyerang Angkor (1177); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon akan dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick I Barbarossa memerintah sebagai Kaisar (1152-1190); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga akan terjadi (1189-1192); Henry VI akan menjadi kaisar (1190-1197); Frederick I Barbarossa meninggal (1190).
  • Byzantium: Kaisar Andronikos I Komnenos memerintah (1183-1185); Alexios II Komnenos meninggal (1183); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Isaac II Angelos akan menjadi kaisar (1185-1195); Andronikos I Komnenos meninggal (1185).
  • Francia Barat: Philip II Augustus memerintah (1180-1223); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga akan terjadi (1189-1192).
  • Inggris: Richard I memerintah (1189-1199); Henry II meninggal (1189); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga akan terjadi (1189-1192); John akan menjadi raja (1199-1216); Richard I meninggal (1199).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Saladin memerintah sebagai sultan (1171-1193); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga akan terjadi (1189-1192); Al-Aziz akan menjadi sultan (1193-1198); Saladin meninggal (1193).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.65

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Guangzong memerintah (1189-1194); Xiaozong meninggal (1189); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) berkembang; Akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Ningzong akan menjadi kaisar (1194-1224); Guangzong akan turun takhta (1194).
  • Korea (Goryeo): Myeongjong memerintah (1170-1197); Uijong digulingkan (1170); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Sinjong akan memerintah (1197-1204); Myeongjong meninggal (1197).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Toba memerintah (1183-1198); Antoku meninggal (1185); Periode Kamakura dimulai (1185); Shogun Minamoto no Yoritomo memerintah (1192-1199); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Tsuchimikado akan menjadi kaisar (1198-1210); Go-Toba akan turun takhta (1198).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Nasir memerintah (1180-1225); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut.
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga III memerintah (1178-1218); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VII memerintah Khmer (1181-1218); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon sedang dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Henry VI memerintah sebagai Kaisar (1190-1197); Frederick I Barbarossa meninggal (1190); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Otto IV akan menjadi kaisar (1198-1215); Henry VI meninggal (1197).
  • Byzantium: Kaisar Isaac II Angelos memerintah (1185-1195); Andronikos I Komnenos meninggal (1185); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Alexios III Angelos akan menjadi kaisar (1195-1203); Isaac II Angelos akan digulingkan (1195).
  • Francia Barat: Philip II Augustus memerintah (1180-1223); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Louis VIII akan menjadi raja (1223-1226).
  • Inggris: Richard I memerintah (1189-1199); Henry II meninggal (1189); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); John akan menjadi raja (1199-1216); Richard I meninggal (1199).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Aziz memerintah sebagai sultan (1193-1198); Saladin meninggal (1193); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Al-Mansur akan menjadi sultan (1198-1200); Al-Aziz meninggal (1198).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.70

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Guangzong memerintah (1189-1194); Ningzong memerintah (1194-1224); Guangzong turun takhta (1194); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) berkembang; Akan menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut.
  • Korea (Goryeo): Sinjong memerintah (1197-1204); Myeongjong meninggal (1197); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Huijong akan memerintah (1204-1211).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Tsuchimikado memerintah (1198-1210); Go-Toba turun takhta (1198); Periode Kamakura; Shogun Minamoto no Yoritomo memerintah (1192-1199); Minamoto no Yoritomo meninggal (1199); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Juntoku akan menjadi kaisar (1210-1221).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Nasir memerintah (1180-1225); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Perang Salib Keempat akan terjadi (1202-1204).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga III memerintah (1178-1218); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VII memerintah Khmer (1181-1218); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon sedang dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto IV memerintah sebagai Kaisar (1198-1215); Henry VI meninggal (1197); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Frederick II akan menjadi kaisar (1215-1250); Otto IV akan digulingkan (1215).
  • Byzantium: Kaisar Alexios III Angelos memerintah (1195-1203); Isaac II Angelos digulingkan (1195); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Perang Salib Keempat akan terjadi (1202-1204); Alexios IV Angelos akan menjadi kaisar (1203-1204); Alexios III Angelos akan digulingkan (1203).
  • Francia Barat: Philip II Augustus memerintah (1180-1223); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Louis VIII akan menjadi raja (1223-1226); Philip II Augustus meninggal (1223).
  • Inggris: John memerintah (1199-1216); Richard I meninggal (1199); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Henry III akan menjadi raja (1216-1272); Magna Carta akan ditandatangani (1215); John meninggal (1216).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Mansur memerintah sebagai sultan (1198-1200); Al-Aziz meninggal (1198); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Al-Adil akan menjadi sultan (1200-1218); Al-Mansur meninggal (1200).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.75

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Ningzong memerintah (1194-1224); Guangzong turun takhta (1194); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) mencapai puncak pengaruh; Menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Lizong akan menjadi kaisar (1224-1264).
  • Korea (Goryeo): Sinjong memerintah (1197-1204); Myeongjong meninggal (1197); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Huijong akan memerintah (1204-1211).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Tsuchimikado memerintah (1198-1210); Go-Toba turun takhta (1198); Periode Kamakura; Shogun Minamoto no Yoritomo meninggal (1199); Shogun Minamoto no Yoriie memerintah (1199-1203); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Juntoku akan menjadi kaisar (1210-1221).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Nasir memerintah (1180-1225); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat akan terjadi (1202-1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Zahir akan menjadi khalifah (1225-1226).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga III memerintah (1178-1218); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajaraja III akan memerintah (1216-1256).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VII memerintah Khmer (1181-1218); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon sedang dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman II akan memerintah (1218-1243).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto IV memerintah sebagai Kaisar (1198-1215); Henry VI meninggal (1197); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat akan terjadi (1202-1204); Frederick II akan menjadi kaisar (1215-1250); Otto IV akan digulingkan (1215).
  • Byzantium: Kaisar Alexios III Angelos memerintah (1195-1203); Isaac II Angelos digulingkan (1195); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Perang Salib Keempat akan terjadi (1202-1204); Alexios IV Angelos akan menjadi kaisar (1203-1204); Alexios III Angelos akan digulingkan (1203); Konstantinopel akan dijarah (1204).
  • Francia Barat: Philip II Augustus memerintah (1180-1223); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Louis VIII akan menjadi raja (1223-1226); Philip II Augustus meninggal (1223).
  • Inggris: John memerintah (1199-1216); Richard I meninggal (1199); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Henry III akan menjadi raja (1216-1272); Magna Carta akan ditandatangani (1215); John meninggal (1216).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Adil memerintah sebagai sultan (1200-1218); Al-Mansur meninggal (1200); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Al-Kamil akan menjadi sultan (1218-1238); Al-Adil meninggal (1218).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.80

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Ningzong memerintah (1194-1224); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) mencapai puncak pengaruh; Menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Lizong akan menjadi kaisar (1224-1264); Zhu Xi meninggal (1200).
  • Korea (Goryeo): Huijong memerintah (1204-1211); Sinjong meninggal (1204); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Gangjong akan memerintah (1211-1213).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Juntoku memerintah (1210-1221); Tsuchimikado turun takhta (1210); Periode Kamakura; Shogun Minamoto no Yoriie digulingkan (1203); Shogun Minamoto no Sanetomo memerintah (1203-1219); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Chūkyō akan menjadi kaisar (1221); Juntoku akan turun takhta (1221).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Nasir memerintah (1180-1225); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Zahir akan menjadi khalifah (1225-1226); Al-Nasir meninggal (1225).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga III memerintah (1178-1218); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajaraja III akan memerintah (1216-1256); Kulothunga III meninggal (1218).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VII memerintah Khmer (1181-1218); Jayavarman VII meninggal (1218); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman II akan memerintah (1218-1243).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto IV memerintah sebagai Kaisar (1198-1215); Henry VI meninggal (1197); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Frederick II akan menjadi kaisar (1215-1250); Otto IV akan digulingkan (1215).
  • Byzantium: Kaisar Alexios V Doukas memerintah (1204); Alexios IV Angelos meninggal (1204); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Theodore I Laskaris akan menjadi kaisar Nicaea (1204-1222).
  • Francia Barat: Philip II Augustus memerintah (1180-1223); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Louis VIII akan menjadi raja (1223-1226); Philip II Augustus meninggal (1223).
  • Inggris: John memerintah (1199-1216); Richard I meninggal (1199); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Henry III akan menjadi raja (1216-1272); Magna Carta akan ditandatangani (1215); John meninggal (1216).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Adil memerintah sebagai sultan (1200-1218); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Al-Kamil akan menjadi sultan (1218-1238); Al-Adil meninggal (1218).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.85

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Ningzong memerintah (1194-1224); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) mencapai puncak pengaruh; Menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Lizong akan menjadi kaisar (1224-1264); Zhu Xi meninggal (1200).
  • Korea (Goryeo): Huijong memerintah (1204-1211); Sinjong meninggal (1204); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Gangjong akan memerintah (1211-1213).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Juntoku memerintah (1210-1221); Tsuchimikado turun takhta (1210); Periode Kamakura; Shogun Minamoto no Sanetomo memerintah (1203-1219); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Chūkyō akan menjadi kaisar (1221); Juntoku akan turun takhta (1221); Peristiwa Jōkyū akan terjadi (1221).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Nasir memerintah (1180-1225); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Zahir akan menjadi khalifah (1225-1226); Al-Nasir meninggal (1225).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja III memerintah (1216-1256); Kulothunga III meninggal (1218); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Indravarman II memerintah Khmer (1218-1243); Jayavarman VII meninggal (1218); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Jayavarman VIII akan memerintah (1243-1295).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick II memerintah sebagai Kaisar (1215-1250); Otto IV digulingkan (1215); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Conrad IV akan menjadi kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar Theodore I Laskaris memerintah Nicaea (1204-1222); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; John III Doukas Vatatzes akan menjadi kaisar Nicaea (1222-1254).
  • Francia Barat: Louis VIII memerintah (1223-1226); Philip II Augustus meninggal (1223); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Louis IX akan menjadi raja (1226-1270); Louis VIII meninggal (1226).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); John meninggal (1216); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Kamil memerintah sebagai sultan (1218-1238); Al-Adil meninggal (1218); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Al-Salih akan menjadi sultan (1238-1249); Al-Kamil meninggal (1238).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.90

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Ningzong memerintah (1194-1224); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) meninggal (1200); Menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Lizong akan menjadi kaisar (1224-1264).
  • Korea (Goryeo): Gangjong memerintah (1211-1213); Huijong meninggal (1211); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Gojong akan memerintah (1213-1259); Gangjong meninggal (1213).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Chūkyō memerintah (1221); Juntoku turun takhta (1221); Periode Kamakura; Shogun Minamoto no Sanetomo memerintah (1203-1219); Minamoto no Sanetomo meninggal (1219); Peristiwa Jōkyū terjadi (1221); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Horikawa akan menjadi kaisar (1221-1232); Chūkyō turun takhta (1221).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Zahir memerintah (1225-1226); Al-Nasir meninggal (1225); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Mustansir akan menjadi khalifah (1226-1242); Al-Zahir meninggal (1226).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja III memerintah (1216-1256); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Indravarman II memerintah Khmer (1218-1243); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Jayavarman VIII akan memerintah (1243-1295).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick II memerintah sebagai Kaisar (1215-1250); Otto IV digulingkan (1215); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Conrad IV akan menjadi kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar John III Doukas Vatatzes memerintah Nicaea (1222-1254); Theodore I Laskaris meninggal (1222); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Theodore II Laskaris akan menjadi kaisar Nicaea (1254-1258).
  • Francia Barat: Louis IX memerintah (1226-1270); Louis VIII meninggal (1226); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh akan terjadi (1248-1254); Philip III akan menjadi raja (1270-1285); Louis IX meninggal (1270).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Kamil memerintah sebagai sultan (1218-1238); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Al-Salih akan menjadi sultan (1238-1249); Al-Kamil meninggal (1238).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 11.95

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Ningzong memerintah (1194-1224); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) meninggal (1200); Menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Lizong akan menjadi kaisar (1224-1264); Ningzong meninggal (1224).
  • Korea (Goryeo): Gojong memerintah (1213-1259); Gangjong meninggal (1213); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Wonjong akan memerintah (1259-1274).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Horikawa memerintah (1221-1232); Chūkyō turun takhta (1221); Periode Kamakura; Shogun Minamoto no Sanetomo meninggal (1219); Shogun Hōjō Yoshitoki memerintah (1203-1224); Peristiwa Jōkyū terjadi (1221); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Shijō akan menjadi kaisar (1232-1242); Go-Horikawa meninggal (1232).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustansir memerintah (1226-1242); Al-Zahir meninggal (1226); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Al-Musta’sim akan menjadi khalifah (1242-1258); Al-Mustansir meninggal (1242).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja III memerintah (1216-1256); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Indravarman II memerintah Khmer (1218-1243); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Jayavarman VIII akan memerintah (1243-1295); Indravarman II meninggal (1243).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick II memerintah sebagai Kaisar (1215-1250); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Conrad IV akan menjadi kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar John III Doukas Vatatzes memerintah Nicaea (1222-1254); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Theodore II Laskaris akan menjadi kaisar Nicaea (1254-1258).
  • Francia Barat: Louis IX memerintah (1226-1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh akan terjadi (1248-1254); Philip III akan menjadi raja (1270-1285); Louis IX meninggal (1270).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Kamil memerintah sebagai sultan (1218-1238); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Al-Salih akan menjadi sultan (1238-1249); Al-Kamil meninggal (1238).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.00

1. Asia (Islam Awal, Song, & Asia Selatan)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Lizong memerintah (1224-1264); Ningzong meninggal (1224); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) meninggal (1200); Menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Duzong akan menjadi kaisar (1264-1274); Lizong meninggal (1264).
  • Korea (Goryeo): Gojong memerintah (1213-1259); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Wonjong akan memerintah (1259-1274); Gojong meninggal (1259).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Horikawa memerintah (1221-1232); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Yoshitoki memerintah (1203-1224); Hōjō Yoshitoki meninggal (1224); Shogun Hōjō Yasutoki memerintah (1224-1242); Peristiwa Jōkyū terjadi (1221); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Shijō akan menjadi kaisar (1232-1242); Go-Horikawa meninggal (1232).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustansir memerintah (1226-1242); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Al-Musta’sim akan menjadi khalifah (1242-1258); Al-Mustansir meninggal (1242); Baghdad akan dihancurkan oleh Mongol (1258).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja III memerintah (1216-1256); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajendra III akan memerintah (1246-1279).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Indravarman II meninggal (1243); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick II memerintah sebagai Kaisar (1215-1250); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Conrad IV akan menjadi kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar John III Doukas Vatatzes memerintah Nicaea (1222-1254); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Theodore II Laskaris akan menjadi kaisar Nicaea (1254-1258); John III Doukas Vatatzes meninggal (1254); Konstantinopel akan direbut kembali (1261).
  • Francia Barat: Louis IX memerintah (1226-1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh akan terjadi (1248-1254); Philip III akan menjadi raja (1270-1285); Louis IX meninggal (1270).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Kamil memerintah sebagai sultan (1218-1238); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Al-Salih akan menjadi sultan (1238-1249); Al-Kamil meninggal (1238).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia berkembang pesat; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound akan dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Aztek: Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.05

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Ningzong memerintah (1194-1224); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Zhu Xi (1130-1200) meninggal (1200); Menjadi tokoh utama Neo-Konfusianisme; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Lizong akan menjadi kaisar (1224-1264); Ningzong meninggal (1224).
  • Korea (Goryeo): Sinjong memerintah (1197-1204); Myeongjong meninggal (1197); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Huijong akan memerintah (1204-1211); Sinjong meninggal (1204).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Tsuchimikado memerintah (1198-1210); Go-Toba turun takhta (1198); Periode Kamakura; Shogun Minamoto no Yoriie memerintah (1202-1203); Shogun Minamoto no Sanetomo akan memerintah (1203-1219); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Juntoku akan menjadi kaisar (1210-1221); Tsuchimikado turun takhta (1210).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Nasir memerintah (1180-1225); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Al-Zahir akan menjadi khalifah (1225-1226); Al-Nasir meninggal (1225).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Kulothunga III memerintah (1178-1218); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajaraja III akan memerintah (1216-1256); Kulothunga III meninggal (1218).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VII memerintah Khmer (1181-1218); Indravarman II akan memerintah (1218-1243); Jayavarman VII meninggal (1218); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia.

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Otto IV memerintah sebagai Kaisar (1209-1215); Philip dari Swabia dibunuh (1208); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Frederick II akan menjadi kaisar (1215-1250); Otto IV akan digulingkan (1215).
  • Byzantium (Latin): Kekaisaran Latin Konstantinopel didirikan (1204-1261); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Kaisar Latin Henry dari Flandria memerintah (1206-1216); Periode fragmentasi; Kekuatan militer melemah; Perdagangan dengan Venesia berkembang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Theodore I Laskaris memerintah Nicaea (1204-1222); Periode pemulihan di Nicaea.
  • Francia Barat: Philip II Augustus memerintah (1180-1223); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Louis VIII akan menjadi raja (1223-1226); Philip II Augustus meninggal (1223).
  • Inggris: John memerintah (1199-1216); Richard I meninggal (1199); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Magna Carta akan ditandatangani (1215); Henry III akan menjadi raja (1216-1272); John meninggal (1216).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Adil memerintah sebagai sultan (1200-1218); Al-Aziz meninggal (1198); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Al-Kamil akan menjadi sultan (1218-1238); Al-Adil meninggal (1218).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.10

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Ningzong memerintah (1194-1224); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Mongol mulai menyerang Jin (1211); Lizong akan menjadi kaisar (1224-1264); Ningzong meninggal (1224).
  • Korea (Goryeo): Huijong memerintah (1204-1211); Sinjong meninggal (1204); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Gangjong akan memerintah (1211-1213); Huijong meninggal (1211).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Juntoku memerintah (1210-1221); Tsuchimikado turun takhta (1210); Periode Kamakura; Shogun Minamoto no Sanetomo memerintah (1203-1219); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Chūkyō akan menjadi kaisar (1221); Juntoku akan turun takhta (1221); Peristiwa Jōkyū akan terjadi (1221).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Nasir memerintah (1180-1225); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Mongol menyerang Khwarezmia (1218); Al-Zahir akan menjadi khalifah (1225-1226); Al-Nasir meninggal (1225).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja III memerintah (1216-1256); Kulothunga III meninggal (1218); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajendra III akan memerintah (1246-1279).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Indravarman II memerintah Khmer (1218-1243); Jayavarman VII meninggal (1218); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Jayavarman VIII akan memerintah (1243-1295).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick II memerintah sebagai Kaisar (1215-1250); Otto IV digulingkan (1215); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Conrad IV akan menjadi kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar Theodore I Laskaris memerintah Nicaea (1204-1222); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; John III Doukas Vatatzes akan menjadi kaisar Nicaea (1222-1254); Theodore I Laskaris meninggal (1222).
  • Francia Barat: Louis VIII memerintah (1223-1226); Philip II Augustus meninggal (1223); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Louis IX akan menjadi raja (1226-1270); Louis VIII meninggal (1226).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); John meninggal (1216); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Kamil memerintah sebagai sultan (1218-1238); Al-Adil meninggal (1218); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Al-Salih akan menjadi sultan (1238-1249); Al-Kamil meninggal (1238).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.15

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Lizong memerintah (1224-1264); Ningzong meninggal (1224); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Mongol menaklukkan Jin (1234); Duzong akan menjadi kaisar (1264-1274); Lizong meninggal (1264).
  • Korea (Goryeo): Gojong memerintah (1213-1259); Gangjong meninggal (1213); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Mongol menyerang Goryeo (1231); Wonjong akan memerintah (1259-1274); Gojong meninggal (1259).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Horikawa memerintah (1221-1232); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Yoshitoki memerintah (1203-1224); Hōjō Yoshitoki meninggal (1224); Shogun Hōjō Yasutoki memerintah (1224-1242); Peristiwa Jōkyū terjadi (1221); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Shijō akan menjadi kaisar (1232-1242); Go-Horikawa meninggal (1232).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustansir memerintah (1226-1242); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Mongol menghancurkan Khwarezmia (1220); Al-Musta’sim akan menjadi khalifah (1242-1258); Al-Mustansir meninggal (1242); Baghdad akan dihancurkan oleh Mongol (1258).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja III memerintah (1216-1256); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajendra III akan memerintah (1246-1279).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Indravarman II meninggal (1243); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick II memerintah sebagai Kaisar (1215-1250); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam akan terjadi (1228-1229); Conrad IV akan menjadi kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar John III Doukas Vatatzes memerintah Nicaea (1222-1254); Theodore I Laskaris meninggal (1222); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Theodore II Laskaris akan menjadi kaisar Nicaea (1254-1258); John III Doukas Vatatzes meninggal (1254); Konstantinopel akan direbut kembali (1261).
  • Francia Barat: Louis IX memerintah (1226-1270); Louis VIII meninggal (1226); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh akan terjadi (1248-1254); Philip III akan menjadi raja (1270-1285); Louis IX meninggal (1270).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Kamil memerintah sebagai sultan (1218-1238); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Al-Salih akan menjadi sultan (1238-1249); Al-Kamil meninggal (1238).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.20

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Lizong memerintah (1224-1264); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Mongol menghancurkan Khwarezmia (1220); Duzong akan menjadi kaisar (1264-1274); Lizong meninggal (1264).
  • Korea (Goryeo): Gojong memerintah (1213-1259); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Mongol menyerang Goryeo (1231); Wonjong akan memerintah (1259-1274); Gojong meninggal (1259).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Shijō memerintah (1232-1242); Go-Horikawa meninggal (1232); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Yasutoki memerintah (1224-1242); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Saga akan menjadi kaisar (1242-1246); Shijō meninggal (1242).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Mustansir memerintah (1226-1242); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Mongol menghancurkan Khwarezmia (1220); Al-Musta’sim akan menjadi khalifah (1242-1258); Al-Mustansir meninggal (1242); Baghdad akan dihancurkan oleh Mongol (1258).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja III memerintah (1216-1256); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajendra III akan memerintah (1246-1279).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Indravarman II meninggal (1243); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick II memerintah sebagai Kaisar (1215-1250); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Conrad IV akan menjadi kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar John III Doukas Vatatzes memerintah Nicaea (1222-1254); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Theodore II Laskaris akan menjadi kaisar Nicaea (1254-1258); John III Doukas Vatatzes meninggal (1254); Konstantinopel akan direbut kembali (1261).
  • Francia Barat: Louis IX memerintah (1226-1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh akan terjadi (1248-1254); Philip III akan menjadi raja (1270-1285); Louis IX meninggal (1270).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Kamil memerintah sebagai sultan (1218-1238); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Al-Salih akan menjadi sultan (1238-1249); Al-Kamil meninggal (1238).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.25

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Lizong memerintah (1224-1264); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Kekaisaran Mongol terpecah menjadi empat khanat; Duzong akan menjadi kaisar (1264-1274); Lizong meninggal (1264).
  • Korea (Goryeo): Gojong memerintah (1213-1259); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Mongol menyerang Goryeo (1231); Wonjong akan memerintah (1259-1274); Gojong meninggal (1259).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Saga memerintah (1242-1246); Shijō meninggal (1242); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Tsunetoki memerintah (1242-1246); Hōjō Yasutoki meninggal (1242); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Fukakusa akan menjadi kaisar (1246-1259); Go-Saga turun takhta (1246).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Musta’sim memerintah (1242-1258); Al-Mustansir meninggal (1242); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Baghdad akan dihancurkan oleh Mongol (1258); Al-Musta’sim akan dibunuh (1258).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajaraja III memerintah (1216-1256); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Rajendra III akan memerintah (1246-1279); Rajaraja III meninggal (1256).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Indravarman II meninggal (1243); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick II memerintah sebagai Kaisar (1215-1250); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Conrad IV akan menjadi kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar John III Doukas Vatatzes memerintah Nicaea (1222-1254); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Theodore II Laskaris akan menjadi kaisar Nicaea (1254-1258); John III Doukas Vatatzes meninggal (1254); Konstantinopel akan direbut kembali (1261).
  • Francia Barat: Louis IX memerintah (1226-1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh akan terjadi (1248-1254); Philip III akan menjadi raja (1270-1285); Louis IX meninggal (1270).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Ayyubiyah): Al-Salih memerintah sebagai sultan (1238-1249); Al-Kamil meninggal (1238); Dinasti Ayyubiyah; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh akan terjadi (1248-1254); Turanshah akan menjadi sultan (1249-1250); Al-Salih meninggal (1249); Dinasti Mamluk akan menggantikan Ayyubiyah (1250).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.30

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Lizong memerintah (1224-1264); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan akan menjadi Khan Agung (1246-1248); Duzong akan menjadi kaisar (1264-1274); Lizong meninggal (1264).
  • Korea (Goryeo): Gojong memerintah (1213-1259); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Mongol menyerang Goryeo (1231); Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Wonjong akan memerintah (1259-1274); Gojong meninggal (1259).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Fukakusa memerintah (1246-1259); Go-Saga turun takhta (1246); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Tsunetoki memerintah (1242-1246); Shogun Hōjō Tokiyori memerintah (1246-1256); Hōjō Tsunetoki meninggal (1246); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Kameyama akan menjadi kaisar (1259-1274); Go-Fukakusa turun takhta (1259).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Musta’sim memerintah (1242-1258); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Baghdad akan dihancurkan oleh Mongol (1258); Al-Musta’sim akan dibunuh (1258).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajendra III memerintah (1246-1279); Rajaraja III meninggal (1256); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Chola akan melemah; Rajendra III meninggal (1279).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Frederick II memerintah sebagai Kaisar (1215-1250); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Conrad IV akan menjadi kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar Theodore II Laskaris memerintah Nicaea (1254-1258); John III Doukas Vatatzes meninggal (1254); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; John IV Laskaris akan menjadi kaisar Nicaea (1258-1261); Theodore II Laskaris meninggal (1258); Konstantinopel akan direbut kembali (1261).
  • Francia Barat: Louis IX memerintah (1226-1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Philip III akan menjadi raja (1270-1285); Louis IX meninggal (1270).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Turanshah dibunuh (1250); Al-Salih meninggal (1249); Shajar al-Durr menjadi sultan pertama (1250); Aybak akan menjadi sultan (1250-1257); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.35

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Lizong memerintah (1224-1264); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Konflik dengan Jin berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan akan menjadi Khan Agung (1251-1259); Duzong akan menjadi kaisar (1264-1274); Lizong meninggal (1264).
  • Korea (Goryeo): Gojong memerintah (1213-1259); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Mongol menyerang Goryeo (1231); Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Wonjong akan memerintah (1259-1274); Gojong meninggal (1259).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Fukakusa memerintah (1246-1259); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Tokiyori memerintah (1246-1256); Shogun Hōjō Nagatoki akan memerintah (1256-1264); Hōjō Tokiyori meninggal (1256); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Kameyama akan menjadi kaisar (1259-1274); Go-Fukakusa turun takhta (1259).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Musta’sim memerintah (1242-1258); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Baghdad akan dihancurkan oleh Mongol (1258); Al-Musta’sim akan dibunuh (1258).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajendra III memerintah (1246-1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Chola akan melemah; Rajendra III meninggal (1279).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Conrad IV memerintah sebagai Kaisar (1250-1254); Frederick II meninggal (1250); Dinasti Hohenstaufen; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Interregnum akan dimulai (1254-1273); Conrad IV meninggal (1254).
  • Byzantium (Nicaea): Kaisar John IV Laskaris memerintah Nicaea (1258-1261); Theodore II Laskaris meninggal (1258); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Latin didirikan (1204-1261); Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Michael VIII Palaiologos akan menjadi kaisar (1261-1282); Konstantinopel akan direbut kembali (1261); John IV Laskaris akan digulingkan (1261).
  • Francia Barat: Louis IX memerintah (1226-1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Philip III akan menjadi raja (1270-1285); Louis IX meninggal (1270).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Aybak memerintah sebagai sultan (1250-1257); Shajar al-Durr dibunuh (1257); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Qutuz akan menjadi sultan (1259-1260); Aybak dibunuh (1257).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.40

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Duzong memerintah (1264-1274); Lizong meninggal (1264); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Möngke Khan meninggal (1259); Kublai Khan akan menjadi Khan Agung (1260-1294); Gong akan menjadi kaisar (1274-1276); Duzong meninggal (1274).
  • Korea (Goryeo): Wonjong memerintah (1259-1274); Gojong meninggal (1259); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Chungnyeol akan memerintah (1274-1308); Wonjong meninggal (1274).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Kameyama memerintah (1259-1274); Go-Fukakusa turun takhta (1259); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Nagatoki memerintah (1256-1264); Shogun Hōjō Masamura akan memerintah (1264-1268); Hōjō Nagatoki meninggal (1264); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Uda akan menjadi kaisar (1274-1287); Kameyama turun takhta (1274).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Al-Musta’sim memerintah (1242-1258); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Möngke Khan meninggal (1259); Kublai Khan menjadi Khan Agung (1260-1294); Baghdad akan dihancurkan oleh Mongol (1258); Al-Musta’sim akan dibunuh (1258); Kekhalifahan Abbasiyah akan berakhir (1258).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajendra III memerintah (1246-1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Chola akan melemah; Rajendra III meninggal (1279); Dinasti Chola akan berakhir (1279).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Interregnum dimulai (1254-1273); Conrad IV meninggal (1254); Dinasti Hohenstaufen berakhir; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Rudolf I akan menjadi kaisar (1273-1291); Interregnum akan berakhir (1273).
  • Byzantium: Kaisar Michael VIII Palaiologos memerintah (1261-1282); John IV Laskaris digulingkan (1261); Konstantinopel direbut kembali (1261); Kekaisaran Latin berakhir (1261); Kekaisaran Bizantium dipulihkan; Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Andronikos II Palaiologos akan menjadi kaisar (1282-1328); Michael VIII Palaiologos meninggal (1282).
  • Francia Barat: Louis IX memerintah (1226-1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Philip III akan menjadi raja (1270-1285); Louis IX meninggal (1270).
  • Inggris: Henry III memerintah (1216-1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward I akan menjadi raja (1272-1307); Henry III meninggal (1272).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Qutuz memerintah sebagai sultan (1259-1260); Aybak dibunuh (1257); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Baibars akan menjadi sultan (1260-1277); Qutuz dibunuh (1260); Pertempuran Ain Jalut terjadi (1260); Mamluk mengalahkan Mongol.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.45

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Song Selatan): Kaisar Duzong memerintah (1264-1274); Song Selatan berkembang; Lin’an (Hangzhou) menjadi ibu kota; Periode pemulihan; Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Möngke Khan meninggal (1259); Kublai Khan menjadi Khan Agung (1260-1294); Kublai Khan menyerang Song Selatan (1268); Gong akan menjadi kaisar (1274-1276); Duzong meninggal (1274).
  • Korea (Goryeo): Wonjong memerintah (1259-1274); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Perdamaian dengan Khitan; Periode kemakmuran; Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Chungnyeol akan memerintah (1274-1308); Wonjong meninggal (1274).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Kameyama memerintah (1259-1274); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Masamura memerintah (1264-1268); Shogun Hōjō Tokimune akan memerintah (1268-1284); Hōjō Masamura meninggal (1268); Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Uda akan menjadi kaisar (1274-1287); Kameyama turun takhta (1274).
  • Kekhalifahan Abbasiyah: Baghdad dihancurkan oleh Mongol (1258); Al-Musta’sim dibunuh (1258); Kekhalifahan Abbasiyah berakhir (1258); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Baghdad hancur; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam berakhir; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Möngke Khan meninggal (1259); Kublai Khan menjadi Khan Agung (1260-1294); Kekhalifahan Abbasiyah akan dipindahkan ke Kairo (1261).
  • India: Dinasti Chola mencapai puncak; Rajendra III memerintah (1246-1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Chola akan melemah; Rajendra III meninggal (1279); Dinasti Chola akan berakhir (1279).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Interregnum berlanjut (1254-1273); Dinasti Hohenstaufen berakhir; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Rudolf I akan menjadi kaisar (1273-1291); Interregnum akan berakhir (1273).
  • Byzantium: Kaisar Michael VIII Palaiologos memerintah (1261-1282); Konstantinopel direbut kembali (1261); Kekaisaran Latin berakhir (1261); Kekaisaran Bizantium dipulihkan; Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Andronikos II Palaiologos akan menjadi kaisar (1282-1328); Michael VIII Palaiologos meninggal (1282).
  • Francia Barat: Philip III memerintah (1270-1285); Louis IX meninggal (1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Philip IV akan menjadi raja (1285-1314); Philip III meninggal (1285).
  • Inggris: Edward I memerintah (1272-1307); Henry III meninggal (1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward II akan menjadi raja (1307-1327); Edward I meninggal (1307).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Baibars memerintah sebagai sultan (1260-1277); Qutuz dibunuh (1260); Pertempuran Ain Jalut terjadi (1260); Mamluk mengalahkan Mongol; Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Barakah akan menjadi sultan (1277-1279); Baibars meninggal (1277).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.50

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Dinasti Yuan didirikan (1271-1368); Kublai Khan menjadi kaisar (1271-1294); Song Selatan ditaklukkan (1279); Kaisar Gong dari Song ditangkap (1276); Kaisar Bing dari Song bunuh diri (1279); Song Selatan berakhir (1279); Kekaisaran Mongol mencapai puncak; Kublai Khan memindahkan ibu kota ke Dadu (Beijing) (1272); Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Timur akan menjadi kaisar (1294-1307); Kublai Khan meninggal (1294).
  • Korea (Goryeo): Chungnyeol memerintah (1274-1308); Wonjong meninggal (1274); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Chungseon akan memerintah (1308-1313); Chungnyeol meninggal (1308).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Uda memerintah (1274-1287); Kameyama turun takhta (1274); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Tokimune memerintah (1268-1284); Invasi Mongol ke Jepang terjadi (1274); Pertempuran Bun’ei; Jepang mengalahkan Mongol; Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Fushimi akan menjadi kaisar (1287-1298); Go-Uda turun takhta (1287).
  • Kekhalifahan Abbasiyah (Kairo): Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261-1517); Al-Mustansir menjadi khalifah (1261-1262); Al-Hakim I akan menjadi khalifah (1262-1302); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Kairo berkembang; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam berlanjut; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Möngke Khan meninggal (1259); Kublai Khan menjadi Khan Agung (1260-1294); Baghdad dihancurkan oleh Mongol (1258); Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261).
  • India: Dinasti Chola berakhir (1279); Rajendra III meninggal (1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Pandya akan bangkit; Dinasti Hoysala akan berkembang.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf I memerintah sebagai Kaisar (1273-1291); Interregnum berakhir (1273); Dinasti Habsburg dimulai; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Adolf akan menjadi kaisar (1291-1298); Rudolf I meninggal (1291).
  • Byzantium: Kaisar Michael VIII Palaiologos memerintah (1261-1282); Konstantinopel direbut kembali (1261); Kekaisaran Latin berakhir (1261); Kekaisaran Bizantium dipulihkan; Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Andronikos II Palaiologos akan menjadi kaisar (1282-1328); Michael VIII Palaiologos meninggal (1282).
  • Francia Barat: Philip III memerintah (1270-1285); Louis IX meninggal (1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Philip IV akan menjadi raja (1285-1314); Philip III meninggal (1285).
  • Inggris: Edward I memerintah (1272-1307); Henry III meninggal (1272); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward II akan menjadi raja (1307-1327); Edward I meninggal (1307).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Barakah memerintah sebagai sultan (1277-1279); Baibars meninggal (1277); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Pertempuran Ain Jalut terjadi (1260); Mamluk mengalahkan Mongol; Qalawun akan menjadi sultan (1279-1290); Barakah meninggal (1279).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.55

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Dinasti Yuan didirikan (1271-1368); Kublai Khan menjadi kaisar (1271-1294); Song Selatan ditaklukkan (1279); Kaisar Gong dari Song ditangkap (1276); Kaisar Bing dari Song bunuh diri (1279); Song Selatan berakhir (1279); Kekaisaran Mongol mencapai puncak; Kublai Khan memindahkan ibu kota ke Dadu (Beijing) (1272); Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Timur akan menjadi kaisar (1294-1307); Kublai Khan meninggal (1294).
  • Korea (Goryeo): Chungnyeol memerintah (1274-1308); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Chungseon akan memerintah (1308-1313); Chungnyeol meninggal (1308).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Uda memerintah (1274-1287); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Tokimune memerintah (1268-1284); Invasi Mongol ke Jepang terjadi (1274); Pertempuran Bun’ei; Jepang mengalahkan Mongol; Invasi Mongol kedua akan terjadi (1281); Pertempuran Kōan; Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Fushimi akan menjadi kaisar (1287-1298); Go-Uda turun takhta (1287).
  • Kekhalifahan Abbasiyah (Kairo): Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261-1517); Al-Hakim I memerintah (1262-1302); Al-Mustansir meninggal (1262); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Kairo berkembang; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam berlanjut; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Möngke Khan meninggal (1259); Kublai Khan menjadi Khan Agung (1260-1294); Baghdad dihancurkan oleh Mongol (1258); Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261); Al-Mustakfi I akan menjadi khalifah (1302-1340); Al-Hakim I meninggal (1302).
  • India: Dinasti Chola berakhir (1279); Rajendra III meninggal (1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Pandya akan bangkit; Dinasti Hoysala akan berkembang.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf I memerintah sebagai Kaisar (1273-1291); Interregnum berakhir (1273); Dinasti Habsburg dimulai; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Adolf akan menjadi kaisar (1291-1298); Rudolf I meninggal (1291).
  • Byzantium: Kaisar Michael VIII Palaiologos memerintah (1261-1282); Konstantinopel direbut kembali (1261); Kekaisaran Latin berakhir (1261); Kekaisaran Bizantium dipulihkan; Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Andronikos II Palaiologos akan menjadi kaisar (1282-1328); Michael VIII Palaiologos meninggal (1282).
  • Francia Barat: Philip III memerintah (1270-1285); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Philip IV akan menjadi raja (1285-1314); Philip III meninggal (1285).
  • Inggris: Edward I memerintah (1272-1307); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward II akan menjadi raja (1307-1327); Edward I meninggal (1307).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Qalawun memerintah sebagai sultan (1279-1290); Barakah meninggal (1279); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Pertempuran Ain Jalut terjadi (1260); Mamluk mengalahkan Mongol; Khalil akan menjadi sultan (1290-1293); Qalawun meninggal (1290).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.60

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Dinasti Yuan didirikan (1271-1368); Kaisar Timur memerintah (1294-1307); Kublai Khan meninggal (1294); Song Selatan ditaklukkan (1279); Kekaisaran Mongol mencapai puncak; Kublai Khan memindahkan ibu kota ke Dadu (Beijing) (1272); Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Marco Polo tiba di Tiongkok (1275); Marco Polo kembali ke Venesia (1295); Külüg Khan akan menjadi kaisar (1307-1311); Timur meninggal (1307).
  • Korea (Goryeo): Chungnyeol memerintah (1274-1308); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Chungseon akan memerintah (1308-1313); Chungnyeol meninggal (1308).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Nijō memerintah (1301-1308); Go-Fushimi turun takhta (1301); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Morotoki memerintah (1301-1311); Hōjō Sadatoki meninggal (1301); Invasi Mongol ke Jepang terjadi (1274); Pertempuran Bun’ei; Jepang mengalahkan Mongol; Invasi Mongol kedua terjadi (1281); Pertempuran Kōan; Jepang mengalahkan Mongol; Kamikaze (angin ilahi) menghancurkan armada Mongol; Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Hanazono akan menjadi kaisar (1308-1318); Go-Nijō meninggal (1308).
  • Kekhalifahan Abbasiyah (Kairo): Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261-1517); Al-Mustakfi I memerintah (1302-1340); Al-Hakim I meninggal (1302); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Kairo berkembang; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam berlanjut; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Möngke Khan meninggal (1259); Kublai Khan menjadi Khan Agung (1260-1294); Kublai Khan meninggal (1294); Baghdad dihancurkan oleh Mongol (1258); Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261); Al-Wathiq I akan menjadi khalifah (1340-1341); Al-Mustakfi I meninggal (1340).
  • India: Dinasti Chola berakhir (1279); Rajendra III meninggal (1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Pandya akan bangkit; Dinasti Hoysala akan berkembang.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Indravarman III memerintah Khmer (1295-1308); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indrajayavarman akan memerintah (1308-1327); Indravarman III meninggal (1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Albert I memerintah sebagai Kaisar (1298-1308); Adolf meninggal (1298); Dinasti Habsburg; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Acre jatuh (1291); Perang Salib berakhir; Henry VII akan menjadi kaisar (1308-1313); Albert I dibunuh (1308).
  • Byzantium: Kaisar Andronikos II Palaiologos memerintah (1282-1328); Konstantinopel direbut kembali (1261); Kekaisaran Latin berakhir (1261); Kekaisaran Bizantium dipulihkan; Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Michael IX Palaiologos menjadi kaisar bersama (1294-1320); Andronikos III Palaiologos akan menjadi kaisar (1328-1341); Andronikos II Palaiologos meninggal (1328).
  • Francia Barat: Philip IV memerintah (1285-1314); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Acre jatuh (1291); Perang Salib berakhir; Louis X akan menjadi raja (1314-1316); Philip IV meninggal (1314).
  • Inggris: Edward I memerintah (1272-1307); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Acre jatuh (1291); Perang Salib berakhir; Edward II akan menjadi raja (1307-1327); Edward I meninggal (1307).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Lajin memerintah sebagai sultan (1296-1299); Muhammad al-Nasir meninggal (1294); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Pertempuran Ain Jalut terjadi (1260); Mamluk mengalahkan Mongol; Acre jatuh (1291); Perang Salib berakhir; Muhammad al-Nasir akan menjadi sultan lagi (1299-1309); Lajin dibunuh (1299).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.65

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok: Perubahan kekuasaan mendorong reorganisasi pajak dan perdagangan.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Perang: Pakta Warsawa didirikan (1955); Aliansi militer blok Timur; Perang Dingin menguat.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Swahili: Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Andes: Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Aotearoa: Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi.

Tahun 12.70

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Asia Barat: Krisis Suez (1956); Mesir menasionalisasi terusan; Kekuatan kolonial melemah.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Kota: Marco Polo memulai perjalanan ke Tiongkok; Akan menulis The Travels of Marco Polo yang menginspirasi eksplorasi.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Maghreb: Koneksi Mediterania–Sahara mendorong dinamika politik dan ulama.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Pertukaran dagang dan legitimasi ritual membentuk hegemoni.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Melanesia: Pertukaran regional bertahan; teknologi pangan menyesuaikan iklim.

Tahun 12.75

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Dinasti Yuan didirikan (1271-1368); Kublai Khan menjadi kaisar (1271-1294); Song Selatan ditaklukkan (1279); Kaisar Gong dari Song ditangkap (1276); Kaisar Bing dari Song bunuh diri (1279); Song Selatan berakhir (1279); Kekaisaran Mongol mencapai puncak; Kublai Khan memindahkan ibu kota ke Dadu (Beijing) (1272); Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Marco Polo tiba di Tiongkok (1275); Timur akan menjadi kaisar (1294-1307); Kublai Khan meninggal (1294).
  • Korea (Goryeo): Chungnyeol memerintah (1274-1308); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Chungseon akan memerintah (1308-1313); Chungnyeol meninggal (1308).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Fushimi memerintah (1287-1298); Go-Uda turun takhta (1287); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Sadatoki memerintah (1284-1301); Hōjō Tokimune meninggal (1284); Invasi Mongol ke Jepang terjadi (1274); Pertempuran Bun’ei; Jepang mengalahkan Mongol; Invasi Mongol kedua terjadi (1281); Pertempuran Kōan; Jepang mengalahkan Mongol; Kamikaze (angin ilahi) menghancurkan armada Mongol; Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Fushimi akan menjadi kaisar (1298-1301); Fushimi turun takhta (1298).
  • Kekhalifahan Abbasiyah (Kairo): Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261-1517); Al-Hakim I memerintah (1262-1302); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Kairo berkembang; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam berlanjut; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Möngke Khan meninggal (1259); Kublai Khan menjadi Khan Agung (1260-1294); Baghdad dihancurkan oleh Mongol (1258); Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261); Al-Mustakfi I akan menjadi khalifah (1302-1340); Al-Hakim I meninggal (1302).
  • India: Dinasti Chola berakhir (1279); Rajendra III meninggal (1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Pandya akan bangkit; Dinasti Hoysala akan berkembang.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII memerintah Khmer (1243-1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf I memerintah sebagai Kaisar (1273-1291); Interregnum berakhir (1273); Dinasti Habsburg dimulai; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Adolf akan menjadi kaisar (1291-1298); Rudolf I meninggal (1291).
  • Byzantium: Kaisar Andronikos II Palaiologos memerintah (1282-1328); Michael VIII Palaiologos meninggal (1282); Konstantinopel direbut kembali (1261); Kekaisaran Latin berakhir (1261); Kekaisaran Bizantium dipulihkan; Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Michael IX Palaiologos akan menjadi kaisar bersama (1294-1320); Andronikos III Palaiologos akan menjadi kaisar (1328-1341); Andronikos II Palaiologos meninggal (1328).
  • Francia Barat: Philip IV memerintah (1285-1314); Philip III meninggal (1285); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Louis X akan menjadi raja (1314-1316); Philip IV meninggal (1314).
  • Inggris: Edward I memerintah (1272-1307); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward II akan menjadi raja (1307-1327); Edward I meninggal (1307).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Khalil memerintah sebagai sultan (1290-1293); Qalawun meninggal (1290); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Pertempuran Ain Jalut terjadi (1260); Mamluk mengalahkan Mongol; Acre jatuh (1291); Perang Salib berakhir; Muhammad al-Nasir akan menjadi sultan (1293-1294); Khalil dibunuh (1293).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.80

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kublai Khan masih memerintah sebagai Khan Agung dan Kaisar Yuan (1260-1294); Dinasti Yuan didirikan (1271-1368); Song Selatan ditaklukkan (1279); Kekaisaran Mongol mencapai puncak; Kublai Khan memindahkan ibu kota ke Dadu (Beijing) (1272); Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Marco Polo masih berada di Tiongkok (1275-1292); Marco Polo melayani Kublai Khan; Integrasi jalur darat Eurasia meningkatkan arus barang, orang, dan ide; Jalur Sutra mencapai puncak aktivitas; Timur akan menjadi kaisar (1294-1307); Kublai Khan akan meninggal (1294).
  • Korea (Goryeo): Chungnyeol masih memerintah (1274-1308); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Chungseon akan memerintah (1308-1313); Chungnyeol akan meninggal (1308).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Uda masih memerintah (1274-1287); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Tokimune masih memerintah (1268-1284); Invasi Mongol ke Jepang terjadi (1274); Pertempuran Bun’ei; Jepang mengalahkan Mongol; Invasi Mongol kedua terjadi (1281); Pertempuran Kōan; Jepang mengalahkan Mongol; Kamikaze (angin ilahi) menghancurkan armada Mongol; Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Uda akan turun takhta (1287); Fushimi akan menjadi kaisar (1287-1298); Hōjō Tokimune akan meninggal (1284); Hōjō Sadatoki akan menjadi shogun (1284-1301).
  • Kekhalifahan Abbasiyah (Kairo): Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261-1517); Al-Hakim I masih memerintah (1262-1302); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Pusat ilmu Kairo berkembang; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam berlanjut; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Baghdad dihancurkan oleh Mongol (1258); Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261); Al-Mustakfi I akan menjadi khalifah (1302-1340); Al-Hakim I akan meninggal (1302).
  • India: Dinasti Chola berakhir (1279); Rajendra III telah meninggal (1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Pandya bangkit; Dinasti Hoysala berkembang; Kesultanan Delhi berkembang; Alauddin Khalji akan menjadi sultan (1296-1316).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII masih memerintah Khmer (1243-1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308); Jayavarman VIII akan meninggal (1295).
  • Mongol: Integrasi jalur darat Eurasia meningkatkan arus barang, orang, dan ide; Kekaisaran Mongol mencapai puncak; Kublai Khan menguasai Tiongkok, Korea, dan sebagian Asia Tenggara; Golden Horde menguasai Rusia dan Eropa Timur; Ilkhanate menguasai Persia dan Irak; Chagatai Khanate menguasai Asia Tengah; Perdagangan lintas Eurasia berkembang; Jalur Sutra aktif; Teknologi dan ide menyebar; Marco Polo melakukan perjalanan; Perdagangan dengan Eropa berkembang.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf I masih memerintah sebagai Kaisar (1273-1291); Interregnum berakhir (1273); Dinasti Habsburg dimulai; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Adolf akan menjadi kaisar (1291-1298); Rudolf I akan meninggal (1291).
  • Byzantium: Kaisar Andronikos II Palaiologos masih memerintah (1282-1328); Michael VIII Palaiologos telah meninggal (1282); Konstantinopel direbut kembali (1261); Kekaisaran Latin berakhir (1261); Kekaisaran Bizantium dipulihkan; Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Michael IX Palaiologos akan menjadi kaisar bersama (1294-1320); Andronikos III Palaiologos akan menjadi kaisar (1328-1341); Andronikos II Palaiologos akan meninggal (1328).
  • Francia Barat: Philip III masih memerintah (1270-1285); Louis IX telah meninggal (1270); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Philip IV akan menjadi raja (1285-1314); Philip III akan meninggal (1285).
  • Inggris: Edward I masih memerintah (1272-1307); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward II akan menjadi raja (1307-1327); Edward I akan meninggal (1307).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.
  • Wabah: Krisis demografi akan mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Wabah Pes akan terjadi (1347-1351); Black Death akan membunuh sepertiga populasi Eropa; Struktur feodal akan berubah; Tenaga kerja menjadi langka; Upah meningkat; Sistem feodal melemah.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Qalawun masih memerintah sebagai sultan (1279-1290); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Pertempuran Ain Jalut terjadi (1260); Mamluk mengalahkan Mongol; Qalawun akan meninggal (1290); Khalil akan menjadi sultan (1290-1293); Acre akan jatuh (1291); Perang Salib akan berakhir.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Mali: Kekaisaran Mali berkembang; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu; Perdagangan trans-Sahara aktif; Timbuktu berkembang sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan emas, garam, dan budak; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Mansa Musa akan memerintah (1312-1337); Mali akan mencapai puncak; Timbuktu akan menjadi pusat ilmu terbesar di Afrika Barat.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika/Aztek: Periode Post-Klasik berkembang; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun; Aztek akan mulai berkembang; Tenochtitlan akan didirikan (1325); Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang; Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan akan menjadi kota terbesar di Amerika pra-Kolombia; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.
  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik; Migrasi Polinesia ke Aotearoa berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan baru; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi (suku) terbentuk; Pertanian ubi jalar dan taro; Perburuan moa (burung besar); Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi.

Tahun 12.85

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kublai Khan masih memerintah sebagai Khan Agung dan Kaisar Yuan (1260-1294); Dinasti Yuan didirikan (1271-1368); Song Selatan ditaklukkan (1279); Kekaisaran Mongol mencapai puncak; Kublai Khan memindahkan ibu kota ke Dadu (Beijing) (1272); Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Marco Polo masih berada di Tiongkok (1275-1292); Marco Polo melayani Kublai Khan; Perubahan kekuasaan mendorong reorganisasi pajak dan perdagangan; Sistem administrasi Mongol-Tionghoa berkembang; Timur akan menjadi kaisar (1294-1307); Kublai Khan akan meninggal (1294).
  • Korea (Goryeo): Chungnyeol masih memerintah (1274-1308); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Chungseon akan memerintah (1308-1313); Chungnyeol akan meninggal (1308).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Fushimi masih memerintah (1287-1298); Go-Uda telah turun takhta (1287); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Sadatoki masih memerintah (1284-1301); Hōjō Tokimune telah meninggal (1284); Invasi Mongol ke Jepang terjadi (1274); Pertempuran Bun’ei; Jepang mengalahkan Mongol; Invasi Mongol kedua terjadi (1281); Pertempuran Kōan; Jepang mengalahkan Mongol; Kamikaze (angin ilahi) menghancurkan armada Mongol; Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Fushimi akan menjadi kaisar (1298-1301); Fushimi akan turun takhta (1298).
  • Kekhalifahan Abbasiyah (Kairo): Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261-1517); Al-Hakim I masih memerintah (1262-1302); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Pusat ilmu Kairo berkembang; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam berlanjut; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Baghdad dihancurkan oleh Mongol (1258); Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261); Al-Mustakfi I akan menjadi khalifah (1302-1340); Al-Hakim I akan meninggal (1302).
  • India: Dinasti Chola berakhir (1279); Rajendra III telah meninggal (1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Pandya bangkit; Dinasti Hoysala berkembang; Kesultanan Delhi berkembang; Jalal-ud-din Khalji akan menjadi sultan (1290-1296); Alauddin Khalji akan menjadi sultan (1296-1316).
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Jayavarman VIII masih memerintah Khmer (1243-1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indravarman III akan memerintah (1295-1308); Jayavarman VIII akan meninggal (1295).
  • Mongol: Integrasi jalur darat Eurasia meningkatkan arus barang, orang, dan ide; Kekaisaran Mongol mencapai puncak; Kublai Khan menguasai Tiongkok, Korea, dan sebagian Asia Tenggara; Golden Horde menguasai Rusia dan Eropa Timur; Ilkhanate menguasai Persia dan Irak; Chagatai Khanate menguasai Asia Tengah; Perdagangan lintas Eurasia berkembang; Jalur Sutra aktif; Teknologi dan ide menyebar; Marco Polo melakukan perjalanan; Perdagangan dengan Eropa berkembang.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf I masih memerintah sebagai Kaisar (1273-1291); Interregnum berakhir (1273); Dinasti Habsburg dimulai; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Adolf akan menjadi kaisar (1291-1298); Rudolf I akan meninggal (1291).
  • Byzantium: Kaisar Andronikos II Palaiologos masih memerintah (1282-1328); Michael VIII Palaiologos telah meninggal (1282); Konstantinopel direbut kembali (1261); Kekaisaran Latin berakhir (1261); Kekaisaran Bizantium dipulihkan; Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Michael IX Palaiologos akan menjadi kaisar bersama (1294-1320); Andronikos III Palaiologos akan menjadi kaisar (1328-1341); Andronikos II Palaiologos akan meninggal (1328).
  • Francia Barat: Philip IV memerintah (1285-1314); Philip III telah meninggal (1285); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Acre akan jatuh (1291); Perang Salib akan berakhir; Louis X akan menjadi raja (1314-1316); Philip IV akan meninggal (1314).
  • Inggris: Edward I masih memerintah (1272-1307); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Edward II akan menjadi raja (1307-1327); Edward I akan meninggal (1307).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.
  • Wabah: Krisis demografi akan mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Wabah Pes akan terjadi (1347-1351); Black Death akan membunuh sepertiga populasi Eropa; Struktur feodal akan berubah; Tenaga kerja menjadi langka; Upah meningkat; Sistem feodal melemah.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Qalawun masih memerintah sebagai sultan (1279-1290); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Pertempuran Ain Jalut terjadi (1260); Mamluk mengalahkan Mongol; Qalawun akan meninggal (1290); Khalil akan menjadi sultan (1290-1293); Acre akan jatuh (1291); Perang Salib akan berakhir.
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Mali: Kekaisaran Mali berkembang; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu; Perdagangan trans-Sahara aktif; Timbuktu berkembang sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan emas, garam, dan budak; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Mansa Musa akan memerintah (1312-1337); Mali akan mencapai puncak; Timbuktu akan menjadi pusat ilmu terbesar di Afrika Barat.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika/Aztek: Periode Post-Klasik berkembang; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun; Aztek akan mulai berkembang; Tenochtitlan akan didirikan (1325); Koalisi dan hegemoni regional mengatur perdagangan dan upeti.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang; Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan akan menjadi kota terbesar di Amerika pra-Kolombia; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).
  • Melanesia: Adaptasi lingkungan membentuk keragaman sosial dan bahasa; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar-pulau; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni; Melanesia mencapai puncak keragaman; Budaya Lapita berlanjut; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Melanesia beragam di berbagai pulau; Sistem kekerabatan kompleks berkembang; Pertukaran regional memperkaya teknologi pangan dan seni.
  • Australia: Tradisi Aborigin berlanjut; Pengetahuan ekologi mengelola lanskap; Sistem sosial dan budaya kompleks; Teknologi alat batu maju; Seni cadas berkembang; Aborigin mencapai puncak adaptasi ekologis; Sistem sosial menjadi lebih kompleks; Perdagangan jarak jauh berkembang; Budaya Aborigin beragam di berbagai wilayah; Sistem Dreamtime berkembang; Seni cadas mencapai puncak; Perdagangan jarak jauh antar-kelompok Aborigin berkembang.
  • Aotearoa: Permukiman awal Selandia Baru (Maori) mengubah lanskap Pasifik; Migrasi Polinesia ke Aotearoa berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan baru; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi (suku) terbentuk; Pertanian ubi jalar dan taro; Perburuan moa (burung besar); Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi.

Tahun 12.90

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Dinasti Yuan didirikan (1271-1368); Kaisar Timur memerintah (1294-1307); Kublai Khan meninggal (1294); Song Selatan ditaklukkan (1279); Kekaisaran Mongol mencapai puncak; Kublai Khan memindahkan ibu kota ke Dadu (Beijing) (1272); Neo-Konfusianisme berkembang; Seni kaligrafi dan lukisan; Sistem uang kertas; Perdagangan maritim aktif; Populasi ~100 juta jiwa; Inovasi teknologi pertanian; Percetakan blok kayu; Kompas magnetik; Perdagangan dengan Arab dan India; Ekonomi berkembang; Zaman keemasan budaya; Sastra berkembang; Marco Polo tiba di Tiongkok (1275); Külüg Khan akan menjadi kaisar (1307-1311); Timur meninggal (1307).
  • Korea (Goryeo): Chungnyeol memerintah (1274-1308); Periode stabilitas politik; Budaya Buddha berkembang; Tripitaka Koreana akan dibuat; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Neo-Konfusianisme masuk dari Tiongkok; Arsitektur candi berkembang; Sistem administrasi diperkuat; Hukum dan administrasi; Reformasi pendidikan; Goryeo menjadi vassal Mongol (1231); Chungseon akan memerintah (1308-1313); Chungnyeol meninggal (1308).
  • Jepang (Kamakura): Kaisar Go-Fushimi memerintah (1298-1301); Fushimi turun takhta (1298); Periode Kamakura; Shogun Hōjō Sadatoki memerintah (1284-1301); Invasi Mongol ke Jepang terjadi (1274); Pertempuran Bun’ei; Jepang mengalahkan Mongol; Invasi Mongol kedua terjadi (1281); Pertempuran Kōan; Jepang mengalahkan Mongol; Kamikaze (angin ilahi) menghancurkan armada Mongol; Klan Fujiwara melemah; Zaman keemasan sastra berlanjut; Tale of Genji populer; Pillow Book populer; Puisi waka mencapai puncak; Budaya aristokrat berkembang; Arsitektur istana berkembang; Budaya berkembang; Go-Nijō akan menjadi kaisar (1301-1308); Go-Fushimi turun takhta (1301).
  • Kekhalifahan Abbasiyah (Kairo): Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261-1517); Al-Hakim I memerintah (1262-1302); Fragmentasi politik berlanjut; Dinasti Seljuk melemah; Ekspansi Seljuk ke Anatolia; Perang Salib berlanjut; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Pusat ilmu Kairo berkembang; Matematika, astronomi, kedokteran berkembang; Sastra Persia berkembang; Filsafat Islam berkembang; Zaman keemasan Islam berlanjut; Perdagangan aktif; Penaklukan India berlanjut; Ancaman dari Mongol meningkat; Genghis Khan mengkonsolidasikan kekuasaan (1206); Kekaisaran Mongol didirikan (1206); Genghis Khan meninggal (1227); Ögedei Khan menjadi Khan Agung (1229-1241); Ögedei Khan meninggal (1241); Güyük Khan menjadi Khan Agung (1246-1248); Güyük Khan meninggal (1248); Möngke Khan menjadi Khan Agung (1251-1259); Möngke Khan meninggal (1259); Kublai Khan menjadi Khan Agung (1260-1294); Kublai Khan meninggal (1294); Baghdad dihancurkan oleh Mongol (1258); Kekhalifahan Abbasiyah dipindahkan ke Kairo (1261); Al-Mustakfi I akan menjadi khalifah (1302-1340); Al-Hakim I meninggal (1302).
  • India: Dinasti Chola berakhir (1279); Rajendra III meninggal (1279); Ekspansi besar; Penaklukan Asia Tenggara; Penaklukan Sri Lanka; Arsitektur candi berkembang; Candi Brihadeeswarar selesai (1010); Perdagangan maritim sangat aktif; Ekspansi ke Asia Tenggara; Kekuatan maritim besar; Agama Hindu-Buddha; Sastra Tamil berkembang; Periode kemakmuran; Dinasti Pandya akan bangkit; Dinasti Hoysala akan berkembang.
  • Southeast Asia: Kerajaan Khmer berkembang; Indravarman III memerintah Khmer (1295-1308); Jayavarman VIII meninggal (1295); Pembangunan candi besar; Angkor berkembang; Angkor Wat selesai dibangun (sekitar 1150); Bayon selesai dibangun; Srivijaya masih kuat; Perdagangan rempah aktif; Pengaruh Hindu-Buddha kuat; Arsitektur candi berkembang; Jaringan maritim luas; Zaman keemasan Khmer; Kekuatan regional besar; Pembangunan besar; Ekspansi regional; Angkor Wat menjadi salah satu candi terbesar di dunia; Indrajayavarman akan memerintah (1308-1327); Indravarman III meninggal (1308).

2. Eropa (Abad Pertengahan)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Adolf memerintah sebagai Kaisar (1291-1298); Rudolf I meninggal (1291); Dinasti Habsburg; Investiture Controversy berlanjut; Konflik dengan Paus; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Kerajaan Yerusalem didirikan (1099); Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Ekspansi ke Italia; Hubungan dengan Byzantium; Budaya berkembang; Konflik dengan Polandia; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Acre jatuh (1291); Perang Salib berakhir; Albert I akan menjadi kaisar (1298-1308); Adolf meninggal (1298).
  • Byzantium: Kaisar Andronikos II Palaiologos memerintah (1282-1328); Konstantinopel direbut kembali (1261); Kekaisaran Latin berakhir (1261); Kekaisaran Bizantium dipulihkan; Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Kekaisaran Bizantium terpecah; Kekaisaran Nicaea didirikan (1204-1261); Kekaisaran Trebizond didirikan (1204-1461); Kekaisaran Epirus didirikan (1204-1479); Periode pemulihan; Kekuatan militer diperkuat; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Pertempuran Manzikert (1071) masih berdampak; Anatolia hilang; Hubungan kompleks dengan tentara Salib; Perdagangan dengan Italia berkembang; Ekspansi ke Anatolia; Michael IX Palaiologos menjadi kaisar bersama (1294-1320); Andronikos III Palaiologos akan menjadi kaisar (1328-1341); Andronikos II Palaiologos meninggal (1328).
  • Francia Barat: Philip IV memerintah (1285-1314); Dinasti Capetian; Konflik internal; Fragmentasi feodal; Normandia berkembang; Struktur politik kompleks; Perdagangan berkembang; Budaya berkembang; Konsolidasi kerajaan; Struktur feodal menguat; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Kegagalan besar tentara Eropa; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Acre jatuh (1291); Perang Salib berakhir; Louis X akan menjadi raja (1314-1316); Philip IV meninggal (1314).
  • Inggris: Edward I memerintah (1272-1307); Magna Carta ditandatangani (1215); Penaklukan Norman; Domesday Book dibuat (1086); Perubahan besar dalam struktur sosial; Bahasa Norman-Perancis masuk; Struktur feodal Norman; Periode transisi besar; Konsolidasi kerajaan; Hukum dan administrasi; Perdagangan berkembang; Struktur sosial baru; Perang Salib Pertama berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Saudara berakhir (1154); Anarchy Period berakhir; Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Acre jatuh (1291); Perang Salib berakhir; Edward II akan menjadi raja (1307-1327); Edward I meninggal (1307).
  • Viking: Permukiman di Normandia stabil; Integrasi dengan Prancis; Perdagangan lintas Eropa; Penjelajahan Atlantik; Budaya menyebar; Konversi ke Kristen berlanjut; Permukiman di Greenland (985); Permukiman di Islandia stabil; Penjelajahan ke barat; Leif Erikson menjelajah Amerika (1000); Vinland ditemukan; Permukiman di Amerika Utara; Kontak dengan penduduk asli; Permukiman sementara; Penjelajahan berlanjut; Budaya berkembang.

3. Afrika (Sahel, Tanduk Afrika, & Swahili)

  • Mesir (Mamluk): Dinasti Mamluk didirikan (1250-1517); Muhammad al-Nasir memerintah sebagai sultan (1293-1294); Khalil dibunuh (1293); Lajin akan menjadi sultan (1296-1299); Menaklukkan Mesir (969); Kairo didirikan; Al-Azhar didirikan (970); Pusat intelektual besar; Sunni Islam; Rivalitas dengan Abbasiyah; Perdagangan Mediterania aktif; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional besar; Al-Azhar menjadi universitas; Ekspansi ke Suriah; Kebijakan lebih moderat; Periode stabilitas; Perang Salib berlanjut (1096-1099); Penaklukan Yerusalem (1099); Perang Salib mempengaruhi Suriah dan Palestina; Perang Salib Kedua terjadi (1147-1149); Saladin menaklukkan Yerusalem (1187); Perang Salib Ketiga terjadi (1189-1192); Perang Salib Keempat terjadi (1202-1204); Konstantinopel dijarah (1204); Perang Salib Keenam terjadi (1228-1229); Perang Salib Ketujuh terjadi (1248-1254); Mamluk mengalahkan tentara Salib di Mansurah (1250); Pertempuran Ain Jalut terjadi (1260); Mamluk mengalahkan Mongol; Acre jatuh (1291); Perang Salib berakhir; Kitbugha akan menjadi sultan (1294-1296); Muhammad al-Nasir meninggal (1294).
  • Ghana: Kekaisaran mencapai puncak; Perdagangan emas trans-Sahara sangat aktif; Koumbi Saleh sebagai ibu kota; Kontrol rute emas-garam; Kekayaan besar; Pengaruh Islam masuk; Struktur politik stabil; Kekuasaan regional; Kekayaan legendaris; Pengaruh luas; Kekuatan regional; Perdagangan dengan Maghreb aktif; Kekuatan ekonomi besar; Kekuasaan regional; Stabilitas politik; Akan melemah karena ekspansi Almoravid.
  • Aksum: Kerajaan masih eksis; Perdagangan dengan Arab dan India aktif; Agama Kristen Koptik; Arsitektur gereja berkembang; Pengaruh regional; Budaya berkembang; Sastra Ge’ez berkembang; Struktur politik stabil; Tradisi keagamaan kuat; Gereja berkembang; Budaya berkembang; Pengaruh regional; Tradisi keagamaan kuat.
  • Swahili: Kota-kota pesisir berkembang pesat; Perdagangan maritim sangat aktif; Budaya Bantu-Islam berkembang; Arsitektur batu berkembang; Ekonomi maritim; Jaringan perdagangan India-Arab; Kilwa dan Mombasa berkembang; Zanzibar berkembang; Pembangunan masjid dan istana; Budaya berkembang; Kekayaan berkembang; Kekuatan maritim; Perdagangan emas dan gading; Kekuatan ekonomi; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional.

4. Amerika (Maya, Mississippian, & Andes)

  • Maya Post-Klasik: Periode Post-Klasik dimulai; Konflik antar-kota; Beberapa kota ditinggalkan; Sistem kalender masih digunakan; Arsitektur piramida; Tulisan hieroglif; Seni berkembang; Perdagangan regional; Kollapse terjadi sebelumnya; Populasi menurun drastis; Chichen Itza berkembang; Tula berkembang; Periode baru; Perdagangan berkembang; Arsitektur berkembang; Kekuatan regional; Populasi pulih perlahan; Struktur politik baru; Piramida Kukulkan (El Castillo) akan dibangun.
  • Mississippian: Budaya berkembang pesat; Mound building berkembang; Pertanian jagung intensif; Jaringan perdagangan luas; Permukiman besar; Struktur sosial kompleks; Cahokia mencapai puncak; Sistem upacara; Arsitektur berkembang; Mound besar dibangun; Populasi meningkat; Kekuatan regional; Monks Mound selesai dibangun; Zaman keemasan; Populasi ~20.000; Kekuatan regional besar; Pengaruh luas; Kekuatan ekonomi; Zaman keemasan.
  • Andes: Kerajaan Wari runtuh; Tiwanaku masih kuat; Sistem teras pertanian canggih; Jaringan jalan; Teknologi tekstil sangat canggih; Arsitektur batu; Perdagangan regional; Budaya berkembang; Sistem administrasi; Tiwanaku mencapai puncak; Arsitektur monumental; Pengaruh regional; Kekuatan regional; Wari runtuh; Periode transisi; Budaya lokal berkembang; Kerajaan-kerajaan kecil muncul; Struktur politik baru; Budaya berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Migrasi berlanjut; Permukiman di Hawaii berkembang; Teknologi navigasi bintang sangat canggih; Budaya Polinesia menyebar; Pertanian ubi jalar dan taro; Jaringan perdagangan; Adaptasi lingkungan; Struktur sosial berkembang; Permukiman di Selandia Baru dimulai (sekitar 1000); Navigasi jarak jauh; Budaya berkembang; Populasi meningkat; Permukiman permanen; Adaptasi lingkungan unik; Budaya Maori berkembang; Populasi meningkat; Struktur sosial berkembang; Adaptasi lingkungan; Budaya berkembang; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar (Hawaii, Tahiti, dll).

Tahun 12.95

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Asia Selatan: Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Gereja: Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis dan identitas religius.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Amerika Utara: Martin Luther King Jr. menyampaikan pidato ‘I Have a Dream’ (1963); Gerakan hak sipil mencapai puncaknya.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Pasifik: Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi.

Tahun 13.00

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Chengzong (Temür Khan) memerintah (1294-1307); Dinasti Yuan mencapai puncak kekuasaan; Marco Polo kembali ke Venesia (1295) membawa pengetahuan tentang Tiongkok; Jalur Sutra tetap aktif menghubungkan Eurasia; Beijing (Khanbaliq) menjadi ibu kota besar dengan populasi ~1 juta.
  • India: Kesultanan Delhi di bawah Alauddin Khalji mencapai puncak kekuasaan; Menyerang Deccan dan menguasai sebagian besar India utara; Reformasi ekonomi dan militer; Pertahanan sukses melawan invasi Mongol (1299-1303).
  • Asia Tengah: Kekhanan Chagatai terpecah menjadi faksi-faksi; Transisi dari nomadisme ke kehidupan menetap; Perdagangan lintas stepa tetap vital.
  • Jepang: Periode Kamakura berlanjut; Keshogunan Kamakura mengkonsolidasikan kekuasaan; Agama Buddha Zen berkembang pesat; Seni dan sastra berkembang.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Italia: Dante Alighieri menulis Divina Commedia (1308-1320); Karya sastra epik terbesar abad pertengahan; Menetapkan bahasa Italia sebagai bahasa sastra; Giotto di Bondone melukis fresko di Kapel Scrovegni, Padua (1305); Awal Renaissance seni.
  • Prancis: Philippe IV (Si Tampan) memerintah (1285-1314); Konflik dengan Paus Bonifasius VIII; Menghancurkan Ordo Kesatria Templar (1307-1314); Konsolidasi kekuasaan monarki.
  • Inggris: Edward I memerintah (1272-1307); Penaklukan Wales selesai; Perang dengan Skotlandia (William Wallace); Parlemen berkembang; Sistem hukum umum diperkuat.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Heinrich VII dari Luksemburg terpilih sebagai kaisar (1308); Upaya memulihkan kekuasaan kekaisaran di Italia; Konflik dengan paus dan kota-kota Italia.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Musa memerintah (1312-1337); Kekaisaran Mali mencapai puncak kekuasaan; Kontrol rute emas-garam Sahara; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran terbesar di Afrika Barat; Universitas Sankore didirikan; Perjalanan haji terkenal ke Mekah (1324) dengan emas dalam jumlah besar.
  • Ethiopia: Dinasti Solomonic mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekristenan Koptik berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela dibangun (abad ke-12-13); Perdagangan dengan Mesir dan Arab.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan di Afrika Timur berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan Samudra Hindia; Perdagangan emas, gading, dan budak dengan Arab, India, dan Tiongkok.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Peradaban Maya pasca-Klasik berkembang di Yucatán; Kota-kota seperti Mayapán dan Chichen Itza masih aktif; Perdagangan obsidian dan jade berkembang; Sistem kalender dan astronomi canggih.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang di Peru utara; Chan Chan menjadi kota terbesar di Amerika pra-Kolombia; Sistem irigasi canggih untuk pertanian gurun; Perdagangan dengan dataran tinggi Andes.
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian mencapai puncaknya; Cahokia (Illinois) menjadi pusat besar dengan populasi ~20.000; Mound building berkembang; Jaringan perdagangan regional.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi lintas samudra tetap aktif; Pertukaran budaya dan komoditas antar pulau.
  • Aotearoa (Selandia Baru): Migrasi Polinesia ke Aotearoa berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan baru; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi (suku) terbentuk.

Tahun 13.05

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Wuzong (Külüg Khan) memerintah (1307-1311); Konflik suksesi setelah kematian Chengzong; Reformasi administrasi dan fiskal; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Muslim dan Kristen Nestorian aktif di Tiongkok.
  • India: Alauddin Khalji masih memerintah Kesultanan Delhi; Ekspansi ke Deccan berlanjut; Sistem administrasi efisien; Pertahanan melawan invasi Mongol berhasil; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok.
  • Asia Tengah: Kekhanan Chagatai mengalami fragmentasi; Transisi ekonomi dari nomadisme; Perdagangan Jalur Sutra tetap vital; Konflik internal antara faksi Mongol.
  • Jepang: Keshogunan Kamakura stabil; Agama Buddha berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea aktif.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Philippe IV masih memerintah; Penghancuran Ordo Templar dimulai (1307); Menangkap dan menyiksa para kesatria Templar; Konfiskasi kekayaan besar; Paus Klemens V pindah ke Avignon (1309) - awal “Pembuangan Babilonia”.
  • Inggris: Edward I meninggal (1307); Edward II naik takhta (1307-1327); Konflik dengan baron; Perang dengan Skotlandia berlanjut; Robert the Bruce memimpin perlawanan Skotlandia.
  • Italia: Dante Alighieri diasingkan dari Firenze; Menulis Divina Commedia; Giotto melukis fresko di Padua; Perkembangan seni Renaissance awal; Kota-kota republik berkembang (Venesia, Genoa, Firenze).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Heinrich VII memerintah; Upaya memulihkan kekuasaan di Italia; Konflik dengan paus dan kota-kota Italia utara; Ekspedisi ke Italia (1310-1313).

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Musa masih memerintah; Kekaisaran Mali mencapai puncak; Timbuktu berkembang sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Islam menguat.
  • Ethiopia: Dinasti Solomonic stabil; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Kekristenan Koptik berkembang; Perdagangan dengan Mesir dan Arab.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa menjadi pusat perdagangan utama; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam berkembang.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi digunakan; Konflik antar kota-negara.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam dan tekstil berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis berkembang.
  • Aotearoa: Migrasi Polinesia berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi terbentuk; Pertanian dan perburuan berkembang.

Tahun 13.10

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Renzong (Ayurbarwada) memerintah (1311-1320); Periode relatif stabil; Reformasi Neo-Konfusianisme; Perdagangan maritim berkembang; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Karya sastra berkembang.
  • India: Alauddin Khalji meninggal (1316); Qutb-ud-din Mubarak Shah menjadi sultan; Kesultanan Delhi mengalami ketidakstabilan; Pemberontakan dan konflik internal; Ekspansi ke Deccan berlanjut.
  • Asia Barat (Ilkhanate): Öljaitü memerintah (1304-1316); Konversi ke Islam Syiah; Konflik dengan Mamluk Mesir; Perdagangan Jalur Sutra aktif; Kota-kota seperti Tabriz berkembang.
  • Jepang: Keshogunan Kamakura stabil; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater mulai berkembang.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Philippe IV meninggal (1314); Louis X (Si Pembantah) memerintah (1314-1316); Konflik dengan Flandria; Perang dengan Inggris berlanjut; Krisis fiskal.
  • Inggris: Edward II masih memerintah; Konflik dengan baron meningkat; Pemberontakan Skotlandia berlanjut; Robert the Bruce mengkonsolidasikan kekuasaan; Pertempuran Bannockburn (1314) - kemenangan besar Skotlandia.
  • Italia: Dante Alighieri masih menulis Divina Commedia; Giotto aktif melukis; Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan dan perdagangan berkembang.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Heinrich VII meninggal (1313); Konflik suksesi; Friedrich III dari Habsburg dan Ludwig IV dari Wittelsbach bersaing; Perang suksesi berlanjut.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Musa masih memerintah; Kekaisaran Mali mencapai puncak; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran terbesar; Perdagangan emas-garam aktif; Pengaruh Islam menguat; Arsitektur masjid berkembang.
  • Maghreb: Dinasti Marinid di Maroko berkembang; Konflik dengan Nasrid Granada; Perdagangan Mediterania-Sahara aktif; Koneksi dengan Mali dan Eropa; Ulama dan pusat pembelajaran berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak) berkembang; Tekstil canggih.
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang.
  • Melanesia: Pertukaran regional bertahan; Teknologi pangan menyesuaikan iklim; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar pulau; Budaya dan bahasa beragam.

Tahun 13.15

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Yingzong (Shidebala) memerintah (1320-1323); Periode singkat dan tidak stabil; Konflik internal di istana; Reformasi administrasi; Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif.
  • India: Kesultanan Delhi di bawah Qutb-ud-din Mubarak Shah; Khusrau Khan merebut takhta (1320); Ketidakstabilan politik; Ghiyas-ud-din Tughluq mendirikan Dinasti Tughluq (1320); Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi.
  • Asia Barat (Ilkhanate): Abu Sa’id memerintah (1316-1335); Periode terakhir Ilkhanate; Konflik internal; Perdagangan Jalur Sutra aktif; Hubungan dengan Mamluk Mesir; Fragmentasi dimulai.
  • Jepang: Keshogunan Kamakura stabil; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Arsitektur berkembang.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Louis X meninggal (1316); Jean I (Bayi) memerintah singkat; Philippe V (Si Tinggi) memerintah (1316-1322); Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perang dengan Inggris berlanjut.
  • Inggris: Edward II masih memerintah; Konflik dengan baron meningkat; Pemberontakan Skotlandia berhasil; Robert the Bruce mengkonsolidasikan kemerdekaan Skotlandia; Perang dengan Prancis berlanjut.
  • Italia: Dante Alighieri meninggal (1321); Divina Commedia selesai; Giotto aktif melukis; Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici, Bardi, Peruzzi).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ludwig IV (Ludwig dari Bayern) terpilih sebagai kaisar (1314); Konflik dengan paus; Ekskomunikasi; Perang dengan Habsburg; Konflik dengan paus tentang otoritas sekuler vs religius.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Musa masih memerintah; Kekaisaran Mali mencapai puncak; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran terbesar di Afrika Barat; Universitas Sankore berkembang; Perjalanan haji terkenal ke Mekah (1324) dengan emas dalam jumlah besar; Pengaruh Mali menyebar ke seluruh Afrika Barat.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks.
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks.
  • Pasifik: Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Perdagangan antar pulau; Budaya oral berkembang; Sistem kekerabatan kompleks.

Tahun 13.20

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Taiding memerintah (1323-1328); Periode tidak stabil; Konflik internal; Kaisar Tianshun memerintah singkat (1328); Kaisar Wenzong (Jayaatu Khan) memerintah (1328-1329, 1329-1332); Periode ketidakstabilan politik; Perdagangan maritim tetap aktif.
  • India: Ghiyas-ud-din Tughluq masih memerintah Dinasti Tughluq; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi ke Deccan; Reformasi administrasi; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem irigasi berkembang.
  • Asia Barat (Ilkhanate): Abu Sa’id masih memerintah; Fragmentasi dimulai; Konflik internal; Perdagangan Jalur Sutra aktif; Hubungan dengan Mamluk Mesir; Ilkhanate akan runtuh (1335).
  • Jepang: Keshogunan Kamakura stabil; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Arsitektur berkembang.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Philippe V meninggal (1322); Charles IV (Si Adil) memerintah (1322-1328); Perang dengan Inggris berlanjut; Konflik dengan Flandria; Krisis fiskal; Dinasti Capetian akan berakhir (1328).
  • Inggris: Edward II masih memerintah; Konflik dengan baron meningkat; Pemberontakan Skotlandia berhasil; Robert the Bruce mengkonsolidasikan kemerdekaan Skotlandia; Perang dengan Prancis berlanjut; Edward II digulingkan (1327).
  • Italia: Giotto aktif melukis; Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici, Bardi, Peruzzi); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ludwig IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Ekskomunikasi; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Musa masih memerintah; Kekaisaran Mali mencapai puncak; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran terbesar di Afrika Barat; Universitas Sankore berkembang; Perjalanan haji terkenal ke Mekah (1324) dengan emas dalam jumlah besar; Pengaruh Mali menyebar ke seluruh Afrika Barat; Perdagangan emas-garam Sahara aktif.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Tenochtitlan (kota Aztek) didirikan (1325) - akan menjadi salah satu kota terbesar di dunia.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan.
  • Aotearoa: Migrasi Polinesia berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi terbentuk; Pertanian dan perburuan berkembang; Navigasi dan perikanan canggih; Seni dan kerajinan berkembang.

Tahun 13.25

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Mingzong (Kusala) memerintah singkat (1329); Kaisar Wenzong kembali memerintah (1329-1332); Kaisar Ningzong (Rinchinbal) memerintah singkat (1332); Periode ketidakstabilan politik; Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Karya sastra berkembang.
  • India: Muhammad bin Tughluq memerintah (1325-1351); Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Reformasi mata uang (gagal); Pemindahan ibu kota ke Daulatabad (1327); Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang.
  • Asia Barat (Ilkhanate): Abu Sa’id masih memerintah; Fragmentasi dimulai; Konflik internal; Perdagangan Jalur Sutra aktif; Hubungan dengan Mamluk Mesir; Ilkhanate akan runtuh (1335); Kekhanan lokal mulai muncul.
  • Jepang: Keshogunan Kamakura stabil; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Arsitektur berkembang; Periode Kamakura akan berakhir (1333).

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Charles IV meninggal (1328); Dinasti Capetian berakhir; Philippe VI (Valois) memerintah (1328-1350); Dinasti Valois dimulai; Perang dengan Inggris akan dimulai (Perang Seratus Tahun, 1337); Konflik dengan Flandria.
  • Inggris: Edward II digulingkan dan dibunuh (1327); Edward III memerintah (1327-1377); Perang dengan Prancis akan dimulai (Perang Seratus Tahun, 1337); Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang.
  • Italia: Giotto aktif melukis; Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici, Bardi, Peruzzi); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Petrarch aktif menulis (1304-1374).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ludwig IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Ekskomunikasi; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Musa masih memerintah; Kekaisaran Mali mencapai puncak; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran terbesar di Afrika Barat; Universitas Sankore berkembang; Perjalanan haji terkenal ke Mekah (1324) dengan emas dalam jumlah besar; Pengaruh Mali menyebar ke seluruh Afrika Barat; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Arsitektur masjid berkembang.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekaisaran Ethiopia berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan (kota Aztek) didirikan (1325); Akan menjadi salah satu kota terbesar di dunia pada puncaknya; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang.
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin.
  • Aotearoa: Migrasi Polinesia berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi terbentuk; Pertanian dan perburuan berkembang; Navigasi dan perikanan canggih; Seni dan kerajinan berkembang; Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi.

Tahun 13.30

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Huizong (Toghon Temür) memerintah (1333-1368); Kaisar terakhir Dinasti Yuan; Periode ketidakstabilan dan pemberontakan; Wabah pes (1330-an); Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Pemberontakan petani meningkat.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Reformasi mata uang (gagal); Pemindahan ibu kota ke Daulatabad (1327); Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Pemberontakan dan konflik internal.
  • Asia Barat: Ilkhanate runtuh (1335); Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid muncul; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Perdagangan tetap vital meski fragmentasi politik.
  • Jepang: Keshogunan Kamakura berakhir (1333); Restorasi Kemmu (1333-1336); Kaisar Go-Daigo mencoba memulihkan kekuasaan kekaisaran; Ashikaga Takauji mendirikan Keshogunan Muromachi (1336); Perang Genkō (1331-1333); Periode ketidakstabilan politik.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Philippe VI masih memerintah; Perang dengan Inggris akan dimulai (Perang Seratus Tahun, 1337); Konflik dengan Flandria; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang dengan Prancis akan dimulai (Perang Seratus Tahun, 1337); Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League.
  • Italia: Giotto meninggal (1337); Perkembangan seni Renaissance berlanjut; Petrarch aktif menulis; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici, Bardi, Peruzzi); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Boccaccio mulai menulis (1313-1375).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ludwig IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Ekskomunikasi; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Musa meninggal (1337); Mansa Maghan memerintah (1337-1341); Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang.
  • Maghreb: Dinasti Marinid di Maroko berkembang; Konflik dengan Nasrid Granada; Perdagangan Mediterania-Sahara aktif; Koneksi dengan Mali dan Eropa; Ulama dan pusat pembelajaran berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang (1325); Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco.
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi.
  • Melanesia: Pertukaran regional bertahan; Teknologi pangan menyesuaikan iklim; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar pulau; Budaya dan bahasa beragam; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem sosial berkembang; Navigasi dan perikanan berkembang.

Tahun 13.35

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Huizong masih memerintah; Periode ketidakstabilan dan pemberontakan; Wabah pes menyebar (1330-an); Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Pemberontakan petani meningkat; Kelompok pemberontak seperti Baju Merah muncul; Zhu Yuanzhang (pendiri Ming) lahir (1328).
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Reformasi mata uang (gagal); Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara didirikan (1336) di India selatan.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Perdagangan tetap vital meski fragmentasi politik; Ottoman mulai muncul di Anatolia.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi didirikan (1336); Ashikaga Takauji menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō, 1336-1392); Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Philippe VI masih memerintah; Perang Seratus Tahun dimulai (1337); Pertempuran laut Sluys (1340) - kemenangan Inggris; Konflik dengan Flandria; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah pes akan tiba (1347).
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun dimulai (1337); Pertempuran laut Sluys (1340) - kemenangan besar; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah pes akan tiba (1347).
  • Italia: Petrarch aktif menulis; Boccaccio mulai menulis Decameron; Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici, Bardi, Peruzzi); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah pes akan tiba (1347).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ludwig IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Ekskomunikasi; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah pes akan tiba (1347).

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman memerintah (1341-1360); Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekaisaran Ethiopia berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Manco Cápac (legenda pendiri Inca) dikaitkan dengan periode ini.
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks.
  • Pasifik: Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Perdagangan antar pulau; Budaya oral berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Seni dan kerajinan berkembang.

Tahun 13.40

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Huizong masih memerintah; Periode ketidakstabilan dan pemberontakan; Wabah pes menyebar (1340-an); Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Pemberontakan petani meningkat; Kelompok pemberontak seperti Baju Merah berkembang; Zhu Yuanzhang bergabung dengan pemberontak; Dinasti Yuan mulai melemah.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman mulai muncul di Anatolia; Osman I (pendiri Ottoman) meninggal (1326); Orhan I memerintah (1326-1362); Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Philippe VI masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran laut Sluys (1340) - kemenangan Inggris; Konflik dengan Flandria; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah pes akan tiba (1347); Pertempuran Crécy akan terjadi (1346).
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran laut Sluys (1340) - kemenangan besar; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah pes akan tiba (1347); Pertempuran Crécy akan terjadi (1346).
  • Italia: Petrarch aktif menulis; Boccaccio menulis Decameron (1348-1353); Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici, Bardi, Peruzzi); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah pes akan tiba (1347); Krisis perbankan (Bardi dan Peruzzi bangkrut, 1340-an).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ludwig IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Ekskomunikasi; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah pes akan tiba (1347); Ludwig IV meninggal (1347).

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353).
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekaisaran Ethiopia berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Perdagangan budak berkembang.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331).

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai.
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi.

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar.
  • Aotearoa: Migrasi Polinesia berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi terbentuk; Pertanian dan perburuan berkembang; Navigasi dan perikanan canggih; Seni dan kerajinan berkembang; Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi; Sistem kekerabatan kompleks.

Tahun 13.45

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Huizong masih memerintah; Periode ketidakstabilan dan pemberontakan; Wabah pes menyebar dari Asia Tengah melalui Jalur Sutra (1340-an); Dampak demografi besar di seluruh Eurasia; Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Pemberontakan petani meningkat; Kelompok pemberontak seperti Baju Merah berkembang; Zhu Yuanzhang bergabung dengan pemberontak; Dinasti Yuan mulai melemah; Wabah pes mencapai Tiongkok (1340-an).
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes mencapai India (1340-an).
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes mencapai Asia Barat (1347); Dampak demografi besar.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes mencapai Jepang (1350-an).

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Philippe VI masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Crécy (1346) - kemenangan besar Inggris; Konflik dengan Flandria; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah pes tiba di Eropa (1347); Dampak demografi besar; Wabah Hitam dimulai (1347-1351); Populasi Eropa berkurang drastis (30-50%).
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Crécy (1346) - kemenangan besar; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah pes tiba di Eropa (1347); Dampak demografi besar; Wabah Hitam dimulai (1347-1351); Populasi Inggris berkurang drastis.
  • Italia: Petrarch aktif menulis; Boccaccio menulis Decameron (1348-1353) - menceritakan wabah pes; Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah pes tiba di Italia (1347); Dampak demografi besar; Wabah Hitam dimulai (1347-1351); Populasi Italia berkurang drastis.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ludwig IV meninggal (1347); Karl IV terpilih sebagai kaisar (1347-1378); Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah pes tiba di Eropa (1347); Dampak demografi besar; Wabah Hitam dimulai (1347-1351).

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara (1347-1348); Dampak demografi.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekaisaran Ethiopia berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Perdagangan budak berkembang; Wabah pes mencapai Mesir (1347-1348).
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Aotearoa: Migrasi Polinesia berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi terbentuk; Pertanian dan perburuan berkembang; Navigasi dan perikanan canggih; Seni dan kerajinan berkembang; Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi; Sistem kekerabatan kompleks; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

Tahun 13.50

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Huizong masih memerintah; Periode ketidakstabilan dan pemberontakan; Wabah pes mencapai puncaknya (1350); Dampak demografi besar; Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Pemberontakan petani meningkat; Kelompok pemberontak seperti Baju Merah berkembang; Zhu Yuanzhang memimpin pemberontakan; Dinasti Yuan mulai melemah; Populasi Tiongkok berkurang drastis (30-40%).
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes mencapai puncaknya (1350); Dampak demografi.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes mencapai puncaknya (1350); Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes mencapai puncaknya (1350); Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Philippe VI meninggal (1350); Jean II (Si Baik) memerintah (1350-1364); Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Crécy (1346) - kemenangan besar Inggris; Konflik dengan Flandria; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah Hitam mencapai puncaknya (1350); Populasi Prancis berkurang drastis (30-50%); Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Crécy (1346) - kemenangan besar; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam mencapai puncaknya (1350); Populasi Inggris berkurang drastis (30-50%); Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi.
  • Italia: Petrarch aktif menulis; Boccaccio menulis Decameron (1348-1353); Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam mencapai puncaknya (1350); Populasi Italia berkurang drastis (30-50%); Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam mencapai puncaknya (1350); Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara (1347-1348); Dampak demografi; Koneksi Mediterania–Sahara mendorong dinamika politik dan ulama.
  • Maghreb: Dinasti Marinid di Maroko berkembang; Konflik dengan Nasrid Granada; Perdagangan Mediterania-Sahara aktif; Koneksi dengan Mali dan Eropa; Ulama dan pusat pembelajaran berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Wabah pes mencapai Maghreb (1347-1348); Dampak demografi; Koneksi Mediterania–Sahara mendorong dinamika politik dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Melanesia: Pertukaran regional bertahan; Teknologi pangan menyesuaikan iklim; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar pulau; Budaya dan bahasa beragam; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem sosial berkembang; Navigasi dan perikanan berkembang; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Pertukaran regional bertahan; teknologi pangan menyesuaikan iklim.

Tahun 13.55

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Huizong masih memerintah; Periode ketidakstabilan dan pemberontakan; Wabah pes masih aktif; Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Pemberontakan petani meningkat; Kelompok pemberontak seperti Baju Merah berkembang; Zhu Yuanzhang memimpin pemberontakan; Dinasti Yuan melemah; Populasi Tiongkok berkurang drastis; Pemberontakan petani menyebar ke seluruh Tiongkok.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi; Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Jean II masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Poitiers (1356) - kemenangan besar Inggris; Jean II ditangkap oleh Inggris; Krisis fiskal; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Prancis berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Perjanjian Brétigny (1360) akan ditandatangani.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Poitiers (1356) - kemenangan besar; Menangkap Jean II dari Prancis; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Inggris berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi.
  • Italia: Petrarch aktif menulis; Boccaccio menulis Decameron (1348-1353); Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Italia berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam masih aktif; Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara; Dampak demografi; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekaisaran Ethiopia berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Perdagangan budak berkembang; Wabah pes mencapai Mesir; Dampak demografi; Kerajaan regional mempertahankan rute strategis dan identitas religius.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Pasifik: Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Perdagangan antar pulau; Budaya oral berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Seni dan kerajinan berkembang; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

Tahun 13.60

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan): Kaisar Huizong masih memerintah; Periode ketidakstabilan dan pemberontakan; Wabah pes masih aktif; Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Pemberontakan petani meningkat; Kelompok pemberontak seperti Baju Merah berkembang; Zhu Yuanzhang memimpin pemberontakan; Dinasti Yuan melemah; Populasi Tiongkok berkurang drastis; Pemberontakan petani menyebar ke seluruh Tiongkok; Zhu Yuanzhang mengkonsolidasikan kekuasaan di selatan Tiongkok.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi; Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Jean II masih memerintah (ditawan di Inggris); Dauphin Charles (calon Charles V) memerintah sebagai wali; Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Poitiers (1356) - kemenangan besar Inggris; Krisis fiskal; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Prancis berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Perjanjian Brétigny (1360) ditandatangani; Jean II dibebaskan.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Poitiers (1356) - kemenangan besar; Menangkap Jean II dari Prancis; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Inggris berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Perjanjian Brétigny (1360) ditandatangani; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi.
  • Italia: Petrarch aktif menulis; Boccaccio menulis Decameron (1348-1353); Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Italia berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam masih aktif; Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara; Dampak demografi; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.
  • Maghreb: Dinasti Marinid di Maroko berkembang; Konflik dengan Nasrid Granada; Perdagangan Mediterania-Sahara aktif; Koneksi dengan Mali dan Eropa; Ulama dan pusat pembelajaran berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Wabah pes mencapai Maghreb; Dampak demografi; Koneksi Mediterania–Sahara mendorong dinamika politik dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Aotearoa: Migrasi Polinesia berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi terbentuk; Pertanian dan perburuan berkembang; Navigasi dan perikanan canggih; Seni dan kerajinan berkembang; Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi; Sistem kekerabatan kompleks; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

Tahun 13.65

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Yuan→Ming): Kaisar Huizong masih memerintah (terakhir); Periode ketidakstabilan dan pemberontakan; Wabah pes masih aktif; Perdagangan maritim tetap aktif; Muslim dan Kristen Nestorian aktif; Pemberontakan petani meningkat; Zhu Yuanzhang memimpin pemberontakan; Dinasti Yuan melemah; Populasi Tiongkok berkurang drastis; Pemberontakan petani menyebar ke seluruh Tiongkok; Zhu Yuanzhang mengkonsolidasikan kekuasaan di selatan Tiongkok; Dinasti Ming akan didirikan (1368); Menggantikan Yuan (Mongol); Periode isolasi akan dimulai.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi; Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Jean II meninggal (1364); Charles V (Si Bijak) memerintah (1364-1380); Perang Seratus Tahun berlanjut; Perjanjian Brétigny (1360) ditandatangani; Jean II dibebaskan; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Prancis berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Perjanjian Brétigny (1360) ditandatangani; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Inggris berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.
  • Italia: Petrarch aktif menulis; Boccaccio menulis Decameron (1348-1353); Perkembangan seni Renaissance; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Italia berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam masih aktif; Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara; Dampak demografi; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekaisaran Ethiopia berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Perdagangan budak berkembang; Wabah pes mencapai Mesir; Dampak demografi; Kerajaan regional mempertahankan rute strategis dan identitas religius.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Aotearoa: Migrasi Polinesia berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi terbentuk; Pertanian dan perburuan berkembang; Navigasi dan perikanan canggih; Seni dan kerajinan berkembang; Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi; Sistem kekerabatan kompleks; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

Tahun 13.70

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Ming): Dinasti Ming didirikan (1368); Zhu Yuanzhang menjadi Kaisar Hongwu (1368-1398); Menggantikan Yuan (Mongol); Periode isolasi dimulai; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan maritim dibatasi; Muslim dan Kristen Nestorian masih aktif; Populasi Tiongkok mulai pulih; Pemberontakan petani berhasil; Dinasti Yuan runtuh; Beijing menjadi ibu kota (1421); Periode stabilitas dimulai.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi; Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Charles V masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Prancis berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Inggris berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Italia: Petrarch meninggal (1374); Boccaccio meninggal (1375); Perkembangan seni Renaissance berlanjut; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Italia berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam masih aktif; Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara; Dampak demografi; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.
  • Maghreb: Dinasti Marinid di Maroko berkembang; Konflik dengan Nasrid Granada; Perdagangan Mediterania-Sahara aktif; Koneksi dengan Mali dan Eropa; Ulama dan pusat pembelajaran berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Wabah pes mencapai Maghreb; Dampak demografi; Koneksi Mediterania–Sahara mendorong dinamika politik dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Melanesia: Pertukaran regional bertahan; Teknologi pangan menyesuaikan iklim; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar pulau; Budaya dan bahasa beragam; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem sosial berkembang; Navigasi dan perikanan berkembang; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Pertukaran regional bertahan; teknologi pangan menyesuaikan iklim.

Tahun 13.75

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongwu masih memerintah; Dinasti Ming mengkonsolidasikan kekuasaan; Periode isolasi berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan maritim dibatasi; Muslim dan Kristen Nestorian masih aktif; Populasi Tiongkok mulai pulih; Periode stabilitas; Beijing akan menjadi ibu kota (1421); Ekspansi ke selatan dan barat; Perdagangan dengan Asia Tenggara berkembang.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi; Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional; Asia Selatan mengalami fragmentasi politik.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Charles V masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Prancis berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Inggris berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Italia: Perkembangan seni Renaissance berlanjut; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Italia berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam masih aktif; Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara; Dampak demografi; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekaisaran Ethiopia berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Perdagangan budak berkembang; Wabah pes mencapai Mesir; Dampak demografi; Kerajaan regional mempertahankan rute strategis dan identitas religius.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Pasifik: Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Perdagangan antar pulau; Budaya oral berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Seni dan kerajinan berkembang; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

Tahun 13.80

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongwu masih memerintah; Dinasti Ming mengkonsolidasikan kekuasaan; Periode isolasi berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan maritim dibatasi; Muslim dan Kristen Nestorian masih aktif; Populasi Tiongkok mulai pulih; Periode stabilitas; Beijing akan menjadi ibu kota (1421); Ekspansi ke selatan dan barat; Perdagangan dengan Asia Tenggara berkembang; Periode kemakmuran dimulai.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi; Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional; Asia Selatan mengalami fragmentasi politik.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Charles V masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Prancis berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Inggris berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Italia: Perkembangan seni Renaissance berlanjut; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Italia berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam masih aktif; Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara; Dampak demografi; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.
  • Maghreb: Dinasti Marinid di Maroko berkembang; Konflik dengan Nasrid Granada; Perdagangan Mediterania-Sahara aktif; Koneksi dengan Mali dan Eropa; Ulama dan pusat pembelajaran berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Wabah pes mencapai Maghreb; Dampak demografi; Koneksi Mediterania–Sahara mendorong dinamika politik dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Aotearoa: Migrasi Polinesia berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi terbentuk; Pertanian dan perburuan berkembang; Navigasi dan perikanan canggih; Seni dan kerajinan berkembang; Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi; Sistem kekerabatan kompleks; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

Tahun 13.85

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongwu masih memerintah; Dinasti Ming mengkonsolidasikan kekuasaan; Periode isolasi berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan maritim dibatasi; Muslim dan Kristen Nestorian masih aktif; Populasi Tiongkok mulai pulih; Periode stabilitas; Beijing akan menjadi ibu kota (1421); Ekspansi ke selatan dan barat; Perdagangan dengan Asia Tenggara berkembang; Periode kemakmuran; Perubahan kekuasaan mendorong reorganisasi pajak dan perdagangan.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi; Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional; Asia Selatan mengalami fragmentasi politik.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Charles V masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Prancis berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Inggris berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Italia: Perkembangan seni Renaissance berlanjut; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Italia berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam masih aktif; Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara; Dampak demografi; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekaisaran Ethiopia berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Perdagangan budak berkembang; Wabah pes mencapai Mesir; Dampak demografi; Kerajaan regional mempertahankan rute strategis dan identitas religius.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Aotearoa: Migrasi Polinesia berlanjut; Adaptasi dengan lingkungan; Perkembangan budaya Māori; Sistem sosial iwi terbentuk; Pertanian dan perburuan berkembang; Navigasi dan perikanan canggih; Seni dan kerajinan berkembang; Institusi sosial dan konflik lokal membentuk konfigurasi iwi; Sistem kekerabatan kompleks; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

Tahun 13.90

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongwu masih memerintah; Dinasti Ming mengkonsolidasikan kekuasaan; Periode isolasi berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan maritim dibatasi; Muslim dan Kristen Nestorian masih aktif; Populasi Tiongkok mulai pulih; Periode stabilitas; Beijing akan menjadi ibu kota (1421); Ekspansi ke selatan dan barat; Perdagangan dengan Asia Tenggara berkembang; Periode kemakmuran; Perubahan kekuasaan mendorong reorganisasi pajak dan perdagangan.
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi; Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional; Asia Selatan mengalami fragmentasi politik.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan.
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Charles V masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Prancis berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Inggris berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Italia: Perkembangan seni Renaissance berlanjut; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Italia berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam masih aktif; Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara; Dampak demografi; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.
  • Maghreb: Dinasti Marinid di Maroko berkembang; Konflik dengan Nasrid Granada; Perdagangan Mediterania-Sahara aktif; Koneksi dengan Mali dan Eropa; Ulama dan pusat pembelajaran berkembang; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Wabah pes mencapai Maghreb; Dampak demografi; Koneksi Mediterania–Sahara mendorong dinamika politik dan ulama.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang; Pertukaran dagang dan legitimasi ritual membentuk hegemoni.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Melanesia: Pertukaran regional bertahan; Teknologi pangan menyesuaikan iklim; Sistem kekerabatan kompleks; Perdagangan antar pulau; Budaya dan bahasa beragam; Pertanian ubi jalar dan taro berkembang; Sistem sosial berkembang; Navigasi dan perikanan berkembang; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Pertukaran regional bertahan; teknologi pangan menyesuaikan iklim.

Tahun 13.95

1. Asia (Mongol & Jaringan Eurasia)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongwu masih memerintah; Dinasti Ming mengkonsolidasikan kekuasaan; Periode isolasi berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan maritim dibatasi; Muslim dan Kristen Nestorian masih aktif; Populasi Tiongkok mulai pulih; Periode stabilitas; Beijing akan menjadi ibu kota (1421); Ekspansi ke selatan dan barat; Perdagangan dengan Asia Tenggara berkembang; Periode kemakmuran; Perubahan kekuasaan mendorong reorganisasi pajak dan perdagangan; Kaisar Hongwu akan meninggal (1398).
  • India: Muhammad bin Tughluq masih memerintah; Periode ekspansi dan reformasi besar; Ekspansi ke Deccan dan India selatan; Pemberontakan dan konflik internal; Perdagangan dengan Asia Tenggara dan Tiongkok; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India selatan; Perang dengan Kesultanan Delhi; Perdagangan maritim berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi; Kontestasi kerajaan dan perdagangan laut memengaruhi stabilitas regional; Asia Selatan mengalami fragmentasi politik.
  • Asia Barat: Fragmentasi menjadi kekhanan lokal; Jalilirid, Chobanid, dan Muzaffarid berkembang; Ottoman berkembang di Anatolia; Orhan I masih memerintah; Ekspansi Ottoman ke Eropa dimulai; Perdagangan Jalur Sutra tetap aktif; Konflik dengan Mamluk Mesir; Kota-kota seperti Tabriz dan Baghdad berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi besar; Kota-kota dagang terdampak perang dan wabah; jaringan tetap bertahan; Timur (Tamerlane) mulai muncul di Asia Tengah (1370).
  • Jepang: Keshogunan Muromachi berkembang; Ashikaga Takauji masih menjadi shogun; Periode ketidakstabilan politik; Perang antara istana utara dan selatan (Nanboku-chō) berlanjut; Agama Buddha Zen berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok aktif; Noh theater berkembang; Wabah pes masih aktif; Dampak demografi.

2. Eropa (Krisis Abad ke-14)

  • Prancis: Charles V masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Perdagangan berkembang; Krisis fiskal; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Prancis berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Inggris: Edward III masih memerintah; Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kekuasaan; Parlemen berkembang; Perdagangan wol berkembang; Aliansi dengan Flandria; Perdagangan dengan Hanseatic League; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Inggris berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Pemberontakan Petani (1381) akan terjadi; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru.
  • Italia: Perkembangan seni Renaissance berlanjut; Kota-kota republik berkembang; Perbankan berkembang (Medici); Perdagangan Mediterania aktif; Firenze, Venesia, dan Genoa menjadi pusat kekayaan; Wabah Hitam masih aktif; Populasi Italia berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Perdagangan dan perbankan tumbuh; kota jadi pusat kekuasaan baru; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Karl IV masih memerintah; Konflik dengan paus berlanjut; Perang dengan Habsburg; Konflik tentang otoritas sekuler vs religius; Perang dengan Italia utara; Konflik dengan Prancis; Perang dengan Polandia; Wabah Hitam masih aktif; Populasi berkurang drastis; Struktur sosial berubah; Otoritas religius diperdebatkan; benih reformasi intelektual; Krisis demografi mendorong perubahan tenaga kerja dan struktur feodal; Konflik berkepanjangan mengubah fiskal negara dan militer.

3. Afrika (Mali & Jejaring Dagang)

  • Mali: Mansa Sulayman masih memerintah; Kekaisaran Mali masih kuat; Timbuktu tetap menjadi pusat pembelajaran; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas-garam Sahara aktif; Pengaruh Mali menyebar; Arsitektur masjid berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Arab berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Mali (1352-1353); Wabah pes mencapai Afrika Utara; Dampak demografi; Kontrol rute emas-garam memperkuat kerajaan dan pusat-pusat ilmu.
  • Nile/Tanduk: Kerajaan regional mempertahankan rute strategis; Kekristenan Koptik di Ethiopia berkembang; Gereja-gereja batu di Lalibela selesai; Perdagangan dengan Mesir dan Arab; Identitas religius kuat; Amhara mengkonsolidasikan kekuasaan; Kekaisaran Ethiopia berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Perdagangan budak berkembang; Wabah pes mencapai Mesir; Dampak demografi; Kerajaan regional mempertahankan rute strategis dan identitas religius.
  • Swahili: Kota-kota pelabuhan berkembang; Kilwa mencapai puncak; Perdagangan Samudra Hindia aktif; Arsitektur Islam berkembang; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah dengan Arab, India, dan Tiongkok; Masjid dan istana batu dibangun; Mombasa dan Zanzibar berkembang; Perdagangan budak berkembang; Ibn Battuta mengunjungi Swahili (1331); Perdagangan Samudra Hindia menguat lewat kota-kota pelabuhan.

4. Amerika (Aztek Awal & Andes)

  • Mesoamerika: Tenochtitlan berkembang; Kekaisaran Aztek mulai terbentuk; Peradaban Maya pasca-Klasik aktif; Perdagangan regional berkembang; Sistem kalender dan astronomi; Konflik antar kota-negara; Arsitektur dan seni berkembang; Tulisan hieroglif digunakan; Sistem upeti berkembang; Aliansi dan koalisi politik berkembang; Konsolidasi kekuatan di Lembah Meksiko lewat upeti dan koalisi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi); Ekonomi dan perdagangan berkembang; Pertukaran dagang dan legitimasi ritual membentuk hegemoni.
  • Andes: Kerajaan Chimú berkembang; Chan Chan mencapai puncak; Sistem irigasi canggih; Perdagangan dengan dataran tinggi; Kerajinan logam (emas, perak, tembaga) berkembang; Tekstil canggih dengan teknik tenun kompleks; Arsitektur adobe berkembang; Sistem administrasi berkembang; Kerajaan Inca mulai muncul di Cusco; Ekspansi Inca dimulai; Kerajaan-kerajaan Andes menguat lewat kerja kolektif dan logistik; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Amerika Utara: Budaya Mississippian aktif; Cahokia masih menjadi pusat besar; Mound building berlanjut; Jaringan perdagangan regional; Pertanian jagung berkembang; Sistem sosial hierarkis; Pertukaran komoditas lintas benua; Pueblo cultures berkembang di barat daya; Arsitektur adobe berkembang; Sistem irigasi berkembang; Jaringan regional berlanjut; pusat permukiman berubah mengikuti ekologi; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

5. Oseania (Konsolidasi Polinesia)

  • Polinesia: Konsolidasi kerajaan di pulau-pulau besar; Navigasi lintas samudra aktif; Pertukaran budaya dan komoditas; Sistem sosial hierarkis; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Hawaii, Tahiti, dan Tonga mengembangkan sistem kerajaan; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Sistem kekerabatan kompleks; Konsolidasi sosial-politik di pulau-pulau besar; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).
  • Pasifik: Jaringan pelayaran menjaga pertukaran benda, cerita, dan genealogi; Navigasi menggunakan bintang, arus, dan angin; Perdagangan antar pulau; Budaya oral berkembang; Sistem kekerabatan kompleks; Pertanian dan perikanan berkembang; Upacara dan ritual kompleks; Seni dan kerajinan berkembang; Tidak terkena wabah pes (terisolasi).

Tahun 14.00

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Yongle (Zhu Di) naik takhta (1402-1424); Memindahkan ibu kota ke Beijing (1403); Membangun Kota Terlarang; Dinasti Ming mencapai puncak kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Zheng He memulai pelayaran pertama (1405); Ekspedisi maritim Tiongkok terbesar; Mencapai Afrika; Armada 300 kapal dengan 27.000 awak; Menunjukkan kekuatan maritim Tiongkok.
  • Asia Tengah: Timur Lenk (Tamerlane) masih berkuasa; Kekaisaran Timurid menguasai Asia Tengah dan Persia; Samarkand menjadi pusat budaya dan perdagangan.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa.
  • Jepang: Periode Muromachi (Ashikaga shogunate); Perang Onin dimulai (1467); Feodalisme Jepang berkembang; Seni dan budaya Zen berkembang.
  • Korea: Dinasti Joseon didirikan (1392); Raja Taejong memerintah (1400-1418); Reformasi administrasi dan militer; Sistem tulisan Hangul dikembangkan (1443).

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Humanisme berkembang; Filippo Brunelleschi aktif; Seni dan arsitektur klasik dihidupkan kembali.
  • Inggris: Henry IV dari Lancaster menjadi raja (1399-1413); Perang Seratus Tahun berlanjut dengan Prancis; Konsolidasi monarki Inggris.
  • Prancis: Charles VI “Si Gila” memerintah (1380-1422); Perang Seratus Tahun melawan Inggris; Perang saudara antara Armagnac dan Burgundia.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang.
  • Portugal: João I memerintah (1385-1433); Dinasti Avis dimulai; Konsolidasi kerajaan; Persiapan ekspansi maritim.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Sigismund dari Luksemburg menjadi kaisar (1411-1437); Konsili Konstanz (1414-1418) untuk menyelesaikan Skisma Barat; Reformasi gereja.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Perdagangan emas dan garam melalui Sahara.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia (Dinasti Solomonid) berkembang; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Perdagangan dengan Portugis akan dimulai; Struktur politik terpusat.
  • Mesir: Kesultanan Mamluk menguasai Mesir dan Suriah; Perdagangan rempah-rempah melalui Laut Merah; Kekuatan militer Mamluk.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar (populasi ~200.000); Sistem tribut dan ekspansi militer.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras canggih.
  • Maya: Peradaban Maya Klasik sudah runtuh; Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Kontak dengan Eropa akan datang.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia ke pulau-pulau Pasifik sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini dan pulau-pulau sekitarnya; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar.

Tahun 14.05

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Zheng He memulai pelayaran pertama (1405-1407); Ekspedisi maritim Tiongkok terbesar; 62 kapal besar dengan 27.800 awak; Mencapai Jawa, Sumatra, India, dan Afrika Timur; Menunjukkan kekuatan maritim Tiongkok.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Yongle memerintah; Membangun Kota Terlarang di Beijing; Kompilasi Yongle Dadian (ensiklopedia terbesar); Reformasi administrasi dan militer.
  • Asia Tengah: Timur Lenk meninggal (1405); Kekaisaran Timurid terpecah; Perang suksesi di antara putra-putranya; Shah Rukh menjadi penguasa utama (1409-1447).
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Bayezid I ditangkap oleh Timur (1402); Perang saudara Ottoman (1402-1413); Mehmed I menjadi sultan (1413-1421); Konsolidasi kekuasaan Ottoman.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Shah Rukh memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry IV memerintah (1399-1413); Perang Seratus Tahun berlanjut; Pemberontakan Glyndŵr di Wales (1400-1415); Konsolidasi monarki Inggris.
  • Prancis: Charles VI memerintah (1380-1422); Perang Seratus Tahun melawan Inggris; Pertempuran Agincourt akan terjadi (1415); Perang saudara internal.
  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Lorenzo Ghiberti memenangkan kontes untuk pintu Baptistery (1401); Humanisme berkembang; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Portugal: João I memerintah (1385-1433); Dinasti Avis dimulai; Konsolidasi kerajaan; Persiapan ekspansi maritim; Perdagangan dengan Afrika Utara.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ruprecht dari Palatinate menjadi raja (1400-1410); Skisma Barat berlanjut; Konsili Pisa (1409) mencoba menyelesaikan skisma.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Dawit I memerintah (1382-1413); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Zheng He mengunjungi (1405-1407).
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis.
  • Mesir: Kesultanan Mamluk menguasai Mesir dan Suriah; Perdagangan rempah-rempah melalui Laut Merah; Kekuatan militer Mamluk; Hubungan dengan Ottoman.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Sistem tribut dan ekspansi militer; Itzcoatl menjadi tlatoani (1427-1440).
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Viracocha Inca memerintah (1410-1438); Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar (populasi ~20.000); Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta.

Tahun 14.10

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Zheng He melakukan pelayaran kedua (1407-1409); Mencapai India dan Asia Tenggara; Perdagangan dan diplomasi maritim; Menunjukkan kekuatan Tiongkok.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Yongle memerintah; Membangun Kota Terlarang; Kompilasi Yongle Dadian (ensiklopedia terbesar); Reformasi administrasi dan militer.
  • Asia Tengah: Shah Rukh menjadi penguasa Timurid (1409-1447); Memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Mehmed I menjadi sultan (1413-1421); Konsolidasi kekuasaan Ottoman setelah perang saudara; Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Shah Rukh memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry V menjadi raja (1413-1422); Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Agincourt (1415) - kemenangan besar Inggris; Menaklukkan Normandia.
  • Prancis: Charles VI memerintah (1380-1422); Perang Seratus Tahun melawan Inggris; Pertempuran Agincourt (1415) - kekalahan besar Prancis; Perang saudara internal.
  • Portugal: Portugal merebut Ceuta (1415); Awal ekspansi Eropa ke Afrika; Era kolonialisme dimulai; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi.
  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Filippo Brunelleschi menemukan perspektif linear (1415); Humanisme berkembang; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Sigismund dari Luksemburg menjadi kaisar (1411-1437); Konsili Konstanz (1414-1418) untuk menyelesaikan Skisma Barat; Jan Hus dibakar (1415).

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Yeshaq I memerintah (1414-1429); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Zheng He mengunjungi.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Sistem tribut dan ekspansi militer; Itzcoatl menjadi tlatoani (1427-1440).
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Viracocha Inca memerintah (1410-1438); Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta.

Tahun 14.15

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Zheng He melakukan pelayaran ketiga (1409-1411) dan keempat (1413-1415); Mencapai India, Persia, dan Afrika Timur; Perdagangan dan diplomasi maritim; Menunjukkan kekuatan Tiongkok.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Yongle memerintah; Membangun Kota Terlarang; Kompilasi Yongle Dadian (ensiklopedia terbesar); Reformasi administrasi dan militer; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Asia Tengah: Shah Rukh memerintah Timurid (1409-1447); Memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur.
  • Ottoman: Mehmed I menjadi sultan (1413-1421); Konsolidasi kekuasaan Ottoman setelah perang saudara; Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer; Janissary corps berkembang.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Shah Rukh memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry V memerintah (1413-1422); Perang Seratus Tahun berlanjut; Pertempuran Agincourt (1415) - kemenangan besar Inggris; Menaklukkan Normandia; Perjanjian Troyes (1420).
  • Prancis: Charles VI memerintah (1380-1422); Perang Seratus Tahun melawan Inggris; Pertempuran Agincourt (1415) - kekalahan besar Prancis; Perang saudara internal; Joan of Arc akan muncul.
  • Portugal: Portugal merebut Ceuta (1415); Awal ekspansi Eropa ke Afrika; Era kolonialisme dimulai; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi; Eksplorasi pantai Afrika.
  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Filippo Brunelleschi menemukan perspektif linear; Humanisme berkembang; Donatello aktif; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Sigismund menjadi kaisar (1411-1437); Konsili Konstanz (1414-1418) menyelesaikan Skisma Barat; Jan Hus dibakar (1415); Reformasi gereja.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Yeshaq I memerintah (1414-1429); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Zheng He mengunjungi.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Sistem tribut dan ekspansi militer; Itzcoatl menjadi tlatoani (1427-1440); Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Viracocha Inca memerintah (1410-1438); Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.20

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Yongle memerintah (1402-1424); Zheng He melakukan pelayaran kelima (1417-1419) dan keenam (1421-1422); Mencapai Afrika Timur dan Arab; Perdagangan dan diplomasi maritim.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongxi memerintah (1424-1425); Menghentikan ekspedisi maritim; Fokus pada reformasi internal; Kaisar Xuande memerintah (1425-1435); Zheng He melakukan pelayaran terakhir (1431-1433).
  • Asia Tengah: Shah Rukh memerintah Timurid (1409-1447); Memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur.
  • Ottoman: Murad II menjadi sultan (1421-1451); Ekspansi ke Balkan; Pertempuran Varna (1444); Konsolidasi kekuasaan Ottoman; Reformasi militer; Janissary corps berkembang.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Shah Rukh memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry V memerintah (1413-1422); Perang Seratus Tahun berlanjut; Perjanjian Troyes (1420); Henry VI menjadi raja (1422-1461); Perang saudara akan dimulai.
  • Prancis: Charles VI meninggal (1422); Charles VII menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Joan of Arc akan muncul (1429); Konsolidasi kerajaan Prancis.
  • Portugal: João I memerintah (1385-1433); Eksplorasi pantai Afrika; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi; Penemuan Madeira (1419) dan Azores (1427); Perdagangan dengan Afrika.
  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Filippo Brunelleschi membangun kubah Duomo (1420-1436); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Sigismund menjadi kaisar (1411-1437); Konsili Konstanz menyelesaikan Skisma Barat; Reformasi gereja; Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Yeshaq I memerintah (1414-1429); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Zheng He mengunjungi; Arsitektur Islam.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal; Perdagangan dengan Eropa.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Itzcoatl menjadi tlatoani (1427-1440); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian; Arsitektur dan seni.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Viracocha Inca memerintah (1410-1438); Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras; Ekspansi militer.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni; Sistem politik suku.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku; Budaya dan agama.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Budaya dan agama.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Sistem politik suku.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Perdagangan regional.

Tahun 14.25

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Xuande memerintah (1425-1435); Zheng He melakukan pelayaran terakhir (1431-1433); Menghentikan ekspedisi maritim besar; Fokus pada reformasi internal; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Zhengtong memerintah (1435-1449); Perang dengan Mongol; Pertempuran Tumu (1449) - kaisar ditangkap; Reformasi militer; Konsolidasi administrasi.
  • Asia Tengah: Shah Rukh memerintah Timurid (1409-1447); Memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Deva Raya II memerintah (1424-1446); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Murad II menjadi sultan (1421-1451); Ekspansi ke Balkan; Pertempuran Varna (1444); Konsolidasi kekuasaan Ottoman; Reformasi militer; Janissary corps berkembang.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Shah Rukh memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry VI menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Perang saudara akan dimulai; Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi.
  • Prancis: Charles VII menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Joan of Arc muncul (1429); Pembebasan Orléans (1429); Konsolidasi kerajaan Prancis.
  • Portugal: Duarte I menjadi raja (1433-1438); Eksplorasi pantai Afrika; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi; Penemuan Madeira dan Azores; Perdagangan dengan Afrika.
  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Filippo Brunelleschi membangun kubah Duomo (1420-1436); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Albrecht II menjadi kaisar (1438-1439); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Zara Yaqob memerintah (1434-1468); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Itzcoatl menjadi tlatoani (1427-1440); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Viracocha Inca memerintah (1410-1438); Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.30

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Zhengtong memerintah (1435-1449); Perang dengan Mongol; Pertempuran Tumu (1449) - kaisar ditangkap; Reformasi militer; Konsolidasi administrasi; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jingtai memerintah (1449-1457); Menggantikan Zhengtong yang ditangkap; Reformasi militer; Pertahanan perbatasan utara; Konsolidasi administrasi.
  • Asia Tengah: Shah Rukh memerintah Timurid (1409-1447); Memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Deva Raya II memerintah (1424-1446); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Murad II menjadi sultan (1421-1451); Ekspansi ke Balkan; Pertempuran Varna (1444); Konsolidasi kekuasaan Ottoman; Reformasi militer; Janissary corps berkembang.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Shah Rukh memindahkan ibu kota ke Herat; Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry VI menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Perang saudara akan dimulai; Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi.
  • Prancis: Charles VII menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Joan of Arc dibakar di tiang pancang (1431); Pahlawan nasional Prancis; Konsolidasi kerajaan Prancis.
  • Portugal: Afonso V menjadi raja (1438-1481); Eksplorasi pantai Afrika; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi; Penemuan Madeira dan Azores; Perdagangan dengan Afrika.
  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Filippo Brunelleschi membangun kubah Duomo (1420-1436); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Zara Yaqob memerintah (1434-1468); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Itzcoatl menjadi tlatoani (1427-1440); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Viracocha Inca memerintah (1410-1438); Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.35

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jingtai memerintah (1449-1457); Menggantikan Zhengtong yang ditangkap; Reformasi militer; Pertahanan perbatasan utara; Konsolidasi administrasi; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Tianshun memerintah (1457-1464); Zhengtong kembali menjadi kaisar; Reformasi militer; Pertahanan perbatasan utara; Konsolidasi administrasi.
  • Asia Tengah: Ulugh Beg memerintah Timurid (1447-1449); Observatorium astronomi di Samarkand; Matematika dan astronomi berkembang; Dibunuh oleh putranya; Perang suksesi.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Deva Raya II memerintah (1424-1446); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Murad II menjadi sultan (1421-1451); Ekspansi ke Balkan; Pertempuran Varna (1444); Konsolidasi kekuasaan Ottoman; Reformasi militer; Janissary corps berkembang.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Ulugh Beg memerintah (1447-1449); Observatorium astronomi di Samarkand; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry VI menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Perang saudara akan dimulai; Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi.
  • Prancis: Charles VII menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi militer; Perjanjian Arras (1435).
  • Portugal: Afonso V menjadi raja (1438-1481); Eksplorasi pantai Afrika; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi; Penemuan Madeira dan Azores; Perdagangan dengan Afrika.
  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Filippo Brunelleschi membangun kubah Duomo (1420-1436); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Zara Yaqob memerintah (1434-1468); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Itzcoatl menjadi tlatoani (1427-1440); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Viracocha Inca memerintah (1410-1438); Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.40

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Tianshun memerintah (1457-1464); Zhengtong kembali menjadi kaisar; Reformasi militer; Pertahanan perbatasan utara; Konsolidasi administrasi; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Chenghua memerintah (1464-1487); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan.
  • Asia Tengah: Abu Sa’id memerintah Timurid (1451-1469); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Mallikarjuna Raya memerintah (1446-1465); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Mehmed II “Si Penakluk” menjadi sultan (1451-1481); Persiapan penaklukan Konstantinopel; Reformasi militer; Janissary corps berkembang; Ekspansi ke Balkan.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Abu Sa’id memerintah (1451-1469); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry VI menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Perang saudara akan dimulai; Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi.
  • Prancis: Charles VII menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi militer; Perjanjian Arras (1435).
  • Portugal: Afonso V menjadi raja (1438-1481); Eksplorasi pantai Afrika; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi; Penemuan Madeira dan Azores; Perdagangan dengan Afrika.
  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Filippo Brunelleschi membangun kubah Duomo (1420-1436); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Zara Yaqob memerintah (1434-1468); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Itzcoatl menjadi tlatoani (1427-1440); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Viracocha Inca memerintah (1410-1438); Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.45

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Chenghua memerintah (1464-1487); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Seni dan budaya berkembang.
  • Asia Tengah: Abu Sa’id memerintah Timurid (1451-1469); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Mallikarjuna Raya memerintah (1446-1465); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Mehmed II “Si Penakluk” menjadi sultan (1451-1481); Persiapan penaklukan Konstantinopel; Reformasi militer; Janissary corps berkembang; Ekspansi ke Balkan.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Abu Sa’id memerintah (1451-1469); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry VI menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Perang saudara akan dimulai; Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi.
  • Prancis: Charles VII menjadi raja (1422-1461); Perang Seratus Tahun berlanjut; Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi militer; Perjanjian Arras (1435).
  • Portugal: Afonso V menjadi raja (1438-1481); Eksplorasi pantai Afrika; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi; Penemuan Madeira dan Azores; Perdagangan dengan Afrika.
  • Italia (Renaissance): Renaissance awal di Florence; Filippo Brunelleschi membangun kubah Duomo (1420-1436); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Zara Yaqob memerintah (1434-1468); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.

Tahun 14.50

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Ottoman: Sultan Mehmed II “Si Penakluk” menaklukkan Konstantinopel (1453); Kekaisaran Bizantium berakhir setelah 1000+ tahun; Ottoman menjadi kekuatan dominan di Mediterania Timur; Konstantinopel menjadi Istanbul; Mehmed II memerintah (1451-1481); Reformasi militer dan administrasi; Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Topkapi Palace dibangun; Hagia Sophia diubah menjadi masjid.
  • Ottoman: Penaklukan Konstantinopel (1453) mengubah geopolitik Mediterania; Banyak cendekiawan Bizantium melarikan diri ke Italia; Perdagangan Mediterania Timur dikuasai Ottoman; Hubungan dengan Eropa berubah; Ekspansi ke Serbia (1454-1459); Perang dengan Venesia; Reformasi hukum dan administrasi.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jingtai memerintah (1449-1457); Kaisar Tianshun kembali naik takhta (1457-1464); Perang melawan Mongol di perbatasan utara; Pertahanan Tembok Besar; Reformasi militer; Konsolidasi administrasi; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa; Perdagangan dengan Asia Tenggara.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Chenghua memerintah (1464-1487); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dan sutra; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Sastra dan seni berkembang.
  • Jepang: Periode Muromachi (Ashikaga shogunate); Ashikaga Yoshimasa menjadi shogun (1449-1473); Perang Onin akan dimulai (1467); Feodalisme Jepang berkembang; Seni dan budaya Zen berkembang; Sistem samurai; Hubungan dengan Tiongkok; Perdagangan dengan Asia Tenggara.
  • Korea: Dinasti Joseon; Raja Sejo memerintah (1455-1468); Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Tiongkok; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Buddhisme dan Konfusianisme; Sastra dan seni berkembang.
  • Asia Tengah: Abu Sa’id memerintah Timurid (1451-1469); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India; Arsitektur dan kaligrafi; Hubungan dengan Ottoman; Fragmentasi regional.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Bahlul Lodi menjadi sultan (1451-1489); Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Mallikarjuna Raya memerintah (1446-1465); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Arsitektur dan seni berkembang.
  • India: Kerajaan Bahmani di Deccan; Perang dengan Vijayanagara; Perdagangan dengan Arab; Arsitektur Islam; Hubungan dengan Timurid; Konsolidasi regional; Seni dan budaya berkembang.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Abu Sa’id memerintah (1451-1469); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India; Hubungan dengan Ottoman; Fragmentasi akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya berkembang di Thailand; Kerajaan Malaka menguasai Selat Malaka; Perdagangan rempah-rempah; Hubungan dengan Tiongkok dan India; Buddhisme dan Islam; Arsitektur dan seni berkembang; Ekspansi regional.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Bizantium: Konstantinopel jatuh ke tangan Ottoman (1453); Kekaisaran Bizantium berakhir setelah 1000+ tahun; Kaisar Konstantinus XI meninggal dalam pertempuran; Banyak cendekiawan melarikan diri ke Italia; Pengaruh besar pada Renaissance Italia; Pengetahuan Yunani kuno dibawa ke Eropa Barat; Hagia Sophia diubah menjadi masjid.
  • Inggris: Perang Mawar dimulai (1455-1485); Perang saudara antara House of Lancaster dan York; Henry VI menjadi raja (1422-1461, 1470-1471); Pertempuran St. Albans pertama (1455); Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi; Perang Seratus Tahun berakhir (1453); Ekonomi pulih.
  • Prancis: Charles VII memerintah (1422-1461); Perang Seratus Tahun berakhir (1453); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi militer; Perjanjian Arras (1435); Louis XI akan menjadi raja (1461-1483); Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia.
  • Portugal: Afonso V menjadi raja (1438-1481); Eksplorasi pantai Afrika; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi; Penemuan Madeira (1419) dan Azores (1427); Perdagangan dengan Afrika; Penemuan Cape Verde (1456); Perdagangan emas dan budak; Ekspansi maritim.
  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Filippo Brunelleschi membangun kubah Duomo (1420-1436); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali; Leonardo da Vinci lahir (1452); Michelangelo akan lahir (1475); Florence sebagai pusat budaya.
  • Italia (Renaissance): Venesia menguasai perdagangan Mediterania; Perang dengan Ottoman; Perdagangan dengan Timur Tengah; Seni dan arsitektur Venesia; Hubungan dengan Bizantium (sebelum 1453); Perdagangan rempah-rempah.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Enrique IV memerintah Kastilia (1454-1474); Juan II memerintah Aragon (1458-1479); Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan berkembang; Fragmentasi politik.
  • Polandia-Lithuania: Kazimierz IV Jagiellon menjadi raja (1447-1492); Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Teutonic Knights; Hubungan dengan Ottoman; Perdagangan berkembang; Ekspansi regional; Reformasi administrasi.
  • Rusia: Ivan III “Yang Agung” menjadi Grand Prince (1462-1505); Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Mongol; Hubungan dengan Bizantium (sebelum 1453); Gereja Ortodoks; Ekspansi regional; Reformasi administrasi.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab; Kekuatan militer; Ekonomi berbasis emas; Konsolidasi kekuasaan.
  • Songhai: Kerajaan Songhai mulai berkembang; Sunni Ali akan menjadi raja (1464-1492); Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Mali; Kekuatan militer; Ekspansi regional; Perdagangan emas dan garam.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Zara Yaqob memerintah (1434-1468); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Portugal.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili; Perdagangan rempah-rempah dan gading.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan; Hubungan dengan Portugal akan dimulai; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi regional.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Dinasti Wattasid menguasai Maroko (1472-1554); Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Ottoman.
  • Benin: Kerajaan Benin berkembang di Afrika Barat; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem pemerintahan hierarkis; Hubungan dengan Portugal akan dimulai; Konsolidasi kekuasaan.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Moctezuma I menjadi tlatoani (1440-1469); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian; Arsitektur dan seni berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi regional.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Pachacuti Inca Yupanqui memerintah (1438-1471); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras; Arsitektur batu; Konsolidasi kekuasaan.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni; Konsolidasi regional; Hubungan antar-kota.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku; Arsitektur earthen mounds; Konsolidasi regional.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan regional; Konsolidasi budaya.
  • Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru (akan terjadi setelah kontak Eropa); Sistem sosial kompleks; Perdagangan regional; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-kelompok.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-pulau; Perdagangan regional.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Konsolidasi budaya; Hubungan regional.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-kelompok.
  • Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi (akan terjadi setelah kontak Eropa); Sistem sosial kompleks; Perdagangan regional; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-pulau.

Tahun 14.55

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Ottoman: Mehmed II memerintah (1451-1481); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Penaklukan Serbia (1454-1459); Penaklukan Bosnia (1463); Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Topkapi Palace dibangun; Hagia Sophia diubah menjadi masjid.
  • Ottoman: Perang dengan Venesia (1463-1479); Perdagangan Mediterania Timur dikuasai Ottoman; Hubungan dengan Eropa berubah; Ekspansi ke Albania; Reformasi hukum dan administrasi; Konsolidasi kekuasaan; Arsitektur dan seni berkembang.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Tianshun memerintah (1457-1464); Kaisar Chenghua akan memerintah (1464-1487); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa; Perdagangan dengan Asia Tenggara.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Sastra dan seni berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Konsolidasi kekuasaan.
  • Jepang: Periode Muromachi (Ashikaga shogunate); Ashikaga Yoshimasa menjadi shogun (1449-1473); Perang Onin akan dimulai (1467); Feodalisme Jepang berkembang; Seni dan budaya Zen berkembang; Sistem samurai; Hubungan dengan Tiongkok; Perdagangan dengan Asia Tenggara.
  • Korea: Dinasti Joseon; Raja Sejo memerintah (1455-1468); Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Tiongkok; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Buddhisme dan Konfusianisme; Sastra dan seni berkembang.
  • Asia Tengah: Abu Sa’id memerintah Timurid (1451-1469); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India; Arsitektur dan kaligrafi; Hubungan dengan Ottoman; Fragmentasi regional.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Bahlul Lodi menjadi sultan (1451-1489); Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Mallikarjuna Raya memerintah (1446-1465); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Arsitektur dan seni berkembang.
  • India: Kerajaan Bahmani di Deccan; Perang dengan Vijayanagara; Perdagangan dengan Arab; Arsitektur Islam; Hubungan dengan Timurid; Konsolidasi regional; Seni dan budaya berkembang.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Abu Sa’id memerintah (1451-1469); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India; Hubungan dengan Ottoman; Fragmentasi akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya berkembang di Thailand; Kerajaan Malaka menguasai Selat Malaka; Perdagangan rempah-rempah; Hubungan dengan Tiongkok dan India; Buddhisme dan Islam; Arsitektur dan seni berkembang; Ekspansi regional.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Jerman: Johannes Gutenberg menyelesaikan Alkitab Gutenberg (1455); Revolusi percetakan dimulai; Menyebarkan pengetahuan secara massal; Mencetak dengan movable type; Dampak besar pada Renaissance dan Reformasi; Perdagangan buku berkembang; Pengetahuan tersebar lebih cepat.
  • Inggris: Perang Mawar berlanjut (1455-1485); Perang saudara antara House of Lancaster dan York; Henry VI menjadi raja (1422-1461, 1470-1471); Pertempuran St. Albans pertama (1455); Pertempuran Blore Heath (1459); Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi; Ekonomi terganggu.
  • Prancis: Charles VII memerintah (1422-1461); Louis XI akan menjadi raja (1461-1483); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia; Perang Seratus Tahun berakhir (1453); Ekonomi pulih.
  • Portugal: Afonso V menjadi raja (1438-1481); Eksplorasi pantai Afrika; Pangeran Henry “Si Navigator” memimpin ekspansi; Penemuan Madeira (1419) dan Azores (1427); Penemuan Cape Verde (1456); Perdagangan dengan Afrika; Perdagangan emas dan budak; Ekspansi maritim.
  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Filippo Brunelleschi membangun kubah Duomo (1420-1436); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali; Leonardo da Vinci lahir (1452); Florence sebagai pusat budaya; Perdagangan berkembang.
  • Italia (Renaissance): Venesia menguasai perdagangan Mediterania; Perang dengan Ottoman (1463-1479); Perdagangan dengan Timur Tengah; Seni dan arsitektur Venesia; Hubungan dengan Eropa; Perdagangan rempah-rempah; Konsolidasi kekuasaan.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Enrique IV memerintah Kastilia (1454-1474); Juan II memerintah Aragon (1458-1479); Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan berkembang; Fragmentasi politik.
  • Polandia-Lithuania: Kazimierz IV Jagiellon menjadi raja (1447-1492); Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Teutonic Knights; Hubungan dengan Ottoman; Perdagangan berkembang; Ekspansi regional; Reformasi administrasi.
  • Rusia: Vasily II memerintah (1425-1462); Ivan III “Yang Agung” akan menjadi Grand Prince (1462-1505); Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Mongol; Hubungan dengan Bizantium (sebelum 1453); Gereja Ortodoks; Ekspansi regional.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab; Kekuatan militer; Ekonomi berbasis emas; Konsolidasi kekuasaan.
  • Songhai: Kerajaan Songhai mulai berkembang; Sunni Ali akan menjadi raja (1464-1492); Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Mali; Kekuatan militer; Ekspansi regional; Perdagangan emas dan garam.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Zara Yaqob memerintah (1434-1468); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Portugal.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili; Perdagangan rempah-rempah dan gading; Konsolidasi regional.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan; Hubungan dengan Portugal akan dimulai; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi regional.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Dinasti Wattasid akan menguasai Maroko (1472-1554); Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Ottoman.
  • Benin: Kerajaan Benin berkembang di Afrika Barat; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem pemerintahan hierarkis; Hubungan dengan Portugal akan dimulai; Konsolidasi kekuasaan.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Moctezuma I menjadi tlatoani (1440-1469); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian; Arsitektur dan seni berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi regional.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Pachacuti Inca Yupanqui memerintah (1438-1471); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras; Arsitektur batu; Konsolidasi kekuasaan.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni; Konsolidasi regional; Hubungan antar-kota.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku; Arsitektur earthen mounds; Konsolidasi regional.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan regional; Konsolidasi budaya.
  • Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial (akan terjadi setelah kontak Eropa); Sistem sosial kompleks; Perdagangan regional; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-kelompok.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-pulau; Perdagangan regional.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Konsolidasi budaya; Hubungan regional.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-kelompok.
  • Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang (akan terjadi setelah kontak Eropa); Sistem ekologi kompleks; Konservasi sumber daya; Hubungan dengan lingkungan.

Tahun 14.60

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Chenghua memerintah (1464-1487); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa; Perdagangan dengan Asia Tenggara.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Sastra dan seni berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi.
  • Jepang: Periode Muromachi (Ashikaga shogunate); Ashikaga Yoshimasa menjadi shogun (1449-1473); Perang Onin akan dimulai (1467); Feodalisme Jepang berkembang; Seni dan budaya Zen berkembang; Sistem samurai; Hubungan dengan Tiongkok; Perdagangan dengan Asia Tenggara.
  • Korea: Dinasti Joseon; Raja Sejo memerintah (1455-1468); Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Tiongkok; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Buddhisme dan Konfusianisme; Sastra dan seni berkembang.
  • Asia Tengah: Abu Sa’id memerintah Timurid (1451-1469); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India; Arsitektur dan kaligrafi; Hubungan dengan Ottoman; Fragmentasi regional.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Bahlul Lodi menjadi sultan (1451-1489); Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Virupaksha Raya II memerintah (1465-1485); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Arsitektur dan seni berkembang.
  • India: Kerajaan Bahmani di Deccan; Perang dengan Vijayanagara; Perdagangan dengan Arab; Arsitektur Islam; Hubungan dengan Timurid; Konsolidasi regional; Seni dan budaya berkembang.
  • Ottoman: Mehmed II memerintah (1451-1481); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Penaklukan Serbia (1454-1459); Penaklukan Bosnia (1463); Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Topkapi Palace dibangun.
  • Ottoman: Perang dengan Venesia (1463-1479); Perdagangan Mediterania Timur dikuasai Ottoman; Hubungan dengan Eropa berubah; Ekspansi ke Albania; Reformasi hukum dan administrasi; Konsolidasi kekuasaan; Arsitektur dan seni berkembang.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Abu Sa’id memerintah (1451-1469); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India; Hubungan dengan Ottoman; Fragmentasi akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya berkembang di Thailand; Kerajaan Malaka menguasai Selat Malaka; Perdagangan rempah-rempah; Hubungan dengan Tiongkok dan India; Buddhisme dan Islam; Arsitektur dan seni berkembang; Ekspansi regional.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Perang Mawar berlanjut (1455-1485); Perang saudara antara House of Lancaster dan York; Edward IV menjadi raja (1461-1470, 1471-1483); Pertempuran Towton (1461); Pertempuran Hexham (1464); Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi; Ekonomi pulih.
  • Prancis: Louis XI menjadi raja (1461-1483); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Burgundy; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi militer.
  • Portugal: Afonso V menjadi raja (1438-1481); Eksplorasi pantai Afrika; Pangeran Henry “Si Navigator” meninggal (1460); Penemuan Madeira (1419) dan Azores (1427); Penemuan Cape Verde (1456); Perdagangan dengan Afrika; Perdagangan emas dan budak; Ekspansi maritim.
  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Leonardo da Vinci lahir (1452); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali; Florence sebagai pusat budaya; Perdagangan berkembang; Arsitektur dan seni berkembang.
  • Italia (Renaissance): Venesia menguasai perdagangan Mediterania; Perang dengan Ottoman (1463-1479); Perdagangan dengan Timur Tengah; Seni dan arsitektur Venesia; Hubungan dengan Eropa; Perdagangan rempah-rempah; Konsolidasi kekuasaan.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Enrique IV memerintah Kastilia (1454-1474); Juan II memerintah Aragon (1458-1479); Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan berkembang; Fragmentasi politik.
  • Polandia-Lithuania: Kazimierz IV Jagiellon menjadi raja (1447-1492); Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Teutonic Knights; Hubungan dengan Ottoman; Perdagangan berkembang; Ekspansi regional; Reformasi administrasi.
  • Rusia: Ivan III “Yang Agung” menjadi Grand Prince (1462-1505); Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Mongol; Hubungan dengan Bizantium (sebelum 1453); Gereja Ortodoks; Ekspansi regional; Reformasi administrasi; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab; Kekuatan militer; Ekonomi berbasis emas; Konsolidasi kekuasaan.
  • Songhai: Kerajaan Songhai mulai berkembang; Sunni Ali menjadi raja (1464-1492); Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Mali; Kekuatan militer; Ekspansi regional; Perdagangan emas dan garam; Konsolidasi kekuasaan.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Zara Yaqob memerintah (1434-1468); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India; Konsolidasi kekuasaan; Reformasi administrasi; Hubungan dengan Portugal.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili; Perdagangan rempah-rempah dan gading; Konsolidasi regional.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan; Hubungan dengan Portugal akan dimulai; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi regional.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Dinasti Wattasid akan menguasai Maroko (1472-1554); Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Ottoman.
  • Benin: Kerajaan Benin berkembang di Afrika Barat; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem pemerintahan hierarkis; Hubungan dengan Portugal akan dimulai; Konsolidasi kekuasaan.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Moctezuma I menjadi tlatoani (1440-1469); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian; Arsitektur dan seni berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Ekspansi regional.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Pachacuti Inca Yupanqui memerintah (1438-1471); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Pertanian teras; Arsitektur batu; Konsolidasi kekuasaan.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni; Konsolidasi regional; Hubungan antar-kota.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku; Arsitektur earthen mounds; Konsolidasi regional.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan regional; Konsolidasi budaya.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-pulau; Perdagangan regional.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Konsolidasi budaya; Hubungan regional.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Konsolidasi budaya; Hubungan antar-kelompok.

Tahun 14.65

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Chenghua memerintah (1464-1487); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Seni dan budaya berkembang.
  • Asia Tengah: Abu Sa’id memerintah Timurid (1451-1469); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Virupaksha Raya II memerintah (1465-1485); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Mehmed II memerintah (1451-1481); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Abu Sa’id memerintah (1451-1469); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Perang Mawar berlanjut (1455-1485); Perang saudara antara House of Lancaster dan York; Edward IV menjadi raja (1461-1470, 1471-1483); Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi.
  • Prancis: Louis XI menjadi raja (1461-1483); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia.
  • Portugal: Afonso V menjadi raja (1438-1481); Eksplorasi pantai Afrika; Penemuan Madeira dan Azores; Perdagangan dengan Afrika; Ekspansi maritim.
  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Leonardo da Vinci lahir (1452); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Zara Yaqob memerintah (1434-1468); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Moctezuma I menjadi tlatoani (1440-1469); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Pachacuti Inca Yupanqui memerintah (1438-1471); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.70

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Chenghua memerintah (1464-1487); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Seni dan budaya berkembang.
  • Asia Tengah: Sultan Husayn Bayqara memerintah Timurid (1469-1506); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Virupaksha Raya II memerintah (1465-1485); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Mehmed II memerintah (1451-1481); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Sultan Husayn Bayqara memerintah (1469-1506); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Perang Mawar berlanjut (1455-1485); Perang saudara antara House of Lancaster dan York; Edward IV menjadi raja (1461-1470, 1471-1483); Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi.
  • Prancis: Louis XI menjadi raja (1461-1483); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia.
  • Portugal: Afonso V menjadi raja (1438-1481); Eksplorasi pantai Afrika; Penemuan Madeira dan Azores; Perdagangan dengan Afrika; Ekspansi maritim.
  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Leonardo da Vinci lahir (1452); Humanisme berkembang; Donatello dan Masaccio aktif; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Baeda Maryam I memerintah (1468-1478); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Axayacatl menjadi tlatoani (1469-1481); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Pachacuti Inca Yupanqui memerintah (1438-1471); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.75

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Chenghua memerintah (1464-1487); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Seni dan budaya berkembang.
  • Asia Tengah: Sultan Husayn Bayqara memerintah Timurid (1469-1506); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Praudha Deva Raya memerintah (1485-1491); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Mehmed II memerintah (1451-1481); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Sultan Husayn Bayqara memerintah (1469-1506); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Perang Mawar berlanjut (1455-1485); Perang saudara antara House of Lancaster dan York; Edward IV menjadi raja (1461-1470, 1471-1483); Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi.
  • Prancis: Louis XI menjadi raja (1461-1483); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia.
  • Portugal: João II menjadi raja (1481-1495); Eksplorasi pantai Afrika; Bartolomeu Dias mencapai Tanjung Harapan (1488); Perdagangan dengan Afrika; Ekspansi maritim.
  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Leonardo da Vinci lahir (1452); Michelangelo lahir (1475); Humanisme berkembang; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Eskender memerintah (1478-1494); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Tizoc menjadi tlatoani (1481-1486); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Topa Inca Yupanqui memerintah (1471-1493); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.80

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Chenghua memerintah (1464-1487); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongzhi memerintah (1487-1505); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan.
  • Asia Tengah: Sultan Husayn Bayqara memerintah Timurid (1469-1506); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Praudha Deva Raya memerintah (1485-1491); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Bayezid II menjadi sultan (1481-1512); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Sultan Husayn Bayqara memerintah (1469-1506); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Perang Mawar berakhir di Inggris (1485); Dinasti Tudor dimulai; Henry VII menjadi raja (1485-1509); Pertempuran Bosworth Field (1485); Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi.
  • Prancis: Charles VIII menjadi raja (1483-1498); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia.
  • Portugal: João II menjadi raja (1481-1495); Eksplorasi pantai Afrika; Bartolomeu Dias mencapai Tanjung Harapan (1488); Perdagangan dengan Afrika; Ekspansi maritim.
  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Leonardo da Vinci lahir (1452); Michelangelo lahir (1475); Humanisme berkembang; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Eskender memerintah (1478-1494); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Tizoc menjadi tlatoani (1481-1486); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Topa Inca Yupanqui memerintah (1471-1493); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.85

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongzhi memerintah (1487-1505); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Seni dan budaya berkembang.
  • Asia Tengah: Sultan Husayn Bayqara memerintah Timurid (1469-1506); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Praudha Deva Raya memerintah (1485-1491); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Bayezid II menjadi sultan (1481-1512); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Sultan Husayn Bayqara memerintah (1469-1506); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Henry VII menjadi raja (1485-1509); Dinasti Tudor dimulai; Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang.
  • Prancis: Charles VIII menjadi raja (1483-1498); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia.
  • Portugal: João II menjadi raja (1481-1495); Eksplorasi pantai Afrika; Bartolomeu Dias mencapai Tanjung Harapan (1488); Perdagangan dengan Afrika; Ekspansi maritim.
  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Leonardo da Vinci lahir (1452); Michelangelo lahir (1475); Humanisme berkembang; Seni klasik dihidupkan kembali.
  • Spanyol: Kerajaan Kastilia dan Aragon masih terpisah; Reconquista berlanjut; Granada masih dikuasai Muslim; Perdagangan Mediterania berkembang; Konsolidasi kerajaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Friedrich III menjadi kaisar (1440-1493); Hubungan dengan Ottoman; Perang melawan Hussite; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Eskender memerintah (1478-1494); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Ahuitzotl menjadi tlatoani (1486-1502); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Topa Inca Yupanqui memerintah (1471-1493); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Tidak ada kontak dengan Eropa; Budaya dan bahasa beragam.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.90

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongzhi memerintah (1487-1505); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Seni dan budaya berkembang.
  • Asia Tengah: Sultan Husayn Bayqara memerintah Timurid (1469-1506); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Saluva Narasimha Deva Raya memerintah (1485-1491); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Bayezid II menjadi sultan (1481-1512); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Sultan Husayn Bayqara memerintah (1469-1506); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Spanyol: Reconquista selesai (1492); Spanyol mengusir Muslim terakhir dari Granada; Era eksplorasi dimulai; Ferdinand II dari Aragon dan Isabella I dari Kastilia menikah (1469); Spanyol bersatu.
  • Spanyol: Christopher Columbus mencapai Karibia (1492); Kontak pertama Eropa dengan Amerika dalam era modern; Pelayaran pertama ke Dunia Baru; Menandai awal era kolonialisme.
  • Inggris: Henry VII menjadi raja (1485-1509); Dinasti Tudor dimulai; Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang.
  • Prancis: Charles VIII menjadi raja (1483-1498); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia.
  • Portugal: João II menjadi raja (1481-1495); Eksplorasi pantai Afrika; Bartolomeu Dias mencapai Tanjung Harapan (1488); Perdagangan dengan Afrika; Ekspansi maritim.
  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Leonardo da Vinci lahir (1452); Michelangelo lahir (1475); Humanisme berkembang; Seni klasik dihidupkan kembali.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Eskender memerintah (1478-1494); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Ahuitzotl menjadi tlatoani (1486-1502); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Huayna Capac memerintah (1493-1527); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Masyarakat Taino dan Carib di Karibia; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku; Christopher Columbus mencapai Karibia (1492); Kontak pertama dengan Eropa.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 14.95

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongzhi memerintah (1487-1505); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Seni dan budaya berkembang.
  • Asia Tengah: Sultan Husayn Bayqara memerintah Timurid (1469-1506); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Tuluva Narasa Nayaka memerintah (1491-1503); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Bayezid II menjadi sultan (1481-1512); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Sultan Husayn Bayqara memerintah (1469-1506); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia (1495); Leonardo da Vinci dan Michelangelo aktif; Percetakan menyebarkan humanisme; Seni klasik dihidupkan kembali; Florence dan Roma sebagai pusat budaya.
  • Inggris: Henry VII menjadi raja (1485-1509); Dinasti Tudor dimulai; Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang.
  • Prancis: Charles VIII menjadi raja (1483-1498); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia.
  • Portugal: Manuel I menjadi raja (1495-1521); Eksplorasi pantai Afrika; Vasco da Gama akan mencapai India (1498); Perdagangan dengan Afrika; Ekspansi maritim.
  • Spanyol: Reconquista selesai (1492); Spanyol mengusir Muslim terakhir dari Granada; Christopher Columbus mencapai Karibia (1492); Kolonisasi awal Karibia oleh Spanyol (1495); Ekonomi komoditas dan sistem encomienda mulai terbentuk.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Maximilian I menjadi kaisar (1493-1519); Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang Italia.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Mali: Kekaisaran Mali masih berkuasa di Afrika Barat; Timbuktu menjadi pusat pembelajaran Islam; Universitas Sankore berkembang; Perdagangan emas dan garam; Hubungan dengan Arab.
  • Ethiopia: Kekaisaran Ethiopia berkembang; Kaisar Na’od memerintah (1494-1508); Hubungan dengan Eropa dan Arab; Gereja Ortodoks Ethiopia kuat; Perdagangan dengan India.
  • Swahili Coast: Kota-kota pelabuhan Swahili berkembang; Kilwa, Mombasa, dan Zanzibar menjadi pusat perdagangan; Perdagangan dengan Arab, India, dan Tiongkok; Arsitektur Islam; Budaya Swahili.
  • Kongo: Kerajaan Kongo berkembang di Afrika Tengah; Struktur politik terpusat; Perdagangan dengan pedalaman; Sistem pemerintahan hierarkis; Pertanian dan perikanan.
  • Afrika Utara: Portugal merebut Ceuta (1415); Maroko masih independen; Perdagangan trans-Sahara; Hubungan dengan Eropa dan Arab; Kekuatan militer lokal.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Aztec (Meksiko): Kekaisaran Aztec berkembang; Tenochtitlan menjadi kota besar; Ahuitzotl menjadi tlatoani (1486-1502); Sistem tribut dan ekspansi militer; Perdagangan dan pertanian.
  • Inca (Peru): Kekaisaran Inca berkembang di Andes; Huayna Capac memerintah (1493-1527); Ekspansi besar-besaran; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.
  • Maya: Peradaban Maya Post-Klasik berkembang di Yucatan; Chichen Itza dan Mayapan sebagai pusat; Perdagangan dan pertanian; Sistem kalender Maya; Arsitektur dan seni.
  • Amerika Utara: Masyarakat Mississippian berkembang; Cahokia sebagai pusat besar; Pertanian jagung dan kacang; Mound building; Perdagangan regional; Sistem politik suku.
  • Karibia: Kolonisasi awal Karibia oleh Spanyol (1495); Ekonomi komoditas dan sistem encomienda mulai terbentuk; Christopher Columbus mencapai Karibia (1492); Kontak pertama dengan Eropa; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Sistem politik suku.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 15.00

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongzhi memerintah (1487-1505); Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Seni dan budaya berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Populasi Tiongkok ~65-70 juta jiwa.
  • Tiongkok (Ming): Perdagangan rempah-rempah dan sutra dengan Asia Tenggara dan India; Perdagangan maritim berkembang; Hubungan diplomatik dengan negara-negara Asia; Seni dan budaya berkembang.
  • Asia Tengah: Sultan Husayn Bayqara memerintah Timurid (1469-1506); Konsolidasi kekuasaan setelah perang suksesi; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Kerajaan Vijayanagara berkembang di India Selatan; Tuluva Narasa Nayaka memerintah (1491-1503); Perdagangan rempah-rempah dengan Arab dan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Bayezid II menjadi sultan (1481-1512); Ekspansi ke Balkan dan Anatolia; Reformasi militer dan administrasi; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Persia: Kekaisaran Timurid menguasai Persia; Sultan Husayn Bayqara memerintah (1469-1506); Seni dan budaya Persia berkembang; Arsitektur dan kaligrafi; Perdagangan dengan Tiongkok dan India.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Renaissance mencapai puncaknya di Italia; Leonardo da Vinci dan Michelangelo aktif; Percetakan menyebarkan humanisme; Seni klasik dihidupkan kembali; Florence dan Roma sebagai pusat budaya.
  • Inggris: Henry VII menjadi raja (1485-1509); Dinasti Tudor dimulai; Konsolidasi monarki; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang.
  • Prancis: Louis XII menjadi raja (1498-1515); Konsolidasi kerajaan Prancis; Reformasi administrasi; Perdagangan dan pertanian berkembang; Hubungan dengan Italia.
  • Portugal: Manuel I menjadi raja (1495-1521); Eksplorasi pantai Afrika; Vasco da Gama mencapai India (1498); Perdagangan dengan Afrika; Ekspansi maritim.
  • Spanyol: Reconquista selesai (1492); Spanyol mengusir Muslim terakhir dari Granada; Christopher Columbus mencapai Karibia (1492); Kolonisasi awal Karibia oleh Spanyol; Ekonomi komoditas dan sistem encomienda mulai terbentuk.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Maximilian I menjadi kaisar (1493-1519); Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang Italia.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.

Tahun 15.01

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Hongzhi masih memerintah; Zhengde akan naik takhta (1505); Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara berkembang; Ekspedisi Zheng He sudah berakhir; Populasi ~65-70 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi berkembang.
  • Persia: Shah Ismail I mendirikan Dinasti Safavid (1501); Syiah menjadi agama resmi Persia; Pertempuran Sharur (1501) - Ismail mengalahkan Alvand Mirza; Tabriz menjadi ibu kota pertama; Konflik dengan Ottoman dimulai.
  • India: Kesultanan Delhi masih berkuasa; Sikandar Lodi memerintah (1489-1517); Kerajaan Vijayanagara mencapai puncak di India Selatan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dimulai; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Bayezid II masih memerintah (1481-1512); Perang dengan Venesia berlanjut; Ekspansi ke Balkan; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Asia Tengah: Muhammad Shaybani menguasai Transoxiana (1500-1510); Dinasti Shaybanid menggantikan Timurid; Konflik dengan Safavid Persia; Perdagangan Jalur Sutra masih aktif.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Leonardo da Vinci aktif di Florence dan Milan; Michelangelo bekerja di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya.
  • Portugal: Manuel I memerintah (1495-1521); Pedro Álvares Cabral mencapai Brasil (1500); Eksplorasi pantai Afrika dan India; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Ekspansi maritim Portugis.
  • Spanyol: Isabella I dan Ferdinand II memerintah; Kolonisasi Karibia berlanjut; Eksplorasi Amerika Tengah dan Selatan dimulai; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru.
  • Inggris: Henry VII memerintah (1485-1509); Dinasti Tudor konsolidasi; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki.
  • Prancis: Louis XII memerintah (1498-1515); Perang Italia (1499-1504); Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Maximilian I menjadi kaisar (1493-1519); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Perdagangan budak Atlantik dimulai; Portugis membangun pos perdagangan di pantai; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa masih berkuasa; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mulai mengancam dominasi.
  • Afrika Utara: Kesultanan Mamluk menguasai Mesir; Ottoman mengancam dari timur; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor.
  • Meksiko: Peradaban Aztek masih berkuasa; Moctezuma II memerintah (1502-1520); Tenochtitlan sebagai ibu kota besar; Perdagangan dan pertanian berkembang; Belum ada kontak dengan Eropa.
  • Amerika Selatan: Kekaisaran Inka berkembang; Huayna Capac memerintah (1493-1527); Ekspansi ke Ekuador dan Kolombia; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Belum ada kontak dengan Eropa.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta.

Tahun 15.05

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Zhengde naik takhta (1505-1521); Kaisar Hongzhi meninggal (1505); Periode eksentrisitas dan konflik internal; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~70-75 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi.
  • Persia (Safavid): Shah Ismail I mengkonsolidasikan kekuasaan; Pertempuran dengan Uzbek di Merv (1505); Tabriz sebagai ibu kota; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman meningkat; Seni dan budaya Persia berkembang.
  • India: Sikandar Lodi masih memerintah Kesultanan Delhi (1489-1517); Kerajaan Vijayanagara mencapai puncak; Tuluva Krishnadevaraya akan naik takhta (1509); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Bayezid II masih memerintah (1481-1512); Perang dengan Venesia (1499-1503) berakhir; Ekspansi ke Balkan berlanjut; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia dimulai.
  • Asia Tengah: Muhammad Shaybani menguasai Transoxiana; Dinasti Shaybanid menggantikan Timurid; Konflik dengan Safavid Persia; Perdagangan Jalur Sutra; Bukhara dan Samarkand sebagai pusat budaya.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Leonardo da Vinci melukis Mona Lisa (1503-1506); Karya seni paling terkenal di dunia; Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya.
  • Portugal: Manuel I memerintah (1495-1521); Eksplorasi pantai Afrika dan India; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Afonso de Albuquerque akan menjadi gubernur India (1509); Ekspansi maritim Portugis; Koloni di Brasil berkembang.
  • Spanyol: Isabella I meninggal (1504); Ferdinand II memerintah Aragon; Juana la Loca menjadi ratu Castile; Kolonisasi Karibia berlanjut; Eksplorasi Amerika Tengah dan Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru.
  • Inggris: Henry VII masih memerintah (1485-1509); Dinasti Tudor konsolidasi; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Henry VIII akan naik takhta (1509).
  • Prancis: Louis XII memerintah (1498-1515); Perang Italia (1499-1504) berakhir; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang Liga Cambrai akan dimulai (1508).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Maximilian I menjadi kaisar (1493-1519); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang Liga Cambrai (1508-1516).

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Perdagangan budak Atlantik berkembang; Portugis membangun pos perdagangan di pantai; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa masih berkuasa; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mulai mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan.
  • Afrika Utara: Kesultanan Mamluk menguasai Mesir; Ottoman mengancam dari timur; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Muhammad I memerintah (1493-1528); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial.
  • Meksiko: Peradaban Aztek masih berkuasa; Moctezuma II memerintah (1502-1520); Tenochtitlan sebagai ibu kota besar; Perdagangan dan pertanian berkembang; Belum ada kontak dengan Eropa; Populasi ~5-6 juta jiwa.
  • Amerika Selatan: Kekaisaran Inka berkembang; Huayna Capac memerintah (1493-1527); Ekspansi ke Ekuador dan Kolombia; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Populasi ~10-12 juta jiwa.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime.

Tahun 15.10

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Zhengde memerintah (1505-1521); Periode eksentrisitas dan konflik internal; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~70-75 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat.
  • Persia (Safavid): Shah Ismail I mengkonsolidasikan kekuasaan; Pertempuran Chaldiran dengan Ottoman (1514) - kekalahan Safavid; Tabriz sebagai ibu kota; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang.
  • India: Sikandar Lodi masih memerintah Kesultanan Delhi (1489-1517); Tuluva Krishnadevaraya naik takhta di Vijayanagara (1509-1529); Zaman keemasan Vijayanagara; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang.
  • Ottoman: Selim I menjadi sultan (1512-1520); Bayezid II digulingkan; Pertempuran Chaldiran dengan Safavid (1514) - kemenangan Ottoman; Ekspansi ke Timur; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia.
  • Asia Tengah: Muhammad Shaybani terbunuh (1510); Dinasti Shaybanid melemah; Konflik dengan Safavid Persia; Perdagangan Jalur Sutra; Bukhara dan Samarkand sebagai pusat budaya; Uzbek mengkonsolidasikan kekuasaan.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga akan lahir (1534); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Leonardo da Vinci aktif di Milan dan Roma; Michelangelo bekerja di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Liga Cambrai (1508-1516).
  • Portugal: Manuel I memerintah (1495-1521); Afonso de Albuquerque menjadi gubernur India (1509-1515); Penaklukan Goa (1510); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Malaka ditaklukkan (1511).
  • Spanyol: Ferdinand II memerintah Aragon; Juana la Loca menjadi ratu Castile; Kolonisasi Karibia berlanjut; Eksplorasi Amerika Tengah dan Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Vasco Núñez de Balboa akan mencapai Pasifik (1513).
  • Inggris: Henry VIII naik takhta (1509-1547); Henry VII meninggal (1509); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Akan menikahi Catherine of Aragon (1509).
  • Prancis: Louis XII memerintah (1498-1515); Perang Liga Cambrai (1508-1516); Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Francis I akan naik takhta (1515).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Maximilian I menjadi kaisar (1493-1519); Perang Liga Cambrai (1508-1516); Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Charles V akan menjadi kaisar (1519).

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Perdagangan budak Atlantik berkembang; Portugis membangun pos perdagangan di pantai; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen (1509).
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa masih berkuasa; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mulai mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505).
  • Afrika Utara: Kesultanan Mamluk menguasai Mesir; Ottoman mengancam dari timur; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman akan menaklukkan Mamluk (1517).
  • Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; Komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mulai mengancam dominasi; Mombasa, Malindi, dan Kilwa sebagai pusat perdagangan; Budaya Swahili berkembang.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah dimulai.
  • Meksiko: Peradaban Aztek masih berkuasa; Moctezuma II memerintah (1502-1520); Tenochtitlan sebagai ibu kota besar; Perdagangan dan pertanian berkembang; Belum ada kontak dengan Eropa; Populasi ~5-6 juta jiwa; Sistem kalender dan tulisan berkembang.
  • Amerika Selatan: Kekaisaran Inka berkembang; Huayna Capac memerintah (1493-1527); Ekspansi ke Ekuador dan Kolombia; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Populasi ~10-12 juta jiwa; Belum ada kontak dengan Eropa.
  • Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang; Sistem encomienda dan repartimiento.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang.
  • Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi; Sistem politik lokal berkembang; Perdagangan antar pulau; Budaya dan bahasa beragam; Belum ada kontak dengan Eropa; Navigasi dan pertanian berkembang.

Tahun 15.15

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Zhengde memerintah (1505-1521); Periode eksentrisitas dan konflik internal; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~70-75 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Kaisar Jiajing akan naik takhta (1521).
  • Persia (Safavid): Shah Ismail I masih memerintah (1501-1524); Tabriz sebagai ibu kota; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Pertempuran Chaldiran (1514) - kekalahan Safavid; Konsolidasi kekuasaan.
  • India: Ibrahim Lodi menjadi sultan Delhi (1517-1526); Sikandar Lodi meninggal (1517); Tuluva Krishnadevaraya memerintah di Vijayanagara (1509-1529); Zaman keemasan Vijayanagara; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang.
  • Ottoman: Selim I masih memerintah (1512-1520); Pertempuran Chaldiran dengan Safavid (1514) - kemenangan Ottoman; Penaklukan Mamluk Mesir (1517); Ekspansi ke Timur; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Suleiman I akan naik takhta (1520).
  • Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Pertempuran Chaldiran (1514) menentukan perbatasan; Perdagangan Jalur Sutra terpengaruh; Konflik agama (Sunni vs Syiah); Ekspansi Ottoman ke Timur; Konsolidasi Safavid di Persia.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga akan lahir (1534); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang Onin (1467-1477) sudah berakhir.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Leonardo da Vinci meninggal di Prancis (1519); Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut.
  • Portugal: Manuel I memerintah (1495-1521); Afonso de Albuquerque masih menjadi gubernur India (1509-1515); Penaklukan Goa (1510) dan Malaka (1511); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara.
  • Spanyol: Ferdinand II meninggal (1516); Charles I (Charles V) menjadi raja Spanyol (1516-1556); Juana la Loca masih ratu Castile; Kolonisasi Karibia berlanjut; Eksplorasi Amerika Tengah dan Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Vasco Núñez de Balboa mencapai Pasifik (1513).
  • Inggris: Henry VIII memerintah (1509-1547); Menikahi Catherine of Aragon (1509); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Thomas More aktif; Akan memecah dengan Gereja Katolik.
  • Prancis: Francis I naik takhta (1515-1547); Louis XII meninggal (1515); Perang Italia (1515-1516); Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Pertempuran Marignano (1515) - kemenangan Prancis.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Maximilian I meninggal (1519); Charles V menjadi kaisar (1519-1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Martin Luther mempublikasikan 95 Tesis (1517).
  • Agama: Martin Luther mempublikasikan 95 Tesis di Wittenberg (31 Oktober 1517); Reformasi Protestan dimulai; Memecah persatuan gereja Eropa; Kritik terhadap indulgensi dan korupsi gereja; Akan diekskomunikasi (1521); Gerakan reformasi menyebar ke seluruh Eropa.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menaklukkan Kesultanan Mamluk (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah.
  • Afrika Barat: Perdagangan budak Atlantik berkembang; Portugis membangun pos perdagangan di pantai; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen (1509).
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505).
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Muhammad I memerintah (1493-1528); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés mendarat di Meksiko (1519); Akan menaklukkan Kekaisaran Aztek; Moctezuma II masih memerintah (1502-1520); Tenochtitlan sebagai ibu kota besar; Perdagangan dan pertanian berkembang; Kontak pertama dengan Eropa; Populasi ~5-6 juta jiwa; Cortés akan menaklukkan Tenochtitlan (1521).
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut.
  • Amerika Selatan: Kekaisaran Inka berkembang; Huayna Capac masih memerintah (1493-1527); Ekspansi ke Ekuador dan Kolombia; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Populasi ~10-12 juta jiwa; Belum ada kontak dengan Eropa; Francisco Pizarro akan menaklukkan (1532).
  • Perlawanan: Hernán Cortés mendarat di Meksiko (1519); Akan menaklukkan Kekaisaran Aztek; Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Resistensi pribumi terhadap kolonisasi; Aliansi dengan suku-suku lokal; Perang dan diplomasi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang.
  • Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang; Penyakit baru menyebar; Perubahan ekosistem; Spesies invasif; Perubahan pola pertanian; Belum ada kontak dengan Eropa di Oseania; Ekosistem masih relatif utuh.

Tahun 15.20

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing naik takhta (1521-1567); Kaisar Zhengde meninggal (1521); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~75-80 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol.
  • Persia (Safavid): Shah Ismail I masih memerintah (1501-1524); Tabriz sebagai ibu kota; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Shah Tahmasp I akan naik takhta (1524).
  • India: Ibrahim Lodi masih memerintah Kesultanan Delhi (1517-1526); Tuluva Krishnadevaraya masih memerintah di Vijayanagara (1509-1529); Zaman keemasan Vijayanagara; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Pertempuran Panipat akan terjadi (1526).
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) naik takhta (1520-1566); Selim I meninggal (1520); Zaman keemasan Ottoman; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Penaklukan Beograd (1521); Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Penaklukan Rhodes (1522).
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga akan lahir (1534); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Leonardo da Vinci sudah meninggal (1519); Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Raphael aktif.
  • Portugal: Manuel I meninggal (1521); John III naik takhta (1521-1557); Afonso de Albuquerque sudah meninggal (1515); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511).
  • Spanyol: Charles I (Charles V) memerintah Spanyol (1516-1556); Kolonisasi Karibia berlanjut; Eksplorasi Amerika Tengah dan Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Eksplorasi ke Amerika Selatan.
  • Inggris: Henry VIII memerintah (1509-1547); Menikahi Catherine of Aragon (1509); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Thomas More aktif; Akan memecah dengan Gereja Katolik; Field of the Cloth of Gold (1520).
  • Prancis: Francis I memerintah (1515-1547); Perang Italia (1515-1516); Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Pertempuran Marignano (1515) - kemenangan Prancis; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Field of the Cloth of Gold (1520).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Charles V menjadi kaisar (1519-1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Martin Luther diekskomunikasi (1521); Diet of Worms (1521); Perang Petani Jerman akan dimulai (1524).
  • Renaissance: Ferdinand Magellan terbunuh di Filipina (27 April 1521); Pelayaran keliling dunia dilanjutkan oleh krunya; Juan Sebastián Elcano menyelesaikan pelayaran (1522); Eksplorasi Pasifik; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505).
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Muhammad I masih memerintah (1493-1528); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (13 Agustus 1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Moctezuma II meninggal (1520); Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut.
  • Amerika Selatan: Kekaisaran Inka berkembang; Huayna Capac masih memerintah (1493-1527); Ekspansi ke Ekuador dan Kolombia; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Populasi ~10-12 juta jiwa; Belum ada kontak dengan Eropa; Francisco Pizarro akan menaklukkan (1532).
  • Kolonisasi: Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Sistem encomienda dan repartimiento; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan.

Tahun 15.25

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing masih memerintah (1521-1567); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~75-80 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara.
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I naik takhta (1524-1576); Shah Ismail I meninggal (1524); Tabriz sebagai ibu kota; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Ottoman (1532-1555).
  • India: Pertempuran Panipat Pertama (21 April 1526); Babur mengalahkan Ibrahim Lodi; Kesultanan Delhi berakhir; Babur mendirikan Kekaisaran Mughal di India (1526-1857); Delhi sebagai ibu kota; Tuluva Krishnadevaraya masih memerintah di Vijayanagara (1509-1529); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang.
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) masih memerintah (1520-1566); Zaman keemasan Ottoman; Pertempuran Mohács (1526) - kemenangan Ottoman atas Hungaria; Penaklukan Hungaria; Ekspansi ke Eropa Tengah; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Penaklukan Beograd (1521) dan Rhodes (1522).
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga akan lahir (1534); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Raphael sudah meninggal (1520); Seni Renaisans berkembang.
  • Portugal: John III memerintah (1521-1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial.
  • Spanyol: Charles I (Charles V) memerintah Spanyol (1516-1556); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Eksplorasi ke Amerika Selatan; Francisco Pizarro akan menaklukkan Inka (1532).
  • Inggris: Henry VIII memerintah (1509-1547); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Thomas More aktif; Akan memecah dengan Gereja Katolik; Perang dengan Prancis; Akan menceraikan Catherine of Aragon.
  • Prancis: Francis I memerintah (1515-1547); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Pertempuran Pavia (1525) - kekalahan Prancis; Francis I ditangkap oleh Charles V (1525).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Charles V menjadi kaisar (1519-1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perang Petani Jerman (1524-1525); Pertempuran Pavia (1525) - kemenangan atas Prancis; Martin Luther aktif.
  • Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Reformasi administrasi; Perpajakan berkembang; Militer profesional; Birokrasi terpusat; Negara modern awal berkembang; Perang antara negara-negara Eropa.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Muhammad I masih memerintah (1493-1528); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat; Perdagangan emas dan garam.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524).
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang.
  • Amerika Selatan: Kekaisaran Inka berkembang; Huayna Capac masih memerintah (1493-1527); Ekspansi ke Ekuador dan Kolombia; Cusco sebagai ibu kota; Sistem jalan dan administrasi terpusat; Populasi ~10-12 juta jiwa; Belum ada kontak dengan Eropa; Francisco Pizarro akan menaklukkan (1532); Eksplorasi Spanyol dimulai.
  • Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Sistem encomienda dan repartimiento; Perdagangan dengan Eropa; Perkebunan tebu, tembakau, dan kapas; Tambang emas dan perak; Budak Afrika diimpor; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan Atlantik meningkat.

Tahun 15.30

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing masih memerintah (1521-1567); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~75-80 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir.
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I masih memerintah (1524-1576); Tabriz sebagai ibu kota; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Ottoman (1532-1555); Pertempuran dengan Uzbek.
  • India: Babur masih memerintah Kekaisaran Mughal (1526-1530); Delhi sebagai ibu kota; Humayun akan naik takhta (1530); Tuluva Krishnadevaraya meninggal di Vijayanagara (1529); Achyuta Deva Raya naik takhta (1529-1542); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal.
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) masih memerintah (1520-1566); Zaman keemasan Ottoman; Pertempuran Mohács (1526) - kemenangan Ottoman atas Hungaria; Penaklukan Hungaria; Ekspansi ke Eropa Tengah; Penaklukan Beograd (1521) dan Rhodes (1522); Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Pengepungan Wina (1529).
  • Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kekaisaran Mughal berkembang; Kerajaan Vijayanagara masih berkuasa; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga akan lahir (1534); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai; Senjata api diperkenalkan.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532).
  • Portugal: John III memerintah (1521-1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan.
  • Spanyol: Charles I (Charles V) memerintah Spanyol (1516-1556); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru.
  • Inggris: Henry VIII memerintah (1509-1547); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Thomas More dieksekusi (1535); Memecah dengan Gereja Katolik; Act of Supremacy (1534); Menikahi Anne Boleyn (1533); Elizabeth I akan lahir (1533).
  • Prancis: Francis I memerintah (1515-1547); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Pertempuran Pavia (1525) - kekalahan Prancis; Francis I ditangkap oleh Charles V (1525); Perdamaian Cambrai (1529).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Charles V menjadi kaisar (1519-1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perang Petani Jerman (1524-1525); Pertempuran Pavia (1525) - kemenangan atas Prancis; Martin Luther aktif; Perdamaian Augsburg akan terjadi (1555).
  • Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perdagangan global berkembang; Eksplorasi ke Amerika, Asia, dan Afrika; Perdagangan rempah-rempah, emas, dan perak; Ekspansi kolonial Eropa; Perdagangan Atlantik meningkat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi antara negara-negara Eropa.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Khair ad-Din Barbarossa menjadi laksamana Ottoman (1533).
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang; Portugis membangun benteng di Mombasa.
  • Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; Komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa, Malindi, dan Kilwa sebagai pusat perdagangan; Budaya Swahili berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Islam berkembang.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524); Yucatan ditaklukkan (1527-1546).
  • Amerika Selatan: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Atahualpa dieksekusi (1533); Cusco ditaklukkan (1533); Spanyol mendirikan koloni di Peru; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang.
  • Masyarakat: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang; Sistem encomienda dan repartimiento; Populasi pribumi menurun drastis.

Tahun 15.35

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing masih memerintah (1521-1567); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~75-80 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat.
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I masih memerintah (1524-1576); Tabriz sebagai ibu kota; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Ottoman (1532-1555); Pertempuran dengan Uzbek; Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548).
  • India: Humayun memerintah Kekaisaran Mughal (1530-1540, 1555-1556); Sher Shah Suri menggulingkan Humayun (1540); Dinasti Sur didirikan (1540-1556); Delhi sebagai ibu kota; Achyuta Deva Raya masih memerintah di Vijayanagara (1529-1542); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Perang antara Mughal dan Sur.
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) masih memerintah (1520-1566); Zaman keemasan Ottoman; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Penaklukan Beograd (1521) dan Rhodes (1522); Pengepungan Wina (1529); Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Safavid (1532-1555); Penaklukan Bagdad (1534).
  • Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Pertempuran Chaldiran (1514) menentukan perbatasan; Perdagangan Jalur Sutra terpengaruh; Konflik agama (Sunni vs Syiah); Ekspansi Ottoman ke Timur; Konsolidasi Safavid di Persia; Perang antara Ottoman dan Safavid (1532-1555); Penaklukan Bagdad oleh Ottoman (1534).
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga lahir (1534); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai; Senjata api diperkenalkan; Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543).

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang.
  • Portugal: John III memerintah (1521-1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543).
  • Spanyol: Charles I (Charles V) memerintah Spanyol (1516-1556); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai.
  • Inggris: Henry VIII memerintah (1509-1547); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Thomas More dieksekusi (1535); Memecah dengan Gereja Katolik; Act of Supremacy (1534); Menikahi Anne Boleyn (1533); Elizabeth I lahir (1533); Anne Boleyn dieksekusi (1536); Menikahi Jane Seymour (1536); Edward VI akan lahir (1537).
  • Prancis: Francis I memerintah (1515-1547); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Pertempuran Pavia (1525) - kekalahan Prancis; Francis I ditangkap oleh Charles V (1525); Perdamaian Cambrai (1529); Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci berlanjut.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Charles V menjadi kaisar (1519-1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perang Petani Jerman (1524-1525); Pertempuran Pavia (1525) - kemenangan atas Prancis; Martin Luther aktif; Perdamaian Augsburg akan terjadi (1555); Perang Schmalkaldic (1546-1547).
  • Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Reformasi Protestan menyebar; Martin Luther aktif; John Calvin aktif di Jenewa (1536); Perang agama di Eropa; Perang Schmalkaldic (1546-1547); Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai; Perang antara Protestan dan Katolik.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Khair ad-Din Barbarossa menjadi laksamana Ottoman (1533); Penaklukan Tunis oleh Ottoman (1534).
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang; Portugis membangun benteng di Mombasa.
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Muhammad I sudah meninggal (1528); Askia Ishaq I memerintah (1539-1549); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan Songhai mencapai puncak.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524); Yucatan ditaklukkan (1527-1546); Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai.
  • Amerika Selatan: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Atahualpa dieksekusi (1533); Cusco ditaklukkan (1533); Spanyol mendirikan koloni di Peru; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Eksplorasi ke Chili dan Argentina dimulai.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang.
  • Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Resistensi pribumi terhadap kolonisasi; Aliansi dengan suku-suku lokal; Perang dan diplomasi; Pemberontakan Manco Inca di Peru (1536); Pemberontakan pribumi di Meksiko; Perlawanan terhadap sistem encomienda; Negosiasi dengan penjajah; Perang dan perdamaian.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang.
  • Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang; Penyakit baru menyebar; Perubahan ekosistem; Spesies invasif; Perubahan pola pertanian; Belum ada kontak dengan Eropa di Oseania; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa.

Tahun 15.40

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing masih memerintah (1521-1567); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~75-80 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang.
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I masih memerintah (1524-1576); Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Ottoman (1532-1555); Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang.
  • India: Sher Shah Suri memerintah Dinasti Sur (1540-1556); Humayun diasingkan; Delhi sebagai ibu kota; Achyuta Deva Raya masih memerintah di Vijayanagara (1529-1542); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Perang antara Mughal dan Sur; Reformasi administrasi oleh Sher Shah.
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) masih memerintah (1520-1566); Zaman keemasan Ottoman; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Penaklukan Beograd (1521) dan Rhodes (1522); Pengepungan Wina (1529); Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Safavid (1532-1555); Penaklukan Bagdad (1534); Ekspansi ke Mediterania.
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543).
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga masih muda (1534-1582); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549).

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang.
  • Portugal: John III memerintah (1521-1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549).
  • Spanyol: Charles I (Charles V) memerintah Spanyol (1516-1556); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California.
  • Inggris: Henry VIII memerintah (1509-1547); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Thomas More dieksekusi (1535); Memecah dengan Gereja Katolik; Act of Supremacy (1534); Menikahi Anne Boleyn (1533); Elizabeth I lahir (1533); Anne Boleyn dieksekusi (1536); Menikahi Jane Seymour (1536); Edward VI lahir (1537); Jane Seymour meninggal (1537).
  • Prancis: Francis I memerintah (1515-1547); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Pertempuran Pavia (1525) - kekalahan Prancis; Francis I ditangkap oleh Charles V (1525); Perdamaian Cambrai (1529); Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci berlanjut; Perang Italia (1542-1546).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Charles V menjadi kaisar (1519-1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perang Petani Jerman (1524-1525); Pertempuran Pavia (1525) - kemenangan atas Prancis; Martin Luther aktif; Perdamaian Augsburg akan terjadi (1555); Perang Schmalkaldic (1546-1547); Konsili Trento dimulai (1545).
  • Renaissance: Nicolaus Copernicus menerbitkan De Revolutionibus Orbium Coelestium (1543); Teori heliosentris mengubah pemahaman alam semesta; Revolusi ilmiah dimulai; Astronomi modern berkembang; Teori geosentris ditantang; Sains dan filsafat berkembang; Andreas Vesalius menerbitkan De Humani Corporis Fabrica (1543); Anatomi modern berkembang.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Khair ad-Din Barbarossa menjadi laksamana Ottoman (1533); Penaklukan Tunis oleh Ottoman (1534); Perang dengan Spanyol.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan Arab berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Ishaq I memerintah (1539-1549); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan Songhai mencapai puncak; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524); Yucatan ditaklukkan (1527-1546); Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California.
  • Amerika Selatan: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Atahualpa dieksekusi (1533); Cusco ditaklukkan (1533); Spanyol mendirikan koloni di Peru; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Eksplorasi ke Chili dan Argentina dimulai; Pemberontakan Manco Inca (1536).
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat.
  • Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Sistem encomienda dan repartimiento; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan Atlantik meningkat; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang.

Tahun 15.45

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing masih memerintah (1521-1567); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~75-80 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I masih memerintah (1524-1576); Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Ottoman (1532-1555); Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok.
  • India: Sher Shah Suri masih memerintah Dinasti Sur (1540-1556); Humayun diasingkan; Delhi sebagai ibu kota; Achyuta Deva Raya meninggal di Vijayanagara (1542); Sadasiva Raya naik takhta (1542-1570); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Perang antara Mughal dan Sur; Reformasi administrasi oleh Sher Shah; Humayun akan kembali (1555).
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) masih memerintah (1520-1566); Zaman keemasan Ottoman; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Penaklukan Beograd (1521) dan Rhodes (1522); Pengepungan Wina (1529); Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Safavid (1532-1555); Penaklukan Bagdad (1534); Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia.
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549).
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga masih muda (1534-1582); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546).
  • Portugal: John III memerintah (1521-1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang.
  • Spanyol: Charles I (Charles V) memerintah Spanyol (1516-1556); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang.
  • Inggris: Henry VIII memerintah (1509-1547); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Thomas More dieksekusi (1535); Memecah dengan Gereja Katolik; Act of Supremacy (1534); Menikahi Anne Boleyn (1533); Elizabeth I lahir (1533); Anne Boleyn dieksekusi (1536); Menikahi Jane Seymour (1536); Edward VI lahir (1537); Jane Seymour meninggal (1537); Menikahi Anne of Cleves (1540); Menikahi Catherine Howard (1540); Catherine Howard dieksekusi (1542); Menikahi Catherine Parr (1543).
  • Prancis: Francis I memerintah (1515-1547); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Pertempuran Pavia (1525) - kekalahan Prancis; Francis I ditangkap oleh Charles V (1525); Perdamaian Cambrai (1529); Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci berlanjut; Perang Italia (1542-1546); Perdamaian Crépy (1544).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Charles V menjadi kaisar (1519-1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perang Petani Jerman (1524-1525); Pertempuran Pavia (1525) - kemenangan atas Prancis; Martin Luther aktif; Perdamaian Augsburg akan terjadi (1555); Perang Schmalkaldic (1546-1547); Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai.
  • Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Reformasi administrasi; Perpajakan berkembang; Militer profesional; Birokrasi terpusat; Negara modern awal berkembang; Perang antara negara-negara Eropa; Perang Italia (1542-1546); Perdamaian Crépy (1544); Konsolidasi kekuasaan monarki.

Tahun 15.50

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing masih memerintah (1521-1567); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~75-80 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I masih memerintah (1524-1576); Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Ottoman (1532-1555) berakhir; Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Perdamaian dengan Ottoman (1555).
  • India: Sher Shah Suri meninggal (1545); Islam Shah Suri memerintah (1545-1554); Humayun diasingkan; Delhi sebagai ibu kota; Sadasiva Raya masih memerintah di Vijayanagara (1542-1570); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Perang antara Mughal dan Sur; Humayun akan kembali (1555); Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) masih memerintah (1520-1566); Zaman keemasan Ottoman; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Penaklukan Beograd (1521) dan Rhodes (1522); Pengepungan Wina (1529); Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Safavid (1532-1555) berakhir; Penaklukan Bagdad (1534); Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia; Perdamaian dengan Safavid (1555).
  • Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kekaisaran Mughal akan kembali; Kerajaan Vijayanagara masih berkuasa; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi administrasi.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga masih muda (1534-1582); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546) berakhir.
  • Portugal: John III memerintah (1521-1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Spanyol: Charles I (Charles V) memerintah Spanyol (1516-1556); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial.
  • Inggris: Henry VIII meninggal (1547); Edward VI naik takhta (1547-1553); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Catherine Parr masih ratu; Reformasi Protestan berkembang; Perang dengan Skotlandia; Perang dengan Prancis.
  • Prancis: Francis I meninggal (1547); Henry II naik takhta (1547-1559); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perdamaian Crépy (1544); Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci berlanjut; Perang Italia (1542-1546) berakhir.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Charles V menjadi kaisar (1519-1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perang Petani Jerman (1524-1525); Pertempuran Pavia (1525) - kemenangan atas Prancis; Martin Luther meninggal (1546); Perdamaian Augsburg akan terjadi (1555); Perang Schmalkaldic (1546-1547) berakhir; Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai.
  • Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perdagangan global berkembang; Eksplorasi ke Amerika, Asia, dan Afrika; Perdagangan rempah-rempah, emas, dan perak; Ekspansi kolonial Eropa; Perdagangan Atlantik meningkat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi antara negara-negara Eropa; Perdagangan budak Atlantik meningkat.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Khair ad-Din Barbarossa menjadi laksamana Ottoman (1533); Penaklukan Tunis oleh Ottoman (1534); Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan Arab berkembang.
  • Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; Komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa, Malindi, dan Kilwa sebagai pusat perdagangan; Budaya Swahili berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Islam berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524); Yucatan ditaklukkan (1527-1546); Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang.
  • Amerika Selatan: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Atahualpa dieksekusi (1533); Cusco ditaklukkan (1533); Spanyol mendirikan koloni di Peru; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Eksplorasi ke Chili dan Argentina dimulai; Pemberontakan Manco Inca (1536); Eksplorasi ke Amazon.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat.
  • Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang; Sistem encomienda dan repartimiento; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida.

Tahun 15.55

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing masih memerintah (1521-1567); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~75-80 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I masih memerintah (1524-1576); Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Ottoman (1532-1555) berakhir; Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Perdamaian dengan Ottoman (1555); Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • India: Humayun kembali ke India (1555); Dinasti Sur berakhir; Humayun memerintah Kekaisaran Mughal (1555-1556); Delhi sebagai ibu kota; Sadasiva Raya masih memerintah di Vijayanagara (1542-1570); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Akbar akan naik takhta (1556).
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) masih memerintah (1520-1566); Zaman keemasan Ottoman; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Penaklukan Beograd (1521) dan Rhodes (1522); Pengepungan Wina (1529); Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Safavid (1532-1555) berakhir; Penaklukan Bagdad (1534); Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia; Perdamaian dengan Safavid (1555); Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Pertempuran Chaldiran (1514) menentukan perbatasan; Perdagangan Jalur Sutra terpengaruh; Konflik agama (Sunni vs Syiah); Ekspansi Ottoman ke Timur; Konsolidasi Safavid di Persia; Perang antara Ottoman dan Safavid (1532-1555) berakhir; Perdamaian Amasya (1555); Perbatasan ditetapkan; Perdagangan berkembang.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga masih muda (1534-1582); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546) berakhir.
  • Portugal: John III memerintah (1521-1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang.
  • Spanyol: Charles I (Charles V) masih memerintah Spanyol (1516-1556); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Charles V akan turun takhta (1556).
  • Inggris: Edward VI masih memerintah (1547-1553); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Catherine Parr masih ratu; Reformasi Protestan berkembang; Perang dengan Skotlandia; Perang dengan Prancis; Edward VI akan meninggal (1553); Mary I akan naik takhta (1553).
  • Prancis: Henry II memerintah (1547-1559); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perdamaian Crépy (1544); Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci berlanjut; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci (1551-1559).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Charles V masih menjadi kaisar (1519-1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perang Petani Jerman (1524-1525); Pertempuran Pavia (1525) - kemenangan atas Prancis; Martin Luther sudah meninggal (1546); Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berakhir sementara; Perang Schmalkaldic (1546-1547) berakhir; Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai; Charles V akan turun takhta (1556).
  • Agama: Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berakhir sementara; Reformasi Protestan berkembang; Kontra-Reformasi dimulai; Konsili Trento dimulai (1545); Perang agama di Eropa; Perang antara Protestan dan Katolik; Perdamaian agama sementara; Konflik agama akan berlanjut.

Tahun 15.60

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing masih memerintah (1521-1567); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~75-80 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I masih memerintah (1524-1576); Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perdamaian dengan Ottoman (1555); Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok.
  • India: Akbar naik takhta Kekaisaran Mughal (1556-1605); Humayun meninggal (1556); Pertempuran Panipat Kedua (1556) - kemenangan Mughal; Delhi sebagai ibu kota; Sadasiva Raya masih memerintah di Vijayanagara (1542-1570); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Zaman keemasan Mughal dimulai.
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) masih memerintah (1520-1566); Zaman keemasan Ottoman; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Penaklukan Beograd (1521) dan Rhodes (1522); Pengepungan Wina (1529); Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perdamaian dengan Safavid (1555); Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia; Penaklukan Tripoli (1551).
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga masih muda (1534-1582); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Portugal: John III memerintah (1521-1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang.
  • Spanyol: Philip II naik takhta Spanyol (1556-1598); Charles V turun takhta (1556); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Zaman keemasan Spanyol dimulai.
  • Inggris: Mary I memerintah (1553-1558); Edward VI meninggal (1553); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Restorasi Katolik; Perang dengan Prancis; Perang dengan Skotlandia; Elizabeth I akan naik takhta (1558).
  • Prancis: Henry II masih memerintah (1547-1559); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perdamaian Crépy (1544); Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci berlanjut; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci (1551-1559); Perang dengan Spanyol.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand I menjadi kaisar (1556-1564); Charles V turun takhta (1556); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berakhir sementara; Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai.
  • Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Nicolaus Copernicus sudah menerbitkan De Revolutionibus (1543); Teori heliosentris mengubah pemahaman alam semesta; Revolusi ilmiah dimulai; Astronomi modern berkembang; Andreas Vesalius sudah menerbitkan De Humani Corporis Fabrica (1543); Anatomi modern berkembang; Sains dan filsafat berkembang.

Tahun 15.65

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Jiajing masih memerintah (1521-1567); Periode konflik internal dan korupsi; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Kaisar Longqing akan memerintah (1567-1572); Jiajing akan meninggal (1567).
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I masih memerintah (1524-1576); Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perdamaian dengan Ottoman (1555); Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Shah Ismail II akan memerintah (1576-1577); Tahmasp I akan meninggal (1576).
  • India: Akbar masih memerintah Kekaisaran Mughal (1556-1605); Zaman keemasan Mughal; Delhi sebagai ibu kota; Sadasiva Raya masih memerintah di Vijayanagara (1542-1570); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi dan agama; Din-i Ilahi akan didirikan (1582); Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Ottoman: Suleiman I (Suleiman the Magnificent) masih memerintah (1520-1566); Zaman keemasan Ottoman; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Penaklukan Beograd (1521) dan Rhodes (1522); Pengepungan Wina (1529); Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perdamaian dengan Safavid (1555); Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia; Penaklukan Tripoli (1551); Suleiman I akan meninggal (1566); Selim II akan menjadi sultan (1566-1574).
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris dimulai.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga masih muda (1534-1582); Ashikaga shogunate melemah; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang; Oda Nobunaga akan memerintah (1568-1582); Unifikasi Jepang dimulai.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Portugal: John III masih memerintah (1521-1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; John III akan meninggal (1557); Sebastian akan menjadi raja (1557-1578).
  • Spanyol: Philip II masih memerintah Spanyol (1556-1598); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Zaman keemasan Spanyol; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang.
  • Inggris: Elizabeth I masih memerintah (1558-1603); Mary I telah meninggal (1558); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Restorasi Protestan; Perang dengan Prancis; Perang dengan Skotlandia; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang.
  • Prancis: Francis II memerintah (1559-1560); Henry II telah meninggal (1559); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perdamaian Cateau-Cambrésis (1559); Perang Italia berakhir; Francis II akan meninggal (1560); Charles IX akan menjadi raja (1560-1574); Perang Agama akan dimulai (1562-1598).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand I masih menjadi kaisar (1556-1564); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berakhir sementara; Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai; Maximilian II akan menjadi kaisar (1564-1576); Ferdinand I akan meninggal (1564).
  • Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Perang antara negara-negara Eropa; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Perdamaian Cateau-Cambrésis (1559); Perang agama di Eropa; Perang Agama Prancis akan dimulai (1562-1598); Perang Tiga Puluh Tahun akan terjadi (1618-1648).

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Khair ad-Din Barbarossa menjadi laksamana Ottoman (1533); Penaklukan Tunis oleh Ottoman (1534); Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan Arab berkembang; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; Komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Daoud memerintah (1549-1582); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan Songhai mencapai puncak; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu terbesar di Afrika Barat; Universitas Sankore berkembang.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524); Yucatan ditaklukkan (1527-1546); Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Amerika Selatan: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Atahualpa dieksekusi (1533); Cusco ditaklukkan (1533); Spanyol mendirikan koloni di Peru; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Eksplorasi ke Chili dan Argentina dimulai; Pemberontakan Manco Inca (1536); Eksplorasi ke Amazon; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Tambang Potosí (Bolivia) menghasilkan perak dalam jumlah besar; Perdagangan perak dengan Eropa berkembang.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Amerika Utara: Spanyol mengkolonisasi Florida (1565); St. Augustine didirikan; Eksplorasi ke Amerika Utara berlanjut; Perdagangan dengan penduduk asli; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perdagangan Atlantik berkembang; Perdagangan perak, emas, gula, dan tembakau; Perdagangan budak meningkat; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Sistem ekonomi global berkembang; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika).

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.

Tahun 15.70

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Longqing memerintah (1567-1572); Kaisar Jiajing telah meninggal (1567); Periode pemulihan singkat; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Kaisar Wanli akan memerintah (1572-1620); Longqing akan meninggal (1572).
  • Persia (Safavid): Shah Tahmasp I masih memerintah (1524-1576); Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perdamaian dengan Ottoman (1555); Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Shah Ismail II akan memerintah (1576-1577); Tahmasp I akan meninggal (1576).
  • India: Akbar masih memerintah Kekaisaran Mughal (1556-1605); Zaman keemasan Mughal; Delhi sebagai ibu kota; Sadasiva Raya masih memerintah di Vijayanagara (1542-1570); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi dan agama; Din-i Ilahi akan didirikan (1582); Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Pertempuran Talikota (1565) - Vijayanagara dikalahkan; Kerajaan Vijayanagara melemah.
  • Ottoman: Selim II masih memerintah (1566-1574); Suleiman I telah meninggal (1566); Zaman keemasan Ottoman berlanjut; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perdamaian dengan Safavid (1555); Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia; Penaklukan Siprus (1570-1571); Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Selim II akan meninggal (1574); Murad III akan menjadi sultan (1574-1595).
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris dimulai; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga masih memerintah (1568-1582); Ashikaga shogunate berakhir (1573); Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang; Unifikasi Jepang berlanjut; Oda Nobunaga akan dibunuh (1582); Toyotomi Hideyoshi akan mengambil alih (1582).

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Venesia memimpin koalisi.
  • Portugal: Sebastian masih memerintah (1557-1578); John III telah meninggal (1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Sebastian akan meninggal (1578); Henry akan menjadi raja (1578-1580); Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Spanyol: Philip II masih memerintah Spanyol (1556-1598); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Zaman keemasan Spanyol; Pertempuran Lepanto (1571) - Spanyol memimpin koalisi; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Inggris: Elizabeth I masih memerintah (1558-1603); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Restorasi Protestan; Perang dengan Prancis; Perang dengan Skotlandia; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai.
  • Prancis: Charles IX masih memerintah (1560-1574); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perdamaian Cateau-Cambrésis (1559); Perang Italia berakhir; Perang Agama Prancis (1562-1598) berlanjut; Pembantaian St. Bartholomew akan terjadi (1572); Charles IX akan meninggal (1574); Henry III akan menjadi raja (1574-1589).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Maximilian II masih menjadi kaisar (1564-1576); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berakhir sementara; Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai; Rudolf II akan menjadi kaisar (1576-1612); Maximilian II akan meninggal (1576).
  • Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perdagangan global berkembang; Eksplorasi ke Amerika, Asia, dan Afrika; Perdagangan rempah-rempah, emas, dan perak; Ekspansi kolonial Eropa; Perdagangan Atlantik meningkat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi antara negara-negara Eropa; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Dominasi maritim Eropa meningkat.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Khair ad-Din Barbarossa menjadi laksamana Ottoman (1533); Penaklukan Tunis oleh Ottoman (1534); Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium; Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Dominasi Ottoman di Mediterania melemah.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan Arab berkembang; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; Komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Daoud masih memerintah (1549-1582); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan Songhai mencapai puncak; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu terbesar di Afrika Barat; Universitas Sankore berkembang.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524); Yucatan ditaklukkan (1527-1546); Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Amerika Selatan: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Atahualpa dieksekusi (1533); Cusco ditaklukkan (1533); Spanyol mendirikan koloni di Peru; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Eksplorasi ke Chili dan Argentina dimulai; Pemberontakan Manco Inca (1536); Eksplorasi ke Amazon; Tambang Potosí (Bolivia) menghasilkan perak dalam jumlah besar; Perdagangan perak dengan Eropa berkembang; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Amerika Utara: Spanyol mengkolonisasi Florida (1565); St. Augustine didirikan; Eksplorasi ke Amerika Utara berlanjut; Perdagangan dengan penduduk asli; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang; Sistem encomienda dan repartimiento; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Sistem kasta kolonial; Stratifikasi rasial; Masyarakat kolonial kompleks.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi; Kontak dengan Eropa masih terbatas; Adaptasi budaya; Diplomasi dengan penjelajah Eropa; Resistensi terhadap kolonisasi; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.

Tahun 15.75

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Wanli masih memerintah (1572-1620); Kaisar Longqing telah meninggal (1572); Periode stabilitas relatif; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Perdagangan dengan Eropa berkembang.
  • Persia (Safavid): Shah Ismail II memerintah (1576-1577); Shah Tahmasp I telah meninggal (1576); Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perdamaian dengan Ottoman (1555); Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Shah Muhammad Khodabanda akan memerintah (1578-1588); Ismail II akan meninggal (1577); Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • India: Akbar masih memerintah Kekaisaran Mughal (1556-1605); Zaman keemasan Mughal; Delhi sebagai ibu kota; Sadasiva Raya telah meninggal di Vijayanagara (1570); Tirumala Deva Raya naik takhta (1570-1572); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi dan agama; Din-i Ilahi akan didirikan (1582); Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Pertempuran Talikota (1565) - Vijayanagara dikalahkan; Kerajaan Vijayanagara melemah.
  • Ottoman: Murad III masih memerintah (1574-1595); Selim II telah meninggal (1574); Zaman keemasan Ottoman berlanjut; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perdamaian dengan Safavid (1555); Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia; Penaklukan Siprus (1570-1571); Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Dominasi Ottoman di Mediterania melemah; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perang dengan Safavid akan terjadi; Mehmed III akan menjadi sultan (1595-1603); Murad III akan meninggal (1595).
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris dimulai; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga masih memerintah (1568-1582); Ashikaga shogunate berakhir (1573); Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang; Unifikasi Jepang berlanjut; Oda Nobunaga akan dibunuh (1582); Toyotomi Hideyoshi akan mengambil alih (1582).

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Venesia memimpin koalisi.
  • Portugal: Sebastian masih memerintah (1557-1578); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Sebastian akan meninggal (1578); Henry akan menjadi raja (1578-1580); Philip II dari Spanyol akan menjadi raja Portugal (1580-1598); Uni Iberia akan dimulai (1580-1640).
  • Spanyol: Philip II masih memerintah Spanyol (1556-1598); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Zaman keemasan Spanyol; Pertempuran Lepanto (1571) - Spanyol memimpin koalisi; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perang dengan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perang dengan Inggris akan terjadi (1585-1604).
  • Inggris: Elizabeth I masih memerintah (1558-1603); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Restorasi Protestan; Perang dengan Prancis; Perang dengan Skotlandia; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perang dengan Spanyol akan terjadi (1585-1604); Armada Spanyol akan dikalahkan (1588).
  • Prancis: Henry III masih memerintah (1574-1589); Charles IX telah meninggal (1574); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perdamaian Cateau-Cambrésis (1559); Perang Italia berakhir; Perang Agama Prancis (1562-1598) berlanjut; Pembantaian St. Bartholomew terjadi (1572); Ribuan Huguenot dibunuh; Perang agama berlanjut; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Henry III akan dibunuh (1589); Henry IV akan menjadi raja (1589-1610); Perang Agama akan berakhir (1598).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf II masih menjadi kaisar (1576-1612); Maximilian II telah meninggal (1576); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berakhir sementara; Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perang agama di Eropa; Perang antara Protestan dan Katolik; Perdamaian agama sementara; Konflik agama akan berlanjut; Perang Tiga Puluh Tahun akan terjadi (1618-1648).
  • Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama di Eropa; Perang antara Protestan dan Katolik; Perdamaian agama sementara; Konflik agama berlanjut; Perang Agama Prancis (1562-1598) berlanjut; Pembantaian St. Bartholomew (1572); Ribuan Huguenot dibunuh; Perang dengan Belanda (1568-1648) berlanjut; Kontra-Reformasi dimulai; Konsili Trento dimulai (1545); Perang agama akan berlanjut; Perang Tiga Puluh Tahun akan terjadi (1618-1648).

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Khair ad-Din Barbarossa menjadi laksamana Ottoman (1533); Penaklukan Tunis oleh Ottoman (1534); Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium; Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Dominasi Ottoman di Mediterania melemah.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan Arab berkembang; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; Komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Daoud masih memerintah (1549-1582); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan Songhai mencapai puncak; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu terbesar di Afrika Barat; Universitas Sankore berkembang; Askia Daoud akan meninggal (1582); Kerajaan Songhai akan melemah.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524); Yucatan ditaklukkan (1527-1546); Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi.
  • Amerika Selatan: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Atahualpa dieksekusi (1533); Cusco ditaklukkan (1533); Spanyol mendirikan koloni di Peru; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Eksplorasi ke Chili dan Argentina dimulai; Pemberontakan Manco Inca (1536); Eksplorasi ke Amazon; Tambang Potosí (Bolivia) menghasilkan perak dalam jumlah besar; Perdagangan perak dengan Eropa berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi.
  • Amerika Utara: Spanyol mengkolonisasi Florida (1565); St. Augustine didirikan; Eksplorasi ke Amerika Utara berlanjut; Perdagangan dengan penduduk asli; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi.
  • Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi; Pemberontakan pribumi terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Dinamika kolonial kompleks; Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang; Kontak dengan Eropa masih terbatas; Adaptasi budaya; Diplomasi dengan penjelajah Eropa; Resistensi terhadap kolonisasi; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Penyakit baru menyebar; Perubahan ekosistem; Spesies invasif; Perubahan pola pertanian; Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.

Tahun 15.80

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Wanli masih memerintah (1572-1620); Periode stabilitas relatif; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Persia (Safavid): Shah Muhammad Khodabanda masih memerintah (1578-1588); Shah Ismail II telah meninggal (1577); Ibu kota dipindahkan ke Qazvin (1548); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perdamaian dengan Ottoman (1555); Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Shah Abbas I akan naik takhta (1588); Muhammad Khodabanda akan meninggal (1588); Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • India: Akbar masih memerintah Kekaisaran Mughal (1556-1605); Zaman keemasan Mughal; Delhi sebagai ibu kota; Tirumala Deva Raya telah meninggal di Vijayanagara (1572); Sriranga I naik takhta (1572-1586); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi dan agama; Din-i Ilahi didirikan (1582); Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Pertempuran Talikota (1565) - Vijayanagara dikalahkan; Kerajaan Vijayanagara melemah; Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Ottoman: Murad III masih memerintah (1574-1595); Zaman keemasan Ottoman berlanjut; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perdamaian dengan Safavid (1555); Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia; Penaklukan Siprus (1570-1571); Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Dominasi Ottoman di Mediterania melemah; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perang dengan Safavid akan terjadi; Mehmed III akan menjadi sultan (1595-1603); Murad III akan meninggal (1595).
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris dimulai; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Rute perdagangan berkembang; Kompetisi antara negara-negara Eropa meningkat.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Perang saudara antara daimyo; Oda Nobunaga masih memerintah (1568-1582); Ashikaga shogunate berakhir (1573); Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang; Unifikasi Jepang berlanjut; Oda Nobunaga akan dibunuh (1582); Toyotomi Hideyoshi akan mengambil alih (1582); Invasi Korea akan terjadi (1592-1598).

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo aktif di Roma; Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Venesia memimpin koalisi.
  • Portugal: Henry masih memerintah (1578-1580); Sebastian telah meninggal (1578); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Henry akan meninggal (1580); Philip II dari Spanyol akan menjadi raja Portugal (1580-1598); Uni Iberia akan dimulai (1580-1640); Dinasti Avis berakhir (1580).
  • Spanyol: Philip II masih memerintah Spanyol (1556-1598); Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Zaman keemasan Spanyol; Pertempuran Lepanto (1571) - Spanyol memimpin koalisi; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Perang dengan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perang dengan Inggris akan terjadi (1585-1604); Armada Spanyol akan dikalahkan (1588).
  • Inggris: Elizabeth I masih memerintah (1558-1603); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Restorasi Protestan; Perang dengan Prancis; Perang dengan Skotlandia; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Perang dengan Spanyol akan terjadi (1585-1604); Armada Spanyol akan dikalahkan (1588); Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai.
  • Prancis: Henry III masih memerintah (1574-1589); Perang Italia; Ekspansi ke Italia Utara; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perdamaian Cateau-Cambrésis (1559); Perang Italia berakhir; Perang Agama Prancis (1562-1598) berlanjut; Pembantaian St. Bartholomew terjadi (1572); Ribuan Huguenot dibunuh; Perang agama berlanjut; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Henry III akan dibunuh (1589); Henry IV akan menjadi raja (1589-1610); Perang Agama akan berakhir (1598).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf II masih menjadi kaisar (1576-1612); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berakhir sementara; Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Perang agama di Eropa; Perang antara Protestan dan Katolik; Perdamaian agama sementara; Konflik agama akan berlanjut; Perang Tiga Puluh Tahun akan terjadi (1618-1648).
  • Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Nicolaus Copernicus sudah menerbitkan De Revolutionibus (1543); Teori heliosentris mengubah pemahaman alam semesta; Revolusi ilmiah dimulai; Astronomi modern berkembang; Andreas Vesalius sudah menerbitkan De Humani Corporis Fabrica (1543); Anatomi modern berkembang; Sains dan filsafat berkembang; Tycho Brahe melakukan observasi astronomi; Johannes Kepler akan mengembangkan hukum gerak planet; Galileo Galilei akan mengembangkan teleskop; Revolusi ilmiah berlanjut.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Khair ad-Din Barbarossa menjadi laksamana Ottoman (1533); Penaklukan Tunis oleh Ottoman (1534); Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium; Pertempuran Lepanto (1571) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Dominasi Ottoman di Mediterania melemah.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan Arab berkembang; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; Komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Daoud masih memerintah (1549-1582); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan Songhai mencapai puncak; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu terbesar di Afrika Barat; Universitas Sankore berkembang; Askia Daoud akan meninggal (1582); Kerajaan Songhai akan melemah; Invasi Maroko akan terjadi (1591).

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524); Yucatan ditaklukkan (1527-1546); Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang.
  • Amerika Selatan: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Atahualpa dieksekusi (1533); Cusco ditaklukkan (1533); Spanyol mendirikan koloni di Peru; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Eksplorasi ke Chili dan Argentina dimulai; Pemberontakan Manco Inca (1536); Eksplorasi ke Amazon; Tambang Potosí (Bolivia) menghasilkan perak dalam jumlah besar; Perdagangan perak dengan Eropa berkembang; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang.
  • Amerika Utara: Spanyol mengkolonisasi Florida (1565); St. Augustine didirikan; Eksplorasi ke Amerika Utara berlanjut; Perdagangan dengan penduduk asli; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang.
  • Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Sistem encomienda dan repartimiento; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan Atlantik meningkat; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Sistem kasta kolonial; Stratifikasi rasial; Masyarakat kolonial kompleks; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.

Tahun 15.85

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Wanli memerintah (1572-1620); Kaisar Longqing meninggal (1572); Periode stabilitas relatif; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Perdagangan dengan Eropa berkembang.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas I akan naik takhta (1588); Shah Muhammad Khodabanda memerintah (1578-1588); Ibu kota di Qazvin; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Ottoman; Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok.
  • India: Akbar masih memerintah Kekaisaran Mughal (1556-1605); Zaman keemasan Mughal; Delhi sebagai ibu kota; Sadasiva Raya meninggal di Vijayanagara (1570); Tirumala Deva Raya naik takhta (1570-1572); Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi dan agama; Din-i Ilahi didirikan (1582); Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Ottoman: Murad III memerintah (1574-1595); Selim II meninggal (1574); Ekspansi ke Eropa dan Asia; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Safavid; Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perang dengan Spanyol.
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris dimulai.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Oda Nobunaga memerintah (1568-1582); Ashikaga shogunate berakhir (1573); Perang saudara antara daimyo; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang; Oda Nobunaga akan dibunuh (1582); Toyotomi Hideyoshi akan mengambil alih (1582).

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo sudah meninggal (1564); Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Portugal: Sebastian I memerintah (1557-1578); John III meninggal (1557); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Sebastian I akan tewas di Pertempuran Alcácer Quibir (1578).
  • Spanyol: Philip II masih memerintah Spanyol (1556-1598); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Inggris; Perang dengan Belanda; Armada Spanyol akan dikalahkan oleh Inggris (1588).
  • Inggris: Elizabeth I memerintah (1558-1603); Mary I meninggal (1558); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perang dengan Spanyol; Perang dengan Prancis; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Armada Spanyol akan dikalahkan oleh Inggris (1588); Kekuatan maritim Inggris berkembang.
  • Prancis: Henry III memerintah (1574-1589); Charles IX meninggal (1574); Perang Agama Prancis (1562-1598); Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perang dengan Spanyol; Perang Agama Prancis berlanjut; Perang antara Huguenot dan Katolik; Perang dengan Inggris.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf II menjadi kaisar (1576-1612); Maximilian II meninggal (1576); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berakhir sementara; Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai; Perang dengan Ottoman.
  • Negara: Armada Spanyol dikalahkan oleh Inggris (1588); Kekuatan maritim Spanyol melemah; Inggris mulai dominan; Perang antara Spanyol dan Inggris; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Kompetisi antara negara-negara Eropa; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Reformasi administrasi; Perpajakan berkembang; Militer profesional; Birokrasi terpusat; Negara modern awal berkembang.

Tahun 15.90

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.

Tahun 15.95

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.

Tahun 16.00

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Wanli masih memerintah (1572-1620); Periode stabilitas relatif; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol; Perang dengan Mongol di perbatasan utara; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis berkembang; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perdagangan dengan Jepang berkembang.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas I memerintah (1588-1629); Shah Muhammad Khodabanda digulingkan (1588); Zaman keemasan Safavid; Ibu kota dipindahkan ke Isfahan (1598); Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Ottoman; Pertempuran dengan Uzbek; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi.
  • India: Akbar masih memerintah Kekaisaran Mughal (1556-1605); Zaman keemasan Mughal; Delhi sebagai ibu kota; Kerajaan Vijayanagara melemah; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi dan agama; Din-i Ilahi didirikan (1582); Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Jahangir akan naik takhta (1605).
  • Ottoman: Mehmed III memerintah (1595-1603); Murad III meninggal (1595); Ekspansi ke Eropa dan Asia; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Safavid; Ekspansi ke Mediterania; Perang dengan Venesia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perang dengan Spanyol; Perang dengan Austria; Perang Panjang (1593-1606).
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis menguasai rute perdagangan; Malaka, Goa, dan Hormuz sebagai pusat perdagangan; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Arab; Kompetisi antara Portugis dan Muslim; Perdagangan rempah-rempah, sutra, dan tekstil; Ekspansi Portugis ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris dimulai; Perusahaan Hindia Timur Inggris (EIC) didirikan (1600); Awal dominasi Eropa di perdagangan Asia.
  • Jepang: Periode Sengoku (1467-1603) berlanjut; Toyotomi Hideyoshi memerintah (1582-1598); Oda Nobunaga dibunuh (1582); Perang saudara antara daimyo; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea; Seni dan budaya berkembang; Perang antara daimyo berlanjut; Perdagangan dengan Portugis dimulai (1543); Tanegashima (senjata api) diperkenalkan (1543); Misionaris Jesuit tiba (1549); Perdagangan dengan Eropa berkembang; Invasi ke Korea (1592-1598); Toyotomi Hideyoshi meninggal (1598); Tokugawa Ieyasu akan menjadi shogun (1603); Periode Edo akan dimulai (1603).

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia (Renaissance): Michelangelo sudah meninggal (1564); Renaissance mencapai puncak; Seni, arsitektur, dan humanisme berkembang; Florence, Roma, dan Venesia sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans berkembang; Machiavelli sudah meninggal (1527); The Prince diterbitkan (1532); Seni Renaisans berkembang; Perang Italia (1542-1546) berakhir; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Galileo aktif; Revolusi ilmiah berkembang.
  • Portugal: Philip II dari Spanyol menjadi raja Portugal (1580-1598); Dinasti Avis berakhir (1580); Uni Iberia (1580-1640); Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Penaklukan Malaka (1511); Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Perdagangan dengan Jepang dimulai (1543); Misionaris Jesuit tiba di Jepang (1549); Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat.
  • Spanyol: Philip III naik takhta Spanyol (1598-1621); Philip II meninggal (1598); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni baru; Eksplorasi ke Amerika Selatan; Penaklukan Peru; Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Inggris; Perang dengan Belanda; Armada Spanyol dikalahkan oleh Inggris (1588); Kekuatan maritim Spanyol melemah.
  • Inggris: Elizabeth I masih memerintah (1558-1603); Dinasti Tudor berkembang; Perdagangan wol berkembang; Hubungan dengan Eropa; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perang dengan Spanyol; Perang dengan Prancis; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Armada Spanyol dikalahkan oleh Inggris (1588); Kekuatan maritim Inggris berkembang; Perusahaan Hindia Timur Inggris (EIC) didirikan (1600); Awal dominasi Eropa di perdagangan Asia; James I akan naik takhta (1603).
  • Belanda: Republik Belanda didirikan (1581); Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648); Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) didirikan (1602); Awal kapitalisme modern dan perusahaan saham gabungan; Perdagangan global berkembang.
  • Prancis: Henry IV memerintah (1589-1610); Henry III dibunuh (1589); Dinasti Bourbon dimulai; Perang Agama Prancis (1562-1598) berakhir; Edict of Nantes (1598); Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perang dengan Spanyol; Perang Agama Prancis berakhir; Perdamaian dengan Huguenot; Konsolidasi kekuasaan.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf II masih menjadi kaisar (1576-1612); Perang Italia; Hubungan dengan Ottoman; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berakhir sementara; Konsili Trento dimulai (1545); Kontra-Reformasi dimulai; Perang dengan Ottoman; Perang Panjang (1593-1606).
  • Renaissance: Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) didirikan (1602); Awal kapitalisme modern dan perusahaan saham gabungan; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Kompetisi antara negara-negara Eropa; Perdagangan rempah-rempah, emas, dan perak; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Revolusi komersial; Kapitalisme modern berkembang.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir (1517); Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Ekspansi Ottoman ke Afrika Utara; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Khair ad-Din Barbarossa menjadi laksamana Ottoman (1533); Penaklukan Tunis oleh Ottoman (1534); Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis menyerang Kilwa (1505); Perdagangan dengan India berkembang; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai masih berkuasa; Askia Ishaq I sudah meninggal (1549); Askia Daoud memerintah (1549-1582); Timbuktu sebagai pusat pembelajaran; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Ekspansi ke barat; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan Songhai mencapai puncak; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Maroko akan menyerang Songhai (1591).

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Hernán Cortés menaklukkan Tenochtitlan (1521); Kekaisaran Aztek berakhir; Cortés mendirikan koloni Spanyol; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Guatemala ditaklukkan (1524); Yucatan ditaklukkan (1527-1546); Eksplorasi ke Amerika Utara dimulai; Eksplorasi ke California; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Selatan: Francisco Pizarro menaklukkan Inka (1532); Kekaisaran Inka berakhir; Atahualpa dieksekusi (1533); Cusco ditaklukkan (1533); Spanyol mendirikan koloni di Peru; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Budak Afrika mulai diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Eksplorasi ke Chili dan Argentina dimulai; Pemberontakan Manco Inca (1536); Eksplorasi ke Amazon; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda berkembang; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika mulai diimpor; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi akan dimulai; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi akan dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang.
  • Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Sistem encomienda dan repartimiento; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan Atlantik meningkat; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif.

Tahun 16.05

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Wanli masih memerintah (1572-1620); Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol di perbatasan utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Matteo Ricci tiba di Beijing (1601); Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa.
  • Jepang: Tokugawa Ieyasu menjadi shogun (1603); Periode Edo dimulai (1603-1868); Isolasi selama 250+ tahun dimulai; Pertempuran Sekigahara (1600) menentukan kemenangan Tokugawa; Sistem bakufu (pemerintahan militer) dikonsolidasikan; Politik sakoku (negara tertutup) mulai diterapkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan.
  • India (Mughal): Akbar meninggal (1605); Jahangir naik takhta (1605-1627); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC membangun pos perdagangan di Surat (1608).
  • Persia (Safavid): Shah Abbas I masih memerintah (1588-1629); Zaman keemasan Safavid; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia mencapai puncak; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa.
  • Ottoman: Ahmed I naik takhta (1603-1617); Mehmed III meninggal (1603); Perang Panjang dengan Austria (1593-1606) berlanjut; Ekspansi ke Eropa dan Asia; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Venesia; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci; Perdagangan Mediterania aktif.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: James I naik takhta (1603-1625); Dinasti Stuart dimulai; Elizabeth I meninggal (1603); Uni dengan Skotlandia (1603); Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Konflik dengan Spanyol berkurang; Perdagangan wol berkembang; Populasi ~4 juta jiwa; Shakespeare masih aktif; Hamlet dipentaskan (1600-1601); Othello dipentaskan (1604); King Lear dipentaskan (1606).
  • Spanyol: Philip III masih memerintah (1598-1621); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Eksplorasi ke Amerika Utara; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Miguel de Cervantes menerbitkan Don Quixote bagian pertama (1605).
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; Perusahaan Hindia Timur Belanda (VOC) aktif (didirikan 1602); Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang (Rembrandt akan lahir 1606).
  • Prancis: Henry IV masih memerintah (1589-1610); Dinasti Bourbon; Perang Agama Prancis berakhir; Edict of Nantes (1598) memberikan toleransi kepada Huguenot; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf II masih menjadi kaisar (1576-1612); Perang Panjang dengan Ottoman (1593-1606) berlanjut; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perang dengan Prancis berkurang; Perdamaian Augsburg (1555) masih berlaku; Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama berlanjut; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Konflik agama meningkat.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Perang Italia berlanjut; Seni Renaisans mencapai puncak; Galileo aktif; Revolusi ilmiah berkembang; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.
  • Portugal: Philip III dari Spanyol menjadi raja Portugal (1598-1621); Uni Iberia (1580-1640) berlanjut; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa.
  • Rusia: Boris Godunov memerintah (1598-1605); Masa Kekacauan (Time of Troubles) dimulai (1605-1613); Boris Godunov meninggal (1605); Fyodor II dibunuh (1605); Pseudo-Dmitry I mengklaim takhta (1605-1606); Konflik internal meningkat; Populasi ~12 juta jiwa; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun dari ~25 juta menjadi ~1 juta; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi akan dimulai; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi akan dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Belum ada kolonisasi permanen besar.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif.

Tahun 16.10

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Wanli masih memerintah (1572-1620); Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol di perbatasan utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Matteo Ricci meninggal (1610); Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Dinasti Ming mulai menunjukkan tanda-tanda kemunduran.
  • Jepang: Tokugawa Ieyasu masih menjadi shogun (1603-1605); Tokugawa Hidetada menjadi shogun (1605-1623); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat.
  • India (Mughal): Jahangir masih memerintah (1605-1627); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC membangun pos perdagangan di Surat (1608); Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas I masih memerintah (1588-1629); Zaman keemasan Safavid; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia mencapai puncak; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Ottoman: Ahmed I masih memerintah (1603-1617); Perang Panjang dengan Austria (1593-1606) berakhir dengan Perdamaian Zsitvatorok (1606); Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Perang Imjin (1592-1598) dengan Jepang sudah berakhir; Rekonstruksi setelah perang; Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Italia: Galileo Galilei menerbitkan Sidereus Nuncius (1610); Menggambarkan penemuan teleskop dan observasi astronomi; Menemukan bulan-bulan Jupiter; Menemukan bintik matahari; Revolusi ilmiah berkembang; Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Galileo menjadi tokoh penting dalam revolusi ilmiah.
  • Inggris: James I masih memerintah (1603-1625); Dinasti Stuart; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Shakespeare masih aktif; Macbeth dipentaskan (1606); Antony and Cleopatra dipentaskan (1606-1607); The Tempest dipentaskan (1611); Ekspansi kolonial ke Amerika Utara dimulai; Jamestown didirikan (1607).
  • Spanyol: Philip III masih memerintah (1598-1621); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Eksplorasi ke Amerika Utara; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Miguel de Cervantes menerbitkan Don Quixote bagian kedua (1615).
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Rembrandt lahir (1606); Ekspansi kolonial ke Asia Tenggara.
  • Prancis: Henry IV dibunuh (1610); Louis XIII naik takhta (1610-1643) di bawah wali penguasa Marie de’ Medici; Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Konflik internal meningkat.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Rudolf II meninggal (1612); Matthias menjadi kaisar (1612-1619); Perang Panjang dengan Ottoman (1593-1606) sudah berakhir; Reformasi gereja; Konsolidasi kekuasaan; Perdamaian Augsburg (1555) masih berlaku; Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama meningkat; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Konflik agama meningkat; Ketegangan antara Protestan dan Katolik meningkat.
  • Rusia: Masa Kekacauan (Time of Troubles) berlanjut (1605-1613); Pseudo-Dmitry I dibunuh (1606); Vasily Shuisky menjadi tsar (1606-1610); Pseudo-Dmitry II muncul (1607-1610); Konflik internal meningkat; Intervensi Polandia (1609-1618); Populasi ~12 juta jiwa; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Kerusuhan dan perang saudara.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi dimulai; Jamestown didirikan oleh Inggris (1607); Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris dimulai; Quebec didirikan oleh Prancis (1608).
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.

Tahun 16.15

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Wanli masih memerintah (1572-1620); Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol di perbatasan utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Dinasti Ming menunjukkan tanda-tanda kemunduran; Pemberontakan petani meningkat; Korupsi dalam pemerintahan.
  • Jepang: Tokugawa Hidetada masih menjadi shogun (1605-1623); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Tokugawa Ieyasu meninggal (1616); Periode stabilitas dan isolasi.
  • India (Mughal): Jahangir masih memerintah (1605-1627); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Nur Jahan (istri Jahangir) memiliki pengaruh besar.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas I masih memerintah (1588-1629); Zaman keemasan Safavid; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia mencapai puncak; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perang dengan Ottoman (1603-1618) berlanjut.
  • Ottoman: Ahmed I meninggal (1617); Mustafa I menjadi sultan (1617-1618, 1622-1623); Osman II menjadi sultan (1618-1622); Perang dengan Safavid Persia (1603-1618) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Kekaisaran Romawi Suci: Matthias meninggal (1619); Ferdinand II menjadi kaisar (1619-1637); Perang Tiga Puluh Tahun dimulai (1618-1648); Defenestrasi Praha (1618) memicu perang; Konflik agama terbesar di Eropa; Menghancurkan Jerman; Perang antara Protestan dan Katolik; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Konflik agama meningkat; Perang akan menghancurkan sebagian besar Jerman; Perang melibatkan banyak negara Eropa.
  • Inggris: James I masih memerintah (1603-1625); Dinasti Stuart; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Shakespeare meninggal (1616); Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth didirikan (1620); Perang Tiga Puluh Tahun tidak langsung melibatkan Inggris pada awalnya.
  • Spanyol: Philip III masih memerintah (1598-1621); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Katolik.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan.
  • Prancis: Louis XIII masih memerintah (1610-1643); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Cardinal Richelieu menjadi penasihat utama (1624); Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Politik anti-Habsburg.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Galileo masih aktif; Revolusi ilmiah berkembang; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Beberapa negara bagian Italia terlibat.
  • Portugal: Philip III dari Spanyol masih menjadi raja Portugal (1598-1621); Uni Iberia (1580-1640) berlanjut; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun melalui Spanyol.
  • Rusia: Masa Kekacauan (Time of Troubles) berakhir (1613); Mikhail Romanov menjadi tsar (1613-1645); Dinasti Romanov dimulai; Konflik internal berkurang; Intervensi Polandia (1609-1618) berlanjut; Populasi ~12 juta jiwa; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Stabilitas politik mulai pulih; Rekonstruksi setelah masa kacau.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth didirikan oleh Inggris (1620); Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.

Tahun 16.20

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Wanli meninggal (1620); Kaisar Taichang memerintah singkat (1620); Kaisar Tianqi naik takhta (1620-1627); Dinasti Ming menunjukkan kemunduran; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol di perbatasan utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Korupsi dalam pemerintahan meningkat; Dinasti Ming mulai runtuh.
  • Jepang: Tokugawa Hidetada masih menjadi shogun (1605-1623); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas.
  • India (Mughal): Jahangir masih memerintah (1605-1627); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Nur Jahan (istri Jahangir) memiliki pengaruh besar; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas I masih memerintah (1588-1629); Zaman keemasan Safavid; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berlanjut; Seni dan budaya Persia mencapai puncak; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Perang dengan Ottoman (1603-1618) sudah berakhir.
  • Ottoman: Osman II masih memerintah (1618-1622); Mustafa I akan kembali menjadi sultan (1622-1623); Perang dengan Safavid Persia (1603-1618) sudah berakhir; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: James I masih memerintah (1603-1625); Dinasti Stuart; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Tiga Puluh Tahun tidak langsung melibatkan Inggris; Francis Bacon menerbitkan Novum Organum (1620); Metode ilmiah modern dimulai; Revolusi ilmiah berkembang.
  • Spanyol: Philip III meninggal (1621); Philip IV naik takhta (1621-1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Katolik; Olivares menjadi penasihat utama (1621).
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Zaman keemasan Belanda dimulai.
  • Prancis: Louis XIII masih memerintah (1610-1643); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Cardinal Richelieu menjadi penasihat utama (1624); Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Politik anti-Habsburg; Perang dengan Huguenot (1621-1629).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand II masih menjadi kaisar (1619-1637); Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) berlanjut; Konflik agama terbesar di Eropa; Menghancurkan Jerman; Perang antara Protestan dan Katolik; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Konflik agama meningkat; Perang akan menghancurkan sebagian besar Jerman; Perang melibatkan banyak negara Eropa; Pertempuran White Mountain (1620) - kemenangan Katolik; Bohemia dikalahkan.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Galileo masih aktif; Revolusi ilmiah berkembang; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Beberapa negara bagian Italia terlibat; Francis Bacon mempengaruhi pemikiran ilmiah Italia.
  • Portugal: Philip IV dari Spanyol menjadi raja Portugal (1621-1640); Uni Iberia (1580-1640) berlanjut; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun melalui Spanyol.
  • Rusia: Mikhail Romanov masih menjadi tsar (1613-1645); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.

Tahun 16.25

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Tianqi masih memerintah (1620-1627); Dinasti Ming menunjukkan kemunduran; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol di perbatasan utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Korupsi dalam pemerintahan meningkat; Dinasti Ming mulai runtuh; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; populasi dan pasar tumbuh; Pemberontakan petani meningkat; Eksploitasi fiskal meningkat.
  • Jepang: Tokugawa Iemitsu menjadi shogun (1623-1651); Tokugawa Hidetada meninggal (1632); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Dekrit isolasi (1635) akan diterbitkan.
  • India (Mughal): Jahangir meninggal (1627); Shah Jahan naik takhta (1628-1658); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Pembangunan Taj Mahal akan dimulai (1632); Zaman keemasan arsitektur Mughal.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas I meninggal (1629); Shah Safi naik takhta (1629-1642); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berkurang; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Ottoman: Murad IV menjadi sultan (1623-1640); Mustafa I digulingkan (1623); Perang dengan Safavid Persia (1623-1639) dimulai; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Reformasi militer dimulai.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) didirikan oleh Belanda (1619).
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: James I meninggal (1625); Charles I naik takhta (1625-1649); Dinasti Stuart; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Tiga Puluh Tahun tidak langsung melibatkan Inggris; Konflik dengan Parlemen meningkat; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.
  • Spanyol: Philip IV masih memerintah (1621-1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Katolik; Olivares masih menjadi penasihat utama; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.
  • Prancis: Louis XIII masih memerintah (1610-1643); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Cardinal Richelieu masih menjadi penasihat utama; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Politik anti-Habsburg; Perang dengan Huguenot (1621-1629) berlanjut; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand II masih menjadi kaisar (1619-1637); Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) berlanjut; Konflik agama terbesar di Eropa; Menghancurkan Jerman; Perang antara Protestan dan Katolik; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Konflik agama meningkat; Perang akan menghancurkan sebagian besar Jerman; Perang melibatkan banyak negara Eropa; Pertempuran Lützen (1632) - Gustavus Adolphus dari Swedia tewas; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.
  • Swedia: Gustavus Adolphus memerintah (1611-1632); Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Kekuatan militer Swedia berkembang; Pertempuran Lützen (1632) - Gustavus Adolphus tewas; Christina menjadi ratu (1632-1654); Perang Tiga Puluh Tahun berlanjut; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Galileo masih aktif; Revolusi ilmiah berkembang; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Beberapa negara bagian Italia terlibat; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.
  • Portugal: Philip IV dari Spanyol masih menjadi raja Portugal (1621-1640); Uni Iberia (1580-1640) berlanjut; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun melalui Spanyol; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.
  • Rusia: Mikhail Romanov masih menjadi tsar (1613-1645); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam didirikan oleh Belanda (1624); Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.

Tahun 16.30

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Tianqi meninggal (1627); Kaisar Chongzhen naik takhta (1627-1644); Dinasti Ming menunjukkan kemunduran parah; Pemberontakan petani meningkat; Konflik dengan Mongol di perbatasan utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Korupsi dalam pemerintahan meningkat; Dinasti Ming mulai runtuh; Pemberontakan petani meningkat; Eksploitasi fiskal meningkat; Pemberontakan Li Zicheng dimulai (1627); Manchu mengancam dari utara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Jepang: Tokugawa Iemitsu masih menjadi shogun (1623-1651); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Dekrit isolasi (1635) akan diterbitkan; Pemberontakan Shimabara (1637-1638) akan terjadi.
  • India (Mughal): Shah Jahan masih memerintah (1628-1658); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Pembangunan Taj Mahal dimulai (1632); Zaman keemasan arsitektur Mughal; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Persia (Safavid): Shah Safi masih memerintah (1629-1642); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Konflik dengan Ottoman berkurang; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Ottoman: Murad IV masih memerintah (1623-1640); Perang dengan Safavid Persia (1623-1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Reformasi militer dimulai; Perang dengan Safavid Persia (1623-1639) berlanjut.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles I masih memerintah (1625-1649); Dinasti Stuart; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Tiga Puluh Tahun tidak langsung melibatkan Inggris; Konflik dengan Parlemen meningkat; Perang Sipil Inggris akan dimulai (1642); Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Spanyol: Philip IV masih memerintah (1621-1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Katolik; Olivares masih menjadi penasihat utama; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Rembrandt aktif (lahir 1606).
  • Prancis: Louis XIII masih memerintah (1610-1643); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Cardinal Richelieu masih menjadi penasihat utama; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Politik anti-Habsburg; Perang dengan Huguenot (1621-1629) sudah berakhir; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand II meninggal (1637); Ferdinand III menjadi kaisar (1637-1657); Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) berlanjut; Konflik agama terbesar di Eropa; Menghancurkan Jerman; Perang antara Protestan dan Katolik; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Konflik agama meningkat; Perang akan menghancurkan sebagian besar Jerman; Perang melibatkan banyak negara Eropa; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Swedia: Christina masih menjadi ratu (1632-1654); Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Kekuatan militer Swedia berkembang; Perang Tiga Puluh Tahun berlanjut; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Galileo masih aktif; Revolusi ilmiah berkembang; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Beberapa negara bagian Italia terlibat; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Portugal: Philip IV dari Spanyol masih menjadi raja Portugal (1621-1640); Uni Iberia (1580-1640) berlanjut; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun melalui Spanyol; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Rusia: Mikhail Romanov masih menjadi tsar (1613-1645); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.

Tahun 16.35

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming): Kaisar Chongzhen masih memerintah (1627-1644); Dinasti Ming menunjukkan kemunduran parah; Pemberontakan petani meningkat; Pemberontakan Li Zicheng berkembang; Konflik dengan Mongol di perbatasan utara; Manchu mengancam dari utara; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Wokou (perompak Jepang) mengancam pesisir; Pertahanan pesisir diperkuat; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Korupsi dalam pemerintahan meningkat; Dinasti Ming akan runtuh (1644); Pemberontakan petani meningkat; Eksploitasi fiskal meningkat.
  • Jepang: Tokugawa Iemitsu masih menjadi shogun (1623-1651); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Dekrit isolasi (1635) diterbitkan; Pemberontakan Shimabara (1637-1638) terjadi; Pemberontakan Kristen dihancurkan; Isolasi total dimulai.
  • India (Mughal): Shah Jahan masih memerintah (1628-1658); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Taj Mahal selesai dibangun (1643); Zaman keemasan arsitektur Mughal; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Persia (Safavid): Shah Safi masih memerintah (1629-1642); Shah Abbas II akan naik takhta (1642-1666); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perang dengan Ottoman (1623-1639) berakhir dengan Perdamaian Zuhab (1639); Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639).
  • Ottoman: Murad IV meninggal (1640); Ibrahim I menjadi sultan (1640-1648); Perang dengan Safavid Persia (1623-1639) berakhir dengan Perdamaian Zuhab (1639); Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639).
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles I masih memerintah (1625-1649); Dinasti Stuart; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Tiga Puluh Tahun tidak langsung melibatkan Inggris; Konflik dengan Parlemen meningkat; Perang Sipil Inggris dimulai (1642); Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perang antara Parlemen dan Raja.
  • Spanyol: Philip IV masih memerintah (1621-1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Katolik; Olivares masih menjadi penasihat utama; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Rembrandt aktif.
  • Prancis: Louis XIII meninggal (1643); Louis XIV naik takhta (1643-1715) di bawah wali penguasa Anne dari Austria dan Cardinal Mazarin; Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Cardinal Richelieu meninggal (1642); Cardinal Mazarin menjadi penasihat utama (1643); Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Politik anti-Habsburg; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand III masih menjadi kaisar (1637-1657); Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) berlanjut; Konflik agama terbesar di Eropa; Menghancurkan Jerman; Perang antara Protestan dan Katolik; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Konflik agama meningkat; Perang akan menghancurkan sebagian besar Jerman; Perang melibatkan banyak negara Eropa; Perdamaian Westphalia akan mengakhiri perang (1648); Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Swedia: Christina masih menjadi ratu (1632-1654); Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Kekuatan militer Swedia berkembang; Perang Tiga Puluh Tahun berlanjut; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Galileo meninggal (1642); Revolusi ilmiah berkembang; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Beberapa negara bagian Italia terlibat; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Portugal: Pemberontakan Portugal (1640); John IV menjadi raja Portugal (1640-1656); Uni Iberia (1580-1640) berakhir; Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza dimulai; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Rusia: Mikhail Romanov masih menjadi tsar (1613-1645); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Afrika Utara: Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.

Tahun 16.40

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Ming/Qing): Kaisar Chongzhen masih memerintah (1627-1644); Dinasti Ming menunjukkan kemunduran parah; Pemberontakan petani meningkat; Pemberontakan Li Zicheng berkembang; Li Zicheng menduduki Beijing (1644); Kaisar Chongzhen bunuh diri (1644); Dinasti Ming jatuh (1644); Manchu (Qing) menyerang dan mengalahkan Li Zicheng; Shunzhi menjadi kaisar Qing pertama (1644-1661); Dinasti Qing (Manchu) mengambil alih Tiongkok; Periode isolasi dimulai; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Perlawanan terhadap Qing dimulai; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Jepang: Tokugawa Iemitsu masih menjadi shogun (1623-1651); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Dekrit isolasi (1635) diterbitkan; Pemberontakan Shimabara (1637-1638) sudah terjadi; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai.
  • India (Mughal): Shah Jahan masih memerintah (1628-1658); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Taj Mahal selesai dibangun (1643); Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas II naik takhta (1642-1666); Shah Safi meninggal (1642); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Ottoman: Ibrahim I masih menjadi sultan (1640-1648); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles I masih memerintah (1625-1649); Dinasti Stuart; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Tiga Puluh Tahun tidak langsung melibatkan Inggris; Perang Sipil Inggris (1642-1651) berlanjut; Pertempuran Marston Moor (1644) - kemenangan Parlemen; Oliver Cromwell menjadi pemimpin militer Parlemen; Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Spanyol: Philip IV masih memerintah (1621-1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Katolik; Olivares masih menjadi penasihat utama; Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Rembrandt aktif.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715) di bawah wali penguasa Anne dari Austria dan Cardinal Mazarin; Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Cardinal Mazarin masih menjadi penasihat utama; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Politik anti-Habsburg; Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Fronde (pemberontakan) akan dimulai (1648).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand III masih menjadi kaisar (1637-1657); Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) berlanjut; Konflik agama terbesar di Eropa; Menghancurkan Jerman; Perang antara Protestan dan Katolik; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Konflik agama meningkat; Perang akan menghancurkan sebagian besar Jerman; Perang melibatkan banyak negara Eropa; Perdamaian Westphalia akan mengakhiri perang (1648); Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Swedia: Christina masih menjadi ratu (1632-1654); Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Kekuatan militer Swedia berkembang; Perang Tiga Puluh Tahun berlanjut; Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Beberapa negara bagian Italia terlibat; Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Portugal: John IV masih menjadi raja Portugal (1640-1656); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Rusia: Mikhail Romanov masih menjadi tsar (1613-1645); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.

Tahun 16.45

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Shunzhi masih menjadi kaisar Qing (1644-1661); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Pemberontakan dan perang sipil mengubah struktur politik Asia Timur; Perlawanan terhadap Qing berlanjut; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Jepang: Tokugawa Iemitsu masih menjadi shogun (1623-1651); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai.
  • India (Mughal): Shah Jahan masih memerintah (1628-1658); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas II masih memerintah (1642-1666); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Ottoman: Ibrahim I masih menjadi sultan (1640-1648); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles I masih memerintah (1625-1649); Dinasti Stuart; Konsolidasi monarki; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) berlanjut; Pertempuran Naseby (1645) - kemenangan Parlemen; Charles I ditangkap (1646); Perdamaian Westphalia (1648); Perang Tiga Puluh Tahun berakhir; Sistem negara modern dimulai.
  • Spanyol: Philip IV masih memerintah (1621-1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Katolik; Perdamaian Westphalia (1648); Perang Tiga Puluh Tahun berakhir; Sistem negara modern dimulai.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) berlanjut; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Perdamaian Westphalia (1648); Perang Tiga Puluh Tahun berakhir; Sistem negara modern dimulai; Kemerdekaan Belanda diakui; Rembrandt aktif.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715) di bawah wali penguasa Anne dari Austria dan Cardinal Mazarin; Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Cardinal Mazarin masih menjadi penasihat utama; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Politik anti-Habsburg; Perdamaian Westphalia (1648); Perang Tiga Puluh Tahun berakhir; Sistem negara modern dimulai; Fronde (pemberontakan) dimulai (1648); Perang sipil internal.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand III masih menjadi kaisar (1637-1657); Perang Tiga Puluh Tahun (1618-1648) berakhir; Perdamaian Westphalia (1648); Sistem negara modern dimulai; Konflik agama terbesar di Eropa berakhir; Menghancurkan Jerman; Perang antara Protestan dan Katolik berakhir; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Konflik agama berkurang; Perdamaian Westphalia menetapkan prinsip kedaulatan negara; Sistem negara modern dimulai.
  • Swedia: Christina masih menjadi ratu (1632-1654); Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Mendukung pihak Protestan; Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648); Perang Tiga Puluh Tahun berakhir; Sistem negara modern dimulai; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Terlibat dalam Perang Tiga Puluh Tahun; Beberapa negara bagian Italia terlibat; Perdamaian Westphalia (1648); Perang Tiga Puluh Tahun berakhir; Sistem negara modern dimulai.
  • Portugal: John IV masih menjadi raja Portugal (1640-1656); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Perdamaian Westphalia (1648); Perang Tiga Puluh Tahun berakhir; Sistem negara modern dimulai.
  • Rusia: Mikhail Romanov meninggal (1645); Alexei I menjadi tsar (1645-1676); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perdamaian Westphalia (1648); Perang Tiga Puluh Tahun berakhir; Sistem negara modern dimulai.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.

Tahun 16.50

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Shunzhi masih menjadi kaisar Qing (1644-1661); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Pemberontakan dan perang sipil mengubah struktur politik Asia Timur; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Jepang: Tokugawa Iemitsu meninggal (1651); Tokugawa Ietsuna menjadi shogun (1651-1680); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai.
  • India (Mughal): Shah Jahan masih memerintah (1628-1658); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas II masih memerintah (1642-1666); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Ottoman: Mehmed IV menjadi sultan (1648-1687); Ibrahim I digulingkan dan dieksekusi (1648); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles I dieksekusi (1649); Commonwealth of England didirikan (1649-1660); Oliver Cromwell menjadi Lord Protector (1653-1658); Dinasti Stuart berakhir sementara; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) berakhir; Monarki dihapuskan; Republik didirikan; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Spanyol: Philip IV masih memerintah (1621-1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Perang Kemerdekaan Belanda (1568-1648) sudah berakhir; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Rembrandt aktif.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Fronde (pemberontakan) berlanjut (1648-1653); Cardinal Mazarin masih menjadi penasihat utama; Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand III masih menjadi kaisar (1637-1657); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Swedia: Christina masih menjadi ratu (1632-1654); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Portugal: John IV masih menjadi raja Portugal (1640-1656); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Rusia: Alexei I masih menjadi tsar (1645-1676); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.

Tahun 16.55

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Shunzhi masih menjadi kaisar Qing (1644-1661); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Pemberontakan dan perang sipil mengubah struktur politik Asia Timur; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~80-90 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Jepang: Tokugawa Ietsuna masih menjadi shogun (1651-1680); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai.
  • India (Mughal): Shah Jahan masih memerintah (1628-1658); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas II masih memerintah (1642-1666); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut.
  • Ottoman: Mehmed IV masih menjadi sultan (1648-1687); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639) berlanjut.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Oliver Cromwell masih menjadi Lord Protector (1653-1658); Commonwealth of England (1649-1660); Monarki dihapuskan; Republik didirikan; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~4 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang dengan Spanyol (1654-1660); Perang dengan Belanda (1652-1654); Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Puritanisme berkembang.
  • Spanyol: Philip IV masih memerintah (1621-1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Perang dengan Inggris (1654-1660); Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Perang dengan Inggris (1652-1654); Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Rembrandt aktif.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Fronde (pemberontakan) berakhir (1653); Cardinal Mazarin masih menjadi penasihat utama; Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Louis XIV mulai memerintah secara langsung (1661).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Ferdinand III masih menjadi kaisar (1637-1657); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Swedia: Christina mengundurkan diri (1654); Charles X Gustav menjadi raja (1654-1660); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Portugal: John IV masih menjadi raja Portugal (1640-1656); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Rusia: Alexei I masih menjadi tsar (1645-1676); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Afrika Utara: Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.

Tahun 16.60

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi memerintah (1661-1722); Shunzhi telah meninggal (1661); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~100-120 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Ekspansi ke Mongolia dan Tibet dimulai.
  • Jepang: Tokugawa Ietsuna masih menjadi shogun (1651-1680); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai; Tokugawa Tsunayoshi akan menjadi shogun (1680-1709); Periode Genroku (1688-1704) akan dimulai.
  • India (Mughal): Aurangzeb memerintah (1658-1707); Shah Jahan telah meninggal (1658); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Ekspansi ke Deccan dimulai; Perang panjang melawan Maratha dimulai; Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluas.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas II masih memerintah (1642-1666); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Shah Suleiman I akan memerintah (1666-1694); Abbas II akan meninggal (1666).
  • Ottoman: Mehmed IV masih menjadi sultan (1648-1687); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639) berlanjut; Pengepungan Wina akan terjadi (1683); Ekspansi Ottoman ke Eropa akan terhenti.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles II memerintah (1660-1685); Commonwealth of England berakhir (1660); Restorasi Stuart; Monarki dipulihkan; Dinasti Stuart kembali; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~5 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) sudah berakhir; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Royal Society didirikan (1660); Revolusi ilmiah berkembang; Isaac Newton akan mempublikasikan Principia Mathematica (1687).
  • Spanyol: Philip IV masih memerintah (1621-1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Carlos II akan menjadi raja (1665-1700); Philip IV akan meninggal (1665).
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Rembrandt aktif; Perang dengan Inggris (1665-1667) akan terjadi.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Louis XIV mulai memerintah secara langsung (1661); Cardinal Mazarin telah meninggal (1661); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Versailles akan dibangun; Zaman keemasan Prancis dimulai; Perang dengan Belanda (1672-1678) akan terjadi.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Leopold I menjadi kaisar (1658-1705); Ferdinand III telah meninggal (1657); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Perang dengan Ottoman akan terjadi (1663-1664); Perang dengan Prancis akan terjadi.
  • Swedia: Charles X Gustav masih menjadi raja (1654-1660); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Perang dengan Polandia (1655-1660) berlanjut; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Charles XI akan menjadi raja (1660-1697); Charles X Gustav akan meninggal (1660).
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Galileo telah meninggal (1642); Revolusi ilmiah berlanjut.
  • Portugal: Afonso VI menjadi raja (1656-1683); John IV telah meninggal (1656); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Rusia: Alexei I masih menjadi tsar (1645-1676); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Pyotr I (Peter the Great) akan menjadi tsar (1682-1725); Modernisasi besar-besaran akan dimulai.
  • Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Nicolaus Copernicus sudah menerbitkan De Revolutionibus (1543); Teori heliosentris mengubah pemahaman alam semesta; Revolusi ilmiah dimulai; Astronomi modern berkembang; Andreas Vesalius sudah menerbitkan De Humani Corporis Fabrica (1543); Anatomi modern berkembang; Sains dan filsafat berkembang; Tycho Brahe melakukan observasi astronomi; Johannes Kepler mengembangkan hukum gerak planet; Galileo Galilei mengembangkan teleskop; Revolusi ilmiah berlanjut; Royal Society didirikan (1660); Akademi Sains Prancis didirikan (1666); Isaac Newton akan mempublikasikan Principia Mathematica (1687).

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Perang dengan pribumi terjadi.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Sistem encomienda dan repartimiento; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan Atlantik meningkat; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Sistem kasta kolonial; Stratifikasi rasial; Masyarakat kolonial kompleks; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.

Tahun 16.65

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi masih memerintah (1661-1722); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~100-120 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Ekspansi ke Mongolia dan Tibet dimulai; Pemberontakan Tiga Feudatories akan terjadi (1673-1681).
  • Jepang: Tokugawa Ietsuna masih menjadi shogun (1651-1680); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai; Tokugawa Tsunayoshi akan menjadi shogun (1680-1709); Periode Genroku (1688-1704) akan dimulai.
  • India (Mughal): Aurangzeb masih memerintah (1658-1707); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Ekspansi ke Deccan berlanjut; Perang panjang melawan Maratha berlanjut; Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluas; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Persia (Safavid): Shah Abbas II masih memerintah (1642-1666); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Shah Suleiman I akan memerintah (1666-1694); Abbas II akan meninggal (1666).
  • Ottoman: Mehmed IV masih menjadi sultan (1648-1687); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639) berlanjut; Pengepungan Wina akan terjadi (1683); Ekspansi Ottoman ke Eropa akan terhenti; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles II masih memerintah (1660-1685); Restorasi Stuart; Monarki dipulihkan; Dinasti Stuart kembali; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~5 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) sudah berakhir; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Perang dengan Belanda (1665-1667) berlanjut; Great Fire of London (1666); Wabah Besar London (1665-1666); James II akan menjadi raja (1685-1688); Charles II akan meninggal (1685).
  • Spanyol: Carlos II memerintah (1665-1700); Philip IV telah meninggal (1665); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Kekaisaran Spanyol mulai melemah; Perang Suksesi Spanyol akan terjadi (1701-1714).
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Perang dengan Inggris (1665-1667) berlanjut; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Rembrandt aktif; Perang dengan Prancis (1672-1678) akan terjadi.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Louis XIV memerintah secara langsung (1661); Cardinal Mazarin telah meninggal (1661); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Versailles akan dibangun; Zaman keemasan Prancis dimulai; Perang dengan Belanda (1672-1678) akan terjadi; Perang dengan Spanyol akan terjadi.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Leopold I masih menjadi kaisar (1658-1705); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Perang dengan Ottoman (1663-1664) berlanjut; Perang dengan Prancis akan terjadi.
  • Swedia: Charles XI memerintah (1660-1697); Charles X Gustav telah meninggal (1660); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Perang Besar Utara akan terjadi (1700-1721); Charles XII akan menjadi raja (1697-1718).
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang.
  • Portugal: Afonso VI masih menjadi raja (1656-1683); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Pedro II akan menjadi raja (1683-1706); Afonso VI akan digulingkan (1683).
  • Rusia: Alexei I masih menjadi tsar (1645-1676); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Fyodor III akan menjadi tsar (1676-1682); Alexei I akan meninggal (1676); Pyotr I (Peter the Great) akan menjadi tsar (1682-1725); Modernisasi besar-besaran akan dimulai.
  • Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Perang antara negara-negara Eropa; Perang dengan Belanda (1665-1667) berlanjut; Perang dengan Prancis (1672-1678) akan terjadi; Perang dengan Ottoman (1663-1664) berlanjut; Sistem negara modern berkembang; Kedaulatan negara diakui; Perdamaian Westphalia (1648) menetapkan prinsip kedaulatan negara.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Sahel: Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu meskipun melemah; Universitas Sankore masih berfungsi.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Tambang Potosí menghasilkan perak dalam jumlah besar; Perdagangan perak dengan Eropa berkembang.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi Karibia.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perdagangan bulu berkembang; Perkebunan tembakau berkembang.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perkebunan tebu berkembang pesat; Perdagangan gula dengan Eropa berkembang.
  • Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perdagangan Atlantik berkembang; Perdagangan perak, emas, gula, tembakau, dan bulu; Perdagangan budak meningkat; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Sistem ekonomi global berkembang; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika); Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Eksplorasi Pasifik berlanjut; Pemetaan samudra berkembang.

Tahun 16.70

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi masih memerintah (1661-1722); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~100-120 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Ekspansi ke Mongolia dan Tibet dimulai; Pemberontakan Tiga Feudatories (1673-1681) berlanjut; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Jepang: Tokugawa Ietsuna masih menjadi shogun (1651-1680); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai; Tokugawa Tsunayoshi akan menjadi shogun (1680-1709); Periode Genroku (1688-1704) akan dimulai.
  • India (Mughal): Aurangzeb masih memerintah (1658-1707); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Ekspansi ke Deccan berlanjut; Perang panjang melawan Maratha berlanjut; Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluas; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Persia (Safavid): Shah Suleiman I memerintah (1666-1694); Shah Abbas II telah meninggal (1666); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Shah Sultan Husayn akan memerintah (1694-1722); Suleiman I akan meninggal (1694).
  • Ottoman: Mehmed IV masih menjadi sultan (1648-1687); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639) berlanjut; Pengepungan Wina akan terjadi (1683); Ekspansi Ottoman ke Eropa akan terhenti; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles II masih memerintah (1660-1685); Restorasi Stuart; Monarki dipulihkan; Dinasti Stuart kembali; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~5 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) sudah berakhir; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perang dengan Belanda (1665-1667) berakhir; Perdamaian Breda (1667); James II akan menjadi raja (1685-1688); Charles II akan meninggal (1685).
  • Spanyol: Carlos II masih memerintah (1665-1700); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Kekaisaran Spanyol mulai melemah; Perang Suksesi Spanyol akan terjadi (1701-1714).
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Perang dengan Inggris (1665-1667) berakhir; Perdamaian Breda (1667); Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perang dengan Prancis (1672-1678) akan terjadi; Rembrandt aktif.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Louis XIV memerintah secara langsung (1661); Cardinal Mazarin telah meninggal (1661); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Versailles akan dibangun; Zaman keemasan Prancis dimulai; Perang dengan Belanda (1672-1678) akan terjadi; Perang dengan Spanyol akan terjadi.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Leopold I masih menjadi kaisar (1658-1705); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perang dengan Ottoman (1663-1664) berakhir; Perdamaian Vasvár (1664); Perang dengan Prancis akan terjadi.
  • Swedia: Charles XI masih memerintah (1660-1697); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perang Besar Utara akan terjadi (1700-1721); Charles XII akan menjadi raja (1697-1718).
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global.
  • Portugal: Afonso VI masih menjadi raja (1656-1683); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Pedro II akan menjadi raja (1683-1706); Afonso VI akan digulingkan (1683).
  • Rusia: Alexei I masih menjadi tsar (1645-1676); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Fyodor III akan menjadi tsar (1676-1682); Alexei I akan meninggal (1676); Pyotr I (Peter the Great) akan menjadi tsar (1682-1725); Modernisasi besar-besaran akan dimulai.
  • Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perdagangan global berkembang; Eksplorasi ke Amerika, Asia, dan Afrika; Perdagangan rempah-rempah, emas, dan perak; Ekspansi kolonial Eropa; Perdagangan Atlantik meningkat; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kompetisi antara negara-negara Eropa; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang; Ekonomi global berkembang.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu meskipun melemah; Universitas Sankore masih berfungsi.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang; Sistem encomienda dan repartimiento; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Sistem kasta kolonial; Stratifikasi rasial; Masyarakat kolonial kompleks; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi; Kontak dengan Eropa masih terbatas; Adaptasi budaya; Diplomasi dengan penjelajah Eropa; Resistensi terhadap kolonisasi; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi; Adaptasi budaya; Diplomasi dengan penjelajah Eropa; Resistensi terhadap kolonisasi.

Tahun 16.75

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi masih memerintah (1661-1722); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~100-120 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Ekspansi ke Mongolia dan Tibet dimulai; Pemberontakan Tiga Feudatories (1673-1681) berlanjut; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Jepang: Tokugawa Ietsuna masih menjadi shogun (1651-1680); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai; Tokugawa Tsunayoshi akan menjadi shogun (1680-1709); Periode Genroku (1688-1704) akan dimulai.
  • India (Mughal): Aurangzeb masih memerintah (1658-1707); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Ekspansi ke Deccan berlanjut; Perang panjang melawan Maratha berlanjut; Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluas; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Persia (Safavid): Shah Suleiman I masih memerintah (1666-1694); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Shah Sultan Husayn akan memerintah (1694-1722); Suleiman I akan meninggal (1694); Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Ottoman: Mehmed IV masih menjadi sultan (1648-1687); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639) berlanjut; Pengepungan Wina akan terjadi (1683); Ekspansi Ottoman ke Eropa akan terhenti; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles II masih memerintah (1660-1685); Restorasi Stuart; Monarki dipulihkan; Dinasti Stuart kembali; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~5 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) sudah berakhir; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perang dengan Belanda (1665-1667) berakhir; Perdamaian Breda (1667); James II akan menjadi raja (1685-1688); Charles II akan meninggal (1685).
  • Spanyol: Carlos II masih memerintah (1665-1700); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Kekaisaran Spanyol mulai melemah; Perang Suksesi Spanyol akan terjadi (1701-1714).
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Perang dengan Prancis (1672-1678) berlanjut; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Rembrandt aktif; Perang dengan Inggris akan terjadi (1672-1674).
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Louis XIV memerintah secara langsung (1661); Cardinal Mazarin telah meninggal (1661); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Versailles akan dibangun; Zaman keemasan Prancis dimulai; Perang dengan Belanda (1672-1678) berlanjut; Perang dengan Spanyol akan terjadi; Edict of Nantes akan dicabut (1685).
  • Kekaisaran Romawi Suci: Leopold I masih menjadi kaisar (1658-1705); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perang dengan Ottoman (1663-1664) berakhir; Perdamaian Vasvár (1664); Perang dengan Prancis akan terjadi; Perang dengan Ottoman (1683-1699) akan terjadi.
  • Swedia: Charles XI masih memerintah (1660-1697); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perang Besar Utara akan terjadi (1700-1721); Charles XII akan menjadi raja (1697-1718).
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Portugal: Afonso VI masih menjadi raja (1656-1683); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Pedro II akan menjadi raja (1683-1706); Afonso VI akan digulingkan (1683).
  • Rusia: Fyodor III memerintah (1676-1682); Alexei I telah meninggal (1676); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Pyotr I (Peter the Great) akan menjadi tsar (1682-1725); Fyodor III akan meninggal (1682); Modernisasi besar-besaran akan dimulai.
  • Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama di Eropa berkurang; Perang antara Protestan dan Katolik berkurang; Perdamaian agama relatif stabil; Konflik agama masih terjadi; Perang dengan Belanda (1672-1678) berlanjut; Perang dengan Prancis (1672-1678) berlanjut; Kontra-Reformasi aktif; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Edict of Nantes akan dicabut (1685); Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Afrika Utara: Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu meskipun melemah; Universitas Sankore masih berfungsi.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Perang dengan pribumi terjadi.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi.
  • Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi; Pemberontakan pribumi terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Dinamika kolonial kompleks; Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Resistensi terhadap kolonisasi; Negosiasi dengan penjajah; Dinamika kolonial kompleks.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang; Kontak dengan Eropa masih terbatas; Adaptasi budaya; Diplomasi dengan penjelajah Eropa; Resistensi terhadap kolonisasi; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Penyakit baru menyebar; Perubahan ekosistem; Spesies invasif; Perubahan pola pertanian; Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.

Tahun 16.80

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi masih memerintah (1661-1722); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~100-120 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Ekspansi ke Mongolia dan Tibet dimulai; Pemberontakan Tiga Feudatories (1673-1681) berakhir; Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Jepang: Tokugawa Tsunayoshi menjadi shogun (1680-1709); Tokugawa Ietsuna telah meninggal (1680); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai; Periode Genroku (1688-1704) akan dimulai; Puncak budaya Edo; Seni ukiyo-e berkembang; Chikamatsu Monzaemon akan menulis drama bunraku; Urbanisasi Edo mencapai ~1 juta jiwa.
  • India (Mughal): Aurangzeb masih memerintah (1658-1707); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Ekspansi ke Deccan berlanjut; Perang panjang melawan Maratha berlanjut; Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluas; Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Persia (Safavid): Shah Suleiman I masih memerintah (1666-1694); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Shah Sultan Husayn akan memerintah (1694-1722); Suleiman I akan meninggal (1694); Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Ottoman: Mehmed IV masih memerintah (1648-1687); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639) berlanjut; Pengepungan Wina akan terjadi (1683); Ekspansi Ottoman ke Eropa akan terhenti; Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Kekalahan Ottoman di Wina (1683) akan menandai awal kemunduran kekuasaan mereka di Eropa.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Charles II masih memerintah (1660-1685); Restorasi Stuart; Monarki dipulihkan; Dinasti Stuart kembali; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~5 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) sudah berakhir; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Royal Society didirikan (1660); Revolusi ilmiah berkembang; Isaac Newton akan mempublikasikan Principia Mathematica (1687); James II akan menjadi raja (1685-1688); Charles II akan meninggal (1685).
  • Spanyol: Carlos II masih memerintah (1665-1700); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Kekaisaran Spanyol mulai melemah; Perang Suksesi Spanyol akan terjadi (1701-1714).
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Perang dengan Prancis (1672-1678) berakhir; Perdamaian Nijmegen (1678); Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Rembrandt aktif; Perang dengan Prancis (1688-1697) akan terjadi.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Louis XIV memerintah secara langsung (1661); Cardinal Mazarin telah meninggal (1661); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes (1598) masih berlaku; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Versailles akan dibangun; Zaman keemasan Prancis dimulai; Perang dengan Belanda (1672-1678) berakhir; Perdamaian Nijmegen (1678); Perang dengan Spanyol akan terjadi; Edict of Nantes akan dicabut (1685); Pengepungan Wina (1683) - Prancis tidak terlibat langsung; Renaissance: Pengepungan Wina (1683); Ottoman dikalahkan oleh koalisi Eropa; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Leopold I masih menjadi kaisar (1658-1705); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Perang dengan Ottoman (1663-1664) berakhir; Perdamaian Vasvár (1664); Perang dengan Prancis akan terjadi; Pengepungan Wina (1683) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti; Renaissance: Pengepungan Wina (1683); Ottoman dikalahkan oleh koalisi Eropa; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti.
  • Swedia: Charles XI masih memerintah (1660-1697); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Perang Besar Utara akan terjadi (1700-1721); Charles XII akan menjadi raja (1697-1718).
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Pengepungan Wina (1683) - Venesia tidak terlibat langsung.
  • Portugal: Pedro II menjadi raja (1683-1706); Afonso VI telah digulingkan (1683); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya.
  • Rusia: Fyodor III masih memerintah (1676-1682); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Fyodor III akan meninggal (1682); Pyotr I (Peter the Great) akan menjadi tsar (1682-1725); Modernisasi besar-besaran akan dimulai.
  • Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Nicolaus Copernicus sudah menerbitkan De Revolutionibus (1543); Teori heliosentris mengubah pemahaman alam semesta; Revolusi ilmiah dimulai; Astronomi modern berkembang; Andreas Vesalius sudah menerbitkan De Humani Corporis Fabrica (1543); Anatomi modern berkembang; Sains dan filsafat berkembang; Tycho Brahe melakukan observasi astronomi; Johannes Kepler mengembangkan hukum gerak planet; Galileo Galilei mengembangkan teleskop; Revolusi ilmiah berlanjut; Royal Society didirikan (1660); Akademi Sains Prancis didirikan (1666); Isaac Newton akan mempublikasikan Principia Mathematica (1687); Pengepungan Wina (1683); Ottoman dikalahkan oleh koalisi Eropa; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu meskipun melemah; Universitas Sankore masih berfungsi.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Perang dengan pribumi terjadi.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.
  • Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Sistem encomienda dan repartimiento; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan Atlantik meningkat; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Sistem kasta kolonial; Stratifikasi rasial; Masyarakat kolonial kompleks; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Magellan mencapai Filipina (1521); Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran.

Tahun 16.85

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi masih memerintah (1661-1722); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~100-120 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Ekspansi ke Mongolia dan Tibet dimulai; Pemberontakan Tiga Feudatories (1673-1681) sudah berakhir; Perdamaian dengan Rusia (1689); Perjanjian Nerchinsk (1689); Perbatasan dengan Rusia ditetapkan.
  • Jepang: Tokugawa Tsunayoshi masih menjadi shogun (1680-1709); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai; Periode Genroku (1688-1704) akan dimulai; Puncak budaya Edo; Seni ukiyo-e berkembang; Chikamatsu Monzaemon akan menulis drama bunraku; Urbanisasi Edo mencapai ~1 juta jiwa.
  • India (Mughal): Aurangzeb masih memerintah (1658-1707); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Ekspansi ke Deccan berlanjut; Perang panjang melawan Maratha berlanjut; Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluas; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Persia (Safavid): Shah Suleiman I masih memerintah (1666-1694); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Shah Sultan Husayn akan memerintah (1694-1722); Suleiman I akan meninggal (1694); Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Ottoman: Mehmed IV masih memerintah (1648-1687); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti sementara; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639) berlanjut; Pengepungan Wina terjadi (1683); Ottoman dikalahkan oleh koalisi Eropa; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti; Mehmed IV akan digulingkan (1687); Suleiman II akan menjadi sultan (1687-1691); Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: James II memerintah (1685-1688); Charles II telah meninggal (1685); Restorasi Stuart; Monarki dipulihkan; Dinasti Stuart kembali; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~5 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) sudah berakhir; Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Revolusi Agung Inggris (1688); James II digulingkan; Monarki konstitusional dimulai; William III dan Mary II akan menjadi raja (1689-1702); Bill of Rights (1689) akan membatasi kekuasaan raja.
  • Spanyol: Carlos II masih memerintah (1665-1700); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Kekaisaran Spanyol mulai melemah; Perang Suksesi Spanyol akan terjadi (1701-1714).
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Perang dengan Prancis (1688-1697) berlanjut; Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Rembrandt aktif; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Louis XIV memerintah secara langsung (1661); Cardinal Mazarin telah meninggal (1661); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes dicabut (1685); Huguenot ditekan; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Versailles akan dibangun; Zaman keemasan Prancis dimulai; Perang dengan Belanda (1672-1678) berakhir; Perdamaian Nijmegen (1678); Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Perang dengan Spanyol akan terjadi.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Leopold I masih menjadi kaisar (1658-1705); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Perang dengan Ottoman (1683-1699) berlanjut; Pengepungan Wina (1683) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti; Perang dengan Prancis (1688-1697) berlanjut; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut.
  • Swedia: Charles XI masih memerintah (1660-1697); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Perang Besar Utara akan terjadi (1700-1721); Charles XII akan menjadi raja (1697-1718).
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang.
  • Portugal: Pedro II masih menjadi raja (1683-1706); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang.
  • Rusia: Pyotr I (Peter the Great) menjadi tsar (1682-1725); Fyodor III telah meninggal (1682); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Modernisasi besar-besaran dimulai; Perang Besar Utara (1700-1721) akan terjadi; Pendirian St. Petersburg (1703) akan terjadi; Reformasi militer dan administrasi akan dimulai.
  • Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara fiskal-militer berkembang; Perang antara negara-negara Eropa; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Perang dengan Ottoman (1683-1699) berlanjut; Sistem negara modern berkembang; Kedaulatan negara diakui; Perdamaian Westphalia (1648) menetapkan prinsip kedaulatan negara; Revolusi Agung Inggris (1688); James II digulingkan; Monarki konstitusional dimulai; Bill of Rights (1689) akan membatasi kekuasaan raja; Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Sahel: Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu meskipun melemah; Universitas Sankore masih berfungsi.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Tambang Potosí menghasilkan perak dalam jumlah besar; Perdagangan perak dengan Eropa berkembang.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi Karibia.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perdagangan bulu berkembang; Perkebunan tembakau berkembang.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perkebunan tebu berkembang pesat; Perdagangan gula dengan Eropa berkembang.
  • Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perdagangan Atlantik berkembang; Perdagangan perak, emas, gula, tembakau, dan bulu; Perdagangan budak meningkat; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Sistem ekonomi global berkembang; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika); Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan Atlantik meningkat.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial.
  • Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Eksplorasi Pasifik dimulai; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial Eropa; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Eksplorasi Pasifik berlanjut; Pemetaan samudra berkembang; Klaim kolonial Eropa berkembang.

Tahun 16.90

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi masih memerintah (1661-1722); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~100-120 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Ekspansi ke Mongolia dan Tibet dimulai; Pemberontakan Tiga Feudatories (1673-1681) sudah berakhir; Perdamaian dengan Rusia (1689); Perjanjian Nerchinsk (1689); Perbatasan dengan Rusia ditetapkan; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Jepang: Tokugawa Tsunayoshi masih menjadi shogun (1680-1709); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai; Periode Genroku (1688-1704) berlanjut; Puncak budaya Edo; Seni ukiyo-e berkembang; Chikamatsu Monzaemon menulis drama bunraku; Urbanisasi Edo mencapai ~1 juta jiwa; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • India (Mughal): Aurangzeb masih memerintah (1658-1707); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Ekspansi ke Deccan berlanjut; Perang panjang melawan Maratha berlanjut; Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluas; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Sistem administrasi terpusat; Militer profesional; Reformasi pajak; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh.
  • Persia (Safavid): Shah Sultan Husayn memerintah (1694-1722); Shah Suleiman I telah meninggal (1694); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Safavid akan melemah; Invasi Afghanistan akan terjadi (1722).
  • Ottoman: Suleiman II memerintah (1687-1691); Mehmed IV telah digulingkan (1687); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639) berlanjut; Pengepungan Wina (1683) sudah terjadi; Ottoman dikalahkan oleh koalisi Eropa; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci (1683-1699) berlanjut; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Ahmed II akan menjadi sultan (1691-1695); Suleiman II akan meninggal (1691).
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: William III dan Mary II memerintah (1689-1702); Revolusi Agung Inggris (1688); James II digulingkan; Monarki konstitusional dimulai; Dinasti Stuart berakhir; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~5 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) sudah berakhir; Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika; Bill of Rights (1689) membatasi kekuasaan raja; Bank of England akan didirikan (1694); Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut.
  • Spanyol: Carlos II masih memerintah (1665-1700); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika; Kekaisaran Spanyol mulai melemah; Perang Suksesi Spanyol akan terjadi (1701-1714); Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika; Rembrandt aktif; Perdamaian Ryswick (1697) akan mengakhiri perang.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Louis XIV memerintah secara langsung (1661); Cardinal Mazarin telah meninggal (1661); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes dicabut (1685); Huguenot ditekan; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika; Versailles akan dibangun; Zaman keemasan Prancis dimulai; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Perdamaian Ryswick (1697) akan mengakhiri perang.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Leopold I masih menjadi kaisar (1658-1705); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika; Perang dengan Ottoman (1683-1699) berlanjut; Pengepungan Wina (1683) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Perdamaian Ryswick (1697) akan mengakhiri perang.
  • Swedia: Charles XI masih memerintah (1660-1697); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika; Perang Besar Utara akan terjadi (1700-1721); Charles XII akan menjadi raja (1697-1718).
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika; Galileo telah meninggal (1642); Revolusi ilmiah berlanjut.
  • Portugal: Pedro II masih menjadi raja (1683-1706); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika.
  • Rusia: Pyotr I (Peter the Great) masih menjadi tsar (1682-1725); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika; Modernisasi besar-besaran dimulai; Perang Besar Utara (1700-1721) akan terjadi; Pendirian St. Petersburg (1703) akan terjadi; Reformasi militer dan administrasi akan dimulai.
  • Sains: Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika; Teori gravitasi universal mengubah pemahaman alam semesta; Hukum gerak Newton; Kalkulus dikembangkan oleh Newton dan Leibniz; Mekanika klasik berkembang; Revolusi ilmiah mencapai puncak; Royal Society didirikan (1660); Akademi Sains Prancis didirikan (1666); Revolusi ilmiah berlanjut; Sains modern berkembang; Isaac Newton menerbitkan Principia Mathematica (1687); Hukum gravitasi universal; Kalkulus dan mekanika klasik; Revolusi dalam fisika dan matematika.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu meskipun melemah; Universitas Sankore masih berfungsi.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang.
  • Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta kolonial berkembang; Mestizo, mulatto, dan creole sebagai kelompok baru; Budaya hibrida berkembang; Sistem encomienda dan repartimiento; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Sistem kasta kolonial; Stratifikasi rasial; Masyarakat kolonial kompleks; Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi.
  • Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi; Kontak dengan Eropa masih terbatas; Adaptasi budaya; Diplomasi dengan penjelajah Eropa; Resistensi terhadap kolonisasi; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi; Adaptasi budaya; Diplomasi dengan penjelajah Eropa; Resistensi terhadap kolonisasi.

Tahun 16.95

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi masih memerintah (1661-1722); Dinasti Qing (Manchu) mengkonsolidasikan kekuasaan; Transisi Ming–Qing berlanjut; Perlawanan terhadap Qing berkurang; Perdagangan maritim dengan Asia Tenggara dan Eropa; Populasi ~100-120 juta jiwa; Sistem administrasi birokrasi; Perdagangan dengan Portugis dan Belanda berkembang; Jesuit aktif di Tiongkok; Perdagangan sutra dan porselen dengan Eropa; Periode transisi besar; Konsolidasi kekuasaan Qing; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; Populasi dan pasar tumbuh; Ekspansi ke Mongolia dan Tibet dimulai; Pemberontakan Tiga Feudatories (1673-1681) sudah berakhir; Perdamaian dengan Rusia (1689); Perjanjian Nerchinsk (1689); Perbatasan dengan Rusia ditetapkan; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Jepang: Tokugawa Tsunayoshi masih menjadi shogun (1680-1709); Periode Edo berkembang; Politik sakoku (negara tertutup) dikukuhkan; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Misionaris Kristen ditekan keras; Perdagangan dengan Portugis dibatasi; Edo (Tokyo) menjadi ibu kota; Sistem kelas samurai, petani, pengrajin, pedagang dikukuhkan; Perdagangan dengan Eropa sangat terbatas; Isolasi meningkat; Periode stabilitas dan isolasi; Perdagangan dengan Tiongkok dan Korea terbatas; Isolasi total dimulai; Periode isolasi dimulai; Periode Genroku (1688-1704) berlanjut; Puncak budaya Edo; Seni ukiyo-e berkembang; Chikamatsu Monzaemon menulis drama bunraku; Urbanisasi Edo mencapai ~1 juta jiwa; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • India (Mughal): Aurangzeb masih memerintah (1658-1707); Zaman keemasan Mughal berlanjut; Delhi dan Agra sebagai pusat kekuasaan; Perdagangan rempah-rempah dengan Portugis dan Belanda; Seni dan arsitektur berkembang; Konsolidasi kekuasaan Mughal; Reformasi administrasi; Agama Hindu dan Islam berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; EIC aktif di India; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Zaman keemasan arsitektur Mughal; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Ekspansi ke Deccan berlanjut; Perang panjang melawan Maratha berlanjut; Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluas; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Persia (Safavid): Shah Sultan Husayn masih memerintah (1694-1722); Zaman keemasan Safavid berlanjut; Isfahan sebagai ibu kota berkembang; Syiah menjadi agama resmi; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Seni dan budaya Persia berkembang; Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi militer dan administrasi; Arsitektur Persia berkembang; Perdagangan sutra dengan Eropa; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Ottoman (1639) berlanjut; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Safavid akan melemah; Invasi Afghanistan akan terjadi (1722); Dinasti Safavid akan berakhir (1722).
  • Ottoman: Mustafa II menjadi sultan (1695-1703); Ahmed II telah meninggal (1695); Perdamaian dengan Safavid Persia (1639) berlanjut; Ekspansi ke Eropa terhenti; Janissary corps berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Konflik dengan Safavid Persia berkurang; Perang dengan Venesia; Perdagangan Mediterania aktif; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perdamaian dengan Safavid (1639) berlanjut; Pengepungan Wina (1683) sudah terjadi; Ottoman dikalahkan oleh koalisi Eropa; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti; Perang dengan Kekaisaran Romawi Suci (1683-1699) berlanjut; Perjanjian Karlowitz (1699) akan mengakhiri perang; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya (Siam) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok, India, dan Eropa; Portugis dan Belanda bersaing untuk perdagangan; Malaka masih dikuasai Portugis; Perdagangan rempah-rempah aktif; Kerajaan Mataram di Jawa berkembang; Perdagangan dengan Belanda meningkat; VOC aktif di Asia Tenggara; Kontestasi antara kekuatan Eropa dan lokal; Batavia (Jakarta) berkembang sebagai pusat VOC; Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: William III dan Mary II masih memerintah (1689-1702); Revolusi Agung Inggris (1688); James II digulingkan; Monarki konstitusional dimulai; Dinasti Stuart berakhir; Reformasi Protestan berkembang; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; EIC aktif di Asia; Perdagangan dengan Eropa; Populasi ~5 juta jiwa; Ekspansi kolonial ke Amerika Utara; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perang Sipil Inggris (1642-1651) sudah berakhir; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Bill of Rights (1689) membatasi kekuasaan raja; Bank of England didirikan (1694); Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Perdamaian Ryswick (1697) akan mengakhiri perang; Anne akan menjadi ratu (1702-1714); William III akan meninggal (1702).
  • Spanyol: Carlos II masih memerintah (1665-1700); Zaman keemasan Spanyol; Kolonisasi Karibia dan Meksiko berlanjut; Eksplorasi Amerika Selatan; Sistem encomienda berkembang; Perdagangan dengan koloni; Perdagangan dengan koloni berkembang; Ekspansi kolonial; Perang dengan Belanda berlanjut; Perdagangan perak dari Amerika; Populasi ~8 juta jiwa; Inkuisisi Spanyol aktif; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Kekaisaran Spanyol mulai melemah; Perang Suksesi Spanyol akan terjadi (1701-1714); Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Perdamaian Ryswick (1697) akan mengakhiri perang.
  • Belanda: Republik Belanda berkembang; Kemerdekaan Belanda diakui; Perdagangan dengan Asia berkembang; Ekspansi kolonial; VOC aktif; Perdagangan rempah-rempah; Perdagangan dengan India dan Asia Tenggara; Kompetisi dengan Portugis dan Spanyol; Awal kapitalisme modern; Perdagangan global berkembang; Populasi ~1.5 juta jiwa; Toleransi agama relatif tinggi; Seni Belanda berkembang; Zaman keemasan Belanda; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Rembrandt aktif; Perdamaian Ryswick (1697) akan mengakhiri perang.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah (1643-1715); Louis XIV memerintah secara langsung (1661); Cardinal Mazarin telah meninggal (1661); Dinasti Bourbon; Edict of Nantes dicabut (1685); Huguenot ditekan; Konsolidasi kerajaan; Hubungan dengan Italia; Perdagangan dengan koloni; Ekspansi kolonial dimulai; Populasi ~18 juta jiwa; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan berkembang; Politik anti-Habsburg; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Versailles akan dibangun; Zaman keemasan Prancis dimulai; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Perdamaian Ryswick (1697) akan mengakhiri perang; Perang dengan Spanyol akan terjadi.
  • Kekaisaran Romawi Suci: Leopold I masih menjadi kaisar (1658-1705); Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Sistem negara modern dimulai; Konflik agama berkurang; Kontra-Reformasi aktif; Populasi ~20 juta jiwa; Rekonstruksi setelah Perang Tiga Puluh Tahun; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perang dengan Ottoman (1683-1699) berlanjut; Pengepungan Wina (1683) - koalisi Eropa mengalahkan Ottoman; Ekspansi Ottoman ke Eropa terhenti; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Perdamaian Ryswick (1697) akan mengakhiri perang; Perjanjian Karlowitz (1699) akan mengakhiri perang dengan Ottoman.
  • Swedia: Charles XI masih memerintah (1660-1697); Kekuatan militer Swedia berkembang; Perdamaian Westphalia (1648) sudah ditandatangani; Swedia mendapat wilayah di Jerman utara; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perang Besar Utara akan terjadi (1700-1721); Charles XII akan menjadi raja (1697-1718); Charles XI akan meninggal (1697).
  • Italia: Venesia masih menjadi republik maritim kuat; Perdagangan Mediterania aktif; Seni Renaisans berkembang; Florence dan Roma sebagai pusat budaya; Populasi ~13 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Revolusi ilmiah berkembang; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Portugal: Pedro II masih menjadi raja (1683-1706); Kemerdekaan Portugal dipulihkan; Dinasti Braganza; Ekspansi maritim Portugis; Perdagangan rempah-rempah dengan India; Koloni di Brasil berkembang; Eksplorasi ke Asia Tenggara; Perdagangan dengan Tiongkok dan Jepang; Ekspansi kolonial; Kompetisi dengan Belanda dan Inggris meningkat; Populasi ~1.5 juta jiwa; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik.
  • Rusia: Pyotr I (Peter the Great) masih menjadi tsar (1682-1725); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~12 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Modernisasi besar-besaran dimulai; Perang Besar Utara (1700-1721) akan terjadi; Pendirian St. Petersburg (1703) akan terjadi; Reformasi militer dan administrasi akan dimulai.
  • Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perdamaian Augsburg (1555); Prinsip ‘cuius regio, eius religio’; Perang agama di Eropa berkurang; Perang antara Protestan dan Katolik berkurang; Perdamaian agama relatif stabil; Konflik agama masih terjadi; Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berlanjut; Perang dengan Ottoman (1683-1699) berlanjut; Kontra-Reformasi aktif; Edict of Nantes dicabut (1685); Huguenot ditekan; Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Perdamaian Ryswick (1697) akan mengakhiri perang; Perjanjian Karlowitz (1699) akan mengakhiri perang dengan Ottoman.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir dan sebagian besar Afrika Utara; Mesir menjadi provinsi Ottoman; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen di bawah Dinasti Saadi; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Barbarossa bersaudara aktif di Mediterania; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Afrika Utara: Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak berkembang pesat; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak meningkat; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan triangular (Eropa-Afrika-Amerika) berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Kilwa melemah setelah serangan Portugis; Perdagangan dengan Arab dan India; Swahili sebagai lingua franca; Perdagangan emas, gading, dan rempah-rempah; Portugis mengancam dominasi; Mombasa dan Malindi sebagai pusat perdagangan; Portugis membangun benteng di Mombasa; Perdagangan dengan India berkembang; Perdagangan dengan Arab berkembang; Perdagangan dengan Asia berkembang; Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan Samudra Hindia berkembang.
  • Sahel: Kerajaan Songhai sudah runtuh setelah serangan Maroko (1591); Kerajaan-kerajaan kecil mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat pembelajaran meskipun melemah; Perdagangan trans-Sahara; Islam berkembang; Pusat intelektual dan perdagangan; Perdagangan emas dan garam; Kerajaan-kerajaan Hausa berkembang; Perdagangan dengan Afrika Utara berkembang; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu sebagai pusat ilmu meskipun melemah; Universitas Sankore masih berfungsi.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Meksiko: Koloni Spanyol berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan dan tambang berkembang; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Tengah berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkawinan campuran; Budaya hibrida; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi.
  • Amerika Selatan: Koloni Spanyol di Peru berkembang; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Tambang emas dan perak berkembang; Potosí (Bolivia) menjadi tambang perak terbesar di dunia; Budak Afrika diimpor; Eksplorasi ke Amerika Selatan berlanjut; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi pribumi menurun drastis; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi.
  • Karibia: Spanyol mengkolonisasi Hispaniola, Kuba, dan Puerto Rico; Sistem encomienda masih aktif; Populasi pribumi menurun drastis karena penyakit; Perkebunan tebu dan tambang emas; Budak Afrika diimpor dalam jumlah besar; Santo Domingo sebagai pusat kolonial; Perdagangan dengan Spanyol berkembang; Perkebunan tebu berkembang; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi.
  • Amerika Utara: Eksplorasi Eropa dimulai; Perdagangan dengan pribumi; Kolonisasi berkembang; Jamestown berkembang; Koloni Plymouth berkembang; Perdagangan bulu; Perdagangan dengan Eropa; Kontak dengan pribumi; Eksplorasi ke Amerika Utara; Kolonisasi permanen berkembang; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Populasi pribumi masih relatif utuh; Kolonisasi Inggris berkembang; Quebec berkembang; Koloni New Amsterdam berkembang; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Perang dengan pribumi terjadi.
  • Brasil: Portugis mengkolonisasi Brasil; Perkebunan tebu berkembang; Budak Afrika diimpor; Perdagangan dengan Portugal berkembang; Koloni Eropa berkembang; Populasi pribumi menurun; Populasi Eropa dan Afrika meningkat; Masyarakat kolonial berkembang; Perkebunan tebu menjadi basis ekonomi; Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi; Tambang emas ditemukan di Minas Gerais (1690s-1720s); Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Perdagangan dengan Afrika.
  • Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi; Pemberontakan pribumi terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Dinamika kolonial kompleks; Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Resistensi terhadap kolonisasi; Negosiasi dengan penjajah; Dinamika kolonial kompleks.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Polinesia: Migrasi Polinesia sudah selesai; Hawaii, Selandia Baru, dan Rapa Nui sudah dihuni; Navigasi bintang dan budaya maritim; Pertanian dan perikanan; Kontak pertama dengan Eropa (Magellan di Filipina, 1521); Sistem politik suku berkembang; Budaya lisan dan seni berkembang; Belum ada kontak langsung dengan Eropa di Polinesia; Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Ekosistem masih relatif utuh; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Melanesia: Masyarakat Melanesia di Papua Nugini; Pertanian ubi jalar dan taro; Sistem kekerabatan kompleks; Budaya dan bahasa beragam; Perdagangan antar pulau; Belum ada kontak dengan Eropa; Sistem politik suku berkembang; Navigasi dan pertanian berkembang; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Australia: Masyarakat Aborigin Australia; Berburu dan meramu; Budaya lisan dan seni cadas; Tidak ada kontak dengan dunia luar; Populasi ~300.000-1 juta; Sistem totem dan dreamtime; Belum ada kontak dengan Eropa; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa; Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.
  • Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang; Kontak dengan Eropa masih terbatas; Adaptasi budaya; Diplomasi dengan penjelajah Eropa; Resistensi terhadap kolonisasi; Perubahan ekologi akibat kontak; Spesies baru diperkenalkan; Perubahan ekosistem; Perubahan pola pertanian; Perubahan akan terjadi setelah kontak Eropa lebih intensif; Penyakit baru menyebar; Perubahan ekosistem; Spesies invasif; Perubahan pola pertanian; Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang.

Tahun 17.00

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi memerintah (1661-1722); Dinasti Qing mencapai puncak kekuasaan; Ekspansi ke Mongolia dan Tibet; Populasi Tiongkok mencapai ~150 juta jiwa; Sistem ujian kekaisaran diperkuat; Kompilasi Kangxi Dictionary dimulai (1710-1716).
  • Jepang (Edo): Tokugawa Tsunayoshi menjadi shogun (1680-1709); Periode Genroku (1688-1704) - puncak budaya Edo; Seni ukiyo-e berkembang; Chikamatsu Monzaemon menulis drama bunraku; Urbanisasi Edo mencapai ~1 juta jiwa.
  • India (Mughal): Kaisar Aurangzeb memerintah (1658-1707); Ekspansi ke Deccan; Perang panjang melawan Maratha; Kekaisaran Mughal mencapai wilayah terluas; Konflik dengan Sikh dan Rajput meningkat.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam mencapai puncak; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa berkembang; Kerajaan Mataram di Jawa menghadapi fragmentasi; VOC (Belanda) menguasai perdagangan rempah.
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; Portugis, Belanda, Inggris, dan Prancis bersaing di rute perdagangan.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: William III dan Mary II memerintah (1689-1702); Bill of Rights (1689) membatasi kekuasaan raja; Bank of England didirikan (1694); Perang Sembilan Tahun (1688-1697) berakhir; Act of Settlement (1701) mengatur suksesi.
  • Prancis: Louis XIV memerintah (1643-1715); Perang Sembilan Tahun berakhir dengan Perjanjian Ryswick (1697); Versailles menjadi pusat kekuasaan; Prancis menjadi negara terkuat di Eropa; Populasi ~20 juta jiwa.
  • Spanyol: Carlos II meninggal tanpa pewaris (1700); Perang Suksesi Spanyol dimulai (1701-1714); Philippe d’Anjou (Felipe V) vs. Archduke Charles; Kekaisaran Spanyol mulai menurun.
  • Rusia: Pyotr I (Peter the Great) memerintah (1682-1725); Modernisasi besar-besaran dimulai; Perang Besar Utara melawan Swedia (1700-1721); Pendirian St. Petersburg (1703); Reformasi militer dan administrasi.
  • Jerman: Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi menjadi 300+ negara bagian; Brandenburg-Prussia berkembang di bawah Friedrich I; Perang Sembilan Tahun melibatkan banyak negara Jerman.
  • Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Isaac Newton mempublikasikan Principia Mathematica (1687); Royal Society aktif di London; Akademi Sains Prancis didirikan (1666).

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang di Ghana modern; Perdagangan emas dan budak dengan Eropa meningkat; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan kekuasaan; Rute perdagangan trans-Sahara masih aktif.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo mengalami fragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis menguasai Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman menguasai Zanzibar; Perdagangan budak dan gading dengan Arab; Swahili Coast tetap menjadi pusat perdagangan; Ethiopia (Abyssinia) independen di bawah dinasti Solomonic.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Populasi pemukim Eropa ~1.500 jiwa.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan segitiga (Eropa-Afrika-Amerika) mencapai puncak; ~6 juta budak Afrika diangkut ke Amerika (1500-1800).

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni Inggris berkembang; Populasi ~250.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perdagangan dengan Karibia; Perang Raja William (1689-1697) melawan Prancis.
  • Amerika Utara (Prancis): New France (Kanada) berkembang; Louisiana didirikan (1682); Perdagangan bulu dengan penduduk asli; Populasi ~15.000 pemukim Prancis; Konflik dengan Inggris dan Iroquois.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang pesat; Populasi budak Afrika melebihi pemukim Eropa; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni gula terkaya; Jamaika dikuasai Inggris (1655); Perdagangan segitiga aktif.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai sebagian besar; Potosí (Peru) menghasilkan perak; Sistem encomienda dan mita; Populasi penduduk asli menurun drastis akibat penyakit; Mestizo berkembang sebagai kelas baru.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula dan tambang emas; Populasi budak Afrika besar; Salvador menjadi ibu kota; Perdagangan dengan Afrika meningkat.
  • Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi penduduk asli Amerika menurun 80-90% sejak 1492.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin tetap dominan; ~300.000-1 juta penduduk; Belanda telah menjelajahi pantai barat; William Dampier menjelajahi (1688, 1699); Belum ada permukiman Eropa permanen.
  • Selandia Baru: Maori mendominasi; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Abel Tasman adalah orang Eropa pertama (1642).
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional masih digunakan; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang sebagai kerajaan regional.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Navigasi Eropa memetakan pulau-pulau; Penyakit Eropa belum menyebar luas.

Tahun 17.05

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi memerintah; Ekspedisi ke Tibet (1705-1706); Konflik dengan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia melalui Nerchinsk; Sistem ujian kekaisaran berlanjut; Populasi ~160 juta jiwa.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Tsunayoshi masih memerintah; Periode Genroku berlanjut; Seni dan sastra berkembang; Chikamatsu Monzaemon aktif; Urbanisasi Edo mencapai puncak; Kebijakan “Laws of Compassion” untuk hewan.
  • India (Mughal): Aurangzeb masih memerintah; Perang panjang melawan Maratha berlanjut; Pertempuran di Deccan; Kekaisaran mulai menunjukkan tanda-tanda kelemahan; Faksi-faksi regional mulai memberontak.
  • Persia (Safavid): Shah Sultan Husayn memerintah (1694-1722); Kekaisaran Safavid mulai melemah; Konflik dengan Ottoman; Pemberontakan suku-suku; Ekonomi menurun.
  • Asia Tenggara: Ayutthaya masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang saudara di berbagai kerajaan.
  • Tiongkok: Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; populasi dan pasar tumbuh; Sistem administrasi birokrasi yang efisien.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Ratu Anne memerintah (1702-1714); Perang Suksesi Spanyol dimulai (1701); Inggris bergabung dengan Aliansi Agung; Pertempuran Blenheim (1704) - kemenangan besar Marlborough; Act of Union dengan Skotlandia (1707) membentuk Kerajaan Britania Raya.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah; Perang Suksesi Spanyol (1701-1714); Prancis mendukung Felipe V; Pertempuran Blenheim - kekalahan besar; Ekonomi tertekan oleh perang; Populasi ~21 juta jiwa.
  • Spanyol: Perang Suksesi Spanyol (1701-1714); Felipe V (Bourbon) vs. Archduke Charles (Habsburg); Pertempuran di Spanyol, Italia, dan Belanda; Kekaisaran Spanyol terpecah; Ekonomi kolonial menurun.
  • Rusia: Pyotr I (Peter the Great) memerintah; Perang Besar Utara (1700-1721); Pertempuran Poltava (1709) - kemenangan besar atas Swedia; Modernisasi militer; St. Petersburg berkembang; Reformasi administrasi.
  • Jerman: Perang Suksesi Spanyol melibatkan banyak negara Jerman; Brandenburg-Prussia berkembang; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Perang di Rhineland; Aliansi berubah-ubah.
  • Belanda: Republik Belanda terlibat Perang Suksesi Spanyol; Perdagangan global berkembang; VOC masih dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan.
  • Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem pajak modern berkembang; Birokrasi profesional muncul.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Osei Tutu I menjadi Asantehene (1701); Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Populasi budak yang diangkut meningkat.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak.
  • Sahel: Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat intelektual; Perdagangan trans-Sahara; Kerajaan Bornu dan Kanem-Bornu aktif.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Ethiopia independen; Perdagangan dengan Arab dan India.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~300.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Perdagangan dengan Karibia; Perang Ratu Anne (1702-1713) melawan Prancis.
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Konflik dengan Inggris; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~20.000 pemukim.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Ekonomi ekstraktif.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas ditemukan di Minas Gerais (1690s-1720s); Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Perdagangan dengan Afrika.
  • Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi kolonial berbasis ekstraksi.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin dominan; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi; William Dampier telah mengunjungi; Navigasi Eropa memetakan pantai.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Belum ada kontak Eropa; Populasi ~100.000-200.000; Masyarakat tradisional berkembang.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Kerajaan regional berkembang.
  • Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Navigasi Eropa memetakan Pasifik; Kontak sporadis dengan penduduk asli.

Tahun 17.10

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi memerintah; Ekspedisi ke Tibet berhasil; Konflik dengan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia; Kangxi Dictionary dikompilasi (1710-1716) - kamus standar Tiongkok; Populasi ~170 juta jiwa; Sistem administrasi efisien.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienobu menjadi shogun (1709-1712); Periode Genroku berakhir; Seni dan sastra berkembang; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok.
  • India (Mughal): Aurangzeb meninggal (1707); Perang Suksesi Mughal (1707-1712); Bahadur Shah I memerintah (1707-1712); Kekaisaran mulai melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan.
  • Persia (Safavid): Shah Sultan Husayn masih memerintah; Kekaisaran Safavid melemah; Pemberontakan suku-suku; Konflik dengan Ottoman; Ekonomi menurun; Persia menghadapi krisis.
  • Ottoman: Ahmed III menjadi sultan (1703-1730); Periode Tulip (Lale Devri) dimulai; Perang dengan Rusia (1710-1711); Pertempuran Pruth (1711); Perjanjian Pruth dengan Rusia; Kekaisaran Ottoman masih kuat.
  • Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Mughal, Maratha, dan kerajaan regional bersaing; Perdagangan dengan Eropa berkembang; VOC dan EIC aktif.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Ratu Anne masih memerintah; Perang Suksesi Spanyol berlanjut; Pertempuran Malplaquet (1709) - kemenangan mahal; Act of Union dengan Skotlandia (1707); Kerajaan Britania Raya terbentuk; Populasi ~6.5 juta jiwa.
  • Prancis: Louis XIV masih memerintah; Perang Suksesi Spanyol berlanjut; Pertempuran Malplaquet - kekalahan; Ekonomi tertekan; Populasi ~21 juta jiwa; Perpajakan tinggi; Ketidakpuasan rakyat meningkat.
  • Spanyol: Perang Suksesi Spanyol berlanjut; Felipe V (Bourbon) vs. Archduke Charles; Pertempuran di Spanyol; Kekaisaran Spanyol terpecah; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa.
  • Rusia: Pyotr I (Peter the Great) memerintah; Perang Besar Utara berlanjut; Pertempuran Poltava (1709) - kemenangan besar; St. Petersburg berkembang; Modernisasi besar-besaran; Reformasi militer dan administrasi; Populasi ~15 juta jiwa.
  • Jerman: Perang Suksesi Spanyol melibatkan negara Jerman; Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich I menjadi raja di Prussia (1701); Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Aliansi berubah-ubah.
  • Belanda: Republik Belanda terlibat perang; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik tertekan oleh perang.
  • Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perdagangan Atlantik berkembang; Perusahaan-perusahaan dagang (EIC, VOC) aktif; Navigasi dan pemetaan membaik.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang di Nigeria; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~15.000-20.000 per tahun.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen.
  • Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan rempah, gading, dan budak; Budaya Swahili berkembang; Islam menyebar di pesisir.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~350.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Perdagangan dengan Karibia; Perang Ratu Anne (1702-1713); Boston, New York, Philadelphia berkembang.
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Konflik dengan Inggris; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~25.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim 10:1; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~300.000 jiwa.
  • Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta berdasarkan ras berkembang; Mestizo, Mulatto, Creole sebagai kelas; Budaya hibrida berkembang; Agama sinkretis muncul.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau.
  • Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi; Kontak Eropa masih terbatas; Budaya tradisional tetap kuat; Navigasi tradisional masih digunakan.

Tahun 17.15

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi masih memerintah; Kangxi Dictionary dikompilasi (1710-1716); Ekspedisi ke Tibet berhasil; Konflik dengan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~175 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ietsugu menjadi shogun (1713-1716); Periode Genroku berakhir; Seni dan sastra berkembang; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Ekonomi stabil.
  • India (Mughal): Jahandar Shah memerintah (1712-1713); Farrukhsiyar menjadi kaisar (1713-1719); Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi.
  • Persia (Safavid): Shah Sultan Husayn masih memerintah; Kekaisaran Safavid melemah; Pemberontakan suku-suku; Konflik dengan Ottoman; Ekonomi menurun; Persia menghadapi krisis; Pemberontakan Afghan dimulai.
  • Ottoman: Ahmed III masih memerintah; Periode Tulip (Lale Devri) berlanjut; Perang dengan Venesia (1714-1718); Perjanjian Pruth dengan Rusia (1711); Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan.
  • Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perang berkala antara Ottoman dan Safavid; Rute perdagangan terpengaruh; Perbatasan berubah-ubah.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: Ratu Anne meninggal (1714); George I (Hanover) menjadi raja (1714-1727); Perang Suksesi Spanyol berakhir (1713); Perjanjian Utrecht (1713) mengakhiri perang; Inggris memperoleh Gibraltar, Minorca, dan hak perdagangan; Populasi ~6.5 juta jiwa; Whig Party dominan.
  • Prancis: Louis XIV meninggal (1715); Louis XV menjadi raja (1715-1774) - berusia 5 tahun; Philippe II, Duke of Orléans menjadi wali penguasa (1715-1723); Perang Suksesi Spanyol berakhir; Perjanjian Utrecht; Ekonomi tertekan; Populasi ~21 juta jiwa; Periode Régence dimulai.
  • Spanyol: Perang Suksesi Spanyol berakhir (1713); Felipe V (Bourbon) memenangkan perang; Perjanjian Utrecht; Kekaisaran Spanyol terpecah; Kehilangan teritori di Eropa; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Reformasi Bourbon dimulai.
  • Rusia: Pyotr I (Peter the Great) memerintah; Perang Besar Utara berlanjut; St. Petersburg berkembang; Modernisasi besar-besaran; Reformasi militer dan administrasi; Akademi Sains didirikan (1724); Populasi ~15 juta jiwa; Ekspansi ke timur.
  • Jerman: Perang Suksesi Spanyol berakhir; Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich I masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Aliansi berubah-ubah; Ekonomi regional berkembang.
  • Belanda: Republik Belanda; Perang Suksesi Spanyol berakhir; Perjanjian Utrecht; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil.
  • Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Reformasi Protestan dan Kontra-Reformasi; Toleransi beragama berkembang di beberapa negara; Konflik agama berkurang; Filsafat Pencerahan muncul.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~20.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen.
  • Afrika Utara: Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium; Ottoman menguasai sebagian besar; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Perdagangan Mediterania aktif; Populasi ~10-12 juta jiwa.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~400.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Perdagangan dengan Karibia; Perang Ratu Anne berakhir (1713); Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang.
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Konflik dengan Inggris berkurang; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~30.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities (komunitas budak yang melarikan diri) berkembang.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon dimulai.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~400.000 jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan budak; Perlawanan penduduk asli; Negosiasi dengan kolonialis; Maroon communities; Budaya resistensi berkembang.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat.
  • Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang; Spesies invasif belum menyebar luas; Ekosistem masih relatif utuh; Kontak Eropa terbatas; Perubahan ekologi minimal.

Tahun 17.20

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi masih memerintah; Kangxi Dictionary selesai (1716); Ekspedisi ke Tibet berhasil; Konflik dengan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~180 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan tekstil diekspor ke Eropa.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Yoshimune menjadi shogun (1716-1745); Periode Kyōhō dimulai; Reformasi Kyōhō (1716-1736) - reformasi ekonomi dan administrasi; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil.
  • India (Mughal): Muhammad Shah menjadi kaisar (1719-1748); Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; Nizam-ul-Mulk mendirikan Hyderabad (1724); Baji Rao I menjadi Peshwa Maratha (1720-1740).
  • Persia (Safavid): Shah Sultan Husayn masih memerintah; Kekaisaran Safavid melemah; Pemberontakan Afghan dimulai (1719-1722); Mahmud Hotak memimpin pemberontakan; Persia menghadapi krisis besar; Ekonomi menurun; Konflik dengan Ottoman.
  • Ottoman: Ahmed III masih memerintah; Periode Tulip (Lale Devri) berlanjut; Perang dengan Venesia berakhir (1718); Perjanjian Passarowitz (1718); Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang.
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; VOC, EIC, dan perusahaan Eropa lainnya bersaing; Rute perdagangan Asia-Eropa aktif; Pelabuhan-pelabuhan penting: Batavia, Surat, Canton, Calicut.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: George I (Hanover) masih memerintah; Perjanjian Utrecht (1713); Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~6.5 juta jiwa; Whig Party dominan; South Sea Bubble (1720) - skandal keuangan besar; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal.
  • Prancis: Louis XV masih muda; Philippe II, Duke of Orléans sebagai wali penguasa; Periode Régence berlanjut; Perjanjian Utrecht; Ekonomi pulih; Populasi ~22 juta jiwa; Mississippi Company (1717-1720) - skandal keuangan; John Law’s system; Seni dan sastra berkembang.
  • Spanyol: Felipe V (Bourbon) masih memerintah; Reformasi Bourbon dimulai; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat.
  • Rusia: Pyotr I (Peter the Great) memerintah; Perang Besar Utara berlanjut; St. Petersburg berkembang; Modernisasi besar-besaran; Reformasi militer dan administrasi; Akademi Sains didirikan (1724); Populasi ~16 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Tabel Ranks (1722) - sistem birokrasi.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich Wilhelm I memerintah (1713-1740); Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Aliansi berubah-ubah.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Seni berkembang (Rembrandt, Vermeer telah meninggal).
  • Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Filsafat Pencerahan berkembang; Voltaire, Montesquieu aktif; Sains berkembang; Seni Barok dan Rococo berkembang.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~25.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan segitiga aktif; Populasi budak yang diangkut meningkat; Ekonomi pesisir terpengaruh; Kerajaan-kerajaan pesisir berkembang.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~450.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat.
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~35.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang; Ekspansi ke barat.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon dimulai; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi penduduk asli menurun drastis; Populasi budak Afrika meningkat; Mestizo dan Creole berkembang; Budaya hibrida muncul.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Navigasi Eropa memetakan pulau-pulau; Kontak sporadis dengan penduduk asli; Perdagangan terbatas; Penyakit Eropa belum menyebar luas.

Tahun 17.25

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Kangxi meninggal (1722); Kaisar Yongzheng memerintah (1722-1735); Reformasi administrasi dan fiskal; Perang melawan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~190 juta jiwa; Sistem administrasi diperkuat; Korupsi dikurangi; Perpajakan direformasi.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Yoshimune masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang.
  • India (Mughal): Muhammad Shah masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Nizam-ul-Mulk mendirikan Hyderabad (1724); Baji Rao I menjadi Peshwa Maratha; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; Perang antara Mughal dan Maratha.
  • Persia: Kekaisaran Safavid runtuh (1722); Mahmud Hotak (Afghan) menaklukkan Isfahan; Shah Sultan Husayn digulingkan; Dinasti Hotak memerintah (1722-1729); Perang dengan Ottoman; Persia dalam krisis; Nader Shah akan bangkit (1736).
  • Ottoman: Ahmed III masih memerintah; Periode Tulip (Lale Devri) berlanjut; Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Persia (1722-1727).
  • Tiongkok: Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; populasi dan pasar tumbuh; Sistem administrasi efisien; Perdagangan dengan Eropa melalui Canton; Porcelain dan teh diekspor.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: George I meninggal (1727); George II menjadi raja (1727-1760); Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~6.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat.
  • Prancis: Louis XV masih muda; Philippe II, Duke of Orléans meninggal (1723); Louis XV mulai memerintah sendiri (1723); Ekonomi pulih; Populasi ~22 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang.
  • Spanyol: Felipe V (Bourbon) masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Perang dengan Inggris di Karibia.
  • Rusia: Pyotr I (Peter the Great) meninggal (1725); Yekaterina I memerintah (1725-1727); Pyotr II memerintah (1727-1730); Perang Besar Utara berakhir (1721); Perjanjian Nystad (1721) - Rusia memperoleh akses ke Baltik; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~16 juta jiwa.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich Wilhelm I masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Aliansi berubah-ubah; Militer Prussia diperkuat.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika.
  • Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem pajak modern berkembang; Birokrasi profesional; Militer profesional; Negara-bangsa modern muncul.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~30.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Sahel: Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat intelektual; Perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan Bornu dan Kanem-Bornu aktif; Perdagangan emas, garam, dan budak.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~550.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Georgia didirikan (1732).
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~40.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~600.000 jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi kolonial berbasis ekstraksi; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Komoditas: gula, tembakau, emas, perak, bulu.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Navigasi Eropa memetakan Pasifik; Kontak sporadis dengan penduduk asli; Perdagangan terbatas; Penyakit Eropa belum menyebar luas.

Tahun 17.30

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Yongzheng masih memerintah; Reformasi administrasi dan fiskal berlanjut; Perang melawan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~200 juta jiwa; Sistem administrasi diperkuat; Korupsi dikurangi; Perpajakan direformasi; Seni dan sastra berkembang.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Yoshimune masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Genbun (1736-1741) dimulai.
  • India (Mughal): Muhammad Shah masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Baji Rao I menjadi Peshwa Maratha; Perang antara Mughal dan Maratha; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; Nizam-ul-Mulk di Hyderabad.
  • Persia: Dinasti Hotak memerintah (1722-1729); Nader Shah bangkit (1729-1747); Nader Shah mengalahkan Hotak (1729); Persia mulai pulih; Perang dengan Ottoman; Nader Shah akan menjadi penguasa kuat; Ekonomi mulai pulih.
  • Ottoman: Ahmed III digulingkan (1730); Mahmud I menjadi sultan (1730-1754); Pemberontakan Patrona Halil (1730); Periode Tulip berakhir; Perang dengan Persia (1730-1736); Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan.
  • Asia Selatan: Imperium besar mengonsolidasikan militer dan administrasi; Mughal, Maratha, dan kerajaan regional bersaing; Perdagangan dengan Eropa berkembang; VOC dan EIC aktif; Fragmentasi politik meningkat.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: George II masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~6.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang dengan Spanyol (1739-1748).
  • Prancis: Louis XV masih memerintah; Ekonomi pulih; Populasi ~23 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang; Perang Suksesi Polandia (1733-1738); Aliansi dengan Spanyol.
  • Spanyol: Felipe V masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Perang dengan Inggris di Karibia.
  • Rusia: Anna Ioannovna memerintah (1730-1740); Perang Suksesi Polandia (1733-1738); St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~17 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang dengan Ottoman (1735-1739).
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich Wilhelm I masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Aliansi berubah-ubah; Militer Prussia diperkuat; Perang Suksesi Polandia.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika.
  • Maritim: Ekspansi pelayaran membentuk koloni dan ekonomi global; Perdagangan Atlantik berkembang; Perusahaan-perusahaan dagang (EIC, VOC) aktif; Navigasi dan pemetaan membaik; Perdagangan global meningkat.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~35.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Swahili: Kota pelabuhan terhubung ke India–Arab; komoditas memengaruhi kekuasaan; Perdagangan rempah, gading, dan budak; Budaya Swahili berkembang; Islam menyebar di pesisir; Perdagangan aktif dengan Asia.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~650.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia didirikan (1732); Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Perang dengan Spanyol (1739-1748).
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~45.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang; Perang dengan Spanyol.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~700.000 jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Masyarakat: Pencampuran budaya dan stratifikasi rasial jadi struktur sosial baru; Sistem kasta berdasarkan ras berkembang; Mestizo, Mulatto, Creole sebagai kelas; Budaya hibrida berkembang; Agama sinkretis muncul; Hierarki sosial kompleks.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Komunitas: Masyarakat pulau merespons melalui adaptasi, diplomasi, dan resistensi; Kontak Eropa masih terbatas; Budaya tradisional tetap kuat; Navigasi tradisional masih digunakan; Perdagangan terbatas.

Tahun 17.35

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Yongzheng meninggal (1735); Kaisar Qianlong memerintah (1735-1796); Periode keemasan Qing dimulai; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~210 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Yoshimune masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Genbun (1736-1741).
  • India (Mughal): Muhammad Shah masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Baji Rao I menjadi Peshwa Maratha; Perang antara Mughal dan Maratha; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; Nizam-ul-Mulk di Hyderabad; Perang Karnatik (1746-1763) dimulai.
  • Persia: Nader Shah memerintah (1736-1747); Dinasti Afsharid didirikan; Nader Shah menaklukkan India (1739); Menjarah Delhi; Mengambil Takht-e-Taous (Peacock Throne); Persia menjadi kekuatan regional; Perang dengan Ottoman; Ekonomi pulih.
  • Ottoman: Mahmud I masih memerintah; Perang dengan Persia (1730-1736); Perjanjian Konstantinopel (1736); Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang.
  • Asia Barat: Kontestasi imperium (Ottoman–Safavid/Afsharid) membentuk jalur dagang dan konflik; Perang berkala antara Ottoman dan Persia; Rute perdagangan terpengaruh; Perbatasan berubah-ubah; Nader Shah menjadi kekuatan baru.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: George II masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~6.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang dengan Spanyol (1739-1748); Perang Suksesi Austria (1740-1748).
  • Prancis: Louis XV masih memerintah; Perang Suksesi Polandia berakhir (1738); Perang Suksesi Austria (1740-1748); Ekonomi pulih; Populasi ~23 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang; Aliansi dengan Prusia.
  • Spanyol: Felipe V masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Perang dengan Inggris di Karibia; Perang Suksesi Austria.
  • Rusia: Anna Ioannovna masih memerintah; Perang Suksesi Polandia berakhir (1738); Perang dengan Ottoman berakhir (1739); Perjanjian Belgrade (1739); St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~17 juta jiwa; Ekspansi ke timur.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich Wilhelm I meninggal (1740); Friedrich II (Frederick the Great) memerintah (1740-1786); Perang Suksesi Austria (1740-1748); Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Netral dalam perang Eropa.
  • Agama: Kontestasi agama mendorong konflik dan penataan ulang politik; Reformasi Protestan dan Kontra-Reformasi; Toleransi beragama berkembang di beberapa negara; Konflik agama berkurang; Filsafat Pencerahan berkembang; Deisme dan skeptisisme muncul.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~40.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Utara: Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis bagi kerajaan/imperium; Ottoman menguasai sebagian besar; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Perdagangan Mediterania aktif; Populasi ~10-12 juta jiwa; Perang dengan Eropa sporadis.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~750.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Perang dengan Spanyol (1739-1748); Perang Raja George (1744-1748).
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~50.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris; Perang Raja George (1744-1748).
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang; Perang dengan Spanyol.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~800.000 jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Perlawanan: Pemberontakan dan negosiasi lokal membentuk dinamika kolonial; Pemberontakan budak; Perlawanan penduduk asli; Negosiasi dengan kolonialis; Maroon communities; Budaya resistensi berkembang; Pemberontakan di berbagai koloni.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Lingkungan: Perubahan ekologi akibat kontak (spesies baru) berdampak jangka panjang; Spesies invasif belum menyebar luas; Ekosistem masih relatif utuh; Kontak Eropa terbatas; Perubahan ekologi minimal; Penyakit Eropa belum menyebar luas.

Tahun 17.40

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~220 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu (Perpustakaan Lengkap Empat Perpustakaan) dikompilasi (1773-1782).
  • Jepang (Edo): Tokugawa Yoshimune masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Genbun (1736-1741) berlanjut.
  • India (Mughal): Muhammad Shah masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Baji Rao I menjadi Peshwa Maratha; Perang antara Mughal dan Maratha; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; Nizam-ul-Mulk di Hyderabad; Perang Karnatik (1746-1763) berlanjut.
  • Persia: Nader Shah masih memerintah; Dinasti Afsharid; Persia menjadi kekuatan regional; Perang dengan Ottoman; Ekonomi pulih; Nader Shah akan dibunuh (1747); Persia akan mengalami krisis lagi.
  • Ottoman: Mahmud I masih memerintah; Perang dengan Persia berakhir (1736); Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Venesia (1714-1718) telah berakhir.
  • Samudra Hindia: Perdagangan global rempah dan tekstil mengubah geopolitik pelabuhan; VOC, EIC, dan perusahaan Eropa lainnya bersaing; Rute perdagangan Asia-Eropa aktif; Pelabuhan-pelabuhan penting: Batavia, Surat, Canton, Calicut; Perdagangan meningkat.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: George II masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~6.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang Suksesi Austria (1740-1748); Perang Raja George (1744-1748).
  • Prancis: Louis XV masih memerintah; Perang Suksesi Austria (1740-1748); Ekonomi pulih; Populasi ~24 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang; Aliansi dengan Prusia; Pertempuran Fontenoy (1745).
  • Spanyol: Felipe V meninggal (1746); Fernando VI memerintah (1746-1759); Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Perang Suksesi Austria.
  • Rusia: Anna Ioannovna meninggal (1740); Ivan VI memerintah (1740-1741); Yelizaveta Petrovna menjadi tsarina (1741-1762); Perang Suksesi Austria (1740-1748); St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~18 juta jiwa; Ekspansi ke timur.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Perang Suksesi Austria (1740-1748); Pertempuran Mollwitz (1741) - kemenangan Prussia; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Netral dalam perang Eropa.
  • Renaissance: Humanisme, seni, dan sains awal mempercepat perubahan budaya; Filsafat Pencerahan berkembang; Voltaire, Montesquieu, Rousseau aktif; Sains berkembang; Seni Barok dan Rococo berkembang; Musik klasik berkembang (Bach, Handel, Vivaldi).

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~45.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan segitiga aktif; Populasi budak yang diangkut meningkat; Ekonomi pesisir terpengaruh; Kerajaan-kerajaan pesisir berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Amerika meningkat.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~850.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Perang Raja George (1744-1748); Perang Suksesi Austria.
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~55.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris; Perang Raja George (1744-1748).
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang; Perang dengan Spanyol.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~900.000 jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Kolonisasi: Koloni Eropa berkembang; penyakit dan kerja paksa mengubah demografi; Populasi penduduk asli menurun drastis; Populasi budak Afrika meningkat; Mestizo dan Creole berkembang; Budaya hibrida muncul; Populasi koloni meningkat.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Kontak: Kontak awal Eropa di Pasifik mengubah peta dan pertukaran; Navigasi Eropa memetakan pulau-pulau; Kontak sporadis dengan penduduk asli; Perdagangan terbatas; Penyakit Eropa belum menyebar luas; Ekosistem masih relatif utuh.

Tahun 17.45

1. Asia (Ming/Qing Awal, Mughal, Ottoman)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~230 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieshige menjadi shogun (1745-1760); Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Kan’en (1748-1751) dimulai.
  • India (Mughal): Muhammad Shah masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Baji Rao I menjadi Peshwa Maratha; Perang antara Mughal dan Maratha; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; Nizam-ul-Mulk di Hyderabad; Perang Karnatik (1746-1763) berlanjut; Pertempuran Plassey akan terjadi (1757).
  • Persia: Nader Shah masih memerintah; Dinasti Afsharid; Persia menjadi kekuatan regional; Perang dengan Ottoman; Ekonomi pulih; Nader Shah akan dibunuh (1747); Persia akan mengalami krisis lagi; Dinasti Zand akan bangkit (1750).
  • Ottoman: Mahmud I masih memerintah; Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Venesia telah berakhir; Perang dengan Persia telah berakhir.
  • Tiongkok: Negara besar mengatur pajak dan perdagangan; populasi dan pasar tumbuh; Sistem administrasi efisien; Perdagangan dengan Eropa melalui Canton; Porcelain dan teh diekspor; Ekonomi berkembang pesat.

2. Eropa (Renaissance–Negara Modern Awal)

  • Inggris: George II masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~6.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang Suksesi Austria berakhir (1748); Perjanjian Aix-la-Chapelle (1748); Perang Raja George berakhir (1748).
  • Prancis: Louis XV masih memerintah; Perang Suksesi Austria berakhir (1748); Perjanjian Aix-la-Chapelle (1748); Ekonomi pulih; Populasi ~24 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang; Aliansi dengan Prusia berubah.
  • Spanyol: Fernando VI masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Perang Suksesi Austria berakhir (1748); Netralitas dalam perang Eropa.
  • Rusia: Yelizaveta Petrovna masih memerintah; Perang Suksesi Austria berakhir (1748); St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~18 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang dengan Swedia (1741-1743) telah berakhir.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Perang Suksesi Austria berakhir (1748); Perjanjian Aix-la-Chapelle (1748); Prussia memperoleh Silesia; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Netral dalam perang Eropa.
  • Negara: Konsolidasi monarki dan birokrasi memperkuat negara fiskal-militer; Sistem pajak modern berkembang; Birokrasi profesional; Militer profesional; Negara-bangsa modern muncul; Perjanjian perdamaian mengatur keseimbangan kekuatan.

3. Afrika (Atlantik & Samudra Hindia)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~50.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Sahel: Kerajaan-kerajaan mempertahankan rute darat dan pusat pembelajaran; Timbuktu masih menjadi pusat intelektual; Perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan Bornu dan Kanem-Bornu aktif; Perdagangan emas, garam, dan budak; Populasi ~15-20 juta jiwa.

4. Amerika (Kolonisasi & Ekonomi Atlantik)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~950.000 jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Perang Raja George berakhir (1748); Perang Suksesi Austria berakhir (1748).
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~60.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris; Perang Raja George berakhir (1748).
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang; Perang dengan Spanyol berakhir.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~1 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Ekonomi: Perkebunan dan tambang mengikat benua ke ekonomi Atlantik; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi kolonial berbasis ekstraksi; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Komoditas: gula, tembakau, emas, perak, bulu; Populasi koloni meningkat.

5. Oseania (Kontak Eropa Bertahap)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Eksplorasi: Pemetaan samudra memperluas rute global dan klaim kolonial; Navigasi Eropa memetakan Pasifik; Kontak sporadis dengan penduduk asli; Perdagangan terbatas; Penyakit Eropa belum menyebar luas; Ekosistem masih relatif utuh.

Tahun 17.50

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~240 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Perang dengan Burma (1765-1769) akan terjadi.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieshige masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Kan’en (1748-1751) berlanjut; Kelaparan besar (1755-1756).
  • India (Mughal): Ahmad Shah Bahadur memerintah (1748-1754); Alamgir II menjadi kaisar (1754-1759); Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; Perang Karnatik (1746-1763) berlanjut; Pertempuran Plassey akan terjadi (1757); Robert Clive aktif.
  • Persia: Nader Shah dibunuh (1747); Dinasti Afsharid melemah; Dinasti Zand didirikan oleh Karim Khan Zand (1750-1779); Persia mengalami fragmentasi; Perang saudara; Ekonomi menurun; Perang dengan Ottoman berlanjut.
  • Ottoman: Mahmud I masih memerintah; Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Venesia telah berakhir; Perang dengan Persia telah berakhir; Perang dengan Rusia akan terjadi (1768-1774).
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Nasionalisme belum muncul; Identitas regional berkembang; Reformasi administrasi di berbagai kerajaan.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George II masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~6.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang Tujuh Tahun akan dimulai (1756); Perang dengan Prancis di Amerika (1754-1763).
  • Prancis: Louis XV masih memerintah; Ekonomi pulih; Populasi ~24 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang; Perang Tujuh Tahun akan dimulai (1756); Aliansi dengan Austria; Perang dengan Inggris di Amerika (1754-1763).
  • Spanyol: Fernando VI masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Netralitas dalam perang Eropa; Perjanjian Madrid (1750) dengan Portugal.
  • Rusia: Yelizaveta Petrovna masih memerintah; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~18 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang Tujuh Tahun akan dimulai (1756); Aliansi dengan Austria; Perang dengan Prusia akan terjadi.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Perang Tujuh Tahun akan dimulai (1756); Aliansi dengan Inggris.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Netral dalam perang Eropa.
  • Portugal: José I memerintah (1750-1777); Marquês de Pombal menjadi perdana menteri (1750-1777); Reformasi besar-besaran; Gempa bumi besar menghancurkan Lisbon (1755); Bencana alam terbesar di Eropa modern; ~60.000-100.000 tewas; Mengubah pemikiran filosofis; Voltaire menulis Candide (1759) sebagai respons.
  • Imperium: Gempa bumi besar menghancurkan Lisbon (1755); Bencana alam terbesar di Eropa modern; Mengubah pemikiran filosofis; Perang Tujuh Tahun akan mengubah peta Eropa; Perang global pertama.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~55.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~5.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai.
  • Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan segitiga aktif; Populasi budak yang diangkut meningkat; Ekonomi pesisir terpengaruh; Kerajaan-kerajaan pesisir berkembang.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~1.1 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Perang dengan Prancis (1754-1763); Perang Raja George telah berakhir.
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~65.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris; Perang dengan Inggris (1754-1763).
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~1.2 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Koloni Inggris memiliki otonomi terbatas; Sistem perwakilan berkembang; Konflik dengan metropole meningkat; Identitas kolonial berkembang.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Perdagangan terbatas; Kontak Eropa sporadis; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan ekonomi minimal.

Tahun 17.55

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~250 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Perang dengan Burma (1765-1769) akan terjadi.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieshige masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Kelaparan besar (1755-1756); Periode Hōreki (1751-1764) dimulai.
  • India (Mughal): Alamgir II masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; Perang Karnatik (1746-1763) berlanjut; Pertempuran Plassey (1757) - kemenangan besar EIC; Robert Clive menguasai Bengal; EIC menjadi kekuatan politik di India.
  • Persia: Dinasti Zand berkuasa; Karim Khan Zand masih memerintah; Persia mengalami fragmentasi; Perang saudara berkurang; Ekonomi mulai pulih; Perang dengan Ottoman berlanjut; Persia relatif stabil.
  • Ottoman: Mahmud I masih memerintah; Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Venesia telah berakhir; Perang dengan Persia telah berakhir; Perang dengan Rusia akan terjadi (1768-1774).
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perdagangan Asia-Eropa meningkat; Perusahaan-perusahaan dagang (EIC, VOC) aktif; Rute perdagangan global berkembang; Komoditas: rempah, teh, tekstil, porcelain.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George II masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~6.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang Tujuh Tahun dimulai (1756); Perang dengan Prancis di Amerika (1754-1763); Pertempuran Plassey (1757) - kemenangan di India.
  • Prancis: Louis XV masih memerintah; Ekonomi pulih; Populasi ~24 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang; Perang Tujuh Tahun dimulai (1756); Aliansi dengan Austria; Perang dengan Inggris di Amerika (1754-1763); Pertempuran Rossbach (1757) - kekalahan dari Prusia.
  • Spanyol: Fernando VI masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Netralitas dalam perang Eropa; Perjanjian Madrid (1750) dengan Portugal.
  • Rusia: Yelizaveta Petrovna masih memerintah; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~18 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang Tujuh Tahun dimulai (1756); Aliansi dengan Austria; Perang dengan Prusia; Pertempuran Gross-Jägersdorf (1757) - kemenangan Rusia.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Perang Tujuh Tahun dimulai (1756); Aliansi dengan Inggris; Pertempuran Rossbach (1757) - kemenangan besar; Pertempuran Leuthen (1757) - kemenangan besar.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Netral dalam perang Eropa.
  • Sains: Perang Tujuh Tahun dimulai (1756); Konflik global pertama; Perang di Eropa, Amerika, dan Asia; Perang mengubah keseimbangan kekuatan; Perang akan berlangsung hingga 1763; Perang global pertama dalam sejarah.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~60.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~6.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara.
  • Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perdagangan budak meningkat; Populasi Afrika terpengaruh; Migrasi paksa ke Amerika; Perdagangan segitiga aktif.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~1.2 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Perang dengan Prancis (1754-1763); Perang Tujuh Tahun di Amerika.
  • Amerika Utara (Prancis): New France berkembang; Louisiana berkembang; Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi ~70.000 pemukim; Quebec dan Montreal berkembang; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris; Perang dengan Inggris (1754-1763); Perang Tujuh Tahun di Amerika.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~1.3 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Imperium: Pengaruh hemisfer meningkat melalui perdagangan dan intervensi; Perang Tujuh Tahun mengubah keseimbangan kekuatan; Inggris vs. Prancis di Amerika; Perdagangan global meningkat; Koloni menjadi lebih penting.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Kontak Eropa masih terbatas; Budaya tradisional tetap kuat; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan minimal.

Tahun 17.60

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate berhasil; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~260 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Perang dengan Burma (1765-1769) dimulai.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieharu menjadi shogun (1760-1786); Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Meiwa (1764-1772) dimulai.
  • India (Mughal): Shah Alam II menjadi kaisar (1759-1806); Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; Perang Karnatik berakhir (1763); EIC menguasai Bengal; Perjanjian Allahabad (1765) - EIC memperoleh diwani (hak pajak) Bengal.
  • Persia: Dinasti Zand berkuasa; Karim Khan Zand masih memerintah; Persia relatif stabil; Ekonomi pulih; Perang dengan Ottoman berlanjut; Persia menjadi kekuatan regional.
  • Ottoman: Osman III menjadi sultan (1754-1757); Mustafa III menjadi sultan (1757-1774); Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Rusia akan terjadi (1768-1774).
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; EIC menjadi kekuatan politik di India; Perusahaan-perusahaan Eropa memperkuat posisi; Reformasi administrasi di berbagai kerajaan.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George II meninggal (1760); George III menjadi raja (1760-1820); Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~7 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang Tujuh Tahun berlanjut (1756-1763); Perjanjian Paris (1763) mengakhiri perang; Inggris memperoleh Kanada dan India.
  • Prancis: Louis XV masih memerintah; Ekonomi tertekan oleh perang; Populasi ~24 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang; Perang Tujuh Tahun berlanjut (1756-1763); Perjanjian Paris (1763) - Prancis kehilangan Kanada dan India; Aliansi dengan Austria.
  • Spanyol: Fernando VI meninggal (1759); Carlos III menjadi raja (1759-1788); Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Perjanjian Paris (1763) - Spanyol memperoleh Louisiana dari Prancis.
  • Rusia: Yelizaveta Petrovna masih memerintah; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~18 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang Tujuh Tahun berlanjut (1756-1763); Aliansi dengan Austria; Perang dengan Prusia.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Perang Tujuh Tahun berlanjut (1756-1763); Aliansi dengan Inggris.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Netral dalam perang Eropa.
  • Industri: Industrialisasi mengubah kelas pekerja, kota, dan produktivitas; Revolusi Industri dimulai di Inggris; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Pertambangan meningkat; Urbanisasi meningkat; Kelas pekerja baru muncul.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~65.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~8.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara.
  • Kolonisasi: Penjajahan formal meningkat; ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa meningkat.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~1.6 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Perang dengan Prancis berakhir (1763); Perjanjian Paris (1763); Proklamasi 1763 membatasi ekspansi ke barat; Ketegangan dengan Inggris meningkat.
  • Amerika Utara (Prancis): New France hilang ke Inggris (1763); Louisiana diberikan ke Spanyol (1762); Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi pemukim Prancis ~60.000 jiwa; Quebec dan Montreal dikuasai Inggris; Perang dengan Inggris berakhir (1763); Perjanjian Paris (1763).
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~1.5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Koloni Amerika berkembang; Urbanisasi meningkat; Perdagangan meningkat; Ekonomi kolonial berkembang; Ketegangan dengan metropole meningkat.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Kolonisasi: Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru; Kontak Eropa masih terbatas; Budaya tradisional tetap kuat; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan minimal.

Tahun 17.65

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate berhasil; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~270 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Perang dengan Burma (1765-1769) berlanjut.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieharu masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Meiwa (1764-1772) berlanjut.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; EIC menguasai Bengal; Perjanjian Allahabad (1765) - EIC memperoleh diwani (hak pajak) Bengal; EIC menjadi kekuatan politik utama di India.
  • Persia: Dinasti Zand berkuasa; Karim Khan Zand masih memerintah; Persia relatif stabil; Ekonomi pulih; Perang dengan Ottoman berlanjut; Persia menjadi kekuatan regional.
  • Ottoman: Mustafa III masih memerintah; Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Rusia akan terjadi (1768-1774).
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; EIC menjadi kekuatan politik di India; VOC aktif di Asia Tenggara; Perusahaan-perusahaan Eropa memperkuat posisi; Ekonomi ekstraktif berkembang.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~7 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang Tujuh Tahun berakhir (1763); Perjanjian Paris (1763); Inggris memperoleh Kanada dan India; Ketegangan dengan koloni Amerika meningkat; Stamp Act (1765) memicu protes.
  • Prancis: Louis XV masih memerintah; Ekonomi tertekan oleh perang; Populasi ~24 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang; Perang Tujuh Tahun berakhir (1763); Perjanjian Paris (1763) - Prancis kehilangan Kanada dan India; Aliansi dengan Austria; Reformasi fiskal dimulai.
  • Spanyol: Carlos III masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~7.5 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Perjanjian Paris (1763) - Spanyol memperoleh Louisiana dari Prancis; Reformasi kolonial.
  • Rusia: Yelizaveta Petrovna meninggal (1761); Pyotr III memerintah (1761-1762); Yekaterina II (Catherine the Great) menjadi tsarina (1762-1796); St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~18 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang Tujuh Tahun berakhir (1763).
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Perang Tujuh Tahun berakhir (1763); Aliansi dengan Inggris.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~1.9 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Netral dalam perang Eropa.
  • Revolusi: Ide hak warga dan republik memicu perubahan rezim; Filsafat Pencerahan berkembang; Rousseau menulis The Social Contract (1762); Voltaire, Montesquieu aktif; Ide-ide revolusioner menyebar; Toleransi beragama berkembang.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~70.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~10.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara.
  • Perlawanan: Perlawanan lokal dan negosiasi elite membentuk politik kolonial; Pemberontakan sporadis; Negosiasi dengan kolonialis; Resistensi terhadap perdagangan budak; Kerajaan-kerajaan lokal mempertahankan otonomi.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~1.8 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Perang dengan Prancis berakhir (1763); Proklamasi 1763 membatasi ekspansi ke barat; Stamp Act (1765) memicu protes; Ketegangan dengan Inggris meningkat; “No taxation without representation” menjadi slogan.
  • Amerika Utara (Prancis): New France hilang ke Inggris (1763); Louisiana diberikan ke Spanyol (1762); Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi pemukim Prancis ~60.000 jiwa; Quebec dan Montreal dikuasai Inggris; Perang dengan Inggris berakhir (1763).
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~1.6 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Negara: Ekspansi negara dan pasar; konflik perbatasan dan integrasi wilayah; Koloni Inggris berkembang; Ketegangan dengan metropole meningkat; Identitas kolonial berkembang; Konflik perbatasan dengan penduduk asli.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh.
  • Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Kontak Eropa masih terbatas; Budaya tradisional tetap kuat; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan minimal.

Tahun 17.70

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate berhasil; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~280 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Perang dengan Burma berakhir (1769); Ekspedisi ke Vietnam (1771-1789) akan terjadi.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieharu masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Meiwa (1764-1772) berlanjut; Kelaparan besar (1770-1771).
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; EIC menguasai Bengal; Perjanjian Allahabad (1765) - EIC memperoleh diwani (hak pajak) Bengal; EIC menjadi kekuatan politik utama di India; Perang dengan Maratha (1775-1782) akan terjadi.
  • Persia: Dinasti Zand berkuasa; Karim Khan Zand masih memerintah; Persia relatif stabil; Ekonomi pulih; Perang dengan Ottoman berlanjut; Persia menjadi kekuatan regional.
  • Ottoman: Mustafa III masih memerintah; Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Rusia (1768-1774) berlanjut; Perjanjian Küçük Kaynarca (1774) akan mengakhiri perang.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Nasionalisme belum muncul; Identitas regional berkembang; Reformasi administrasi di berbagai kerajaan; Pendidikan tradisional berkembang.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~7.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Ketegangan dengan koloni Amerika meningkat; Townshend Acts (1767) memicu protes; Boston Massacre (1770); Tea Act (1773) akan memicu Boston Tea Party (1773).
  • Prancis: Louis XV masih memerintah; Ekonomi tertekan; Populasi ~25 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire aktif; Filsafat Pencerahan berkembang; Aliansi dengan Austria; Reformasi fiskal dimulai; Perang dengan Inggris di India berlanjut.
  • Spanyol: Carlos III masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~8 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Reformasi kolonial; Perang dengan Inggris di Karibia.
  • Rusia: Yekaterina II (Catherine the Great) masih memerintah; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~19 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang dengan Ottoman (1768-1774) berlanjut; Perjanjian Küçük Kaynarca (1774) akan mengakhiri perang; Rusia memperoleh akses ke Laut Hitam.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Aliansi dengan Inggris; Perang dengan Austria berlanjut.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~2 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Netral dalam perang Eropa.
  • Imperium: Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Inggris vs. Prancis di India; Inggris vs. Spanyol di Karibia; Perang kolonial berlanjut; Perdagangan global meningkat; Koloni menjadi lebih penting.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~75.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~12.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara.
  • Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan segitiga aktif; Populasi budak yang diangkut meningkat; Ekonomi pesisir terpengaruh; Kerajaan-kerajaan pesisir berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Amerika meningkat.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~2.1 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Ketegangan dengan Inggris meningkat; Townshend Acts (1767) memicu protes; Boston Massacre (1770); Tea Act (1773) akan memicu Boston Tea Party (1773); Revolusi Amerika akan dimulai (1775).
  • Amerika Utara (Spanyol): Louisiana dikuasai Spanyol (1762); Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi pemukim Spanyol kecil; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~1.8 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Koloni Inggris memiliki otonomi terbatas; Sistem perwakilan berkembang; Konflik dengan metropole meningkat; Identitas kolonial berkembang; Revolusi akan dimulai.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook akan menjelajahi (1770).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook akan menjelajahi (1769-1770).
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; James Cook akan menjelajahi (1768-1771).
  • Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Perdagangan terbatas; Kontak Eropa sporadis; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan ekonomi minimal; Eksplorasi Eropa akan meningkat.

Tahun 17.75

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate berhasil; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~290 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Ekspedisi ke Vietnam (1771-1789) berlanjut; Pemberontakan Miao (1775-1806) dimulai.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieharu masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode An’ei (1772-1781) dimulai; Kelaparan besar (1770-1771) telah berakhir.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; EIC menguasai Bengal; Perjanjian Allahabad (1765) - EIC memperoleh diwani (hak pajak) Bengal; EIC menjadi kekuatan politik utama di India; Perang dengan Maratha (1775-1782) dimulai; Perang dengan Mysore (1767-1799) berlanjut.
  • Persia: Dinasti Zand berkuasa; Karim Khan Zand masih memerintah; Persia relatif stabil; Ekonomi pulih; Perang dengan Ottoman berlanjut; Persia menjadi kekuatan regional.
  • Ottoman: Mustafa III meninggal (1774); Abdul Hamid I menjadi sultan (1774-1789); Kekaisaran Ottoman masih kuat; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Rusia berakhir (1774); Perjanjian Küçük Kaynarca (1774) - Rusia memperoleh akses ke Laut Hitam; Kekaisaran Ottoman melemah.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perdagangan Asia-Eropa meningkat; Perusahaan-perusahaan dagang (EIC, VOC) aktif; Rute perdagangan global berkembang; Komoditas: rempah, teh, tekstil, porcelain; Urbanisasi meningkat.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~7.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Ketegangan dengan koloni Amerika meningkat; Boston Tea Party (1773); Intolerable Acts (1774); Pertempuran Lexington dan Concord (1775); Perang Revolusi Amerika dimulai (1775-1783); Deklarasi Kemerdekaan akan menyusul (1776).
  • Prancis: Louis XV meninggal (1774); Louis XVI menjadi raja (1774-1792); Ekonomi tertekan; Populasi ~25 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Voltaire meninggal (1778); Filsafat Pencerahan berkembang; Aliansi dengan Austria; Reformasi fiskal dimulai; Mendukung koloni Amerika dalam perang; Perang dengan Inggris di India berlanjut.
  • Spanyol: Carlos III masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~8 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Reformasi kolonial; Mendukung koloni Amerika dalam perang; Perang dengan Inggris di Karibia.
  • Rusia: Yekaterina II (Catherine the Great) masih memerintah; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~19 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang dengan Ottoman berakhir (1774); Perjanjian Küçük Kaynarca (1774) - Rusia memperoleh akses ke Laut Hitam; Ekspansi ke Kaukasus; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795).
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Aliansi dengan Inggris; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795).
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~2 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Netral dalam perang Eropa; Mendukung koloni Amerika dalam perang.
  • Sains: Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Revolusi Industri dimulai di Inggris; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Pertambangan meningkat; Urbanisasi meningkat; Sains berkembang; Pencerahan berlanjut.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~80.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~15.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara.
  • Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perdagangan budak meningkat; Populasi Afrika terpengaruh; Migrasi paksa ke Amerika; Perdagangan segitiga aktif; Urbanisasi di pesisir meningkat.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Inggris): 13 koloni berkembang; Populasi ~2.4 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Inggris meningkat; Ketegangan dengan Inggris meningkat; Boston Tea Party (1773); Intolerable Acts (1774); Pertempuran Lexington dan Concord (1775); Perang Revolusi Amerika dimulai (1775-1783); Deklarasi Kemerdekaan akan menyusul (1776); George Washington menjadi komandan; Continental Army dibentuk.
  • Amerika Utara (Spanyol): Louisiana dikuasai Spanyol (1762); Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi pemukim Spanyol kecil; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris; Mendukung koloni Amerika dalam perang.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang; Perang dengan Inggris.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~2 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Amerika Utara: Pertempuran Lexington dan Concord (1775); Perang Revolusi Amerika dimulai; Deklarasi Kemerdekaan akan menyusul; Revolusi akan mengubah dunia; Koloni akan menjadi negara merdeka.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1770); Klaim Inggris akan dibuat (1788).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1769-1770); Klaim Inggris akan dibuat.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1768-1771); Eksplorasi Eropa meningkat.
  • Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Kontak Eropa meningkat; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan datang dengan kolonisasi.

Tahun 17.80

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate berhasil; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~300 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Ekspedisi ke Vietnam (1771-1789) berlanjut; Pemberontakan Miao (1775-1806) berlanjut; Pemberontakan White Lotus (1774-1805) dimulai.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieharu masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode An’ei (1772-1781) berlanjut; Kelaparan besar (1783-1787) akan terjadi.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; EIC menguasai Bengal; Perjanjian Allahabad (1765) - EIC memperoleh diwani (hak pajak) Bengal; EIC menjadi kekuatan politik utama di India; Perang dengan Maratha (1775-1782) berlanjut; Perang dengan Mysore (1767-1799) berlanjut; Perang Anglo-Maratha Pertama (1775-1782).
  • Persia: Dinasti Zand berkuasa; Karim Khan Zand meninggal (1779); Dinasti Zand melemah; Persia mengalami fragmentasi; Perang saudara; Ekonomi menurun; Perang dengan Ottoman berlanjut; Dinasti Qajar akan bangkit (1794).
  • Ottoman: Abdul Hamid I masih memerintah; Kekaisaran Ottoman melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Rusia telah berakhir (1774); Perjanjian Küçük Kaynarca (1774) - Rusia memperoleh akses ke Laut Hitam; Kekaisaran Ottoman melemah; Perang dengan Austria (1787-1791) akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; EIC menjadi kekuatan politik di India; Perusahaan-perusahaan Eropa memperkuat posisi; Reformasi administrasi di berbagai kerajaan; Tekanan kolonial meningkat.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~7.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang Revolusi Amerika berlanjut (1775-1783); Deklarasi Kemerdekaan (1776); Pertempuran Saratoga (1777) - kemenangan Amerika; Perjanjian Aliansi dengan Prancis (1778); Perang dengan Prancis, Spanyol, dan Belanda; Perjanjian Paris (1783) akan mengakhiri perang.
  • Prancis: Louis XVI masih memerintah; Ekonomi tertekan; Populasi ~26 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Filsafat Pencerahan berkembang; Aliansi dengan Austria; Reformasi fiskal dimulai; Mendukung koloni Amerika dalam perang; Perjanjian Aliansi dengan Amerika (1778); Perang dengan Inggris; Ekonomi tertekan oleh perang; Revolusi akan dimulai (1789).
  • Spanyol: Carlos III masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~8 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Reformasi kolonial; Mendukung koloni Amerika dalam perang; Perang dengan Inggris di Karibia; Perjanjian Paris (1783) akan mengakhiri perang.
  • Rusia: Yekaterina II (Catherine the Great) masih memerintah; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~20 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang dengan Ottoman telah berakhir (1774); Perjanjian Küçük Kaynarca (1774) - Rusia memperoleh akses ke Laut Hitam; Ekspansi ke Kaukasus; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795); Perang dengan Ottoman (1787-1792) akan terjadi.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Aliansi dengan Inggris; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795); Perang dengan Austria berlanjut.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~2 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Mendukung koloni Amerika dalam perang; Perang dengan Inggris (1780-1784); Perjanjian Paris (1783) akan mengakhiri perang.
  • Industri: Industrialisasi mengubah kelas pekerja, kota, dan produktivitas; Revolusi Industri dimulai di Inggris; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Pertambangan meningkat; Urbanisasi meningkat; Kelas pekerja baru muncul; Ekonomi berubah.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~85.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~18.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara.
  • Kolonisasi: Penjajahan formal meningkat; ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Kolonisasi formal dimulai.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Inggris/Amerika): 13 koloni berkembang; Populasi ~2.7 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi kolonial berkembang; Perang Revolusi Amerika berlanjut (1775-1783); Deklarasi Kemerdekaan (1776); Pertempuran Saratoga (1777) - kemenangan Amerika; Perjanjian Aliansi dengan Prancis (1778); Perang dengan Inggris; Perjanjian Paris (1783) akan mengakhiri perang; Amerika Serikat akan didirikan (1783).
  • Amerika Utara (Spanyol): Louisiana dikuasai Spanyol (1762); Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi pemukim Spanyol kecil; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Inggris; Mendukung koloni Amerika dalam perang; Perjanjian Paris (1783) akan mengakhiri perang.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang; Perang dengan Inggris.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~2.2 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Koloni Amerika berkembang; Urbanisasi meningkat; Perdagangan meningkat; Ekonomi kolonial berkembang; Revolusi akan mengubah dunia.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1770); Klaim Inggris akan dibuat (1788); First Fleet akan berlayar (1787).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1769-1770); Klaim Inggris akan dibuat.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1768-1771); Eksplorasi Eropa meningkat.
  • Kolonisasi: Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru; Kontak Eropa meningkat; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan datang dengan kolonisasi; First Fleet akan berlayar ke Australia (1787).

Tahun 17.85

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate berhasil; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~310 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Ekspedisi ke Vietnam (1771-1789) berlanjut; Pemberontakan Miao (1775-1806) berlanjut; Pemberontakan White Lotus (1774-1805) berlanjut.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieharu masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode An’ei (1772-1781) berlanjut; Kelaparan besar (1783-1787) berlanjut; Periode Tenmei (1781-1789) dimulai.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; EIC menguasai Bengal; Perjanjian Allahabad (1765) - EIC memperoleh diwani (hak pajak) Bengal; EIC menjadi kekuatan politik utama di India; Perang dengan Maratha berakhir (1782); Perang dengan Mysore (1767-1799) berlanjut; Perang Anglo-Maratha Pertama berakhir (1782).
  • Persia: Dinasti Zand berkuasa; Dinasti Zand melemah; Persia mengalami fragmentasi; Perang saudara; Ekonomi menurun; Perang dengan Ottoman berlanjut; Dinasti Qajar akan bangkit (1794); Agha Mohammad Khan Qajar aktif.
  • Ottoman: Abdul Hamid I masih memerintah; Kekaisaran Ottoman melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Rusia telah berakhir (1774); Perjanjian Küçük Kaynarca (1774) - Rusia memperoleh akses ke Laut Hitam; Kekaisaran Ottoman melemah; Perang dengan Austria (1787-1791) dimulai.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; EIC menjadi kekuatan politik di India; VOC aktif di Asia Tenggara; Perusahaan-perusahaan Eropa memperkuat posisi; Ekonomi ekstraktif berkembang; Kolonisasi formal meningkat.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~7.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan koloni Amerika meningkat; Perang Revolusi Amerika berakhir (1783); Perjanjian Paris (1783) - Inggris mengakui kemerdekaan Amerika; Inggris kehilangan 13 koloni; Perdagangan dengan Amerika berlanjut; Industrialisasi berkembang.
  • Prancis: Louis XVI masih memerintah; Ekonomi tertekan; Populasi ~26 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Filsafat Pencerahan berkembang; Aliansi dengan Austria; Reformasi fiskal dimulai; Mendukung koloni Amerika dalam perang; Perjanjian Aliansi dengan Amerika (1778); Perang dengan Inggris berakhir (1783); Perjanjian Paris (1783); Ekonomi tertekan oleh perang; Revolusi akan dimulai (1789); Estates-General akan dipanggil (1789).
  • Spanyol: Carlos III masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~8 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Reformasi kolonial; Mendukung koloni Amerika dalam perang; Perang dengan Inggris berakhir (1783); Perjanjian Paris (1783).
  • Rusia: Yekaterina II (Catherine the Great) masih memerintah; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~20 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang dengan Ottoman (1787-1792) dimulai; Perjanjian Küçük Kaynarca (1774) - Rusia memperoleh akses ke Laut Hitam; Ekspansi ke Kaukasus; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795); Perang dengan Swedia (1788-1790) akan terjadi.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Aliansi dengan Inggris; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795); Perang dengan Austria berlanjut.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~2 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Mendukung koloni Amerika dalam perang; Perang dengan Inggris berakhir (1784); Perjanjian Paris (1783); Perang Patriot (1780-1787) akan terjadi.
  • Revolusi: Ide hak warga dan republik memicu perubahan rezim; Filsafat Pencerahan berkembang; Rousseau, Voltaire, Montesquieu aktif; Ide-ide revolusioner menyebar; Toleransi beragama berkembang; Revolusi Amerika berhasil; Revolusi Prancis akan dimulai (1789).

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~90.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~20.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara.
  • Perlawanan: Perlawanan lokal dan negosiasi elite membentuk politik kolonial; Pemberontakan sporadis; Negosiasi dengan kolonialis; Resistensi terhadap perdagangan budak; Kerajaan-kerajaan lokal mempertahankan otonomi; Perlawanan meningkat.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Amerika Serikat): Amerika Serikat didirikan (1783); Populasi ~3 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi berkembang; Perang Revolusi Amerika berakhir (1783); Perjanjian Paris (1783) - kemerdekaan diakui; Konstitusi akan disusun (1787); Articles of Confederation (1781-1789); George Washington menjadi presiden pertama (1789).
  • Amerika Utara (Spanyol): Louisiana dikuasai Spanyol (1762); Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi pemukim Spanyol kecil; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Amerika Serikat; Perjanjian Paris (1783).
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang; Perang dengan Inggris berakhir.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~2.5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Negara: Ekspansi negara dan pasar; konflik perbatasan dan integrasi wilayah; Amerika Serikat didirikan; Konstitusi akan disusun; Konflik perbatasan dengan penduduk asli; Integrasi wilayah; Ekspansi ke barat dimulai.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Belum ada permukiman Eropa; Belanda telah menjelajahi pantai barat; Navigasi Eropa memetakan; Kontak sporadis; Budaya tradisional berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1770); Klaim Inggris akan dibuat (1788); First Fleet akan berlayar (1787); Permukiman Eropa akan dimulai (1788).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1769-1770); Klaim Inggris akan dibuat.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1768-1771); Eksplorasi Eropa meningkat.
  • Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Kontak Eropa meningkat; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem masih relatif utuh; Perubahan akan datang dengan kolonisasi; First Fleet akan berlayar ke Australia (1787).

Tahun 17.90

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate berhasil; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~320 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Ekspedisi ke Vietnam berakhir (1789); Pemberontakan Miao (1775-1806) berlanjut; Pemberontakan White Lotus (1774-1805) berlanjut.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari menjadi shogun (1787-1837); Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Tenmei (1781-1789) berlanjut; Kelaparan besar (1783-1787) telah berakhir; Periode Kansei (1789-1801) dimulai; Reformasi Kansei (1787-1793).
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; EIC menguasai Bengal; Perjanjian Allahabad (1765) - EIC memperoleh diwani (hak pajak) Bengal; EIC menjadi kekuatan politik utama di India; Perang dengan Mysore (1767-1799) berlanjut; Tipu Sultan memerintah Mysore (1782-1799); Perang Anglo-Maratha Kedua (1803-1805) akan terjadi.
  • Persia: Dinasti Zand berkuasa; Dinasti Zand melemah; Persia mengalami fragmentasi; Perang saudara; Ekonomi menurun; Perang dengan Ottoman berlanjut; Dinasti Qajar akan bangkit (1794); Agha Mohammad Khan Qajar aktif; Persia menghadapi krisis.
  • Ottoman: Abdul Hamid I meninggal (1789); Selim III menjadi sultan (1789-1807); Kekaisaran Ottoman melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Austria (1787-1791) berlanjut; Perang dengan Rusia (1787-1792) berlanjut; Reformasi Nizam-i Cedid (New Order) dimulai (1792-1807).
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Nasionalisme belum muncul; Identitas regional berkembang; Reformasi administrasi di berbagai kerajaan; Pendidikan tradisional berkembang; Modernisasi dimulai di beberapa kerajaan.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~8 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan Amerika berlanjut; Industrialisasi berkembang; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Pertambangan meningkat; Urbanisasi meningkat.
  • Prancis: Louis XVI masih memerintah; Ekonomi tertekan; Populasi ~27 juta jiwa; Seni dan sastra berkembang; Filsafat Pencerahan berkembang; Aliansi dengan Austria; Reformasi fiskal dimulai; Estates-General dipanggil (1789); Revolusi Prancis dimulai (1789); Bastille diserbu (1789); Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga (1789); Monarki konstitusional dimulai; Teror akan dimulai (1793); Louis XVI akan dieksekusi (1793).
  • Spanyol: Carlos III meninggal (1788); Carlos IV menjadi raja (1788-1808); Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~8 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Reformasi kolonial; Perang dengan Prancis (1793-1795) akan terjadi.
  • Rusia: Yekaterina II (Catherine the Great) masih memerintah; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~20 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang dengan Ottoman (1787-1792) berlanjut; Perjanjian Jassy (1792) akan mengakhiri perang; Ekspansi ke Kaukasus; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795); Perang dengan Swedia (1788-1790) berlanjut.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich II (Frederick the Great) meninggal (1786); Friedrich Wilhelm II memerintah (1786-1797); Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Aliansi dengan Inggris; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795); Perang dengan Austria berlanjut.
  • Belanda: Republik Belanda; Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~2 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Perang Patriot (1780-1787) telah berakhir; Republik Batavia akan didirikan (1795); Perang dengan Prancis (1793-1795) akan terjadi.
  • Imperium: Louis XVI dieksekusi (1793); Monarki Prancis berakhir; Teror dimulai; Revolusi Prancis mengubah Eropa; Perang Revolusioner Prancis (1792-1802) akan dimulai; Keseimbangan kekuatan Eropa berubah; Ide-ide revolusioner menyebar.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~95.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~22.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara; Inggris akan mengambil alih (1795).
  • Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan segitiga aktif; Populasi budak yang diangkut meningkat; Ekonomi pesisir terpengaruh; Kerajaan-kerajaan pesisir berkembang; Perdagangan dengan Eropa dan Amerika meningkat.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Amerika Serikat): Amerika Serikat didirikan (1783); Populasi ~3.5 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi berkembang; Konstitusi disusun (1787); Articles of Confederation (1781-1789); George Washington menjadi presiden pertama (1789); Bill of Rights (1791); Industrialisasi awal.
  • Amerika Utara (Spanyol): Louisiana dikuasai Spanyol (1762); Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi pemukim Spanyol kecil; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Amerika Serikat; Perjanjian Paris (1783).
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Pemberontakan budak sporadis; Maroon communities berkembang; Revolusi Haiti akan dimulai (1791).
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~2.8 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Amerika Serikat didirikan; Konstitusi disusun; Sistem demokrasi berkembang; Konflik perbatasan dengan penduduk asli; Integrasi wilayah; Ekspansi ke barat dimulai.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa dimulai (1788); First Fleet tiba (1788); Sydney didirikan (1788); Populasi pemukim Eropa ~1.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin dimulai; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Klaim Inggris dibuat (1788).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1769-1770); Klaim Inggris akan dibuat.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1768-1771); Eksplorasi Eropa meningkat.
  • Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Perdagangan terbatas; Kontak Eropa meningkat; Ekosistem mulai berubah; Perubahan ekonomi dimulai; Kolonisasi Australia dimulai.

Tahun 17.95

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong masih memerintah; Periode keemasan Qing berlanjut; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perang melawan Dzungar Khanate berhasil; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~330 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Ekspedisi ke Vietnam telah berakhir (1789); Pemberontakan Miao (1775-1806) berlanjut; Pemberontakan White Lotus (1774-1805) berlanjut; Kaisar Qianlong akan turun takhta (1796).
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Kansei (1789-1801) berlanjut; Reformasi Kansei (1787-1793) berlanjut.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; EIC menguasai Bengal; Perjanjian Allahabad (1765) - EIC memperoleh diwani (hak pajak) Bengal; EIC menjadi kekuatan politik utama di India; Perang dengan Mysore berakhir (1799); Tipu Sultan dibunuh (1799); Perang Anglo-Maratha Kedua (1803-1805) akan terjadi.
  • Persia: Dinasti Qajar didirikan (1794); Agha Mohammad Khan Qajar menjadi shah (1794-1797); Persia mengalami fragmentasi; Perang saudara berakhir; Ekonomi mulai pulih; Perang dengan Ottoman berlanjut; Persia menjadi kekuatan regional; Dinasti Qajar akan memerintah hingga 1925.
  • Ottoman: Selim III masih memerintah; Kekaisaran Ottoman melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Austria berakhir (1791); Perang dengan Rusia berakhir (1792); Perjanjian Jassy (1792) - Rusia memperoleh lebih banyak teritori; Reformasi Nizam-i Cedid (New Order) berlanjut (1792-1807); Perang dengan Prancis (1798-1801) akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif.
  • Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perdagangan Asia-Eropa meningkat; Perusahaan-perusahaan dagang (EIC, VOC) aktif; Rute perdagangan global berkembang; Komoditas: rempah, teh, tekstil, porcelain; Urbanisasi meningkat; Migrasi meningkat.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~8 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan Amerika berlanjut; Industrialisasi berkembang; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Pertambangan meningkat; Urbanisasi meningkat; Perang dengan Prancis (1793-1802) berlanjut; Perang Revolusioner Prancis (1792-1802).
  • Prancis: Louis XVI dieksekusi (1793); Monarki Prancis berakhir; Teror dimulai (1793-1794); Maximilien Robespierre memimpin Komite Keselamatan Publik; Revolusi Prancis berlanjut; Perang Revolusioner Prancis (1792-1802) berlanjut; Perang dengan Inggris, Austria, Prusia, Spanyol; Direktorat didirikan (1795-1799); Napoleon Bonaparte menjadi jenderal; Kampanye Italia (1796-1797); Napoleon melakukan kudeta (1799); Konsulat Prancis dimulai; Awal kekuasaan Napoleon.
  • Spanyol: Carlos IV masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~8 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Reformasi kolonial; Perang dengan Prancis (1793-1795) berakhir; Perjanjian Basel (1795); Aliansi dengan Prancis (1796).
  • Rusia: Yekaterina II (Catherine the Great) masih memerintah; St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~20 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Perang dengan Ottoman berakhir (1792); Perjanjian Jassy (1792) - Rusia memperoleh lebih banyak teritori; Ekspansi ke Kaukasus; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795); Perang dengan Swedia berakhir (1790); Perang dengan Prancis (1799-1800) akan terjadi.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich Wilhelm II masih memerintah; Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Aliansi dengan Inggris; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795); Perang dengan Prancis (1792-1797) berlanjut; Perang Revolusioner Prancis (1792-1802).
  • Belanda: Republik Batavia didirikan (1795); Perdagangan global berkembang; VOC dominan di Asia; Populasi ~2 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Perang dengan Prancis (1793-1795) berakhir; Republik Batavia didirikan (1795); Perang dengan Inggris (1795-1802) akan terjadi.
  • Sains: Napoleon melakukan kudeta (1799); Konsulat Prancis dimulai; Awal kekuasaan Napoleon; Revolusi Prancis mengubah Eropa; Perang Revolusioner Prancis (1792-1802) berlanjut; Keseimbangan kekuatan Eropa berubah; Ide-ide revolusioner menyebar; Industrialisasi berkembang.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~100.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~25.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara; Inggris mengambil alih (1795); Perang dengan Belanda (1795-1803).
  • Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perdagangan budak meningkat; Populasi Afrika terpengaruh; Migrasi paksa ke Amerika; Perdagangan segitiga aktif; Urbanisasi di pesisir meningkat; Kolonisasi meningkat.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Amerika Serikat): Amerika Serikat didirikan (1783); Populasi ~4 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi berkembang; Konstitusi disusun (1787); George Washington menjadi presiden pertama (1789); Bill of Rights (1791); Industrialisasi awal; Perang dengan Inggris (1812-1815) akan terjadi.
  • Amerika Utara (Spanyol): Louisiana dikuasai Spanyol (1762); Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi pemukim Spanyol kecil; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Amerika Serikat; Perjanjian Paris (1783); Louisiana akan dijual ke Amerika Serikat (1803).
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Revolusi Haiti dimulai (1791); Toussaint Louverture memimpin pemberontakan; Maroon communities berkembang; Haiti akan merdeka (1804).
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa; Revolusi akan dimulai (1810).
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~3 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Keluarga kerajaan Portugis akan pindah ke Brasil (1808).
  • Imperium: Pengaruh hemisfer meningkat melalui perdagangan dan intervensi; Amerika Serikat didirikan; Revolusi Haiti dimulai; Perdagangan global meningkat; Koloni menjadi lebih penting; Ekspansi ke barat dimulai.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa dimulai (1788); First Fleet tiba (1788); Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~5.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Klaim Inggris dibuat (1788); Kolonisasi berkembang.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1769-1770); Klaim Inggris akan dibuat.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1768-1771); Eksplorasi Eropa meningkat.
  • Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Kontak Eropa meningkat; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Perubahan akan datang dengan kolonisasi; Kolonisasi Australia berkembang.

Tahun 18.00

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Qianlong turun takhta (1796); Kaisar Jiaqing memerintah (1796-1820); Periode keemasan Qing berakhir; Ekspansi ke Xinjiang dan Tibet; Perdagangan dengan Rusia; Populasi ~340 juta jiwa; Sistem administrasi efisien; Seni dan sastra berkembang; Porcelain dan teh diekspor ke Eropa; Siku Quanshu dikompilasi; Pemberontakan Miao (1775-1806) berlanjut; Pemberontakan White Lotus (1774-1805) berlanjut; Pemberontakan akan meningkat; Tekanan kolonial meningkat.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari masih memerintah; Reformasi Kyōhō berlanjut; Kebijakan isolasi (sakoku) tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda dan Tiongkok; Urbanisasi Edo ~1 juta jiwa; Ekonomi stabil; Seni dan sastra berkembang; Periode Kansei (1789-1801) berlanjut; Reformasi Kansei (1787-1793) telah berakhir; Periode Kyōwa (1801-1804) dimulai.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; Kekaisaran melemah; Maratha, Sikh, dan Rajput memberontak; Fragmentasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; EIC memperkuat posisi; EIC menguasai Bengal; Perjanjian Allahabad (1765) - EIC memperoleh diwani (hak pajak) Bengal; EIC menjadi kekuatan politik utama di India; Perang dengan Mysore telah berakhir (1799); Tipu Sultan telah dibunuh (1799); Perang Anglo-Maratha Kedua (1803-1805) akan terjadi; Perang dengan Maratha (1803-1805, 1817-1818) akan terjadi.
  • Persia: Dinasti Qajar berkuasa; Agha Mohammad Khan Qajar telah dibunuh (1797); Fath-Ali Shah Qajar memerintah (1797-1834); Persia mengalami fragmentasi; Perang saudara berakhir; Ekonomi mulai pulih; Perang dengan Ottoman berlanjut; Persia menjadi kekuatan regional; Dinasti Qajar akan memerintah hingga 1925.
  • Ottoman: Selim III masih memerintah; Kekaisaran Ottoman melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi berbasis pertanian dan perdagangan; Seni dan arsitektur berkembang; Perang dengan Prancis (1798-1801) berlanjut; Napoleon menginvasi Mesir (1798-1801); Perjanjian Amiens (1802) akan mengakhiri perang; Reformasi Nizam-i Cedid (New Order) berlanjut (1792-1807); Perang dengan Rusia (1806-1812) akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Kerajaan Ayutthaya di Siam masih kuat; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; VOC menguasai Malaka; Kerajaan Mataram di Jawa terfragmentasi; Perang di berbagai kerajaan; Perdagangan rempah aktif; VOC akan dibubarkan (1799); Hindia Belanda akan didirikan (1800).
  • Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; EIC menjadi kekuatan politik di India; Perusahaan-perusahaan Eropa memperkuat posisi; Reformasi administrasi di berbagai kerajaan; Tekanan kolonial meningkat; Modernisasi dimulai di beberapa kerajaan.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perdagangan global berkembang; EIC aktif di India; Populasi ~8.5 juta jiwa; Whig Party dominan; Ekonomi berkembang; Industrialisasi awal; Perdagangan dengan Amerika berlanjut; Industrialisasi berkembang; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Pertambangan meningkat; Urbanisasi meningkat; Perang dengan Prancis (1793-1802) berlanjut; Perang Revolusioner Prancis (1792-1802); Perjanjian Amiens (1802) akan mengakhiri perang; Perang Napoleon (1803-1815) akan dimulai.
  • Prancis: Napoleon Bonaparte memerintah sebagai Konsul Pertama (1799-1804); Konsulat Prancis (1799-1804); Revolusi Prancis berakhir; Perang Revolusioner Prancis (1792-1802) berlanjut; Perang dengan Inggris, Austria, Prusia, Spanyol; Kampanye Italia (1796-1797) telah berakhir; Kampanye Mesir (1798-1801) telah berakhir; Perjanjian Amiens (1802) akan mengakhiri perang; Napoleon akan dinobatkan sebagai Kaisar (1804); Perang Napoleon (1803-1815) akan dimulai; Kode Napoleon (1804) akan disusun.
  • Spanyol: Carlos IV masih memerintah; Reformasi Bourbon berlanjut; Ekonomi kolonial menurun; Populasi ~8 juta jiwa; Perdagangan dengan Amerika; Kekaisaran Spanyol masih luas; Administrasi diperkuat; Reformasi kolonial; Aliansi dengan Prancis (1796); Perang dengan Inggris (1796-1802) berlanjut; Perjanjian Amiens (1802) akan mengakhiri perang; Perang dengan Inggris (1804-1808) akan terjadi.
  • Rusia: Yekaterina II (Catherine the Great) telah meninggal (1796); Pavel I memerintah (1796-1801); Aleksandr I akan menjadi tsar (1801-1825); St. Petersburg berkembang; Modernisasi berlanjut; Populasi ~20 juta jiwa; Ekspansi ke timur; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795) telah selesai; Perang dengan Prancis (1799-1800) berlanjut; Perjanjian Amiens (1802) akan mengakhiri perang; Perang dengan Prancis (1805-1807) akan terjadi.
  • Jerman: Brandenburg-Prussia berkembang; Friedrich Wilhelm II telah meninggal (1797); Friedrich Wilhelm III memerintah (1797-1840); Kekaisaran Romawi Suci terfragmentasi; Ekonomi regional berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer Prussia diperkuat; Aliansi dengan Inggris; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795) telah selesai; Perang dengan Prancis (1792-1797) telah berakhir; Perang Revolusioner Prancis (1792-1802) berlanjut; Perjanjian Amiens (1802) akan mengakhiri perang; Perang Napoleon (1803-1815) akan dimulai.
  • Belanda: Republik Batavia masih berkuasa; Perdagangan global berkembang; VOC akan dibubarkan (1799); Hindia Belanda akan didirikan (1800); Populasi ~2 juta jiwa; Ekonomi berbasis perdagangan; Keuangan publik stabil; Perdagangan dengan Asia dan Amerika; Perang dengan Inggris (1795-1802) berlanjut; Perjanjian Amiens (1802) akan mengakhiri perang; Perang dengan Inggris (1803-1814) akan terjadi.
  • Industri: Napoleon Bonaparte dinobatkan sebagai Kaisar Prancis (1804); Perang Napoleon mengubah peta Eropa; Revolusi Prancis mengubah dunia; Industrialisasi berkembang; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Pertambangan meningkat; Urbanisasi meningkat; Kelas pekerja baru muncul; Ekonomi berubah; Perang Napoleon (1803-1815) akan mengubah Eropa.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~105.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Permukiman Belanda di Cape Colony berkembang; Populasi pemukim Eropa ~28.000 jiwa; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa; VOC menguasai rute ke Asia; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Perbatasan bergerak ke utara; Inggris mengambil alih (1795); Perang dengan Belanda (1795-1803) berlanjut; Inggris akan menguasai permanen (1806).
  • Kolonisasi: Penjajahan formal meningkat; ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global; Perdagangan budak meningkat; Koloni Eropa berkembang; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Kolonisasi formal meningkat; Inggris menguasai Cape Colony; Perdagangan budak mencapai puncak.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Utara (Amerika Serikat): Amerika Serikat didirikan (1783); Populasi ~4.5 juta jiwa; Perkebunan tembakau di Virginia; Perkebunan beras di Carolina; Georgia berkembang; Perdagangan dengan Karibia; Boston, New York, Philadelphia berkembang; Ekonomi berkembang; Konstitusi disusun (1787); George Washington telah meninggal (1799); John Adams menjadi presiden (1797-1801); Thomas Jefferson akan menjadi presiden (1801-1809); Industrialisasi awal; Perang dengan Inggris (1812-1815) akan terjadi; Louisiana Purchase (1803) akan terjadi.
  • Amerika Utara (Spanyol): Louisiana dikuasai Spanyol (1762); Perdagangan bulu aktif; Aliansi dengan penduduk asli; Populasi pemukim Spanyol kecil; Ekspansi ke barat; Konflik dengan Amerika Serikat; Perjanjian Paris (1783); Louisiana akan dijual ke Amerika Serikat (1803); Perjanjian San Ildefonso (1800) - Spanyol mengembalikan Louisiana ke Prancis.
  • Karibia: Perkebunan gula berkembang; Saint-Domingue (Haiti) menjadi koloni terkaya; Jamaika berkembang; Populasi budak melebihi pemukim; Perdagangan segitiga aktif; Ekonomi berbasis perbudakan; Revolusi Haiti berlanjut (1791-1804); Toussaint Louverture memimpin pemberontakan; Maroon communities berkembang; Haiti akan merdeka (1804); Negara merdeka pertama di Amerika Latin dan pertama yang dipimpin mantan budak.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai; Potosí menghasilkan perak; Sistem encomienda; Populasi penduduk asli menurun; Mestizo berkembang; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Populasi ~10-12 juta jiwa; Revolusi akan dimulai (1810); Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) akan terjadi.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais berkembang; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~3.5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Keluarga kerajaan Portugis akan pindah ke Brasil (1808); Brasil akan menjadi kerajaan (1822).
  • Industri: Haiti merdeka dari Prancis (1804); Negara merdeka pertama di Amerika Latin dan pertama yang dipimpin mantan budak; Revolusi Haiti (1791-1804) berhasil; Toussaint Louverture telah meninggal (1803); Jean-Jacques Dessalines menjadi kaisar (1804-1806); Industrialisasi awal; Perdagangan global meningkat; Koloni menjadi lebih penting; Ekspansi ke barat dimulai.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa dimulai (1788); First Fleet tiba (1788); Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~10.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Klaim Inggris dibuat (1788); Kolonisasi berkembang; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Belum ada kontak Eropa; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1769-1770); Klaim Inggris akan dibuat; Permukiman Eropa akan dimulai (1840).
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; James Cook telah menjelajahi (1768-1771); Eksplorasi Eropa meningkat; Kontak Eropa meningkat.
  • Kolonisasi: Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru; Kontak Eropa meningkat; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Perubahan akan datang dengan kolonisasi; Kolonisasi Australia berkembang; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai.

Tahun 18.05

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Jiaqing memerintah (1796-1820); Pemberontakan White Lotus berakhir (1805); Pemberontakan Miao berlanjut hingga 1806; Populasi ~350 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi di India; Perdagangan opium mulai menjadi masalah.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari masih memerintah; Periode Kyōwa (1801-1804) berakhir; Periode Bunka (1804-1818) dimulai; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; Perang Anglo-Maratha Kedua (1803-1805) berakhir; EIC menguasai Delhi dan Agra; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan di India utara; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Sikh berkembang di Punjab.
  • Persia: Fath-Ali Shah Qajar memerintah (1797-1834); Persia mengkonsolidasikan kekuasaan; Perang dengan Rusia (1804-1813) dimulai; Persia kehilangan wilayah Kaukasus; Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil.
  • Ottoman: Selim III masih memerintah; Perang dengan Prancis berakhir (1801); Napoleon menarik diri dari Mesir; Perjanjian Amiens (1802) mempengaruhi Ottoman; Reformasi Nizam-i Cedid berlanjut; Perang dengan Rusia (1806-1812) akan dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda didirikan (1800); VOC dibubarkan (1799); Belanda mengambil alih koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Act of Union (1801) - Inggris dan Irlandia bersatu; Perjanjian Amiens (1802) mengakhiri perang dengan Prancis; Perang Napoleon (1803-1815) dimulai; Pertempuran Trafalgar (1805) - Horatio Nelson mengalahkan armada Prancis-Spanyol; Nelson gugur dalam pertempuran; Inggris menguasai lautan; Blokade kontinental Napoleon dimulai; Industrialisasi berkembang; Populasi ~10 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang.
  • Prancis: Napoleon Bonaparte menjadi Konsul Pertama (1799-1804); Napoleon dinobatkan sebagai Kaisar Prancis (1804); Kode Napoleon (1804) disusun - dasar hukum sipil modern; Perjanjian Amiens (1802) mengakhiri perang; Perang Napoleon (1803-1815) dimulai; Pertempuran Austerlitz (1805) - Napoleon mengalahkan Austria dan Rusia; Pertempuran Trafalgar (1805) - kekalahan di laut; Blokade kontinental dimulai; Concordat dengan Paus (1801); Reformasi administrasi; Populasi ~30 juta jiwa.
  • Rusia: Tsar Pavel I dibunuh (1801); Aleksandr I menjadi tsar (1801-1825); Reformasi dimulai; Perjanjian Tilsit (1807) dengan Napoleon; Pertempuran Austerlitz (1805) - kekalahan dari Napoleon; Perang dengan Persia (1804-1813); Ekspansi ke Kaukasus; Populasi ~40 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang.
  • Jerman: Friedrich Wilhelm III memerintah Prussia (1797-1840); Kekaisaran Romawi Suci dibubarkan (1806); Konfederasi Rhine didirikan (1806) di bawah Napoleon; Pertempuran Austerlitz (1805) - Austria dikalahkan; Pertempuran Jena-Auerstedt (1806) - Prussia dikalahkan; Reformasi Prussia dimulai; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat.
  • Austria: Franz II menjadi Kaisar Austria (1804); Kekaisaran Romawi Suci dibubarkan (1806); Pertempuran Austerlitz (1805) - kekalahan dari Napoleon; Perjanjian Pressburg (1805); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang.
  • Spanyol: Carlos IV masih memerintah; Perjanjian Amiens (1802); Perang dengan Inggris (1804-1808); Pertempuran Trafalgar (1805) - armada Spanyol hancur; Krisis politik; Perang Semenanjung (1808-1814) akan dimulai; Populasi ~10 juta jiwa; Kekaisaran kolonial melemah.
  • Sains & Teknologi: Alessandro Volta menemukan baterai listrik (1800); John Dalton mengusulkan teori atom (1803); Kode Napoleon (1804) - dasar hukum modern; Vaksinasi cacar diperkenalkan; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Industrialisasi awal.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Napoleon menarik diri dari Mesir (1801); Muhammad Ali Pasha menjadi gubernur Mesir (1805-1848); Reformasi dimulai di Mesir; Ottoman menguasai kembali; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir.
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~100.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Inggris mengambil alih Cape Colony (1806); Perang dengan Belanda berakhir; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~30.000 jiwa; Perdagangan berkembang.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Thomas Jefferson menjadi presiden (1801-1809); Louisiana Purchase (1803) - AS membeli Louisiana dari Prancis; Ekspansi ke barat dimulai; Lewis dan Clark Expedition (1804-1806) menjelajahi barat; Perang Tripoli (1801-1805) - perang pertama AS di luar negeri; Populasi ~5.3 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Perang dengan Inggris (1812-1815) akan terjadi.
  • Haiti: Revolusi Haiti (1791-1804) berhasil; Haiti merdeka dari Prancis (1804) - negara merdeka pertama di Amerika Latin; Jean-Jacques Dessalines menjadi kaisar (1804-1806); Toussaint Louverture telah meninggal (1803); Negara pertama yang dipimpin mantan budak; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian.
  • Amerika Latin: Spanyol menguasai sebagian besar; Revolusi akan dimulai (1810); Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) akan terjadi; Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang.
  • Brasil: Portugis menguasai; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Salvador sebagai ibu kota; Rio de Janeiro berkembang; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4 juta jiwa; Keluarga kerajaan Portugis akan pindah ke Brasil (1808); Brasil akan menjadi kerajaan (1822).

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~10.000-15.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Permukiman Eropa akan dimulai (1840).
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat.

Tahun 18.10

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Jiaqing masih memerintah (1796-1820); Pemberontakan Miao berakhir (1806); Populasi ~360 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perdagangan opium menjadi masalah; Reformasi administrasi; Seni dan sastra berkembang.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari masih memerintah; Periode Bunka (1804-1818) berlanjut; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) akan terjadi; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Sikh berkembang di Punjab; Ranjit Singh mempersatukan Sikh (1801-1839).
  • Persia: Fath-Ali Shah Qajar masih memerintah; Perang dengan Rusia (1804-1813) berlanjut; Persia kehilangan wilayah Kaukasus; Perjanjian Gulistan (1813) - Persia kehilangan Georgia, Dagestan, dan sebagian Armenia; Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil.
  • Ottoman: Selim III digulingkan (1807); Mustafa IV menjadi sultan (1807-1808); Mahmud II menjadi sultan (1808-1839); Reformasi dimulai; Perang dengan Rusia (1806-1812) berlanjut; Perjanjian Bucharest (1812) - Ottoman kehilangan Bessarabia; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Reformasi Tanzimat akan dimulai.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perang Napoleon (1803-1815) berlanjut; Blokade kontinental Napoleon; Perang dengan AS (1812-1815) dimulai; Pertempuran Waterloo (1815) akan terjadi; Industrialisasi berkembang; Populasi ~12 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Luddite Riots (1811-1816) - protes pekerja terhadap mesin.
  • Prancis: Napoleon Bonaparte masih memerintah sebagai Kaisar; Perang Semenanjung (1808-1814) - perang gerilya di Spanyol; Invasi Rusia (1812) - kegagalan besar; Pertempuran Borodino (1812); Kebakaran Moskow (1812); Mundur dari Rusia; Pertempuran Leipzig (1813) - kekalahan besar; Napoleon diasingkan ke Elba (1814); Restorasi Bourbon; Louis XVIII menjadi raja (1814-1824); Kongres Wina (1814-1815) akan membentuk ulang Eropa.
  • Rusia: Aleksandr I masih memerintah; Invasi Napoleon (1812) - kemenangan Rusia; Pertempuran Borodino (1812); Kebakaran Moskow (1812); Perang Patriotik 1812; Rusia mengusir Napoleon; Pertempuran Leipzig (1813); Kongres Wina (1814-1815); Rusia menjadi kekuatan besar; Populasi ~45 juta jiwa; Modernisasi berlanjut.
  • Jerman: Prussia berkembang; Pertempuran Leipzig (1813) - kemenangan koalisi; Perang Pembebasan (1813-1815); Kongres Wina (1814-1815) akan membentuk ulang Jerman; Konfederasi Jerman akan didirikan (1815); Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat.
  • Austria: Franz I menjadi Kaisar Austria (1804-1835); Kongres Wina (1814-1815) - Metternich memimpin; Austria menjadi kekuatan konservatif; Pertempuran Leipzig (1813); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang.
  • Spanyol: Perang Semenanjung (1808-1814) - perang gerilya melawan Napoleon; Joseph Bonaparte menjadi raja (1808-1813); Perang Kemerdekaan Spanyol; Konstitusi Cádiz (1812) - konstitusi liberal pertama; Ferdinand VII akan kembali (1814); Populasi ~10 juta jiwa; Kekaisaran kolonial melemah.
  • Sains & Teknologi: Humphry Davy menemukan natrium dan kalium (1807); John Dalton menerbitkan teori atom (1808); Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Industrialisasi berkembang; Vaksinasi cacar diperkenalkan; Kemajuan dalam kimia dan fisika.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Muhammad Ali Pasha masih memerintah Mesir (1805-1848); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen.
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~100.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~30.000-40.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: James Madison menjadi presiden (1809-1817); Perang 1812 (1812-1815) dimulai - perang dengan Inggris; Konflik tentang netralitas maritim; Pembakaran Washington DC (1814); Pertempuran New Orleans (1815); Populasi ~7.2 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut.
  • Amerika Latin: Revolusi dimulai (1810); Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) dimulai; Miguel Hidalgo memimpin pemberontakan di Meksiko (1810); Simón Bolívar memimpin pemberontakan di Venezuela (1810); José de San Martín memimpin pemberontakan di Argentina (1810); Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang.
  • Brasil: Keluarga kerajaan Portugis pindah ke Brasil (1808); Rio de Janeiro menjadi ibu kota; Brasil menjadi kerajaan (1822) akan terjadi; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi.
  • Haiti: Jean-Jacques Dessalines dibunuh (1806); Henri Christophe menjadi raja (1807-1820); Alexandre Pétion menjadi presiden (1807-1818); Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~15.000-20.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Permukiman Eropa akan dimulai (1840).
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba.

Tahun 18.15

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Jiaqing masih memerintah (1796-1820); Populasi ~370 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perdagangan opium menjadi masalah besar; Reformasi administrasi; Seni dan sastra berkembang; Pemberontakan akan meningkat; Kaisar Daoguang akan naik takhta (1820).
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari masih memerintah; Periode Bunka (1804-1818) berlanjut; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Periode Bunsei (1818-1830) akan dimulai.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) berlangsung; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Sikh berkembang di Punjab; Ranjit Singh mempersatukan Sikh (1801-1839); Kerajaan Sikh didirikan.
  • Persia: Fath-Ali Shah Qajar masih memerintah; Perjanjian Gulistan (1813) telah ditandatangani; Persia kehilangan Georgia, Dagestan, dan sebagian Armenia; Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Perang dengan Rusia akan berlanjut (1826-1828).
  • Ottoman: Mahmud II masih memerintah (1808-1839); Perjanjian Bucharest (1812) telah ditandatangani; Ottoman kehilangan Bessarabia; Reformasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Reformasi Tanzimat akan dimulai; Perang dengan Yunani (1821-1832) akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Raffles menjadi gubernur Jawa (1811-1816).

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III masih memerintah; Perang Napoleon (1803-1815) berakhir; Pertempuran Waterloo (1815) - kemenangan Inggris; Kongres Wina (1814-1815) - Inggris memperkuat posisi; Perang dengan AS (1812-1815) berakhir; Industrialisasi berkembang; Populasi ~13 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Luddite Riots (1811-1816) berlanjut; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Periode reaksi konservatif.
  • Prancis: Napoleon kembali dari Elba (1815); Seratus Hari (1815); Pertempuran Waterloo (1815) - kekalahan Napoleon; Napoleon diasingkan ke St. Helena (1815); Restorasi Bourbon; Louis XVIII menjadi raja (1814-1824); Kongres Wina (1814-1815) - Prancis kehilangan wilayah; Monarki konstitusional; Periode reaksi konservatif; Populasi ~30 juta jiwa.
  • Rusia: Aleksandr I masih memerintah; Kongres Wina (1814-1815) - Rusia memperkuat posisi; Rusia menjadi kekuatan besar; Aliansi Suci (1815) - aliansi konservatif; Quadruple Alliance (1815); Populasi ~45 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Periode reaksi konservatif.
  • Jerman: Prussia berkembang; Kongres Wina (1814-1815) - Jerman dibentuk ulang; Konfederasi Jerman didirikan (1815); 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) akan didirikan (1834).
  • Austria: Franz I masih memerintah (1804-1835); Kongres Wina (1814-1815) - Metternich memimpin; Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Quadruple Alliance (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif.
  • Spanyol: Ferdinand VII kembali (1814); Restorasi absolutisme; Konstitusi Cádiz (1812) dibatalkan; Perang Kemerdekaan Spanyol (1808-1814) berakhir; Populasi ~10 juta jiwa; Kekaisaran kolonial melemah; Revolusi akan terjadi (1820); Perang Kemerdekaan Amerika Latin berlanjut.
  • Sains & Teknologi: George Stephenson membangun lokomotif uap pertama (1814); Kemajuan dalam mesin uap; Tekstil berkembang; Industrialisasi berkembang; Vaksinasi cacar diperkenalkan; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Muhammad Ali Pasha masih memerintah Mesir (1805-1848); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai.
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~100.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~40.000-50.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) akan dimulai.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: James Madison masih memerintah (1809-1817); Perang 1812 (1812-1815) berakhir; Pertempuran New Orleans (1815) - kemenangan AS; Perjanjian Ghent (1814); Populasi ~8.4 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Era Perasaan Baik (1815-1825) dimulai; James Monroe akan menjadi presiden (1817-1825).
  • Amerika Latin: Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) berlanjut; Simón Bolívar memimpin pemberontakan di Venezuela; José de San Martín memimpin pemberontakan di Argentina; Miguel Hidalgo telah dieksekusi (1811); Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Kemerdekaan akan dicapai (1820-1825).
  • Brasil: Keluarga kerajaan Portugis masih di Brasil; Rio de Janeiro menjadi ibu kota; Brasil menjadi kerajaan (1822) akan terjadi; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; João VI akan kembali ke Portugal (1821).
  • Haiti: Henri Christophe masih memerintah (1807-1820); Alexandre Pétion masih menjadi presiden (1807-1818); Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~20.000-25.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Permukiman Eropa akan dimulai (1840); Misionaris mulai tiba.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang.

Tahun 18.20

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Daoguang naik takhta (1820-1850); Kaisar Jiaqing meninggal (1820); Populasi ~380 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perdagangan opium menjadi masalah besar; Reformasi administrasi; Seni dan sastra berkembang; Pemberontakan akan meningkat; Perang Opium Pertama (1839-1842) akan terjadi.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari masih memerintah; Periode Bunsei (1818-1830) berlanjut; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Periode Tenpō (1830-1844) akan dimulai; Kelaparan Tenpō (1833-1837) akan terjadi.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) berakhir; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Sikh berkembang di Punjab; Ranjit Singh mempersatukan Sikh (1801-1839); Kerajaan Sikh didirikan; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) akan terjadi.
  • Persia: Fath-Ali Shah Qajar masih memerintah; Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Perang dengan Rusia (1826-1828) akan terjadi; Perjanjian Turkmenchay (1828) akan ditandatangani; Persia kehilangan lebih banyak wilayah; Abbas Mirza memimpin reformasi.
  • Ottoman: Mahmud II masih memerintah (1808-1839); Reformasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perang dengan Yunani (1821-1832) dimulai; Revolusi Yunani (1821-1832); Perang Kemerdekaan Yunani; Ottoman kehilangan kontrol; Reformasi Tanzimat akan dimulai; Pembantaian Chios (1822).
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) akan terjadi; Burma kehilangan wilayah.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George III meninggal (1820); George IV menjadi raja (1820-1830); Industrialisasi berkembang; Populasi ~14 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Periode reaksi konservatif; Reformasi akan terjadi (1832); Penemuan: Hans Christian Ørsted menemukan elektromagnetisme (1820); Awal era listrik modern; Michael Faraday menemukan motor listrik (1821).
  • Prancis: Louis XVIII masih memerintah (1814-1824); Restorasi Bourbon; Monarki konstitusional; Periode reaksi konservatif; Populasi ~30 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Revolusi Juli (1830) akan terjadi; Charles X akan menjadi raja (1824-1830).
  • Rusia: Aleksandr I masih memerintah; Aliansi Suci (1815) aktif; Rusia menjadi kekuatan besar; Periode reaksi konservatif; Populasi ~45 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Pemberontakan Decembrist (1825) akan terjadi; Nikolai I akan menjadi tsar (1825-1855).
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) akan didirikan (1834); Industrialisasi berkembang.
  • Austria: Franz I masih memerintah (1804-1835); Metternich memimpin; Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif; Revolusi akan terjadi (1848).
  • Spanyol: Ferdinand VII masih memerintah; Restorasi absolutisme; Revolusi (1820) - pemberontakan liberal; Trienio Liberal (1820-1823); Konstitusi Cádiz (1812) dipulihkan; Perang Kemerdekaan Amerika Latin berlanjut; Populasi ~10 juta jiwa; Kekaisaran kolonial melemah; Kemerdekaan Amerika Latin (1820-1825).
  • Yunani: Revolusi Yunani (1821-1832) dimulai; Perang Kemerdekaan Yunani; Ottoman kehilangan kontrol; Pembantaian Chios (1822); Pertempuran Navarino (1827) akan terjadi; Kemerdekaan akan dicapai (1832); Lord Byron gugur di Missolonghi (1824).
  • Sains & Teknologi: Hans Christian Ørsted menemukan elektromagnetisme (1820); Michael Faraday menemukan motor listrik (1821); Awal era listrik modern; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Muhammad Ali Pasha masih memerintah Mesir (1805-1848); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai; Perang dengan Ottoman (1831-1833) akan terjadi.
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~80.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Liberia didirikan (1822) - koloni untuk budak yang dibebaskan.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif; Shaka Zulu mempersatukan Zulu (1816-1828).
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~50.000-60.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) akan dimulai; Shaka Zulu mempersatukan Zulu (1816-1828).

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: James Monroe masih memerintah (1817-1825); Era Perasaan Baik (1815-1825) berlanjut; Kompromi Missouri (1820) - kompromi tentang perbudakan; Populasi ~9.6 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Doktrin Monroe (1823) akan diumumkan; John Quincy Adams akan menjadi presiden (1825-1829).
  • Amerika Latin: Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) berlanjut; Kemerdekaan dicapai di banyak negara; Simón Bolívar memimpin pemberontakan; José de San Martín memimpin pemberontakan; Meksiko merdeka (1821); Gran Colombia didirikan (1819-1831); Argentina merdeka (1816); Chile merdeka (1818); Peru merdeka (1821); Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang.
  • Brasil: Keluarga kerajaan Portugis masih di Brasil; João VI kembali ke Portugal (1821); Pedro I menjadi wali penguasa; Brasil menjadi kerajaan (1822) akan terjadi; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Kemerdekaan akan dicapai (1822).
  • Haiti: Henri Christophe bunuh diri (1820); Alexandre Pétion meninggal (1818); Jean-Pierre Boyer menjadi presiden (1818-1843); Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas; Haiti menguasai Santo Domingo (1822-1844).

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~25.000-30.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Van Diemen’s Land (Tasmania) berkembang.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Permukiman Eropa akan dimulai (1840); Misionaris mulai tiba; Perdagangan dengan Eropa meningkat.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang; Kamehameha II memerintah Hawaii (1819-1824).

Tahun 18.25

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Daoguang masih memerintah (1820-1850); Populasi ~390 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perdagangan opium menjadi masalah besar; Reformasi administrasi; Seni dan sastra berkembang; Pemberontakan akan meningkat; Perang Opium Pertama (1839-1842) akan terjadi; Lin Zexu akan memimpin kampanye anti-opium (1839).
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari masih memerintah; Periode Bunsei (1818-1830) berlanjut; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Periode Tenpō (1830-1844) akan dimulai; Kelaparan Tenpō (1833-1837) akan terjadi; Tokugawa Ieyoshi akan menjadi shogun (1837-1853).
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) telah berakhir; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Sikh berkembang di Punjab; Ranjit Singh mempersatukan Sikh (1801-1839); Kerajaan Sikh didirikan; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) berlangsung; Burma kehilangan wilayah; Perjanjian Yandabo (1826) akan ditandatangani.
  • Persia: Fath-Ali Shah Qajar masih memerintah; Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Perang dengan Rusia (1826-1828) berlangsung; Perjanjian Turkmenchay (1828) akan ditandatangani; Persia kehilangan lebih banyak wilayah; Abbas Mirza memimpin reformasi; Persia kehilangan Armenia dan Azerbaijan.
  • Ottoman: Mahmud II masih memerintah (1808-1839); Reformasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perang dengan Yunani (1821-1832) berlanjut; Revolusi Yunani (1821-1832); Perang Kemerdekaan Yunani; Ottoman kehilangan kontrol; Pertempuran Navarino (1827) akan terjadi; Reformasi Tanzimat akan dimulai; Pembantaian Chios (1822) telah terjadi.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) berlangsung; Burma kehilangan wilayah; Perjanjian Yandabo (1826) akan ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: George IV masih memerintah (1820-1830); Industrialisasi berkembang; Populasi ~15 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Revolusi Transportasi: Lokomotif uap pertama beroperasi di Inggris (1825); Stockton and Darlington Railway dibuka; Revolusi transportasi dimulai; George Stephenson membangun lokomotif; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Periode reaksi konservatif; Reformasi akan terjadi (1832); William IV akan menjadi raja (1830-1837).
  • Prancis: Charles X menjadi raja (1824-1830); Restorasi Bourbon; Monarki konstitusional; Periode reaksi konservatif; Populasi ~30 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Revolusi Juli (1830) akan terjadi; Louis-Philippe akan menjadi raja (1830-1848).
  • Rusia: Aleksandr I meninggal (1825); Nikolai I menjadi tsar (1825-1855); Pemberontakan Decembrist (1825) - pemberontakan liberal; Periode reaksi konservatif; Rusia menjadi kekuatan besar; Populasi ~50 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Perang dengan Persia (1826-1828); Perjanjian Turkmenchay (1828) akan ditandatangani.
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) akan didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835).
  • Austria: Franz I masih memerintah (1804-1835); Metternich memimpin; Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif; Revolusi akan terjadi (1848).
  • Spanyol: Ferdinand VII masih memerintah; Restorasi absolutisme; Trienio Liberal (1820-1823) telah berakhir; Perang Kemerdekaan Amerika Latin berlanjut; Populasi ~10 juta jiwa; Kekaisaran kolonial melemah; Kemerdekaan Amerika Latin (1820-1825) dicapai; Spanyol kehilangan sebagian besar koloni.
  • Yunani: Revolusi Yunani (1821-1832) berlanjut; Perang Kemerdekaan Yunani; Ottoman kehilangan kontrol; Pertempuran Navarino (1827) akan terjadi; Kemerdekaan akan dicapai (1832); Lord Byron telah gugur di Missolonghi (1824); Ioannis Kapodistrias menjadi gubernur (1827-1831).
  • Sains & Teknologi: Lokomotif uap pertama beroperasi di Inggris (1825); Stockton and Darlington Railway dibuka; Revolusi transportasi dimulai; George Stephenson membangun lokomotif; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Kemajuan dalam listrik.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Muhammad Ali Pasha masih memerintah Mesir (1805-1848); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai; Perang dengan Ottoman (1831-1833) akan terjadi; Mesir menguasai Suriah (1831-1840).
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~80.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Liberia didirikan (1822) - koloni untuk budak yang dibebaskan; Monrovia didirikan (1822).
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif; Shaka Zulu mempersatukan Zulu (1816-1828); Shaka Zulu dibunuh (1828); Dingane menjadi raja Zulu (1828-1840).
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~60.000-70.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) akan dimulai; Shaka Zulu dibunuh (1828); Dingane menjadi raja Zulu (1828-1840); Kerajaan Zulu berkembang.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: John Quincy Adams menjadi presiden (1825-1829); Era Perasaan Baik (1815-1825) berakhir; Populasi ~11 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Doktrin Monroe (1823) telah diumumkan; Andrew Jackson akan menjadi presiden (1829-1837); Era Jacksonian dimulai; Perbudakan berkembang; Kompromi Missouri (1820) aktif.
  • Amerika Latin: Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) berakhir; Kemerdekaan dicapai di banyak negara; Simón Bolívar memimpin pemberontakan; José de San Martín memimpin pemberontakan; Meksiko merdeka (1821); Gran Colombia didirikan (1819-1831); Argentina merdeka (1816); Chile merdeka (1818); Peru merdeka (1821); Bolivia merdeka (1825); Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Republik baru didirikan.
  • Brasil: Pedro I menjadi kaisar (1822-1831); Brasil menjadi kerajaan (1822); Kemerdekaan dari Portugal; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) disahkan; Perang dengan Argentina (1825-1828) akan terjadi.
  • Haiti: Jean-Pierre Boyer masih memerintah (1818-1843); Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas; Haiti menguasai Santo Domingo (1822-1844); Republik Haiti didirikan.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~30.000-40.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Van Diemen’s Land (Tasmania) berkembang; Western Australia akan didirikan (1829).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Permukiman Eropa akan dimulai (1840); Misionaris mulai tiba; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perang Musket (1807-1842) berlanjut.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang; Kamehameha III memerintah Hawaii (1825-1854); Konstitusi Hawaii (1840) akan disahkan.

Tahun 18.30

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Daoguang masih memerintah (1820-1850); Populasi ~400 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perdagangan opium menjadi masalah besar; Reformasi administrasi; Seni dan sastra berkembang; Pemberontakan akan meningkat; Perang Opium Pertama (1839-1842) akan terjadi; Lin Zexu akan memimpin kampanye anti-opium (1839); Kelaparan dan bencana alam meningkat.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari masih memerintah; Periode Tenpō (1830-1844) dimulai; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Kelaparan Tenpō (1833-1837) akan terjadi; Tokugawa Ieyoshi akan menjadi shogun (1837-1853); Pemberontakan akan meningkat.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) telah berakhir; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Sikh berkembang di Punjab; Ranjit Singh mempersatukan Sikh (1801-1839); Kerajaan Sikh didirikan; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Burma kehilangan wilayah; Perang Anglo-Afghan Pertama (1839-1842) akan terjadi.
  • Persia: Fath-Ali Shah Qajar masih memerintah; Perang dengan Rusia (1826-1828) telah berakhir; Perjanjian Turkmenchay (1828) telah ditandatangani; Persia kehilangan Armenia dan Azerbaijan; Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Abbas Mirza memimpin reformasi; Mohammad Shah Qajar akan menjadi shah (1834-1848).
  • Ottoman: Mahmud II masih memerintah (1808-1839); Reformasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perang dengan Yunani (1821-1832) telah berakhir; Kemerdekaan Yunani (1832); Ottoman kehilangan kontrol; Reformasi Tanzimat akan dimulai; Perang dengan Mesir (1831-1833) akan terjadi; Mesir menguasai Suriah (1831-1840); Perang dengan Rusia (1828-1829) telah berakhir.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) berakhir; Diponegoro ditangkap (1830).

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: William IV menjadi raja (1830-1837); Industrialisasi berkembang; Populasi ~16 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi: Reformasi Parlemen (1832) - perluasan hak pilih; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Periode reaksi konservatif berakhir; Abolisi: Inggris menghapuskan perbudakan di koloninya (1833); Gerakan abolisionis mencapai kemenangan; Perbudakan dihapuskan di koloni Inggris; Victoria akan menjadi ratu (1837-1901).
  • Prancis: Revolusi Juli (1830) - pemberontakan melawan Charles X; Charles X turun takhta (1830); Louis-Philippe menjadi raja (1830-1848); Monarki Juli; Periode liberal; Populasi ~30 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Revolusi 1848 akan terjadi; Perang dengan Aljazair (1830-1847) dimulai; Aljazair dikolonisasi.
  • Belgia: Revolusi Belgia (1830) - pemberontakan melawan Belanda; Belgia merdeka dari Belanda; Leopold I menjadi raja (1831-1865); Monarki konstitusional; Populasi ~4 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Konflik dengan Belanda berlanjut.
  • Rusia: Nikolai I masih memerintah (1825-1855); Periode reaksi konservatif; Rusia menjadi kekuatan besar; Populasi ~50 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Perang dengan Persia (1826-1828) telah berakhir; Perjanjian Turkmenchay (1828) telah ditandatangani; Pemberontakan Polandia (1830-1831) dimulai; Polandia dikalahkan.
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) akan didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) akan terjadi; Revolusi 1848 akan terjadi.
  • Austria: Franz I masih memerintah (1804-1835); Metternich memimpin; Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif; Revolusi akan terjadi (1848); Ferdinand I akan menjadi kaisar (1835-1848).
  • Polandia: Pemberontakan Polandia (1830-1831) dimulai; Pemberontakan melawan Rusia; Polandia dikalahkan; Partisi Polandia (1772, 1793, 1795) telah selesai; Polandia dikuasai oleh Rusia, Prussia, dan Austria; Populasi ~10 juta jiwa; Budaya Polandia ditekan; Pemberontakan akan terjadi lagi (1863).
  • Sains & Teknologi: Lokomotif uap berkembang; Revolusi transportasi berlanjut; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Kemajuan dalam listrik; Kemajuan dalam fotografi; Charles Lyell menerbitkan Principles of Geology (1830-1833).

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Muhammad Ali Pasha masih memerintah Mesir (1805-1848); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai; Perang dengan Ottoman (1831-1833) berlangsung; Mesir menguasai Suriah (1831-1840); Aljazair: Perang dengan Prancis (1830-1847) dimulai; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Populasi ~3 juta jiwa; Perlawanan berlanjut.
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~70.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Liberia didirikan (1822) - koloni untuk budak yang dibebaskan; Monrovia didirikan (1822); Sierra Leone berkembang.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif; Dingane masih menjadi raja Zulu (1828-1840); Kerajaan Zulu berkembang; Perang dengan Boer (1838) akan terjadi.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~70.000-80.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) akan dimulai; Dingane masih menjadi raja Zulu (1828-1840); Kerajaan Zulu berkembang; Boer mulai bermigrasi ke utara.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Andrew Jackson masih memerintah (1829-1837); Era Jacksonian berlanjut; Populasi ~12.9 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Perbudakan berkembang; Kompromi Missouri (1820) aktif; Indian Removal Act (1830) - pemindahan paksa penduduk asli; Trail of Tears (1838) akan terjadi; Martin Van Buren akan menjadi presiden (1837-1841).
  • Amerika Latin: Republik baru berkembang; Simón Bolívar meninggal (1830); Gran Colombia bubar (1831); Venezuela, Kolombia, dan Ekuador merdeka; Argentina berkembang; Chile berkembang; Peru berkembang; Bolivia berkembang; Meksiko berkembang; Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang saudara dan konflik internal; Perang Peru-Bolivia (1836-1839) akan terjadi.
  • Brasil: Pedro I masih memerintah (1822-1831); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Pedro I akan turun takhta (1831); Pedro II akan menjadi kaisar (1831-1889).
  • Haiti: Jean-Pierre Boyer masih memerintah (1818-1843); Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas; Haiti menguasai Santo Domingo (1822-1844); Republik Haiti didirikan; Krisis ekonomi berlanjut.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~40.000-50.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Van Diemen’s Land (Tasmania) berkembang; Western Australia didirikan (1829); South Australia akan didirikan (1836).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Permukiman Eropa akan dimulai (1840); Misionaris mulai tiba; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perang Musket (1807-1842) berlanjut; Perjanjian Waitangi (1840) akan ditandatangani.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang; Kamehameha III masih memerintah Hawaii (1825-1854); Konstitusi Hawaii (1840) akan disahkan; Perdagangan dengan Eropa meningkat.

Tahun 18.35

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Daoguang masih memerintah (1820-1850); Populasi ~410 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perdagangan opium menjadi masalah besar; Reformasi administrasi; Seni dan sastra berkembang; Pemberontakan akan meningkat; Perang Opium: Perang Opium Pertama (1839-1842) akan dimulai; Lin Zexu akan memimpin kampanye anti-opium (1839); Kelaparan dan bencana alam meningkat; Pemberontakan Taiping (1850-1864) akan terjadi.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ienari masih memerintah; Periode Tenpō (1830-1844) berlanjut; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Kelaparan Tenpō (1833-1837) berlangsung; Tokugawa Ieyoshi akan menjadi shogun (1837-1853); Pemberontakan akan meningkat; Komodor Perry akan tiba (1853).
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) telah berakhir; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Sikh berkembang di Punjab; Ranjit Singh masih mempersatukan Sikh (1801-1839); Kerajaan Sikh didirikan; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Perang Anglo-Afghan Pertama (1839-1842) berlangsung; Afghanistan dikalahkan.
  • Persia: Mohammad Shah Qajar menjadi shah (1834-1848); Fath-Ali Shah Qajar meninggal (1834); Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Perang dengan Rusia (1826-1828) telah berakhir; Perjanjian Turkmenchay (1828) telah ditandatangani; Persia kehilangan Armenia dan Azerbaijan; Reformasi berlanjut.
  • Ottoman: Mahmud II masih memerintah (1808-1839); Reformasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perang dengan Yunani (1821-1832) telah berakhir; Kemerdekaan Yunani (1832); Ottoman kehilangan kontrol; Reformasi Tanzimat akan dimulai; Perang dengan Mesir (1831-1833) telah berakhir; Mesir menguasai Suriah (1831-1840); Perang dengan Mesir (1839-1841) akan terjadi; Abdulmejid I akan menjadi sultan (1839-1861).
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Diponegoro ditangkap (1830); Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) dimulai (1830).

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: William IV masih memerintah (1830-1837); Industrialisasi berkembang; Populasi ~16.5 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Abolisi: Inggris menghapuskan perbudakan di koloninya (1833); Gerakan abolisionis mencapai kemenangan; Perbudakan dihapuskan di koloni Inggris; Victoria akan menjadi ratu (1837-1901); Chartism (1838-1857) akan dimulai.
  • Prancis: Louis-Philippe masih memerintah (1830-1848); Monarki Juli; Periode liberal; Populasi ~30 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Revolusi 1848 akan terjadi; Perang dengan Aljazair (1830-1847) berlanjut; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang.
  • Belgia: Leopold I masih memerintah (1831-1865); Monarki konstitusional; Populasi ~4 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Konflik dengan Belanda berlanjut; Ekonomi berkembang; Reformasi berlanjut.
  • Rusia: Nikolai I masih memerintah (1825-1855); Periode reaksi konservatif; Rusia menjadi kekuatan besar; Populasi ~50 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Pemberontakan Polandia (1830-1831) telah berakhir; Polandia dikalahkan; Perang Kaukasus (1817-1864) berlanjut; Perang dengan Persia (1826-1828) telah berakhir.
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein: Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835); Revolusi 1848 akan terjadi; Friedrich List mempromosikan proteksionisme.
  • Austria: Ferdinand I menjadi kaisar (1835-1848); Franz I meninggal (1835); Metternich masih memimpin; Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif; Revolusi akan terjadi (1848).
  • Sains & Teknologi: Fotografi: Fotografi ditemukan oleh Louis Daguerre (1839); Daguerreotype dipatenkan; Revolusi dalam dokumentasi dan seni visual; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Kemajuan dalam listrik; Lokomotif uap berkembang; Charles Lyell menerbitkan Principles of Geology (1830-1833); Charles Darwin memulai perjalanan HMS Beagle (1831-1836).

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Muhammad Ali Pasha masih memerintah Mesir (1805-1848); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai; Perang dengan Ottoman (1831-1833) telah berakhir; Mesir menguasai Suriah (1831-1840); Perang dengan Ottoman (1839-1841) akan terjadi; Aljazair: Perang dengan Prancis (1830-1847) berlanjut; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Populasi ~3 juta jiwa; Perlawanan berlanjut; Abd al-Qadir memimpin perlawanan (1832-1847).
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~60.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Liberia didirikan (1822) - koloni untuk budak yang dibebaskan; Monrovia didirikan (1822); Sierra Leone berkembang; Perdagangan palm oil meningkat.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Eksplorasi Eropa meningkat; David Livingstone akan memulai eksplorasi (1841).
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif; Dingane masih menjadi raja Zulu (1828-1840); Kerajaan Zulu berkembang; Perang dengan Boer (1838) akan terjadi; Mpande akan menjadi raja Zulu (1840-1872).
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~80.000-90.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek: Great Trek (1835-1845) dimulai; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Dingane masih menjadi raja Zulu (1828-1840); Kerajaan Zulu berkembang; Perang dengan Boer (1838) akan terjadi; Pertempuran Blood River (1838) akan terjadi.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Andrew Jackson masih memerintah (1829-1837); Era Jacksonian berlanjut; Populasi ~15 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Perbudakan berkembang; Kompromi Missouri (1820) aktif; Indian Removal Act (1830) telah disahkan; Trail of Tears (1838) akan terjadi; Martin Van Buren akan menjadi presiden (1837-1841); Perang dengan Seminole (1835-1842) berlangsung; Texas merdeka (1836) akan terjadi.
  • Amerika Latin: Republik baru berkembang; Simón Bolívar telah meninggal (1830); Gran Colombia telah bubar (1831); Venezuela, Kolombia, dan Ekuador merdeka; Argentina berkembang; Chile berkembang; Peru berkembang; Bolivia berkembang; Meksiko berkembang; Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang saudara dan konflik internal; Perang Peru-Bolivia (1836-1839) berlangsung; Konfederasi Peru-Bolivia didirikan (1836-1839).
  • Brasil: Pedro II menjadi kaisar (1831-1889); Pedro I telah turun takhta (1831); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) berlangsung; Republik Rio Grande didirikan (1836).
  • Haiti: Jean-Pierre Boyer masih memerintah (1818-1843); Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas; Haiti menguasai Santo Domingo (1822-1844); Republik Haiti didirikan; Krisis ekonomi berlanjut; Santo Domingo akan merdeka (1844).

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~50.000-60.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Van Diemen’s Land (Tasmania) berkembang; Western Australia didirikan (1829); South Australia didirikan (1836); Victoria akan didirikan (1851).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Permukiman Eropa akan dimulai (1840); Misionaris mulai tiba; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perang Musket (1807-1842) berlanjut; Perjanjian Waitangi (1840) akan ditandatangani; James Busby menjadi Residen Inggris (1833-1840).
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang; Kamehameha III masih memerintah Hawaii (1825-1854); Konstitusi Hawaii (1840) akan disahkan; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perdagangan sandalwood berkembang.

Tahun 18.40

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Daoguang masih memerintah (1820-1850); Populasi ~420 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium: Perang Opium Pertama (1839-1842) berlangsung; Lin Zexu memimpin kampanye anti-opium (1839); Tiongkok dikalahkan; Perjanjian Nanking (1842) akan ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan akan meningkat; Pemberontakan Taiping (1850-1864) akan terjadi; Kaisar Xianfeng akan naik takhta (1850-1861).
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieyoshi masih memerintah (1837-1853); Periode Tenpō (1830-1844) berlanjut; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Kelaparan Tenpō (1833-1837) telah berakhir; Periode Kōka (1844-1848) akan dimulai; Komodor Perry akan tiba (1853); Perjanjian Kanagawa (1854) akan ditandatangani.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) telah berakhir; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Sikh berkembang di Punjab; Ranjit Singh telah meninggal (1839); Perang Anglo-Sikh Pertama (1845-1846) akan terjadi; Kerajaan Sikh akan dikalahkan; Perang Anglo-Afghan Pertama (1839-1842) telah berakhir; Afghanistan dikalahkan; Perjanjian Gandamak (1879) akan ditandatangani.
  • Persia: Mohammad Shah Qajar masih memerintah (1834-1848); Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Perang dengan Rusia (1826-1828) telah berakhir; Perjanjian Turkmenchay (1828) telah ditandatangani; Persia kehilangan Armenia dan Azerbaijan; Reformasi berlanjut; Naser al-Din Shah Qajar akan menjadi shah (1848-1896).
  • Ottoman: Abdulmejid I menjadi sultan (1839-1861); Mahmud II telah meninggal (1839); Reformasi Tanzimat: Reformasi Tanzimat dimulai (1839-1876); Modernisasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perang dengan Mesir (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Mesir (1839-1841) berlangsung; Mesir menguasai Suriah (1831-1840); Perjanjian London (1840) akan ditandatangani; Mesir akan kehilangan Suriah (1840); Perang Krim (1853-1856) akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) akan terjadi.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria menjadi ratu (1837-1901); William IV telah meninggal (1837); Era Victoria dimulai; Industrialisasi berkembang; Populasi ~18 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Abolisi: Inggris menghapuskan perbudakan di koloninya (1833); Gerakan abolisionis mencapai kemenangan; Chartism (1838-1857) berlanjut; Perang Opium Pertama (1839-1842) berlangsung; Perjanjian Nanking (1842) akan ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong.
  • Prancis: Louis-Philippe masih memerintah (1830-1848); Monarki Juli; Periode liberal; Populasi ~30 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Revolusi 1848 akan terjadi; Perang dengan Aljazair (1830-1847) berlanjut; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perang dengan Meksiko (1838-1839) telah berakhir.
  • Belgia: Leopold I masih memerintah (1831-1865); Monarki konstitusional; Populasi ~4 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Konflik dengan Belanda berlanjut; Ekonomi berkembang; Reformasi berlanjut; Perdagangan dengan koloni berkembang.
  • Rusia: Nikolai I masih memerintah (1825-1855); Periode reaksi konservatif; Rusia menjadi kekuatan besar; Populasi ~50 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Pemberontakan Polandia (1830-1831) telah berakhir; Polandia dikalahkan; Perang Kaukasus (1817-1864) berlanjut; Perang dengan Persia (1826-1828) telah berakhir; Perang Krim (1853-1856) akan terjadi; Aleksandr II akan menjadi tsar (1855-1881).
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 akan terjadi; Friedrich List mempromosikan proteksionisme; Otto von Bismarck akan muncul (1862).
  • Austria: Ferdinand I masih memerintah (1835-1848); Metternich masih memimpin; Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif; Revolusi akan terjadi (1848); Franz Joseph I akan menjadi kaisar (1848-1916).
  • Sains & Teknologi: Fotografi berkembang; Daguerreotype dipatenkan (1839); Revolusi dalam dokumentasi dan seni visual; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Kemajuan dalam listrik; Lokomotif uap berkembang; Charles Lyell menerbitkan Principles of Geology (1830-1833); Charles Darwin memulai perjalanan HMS Beagle (1831-1836); Telegraf listrik dikembangkan; Samuel Morse mengembangkan kode Morse (1838).

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Muhammad Ali Pasha masih memerintah Mesir (1805-1848); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai; Perang dengan Ottoman (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Ottoman (1839-1841) berlangsung; Mesir menguasai Suriah (1831-1840); Perjanjian London (1840) akan ditandatangani; Mesir akan kehilangan Suriah (1840); Aljazair: Perang dengan Prancis (1830-1847) berlanjut; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Populasi ~3 juta jiwa; Perlawanan berlanjut; Abd al-Qadir memimpin perlawanan (1832-1847); Abd al-Qadir akan menyerah (1847).
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~50.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Liberia didirikan (1822) - koloni untuk budak yang dibebaskan; Monrovia didirikan (1822); Sierra Leone berkembang; Perdagangan palm oil meningkat; Perang dengan Asante (1824-1831) telah berakhir.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Eksplorasi Eropa meningkat; David Livingstone memulai eksplorasi (1841); Eksplorasi sungai Kongo dimulai.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif; Mpande menjadi raja Zulu (1840-1872); Dingane telah dibunuh (1840); Kerajaan Zulu berkembang; Perang dengan Boer (1838) telah terjadi; Pertempuran Blood River (1838) telah terjadi; Republik Natalia didirikan (1839).
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~90.000-100.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) berlanjut; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Mpande menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Republik Transvaal akan didirikan (1852); Republik Orange akan didirikan (1854).

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: William Henry Harrison menjadi presiden (1841); Martin Van Buren telah meninggalkan jabatan (1841); John Tyler menjadi presiden (1841-1845); Populasi ~17 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Perbudakan berkembang; Kompromi Missouri (1820) aktif; Trail of Tears (1838) telah terjadi; Perang dengan Seminole (1835-1842) berlanjut; Texas merdeka (1836) telah terjadi; Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) akan terjadi; James K. Polk akan menjadi presiden (1845-1849).
  • Amerika Latin: Republik baru berkembang; Simón Bolívar telah meninggal (1830); Gran Colombia telah bubar (1831); Venezuela, Kolombia, dan Ekuador merdeka; Argentina berkembang; Chile berkembang; Peru berkembang; Bolivia berkembang; Meksiko berkembang; Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang saudara dan konflik internal; Perang Peru-Bolivia (1836-1839) telah berakhir; Konfederasi Peru-Bolivia telah bubar (1839); Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) akan terjadi.
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) berlanjut; Republik Rio Grande didirikan (1836); Perang akan berakhir (1845).
  • Haiti: Jean-Pierre Boyer telah meninggalkan jabatan (1843); Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas; Haiti menguasai Santo Domingo (1822-1844); Republik Haiti didirikan; Krisis ekonomi berlanjut; Santo Domingo merdeka (1844); Republik Dominika didirikan (1844).

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~60.000-70.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Van Diemen’s Land (Tasmania) berkembang; Western Australia didirikan (1829); South Australia didirikan (1836); Victoria akan didirikan (1851); Queensland akan didirikan (1859).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Perjanjian Waitangi: Perjanjian Waitangi (1840) ditandatangani; Permukiman Eropa dimulai (1840); Misionaris mulai tiba; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perang Musket (1807-1842) berlanjut; James Busby menjadi Residen Inggris (1833-1840); William Hobson menjadi gubernur (1840-1842); Perang Maori (1845-1872) akan terjadi.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang; Kamehameha III masih memerintah Hawaii (1825-1854); Konstitusi Hawaii (1840) disahkan; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perdagangan sandalwood berkembang; Perancis akan menganeksasi Tahiti (1842).

Tahun 18.45

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Daoguang masih memerintah (1820-1850); Populasi ~430 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan akan meningkat; Pemberontakan Taiping (1850-1864) akan terjadi; Kaisar Xianfeng akan naik takhta (1850-1861); Perang Opium Kedua (1856-1860) akan terjadi.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieyoshi masih memerintah (1837-1853); Periode Kōka (1844-1848) berlanjut; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Periode Kaei (1848-1854) akan dimulai; Komodor Perry akan tiba (1853); Perjanjian Kanagawa (1854) akan ditandatangani; Perjanjian dengan AS akan membuka Jepang.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) telah berakhir; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Sikh berkembang di Punjab; Ranjit Singh telah meninggal (1839); Perang Anglo-Sikh: Perang Anglo-Sikh Pertama (1845-1846) berlangsung; Kerajaan Sikh akan dikalahkan; Perjanjian Lahore (1846) akan ditandatangani; Perang Anglo-Sikh Kedua (1848-1849) akan terjadi; Punjab akan dianeksasi (1849).
  • Persia: Mohammad Shah Qajar masih memerintah (1834-1848); Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Perang dengan Rusia (1826-1828) telah berakhir; Perjanjian Turkmenchay (1828) telah ditandatangani; Persia kehilangan Armenia dan Azerbaijan; Reformasi berlanjut; Naser al-Din Shah Qajar akan menjadi shah (1848-1896); Pemberontakan Báb (1844-1852) berlangsung; Bábisme didirikan.
  • Ottoman: Abdulmejid I masih memerintah (1839-1861); Reformasi Tanzimat (1839-1876) berlanjut; Modernisasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perang dengan Mesir (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Mesir (1839-1841) telah berakhir; Perjanjian London (1840) telah ditandatangani; Mesir telah kehilangan Suriah (1840); Perang Krim (1853-1856) akan terjadi; Perang dengan Rusia akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) akan terjadi; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) akan terjadi.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Industrialisasi berkembang; Populasi ~20 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Kelaparan Irlandia: Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) dimulai; Penyakit kentang (Phytophthora infestans) menghancurkan panen; Migrasi besar ke Amerika; Populasi Irlandia menurun drastis; Chartism (1838-1857) berlanjut; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong.
  • Prancis: Louis-Philippe masih memerintah (1830-1848); Monarki Juli; Periode liberal; Populasi ~30 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Revolusi 1848: Revolusi 1848 akan terjadi; Perang dengan Aljazair (1830-1847) berlanjut; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perang dengan Meksiko (1838-1839) telah berakhir; Louis Napoleon akan menjadi presiden (1848-1852).
  • Belgia: Leopold I masih memerintah (1831-1865); Monarki konstitusional; Populasi ~4 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Konflik dengan Belanda berlanjut; Ekonomi berkembang; Reformasi berlanjut; Perdagangan dengan koloni berkembang; Tidak terpengaruh oleh Revolusi 1848.
  • Rusia: Nikolai I masih memerintah (1825-1855); Periode reaksi konservatif; Rusia menjadi kekuatan besar; Populasi ~50 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Pemberontakan Polandia (1830-1831) telah berakhir; Polandia dikalahkan; Perang Kaukasus (1817-1864) berlanjut; Perang dengan Persia (1826-1828) telah berakhir; Perang Krim (1853-1856) akan terjadi; Aleksandr II akan menjadi tsar (1855-1881); Tidak terpengaruh oleh Revolusi 1848.
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848: Revolusi 1848 akan terjadi; Friedrich List mempromosikan proteksionisme; Otto von Bismarck akan muncul (1862); Frankfurt Parliament akan dibentuk (1848).
  • Austria: Ferdinand I masih memerintah (1835-1848); Metternich masih memimpin; Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif; Revolusi 1848: Revolusi 1848 akan terjadi; Metternich akan diasingkan (1848); Franz Joseph I akan menjadi kaisar (1848-1916); Pemberontakan di Wina, Budapest, dan Praha.
  • Sains & Teknologi: Fotografi berkembang; Daguerreotype dipatenkan (1839); Revolusi dalam dokumentasi dan seni visual; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Kemajuan dalam listrik; Lokomotif uap berkembang; Charles Lyell menerbitkan Principles of Geology (1830-1833); Charles Darwin memulai perjalanan HMS Beagle (1831-1836); Telegraf listrik dikembangkan; Samuel Morse mengembangkan kode Morse (1838); Telegraf listrik pertama (1844).

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Muhammad Ali Pasha masih memerintah Mesir (1805-1848); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai; Perang dengan Ottoman (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Ottoman (1839-1841) telah berakhir; Perjanjian London (1840) telah ditandatangani; Mesir telah kehilangan Suriah (1840); Abbas I akan menjadi khedive (1848-1854); Aljazair: Perang dengan Prancis (1830-1847) berlanjut; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Populasi ~3 juta jiwa; Perlawanan berlanjut; Abd al-Qadir memimpin perlawanan (1832-1847); Abd al-Qadir akan menyerah (1847); Aljazair akan sepenuhnya dikolonisasi.
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~40.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Liberia didirikan (1822) - koloni untuk budak yang dibebaskan; Monrovia didirikan (1822); Sierra Leone berkembang; Perdagangan palm oil meningkat; Perang dengan Asante (1824-1831) telah berakhir; Perang dengan Asante (1873-1874) akan terjadi.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Eksplorasi Eropa meningkat; David Livingstone memulai eksplorasi (1841); Eksplorasi sungai Kongo dimulai; Eksplorasi Afrika Tengah berlanjut.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif; Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Perang dengan Boer (1838) telah terjadi; Pertempuran Blood River (1838) telah terjadi; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris akan menganeksasi Natal (1843).
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~100.000-110.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) berlanjut; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris akan menganeksasi Natal (1843); Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Republik Transvaal akan didirikan (1852); Republik Orange akan didirikan (1854).

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: James K. Polk menjadi presiden (1845-1849); John Tyler telah meninggalkan jabatan (1845); Populasi ~20 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Perbudakan berkembang; Kompromi Missouri (1820) aktif; Trail of Tears (1838) telah terjadi; Perang dengan Seminole (1835-1842) telah berakhir; Texas merdeka (1836) telah terjadi; Texas bergabung dengan AS (1845); Perang Meksiko-Amerika: Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) akan terjadi; AS akan memperoleh California, New Mexico, dan Arizona; Manifest Destiny; Zachary Taylor akan menjadi presiden (1849-1850).
  • Amerika Latin: Republik baru berkembang; Simón Bolívar telah meninggal (1830); Gran Colombia telah bubar (1831); Venezuela, Kolombia, dan Ekuador merdeka; Argentina berkembang; Chile berkembang; Peru berkembang; Bolivia berkembang; Meksiko berkembang; Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang saudara dan konflik internal; Perang Peru-Bolivia (1836-1839) telah berakhir; Konfederasi Peru-Bolivia telah bubar (1839); Perang Meksiko-Amerika: Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) akan terjadi; Meksiko akan kehilangan California, New Mexico, dan Arizona; Perjanjian Guadalupe Hidalgo (1848) akan ditandatangani.
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang dengan Paraguay (1864-1870) akan terjadi.
  • Haiti: Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas; Haiti menguasai Santo Domingo (1822-1844) telah berakhir; Republik Haiti didirikan; Krisis ekonomi berlanjut; Santo Domingo merdeka (1844); Republik Dominika didirikan (1844); Perang dengan Republik Dominika (1844-1856) akan terjadi.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~70.000-80.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Van Diemen’s Land (Tasmania) berkembang; Western Australia didirikan (1829); South Australia didirikan (1836); Victoria akan didirikan (1851); Queensland akan didirikan (1859); Demam emas akan terjadi (1851).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Perjanjian Waitangi (1840) telah ditandatangani; Permukiman Eropa dimulai (1840); Misionaris mulai tiba; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perang Musket (1807-1842) telah berakhir; Perang Maori: Perang Maori (1845-1872) akan terjadi; William Hobson menjadi gubernur (1840-1842); George Grey akan menjadi gubernur (1845-1853).
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang; Kamehameha III masih memerintah Hawaii (1825-1854); Konstitusi Hawaii (1840) telah disahkan; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perdagangan sandalwood berkembang; Perancis menganeksasi Tahiti (1842); Protektorat Prancis didirikan.

Tahun 18.50

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Xianfeng naik takhta (1850-1861); Kaisar Daoguang telah meninggal (1850); Populasi ~440 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping: Pemberontakan Taiping (1850-1864) dimulai; Hong Xiuquan memimpin pemberontakan; Pemberontakan terbesar dalam sejarah; Populasi menurun drastis; Perang Opium Kedua (1856-1860) akan terjadi; Kaisar Tongzhi akan naik takhta (1861-1875); Perjanjian Tianjin (1858) akan ditandatangani.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Ieyoshi masih memerintah (1837-1853); Periode Kaei (1848-1854) berlanjut; Kebijakan sakoku tetap kuat; Perdagangan terbatas dengan Belanda; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Komodor Perry akan tiba (1853); Perjanjian Kanagawa (1854) akan ditandatangani; Perjanjian dengan AS akan membuka Jepang; Periode Ansei (1854-1860) akan dimulai; Restorasi Meiji (1868) akan terjadi.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) telah berakhir; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Perang Anglo-Sikh Pertama (1845-1846) telah berakhir; Perjanjian Lahore (1846) telah ditandatangani; Perang Anglo-Sikh Kedua (1848-1849) telah berakhir; Punjab dianeksasi (1849); Kerajaan Sikh dibubarkan; Pemberontakan India: Pemberontakan India (1857-1858) akan terjadi; Pemberontakan Sepoy; EIC akan dibubarkan (1858); India akan menjadi koloni Inggris langsung.
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar menjadi shah (1848-1896); Mohammad Shah Qajar telah meninggal (1848); Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Perang dengan Rusia (1826-1828) telah berakhir; Perjanjian Turkmenchay (1828) telah ditandatangani; Persia kehilangan Armenia dan Azerbaijan; Reformasi berlanjut; Pemberontakan Báb (1844-1852) berlanjut; Bábisme didirikan; Báb akan dieksekusi (1850); Bahá’í Faith akan didirikan.
  • Ottoman: Abdulmejid I masih memerintah (1839-1861); Reformasi Tanzimat (1839-1876) berlanjut; Modernisasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perang dengan Mesir (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Mesir (1839-1841) telah berakhir; Perjanjian London (1840) telah ditandatangani; Mesir telah kehilangan Suriah (1840); Perang Krim: Perang Krim (1853-1856) akan terjadi; Perang dengan Rusia; Ottoman akan dikalahkan; Perjanjian Paris (1856) akan ditandatangani; Abdulaziz akan menjadi sultan (1861-1876).
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) akan terjadi; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) akan terjadi; Burma akan kehilangan lebih banyak wilayah.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Industrialisasi berkembang; Populasi ~21 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) berlanjut; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) akan diadakan; Perang Krim (1853-1856) akan terjadi.
  • Prancis: Louis Napoleon menjadi presiden (1848-1852); Revolusi 1848 telah terjadi; Louis-Philippe telah turun takhta (1848); Republik Kedua didirikan; Populasi ~30 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Kekaisaran Kedua: Louis Napoleon akan menjadi kaisar (1852-1870); Napoleon III; Perang Krim (1853-1856) akan terjadi; Perang dengan Austria (1859) akan terjadi.
  • Belgia: Leopold I masih memerintah (1831-1865); Monarki konstitusional; Populasi ~4 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Konflik dengan Belanda berlanjut; Ekonomi berkembang; Reformasi berlanjut; Perdagangan dengan koloni berkembang; Tidak terpengaruh oleh Revolusi 1848; Leopold II akan menjadi raja (1865-1909).
  • Rusia: Nikolai I masih memerintah (1825-1855); Periode reaksi konservatif; Rusia menjadi kekuatan besar; Populasi ~50 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Pemberontakan Polandia (1830-1831) telah berakhir; Polandia dikalahkan; Perang Kaukasus (1817-1864) berlanjut; Perang dengan Persia (1826-1828) telah berakhir; Perang Krim: Perang Krim (1853-1856) akan terjadi; Rusia akan dikalahkan; Aleksandr II akan menjadi tsar (1855-1881); Emansipasi budak (1861) akan terjadi.
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Friedrich List mempromosikan proteksionisme; Otto von Bismarck akan muncul (1862); Unifikasi Jerman (1871) akan terjadi.
  • Austria: Franz Joseph I menjadi kaisar (1848-1916); Ferdinand I telah turun takhta (1848); Revolusi 1848 telah terjadi; Metternich telah diasingkan (1848); Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif; Pemberontakan di Wina, Budapest, dan Praha telah ditekan; Perang dengan Italia (1848-1849) telah berakhir; Perang dengan Prussia (1866) akan terjadi.
  • Sains & Teknologi: Fotografi berkembang; Daguerreotype dipatenkan (1839); Revolusi dalam dokumentasi dan seni visual; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Kemajuan dalam listrik; Lokomotif uap berkembang; Charles Lyell menerbitkan Principles of Geology (1830-1833); Charles Darwin memulai perjalanan HMS Beagle (1831-1836); Telegraf listrik dikembangkan; Samuel Morse mengembangkan kode Morse (1838); Telegraf listrik pertama (1844); On the Origin of Species: Charles Darwin akan menerbitkan On the Origin of Species (1859); Teori evolusi akan mengubah biologi.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Abbas I menjadi khedive (1848-1854); Muhammad Ali Pasha telah meninggal (1848); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai; Perang dengan Ottoman (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Ottoman (1839-1841) telah berakhir; Perjanjian London (1840) telah ditandatangani; Mesir telah kehilangan Suriah (1840); Said Pasha akan menjadi khedive (1854-1863); Aljazair: Perang dengan Prancis (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Populasi ~3 juta jiwa; Perlawanan berlanjut; Abd al-Qadir telah menyerah (1847); Aljazair sepenuhnya dikolonisasi; Kolonisasi Prancis berkembang.
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~30.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Liberia didirikan (1822) - koloni untuk budak yang dibebaskan; Monrovia didirikan (1822); Sierra Leone berkembang; Perdagangan palm oil meningkat; Perang dengan Asante (1824-1831) telah berakhir; Perang dengan Asante (1873-1874) akan terjadi; Perdagangan palm oil menjadi penting.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Eksplorasi Eropa meningkat; David Livingstone memulai eksplorasi (1841); Eksplorasi sungai Kongo dimulai; Eksplorasi Afrika Tengah berlanjut; Eksplorasi Victoria Falls (1855) akan terjadi.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif; Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Perang dengan Boer (1838) telah terjadi; Pertempuran Blood River (1838) telah terjadi; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Cetshwayo akan menjadi raja Zulu (1872-1879).
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~110.000-120.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Republik Boer: Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Zachary Taylor menjadi presiden (1849-1850); James K. Polk telah meninggalkan jabatan (1849); Taylor meninggal (1850); Millard Fillmore menjadi presiden (1850-1853); Populasi ~23 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Perbudakan berkembang; Kompromi 1850: Kompromi 1850 disahkan; Kompromi tentang perbudakan; California menjadi negara bebas; Fugitive Slave Act (1850); Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) telah berakhir; Perjanjian Guadalupe Hidalgo (1848) telah ditandatangani; AS memperoleh California, New Mexico, dan Arizona; Manifest Destiny; Franklin Pierce akan menjadi presiden (1853-1857); Perang Saudara (1861-1865) akan terjadi.
  • Amerika Latin: Republik baru berkembang; Simón Bolívar telah meninggal (1830); Gran Colombia telah bubar (1831); Venezuela, Kolombia, dan Ekuador merdeka; Argentina berkembang; Chile berkembang; Peru berkembang; Bolivia berkembang; Meksiko berkembang; Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang saudara dan konflik internal; Perang Peru-Bolivia (1836-1839) telah berakhir; Konfederasi Peru-Bolivia telah bubar (1839); Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) telah berakhir; Perjanjian Guadalupe Hidalgo (1848) telah ditandatangani; Meksiko kehilangan California, New Mexico, dan Arizona; Benito Juárez akan menjadi presiden Meksiko (1858-1872).
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang dengan Paraguay (1864-1870) akan terjadi; Perbudakan akan dihapuskan (1888).
  • Haiti: Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas; Republik Haiti didirikan; Krisis ekonomi berlanjut; Santo Domingo merdeka (1844); Republik Dominika didirikan (1844); Perang dengan Republik Dominika (1844-1856) berlanjut; Faustin Soulouque menjadi kaisar (1849-1859).

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~80.000-90.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Van Diemen’s Land (Tasmania) berkembang; Western Australia didirikan (1829); South Australia didirikan (1836); Demam Emas: Victoria didirikan (1851); Demam emas terjadi (1851); Migrasi besar ke Australia; Populasi meningkat drastis; Queensland akan didirikan (1859); Eureka Stockade (1854) akan terjadi.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Perjanjian Waitangi (1840) telah ditandatangani; Permukiman Eropa dimulai (1840); Misionaris mulai tiba; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perang Musket (1807-1842) telah berakhir; Perang Maori (1845-1872) berlanjut; William Hobson menjadi gubernur (1840-1842); George Grey masih menjadi gubernur (1845-1853); Perang Taranaki (1860-1861) akan terjadi.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang; Kamehameha III masih memerintah Hawaii (1825-1854); Konstitusi Hawaii (1840) telah disahkan; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perdagangan sandalwood berkembang; Perancis menganeksasi Tahiti (1842); Protektorat Prancis didirikan; Kamehameha IV akan menjadi raja (1854-1863).

Tahun 18.55

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Xianfeng masih memerintah (1850-1861); Populasi ~450 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping: Pemberontakan Taiping (1850-1864) berlanjut; Hong Xiuquan memimpin pemberontakan; Pemberontakan terbesar dalam sejarah; Populasi menurun drastis; Nanjing dikuasai (1853); Perang Opium Kedua: Perang Opium Kedua (1856-1860) akan terjadi; Tiongkok akan dikalahkan lagi; Perjanjian Tianjin (1858) akan ditandatangani; Kaisar Tongzhi akan naik takhta (1861-1875); Perjanjian Peking (1860) akan ditandatangani.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Iesada menjadi shogun (1853-1858); Tokugawa Ieyoshi telah meninggal (1853); Pembukaan Jepang: Komodor Perry tiba (1853); Perjanjian Kanagawa (1854) ditandatangani; Jepang dibuka untuk perdagangan; Periode Ansei (1854-1860) berlanjut; Perjanjian dengan AS, Inggris, Rusia, dan Belanda; Kebijakan sakoku berakhir; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Restorasi Meiji (1868) akan terjadi; Tokugawa Yoshinobu akan menjadi shogun (1866-1867).
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) telah berakhir; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Perang Anglo-Sikh Pertama (1845-1846) telah berakhir; Perjanjian Lahore (1846) telah ditandatangani; Perang Anglo-Sikh Kedua (1848-1849) telah berakhir; Punjab dianeksasi (1849); Kerajaan Sikh dibubarkan; Pemberontakan India: Pemberontakan India (1857-1858) akan terjadi; Pemberontakan Sepoy; EIC akan dibubarkan (1858); India akan menjadi koloni Inggris langsung; Ratu Victoria akan menjadi Maharani India (1876).
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar masih memerintah (1848-1896); Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Perang dengan Rusia (1826-1828) telah berakhir; Perjanjian Turkmenchay (1828) telah ditandatangani; Persia kehilangan Armenia dan Azerbaijan; Reformasi berlanjut; Pemberontakan Báb (1844-1852) telah berakhir; Báb telah dieksekusi (1850); Bahá’í Faith didirikan; Perang dengan Inggris (1856-1857) akan terjadi; Perjanjian Paris (1857) akan ditandatangani.
  • Ottoman: Abdulmejid I masih memerintah (1839-1861); Reformasi Tanzimat (1839-1876) berlanjut; Modernisasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perang dengan Mesir (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Mesir (1839-1841) telah berakhir; Perjanjian London (1840) telah ditandatangani; Mesir telah kehilangan Suriah (1840); Perang Krim: Perang Krim (1853-1856) berlangsung; Perang dengan Rusia; Ottoman dikalahkan; Perjanjian Paris (1856) akan ditandatangani; Abdulaziz akan menjadi sultan (1861-1876); Reformasi berlanjut.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) akan terjadi; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) telah berakhir; Burma kehilangan lebih banyak wilayah; Perjanjian Yandabo (1852) telah ditandatangani.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Industrialisasi berkembang; Populasi ~22 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) berlanjut; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) telah diadakan; Perang Krim: Perang Krim (1853-1856) berlangsung; Inggris mendukung Ottoman; Perjanjian Paris (1856) akan ditandatangani; Florence Nightingale memimpin perawatan medis.
  • Prancis: Napoleon III menjadi kaisar (1852-1870); Louis Napoleon telah menjadi kaisar (1852); Kekaisaran Kedua; Populasi ~30 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perang Krim: Perang Krim (1853-1856) berlangsung; Prancis mendukung Ottoman; Perjanjian Paris (1856) akan ditandatangani; Perang dengan Austria (1859) akan terjadi; Perang dengan Italia (1859) akan terjadi; Unifikasi Italia (1861) akan terjadi.
  • Belgia: Leopold I masih memerintah (1831-1865); Monarki konstitusional; Populasi ~4 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Konflik dengan Belanda berlanjut; Ekonomi berkembang; Reformasi berlanjut; Perdagangan dengan koloni berkembang; Leopold II akan menjadi raja (1865-1909); Kolonisasi Kongo (1885) akan terjadi.
  • Rusia: Aleksandr II menjadi tsar (1855-1881); Nikolai I telah meninggal (1855); Periode reaksi konservatif berakhir; Rusia menjadi kekuatan besar; Populasi ~50 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Pemberontakan Polandia (1830-1831) telah berakhir; Polandia dikalahkan; Perang Kaukasus (1817-1864) berlanjut; Perang dengan Persia (1826-1828) telah berakhir; Perang Krim: Perang Krim (1853-1856) berlangsung; Rusia dikalahkan; Perjanjian Paris (1856) akan ditandatangani; Emansipasi: Emansipasi budak (1861) akan terjadi; Reformasi besar dimulai.
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Friedrich List mempromosikan proteksionisme; Otto von Bismarck akan muncul (1862); Unifikasi Jerman (1871) akan terjadi; Wilhelm I akan menjadi raja Prussia (1861-1888).
  • Austria: Franz Joseph I masih memerintah (1848-1916); Revolusi 1848 telah terjadi; Metternich telah diasingkan (1848); Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif; Pemberontakan di Wina, Budapest, dan Praha telah ditekan; Perang dengan Italia (1848-1849) telah berakhir; Perang dengan Prussia (1866) akan terjadi; Perang dengan Prancis (1859) akan terjadi.
  • Sains & Teknologi: Fotografi berkembang; Daguerreotype dipatenkan (1839); Revolusi dalam dokumentasi dan seni visual; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Kemajuan dalam listrik; Lokomotif uap berkembang; Charles Lyell menerbitkan Principles of Geology (1830-1833); Charles Darwin memulai perjalanan HMS Beagle (1831-1836); Telegraf listrik dikembangkan; Samuel Morse mengembangkan kode Morse (1838); Telegraf listrik pertama (1844); On the Origin of Species: Charles Darwin akan menerbitkan On the Origin of Species (1859); Teori evolusi akan mengubah biologi; Teori seleksi alam; Kontroversi dengan agama; Alfred Russel Wallace mengembangkan teori evolusi (1858).

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Said Pasha menjadi khedive (1854-1863); Abbas I telah meninggal (1854); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai; Perang dengan Ottoman (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Ottoman (1839-1841) telah berakhir; Perjanjian London (1840) telah ditandatangani; Mesir telah kehilangan Suriah (1840); Ismail Pasha akan menjadi khedive (1863-1879); Terusan Suez (1869) akan dibuka; Aljazair: Perang dengan Prancis (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Populasi ~3 juta jiwa; Perlawanan berlanjut; Abd al-Qadir telah menyerah (1847); Aljazair sepenuhnya dikolonisasi; Kolonisasi Prancis berkembang.
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~25.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Liberia didirikan (1822) - koloni untuk budak yang dibebaskan; Monrovia didirikan (1822); Sierra Leone berkembang; Perdagangan palm oil meningkat; Perang dengan Asante (1824-1831) telah berakhir; Perang dengan Asante (1873-1874) akan terjadi; Perdagangan palm oil menjadi penting; Perdagangan kacang tanah meningkat.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Eksplorasi Eropa meningkat; David Livingstone memulai eksplorasi (1841); Eksplorasi sungai Kongo dimulai; Eksplorasi Afrika Tengah berlanjut; Eksplorasi: Eksplorasi Victoria Falls (1855) terjadi; David Livingstone menemukan Victoria Falls; Eksplorasi Afrika Tengah berlanjut; Eksplorasi sungai Zambezi dimulai.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif; Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Perang dengan Boer (1838) telah terjadi; Pertempuran Blood River (1838) telah terjadi; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Cetshwayo akan menjadi raja Zulu (1872-1879); Perang Zulu (1879) akan terjadi.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~120.000-130.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi; Demam emas (1886) akan terjadi.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Franklin Pierce masih memerintah (1853-1857); Populasi ~26 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Perbudakan berkembang; Kompromi 1850 telah disahkan; California menjadi negara bebas; Fugitive Slave Act (1850) aktif; Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) telah berakhir; Perjanjian Guadalupe Hidalgo (1848) telah ditandatangani; AS memperoleh California, New Mexico, dan Arizona; Manifest Destiny; Perang Saudara: Perang Saudara (1861-1865) akan terjadi; Konflik tentang perbudakan; James Buchanan akan menjadi presiden (1857-1861); Abraham Lincoln akan menjadi presiden (1861-1865); Dred Scott Decision (1857) akan terjadi.
  • Amerika Latin: Republik baru berkembang; Simón Bolívar telah meninggal (1830); Gran Colombia telah bubar (1831); Venezuela, Kolombia, dan Ekuador merdeka; Argentina berkembang; Chile berkembang; Peru berkembang; Bolivia berkembang; Meksiko berkembang; Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang saudara dan konflik internal; Perang Peru-Bolivia (1836-1839) telah berakhir; Konfederasi Peru-Bolivia telah bubar (1839); Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) telah berakhir; Perjanjian Guadalupe Hidalgo (1848) telah ditandatangani; Meksiko kehilangan California, New Mexico, dan Arizona; Benito Juárez akan menjadi presiden Meksiko (1858-1872); Perang Reformasi (1857-1861) akan terjadi.
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang Paraguay: Perang dengan Paraguay (1864-1870) akan terjadi; Perang Triple Alliance; Perbudakan akan dihapuskan (1888); Republik akan didirikan (1889).
  • Haiti: Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas; Republik Haiti didirikan; Krisis ekonomi berlanjut; Santo Domingo merdeka (1844); Republik Dominika didirikan (1844); Perang dengan Republik Dominika (1844-1856) berlanjut; Faustin Soulouque masih menjadi kaisar (1849-1859); Fabre Geffrard akan menjadi presiden (1859-1867).

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~90.000-100.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Van Diemen’s Land (Tasmania) berkembang; Western Australia didirikan (1829); South Australia didirikan (1836); Victoria didirikan (1851); Demam Emas: Demam emas terjadi (1851); Migrasi besar ke Australia; Populasi meningkat drastis; Eureka Stockade (1854) telah terjadi; Queensland akan didirikan (1859); Populasi ~1.2 juta jiwa (1861).
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Perjanjian Waitangi (1840) telah ditandatangani; Permukiman Eropa dimulai (1840); Misionaris mulai tiba; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perang Musket (1807-1842) telah berakhir; Perang Maori (1845-1872) berlanjut; William Hobson menjadi gubernur (1840-1842); George Grey masih menjadi gubernur (1845-1853); Perang Taranaki (1860-1861) akan terjadi; Perang Waikato (1863-1864) akan terjadi.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang; Kamehameha IV menjadi raja (1854-1863); Kamehameha III telah meninggal (1854); Konstitusi Hawaii (1840) telah disahkan; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perdagangan sandalwood berkembang; Perancis menganeksasi Tahiti (1842); Protektorat Prancis didirikan; Kamehameha V akan menjadi raja (1863-1872).

Tahun 18.60

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Xianfeng masih memerintah (1850-1861); Populasi ~460 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping: Pemberontakan Taiping (1850-1864) berlanjut; Hong Xiuquan memimpin pemberontakan; Pemberontakan terbesar dalam sejarah; Populasi menurun drastis; Nanjing dikuasai (1853); Perang Opium Kedua: Perang Opium Kedua (1856-1860) berlangsung; Tiongkok dikalahkan lagi; Perjanjian Tianjin (1858) telah ditandatangani; Perjanjian Peking (1860) akan ditandatangani; Tiongkok akan kehilangan lebih banyak wilayah; Kaisar Tongzhi akan naik takhta (1861-1875); Pemberontakan Nian (1853-1868) berlanjut.
  • Jepang (Edo): Tokugawa Iemochi menjadi shogun (1858-1866); Tokugawa Iesada telah meninggal (1858); Periode Ansei (1854-1860) berlanjut; Pembukaan Jepang: Komodor Perry tiba (1853); Perjanjian Kanagawa (1854) telah ditandatangani; Jepang dibuka untuk perdagangan; Perjanjian dengan AS, Inggris, Rusia, dan Belanda; Kebijakan sakoku berakhir; Edo mencapai populasi ~1 juta jiwa; Seni ukiyo-e berkembang; Ekonomi stabil; Reformasi dimulai; Periode Man’en (1860-1861) akan dimulai; Restorasi Meiji (1868) akan terjadi; Tokugawa Yoshinobu akan menjadi shogun (1866-1867); Perang Boshin (1868-1869) akan terjadi.
  • India (Mughal): Shah Alam II masih memerintah; EIC menguasai sebagian besar India; Perang Anglo-Maratha Ketiga (1817-1818) telah berakhir; Maratha dikalahkan; EIC menjadi kekuatan dominan; Perdagangan berkembang; Fragmentasi kekuasaan berlanjut; Perang Anglo-Sikh Pertama (1845-1846) telah berakhir; Perjanjian Lahore (1846) telah ditandatangani; Perang Anglo-Sikh Kedua (1848-1849) telah berakhir; Punjab dianeksasi (1849); Kerajaan Sikh dibubarkan; Pemberontakan India: Pemberontakan India (1857-1858) telah berakhir; Pemberontakan Sepoy; EIC telah dibubarkan (1858); India menjadi koloni Inggris langsung; Ratu Victoria menjadi Maharani India (1876) akan terjadi; Pemerintahan Inggris langsung dimulai; Reformasi dimulai.
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar masih memerintah (1848-1896); Reformasi militer dimulai; Ekonomi pulih; Dinasti Qajar stabil; Perang dengan Rusia (1826-1828) telah berakhir; Perjanjian Turkmenchay (1828) telah ditandatangani; Persia kehilangan Armenia dan Azerbaijan; Reformasi berlanjut; Pemberontakan Báb (1844-1852) telah berakhir; Báb telah dieksekusi (1850); Bahá’í Faith didirikan; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857) telah ditandatangani; Persia kehilangan Herat; Reformasi berlanjut.
  • Ottoman: Abdulaziz menjadi sultan (1861-1876); Abdulmejid I telah meninggal (1861); Reformasi Tanzimat (1839-1876) berlanjut; Modernisasi dimulai; Kekaisaran melemah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perang dengan Mesir (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Mesir (1839-1841) telah berakhir; Perjanjian London (1840) telah ditandatangani; Mesir telah kehilangan Suriah (1840); Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Reformasi berlanjut; Perang dengan Rusia (1877-1878) akan terjadi; Perang dengan Serbia (1876) akan terjadi.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) akan terjadi; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) telah berakhir; Burma kehilangan lebih banyak wilayah; Perjanjian Yandabo (1852) telah ditandatangani; Perang Anglo-Burmese Ketiga (1885) akan terjadi; Burma akan dianeksasi (1886).

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Industrialisasi berkembang; Populasi ~23 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) - tarif gandum; Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) telah berakhir; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) telah diadakan; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; On the Origin of Species: Charles Darwin menerbitkan On the Origin of Species (1859); Teori evolusi melalui seleksi alam mengubah biologi; Kontroversi dengan agama; Perang Saudara AS (1861-1865) akan terjadi; Inggris akan mendukung Konfederasi secara tidak langsung.
  • Prancis: Napoleon III masih memerintah (1852-1870); Kekaisaran Kedua; Populasi ~30 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Perang dengan Italia (1859) telah berakhir; Unifikasi Italia: Unifikasi Italia (1861) akan terjadi; Prancis mendukung Italia; Perang dengan Prusia (1870-1871) akan terjadi; Kekaisaran Kedua akan berakhir (1870).
  • Belgia: Leopold I masih memerintah (1831-1865); Monarki konstitusional; Populasi ~4 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Konflik dengan Belanda berlanjut; Ekonomi berkembang; Reformasi berlanjut; Perdagangan dengan koloni berkembang; Leopold II akan menjadi raja (1865-1909); Kolonisasi Kongo (1885) akan terjadi.
  • Rusia: Aleksandr II masih memerintah (1855-1881); Periode reaksi konservatif berakhir; Rusia menjadi kekuatan besar; Populasi ~50 juta jiwa; Modernisasi berlanjut; St. Petersburg berkembang; Pemberontakan Polandia (1830-1831) telah berakhir; Polandia dikalahkan; Perang Kaukasus (1817-1864) berlanjut; Perang dengan Persia (1826-1828) telah berakhir; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Emansipasi: Emansipasi budak (1861) akan terjadi; Reformasi besar dimulai; Pemberontakan Polandia (1863) akan terjadi; Reformasi administrasi berlanjut.
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~20-25 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Friedrich List mempromosikan proteksionisme; Otto von Bismarck: Otto von Bismarck akan muncul (1862); Unifikasi Jerman (1871) akan terjadi; Wilhelm I akan menjadi raja Prussia (1861-1888); Perang dengan Denmark (1864) akan terjadi; Perang dengan Austria (1866) akan terjadi; Perang dengan Prancis (1870-1871) akan terjadi.
  • Austria: Franz Joseph I masih memerintah (1848-1916); Revolusi 1848 telah terjadi; Metternich telah diasingkan (1848); Austria menjadi kekuatan konservatif; Aliansi Suci (1815); Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif; Pemberontakan di Wina, Budapest, dan Praha telah ditekan; Perang dengan Italia (1848-1849) telah berakhir; Perang dengan Prussia (1866) akan terjadi; Perang dengan Prancis (1859) telah berakhir; Austria kehilangan Lombardy; Dual Monarchy (1867) akan didirikan.
  • Italia: Unifikasi Italia (1861) akan terjadi; Perang dengan Austria (1848-1849) telah berakhir; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Prancis mendukung Italia; Garibaldi memimpin ekspedisi (1860); Kerajaan Italia didirikan (1861); Victor Emmanuel II menjadi raja (1861-1878); Risorgimento berhasil; Roma akan menjadi ibu kota (1871); Perang dengan Austria (1866) akan terjadi; Veneto akan diperoleh (1866).
  • Sains & Teknologi: Fotografi berkembang; Daguerreotype dipatenkan (1839); Revolusi dalam dokumentasi dan seni visual; Kemajuan dalam kimia dan fisika; Kemajuan dalam geologi; Kemajuan dalam biologi; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Kemajuan dalam listrik; Lokomotif uap berkembang; Charles Lyell menerbitkan Principles of Geology (1830-1833); Charles Darwin memulai perjalanan HMS Beagle (1831-1836); Telegraf listrik dikembangkan; Samuel Morse mengembangkan kode Morse (1838); Telegraf listrik pertama (1844); On the Origin of Species: Charles Darwin menerbitkan On the Origin of Species (1859); Teori evolusi melalui seleksi alam mengubah biologi; Teori seleksi alam; Kontroversi dengan agama; Alfred Russel Wallace mengembangkan teori evolusi (1858); Teori evolusi mengubah pemahaman manusia tentang alam; Gregor Mendel memulai eksperimen (1856-1863); Hukum hereditas akan ditemukan (1865).

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Ismail Pasha menjadi khedive (1863-1879); Said Pasha telah meninggal (1863); Reformasi dimulai di Mesir; Modernisasi militer; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~3-4 juta jiwa di Mesir; Ottoman menguasai secara nominal; Mesir menjadi semi-independen; Ekspansi ke Sudan dimulai; Perang dengan Ottoman (1831-1833) telah berakhir; Perang dengan Ottoman (1839-1841) telah berakhir; Perjanjian London (1840) telah ditandatangani; Mesir telah kehilangan Suriah (1840); Terusan Suez: Terusan Suez (1869) akan dibuka; Jalur laut terpendek antara Eropa dan Asia; Mengubah geopolitik global; Mesir akan bangkrut (1876); Aljazair: Perang dengan Prancis (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Populasi ~3 juta jiwa; Perlawanan berlanjut; Abd al-Qadir telah menyerah (1847); Aljazair sepenuhnya dikolonisasi; Kolonisasi Prancis berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai.
  • Afrika Barat: Kerajaan Asante berkembang; Perdagangan emas dan budak; Kerajaan Dahomey mengkonsolidasikan; Oyo Empire berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi budak yang diangkut ~20.000 per tahun; Rute perdagangan trans-Sahara aktif; Kerajaan-kerajaan regional berkembang; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Liberia didirikan (1822) - koloni untuk budak yang dibebaskan; Monrovia didirikan (1822); Sierra Leone berkembang; Perdagangan palm oil meningkat; Perang dengan Asante (1824-1831) telah berakhir; Perang dengan Asante (1873-1874) akan terjadi; Perdagangan palm oil menjadi penting; Perdagangan kacang tanah meningkat; Perdagangan karet akan meningkat.
  • Afrika Tengah: Kerajaan Kongo terfragmentasi; Perdagangan budak Atlantik meningkat; Portugis di Angola; Kerajaan Luba dan Lunda berkembang; Perdagangan gading dan budak; Populasi terpengaruh oleh perdagangan budak; Inggris menghapuskan perdagangan budak (1807); Perdagangan budak ilegal berlanjut; Eksplorasi Eropa meningkat; David Livingstone memulai eksplorasi (1841); Eksplorasi sungai Kongo dimulai; Eksplorasi Afrika Tengah berlanjut; Eksplorasi Victoria Falls (1855) telah terjadi; David Livingstone menemukan Victoria Falls; Eksplorasi sungai Zambezi dimulai; Eksplorasi Afrika Tengah berlanjut; Eksplorasi sungai Kongo akan dimulai (1871).
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~30-40 juta jiwa; Perdagangan budak aktif; Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Perang dengan Boer (1838) telah terjadi; Pertempuran Blood River (1838) telah terjadi; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Cetshwayo akan menjadi raja Zulu (1872-1879); Perang Zulu (1879) akan terjadi; Eksplorasi Afrika Timur berlanjut.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~130.000-140.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi; Demam emas (1886) akan terjadi; Perang Xhosa akan berakhir (1879).

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Abraham Lincoln menjadi presiden (1861-1865); James Buchanan telah meninggalkan jabatan (1861); Populasi ~31 juta jiwa; Industrialisasi awal; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Perbudakan berkembang; Kompromi 1850 telah disahkan; California menjadi negara bebas; Fugitive Slave Act (1850) aktif; Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) telah berakhir; Perjanjian Guadalupe Hidalgo (1848) telah ditandatangani; AS memperoleh California, New Mexico, dan Arizona; Manifest Destiny; Dred Scott Decision (1857) telah terjadi; Perang Saudara: Perang Saudara (1861-1865) akan dimulai; Konflik tentang perbudakan; Secession (1860-1861); Konfederasi didirikan (1861); Pertempuran Fort Sumter (1861) akan terjadi; Pertempuran Gettysburg (1863) akan terjadi; Emansipasi Proklamasi (1863) akan terjadi; Perbudakan akan dihapuskan (1865); Abraham Lincoln akan dibunuh (1865).
  • Amerika Latin: Republik baru berkembang; Simón Bolívar telah meninggal (1830); Gran Colombia telah bubar (1831); Venezuela, Kolombia, dan Ekuador merdeka; Argentina berkembang; Chile berkembang; Peru berkembang; Bolivia berkembang; Meksiko berkembang; Populasi ~12-15 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang saudara dan konflik internal; Perang Peru-Bolivia (1836-1839) telah berakhir; Konfederasi Peru-Bolivia telah bubar (1839); Perang Meksiko-Amerika (1846-1848) telah berakhir; Perjanjian Guadalupe Hidalgo (1848) telah ditandatangani; Meksiko kehilangan California, New Mexico, dan Arizona; Benito Juárez masih menjadi presiden Meksiko (1858-1872); Perang Reformasi (1857-1861) berlangsung; Perang dengan Prancis (1862-1867) akan terjadi; Maximilian I akan menjadi kaisar Meksiko (1864-1867).
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~4-5 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang Paraguay: Perang dengan Paraguay (1864-1870) akan terjadi; Perang Triple Alliance; Brasil, Argentina, dan Uruguay melawan Paraguay; Paraguay akan dikalahkan; Perbudakan akan dihapuskan (1888); Republik akan didirikan (1889).
  • Haiti: Negara merdeka pertama di Amerika Latin; Populasi ~500.000 jiwa; Ekonomi berbasis pertanian; Diplomasi internasional berkembang; Pengakuan internasional terbatas; Republik Haiti didirikan; Krisis ekonomi berlanjut; Santo Domingo merdeka (1844); Republik Dominika didirikan (1844); Perang dengan Republik Dominika (1844-1856) telah berakhir; Fabre Geffrard masih menjadi presiden (1859-1867); Faustin Soulouque telah turun takhta (1859); Republik Haiti stabil.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~100.000-110.000 jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Van Diemen’s Land (Tasmania) berkembang; Western Australia didirikan (1829); South Australia didirikan (1836); Victoria didirikan (1851); Demam emas terjadi (1851); Migrasi besar ke Australia; Populasi meningkat drastis; Eureka Stockade (1854) telah terjadi; Queensland didirikan (1859); Populasi ~1.2 juta jiwa (1861); Federasi Australia (1901) akan terjadi.
  • Selandia Baru: Maori dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa sporadis; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem masih utuh; Perjanjian Waitangi (1840) telah ditandatangani; Permukiman Eropa dimulai (1840); Misionaris mulai tiba; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perang Musket (1807-1842) telah berakhir; Perang Maori (1845-1872) berlanjut; William Hobson menjadi gubernur (1840-1842); George Grey masih menjadi gubernur (1845-1853); Perang Taranaki (1860-1861) berlangsung; Perang Waikato (1863-1864) akan terjadi; Perang Maori akan berakhir (1872).
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa sporadis; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem masih utuh; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris mulai tiba; Kerajaan Hawaii berkembang; Kamehameha IV masih menjadi raja (1854-1863); Konstitusi Hawaii (1840) telah disahkan; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Perdagangan sandalwood berkembang; Perancis menganeksasi Tahiti (1842); Protektorat Prancis didirikan; Kamehameha V akan menjadi raja (1863-1872); Perdagangan gula akan meningkat.

Tahun 18.65

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Tongzhi masih memerintah (1861-1875); Kaisar Xianfeng telah meninggal (1861); Periode pemulihan setelah Pemberontakan Taiping; Populasi ~350-400 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping (1850-1864) telah berakhir; Populasi menurun drastis; Perang Opium Kedua (1856-1860) telah berakhir; Perjanjian Tianjin (1858) telah ditandatangani; Perjanjian Peking (1860) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan lebih banyak wilayah; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Self-Strengthening Movement dimulai (1861-1895); Modernisasi militer dan industri dimulai; Kaisar Guangxu akan naik takhta (1875-1908); Tongzhi akan meninggal (1875).
  • Jepang: Kaisar Kōmei masih memerintah (1846-1867); Tokugawa Iemochi masih menjadi shogun (1858-1866); Periode Edo berlanjut; Politik sakoku (negara tertutup) berakhir; Perjanjian Kanagawa (1854) - perdagangan dengan AS; Perjanjian Harris (1858) - perdagangan dengan AS; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Restorasi Meiji akan terjadi (1868); Kaisar Meiji akan naik takhta (1867-1912); Modernisasi besar-besaran akan dimulai; Periode Edo akan berakhir (1868); Periode Meiji akan dimulai (1868-1912).
  • India: Kekaisaran Mughal telah berakhir (1857); Pemberontakan India (1857-1858) telah berakhir; EIC dibubarkan (1858); India menjadi koloni mahkota Inggris (1858); Victoria menjadi Maharani India (1876); Delhi sebagai ibu kota; Perdagangan rempah-rempah dengan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Sistem administrasi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~200-250 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Afghanistan (1839-1842) telah berakhir; Perang dengan Afghanistan (1878-1880) akan terjadi.
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar masih memerintah (1848-1896); Dinasti Qajar berkembang; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Reformasi dimulai; Ekonomi pulih; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~6-8 juta jiwa; Modernisasi dimulai; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Perdagangan dengan India dan Tiongkok.
  • Ottoman: Abdülaziz masih memerintah (1861-1876); Abdülmecid I telah meninggal (1861); Reformasi Tanzimat (1839-1876) berlanjut; Kekaisaran melemah; Populasi ~30-35 juta jiwa; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856); Perang dengan Rusia (1877-1878) akan terjadi; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Yunani (1821-1832) telah berakhir; Yunani merdeka (1832); Perang dengan Rusia (1828-1829) telah berakhir; Perjanjian Adrianople (1829); Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) akan terjadi; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) telah berakhir; Burma kehilangan lebih banyak wilayah; Perjanjian Yandabo (1852) telah ditandatangani; Perang Anglo-Burmese Ketiga (1885) akan terjadi; Burma akan dianeksasi (1886).
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10-12 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Tekanan dari Jepang meningkat; Perjanjian Ganghwa (1876) akan ditandatangani; Korea akan membuka pelabuhan; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Industrialisasi berkembang; Populasi ~23-25 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) telah dihapuskan (1846); Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) telah berakhir; Revolusi: Terusan Suez dibuka (1869); Jalur laut terpendek antara Eropa dan Asia; Mengubah geopolitik global; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) telah diadakan; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang Saudara AS (1861-1865) telah berakhir; Inggris mendukung Konfederasi secara tidak langsung; Perdamaian dengan AS; Perdagangan dengan AS berkembang.
  • Prancis: Napoleon III masih memerintah (1852-1870); Kekaisaran Kedua; Populasi ~36-38 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Revolusi: Terusan Suez dibuka (1869); Jalur laut terpendek antara Eropa dan Asia; Mengubah geopolitik global; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Perang dengan Italia (1859) telah berakhir; Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Prancis mendukung Italia; Perang dengan Prusia (1870-1871) akan terjadi; Kekaisaran Kedua akan berakhir (1870); Republik Ketiga akan didirikan (1870-1940).
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~35-40 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Revolusi: Terusan Suez dibuka (1869); Jalur laut terpendek antara Eropa dan Asia; Mengubah geopolitik global; Otto von Bismarck muncul (1862); Unifikasi Jerman (1871) akan terjadi; Wilhelm I menjadi raja Prussia (1861-1888); Perang dengan Denmark (1864) telah berakhir; Perang dengan Austria (1866) akan terjadi; Perang dengan Prancis (1870-1871) akan terjadi; Kekaisaran Jerman akan didirikan (1871).
  • Rusia: Aleksandr II masih memerintah (1855-1881); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~70-75 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Revolusi: Terusan Suez dibuka (1869); Jalur laut terpendek antara Eropa dan Asia; Mengubah geopolitik global; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Rusia kehilangan pengaruh di Laut Hitam; Emansipasi budak (1861); Reformasi besar-besaran dimulai; Perang dengan Ottoman (1877-1878) akan terjadi; Aleksandr II akan dibunuh (1881); Aleksandr III akan menjadi tsar (1881-1894).
  • Austria: Franz Joseph I masih memerintah (1848-1916); Kekaisaran Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Populasi ~35-40 juta jiwa; Revolusi 1848 telah terjadi; Revolusi gagal; Revolusi: Terusan Suez dibuka (1869); Jalur laut terpendek antara Eropa dan Asia; Mengubah geopolitik global; Perang dengan Prancis (1859) telah berakhir; Austria kehilangan Lombardy; Perang dengan Prusia (1866) akan terjadi; Austria akan dikalahkan; Konfederasi Jerman akan dibubarkan (1866); Perdamaian dengan Prusia (1866).
  • Italia: Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Victor Emmanuel II menjadi raja (1861-1878); Risorgimento berhasil; Garibaldi memimpin ekspedisi; Populasi ~25-30 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Revolusi: Terusan Suez dibuka (1869); Jalur laut terpendek antara Eropa dan Asia; Mengubah geopolitik global; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Lombardy dikuasai; Venesia akan dikuasai (1866); Roma akan dikuasai (1870); Italia akan bersatu sepenuhnya (1870).
  • Belgia: Leopold II menjadi raja (1865-1909); Leopold I telah meninggal (1865); Monarki konstitusional; Populasi ~5 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Kolonisasi Kongo (1885) akan terjadi; Negara Bebas Kongo akan didirikan (1885-1908); Eksploitasi besar-besaran; Perdagangan dengan koloni berkembang.
  • Revolusi: Terusan Suez dibuka (1869); Jalur laut terpendek antara Eropa dan Asia; Mengubah geopolitik global; Perdagangan antara Eropa dan Asia meningkat; Waktu perjalanan berkurang drastis; Perdagangan global berkembang; Ekspansi kolonial meningkat; Kompetisi antara kekuatan Eropa meningkat; Terusan Suez dibuka (1869); Jalur laut terpendek antara Eropa dan Asia; Mengubah geopolitik global.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir secara nominal; Muhammad Ali Pasha telah meninggal (1849); Mesir menjadi semi-independen; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Perlawanan: Perlawanan lokal dan negosiasi elite membentuk politik kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak masih aktif meskipun dilarang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik masih aktif; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perlawanan: Perlawanan lokal dan negosiasi elite membentuk politik kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~40-50 juta jiwa; Perlawanan: Perlawanan lokal dan negosiasi elite membentuk politik kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Perdagangan dengan Asia berkembang.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~200.000-250.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Perlawanan: Perlawanan lokal dan negosiasi elite membentuk politik kolonial; Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi; Demam emas (1886) akan terjadi; Perang Xhosa akan berakhir (1879).
  • Perlawanan: Perlawanan lokal dan negosiasi elite membentuk politik kolonial; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi; Pemberontakan pribumi terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Dinamika kolonial kompleks; Perlawanan lokal dan negosiasi elite membentuk politik kolonial; Resistensi terhadap kolonisasi; Negosiasi dengan penjajah; Dinamika kolonial kompleks.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Andrew Johnson menjadi presiden (1865-1869); Abraham Lincoln telah dibunuh (1865); Perang Saudara Amerika (1861-1865) berakhir; Perbudakan dihapuskan; Amendemen ke-13 (1865) - penghapusan perbudakan; Amendemen ke-14 (1868) akan memberikan kewarganegaraan; Amendemen ke-15 (1870) akan memberikan hak pilih; Populasi ~35-40 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Negara: Perang Saudara Amerika berakhir; Perbudakan dihapuskan; Abraham Lincoln dibunuh; Era Rekonstruksi (1865-1877) dimulai; Perdamaian dengan Konfederasi; Persatuan dipulihkan; Ulysses S. Grant akan menjadi presiden (1869-1877); Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut.
  • Meksiko: Benito Juárez masih memerintah (1861-1872); Perang Reformasi (1857-1861) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1862-1867) berlanjut; Intervensi Prancis (1862-1867); Maximilian I menjadi kaisar Meksiko (1864-1867); Populasi ~8-10 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Negara: Perang Saudara Amerika berakhir; Perbudakan dihapuskan; Abraham Lincoln dibunuh; Perang dengan Prancis (1862-1867) berlanjut; Maximilian I akan dieksekusi (1867); Republik akan dipulihkan (1867); Benito Juárez akan kembali (1867).
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai sebagian besar; Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) telah berakhir; Negara-negara merdeka berkembang; Populasi ~20-25 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Negara: Perang Saudara Amerika berakhir; Perbudakan dihapuskan; Abraham Lincoln dibunuh; Perang dengan Spanyol berlanjut; Perang dengan Chili (1879-1883) akan terjadi; Perang Pasifik (1879-1883) akan terjadi.
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~8-10 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Negara: Perang Saudara Amerika berakhir; Perbudakan dihapuskan; Abraham Lincoln dibunuh; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang dengan Paraguay (1864-1870) berlanjut; Perang Triple Alliance; Perbudakan akan dihapuskan (1888); Republik akan didirikan (1889).
  • Negara: Perang Saudara Amerika berakhir; Perbudakan dihapuskan; Abraham Lincoln dibunuh; Era Rekonstruksi (1865-1877) dimulai; Perdamaian dengan Konfederasi; Persatuan dipulihkan; Amendemen ke-13 (1865) - penghapusan perbudakan; Amendemen ke-14 (1868) akan memberikan kewarganegaraan; Amendemen ke-15 (1870) akan memberikan hak pilih; Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut; Perang Saudara Amerika berakhir; Perbudakan dihapuskan; Abraham Lincoln dibunuh.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin masih dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~1-1.5 juta jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Victoria berkembang; Queensland berkembang; Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Koloni berkembang; Federasi Australia (1901) akan terjadi.
  • Selandia Baru: Maori masih dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa meningkat; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem mulai berubah; Permukiman Eropa dimulai (1840); Perjanjian Waitangi (1840); Klaim Inggris dibuat; Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Perang Maori (1845-1872) berlanjut; Perang Taranaki (1860-1861) telah berakhir; Perang Waikato (1863-1864) telah berakhir; Perang dengan Maori berlanjut.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa meningkat; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem mulai berubah; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris aktif; Kerajaan Hawaii berkembang; Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Kerajaan Hawaii akan dijatuhkan (1893); Hawaii akan dianeksasi oleh AS (1898).
  • Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Koloni berkembang; Federasi Australia (1901) akan terjadi; Dominion Selandia Baru (1907) akan terjadi; Pemerintahan sendiri berkembang; Identitas nasional baru terbentuk; Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk.

Tahun 18.70

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Tongzhi masih memerintah (1861-1875); Periode pemulihan setelah Pemberontakan Taiping; Populasi ~350-400 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping (1850-1864) telah berakhir; Populasi menurun drastis; Perang Opium Kedua (1856-1860) telah berakhir; Perjanjian Tianjin (1858) telah ditandatangani; Perjanjian Peking (1860) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan lebih banyak wilayah; Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Self-Strengthening Movement (1861-1895) berlanjut; Modernisasi militer dan industri dimulai; Kaisar Guangxu akan naik takhta (1875-1908); Tongzhi akan meninggal (1875).
  • Jepang: Restorasi Meiji terjadi (1868); Kaisar Meiji naik takhta (1867-1912); Kaisar Kōmei telah meninggal (1867); Tokugawa Yoshinobu telah mengundurkan diri (1867); Periode Edo berakhir (1868); Periode Meiji dimulai (1868-1912); Modernisasi besar-besaran dimulai; Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Perjanjian Kanagawa (1854) - perdagangan dengan AS; Perjanjian Harris (1858) - perdagangan dengan AS; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Periode isolasi berakhir; Modernisasi dimulai; Charter Oath (1868) - prinsip modernisasi; Reformasi Meiji dimulai; Perang Boshin (1868-1869) berlanjut; Kekuasaan shogun berakhir; Kekuasaan kaisar dipulihkan; Modernisasi besar-besaran dimulai.
  • India: India menjadi koloni mahkota Inggris (1858); Victoria menjadi Maharani India (1876); Pemberontakan India (1857-1858) telah berakhir; EIC dibubarkan (1858); Delhi sebagai ibu kota; Perdagangan rempah-rempah dengan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Sistem administrasi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~200-250 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Afghanistan (1839-1842) telah berakhir; Perang dengan Afghanistan (1878-1880) akan terjadi; Kongres Nasional India akan didirikan (1885); Gerakan nasional akan dimulai.
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar masih memerintah (1848-1896); Dinasti Qajar berkembang; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Reformasi dimulai; Ekonomi pulih; Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~6-8 juta jiwa; Modernisasi dimulai; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi dimulai.
  • Ottoman: Abdülaziz masih memerintah (1861-1876); Reformasi Tanzimat (1839-1876) berlanjut; Kekaisaran melemah; Populasi ~30-35 juta jiwa; Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Rusia (1877-1878) akan terjadi; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Yunani (1821-1832) telah berakhir; Yunani merdeka (1832); Perang dengan Rusia (1828-1829) telah berakhir; Perjanjian Adrianople (1829); Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Abdülaziz akan digulingkan (1876); Murad V akan menjadi sultan (1876); Abdülhamid II akan menjadi sultan (1876-1909).
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) akan terjadi; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) telah berakhir; Burma kehilangan lebih banyak wilayah; Perjanjian Yandabo (1852) telah ditandatangani; Perang Anglo-Burmese Ketiga (1885) akan terjadi; Burma akan dianeksasi (1886).
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Rekonstruksi setelah Perang Imjin (1592-1598); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10-12 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Tekanan dari Jepang meningkat; Perjanjian Ganghwa (1876) akan ditandatangani; Korea akan membuka pelabuhan; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi; Gojong akan menjadi raja (1863-1907); Regent Heungseon Daewongun memerintah (1863-1873); Isolasi berlanjut.
  • Nasionalisme: Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Gerakan nasional berkembang di berbagai negara; Pendidikan modern dimulai; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Tekanan kolonial memicu reformasi; Gerakan nasional dan pendidikan modern mengubah politik; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Tekanan kolonial memicu reformasi.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Industrialisasi berkembang; Populasi ~26-30 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) telah dihapuskan (1846); Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) telah berakhir; Imperium: Jerman bersatu di bawah Otto von Bismarck (1871); Kekuatan baru muncul di Eropa; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) telah diadakan; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang Saudara AS (1861-1865) telah berakhir; Inggris mendukung Konfederasi secara tidak langsung; Perdamaian dengan AS; Perdagangan dengan AS berkembang; Reformasi Parlemen (1867) - hak pilih diperluas; Disraeli menjadi perdana menteri (1868, 1874-1880); Gladstone menjadi perdana menteri (1868-1874, 1880-1885, 1886, 1892-1894).
  • Prancis: Napoleon III masih memerintah (1852-1870); Kekaisaran Kedua; Populasi ~36-38 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Imperium: Jerman bersatu di bawah Otto von Bismarck (1871); Kekuatan baru muncul di Eropa; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Perang dengan Italia (1859) telah berakhir; Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Prancis mendukung Italia; Perang dengan Prusia (1870-1871) dimulai; Pertempuran Sedan (1870) - Napoleon III ditangkap; Kekaisaran Kedua berakhir (1870); Republik Ketiga didirikan (1870-1940); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Komune Paris (1871); Pemberontakan rakyat; Komune Paris dihancurkan; Republik Ketiga stabil.
  • Jerman: Konfederasi Jerman berkembang; 39 negara Jerman bersatu; Austria menjadi presiden; Reformasi Prussia berlanjut; Populasi ~40-45 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Imperium: Jerman bersatu di bawah Otto von Bismarck (1871); Kekuatan baru muncul di Eropa; Otto von Bismarck muncul (1862); Unifikasi Jerman (1871) terjadi; Wilhelm I menjadi raja Prussia (1861-1888); Perang dengan Denmark (1864) telah berakhir; Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1870-1871) berlanjut; Pertempuran Sedan (1870) - kemenangan Prusia; Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I menjadi kaisar (1871-1888); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Jerman menjadi kekuatan besar di Eropa.
  • Rusia: Aleksandr II masih memerintah (1855-1881); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~75-80 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Imperium: Jerman bersatu di bawah Otto von Bismarck (1871); Kekuatan baru muncul di Eropa; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Rusia kehilangan pengaruh di Laut Hitam; Emansipasi budak (1861); Reformasi besar-besaran dimulai; Perang dengan Ottoman (1877-1878) akan terjadi; Aleksandr II akan dibunuh (1881); Aleksandr III akan menjadi tsar (1881-1894).
  • Austria: Franz Joseph I masih memerintah (1848-1916); Kekaisaran Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Populasi ~35-40 juta jiwa; Revolusi 1848 telah terjadi; Revolusi gagal; Imperium: Jerman bersatu di bawah Otto von Bismarck (1871); Kekuatan baru muncul di Eropa; Perang dengan Prancis (1859) telah berakhir; Austria kehilangan Lombardy; Perang dengan Prusia (1866) telah berakhir; Austria dikalahkan; Konfederasi Jerman dibubarkan (1866); Perdamaian dengan Prusia (1866); Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Populasi ~35-40 juta jiwa; Reformasi dimulai; Populasi ~20 juta jiwa; Wina berkembang; Periode reaksi konservatif.
  • Italia: Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Victor Emmanuel II masih menjadi raja (1861-1878); Risorgimento berhasil; Garibaldi memimpin ekspedisi; Populasi ~27-30 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Imperium: Jerman bersatu di bawah Otto von Bismarck (1871); Kekuatan baru muncul di Eropa; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Lombardy dikuasai; Venesia dikuasai (1866); Roma dikuasai (1870); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Ibu kota dipindahkan ke Roma (1871); Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Venesia dikuasai; Perdamaian dengan Austria (1866); Italia bersatu sepenuhnya (1870).
  • Imperium: Jerman bersatu di bawah Otto von Bismarck (1871); Kekuatan baru muncul di Eropa; Unifikasi Jerman (1871) terjadi; Wilhelm I menjadi kaisar (1871-1888); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Jerman menjadi kekuatan besar di Eropa; Kekuatan baru muncul di Eropa; Keseimbangan kekuatan Eropa berubah; Aliansi baru terbentuk; Kompetisi imperial meningkat; Jerman bersatu di bawah Otto von Bismarck (1871); Kekuatan baru muncul di Eropa.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir secara nominal; Muhammad Ali Pasha telah meninggal (1849); Mesir menjadi semi-independen; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak masih aktif meskipun dilarang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik masih aktif; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~40-50 juta jiwa; Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan dengan Asia berkembang; Infrastruktur berkembang; Ruang ekonomi berubah.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~250.000-300.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Mpande masih menjadi raja Zulu (1840-1872); Kerajaan Zulu berkembang; Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi; Demam emas (1886) akan terjadi; Perang Xhosa akan berakhir (1879); Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah.
  • Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Perdagangan komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Ulysses S. Grant menjadi presiden (1869-1877); Andrew Johnson telah meninggalkan jabatan (1869); Perang Saudara Amerika (1861-1865) telah berakhir; Perbudakan dihapuskan; Amendemen ke-13 (1865) - penghapusan perbudakan; Amendemen ke-14 (1868) - kewarganegaraan; Amendemen ke-15 (1870) - hak pilih; Populasi ~38-40 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Era Rekonstruksi (1865-1877) berlanjut; Perdamaian dengan Konfederasi; Persatuan dipulihkan; Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut; Transcontinental Railroad selesai (1869); Perdagangan berkembang; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang.
  • Meksiko: Benito Juárez masih memerintah (1861-1872); Perang Reformasi (1857-1861) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1862-1867) telah berakhir; Intervensi Prancis (1862-1867) telah berakhir; Maximilian I telah dieksekusi (1867); Republik dipulihkan (1867); Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai sebagian besar; Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) telah berakhir; Negara-negara merdeka berkembang; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Perang dengan Spanyol berlanjut; Perang dengan Chili (1879-1883) akan terjadi; Perang Pasifik (1879-1883) akan terjadi; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang.
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang dengan Paraguay (1864-1870) telah berakhir; Perang Triple Alliance; Perbudakan akan dihapuskan (1888); Republik akan didirikan (1889); Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang.
  • Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut; Transcontinental Railroad selesai (1869); Perdagangan berkembang; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin masih dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~1.5-2 juta jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Victoria berkembang; Queensland berkembang; Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Federasi Australia (1901) akan terjadi; Dominion berkembang.
  • Selandia Baru: Maori masih dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa meningkat; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem mulai berubah; Permukiman Eropa dimulai (1840); Perjanjian Waitangi (1840); Klaim Inggris dibuat; Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Perang Maori (1845-1872) berlanjut; Perang Taranaki (1860-1861) telah berakhir; Perang Waikato (1863-1864) telah berakhir; Perang dengan Maori berlanjut; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Dominion Selandia Baru (1907) akan terjadi.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa meningkat; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem mulai berubah; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris aktif; Kerajaan Hawaii berkembang; Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Kerajaan Hawaii akan dijatuhkan (1893); Hawaii akan dianeksasi oleh AS (1898).
  • Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Perdagangan global berkembang; Ekonomi global berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia.

Tahun 18.75

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Guangxu naik takhta (1875-1908); Kaisar Tongzhi telah meninggal (1875); Periode pemulihan setelah Pemberontakan Taiping; Populasi ~350-400 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping (1850-1864) telah berakhir; Populasi menurun drastis; Perang Opium Kedua (1856-1860) telah berakhir; Perjanjian Tianjin (1858) telah ditandatangani; Perjanjian Peking (1860) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan lebih banyak wilayah; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Self-Strengthening Movement (1861-1895) berlanjut; Modernisasi militer dan industri dimulai; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Tiongkok akan dikalahkan; Perjanjian Shimonoseki (1895) akan ditandatangani; Tiongkok kehilangan Taiwan dan Korea.
  • Jepang: Kaisar Meiji masih memerintah (1867-1912); Periode Meiji (1868-1912) berlanjut; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Charter Oath (1868) - prinsip modernisasi; Reformasi Meiji berlanjut; Perjanjian Kanagawa (1854) - perdagangan dengan AS; Perjanjian Harris (1858) - perdagangan dengan AS; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Periode isolasi berakhir; Modernisasi dimulai; Perang Boshin (1868-1869) telah berakhir; Kekuasaan shogun berakhir; Kekuasaan kaisar dipulihkan; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Perang dengan Tiongkok (1894-1895) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Jepang akan mengalahkan Tiongkok; Perjanjian Shimonoseki (1895) akan ditandatangani; Jepang akan memperoleh Taiwan dan Korea; Perang dengan Rusia (1904-1905) akan terjadi; Perang Rusia-Jepang; Jepang akan mengalahkan Rusia; Perjanjian Portsmouth (1905) akan ditandatangani; Jepang menjadi kekuatan besar di Asia.
  • India: India menjadi koloni mahkota Inggris (1858); Victoria menjadi Maharani India (1876); Pemberontakan India (1857-1858) telah berakhir; EIC dibubarkan (1858); Delhi sebagai ibu kota; Perdagangan rempah-rempah dengan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Sistem administrasi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~200-250 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Afghanistan (1839-1842) telah berakhir; Perang dengan Afghanistan (1878-1880) akan terjadi; Kongres Nasional India akan didirikan (1885); Gerakan nasional akan dimulai; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar masih memerintah (1848-1896); Dinasti Qajar berkembang; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Reformasi dimulai; Ekonomi pulih; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~6-8 juta jiwa; Modernisasi dimulai; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi dimulai; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Ottoman: Abdülhamid II menjadi sultan (1876-1909); Murad V telah digulingkan (1876); Abdülaziz telah digulingkan (1876); Reformasi Tanzimat (1839-1876) berlanjut; Kekaisaran melemah; Populasi ~30-35 juta jiwa; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Rusia (1877-1878) akan terjadi; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Yunani (1821-1832) telah berakhir; Yunani merdeka (1832); Perang dengan Rusia (1828-1829) telah berakhir; Perjanjian Adrianople (1829); Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) berlanjut; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) telah berakhir; Burma kehilangan lebih banyak wilayah; Perjanjian Yandabo (1852) telah ditandatangani; Perang Anglo-Burmese Ketiga (1885) akan terjadi; Burma akan dianeksasi (1886); Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Gojong masih menjadi raja (1863-1907); Regent Heungseon Daewongun telah meninggalkan jabatan (1873); Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10-12 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Tekanan dari Jepang meningkat; Perjanjian Ganghwa (1876) akan ditandatangani; Korea akan membuka pelabuhan; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perdagangan global berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Industrialisasi berkembang; Populasi ~30-35 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Sains: Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Corn Laws (1815) telah dihapuskan (1846); Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) telah berakhir; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) telah diadakan; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang Saudara AS (1861-1865) telah berakhir; Inggris mendukung Konfederasi secara tidak langsung; Perdamaian dengan AS; Perdagangan dengan AS berkembang; Reformasi Parlemen (1867) - hak pilih diperluas; Disraeli menjadi perdana menteri (1874-1880); Gladstone menjadi perdana menteri (1868-1874, 1880-1885, 1886, 1892-1894); Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi.
  • Prancis: Republik Ketiga masih berkuasa (1870-1940); Kekaisaran Kedua telah berakhir (1870); Napoleon III telah meninggal (1873); Populasi ~36-38 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Sains: Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Perang dengan Italia (1859) telah berakhir; Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Prancis mendukung Italia; Perang dengan Prusia (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - Napoleon III ditangkap; Kekaisaran Kedua berakhir (1870); Republik Ketiga didirikan (1870-1940); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Komune Paris (1871) telah berakhir; Pemberontakan rakyat telah berakhir; Komune Paris dihancurkan; Republik Ketiga stabil; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi.
  • Jerman: Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I menjadi kaisar (1871-1888); Otto von Bismarck menjadi kanselir (1871-1890); Unifikasi Jerman (1871) terjadi; Populasi ~40-45 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Sains: Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Perang dengan Denmark (1864) telah berakhir; Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - kemenangan Prusia; Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I menjadi kaisar (1871-1888); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Jerman menjadi kekuatan besar di Eropa; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi.
  • Rusia: Aleksandr II masih memerintah (1855-1881); Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~80-85 juta jiwa; Sains: Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Rusia kehilangan pengaruh di Laut Hitam; Emansipasi budak (1861); Reformasi besar-besaran dimulai; Perang dengan Ottoman (1877-1878) akan terjadi; Aleksandr II akan dibunuh (1881); Aleksandr III akan menjadi tsar (1881-1894); Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi.
  • Austria: Franz Joseph I masih memerintah (1848-1916); Kekaisaran Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Populasi ~35-40 juta jiwa; Sains: Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Revolusi 1848 telah terjadi; Revolusi gagal; Perang dengan Prancis (1859) telah berakhir; Austria kehilangan Lombardy; Perang dengan Prusia (1866) telah berakhir; Austria dikalahkan; Konfederasi Jerman dibubarkan (1866); Perdamaian dengan Prusia (1866); Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Populasi ~35-40 juta jiwa; Reformasi dimulai; Wina berkembang; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi.
  • Italia: Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Victor Emmanuel II masih menjadi raja (1861-1878); Risorgimento berhasil; Garibaldi memimpin ekspedisi; Populasi ~28-30 juta jiwa; Sains: Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Lombardy dikuasai; Venesia dikuasai (1866); Roma dikuasai (1870); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Ibu kota dipindahkan ke Roma (1871); Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Venesia dikuasai; Perdamaian dengan Austria (1866); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi.
  • Sains: Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Lokomotif uap berkembang; Revolusi transportasi berlanjut; Kemajuan dalam fisika dan kimia; Kemajuan dalam biologi; Kemajuan dalam kedokteran; Kemajuan dalam teknik; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Revolusi komunikasi dimulai; Perdagangan global berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir secara nominal; Muhammad Ali Pasha telah meninggal (1849); Mesir menjadi semi-independen; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan budak masih aktif meskipun dilarang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik masih aktif; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~40-50 juta jiwa; Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Perdagangan dengan Asia berkembang.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) berlanjut; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~300.000-350.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Cetshwayo menjadi raja Zulu (1872-1879); Kerajaan Zulu berkembang; Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi; Demam emas (1886) akan terjadi; Perang Xhosa akan berakhir (1879); Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat.
  • Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Ulysses S. Grant masih memerintah (1869-1877); Perang Saudara Amerika (1861-1865) telah berakhir; Perbudakan dihapuskan; Amendemen ke-13 (1865) - penghapusan perbudakan; Amendemen ke-14 (1868) - kewarganegaraan; Amendemen ke-15 (1870) - hak pilih; Populasi ~40-45 juta jiwa; Imperium: Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Era Rekonstruksi (1865-1877) berlanjut; Perdamaian dengan Konfederasi; Persatuan dipulihkan; Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut; Transcontinental Railroad selesai (1869); Perdagangan berkembang; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Rutherford B. Hayes akan menjadi presiden (1877-1881); Era Rekonstruksi akan berakhir (1877); Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai.
  • Meksiko: Porfirio Díaz menjadi presiden (1876-1880, 1884-1911); Benito Juárez telah meninggal (1872); Perang Reformasi (1857-1861) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1862-1867) telah berakhir; Intervensi Prancis (1862-1867) telah berakhir; Maximilian I telah dieksekusi (1867); Republik dipulihkan (1867); Populasi ~9-10 juta jiwa; Imperium: Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai sebagian besar; Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) telah berakhir; Negara-negara merdeka berkembang; Populasi ~25-30 juta jiwa; Imperium: Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang dengan Spanyol berlanjut; Perang dengan Chili (1879-1883) akan terjadi; Perang Pasifik (1879-1883) akan terjadi; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai.
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~9-10 juta jiwa; Imperium: Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang dengan Paraguay (1864-1870) telah berakhir; Perang Triple Alliance; Perbudakan akan dihapuskan (1888); Republik akan didirikan (1889); Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai.
  • Imperium: Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Perdagangan global berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin masih dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~2-2.5 juta jiwa; Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Victoria berkembang; Queensland berkembang; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Federasi Australia (1901) akan terjadi; Dominion berkembang; Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi Aborigin menurun drastis; Hak Aborigin dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai.
  • Selandia Baru: Maori masih dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kontak Eropa meningkat; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem mulai berubah; Permukiman Eropa dimulai (1840); Perjanjian Waitangi (1840); Klaim Inggris dibuat; Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Perang Maori (1845-1872) telah berakhir; Perang Taranaki (1860-1861) telah berakhir; Perang Waikato (1863-1864) telah berakhir; Perang dengan Maori telah berakhir; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Dominion Selandia Baru (1907) akan terjadi; Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi Maori menurun; Hak Maori dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kontak Eropa meningkat; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem mulai berubah; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris aktif; Kerajaan Hawaii berkembang; Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Kerajaan Hawaii akan dijatuhkan (1893); Hawaii akan dianeksasi oleh AS (1898); Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi pribumi menurun; Hak pribumi dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai.
  • Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi pribumi menurun drastis; Hak pribumi dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai; Konflik dengan pribumi berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Perubahan akan datang dengan kolonisasi; Kolonisasi berkembang; Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi pribumi menurun; Hak pribumi dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai; Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak.

Tahun 18.80

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Guangxu masih memerintah (1875-1908); Periode pemulihan setelah Pemberontakan Taiping; Populasi ~350-400 juta jiwa; Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping (1850-1864) telah berakhir; Populasi menurun drastis; Perang Opium Kedua (1856-1860) telah berakhir; Perjanjian Tianjin (1858) telah ditandatangani; Perjanjian Peking (1860) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan lebih banyak wilayah; Self-Strengthening Movement (1861-1895) berlanjut; Modernisasi militer dan industri dimulai; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Tiongkok akan dikalahkan; Perjanjian Shimonoseki (1895) akan ditandatangani; Tiongkok kehilangan Taiwan dan Korea; Reformasi Wuxu (1898) akan terjadi; Modernisasi negara dan militer; Tekanan kolonial memicu reformasi.
  • Jepang: Kaisar Meiji masih memerintah (1867-1912); Periode Meiji (1868-1912) berlanjut; Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Charter Oath (1868) - prinsip modernisasi; Reformasi Meiji berlanjut; Perjanjian Kanagawa (1854) - perdagangan dengan AS; Perjanjian Harris (1858) - perdagangan dengan AS; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Periode isolasi berakhir; Modernisasi dimulai; Perang Boshin (1868-1869) telah berakhir; Kekuasaan shogun berakhir; Kekuasaan kaisar dipulihkan; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Perang dengan Tiongkok (1894-1895) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Jepang akan mengalahkan Tiongkok; Perjanjian Shimonoseki (1895) akan ditandatangani; Jepang akan memperoleh Taiwan dan Korea; Perang dengan Rusia (1904-1905) akan terjadi; Perang Rusia-Jepang; Jepang akan mengalahkan Rusia; Perjanjian Portsmouth (1905) akan ditandatangani; Jepang menjadi kekuatan besar di Asia; Modernisasi negara dan militer; Tekanan kolonial memicu reformasi.
  • India: India menjadi koloni mahkota Inggris (1858); Victoria menjadi Maharani India (1876); Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; Pemberontakan India (1857-1858) telah berakhir; EIC dibubarkan (1858); Delhi sebagai ibu kota; Perdagangan rempah-rempah dengan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem administrasi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~200-250 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Afghanistan (1839-1842) telah berakhir; Perang dengan Afghanistan (1878-1880) telah berakhir; Kongres Nasional India akan didirikan (1885); Gerakan nasional akan dimulai; Modernisasi negara dan militer; Tekanan kolonial memicu reformasi.
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar masih memerintah (1848-1896); Dinasti Qajar berkembang; Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Reformasi dimulai; Ekonomi pulih; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~6-8 juta jiwa; Modernisasi dimulai; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi dimulai; Modernisasi negara dan militer; Tekanan kolonial memicu reformasi.
  • Ottoman: Abdülhamid II masih memerintah (1876-1909); Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; Reformasi Tanzimat (1839-1876) telah berakhir; Kekaisaran melemah; Populasi ~30-35 juta jiwa; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Rusia (1877-1878) telah berakhir; Perjanjian San Stefano (1878) telah ditandatangani; Kongres Berlin (1878) telah diadakan; Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Yunani (1821-1832) telah berakhir; Yunani merdeka (1832); Perang dengan Rusia (1828-1829) telah berakhir; Perjanjian Adrianople (1829); Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Modernisasi negara dan militer; Tekanan kolonial memicu reformasi.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) berlanjut; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) telah berakhir; Burma kehilangan lebih banyak wilayah; Perjanjian Yandabo (1852) telah ditandatangani; Perang Anglo-Burmese Ketiga (1885) akan terjadi; Burma akan dianeksasi (1886); Modernisasi negara dan militer; Tekanan kolonial memicu reformasi.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Gojong masih menjadi raja (1863-1907); Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10-12 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Tekanan dari Jepang meningkat; Perjanjian Ganghwa (1876) telah ditandatangani; Korea telah membuka pelabuhan; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi; Modernisasi negara dan militer; Tekanan kolonial memicu reformasi.
  • Reformasi: Modernisasi negara dan militer; tekanan kolonial memicu reformasi; Gerakan nasional berkembang di berbagai negara; Pendidikan modern dimulai; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Tekanan kolonial memicu reformasi; Modernisasi negara dan militer; Tekanan kolonial memicu reformasi.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Industrialisasi berkembang; Populasi ~30-35 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) telah dihapuskan (1846); Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) telah berakhir; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) telah diadakan; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang Saudara AS (1861-1865) telah berakhir; Inggris mendukung Konfederasi secara tidak langsung; Perdamaian dengan AS; Perdagangan dengan AS berkembang; Reformasi Parlemen (1867) - hak pilih diperluas; Disraeli menjadi perdana menteri (1874-1880); Gladstone menjadi perdana menteri (1880-1885, 1886, 1892-1894); Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Prancis: Republik Ketiga masih berkuasa (1870-1940); Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Populasi ~36-38 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Perang dengan Italia (1859) telah berakhir; Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Prancis mendukung Italia; Perang dengan Prusia (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - Napoleon III ditangkap; Kekaisaran Kedua berakhir (1870); Republik Ketiga didirikan (1870-1940); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Komune Paris (1871) telah berakhir; Pemberontakan rakyat telah berakhir; Komune Paris dihancurkan; Republik Ketiga stabil; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Jerman: Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I masih menjadi kaisar (1871-1888); Otto von Bismarck masih menjadi kanselir (1871-1890); Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Unifikasi Jerman (1871) terjadi; Populasi ~40-45 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Perang dengan Denmark (1864) telah berakhir; Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - kemenangan Prusia; Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I menjadi kaisar (1871-1888); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Jerman menjadi kekuatan besar di Eropa; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Rusia: Aleksandr II masih memerintah (1855-1881); Industri: Tsar Alexander II dibunuh (1881); Rusia memasuki periode reaksi; Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~80-85 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Rusia kehilangan pengaruh di Laut Hitam; Emansipasi budak (1861); Reformasi besar-besaran dimulai; Perang dengan Ottoman (1877-1878) telah berakhir; Perjanjian San Stefano (1878) telah ditandatangani; Kongres Berlin (1878) telah diadakan; Aleksandr II akan dibunuh (1881); Aleksandr III akan menjadi tsar (1881-1894); Rusia memasuki periode reaksi; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Austria: Franz Joseph I masih memerintah (1848-1916); Kekaisaran Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Populasi ~35-40 juta jiwa; Revolusi 1848 telah terjadi; Revolusi gagal; Perang dengan Prancis (1859) telah berakhir; Austria kehilangan Lombardy; Perang dengan Prusia (1866) telah berakhir; Austria dikalahkan; Konfederasi Jerman dibubarkan (1866); Perdamaian dengan Prusia (1866); Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Populasi ~35-40 juta jiwa; Reformasi dimulai; Wina berkembang; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Italia: Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Umberto I menjadi raja (1878-1900); Victor Emmanuel II telah meninggal (1878); Risorgimento berhasil; Garibaldi memimpin ekspedisi; Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Populasi ~28-30 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Lombardy dikuasai; Venesia dikuasai (1866); Roma dikuasai (1870); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Ibu kota dipindahkan ke Roma (1871); Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Venesia dikuasai; Perdamaian dengan Austria (1866); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Tsar Alexander II dibunuh (1881); Rusia memasuki periode reaksi; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Migrasi besar terjadi; Kota-kota modern berkembang; Perdagangan global berkembang; Ekonomi global berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Tsar Alexander II dibunuh (1881); Rusia memasuki periode reaksi.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir secara nominal; Muhammad Ali Pasha telah meninggal (1849); Mesir menjadi semi-independen; Kolonisasi: Penjajahan formal meningkat; ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Penjajahan formal meningkat; Ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Kolonisasi: Penjajahan formal meningkat; ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global; Perdagangan budak masih aktif meskipun dilarang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik masih aktif; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Penjajahan formal meningkat; Ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Kolonisasi: Penjajahan formal meningkat; ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~40-50 juta jiwa; Perdagangan dengan Asia berkembang; Penjajahan formal meningkat; Ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Kolonisasi: Penjajahan formal meningkat; ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) telah berakhir; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~350.000-400.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Cetshwayo telah meninggal (1884); Kerajaan Zulu berkembang; Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi; Demam emas (1886) akan terjadi; Perang Xhosa telah berakhir (1879); Perang Anglo-Zulu (1879) telah berakhir; Zulu dikalahkan; Penjajahan formal meningkat; Ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global.
  • Kolonisasi: Penjajahan formal meningkat; ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Penjajahan formal meningkat; Ekonomi dipaksa mengikuti kebutuhan industri global.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Rutherford B. Hayes masih memerintah (1877-1881); Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Perang Saudara Amerika (1861-1865) telah berakhir; Perbudakan dihapuskan; Amendemen ke-13 (1865) - penghapusan perbudakan; Amendemen ke-14 (1868) - kewarganegaraan; Amendemen ke-15 (1870) - hak pilih; Populasi ~50-55 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Era Rekonstruksi (1865-1877) telah berakhir; Perdamaian dengan Konfederasi; Persatuan dipulihkan; Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut; Transcontinental Railroad selesai (1869); Perdagangan berkembang; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; James A. Garfield akan menjadi presiden (1881); Chester A. Arthur akan menjadi presiden (1881-1885); Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Meksiko: Porfirio Díaz masih memerintah (1876-1880, 1884-1911); Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Perang Reformasi (1857-1861) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1862-1867) telah berakhir; Intervensi Prancis (1862-1867) telah berakhir; Maximilian I telah dieksekusi (1867); Republik dipulihkan (1867); Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai sebagian besar; Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) telah berakhir; Negara-negara merdeka berkembang; Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang dengan Spanyol berlanjut; Perang dengan Chili (1879-1883) berlanjut; Perang Pasifik (1879-1883) berlanjut; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang dengan Paraguay (1864-1870) telah berakhir; Perang Triple Alliance; Perbudakan akan dihapuskan (1888); Republik akan didirikan (1889); Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.
  • Industri: Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Migrasi besar terjadi; Kota-kota modern berkembang; Perdagangan global berkembang; Ekonomi global berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Industrialisasi dan migrasi besar membentuk kota-kota modern.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin masih dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Kolonisasi: Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~2.5-3 juta jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Victoria berkembang; Queensland berkembang; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Federasi Australia (1901) akan terjadi; Dominion berkembang; Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru.
  • Selandia Baru: Maori masih dominan; Populasi ~100.000-200.000; Kolonisasi: Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru; Kontak Eropa meningkat; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem mulai berubah; Permukiman Eropa dimulai (1840); Perjanjian Waitangi (1840); Klaim Inggris dibuat; Perang Maori (1845-1872) telah berakhir; Perang Taranaki (1860-1861) telah berakhir; Perang Waikato (1863-1864) telah berakhir; Perang dengan Maori telah berakhir; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Dominion Selandia Baru (1907) akan terjadi; Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Kolonisasi: Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru; Kontak Eropa meningkat; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem mulai berubah; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris aktif; Kerajaan Hawaii berkembang; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Kerajaan Hawaii akan dijatuhkan (1893); Hawaii akan dianeksasi oleh AS (1898); Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru.
  • Kolonisasi: Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru; Kontak Eropa meningkat; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Perubahan akan datang dengan kolonisasi; Kolonisasi berkembang; Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru; Perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru; Koloni pemukim berkembang; Tatanan baru terbentuk; Koloni pemukim dan perubahan hukum tanah membentuk tatanan baru.

Tahun 18.85

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Guangxu masih memerintah (1875-1908); Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Periode pemulihan setelah Pemberontakan Taiping; Populasi ~350-400 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping (1850-1864) telah berakhir; Populasi menurun drastis; Perang Opium Kedua (1856-1860) telah berakhir; Perjanjian Tianjin (1858) telah ditandatangani; Perjanjian Peking (1860) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan lebih banyak wilayah; Self-Strengthening Movement (1861-1895) berlanjut; Modernisasi militer dan industri dimulai; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Tiongkok akan dikalahkan; Perjanjian Shimonoseki (1895) akan ditandatangani; Tiongkok kehilangan Taiwan dan Korea; Reformasi Wuxu (1898) akan terjadi; Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif.
  • Jepang: Kaisar Meiji masih memerintah (1867-1912); Periode Meiji (1868-1912) berlanjut; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Charter Oath (1868) - prinsip modernisasi; Reformasi Meiji berlanjut; Perjanjian Kanagawa (1854) - perdagangan dengan AS; Perjanjian Harris (1858) - perdagangan dengan AS; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Periode isolasi berakhir; Modernisasi dimulai; Perang Boshin (1868-1869) telah berakhir; Kekuasaan shogun berakhir; Kekuasaan kaisar dipulihkan; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Perang dengan Tiongkok (1894-1895) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Jepang akan mengalahkan Tiongkok; Perjanjian Shimonoseki (1895) akan ditandatangani; Jepang akan memperoleh Taiwan dan Korea; Perang dengan Rusia (1904-1905) akan terjadi; Perang Rusia-Jepang; Jepang akan mengalahkan Rusia; Perjanjian Portsmouth (1905) akan ditandatangani; Jepang menjadi kekuatan besar di Asia; Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif.
  • India: India menjadi koloni mahkota Inggris (1858); Victoria menjadi Maharani India (1876); Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Pemberontakan India (1857-1858) telah berakhir; EIC dibubarkan (1858); Delhi sebagai ibu kota; Perdagangan rempah-rempah dengan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem administrasi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~200-250 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Afghanistan (1839-1842) telah berakhir; Perang dengan Afghanistan (1878-1880) telah berakhir; Kongres Nasional India didirikan (1885); Gerakan nasional dimulai; Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif.
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar masih memerintah (1848-1896); Dinasti Qajar berkembang; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Reformasi dimulai; Ekonomi pulih; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~6-8 juta jiwa; Modernisasi dimulai; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi dimulai; Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif.
  • Ottoman: Abdülhamid II masih memerintah (1876-1909); Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Reformasi Tanzimat (1839-1876) telah berakhir; Kekaisaran melemah; Populasi ~30-35 juta jiwa; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Rusia (1877-1878) telah berakhir; Perjanjian San Stefano (1878) telah ditandatangani; Kongres Berlin (1878) telah diadakan; Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Yunani (1821-1832) telah berakhir; Yunani merdeka (1832); Perang dengan Rusia (1828-1829) telah berakhir; Perjanjian Adrianople (1829); Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) berlanjut; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) telah berakhir; Burma kehilangan lebih banyak wilayah; Perjanjian Yandabo (1852) telah ditandatangani; Perang Anglo-Burmese Ketiga (1885) terjadi; Burma dianeksasi (1886); Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Gojong masih menjadi raja (1863-1907); Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10-12 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Tekanan dari Jepang meningkat; Perjanjian Ganghwa (1876) telah ditandatangani; Korea telah membuka pelabuhan; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi; Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif.
  • Kolonial: Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif; Perdagangan global berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Ekspansi kekuatan Eropa/Jepang membentuk batas dan ekonomi ekstraktif.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Revolusi: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Industrialisasi berkembang; Populasi ~30-35 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) telah dihapuskan (1846); Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) telah berakhir; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) telah diadakan; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang Saudara AS (1861-1865) telah berakhir; Inggris mendukung Konfederasi secara tidak langsung; Perdamaian dengan AS; Perdagangan dengan AS berkembang; Reformasi Parlemen (1867) - hak pilih diperluas; Disraeli menjadi perdana menteri (1874-1880); Gladstone menjadi perdana menteri (1880-1885, 1886, 1892-1894); Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak.
  • Prancis: Republik Ketiga masih berkuasa (1870-1940); Revolusi: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Populasi ~36-38 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Perang dengan Italia (1859) telah berakhir; Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Prancis mendukung Italia; Perang dengan Prusia (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - Napoleon III ditangkap; Kekaisaran Kedua berakhir (1870); Republik Ketiga didirikan (1870-1940); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Komune Paris (1871) telah berakhir; Pemberontakan rakyat telah berakhir; Komune Paris dihancurkan; Republik Ketiga stabil; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak.
  • Jerman: Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I masih menjadi kaisar (1871-1888); Otto von Bismarck masih menjadi kanselir (1871-1890); Revolusi: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Unifikasi Jerman (1871) terjadi; Populasi ~40-45 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Perang dengan Denmark (1864) telah berakhir; Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - kemenangan Prusia; Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I menjadi kaisar (1871-1888); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Jerman menjadi kekuatan besar di Eropa; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak.
  • Rusia: Aleksandr III menjadi tsar (1881-1894); Aleksandr II telah dibunuh (1881); Revolusi: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~80-85 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Rusia kehilangan pengaruh di Laut Hitam; Emansipasi budak (1861); Reformasi besar-besaran dimulai; Perang dengan Ottoman (1877-1878) telah berakhir; Perjanjian San Stefano (1878) telah ditandatangani; Kongres Berlin (1878) telah diadakan; Aleksandr II dibunuh (1881); Aleksandr III menjadi tsar (1881-1894); Rusia memasuki periode reaksi; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak.
  • Austria: Franz Joseph I masih memerintah (1848-1916); Kekaisaran Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Revolusi: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Populasi ~35-40 juta jiwa; Revolusi 1848 telah terjadi; Revolusi gagal; Perang dengan Prancis (1859) telah berakhir; Austria kehilangan Lombardy; Perang dengan Prusia (1866) telah berakhir; Austria dikalahkan; Konfederasi Jerman dibubarkan (1866); Perdamaian dengan Prusia (1866); Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Populasi ~35-40 juta jiwa; Reformasi dimulai; Wina berkembang; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak.
  • Italia: Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Umberto I masih menjadi raja (1878-1900); Risorgimento berhasil; Garibaldi memimpin ekspedisi; Revolusi: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Populasi ~28-30 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Lombardy dikuasai; Venesia dikuasai (1866); Roma dikuasai (1870); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Ibu kota dipindahkan ke Roma (1871); Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Venesia dikuasai; Perdamaian dengan Austria (1866); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak.
  • Revolusi: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Perdagangan global berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir secara nominal; Muhammad Ali Pasha telah meninggal (1849); Mesir menjadi semi-independen; Perlawanan: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885) tanpa konsultasi penduduk asli; Kolonialisme formal dimulai; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perlawanan: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885) tanpa konsultasi penduduk asli; Kolonialisme formal dimulai; Perdagangan budak masih aktif meskipun dilarang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik masih aktif; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perlawanan: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885) tanpa konsultasi penduduk asli; Kolonialisme formal dimulai; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~40-50 juta jiwa; Perdagangan dengan Asia berkembang; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Perlawanan: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885) tanpa konsultasi penduduk asli; Kolonialisme formal dimulai; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) telah berakhir; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~400.000-450.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Cetshwayo telah meninggal (1884); Kerajaan Zulu berkembang; Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi; Demam emas (1886) akan terjadi; Perang Xhosa telah berakhir (1879); Perang Anglo-Zulu (1879) telah berakhir; Zulu dikalahkan; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai.
  • Perlawanan: Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885) tanpa konsultasi penduduk asli; Kolonialisme formal dimulai; Pemberontakan lokal terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Pemberontakan budak terjadi; Pemberontakan pribumi terjadi; Negosiasi dengan penjajah; Resistensi terhadap kolonisasi; Dinamika kolonial kompleks; Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885) tanpa konsultasi penduduk asli; Kolonialisme formal dimulai; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Konferensi Berlin membagi-bagi Afrika (1884-1885) tanpa konsultasi penduduk asli; Kolonialisme formal dimulai.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Grover Cleveland menjadi presiden (1885-1889); Chester A. Arthur telah meninggalkan jabatan (1885); Negara: Ekspansi negara dan pasar; konflik perbatasan dan integrasi wilayah; Perang Saudara Amerika (1861-1865) telah berakhir; Perbudakan dihapuskan; Amendemen ke-13 (1865) - penghapusan perbudakan; Amendemen ke-14 (1868) - kewarganegaraan; Amendemen ke-15 (1870) - hak pilih; Populasi ~55-60 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Era Rekonstruksi (1865-1877) telah berakhir; Perdamaian dengan Konfederasi; Persatuan dipulihkan; Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut; Transcontinental Railroad selesai (1869); Perdagangan berkembang; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Ekspansi negara dan pasar; Konflik perbatasan dan integrasi wilayah.
  • Meksiko: Porfirio Díaz masih memerintah (1876-1880, 1884-1911); Negara: Ekspansi negara dan pasar; konflik perbatasan dan integrasi wilayah; Perang Reformasi (1857-1861) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1862-1867) telah berakhir; Intervensi Prancis (1862-1867) telah berakhir; Maximilian I telah dieksekusi (1867); Republik dipulihkan (1867); Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Ekspansi negara dan pasar; Konflik perbatasan dan integrasi wilayah.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai sebagian besar; Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) telah berakhir; Negara-negara merdeka berkembang; Negara: Ekspansi negara dan pasar; konflik perbatasan dan integrasi wilayah; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang dengan Spanyol berlanjut; Perang dengan Chili (1879-1883) telah berakhir; Perang Pasifik (1879-1883) telah berakhir; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Ekspansi negara dan pasar; Konflik perbatasan dan integrasi wilayah.
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Negara: Ekspansi negara dan pasar; konflik perbatasan dan integrasi wilayah; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang dengan Paraguay (1864-1870) telah berakhir; Perang Triple Alliance; Perbudakan akan dihapuskan (1888); Republik akan didirikan (1889); Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Ekspansi negara dan pasar; Konflik perbatasan dan integrasi wilayah.
  • Negara: Ekspansi negara dan pasar; konflik perbatasan dan integrasi wilayah; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Migrasi besar terjadi; Kota-kota modern berkembang; Perdagangan global berkembang; Ekonomi global berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Ekspansi negara dan pasar; Konflik perbatasan dan integrasi wilayah.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin masih dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~3-3.5 juta jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Victoria berkembang; Queensland berkembang; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Federasi Australia (1901) akan terjadi; Dominion berkembang; Institusi pemerintahan modern berkembang; Identitas nasional baru terbentuk.
  • Selandia Baru: Maori masih dominan; Populasi ~100.000-200.000; Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Kontak Eropa meningkat; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem mulai berubah; Permukiman Eropa dimulai (1840); Perjanjian Waitangi (1840); Klaim Inggris dibuat; Perang Maori (1845-1872) telah berakhir; Perang Taranaki (1860-1861) telah berakhir; Perang Waikato (1863-1864) telah berakhir; Perang dengan Maori telah berakhir; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Dominion Selandia Baru (1907) akan terjadi; Institusi pemerintahan modern berkembang; Identitas nasional baru terbentuk.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Kontak Eropa meningkat; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem mulai berubah; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris aktif; Kerajaan Hawaii berkembang; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Kerajaan Hawaii akan dijatuhkan (1893); Hawaii akan dianeksasi oleh AS (1898); Institusi pemerintahan modern berkembang; Identitas nasional baru terbentuk.
  • Dominion: Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk; Koloni berkembang; Federasi Australia (1901) akan terjadi; Dominion Selandia Baru (1907) akan terjadi; Pemerintahan sendiri berkembang; Identitas nasional baru terbentuk; Institusi pemerintahan modern berkembang; identitas nasional baru terbentuk.

Tahun 18.90

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Guangxu masih memerintah (1875-1908); Nasionalisme: Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia; Periode pemulihan setelah Pemberontakan Taiping; Populasi ~350-400 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping (1850-1864) telah berakhir; Populasi menurun drastis; Perang Opium Kedua (1856-1860) telah berakhir; Perjanjian Tianjin (1858) telah ditandatangani; Perjanjian Peking (1860) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan lebih banyak wilayah; Self-Strengthening Movement (1861-1895) berlanjut; Modernisasi militer dan industri dimulai; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Tiongkok akan dikalahkan; Perjanjian Shimonoseki (1895) akan ditandatangani; Tiongkok kehilangan Taiwan dan Korea; Reformasi Wuxu (1898) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia.
  • Jepang: Kaisar Meiji masih memerintah (1867-1912); Periode Meiji (1868-1912) berlanjut; Nasionalisme: Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Charter Oath (1868) - prinsip modernisasi; Reformasi Meiji berlanjut; Perjanjian Kanagawa (1854) - perdagangan dengan AS; Perjanjian Harris (1858) - perdagangan dengan AS; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Periode isolasi berakhir; Modernisasi dimulai; Perang Boshin (1868-1869) telah berakhir; Kekuasaan shogun berakhir; Kekuasaan kaisar dipulihkan; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Perang dengan Tiongkok (1894-1895) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Jepang akan mengalahkan Tiongkok; Perjanjian Shimonoseki (1895) akan ditandatangani; Jepang akan memperoleh Taiwan dan Korea; Perang dengan Rusia (1904-1905) akan terjadi; Perang Rusia-Jepang; Jepang akan mengalahkan Rusia; Perjanjian Portsmouth (1905) akan ditandatangani; Jepang menjadi kekuatan besar di Asia; Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia.
  • India: India menjadi koloni mahkota Inggris (1858); Victoria menjadi Maharani India (1876); Nasionalisme: Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia; Pemberontakan India (1857-1858) telah berakhir; EIC dibubarkan (1858); Delhi sebagai ibu kota; Perdagangan rempah-rempah dengan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem administrasi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~200-250 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Afghanistan (1839-1842) telah berakhir; Perang dengan Afghanistan (1878-1880) telah berakhir; Kongres Nasional India didirikan (1885); Gerakan nasional dimulai; Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia.
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar masih memerintah (1848-1896); Dinasti Qajar berkembang; Nasionalisme: Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Reformasi dimulai; Ekonomi pulih; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~6-8 juta jiwa; Modernisasi dimulai; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi dimulai; Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia.
  • Ottoman: Abdülhamid II masih memerintah (1876-1909); Nasionalisme: Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia; Reformasi Tanzimat (1839-1876) telah berakhir; Kekaisaran melemah; Populasi ~30-35 juta jiwa; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Rusia (1877-1878) telah berakhir; Perjanjian San Stefano (1878) telah ditandatangani; Kongres Berlin (1878) telah diadakan; Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Yunani (1821-1832) telah berakhir; Yunani merdeka (1832); Perang dengan Rusia (1828-1829) telah berakhir; Perjanjian Adrianople (1829); Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Nasionalisme: Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) berlanjut; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) telah berakhir; Burma kehilangan lebih banyak wilayah; Perjanjian Yandabo (1852) telah ditandatangani; Perang Anglo-Burmese Ketiga (1885) telah berakhir; Burma dianeksasi (1886); Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Gojong masih menjadi raja (1863-1907); Nasionalisme: Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia; Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10-12 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Tekanan dari Jepang meningkat; Perjanjian Ganghwa (1876) telah ditandatangani; Korea telah membuka pelabuhan; Perang dengan Jepang (1894-1895) akan terjadi; Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia.
  • Nasionalisme: Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia; Gerakan nasional berkembang di berbagai negara; Pendidikan modern dimulai; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Tekanan kolonial memicu reformasi; Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1894); Jepang mengalahkan Tiongkok; Kekuatan baru di Asia.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Imperium: Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Industrialisasi berkembang; Populasi ~30-35 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) telah dihapuskan (1846); Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) telah berakhir; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) telah diadakan; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang Saudara AS (1861-1865) telah berakhir; Inggris mendukung Konfederasi secara tidak langsung; Perdamaian dengan AS; Perdagangan dengan AS berkembang; Reformasi Parlemen (1867) - hak pilih diperluas; Disraeli menjadi perdana menteri (1874-1880); Gladstone menjadi perdana menteri (1880-1885, 1886, 1892-1894); Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata.
  • Prancis: Republik Ketiga masih berkuasa (1870-1940); Imperium: Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Populasi ~36-38 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Perang dengan Italia (1859) telah berakhir; Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Prancis mendukung Italia; Perang dengan Prusia (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - Napoleon III ditangkap; Kekaisaran Kedua berakhir (1870); Republik Ketiga didirikan (1870-1940); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Komune Paris (1871) telah berakhir; Pemberontakan rakyat telah berakhir; Komune Paris dihancurkan; Republik Ketiga stabil; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata.
  • Jerman: Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I masih menjadi kaisar (1871-1888); Otto von Bismarck masih menjadi kanselir (1871-1890); Imperium: Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Unifikasi Jerman (1871) terjadi; Populasi ~40-45 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Perang dengan Denmark (1864) telah berakhir; Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - kemenangan Prusia; Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I menjadi kaisar (1871-1888); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Jerman menjadi kekuatan besar di Eropa; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata.
  • Rusia: Aleksandr III masih memerintah (1881-1894); Imperium: Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~80-85 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Rusia kehilangan pengaruh di Laut Hitam; Emansipasi budak (1861); Reformasi besar-besaran dimulai; Perang dengan Ottoman (1877-1878) telah berakhir; Perjanjian San Stefano (1878) telah ditandatangani; Kongres Berlin (1878) telah diadakan; Aleksandr II dibunuh (1881); Aleksandr III menjadi tsar (1881-1894); Rusia memasuki periode reaksi; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata.
  • Austria: Franz Joseph I masih memerintah (1848-1916); Kekaisaran Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Imperium: Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Populasi ~35-40 juta jiwa; Revolusi 1848 telah terjadi; Revolusi gagal; Perang dengan Prancis (1859) telah berakhir; Austria kehilangan Lombardy; Perang dengan Prusia (1866) telah berakhir; Austria dikalahkan; Konfederasi Jerman dibubarkan (1866); Perdamaian dengan Prusia (1866); Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Populasi ~35-40 juta jiwa; Reformasi dimulai; Wina berkembang; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata.
  • Italia: Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Umberto I masih menjadi raja (1878-1900); Risorgimento berhasil; Garibaldi memimpin ekspedisi; Imperium: Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Populasi ~28-30 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Lombardy dikuasai; Venesia dikuasai (1866); Roma dikuasai (1870); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Ibu kota dipindahkan ke Roma (1871); Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Venesia dikuasai; Perdamaian dengan Austria (1866); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata.
  • Imperium: Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Perdagangan global berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir secara nominal; Muhammad Ali Pasha telah meninggal (1849); Mesir menjadi semi-independen; Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai; Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan budak masih aktif meskipun dilarang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik masih aktif; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai; Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~40-50 juta jiwa; Perdagangan dengan Asia berkembang; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai; Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) telah berakhir; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~450.000-500.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Cetshwayo telah meninggal (1884); Kerajaan Zulu berkembang; Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi; Demam emas (1886) telah terjadi; Perang Xhosa telah berakhir (1879); Perang Anglo-Zulu (1879) telah berakhir; Zulu dikalahkan; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai; Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi.
  • Perdagangan: Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Komoditas ekspor dan infrastruktur (rel/pelabuhan) mengubah ruang ekonomi.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Benjamin Harrison menjadi presiden (1889-1893); Grover Cleveland telah meninggalkan jabatan (1889); Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Perang Saudara Amerika (1861-1865) telah berakhir; Perbudakan dihapuskan; Amendemen ke-13 (1865) - penghapusan perbudakan; Amendemen ke-14 (1868) - kewarganegaraan; Amendemen ke-15 (1870) - hak pilih; Populasi ~60-65 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Era Rekonstruksi (1865-1877) telah berakhir; Perdamaian dengan Konfederasi; Persatuan dipulihkan; Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut; Transcontinental Railroad selesai (1869); Perdagangan berkembang; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Grover Cleveland akan kembali menjadi presiden (1893-1897); Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi.
  • Meksiko: Porfirio Díaz masih memerintah (1876-1880, 1884-1911); Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Perang Reformasi (1857-1861) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1862-1867) telah berakhir; Intervensi Prancis (1862-1867) telah berakhir; Maximilian I telah dieksekusi (1867); Republik dipulihkan (1867); Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai sebagian besar; Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) telah berakhir; Negara-negara merdeka berkembang; Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang dengan Spanyol berlanjut; Perang dengan Chili (1879-1883) telah berakhir; Perang Pasifik (1879-1883) telah berakhir; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi.
  • Brasil: Pedro II masih memerintah (1831-1889); Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional; Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) aktif; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang dengan Paraguay (1864-1870) telah berakhir; Perang Triple Alliance; Perbudakan telah dihapuskan (1888); Republik akan didirikan (1889); Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi.
  • Politik: Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut; Transcontinental Railroad selesai (1869); Perdagangan berkembang; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Demokratisasi bertahap dan konflik sosial membentuk institusi.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin masih dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~3.5-4 juta jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Victoria berkembang; Queensland berkembang; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Federasi Australia (1901) akan terjadi; Dominion berkembang; Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia.
  • Selandia Baru: Maori masih dominan; Populasi ~100.000-200.000; Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Kontak Eropa meningkat; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem mulai berubah; Permukiman Eropa dimulai (1840); Perjanjian Waitangi (1840); Klaim Inggris dibuat; Perang Maori (1845-1872) telah berakhir; Perang Taranaki (1860-1861) telah berakhir; Perang Waikato (1863-1864) telah berakhir; Perang dengan Maori telah berakhir; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Dominion Selandia Baru (1907) akan terjadi; Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Kontak Eropa meningkat; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem mulai berubah; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris aktif; Kerajaan Hawaii berkembang; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Kerajaan Hawaii akan dijatuhkan (1893); Hawaii akan dianeksasi oleh AS (1898); Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia.
  • Ekonomi: Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Perdagangan global berkembang; Ekonomi global berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Pertanian-ekspor dan rute maritim mengikat kawasan ke pasar dunia.

Tahun 18.95

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok (Qing): Kaisar Guangxu masih memerintah (1875-1908); Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Periode pemulihan setelah Pemberontakan Taiping; Populasi ~350-400 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Tekanan kolonial meningkat; EIC memperkuat posisi; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan Hong Kong; Lima pelabuhan dibuka untuk perdagangan; Pemberontakan Taiping (1850-1864) telah berakhir; Populasi menurun drastis; Perang Opium Kedua (1856-1860) telah berakhir; Perjanjian Tianjin (1858) telah ditandatangani; Perjanjian Peking (1860) telah ditandatangani; Tiongkok kehilangan lebih banyak wilayah; Self-Strengthening Movement (1861-1895) telah berakhir; Modernisasi militer dan industri dimulai; Perang dengan Jepang (1894-1895) telah berakhir; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Tiongkok dikalahkan; Perjanjian Shimonoseki (1895) ditandatangani; Tiongkok kehilangan Taiwan dan Korea; Reformasi Wuxu (1898) akan terjadi; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Jepang: Kaisar Meiji masih memerintah (1867-1912); Periode Meiji (1868-1912) berlanjut; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Charter Oath (1868) - prinsip modernisasi; Reformasi Meiji berlanjut; Perjanjian Kanagawa (1854) - perdagangan dengan AS; Perjanjian Harris (1858) - perdagangan dengan AS; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Periode isolasi berakhir; Modernisasi dimulai; Perang Boshin (1868-1869) telah berakhir; Kekuasaan shogun berakhir; Kekuasaan kaisar dipulihkan; Modernisasi besar-besaran berlanjut; Perang dengan Tiongkok (1894-1895) telah berakhir; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Jepang mengalahkan Tiongkok; Perjanjian Shimonoseki (1895) ditandatangani; Jepang memperoleh Taiwan dan Korea; Perang dengan Rusia (1904-1905) akan terjadi; Perang Rusia-Jepang; Jepang akan mengalahkan Rusia; Perjanjian Portsmouth (1905) akan ditandatangani; Jepang menjadi kekuatan besar di Asia; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • India: India menjadi koloni mahkota Inggris (1858); Victoria menjadi Maharani India (1876); Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Pemberontakan India (1857-1858) telah berakhir; EIC dibubarkan (1858); Delhi sebagai ibu kota; Perdagangan rempah-rempah dengan Eropa; Agama Hindu dan Islam berkembang; Seni dan arsitektur berkembang; Sistem administrasi kolonial berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~200-250 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Afghanistan (1839-1842) telah berakhir; Perang dengan Afghanistan (1878-1880) telah berakhir; Kongres Nasional India didirikan (1885); Gerakan nasional dimulai; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Persia: Naser al-Din Shah Qajar masih memerintah (1848-1896); Dinasti Qajar berkembang; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Reformasi dimulai; Ekonomi pulih; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Populasi ~6-8 juta jiwa; Modernisasi dimulai; Perang dengan Inggris (1856-1857) telah berakhir; Perjanjian Paris (1857); Perdagangan dengan India dan Tiongkok; Reformasi dimulai; Naser al-Din Shah Qajar akan dibunuh (1896); Muzaffar al-Din Shah Qajar akan menjadi shah (1896-1907); Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Ottoman: Abdülhamid II masih memerintah (1876-1909); Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Reformasi Tanzimat (1839-1876) telah berakhir; Kekaisaran melemah; Populasi ~30-35 juta jiwa; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Rusia (1877-1878) telah berakhir; Perjanjian San Stefano (1878) telah ditandatangani; Kongres Berlin (1878) telah diadakan; Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Asia Tenggara; Perang dengan Yunani (1821-1832) telah berakhir; Yunani merdeka (1832); Perang dengan Rusia (1828-1829) telah berakhir; Perjanjian Adrianople (1829); Ottoman kehilangan lebih banyak wilayah; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Asia Tenggara: Hindia Belanda berkembang; Belanda menguasai koloni; Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perdagangan rempah aktif; Kerajaan Mataram terfragmentasi; Siam (Thailand) independen; Vietnam (Nguyễn) berkembang; Perdagangan dengan Tiongkok dan Eropa; Jawa berkembang sebagai pusat koloni; Perang Anglo-Burmese Pertama (1824-1826) telah berakhir; Perjanjian Yandabo (1826) telah ditandatangani; Singapura berkembang sebagai pelabuhan Inggris; Perang Jawa (1825-1830) telah berakhir; Sistem Tanam Paksa (Cultuurstelsel) berlanjut (1830); Perang dengan Aceh (1873-1904) berlanjut; Perang Anglo-Burmese Kedua (1852-1853) telah berakhir; Burma kehilangan lebih banyak wilayah; Perjanjian Yandabo (1852) telah ditandatangani; Perang Anglo-Burmese Ketiga (1885) telah berakhir; Burma dianeksasi (1886); Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Korea (Joseon): Dinasti Joseon berkembang; Gojong masih menjadi raja (1863-1907); Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perdagangan dengan Tiongkok; Neo-Konfusianisme berkembang; Sistem administrasi birokrasi; Populasi ~10-12 juta jiwa; Isolasi relatif dari dunia luar; Stabilitas politik; Perdagangan terbatas dengan Tiongkok dan Jepang; Tekanan dari Jepang meningkat; Perjanjian Ganghwa (1876) telah ditandatangani; Korea telah membuka pelabuhan; Perang dengan Jepang (1894-1895) telah berakhir; Perang Tiongkok-Jepang Pertama; Korea kehilangan kemerdekaan; Jepang memperoleh pengaruh di Korea; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.
  • Perdagangan: Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi; Perdagangan global berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Integrasi pasar dunia mempercepat urbanisasi dan migrasi.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Victoria masih memerintah (1837-1901); Era Victoria berlanjut; Sains: Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris; Industrialisasi berkembang; Populasi ~30-35 juta jiwa; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Reformasi Parlemen (1832) telah disahkan; Revolusi transportasi berlanjut; Lokomotif uap berkembang; Corn Laws (1815) telah dihapuskan (1846); Kelaparan Besar Irlandia (1845-1849) telah berakhir; Migrasi besar ke Amerika; Chartism (1838-1857) telah berakhir; Perang Opium Pertama (1839-1842) telah berakhir; Perjanjian Nanking (1842) telah ditandatangani; Inggris memperoleh Hong Kong; Great Exhibition (1851) telah diadakan; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang Saudara AS (1861-1865) telah berakhir; Inggris mendukung Konfederasi secara tidak langsung; Perdamaian dengan AS; Perdagangan dengan AS berkembang; Reformasi Parlemen (1867) - hak pilih diperluas; Disraeli menjadi perdana menteri (1874-1880); Gladstone menjadi perdana menteri (1880-1885, 1886, 1892-1894); Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris.
  • Prancis: Republik Ketiga masih berkuasa (1870-1940); Sains: Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris; Populasi ~36-38 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perang dengan Aljazair (1830-1847) telah berakhir; Aljazair dikolonisasi; Prancis menguasai Aljazair; Perdagangan berkembang; Seni dan sastra berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Perang dengan Italia (1859) telah berakhir; Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Prancis mendukung Italia; Perang dengan Prusia (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - Napoleon III ditangkap; Kekaisaran Kedua berakhir (1870); Republik Ketiga didirikan (1870-1940); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Komune Paris (1871) telah berakhir; Pemberontakan rakyat telah berakhir; Komune Paris dihancurkan; Republik Ketiga stabil; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris.
  • Jerman: Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm II menjadi kaisar (1888-1918); Wilhelm I telah meninggal (1888); Otto von Bismarck telah mengundurkan diri (1890); Sains: Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris; Unifikasi Jerman (1871) terjadi; Populasi ~40-45 juta jiwa; Militer diperkuat; Zollverein (persatuan bea cukai) didirikan (1834); Industrialisasi berkembang; Lokomotif uap pertama di Jerman (1835) telah terjadi; Revolusi 1848 telah terjadi; Frankfurt Parliament telah dibentuk (1848); Revolusi gagal; Perang dengan Denmark (1864) telah berakhir; Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1870-1871) telah berakhir; Pertempuran Sedan (1870) - kemenangan Prusia; Kekaisaran Jerman didirikan (1871); Wilhelm I menjadi kaisar (1871-1888); Perdamaian Frankfurt (1871); Prancis kehilangan Alsace-Lorraine; Jerman menjadi kekuatan besar di Eropa; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris.
  • Rusia: Nikolai II menjadi tsar (1894-1917); Aleksandr III telah meninggal (1894); Sains: Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris; Dinasti Romanov; Stabilitas politik pulih; Ekspansi ke Siberia berlanjut; Perdagangan dengan Eropa dan Asia; Populasi ~80-85 juta jiwa; Rekonstruksi setelah masa kacau; Konsolidasi kekuasaan; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang Krim (1853-1856) telah berakhir; Perjanjian Paris (1856) telah ditandatangani; Rusia kehilangan pengaruh di Laut Hitam; Emansipasi budak (1861); Reformasi besar-besaran dimulai; Perang dengan Ottoman (1877-1878) telah berakhir; Perjanjian San Stefano (1878) telah ditandatangani; Kongres Berlin (1878) telah diadakan; Aleksandr II dibunuh (1881); Aleksandr III menjadi tsar (1881-1894); Rusia memasuki periode reaksi; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris.
  • Austria: Franz Joseph I masih memerintah (1848-1916); Kekaisaran Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Sains: Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris; Populasi ~35-40 juta jiwa; Revolusi 1848 telah terjadi; Revolusi gagal; Perang dengan Prancis (1859) telah berakhir; Austria kehilangan Lombardy; Perang dengan Prusia (1866) telah berakhir; Austria dikalahkan; Konfederasi Jerman dibubarkan (1866); Perdamaian dengan Prusia (1866); Austria-Hungaria didirikan (1867); Dual Monarchy; Populasi ~35-40 juta jiwa; Reformasi dimulai; Wina berkembang; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris.
  • Italia: Unifikasi Italia (1861) telah terjadi; Umberto I masih menjadi raja (1878-1900); Risorgimento berhasil; Garibaldi memimpin ekspedisi; Sains: Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris; Populasi ~28-30 juta jiwa; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Perang dengan Austria (1859) telah berakhir; Lombardy dikuasai; Venesia dikuasai (1866); Roma dikuasai (1870); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Ibu kota dipindahkan ke Roma (1871); Perang dengan Austria (1866) telah berakhir; Venesia dikuasai; Perdamaian dengan Austria (1866); Italia bersatu sepenuhnya (1870); Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme Eropa mencapai puncak; Persaingan imperial mendorong perang kolonial dan perlombaan senjata; Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris.
  • Sains: Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris; Kemajuan sains/teknik mempercepat transportasi dan komunikasi; Alexander Graham Bell mematenkan telepon (1876); Revolusi komunikasi dimulai; Mesin uap dikembangkan; Tekstil berkembang; Lokomotif uap berkembang; Revolusi transportasi berlanjut; Kemajuan dalam fisika dan kimia; Kemajuan dalam biologi; Kemajuan dalam kedokteran; Kemajuan dalam teknik; Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris; Revolusi komunikasi berlanjut; Perdagangan global berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Sinematografi ditemukan oleh Lumière bersaudara; Film pertama diputar di Paris.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Utara: Ottoman menguasai Mesir secara nominal; Muhammad Ali Pasha telah meninggal (1849); Mesir menjadi semi-independen; Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perdagangan Mediterania aktif; Maroko independen; Perdagangan trans-Sahara; Algiers dan Tunis sebagai pusat perdagangan; Ottoman menguasai rute perdagangan Laut Merah; Perang dengan Spanyol; Perdagangan dengan Eropa; Mediterania dan Sahara tetap jadi jalur strategis; Perdagangan budak ke Eropa dan Asia; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai; Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat.
  • Atlantik: Perdagangan Atlantik mengubah ekonomi dan politik pesisir; Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perdagangan budak masih aktif meskipun dilarang; Portugis membangun pos perdagangan; Kerajaan Benin, Oyo, dan Kongo aktif; Perdagangan emas, gading, dan budak; Kontak dengan Eropa meningkat; Elmina (Ghana) sebagai pusat perdagangan; Perdagangan budak Atlantik masih aktif; Kerajaan Kongo mengadopsi Kristen; Perdagangan dengan Brasil berkembang; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi Atlantik berkembang; Populasi Afrika menurun karena perdagangan budak; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai; Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat.
  • Afrika Timur: Kesultanan Oman di Zanzibar; Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perdagangan budak dan gading; Swahili Coast aktif; Mombasa, Kilwa, dan Zanzibar berkembang; Perdagangan dengan Arab dan India; Ethiopia independen; Populasi ~40-50 juta jiwa; Perdagangan dengan Asia berkembang; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai; Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat.
  • Afrika Selatan: Inggris menguasai Cape Colony; Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Konflik dengan Khoikhoi dan Xhosa berlanjut; Perang Xhosa (1779-1879) telah berakhir; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Populasi pemukim Eropa ~500.000-550.000 jiwa; Perdagangan berkembang; Kolonisasi berkembang; Great Trek (1835-1845) telah berakhir; Boer bermigrasi ke utara; Republik Natalia didirikan (1839); Inggris telah menganeksasi Natal (1843); Cetshwayo telah meninggal (1884); Kerajaan Zulu berkembang; Republik Transvaal didirikan (1852); Republik Orange didirikan (1854); Boer memperoleh kemerdekaan; Perang Boer (1880-1881, 1899-1902) akan terjadi; Demam emas (1886) telah terjadi; Perang Xhosa telah berakhir (1879); Perang Anglo-Zulu (1879) telah berakhir; Zulu dikalahkan; Konferensi Berlin (1884-1885); ‘Scramble for Africa’ dimulai; Kolonialisme formal dimulai; Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat.
  • Migrasi: Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota; Perpindahan paksa terjadi; Perpindahan sukarela terjadi; Demografi berubah; Kota berkembang; Urbanisasi berkembang; Migrasi meningkat; Perdagangan budak masih aktif; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan komoditas ekspor berkembang; Infrastruktur (rel/pelabuhan) berkembang; Ruang ekonomi berubah; Perpindahan paksa/sukarela mengubah demografi dan kota.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Grover Cleveland masih memerintah (1893-1897); Benjamin Harrison telah meninggalkan jabatan (1893); Imperium: Perang Spanyol-Amerika (1898); AS memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru; Perang Saudara Amerika (1861-1865) telah berakhir; Perbudakan dihapuskan; Amendemen ke-13 (1865) - penghapusan perbudakan; Amendemen ke-14 (1868) - kewarganegaraan; Amendemen ke-15 (1870) - hak pilih; Populasi ~65-70 juta jiwa; Industrialisasi berkembang; Perdagangan berkembang; Ekspansi ke barat berlanjut; Era Rekonstruksi (1865-1877) telah berakhir; Perdamaian dengan Konfederasi; Persatuan dipulihkan; Perang dengan pribumi berlanjut; Ekspansi ke barat berlanjut; Transcontinental Railroad selesai (1869); Perdagangan berkembang; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; William McKinley akan menjadi presiden (1897-1901); Perang Spanyol-Amerika (1898) akan terjadi; AS akan memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru.
  • Meksiko: Porfirio Díaz masih memerintah (1876-1880, 1884-1911); Imperium: Perang Spanyol-Amerika (1898); AS memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru; Perang Reformasi (1857-1861) telah berakhir; Perang dengan Prancis (1862-1867) telah berakhir; Intervensi Prancis (1862-1867) telah berakhir; Maximilian I telah dieksekusi (1867); Republik dipulihkan (1867); Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Reformasi dimulai; Modernisasi dimulai; Perdagangan dengan Eropa berkembang; Ekonomi berkembang; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Perang Spanyol-Amerika (1898); AS memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru.
  • Amerika Selatan: Spanyol menguasai sebagian besar; Perang Kemerdekaan Amerika Latin (1810-1825) telah berakhir; Negara-negara merdeka berkembang; Imperium: Perang Spanyol-Amerika (1898); AS memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru; Populasi ~25-30 juta jiwa; Ekonomi ekstraktif; Reformasi Bourbon berlanjut; Lima, Mexico City, Bogotá berkembang; Perang dengan Spanyol berlanjut; Perang dengan Chili (1879-1883) telah berakhir; Perang Pasifik (1879-1883) telah berakhir; Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Perang Spanyol-Amerika (1898) akan terjadi; AS akan memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru.
  • Brasil: Republik Brasil didirikan (1889); Pedro II telah digulingkan (1889); Imperium: Perang Spanyol-Amerika (1898); AS memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru; Brasil menjadi kerajaan; Monarki konstitusional telah berakhir; Perkebunan gula; Tambang emas di Minas Gerais; Populasi budak besar; Perdagangan dengan Afrika; Populasi ~9-10 juta jiwa; Ekonomi berbasis ekstraksi; Konstitusi (1824) telah digantikan; Perang dengan Argentina (1825-1828) telah berakhir; Perang Farrapos (1835-1845) telah berakhir; Republik Rio Grande telah bubar (1845); Perang dengan Paraguay (1864-1870) telah berakhir; Perang Triple Alliance; Perbudakan telah dihapuskan (1888); Republik didirikan (1889); Konflik sosial meningkat; Demokratisasi bertahap; Institusi berkembang; Perang Spanyol-Amerika (1898); AS memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru.
  • Imperium: Perang Spanyol-Amerika (1898); AS memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru; Industrialisasi berkembang; Populasi meningkat; Urbanisasi berkembang; Migrasi besar terjadi; Kota-kota modern berkembang; Perdagangan global berkembang; Ekonomi global berkembang; Perdagangan dengan Eropa meningkat; Ekonomi ekstraktif; Perang Spanyol-Amerika (1898); AS memperoleh Filipina, Puerto Rico, dan Guam; Kekuatan imperial baru.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Aborigin masih dominan; Populasi ~300.000-1 juta; Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Permukiman Eropa berkembang; Sydney berkembang; Populasi pemukim Eropa ~4-4.5 juta jiwa; Konflik dengan Aborigin berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Koloni hukuman berkembang; Ekspansi ke pedalaman dimulai; Tasmania dikolonisasi; New South Wales berkembang; Victoria berkembang; Queensland berkembang; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Federasi Australia (1901) akan terjadi; Dominion berkembang; Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi Aborigin menurun drastis; Hak Aborigin dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai.
  • Selandia Baru: Maori masih dominan; Populasi ~100.000-200.000; Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Kontak Eropa meningkat; Masyarakat tradisional berkembang; Perang antar-iwi (suku) terjadi; Navigasi tradisional; Budaya Maori berkembang; Ekosistem mulai berubah; Permukiman Eropa dimulai (1840); Perjanjian Waitangi (1840); Klaim Inggris dibuat; Perang Maori (1845-1872) telah berakhir; Perang Taranaki (1860-1861) telah berakhir; Perang Waikato (1863-1864) telah berakhir; Perang dengan Maori telah berakhir; Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Dominion Selandia Baru (1907) akan terjadi; Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi Maori menurun; Hak Maori dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai.
  • Polinesia: Masyarakat pulau independen; Navigasi tradisional; Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Kontak Eropa meningkat; Tahiti, Tonga, Samoa berkembang; Kerajaan regional; Perdagangan antar-pulau; Budaya tradisional kuat; Ekosistem mulai berubah; Eksplorasi Eropa meningkat; Misionaris aktif; Kerajaan Hawaii telah dijatuhkan (1893); Hawaii akan dianeksasi oleh AS (1898); Pertanian-ekspor berkembang; Rute maritim berkembang; Kawasan terikat ke pasar dunia; Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi pribumi menurun; Hak pribumi dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai.
  • Masyarakat: Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi pribumi menurun drastis; Hak pribumi dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai; Konflik dengan pribumi berlanjut; Budaya tradisional mulai terpengaruh; Ekosistem mulai berubah; Perubahan akan datang dengan kolonisasi; Kolonisasi berkembang; Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak; Populasi pribumi menurun; Hak pribumi dibatasi; Kebijakan asimilasi dimulai; Kebijakan terhadap penduduk asli berdampak panjang pada demografi dan hak.

Tahun 19.00

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok: Pemberontakan Boxer (1899-1901); Gerakan anti-asing dan anti-Kristen; Aliansi Delapan Negara menyerbu Beijing; Dinasti Qing semakin lemah; Reformasi pendidikan modern dimulai.
  • Jepang: Perang Rusia-Jepang (1904-1905); Jepang mengalahkan Rusia; Kekuatan Asia pertama yang mengalahkan kekuatan Eropa; Perjanjian Portsmouth (1905); Jepang mendapat pengakuan internasional; Aliansi Anglo-Jepang diperbarui (1905).
  • India: Partisi Bengal (1905); Lord Curzon membagi Bengal; Memicu gerakan Swadeshi; Boikot barang Inggris; Nasionalisme India menguat; Kongres Nasional India menjadi lebih radikal.
  • Korea: Perjanjian Eulsa (1905); Korea menjadi protektorat Jepang; Kaisar Gojong dipaksa menandatangani; Gerakan perlawanan muncul; Awal penjajahan Jepang di Korea.
  • Filipina: Perang Filipina-Amerika berakhir (1902); AS menguasai Filipina; Gerilya berlanjut hingga 1913; Budaya dan pendidikan Amerika diperkenalkan.
  • Siam/Thailand: Modernisasi di bawah Raja Chulalongkorn; Reformasi administrasi dan hukum; Menghindari kolonisasi melalui diplomasi; Perjanjian dengan kekuatan Eropa.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Ratu Victoria meninggal (1901); Era Victoria berakhir setelah 63 tahun; Raja Edward VII naik takhta; Perjanjian Entente Cordiale dengan Prancis (1904); Aliansi melawan Jerman.
  • Prancis: Undang-Undang Asosiasi (1901); Kebebasan berorganisasi; Pemisahan gereja dan negara (1905); Laïcité menjadi prinsip republik; Aliansi dengan Inggris dan Rusia.
  • Jerman: Kaisar Wilhelm II memerintah; Politik Weltpolitik; Perlombaan senjata dengan Inggris; Krisis Maroko Pertama (1905); Konflik dengan Prancis; Industri Jerman berkembang pesat.
  • Rusia: Revolusi Rusia 1905; Bloody Sunday (1905); Tsar Nicholas II terpaksa membuat Duma; Manifesto Oktober; Reformasi terbatas; Awal gerakan revolusioner Bolshevik dan Menshevik.
  • Austria-Hungaria: Krisis Bosnia (1908); Austria-Hungaria menganeksasi Bosnia-Herzegovina; Memicu ketegangan dengan Serbia dan Rusia; Nasionalisme etnis meningkat.
  • Italia: Modernisasi industri; Migrasi besar ke Amerika; Krisis ekonomi; Nasionalisme dan imperialisme berkembang; Perang dengan Ottoman (1911-1912).
  • Sains: Max Planck merumuskan teori kuantum (1900); Revolusi dalam fisika; Albert Einstein menerbitkan teori relativitas khusus (1905); E=mc²; Marie Curie memenangkan Nobel (1903); Radioaktivitas ditemukan.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Selatan: Perang Boer Kedua (1899-1902); Inggris mengalahkan Boer; Persatuan Afrika Selatan (1910); Apartheid mulai terbentuk; Undang-Undang Tanah (1913).
  • Kongo: Kejahatan kolonial Belgia di Kongo; Pemerintahan pribadi Raja Leopold II; Kekejaman terhadap penduduk lokal; Kampanye internasional menentang; Kongo diserahkan ke Belgia (1908).
  • Mesir: Protektorat Inggris; Nasionalisme Mesir tumbuh; Partai Wafd didirikan (1919); Modernisasi infrastruktur; Terusan Suez dikontrol Inggris.
  • Ethiopia: Menelik II memerintah; Menghindari kolonisasi; Pertempuran Adwa (1896); Ethiopia tetap merdeka; Modernisasi terbatas.
  • Maroko: Krisis Maroko (1905-1906); Konflik antara Jerman dan Prancis; Konferensi Algeciras (1906); Maroko dibagi pengaruh; Protektorat Prancis (1912).
  • Nigeria: Protektorat Inggris; Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas (palm oil, karet); Infrastruktur rel kereta api; Perlawanan lokal.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Presiden William McKinley dibunuh (1901); Theodore Roosevelt menjadi presiden; Era Progresif dimulai; Undang-Undang Makanan dan Obat Murni (1906); Konservasi lingkungan; Panama Canal dimulai (1904).
  • Meksiko: Porfirio Díaz memerintah; Modernisasi dan investasi asing; Ketimpangan sosial besar; Revolusi Meksiko dimulai (1910); Francisco Madero memimpin pemberontakan.
  • Brasil: Republik Brasil; Modernisasi ekonomi; Boom karet Amazon; Migrasi besar dari Eropa; Urbanisasi; São Paulo berkembang pesat.
  • Argentina: Boom ekonomi; Ekspor daging dan gandum; Migrasi besar dari Italia dan Spanyol; Buenos Aires menjadi metropolis; Kelas menengah berkembang.
  • Kanada: Konfederasi berkembang; Ekspansi ke barat; Imigrasi besar; Perkeretaapian transkontinental; Ekonomi berbasis sumber daya.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Federasi Australia (1901); Enam koloni bersatu; Undang-Undang Imigrasi (1901); Kebijakan Australia Putih; Ekonomi berbasis pertanian dan pertambangan.
  • Selandia Baru: Dominion Inggris; Reformasi sosial progresif; Hak pilih perempuan (1893); Ekonomi berbasis pertanian; Identitas nasional berkembang.
  • Hawaii: Dianeksasi oleh AS (1898); Teritori AS (1900); Perkebunan gula; Imigrasi dari Asia; Budaya Hawaii tertekan.

Tahun 19.05

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok: Revolusi Xinhai dimulai (1911); Sun Yat-sen memimpin; Dinasti Qing runtuh (1912); Republik Tiongkok didirikan; Yuan Shikai menjadi presiden; Periode warlord dimulai.
  • Jepang: Perjanjian Portsmouth (1905); Jepang mendapat Korea dan Manchuria Selatan; Aliansi Anglo-Jepang diperbarui; Modernisasi militer; Industri berkembang pesat; Ekspansi imperialisme.
  • India: Gerakan Swadeshi mencapai puncak; Boikot barang Inggris; Partisi Bengal memicu nasionalisme; Kongres Nasional India menjadi radikal; Bal Gangadhar Tilak memimpin; Pendidikan nasionalis.
  • Korea: Perjanjian Eulsa (1905); Korea menjadi protektorat Jepang; Kaisar Gojong dipaksa turun takhta (1907); Gerakan perlawanan; Tentara Korea dibubarkan; Penjajahan penuh dimulai (1910).
  • Persia/Iran: Revolusi Konstitusional (1905-1911); Gerakan demokrasi; Majelis pertama (1906); Shah dipaksa membuat konstitusi; Intervensi Rusia dan Inggris; Minyak ditemukan (1908).
  • Turki Ottoman: Revolusi Turki Muda (1908); Komite Persatuan dan Kemajuan mengambil alih; Sultan dipaksa membuat konstitusi; Reformasi modernisasi; Nasionalisme Turki berkembang.
  • Filipina: Pemerintahan kolonial AS; Modernisasi pendidikan; Bahasa Inggris diperkenalkan; Gerakan kemerdekaan berlanjut; Ekonomi berbasis pertanian.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Rusia: Revolusi Rusia 1905; Bloody Sunday (22 Januari 1905); Tsar Nicholas II terpaksa membuat Duma; Manifesto Oktober; Reformasi terbatas; Awal gerakan Bolshevik dan Menshevik; Lenin kembali dari pengasingan.
  • Inggris: Raja Edward VII memerintah; Entente Cordiale dengan Prancis; Aliansi dengan Rusia (1907); Triple Entente terbentuk; Perlombaan senjata dengan Jerman; Partai Buruh didirikan (1906).
  • Prancis: Pemisahan gereja dan negara (1905); Laïcité menjadi prinsip; Aliansi dengan Inggris dan Rusia; Modernisasi militer; Koloni berkembang; Ekonomi industri.
  • Jerman: Kaisar Wilhelm II; Politik Weltpolitik; Perlombaan senjata; Krisis Maroko Pertama (1905); Konflik dengan Prancis; Industri berkembang; Sosial demokrasi kuat.
  • Austria-Hungaria: Krisis Bosnia (1908); Aneksasi Bosnia-Herzegovina; Ketegangan dengan Serbia; Nasionalisme etnis meningkat; Dualisme Austria-Hungaria; Krisis Balkan.
  • Italia: Modernisasi industri; Migrasi ke Amerika; Perang dengan Ottoman (1911-1912); Libya dianeksasi; Nasionalisme berkembang; Krisis ekonomi.
  • Sains: Albert Einstein menerbitkan teori relativitas khusus (1905); E=mc²; Teori kuantum berkembang; Radioaktivitas dipelajari; Marie Curie memenangkan Nobel kedua (1911); Fisika modern lahir.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Selatan: Persatuan Afrika Selatan (1910); Louis Botha menjadi PM pertama; Undang-Undang Tanah (1913); Apartheid mulai terbentuk; Diskriminasi rasial dilembagakan; Ekonomi berbasis pertambangan.
  • Kongo: Kongo diserahkan ke Belgia (1908); Pemerintahan kolonial formal; Kekejaman berlanjut; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Perlawanan lokal.
  • Mesir: Protektorat Inggris; Nasionalisme tumbuh; Partai Wafd didirikan (1919); Modernisasi infrastruktur; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas.
  • Maroko: Krisis Maroko (1905-1906); Konferensi Algeciras (1906); Protektorat Prancis (1912); Spanyol mendapat bagian utara; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas.
  • Ethiopia: Menelik II memerintah; Tetap merdeka; Modernisasi terbatas; Hubungan dengan Eropa; Pertanian dan perdagangan; Struktur feodal.
  • Nigeria: Protektorat Inggris; Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas; Infrastruktur rel; Perdagangan palm oil; Perlawanan lokal.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Era Progresif; Theodore Roosevelt; Undang-Undang Makanan dan Obat Murni (1906); Konservasi lingkungan; Panama Canal (1904-1914); Trust busting; Reformasi sosial.
  • Meksiko: Revolusi Meksiko (1910); Porfirio Díaz digulingkan; Francisco Madero menjadi presiden; Perang saudara; Emiliano Zapata dan Pancho Villa; Konstitusi 1917.
  • Brasil: Republik Brasil; Modernisasi ekonomi; Boom karet Amazon; Migrasi dari Eropa; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Ekonomi berbasis ekspor.
  • Argentina: Boom ekonomi; Ekspor daging dan gandum; Migrasi besar; Buenos Aires metropolis; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Ekonomi berbasis pertanian.
  • Kanada: Konfederasi berkembang; Ekspansi ke barat; Imigrasi besar; Perkeretaapian; Ekonomi sumber daya; Hubungan dengan Inggris; Identitas nasional.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Federasi Australia (1901); Undang-Undang Imigrasi; Kebijakan Australia Putih; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris.
  • Selandia Baru: Dominion Inggris; Reformasi sosial progresif; Hak pilih perempuan; Ekonomi pertanian; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi.
  • Hawaii: Teritori AS; Perkebunan gula; Imigrasi dari Asia; Budaya Hawaii tertekan; Ekonomi berbasis pertanian; Integrasi dengan AS.

Tahun 19.10

1. Asia (Imperialisme & Reformasi)

  • Tiongkok: Revolusi Xinhai (1911); Dinasti Qing runtuh (1912); Republik Tiongkok didirikan; Sun Yat-sen menjadi presiden sementara; Yuan Shikai mengambil alih; Periode warlord dimulai; Gerakan 4 Mei (1919).
  • Jepang: Aneksasi Korea (1910); Penjajahan penuh dimulai; Modernisasi militer; Industri berkembang; Ekspansi ke Manchuria; Aliansi dengan Inggris; Perang Dunia I (1914-1918).
  • India: Gerakan kemerdekaan menguat; Kongres Nasional India; Gerakan Swadeshi; Pendidikan nasionalis; Boikot barang Inggris; Nasionalisme Hindu dan Muslim berkembang; Liga Muslim didirikan (1906).
  • Korea: Aneksasi oleh Jepang (1910); Penjajahan penuh; Perlawanan gerilya; Gerakan 1 Maret (1919); Nasionalisme Korea tumbuh; Budaya Korea ditekan; Modernisasi paksa.
  • Turki Ottoman: Revolusi Turki Muda (1908); Perang Balkan (1912-1913); Ottoman kehilangan wilayah Eropa; Perang Dunia I (1914-1918); Genosida Armenia (1915); Runtuhnya kekaisaran.
  • Persia/Iran: Revolusi Konstitusional (1905-1911); Minyak ditemukan (1908); Anglo-Persian Oil Company; Intervensi Rusia dan Inggris; Perang Dunia I; Netralitas sulit dipertahankan.
  • Siam/Thailand: Modernisasi di bawah Rama V dan Rama VI; Menghindari kolonisasi; Reformasi administrasi; Pendidikan modern; Hubungan dengan kekuatan Eropa; Netralitas dalam Perang Dunia I.

2. Eropa (Revolusi & Industrialisasi)

  • Inggris: Raja George V naik takhta (1910); Perang Dunia I (1914-1918); Aliansi Triple Entente; Pertempuran Somme (1916); Ekonomi perang; Peran perempuan berubah; Partai Buruh berkembang.
  • Prancis: Perang Dunia I (1914-1918); Pertempuran Verdun (1916); Pertempuran Marne; Kerugian besar; Ekonomi perang; Mobilisasi total; Aliansi dengan Inggris dan Rusia.
  • Jerman: Perang Dunia I (1914-1918); Rencana Schlieffen; Pertempuran Tannenberg (1914); Blokade Inggris; Ekonomi perang; Kekalahan (1918); Revolusi Jerman (1918-1919).
  • Rusia: Perang Dunia I (1914-1918); Pertempuran Tannenberg; Revolusi Februari (1917); Tsar turun takhta; Revolusi Oktober (1917); Bolshevik mengambil alih; Perang Saudara (1918-1922).
  • Austria-Hungaria: Perang Dunia I (1914-1918); Pembunuhan Franz Ferdinand (1914); Kekalahan; Runtuhnya kekaisaran (1918); Negara-negara baru terbentuk; Nasionalisme etnis.
  • Italia: Perang Dunia I (1915-1918); Bergabung dengan Sekutu; Pertempuran Isonzo; Kerugian besar; Krisis ekonomi; Nasionalisme berkembang; Fasisme muncul.
  • Sains & Teknologi: Titanic tenggelam (1912); Tragedi maritim terbesar; 1.500+ tewas; Radio berkembang; Penerbangan berkembang; Perang mempercepat teknologi; Penemuan medis.

3. Afrika (Kolonialisme & Perlawanan)

  • Afrika Selatan: Persatuan Afrika Selatan (1910); Undang-Undang Tanah (1913); Apartheid mulai; Perang Dunia I; Afrika Selatan menyerang Jerman di Afrika; Ekonomi pertambangan.
  • Mesir: Protektorat Inggris; Perang Dunia I; Nasionalisme tumbuh; Partai Wafd didirikan (1919); Revolusi 1919; Modernisasi; Terusan Suez strategis.
  • Kongo: Pemerintahan kolonial Belgia; Perang Dunia I; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Mobilisasi perang; Perlawanan lokal; Kondisi buruk.
  • Maroko: Protektorat Prancis (1912); Perang Dunia I; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Ekonomi berbasis pertanian; Administrasi kolonial.
  • Ethiopia: Menelik II meninggal (1913); Lij Iyasu naik takhta; Tetap merdeka; Perang Dunia I; Netralitas; Modernisasi terbatas; Struktur feodal.
  • Nigeria: Protektorat Inggris; Perang Dunia I; Mobilisasi perang; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal.

4. Amerika (Negara Modern & Industrialisasi)

  • Amerika Serikat: Presiden Woodrow Wilson (1913); Perang Dunia I (1917-1918); Netralitas awal; Mobilisasi industri; Peran global baru; Liga Bangsa-Bangsa; Prohibition (1920).
  • Meksiko: Revolusi Meksiko (1910-1920); Porfirio Díaz digulingkan; Francisco Madero dibunuh (1913); Victoriano Huerta; Venustiano Carranza; Konstitusi 1917; Perang saudara.
  • Brasil: Republik Brasil; Perang Dunia I; Netralitas awal; Bergabung dengan Sekutu (1917); Ekonomi ekspor; Migrasi; Urbanisasi; Modernisasi.
  • Argentina: Boom ekonomi; Perang Dunia I; Netralitas; Ekspor meningkat; Migrasi; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas.
  • Kanada: Perang Dunia I; Kontribusi besar; Vimy Ridge (1917); Ekonomi berkembang; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi.

5. Oseania (Kolonisasi & Dominion)

  • Australia: Perang Dunia I; Kontribusi besar; Gallipoli (1915); Identitas nasional; Ekonomi perang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Hak pilih perempuan (1902).
  • Selandia Baru: Perang Dunia I; Kontribusi besar; Gallipoli; Identitas nasional; Ekonomi perang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Reformasi sosial.
  • Hawaii: Teritori AS; Perang Dunia I; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer.

Tahun 19.15

1. Asia (Perang Dunia & Dekolonisasi Awal)

  • Tiongkok: Perang Dunia I; Netralitas awal; Bergabung dengan Sekutu (1917); Gerakan 4 Mei (1919); Nasionalisme anti-Jepang; Periode warlord; Sun Yat-sen mendirikan Kuomintang; Partai Komunis Tiongkok didirikan (1921).
  • Jepang: Perang Dunia I; Bergabung dengan Sekutu; Mendapat kepulauan Pasifik Jerman; 21 Tuntutan ke Tiongkok (1915); Ekspansi ke Asia; Ekonomi berkembang; Modernisasi militer; Perjanjian Versailles (1919).
  • India: Perang Dunia I; Kontribusi besar; Gerakan kemerdekaan; Rowlatt Act (1919); Pembantaian Amritsar (1919); Mahatma Gandhi memimpin; Gerakan non-kooperasi; Nasionalisme menguat.
  • Korea: Penjajahan Jepang; Gerakan 1 Maret (1919); Demonstrasi besar; Represi brutal; Nasionalisme Korea tumbuh; Pemerintahan sementara di Shanghai; Perlawanan gerilya.
  • Turki Ottoman: Perang Dunia I; Genosida Armenia (1915); 1,5 juta tewas; Runtuhnya kekaisaran (1918); Perjanjian Sèvres (1920); Perang Kemerdekaan Turki (1919-1923); Mustafa Kemal Atatürk.
  • Timur Tengah: Perjanjian Sykes-Picot (1916); Pembagian wilayah Ottoman; Deklarasi Balfour (1917); Mandat Inggris dan Prancis; Nasionalisme Arab; Revolusi Arab (1916-1918); Kerajaan baru terbentuk.
  • Persia/Iran: Perang Dunia I; Netralitas sulit; Intervensi Inggris dan Rusia; Minyak strategis; Nasionalisme tumbuh; Modernisasi terbatas; Dinasti Qajar lemah.

2. Eropa (Perang Dunia)

  • Inggris: Perang Dunia I (1914-1918); Pertempuran Somme (1916); Kerugian besar; Ekonomi perang; Peran perempuan berubah; Perjanjian Versailles (1919); Liga Bangsa-Bangsa; Irlandia merdeka (1922).
  • Prancis: Perang Dunia I (1914-1918); Pertempuran Verdun (1916); 700.000+ tewas; Pertempuran Marne; Kerugian besar; Ekonomi perang; Perjanjian Versailles; Rekonstruksi; Aliansi dengan Polandia.
  • Jerman: Perang Dunia I (1914-1918); Kekalahan (1918); Revolusi Jerman (1918-1919); Republik Weimar didirikan; Perjanjian Versailles (1919); Reparasi besar; Hiperinflasi (1923); Krisis ekonomi.
  • Rusia: Perang Dunia I; Revolusi Februari (1917); Tsar turun takhta; Revolusi Oktober (1917); Bolshevik mengambil alih; Perang Saudara (1918-1922); Uni Soviet didirikan (1922); Lenin memimpin.
  • Austria-Hungaria: Perang Dunia I; Kekalahan; Runtuhnya kekaisaran (1918); Negara-negara baru: Austria, Hungaria, Cekoslowakia, Yugoslavia; Perjanjian Saint-Germain; Nasionalisme etnis.
  • Italia: Perang Dunia I (1915-1918); Pertempuran Isonzo; Kerugian besar; Vittorio Veneto (1918); Krisis ekonomi; Nasionalisme; Fasisme muncul; Mussolini (1922).
  • Sains & Teknologi: Perang mempercepat teknologi; Pesawat tempur; Tank; Gas beracun; Radio; Telekomunikasi; Medis; Penemuan baru; Industri berkembang.

3. Afrika (Dampak Perang & Kolonial)

  • Afrika Selatan: Perang Dunia I; Menyerang Jerman di Afrika; Ekonomi perang; Apartheid berkembang; Undang-Undang Tanah; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi.
  • Mesir: Perang Dunia I; Protektorat Inggris; Nasionalisme tumbuh; Revolusi 1919; Partai Wafd; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Kemerdekaan terbatas (1922).
  • Kongo: Perang Dunia I; Mobilisasi perang; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Kondisi buruk; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas.
  • Maroko: Perang Dunia I; Protektorat Prancis; Perlawanan lokal; Rif War (1921-1926); Modernisasi terbatas; Ekonomi pertanian; Administrasi kolonial; Nasionalisme tumbuh.
  • Ethiopia: Perang Dunia I; Netralitas; Tetap merdeka; Lij Iyasu digulingkan (1916); Zauditu menjadi ratu; Ras Tafari (Haile Selassie) menjadi regen; Modernisasi terbatas.
  • Nigeria: Perang Dunia I; Mobilisasi perang; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Urbanisasi; Modernisasi terbatas.

4. Amerika (Mobilisasi & Tatanan Baru)

  • Amerika Serikat: Perang Dunia I (1917-1918); Mobilisasi industri; Peran global baru; Perjanjian Versailles; Liga Bangsa-Bangsa; Prohibition (1920); Roaring Twenties; Perubahan sosial besar.
  • Meksiko: Revolusi Meksiko (1910-1920); Konstitusi 1917; Venustiano Carranza; Perang saudara; Emiliano Zapata dibunuh (1919); Pancho Villa; Reformasi agraria; Modernisasi.
  • Brasil: Perang Dunia I; Bergabung dengan Sekutu (1917); Ekonomi ekspor; Migrasi; Urbanisasi; Modernisasi; São Paulo berkembang; Ekonomi berbasis komoditas.
  • Argentina: Perang Dunia I; Netralitas; Ekspor meningkat; Boom ekonomi; Migrasi; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Ekonomi pertanian.
  • Kanada: Perang Dunia I; Kontribusi besar; Vimy Ridge (1917); Ekonomi berkembang; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global.

5. Oseania (Perang Pasifik)

  • Australia: Perang Dunia I; Kontribusi besar; Gallipoli (1915); Identitas nasional; Ekonomi perang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Hak pilih perempuan; Peran global.
  • Selandia Baru: Perang Dunia I; Kontribusi besar; Gallipoli; Identitas nasional; Ekonomi perang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Reformasi sosial; Peran global.
  • Hawaii: Perang Dunia I; Teritori AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis.

Tahun 19.20

1. Asia (Perang Dunia & Dekolonisasi Awal)

  • Tiongkok: Periode warlord; Sun Yat-sen memimpin Kuomintang; Partai Komunis Tiongkok didirikan (1921); Kerja sama KMT-PKI; Ekspedisi Utara (1926-1928); Chiang Kai-shek mengambil alih; Pemisahan dengan komunis (1927); Perang saudara dimulai.
  • Jepang: Perjanjian Versailles (1919); Mendapat kepulauan Pasifik; Gempa Bumi Besar Kanto (1923); 140.000+ tewas; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Demokrasi Taisho; Ekspansi ke Manchuria dimulai.
  • India: Gerakan kemerdekaan; Mahatma Gandhi memimpin; Gerakan non-kooperasi (1920-1922); Salt March (1930); Kongres Nasional India; Nasionalisme Hindu dan Muslim; Liga Muslim; Boikot barang Inggris.
  • Korea: Penjajahan Jepang; Gerakan 1 Maret (1919); Represi brutal; Nasionalisme Korea; Pemerintahan sementara di Shanghai; Perlawanan gerilya; Budaya Korea ditekan; Modernisasi paksa.
  • Turki: Perang Kemerdekaan Turki (1919-1923); Mustafa Kemal Atatürk; Republik Turki didirikan (1923); Modernisasi sekuler; Abolisi kekhalifahan (1924); Reformasi alfabet; Nasionalisme Turki.
  • Timur Tengah: Mandat Inggris dan Prancis; Irak (1920); Transjordan (1921); Palestina; Suriah; Lebanon; Nasionalisme Arab; Revolusi Arab; Kerajaan baru; Minyak ditemukan.
  • Persia/Iran: Dinasti Qajar lemah; Reza Shah mengambil alih (1921); Dinasti Pahlavi didirikan (1925); Modernisasi sekuler; Nasionalisme Persia; Minyak strategis; Anglo-Persian Oil Company.

2. Eropa (Perang Dunia)

  • Inggris: Perjanjian Versailles (1919); Liga Bangsa-Bangsa; Irlandia merdeka (1922); Perang Saudara Irlandia; Ekonomi pascaperang; Depresi; Peran perempuan berubah; Partai Buruh berkembang; General Strike (1926).
  • Prancis: Perjanjian Versailles; Rekonstruksi; Aliansi dengan Polandia; Pendudukan Ruhr (1923); Ekonomi berkembang; Modernisasi; Koloni; Peran global; Stabilitas politik.
  • Jerman: Republik Weimar (1919-1933); Perjanjian Versailles; Reparasi besar; Hiperinflasi (1923); Krisis ekonomi; Stresemann; Stabilisasi (1924-1929); Depresi Besar (1929); Kondisi untuk Nazi.
  • Rusia/Uni Soviet: Perang Saudara (1918-1922); Uni Soviet didirikan (1922); Lenin memimpin; NEP (1921); Stalin mengambil alih (1924); Industrialisasi; Kolektivisasi; Totalitarianisme berkembang.
  • Italia: Krisis ekonomi; Fasisme muncul; Mussolini berkuasa (1922); March on Rome; Diktator; Modernisasi; Ekspansi; Aliansi dengan Jerman; Perang Ethiopia (1935-1936).
  • Austria: Republik Austria (1918); Krisis ekonomi; Hiperinflasi; Anschluss dilarang; Nasionalisme; Depresi; Instabilitas politik; Perjanjian Saint-Germain.
  • Sains & Teknologi: Radio berkembang; Penerbangan komersial; Film berkembang; Penemuan medis; Teori relativitas umum (1915); Mekanika kuantum; Teknologi berkembang; Modernisasi.

3. Afrika (Dampak Perang & Kolonial)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Undang-Undang Tanah; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC didirikan (1912); Perlawanan tumbuh.
  • Mesir: Kemerdekaan terbatas (1922); Monarki; Nasionalisme tumbuh; Partai Wafd; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Hubungan dengan Inggris; Peran global.
  • Kongo: Pemerintahan kolonial Belgia; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Kondisi buruk; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Urbanisasi.
  • Maroko: Protektorat Prancis; Rif War (1921-1926); Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Ekonomi pertanian; Administrasi kolonial; Nasionalisme tumbuh; Peran strategis.
  • Ethiopia: Tetap merdeka; Zauditu ratu; Ras Tafari (Haile Selassie) regen; Modernisasi terbatas; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa; Pertanian dan perdagangan; Peran regional.
  • Nigeria: Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi terbatas; Perlawanan lokal; Nasionalisme tumbuh; Pendidikan berkembang.

4. Amerika (Mobilisasi & Tatanan Baru)

  • Amerika Serikat: Roaring Twenties; Prohibition (1920-1933); Boom ekonomi; Jazz Age; Perubahan sosial; Peran perempuan; Depresi Besar dimulai (1929); Crash Wall Street; New Deal (1933).
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; Partai Revolusioner Institusional (PRI).
  • Brasil: Ekonomi ekspor; Migrasi; Urbanisasi; Modernisasi; São Paulo berkembang; Ekonomi berbasis komoditas; Depresi; Instabilitas politik; Nasionalisme berkembang.
  • Argentina: Boom ekonomi; Ekspor meningkat; Migrasi; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Ekonomi pertanian; Depresi; Instabilitas politik.
  • Kanada: Ekonomi berkembang; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi berbasis sumber daya; Urbanisasi.

5. Oseania (Perang Pasifik)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Urbanisasi; Hak pilih perempuan.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi pertanian; Reformasi sosial; Urbanisasi.
  • Hawaii: Teritori AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi.

Tahun 19.25

1. Asia (Perang Dunia & Dekolonisasi Awal)

  • Tiongkok: Periode warlord berlanjut; Kuomintang (KMT) mengkonsolidasi; Ekspedisi Utara (1926-1928); Chiang Kai-shek mengambil alih; Pemisahan dengan komunis (1927); Perang saudara dimulai; Long March (1934-1935); Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1937).
  • Jepang: Gempa Bumi Besar Kanto (1923); Modernisasi; Ekonomi berkembang; Demokrasi Taisho berakhir; Militerisme berkembang; Insiden Manchuria (1931); Pendudukan Manchuria; Perang Tiongkok-Jepang (1937); Ekspansi imperialisme.
  • India: Gerakan kemerdekaan; Mahatma Gandhi memimpin; Salt March (1930); Gerakan non-kooperasi; Kongres Nasional India; Nasionalisme Hindu dan Muslim; Liga Muslim; Boikot barang Inggris; Pendidikan nasionalis.
  • Korea: Penjajahan Jepang; Represi brutal; Nasionalisme Korea; Pemerintahan sementara di Shanghai; Perlawanan gerilya; Budaya Korea ditekan; Modernisasi paksa; Industrialisasi; Eksploitasi.
  • Turki: Republik Turki didirikan (1923); Mustafa Kemal Atatürk; Modernisasi sekuler; Abolisi kekhalifahan (1924); Reformasi alfabet; Nasionalisme Turki; Industrialisasi; Hubungan dengan Eropa; Netralitas.
  • Timur Tengah: Mandat Inggris dan Prancis; Irak merdeka (1932); Transjordan; Palestina; Suriah; Lebanon; Nasionalisme Arab; Revolusi; Minyak ditemukan; Peran strategis.
  • Persia/Iran: Dinasti Pahlavi didirikan (1925); Reza Shah; Modernisasi sekuler; Nasionalisme Persia; Minyak strategis; Anglo-Persian Oil Company; Industrialisasi; Hubungan dengan Eropa; Netralitas.

2. Eropa (Perang Dunia)

  • Inggris: Ekonomi pascaperang; Depresi; General Strike (1926); Peran perempuan berubah; Partai Buruh berkembang; Hubungan dengan koloni; Peran global; Stabilitas politik; Modernisasi.
  • Prancis: Rekonstruksi; Aliansi dengan Polandia; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Koloni; Peran global; Stabilitas politik; Maginot Line; Depresi.
  • Jerman: Republik Weimar; Stabilisasi (1924-1929); Depresi Besar (1929); Kondisi untuk Nazi; Hitler dan NSDAP berkembang; Krisis ekonomi; Hiperinflasi; Instabilitas politik; Perjanjian Versailles.
  • Uni Soviet: Stalin mengambil alih (1924); Industrialisasi; Rencana Lima Tahun pertama (1928); Kolektivisasi; Totalitarianisme; Gulag; Purge; Modernisasi paksa; Peran global.
  • Italia: Mussolini berkuasa (1922); Fasisme; Diktator; Modernisasi; Ekspansi; Perang Ethiopia (1935-1936); Aliansi dengan Jerman; Nasionalisme; Imperialisme.
  • Spanyol: Monarki jatuh (1931); Republik Spanyol; Perang Saudara Spanyol (1936-1939); Franco; Nasionalis vs Republikan; Intervensi asing; Fasisme vs Komunisme; Diktator.
  • Sains & Teknologi: Alexander Fleming menemukan penisilin (1928); Revolusi dalam pengobatan; Antibiotik; Teori kuantum berkembang; Radio berkembang; Film berkembang; Penerbangan; Teknologi berkembang.

3. Afrika (Dampak Perang & Kolonial)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Undang-Undang Tanah; Segregasi.
  • Mesir: Kemerdekaan terbatas (1922); Monarki; Nasionalisme tumbuh; Partai Wafd; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Hubungan dengan Inggris; Peran global.
  • Kongo: Pemerintahan kolonial Belgia; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Kondisi buruk; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Eksploitasi.
  • Maroko: Protektorat Prancis; Rif War berakhir (1926); Modernisasi terbatas; Ekonomi pertanian; Administrasi kolonial; Nasionalisme tumbuh; Peran strategis; Urbanisasi; Hubungan dengan Eropa.
  • Ethiopia: Tetap merdeka; Haile Selassie menjadi kaisar (1930); Modernisasi; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa; Pertanian dan perdagangan; Peran regional; Perang dengan Italia (1935-1936).
  • Nigeria: Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi terbatas; Perlawanan lokal; Nasionalisme tumbuh; Pendidikan berkembang; Eksploitasi.

4. Amerika (Mobilisasi & Tatanan Baru)

  • Amerika Serikat: Roaring Twenties; Boom ekonomi; Jazz Age; Perubahan sosial; Depresi Besar dimulai (1929); Crash Wall Street; New Deal (1933); Roosevelt; Reformasi sosial; Peran global.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi.
  • Brasil: Ekonomi ekspor; Migrasi; Urbanisasi; Modernisasi; São Paulo berkembang; Ekonomi berbasis komoditas; Depresi; Instabilitas politik; Nasionalisme berkembang; Getúlio Vargas (1930).
  • Argentina: Boom ekonomi; Ekspor meningkat; Migrasi; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Ekonomi pertanian; Depresi; Instabilitas politik; Kudeta (1930).
  • Kanada: Ekonomi berkembang; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi berbasis sumber daya; Urbanisasi; Reformasi sosial.

5. Oseania (Perang Pasifik)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Urbanisasi; Hak pilih perempuan; Stabilitas politik.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi pertanian; Reformasi sosial; Urbanisasi; Stabilitas politik.
  • Hawaii: Teritori AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Pearl Harbor.

Tahun 19.30

1. Asia (Perang Dunia & Dekolonisasi Awal)

  • Tiongkok: Perang saudara berlanjut; Kuomintang vs Komunis; Long March (1934-1935); Mao Zedong memimpin; Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1937); Pendudukan Jepang; Nanjing Massacre (1937); Perlawanan nasional; Perang Dunia II.
  • Jepang: Militerisme berkembang; Insiden Manchuria (1931); Pendudukan Manchuria; Manchukuo didirikan (1932); Perang Tiongkok-Jepang (1937); Ekspansi imperialisme; Pearl Harbor (1941); Perang Dunia II; Kekalahan (1945).
  • India: Gerakan kemerdekaan; Mahatma Gandhi memimpin; Salt March (1930); Gerakan non-kooperasi; Kongres Nasional India; Nasionalisme Hindu dan Muslim; Liga Muslim; Boikot barang Inggris; Pendidikan nasionalis; Perang Dunia II.
  • Korea: Penjajahan Jepang; Represi brutal; Nasionalisme Korea; Pemerintahan sementara; Perlawanan gerilya; Budaya Korea ditekan; Modernisasi paksa; Industrialisasi; Eksploitasi; Perang Dunia II.
  • Turki: Republik Turki; Mustafa Kemal Atatürk; Modernisasi sekuler; Industrialisasi; Hubungan dengan Eropa; Netralitas dalam Perang Dunia II; Reformasi; Nasionalisme Turki; Stabilitas politik.
  • Timur Tengah: Mandat Inggris dan Prancis; Irak merdeka (1932); Transjordan; Palestina; Suriah; Lebanon; Nasionalisme Arab; Revolusi; Minyak ditemukan; Peran strategis; Perang Dunia II.
  • Asia Tenggara: Koloni Eropa; Perang melemahkan kekuasaan kolonial; Pendudukan Jepang; Nasionalisme tumbuh; Dekolonisasi dimulai; Indonesia; Malaysia; Singapura; Filipina; Vietnam.

2. Eropa (Perang Dunia)

  • Inggris: Depresi; Ekonomi sulit; Peran global; Hubungan dengan koloni; Stabilitas politik; Modernisasi; Perang Dunia II dimulai (1939); Winston Churchill; Pertempuran Britania (1940); Blitz.
  • Prancis: Depresi; Ekonomi sulit; Maginot Line; Stabilitas politik; Modernisasi; Perang Dunia II (1939); Kekalahan cepat (1940); Pendudukan Jerman; Vichy France; Perlawanan; Pembebasan (1944).
  • Jerman: Depresi Besar (1929); Hitler berkuasa (1933); Nazi; Totalitarianisme; Holocaust dimulai; Anschluss Austria (1938); Pendudukan Cekoslowakia; Perang Dunia II dimulai (1939); Blitzkrieg; Kekalahan (1945).
  • Uni Soviet: Stalin memimpin; Industrialisasi; Rencana Lima Tahun; Kolektivisasi; Totalitarianisme; Gulag; Purge; Perang Dunia II (1941); Pertempuran Stalingrad (1942-1943); Kemenangan; Peran global.
  • Italia: Mussolini; Fasisme; Diktator; Perang Ethiopia (1935-1936); Aliansi dengan Jerman; Perang Dunia II (1940); Kekalahan; Mussolini digulingkan (1943); Republik; Rekonstruksi.
  • Spanyol: Perang Saudara Spanyol (1936-1939); Franco menang; Diktator; Nasionalis; Netralitas dalam Perang Dunia II; Fasisme; Represi; Modernisasi terbatas; Isolasi.
  • Sains & Teknologi: Radar berkembang; Nuklir; Manufaktur; Penerbangan; Radio; Film; Penemuan medis; Teknologi perang; Modernisasi; Perang mempercepat teknologi.

3. Afrika (Dampak Perang & Kolonial)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Perang Dunia II; Kontribusi; Peran global.
  • Mesir: Kemerdekaan terbatas; Monarki; Nasionalisme tumbuh; Partai Wafd; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Perang Dunia II; Peran strategis; Hubungan dengan Inggris.
  • Kongo: Pemerintahan kolonial Belgia; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Kondisi buruk; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Perang Dunia II; Mobilisasi; Eksploitasi.
  • Maroko: Protektorat Prancis; Modernisasi terbatas; Ekonomi pertanian; Administrasi kolonial; Nasionalisme tumbuh; Peran strategis; Perang Dunia II; Operasi Torch (1942); Peran strategis.
  • Ethiopia: Tetap merdeka; Haile Selassie menjadi kaisar (1930); Modernisasi; Perang dengan Italia (1935-1936); Pendudukan Italia; Pembebasan (1941); Peran regional; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa.
  • Nigeria: Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi terbatas; Perlawanan lokal; Nasionalisme tumbuh; Perang Dunia II; Mobilisasi; Eksploitasi.

4. Amerika (Mobilisasi & Tatanan Baru)

  • Amerika Serikat: Depresi Besar; New Deal (1933); Roosevelt; Reformasi sosial; Ekonomi pulih; Perang Dunia II (1941); Pearl Harbor; Mobilisasi industri; Peran global; Kemenangan; Superpower.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Perang Dunia II.
  • Brasil: Getúlio Vargas (1930); Estado Novo (1937); Diktator; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Perang Dunia II; Bergabung dengan Sekutu (1942); Kontribusi; Industrialisasi; Urbanisasi.
  • Argentina: Boom ekonomi; Ekspor meningkat; Migrasi; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Ekonomi pertanian; Depresi; Instabilitas politik; Kudeta; Perang Dunia II.
  • Kanada: Ekonomi berkembang; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi berbasis sumber daya; Perang Dunia II; Kontribusi besar; Urbanisasi.

5. Oseania (Perang Pasifik)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Perang Dunia II; Front Pasifik; Kontribusi besar; Stabilitas politik.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi pertanian; Perang Dunia II; Front Pasifik; Kontribusi; Stabilitas politik.
  • Hawaii: Teritori AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Pearl Harbor (1941); Peran strategis; Modernisasi; Front Pasifik.

Tahun 19.35

1. Asia (Perang Dunia & Dekolonisasi Awal)

  • Tiongkok: Perang Tiongkok-Jepang dimulai (1937); Pendudukan Jepang; Nanjing Massacre (1937); 300.000+ tewas; Perlawanan nasional; Perang saudara berlanjut; Kuomintang vs Komunis; Long March selesai (1935); Mao Zedong memimpin; Perang Dunia II.
  • Jepang: Perang Tiongkok-Jepang (1937); Ekspansi imperialisme; Pendudukan Asia; Pearl Harbor (1941); Perang Dunia II dimulai; Blitzkrieg di Pasifik; Kekalahan (1945); Bom atom Hiroshima dan Nagasaki; Penjajahan berakhir.
  • India: Gerakan kemerdekaan; Mahatma Gandhi memimpin; Kongres Nasional India; Nasionalisme Hindu dan Muslim; Liga Muslim; Perang Dunia II; Kontribusi besar; Quit India Movement (1942); Kemerdekaan mendekat.
  • Korea: Penjajahan Jepang; Represi brutal; Nasionalisme Korea; Pemerintahan sementara; Perlawanan gerilya; Budaya Korea ditekan; Modernisasi paksa; Industrialisasi; Perang Dunia II; Pembebasan (1945).
  • Turki: Republik Turki; Mustafa Kemal Atatürk meninggal (1938); İsmet İnönü memimpin; Modernisasi sekuler; Netralitas dalam Perang Dunia II; Reformasi; Nasionalisme Turki; Stabilitas politik; Hubungan dengan Eropa.
  • Timur Tengah: Mandat Inggris dan Prancis; Irak merdeka (1932); Transjordan; Palestina; Suriah; Lebanon; Nasionalisme Arab; Revolusi; Minyak ditemukan; Peran strategis; Perang Dunia II; Operasi militer.
  • Asia Tenggara: Koloni Eropa; Pendudukan Jepang (1941-1945); Nasionalisme tumbuh; Dekolonisasi dimulai; Indonesia; Malaysia; Singapura; Filipina; Vietnam; Perang Dunia II; Perlawanan lokal.

2. Eropa (Perang Dunia)

  • Inggris: Perang Dunia II dimulai (1939); Winston Churchill menjadi PM (1940); Pertempuran Britania (1940); Blitz; Mobilisasi total; Ekonomi perang; Peran global; Aliansi dengan AS dan Uni Soviet; Kemenangan (1945).
  • Prancis: Perang Dunia II (1939); Kekalahan cepat (1940); Pendudukan Jerman; Vichy France; Perlawanan; Charles de Gaulle; Pembebasan (1944); Rekonstruksi; Peran global; Modernisasi.
  • Jerman: Hitler berkuasa (1933); Nazi; Totalitarianisme; Holocaust dimulai; Anschluss Austria (1938); Pendudukan Cekoslowakia; Perang Dunia II dimulai (1939); Blitzkrieg; Kekalahan (1945); Pembagian Jerman.
  • Uni Soviet: Stalin memimpin; Industrialisasi; Rencana Lima Tahun; Kolektivisasi; Totalitarianisme; Gulag; Purge; Perang Dunia II (1941); Pertempuran Stalingrad (1942-1943); Kemenangan; Peran global; Superpower.
  • Italia: Mussolini; Fasisme; Diktator; Perang Ethiopia (1935-1936); Aliansi dengan Jerman; Perang Dunia II (1940); Kekalahan; Mussolini digulingkan (1943); Republik; Rekonstruksi; Demokrasi.
  • Spanyol: Perang Saudara Spanyol (1936-1939); Franco menang; Diktator; Nasionalis; Netralitas dalam Perang Dunia II; Fasisme; Represi; Modernisasi terbatas; Isolasi; Hubungan dengan Eropa.
  • Sains & Teknologi: Radar berkembang; Nuklir; Bom atom; Manufaktur; Penerbangan; Radio; Film; Penemuan medis; Teknologi perang; Modernisasi; Perang mempercepat teknologi; Revolusi ilmiah.

3. Afrika (Dampak Perang & Kolonial)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Perang Dunia II; Kontribusi; Peran global; Segregasi; Undang-Undang Tanah.
  • Mesir: Kemerdekaan terbatas; Monarki; Nasionalisme tumbuh; Partai Wafd; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Perang Dunia II; Peran strategis; Operasi militer; Hubungan dengan Inggris.
  • Kongo: Pemerintahan kolonial Belgia; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Kondisi buruk; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Perang Dunia II; Mobilisasi; Eksploitasi; Urbanisasi.
  • Maroko: Protektorat Prancis; Modernisasi terbatas; Ekonomi pertanian; Administrasi kolonial; Nasionalisme tumbuh; Peran strategis; Perang Dunia II; Operasi Torch (1942); Peran strategis; Hubungan dengan Eropa.
  • Ethiopia: Tetap merdeka; Haile Selassie menjadi kaisar (1930); Modernisasi; Perang dengan Italia (1935-1936); Pendudukan Italia; Pembebasan (1941); Peran regional; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa; Perang Dunia II.
  • Nigeria: Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi terbatas; Perlawanan lokal; Nasionalisme tumbuh; Perang Dunia II; Mobilisasi; Eksploitasi; Pendidikan berkembang.

4. Amerika (Mobilisasi & Tatanan Baru)

  • Amerika Serikat: Depresi Besar; New Deal (1933); Roosevelt; Reformasi sosial; Ekonomi pulih; Perang Dunia II (1941); Pearl Harbor; Mobilisasi industri; Peran global; Kemenangan; Superpower; Bom atom; Peran global baru.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Perang Dunia II; Kontribusi.
  • Brasil: Getúlio Vargas (1930); Estado Novo (1937); Diktator; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Perang Dunia II; Bergabung dengan Sekutu (1942); Kontribusi; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang.
  • Argentina: Boom ekonomi; Ekspor meningkat; Migrasi; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Ekonomi pertanian; Depresi; Instabilitas politik; Kudeta; Perang Dunia II; Netralitas.
  • Kanada: Ekonomi berkembang; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi berbasis sumber daya; Perang Dunia II; Kontribusi besar; Urbanisasi; Reformasi sosial.

5. Oseania (Perang Pasifik)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Perang Dunia II; Front Pasifik; Kontribusi besar; Stabilitas politik; Urbanisasi.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Depresi; Ekonomi pertanian; Perang Dunia II; Front Pasifik; Kontribusi; Stabilitas politik; Reformasi sosial.
  • Hawaii: Teritori AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Pearl Harbor (1941); Peran strategis; Modernisasi; Front Pasifik; Peran kunci.

Tahun 19.40

1. Asia (Perang Dunia & Dekolonisasi Awal)

  • Tiongkok: Perang Tiongkok-Jepang berlanjut; Pendudukan Jepang; Perlawanan nasional; Perang saudara berlanjut; Kuomintang vs Komunis; Perang Dunia II berakhir (1945); Perang saudara dimulai lagi; Republik Rakyat Tiongkok didirikan (1949); Mao Zedong berkuasa.
  • Jepang: Perang Dunia II; Pearl Harbor (1941); Blitzkrieg di Pasifik; Pendudukan Asia; Kekalahan (1945); Bom atom Hiroshima dan Nagasaki (1945); Penjajahan berakhir; Pendudukan AS (1945-1952); Konstitusi baru (1947); Demokrasi; Rekonstruksi.
  • India: Gerakan kemerdekaan; Mahatma Gandhi memimpin; Quit India Movement (1942); Kongres Nasional India; Nasionalisme Hindu dan Muslim; Liga Muslim; Perang Dunia II berakhir; Kemerdekaan (1947); Partisi India; Pakistan didirikan.
  • Korea: Penjajahan Jepang berakhir (1945); Pembebasan; Divisi Korea (1945); Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Perang Korea (1950-1953); Peran global; Perang Dingin; Dampak besar.
  • Turki: Republik Turki; İsmet İnönü memimpin; Netralitas dalam Perang Dunia II; Modernisasi sekuler; Reformasi; Nasionalisme Turki; Stabilitas politik; Hubungan dengan Eropa; Peran regional.
  • Timur Tengah: Perang Dunia II berakhir; Mandat berakhir; Irak merdeka; Transjordan menjadi Yordania (1946); Suriah merdeka (1946); Lebanon merdeka (1943); Israel didirikan (1948); Perang Arab-Israel (1948); Nasionalisme Arab; Minyak strategis.
  • Asia Tenggara: Pendudukan Jepang berakhir (1945); Dekolonisasi dimulai; Indonesia merdeka (1945); Vietnam merdeka (1945); Filipina merdeka (1946); Malaysia; Singapura; Nasionalisme tumbuh; Perang Dingin.

2. Eropa (Perang Dunia)

  • Inggris: Perang Dunia II berlanjut; Winston Churchill; Pertempuran Britania; Blitz; D-Day (1944); Pendaratan Normandia; Mobilisasi total; Ekonomi perang; Kemenangan (1945); Peran global; Rekonstruksi; Perang Dingin dimulai.
  • Prancis: Perang Dunia II berlanjut; Pendudukan Jerman; Vichy France; Perlawanan; Charles de Gaulle; D-Day (1944); Pembebasan (1944); Rekonstruksi; Peran global; Modernisasi; Perang Dingin; NATO.
  • Jerman: Perang Dunia II berlanjut; Blitzkrieg; Holocaust; Kekalahan (1945); Hitler bunuh diri; Pembagian Jerman (1945); Pendudukan Sekutu; Denazifikasi; Rekonstruksi; Perang Dingin; Jerman Barat dan Timur.
  • Uni Soviet: Perang Dunia II berlanjut; Stalin memimpin; Pertempuran Stalingrad (1942-1943); Kemenangan; Peran global; Superpower; Pendudukan Eropa Timur; Perang Dingin dimulai; Blok Timur; Komunisme menyebar.
  • Italia: Perang Dunia II berlanjut; Mussolini digulingkan (1943); Republik; Kekalahan (1945); Rekonstruksi; Demokrasi; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Perang Dingin.
  • Spanyol: Franco memimpin; Diktator; Netralitas dalam Perang Dunia II; Fasisme; Represi; Modernisasi terbatas; Isolasi; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Stabilitas politik.
  • Sains & Teknologi: Radar berkembang; Nuklir; Bom atom (1945); Manufaktur; Penerbangan; Radio; Film; Penemuan medis; Teknologi perang; Modernisasi; Perang mempercepat teknologi; Era nuklir dimulai.

3. Afrika (Dampak Perang & Kolonial)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Perang Dunia II berakhir; Kontribusi; Peran global; Segregasi; Undang-Undang Tanah.
  • Mesir: Kemerdekaan terbatas; Monarki; Nasionalisme tumbuh; Partai Wafd; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Perang Dunia II berakhir; Peran strategis; Hubungan dengan Inggris; Revolusi (1952).
  • Kongo: Pemerintahan kolonial Belgia; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Kondisi buruk; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Perang Dunia II berakhir; Mobilisasi; Eksploitasi; Urbanisasi; Dekolonisasi mendekat.
  • Maroko: Protektorat Prancis; Modernisasi terbatas; Ekonomi pertanian; Administrasi kolonial; Nasionalisme tumbuh; Peran strategis; Perang Dunia II berakhir; Operasi Torch; Hubungan dengan Eropa; Dekolonisasi mendekat.
  • Ethiopia: Tetap merdeka; Haile Selassie; Modernisasi; Pembebasan (1941); Peran regional; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa; Perang Dunia II berakhir; Stabilitas politik; Modernisasi terbatas.
  • Nigeria: Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi terbatas; Perlawanan lokal; Nasionalisme tumbuh; Perang Dunia II berakhir; Mobilisasi; Eksploitasi; Dekolonisasi mendekat.

4. Amerika (Mobilisasi & Tatanan Baru)

  • Amerika Serikat: Perang Dunia II berlanjut; Pearl Harbor (1941); Mobilisasi industri; D-Day (1944); Bom atom Hiroshima dan Nagasaki (1945); Kemenangan; Superpower; Peran global; Perang Dingin dimulai; NATO; Marshall Plan.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Perang Dunia II berakhir; Kontribusi.
  • Brasil: Getúlio Vargas; Estado Novo; Diktator; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Perang Dunia II berakhir; Bergabung dengan Sekutu; Kontribusi; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Demokrasi.
  • Argentina: Boom ekonomi; Ekspor meningkat; Migrasi; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Ekonomi pertanian; Perang Dunia II berakhir; Netralitas; Instabilitas politik; Peronisme (1946).
  • Kanada: Ekonomi berkembang; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dunia II berakhir; Kontribusi besar; Urbanisasi; Reformasi sosial; Perang Dingin; NATO.

5. Oseania (Perang Pasifik)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dunia II berakhir; Front Pasifik; Kontribusi besar; Stabilitas politik; Urbanisasi; Perang Dingin; ANZUS.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dunia II berakhir; Front Pasifik; Kontribusi; Stabilitas politik; Reformasi sosial; Perang Dingin; ANZUS.
  • Hawaii: Teritori AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Pearl Harbor (1941); Peran strategis; Modernisasi; Front Pasifik; Peran kunci; Perang Dingin.

Tahun 19.45

1. Asia (Perang Dunia & Dekolonisasi Awal)

  • Tiongkok: Perang Dunia II berakhir (1945); Perang saudara dimulai lagi; Kuomintang vs Komunis; Long March selesai; Mao Zedong memimpin; Republik Rakyat Tiongkok didirikan (1949); Komunisme menguasai Tiongkok; Taiwan; Perang Dingin; Peran global.
  • Jepang: Perang Dunia II berakhir (1945); Bom atom Hiroshima dan Nagasaki (6 & 9 Agustus 1945); Kaisar Hirohito menyerah; Penjajahan berakhir; Pendudukan AS (1945-1952); Konstitusi baru (1947); Demokrasi; Rekonstruksi; Modernisasi; Peran regional.
  • India: Perang Dunia II berakhir; Gerakan kemerdekaan; Mahatma Gandhi memimpin; Kongres Nasional India; Nasionalisme Hindu dan Muslim; Liga Muslim; Kemerdekaan (1947); Partisi India; Pakistan didirikan; Jawaharlal Nehru; Peran global.
  • Korea: Penjajahan Jepang berakhir (1945); Pembebasan; Divisi Korea (1945); Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Perang Korea (1950-1953); Peran global; Perang Dingin; Dampak besar; Modernisasi; Industrialisasi.
  • Turki: Republik Turki; İsmet İnönü memimpin; Netralitas dalam Perang Dunia II; Modernisasi sekuler; Reformasi; Nasionalisme Turki; Stabilitas politik; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Perang Dingin; NATO.
  • Timur Tengah: Perang Dunia II berakhir; Mandat berakhir; Irak merdeka; Transjordan menjadi Yordania (1946); Suriah merdeka (1946); Lebanon merdeka (1943); Israel didirikan (1948); Perang Arab-Israel (1948); Nasionalisme Arab; Minyak strategis; Peran global.
  • Asia Tenggara: Pendudukan Jepang berakhir (1945); Dekolonisasi dimulai; Indonesia merdeka (1945); Sukarno; Vietnam merdeka (1945); Ho Chi Minh; Filipina merdeka (1946); Malaysia; Singapura; Nasionalisme tumbuh; Perang Dingin.

2. Eropa (Perang Dunia)

  • Inggris: Perang Dunia II berakhir (1945); Winston Churchill; Kemenangan; Peran global; Rekonstruksi; Perang Dingin dimulai; NATO didirikan (1949); Aliansi militer Barat; Ekonomi sulit; Modernisasi; Peran global berlanjut.
  • Prancis: Perang Dunia II berakhir (1945); Pembebasan (1944); Charles de Gaulle; Rekonstruksi; Peran global; Modernisasi; Perang Dingin; NATO; Hubungan dengan koloni; Dekolonisasi dimulai; Peran regional.
  • Jerman: Perang Dunia II berakhir (1945); Kekalahan; Hitler bunuh diri; Pembagian Jerman (1945); Pendudukan Sekutu; Denazifikasi; Rekonstruksi; Perang Dingin; Jerman Barat dan Timur; Tembok Berlin (1961); Modernisasi.
  • Uni Soviet: Perang Dunia II berakhir (1945); Kemenangan; Stalin memimpin; Peran global; Superpower; Pendudukan Eropa Timur; Perang Dingin dimulai; Blok Timur; Komunisme menyebar; Pakta Warsawa (1955); Peran global.
  • Italia: Perang Dunia II berakhir (1945); Kekalahan; Republik; Rekonstruksi; Demokrasi; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Perang Dingin; NATO; Ekonomi berkembang.
  • Spanyol: Franco memimpin; Diktator; Netralitas dalam Perang Dunia II; Fasisme; Represi; Modernisasi terbatas; Isolasi; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Stabilitas politik; Perang Dingin.
  • Sains & Teknologi: Bom atom (1945); Era nuklir dimulai; Radar; Manufaktur; Penerbangan; Radio; Film; Penemuan medis; Teknologi perang; Modernisasi; Perang mempercepat teknologi; Revolusi ilmiah; Komputer berkembang.

3. Afrika (Dampak Perang & Kolonial)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Perang Dunia II berakhir; Kontribusi; Peran global; Segregasi; Undang-Undang Tanah; Dekolonisasi.
  • Mesir: Kemerdekaan terbatas; Monarki; Nasionalisme tumbuh; Partai Wafd; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Perang Dunia II berakhir; Peran strategis; Hubungan dengan Inggris; Revolusi (1952); Gamal Abdel Nasser.
  • Kongo: Pemerintahan kolonial Belgia; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Kondisi buruk; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Perang Dunia II berakhir; Mobilisasi; Eksploitasi; Urbanisasi; Dekolonisasi mendekat.
  • Maroko: Protektorat Prancis; Modernisasi terbatas; Ekonomi pertanian; Administrasi kolonial; Nasionalisme tumbuh; Peran strategis; Perang Dunia II berakhir; Hubungan dengan Eropa; Dekolonisasi mendekat; Kemerdekaan (1956).
  • Ethiopia: Tetap merdeka; Haile Selassie; Modernisasi; Pembebasan (1941); Peran regional; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa; Perang Dunia II berakhir; Stabilitas politik; Modernisasi terbatas; Peran regional.
  • Nigeria: Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi terbatas; Perlawanan lokal; Nasionalisme tumbuh; Perang Dunia II berakhir; Mobilisasi; Eksploitasi; Dekolonisasi mendekat; Kemerdekaan (1960).

4. Amerika (Mobilisasi & Tatanan Baru)

  • Amerika Serikat: Perang Dunia II berakhir (1945); Bom atom Hiroshima dan Nagasaki (6 & 9 Agustus 1945); Kemenangan; Superpower; Peran global; Perang Dingin dimulai; NATO didirikan (1949); Marshall Plan; Truman Doctrine; Era nuklir; Peran global baru.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Perang Dunia II berakhir; Kontribusi; Modernisasi.
  • Brasil: Getúlio Vargas; Estado Novo berakhir; Demokrasi; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Perang Dunia II berakhir; Bergabung dengan Sekutu; Kontribusi; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Peran regional.
  • Argentina: Boom ekonomi; Ekspor meningkat; Migrasi; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Ekonomi pertanian; Perang Dunia II berakhir; Peronisme (1946); Juan Perón; Instabilitas politik; Modernisasi.
  • Kanada: Ekonomi berkembang; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dunia II berakhir; Kontribusi besar; Urbanisasi; Reformasi sosial; Perang Dingin; NATO; Peran global.

5. Oseania (Perang Pasifik)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dunia II berakhir; Front Pasifik; Kontribusi besar; Stabilitas politik; Urbanisasi; Perang Dingin; ANZUS (1951); Peran regional.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dunia II berakhir; Front Pasifik; Kontribusi; Stabilitas politik; Reformasi sosial; Perang Dingin; ANZUS; Peran regional.
  • Hawaii: Teritori AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Pearl Harbor; Peran strategis; Modernisasi; Front Pasifik; Peran kunci; Perang Dingin; Statehood (1959).

Tahun 19.50

1. Asia (Perang Dingin & Modernisasi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok didirikan (1949); Mao Zedong berkuasa; Komunisme menguasai Tiongkok; Taiwan; Perang Korea (1950-1953); Intervensi di Korea; Rencana Lima Tahun pertama; Kolektivisasi; Great Leap Forward (1958); Modernisasi paksa; Peran global; Perang Dingin.
  • Jepang: Pendudukan AS berakhir (1952); Konstitusi baru (1947); Demokrasi; Rekonstruksi; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Perang Korea membantu ekonomi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global.
  • India: Kemerdekaan (1947); Jawaharlal Nehru menjadi PM; Partisi India; Pakistan didirikan; Peran global; Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin.
  • Korea: Divisi Korea (1945); Perang Korea (1950-1953); Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Intervensi AS dan Tiongkok; Gencatan senjata (1953); Peran global; Perang Dingin; Modernisasi; Industrialisasi; Dampak besar.
  • Vietnam: Perang Indochina (1946-1954); Ho Chi Minh memimpin; Pertempuran Dien Bien Phu (1954); Vietnam mengalahkan Prancis; Dekolonisasi Indochina; Divisi Vietnam (1954); Utara (komunis) vs Selatan; Perang Vietnam dimulai (1955); Peran global; Perang Dingin.
  • Indonesia: Kemerdekaan (1945); Sukarno memimpin; Dekolonisasi; Nasionalisme; Modernisasi; Peran regional; Non-alignment; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Konferensi Asia-Afrika (1955); Peran global.
  • Timur Tengah: Israel didirikan (1948); Perang Arab-Israel (1948); Nasionalisme Arab; Revolusi Mesir (1952); Gamal Abdel Nasser; Nasionalisme Arab; Minyak strategis; Peran global; Perang Dingin; Suez Crisis (1956).

2. Eropa (Blok Timur–Barat)

  • Inggris: Perang Dingin; NATO didirikan (1949); Aliansi militer Barat; Ekonomi sulit; Rekonstruksi; Modernisasi; Peran global; Hubungan dengan koloni; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II naik takhta (1952); Peran global berlanjut.
  • Prancis: Perang Dingin; NATO; Hubungan dengan koloni; Dekolonisasi dimulai; Perang Indochina (1946-1954); Kekalahan di Dien Bien Phu (1954); Perang Aljazair (1954-1962); Modernisasi; Peran global; Peran regional; Charles de Gaulle kembali (1958).
  • Jerman: Pembagian Jerman; Jerman Barat dan Timur; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Tembok Berlin (1961); Pendudukan Sekutu; Denazifikasi; Peran regional; Hubungan dengan Eropa.
  • Uni Soviet: Stalin memimpin; Peran global; Superpower; Perang Dingin; Blok Timur; Pakta Warsawa didirikan (1955); Komunisme menyebar; Kolektivisasi; Industrialisasi; Khrushchev mengambil alih (1953); Destalinisasi; Peran global.
  • Italia: Republik; Rekonstruksi; Demokrasi; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Perang Dingin; NATO; Ekonomi berkembang; Migrasi; Urbanisasi; Peran global.
  • Spanyol: Franco memimpin; Diktator; Fasisme; Represi; Modernisasi terbatas; Isolasi; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Stabilitas politik; Perang Dingin; Ekonomi berkembang.
  • Sains & Teknologi: James Watson dan Francis Crick menemukan struktur DNA (1953); Double helix; Fondasi biologi molekuler; Era genetika modern; Komputer berkembang; Nuklir; Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah.

3. Afrika (Dekolonisasi)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Segregasi; Undang-Undang Tanah; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia.
  • Mesir: Revolusi (1952); Gamal Abdel Nasser; Monarki digulingkan; Republik; Nasionalisme Arab; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Suez Crisis (1956).
  • Kongo: Pemerintahan kolonial Belgia; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Kondisi buruk; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Dekolonisasi mendekat; Kemerdekaan (1960); Patrice Lumumba.
  • Maroko: Protektorat Prancis; Modernisasi terbatas; Ekonomi pertanian; Administrasi kolonial; Nasionalisme tumbuh; Hubungan dengan Eropa; Dekolonisasi mendekat; Kemerdekaan (1956); Monarki; Modernisasi; Peran regional.
  • Ethiopia: Tetap merdeka; Haile Selassie; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa; Stabilitas politik; Modernisasi terbatas; Peran regional; Perang Dingin; Non-alignment.
  • Nigeria: Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi terbatas; Perlawanan lokal; Nasionalisme tumbuh; Mobilisasi; Eksploitasi; Dekolonisasi mendekat; Kemerdekaan (1960); Peran regional.

4. Amerika (Hegemoni & Konflik Proxy)

  • Amerika Serikat: Perang Dingin; NATO; Marshall Plan; Truman Doctrine; Perang Korea (1950-1953); Intervensi di Korea; Superpower; Peran global; Perlombaan antariksa dimulai; Sputnik (1957); Modernisasi; Ekonomi berkembang; Peran global baru.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Modernisasi.
  • Brasil: Demokrasi; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Getúlio Vargas kembali (1951); Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS.
  • Argentina: Peronisme; Juan Perón; Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang.
  • Kanada: Ekonomi berkembang; Identitas nasional; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; NATO; Urbanisasi; Reformasi sosial; Peran global; Ekonomi berbasis sumber daya.

5. Oseania (Aliansi Keamanan)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS didirikan (1951); Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik.
  • Hawaii: Teritori AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Perang Dingin; Statehood (1959); Peran kunci.

Tahun 19.55

1. Asia (Perang Dingin & Modernisasi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Mao Zedong berkuasa; Komunisme; Great Leap Forward (1958); Kolektivisasi; Modernisasi paksa; Peran global; Perang Dingin; Hubungan dengan Uni Soviet; Peran regional; Industrialisasi.
  • Jepang: Pendudukan AS berakhir (1952); Konstitusi baru; Demokrasi; Rekonstruksi; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Industrialisasi; Ekspor berkembang.
  • India: Kemerdekaan (1947); Jawaharlal Nehru menjadi PM; Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Konferensi Asia-Afrika (1955); Peran global.
  • Korea: Divisi Korea; Perang Korea berakhir (1953); Gencatan senjata; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi; Industrialisasi; Peran global; Perang Dingin; Dampak besar; Rekonstruksi.
  • Vietnam: Divisi Vietnam (1954); Utara (komunis) vs Selatan; Perang Vietnam dimulai (1955); Ho Chi Minh memimpin; Intervensi AS; Peran global; Perang Dingin; Konflik proxy terbesar; Nasionalisme.
  • Indonesia: Kemerdekaan (1945); Sukarno memimpin; Dekolonisasi; Nasionalisme; Modernisasi; Peran regional; Non-alignment; Konferensi Asia-Afrika (1955); Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran global.
  • Timur Tengah: Suez Crisis (1956); Nasionalisme Arab; Gamal Abdel Nasser; Revolusi Mesir (1952); Minyak strategis; Peran global; Perang Dingin; Konflik Arab-Israel; Peran regional.

2. Eropa (Blok Timur–Barat)

  • Inggris: Perang Dingin; NATO; Aliansi militer Barat; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Hubungan dengan koloni; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II; Peran global berlanjut; Rekonstruksi.
  • Prancis: Perang Dingin; NATO; Hubungan dengan koloni; Dekolonisasi; Perang Aljazair (1954-1962); Modernisasi; Peran global; Peran regional; Charles de Gaulle kembali (1958); Republik Kelima; Peran global.
  • Jerman: Pembagian Jerman; Jerman Barat dan Timur; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Tembok Berlin (1961); Pendudukan Sekutu; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Wirtschaftswunder.
  • Uni Soviet: Khrushchev memimpin (1953); Destalinisasi; Peran global; Superpower; Perang Dingin; Blok Timur; Pakta Warsawa didirikan (1955); Komunisme menyebar; Kolektivisasi; Industrialisasi; Peran global; Perlombaan antariksa.
  • Italia: Republik; Rekonstruksi; Demokrasi; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Perang Dingin; NATO; Ekonomi berkembang; Migrasi; Urbanisasi; Peran global; Miracolo economico.
  • Spanyol: Franco memimpin; Diktator; Fasisme; Represi; Modernisasi terbatas; Isolasi; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Stabilitas politik; Perang Dingin; Ekonomi berkembang.
  • Sains & Teknologi: Perlombaan antariksa dimulai; Sputnik (1957); Komputer berkembang; Nuklir; Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah; DNA ditemukan (1953); Era genetika.

3. Afrika (Dekolonisasi)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Segregasi; Undang-Undang Tanah; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia.
  • Mesir: Revolusi (1952); Gamal Abdel Nasser; Republik; Nasionalisme Arab; Modernisasi; Terusan Suez; Suez Crisis (1956); Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran regional.
  • Kongo: Pemerintahan kolonial Belgia; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Kondisi buruk; Administrasi kolonial; Perlawanan lokal; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Dekolonisasi mendekat; Kemerdekaan (1960); Patrice Lumumba.
  • Maroko: Kemerdekaan (1956); Monarki; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Nasionalisme; Stabilitas politik; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia.
  • Ethiopia: Tetap merdeka; Haile Selassie; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa; Stabilitas politik; Modernisasi terbatas; Peran regional; Perang Dingin; Non-alignment.
  • Nigeria: Administrasi kolonial; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi terbatas; Perlawanan lokal; Nasionalisme tumbuh; Mobilisasi; Eksploitasi; Dekolonisasi mendekat; Kemerdekaan (1960); Peran regional.

4. Amerika (Hegemoni & Konflik Proxy)

  • Amerika Serikat: Perang Dingin; NATO; Marshall Plan; Truman Doctrine; Perang Korea berakhir (1953); Superpower; Peran global; Perlombaan antariksa dimulai; Sputnik (1957); Modernisasi; Ekonomi berkembang; Peran global baru; Era nuklir.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Modernisasi.
  • Brasil: Demokrasi; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Getúlio Vargas bunuh diri (1954); Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS; Brasília didirikan (1960).
  • Argentina: Peronisme; Juan Perón digulingkan (1955); Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang.
  • Kuba: Revolusi Kuba (1959); Fidel Castro mengambil alih; Komunisme di Amerika; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Krisis Misil Kuba (1962); Embargo AS; Modernisasi; Peran regional; Peran global.

5. Oseania (Aliansi Keamanan)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik; Uji nuklir.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik; Uji nuklir.
  • Hawaii: Statehood (1959); Teritori AS menjadi negara bagian; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Perang Dingin; Peran kunci; Pariwisata berkembang.

Tahun 19.60

1. Asia (Perang Dingin & Modernisasi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Mao Zedong berkuasa; Great Leap Forward gagal; Kelaparan besar (1959-1961); Peran global; Perang Dingin; Hubungan dengan Uni Soviet memburuk; Revolusi Budaya dimulai (1966); Peran regional; Modernisasi paksa.
  • Jepang: Ekonomi berkembang pesat; Modernisasi; Demokrasi; Rekonstruksi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Industrialisasi; Ekspor berkembang; Olimpiade Tokyo (1964); Peran global.
  • India: Jawaharlal Nehru memimpin; Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran global; Perang dengan Tiongkok (1962); Peran regional.
  • Korea: Divisi Korea; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi; Industrialisasi; Peran global; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Dampak besar; Hubungan dengan dunia.
  • Vietnam: Perang Vietnam meningkat (1964); AS terlibat penuh; Konflik proxy terbesar; Ho Chi Minh memimpin; Nasionalisme; Peran global; Perang Dingin; Tet Offensive (1968); Dampak besar; Modernisasi.
  • Indonesia: Sukarno memimpin; Dekolonisasi; Nasionalisme; Modernisasi; Peran regional; Non-alignment; Konfrontasi dengan Malaysia (1963-1966); Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran global; Kudeta (1965); Suharto.
  • Timur Tengah: Nasionalisme Arab; Gamal Abdel Nasser; Minyak strategis; Peran global; Perang Dingin; Konflik Arab-Israel; Peran regional; Modernisasi; Hubungan dengan dunia; Peran strategis.

2. Eropa (Blok Timur–Barat)

  • Inggris: Perang Dingin; NATO; Aliansi militer Barat; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II; Peran global berlanjut; Swinging Sixties; Perubahan sosial; Peran global.
  • Prancis: Perang Dingin; NATO; Dekolonisasi; Perang Aljazair berakhir (1962); Charles de Gaulle; Republik Kelima; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Peristiwa Mei 1968; Perubahan sosial; Peran global.
  • Jerman: Pembagian Jerman; Jerman Barat dan Timur; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Wirtschaftswunder; Modernisasi; Tembok Berlin (1961); Pendudukan Sekutu; Peran regional; Hubungan dengan Eropa.
  • Uni Soviet: Khrushchev memimpin; Destalinisasi; Peran global; Superpower; Perang Dingin; Blok Timur; Pakta Warsawa; Komunisme menyebar; Perlombaan antariksa; Yuri Gagarin (1961); Peran global; Krisis Misil Kuba (1962).
  • Italia: Republik; Rekonstruksi; Demokrasi; Modernisasi; Miracolo economico; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Perang Dingin; NATO; Ekonomi berkembang; Migrasi; Urbanisasi; Peran global.
  • Spanyol: Franco memimpin; Diktator; Fasisme; Represi; Modernisasi terbatas; Isolasi; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Stabilitas politik; Perang Dingin; Ekonomi berkembang; Peran regional.
  • Sains & Teknologi: Perlombaan antariksa; Yuri Gagarin (1961); Neil Armstrong (1969); Komputer berkembang; Nuklir; Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah; DNA; Era genetika; Teknologi berkembang.

3. Afrika (Dekolonisasi)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Segregasi; Undang-Undang Tanah; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia; Sharpeville Massacre (1960).
  • Mesir: Gamal Abdel Nasser; Republik; Nasionalisme Arab; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran regional; Perang Enam Hari (1967); Kekalahan.
  • Kongo: Kemerdekaan (1960); Patrice Lumumba; Krisis Kongo (1960-1965); Mobutu mengambil alih (1965); Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Eksploitasi; Peran regional; Instabilitas politik.
  • Maroko: Kemerdekaan (1956); Monarki; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Nasionalisme; Stabilitas politik; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran strategis.
  • Ethiopia: Tetap merdeka; Haile Selassie; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa; Stabilitas politik; Modernisasi terbatas; Peran regional; Perang Dingin; Non-alignment; Organisasi Afrika Bersatu (1963).
  • Nigeria: Kemerdekaan (1960); Peran regional; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi; Nasionalisme; Perang Biafra (1967-1970); Instabilitas politik; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi.

4. Amerika (Hegemoni & Konflik Proxy)

  • Amerika Serikat: Perang Dingin; NATO; Superpower; Peran global; Perang Vietnam meningkat (1964); AS terlibat penuh; Konflik proxy terbesar; Krisis Misil Kuba (1962); Perlombaan antariksa; Neil Armstrong (1969); Perubahan sosial; Hak sipil; Peran global baru.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Olimpiade (1968).
  • Brasil: Demokrasi; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Brasília didirikan (1960); Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS; Kudeta militer (1964).
  • Argentina: Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang; Peronisme; Instabilitas politik.
  • Kuba: Revolusi Kuba (1959); Fidel Castro; Komunisme di Amerika; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Krisis Misil Kuba (1962); Embargo AS; Modernisasi; Peran regional; Peran global; Che Guevara; Revolusi.

5. Oseania (Aliansi Keamanan)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik; Perubahan sosial.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik; Perubahan sosial.
  • Hawaii: Statehood (1959); Negara bagian AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Perang Dingin; Peran kunci; Pariwisata berkembang.

Tahun 19.65

1. Asia (Perang Dingin & Modernisasi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Mao Zedong berkuasa; Revolusi Budaya dimulai (1966); Modernisasi paksa; Peran global; Perang Dingin; Hubungan dengan Uni Soviet memburuk; Peran regional; Industrialisasi; Peran global; Perubahan besar.
  • Jepang: Ekonomi berkembang pesat; Modernisasi; Demokrasi; Olimpiade Tokyo (1964); Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Industrialisasi; Ekspor berkembang; Peran global; Teknologi berkembang.
  • India: Jawaharlal Nehru meninggal (1964); Lal Bahadur Shastri; Indira Gandhi menjadi PM (1966); Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran global; Perang dengan Pakistan (1965).
  • Korea: Divisi Korea; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi; Industrialisasi; Peran global; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Dampak besar; Hubungan dengan dunia; Peran regional.
  • Vietnam: Perang Vietnam meningkat; AS terlibat penuh; Konflik proxy terbesar; Ho Chi Minh memimpin; Nasionalisme; Peran global; Perang Dingin; Tet Offensive (1968); Dampak besar; Modernisasi; Peran regional.
  • Indonesia: Kudeta (1965); Suharto mengambil alih; Pembantaian massal; Komunisme dilarang; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Ekonomi berkembang; Stabilitas politik; Peran regional.
  • Timur Tengah: Nasionalisme Arab; Gamal Abdel Nasser; Perang Enam Hari (1967); Israel menang; Kekalahan Arab; Minyak strategis; Peran global; Perang Dingin; Konflik Arab-Israel; Peran regional; Modernisasi.

2. Eropa (Blok Timur–Barat)

  • Inggris: Perang Dingin; NATO; Aliansi militer Barat; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II; Swinging Sixties; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional.
  • Prancis: Perang Dingin; NATO; Dekolonisasi; Charles de Gaulle; Republik Kelima; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Peristiwa Mei 1968; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional.
  • Jerman: Pembagian Jerman; Jerman Barat dan Timur; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Wirtschaftswunder; Modernisasi; Tembok Berlin (1961); Pendudukan Sekutu; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Peran global.
  • Uni Soviet: Khrushchev digulingkan (1964); Brezhnev memimpin; Peran global; Superpower; Perang Dingin; Blok Timur; Pakta Warsawa; Komunisme menyebar; Perlombaan antariksa; Peran global; Musim Semi Praha (1968); Intervensi.
  • Cekoslowakia: Musim Semi Praha (1968); Reformasi; Alexander Dubček; Ditekan oleh Uni Soviet; Intervensi; Perang Dingin; Blok Timur; Komunisme; Peran regional; Perubahan terbatas; Peran global.
  • Italia: Republik; Rekonstruksi; Demokrasi; Modernisasi; Miracolo economico; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Perang Dingin; NATO; Ekonomi berkembang; Migrasi; Urbanisasi; Peran global.
  • Sains & Teknologi: Perlombaan antariksa; Neil Armstrong (1969); Komputer berkembang; Nuklir; Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah; DNA; Era genetika; Teknologi berkembang; Internet dimulai.

3. Afrika (Dekolonisasi)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Segregasi; Undang-Undang Tanah; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia; Sharpeville Massacre (1960); Nelson Mandela dipenjara (1964).
  • Mesir: Gamal Abdel Nasser; Republik; Nasionalisme Arab; Modernisasi; Terusan Suez; Perang Enam Hari (1967); Kekalahan; Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran regional.
  • Kongo: Mobutu mengambil alih (1965); Diktator; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Eksploitasi; Peran regional; Instabilitas politik; Peran global; Hubungan dengan dunia.
  • Maroko: Monarki; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Nasionalisme; Stabilitas politik; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran strategis; Dekolonisasi.
  • Ethiopia: Haile Selassie; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal; Hubungan dengan Eropa; Stabilitas politik; Modernisasi terbatas; Peran regional; Perang Dingin; Non-alignment; Organisasi Afrika Bersatu (1963); Peran global.
  • Nigeria: Kemerdekaan (1960); Peran regional; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi; Nasionalisme; Perang Biafra (1967-1970); Instabilitas politik; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi.

4. Amerika (Hegemoni & Konflik Proxy)

  • Amerika Serikat: Perang Dingin; NATO; Superpower; Peran global; Perang Vietnam meningkat; AS terlibat penuh; Konflik proxy terbesar; Perlombaan antariksa; Neil Armstrong (1969); Perubahan sosial; Hak sipil; Martin Luther King Jr. dibunuh (1968); Robert F. Kennedy dibunuh (1968); Peran global baru.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Olimpiade (1968); Pembantaian Tlatelolco (1968).
  • Brasil: Kudeta militer (1964); Diktator; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Brasília; Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS; Represi.
  • Argentina: Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang; Peronisme; Instabilitas politik; Kudeta (1966).
  • Kuba: Revolusi Kuba (1959); Fidel Castro; Komunisme di Amerika; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Krisis Misil Kuba (1962); Embargo AS; Modernisasi; Peran regional; Peran global; Che Guevara dibunuh (1967); Revolusi.

5. Oseania (Aliansi Keamanan)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran Vietnam.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran Vietnam.
  • Hawaii: Statehood (1959); Negara bagian AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Perang Dingin; Peran kunci; Pariwisata berkembang; Peran global.

Tahun 19.70

1. Asia (Perang Dingin & Modernisasi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Revolusi Budaya berlanjut; Mao Zedong; Peran global; Perang Dingin; Hubungan dengan AS membaik; Nixon mengunjungi (1972); Peran regional; Modernisasi paksa; Industrialisasi; Peran global; Perubahan besar.
  • Jepang: Ekonomi berkembang pesat; Modernisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Industrialisasi; Ekspor berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Ekonomi terbesar kedua.
  • India: Indira Gandhi menjadi PM; Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran global; Perang dengan Pakistan (1971); Bangladesh merdeka (1971); Peran regional.
  • Korea: Divisi Korea; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi; Industrialisasi; Peran global; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Dampak besar; Hubungan dengan dunia; Peran regional; Modernisasi.
  • Vietnam: Perang Vietnam berlanjut; AS terlibat penuh; Tet Offensive (1968); Perjanjian Paris (1973); AS menarik diri; Vietnam Utara menang (1975); Reunifikasi; Peran global; Perang Dingin; Modernisasi; Peran regional.
  • Indonesia: Suharto memimpin; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Ekonomi berkembang; Stabilitas politik; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak.
  • Timur Tengah: Perang Yom Kippur (1973); Konflik Arab-Israel; Krisis minyak global dimulai; OPEC embargo (1973); Minyak strategis; Peran global; Perang Dingin; Nasionalisme Arab; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar.

2. Eropa (Blok Timur–Barat)

  • Inggris: Perang Dingin; NATO; Aliansi militer Barat; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Krisis ekonomi; Peran global.
  • Prancis: Perang Dingin; NATO; Dekolonisasi; Charles de Gaulle meninggal (1970); Georges Pompidou; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang.
  • Jerman: Pembagian Jerman; Jerman Barat dan Timur; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Wirtschaftswunder; Modernisasi; Tembok Berlin; Pendudukan Sekutu; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Peran global; Ostpolitik.
  • Uni Soviet: Brezhnev memimpin; Peran global; Superpower; Perang Dingin; Blok Timur; Pakta Warsawa; Komunisme menyebar; Perlombaan antariksa; Peran global; Stagnasi; Peran regional; Peran global; Détente.
  • Italia: Republik; Rekonstruksi; Demokrasi; Modernisasi; Miracolo economico; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Perang Dingin; NATO; Ekonomi berkembang; Migrasi; Urbanisasi; Peran global; Tahun-tahun kepemimpinan.
  • Spanyol: Franco meninggal (1975); Transisi demokrasi; Monarki; Modernisasi; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Stabilitas politik; Perang Dingin; Ekonomi berkembang; Peran regional; Demokrasi; Peran global.
  • Sains & Teknologi: Perlombaan antariksa; Neil Armstrong (1969); Komputer berkembang; Nuklir; Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah; DNA; Era genetika; Internet dimulai; Teknologi berkembang; Peran global.

3. Afrika (Dekolonisasi)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Segregasi; Undang-Undang Tanah; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia; Nelson Mandela dipenjara; Soweto Uprising (1976).
  • Mesir: Anwar Sadat menjadi presiden (1970); Perang Yom Kippur (1973); Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran regional; Perdamaian dengan Israel (1979); Peran global.
  • Kongo: Mobutu memimpin; Diktator; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Eksploitasi; Peran regional; Instabilitas politik; Peran global; Hubungan dengan dunia; Zaire; Peran regional.
  • Maroko: Monarki; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Nasionalisme; Stabilitas politik; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran strategis; Dekolonisasi; Peran global.
  • Ethiopia: Haile Selassie digulingkan (1974); Derg mengambil alih; Komunisme; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal berubah; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran regional; Kelaparan (1984-1985); Peran global.
  • Nigeria: Perang Biafra berakhir (1970); Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi; Nasionalisme; Instabilitas politik; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Minyak ditemukan; Peran global.

4. Amerika (Hegemoni & Konflik Proxy)

  • Amerika Serikat: Perang Dingin; NATO; Superpower; Peran global; Perang Vietnam berlanjut; Perjanjian Paris (1973); AS menarik diri; Watergate (1974); Nixon mengundurkan diri; Krisis minyak (1973); Peran global baru; Détente; Peran global.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Olimpiade (1968); Modernisasi.
  • Brasil: Diktator militer; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Brasília; Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS; Represi; Ekonomi berkembang.
  • Argentina: Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang; Peronisme; Perón kembali (1973); Instabilitas politik; Kudeta (1976).
  • Chile: Salvador Allende (1970); Komunisme; Kudeta (1973); Augusto Pinochet; Diktator; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran regional; Represi; Peran global.

5. Oseania (Aliansi Keamanan)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran Vietnam berakhir.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran Vietnam berakhir.
  • Hawaii: Statehood (1959); Negara bagian AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Perang Dingin; Peran kunci; Pariwisata berkembang; Peran global.

Tahun 19.75

1. Asia (Perang Dingin & Modernisasi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Mao Zedong meninggal (1976); Revolusi Budaya berakhir; Deng Xiaoping mengambil alih; Reformasi ekonomi dimulai (1978); Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; Hubungan dengan AS; Peran regional; Industrialisasi; Peran global; Perubahan besar.
  • Jepang: Ekonomi berkembang pesat; Modernisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Industrialisasi; Ekspor berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Ekonomi terbesar kedua; Peran regional.
  • India: Indira Gandhi; Darurat (1975-1977); Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran global; Bangladesh merdeka (1971); Peran regional; Program nuklir.
  • Korea: Divisi Korea; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi; Industrialisasi; Peran global; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Dampak besar; Hubungan dengan dunia; Peran regional; Modernisasi; Peran global.
  • Vietnam: Perang Vietnam berakhir (1975); Vietnam Utara menang; Reunifikasi; Peran global; Perang Dingin; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Peran global; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar.
  • Indonesia: Suharto memimpin; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Ekonomi berkembang; Stabilitas politik; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak; Peran global.
  • Timur Tengah: Revolusi Iran (1979); Shah digulingkan; Republik Islam didirikan; Ayatollah Khomeini; Krisis minyak; Peran global; Perang Dingin; Nasionalisme Arab; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar; Peran global.

2. Eropa (Blok Timur–Barat)

  • Inggris: Perang Dingin; NATO; Aliansi militer Barat; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Krisis ekonomi; Margaret Thatcher (1979); Peran global.
  • Prancis: Perang Dingin; NATO; Dekolonisasi; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; Valéry Giscard d’Estaing; Peran global; Peran regional.
  • Jerman: Pembagian Jerman; Jerman Barat dan Timur; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Wirtschaftswunder; Modernisasi; Tembok Berlin; Pendudukan Sekutu; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Peran global; Ostpolitik; Helmut Schmidt.
  • Uni Soviet: Brezhnev memimpin; Peran global; Superpower; Perang Dingin; Blok Timur; Pakta Warsawa; Komunisme menyebar; Perlombaan antariksa; Peran global; Stagnasi; Peran regional; Peran global; Détente; Perang Afghanistan (1979).
  • Italia: Republik; Rekonstruksi; Demokrasi; Modernisasi; Miracolo economico; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Perang Dingin; NATO; Ekonomi berkembang; Migrasi; Urbanisasi; Peran global; Tahun-tahun kepemimpinan; Instabilitas politik.
  • Spanyol: Franco meninggal (1975); Transisi demokrasi; Monarki; Modernisasi; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Stabilitas politik; Perang Dingin; Ekonomi berkembang; Peran regional; Demokrasi; Peran global; Juan Carlos I; Peran regional.
  • Sains & Teknologi: Komputer berkembang; Nuklir; Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah; DNA; Era genetika; Internet berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Personal computer; Teknologi berkembang.

3. Afrika (Dekolonisasi)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Segregasi; Undang-Undang Tanah; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia; Nelson Mandela dipenjara; Soweto Uprising (1976); Peran global.
  • Mesir: Anwar Sadat; Perang Yom Kippur (1973); Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran regional; Perdamaian dengan Israel (1979); Peran global; Dampak besar.
  • Kongo/Zaire: Mobutu memimpin; Diktator; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Eksploitasi; Peran regional; Instabilitas politik; Peran global; Hubungan dengan dunia; Zaire; Peran regional.
  • Maroko: Monarki; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Nasionalisme; Stabilitas politik; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran strategis; Dekolonisasi; Peran global.
  • Ethiopia: Derg memimpin; Komunisme; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal berubah; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran regional; Kelaparan (1984-1985); Peran global; Perang dengan Somalia (1977-1978); Peran regional.
  • Nigeria: Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi; Nasionalisme; Instabilitas politik; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Minyak ditemukan; Peran global; Ekonomi berbasis minyak; Peran regional.

4. Amerika (Hegemoni & Konflik Proxy)

  • Amerika Serikat: Perang Dingin; NATO; Superpower; Peran global; Perang Vietnam berakhir (1975); Watergate (1974); Nixon mengundurkan diri; Krisis minyak (1973); Peran global baru; Détente; Jimmy Carter (1977); Peran global; Krisis sandera Iran (1979).
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak.
  • Brasil: Diktator militer; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Brasília; Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS; Represi; Ekonomi berkembang; Transisi demokrasi dimulai.
  • Argentina: Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang; Peronisme; Perón meninggal (1974); Instabilitas politik; Kudeta (1976); Dirty War.
  • Chile: Augusto Pinochet; Diktator; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran regional; Represi; Peran global; Ekonomi neoliberal; Peran regional; Modernisasi.

5. Oseania (Aliansi Keamanan)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran Vietnam berakhir; Peran global.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran Vietnam berakhir; Peran global.
  • Hawaii: Statehood (1959); Negara bagian AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Perang Dingin; Peran kunci; Pariwisata berkembang; Peran global; Ekonomi berkembang.

Tahun 19.80

1. Asia (Perang Dingin & Modernisasi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Deng Xiaoping memimpin; Reformasi ekonomi (1978); Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; Hubungan dengan AS; Peran regional; Industrialisasi; Ekonomi berkembang; Peran global; Perubahan besar; Zona Ekonomi Khusus.
  • Jepang: Ekonomi berkembang pesat; Modernisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Industrialisasi; Ekspor berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Ekonomi terbesar kedua; Peran regional; Bubble economy.
  • India: Indira Gandhi kembali (1980); Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran global; Program nuklir; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi.
  • Korea: Divisi Korea; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi; Industrialisasi; Peran global; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Dampak besar; Hubungan dengan dunia; Peran regional; Modernisasi; Olimpiade Seoul (1988).
  • Vietnam: Reunifikasi; Peran global; Perang Dingin; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Peran global; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar; Perang dengan Kamboja (1978-1989); Peran regional.
  • Indonesia: Suharto memimpin; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Ekonomi berkembang; Stabilitas politik; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak; Peran global; Ekonomi berkembang.
  • Timur Tengah: Revolusi Iran (1979); Republik Islam; Ayatollah Khomeini; Perang Iran-Irak (1980-1988); Krisis minyak; Peran global; Perang Dingin; Nasionalisme Arab; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar; Peran global.

2. Eropa (Blok Timur–Barat)

  • Inggris: Perang Dingin; NATO; Aliansi militer Barat; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Margaret Thatcher (1979); Peran global; Perang Falklands (1982).
  • Prancis: Perang Dingin; NATO; Dekolonisasi; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; François Mitterrand (1981); Peran global; Peran regional.
  • Jerman: Pembagian Jerman; Jerman Barat dan Timur; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Tembok Berlin; Pendudukan Sekutu; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Peran global; Helmut Kohl (1982); Peran global.
  • Uni Soviet: Brezhnev meninggal (1982); Andropov; Chernenko; Gorbachev (1985); Peran global; Superpower; Perang Dingin; Blok Timur; Pakta Warsawa; Perang Afghanistan (1979-1989); Peran global; Stagnasi; Perestroika; Glasnost.
  • Polandia: Solidarność didirikan (1980); Gerakan serikat buruh pertama di blok komunis; Lech Wałęsa; Awal runtuhnya komunisme; Perang Dingin; Blok Timur; Peran regional; Peran global; Perubahan besar; Peran regional.
  • Italia: Republik; Rekonstruksi; Demokrasi; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Perang Dingin; NATO; Ekonomi berkembang; Migrasi; Urbanisasi; Peran global; Instabilitas politik; Peran regional.
  • Sains & Teknologi: Komputer berkembang; Personal computer; Nuklir; Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah; DNA; Era genetika; Internet berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Teknologi berkembang.

3. Afrika (Dekolonisasi)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Segregasi; Undang-Undang Tanah; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia; Nelson Mandela dipenjara; Soweto Uprising (1976); Peran global; Perubahan mendekat.
  • Mesir: Anwar Sadat dibunuh (1981); Hosni Mubarak; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran regional; Perdamaian dengan Israel (1979); Peran global; Dampak besar; Peran regional.
  • Kongo/Zaire: Mobutu memimpin; Diktator; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Eksploitasi; Peran regional; Instabilitas politik; Peran global; Hubungan dengan dunia; Zaire; Peran regional; Ekonomi sulit.
  • Maroko: Monarki; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Nasionalisme; Stabilitas politik; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran strategis; Dekolonisasi; Peran global; Peran regional.
  • Ethiopia: Derg memimpin; Komunisme; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal berubah; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran regional; Kelaparan (1984-1985); Peran global; Perang dengan Somalia (1977-1978); Peran regional; Dampak besar.
  • Nigeria: Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi; Nasionalisme; Instabilitas politik; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Minyak ditemukan; Peran global; Ekonomi berbasis minyak; Peran regional; Ekonomi berkembang.

4. Amerika (Hegemoni & Konflik Proxy)

  • Amerika Serikat: Perang Dingin; NATO; Superpower; Peran global; Jimmy Carter; Ronald Reagan (1981); Peran global baru; Détente berakhir; Perang Dingin meningkat; Peran global; Ekonomi berkembang; Peran global; Peran regional; Peran global baru.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak; Krisis utang (1982).
  • Brasil: Transisi demokrasi dimulai; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Brasília; Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS; Ekonomi berkembang; Demokrasi; Peran regional.
  • Argentina: Dirty War; Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Demokrasi terbatas; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang; Perang Falklands (1982); Kekalahan; Demokrasi (1983); Peran regional.
  • Chile: Augusto Pinochet; Diktator; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran regional; Represi; Peran global; Ekonomi neoliberal; Peran regional; Modernisasi; Transisi demokrasi dimulai.

5. Oseania (Aliansi Keamanan)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional.
  • Hawaii: Statehood (1959); Negara bagian AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Perang Dingin; Peran kunci; Pariwisata berkembang; Peran global; Ekonomi berkembang.

Tahun 19.85

1. Asia (Perang Dingin & Modernisasi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Deng Xiaoping memimpin; Reformasi ekonomi; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; Hubungan dengan AS; Peran regional; Industrialisasi; Ekonomi berkembang; Peran global; Perubahan besar; Zona Ekonomi Khusus; Tiananmen Square (1989).
  • Jepang: Ekonomi berkembang pesat; Modernisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Industrialisasi; Ekspor berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Ekonomi terbesar kedua; Peran regional; Bubble economy; Plaza Accord (1985).
  • India: Indira Gandhi dibunuh (1984); Rajiv Gandhi; Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran global; Program nuklir; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi.
  • Korea: Divisi Korea; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi; Industrialisasi; Peran global; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Dampak besar; Hubungan dengan dunia; Peran regional; Modernisasi; Olimpiade Seoul (1988); Peran global.
  • Vietnam: Reunifikasi; Peran global; Perang Dingin; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Uni Soviet; Peran global; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar; Perang dengan Kamboja (1978-1989); Peran regional; Doi Moi (1986); Reformasi ekonomi.
  • Indonesia: Suharto memimpin; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran global; Ekonomi berkembang; Stabilitas politik; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak; Peran global; Ekonomi berkembang; Peran regional.
  • Timur Tengah: Perang Iran-Irak (1980-1988); Krisis minyak; Peran global; Perang Dingin; Nasionalisme Arab; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar; Peran global; Peran regional; Konflik berlanjut; Peran strategis.

2. Eropa (Blok Timur–Barat)

  • Inggris: Perang Dingin; NATO; Aliansi militer Barat; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Margaret Thatcher; Peran global; Perang Falklands (1982); Peran global.
  • Prancis: Perang Dingin; NATO; Dekolonisasi; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; François Mitterrand; Peran global; Peran regional; Peran global.
  • Jerman: Pembagian Jerman; Jerman Barat dan Timur; Perang Dingin; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Tembok Berlin; Pendudukan Sekutu; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Peran global; Helmut Kohl; Peran global; Perubahan mendekat.
  • Uni Soviet: Gorbachev (1985); Perestroika; Glasnost; Peran global; Superpower; Perang Dingin; Blok Timur; Pakta Warsawa; Perang Afghanistan (1979-1989); Peran global; Stagnasi; Perubahan besar; Runtuhnya komunisme mendekat; Peran global.
  • Polandia: Solidarność; Gerakan serikat buruh; Lech Wałęsa; Awal runtuhnya komunisme; Perang Dingin; Blok Timur; Peran regional; Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Perubahan mendekat; Peran global.
  • Ukraina: Chernobyl meledak (1986); Bencana nuklir terbesar; Mengubah persepsi tentang energi nuklir; Peran global; Dampak besar; Peran regional; Blok Timur; Peran global; Dampak lingkungan; Peran regional.
  • Sains & Teknologi: Komputer berkembang; Personal computer; Nuklir; Chernobyl (1986); Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah; DNA; Era genetika; Internet berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Teknologi berkembang.

3. Afrika (Dekolonisasi)

  • Afrika Selatan: Apartheid berkembang; Diskriminasi rasial; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Perlawanan tumbuh; Segregasi; Undang-Undang Tanah; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia; Nelson Mandela dipenjara; Peran global; Perubahan mendekat; F.W. de Klerk (1989).
  • Mesir: Hosni Mubarak; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran regional; Perdamaian dengan Israel (1979); Peran global; Dampak besar; Peran regional; Ekonomi berkembang.
  • Kongo/Zaire: Mobutu memimpin; Diktator; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Eksploitasi; Peran regional; Instabilitas politik; Peran global; Hubungan dengan dunia; Zaire; Peran regional; Ekonomi sulit; Peran regional.
  • Maroko: Monarki; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Nasionalisme; Stabilitas politik; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran strategis; Dekolonisasi; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang.
  • Ethiopia: Derg memimpin; Komunisme; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal berubah; Hubungan dengan Uni Soviet; Perang Dingin; Peran regional; Kelaparan (1984-1985); Peran global; Dampak besar; Peran regional; Perubahan mendekat; Peran global.
  • Nigeria: Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi; Nasionalisme; Instabilitas politik; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Minyak ditemukan; Peran global; Ekonomi berbasis minyak; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global.

4. Amerika (Hegemoni & Konflik Proxy)

  • Amerika Serikat: Perang Dingin; NATO; Superpower; Peran global; Ronald Reagan; Peran global baru; Perang Dingin meningkat; Peran global; Ekonomi berkembang; Peran global; Peran regional; Peran global baru; Peran global; Perubahan besar.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak; Krisis utang (1982); NAFTA dimulai.
  • Brasil: Transisi demokrasi; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Brasília; Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS; Ekonomi berkembang; Demokrasi; Peran regional; Ekonomi berkembang.
  • Argentina: Demokrasi (1983); Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang; Perang Falklands (1982); Kekalahan; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global.
  • Chile: Augusto Pinochet; Diktator; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan AS; Perang Dingin; Peran regional; Represi; Peran global; Ekonomi neoliberal; Peran regional; Modernisasi; Transisi demokrasi dimulai; Peran regional.

5. Oseania (Aliansi Keamanan)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang.
  • Hawaii: Statehood (1959); Negara bagian AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Perang Dingin; Peran kunci; Pariwisata berkembang; Peran global; Ekonomi berkembang; Peran regional.

Tahun 19.90

1. Asia (Perang Dingin & Modernisasi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Deng Xiaoping memimpin; Reformasi ekonomi; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin berakhir; Hubungan dengan AS; Peran regional; Industrialisasi; Ekonomi berkembang; Peran global; Perubahan besar; Zona Ekonomi Khusus; Tiananmen Square (1989); Peran global.
  • Jepang: Ekonomi berkembang pesat; Modernisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin berakhir; Peran global; Industrialisasi; Ekspor berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Ekonomi terbesar kedua; Peran regional; Bubble economy; Peran global.
  • India: Rajiv Gandhi dibunuh (1991); P.V. Narasimha Rao; Reformasi ekonomi (1991); Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Perang Dingin berakhir; Peran global; Program nuklir; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi.
  • Korea: Divisi Korea; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi; Industrialisasi; Peran global; Perang Dingin berakhir; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Dampak besar; Hubungan dengan dunia; Peran regional; Modernisasi; Olimpiade Seoul (1988); Peran global; Reunifikasi mendekat.
  • Vietnam: Reunifikasi; Peran global; Perang Dingin berakhir; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran global; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar; Doi Moi (1986); Reformasi ekonomi; Peran regional; Ekonomi berkembang.
  • Indonesia: Suharto memimpin; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Perang Dingin berakhir; Peran global; Ekonomi berkembang; Stabilitas politik; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak; Peran global; Ekonomi berkembang; Peran regional; Krisis ekonomi (1997).
  • Timur Tengah: Perang Iran-Irak berakhir (1988); Perang Teluk (1991); Krisis minyak; Peran global; Perang Dingin berakhir; Nasionalisme Arab; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar; Peran global; Peran regional; Konflik berlanjut; Peran strategis.

2. Eropa (Blok Timur–Barat)

  • Inggris: Perang Dingin berakhir; NATO; Aliansi militer Barat; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Margaret Thatcher; John Major (1990); Peran global; Peran regional.
  • Prancis: Perang Dingin berakhir; NATO; Dekolonisasi; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; François Mitterrand; Peran global; Peran regional; Peran global; Uni Eropa berkembang.
  • Jerman: Reunifikasi (1990); Tembok Berlin runtuh (1989); Perang Dingin berakhir; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Peran global; Helmut Kohl; Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Peran global.
  • Uni Soviet: Gorbachev; Perestroika; Glasnost; Peran global; Superpower; Perang Dingin berakhir; Blok Timur runtuh; Pakta Warsawa dibubarkan (1991); Uni Soviet runtuh (1991); Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Peran global; Negara-negara baru.
  • Polandia: Solidarność; Gerakan serikat buruh; Lech Wałęsa menjadi presiden (1990); Runtuhnya komunisme; Perang Dingin berakhir; Blok Timur runtuh; Peran regional; Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Demokrasi; Peran global; Peran regional.
  • Cekoslowakia: Revolusi Velvet (1989); Komunisme runtuh; Václav Havel; Perang Dingin berakhir; Blok Timur runtuh; Peran regional; Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Divisi (1993); Ceko dan Slovakia; Peran global.
  • Sains & Teknologi: Tim Berners-Lee menciptakan World Wide Web (1990); HTML dan HTTP; Internet menjadi aksesibel; Komputer berkembang; Personal computer; Nuklir; Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah; DNA; Era genetika; Internet berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Revolusi digital.

3. Afrika (Dekolonisasi)

  • Afrika Selatan: Apartheid berakhir; F.W. de Klerk (1989); Nelson Mandela dibebaskan (1990); Transisi demokrasi; Diskriminasi rasial berakhir; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia; Peran global; Perubahan besar; Demokrasi (1994).
  • Mesir: Hosni Mubarak; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan AS; Perang Dingin berakhir; Peran regional; Perdamaian dengan Israel (1979); Peran global; Dampak besar; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global.
  • Kongo/Zaire: Mobutu memimpin; Diktator; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Eksploitasi; Peran regional; Instabilitas politik; Peran global; Hubungan dengan dunia; Zaire; Peran regional; Ekonomi sulit; Peran regional; Perubahan mendekat.
  • Maroko: Monarki; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Nasionalisme; Stabilitas politik; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran strategis; Dekolonisasi; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global.
  • Ethiopia: Derg digulingkan (1991); Komunisme berakhir; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal berubah; Hubungan dengan dunia; Perang Dingin berakhir; Peran regional; Perubahan besar; Peran global; Demokrasi; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global.
  • Nigeria: Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi; Nasionalisme; Instabilitas politik; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Minyak ditemukan; Peran global; Ekonomi berbasis minyak; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Demokrasi (1999).

4. Amerika (Hegemoni & Konflik Proxy)

  • Amerika Serikat: Perang Dingin berakhir; NATO; Superpower; Peran global; George H.W. Bush; Peran global baru; Perang Teluk (1991); Peran global; Ekonomi berkembang; Peran global; Peran regional; Peran global baru; Peran global; Perubahan besar; Bill Clinton (1993); Peran global.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak; NAFTA (1994); Peran regional.
  • Brasil: Demokrasi; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Brasília; Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS; Ekonomi berkembang; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Fernando Collor (1990).
  • Argentina: Demokrasi; Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Carlos Menem (1989); Peran regional.
  • Chile: Transisi demokrasi; Patricio Aylwin (1990); Modernisasi; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan AS; Perang Dingin berakhir; Peran regional; Ekonomi neoliberal; Peran regional; Modernisasi; Peran global; Demokrasi; Peran regional; Peran global.

5. Oseania (Aliansi Keamanan)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin berakhir; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global.
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Perang Dingin berakhir; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global.
  • Hawaii: Statehood (1959); Negara bagian AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Perang Dingin berakhir; Peran kunci; Pariwisata berkembang; Peran global; Ekonomi berkembang; Peran regional; Peran global.

Tahun 19.95

1. Asia (Globalisasi & Teknologi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Deng Xiaoping meninggal (1997); Jiang Zemin; Reformasi ekonomi; Modernisasi; Peran global; Globalisasi; Hubungan dengan AS; Peran regional; Industrialisasi; Ekonomi berkembang pesat; Peran global; Perubahan besar; Zona Ekonomi Khusus; Hong Kong dikembalikan (1997); Peran global.
  • Jepang: Ekonomi berkembang; Modernisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Globalisasi; Peran global; Industrialisasi; Ekspor berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Ekonomi terbesar kedua; Peran regional; Bubble economy berakhir; Krisis ekonomi (1997); Peran global.
  • India: P.V. Narasimha Rao; Reformasi ekonomi (1991); Non-alignment; Modernisasi; Industrialisasi; Demokrasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Globalisasi; Peran global; Program nuklir; Uji coba nuklir (1998); Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global.
  • Korea: Divisi Korea; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi; Industrialisasi; Peran global; Globalisasi; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Dampak besar; Hubungan dengan dunia; Peran regional; Modernisasi; Olimpiade Seoul (1988); Peran global; Reunifikasi mendekat; Kim Dae-jung (1998).
  • Vietnam: Reunifikasi; Peran global; Globalisasi; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran global; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar; Doi Moi (1986); Reformasi ekonomi; Peran regional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan AS membaik; Peran global.
  • Indonesia: Suharto memimpin; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan AS; Globalisasi; Peran global; Ekonomi berkembang; Stabilitas politik; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak; Peran global; Ekonomi berkembang; Peran regional; Krisis ekonomi (1997); Suharto turun (1998); Reformasi.
  • Timur Tengah: Perang Teluk (1991); Perdamaian Oslo (1993); Konflik Arab-Israel; Krisis minyak; Peran global; Globalisasi; Nasionalisme Arab; Peran regional; Modernisasi; Dampak besar; Peran global; Peran regional; Konflik berlanjut; Peran strategis; Peran global.

2. Eropa (Integrasi & Krisis Baru)

  • Inggris: Globalisasi; NATO; Aliansi militer Barat; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Dekolonisasi; Ratu Elizabeth II; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; John Major; Tony Blair (1997); Peran global; Peran regional; Uni Eropa berkembang.
  • Prancis: Globalisasi; NATO; Dekolonisasi; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; Jacques Chirac (1995); Peran global; Peran regional; Peran global; Uni Eropa berkembang; Euro dimulai (1999).
  • Jerman: Reunifikasi (1990); Globalisasi; Rekonstruksi; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan Eropa; Peran global; Helmut Kohl; Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Peran global; Uni Eropa berkembang; Euro dimulai; Peran global.
  • Rusia: Uni Soviet runtuh (1991); Boris Yeltsin; Federasi Rusia; Globalisasi; Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Ekonomi transisi; Modernisasi; Peran global; Perang Chechnya (1994-1996); Peran regional; Krisis ekonomi (1998); Peran global.
  • Polandia: Demokrasi; Lech Wałęsa; Globalisasi; Perang Dingin berakhir; Blok Timur runtuh; Peran regional; Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Uni Eropa mendekat; Peran global.
  • Cekoslowakia: Divisi (1993); Ceko dan Slovakia; Václav Havel; Globalisasi; Perang Dingin berakhir; Blok Timur runtuh; Peran regional; Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Uni Eropa mendekat.
  • Sains & Teknologi: World Wide Web berkembang; Internet menjadi aksesibel; Komputer berkembang; Personal computer; Nuklir; Penerbangan; Teknologi berkembang; Modernisasi; Revolusi ilmiah; DNA; Era genetika; Internet berkembang; Teknologi berkembang; Peran global; Revolusi digital; Dot-com bubble dimulai.

3. Afrika (Urbanisasi & Ekonomi Digital)

  • Afrika Selatan: Demokrasi (1994); Nelson Mandela menjadi presiden; Apartheid berakhir; Diskriminasi rasial berakhir; Ekonomi pertambangan; Urbanisasi; Nasionalisme Afrika; ANC; Peran global; Dekolonisasi; Hubungan dengan dunia; Peran global; Perubahan besar; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi.
  • Mesir: Hosni Mubarak; Modernisasi; Terusan Suez; Ekonomi berbasis kapas; Peran strategis; Hubungan dengan AS; Globalisasi; Peran regional; Perdamaian dengan Israel (1979); Peran global; Dampak besar; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Peran regional.
  • Kongo/Zaire: Mobutu digulingkan (1997); Perang Kongo (1996-1997); Instabilitas politik; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral; Modernisasi terbatas; Urbanisasi; Eksploitasi; Peran regional; Peran global; Hubungan dengan dunia; Zaire menjadi Kongo; Peran regional; Ekonomi sulit; Peran regional; Perang berlanjut.
  • Maroko: Monarki; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Hubungan dengan Eropa; Peran regional; Nasionalisme; Stabilitas politik; Modernisasi; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Peran strategis; Dekolonisasi; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Globalisasi.
  • Ethiopia: Demokrasi; Modernisasi; Peran regional; Struktur feodal berubah; Hubungan dengan dunia; Globalisasi; Peran regional; Perubahan besar; Peran global; Ekonomi berkembang; Peran regional; Perang dengan Eritrea (1998-2000); Peran global; Peran regional.
  • Nigeria: Demokrasi (1999); Olusegun Obasanjo; Ekonomi komoditas; Infrastruktur; Urbanisasi; Modernisasi; Nasionalisme; Instabilitas politik; Peran regional; Ekonomi berkembang; Modernisasi; Minyak ditemukan; Peran global; Ekonomi berbasis minyak; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Globalisasi.

4. Amerika (Internet & Keuangan Global)

  • Amerika Serikat: Globalisasi; NATO; Superpower; Peran global; Bill Clinton; Peran global baru; Ekonomi berkembang; Peran global; Peran regional; Peran global baru; Peran global; Perubahan besar; Internet berkembang; Dot-com bubble; Peran global; Peran regional; Peran global.
  • Meksiko: Revolusi berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Nasionalisme; Hubungan dengan AS; Stabilisasi politik; PRI; Industrialisasi; Urbanisasi; Peran regional; Modernisasi; Ekonomi berbasis minyak; NAFTA (1994); Peran regional; Globalisasi; Krisis peso (1994-1995).
  • Brasil: Demokrasi; Modernisasi; Ekonomi berkembang; Industrialisasi; Urbanisasi; São Paulo berkembang; Brasília; Peran regional; Ekonomi berbasis komoditas; Modernisasi; Hubungan dengan AS; Ekonomi berkembang; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Fernando Henrique Cardoso (1995); Globalisasi.
  • Argentina: Demokrasi; Instabilitas politik; Modernisasi; Ekonomi pertanian; Buenos Aires berkembang; Kelas menengah; Peran regional; Hubungan dengan dunia; Ekonomi berkembang; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Carlos Menem; Peran regional; Globalisasi; Ekonomi berkembang.
  • Chile: Demokrasi; Patricio Aylwin; Eduardo Frei (1994); Modernisasi; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan AS; Globalisasi; Peran regional; Ekonomi neoliberal; Peran regional; Modernisasi; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Globalisasi.

5. Oseania (Pasifik & Iklim)

  • Australia: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Globalisasi; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Urbanisasi; Ekonomi pertanian dan pertambangan; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; John Howard (1996).
  • Selandia Baru: Identitas nasional; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris; Modernisasi; Peran global; Globalisasi; ANZUS; Aliansi keamanan; Peran regional; Reformasi sosial; Ekonomi pertanian; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Peran global; Peran regional; Ekonomi berkembang; Peran global; Jim Bolger; Jenny Shipley (1997).
  • Hawaii: Statehood (1959); Negara bagian AS; Perkebunan gula; Imigrasi; Budaya Hawaii; Ekonomi pertanian; Integrasi dengan AS; Pangkalan militer; Peran strategis; Modernisasi; Globalisasi; Peran kunci; Pariwisata berkembang; Peran global; Ekonomi berkembang; Peran regional; Peran global; Globalisasi.

Tahun 20.00

1. Asia (Globalisasi & Teknologi)

  • Tiongkok: Republik Rakyat Tiongkok; Jiang Zemin memimpin; Reformasi ekonomi berlanjut; Modernisasi infrastruktur; Peran global meningkat; Globalisasi ekonomi; Hubungan dengan AS kompleks; Peran regional dominan; Industrialisasi massif; Ekonomi berkembang pesat (pertumbuhan ~8% per tahun); Zona Ekonomi Khusus berkembang; Hong Kong dikembalikan (1997); Macau dikembalikan (1999); Tiongkok bergabung WTO (2001) - momen bersejarah integrasi ekonomi global; Program antariksa berkembang; Populasi mencapai 1,27 miliar (2000); Beijing terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2008 (2001); Peran global meningkat.
  • Jepang: Ekonomi berkembang lambat; Modernisasi teknologi; Demokrasi stabil; Peran regional penting; Hubungan dengan AS kuat; Globalisasi ekonomi; Industrialisasi tinggi; Ekspor teknologi berkembang; Teknologi berkembang pesat; Ekonomi terbesar kedua dunia; Peran regional aktif; Krisis ekonomi (1997) berdampak; Ekonomi stagnan (dekade hilang); Perdana Menteri Yoshiro Mori (2000-2001), Junichiro Koizumi (2001-2006); Populasi menua; Teknologi robotika dan otomotif unggul.
  • India: Atal Bihari Vajpayee memimpin; Reformasi ekonomi berlanjut; Non-alignment policy; Modernisasi infrastruktur; Industrialisasi berkembang; Demokrasi terbesar dunia; Peran regional meningkat; Hubungan dengan dunia berkembang; Globalisasi ekonomi; Peran global meningkat; Program nuklir aktif; Uji coba nuklir (1998); Peran regional penting; Ekonomi berkembang pesat; Modernisasi teknologi; Peran global meningkat; IT berkembang pesat; Populasi mencapai 1,03 miliar (2001); Gempa bumi Gujarat (2001) - 20.000+ tewas; Konflik Kashmir berlanjut.
  • Korea: Divisi Korea tetap; Utara (komunis) vs Selatan (kapitalis); Modernisasi Selatan pesat; Industrialisasi tinggi; Peran global meningkat; Globalisasi ekonomi; Rekonstruksi pasca-perang; Ekonomi berkembang pesat; Hubungan dengan dunia berkembang; Peran regional penting; Kim Dae-jung (1998-2003); Sunshine Policy dengan Korea Utara; KTT Inter-Korea pertama (2000); Reunifikasi masih jauh; Peran global meningkat; Krisis ekonomi (1997) pulih; Roh Moo-hyun terpilih (2002).
  • Vietnam: Reunifikasi (1975); Peran global meningkat; Globalisasi ekonomi; Modernisasi infrastruktur; Peran regional penting; Hubungan dengan dunia berkembang; Doi Moi (1986) berlanjut; Reformasi ekonomi; Ekonomi berkembang pesat; Hubungan dengan AS membaik; Perjanjian Perdagangan Bilateral AS-Vietnam (2001); Peran global meningkat; WTO (2007) direncanakan.
  • Indonesia: Reformasi (1998); B.J. Habibie (1998-1999); Abdurrahman Wahid (1999-2001); Megawati Sukarnoputri (2001-2004); Modernisasi demokrasi; Peran regional penting; Hubungan dengan AS berkembang; Globalisasi ekonomi; Ekonomi berkembang; Stabilitas politik membaik; Ekonomi berbasis minyak dan komoditas; Peran global meningkat; Demokrasi berkembang; Konflik Aceh berlanjut; Bom Bali (2002) - 202 tewas, serangan terorisme terbesar di Indonesia.
  • Timur Tengah: Perang Teluk (1991); Perdamaian Oslo (1993); Konflik Arab-Israel intensif; Intifada Kedua dimulai (2000) - pemberontakan Palestina; Krisis minyak global; Nasionalisme Arab kuat; Peran regional strategis; Modernisasi terbatas; Konflik berlanjut; Peran strategis minyak; 9/11 (2001) - serangan terorisme terbesar di AS, mengubah geopolitik global; Perang Afghanistan dimulai (2001); Perang Irak direncanakan (2003); Saddam Hussein masih berkuasa di Irak; Iran mengembangkan program nuklir.

2. Eropa (Integrasi & Krisis Baru)

  • Inggris: Globalisasi ekonomi; NATO aktif; Aliansi militer Barat kuat; Ekonomi berkembang; Modernisasi teknologi; Peran global penting; Dekolonisasi selesai; Ratu Elizabeth II (1952-2022); Perubahan sosial besar; Peran global dominan; Peran regional penting; Tony Blair (1997-2007); Peran global aktif; Uni Eropa berkembang; Euro dimulai (1999); Mendukung perang melawan terorisme pasca-9/11; Perang Afghanistan (2001); Perang Irak (2003) direncanakan; Populasi 59 juta (2001); Ekonomi berbasis jasa berkembang.
  • Prancis: Globalisasi ekonomi; NATO aktif; Dekolonisasi selesai; Modernisasi infrastruktur; Peran global penting; Peran regional dominan; Perubahan sosial; Ekonomi berkembang; Jacques Chirac (1995-2007); Peran global aktif; Uni Eropa berkembang; Euro dimulai (1999); Peran global penting; Peran regional strategis; Populasi 60 juta (2001); Menentang invasi Irak (2003); Hubungan dengan Jerman kuat.
  • Jerman: Reunifikasi (1990); Globalisasi ekonomi; Rekonstruksi timur selesai; Ekonomi terbesar Eropa; Modernisasi teknologi; Peran regional dominan; Hubungan dengan Eropa kuat; Peran global meningkat; Gerhard Schröder (1998-2005); Peran global aktif; Perubahan besar pasca-reunifikasi; Peran regional penting; Uni Eropa berkembang; Euro dimulai (1999); Populasi 82 juta (2001); Ekonomi ekspor kuat; Menentang invasi Irak (2003).
  • Rusia: Federasi Rusia (1991); Boris Yeltsin mengundurkan diri (1999); Vladimir Putin menjadi presiden (2000) - era baru Rusia; Globalisasi ekonomi terbatas; Peran global penting; Perubahan besar pasca-Soviet; Peran regional dominan; Ekonomi transisi dari komunis; Modernisasi militer; Perang Chechnya kedua (1999-2009); Peran regional aktif; Krisis ekonomi (1998) pulih; Ekonomi berbasis minyak; Populasi 146 juta (2001); Hubungan dengan AS memburuk; Kapal selam Kursk tenggelam (2000) - 118 tewas.
  • Polandia: Demokrasi berkembang; Aleksander Kwaśniewski (1995-2005); Globalisasi ekonomi; Perang Dingin berakhir; Blok Timur runtuh; Peran regional penting; Peran global meningkat; Ekonomi berkembang pesat; Modernisasi infrastruktur; Peran global meningkat; Uni Eropa bergabung (2004) direncanakan; Populasi 38 juta (2001); Transisi ekonomi sukses; NATO bergabung (1999).
  • Ceko & Slovakia: Divisi (1993); Ceko dan Slovakia merdeka; Václav Havel (Ceko, 1993-2003); Globalisasi ekonomi; Perang Dingin berakhir; Blok Timur runtuh; Peran regional penting; Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Peran global meningkat; Uni Eropa bergabung (2004) direncanakan; Populasi Ceko 10 juta, Slovakia 5 juta (2001); Transisi ekonomi sukses.
  • Sains & Teknologi: World Wide Web berkembang pesat; Internet menjadi aksesibel massal; Komputer personal berkembang; Era digital dimulai; Teknologi nuklir berkembang; Penerbangan komersial berkembang; Modernisasi teknologi global; Revolusi ilmiah berlanjut; DNA sequencing berkembang; Era genetika dimulai; Internet berkembang eksponensial; Revolusi digital; Dot-com bubble pecah (2000) - krisis teknologi; Y2K bug tidak terjadi (2000); Teknologi berkembang pesat; Human Genome Project hampir selesai; Wikipedia diluncurkan (2001); iPod Apple diluncurkan (2001) - revolusi musik digital.

3. Afrika (Urbanisasi & Ekonomi Digital)

  • Afrika Selatan: Demokrasi (1994); Nelson Mandela pensiun (1999); Thabo Mbeki (1999-2008); Apartheid berakhir; Diskriminasi rasial berakhir; Ekonomi pertambangan berkembang; Urbanisasi meningkat; Nasionalisme Afrika kuat; ANC berkuasa; Peran global penting; Dekolonisasi selesai; Hubungan dengan dunia berkembang; Perubahan besar pasca-apartheid; Peran regional dominan; Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Populasi 45 juta (2001); HIV/AIDS menjadi krisis besar.
  • Mesir: Hosni Mubarak (1981-2011); Modernisasi terbatas; Terusan Suez strategis; Ekonomi berbasis kapas dan pariwisata; Peran strategis regional; Hubungan dengan AS kuat; Globalisasi ekonomi; Peran regional penting; Perdamaian dengan Israel (1979); Peran global meningkat; Populasi 70 juta (2001); Ekonomi berkembang lambat; Stabilitas politik dipertahankan.
  • Kongo: Perang Kongo Kedua (1998-2003) - perang terbesar di Afrika; Instabilitas politik ekstrem; Ekonomi ekstraktif; Karet dan mineral (coltan, emas); Modernisasi terbatas; Urbanisasi terpaksa; Eksploitasi sumber daya; Peran regional penting; Hubungan dengan dunia kompleks; Zaire menjadi Republik Demokratik Kongo (1997); Ekonomi sulit; Perang berlanjut; 5+ juta tewas; Dampak besar regional; Laurent Kabila dibunuh (2001); Joseph Kabila menggantikan.
  • Maroko: Monarki stabil; Modernisasi infrastruktur; Ekonomi pertanian dan pariwisata; Hubungan dengan Eropa kuat; Peran regional penting; Nasionalisme kuat; Stabilitas politik; Populasi 30 juta (2001); Peran strategis; Dekolonisasi selesai; Ekonomi berkembang; Globalisasi ekonomi; Mohammed VI menjadi raja (1999).
  • Ethiopia: Demokrasi berkembang; Meles Zenawi (1995-2012); Modernisasi infrastruktur; Peran regional penting; Struktur feodal berubah; Hubungan dengan dunia berkembang; Globalisasi ekonomi; Perubahan besar; Ekonomi berkembang; Perang dengan Eritrea berakhir (2000); Perdamaian ditandatangani; Populasi 67 juta (2001); Kelaparan berkurang.
  • Nigeria: Demokrasi (1999); Olusegun Obasanjo (1999-2007); Ekonomi komoditas berkembang; Infrastruktur berkembang; Urbanisasi pesat; Modernisasi terbatas; Nasionalisme kuat; Instabilitas politik regional; Peran regional dominan; Ekonomi berkembang; Minyak ditemukan (1950s); Peran global penting; Ekonomi berbasis minyak; Populasi 130 juta (2001); Konflik agama meningkat; Boko Haram belum terbentuk.

4. Amerika (Internet & Keuangan Global)

  • Amerika Serikat: Globalisasi ekonomi dominan; NATO aktif; Superpower tunggal; Peran global hegemon; Bill Clinton (1993-2001); George W. Bush terpilih (2000), dilantik (2001); Peran global baru pasca-Perang Dingin; Ekonomi berkembang pesat; Internet berkembang eksponensial; Dot-com bubble pecah (2000) - krisis teknologi; Y2K bug tidak terjadi (2000); 9/11 (2001) - serangan terorisme terbesar, 2.977 tewas, mengubah geopolitik global; Perang Melawan Teror dimulai; Perang Afghanistan dimulai (2001); Perang Irak direncanakan (2003); Populasi 285 juta (2001); Ekonomi terbesar dunia; Enron bangkrut (2001) - skandal korporat besar; Patriot Act (2001) - perluasan kekuasaan pemerintah.
  • Meksiko: Revolusi (1910-1920) berakhir; Konstitusi 1917; Reformasi agraria; Modernisasi infrastruktur; Ekonomi berkembang; Nasionalisme kuat; Hubungan dengan AS kompleks; Stabilisasi politik; PRI berkuasa 71 tahun; Vicente Fox terpilih (2000) - akhir dominasi PRI; Industrialisasi berkembang; Urbanisasi pesat; Peran regional penting; Ekonomi berbasis minyak; NAFTA (1994) aktif; Globalisasi ekonomi; Populasi 100 juta (2001); Ekonomi berkembang; Peran global meningkat.
  • Brasil: Demokrasi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Ekonomi berkembang; Industrialisasi berkembang; Urbanisasi pesat; São Paulo megakota; Brasília ibu kota; Peran regional dominan; Ekonomi berbasis komoditas; Hubungan dengan AS berkembang; Ekonomi berkembang pesat; Peran global meningkat; Fernando Henrique Cardoso (1995-2003); Luiz Inácio Lula da Silva terpilih (2002); Globalisasi ekonomi; Populasi 174 juta (2001); Real Plan stabil; Ekonomi terbesar Amerika Latin.
  • Argentina: Demokrasi berkembang; Instabilitas politik meningkat; Modernisasi terbatas; Ekonomi pertanian berkembang; Buenos Aires megakota; Kelas menengah besar; Peran regional penting; Hubungan dengan dunia berkembang; Ekonomi berkembang; Fernando de la Rúa (1999-2001); Krisis ekonomi besar (2001) - default utang, devaluasi peso, kerusuhan; 5 presiden dalam 2 minggu (2001-2002); Peran regional menurun; Globalisasi ekonomi; Populasi 37 juta (2001); Dampak besar regional.
  • Chile: Demokrasi stabil; Eduardo Frei (1994-2000); Ricardo Lagos (2000-2006); Modernisasi infrastruktur; Ekonomi berkembang pesat; Hubungan dengan AS kuat; Globalisasi ekonomi; Peran regional penting; Ekonomi neoliberal sukses; Modernisasi teknologi; Peran global meningkat; Populasi 15 juta (2001); Transisi demokrasi sukses; Ekonomi terstabilkan.

5. Oseania (Pasifik & Iklim)

  • Australia: Identitas nasional kuat; Ekonomi berkembang pesat; Hubungan dengan Inggris tetap; Modernisasi teknologi; Peran global aktif; Globalisasi ekonomi; ANZUS aliansi keamanan; Peran regional dominan; Urbanisasi tinggi; Ekonomi pertanian dan pertambangan berkembang; Stabilitas politik; Perubahan sosial besar; John Howard (1996-2007); Olimpiade Sydney (2000) - sukses besar; Populasi 19 juta (2001); Ekonomi berbasis komoditas; Mendukung perang melawan terorisme; Hubungan dengan AS kuat; Bali bombing (2002) - 88 warga Australia tewas.
  • Selandia Baru: Identitas nasional kuat; Ekonomi berkembang; Hubungan dengan Inggris tetap; Modernisasi teknologi; Peran global aktif; Globalisasi ekonomi; ANZUS aliansi keamanan; Peran regional penting; Reformasi sosial progresif; Ekonomi pertanian berkembang; Stabilitas politik; Perubahan sosial; Helen Clark (1999-2008); Populasi 4 juta (2001); Ekonomi berbasis pertanian; Hubungan dengan Pasifik kuat.
  • Hawaii: Statehood (1959); Negara bagian AS; Perkebunan gula berkembang; Imigrasi beragam; Budaya Hawaii unik; Ekonomi pertanian dan pariwisata; Integrasi dengan AS penuh; Pangkalan militer strategis; Peran strategis Pasifik; Modernisasi infrastruktur; Globalisasi ekonomi; Pariwisata berkembang pesat; Populasi 1,2 juta (2001); Ekonomi berbasis pariwisata; Peran kunci Pasifik.

Tahun 20.05

1. Asia (Globalisasi & Teknologi)

  • Tiongkok: Hu Jintao menjadi presiden (2003-2013); Ekonomi tumbuh 10%+ per tahun; Populasi mencapai 1,31 miliar (2005); Ekspor berkembang pesat; WTO aktif; Olimpiade Beijing 2008 dipersiapkan; Program antariksa: Shenzhou 5 (2003) - manusia pertama ke luar angkasa; Gempa bumi Sichuan (2008) direncanakan; SARS (2003) - krisis kesehatan global pertama; Peran global meningkat; Hubungan dengan AS kompleks; Taiwan tetap isu sensitif; Tibet dan Xinjiang tetap isu; Ekonomi terbesar kedua dunia (2010).
  • Jepang: Junichiro Koizumi (2001-2006); Ekonomi stagnan berlanjut; Populasi menua; Teknologi robotika unggul; Hubungan dengan Tiongkok memburuk; Hubungan dengan Korea Selatan kompleks; Perdana Menteri Shinzo Abe pertama (2006-2007); Ekonomi terbesar ketiga dunia; Populasi 128 juta (2005); Deflasi berlanjut; Reformasi struktural lambat.
  • India: Manmohan Singh menjadi PM (2004-2014); Ekonomi tumbuh 8%+ per tahun; IT berkembang pesat; Populasi mencapai 1,1 miliar (2005); Tsunami Samudra Hindia (2004) - 10.000+ tewas di India; Hubungan dengan AS membaik; Program nuklir aktif; Peran global meningkat; Kelas menengah berkembang; Urbanisasi pesat; Mumbai berkembang; Konflik Kashmir berlanjut; Ekonomi berbasis jasa berkembang.
  • Korea: Roh Moo-hyun (2003-2008); Hubungan dengan Korea Utara kompleks; Sunshine Policy berlanjut; Ekonomi berkembang pesat; Teknologi berkembang; Populasi 48 juta (2005); Hubungan dengan Jepang memburuk; Peran global meningkat; K-pop mulai berkembang; Samsung dan Hyundai berkembang pesat.
  • Indonesia: Megawati Sukarnoputri (2001-2004); Susilo Bambang Yudhoyono terpilih (2004-2014); Demokrasi berkembang; Tsunami Samudra Hindia (2004) - 170.000+ tewas di Aceh; Gempa bumi Yogyakarta (2006) - 5.700+ tewas; Ekonomi berkembang; Stabilitas politik membaik; Populasi 220 juta (2005); Konflik Aceh berakhir (2005); Hubungan dengan dunia berkembang.
  • Timur Tengah: Perang Irak dimulai (2003) - invasi AS dan sekutu; Saddam Hussein digulingkan (2003), dieksekusi (2006); Perang Irak berlanjut (2003-2011); Insurgensi berkembang; Al-Qaeda di Irak aktif; Iran mengembangkan program nuklir; Mahmoud Ahmadinejad terpilih (2005); Konflik Arab-Israel berlanjut; Intifada Kedua berakhir (2005); Yasser Arafat meninggal (2004); Hamas menang pemilu Palestina (2006); Perang Lebanon (2006) - Israel vs Hezbollah; Minyak $100+ per barrel (2007-2008); Arab Spring belum terjadi.
  • Sains & Teknologi Asia: Platform digital berkembang; Ekonomi platform dimulai; Pembayaran digital berkembang; Alibaba berkembang; Tencent berkembang; Baidu berkembang; Teknologi mobile berkembang; 3G berkembang; Internet berkembang pesat.

2. Eropa (Integrasi & Krisis Baru)

  • Inggris: Tony Blair (1997-2007); Gordon Brown menggantikan (2007-2010); Perang Irak (2003) - kontroversial; Bom London (2005) - 52 tewas, serangan terorisme; Populasi 60 juta (2005); Ekonomi berkembang; Uni Eropa berkembang; Eurozone berkembang; Hubungan dengan AS kuat; Ekonomi berbasis jasa; London berkembang sebagai pusat keuangan global.
  • Prancis: Jacques Chirac (1995-2007); Nicolas Sarkozy terpilih (2007); Menentang invasi Irak (2003); Kerusuhan pinggiran kota (2005) - krisis sosial; Populasi 61 juta (2005); Uni Eropa berkembang; Eurozone aktif; Hubungan dengan Jerman kuat; Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur.
  • Jerman: Gerhard Schröder (1998-2005); Angela Merkel terpilih (2005) - kanselir perempuan pertama; Menentang invasi Irak (2003); Populasi 82 juta (2005); Ekonomi terbesar Eropa; Uni Eropa berkembang; Eurozone aktif; Hubungan dengan Prancis kuat; Ekonomi ekspor kuat; Reunifikasi berhasil.
  • Rusia: Vladimir Putin (2000-2008); Dmitry Medvedev terpilih (2008); Ekonomi berbasis minyak berkembang; Harga minyak tinggi; Populasi 143 juta (2005); Hubungan dengan AS memburuk; Perang Chechnya berlanjut; Konflik Georgia (2008) direncanakan; Ekonomi pulih; Modernisasi militer; Gazprom berkembang; Oligarki berkembang.
  • Uni Eropa: Perluasan besar (2004) - 10 negara baru bergabung (Polandia, Ceko, Slovakia, Hungaria, dll); Eurozone berkembang; Konstitusi Eropa ditolak (2005) - Prancis dan Belanda; Populasi 490 juta (2005); Integrasi ekonomi berkembang; Perdagangan bebas berkembang; Perbatasan terbuka (Schengen).
  • Sains & Teknologi Eropa: Proyek Genom Manusia selesai (2003) - peta lengkap DNA manusia; Revolusi genetika; Era genomik personal dimulai; Pengobatan presisi berkembang; CERN aktif; Large Hadron Collider dibangun (2008); Teknologi berkembang.

3. Afrika (Urbanisasi & Ekonomi Digital)

  • Afrika Selatan: Thabo Mbeki (1999-2008); Jacob Zuma terpilih (2009); HIV/AIDS krisis besar; Populasi 47 juta (2005); Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Peran regional dominan; Ekonomi terbesar Afrika; Urbanisasi meningkat; Kelas menengah berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang.
  • Nigeria: Olusegun Obasanjo (1999-2007); Umaru Yar’Adua terpilih (2007); Ekonomi berbasis minyak; Populasi 140 juta (2005); Konflik agama meningkat; Boko Haram belum terbentuk; Ekonomi berkembang; Urbanisasi pesat; Lagos berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang.
  • Kongo: Perang Kongo berakhir (2003); Joseph Kabila (2001-2019); Instabilitas politik berlanjut; Ekonomi ekstraktif; Populasi 58 juta (2005); Perdamaian rapuh; Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang.
  • Kenya: Mwai Kibaki (2002-2013); Demokrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Populasi 36 juta (2005); Teknologi mobile berkembang pesat; M-Pesa diluncurkan (2007) - revolusi pembayaran mobile; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat.
  • Regional: Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang; Ekonomi digital berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat; Populasi Afrika 900 juta (2005).

4. Amerika (Internet & Keuangan Global)

  • Amerika Serikat: George W. Bush (2001-2009); Perang Irak dimulai (2003) - kontroversial besar; Perang Afghanistan berlanjut; Populasi 296 juta (2005); Ekonomi berkembang; Bubble real estate berkembang; Subprime mortgage berkembang; Krisis finansial (2008) direncanakan; Katrina (2005) - badai terbesar, 1.800+ tewas; Polarisasi politik meningkat; Media berkembang; Internet berkembang pesat; Google IPO (2004); Facebook diluncurkan (2004); YouTube diluncurkan (2005); iPhone diluncurkan (2007) - revolusi smartphone; Ekonomi terbesar dunia; Dollar kuat.
  • Meksiko: Vicente Fox (2000-2006); Felipe Calderón terpilih (2006); Perang melawan narkoba dimulai (2006); NAFTA aktif; Ekonomi berkembang; Populasi 103 juta (2005); Hubungan dengan AS kompleks; Urbanisasi pesat; Ekonomi berbasis minyak; Migrasi ke AS meningkat.
  • Brasil: Luiz Inácio Lula da Silva (2003-2011); Ekonomi berkembang pesat; Populasi 186 juta (2005); Program sosial berkembang; Kelas menengah berkembang; Ekonomi terbesar Amerika Latin; Hubungan dengan dunia berkembang; Globalisasi ekonomi; Urbanisasi pesat; São Paulo megakota; Amazon deforestasi isu besar.
  • Argentina: Néstor Kirchner (2003-2007); Cristina Fernández de Kirchner terpilih (2007); Krisis ekonomi (2001) pulih; Ekonomi berkembang; Populasi 39 juta (2005); Default utang diselesaikan; Ekonomi pulih; Peran regional meningkat.
  • Venezuela: Hugo Chávez (1999-2013); Revolusi Bolivarian; Ekonomi berbasis minyak; Harga minyak tinggi; Populasi 27 juta (2005); Hubungan dengan AS memburuk; Nasionalisasi industri; Ekonomi berkembang; Peran regional meningkat.
  • Keuangan Global: Bubble real estate berkembang; Subprime mortgage berkembang; Derivatif berkembang; Regulasi lemah; Krisis finansial (2008) direncanakan; Dollar kuat; Euro berkembang; Yuan berkembang; Globalisasi keuangan berkembang; Polarisasi politik meningkat; Media berkembang; Internet berkembang pesat.

5. Oseania (Pasifik & Iklim)

  • Australia: John Howard (1996-2007); Kevin Rudd terpilih (2007); Ekonomi berkembang pesat; Populasi 20 juta (2005); Hubungan dengan AS kuat; Perang Irak (2003) - mendukung; Ekonomi berbasis komoditas; Harga komoditas tinggi; Urbanisasi tinggi; Peran regional dominan; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Hubungan dengan Tiongkok berkembang; Hubungan dengan Indonesia berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan.
  • Selandia Baru: Helen Clark (1999-2008); Ekonomi berkembang; Populasi 4,1 juta (2005); Hubungan dengan Pasifik kuat; Ekonomi berbasis pertanian; Pariwisata berkembang; Peran regional penting; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan.
  • Pasifik: Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Tiongkok berkembang; AS aktif; Australia aktif; Peran strategis meningkat; Perdagangan berkembang; Pariwisata berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Isu iklim meningkat; Kenaikan permukaan laut isu besar.

Tahun 20.10

1. Asia (Globalisasi & Teknologi)

  • Tiongkok: Hu Jintao (2003-2013); Ekonomi tumbuh 10%+ per tahun; Populasi mencapai 1,34 miliar (2010); Ekspor berkembang pesat; Olimpiade Beijing (2008) - sukses besar, menunjukkan kekuatan Tiongkok; Gempa bumi Sichuan (2008) - 87.000+ tewas, gempa terbesar; Ekonomi terbesar kedua dunia (2010) - mengalahkan Jepang; Program antariksa: Shenzhou 7 (2008), Chang’e 1 (2007); Xi Jinping terpilih (2012) - era baru; Peran global meningkat; Hubungan dengan AS kompleks; Taiwan tetap isu sensitif; Tibet dan Xinjiang tetap isu; Yuan berkembang; Ekonomi berbasis manufaktur; Urbanisasi pesat; Kelas menengah berkembang pesat.
  • Jepang: Shinzo Abe pertama (2006-2007); Yasuo Fukuda (2007-2008); Taro Aso (2008-2009); Yukio Hatoyama (2009-2010); Naoto Kan (2010-2011); Gempa bumi dan tsunami Tohoku (2011) - 19.000+ tewas, bencana terbesar; Kecelakaan nuklir Fukushima (2011) - krisis nuklir terbesar sejak Chernobyl; Ekonomi stagnan berlanjut; Populasi menua; Populasi 128 juta (2010); Teknologi robotika unggul; Hubungan dengan Tiongkok memburuk; Hubungan dengan Korea Selatan kompleks; Ekonomi terbesar ketiga dunia; Deflasi berlanjut; Reformasi struktural lambat.
  • India: Manmohan Singh (2004-2014); Ekonomi tumbuh 8%+ per tahun; IT berkembang pesat; Populasi mencapai 1,21 miliar (2010); Mumbai berkembang; Delhi berkembang; Kelas menengah berkembang; Urbanisasi pesat; Program nuklir aktif; Hubungan dengan AS membaik; Peran global meningkat; Ekonomi berbasis jasa berkembang; Konflik Kashmir berlanjut; Mumbai attacks (2008) - 166 tewas, serangan terorisme; Commonwealth Games (2010) - Delhi; Ekonomi terbesar ketiga dunia (2011) - mengalahkan Jerman.
  • Korea: Roh Moo-hyun (2003-2008); Lee Myung-bak (2008-2013); Hubungan dengan Korea Utara kompleks; Sunshine Policy berakhir; Ekonomi berkembang pesat; Teknologi berkembang; Populasi 49 juta (2010); Hubungan dengan Jepang memburuk; Peran global meningkat; K-pop berkembang pesat; Samsung dan Hyundai berkembang pesat; Cheonan sinking (2010) - 46 tewas, ketegangan dengan Korea Utara; Yeonpyeong shelling (2010) - ketegangan dengan Korea Utara.
  • Indonesia: Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014); Demokrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Populasi 238 juta (2010); Stabilitas politik membaik; Konflik Aceh berakhir (2005); Hubungan dengan dunia berkembang; Ekonomi berbasis komoditas; Urbanisasi pesat; Jakarta berkembang; Kelas menengah berkembang; Bom JW Marriott (2009) - 9 tewas; Ekonomi terbesar ke-16 dunia.
  • Timur Tengah: Perang Irak berlanjut (2003-2011); Barack Obama terpilih (2008) - presiden AS pertama Afrika-Amerika; Penarikan pasukan AS dari Irak dimulai (2011); Arab Spring dimulai (2010-2012) - revolusi besar; Tunisia: Zine El Abidine Ben Ali digulingkan (2011); Mesir: Hosni Mubarak digulingkan (2011); Libya: Muammar Gaddafi digulingkan dan dibunuh (2011); Suriah: Perang sipil dimulai (2011) - berlanjut hingga sekarang; Yaman: Ali Abdullah Saleh digulingkan (2012); Bahrain: protes ditekan; Iran: Mahmoud Ahmadinejad (2005-2013); Program nuklir Iran berkembang; Konflik Arab-Israel berlanjut; Hamas vs Fatah; Gaza War (2008-2009); Minyak $100+ per barrel (2008), kemudian turun; Ekonomi berbasis minyak.
  • Sains & Teknologi Asia: Platform digital berkembang pesat; Ekonomi platform berkembang; Pembayaran digital berkembang; Alibaba berkembang pesat; Tencent berkembang pesat; Baidu berkembang pesat; Teknologi mobile berkembang pesat; 3G berkembang; 4G dimulai; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; WeChat diluncurkan (2011); TikTok belum ada.

2. Eropa (Integrasi & Krisis Baru)

  • Inggris: Gordon Brown (2007-2010); David Cameron terpilih (2010-2016); Krisis finansial global (2008) - dampak besar; Bank bailout besar; Populasi 62 juta (2010); Ekonomi resesi; Perang Irak berlanjut; Penarikan pasukan dimulai; Uni Eropa berkembang; Eurozone krisis (2010) dimulai; Hubungan dengan AS kuat; Ekonomi berbasis jasa; London berkembang sebagai pusat keuangan global; Olimpiade London (2012) - sukses besar.
  • Prancis: Nicolas Sarkozy (2007-2012); François Hollande terpilih (2012); Krisis finansial global (2008) - dampak besar; Populasi 63 juta (2010); Ekonomi resesi; Uni Eropa berkembang; Eurozone krisis (2010) dimulai; Hubungan dengan Jerman kuat; Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Kerusuhan pinggiran kota (2005) - krisis sosial berlanjut.
  • Jerman: Angela Merkel (2005-2021); Krisis finansial global (2008) - dampak besar; Populasi 82 juta (2010); Ekonomi terbesar Eropa; Uni Eropa berkembang; Eurozone krisis (2010) dimulai - Jerman sebagai pemimpin; Hubungan dengan Prancis kuat; Ekonomi ekspor kuat; Reunifikasi berhasil; Ekonomi pulih lebih cepat dari Eropa lain.
  • Rusia: Dmitry Medvedev (2008-2012); Vladimir Putin kembali (2012); Perang dengan Georgia (2008) - konflik 5 hari; Ekonomi berbasis minyak; Harga minyak tinggi kemudian turun; Populasi 143 juta (2010); Hubungan dengan AS memburuk; Perang Chechnya berakhir (2009); Modernisasi militer; Gazprom berkembang; Oligarki berkembang; Olimpiade Sochi (2014) direncanakan.
  • Yunani: Krisis utang Yunani (2010) - krisis besar; Bailout pertama (2010); Eurozone krisis dimulai; Populasi 11 juta (2010); Ekonomi resesi besar; Pengangguran tinggi; Protes besar; Austerity measures; Dampak besar Eropa.
  • Uni Eropa: Perluasan (2007) - Bulgaria dan Rumania bergabung; Eurozone krisis (2010) dimulai; Krisis finansial global (2008) - dampak besar; Populasi 502 juta (2010); Integrasi ekonomi berkembang; Perdagangan bebas berkembang; Perbatasan terbuka (Schengen); Lisbon Treaty (2009) - reformasi institusi; Krisis migran belum terjadi.
  • Sains & Teknologi Eropa: Large Hadron Collider (LHC) mulai beroperasi (2008); Higgs boson ditemukan (2012) - penemuan besar; CERN aktif; Teknologi berkembang; Revolusi digital berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat.

3. Afrika (Urbanisasi & Ekonomi Digital)

  • Afrika Selatan: Jacob Zuma (2009-2018); HIV/AIDS krisis besar; Populasi 50 juta (2010); Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Peran regional dominan; Ekonomi terbesar Afrika; Urbanisasi meningkat; Kelas menengah berkembang; Piala Dunia FIFA (2010) - sukses besar, pertama di Afrika; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Nelson Mandela meninggal (2013) direncanakan.
  • Nigeria: Umaru Yar’Adua (2007-2010); Goodluck Jonathan (2010-2015); Boko Haram terbentuk (2009); Konflik agama meningkat; Ekonomi berbasis minyak; Populasi 158 juta (2010); Ekonomi berkembang; Urbanisasi pesat; Lagos berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Bom Abuja (2010) - 12 tewas; Konflik Boko Haram meningkat.
  • Kongo: Joseph Kabila (2001-2019); Instabilitas politik berlanjut; Ekonomi ekstraktif; Populasi 66 juta (2010); Perdamaian rapuh; Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang; Konflik timur berlanjut.
  • Kenya: Mwai Kibaki (2002-2013); Uhuru Kenyatta terpilih (2013); Demokrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Populasi 41 juta (2010); Teknologi mobile berkembang pesat; M-Pesa berkembang pesat; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat; Konflik pasca-pemilu (2007-2008) - 1.000+ tewas.
  • Tunisia: Zine El Abidine Ben Ali digulingkan (2011) - Arab Spring dimulai; Revolusi Tunisia (2010-2011); Mohamed Bouazizi membakar diri (2010) - pemicu Arab Spring; Demokrasi berkembang; Populasi 10 juta (2010); Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur.
  • Mesir: Hosni Mubarak digulingkan (2011) - Arab Spring; Revolusi Mesir (2011); Mohamed Morsi terpilih (2012); Populasi 81 juta (2010); Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Stabilitas politik berubah; Hubungan dengan AS kompleks.
  • Libya: Muammar Gaddafi digulingkan dan dibunuh (2011) - Arab Spring; Perang sipil Libya (2011); Populasi 6 juta (2010); Ekonomi berbasis minyak; Instabilitas politik besar; NATO intervensi (2011).
  • Regional: Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang; Ekonomi digital berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat; Populasi Afrika 1 miliar (2010); Kelas menengah berkembang; Ekonomi berkembang pesat.

4. Amerika (Internet & Keuangan Global)

  • Amerika Serikat: George W. Bush (2001-2009); Barack Obama terpilih (2008) - presiden AS pertama Afrika-Amerika, dilantik (2009); Krisis finansial global (2008) - krisis terbesar sejak Depresi Besar; Lehman Brothers bangkrut (2008); Bank bailout besar ($700 miliar); Populasi 309 juta (2010); Ekonomi resesi besar; Pengangguran tinggi; Perang Irak berlanjut; Penarikan pasukan dimulai (2011); Perang Afghanistan berlanjut; Osama bin Laden dibunuh (2011); Polarisasi politik meningkat; Tea Party movement (2009); Media berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; iPhone berkembang pesat; iPad diluncurkan (2010) - revolusi tablet; Facebook berkembang pesat; Twitter berkembang pesat; Ekonomi terbesar dunia; Dollar kuat; Quantitative easing dimulai.
  • Meksiko: Felipe Calderón (2006-2012); Enrique Peña Nieto terpilih (2012); Perang melawan narkoba berlanjut; Kekerasan meningkat; NAFTA aktif; Ekonomi berkembang; Populasi 113 juta (2010); Hubungan dengan AS kompleks; Urbanisasi pesat; Ekonomi berbasis minyak; Migrasi ke AS meningkat; Swine flu (2009) - pandemi global dimulai di Meksiko.
  • Brasil: Luiz Inácio Lula da Silva (2003-2011); Dilma Rousseff terpilih (2011); Ekonomi berkembang pesat; Populasi 195 juta (2010); Program sosial berkembang; Kelas menengah berkembang; Ekonomi terbesar Amerika Latin; Hubungan dengan dunia berkembang; Globalisasi ekonomi; Urbanisasi pesat; São Paulo megakota; Amazon deforestasi isu besar; Piala Dunia FIFA (2014) direncanakan; Olimpiade Rio (2016) direncanakan; Ekonomi terbesar ke-7 dunia (2010).
  • Argentina: Cristina Fernández de Kirchner (2007-2015); Ekonomi berkembang; Populasi 40 juta (2010); Default utang diselesaikan; Ekonomi pulih; Peran regional meningkat; Hubungan dengan dunia berkembang; Ekonomi berbasis pertanian.
  • Venezuela: Hugo Chávez (1999-2013); Revolusi Bolivarian; Ekonomi berbasis minyak; Harga minyak tinggi kemudian turun; Populasi 29 juta (2010); Hubungan dengan AS memburuk; Nasionalisasi industri; Ekonomi berkembang kemudian menurun; Peran regional meningkat; Kesehatan Chávez memburuk.
  • Chile: Michelle Bachelet pertama (2006-2010); Sebastián Piñera terpilih (2010); Gempa bumi Chile (2010) - 525 tewas, gempa terbesar; Ekonomi berkembang pesat; Populasi 17 juta (2010); Hubungan dengan AS kuat; Globalisasi ekonomi; Peran regional penting; Ekonomi neoliberal sukses; 33 penambang terjebak (2010) - penyelamatan dramatis.
  • Haiti: Gempa bumi Haiti (2010) - 220.000+ tewas, bencana terbesar; Bantuan internasional besar; Populasi 10 juta (2010); Ekonomi hancur; Rekonstruksi besar; Instabilitas politik; Dampak besar regional.
  • Keuangan Global: Krisis finansial global (2008) - krisis terbesar sejak Depresi Besar; Lehman Brothers bangkrut; Bank bailout besar; Regulasi diperketat; Dollar kuat; Euro krisis (2010); Yuan berkembang; Globalisasi keuangan berubah; Quantitative easing dimulai; Suku bunga rendah; Bubble berkembang; Polarisasi politik meningkat; Media berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat.

5. Oseania (Pasifik & Iklim)

  • Australia: Kevin Rudd (2007-2010, 2013); Julia Gillard (2010-2013); Ekonomi berkembang pesat; Populasi 22 juta (2010); Hubungan dengan AS kuat; Ekonomi berbasis komoditas; Harga komoditas tinggi; Urbanisasi tinggi; Peran regional dominan; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Hubungan dengan Tiongkok berkembang; Hubungan dengan Indonesia berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Kebakaran hutan besar (2009); Isu iklim meningkat; Kenaikan permukaan laut isu besar.
  • Selandia Baru: John Key (2008-2016); Ekonomi berkembang; Populasi 4,3 juta (2010); Hubungan dengan Pasifik kuat; Ekonomi berbasis pertanian; Pariwisata berkembang; Peran regional penting; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Gempa bumi Christchurch (2010, 2011) - 185 tewas; Rekonstruksi besar.
  • Pasifik: Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Tiongkok berkembang pesat; AS aktif; Australia aktif; Peran strategis meningkat; Perdagangan berkembang; Pariwisata berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Isu iklim meningkat; Kenaikan permukaan laut isu besar; Perubahan iklim dampak besar; Ekonomi berbasis perikanan dan pariwisata.

Tahun 20.15

1. Asia (Globalisasi & Teknologi)

  • Tiongkok: Xi Jinping (2012-sekarang); Ekonomi tumbuh 6-7% per tahun; Populasi mencapai 1,37 miliar (2015); Ekspor berkembang pesat; Peran global meningkat; Belt and Road Initiative (BRI) diluncurkan (2013) - proyek infrastruktur global terbesar; Program antariksa: Chang’e 3 (2013), Chang’e 4 (2018) direncanakan; Ekonomi terbesar kedua dunia; Hubungan dengan AS kompleks; Taiwan tetap isu sensitif; Tibet dan Xinjiang tetap isu; Yuan berkembang; Ekonomi berbasis manufaktur; Urbanisasi pesat; Megakota berkembang; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Kelas menengah berkembang pesat; Alibaba IPO (2014) - IPO terbesar; Tencent berkembang pesat; WeChat berkembang pesat; Teknologi mobile berkembang pesat; 4G berkembang; 5G dimulai; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat.
  • Jepang: Shinzo Abe kedua (2012-2020); Abenomics dimulai (2013) - kebijakan ekonomi baru; Ekonomi stagnan berlanjut; Populasi menua; Populasi 127 juta (2015); Teknologi robotika unggul; Hubungan dengan Tiongkok memburuk; Hubungan dengan Korea Selatan kompleks; Ekonomi terbesar ketiga dunia; Deflasi berlanjut; Reformasi struktural lambat; Olimpiade Tokyo (2020) direncanakan; Gempa bumi dan tsunami Tohoku (2011) - dampak berlanjut; Kecelakaan nuklir Fukushima (2011) - dampak berlanjut.
  • India: Narendra Modi terpilih (2014) - era baru; Ekonomi tumbuh 7%+ per tahun; IT berkembang pesat; Populasi mencapai 1,31 miliar (2015); Mumbai berkembang; Delhi berkembang; Kelas menengah berkembang; Urbanisasi pesat; Program nuklir aktif; Hubungan dengan AS membaik; Peran global meningkat; Ekonomi berbasis jasa berkembang; Konflik Kashmir berlanjut; Make in India (2014) - program industrialisasi; Digital India (2015) - program digitalisasi; Ekonomi terbesar ketiga dunia; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Megakota berkembang.
  • Korea: Park Geun-hye (2013-2017); Moon Jae-in terpilih (2017); Hubungan dengan Korea Utara kompleks; Ekonomi berkembang pesat; Teknologi berkembang; Populasi 51 juta (2015); Hubungan dengan Jepang memburuk; Peran global meningkat; K-pop berkembang pesat; Samsung dan Hyundai berkembang pesat; Sewol ferry sinking (2014) - 304 tewas, bencana besar; MERS (2015) - krisis kesehatan; Impeachment Park Geun-hye (2017).
  • Indonesia: Susilo Bambang Yudhoyono (2004-2014); Joko Widodo terpilih (2014-sekarang); Demokrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Populasi 258 juta (2015); Stabilitas politik membaik; Hubungan dengan dunia berkembang; Ekonomi berbasis komoditas; Urbanisasi pesat; Jakarta berkembang; Kelas menengah berkembang; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Megakota berkembang; Ekonomi terbesar ke-16 dunia.
  • Timur Tengah: Perang Irak berakhir (2011); Perang sipil Suriah berlanjut (2011-sekarang) - krisis kemanusiaan besar; ISIS terbentuk dan berkembang (2014) - ancaman global; ISIS menguasai Mosul dan Raqqa (2014); Perang melawan ISIS dimulai (2014); Iran: Hassan Rouhani terpilih (2013); Perjanjian nuklir Iran (2015) - JCPOA; Konflik Arab-Israel berlanjut; Gaza War (2014) - 2.200+ tewas; Yaman: Perang sipil Yaman (2015-sekarang); Arab Spring dampak berlanjut; Minyak $50-100 per barrel; Ekonomi berbasis minyak; Krisis migran dimulai (2015) - dampak Eropa.
  • Sains & Teknologi Asia: Platform digital berkembang pesat; Ekonomi platform berkembang; Pembayaran digital berkembang; Alibaba berkembang pesat; Tencent berkembang pesat; Baidu berkembang pesat; Teknologi mobile berkembang pesat; 4G berkembang; 5G dimulai; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; WeChat berkembang pesat; TikTok belum ada; Megakota berkembang; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang.

2. Eropa (Integrasi & Krisis Baru)

  • Inggris: David Cameron (2010-2016); Theresa May terpilih (2016); Referendum Brexit (2016) - 52% memilih keluar; Brexit dimulai; Populasi 65 juta (2015); Ekonomi berkembang; Uni Eropa berkembang; Eurozone krisis berlanjut; Hubungan dengan AS kuat; Ekonomi berbasis jasa; London berkembang sebagai pusat keuangan global; Olimpiade London (2012) - sukses besar; Krisis migran (2015) - dampak besar.
  • Prancis: François Hollande (2012-2017); Emmanuel Macron terpilih (2017); Serangan terorisme Paris (2015) - 130 tewas, serangan terorisme terbesar; Populasi 64 juta (2015); Ekonomi berkembang; Uni Eropa berkembang; Eurozone krisis berlanjut; Hubungan dengan Jerman kuat; Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Krisis migran (2015) - dampak besar.
  • Jerman: Angela Merkel (2005-2021); Ekonomi terbesar Eropa; Populasi 81 juta (2015); Uni Eropa berkembang; Eurozone krisis berlanjut - Jerman sebagai pemimpin; Hubungan dengan Prancis kuat; Ekonomi ekspor kuat; Reunifikasi berhasil; Ekonomi pulih lebih cepat dari Eropa lain; Krisis migran (2015) - 1+ juta pengungsi, dampak besar; Kebijakan pintu terbuka Merkel.
  • Rusia: Vladimir Putin (2012-sekarang); Olimpiade Sochi (2014) - sukses besar; Aneksasi Krimea (2014) - krisis besar; Perang di Donbas, Ukraina (2014-sekarang); Sanksi internasional dimulai (2014); Ekonomi berbasis minyak; Harga minyak turun; Populasi 144 juta (2015); Hubungan dengan AS memburuk; Modernisasi militer; Gazprom berkembang; Oligarki berkembang; MH17 ditembak jatuh (2014) - 298 tewas, krisis besar.
  • Yunani: Krisis utang Yunani berlanjut; Bailout ketiga (2015); Eurozone krisis berlanjut; Populasi 11 juta (2015); Ekonomi resesi besar; Pengangguran tinggi; Protes besar; Austerity measures; Referendum bailout (2015) - menolak, kemudian menerima; Dampak besar Eropa; Alexis Tsipras (2015-2019).
  • Ukraina: Euromaidan (2013-2014) - revolusi; Viktor Yanukovych digulingkan (2014); Aneksasi Krimea oleh Rusia (2014); Perang di Donbas (2014-sekarang); Populasi 45 juta (2015); Ekonomi hancur; Instabilitas politik besar; Hubungan dengan Eropa berkembang; Hubungan dengan Rusia memburuk; Petro Poroshenko (2014-2019).
  • Uni Eropa: Perluasan (2013) - Kroasia bergabung; Eurozone krisis berlanjut; Krisis migran (2015) - 1+ juta pengungsi; Populasi 508 juta (2015); Integrasi ekonomi berkembang; Perdagangan bebas berkembang; Perbatasan terbuka (Schengen) - ditekan; Lisbon Treaty aktif; Brexit dimulai (2016); Dampak besar regional.
  • Sains & Teknologi Eropa: Gravitational waves terdeteksi pertama kali oleh LIGO (2015) - penemuan besar; Konfirmasi teori Einstein tentang gelombang gravitasi; Large Hadron Collider (LHC) aktif; Higgs boson ditemukan (2012); CERN aktif; Teknologi berkembang; Revolusi digital berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; 4G berkembang; 5G dimulai.

3. Afrika (Urbanisasi & Ekonomi Digital)

  • Afrika Selatan: Jacob Zuma (2009-2018); Cyril Ramaphosa terpilih (2018); HIV/AIDS krisis besar; Populasi 55 juta (2015); Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Peran regional dominan; Ekonomi terbesar Afrika; Urbanisasi meningkat; Kelas menengah berkembang; Piala Dunia FIFA (2010) - sukses besar; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Nelson Mandela meninggal (2013); Tantangan kesehatan publik besar; Stabilitas politik berubah; Pembangunan berkembang.
  • Nigeria: Goodluck Jonathan (2010-2015); Muhammadu Buhari terpilih (2015); Boko Haram aktif; Konflik agama meningkat; Chibok schoolgirls diculik (2014) - 276 diculik; Ekonomi berbasis minyak; Populasi 182 juta (2015); Ekonomi berkembang; Urbanisasi pesat; Lagos berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Konflik Boko Haram meningkat; Tantangan kesehatan publik besar; Stabilitas politik berubah; Pembangunan berkembang.
  • Kongo: Joseph Kabila (2001-2019); Instabilitas politik berlanjut; Ekonomi ekstraktif; Populasi 77 juta (2015); Perdamaian rapuh; Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang; Konflik timur berlanjut; Tantangan kesehatan publik besar; Stabilitas politik berubah; Pembangunan berkembang.
  • Kenya: Uhuru Kenyatta (2013-sekarang); Demokrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Populasi 47 juta (2015); Teknologi mobile berkembang pesat; M-Pesa berkembang pesat; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat; Westgate mall attack (2013) - 67 tewas; Tantangan kesehatan publik besar; Stabilitas politik berubah; Pembangunan berkembang.
  • Suriah: Perang sipil Suriah (2011-sekarang) - krisis kemanusiaan besar; Bashar al-Assad (2000-sekarang); ISIS berkembang; 250.000+ tewas; 5+ juta pengungsi; Populasi 18 juta (2015); Ekonomi hancur; Instabilitas politik ekstrem; Dampak besar regional; Krisis migran (2015) - dampak Eropa; Tantangan kesehatan publik ekstrem; Stabilitas politik hancur; Pembangunan hancur.
  • Regional: Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang; Ekonomi digital berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat; Populasi Afrika 1,2 miliar (2015); Kelas menengah berkembang; Ekonomi berkembang pesat; Tantangan kesehatan publik besar; Stabilitas politik berubah; Pembangunan berkembang; Ebola outbreak (2014-2016) - krisis kesehatan besar.

4. Amerika (Internet & Keuangan Global)

  • Amerika Serikat: Barack Obama (2009-2017); Donald Trump terpilih (2016); Ekonomi pulih dari krisis; Populasi 321 juta (2015); Pengangguran menurun; Perang Irak berakhir (2011); Perang Afghanistan berlanjut; Osama bin Laden dibunuh (2011); Polarisasi politik meningkat; Tea Party movement; Media berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; iPhone berkembang pesat; iPad berkembang pesat; Facebook berkembang pesat; Twitter berkembang pesat; Ekonomi terbesar dunia; Dollar kuat; Quantitative easing berlanjut; Inovasi teknologi mendorong pertumbuhan; Disrupsi kerja meningkat; Uber berkembang pesat; Airbnb berkembang pesat; Ekonomi platform berkembang; Sharing economy berkembang; AI berkembang; Machine learning berkembang.
  • Meksiko: Enrique Peña Nieto (2012-2018); Andrés Manuel López Obrador terpilih (2018); Perang melawan narkoba berlanjut; Kekerasan meningkat; NAFTA aktif; Ekonomi berkembang; Populasi 121 juta (2015); Hubungan dengan AS kompleks; Urbanisasi pesat; Ekonomi berbasis minyak; Migrasi ke AS meningkat; Inovasi teknologi berkembang; Disrupsi kerja meningkat.
  • Brasil: Dilma Rousseff (2011-2016); Michel Temer menggantikan (2016-2018); Ekonomi berkembang kemudian resesi; Populasi 207 juta (2015); Program sosial berkembang; Kelas menengah berkembang; Ekonomi terbesar Amerika Latin; Hubungan dengan dunia berkembang; Globalisasi ekonomi; Urbanisasi pesat; São Paulo megakota; Amazon deforestasi isu besar; Piala Dunia FIFA (2014) - sukses besar; Olimpiade Rio (2016) - sukses besar; Impeachment Dilma Rousseff (2016); Operasi Lava Jato (2014) - skandal korupsi besar; Inovasi teknologi berkembang; Disrupsi kerja meningkat.
  • Argentina: Cristina Fernández de Kirchner (2007-2015); Mauricio Macri terpilih (2015); Ekonomi berkembang; Populasi 43 juta (2015); Default utang diselesaikan; Ekonomi pulih; Peran regional meningkat; Hubungan dengan dunia berkembang; Ekonomi berbasis pertanian; Inovasi teknologi berkembang; Disrupsi kerja meningkat.
  • Venezuela: Hugo Chávez meninggal (2013); Nicolás Maduro (2013-sekarang); Revolusi Bolivarian; Ekonomi berbasis minyak; Harga minyak turun; Populasi 31 juta (2015); Hubungan dengan AS memburuk; Nasionalisasi industri; Ekonomi menurun drastis; Hiperinflasi dimulai; Krisis kemanusiaan besar; Instabilitas politik besar; Protes besar; Inovasi teknologi terbatas; Disrupsi kerja besar.
  • Keuangan Global: Krisis finansial global (2008) - dampak berlanjut; Regulasi diperketat; Dollar kuat; Euro krisis berlanjut; Yuan berkembang; Globalisasi keuangan berubah; Quantitative easing berlanjut; Suku bunga rendah; Bubble berkembang; Polarisasi politik meningkat; Media berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; Inovasi teknologi mendorong pertumbuhan; Disrupsi kerja meningkat; Ekonomi platform berkembang; Sharing economy berkembang; AI berkembang; Machine learning berkembang.

5. Oseania (Pasifik & Iklim)

  • Australia: Tony Abbott (2013-2015); Malcolm Turnbull (2015-2018); Ekonomi berkembang pesat; Populasi 24 juta (2015); Hubungan dengan AS kuat; Ekonomi berbasis komoditas; Harga komoditas tinggi kemudian turun; Urbanisasi tinggi; Peran regional dominan; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Hubungan dengan Tiongkok berkembang; Hubungan dengan Indonesia berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Kebakaran hutan besar; Isu iklim meningkat; Kenaikan permukaan laut isu besar; Konektivitas digital berkembang; Layanan publik digital berkembang; Bisnis digital berkembang.
  • Selandia Baru: John Key (2008-2016); Bill English menggantikan (2016-2017); Ekonomi berkembang; Populasi 4,6 juta (2015); Hubungan dengan Pasifik kuat; Ekonomi berbasis pertanian; Pariwisata berkembang; Peran regional penting; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Gempa bumi Christchurch (2010, 2011) - dampak berlanjut; Rekonstruksi besar; Konektivitas digital berkembang; Layanan publik digital berkembang; Bisnis digital berkembang.
  • Pasifik: Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Tiongkok berkembang pesat; AS aktif; Australia aktif; Peran strategis meningkat; Perdagangan berkembang; Pariwisata berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Isu iklim meningkat; Kenaikan permukaan laut isu besar; Perubahan iklim dampak besar; Ekonomi berbasis perikanan dan pariwisata; Konektivitas digital berkembang; Layanan publik digital berkembang; Bisnis digital berkembang.

Tahun 20.20

1. Asia (Abad ke-21)

  • Tiongkok: Xi Jinping (2012-sekarang); Ekonomi tumbuh 5-6% per tahun; Populasi mencapai 1,41 miliar (2020); Ekspor berkembang pesat; Peran global meningkat; Belt and Road Initiative (BRI) berkembang; Program antariksa: Chang’e 4 (2018) - pendaratan pertama di sisi jauh bulan, Chang’e 5 (2020) - sampel bulan; Ekonomi terbesar kedua dunia; Hubungan dengan AS memburuk; Perang dagang AS-Tiongkok (2018-2020); Taiwan tetap isu sensitif; Tibet dan Xinjiang tetap isu; Hong Kong: Protes besar (2019-2020); UU Keamanan Nasional Hong Kong (2020); Yuan berkembang; Ekonomi berbasis manufaktur; Urbanisasi pesat; Megakota berkembang; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Kelas menengah berkembang pesat; Alibaba berkembang pesat; Tencent berkembang pesat; WeChat berkembang pesat; TikTok berkembang pesat; Teknologi mobile berkembang pesat; 5G berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; COVID-19 dimulai di Wuhan (2019); Lockdown besar (2020); Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Ekonomi pulih cepat.
  • Jepang: Shinzo Abe (2012-2020); Yoshihide Suga (2020-2021); Fumio Kishida (2021-sekarang); Abenomics berlanjut; Ekonomi stagnan berlanjut; Populasi menua; Populasi 126 juta (2020); Teknologi robotika unggul; Hubungan dengan Tiongkok memburuk; Hubungan dengan Korea Selatan kompleks; Ekonomi terbesar ketiga dunia; Deflasi berlanjut; Reformasi struktural lambat; Olimpiade Tokyo (2020) ditunda ke 2021 - pertama kali ditunda; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital.
  • India: Narendra Modi (2014-sekarang); Ekonomi tumbuh 5-7% per tahun; IT berkembang pesat; Populasi mencapai 1,38 miliar (2020); Mumbai berkembang; Delhi berkembang; Kelas menengah berkembang; Urbanisasi pesat; Program nuklir aktif; Hubungan dengan AS membaik; Peran global meningkat; Ekonomi berbasis jasa berkembang; Konflik Kashmir berlanjut; Make in India berkembang; Digital India berkembang; Ekonomi terbesar ketiga dunia; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Megakota berkembang; COVID-19 dampak besar; Lockdown besar (2020); Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Gelombang kedua (2021) - krisis besar.
  • Korea: Moon Jae-in (2017-2022); Yoon Suk-yeol terpilih (2022); Hubungan dengan Korea Utara kompleks; KTT Inter-Korea (2018) - ketegangan menurun; Ekonomi berkembang pesat; Teknologi berkembang; Populasi 52 juta (2020); Hubungan dengan Jepang memburuk; Peran global meningkat; K-pop berkembang pesat; Samsung dan Hyundai berkembang pesat; COVID-19 respons baik; Lockdown efektif; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital.
  • Indonesia: Joko Widodo (2014-sekarang); Demokrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Populasi 274 juta (2020); Stabilitas politik membaik; Hubungan dengan dunia berkembang; Ekonomi berbasis komoditas; Urbanisasi pesat; Jakarta berkembang; Kelas menengah berkembang; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Megakota berkembang; Ekonomi terbesar ke-16 dunia; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital.
  • Timur Tengah: Perang sipil Suriah berlanjut (2011-sekarang); ISIS dikalahkan (2019); Iran: Hassan Rouhani (2013-2021); Ebrahim Raisi terpilih (2021); Perjanjian nuklir Iran (JCPOA) dibatalkan AS (2018); Konflik Arab-Israel berlanjut; Gaza War (2021) - 250+ tewas; Yaman: Perang sipil Yaman (2015-sekarang) - krisis kemanusiaan besar; Arab Spring dampak berlanjut; Minyak $40-80 per barrel; Ekonomi berbasis minyak; COVID-19 dampak besar; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital.
  • Sains & Teknologi Asia: Platform digital berkembang pesat; Ekonomi platform berkembang; Pembayaran digital berkembang; Alibaba berkembang pesat; Tencent berkembang pesat; Baidu berkembang pesat; Teknologi mobile berkembang pesat; 5G berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; WeChat berkembang pesat; TikTok berkembang pesat; Megakota berkembang; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Rantai pasok dan respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; AI berkembang; Machine learning berkembang.

2. Eropa (Abad ke-21)

  • Inggris: Theresa May (2016-2019); Boris Johnson (2019-2022); Liz Truss (2022); Rishi Sunak (2022-sekarang); Brexit selesai (2020) - keluar dari Uni Eropa; Populasi 67 juta (2020); Ekonomi berkembang; Hubungan dengan AS kuat; Ekonomi berbasis jasa; London berkembang sebagai pusat keuangan global; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi berkembang; Variant Alpha (2020); Variant Delta (2021); Variant Omicron (2021).
  • Prancis: Emmanuel Macron (2017-sekarang); Kerusuhan Yellow Vests (2018-2019) - protes besar; Populasi 65 juta (2020); Ekonomi berkembang; Uni Eropa berkembang; Hubungan dengan Jerman kuat; Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi berkembang.
  • Jerman: Angela Merkel (2005-2021); Olaf Scholz terpilih (2021); Ekonomi terbesar Eropa; Populasi 83 juta (2020); Uni Eropa berkembang; Hubungan dengan Prancis kuat; Ekonomi ekspor kuat; Reunifikasi berhasil; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi berkembang; Kebijakan pintu terbuka Merkel berakhir.
  • Rusia: Vladimir Putin (2012-sekarang); Ekonomi berbasis minyak; Harga minyak turun kemudian naik; Populasi 146 juta (2020); Hubungan dengan AS memburuk; Modernisasi militer; Gazprom berkembang; Oligarki berkembang; Alexei Navalny diracun (2020); Protes besar (2021); Invasi Ukraina (2022) - perang terbesar di Eropa sejak 1945; Sanksi internasional besar; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi berkembang.
  • Ukraina: Volodymyr Zelensky terpilih (2019); Perang di Donbas (2014-sekarang); Invasi Rusia (2022) - perang terbesar di Eropa sejak 1945; Populasi 44 juta (2020); Ekonomi hancur; Instabilitas politik besar; Hubungan dengan Eropa berkembang; Hubungan dengan Rusia memburuk; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Perang total (2022); Bantuan internasional besar; Pengungsi 5+ juta.
  • Uni Eropa: Brexit selesai (2020); Perluasan (2013) - Kroasia; Populasi 447 juta (2020); Integrasi ekonomi berkembang; Perdagangan bebas berkembang; Perbatasan terbuka (Schengen) - ditekan; Lisbon Treaty aktif; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi berkembang; NextGenerationEU (2020) - paket pemulihan €750 miliar; Krisis migran berlanjut.
  • Sains & Teknologi Eropa: Large Hadron Collider (LHC) aktif; Higgs boson ditemukan (2012); CERN aktif; Teknologi berkembang; Revolusi digital berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; 5G berkembang; COVID-19 vaksinasi berkembang; BioNTech/Pfizer vaksin (2020); Moderna vaksin (2020); AstraZeneca vaksin (2021); Rantai pasok dan respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; AI berkembang; Machine learning berkembang.

3. Afrika (Urbanisasi & Ekonomi Digital)

  • Afrika Selatan: Cyril Ramaphosa (2018-sekarang); HIV/AIDS krisis besar; Populasi 60 juta (2020); Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Peran regional dominan; Ekonomi terbesar Afrika; Urbanisasi meningkat; Kelas menengah berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; Vaksinasi terbatas.
  • Nigeria: Muhammadu Buhari (2015-2023); Bola Tinubu terpilih (2023); Boko Haram aktif; Konflik agama meningkat; Ekonomi berbasis minyak; Populasi 206 juta (2020); Ekonomi berkembang; Urbanisasi pesat; Lagos berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Konflik Boko Haram meningkat; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; Vaksinasi terbatas.
  • Kongo: Félix Tshisekedi terpilih (2019); Instabilitas politik berlanjut; Ekonomi ekstraktif; Populasi 89 juta (2020); Perdamaian rapuh; Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang; Konflik timur berlanjut; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; Vaksinasi terbatas.
  • Kenya: Uhuru Kenyatta (2013-2022); William Ruto terpilih (2022); Demokrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Populasi 54 juta (2020); Teknologi mobile berkembang pesat; M-Pesa berkembang pesat; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; Vaksinasi terbatas.
  • Suriah: Perang sipil Suriah (2011-sekarang) - krisis kemanusiaan besar; Bashar al-Assad (2000-sekarang); ISIS dikalahkan (2019); 400.000+ tewas; 6+ juta pengungsi; Populasi 17 juta (2020); Ekonomi hancur; Instabilitas politik ekstrem; Dampak besar regional; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Tekanan ekonomi dan kesehatan ekstrem; Inovasi layanan digital terbatas; Vaksinasi terbatas.
  • Regional: Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang; Ekonomi digital berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat; Populasi Afrika 1,3 miliar (2020); Kelas menengah berkembang; Ekonomi berkembang pesat; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh di banyak negara; Vaksinasi terbatas.

4. Amerika (Internet & Keuangan Global)

  • Amerika Serikat: Donald Trump (2017-2021); Joe Biden terpilih (2020), dilantik (2021); Ekonomi berkembang; Populasi 331 juta (2020); Pengangguran rendah kemudian tinggi; Perang Afghanistan berakhir (2021); Polarisasi politik ekstrem; Media berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; iPhone berkembang pesat; iPad berkembang pesat; Facebook berkembang pesat; Twitter berkembang pesat; Ekonomi terbesar dunia; Dollar kuat; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi berkembang; Variant Alpha (2020); Variant Delta (2021); Variant Omicron (2021); Pfizer/BioNTech vaksin (2020); Moderna vaksin (2020); Johnson & Johnson vaksin (2021); Pandemi COVID-19 mengguncang kesehatan publik, ekonomi, dan tata kerja global; Work from home berkembang; Inovasi teknologi mendorong pertumbuhan; Disrupsi kerja meningkat; Ekonomi platform berkembang; Sharing economy berkembang; AI berkembang; Machine learning berkembang; Capitol riots (2021) - serangan terhadap Kongres.
  • Meksiko: Andrés Manuel López Obrador (2018-sekarang); Perang melawan narkoba berlanjut; Kekerasan meningkat; NAFTA digantikan USMCA (2020); Ekonomi berkembang; Populasi 128 juta (2020); Hubungan dengan AS kompleks; Urbanisasi pesat; Ekonomi berbasis minyak; Migrasi ke AS meningkat; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi terbatas; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh.
  • Brasil: Jair Bolsonaro (2019-2023); Luiz Inácio Lula da Silva terpilih kembali (2022); Ekonomi berkembang kemudian resesi; Populasi 213 juta (2020); Program sosial berkembang; Kelas menengah berkembang; Ekonomi terbesar Amerika Latin; Hubungan dengan dunia berkembang; Globalisasi ekonomi; Urbanisasi pesat; São Paulo megakota; Amazon deforestasi isu besar; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi terbatas; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; Gelombang kedua (2021) - krisis besar; 600.000+ tewas.
  • Argentina: Alberto Fernández (2019-sekarang); Ekonomi berkembang; Populasi 45 juta (2020); Default utang berulang; Ekonomi sulit; Peran regional meningkat; Hubungan dengan dunia berkembang; Ekonomi berbasis pertanian; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi terbatas; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh.
  • Venezuela: Nicolás Maduro (2013-sekarang); Revolusi Bolivarian; Ekonomi berbasis minyak; Harga minyak turun kemudian naik; Populasi 28 juta (2020); Hubungan dengan AS memburuk; Nasionalisasi industri; Ekonomi menurun drastis; Hiperinflasi berlanjut; Krisis kemanusiaan besar; Instabilitas politik besar; Protes besar; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi terbatas; Tekanan ekonomi dan kesehatan ekstrem; Inovasi layanan digital terbatas; 5+ juta pengungsi.
  • Keuangan Global: Krisis finansial global (2008) - dampak berlanjut; Regulasi diperketat; Dollar kuat; Euro berkembang; Yuan berkembang; Globalisasi keuangan berubah; Suku bunga rendah kemudian naik; Bubble berkembang; Polarisasi politik meningkat; Media berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi berkembang; Pandemi COVID-19 mengguncang kesehatan publik, ekonomi, dan tata kerja global; Work from home berkembang; Inovasi teknologi mendorong pertumbuhan; Disrupsi kerja meningkat; Ekonomi platform berkembang; Sharing economy berkembang; AI berkembang; Machine learning berkembang; Cryptocurrency berkembang; Bitcoin mencapai $60.000+ (2021).

5. Oseania (Pasifik & Iklim)

  • Australia: Scott Morrison (2018-2022); Anthony Albanese terpilih (2022); Ekonomi berkembang pesat; Populasi 26 juta (2020); Hubungan dengan AS kuat; Ekonomi berbasis komoditas; Harga komoditas tinggi kemudian turun; Urbanisasi tinggi; Peran regional dominan; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Hubungan dengan Tiongkok memburuk; Hubungan dengan Indonesia berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Kebakaran hutan besar (2019-2020) - krisis besar; Isu iklim meningkat; Kenaikan permukaan laut isu besar; COVID-19 dampak besar; Lockdown ketat; Kebijakan perbatasan ketat; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi berkembang; Konektivitas digital berkembang; Layanan publik digital berkembang; Bisnis digital berkembang.
  • Selandia Baru: Jacinda Ardern (2017-2023); Chris Hipkins menggantikan (2023); Ekonomi berkembang; Populasi 5 juta (2020); Hubungan dengan Pasifik kuat; Ekonomi berbasis pertanian; Pariwisata berkembang; Peran regional penting; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Gempa bumi Christchurch (2010, 2011) - dampak berlanjut; Rekonstruksi besar; COVID-19 respons sangat baik; Lockdown efektif; Kebijakan perbatasan ketat; Zero COVID policy; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi berkembang; Konektivitas digital berkembang; Layanan publik digital berkembang; Bisnis digital berkembang; Christchurch mosque shootings (2019) - 51 tewas, serangan terorisme.
  • Pasifik: Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Tiongkok berkembang pesat; AS aktif; Australia aktif; Peran strategis meningkat; Perdagangan berkembang; Pariwisata berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Isu iklim meningkat; Kenaikan permukaan laut isu besar; Perubahan iklim dampak besar; Ekonomi berbasis perikanan dan pariwisata; COVID-19 dampak besar; Lockdown; Kebijakan perbatasan ketat; Rantai pasok terganggu; Respons kesehatan jadi pusat; Akselerasi adopsi digital; Vaksinasi terbatas; Konektivitas digital berkembang; Layanan publik digital berkembang; Bisnis digital berkembang; Kebijakan perbatasan dan mitigasi; Isu iklim tetap dominan.

Tahun 20.25

  • Global: Periode AI generatif, kompetisi teknologi, dan percepatan transisi energi jadi penentu arah geopolitik. Pandemi COVID-19 berlanjut kemudian mereda; Vaksinasi global berkembang; Work from home menjadi norma; Perubahan iklim dampak besar; Transisi energi berkembang; AI generatif revolusi; Kompetisi teknologi meningkat; Geopolitik kompleks.

1. Asia (Abad ke-21)

  • Tiongkok: Xi Jinping (2012-sekarang); Ekonomi tumbuh 4-5% per tahun; Populasi mencapai 1,41 miliar (2025); Ekspor berkembang pesat; Peran global meningkat; Belt and Road Initiative (BRI) berkembang; Program antariksa: Chang’e 6 (2024), misi Mars (2021); Ekonomi terbesar kedua dunia; Hubungan dengan AS memburuk; Perang dagang AS-Tiongkok berlanjut; Taiwan tetap isu sensitif; Tibet dan Xinjiang tetap isu; Hong Kong: UU Keamanan Nasional aktif; Yuan berkembang; Ekonomi berbasis manufaktur; Urbanisasi pesat; Megakota berkembang; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Kelas menengah berkembang pesat; Alibaba berkembang pesat; Tencent berkembang pesat; WeChat berkembang pesat; TikTok berkembang pesat; Teknologi mobile berkembang pesat; 5G berkembang; 6G dimulai; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; AI generatif berkembang; ChatGPT saingan Tiongkok; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; AUKUS (2021) - aliansi AS-UK-Australia; QUAD berkembang; Peran regional dominan.
  • Jepang: Fumio Kishida (2021-sekarang); Abenomics berlanjut; Ekonomi stagnan berlanjut; Populasi menua; Populasi 125 juta (2025); Teknologi robotika unggul; Hubungan dengan Tiongkok memburuk; Hubungan dengan Korea Selatan kompleks; Ekonomi terbesar ketiga dunia; Deflasi berlanjut; Reformasi struktural lambat; Olimpiade Tokyo (2021) - sukses besar; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; AI generatif berkembang; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; AUKUS (2021); QUAD berkembang; Peran regional penting.
  • India: Narendra Modi (2014-sekarang); Ekonomi tumbuh 6-7% per tahun; IT berkembang pesat; Populasi mencapai 1,43 miliar (2025) - terbesar dunia; Mumbai berkembang; Delhi berkembang; Kelas menengah berkembang; Urbanisasi pesat; Program nuklir aktif; Hubungan dengan AS membaik; Peran global meningkat; Ekonomi berbasis jasa berkembang; Konflik Kashmir berlanjut; Make in India berkembang; Digital India berkembang; Ekonomi terbesar ketiga dunia; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Megakota berkembang; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; AI generatif berkembang; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; QUAD berkembang; Peran regional penting.
  • Korea: Yoon Suk-yeol (2022-sekarang); Hubungan dengan Korea Utara kompleks; Ketegangan meningkat; Ekonomi berkembang pesat; Teknologi berkembang; Populasi 52 juta (2025); Hubungan dengan Jepang membaik; Peran global meningkat; K-pop berkembang pesat; Samsung dan Hyundai berkembang pesat; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; AI generatif berkembang; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; QUAD berkembang; Peran regional penting.
  • Indonesia: Joko Widodo (2014-2024); Prabowo Subianto terpilih (2024); Demokrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Populasi 280 juta (2025); Stabilitas politik membaik; Hubungan dengan dunia berkembang; Ekonomi berbasis komoditas; Urbanisasi pesat; Jakarta berkembang; Kelas menengah berkembang; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Megakota berkembang; Ekonomi terbesar ke-16 dunia; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; AI generatif berkembang; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; Peran regional penting.
  • Timur Tengah: Perang sipil Suriah berlanjut (2011-sekarang); Iran: Ebrahim Raisi (2021-sekarang); Perjanjian nuklir Iran (JCPOA) kompleks; Konflik Arab-Israel berlanjut; Gaza War (2023-2024) - 30.000+ tewas; Yaman: Perang sipil Yaman (2015-sekarang) - krisis kemanusiaan besar; Arab Spring dampak berlanjut; Minyak $70-100 per barrel; Ekonomi berbasis minyak; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; AI generatif berkembang; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; Peran regional strategis.
  • Sains & Teknologi Asia: Platform digital berkembang pesat; Ekonomi platform berkembang; Pembayaran digital berkembang; Alibaba berkembang pesat; Tencent berkembang pesat; Baidu berkembang pesat; Teknologi mobile berkembang pesat; 5G berkembang; 6G dimulai; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; WeChat berkembang pesat; TikTok berkembang pesat; Megakota berkembang; Infrastruktur digital berkembang pesat; Integrasi ekonomi berkembang; Rantai pasok dan respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; AI generatif berkembang; ChatGPT saingan Tiongkok; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; AUKUS (2021); QUAD berkembang; Peran regional dominan.

2. Eropa (Abad ke-21)

  • Inggris: Rishi Sunak (2022-sekarang); Brexit selesai (2020); Populasi 68 juta (2025); Ekonomi berkembang; Hubungan dengan AS kuat; Ekonomi berbasis jasa; London berkembang sebagai pusat keuangan global; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; Variant Omicron (2021); AI generatif berkembang; ChatGPT dan AI generatif menjadi mainstream (2023); Revolusi kecerdasan buatan; Transformasi cara manusia bekerja dan berkomunikasi; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; AUKUS (2021); Peran regional penting.
  • Prancis: Emmanuel Macron (2017-sekarang); Populasi 65 juta (2025); Ekonomi berkembang; Uni Eropa berkembang; Hubungan dengan Jerman kuat; Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; AI generatif berkembang; ChatGPT dan AI generatif menjadi mainstream (2023); Revolusi kecerdasan buatan; Transformasi cara manusia bekerja dan berkomunikasi; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; Peran regional penting.
  • Jerman: Olaf Scholz (2021-sekarang); Ekonomi terbesar Eropa; Populasi 83 juta (2025); Uni Eropa berkembang; Hubungan dengan Prancis kuat; Ekonomi ekspor kuat; Reunifikasi berhasil; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; AI generatif berkembang; ChatGPT dan AI generatif menjadi mainstream (2023); Revolusi kecerdasan buatan; Transformasi cara manusia bekerja dan berkomunikasi; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; Peran regional dominan.
  • Rusia: Vladimir Putin (2012-sekarang); Invasi Ukraina (2022-sekarang) - perang terbesar di Eropa sejak 1945; Sanksi internasional besar; Ekonomi berbasis minyak; Harga minyak naik kemudian turun; Populasi 144 juta (2025); Hubungan dengan AS memburuk; Modernisasi militer; Gazprom berkembang; Oligarki berkembang; Alexei Navalny meninggal (2024); Protes besar; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; AI generatif berkembang; ChatGPT dan AI generatif menjadi mainstream (2023); Revolusi kecerdasan buatan; Transformasi cara manusia bekerja dan berkomunikasi; Ketegangan kawasan ekstrem; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; Peran regional penting.
  • Ukraina: Volodymyr Zelensky (2019-sekarang); Perang dengan Rusia (2022-sekarang) - perang terbesar di Eropa sejak 1945; Populasi 37 juta (2025); Ekonomi hancur; Instabilitas politik besar; Hubungan dengan Eropa berkembang; Hubungan dengan Rusia memburuk; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; AI generatif berkembang; Ketegangan kawasan ekstrem; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; Bantuan internasional besar; Pengungsi 6+ juta; Rekonstruksi besar diperlukan.
  • Uni Eropa: Brexit selesai (2020); Perluasan (2013) - Kroasia; Populasi 448 juta (2025); Integrasi ekonomi berkembang; Perdagangan bebas berkembang; Perbatasan terbuka (Schengen) - ditekan; Lisbon Treaty aktif; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; NextGenerationEU (2020) - paket pemulihan €750 miliar; Krisis migran berlanjut; AI generatif berkembang; ChatGPT dan AI generatif menjadi mainstream (2023); Revolusi kecerdasan buatan; Transformasi cara manusia bekerja dan berkomunikasi; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; Peran regional penting.
  • Sains & Teknologi Eropa: Large Hadron Collider (LHC) aktif; Higgs boson ditemukan (2012); CERN aktif; Teknologi berkembang; Revolusi digital berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; 5G berkembang; 6G dimulai; COVID-19 vaksinasi berkembang; BioNTech/Pfizer vaksin (2020); Moderna vaksin (2020); AstraZeneca vaksin (2021); Rantai pasok dan respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; AI generatif berkembang; ChatGPT dan AI generatif menjadi mainstream (2023); Revolusi kecerdasan buatan; Transformasi cara manusia bekerja dan berkomunikasi; AI berkembang; Machine learning berkembang.

3. Afrika (Urbanisasi & Ekonomi Digital)

  • Afrika Selatan: Cyril Ramaphosa (2018-sekarang); HIV/AIDS krisis besar; Populasi 62 juta (2025); Ekonomi berkembang; Modernisasi infrastruktur; Peran regional dominan; Ekonomi terbesar Afrika; Urbanisasi meningkat; Kelas menengah berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; Vaksinasi terbatas; AI generatif berkembang; Investasi energi/transportasi berkembang; Integrasi ekonomi berkembang.
  • Nigeria: Bola Tinubu (2023-sekarang); Boko Haram aktif; Konflik agama meningkat; Ekonomi berbasis minyak; Populasi 224 juta (2025); Ekonomi berkembang; Urbanisasi pesat; Lagos berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Konflik Boko Haram meningkat; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; Vaksinasi terbatas; AI generatif berkembang; Investasi energi/transportasi berkembang; Integrasi ekonomi berkembang.
  • Kongo: Félix Tshisekedi (2019-sekarang); Instabilitas politik berlanjut; Ekonomi ekstraktif; Populasi 102 juta (2025); Perdamaian rapuh; Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang; Konflik timur berlanjut; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; Vaksinasi terbatas; AI generatif berkembang; Investasi energi/transportasi berkembang; Integrasi ekonomi berkembang.
  • Kenya: William Ruto (2022-sekarang); Demokrasi berkembang; Ekonomi berkembang; Populasi 58 juta (2025); Teknologi mobile berkembang pesat; M-Pesa berkembang pesat; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; Vaksinasi terbatas; AI generatif berkembang; Investasi energi/transportasi berkembang; Integrasi ekonomi berkembang.
  • Suriah: Perang sipil Suriah (2011-sekarang) - krisis kemanusiaan besar; Bashar al-Assad (2000-sekarang); 400.000+ tewas; 6+ juta pengungsi; Populasi 16 juta (2025); Ekonomi hancur; Instabilitas politik ekstrem; Dampak besar regional; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Tekanan ekonomi dan kesehatan ekstrem; Inovasi layanan digital terbatas; Vaksinasi terbatas; AI generatif terbatas; Investasi energi/transportasi terbatas; Integrasi ekonomi terbatas.
  • Regional: Pasar regional berkembang; Konektivitas meningkat; Proyek lintas-negara berkembang; Ekonomi digital berkembang; Fintech berkembang; Layanan keuangan digital berkembang; Urbanisasi meningkat; Populasi Afrika 1,4 miliar (2025); Kelas menengah berkembang; Ekonomi berkembang pesat; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh di banyak negara; Vaksinasi terbatas; AI generatif berkembang; Investasi energi/transportasi jadi penentu integrasi ekonomi; Integrasi ekonomi berkembang.

4. Amerika (Internet & Keuangan Global)

  • Amerika Serikat: Joe Biden (2021-sekarang); Ekonomi berkembang; Populasi 336 juta (2025); Pengangguran rendah; Perang Afghanistan berakhir (2021); Polarisasi politik ekstrem; Media berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; iPhone berkembang pesat; iPad berkembang pesat; Facebook berkembang pesat; Twitter/X berkembang pesat; Ekonomi terbesar dunia; Dollar kuat; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; Variant Omicron (2021); Pfizer/BioNTech vaksin (2020); Moderna vaksin (2020); Johnson & Johnson vaksin (2021); Pandemi COVID-19 mereda; Work from home menjadi norma; Inovasi teknologi mendorong pertumbuhan; Disrupsi kerja meningkat; Ekonomi platform berkembang; Sharing economy berkembang; AI generatif berkembang; ChatGPT dan AI generatif menjadi mainstream (2023); Revolusi kecerdasan buatan; Transformasi cara manusia bekerja dan berkomunikasi; Machine learning berkembang; Cryptocurrency berkembang; Bitcoin mencapai $70.000+ (2024); Inovasi AI, biotek, dan energi membentuk kompetisi global; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; AUKUS (2021); QUAD berkembang; Peran global dominan.
  • Meksiko: Andrés Manuel López Obrador (2018-2024); Claudia Sheinbaum terpilih (2024); Perang melawan narkoba berlanjut; Kekerasan meningkat; USMCA aktif; Ekonomi berkembang; Populasi 130 juta (2025); Hubungan dengan AS kompleks; Urbanisasi pesat; Ekonomi berbasis minyak; Migrasi ke AS meningkat; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi terbatas; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; AI generatif berkembang; Inovasi AI, biotek, dan energi membentuk kompetisi global.
  • Brasil: Luiz Inácio Lula da Silva (2023-sekarang); Ekonomi berkembang; Populasi 217 juta (2025); Program sosial berkembang; Kelas menengah berkembang; Ekonomi terbesar Amerika Latin; Hubungan dengan dunia berkembang; Globalisasi ekonomi; Urbanisasi pesat; São Paulo megakota; Amazon deforestasi isu besar; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi terbatas; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; AI generatif berkembang; Inovasi AI, biotek, dan energi membentuk kompetisi global.
  • Argentina: Javier Milei terpilih (2023); Ekonomi berkembang; Populasi 47 juta (2025); Default utang berulang; Ekonomi sulit; Peran regional meningkat; Hubungan dengan dunia berkembang; Ekonomi berbasis pertanian; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi terbatas; Tekanan ekonomi dan kesehatan; Inovasi layanan digital tumbuh; AI generatif berkembang; Inovasi AI, biotek, dan energi membentuk kompetisi global.
  • Venezuela: Nicolás Maduro (2013-sekarang); Revolusi Bolivarian; Ekonomi berbasis minyak; Harga minyak naik kemudian turun; Populasi 28 juta (2025); Hubungan dengan AS memburuk; Nasionalisasi industri; Ekonomi menurun drastis; Hiperinflasi berlanjut; Krisis kemanusiaan besar; Instabilitas politik besar; Protes besar; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi terbatas; Tekanan ekonomi dan kesehatan ekstrem; Inovasi layanan digital terbatas; AI generatif terbatas; 5+ juta pengungsi.
  • Keuangan Global: Krisis finansial global (2008) - dampak berlanjut; Regulasi diperketat; Dollar kuat; Euro berkembang; Yuan berkembang; Globalisasi keuangan berubah; Suku bunga naik kemudian turun; Bubble berkembang; Polarisasi politik meningkat; Media berkembang; Internet berkembang pesat; Smartphone berkembang pesat; COVID-19 mereda; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; Pandemi COVID-19 mereda; Work from home menjadi norma; Inovasi teknologi mendorong pertumbuhan; Disrupsi kerja meningkat; Ekonomi platform berkembang; Sharing economy berkembang; AI generatif berkembang; ChatGPT dan AI generatif menjadi mainstream (2023); Revolusi kecerdasan buatan; Transformasi cara manusia bekerja dan berkomunikasi; Machine learning berkembang; Cryptocurrency berkembang; Bitcoin mencapai $70.000+ (2024); Inovasi AI, biotek, dan energi membentuk kompetisi global.

5. Oseania (Abad ke-21)

  • Australia: Anthony Albanese (2022-sekarang); Ekonomi berkembang pesat; Populasi 27 juta (2025); Hubungan dengan AS kuat; Ekonomi berbasis komoditas; Harga komoditas tinggi kemudian turun; Urbanisasi tinggi; Peran regional dominan; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Hubungan dengan Tiongkok memburuk; Hubungan dengan Indonesia berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Kebakaran hutan besar (2019-2020) - dampak berlanjut; Isu iklim meningkat; Kenaikan permukaan laut isu besar; COVID-19 mereda; Lockdown berakhir; Kebijakan perbatasan longgar; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; Konektivitas digital berkembang; Layanan publik digital berkembang; Bisnis digital berkembang; AI generatif berkembang; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; AUKUS (2021); QUAD berkembang; Kebijakan Indo-Pasifik dan transisi energi membentuk strategi nasional; Peran regional dominan.
  • Selandia Baru: Chris Hipkins (2023); Christopher Luxon terpilih (2023); Ekonomi berkembang; Populasi 5,2 juta (2025); Hubungan dengan Pasifik kuat; Ekonomi berbasis pertanian; Pariwisata berkembang; Peran regional penting; Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Gempa bumi Christchurch (2010, 2011) - dampak berlanjut; Rekonstruksi besar; COVID-19 mereda; Lockdown berakhir; Kebijakan perbatasan longgar; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi berkembang; Konektivitas digital berkembang; Layanan publik digital berkembang; Bisnis digital berkembang; AI generatif berkembang; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; QUAD berkembang; Kebijakan Indo-Pasifik dan transisi energi membentuk strategi nasional; Peran regional penting.
  • Pasifik: Kompetisi geopolitik Indo-Pasifik meningkat; Tiongkok berkembang pesat; AS aktif; Australia aktif; Peran strategis meningkat; Perdagangan berkembang; Pariwisata berkembang; Ketergantungan perdagangan dan pariwisata; Diversifikasi ekonomi diperlukan; Isu iklim meningkat; Kenaikan permukaan laut isu besar; Perubahan iklim dampak besar; Ekonomi berbasis perikanan dan pariwisata; COVID-19 mereda; Lockdown berakhir; Kebijakan perbatasan longgar; Rantai pasok pulih; Respons kesehatan berkembang; Akselerasi adopsi digital berlanjut; Vaksinasi terbatas; Konektivitas digital berkembang; Layanan publik digital berkembang; Bisnis digital berkembang; AI generatif berkembang; Ketegangan kawasan meningkat; Modernisasi militer berkembang; Aliansi berubah; QUAD berkembang; Kebijakan Indo-Pasifik dan transisi energi membentuk strategi nasional; Kebijakan perbatasan dan mitigasi; Isu iklim tetap dominan.